Author: 10

  • Beragam Cara Lindung Nilai Aset Kripto di Saat Harga Ambyar

    Bagaimana cara hedging atau lindung nilai aset kripto? Mungkin Sobat Cuan pecinta aset kripto tahu bahwa minggu lalu adalah kondisi yang ‘ambyar’ bagi Bitcoin. Aset kripto primadona itu bahkan sempat melorot di bawah garis dukungan psikologis US$50.000, dan mencapai level terendah dalam 48 hari.

    Lebih lanjut, harga Bitcoin sempat menyentuh level US$48.000 pada perdagangan Jumat lalu, (23/4/2021). Angka itu amblas dari sehari sebelumnya di kisaran level US$54.000 per token.

    Ki Young Ju, CEO CryptoQuant, perusahaan analitik blockchain yang berbasis di Korea Selatan mengatakan data on-chain menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam pasar bullish jangka panjang.

    “Namun dalam jangka pendek, kita mungkin mengalami koreksi dan bergerak ke samping dalam kisaran yang luas karena pasar investor ritel terlalu panas,” ujarnya.

    Nah, di saat kondisi pasar aset kripto terutama Bitcoin yang sedang fluktuatif ini, banyak hal yang bisa dilakukan agar investasi ‘aman’ dengan lindung nilai aset kripto. Nah, Sobat Cuan mau tahu cara untuk melindungi eksposur negatif investasi aset kripto kamu? Simak yuk!

    1. Short Sell

    Metode paling mudah meminimalisir risiko investasi Bitcoin adalah dengan menjual aset kripto yang ingin kamu lindung nilai. Seperti diketahui, short selling merupakan transaksi beli kosong. Investor meminjam dana untuk menjual aset yang tidak mereka miliki saat harga tinggi, dengan ekspektasi bahwa aset yang di-short pasti mengalami koreksi.

    Umumnya biaya short selling lebih tinggi dari biaya transaksi jual biasa.

    Biaya Penjualan = Biaya Transaksi
    Biaya Short Selling = Biaya Transaksi + Biaya Pendanaan Margin

    Metode ini juga cocok jika kamu adalah seseorang yang khawatir tentang menaruh uang di crypto exchange. Apalagi jika kamu ingin melakukan lindung nilai aset kripto untuk waktu yang singkat.

    Baca juga: Ampun Bang Jago! Ini 7 Aset Kripto Yang Berani Nantang Dominasi Bitcoin!

    Alasannya, setelah kamu menjual aset kripto, hasil penjualan tetap ada di crypto exchange sampai kamu menariknya. Hal ini membuat crypto exchange juga berisiko gagal bayar.

    Lebih lanjut, short selling hanya mengharuskan kamu memiliki jumlah aset kripto/uang yang lebih kecil dari portofolio. Maka dari itu risikonya jauh lebih terbatas.

    Nah, yang kamu butuhkan untuk short sell adalah, pertama, akun dengan crypto exchange yang dapat memfasilitasi short sell. Lalu saldo untuk mempertahankan margin di akun kamu.

    Perhatikan jumlah saldo yang harus kamu setorkan. Hal ini akan tergantung pada persyaratan margin pertukaran yang kamu gunakan dan juga toleransimu terhadap risiko.

    Kesimpulannya, short sell sebagai lindung nilai aset kripto paling cocok untuk investor yang punya beragam aset kripto. Apalagi yang ingin melakukan lindung nilai tetapi tidak ingin menjual aset atau harus melikuidasi portofolio mereka.

    2. Futures

    Futures atau kontrak berjangka adalah kontrak keuangan yang mewajibkan pembeli untuk membeli aset atau penjual untuk menjual aset. Instrumennya seperti komoditas fisik atau instrumen keuangan lain, pada tanggal dan harga yang telah ditentukan sebelumnya.

    Sama seperti dalam keuangan tradisional, ada produk futures dalam aset kripto yang dapat kamu gunakan untuk meminimalisir risiko investasi Bitcoin. Futures adalah cara yang cukup hemat biaya untuk melindungi risiko investasi kamu.

    Alasannya karena kamu dapat memiliki leverage yang tinggi, meski persyaratan modal yang lebih rendah. Namun kamu harus memastikan untuk memenuhi persyaratan margin untuk menghindari margin call atau peringatan soal kurangnya dana margin.

    Baca juga: Lagi Rame Prediksi Aset Kripto Bakal Bubble, Benarkah?

    Bergantung pada kondisi pasar, kamu bahkan bisa mendapat untung dari lindung nilai aset kripto seiring waktu. Berikut perhitungan biaya lindung nilai kamu saat menggunakan produk futures.

    Biaya Lindung Nilai = Biaya Transaksi + Premi/Diskon Kontrak Berjangka

    Selain itu, terdapat manfaat lain menggunakan inverse futures untuk lindung nilai aset kripto. Kamu tidak perlu memiliki saldo mata uang fiat, sehingga dapat mempertahankan kepemilikan kripto tanpa mengkonversinya.

    Persyaratan margin tidak terlalu ketat untuk inverse futures karena tidak ada di bursa berjangka yang diatur secara ketat. Selain itu, ada lebih banyak pilihan aset kripto untuk dipilih, dibandingkan dengan kontrak berjangka mata uang fiat standar.

    Lindung nilai dengan futures paling cocok untuk investor aset kripto yang memiliki koin arus utama dan ingin melindungi eksposur mereka dengan cara yang efisien. Pemahaman yang baik sangat dianjurkan untuk mengukur risiko penggunaan instrumen derivatif.

