All posts by 10

Mengenal PvP, Mode Permainan Seru di Jagat NFT

Apa itu PvP?

Belakangan ini game berbasis blockchain bertabur collectibles non-fungible tokens (NFT) mulai merebak dan banyak digemari. Salah satu mode permainan dalam permainan tersebut adalah mode PvP.

PvP adalah akronim dari Player versus Player, yakni istilah yang merujuk pada mode permainan antar manusia di mana para pemainnya saling bertarung untuk memenangkan permainan tersebut. Secara luas, istilah ini menggambarkan permainan atau aspek permainan yang dimainkan secara multipemain dengan pemain manusia lainnya.

Biasanya, istilah PvP dipakai pada permainan yang mengombinasikan mode ini dengan mode Player versus Environment (PvE). Pada konteks permainan seperti ini, istilah PvP digunakan untuk membedakan antara mode permainan interaktif antar manusia dan mode permainan yang didesain oleh komputer.

Baca Juga: Mengenal Genre GameFi dalam Kripto beserta Contoh-contohnya

Bagaimana Sejarah Perkembangan PvP?

PvP adalah mode permainan yang banyak digunakan pada game multi-used dimension (MUD) seperti Gemstone II dan Avalon-The Legend Lives.

Permainan seperti ini memiliki dimensi atau dunia bebas di mana pemain lain bisa menyerang dan membunuh karakter dalam permainan. Mode permainan ini lantas disebut PvP lantaran masing-masing pemain saling bertarung hingga mengakibatkan salah satu pihak mengalami kekalahan atau menerima penalti tertentu seperti terbunuh atau pembatasan akses.

Istilah PvP sendiri lahir di akhir tahun 1980-an dari MUD berbasis teks yang dimainkan dalam papan buletin seperti MajorMUD dan Usurper.

Adapun game bergenre role playing game (RPG) alias permainan interaktif pertama yang bertipe PvP adalah Neverwinter Nights yang dirilis 1989 silam dan dapat diakses publik hingga 1997. Pada permainan ini, mode PvP terbatas pada serangan sihir di dalam permainan saja.

Game PvP lain mulai bermunculan sejak tahun 1992, sebut saja Genocide, Meridion 59 dan Ultima Online. Kemudian, pada 2001, game PvP juga mencatat tonggak sejarah baru dengan hadirnya mode PvP yang dimainkan secara berkelompok. Pada mode permainan ini, satu pemain bisa beraliansi dengan pemain lain untuk membentuk tim dan menyusun strategi untuk melawan tim lain yang merupakan sekelompok human player dalam tim yang berbeda.

Game PvP lantas mendapatkan puncak popularitasnya ketika game everQuest diluncurkan. Hanya saja, setelah game itu dirilis, masyarakat mulai memberi citra negatif pada istilah PvP. Apa sebabnya?

Baca Juga: Berpetualang di The Sandbox, Game Kripto Pentolan Jagat Metaverse

Mengapa Game PvP Sempat Menuai Kontroversi?

Salah satu karakteristik unik game PvP adalah kehadiran permainan interaktif antar manusia yang diwakili oleh avatar tertentu. Akan tetapi, mode PvP pada game-game tersebut kerap disebut sebagai mode kontroversial.

Pasalnya, dalam permainan RPG, pemain cenderung memiliki tingkat kemampuan yang sangat beragam. Pemain yang sudah ahli bisa saja bertemu dalam arena yang sama dengan pemain pemula.

Nah, tingkat kemampuan yang berbeda ini menjadikan pemain pro mudah mendominasi arena permainan. Pemain pro lebih cepat menyerang atau mematikan karakter lawan mainnya sebelum sempat berinteraksi lebih jauh.

Apa Saja Klasifikasi PvP?

Aspek kontroversial dari game PvP mendorong pengembang game untuk membuat berbagai model permainan PvP yang beragam bentuknya. Berikut ini beberapa klasifikasi Game PvP.

1. Player Killing

Salah satu klasifikasi PvP adalah player killing (PKing), yang merupakan tipe PvP yang cukup umum ditemui di kancah video game.

Dalam mode ini, antar pemain bisa saling membunuh karakter pemain lainnya untuk memenangkan permainan. Mode membunuhnya pun beragam dengan imbalan yang berbeda-beda pula.

Karakter yang terbunuh akan mendapat penalti khusus seperti kehilangan collectibles hingga harus membuat karakter baru. Sementara karakter “pembunuh” akan mendapat keuntungan seperti tingkat skill yang bertambah, bisa merampas collectibles milik karakter terbunuh, hingga akses untuk bergabung dengan klub eksklusif yang berisikan pemain-pemain jagoan lainnya.

2. Anti-Player Killing

Klasifikasi PvP berikutnya adalah Anti-Player Killing (Anti-Pking). Klasifikasi ini biasanya lahir dari kelebihan populasi pembunuh dalam sebuah permainan.

Dalam tipe PvP satu ini, satu pemain biasanya akan membuat aliansi dengan karakter lainnya. Mereka yang tergabung dalam satu kelompok yang sama biasanya akan saling menjaga dan bersikap kooperatif satu sama lain.

Untuk menunjang interaksi antar anggota aliansi, game PvP jenis ini juga biasanya dilengkapi fitur seperti fitur suara, teks atau emoticon. Para pemain juga kerap berinteraksi lewat aplikasi tambahan seperti Discord untuk menyusun rencana, membagi tugas hingga mengenal lebih jauh satu sama lain.

3. Dueling

Berbeda dengan dua tipe sebelumnya, Dueling adalah sebuah tipe PvP di mana pertarungan yang terjadi bukan ditujukan untuk membunuh karakter.

Biasanya, Dueling dilakukan antar pemain yang ingin menyelesaikan tugas tertentu atau sekedar berlatih meningkatkan skill. Pertarungan itu dilakukan secara sukarela antar pemain namun tetap bersifat kompetitif.

4. Flagging

Flagging merupakan klasifikasi PvP yang relatif adil, yakni dengan menyalakan opsi ‘bendera’ (flag) yang menyatakan kesediaan untuk memulai pertarungan. Namun, pengembang game kerap memodifikasi mode ini dengan alur yang lebih seru.

Beberapa game tidak memberikan opsi untuk mematikan mode bendera. Bahkan, ada juga permainan di mana karakter yang membunuh karakter lain mendapat tanda bendera yang berarti siap menerima balasan dari aliansi musuh yang ingin membalas dendam.

Sumber: Wikiwand



Sumber : pluang.com

STO: Definisi, Kelebihan dan Cara Kerjanya

Apa Itu STO?

STO merupakan bentuk penawaran token yang dilakukan secara publik dan dijamin secara digital melalui security token, sebuah sistem keamanan token. Sebagian besar token yang beredar saat ini adalah utility token.

Utility token dirancang untuk mendukung ekosistem perusahaan blockchain yang menerbitkannya, sehingga memiliki karakteristik dan kegunaan yang berbeda.

Namun, STO berbeda dengan utility token, hal itu dijual di pasar security token karena dianggap sebagai sekuritas.

Secara umum, pemegang utility token tidak memiliki hak langsung terhadap proyek blockchain.

Token yang dibeli hanya dapat digunakan untuk mengakses layanan di dalam ekosistem.

Dengan kata lain, nilainya berkembang seiring dengan perkembangan ekosistem perusahaan blockchain yang menerbitkannya.

Sebagai alternatif investasi, STO dianggap lebih aman karena dapat menjamin investor kepemilikan saham atau bagian dari proyek perusahaan blockchain. Sekaligus menawarkan efisiensi dan penghematan biaya lebih baik dibandingkan dengan jenis token lainnya.

Apa Bedanya dengan Initial Coin Offering (ICO)?

