All posts by 10

Awas Terjebak Penipuan Money Game! Berikut Cara Menghindarinya

Pengertian Money Game

Money Game adalah istilah yang merujuk pada aktivitas penipuan alias scam dengan memanfaatkan dana masyarakat.

Tindak kejahatan ini memiliki modus layaknya skema piramida (pyramid scheme) dan skema ponzi. Jenisnya pun bisa beragam, mulai dari investasi bodong hingga permainan digital abal-abal.

Pada awalnya, sang pelaku akan mengajak sang korban untuk menyetorkan sejumlah uang agar bisa bergabung di kegiatan ini. Setelahnya, sang pelaku akan menjanjikan imbalan, baik dalam bentuk komisi atau bonus, jika sang korban berhasil menggaet peserta baru dan ikut menyetor dananya kepada si pelaku. Semakin banyak orang baru yang dikumpulkan, maka semakin besar pula komisi yang bisa didapatkan.

Hanya saja, iming-iming tersebut rupanya hanya pepesan kosong belaka. Sang korban rupanya tak kunjung menerima imbalan yang dijanjikan. Alhasil, sang korban pun harus rela melihat uangnya melayang begitu saja.

Terdapat beberapa faktor mengapa masyarakat rentan terjebak ke dalam penipuan ini. Pertama, sang pelaku biasanya menjanjikan imbalan yang sangat tinggi, bahkan mungkin terdengar tidak realistis. Kedua, sang pelaku juga menebar janji bahwa imbalan yang diberikan akan ditransfer dalam waktu cepat.

Oleh karenanya, Sobat Cuan pun harus memahami ciri-ciri Money Game agar tidak ikut terjerat. Lantas, seperti apa karakteristik penipuan satu ini?

Baca Juga: Agar Anti Kena Tipu, Ini 8 Ciri-ciri Perbedaan Emas Asli dan Palsu!

Ciri-ciri Money Game

Penipuan berbasis skema piramida rupanya memiliki ciri-ciri yang kentara dan mudah dikenali secara kasat mata.

1. Menawarkan Imbalan Tinggi dan Tak Masuk Akal

Salah satu karakteristik Money Game yang gampang dikenali adalah iming-iming imbalan bernilai jumbo.

Sebagai contoh, Money Game yang berkedok investasi biasanya akan menawarkan tingkat imbal hasil (return) yang sangat tinggi, bahkan melebihi rata-rata kinerja pasar modal pada umumnya. Selain itu, return tersebut pun dijanjikan akan mendarat di tangan korban secara cepat, misalnya dalam kurun seminggu atau hitungan hari.

Sementara itu, Money Game yang berbentuk permainan, seperti tebak skor permainan bola, biasanya akan menjanjikan hadiah tinggi jika sang korban mampu menebaknya dengan benar.

Sang pelaku juga umumnya akan menjanjikan pengembalian dana (refund) apabila sang korban menebaknya dengan salah. Namun, yang namanya penipuan, tentu saja janji refund itu hanyalah janji palsu belaka.

2. Peserta Diminta Terus Menggaet Peserta Baru

Layaknya penipuan berbasis skema piramida lainnya, sang pelaku akan meminta sang korban untuk menggaet peserta baru dan menyetorkan uang kepadanya demi meraih bonus yang wah.

Pada awalnya, sang korban biasanya benar-benar akan menerima bonus kaget jika berhasil menggaet peserta baru untuk pertama kalinya. Makanya, sang korban pun kemudian termotivasi untuk menjaring calon-calon korban baru dengan harapan bisa meraih imbalan yang lebih besar.

Hanya saja, sang korban tidak menyadari bahwa segepok bonus yang ia dapatkan di awal berasal dari uang yang disetor para peserta baru. Kemudian, sang pelaku lambat laun akan menyetop pemberian bonus ke sang korban meski ia telah menggaet banyak peserta.

3. Produk atau Jasa yang Ditawarkan Terkesan Tidak Wajar

Salah satu ciri Money Game lainnya adalah produk atau jasa yang ditawarkan pelaku terkesan tidak masuk akal.

Money Game berkedok investasi, misalnya, kadang menawarkan produk atau aktivitas investasi yang memiliki mekanisme ambigu. Sebagai contoh, Binary Option berjanji akan memberikan cuan bagi para korban jika ia bisa berhasil menebak arah pergerakan harga sebuah aset. Padahal, dalam kegiatan trading yang sesungguhnya, sang trader akan mendapatkan untung jika menjual harga asetnya di atas harga belinya.

Baca Juga: Apa Itu Strategi Crypto Scalping?

Apa Saja Modus Money Game?

Money Game sendiri hadir dalam beragam jenis dan bentuk. Namun, bentuk Money Game yang paling umum dikenal masyarakat adalah sebagai berikut.

1. Binary Option

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, Binary Option adalah praktik trading yang akan memberikan cuan kepada korbannya jika berhasil menebak arah pergerakan harga aset, misalnya mata uang, aset kripto, atau indeks saham.

Dalam kegiatan ini, trader diminta untuk berinvestasi di satu aset tertentu. Setelahnya, sang trader diminta untuk mempertaruhkan sejumlah uang untuk menebak dua opsi arah pasar sang aset, seperti “naik atau turun” atau “ya atau tidak”. Karakteristik “dua opsi” ini yang menyebabkan kegiatan itu dijuluki “opsi biner” alias Binary Option.

Hanya saja, sang pelaku Binary Option sudah memanipulasi sistemnya, sehingga sang korban akan selalu kalah apapun jawabannya. Bahkan, platform Binary Option pun memiliki chart trading-nya sendiri, yang kadang terlihat sangat berbeda dengan chart pergerakan harga aset sesungguhnya di pasar finansial.

Agar sang korban kian semangat bermain permainan ini, platform Binary Option kadang memberikan kode referral bagi sang korban untuk kemudian dibagikan lagi ke orang lain.

Jika orang lain menggunakan kode tersebut, maka sang korban dijanjikan akan mendapatkan bonus dalam bentuk deposito di platform Binary Option, yang nantinya bisa digunakan untuk permainan baru.

2. Robot Trading

Secara sederhananya, Robot Trading adalah sebuah praktik trading di mana segala keputusan jual-beli aset di dalamnya dilakukan secara otomatis oleh sebuah perangkat lunak yang telah diprogram.

Secara lebih rinci, melalui perangkat lunak ini, trader bisa memonitor pasar, menghitung peluang entry, menempatkan transaksi, hingga melakukan manajemen risiko secara otomatis. Bahkan, software ini dapat beroperasi 24 jam nonstop berdasarkan pendekatan dan kemampuan analisis pasar si penyusun algoritmanya.

Sejatinya, praktik Robot Trading adalah hal lumrah di kancah finansial. Hanya saja, Robot Trading justru malah dijadikan modus penipuan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.

Dalam penipuan berkedok Robot Trading, sang korban diminta untuk membujuk orang lain untuk menjadi pesertanya dan menyetor sejumlah uang tertentu. Nantinya, sang pelaku pun mengaku akan memutar himpunan dana tersebut melalui Robot Trading dan akan membagi cuan yang dihasilkan sesuai dengan uang yang disetor.

Hanya saja, bukan cuan yang didapat tapi malah boncos yang diterima. Sang pelaku biasanya kemudian akan membawa kabur uang yang dikumpulkan para korbannya.

Baca Juga: Ini 6 Kasus Robot Trading yang Bikin Heboh Indonesia!

3. Proyek Aset Kripto

Semakin banyak produk dan jenis investasi yang beredar di masyarakat, maka semakin terbuka lebar pula celah kejahatan Money Game. Tak terkecuali penipuan yang terjadi di kancah investasi kripto.

Jenis kejahatan di jagat kripto memiliki jumlah yang bejibun. Namun, penipuan Money Game yang cukup dikenal di dunia aset kripto adalah penipuan berkedok airdrop aset kripto baru.

Pada kegiatan ini, sang pelaku mengumumkan akan merilis sebuah aset kripto baru dengan prospek yang menggiurkan. Ia pun menjanjikan sang korban untuk menerima porsi airdrop yang besar jika mau menyetor uang dan menjaring orang lain untuk mendaftar sebagai pembeli pertama aset kripto bodong tersebut.