    3. Perpetual Swap

    Perpetual swap adalah fitur turunan yang memungkinkan kamu membeli atau menjual nilai aset dasar dengan beberapa keuntungan. Pertama, tidak ada tanggal kadaluarsa untuk posisi kamu. Kedua, aset dasar itu sendiri tidak pernah diperdagangkan. Ketiga, harga swap mengikuti harga aset yang mendasarinya. Keempat, mudah untuk menjual kembali.

    Fitur perpetual swap baru-baru ini semakin populer karena semakin banyak pertukaran crypto exchange yang mulai menawarkannya. Penggunaannya sangat mirip dengan inverse futures dengan perbedaan utamanya pada tingkat pendanaan berkala (biasanya 8 jam), dan tidak ada tanggal kadaluarsa.

    Baca juga: Meski Naik Turun, Sampai Kapan Tren Harga Bitcoin yang Bullish Akan Berakhir?

    Alasan utama untuk menggunakan ini sama dengan kontrak berjangka dengan perbedaan utama adalah bahwa tingkat pendanaan yang pendek. Hal ini berarti bahwa perpetual swap terus menerus mengikuti harga yang mendasarinya lebih akurat daripada produk futures. Namun ini juga berarti bahwa biaya lindung nilai kamu sebenarnya dapat bervariasi, karena tingkat pendanaan disesuaikan kembali setiap 8 jam.

    4. Option

    Option atau opsi adalah suatu perjanjian untuk membeli atau menjual suatu komoditi, surat berharga keuangan, atau suatu mata uang asing pada suatu tingkat harga yang telah disetujui. Fitur ini dapat digunakan untuk meminimalisasi risiko dan sekaligus memaksimalkan keuntungan dengan leverage yang lebih besar.

    Dalam industri aset kripto, option masih terbilang baru dan terbatas. Lindung nilai aset kripto dengan fitur option bisa disebut sangat rumit, namun memiliki banyak cara untuk membangun hasil yang kamu inginkan.

    Ini bukan metode lindung nilai termurah, karena mungkin ada saat di mana kamu melakukan opsi beli atau call option untuk menurunkan biaya perdagangan. Namun, metode ini adalah yang paling mudah diterapkan.

    Baca juga: Kenapa IPO Coinbase Memberi Petunjuk Soal Harga Aset Kripto di Masa Depan?

    Salah satu manfaat utama menggunakan option untuk melindungi nilai risiko investasi adalah perbedaan pembayaran. Menggunakan opsi jual atau put option menjadi lindung nilai dapat secara efektif mengubah opsi yang ada menjadi pembayaran opsi beli. Hal ini membuat kerugian menjadi terbatas sementara sisi cuan tidak terbatas.

    Peringatan dari fitur ini adalah bahwa option, terutama di industri cryptocurrency, cukup mahal. Kamu akan membayar jumlah yang signifikan untuk memiliki struktur opsi/pembayaran yang memadai.

    Kesimpulannya, seperti yang disebutkan, lindung nilai dengan option bisa sangat kompleks, tetapi juga berarti dapat lebih disesuaikan dengan kebutuhan. Oleh karena itu, kamu akan lebih memahami jika sering melakukan lindung nilai untuk meminimalisir risiko investasi Bitcoin.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Good Audience, DerivaDex



    Sumber : pluang.com

  • Susah Nabung? Ah, Dasar Kamu. Mending Baca Cara Konsisten Nabung di Sini!

    Salah satu penyebab kita gagal fokus menabung adalah karena tidak membayangkan kegunaan tabungan kita untuk jangka panjang. Kerapkali, tips konsisten menabung pun digagalkan oleh keinginan kita untuk menghambur-hamburkan uang untuk “saat ini juga”.

    Karena itu, penting untuk memahami hal apa yang bakal membuatmu untuk tetap termotivasi menabung. Tujuan menabung tiap orang bisa saja berbeda. Dari untuk membayar DP rumah KPR yang diidamkan, bayar kebutuhan sekolah anak, hingga impian berlibur.

    Apa pun tujuannya, memiliki patokan yang jelas mengenai apa yang kamu inginkan bakal membantumu konsisten menabung.

    Apalagi dengan penghasilan yang pas-pasan, dan godaan yang datangnya dari berbagai penjuru setiap kita gajian, memastikan pundi-pundi cuan tidak melayang dari dompet memang bukan hal yang mudah. Menabung memang membutuhkan waktu dan juga motivasi yang kuat agar dapat diwujudkan.

    Yuk, cari tahu apa saja yang biasanya menggagalkan kita dalam menabung dan bagaimana menghadapi persoalan itu agar kita tetap termotivasi menjalankan tips konsisten menabung.

    Baca juga: Wahai Kaum Mager Nabung, Ini Lho Pentingnya Konsisten Nabung Bagi Kamu

    Strategi untuk Melawan Hilangnya Motivasi Menabung

    Ada banyak alasan kenapa orang cenderung gagal untuk menabung. Alasan paling umum adalah karena biasanya tujuanmu menabung tidak sejalan dengan nilai-nilai atau prinsip keseharianmu.

    Biasanya, kita bakal butuh waktu untuk membuat tabungan dengan jumlah yang sesuai dengan tujuan kita. Ketika kita gagal sedikit saja untuk mencapainya, umumnya kita akan cenderung kehilangan minat untuk melanjutkan niatan mulia menabung.