Secara konsep dasar kedua hal tersebut sebetulnya mirip. Hanya saja, STO memiliki kelebihan dan manfaat tertentu, di antaranya:

  1. STO dianggap sebagai sekuritas nyata, terkait dengan emas, obligasi, atau saham, dan terkait erat dengan perusahaan fisik. Sementara, ICO yang sepenuhnya digital dan dianggap sebagai utilitas.
  2. Secara hukum, kedua hal itu dan operasi terkait aset kripto lainnya tunduk pada kerangka hukum yang sama. Namun, secara umum, STO diatur di bawah undang-undang sekuritas (seperti IPO tradisional), sementara ICO dianggap sebagai utilitas. Banyak investor merasa security token offering lebih aman sebagai alternatif investasi.
  1. Proses transaksinya mirip dengan pembelian token lainnya, sehingga aksesnya tetap mudah. Semua transaksinya tercatat dalam blockchain, mengurangi risiko kesalahan pencatatan investasi.

Keuntungannya apa saja?

Keuntungannya dalam ranah kripto antara lain:

  • Menegaskan status kepemilikan token keamanan dalam proyek atau perusahaan.
  • Tunduk pada aturan dan regulasi yang ketat, memberikan perlindungan hukum dan keamanan lebih besar bagi investor.
  • Memungkinkan proyek atau perusahaan mengakses modal lebih besar dari investor.

Bagaimana Cara Kerjanya?

  • Cara kerja STO dalam kripto dimulai dari penerbitan token keamanan yang didistribusikan kepada investor.
  • Pemegang token dapat menukarkan asetnya dengan kepemilikan saham atau obligasi di dunia nyata.
  • Penerbitan token STO dapat dilakukan oleh pemerintah atau perusahaan non-developer crypto.
  • Prosesnya menggunakan teknologi blockchain dan smart contract, mirip dengan pembelian saham, tetapi transaksinya dicatat dalam jaringan blockchain.

Bagaimana dengan Risikonya?

Potensi risiko STO dalam kripto melibatkan biaya pengaturan yang lebih tinggi, keterbatasan aksesibilitas untuk investor ritel, dan risiko likuiditas rendah karena sulitnya perdagangan aset di pasaran.

Dalam menghadapi risiko tersebut, STO tetap dianggap sebagai model investasi yang menjanjikan dengan perlindungan hukum dan transparansi yang lebih besar.

 

Sumber: investor.id , scorechain



Sumber : pluang.com

Apa Itu Valas? Mengenal Pengertian dan Fungsi Valuta Asing

Apa Itu Valas?

Valuta asing atau biasa disingkat valas adalah mata uang asing diterima, digunakan, dan diakui untuk melakukan transaksi keuangan internasional dan memiliki catatan kurs resmi di bank sentral. Dengan demikian, karena merupakan mata uang asing, valas tidak diterbitkan oleh bank sentral domestik.

Hanya saja, tak semua mata uang asing bisa digunakan sebagai alat pembayaran internasional. Sebab, mata uang valas harus masuk ke dalam kategori hard currency. Yakni, mata uang yang berasal dari negara maju, memiliki nilai relatif stabil, dan kadang mengalami apresiasi atau kenaikan nilai dibanding mata uang dari negara lainnya.

Adapun contoh hard currency terdiri dari Dolar AS, Euro, Yen Jepang, hingga Poundsterling Inggris.

Sementara itu, mata uang yang masuk ke dalam soft currency jarang digunakan sebagai alat pembayaran transaksi internasional. Pasalnya, mata uang yang tergabung ke klasifikasi tersebut memiliki nilai relatif tidak stabil dan kadang mengalami depresiasi. Dalam hal ini, Rupiah masih digolongkan sebagai soft currency.

Mata uang valas sendiri dapat diperoleh di pasar valuta asing atau pasar valas. Di pasar tersebut, pelakunya bisa memperdagangkan mata uang domestik dengan mata uang valas berdasarkan nilai tukar (kurs) tertentu. Nilai tukar tersebut ditentukan berdasarkan mekanisme kurs yang ditetapkan oleh masing-masing negara penerbit mata uang domestik.

Baca Juga: Mengenal Sejarah Uang, Dari Sistem Barter Hingga Uang Virtual

Apa Fungsi Valas?

Bagi perekonomian suatu negara, valas memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut:

1. Alat Pembayaran Internasional

Penggunaan valas dapat memperlancar aktivitas pembayaran sebuah negara. Pasalnya, mata uang valas umumnya lebih diakui sebagai alat pembayaran internasional ketimbang mata uang domestik.

Sebagai contoh, ketika Indonesia ingin menarik utang internasional sebagai sumber pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), maka utang, biaya bunga, serta pelunasannya pun dilakukan menggunakan valas.

2. Valas Memudahkan Masyarakat Melakukan Transaksi Internasional

Valas juga membantu masyarakat dalam melakukan transaksi internasional.

Sebagai contoh, jika Sobat Cuan ingin membeli barang yang berasal dari Amerika Serikat (AS), maka kamu pun harus membayarnya dengan mata uang Dolar AS. Kamu tidak bisa mendapatkan barang tersebut jika membayarnya dengan mata uang Rupiah.

3. Sebagai Alat Stabiliasi Kurs

Nilai tukar sebuah mata uang sangat ditentukan oleh penawaran dan permintaannya. Semakin tinggi permintaan mata uang domestik, maka nilai tukarnya pun akan menguat dengan asumsi ceteris paribus. Begitu pun sebaliknya.

Nah, untuk mengendalikan kurs tersebut, biasanya otoritas moneter akan melakukan pengelolaan valas agar permintaan dan penawaran mata uang domestik tetap stabil. Bahkan, demi menjaga pengelolaan dan permintaan valas, otoritas moneter kerap mengintervensi pasar valas dengan menggunakan cadangan devisa.

4. Mempermudah Aktivitas Perdagangan dan Ekonomi

Sebuah negara tentunya memiliki kelebihan produksi yang sejatinya bisa diekspor ke negara lain. Namun, di saat yang bersamaan, sebuah negara tentunya juga perlu mengimpor berbagai barang dan jasa yang tidak bisa diproduksinya secara domestik.

Nah, untuk memperlancar transaksi ekspor dan impor tersebut, maka negara tersebut harus memanfaatkan valas. Hal ini mengingat valas adalah mata uang yang memang diakui untuk pembayaran internasional.

Baca Juga: Apa Saja 5 Mata Uang Tertinggi di Dunia Tahun 2023?

Mengenal 2 Jenis Valas

Valas sejatinya dapat dikategorikan ke dalam dua jenis. Lantas, apa itu jenis-jenis valas yang umum dikenal masyarakat?

1. Valas Fisik

Ini merupakan mata uang asing yang memiliki bentuk wujud fisik seperti uang logam dan uang kartal.

2. Valas Non Fisik

Ini merupakan jenis mata uang asing yang berwujud uang giral atau sejenisnya seperti surat berharga termasuk cek, wesel, dan lain-lain.

Baca Juga: Apa Itu Uang Kartal dan Apa Ciri-Cirinya?

Jenis-jenis Kurs Valas

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, valas bisa didapatkan melalui pasar valuta asing dengan tingkatan kurs tertentu. Dalam hal ini, terdapat tiga jenis sistem kurs yang dikenal dalam ekonomi yang terdiri dari.

1. Nilai Tukar Mengambang (Floating Exchange Rate)

Sitem nilai tikar mengambang adalah sebuah rezim kurs di mana nilai tukar mata uang domestik terhadap valas murni ditentukan oleh permintaan dan penawaran valas tersebut. Sehingga, nilai tukarnya pun berfluktuasi setiap saat tergantung permintaan dan penawaran valas yang terjadi saat itu.