Namun, proyek tersebut tiba-tiba hilang dan membuat para korbannya langsung kelimpungan.

Bagaimana Cara Menghindari Money Game?

Money Game adalah penipuan yang tentunya sangat merugikan korbannya. Sehingga, Sobat Cuan ada baiknya menghindarinya dengan melaksanakan langkah-langkah berikut,

1. Jangan Cepat Tergiur Imbalan Money Game

Janji-janji manis Money Game memang menggiurkan. Namun, hal itu sepatutnya jangan membuat Sobat Cuan terlena. Oleh karenanya, kamu harus mencari tambahan informasi agar bisa menentukan apakah janji-janji yang diumbar bersifat realistis atau tidak.

Sebagai contoh, jika kamu melihat produk investasi dengan return tinggi, maka kamu pun perlu membandingkannya dengan kinerja pasar finansial yang sesungguhnya.

2. Cek Legalitas Platform

Pelaku penipuan ini biasanya menyamarkan diri di balik nama sebuah perusahaan. Nah, oleh karenanya, kamu perlu mengecek apakah perusahaan ini sudah terdaftar dan diawasi oleh pemerintah.

Sebagai contoh, kamu bisa mengunjungi laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) untuk mengetahui apakah perusahaan tersebut benar-benar layak untuk menyelenggarakan kegiatan investasi.

3. Tanyakan ke Orang Terdekat

Jika kamu merasa awam dalam dunia investasi, maka ada baiknya kamu pun berkonsultasi ke anggota keluarga atau teman apabila tergiur dengan sebuah tawaran. Mereka adalah orang-orang terdekatmu, sehingga mereka tentu akan memberikan saran dan rekomendasi yang tidak akan membahayakanmu.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi Saham ASindeks saham ASemas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Sumber: Kompas.com, IDX Channel



Sumber : pluang.com

Likuidasi: Pengertian, Aturan, dan Proses

Apa Itu Likuidasi?

Likuidasi adalah istilah yang kerap digunakan dalam konteks penyusutan aset atau kekayaan tertentu.

Dalam konteks bisnis, hal ini bukan hanya sekadar menghentikan kegiatan, melainkan juga mencakup penyelesaian kewajiban dan pembagian sisa aset kepada pemegang saham atau kreditor.

Jika mengacu pada Menurut Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 272/PMK/05/2014, likuidasi pada entitas akuntansi dan pelaporan di Kementerian Negara/Lembaga adalah penyelesaian seluruh aset dan kewajiban karena pengakhiran atau pembubaran entitas.

Pengertian Likuidasi dalam Bisnis

Likuidasi mengacu pada proses formal penutupan sebuah perusahaan atau badan hukum, yang melibatkan penyelesaian seluruh aset dan kewajiban perusahaan, dengan distribusi kekayaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Proses ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk keputusan manajemen, kegagalan bisnis, atau tuntutan dari pemegang saham atau kreditor.

Jenis Likuidasi

Likuidasi Wajib

Terjadi ketika kreditor atau pemberi pinjaman mengajukan petisi untuk melikuidasi bisnis karena pembayaran hutang tidak dilakukan tepat waktu. Perusahaan harus menjual asetnya untuk membayar krediturnya

Likuidasi Sementara

Meskipun perusahaan mampu membayar utang tepat waktu, hal ini sementara dilakukan sebagai tindakan perlindungan terhadap aset perusahaan dalam kasus pelanggaran tertentu.

Likuidasi Sukarela

Terjadi ketika direksi menyadari ketidakmampuan membayar hutang tepat waktu atau kewajiban perusahaan melebihi nilai aset. Melibatkan persetujuan kreditor dengan minimal 75% suara mayoritas.

Aturan Likuidasi

Hal ini diatur oleh beberapa perundang-undangan, termasuk Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Peraturan Pemerintah No. 25 Tahun 1999 tentang Pencabutan Izin Usaha, Pembubaran, dan Likuidasi Bank.

Proses dan Tahapan

Dalam buku Hukum dalam Ekonomi (2008), pasal 114 UUPT menjelaskan bahwa pembubaran dan penyusutan aset perseroan terbatas bisa terjadi karena beberapa alasan yaitu:

  • Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
  • Berakhirnya jangka waktu berdiri yang ditetapkan dalam anggaran dasar
  • Penetapan pengadilan atas permohonan kejaksaan, pemegang saham, atau kreditor

Proses dimulai dengan keputusan dan persetujuan melalui rapat pemegang saham atau pengadilan. Adapun tahapan meliputi beberapa hal, yaitu:

a. Keputusan dan Persetujuan

Proses dimulai dengan keputusan strategis, seringkali melalui rapat pemegang saham atau pengadilan.

Persetujuan pemegang saham atau keputusan pengadilan diperlukan untuk memulai proses likuidasi.

b. Penilaian Aset dan Kewajiban

Seluruh aset perusahaan dinilai dan kewajiban diidentifikasi dengan cermat. Penentuan nilai ini menjadi dasar untuk pembagian kekayaan pada tahap berikutnya.

c. Pembayaran Kewajiban

Setelah penilaian, kewajiban, termasuk hutang kepada kreditor, dilunasi menggunakan aset yang tersedia.

d. Pembagian Sisa Kekayaan

Apabila ada sisa kekayaan setelah melunasi kewajiban, sisa tersebut dibagikan kepada pemegang saham.

e. Dokumentasi dan Pelaporan

Semua transaksi dan keputusan didokumentasikan secara cermat. Laporan disusun dan disampaikan kepada pihak berwenang.

Implikasi

Likuidasi dapat memiliki dampak yang signifikan tergantung pada konteks dan penyebabnya:

a. Bagi Pemegang Saham

Pemegang saham mungkin mendapatkan pembagian sisa kekayaan, tetapi ini bisa minim jika aset perusahaan tidak mencukupi untuk melunasi seluruh kewajiban.

b. Bagi Karyawan

Karyawan dapat menghadapi pemutusan hubungan kerja dan potensi ketidakpastian terkait manfaat dan gaji tertunda.

c. Bagi Kreditor

Kreditor dapat menerima pembayaran sebagian atau penuh tergantung pada jumlah aset yang dapat direalisasikan.

d. Bagi Industri dan Pasar

Hal ini dapat memiliki dampak pada reputasi industri dan kepercayaan pasar terhadap bisnis serupa.

Kesimpulan

Likuidasi adalah suatu realitas yang harus dihadapi dalam dunia bisnis. Dengan pemahaman yang baik tentang proses dan implikasinya, perusahaan dapat mengelola dengan lebih terarah dan meminimalkan dampak negatifnya.

Oleh karena itu, perlu adanya kesiapan manajemen dalam mengambil langkah-langkah yang tepat untuk memastikan proses likuidasi berjalan secara adil dan transparan bagi semua pihak yang terlibat.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi Saham ASindeks saham ASemas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

 

Sumber: Kompas



Sumber : pluang.com

Mengenal Minergate, Platform Penambangan Kripto nan Praktis

Apa Itu Minergate?

Minergate adalah platform yang memungkinkan para penggunanya untuk menambang berbagai jenis aset kripto sesuai dengan daya komputasinya masing-masing.

Melalui platform ini, masing-masing penggunanya bisa menggabungkan daya komputasinya dengan pengguna lain untuk menambang satu aset kripto tertentu. Jika berhasil, maka keuntungannya pun bakal dibagi sesuai dengan jumlah pengguna yang terlibat di aktivitas penambangan tersebut.

Minergate sendiri adalah pool penambangan aset kripto publik pertama di dunia. Sejak diluncurkan 2014 lalu, popularitas platform ini terus menanjak di kalangan fans kripto lantaran memungkinkan individu dengan perangkat “seadanya” untuk bisa menambang aset kripto layaknya pelaku profesional.

Baca Juga: Memahami Shib Burn, Aksi ‘Coin Burning’ yang Jadi Pantauan Komunitas Shiba Inu

Mengapa Minergate Hadir?