    Tidak adanya tujuan yang pasti, tidak terpantaunya tabungan, hingga kehilangan minat menabung di tengah jalan adalah hal yang lazim menghantui. Nah, makanya, ada baiknya kamu ikuti strategi dan tips yang kamu dapat terapkan untuk tetap menyalakan api konsisten menabung.

    1. Pikirkan Kembali Alasanmu Menabung

    Di balik semua keberhasilan orang dalam mencapai targetnya, terdapat tujuan yang kuat dan sejalan dengan nilai-nilainya. Kamu barangkali bertujuan untuk menyimpan uang demi liburan atau melakukan perjalanan, tapi mengetahui alasan di balik tujuan itu dapat membuatmu tetap termotivasi.

    Identifikasikanlah apa tujuanmu menabung, hasrat yang membuatmu memutuskan tujuan itu, dan motif yang jelas mengapa kamu ingin menabung.

    Apa saja prioritasmu? Entah itu untuk keluarga, menjaga kesehatan, atau alasan lainnya, pastikan kamu menempatkan skala prioritas yang tepat agar dapat berhasil menabung. Ketika kamu sudah merasa jelas dengan prioritas itu, maka proses pengambilan keputusan pun akan lebih mudah, dan ini bakal menuntunmu untuk berhasil menerapkan tips konsisten menabung.

    2. Tentukan Berapa yang Mau Kamu Tabung

    Pikirkan kembali tujuanmu menabung dan menetapkan jumlah uang yang ingin kamu tabung setiap bulannya bisa jadi tips konsisten menabung yang ampuh. Apakah nilai tabunganmu itu termasuk target yang mungkin untuk dicapai? Atau hanya di awang-awang belaka?

    Pastikan kamu memetakan langkah-langkah kecil yang strategis. Misalnya, membagi-bagi jumlah tabungan tersebut menjadi ukuran yang lebih kecil, sehingga kamu tidak akan merasa terbebani untuk mencapai jumlah tabungan tersebut.

    Baca juga: Ampuh Cegah Kantong Jebol, Ini Tips Keuangan di Tahun 2021!

    3. Visualisasikan Pencapaianmu dalam Menabung

    Seiring pergantian bulan dan tahun, kamu barangkali akan mulai kehilangan napas dan semangat untuk menabung. Mungkin saja kamu mulai kehilangan arah, tidak tahu mau ke mana sebenarnya tumpukan duit itu kamu tujukan.

    Nah, jika ini terjadi, maka tips konsisten menabung yang bisa kamu tempuh adalah dengan mulai memvisualisasikan progress alias capaianmu.

    Buatlah grafik personal yang menggambarkan dari bulan ke bulan, berapa banyak kamu sudah menabung, dan sudah berapa persen kamu lampaui untuk mencapai target tabunganmu.

    Selanjutnya, setelah kamu sudah memvisualisasikan grafik itu, untuk milestone alias tiap titik capaian yang menurutmu pantas dirayakan, berilah tanda “hati” atau “bintang”. Kamu juga bisa memberikan hadiah kepada dirimu setiap kali titik itu berhasil dicapai.

    4. Temukan Lingkungan yang Mendukungmu Menabung

    Pepatah terkadang memang ada benarnya; dengan siapa kamu atau lingkungan seperti apa yang mengelilingi seseorang cenderung menentukan keberhasilan orang itu. Jim Rohn mengatakan, “Kamu adalah representasi dari setidaknya 5 orang yang paling sering kamu ajak berinteraksi.”

    Jadi, siapa yang mengelilingimu? Apakah mereka adalah orang-orang yang mendukung pencapaianmu ataukah justru kerap menjatuhkan rasa percaya dirimu?

    Saat kamu punya tujuan untuk berhasil menjalankan tips konsisten menabung, temukanlah orang-orang yang tepat dapat membantumu mencapai tujuanmu menabung.

    Tidak usah sampai mengganti pergaulan, atau melakukan hal merepotkan lainnya. Kamu bisa mulai dari mem-follow akun-akun media sosial yang membuatmu termotivasi untuk terus menabung. Rutin menonton video YouTube atau mendengarkan podcast Spotify seputar menabung juga dapat membantumu tetap termotivasi. Jangan lupa, ada tumpukan buku seputar keberhasilan finansial yang dapat kamu baca di waktu senggang.

    5. Evaluasi Berkala Capaian Tabunganmu

    Jika kamu tak merasa termotivasi seperti sebelum-sebelumnya, barangkali ini saatnya untuk melakukan evaluasi.

    Barangkali beberapa perubahan terjadi di hidupmu, sehingga kamu perlu mengubah jumlah dana tabungan bulananmu. Mungkin saja kamu punya tujuan tabungan lain, dan membuatmu perlu membuat akun rekening tabungan baru dan memfokuskan danamu pada tujuan itu.

    Apa pun itu, melakukan evaluasi dan memvisualisasikan kembali target capaianmu bisa jadi tips untuk terus konsisten menabung. Mengadaptasikan diri akan membantumu untuk terus termotivasi.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: The Balance, Go from Broke



    Sumber : pluang.com

  • Lagi Rame Investasi Kripto Bodong. Bagaimana Cara Memilih Platform Kripto yang Tepat?

    Perkara investasi bodong seolah tak ada hentinya. Setelah berkedok investasi saham dan reksa dana, kini pihak-pihak tak bertanggung jawab mulai membidik aset kripto sebagai dalih aksi tipu-tipu mereka. Membuktikan bahwa sekadar mengamalkan tips investasi saja tak cukup untuk mendulang cuan di zaman sekarang. Namun, juga perlu dibekali dengan kemawasan diri.