Dengan demikian, negara yang menganut sistem ini dapat memperdagangkan valas secara bebas tanpa hambatan atau regulasi apapun.

Sistem nilai tukar mengambang mulai diperkenalkan pada 1973 setelah sejumlah sistem Bretton Woods dianggap menjadi biang keladi devaluasi mata uang negara maju seperti Dolar AS dan Poundsterling Inggris.

Sekadar informasi, Bretton Woods adalah sebuah sistem mata uang di mana nilai Dolar AS ditautkan dengan pergerakan harga emas (gold standard) sementara nilai tukar 43 negara lainnya ditautkan dengan nilai Dolar AS.

2. Nilai Tukar Tetap (Fixed Exchange Rate)

Sistem nilai tukar tetap adalah sebuah rezim kurs di mana pemerintah atau bank sentral secara sengaja mempertahankan nilai tukar mata uangnya dengan mata uang valas di level yang relatif stabil. Dalam melakukan kebijakan ini, pemerintah atau bank sentral biasanya menetapkan kursnya sendiri atau menautkan nilai mata uangnya dengan harga emas.

Salah satu kelebihan sistem nilai tukar tetap adalah memberikan kestabilan kurs kepada pelaku ekspor dan impor, sehingga arus transaksi perdagangan bisa berjalan dengan lancar. Selain itu, sistem ini juga diharapkan bisa meminimalisasi risiko inflasi yang disebabkan oleh fluktuasi kurs.

Hanya saja, rezim kurs ini memiliki kelemahan. Negara wajib memiliki cadangan devisa jumbo agar bisa menstabilkan nilai tukarnya di tingkat yang dikehendaki.

3. Sistem Kurs Terkendali

Sistem ini merupakan perpaduan antara sistem kurs tetap dan mengambang.

Dalam hal ini, sebuah negara tetap mendasarkan nilai tukarnya pada hukum permintaan dan penawaran. Kendati begitu, permintaan dan penawaran itu dikendalikan oleh sebuah otoritas agar nilai tukar tersebut tidak berfluktuasi dengan ekstrem. Biasanya, pengendalian itu dilakukan dalam bentuk intervensi bank sentral, seperti intervensi pasar spot valas atau intervensi di pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Sumber: Investopedia, OCBC NISP, Universitas Indonesia



Sumber : pluang.com

Mengenal Axie Marketplace, Lokapasar Idola Fans Axie Infinity

Apa Itu Axie Marketplace?

Axie Marketplace adalah sebuah lokapasar resmi bagi pemain game digital Axie Infinity.

Asal tahu saja, Axie Infinity adalah sebuah permainan di mana pemain bisa membeli, memelihara, dan mempertarungkan hewan virtual bernama Axies. Jika sebuah Axies tersebut memenangkan sebuah pertarungan, maka tingkat kemampuannya pun akan bertambah dan harga jualnya bisa semakin mahal.

Nah, dalam hal ini, sang pemain bisa menjual Axies miliknya di Axie Marketplace. Pasalnya, setiap Axies merupakan Non-Fungible Token (NFT) yang memang bisa diperjualbelikan.

Selain itu, pemain juga dapat membeli item-item berbentuk NFT seperti sebidang tanah dan aksesoris demi menunjang permainannya di Axie Infinity. Bahkan, pemain juga bisa meningkatkan skill Axies miliknya dengan membeli Rune, yakni sebuah item yang dapat meningkatkan kemampuan Axies di satu aspek tertentu.

Tampilan Axie Marketplace

Apa Saja Jenis Item yang Terdapat di Axie Marketplace?

Lokapasar ini menyediakan sejumlah item dengan jenis-jenis sebagai berikut:

1. Axies

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, Axies adalah makhluk lucu namun punya kemampuan bertarung. Hewan-hewan virtual ini bisa dikembangbiakkan, dikoleksi, dan digunakan untuk mencari resource dan collectibles di dalam game Axie Infinity.

Axies sendiri kemudian dikategorikan ke dalam tujuh tipe (class) yang terdiri dari Beast, Aquatic, Plant, Bug, Bird, Reptile, Mech, Dawn, dan Dusk.

2. Accessories

Item-item ini berisikan aksesoris yang bisa digunakan pemain untuk menunjang penampilan Axies miliknya. Seluruh aksesoris ini dibagi ke dalam kategori berdasarkan tingkat kelangkaannya yang terdiri dari Mystic, Epic, Rare, dan Common.

3. Lands

Asal tahu saja, seluruh aktivitas permainan Axie Infinity dilakukan di sebuah dunia imajinasi bernama Lunacia. Lunacia sendiri terbagi ke dalam plot-plot kavling yang berfungsi sebagai kediaman atau “markas” dari masing-masing Axies.

Jika pemain ingin memperluas atau menambah kepemilikan kavling tanah yang dimilikinya, maka ia pun bisa mendapatkanya di Axie Marketplace.

4. Land Items

Memiliki sebidang kavling di Lunacia akan terlihat membosankan jika tidak dipenuhi dekorasi. Untungnya, pemain bisa menghias lahan miliknya dengan membeli sejumlah Land Items, yakni sebuah collectibles NFT yang bisa digunakan sebagai dekorasi kediaman Axies miliknya.

Saat ini, Axie Infinity memang memfungsikan Land Items sebagai dekorasi semata. Namun, Land Items direncanakan akan memiliki kegunaannya tersendiri di masa depan.

5. Runes dan Charm

Runes dan Charm adalah benda-benda “sakti” yang bisa meningkatkan skill Axies. Seluruh benda-benda tersebut diciptakan di Origins dan bisa diperdagangkan di marketplace.

Menariknya, setiap Rune terbilang unik. Dengan kata lain, kemampuan satu Rune dalam meningkatkan kemampuan dan stats Axies berbeda dengan Rune lainnya.

6. Materials

Setiap Axies memiliki enam bagian tubuh, yakni mata, telinga, tanduk, mulut, punggung, dan ekor. Jika sang pemain ingin melakukan upgrade atas bagian-bagian tubuh tersebut, maka mereka wajib menggunakan Materials.

Baca Juga: Mengenal STEPN, Aplikasi Kripto yang ‘Bayar’ Penggunanya agar Tetap Bugar

Apa Fungsi Axie Marketplace?

Bagi pemain game Axie Infinity, lokapasar satu ini memberikan dua manfaat utama, yakni:

1. Sarana Mencari Cuan

Pada umumnya, pemain menghasilkan uang dari game Axie Infinity dengan menjual Smooth Love Potion (SLP) miliknya. Sekadar informasi, SLP sendiri adalah aset kripto milik Axie Infinity yang bisa didapatkan pemain jika menang bertarung melawan pemain lain atau bot.

Namun, pemain juga bisa memperoleh cuan tambahan dengan menjual Axies dan item miliknya di lokapasar ini.

2. Mempermudah Akses Pemain ke Item Eksklusif

Game Axie Infinity menyediakan sejumlah item eksklusif yang sejatinya susah didapatkan di permainan sebenarnya.

3. Mempermudah Transaksi Item

Axie Marketplace mempermudah pemain untuk menjual dan membeli item yang berguna bagi permainan Axie Infinity. Sehingga, mereka yang ingin membeli atau menjual barang-barang tersebut tidak perlu susah-susah mencari pelanggan secara mandiri.

Baca Juga: Bertualang di The Sandbox, Game Kripto Pentolan Jagat Metaverse

Bagaimana Cara Membeli Item di Axie Marketplace?

Pembelian barang-barang di Axie Marketplace ternyata tidak hanya terbatas bagi pemain saja. Mereka yang nonpemain namun ingin mengoleksi NFT-nya saja pun bisa mendapatkanya di lokapasar satu ini. Kendati demikian, mereka tetap harus mendaftarkan dirinya sebagai member Axie Infinity.