Minergate hadir untuk memudahkan akses penambangan aset kripto, sebuah kegiatan yang sebelumnya hanya dinikmati segelintir kalangan saja.

Sebelumnya, penambangan aset kripto adalah sebuah kegiatan eksklusif. Pasalnya, aktivitas itu hanya bisa dilakukan oleh mereka yang rela membayar tagihan listrik besar setiap bulannya dan memiliki perangkat canggih dengan daya komputasi jumbo. Intinya, penambangan aset kripto dulunya hanya bisa dilakukan oleh individu-individu berkantong tebal.

Namun, seiring perkembangan zaman, semakin banyak orang yang tertarik untuk menambang aset kripto. Sayangnya, karena mereka adalah pelaku pemula, mereka tidak memiliki modal dan perlengkapan mumpuni untuk melakukannya.

Untungnya, Minergate hadir untuk mengakomodasi kebutuhan golongan tersebut. Dengan menggunakan Minergate, satu individu bisa berkolaborasi dengan pengguna lainnya untuk menambang aset kripto. Selain itu, Minergate juga memberikan akses bagi mereka yang tidak memiliki pengetahuan kripto dan teknologi yang mendalam untuk ikut berpartisipasi dalam penambangan aset kripto.

Baca Juga: Mengenal Solscan, Blockchain Explorer Andalan Fans Solana

Apa Keunggulan Minergate?

Bagi penambang aset kripto, Minergate memiliki berbagai keunggulan sebagai berikut.

1. Hanya Membutuhkan Perangkat Simpel

Mereka yang ingin memanfaatkan platform ini tidak perlu membeli peralatan tambahan. Pasalnya, yang mereka butuhkan adalah komputer yang biasa digunakan sehari-hari. Kendati demikian, komputer tersebut sebisa mungkin memiliki kapasitas RAM yang cukup mumpuni mengingat penambangan aset kripto tetap akan menguras daya komputasi perangkat.

Bahkan, Minergate pun kini hadir dalam bentuk aplikasi yang bisa diunduh di ponsel pintar berbasis sistem operasi Android. Sehingga, mereka yang tidak memiliki komputer namun memiliki ponsel pintar bisa ikut menambang aset kripto.

2. Pengguna Dapat Menambang Berbagai Jenis Aset Kripto

Platform penambangan aset kripto secara kolektif kini sudah menjamur di jagat kripto. Namun, sebagian besar di antaranya hanya memungkinkan penambang untuk menambang satu jenis aset kripto saja. Kadang, hal ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi penambang.

Untungnya, Minergate menyediakan akses bagi penambang untuk menambang sejumlah aset kripto di satu waktu yang bersamaan.

Hal ini dimungkinkan berkat sebuah model penambangan yang disebut merged mining atau unified mining. Dalam model ini, para penambang bisa “menggali” beragam jenis aset kripto yang memiliki algoritma penambangan berbeda secara bersamaan tanpa perlu berpindah dari satu aset kripto ke aset kripto lainnya.

3. Menambang Makin Mudah Berkat Fitur Smart Mining

Minergate juga memiliki satu fitur khas yang membedakannya dengan platform mining pool lainnya, yakni fitur Smart Mining.

Fitur ini bisa menganalisis dinamika pasar kripto dan merekomendasikan aset kripto apa saja yang patut ditambang untuk saat ini. Selain itu, fitur ini pun bergerak secara otomatis antar koin. Akibatnya, pengguna pun tak perlu mengeluarkan banyak waktu untuk memantau pergerakan pasar kripto secara terus menerus.

4. Tidak Ada Biaya di Muka

Salah satu keunggulan Minergate adalah nihilnya biaya yang perlu dikeluarkan pengguna untuk menjajal platform tersebut. Faktor ini tentu akan bermanfaat bagi penambang pemula berkantong cekak.

5. Praktis Digunakan

Minergate memiliki tampilan antarmuka yang mudah dimengerti oleh orang awam sekali pun. Sehingga, pengguna tak perlu membuang banyak waktu hanya demi belajar menggunakan platform satu ini.

6. Aspek Keamanan Terjamin

Pengguna harus melalui otorisasi dua lapis (2-factor authorization) agar bisa menikmati platform tersebut. Hal ini memastikan agar aktivitas penambangan benar-benar dilakukan oleh sang pemilik akun.

Di samping itu, Minergate juga memiliki layanan pelanggan yang aktif 24 jam sehari selama tujuh hari dalam seminggu.

Apa Kelemahan Minergate?

Meski menyimpan berbagai keunggulan, Minergate sejatinya masih belum sempurna sebagai platform mining pool. Berikut adalah kelemahan yang umum ditemui di platform tersebut.

1. Operasi Kadang Tidak Berjalan Lancar

Sejumlah pengguna mengeluhkan bahwa Minergate tidak beroperasi setiap saat. Bahkan, ada kalanya operasinya terhenti tanpa ada pemberitahuan kepada penggunanya.

2. Cuan Pertambangan Minergate Lebih Rendah dari Platform Lain

Sejumlah pengguna juga mengaku mendapatkan bayaran yang lebih rendah dibanding aplikasi sejenis lainnya. Adapun bayaran yang dimaksud adalah pendapatan tarif yang diraih usai selesai menambang satu aset kripto tertentu.

3. ‘Dashboard’ Aplikasi Tidak Selalu ‘Update’

Beberapa pengguna juga mengatakan bahwa informasi-informasi yang tersaji di dashboard Minergate tidak sesuai dengan kondisi pasar kripto yang terjadi saat itu.

Bagaimana Cara Menggunakan Minergate?

Via Komputer

Berikut adalah langkah-langkah mudah yang bisa dilakukan untuk menggunakan platform ini di perangkat komputer.

  1. Mengunjungi laman minergate.com dan melakukan pendaftaran.
  2. Memasang perangkat lunak Minergate di perangkat komputer.
  3. Biarkan perangkat lunak tersebut menganalisis jenis penambangan kripto yang sesuai dengan perangkat keras yang digunakan.
  4. Mulai penambangan kripto.

Via Ponsel Pintar Android

Sementara itu, jika pengguna ingin menggunakan Minergate di ponsel pintar berbasis Android, maka langkah yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut.

  1. Buka Android Play Store di ponsel pintar dan pasang aplikasi Minergate.
  2. Buka aplikasi yang telah ter-install dan buat akun.
  3. Verifikasi akun dan kemudian masuk kembali ke aplikasi dengan kredensial yang sudah didaftarkan.
  4. Pengguna sudah bisa menambang aset kripto.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi Saham ASindeks saham ASemas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Sumber: Simpleswap



Sumber : pluang.com

Token Sniffer, Pengertian dan Cara Kerjanya

Apa itu Token Sniffer?

Token Sniffer adalah alat berbasis Ethereum Virtual Machine (EVM) yang dirancang untuk menganalisis kontrak pintar dari sebuah token.

Alat ini memungkinkan pengguna untuk mengidentifikasi token palsu. Ini merupakan alat canggih yang diciptakan untuk memberikan lapisan keamanan tambahan dalam dunia keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Nantinya, alat ini akan mengungkap identitas token curang yang mungkin terlewatkan, membantu pengguna membuat keputusan investasi yang bijaksana, dan menghindari risiko finansial.

Platform ini sudah terintegrasi dengan Solidus Labs, perusahaan penyedia solusi anti pencucian uang (AML) untuk perusahaan di bidang kripto.

Alat ini dapat digunakan secara gratis dan mendukung 13 rantai EVM seperti Ethereum, Binance Chain, Arbitrum, Polygon, dan lainnya.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Token Sniffer bekerja dengan menganalisis transaksi blockchain dan memeriksa alamat token untuk mengidentifikasi segala aktivitas mencurigakan.

Alat ini memeriksa dengan teliti lanskap kripto, mencari tanda-tanda penipuan, seperti token yang dicloning, kolam likuiditas palsu, atau kode kontrak yang curang.

Dengan memanfaatkan algoritma canggihnya, alat ini dapat dengan cepat mendeteksi tanda bahaya dan memberikan peringatan terhadap potensi risiko.