    Salah satu bentuk penipuan berkedok investasi aset kripto baru saja terungkap baru-baru ini.

    Sebuah platform kripto bernama EDCCash belakangan tengah menjadi buah bibir setelah puluhan membernya ngamuk dan menyatroni rumah sang CEO di bilangan Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat. Kala itu, anggota platform itu mengaku tidak bisa mencairkan cuan yang dijanjikan dari investasi tersebut. Kalau pun cair, maka hasilnya tidak sesuai dengan nilai yang tertera.

    Ternyata, aparat penegak hukum menemukan bahwa investasi EDCCash, yang menyediakan produk aset kripto bernama E-Dinar Coin Cash ini, diduga merupakan skema penipuan. Adapun produk E-Dinar Coin Cash tersebut pun tak terdaftar di situs Coinmarketcap, sebuah situs yang menampilkan nilai kapitalisasi pasar aset kripto. Tak hanya itu, EDCCash pun ternyata tak mengantongi legalitas usaha.

    Drama investasi bodong ini pun akhirnya berakhir tragis. Sang CEO platform tersebut akhirnya diringkus Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri dengan tuduhan melakukan penipuan, penggelapan, dan pencucian uang. Kepolisian pun ikut menyita sejumlah barang bukti dari rumah tersangka seperti belasan mobil mewah dan uang tunai.

    Sementara itu, bagaimana nasib dana korban? Ternyata, mereka masih harus gigit jari. Hingga saat ini, masih belum terdapat kejelasan ihwal skema pengembalian dana meski kepolisian masih melakukan proses hukum atas kasus ini.

    Dari kasus di atas, Sobat Cuan tentu bisa belajar untuk berhati-hati dalam memilih platform aset kripto. Sehingga, Sobat Cuan perlu memahami tips jitu investasi kripto sebelum nyemplung di bidang ini. Lantas, seperti apa langkah mitigasi yang bisa Sobat Cuan terapkan?

    Baca juga: Mau Coba Investasi Reksadana? Ini 11 Platform Reksadana Online Terbaik di Indonesia

    Tips Memilih Platform Investasi Aset Kripto

    1. Tengok Perizinan

    Ini merupakan langkah paling awal yang bisa Sobat Cuan lakukan dalam memilih sarana investasi aset kripto.

    Di Indonesia, perdagangan aset kripto masuk ke dalam perdagangan komoditas, sehingga seluruh aktivitasnya diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Sehingga, platform investasi aset kripto yang beneran tentu sudah terdaftar sebagai calon pedagang fisik aset kripto. Nah, daftar pedagang resmi dan diakui pemerintah tersebut tercantum di dalam Peraturan Bappebti No. 7 Tahun 2020.

    Biasanya, pedagang aset kripto yang resmi selalu mencantumkan logo Bappebti di situs resmi atau aplikasinya. Hanya saja, kadang terdapat platform investasi yang telah mencantumkan logo Bappebti meski namanya tidak terdaftar di peraturan di atas. Namun, Sobat Cuan tak perlu khawatir. Platform yang jujur dan legal pasti akan menjelaskan secara gamblang di situsnya bahwa mereka adalah kanal penjualan dari salah satu calon pedagang fisik aset kripto yang terdaftar di Bappebti.

    2. Perhatikan Reputasi

    Ibarat pepatah, tak kenal maka tak sayang. Jadi, Sobat Cuan pun harus rajin mencari tahu tentang reputasi sang platform aset kripto sebelum memutuskan untuk menempatkan dana.

    Kamu bisa mencari tahu tentang reputasi para platform ini dari berbagai sumber. Misalnya, ulasan aplikasi yang terdapat di app store atau Google Playstore. Selain itu, kamu juga bisa bertandang ke akun media sosial resmi platform tersebut untuk melihat gambaran kasar tingkat kepercayaan konsumen. Dan terakhir, kamu juga bisa gali informasi melalui mesin peramban Google. Di zaman sekarang ini, menelusuri rekam jejak menjadi perkara yang jauh lebih mudah.

    3. Kepastian Mengenai Asuransi

    Tips memilih platform investasi aset kripto berikutnya adalah mencari kepastian mengenai asuransi atas dana-dana yang kamu tempatkan di medium tersebut. Asuransi ini sangat berguna agar kamu tak buntung kalau hal-hal buruk terjadi kala kamu menempatkan dana di platform tersebut. Salah satunya adalah jika perusahaan bangkrut atau memutuskan tidak beroperasi lagi.

    4. Aspek Keamanan Teknologi

    Platform investasi aset kripto yang baik tentu akan mengedepankan aspek keamanan. Tujuannya, agar investor merasa nyaman dan tenang dalam mentraksasikan dananya di platform tersebut.

    Pada umumnya, platform investasi aset kripto akan memintamu untuk membuat kata kunci sebagai tanda verifikasi transaksi. Selain itu, platform aset kripto juga akan memintamu untuk melakukan proses Know Your Customer (KYC) agar transaksi yang dilakukan di platform tersebut benar-benar dilakukan oleh individu beridentitas asli.

    Setelah kamu melakukan langkah-langkah di atas, maka nampaknya kamu sudah bisa memulai petualangan cuan aset kriptomu di platform tersebut. Dan pastinya, Pluang adalah aplikasi yang tepat bagimu dalam melangkahkan kaki di kancah investasi aset kripto. Utamanya, jika kamu mau berinvestasi Bitcoin dan Ethereum.