Hal ini disebabkan karena item yang dijajakkan di lokapasar ini dibanderol dengan satuan mata uang kripto Ether (ETH). Tetapi, untuk membeli barang-barang tersebut, sang pengguna disarankan memasang dompet (wallet) Ronin yang terintegrasi ke jaringan Ethereum di perangkat kerasnya terlebih dulu. Apa alasannya?

Pemain akan lebih mudah melakukan login ke akun Axie Marketplace miliknya jika memiliki wallet Ronin. Selain itu, seluruh transaksi di platform tersebut pun dilakukan melalui dompet Ronin. Karakteristik ini cukup berbeda dengan marketplace lain, di mana sang pemain bisa bertransaksi hanya dengan menggunakan kartu kredit atau PayPal.

Oleh karenanya, secara singkatnya, maka langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk bisa membeli barang-barang di lokapasar ini adalah:

  1. Membuat akun wallet Ronin dan memasang extension Ronin di peramban Google Chrome.
  2. Isi saldo ETH ke dompet Ronin melalui Ronin Bridge. Di samping itu, pemain pun bisa menukar ETH dengan mata uang fiat secara langsung di Ronin melalui Ramp Network. Hanya saja, Ramp Network tidak tersedia di seluruh negara.
  3. Login ke Axie Marketplace di laman https://app.axieinfinity.com/marketplace menggunakan akun dompet Ronin yang telah dibuat.
  4. Pembelian sudah bisa dilakukan.

Namun selain itu, pemain juga bisa bertransaksi menggunakan ETH yang tersimpan di dompet Metamask. Dalam hal ini, pemain pun bisa mengintegrasikan dompet Metamask miliknya dengan akun Axie Marketplace.

Bagaimana Cara Menjual Item di Axie Marketplace?

Sementara itu, jika sang pemain ingin menjual item-item miliknya di lokapasar ini, maka ia perlu menghubungkan wallet Ronin dengan akun Axie Infinity miliknya. Setelah keduanya terhubung, sang pemain bisa mengklik tab “Inventory” yang terdapat di akun Axie Marketplace.

Kemudian, apabila sang pemain ingin menjual Axies miliknya, maka ia akan dihadapkan pada dua opsi penjualan, yakni penjualan dengan harga tetap (fixed price) atau penjualan dengan sistem lelang (auction price).

Jika sang pemain memilih opsi fixed price, maka ia hanya tinggal menetapkan harga jual Axies-nya. Kemudian, Axies tersebut pun akan langsung terdaftar di Axie Marketplace.

Sementara itu, jika sang pemain ingin menjual Axies melalui sistem lelang, maka ia harus menentukan harga dasar (starting price), harga final (ending price), dan durasi masa pelelangan. Apabila Axies tidak laku terjual di akhir masa pelelangan, maka Axies tersebut secara otomatis akan terjual di harga final yang telah ditetapkan sebelumnya.

Pemain Axie Infinity biasanya cenderung memilih metode fixed price untuk menjual Axies. Pasalnya, metode ini dianggap lebih cepat dan efisien dalam menghasilkan cuan.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Sumber: Axie Marketplace, Zipmex



Sumber : pluang.com

Honeypot: Penjelasan, Kelebihan dan Kekurangannya

Apa Itu Honeypot?

Istilah “Honeypot” sering digunakan oleh para profesional keamanan siber. Ini adalah metafora yang mengacu pada sesuatu yang dirancang untuk menarik seseorang: dengan kata lain, ini adalah perangkap.

Kadang kala, profesional keamanan benar-benar menggunakan honeypot mereka sendiri untuk mencoba menangkap pelaku jahat.

Sementara dalam cryptocurrency, honeypot adalah strategi keamanan yang efektif untuk melindungi aset kripto dalam suatu sistem dari ancaman pencurian, baik dari eksternal maupun internal.

Pengertian dalam Kripto:

Honeypot adalah taktik jebakan yang diciptakan untuk mengungkap, mengeksploitasi, atau mencuri dana, data, atau informasi digital dari peretas.

Hal itu dilakukan dengan menarik mereka melalui imbalan yang diinginkan.

Taktik jebakan itu umumnya dirancang oleh pengembang smart contract dan sering digunakan sebagai perangkap untuk mengatasi para peretas.

Cara Kerjanya:

Menurut Bitfalls, cara kerja honeypot melibatkan pengembang smart contract yang merancang mekanisme jebakan dan mengungkapkan kunci pribadi peretas yang terjebak.

Komponen-komponen yang sering digunakan untuk memancing peretas melibatkan saldo awal, kerentanan pada kode smart contract, dan mekanisme pemulihan dana.

Kelebihan dan Kekurangan:

Kelebihannya dalam industri kripto melibatkan penggunaannya sebagai alat analisis ancaman keamanan siber, terutama dalam menghadapi serangan ransomware di sektor penambangan crypto.

Meskipun efektif, hal itu juga memiliki kekurangan, seperti fitur penarikan dana yang dapat merugikan pengguna crypto jika tidak diimplementasikan dengan baik.

Sebagai solusi terhadap risiko keamanan, honeypot terus dikembangkan dan diaplikasikan oleh pengembang smart contract untuk meminimalkan potensi ancaman dari peretas.

Perlu diingat, bahwa implementasi honeypot yang kurang hati-hati dapat berdampak negatif terhadap pengguna crypto yang tidak bersalah.

Bagaimana Cara Melindungi Diri dari Penipuan Honeypot?

Cara terbaik untuk melindungi diri adalah menghindari frasa benih yang diberikan tanpa imbalan dan permintaan bantuan emosional untuk menarik saldo dari dompet.

Jika seseorang ingin memberi hadiah kripto, sepakati hanya jika diberikan dalam bentuk transaksi transfer ke alamat dompet (crypto wallet).

Sebaiknya hindari berinteraksi dengan segala jenis smart contract yang mencurigakan atau tidak dikenal, termasuk melalui koneksi WalletConnect ke aplikasi terdesentralisasi atau DEX apa pun.

 

Sumber: CNBC



Sumber : pluang.com

Memahami Diamond Pattern, Definisi dan Cirinya

Apa Itu Diamond Pattern?

Diamond pattern, juga dikenal sebagai diamond top atau bottom, adalah pola analisis teknis yang terbentuk ketika harga aset mengalami fluktuasi antara dua garis tren miring.

Bentuknya menyerupai berlian atau belah ketupat dan dapat memberikan sinyal pembalikan atau kelanjutan tren.

Ciri-Ciri:

  1. Simetri

Pola ini memiliki struktur simetris dengan dua garis tren, yaitu garis tren naik yang menghubungkan puncak-puncak dan garis tren turun yang menghubungkan lembah-lembah.

  1. Volume

Analisis volume penting; peningkatan volume saat pembentukan, diikuti oleh penurunan saat breakout.

  1. Durasi

Pembentukan pola dapat memakan waktu berminggu-minggu atau bulan tergantung pada kerangka waktu analisis.

Jenis Pola Diamond

  1. Diamond Top:

Formasi: terjadi setelah tren naik, menandakan potensi pembalikan. Mirip dengan pola head and shoulders atau double top.

Interpretasi: indikasi bahwa tren naik mungkin berakhir, memberikan sinyal potensi penurunan harga.

  1. Diamond Bottom:

Formasi: muncul setelah tren turun, menandakan potensi pembalikan ke atas. Mirip dengan formasi head and shoulders terbalik.

Interpretasi: sinyal bahwa tren turun mungkin berakhir, memberikan harapan untuk kenaikan harga.