Alat ini beroperasi dengan cepat dan menghasilkan analisis singkat yang mencakup:

Analisis Kontrak:

Melakukan analisis terhadap kontrak pintar seperti mendeteksi kemungkinan honeypot, kemampuan pemilik dalam memodifikasi kontrak, dan memverifikasi sumber kontrak.

Analisis Pemilik:

Melihat kepemilikan token pada pemilik dan pembuat kontrak. Sebuah token akan mendapatkan centang hijau (baik) jika kepemilikan berada di bawah 5% dari total pasokan.

Analisis Likuiditas:

Memperlihatkan persebaran likuiditas token di berbagai DEX. Semakin banyak likuiditas di berbagai DEX, semakin baik.

Jika sebuah kontrak pintar token mendapatkan centang hijau di semua kategori analisis, maka skor yang diperoleh adalah poin penuh 100. Skor dihitung berdasarkan persentase centang hijau yang diperoleh. Namun, alat ini juga menekankan bahwa token dengan skor tinggi masih memungkinkan memiliki bug yang tersembunyi.

Cara Menggunakan Token Sniffer

Berikut langkah-langkah menggunakan Token Sniffer secara mudah:

  1. Buka Situs Web Token Sniffer: Pertama, buka situs web Token Sniffer di tokensniffer.com. Di halaman utama, Anda akan melihat kotak pencarian di mana Anda bisa mencari token berdasarkan nama atau alamat kontrak.
  2. Masukkan Nama atau Alamat Kontrak Token: Anda bisa mencari token dengan memasukkan nama atau alamat kontrak token di kotak pencarian. Misalnya, jika Anda ingin mencari token “Baby MetaCoin”, cukup ketik “Baby MetaCoin” dan klik cari.
  3. Verifikasi CAPTCHA: Sebelum Anda bisa melihat hasil pencarian, Anda mungkin perlu memverifikasi bahwa Anda bukan robot dengan menyelesaikan CAPTCHA.
  4. Lihat Hasil Pencarian: Setelah verifikasi CAPTCHA selesai, Anda akan melihat hasil pencarian untuk token yang Anda cari. Di sini, Anda akan melihat laporan audit otomatis untuk token tersebut.
  5. Baca Laporan Audit: Laporan audit akan memberikan informasi tentang token, termasuk apakah token tersebut telah ditandai sebagai potensi scam atau tidak. Misalnya, jika Anda melihat bahwa token telah ditandai karena bukti scam atau hack, ini merupakan “Red Flag” yang menunjukkan bahwa Anda harus berhati-hati.
  6. Pertimbangkan Informasi Lainnya: Meskipun Token Sniffer adalah alat yang berguna, Anda tidak boleh hanya mengandalkan informasi dari situs ini saja. Selalu lakukan penelitian sendiri dan gunakan berbagai sumber untuk memastikan keamanan investasi Anda.

Kelebihan Token Sniffer

Salah satu keunggulan utama Token Sniffer adalah kemampuannya untuk melindungi aset digital dengan mendeteksi penipuan.

Dengan menggunakan alat ini, peluang jatuh ke tangan proyek curang yang bisa menguras dana yang telah diperoleh dengan susah payah akan sangat berkurang.

Token Sniffer berfungsi sebagai perisai, memberikan lapisan perlindungan tambahan terhadap risiko potensial dalam lanskap kripto yang selalu berubah.

Selain itu, Token Sniffer memberdayakan dengan pengetahuan dan wawasan. Memberikan informasi tentang legitimasi token, memastikan Anda dapat membuat keputusan berdasarkan data yang dapat dipercaya.

Dengan memiliki alat yang dapat diandalkan seperti Token Sniffer, Anda mendapatkan keunggulan dalam dunia investasi kripto yang cepat dan dinamis.

Alternatif Token Sniffer

Berikut adalah beberapa alternatif lain yang banyak digunakan:

  1. Token Checker: Alat ini memberikan analisis komprehensif tentang kontrak token, termasuk legitimasi, kepemilikan, dan riwayat transaksi. Menawarkan wawasan tambahan untuk memvalidasi pilihan investasi Anda.
  2. Scam Alert Bot: Asisten otomatis ini memantau berbagai platform dan saluran media sosial, memberikan peringatan tentang token curang berdasarkan laporan pengguna, aktivitas mencurigakan, atau tanda bahaya. Ini adalah cara proaktif untuk tetap update dengan informasi terbaru dan melindungi investasi Anda.
  3. Forum Komunitas: Terlibat dalam komunitas kripto melalui forum dan platform diskusi dapat memberikan wawasan berharga dan pengalaman langsung. Berbagi pengetahuan dan bertukar informasi dengan sesama penggemar kripto adalah cara yang baik untuk tetap unggul



Sumber : pluang.com

WACC, Pengertian dan Perhitungannya

Apa itu WACC?

WACC (Weighted Cost of Capital) atau Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang adalah cara untuk menghitung biaya modal berdasarkan perbandingan antara utang (debt) dan ekuitas (equity) suatu perusahaan.

Rumus ini mengevaluasi kelayakan investasi dalam sebuah perusahaan berdasarkan struktur modalnya, terutama yang melibatkan komponen utang dan modal.

Jika perusahaan hanya menggunakan modal sebagai sumber pendanaan (seperti modal pemilik, dsb), maka biaya modalnya akan dihitung setara dengan biaya ekuitas. Namun,  apabila melalui utang, maka biaya modalnya akan setara dengan biaya utang.

Tujuan WACC

WACC digunakan untuk membantu manajemen dalam mengevaluasi, dan mempertimbangkan apakah membeli aset baru dengan ekuitas atau utang.

Hal ini penting karena berdampak pada profitabilitas perusahaan dan harga saham secara keseluruhan.

Selain itu, WACC juga menjadi indikator yang dapat digunakan untuk menyeimbangkan harga saham, ekspektasi return investor, dan total biaya pembelian suatu aset. Sehingga, bisa menentukan apakah keputusan merger akan berdampak positif atau negatif.

Rumus ini juga bisa menjadi penentu apakah perusahaan layak mendapatkan pinjaman atau investasi.

Komponen-Komponen WACC

Ada dua komponen dari WACC yaitu Biaya Utang (Cost of Debt) dan Biaya Ekuitas (Cost of Equity).

Biaya ekuitas adalah biaya modal yang juga merupakan biaya kesempatan (opportunity cost) bagi para pemegang saham atas investasi yang mereka lakukan di suatu perusahaan.

Ini artinya kompensasi atas risiko yang ditanggung oleh investor saat mereka menginvestasikan modalnya di perusahaan tersebut.

Biaya ini dapat dihitung menggunakan metode Model Penentuan Harga Aset Modal (CAPM): Tingkat Risiko Bebas + Beta Ekuitas.

Sedangkan biaya utang yaitu tingkat bunga yang harus dibayarkan oleh perusahaan kepada pemberi pinjaman (kreditur). Bisa dihitung berdasarkan tingkat bunga yang telah ditetapkan pada saat jatuh tempo.

Adapun tingkat bunga ditentukan dengan menambahkan tingkat risiko bebas dan premi risiko kredit. Rumus perhitungannya adalah: (Tingkat Risiko Bebas + Premi Risiko Kredit) x (1 – Tarif Pajak).

Rumus WACC

Berikut rumus untuk menghitung WACC dalam menganalisis biaya modal dan struktur modal:

WACC = (E/V x Re) + [(D/V x Rd) x (1 – T)]

Keterangan:

E/V: Persentase modal ekuitas

E/D: Persentase modal utang

D: Nilai pasar utang

E: Nilai pasar ekuitas

V: D + E

Rd: Biaya utang

Re: Biaya ekuitas

T: Tarif pajak perusahaan

Bagaimana Cara Menghitungnya?

Sebagai contoh, perusahaan XYZ ingin berekspansi dan memerlukan modal Rp2,5 miliar. Perusahaan ini menerbitkan 1 juta lembar saham dengan harga Rp2000 per lembar.

Pemegang saham menginginkan return saham sekitar 20%, dan perusahaan juga meminjam dana sebesar Rp500 juta dengan tingkat bunga 10%. Pajak perusahaan diketahui sebesar 10%.