    Bicara soal keamanan, investasi di Pluang tentu 100% aman. Pluang merupakan kanal penjualan dari PT Zipmex Exchange Indonesia, sebuah pedagang fisik aset kripto yang terdaftar dan diawasi Bappebti. Selain itu, dana investasi aset kripto kamu juga dijamin oleh BitGo, lembaga kustodian aset kripto terkemuka dan teraman di dunia.

    Baca juga: Seberapa Penting Membicarakan Masalah Keuangan dengan Pasangan?

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Detik.com, Finsmes



    Sumber : pluang.com

  • Hai Sobat Cuan, Begini Lho Cara Maksimalkan Cuan di Reksadana Pendapatan Tetap

    Pergerakan nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melorot selama sebulan terakhir. Contohnya pada Kamis (28/4). Pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka pada level 5.975,86, atau terjungkal dari posisi 6.166,82 tepat sebulan yang lalu. Tentunya, di saat seperti ini, investor sudah mulai kelimpungan mencar investasi alternatif dari saham.

    Nah, dalam kondisi seperti ini, instrumen investasi reksadana biasanya menjadi primadona. Ya, reksadana, khususnya reksadana pendapatan tetap, sudah teruji memliki daya cuan yang kuat terhadap kondisi ekonomi yang tidak menentu.

    Berdasarkan data Infovesta, ketika IHSG mencatatkan pertumbuhan imbal hasil -5,09%, dan diikuti oleh pelemahan return produk reksadana saham sebesar -10,29% di tahun lalu, reksadana pendapatan tetap justru berkibar memberikan cuan maksimal dengan tingkat imbal hasil 8,99%.

    Angka tersebut bahkan mengalahkan imbal hasil reksadana pasar uang yang hanya menghasilkan cuan 4,61% serta reksadana campuran dengan imbal hasil hanya 0,36%.

    Namun, cuan reksadana pendapatan tetap tak akan maksimal jika tidak disertai dengan tips-tips investasi reksadana yang juga ampuh. Nah, lantas apa saja tips investasi yang bisa dilakukan demi mendulang cuan reksadana pendapatan tetap yang mumpuni?

    Baca juga: Kaum Milenial, Berapa Banyak Investasi yang Mesti Kamu Punya?

    Tips Cuan Investasi Reksadana Pendapatan Tetap

    1. Alokasikan 20% dari pendapatan untuk membeli reksa dana

    Membeli unit penyertaan (UP) reksadana, khususnya pendapatan tetap, tidaklah semahal jika sobat cuan membeli logam mulia atau instrumen investasi lainnya. Kamu bisa membelinya dengan dana mulai dari Rp100 ribu saja.

    Hanya saja, supaya lebih maksimal cuannya, coba membeli UP reksadana pendapatan tetap dengan nilai 20% dari penghasilan di setiap bulannya.

    Misalnya, Sobat Cuan memilki penghasilan Rp6 juta per bulan. Artinya, kamu bisa menyisihkan sekitar Rp1,2 juta per bulan untuk membeli produk reksadana pendapatan tetap. Pastinya, nilai tersebut tidaklah besar jika dibandingkan dengan jumlah cicilan rumah ataupun mobil yang Sobat Cuan perlu tanggung setiap bulan.

    Hanya saja, imbal hasil reksadana jenis ini bisa dirasakan maksimal dalam jangka waktu satu sampai tiga tahun. Sesuai dengan karakteristik portofolionya, 80% dana dalam reksadana pendapatan tetap dibenamkan pada instrumen utang ataupun obligasi yang umumnya memiliki tenor satu sampai lima tahun.

    2. Pahami Tujuan Investasi

    Ada pepatah yang mengatakan bahwa investasi tidak bisa dipaksakan. Sehingga, Sobat Cuan juga harus bisa menemukan landasan untuk berinvestasi reksadana pendapatan tetap dulu sebelum melakukannya. Dengan kata lain, kamu perlu menentukan tujuan finansialmu terlebih dulu.

    Hal tersebut perlu dilakukan agar kamu tetap termotivasi dan juga konsisten untuk membeli reksadana pendapatan tetap setiap bulannya. Jika sudah begitu, maka mendapatkan keuntungan hanyalah masalah waktu.

    Selain itu, memahami tujuan investasi juga dimaksudkan agar kamu bisa memilih produk investasi yang sesuai dengan profil dan kebutuhan keuanganmu. Misalnya, jika kamu ingin mendapatkan dana kurang dari satu tahun, maka reksa dana saham bisa dijadikan pilihan.

    Dan yang paling penting, jangan juga lupa untuk memahami risiko dari setiap produk reksadana. Baik itu pendapatan tetap, saham, campuran ataupun pasar uang.

    3. Piih Produk yang Sesuai

    Ada dua jenis reksadana pendapatan tetap (RDPT), yakni RDPT yang tidak membagikan dividen kepada setiap pemegang UP dan RDPT yang memiliki kebijakan membagikan dividen secara berkala.

    Dalam hal ini, reksadana pendapatan tetap yang tidak membagikan dividen, alias memilki tujuan untuk reinvestasi, cocok untuk investor yang memiliki tujuan jangka pendek, yakni satu sampai tiga tahun.

    Namun, mereka yang punya profil risiko konservatif bisa memilih reksadana pendapatan tetap yang membagikan dividen. Di sini, investor akan mendapatkan imbal hasil secara berkala dari dividen dan bisa digunakan untuk berinvestasi dalam jangka waktu yang lebih lama.

    Baca juga: Apa Itu Reksadana?