Pola Reversal pada Diamond Pattern

Penting bagi trader mengenal pola reversal pada diamond pattern untuk mendapatkan wawasan tentang perubahan arah pasar.

Pola ini biasanya muncul di akhir tren naik, memberikan sinyal potensi pembalikan arah.

Strategi trading dapat diimplementasikan dengan memperhatikan sinyal reversal pada pola diamond pattern, mengidentifikasi titik entry, stop loss, dan target profit.

Strategi Trading

  • Konfirmasi uptrend: pastikan adanya konfirmasi tren naik sebelum pola diamond muncul.
  • Hubungkan garis trend: gambar empat garis tren dengan panjang hampir serupa untuk membangun pola diamond.
  • Manajemen risiko: tempatkan stop loss di atas (untuk pola top) atau di bawah (untuk pola bottom) pola diamond.
  • Penempatan order sell: tempatkan pesanan jual ketika harga menembus dan menutup di bawah garis tren.
  • Target keuntungan: tetapkan target profit sejajar dengan tinggi pola diamond atau dengan menggunakan rasio risiko/reward.

Cara Trading Menggunakan Diamond Pattern

Entry Market:

Masuk posisi jual jika pola diamond top terbentuk di akhir tren naik.

Masuk posisi beli jika pola diamond bottom terbentuk di akhir tren turun.

Stop Loss:

Letakkan stop loss di atas pola diamond top (untuk posisi jual).

Letakkan stop loss di bawah pola diamond bottom (untuk posisi beli).

Target Profit:

Tetapkan target profit sejajar dengan tinggi pola diamond. Gunakan rasio risiko/reward yang tetap untuk menentukan target profit.

Dengan memahami karakteristik, strategi, dan cara trading menggunakan diamond pattern, para investor dapat meningkatkan keputusan perdagangan mereka, meminimalkan risiko, dan meningkatkan peluang keberhasilan dalam pasar saham yang dinamis.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

 

Sumber: investmentu



Sumber : pluang.com

Harmonic Pattern: Penjelasan dan Jenisnya

Apa itu Harmonic Pattern?

Harmonic pattern adalah pola grafik harga yang menggabungkan perhitungan matematika dengan pola numerik, memungkinkan prediksi pergerakan harga di masa depan.

Pola ini menggunakan deret Fibonacci untuk memperkirakan alur pergerakan harga dan dapat membantu trader menentukan pembalikan harga aset.

Jenis dan Contoh Harmonic Pattern

  1. Pola Gartley:

pola bullish gartley

pola bearish gartley

Pertama kali diperkenalkan oleh H. M. Gartley, pola ini mempunyai aturan khusus, seperti jarak antara titik B dengan XA sebesar 0,618 dan jarak antara titik D dengan XA sebesar 0,786. Pola Gartley membantu trader menentukan stop loss dan take profit.

  1. Pola Butterfly:

pola bullish butterfly

pola bearish butterfly

Diperkenalkan oleh Bryce Gilmore, pola butterfly menggunakan empat kaki (XA, AB, BC, CD) dengan jarak antara titik A dan X sebesar 0,768. Pola ini membantu analisis titik B dengan Potential Reversal Zone (PRZ), menunjukkan level harga saat membuka posisi.

  1. Pola Shark:

pola bullish shark

pola bearish shark

Pola shark memiliki titik tertinggi dan terendah yang selalu melebihi puncak dan lembah sebelumnya. Akurasi pada pola shark berguna untuk mendeteksi tingkat resistance atau support kunci dari titik (0) ke titik C.

  1. Pola Bat:

pola bullish bat

pola bearish bat

Mirip dengan pola Gartley namun berbeda dari segi ukuran, pola bat menentukan posisi stop loss tergantung pada bentuk bat pattern itu sendiri.

  1. Pola Crab:

pola bullish crab

pola bearish crab

Pola crab dianggap salah satu pola harmonic yang paling akurat, memberikan informasi pembalikan harga dalam jangka waktu yang sangat dekat dengan hasil identifikasi Fibonacci.

  1. Pola Cypher:

Pola cypher memungkinkan investor memanfaatkan strategi Forex dengan tingkat kemenangan tertinggi bila dibandingkan dengan pola harmonic lainnya.

Cara Menggunakan Harmonic Pattern

Indikator Bullish dan Bearish:

Pola harmonic bullish menunjukkan kemungkinan peningkatan harga, trader umumnya akan mempertahankan asetnya dan menjualnya saat harga mencapai target profit.

Pola harmonic bearish menunjukkan kemungkinan penurunan harga, trader umumnya akan menjual asetnya untuk menghindari kerugian lebih tinggi.

Entry dan Stop Loss:

Indikator entry dan stop loss menunjukkan validitas pola dan kondisi pasar sebenarnya. Trader dapat memposisikan di titik Potential Reversal Zone (PRZ) saat terjadi pembalikan harga dan menentukan stop loss di bawah long entry atau di atas short entry.

Jarak Proyeksi Harmonic Pattern:

Bila proyeksi pola harmonic terjadi dalam grafik harga dengan jangka waktu yang sesuai, trader dapat membuka atau menutup posisi sesuai dengan bentuk pola.

Proyeksi dengan jangka waktu yang melebar memerlukan konfirmasi melalui indikator lain sebelum mengambil posisi.

Kekurangan Harmonic Pattern

Kekurangan utama dari harmonic pattern adalah ketepatan. Pola harus sesuai dengan pergerakan gelombang yang benar untuk menyampaikan informasi pembalikan harga.

Penggunaan pola ini bisa sulit ketika pola serupa terlihat, tetapi level Fibonacci tidak cocok, mengakibatkan pendekatan strategi yang kurang efektif.

Penting untuk mengendalikan risiko dalam penggunaan harmonic pattern dan memahami bahwa pola harmonic bisa ada dalam pola lain, serta sebaliknya.

Sebagai trader, perlu kritis dan hati-hati dalam mengintegrasikan harmonic pattern ke dalam strategi trading untuk hasil yang optimal.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

 

Sumber: OCBC



Sumber : pluang.com

Mengenal The Merge, Peristiwa Penting bagi Blockchain Ethereum

Apa Itu The Merge di Jaringan Ethereum?

Secara sederhananya, The Merge adalah sebuah peristiwa di mana jaringan blockchain Ethereum menggabungkan jaringan Beacon Chain yang didasarkan pada algoritma konsensus Proof-of-Stake (PoS) dengan jaringan utamanya (mainnet).

Penggabungan yang tuntas terjadi pada 15 September 2022 ini pun menjadi gerbang bagi “versi” terbaru Ethereum, yakni Ethereum 2.0, dan sekaligus menjadi tonggak sejarah penting bagi perkembangan jaringan Ethereum.

Pasalnya, usai The Merge, Ethereum resmi meninggalkan konsensus Proof-of-Work (PoW) yang dianggap boros energi dan beralih mengadopsi sistem konsensus PoS yang disebut bisa mengurangi konsumsi energi Ethereum hingga 99,95%. Selain itu, proses penciptaan koin baru yang sebelumnya dilakukan melalui proses penambangan (mining) juga ikut berubah menjadi proses staking.

Baca Juga: Memahami Ethereum Classic, Apa Bedanya dengan Ethereum?

Latar Belakang The Merge

Mengapa Ethereum Melakukan The Merge?

The Merge sejatinya bukanlah ide yang diusung Ethereum kemarin sore. Malahan, konsep mengenai transisi dari konsensus PoW ke PoS di jaringan Ethereum sejatinya sudah berada di dalam benak pengembang Ethereum sejak 2014.