Diketahui:

Rd = 10%

Re = 20%

D = Rp500 juta

E= Rp2000 x 1 juta lembar saham = Rp2 juta

V = Rp500 juta + Rp2 juta = Rp2,5 juta

T = 10% = 0,1

Maka, WACC perusahaan dapat dihitung dengan rumus berikut:

(Rp2 juta/Rp2,5 juta x 20%) + [(Rp500 juta/Rp2,5 juta x 10%) x (1 – 0,1)]

= 0,16 + (0,04 x 0,9)

= 0,16 + 0,036

= 0,196 (19,6%)

Manfaat WACC

Bagi Investor

Manfaat utama dari WACC adalah  membuat proyeksi return yang diharapkan dari investasi, sehingga investor harus memilih perusahaan yang dapat memberikan keuntungan maksimal.

Hal ini bisa menjadi pertimbangan investor karena bervariasi tergantung pada industri dan skala bisnis.

Biasanya, perusahaan baru memiliki nilai WACC yang lebih tinggi karena risikonya juga lebih tinggi. Sementara jika nilainya lebih rendah, hal ini menunjukkan bahwa perusahaan lebih aman untuk diinvestasikan.

Bagi Perusahaan

Bagi perusahaan karena dapat digunakan sebagai indikator pertimbangan saat mengevaluasi modal proyek yang akan datang.

Di samping itu, WACC juga bisa menentukan opsi pendanaan dan pembiayaan terbaik saat membeli aset baru, menetapkan target minimal agar sejalan dengan pertumbuhan pasar, mengukur kinerja manajerial, dan lainnya.



Sumber : pluang.com

Mengenal JP Morgan, Bank Terbesar AS Berusia Hampir 2 Abad

Apa itu JP Morgan Chase & Co?

JP Morgan Chase & Co adalah perusahaan jasa finansial terbesar di Amerika Serikat. Bahkan, pegiat jasa keuangan juga mendapuk JP Morgan Chase & Co sebagai salah satu dari anggota “big four” alias empat bank terbesar AS bersama Bank of America, Citigroup, dan Wells Fargo.

Saat ini, perusahaan yang merupakan hasil merger lebih dari 1.200 institusi keuangan tersebut dinobatkan sebagai institusi keuangan terbesar ketujuh di dunia. Kemudian, dilansir dari laman resminya, perusahaan ini telah beroperasi di lebih dari 100 negara di seluruh dunia dengan jumlah pegawai lebih dari 240.000 pekerja.

Estimasi aset milik JPMorgan Chase & Co mencapai US$3,67 triliun. Jumlah tersebut menempatkannya sebagai salah satu institusi keuangan dengan aset terbesar di dunia.

Baca Juga: Mengulik prospek saham Apple Sebagai Salah Satu Market Leader Smartphone Di Dunia

Seperti Apa Sejarah JP Morgan Chase & Co?

Sebagai sebuah perusahaan, JP Morgan Chase & Co sejatinya terbentuk pada 1996, yakni ketika tiga bank terbesar AS saat itu Chase Manhattan Bank, JPMorgan & Co, dan Bank One berkonsolidasi untuk membentuk satu megabank bernama JP Morgan Chase & Co.

Kendati demikian, sepak terjang masing-masing perusahaan tersebut sejatinya berakar sejak berabad-abad lalu. Pasalnya, Chase Manhattan Bank ternyata berdiri sejak 1799. Sementara itu, JPMorgan & Co sendiri didirikan oleh bankir terkenal John Pierpont Morgan pada tahun 1871.

Kedua institusi besar tersebut, yakni JP Morgan & Co dan Chase Manhattan Company, resmi melebur jadi satu institusi keuangan pada tahun 2000. Setelah peleburan terjadi, JP Morgan Chase & Co dipimpin oleh 12 pimpinan, delapan di antaranya menjabat sebagai CEO dan co-CEO.

Sepanjang kiprahnya, baik JP Morgan & Co maupun Chase Manhattan Company masing-masing telah menorehkan prestasinya di jagat industri keuangan.

Pada 1895, misalnya, JP Morgan & Co menyediakan penjaminan emas senilai US$62 juta bagi pemerintah AS agar bisa menerbitkan obligasi pemerintah.

Sementara itu, Chase Manhattan Bank juga sempat memantapkan diri sebagai penguasa pasar pinjaman sindikasi, treasury, kartu kredit, hingga jasa sekuritas pada era 1970an dan 1980an, yakni ketika perusahaan dipimpin oleh sang mantan CEO David Rockefeller.

Apa Saja Lingkup Usaha JP Morgan Chase & Co?

Secara garis besar, institusi keuangan ini beroperasi pada lingkup usaha perbankan dan nonperbankan. Adapun operasional perbankan bank ini terbagi atas empat segmen besar, yakni:

1. Asset & Wealth Management

Melalui segmen ini, JP Morgan Chase & Co memberikan layanan manajemen aset dan kekayaan bagi klien individu maupun institusi.

Adapun prestasi yang ditorehkannya meliputi penerbitan reksa dana pasar uang pertama di dunia pada 1987 silam. Di samping itu, segmen ini pun menjadi peolpor produk dana amanah pertama yang diluncurkan pada 1873.

2. Commercial Banking

Segmen ini merujuk pada penyediaan solusi keuangan yang bisa membantu korporasi, investor real estat, dan pemilik bisnis untuk mencapai tujuan finansialnya. Adapun salah satu produk yang ditawarkan segmen ini adalah pembiayaan korporasi.

3. Consumer & Community Banking

Segmen ini mencakup jasa keuangan tradisional yang menyasar target pasar individu, keluarga, dan bisnis skala kecil.

Melalui segmen ini, nasabah bisa meminjam dana, menabung ke dalam produk-produk simpanan, mengajukan kartu kredit, hingga mengajukan kredit pemilikan rumah.

4. Corporate & Investment Banking

Segmen ini menyediakan jasa seperti investment banking, pembayaran dalam jumlah grosir, dan markets trading.

Selain usaha perbankan, institusi keuangan ini juga terjun ke dalam dua segmen non perbankan, yakni fungsi korporasi dan teknologi. Meski berada di lingkup non-perbankan, keduanya masih berkaitan erat dengan industri jasa keuangan.

Baca Juga: Jenis-Jenis Bank Berdasarkan Fungsi, Kepemilikan, dan Sifatnya

Bagaimana JP Morgan Chase & Co Beroperasi?

Tiap divisi dalam segmen-segmen usaha perbankan dan nonperbankan dalam induk usaha JP Morgan Chase & Co bekerja secara semi independen. Institusi ini juga memiliki ribuan anak usaha yang membuat struktur organisasinya cukup rumit.

Secara garis besar induk usaha JPMorgan Chase & Co memiliki tujuh segmen,  tiap segmen memiliki co-CEO yang duduk dalam komite operasional. Komite operasional ini melaporkan langsung kepada Chief Executive Officer Jamie Dimon.

Selain delapan CEO dan co-CEO tersebut, JPMorgan Chase & Co juga memiliki empat pimpinan lain yang tidak merangkap sebagai CEO namun duduk dalam jajaran chairman.

Bagaimana Dominasi JP Morgan Chase & Co di Pasar Keuangan?

Saat ini, JP Morgan Chae & Co merupakan bank terbesar di Amerika Serikat yang masuk dalam daftar bank sistemik di negara adidaya tersebut. Fortune 500 menobatkan bank ini sebagai korporasi terbesar ke 24 di Amerika Serikat berdasarkan pendapatan.

Dominasi bank tersebut tak terbatas pada pasar AS saja. Bank ini juga mengklaim dirinya sebagai bank investasi terbesar di dunia.

Berkat dominasinya di bisnis jasa keuangan tersebut, Jamie Dimon sang CEO dinobatkan sebagai bankir terkaya di Amerika Serikat saat ini versi Forbes. Kekayaannya diperkirakan mencapai US$1,3 miliar, sebagian besarnya berasal dari pendapatannya sebagai bankir yang diinvestasikan kembali dalam bentuk saham dan instrumen keuangan lainnya.