    4. Pilah-Pilih Obligasinya, Kak!

    Namanya investasi tidak ada yang bebas risiko, termasuk reksadana pendapatan tetap. Dalam perkara ini, momok utamanya terletak dari jenis obligasi yang dijadikan sebagai underlying asset.

    Perlu diketahui bahwa kualitas obligasi yang dijadikan underlying asset bisa menimbulkan risiko likuiditas. Artinya, obligasi atau surat utang yang susah untuk diperjualbelikan. Hal ini biasanya disebabkan oleh hasil pemeringkatan efek lembaga rating. Semakin rendah rating yang diberikan, maka semakin sulit perusahaan untuk membayar obligasi yang sudah diterbitkan.

    Namun, kalau Sobat Cuan mau tetap aman, tentu underlying asset berupa obligasi pemerintah bisa dijadikan pilihan yang jitu. Obligasi pemerintah cenderung menawarkan harga yang fluktuatif, namun relatif lebih mudah dijual. Hal ini merupakan kebalikan dari obligasi korporasi yang memilki harga stabil namun lebiih sulit dijual.

    Selain itu, pelaku pasar juga mengenal obligasi pemerintah sebagai aset utang yang anti gagal bayar. Sebuah keunggulan yang lebih oke dibanding obligasi korporasi.

    Jadi, bagaimana Sobat Cuan? Tertarik berinvestasi di reksadana pendapatan tetap?

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Bareksa, Reksadana Untuk Pemula



    Sumber : pluang.com

  • Alasan Kenapa HODL adalah Strategi Investasi Bitcoin yang Bikin Cuan

    Apa sih strategi investasi Bitcoin yang bisa bikin tajir? Sobat Cuan, jalan untuk tajir melalui Bitcoin adalah jalan yang dapat dilalui siapa pun. Sejak peristiwa bersejarah dan berdarah pada 12 Maret 2020 ketika harga Bitcoin turun 50% dalam 1 hari, harganya kini selalu dalam tren naik yang konstan.

    Bahkan pada April 2021 ini, pergerakan harga Bitcoin bak rollercoaster. Dari mulai meroket ke level tertinggi sepanjang masa di sekitar US$64.000, hingga melorot tajam ke area kisaran US$47.000 per keping. Namun, kamu perlu lihat ‘gambar besar’ dari pergerakan harganya.

    Bitcoin naik dari sekitar US$3.800 menjadi US$64.000 hanya dalam waktu sekitar 1 tahun, dan berada dalam bull run bersejarah. Banyak orang menghasilkan cuan dalam Bitcoin, dan kamu pun pasti penasaran bagaimana caranya untuk bisa ikutan tajir.

    Strategi Investasi Bitcoin untuk Cuan

    Tapi apa artinya menghasilkan keuntungan dalam Bitcoin? Sebagian besar orang berpikir bahwa keuntungan berarti menghasilkan lebih banyak dolar AS atau mata uang fiat lain. Namun, hal itu tidaklah pas. Menghasilkan untung dalam Bitcoin adalah ketika jumlah total satoshi (jumlah BTC yang kamu miliki) ikutan naik.

    Pada akhirnya, ketika mata uang fiat mati, satu-satunya hal yang kamu miliki adalah Bitcoin. Saat menghitung keuntungan, kamu perlu menggunakan unit akun yang benar. Bitcoin adalah unit akun yang lebih unggul, bukan dolar AS yang sedang mengalami tren turun.

    Baca juga: Bitcoin Amblas Bukan Kiamat! Ini Prediksi Harga Bitcoin Naik Selanjutnya!

    Sekarang setelah mengevaluasi kekayaan dalam istilah BTC, strategi investasi Bitcoin apa yang sebaiknya kita lakukan agar bisa kaya? Apakah memperdagangkan Bitcoin? Memperdagangkan aset kripto lainnya? Mencoba mengatur waktu pasar, membeli rendah dan menjual tinggi? Jawaban atas semua pertanyaan itu adalah bukan.

    Cara termudah untuk menghasilkan keuntungan dalam Bitcoin adalah dengan membeli dan HODL alias menahan kepemilikannya. Itu dia. Tidak ada yang rumit. Tidak perlu waktu lama, dan kamu bahkan tidak perlu memikirkannya.

    Strategi Investasi Bitcoin: Menabung

    Hal yang indah tentang Bitcoin adalah ia tidak berinvestasi, melainkan menabung. Ketika kamu berinvestasi, kamu mengambil uang yang kamu peroleh dari pekerjaan harian kamu dan menginvestasikannya dalam aset seperti saham dan real estat. Harapannya, kamu dapat menghasilkan keuntungan di masa depan dengan menjualnya.

    Kamu harus menggunakan uang dan membeli aset dengannya, dan investasi kamu bisa menjadi buruk. Menabung berarti mengambil uang yang kamu peroleh dan menyimpannya. Tidak mengambil Bitcoin kamu dan berinvestasi ke aset lain dengan harapan mendapatkan keuntungan. Tetapi hanya membiarkannya diam di sana dan tidak melakukan apa-apa.

    Menabung dalam Bitcoin adalah cara terbaik untuk meningkatkan daya beli kamu. Alasannya adalah pasokan terbatas sebesar 21 juta BTC yang ditambah dengan meningkatnya adopsi pengguna. Yang harus kamu lakukan hanyalah ‘duduk’ di atas Bitcoin. Kamu sama sekali tidak perlu menggunakan Bitcoin kamu untuk mengambil risiko.