Kala itu, Ethereum menganggap bahwa sistem PoW mengonsumsi daya listrik yang boros dan memakan biaya besar. Selain itu, posisi Ethereum sebagai pionir jaringan smart contract juga membuatnya ramai dipadati oleh pengembang aplikasi kripto. Nah, combo dua faktor tersebut rupanya berkontribusi dalam meningkatkan biaya transaksi (gas fees) yang perlu dibayar penggunanya di jaringan tersebut.

Makanya, agar Ethereum punya biaya transaksi efisien dan skalabilitas yang mumpuni, maka tercetuslah ide mengenai The Merge yang berbasis algoritma konsensus PoS. Alasannya, dengan menggunakan algoritma PoS, penambang nantinya akan mendapat reward dengan hanya mengalokasikan aset kripto ETH-nya untuk memvalidasi seluruh transaksi yang terdapat di jaringan Ethereum (staking). Metode ini dianggap jauh lebih murah dan tidak boros energi dibanding PoW, di mana penambang baru akan mendapat reward jika berhasil menebak teka-teki matematis yang ribet.

Pada awalnya, Ethereum berharap The Merge bisa diimplementasikan pada 2016. Sayangnya, para penambang Ethereum saat itu ngotot tidak menginginkan perubahan apapun di jaringan Ethereum.

Sebagai jalan keluar, Ethereum akhirnya sengaja menambah tingkat kesulitan teka-teki algoritmanya agar para penambang terpaksa menyetujui transisi ini. Di waktu yang sama, penambang juga menghadapi waktu penciptaan blok transaksi yang melambat, bahkan mencapai 13 detik untuk menciptakan satu blok transaksi saja.

Nah, aksi Ethereum plus hambatan di jaringan tersebut akhirnya menurunkan tingkat profitabilitas para penambang. Pada akhirnya, para penambang pun perlahan mulai sepakat untuk menghadapi The Merge.

Proses Awal The Merge

Setelah melalui proses persiapan, Ethereum kemudian meluncurkan jaringan baru bernama Beacon Chain pada 1 Desember 2020 lalu. Kehadiran Beacon Chain ini menjadi babak yang sangat signifikan bagi transisi algoritma konsensus Ethereum nantinya.

Sekadar informasi, Beacon Chain adalah sebuah jaringan yang sudah mengadopsi algoritma konsensus PoS. Kendati begitu, jaringan ini tidak serta merta menggantikan mainnet Ethereum tapi berjalan beriringan bersamanya.

Selain itu, Beacon Chain juga tidak memproses seluruh transaksi yang terdapat di mainnet Ethereum. Jaringan anyar tersebut hanya menjadi “ladang uji coba” bagi Ethereum untuk memverifikasi penciptaan blok transaksi berdasarkan sistem PoS.

Setelah itu, Ethereum pun melakukan beberapa kali uji coba sistem PoS di beberapa jaringan uji coba (testnet) miliknya selama dua tahun berikutnya, seperti di jaringan testnet Rosten. Akhirnya, Ethereum pun melakukan The Merge pada September 2022 setelah seluruh rangkaian uji coba tersebut dianggap sukses.

Usai The Merge rampung dilaksanakan, Beacon Chain akan berperan sebagai motor konsensus bagi seluruh data jaringan Ethereum, seperti eksekusi transaksi dan pengelolaan data saldo staking yang dimiliki validator transaksi. Sementara itu, mainnet Ethereum bertugas untuk mengeksekusi penciptaan blok transaksi. Sehingga, di fase ini, pengguna harus memanfaatkan kedua lapis jaringan tersebut untuk mengeksekusi pembentukan satu blok transaksi baru di jaringan Ethereum.

Baca Juga: Mengapa Blockchain Ethereum Disebut Sebagai Supercomputer Global?

Bagaimana Proses Validasi Transaksi Ethereum Usai The Merge?

Seperti yang disinggung sebelumnya, Ethereum sempat memanfaatkan algoritma konsensus PoW sebelum The Merge. Prosesnya pun mirip seperti yang terjadi di blockchain Bitcoin, di mana transaksi akan tervalidasi dan tercatat di buku besar (ledger) jika penambang berhasil memecahkan kode kriptografi rumit di dalamnya. Sebagai imbalannya, penambang pun akan memperoleh aset kripto jaringan tersebut sebagai imbalannya (reward).

Namun, setelah The Merge, Ethereum pun ikut mengubah proses validasi tersebut.

Untuk memperoleh reward dalam bentuk ETH, pengguna perlu menjadi validator transaksi, yakni dengan melakukan staking atau menyimpan minimal 32 keping ETH di jaringan Ethereum sebagai jaminannya. Seluruh ETH tersebut akan terkunci sampai waktu yang ditentukan, sehingga validator pun tak bisa menarik ETH yang telah di-staking setiap saat. Setelahnya, para validator pun dianggap layak untuk menjalankan node-node validasi transaksi di jaringan Ethereum.

Namun, sistem PoS di Ethereum terbilang cukup unik.

Biasanya, blockchain lain menerapkan sistem di mana mereka yang memiliki porsi staking besar juga akan memiliki kuasa yang lebih kuat dalam melakukan validasi transaksi. Tetapi, jaringan Ethereum melakukan pengundian secara acak untuk memilih siapa validator yang berhak untuk mengajukan blok transaksi baru ke dalam blockchain.

Apa Keunggulan The Merge?

Ethereum sudah mendambakan The Merge sejak lama, sehingga tentu saja proses ini memiliki manfaat tersendiri bagi jaringan tersebut. Adapun manfaat yang diperoleh dari The Merge terdiri dari:

1. Meningkatkan Aspek Desentralisasi di Jaringan Ethereum

Ketika menganut sistem PoW, pengguna Ethereum yang ingin menjadi validator transaksi tentu harus memiliki perangkat keras super canggih untuk “menambang” ETH. Pasalnya, penambangan dilakukan dengan memecahkan kriptografi rumit, sehingga mereka pun wajib menggunakan perangkat keras yang memiliki daya komputasi tinggi.

Namun, sistem PoS mengeliminasi proses pemecahan kriptografi, sehingga mereka yang memiliki perangkat keras dengan spek “seadanya” bisa berkontribusi menjadi validator transaksi. Hal ini tentunya akan memperbaiki aspek desentralisasi, yakni salah satu “hukum” dasar yang perlu dipenuhi teknologi blockchain.

2. Penciptaan Suplai ETH Akan Menurun

Sebelum The Merge, Ethereum “menghadiahi” penambang 2 ETH untuk setiap penciptaan blok transaksi. Jika diakumulasi selama sehari, maka jaringan Ethereum harus menggelontorkan 13.500 ETH per hari sebagai reward penambang. Jumlah yang sangat banyak, bukan?

Namun, masalah ini tidak akan muncul setelah implementasi The Merge. Pasalnya, Ethereum akan memberikan reward berdasarkan berapa banyak ETH yang di-staking di jaringan itu.

Dengan asumsi jumlah ETH yang ditaruhkan sebesar 15 juta keping ketika The Merge, maka protokol pun akan mencetak kurang lebih 1.750 ETH per harinya alias 90% lebih rendah dari total reward sebelum The Merge berlangsung.

Nah, hal ini pun akan berdampak baik pada harga ETH. Sebab, sesuai teori ekonomi, penurunan suplai (dengan asumsi permintaan tetap) akan mengerek harga suatu barang. Selain itu, berkurangnya sirkulasi ETH akan membuat penambang mengurungkan niat untuk menjualnya.

3. Konsumsi Energi Semakin Hemat

Perubahan sistem PoW menjadi PoS pun akan berdampak positif terhadap jumlah komputasi daya yang dikeluarkan ketika beraktivitas di jaringan Ethereum. Akibatnya, daya listrik yang dikonsumsi pun akan berkurang sangat signifikan, bahkan mencapai 99%. Implikasinya, penambang bisa mendaur ulang sumber daya internalnya demi kebutuhan lain, misalnya keamanan jaringan.