Baca Juga: Mengenal Biaya Provisi di Bank. Apakah Itu?

Bagaimana Cara Berinvestasi Saham JPMorgan Chase & Co?

Kiprahnya yang panjang dan posisinya sebagai salah satu bank terbesar AS tentu membuat Sobat Cuan tergiur untuk mengoleksi sahamnya.

Kamu mungkin berpikir bahwa membeli saham JP Morgan Chase & Co terasa sulit karena sahamnya terdaftar di bursa AS. Namun, kamu tidak perlu khawatir, karena kamu kini bisa memiliki saham JP Morgan Chase & Co di aplikasi Pluang!

Di Pluang, kamu bisa mendapatkan saham bank top AS tersebut mulai dari 0,01 lembar saja dan hanya tiga kali klik saja. Selain itu, kamu pun berkesempatan meraih dividen dari investasimu di saham tersebut!

Tunggu apalagi? Yuk, miliki saham JP Morgan Chase & Co di Pluang sekarang!

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Sumber: JPMorgan, Organimi, Businessinsider



Sumber : pluang.com

Apa Itu Cloud Mining di Kancah Kripto?

Pengertian Cloud Mining

Cloud Mining adalah sebuah proses di mana setiap orang bisa berpartisipasi di dalam penambangan aset kripto tanpa perlu memiliki perangkat keras khusus yang terkait dengan aktivitas tersebut.

Dalam kegiatan ini, penambang individu bisa menambang aset kripto dengan menyewa daya komputasi dari perusahaan-perusahaan yang memiliki dan mengelola perangkat keras tersebut. Hal ini bisa terjadi berkat kehadiran teknologi komputasi awan (cloud computing), di mana beberapa server disimpan dan diproses di internet alih-alih di server lokal. Akibatnya, seluruh orang di dunia pun bisa melakukan penambangan aset kripto asal terhubung ke jaringan internet.

Jika penambangan berhasil, maka bonus penambangan tersebut (rewards) akan dibagi antara penambang dan perusahaan pemilik perangkat keras.

Untungnya, penambang yang ingin berpartisipasi di dalam Cloud Mining tidak perlu repot-repot mencari tempat penyewaan daya komputasi. Pasalnya, kini terdapat sejumlah platform yang menghubungkan penambang dengan perusahaan pemilik perangkat keras, seperti Youhodler.com, Binance cloud mining, Hashfrog.com, Nicehash.com, Ecos.am, dan Go.stormgain.app.

Baca Juga: Chainlist: Mengenal Platform Integrasi Wallet Kripto ke Blockchain

Bagaimana Cara Kerja Cloud Mining?

Cloud Mining adalah sebuah inovasi yang memudahkan penambangan aset kripto. Namun, bagaimana cara kerja kegiatan ini sehingga setiap orang kini bisa menambang aset kripto?

1. Mencari Akses di ‘Mining Farm’ Milik Penyedia Jasa Cloud Mining

Ketika ingin berpartisipasi di Cloud Mining, penambang wajib memiliki akses terhadap mining farm milik penyedia jasa. Adapun mining farm sendiri adalah sebuah pusat data yang terletak di lokasi terpencil yang khusus dimanfaatkan untuk penambangan kripto.

Untuk bisa berkegiatan di mining farm, penambang wajib membeli sebagian porsi dari hash power yang dimiliki oleh penyedia jasa. Asal tahu saja, hash power adalah jumlah daya komputasi yang dimiliki perangkat keras untuk menjalankan dan memecahkan beberapa algoritma kriptografi untuk menambang aset kripto.

2. Memilih Perusahaan Penyedia Jasa Cloud Mining

Setelah menemukan sejumlah akses ke mining farm, penambang pun kemudian bisa memilih satu dari sekian banyak perusahaan penyedia jasa yang dirasa cocok dengan kebutuhannya.

Adapun salah satu faktor yang bisa dipertimbangkan ketika memilih penyedia jasa adalah klausul kontrak penambangan.

Dalam hal ini, sejumlah penyedia jasa menawarkan hash power dari 500 hingga 1.000 Giga hashes per detik dengan masa kontrak satu tahun. Namun, ada pula yang menawarkan durasi kontrak lebih singkat, misalnya enam bulan saja. Masa kontrak dan jumlah hash power sangat berpengaruh terhadap tarif yang perlu dibayar penambang ke perusahaan penyedia jasa di awal.

Jika pembayaran selesai, maka perusahaan penyedia jasa akan mempersiapkan sumber daya yang dibutuhkan penambang untuk melakukan Cloud Mining.

3. Mendapatkan ‘Reward’ Sesuai Porsi ‘Hash Power’

Aktivitas penambangan yang sukses akan membuahkan profit dan reward. Mereka yang melakukan penambangan aset kripto secara mandiri tentu akan menguasai seluruh profit dan reward tersebut. Hanya saja, hal itu tidak berlaku di kegiatan Cloud Mining.

Jika penambangan berhasil, maka penambang akan mendapatkan profit dan reward sesuai dengan jumlah hash power yang telah dibeli sebelumnya.

Baca Juga: Apa Itu Konsep Mineable dan Unminable Coin dalam Jagat Kripto?

Mengenal Dua Model Cloud Mining

Selain praktis, Cloud Mining juga memberikan keleluasaan bagi penambang untuk menambang aset kripto melalui dua model penambangan sesuai seleranya masing-masing. Kedua model itu terdiri dari:

1. Hash Power Leasing

Dalam model satu ini, penambang bisa menyewa sejumlah porsi dari hash power yang dihasilkan oleh sebuah mining farm. Penambang yang ingin melakukan model penambangan ini bisa berlangganan ke salah satu paket yang disediakan penyedia jasa, sehingga mereka bisa mendapatkan porsi reward berdasarkan hash power-nya.

Di samping itu, model ini tidak mewajibkan penambang untuk membayar biaya pemeliharaan perangkat keras milik si penyedia jasa.

2. Host Mining

Selain itu, terdapat pula tipe penambangan lain bernama Host Mining, yakni sebuah model di mana penambang akan membeli atau menyewa perangkat keras yang dimiliki oleh penyedia jasa. Sehingga, berbeda dengan model Hash Power Leasing, Host Mining mewajibkan penambang untuk ikut membayar biaya pemeliharaan perangkat-perangkat tersebut.

Kendati begitu, cuan yang dihasilkan dari model satu ini dianggap lebih baik ketimbang Hash Power Leasing. Sebab, penambang juga memiliki kendali atas perangkat-perangkat penambangan, sehingga ia pun bisa lebih mudah mengalokasikan hash power ke mining pool lainnya.

Keunggulan Cloud Mining

Aktivitas penambangan melalui Cloud Mining memiliki berbagai keunggulan sebagai berikut:

1. Bisa Dimanfaatkan oleh Siapa Saja

Agar bisa berpartisipasi di kegiatan ini, penambang hanya perlu membayar biaya sewa ke penyedia jasa. Implikasinya, semua orang, bahkan yang minim pengetahuan tentang aset kripto dan teknologi sekali pun, bisa menambang aset kripto dengan leluasa.

2. Menghemat Tagihan Listrik

Penambangan aset kripto tradisional membutuhkan daya komputasi yang kuat. Hanya saja, penggunaan daya yang jor-joran juga akan berimbas ke peningkatan tagihan listrik.

Untungnya, bengkaknya biaya listrik bisa dicegah jika sang penambang berkecimpung di Cloud Mining.

Dalam kegiatan ini, penambangan terjadi di dalam cloud alih-alih di perangkat keras milik penambang. Sehingga, penambang pun bisa menghemat tagihan listriknya atas kegiatan penambangan kripto.

3. Tak Perlu Membeli Peralatan Baru

Penambang hanya memerlukan komputernya saja untuk melakukan Cloud Mining. Akibatnya, ia pun tak perlu membeli peralatan baru hanya demi “menggali” aset-aset kripto.

Karena penambang tak perlu membeli peralatan baru, maka ia pun bisa terbebas dari biaya-biaya pemeliharaan perangkat keras yang kerap menguras kantong penambang.