    Baca juga: Ampun Bang Jago! Ini 7 Aset Kripto Yang Berani Nantang Dominasi Bitcoin!

    Bitcoin bukanlah gelembung raksasa yang ditakdirkan untuk pecah menjadi US$0. Itu hanya sesuatu yang dikatakan para pembenci ketika mencoba mendiskreditkan Bitcoin. Setelah memahami cara kerja protokol Bitcoin, kamu akan sadar bahwa hanya ada sedikit, atau bahkan tidak ada risiko dalam menggunakannya sebagai sarana menabung.

    Fluktuasi harga hanyalah respons dari pelaku pasar dan tidak ada hubungannya dengan bagaimana Bitcoin diatur. Harga Bitcoin padahal sedang mengalami lonjakan tinggi dan siklus pelemahan kecil, yang sebenarnya sedang dalam perjalanan menuju tak terbatas.

    Siapa pun yang membeli atau menggunakan model menabung dengan strategi dollar cost averaging dengan Bitcoin, akan mendapat untung. Sampai nantinya kamu di titik di mana setiap kali kamu menumpuk lebih banyak Bitcoin, kamu mencapai titik tertinggi baru sepanjang masa. Terlepas dari harga Bitcoin saat ini.

    Alasan Lain Kenapa HODL Bakal Membuatmu Cuan

    Seperti kita tahu, saat ini banyak investor institusi atau perusahaan yang ramai-ramai memborong Bitcoin. Dari mulai MicroStrategy hingga Tesla yang memborong Bitcoin senilai US$1,5 miliar atau setara Rp21 triliun. Nah, berikut alasan strategi investasi Bitcoin para investor institusi.

    Suku Bunga Rendah Secara Historis

    Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell menegaskan bahwa kita dapat memprediksi suku bunga mendekati nol di masa mendatang. Hal ini secara negatif mempengaruhi portofolio pendapatan tetap investor dalam obligasi dan treasury, dan menciptakan ruang untuk alokasi ke dalam investasi alternatif.

    Baca juga: Lagi Rame Prediksi Aset Kripto Bakal Bubble, Benarkah?

    Inflasi

    The Fed menargetkan tingkat inflasi rata-rata 2%. Nah, investor yang menggunakan uang tunai atau instrumen berimbal hasil rendah semakin khawatir tentang devaluasi moneter. Apakah ini menjadi alasan yang tepat untuk menyimpan kekayaan di aset lain?

    Ketidakstabilan Geopolitik

    Ketegangan politik antara AS dan China meningkat, dan status mata uang cadangan dolar AS semakin dipertanyakan. Hal ini membuat memegang portofolio yang sebagian besar berdenominasi dolar AS menimbulkan risiko yang melekat pada investor jangka panjang.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Nasdaq, Forbes



    Sumber : pluang.com

  • Nabung di Bank vs Dompet Kripto. Mana yang Lebih Untung?

    Selama ini, kita mengetahui bahwa membuka rekening bank adalah cara utama bagi masyarakat untuk menabung. Banyak manfaat yang bisa didapat dengan menabung di bank, mulai dari keamanan hingga mendapatkan bunga. Namun, seiring perkembangan zaman, kini sudah banyak masyarakat yang mencoba menabung di dompet aset kripto.

    Sejatinya, konsep menabung di aset kripto sama seperti dengan menabung di bank. Kamu bisa menyimpan aset kriptomu di beberapa platform yang menyediakan pembukaan “rekening” menabung.

    Kegiatan ini umumnya dilakukan di dalam ekosistem decentralized finance (DeFi), dan masuk ke dalam kategori staking. Crypto staking sendiri merupakan aktivitas di mana pengguna aset kripto dapat mendulang cuan hanya dengan memvalidasi transaksi atau segala aktivitas yang terjadi di atas sistem blockchain.

    Maka dari itu, tak heran jika kamu nantinya juga bisa mendapatkan cuan dalam bentuk “bunga tabungan” jika menempatkan aset kriptomu di dompet-dompet tersebut. Tapi, kamu pasti kemudian akan bertanya-tanya: Dari mana sumber pendapatan bunga tersebut?

    Lagi-lagi, jawaban tersebut ternyata serupa dengan bank konvensional. Dana yang kamu simpan di dompet-dompet tersebut akan disalurkan lagi ke dalam bentuk pinjaman. Artinya, nanti kamu akan memperoleh pendapatan dari bunga kredit yang diajukan oleh para debitur aset kripto.

    Namun, menyoal besaran pendapatan bunga, sebenarnya manakah yang lebih untung? Menabung di aset kripto? Atau menabung di bank?

    Nah, salah satu platform yang bisa kamu manfaatkan untuk menabung aset kripto adalah Pluang! Kamu bisa menabung Bitcoin atau Ethereum dan mendapatkan imbal hasil hingga 3,5% per tahun. Selain itu, kamu pun bisa mengaksesnya dengan praktis dan bisa menarik tabunganmu kapan saja!

    Baca juga: Mengenal Berbagai Tipe Cryptocurrency Wallet

    Adu Untung Menabung di Bank vs Dompet Aset Kripto

    Salah satu alasan mengapa banyak orang yang mulai bergerak menyimpan kekayaan di dompet kripto adalah imbal hasilnya. Di luar negeri, ternyata banyak platform yang menyediakan imbal hasil tahunan, atau kerennya disebut sebagai Annual Percentage Yield (APY), yang berkisar dari 3% hingga 12%.