Baca Juga: Mengenal Immutable X, Jaringan Lapis 2 Ethereum

Apa Risiko The Merge?

Selain memiliki manfaat, The Merge ternyata juga mengandung risiko bagi keberlangsungan jaringan Ethereum, di antaranya:

1. Rentan Terkena Serangan DoS

Untuk bisa menjadi validator transaksi di Ethereum, maka ia pun harus melakukan staking terlebih dahulu di jaringan tersebut. Oleh karenanya, seluruh pengguna Ethereum pun akhirnya mengetahui secara transparan mengenai siapa-siapa saja yang berhak memvalidasi transaksi di blockchain tersebut untuk saat ini dan setelahnya.

Hanya saja, sistem seperti ini membuat validator terpapar serangan Denial-of-Service (DoS), yakni sebuah serangan siber di mana sang pelaku mengganggu layanan koneksi validator sehingga ia gagal terhubung dengan jaringan Ethereum.

Sebagai contoh, jika validator A mengetahui bahwa validator B akan memvalidasi transaksi setelah gilirannya, maka ia bisa melancarkan serangan DoS kepada validator B demi menghilangkan “jatah” slot validasi milik validator B. Untuk mengisi kekosongan slot, maka validator A pun akan merebut jatah validasi yang semestinya dimanfaatkan oleh validator B.

2. Rentan Menjadi Modus ‘Scam’

Sebagai jaringan smart contract andalan fans kripto, Ethereum memiliki banyak aplikasi yang tercipta di atasnya. Namun, beberapa aplikasi tersebut selalu merujuk The Merge sebagai ETH 2, sehingga banyak pengguna Ethereum yang mengira bahwa Ethereum akan meluncurkan aset kripto baru bernama ETH 2.

Ethereum sendiri sudah mengonfirmasi bahwa tidak akan ada aset kripto bernama ETH 2. Sayangnya, misinformasi itu kemudian dimanfaatkan oleh oknum nakal untuk melakukan penipuan, salah satunya adalah pencurian ETH berkedok penawaran jasa penukaran ETH menjadi ETH 2.

3. The Merge Galat, Harga Aset Kripto Kena Getahnya

The Merge adalah tonggak sejarah penting bagi Ethereum. Sehingga, jika terjadi kegalatan di jaringan Ethereum pascaperistiwa tersebut, maka bisa dipastikan bahwa nilai ETH pun ikut turun.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Sumber: Investopedia, Ethereum



Sumber : pluang.com

Memahami Bitcoin Faucet, Platform Giveaway BTC yang Asik

Apa Itu Bitcoin Faucet?

Bitcoin Faucet adalah sebuah platform, situs, atau aplikasi di mana penggunanya bisa mendapatkan aset kripto Bitcoin (BTC) secara gratis jika berhasil melakukan beberapa tugas tertentu.

Hanya saja, BTC yang didapatkan bernilai sangat kecil, layaknya air yang menetes dari keran (faucet) bocor. Namun, “tetesan-tetesan air” tersebut tentu akan melimpah jika ditampung secara terus menerus. Nah, konsep inilah yang melatarbelakangi kehadiran sarana seperti Bitcoin Faucet.

Bitcoin Faucet merupakan salah satu pelopor dari aktivitas seru bernama Crypto Faucet. Yakni, sebuah platform yang memberikan aset kripto apapun, termasuk BTC, kepada penggunanya jika berhasil menyelesaikan satu misi tertentu.

Bagaimana Sejarah Bitcoin Faucet?

Kemunculan Bitcoin Faucet diyakini bermula pada 2010, ketika seorang mantan pengembang blockchain Bitcoin bernama Gavin Andresen merilis platform tersebut ke publik.

Pada saat itu, pengguna platform tersebut bisa mendapatkan 5 keping BTC hanya dengan menyelesaikan sandi captcha, yakni sebuah sandi yang umum digunakan situs internet untuk membedakan pengguna manusia dan bot.

Lama kelamaan, Bitcoin Faucet tersebut pun sukses mendistribusikan 19.715 BTC sepanjang eksistensinya. Bahkan, kesuksesan platform itu pun mendorong pengembang lain untuk menciptakan platform serupa namun dengan jenis misi yang berbeda.

Hanya saja, seiring meroketnya harga BTC beberapa tahun terakhir, tidak ada lagi platform Bitcoin Faucet yang bermurah hati membagikan hadiah 5 keping BTC di setiap misinya. Kini, BTC yang dibagikan melalui Bitcoin Faucet bahkan dihitung menggunakan Satoshi Unit, yakni satuan unit terkecil BTC dengan nilai 1:100.000.000 atau 0,00000001 BTC.

Kendati demikian, kehadiran platform tersebut tetap menginspirasi penciptaan Crypto Faucet lainnya. Selain itu, beberapa pihak juga menyebut bahwa kehadiran Bitcoin Faucet merupakan salah satu kunci utama bagi meroketnya popularitas BTC sebagai aset kripto nomor wahid di dunia.

Baca Juga: Bitcoin Halving

Bagaimana Cara Kerja Bitcoin Faucet?

Platform ini sejatinya cukup mudah untuk digunakan oleh peminatnya. Sang pengguna hanya perlu mendaftar di situs atau aplikasi yang menyediakan jasa ini dan melaksanakan misi yang diperintahkan di dalamnya.

Misi yang diberikan pun beragam, mulai dari memecahkan kode captcha, melakukan permainan, memecahkan teka-teki, atau bahkan dengan kegiatan simpel seperti membaca artikel atau mengisi survey. Pada umumnya, sebagian besar tugas-tugas tersebut memiliki instruksi yang cukup mudah dipahami, sehingga pengguna pun tak perlu kerepotan dalam melakukannya.

Nantinya, pengguna akan mendapatkan imbalan dalam bentuk BTC yang dikirimkan ke wallet kripto yang terintegrasi dengan platform tersebut.

Hanya saja pertanyaannya, apa alasan platform ini bisa membagikan BTC dengan begitu mudahnya ke masyarakat? Hal ini bisa terjadi berkat model bisnis bagi hasil (revenue sharing) yang dijalankan platform Bitcoin Faucet.

Sebagai contoh, anggap saja si platform telah bekerja sama dengan agensi periklanan digital untuk meningkatkan frekuensi tayangan (views) sebuah iklan tertentu. Agar misi itu tercapai, platform itu pun berupaya menjaring orang sebanyak-banyaknya untuk menonton iklan yang dimaksud. Namun, agar orang-orang tersebut mau menonton iklan yang dimaksud, maka platform pun akan menjanjikan hadiah dalam bentuk BTC dalam nilai yang sangat mini kepada mereka.

Nantinya, pendapatan dari views tersebut akan dibagi ke tiga pihak, yakni agensi periklanan, platform Bitcoin Faucet, dan pengguna. Namun tentu saja, porsi pendapatan yang diraih pengguna bernilai lebih kecil dibanding dua pihak lainnya.

Baca Juga: Ingin Trading Crypto? Yuk, simak 4 Hal yang Perlu Diperhatikan!

Apa Saja Manfaat Bitcoin Faucet?

Meski kegiatan yang terdapat di dalamnya terbilang simpel dan seru, Bitcoin Faucet rupanya memegang peranan penting bagi distribusi dan popularitas BTC sebagai aset kripto yang dampaknya masih terasa hingga saat ini. Berikut ini adalah beberapa contohnya.