4. Peluang Meraih Pendapatan Pasif

Masyarakat mungkin hanya mengenal trading sebagai sarana mendapatkan cuan di jagat kripto. Namun, mereka rupanya bisa meraih pendapatan pasif hanya dengan berpartisipasi di Cloud Mining.

Di dalam kegiatan ini, sebagian besar proses penambangan sejatinya diurus oleh perusahaan penyedia jasa. Sehingga, penambang pun bisa meraih pendapatan pasif tanpa harus melakukan apapun.

Risiko Cloud Mining

Meski memudahkan akses penambangan kripto, Cloud Mining sejatinya juga menyimpan risiko yang bisa mengganggu kenyamanan penambang.

1. Kerap Jadi Kedok Penipuan

Penambang perlu berhati-hati dan melakukan riset mendalam dalam memilih perusahaan penyedia jasa Cloud Mining. Pasalnya, kini terdapat oknum tidak bertanggung jawab yang melakukan penipuan berkedok Cloud Mining di jagat kripto.

Jika terjerat modus kejahatan tersebut, maka penambang bisa didera kerugian yang amat parah.

2. Potensi Cuan Lebih Rendah dari Penambangan Mandiri

Potensi profit dari Cloud Mining terbilang lebih rendah dari penambangan mandiri. Pasalnya, dalam kegiatan tersebut, penambang dibebani biaya sewa ke penyedia jasa.

Bahkan, ada kalanya profit dari Cloud Mining lebih rendah dari trading atau menahan (hodling) aset kripto.

3. Punya Kendali Minim

Ketika memutuskan berpartisipasi di kegiatan ini, penambang perlu sadar bahwa ia menyerahkan seluruh kendali dan proses penambangan aset kripto ke perusahaan penyedia jasa. Dalam hal ini, penyedia jasa menentukan jenis aset kripto yang ingin ditambang dan kapan waktu yang tepat untuk menjualnya.

Akibatnya, jika perusahaan penyedia jasa tiba-tiba gulung tikar, maka potensi cuan sang penambang berada dalam bahaya.

 4. Minim Transparansi

Sejumlah perusahaan penyedia jasa kadang enggan membeberkan detail mengenai biaya yang dikenakannya, operasinya, atau informasi lainnya. Samarnya data-data tersebut membuat penambang kesulitan dalam menakar potensi cuan dari kegiatan Cloud Mining.

5. Volatilitas Pasar Kripto

Pasar kripto dikenal memiliki tingkat volatilitas yang tinggi. Sehingga, nilai aset kripto yang sukses ditambang bisa terjun bebas jika situasi pasar sedang tidak kondusif.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Sumber: Binance, Investopedia, 101blockchains



Sumber : pluang.com

Crypto Wallet: Penjelasan dan Jenis-Jenisnya

Apa itu Crypto Wallet?

Dalam dunia cryptocurrency, keamanan aset kripto menjadi hal yang krusial. Salah satu sarana yang sangat penting untuk menjaga keamanan tersebut adalah menggunakan crypto wallet, apa itu?

Crypto wallet atau dompet kripto adalah tempat atau sarana di mana investor menyimpan seluruh aset kripto yang dimilikinya.

Secara sederhana, dompet kripto berfungsi sebagai wadah digital yang memungkinkan penyimpanan, pengiriman, dan penerimaan berbagai jenis cryptocurrency.

Keberadaannya diperlukan untuk memastikan keamanan aset kripto yang dimiliki oleh investor.

Mengapa Crypto Wallet Diperlukan?

Alasan utama penggunaan crypto wallet adalah untuk menjaga keamanan aset kripto.

Dompet kripto dilengkapi dengan berbagai lapisan keamanan yang sulit ditembus oleh pihak yang tidak berwenang.

Kunci keamanan utamanya adalah private key, yang hanya dapat diakses oleh pemilik wallet. Dengan demikian, pemilik dapat mengontrol akses dan penggunaan aset kripto mereka.

Jenis-Jenisnya

Tidak hanya satu jenis, crypto wallet memiliki variasi yang digunakan oleh investor sesuai dengan preferensi dan kebutuhan keamanan.

Berikut adalah beberapa jenisnya yang umum digunakan yaitu:

Cold Wallet

Cold wallet atau paper wallet adalah jenis wallet yang unik karena private key dicetak di selembar kertas. Wallet ini disimpan secara offline dan tidak terhubung ke internet.

Keamanannya sangat tinggi karena akses langsung ke kertas tersebut diperlukan untuk mendekripsi wallet. Meskipun tidak praktis untuk transaksi harian, cold wallet menjadi pilihan populer untuk penyimpanan jangka panjang.

Hosted Wallet

Hosted wallet adalah jenis wallet yang umum digunakan, terutama ketika melakukan transaksi di platform exchange. Setelah membeli aset kripto, aset investor secara otomatis disimpan pada hosted wallet.

Istilah “hosted” digunakan karena pihak ketiga, seperti platform exchange, menyimpan aset kripto pengguna. Meskipun mudah diatur, keamanan hosted wallet bergantung pada keamanan platform penyedia.

Hardware Wallet

Hardware wallet adalah perangkat fisik yang menyimpan private key secara offline. Bentuknya mirip dengan flashdisk dan dapat dihubungkan ke komputer saat diperlukan.

Meskipun lebih kompleks dan memiliki biaya yang lebih tinggi, hardware wallet menjadi pilihan bagi mereka yang mengutamakan keamanan.

Keuntungan utamanya adalah menjaga keamanan aset kripto bahkan saat komputer terkena risiko peretasan.

Kesimpulan

Menggunakan crypto wallet bukan hanya merupakan langkah bijak dalam menjaga keamanan aset kripto, tetapi juga memberikan kontrol penuh kepada pemiliknya.

Dengan pemahaman tentang jenis-jenis crypto wallet, investor dapat memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan dan preferensi keamanan mereka.

Sebagai langkah tambahan, penting untuk selalu mengikuti perkembangan teknologi keamanan dan menjaga keamanan private key dengan seksama.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

 

Sumber: Liputan6



Sumber : pluang.com

Menjelajahi Arbiscan, Blockchain Explorer Andalan Arbitrum

Apa Itu Arbiscan?

Arbiscan adalah sebuah laman yang menyediakan segala informasi tentang jaringan Arbitrum.

Seperti situs blockchain explorer lainnya, pengguna bisa melihat informasi seperti alamat wallet yang terdaftar di jaringan ini, kontak, blok, token, bahkan harga terkini token milik Arbitrum, ARB.

Sekadar informasi, Arbitrum sendiri merupakan jaringan blockchain lapis kedua yang dirancang untuk membantu beban transaksi jaringan yang terdapat di jaringan Ethereum. Sehingga, berkat jaringan ini, seluruh transaksi yang terdapat di jaringan Ethereum bisa diproses dengan lebih cepat dan efisien secara biaya.

Menariknya, pengguna yang ingin memanfaatkan blockchain explorer ini tidak dikenakan biaya sepeser pun. Akibatnya, pengembang aplikasi kripto dan pengguna bisa mendapatkan transparansi terkait kondisi jaringan Arbitrum saat ini secara cuma-cuma.

Baca Juga: Mengenal Etherscan, Blockchain Explorer Jaringan Ethereum

Bagaimana Cara Menggunakan Arbiscan?

Cara menggunakan Arbiscan terbilang cukup mudah.

Pengguna hanya tinggal mengunjungi laman arbiscan.io untuk mengaksesnya. Setelah itu, pengguna akan diarahkan ke beranda Arbiscan yang terlihat seperti gambar berikut.

arbiscan dashboard
Menu Utama Arbiscan. Sumber: ArbiscanCaption

 

Setelah itu, pengguna bisa mencari data apapun yang berkaitan dengan aktivitas di jaringan Arbitrum. Lantas, data-data apakah yang bisa dihimpun dari blockchain explorer satu ini?

Jenis Data yang Bisa Dilihat di Arbiscan

1. Transaksi di Jaringan Arbitrum

Salah satu data terpenting yang terdapat di blockchain explorer ini adalah data transaksi. Di dalamnya, pengguna bisa memeriksa data-data seperti metode transaksi yang diguanakan, transaksi hash, nomor blok transaksi, alamat asal dan tujuan transaksi, nilai transaksi, dan biaya transaksinya (fee).

Seluruh data-data ini ditampilkan ke dalam urutan berdasarkan transaksi terakhir. Dengan kata lain, data yang terdapat di baris paling atas data ini merupakan transaksi terkini yang terjadi di jaringan Arbitrum. Berikut contohnya.

transaksi arbitrum

Selain itu, pengguna juga bisa melihat data-data lain terkait transaksi di jaringan Arbitrum, seperti data transaksi dari jaringan Ethereum ke Arbitrum dan nomor address yang melakukan transaksi terbanyak di jaringan tersebut.

2. Data Aktivitas Token

Selain itu, Arbiscan juga menyajikan data terkait aktivitas aset kripto, baik dalam bentuk token berstandar ERC-20, token berstandar ERC-1155, maupun Non-Fungible Token (NFT).

Ketika melihat data token ERC-20, pengguna akan menemukan data-data seperti nama token, harga token, nilai kapitalisasi pasarnya, dan jumlah pemegang token tersebut. Bahkan, Arbiscan juga menyediakan data-data mengenai transaksi terkini token-token tersebut.

aktivitas token

 

Sementara itu, untuk data token NFT, pengguna dapat mengecek nama token dan berapa kali token tersebut ditranser dalam jangka 24 jam dan tujuh hari terakhir.

Baca Juga: Mengenal Solscan, Blockchain Explorer Andalan Fans Solana

Apa Saja Manfaat Arbiscan?

Pengguna Arbitrum tentu sangat bergantung dengan situs blockchain explorer ini untuk mengetahui kondisi terkini jaringan tersebut. Apalagi, data-data di dalamnya bisa memberikan banyak manfaat bagi penggunanya.

Lantas, apa saja manfaat yang disuguhkan Arbiscan?

1. Sarana untuk Melihat Kelancaran Jaringan Arbitrum

Sebuah jaringan bisa dikatakan andal jika memiliki operasi yang lancar pula. Nah, hal itu sejatinya bisa diperiksa melalui blockchain explorer. Pasalnya, di dalamnya terdapat data-data yang menunjukkan apakah jaringan tengah beroperasi mulus atau sebaliknya.

Adapun data yang bisa digunakan untuk mengecek situasi tersebut adalah data transaksi. Jika transaksi terakhir terjadi beberapa jam lalu, maka pengguna bisa berasumsi bahwa terdapat gangguan di jaringan Arbitrum.

2. Sarana untuk Memeriksa Kepadatan Jaringan Arbitrum

Arbiscan memiliki fitur grafik data yang memperlihatkan jumlah transaksi harian di jaringan Arbitrum. Data ini menjadi penting bagi pengguna karena derasnya transaksi akan sangat berpengaruh dengan gas fees yang bakal dibayar ketika melakukan transaksi.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Sumber: Arbiscan, Bitkan



Sumber : pluang.com

Inverted Hammer si Pengundang Cuan

Apa Itu Inverted Hammer?

Inverted hammer adalah formasi reversal yang kerap terbentuk di akhir downtrend. Trader menggunakan pola ini sebagai sinyal terjadinya pembalikan pola.

Pola menyerupai palu yang terbalik ini dapat dikenali dengan membaca data historis pergerakan harga suatu aset lewat chart candlestick. Palu terbalik merupakan pola yang sangat populer karena pola ini memberi panduan entri, stop loss dan keluar pasar yang cukup jelas.

Mengapa Pola Inverted Hammer Bisa Terbentuk?

Pola inverted hammer terbentuk ketika harga pembukaan, harga terendah dan harga penutupan berada pada level harga yang relatif sama. Momentum yang dibutuhkan untuk membuat candlestick membentuk pola inverted hammer terbilang langka, karenanya pola ini tergolong sebagai pola yang cukup jarang ditemui.

Secara psikologis, pola inverted hammer mewakili kondisi dimana pelaku pasar memberi tekanan yang besar hingga menyebabkan reversal harga. Pola ini juga berarti bahwa pelaku pasar mulai mengumpulkan kepercayaan diri setelah tekanan jual yang panjang.

Bayangan pola yang panjang ke atas merupakan representasi dari upaya tekanan beli untuk mendorong harga aset ke atas. Kendati upaya tersebut belum membuahkan hasil, namun pola ini mewakili awal dari uptrend yang menjanjikan.

Bayangan ekor dari pola yang nyaris nihil bahkan tidak ada sama sekali mewakili tekanan jual yang sudah kehilangan momentum. Karenanya, pola ini kerap menandai level support terbaru pada badan hammer sebelum harga melenting.

Bagaimana Mengkonfirmasi Pola Inverted Hammer?

Meski polanya terbilang langka, sinyal reversal yang muncul pasca pola inverted hammer terbentuk memiliki akurasi yang cukup baik. Setidaknya, trader mendapat informasi berharga mengenai level terendah dari downtrend suatu aset. Titik tersebut nantinya bisa menjadi tolok ukur level support yang baru saat harga sudah berbalik arah.

Pola inverted hammer memiliki beberapa poin penting sebagai konfirmasi, diantaranya:

1. Panjang Bayangan Atas

Panjang bayangan atas dari pola yang mewakili bagian gagang palu terbalik harus memiliki panjang lebih dari dua kali lipat badan candlestick.

2. Volume Trading

Kenaikan volume trading harus mengikuti terbentuknya pola ini. Sebab, volume perdagangan yang tinggi mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas pembeli di pasar aset. Aktivitas pembeli inilah yang memberi tekanan hingga membuat harga aset berbalik arah.

3. Gap down

Formasi inverted hammer yang terbentuk pasca terjadinya gap down pada candlestick di hammer dengan candlestick di hari sebelumnya punya peluang lebih besar untuk mengundang reversal. Meski gap down bukan syarat yang mutlak, keberadaannya memperkuat konfirmasi sinyal.

4. Terjadi Saat Downtrend

Pola inverted hammer yang berpotensi membawa sinyal reversal terjadi saat trend harga pasar aset cenderung downtrend. Fungsi pola ini akan berbeda jika ditemukan pada pasar yang tengah uptrend.

Pelaku pasar sering terkecoh pada pola shooting star yang mirip dengan pola inverted hammer. Jika pola serupa ditemukan pada pasar yang tengah uptrend, pola tersebut lebih dikenal sebagai pola shooting star yang mewakili sinyal yang berbeda.

5. Warna Candlestick

Trader mengidentifikasi warna hijau pada candlestick inverted hammer sebagai indikasi sinyal reversal yang lebih kuat ketimbang warna merah. Warna yang mewakili harga penutupan yang sedikit lebih tinggi ketimbang harga pembukaannya tersebut memberi gambaran tekanan beli yang lebih dominan ketimbang tekanan jual.

Meski warna candlestick bukanlah prasyarat mutlak yang menentukan otentik atau tidaknya sinyal reversal, kamu bisa menggunakannya sebagai patokan untuk membuat rencana trading.

Bagaimana Trading Dengan Inverted Hammer?

Setelah mengenali dan mengkonfirmasi pola inverted hammer, kamu perlu membuat rencana trading.

1. Entry Point

Pola ini menggambarkan level support dari trend harga yang baru. Kamu bisa memanfaatkan badan hammer sebagai level entry dengan asumsi level tersebut merupakan level dasar dari uptrend yang baru dimulai.

2. Stop Loss

Idealnya, posisi stop loss terletak pada area ekor atau posisi terbawah dari candlestick sebagai acuan level support.

3. Profit Taking

Secara historis, sinyal bullish pada pola ini cukup bisa diandalkan. Namun, data historis juga menunjukkan bahwa uptrend tidak berlangsung panjang. Kamu bisa mematok margin keuntungan yang relevan dengan pola.

Para trader umumnya menggunakan acuan garis vertikal antara garis horizontal atas dan bawah sebagai area profit taking yang ideal.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

 

Sumber: analyzing alpha, commodity



Sumber : pluang.com