1. Membantu Meningkatkan Distribusi BTC ke Masyarakat

Seperti yang disinggung sebelumnya, Bitcoin Faucet pertama di dunia telah berhasil membagikan sekitar 19.000 keping BTC sepanjang eksistensinya. Hal ini pun membuat BTC menjadi salah satu aset kripto paling inklusif pada masanya lantaran memungkinkan semua orang untuk mengoleksinya tanpa hambatan yang tinggi.

Bahkan, sejumlah pihak menyebut bahwa metode distribusi seperti ini juga mendongkrak pertumbuhan pengguna dan harga BTC yang signifikan di awal-awal kemunculannya. Sebab, metode distribusi ini dianggap mampu membantu menyeimbangkan permintaan dan penawaran BTC yang terjadi pada saat itu.

2. Sarana bagi Masyarakat untuk Mengenal BTC

BTC adalah aset kripto yang dirilis pada 2009. Namun, berbeda dengan sekarang, saat itu hanya sedikit sekali masyarakat yang mengenal BTC serta fungsinya sebagai mata uang kripto.

Untungnya, Bitcoin Faucet pun hadir untuk megedukasi masyarakat tentang peran dan fungsi BTC.

Pengguna bisa mendapatkan BTC dengan nilai mini jika berhasil menyelesaikan sebuah tugas praktis. Setelah mendapatkannya, pengguna tentu akan mempelajari seluk-beluk mengenai kegunaan, manfaat, dan cara menggunakan BTC secara mandiri. Nantinya, sang pengguna akan membagikan ilmu yang ia ketahui mengenai BTC ke orang lain yang tertarik menggunakan platform tersebut.

Langkah ini kemudian dianggap sebagai upaya sosialisasi mengenai fungsi dan manfaat aset kripto yang efektif kepada msyarakat. Tak heran jika kemudian banyak aset kripto lain yang mengikuti jejak Bitcoin Faucet untuk memperkenalkan aset kriptonya ke publik.

3. Wadah bagi Masyarakat untuk Cuan dari Aset Kripto

Bitcoin Faucet adalah kegiatan yang mudah, bahkan orang yang awam kripto sekali pun bisa melakukannya. Nah, keunggulan ini bisa dimanfaatkan oleh mereka yang ingin menjajal peruntungan dari jagat kripto namun belum memiliki keberanian untuk berkecimpung di trading kripto.

Apalagi, meski bernilai kerdil, cuan yang mereka dapatkan pun bisa menumpuk seiring banyaknya misi yang diselesaikan. Hal ini ibarat peribahasa lama, “sedikit-sedikit lama menjadi bukit”.

Baca Juga: Memahami Lightning Network di Jaringan Bitcoin. Apa Gunanya?

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

 

Sumber: Binance



Sumber : pluang.com

Dragonfly Doji, Capung Penanda Reversal

Apa itu Dragonfly Doji?

Dragonfly doji adalah pola dalam chart candlestick yang merupakan sinyal potensi reversal. Pola ini terbentuk ketika harga pembukaan, harga tertinggi dan harga penutupan berada pada level yang sama.

Pola ini disebut dragonfly doji karena meski badan candlesticknya tipis lantaran level harga yang sama tersebut, namun memiliki ekor yang panjang.

Dragonfly doji bisa ditemukan pada saat uptrend maupun downtrend. Keduanya sama-sama mengindikasikan adanya pembalikan harga alias reversal.

Sebab itu, kamu perlu mengenali lebih jauh agar dapat mendeteksi pola ini di chart harga aset incaran kamu.

Bagaimana Mengenalinya?

pola dragonfly doji

Dragonfly Doji memiliki bentuk khas yang mudah dikenali. Namun, kemunculannya pada chart candlestick sebuah aset terbilang langka. Sebab itu kamu perlu jeli meneliti pola doji untuk bisa mengklasifikasikannya dengan tepat. Yuk, simak beberapa ciri berikut ini!

1. Ekor Doji

Dragonfly doji memiliki ekor doji yang panjang. Ekor tersebut menggambarkan aktivitas pasar yang diramaikan oleh penjual, namun akhirnya ditutup pada level harga yang sama dengan pembukaanya.
Tekanan jual pada pola dragonfly doji inilah yang membuat pola ini kerap diikuti oleh reversal trend.

2. Badan Candlestick Ramping

Doji muncul saat harga pembukaan, harga tertinggi dan harga penutupan berada pada level yang sama. Karenanya, candlestick yang mewakili data trading pada kurun waktu tertentu itu berupa stick ramping yang tampak seperti strip.

3. Support dan Resistance

Pola tersebut bisa kamu temukan pada level support maupun resistance, tergantung pada trend yang berjalan. Pada saat uptrend, doji muncul di level resistance. Sebaliknya, saat downtrend, doji kemunculan doji di level support mengindikasikan potensi reversal.

4. Sering Jadi Bagian dari Pola Lain

Dragonfly doji merupakan pola pada satu candlestick. Seringkali, candlestick tersebut rupanya merupakan bagian dari pola lain yang meliputi lebih dari satu candlestick, contohnya head and shoulders pattern.

Karena itu, saat menemukan pola ini, kamu harus bisa melihat peta lebih luas dari fenomena doji yang muncul. Sebab, akurasi sinyal reversal dari pola ini juga bergantung pada ketepatan kamu mengenali pola-pola lain yang serupa, atau meliputi doji temuan kamu.

Bagaimana Trading dengan Dragonfly Doji?

Sebagai sinyal reversal yang langka, trader menggunakan pola tersebut untuk melindungi margin keuntungan atau menemukan titik beli terendah. Sayangnya, pola ini tidak menyediakan arahan yang jelas terkait posisi exit trading. Sehingga, kamu perlu memadankan sinyal dari dragonfly doji dengan analisis lainnya. Berikut ini beberapa saran bagi kamu yang ingin trading dengan pola dragonfly doji.

1. Entry

Trader biasanya menunggu satu candle setelah kemunculan doji sebagai candle konfirmasi. Entry point diletakkan sesaat setelah candle konfirmasi muncul demi memastikan peluang reversal trend yang lebih besar.

2. Stop Loss

Ekor doji merupakan area stop loss paling aman bagi trader yang memanfaatkan momentum kemunculan pola capung ini untuk trading. Namun, trader juga mempertimbangkan ukuran doji berikut candle konfirmasi sebelum memutuskan level stop loss.

Jika ukuran candle doji dan candle konfirmasi malah mengindikasikan level stop loss dalam rentang yang terlalu jauh, seringkali trader urung mengambil aksi trading demi mengurangi potensi kerugian yang tidak sebanding dengan potensi margin keuntungan.

Apa Saja Pola Lain yang Mirip dengan Dragonfly Doji?

Pola doji memang memiliki beragam varian. Berikut ini beberapa pola yang menyerupai pola capung yang perlu kamu pahami, agar tidak salah menebak pola berikut sinyalnya.

1. Hammer

Serupa tapi tak sama, pola hammer memiliki badan candlestick yang sedikit lebih tebal. Artinya, pada pola hammer, harga pembukaan, harga tertinggi dan harga penutupan berada pada level yang sedikit berbeda. Sehingga membentuk badan candle yang sedikit lebih tebal.

2. Spinning tops

Pola Spinning tops tampak serupa dengan doji. Perbedaanya ialah ukuran doji dibandingkan dengan ukuran ekornya.

Secara teori, body doji berukuran maksimal 5% dari keseluruhan pola. Lebih dari itu, pola yang kamu temukan bukanlah tergolong dragonfly doji melainkan pola spinning tops.

3. Gravestone Doji

Gravestone doji merupakan kebalikan dari dragonfly doji. Yakni, pola doji yang memiliki upper shadow alih-alih ekor. Karenanya, gravestone doji tampak seperti huruf ‘T’ terbalik.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Sumber: Investopedia



Sumber : pluang.com