    Nah, angka imbal hasil yang tokcer ternyata sukses bikin masyarakat tergoda untuk mengikuti tren menabung ini. Menurut data Defipulse, jumlah total aset kripto terkunci (Total Value Locked/TVL) di aplikasi DeFi sudah mencapai US$65 miliar (per 29 April 2021). Atau, melonjak 7.219% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar US$888,1 juta. Betul, kamu tak salah baca: 7.219%.

    Angka imbal hasil yang lumayan besar ini pun harusnya tidak mengherankan lho, Sobat Cuan. Perlu diketahui bahwa kegiatan pinjam-meminjam di aplikasi DeFi tidak diatur oleh regulator jasa keuangan, sementara tingkat bunganya pun tak diatur oleh bank sentral. Sehingga, tingkat bunga menabung di aktivitas ini bisa berada di level yang tinggi dan terbilang menggiurkan.

    Namun, tingkat bunga yang bisa kamu raih pun tergantung dengan jenis aset kripto yang kamu genggam.

    Di dalam aplikasi menabung kripto, tingkat bunga kerap kali ditentukan oleh sistem-sistem algoritma yang didasarkan pada beberapa faktor seperti tingkat likuiditas dan tingkat transaksi masing-masing aset kripto. Makanya, kamu kerap menemukan bahwa menabung Bitcoin, misalnya, tentu akan menghasilkan APY yang berbeda dengan menyimpan Ethereum.

    Lantas, bagaimana perbedaannya dengan imbal hasil menabung di bank konvensional?

    Menurut data Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI) yang dirilis Bank Indonesia per Februari 2021, tingkat suku bunga tabungan perbankan Indonesia berkisar antara 0,69% hingga 1,21%. Seperti yang terlihat di grafik di bawah ini:

    Sementara itu, suku bunga berjangka rupiah pun tidak sebesar apa yang ditawarkan oleh tabungan kripto. Data tersebut pun bisa dilihat di tabel bawah ini, yang mencantumkan rata-rata  bunga tabungan berjangka di bank umum, bank persero, bank pemerintah daerah, bank swasta nasional, dan bank asing.

    Setelah melihat data-data di atas, kira-kira apa jagoan kamu nih, Sobat Cuan? Menabung di bank? Atau justru makin tertarik menyelami tabungan aset kripto?

    Konsiderasi Menabung di Dompet Aset Kripto

    Pepatah mengatakan bahwa high risk, selalu memberikan high return. Begitu pun dengan menabung di dompet kripto. Meski memiliki bunga yang bikin ngiler, nyatanya kegiatan ini pun memiliki risikonya tersendiri.

    Risiko pertama yang perlu kamu ketahui adalah volatilitas harga aset kripto. Kamu mungkin menyadari bahwa harga aset kripto bisa jungkat-jungkit dalam sekejap. Hal tersebut bisa saja mempengaruhi nilai APY yang kamu inginkan di masa depan. Sebagai contoh, kalau APY menabung kamu sebesar 10% namun harga aset kripto amblas 15%, artinya kamu akan tekor 5% secara riil, kan?

    Kemudian, rsiko kedua yang perlu kamu pahami adalah masalah likuiditas. Di dalam kegiatan menyimpan aset kripto, kamu tak bisa menariknya sesuka hatimu. Ini lantaran beberapa platform aset kripto mengharuskan penggunanya untuk “mengunci” aset kriptonya selama periode tertentu. Bisa jadi sehari, atau hingga 90 hari.

    Jadi, kalau harga aset kripto kamu amblas di periode “kunci” tersebut, kamu tentu tak bisa menariknya begitu saja. Ya, tanggung sendiri risikonya ya, Sobat Cuan!

    Yang terakhir, kamu juga perlu tahu bahwa imbal hasil menabung aset kripto hanya berupa simple interest. Artinya, tabungan kamu tak bisa membangun bunga majemuk (compound interest) di jangka panjang. Meski demikian, tentu imbal hasil tabungan aset kripto tetap bikin kamu tertarik, kan?

    Sobat Cuan tertarik untuk menabung aset kripto? Yuk, nabung di Pluang! Kamu bisa mendapatkan imbal hasil hingga 3,5% per tahun hanya dengan menabung Ethereum dan Bitcoin. Selain itu, kamu juga bisa menarik tabunganmu kapan saja, hanya di Pluang!

    Baca juga: Mau Coba Simpan Aset Kripto di Dompet DeFi? Berikut Tipsnya!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Forbes, SEKI Bank Indonesia



    Sumber : pluang.com

  • Ada Prediksi Harga Bitcoin Turun, Apakah Itu Hal Wajar?

    Sobat Cuan, seperti kita ketahui harga Bitcoin saat ini sedang dalam situasi yang volatil hingga muncul prediksi harga Bitcoin turun. Hal itu pun disadari oleh beberapa jasa penasihat keuangan internasional. Salah satunya adalah Guggenheim Partners yang mengatakan bahwa aset kripto terbesar di dunia itu telah naik terlalu jauh. Bahkan, terlalu cepat.

    “Mengingat pergerakan besar-besaran yang kita alami dalam harga Bitcoin jangka pendek, semuanya menjadi sangat ‘berbusa’. Saya pikir kita akan memiliki koreksi harga besar dalam Bitcoin,” kata Global Chief Investment Officer Guggenheim Partners Scott Minerd .

    Guggenheim Partners sendiri mengaku optimistis dengan outlook harga Bitcoin di jangka panjang. Namun, tidak demikian untuk menaksir harga Bitcoin di jangka pendek. Sebagai buktinya, saat ini Bitcoin diperdagangkan di bawah US$55.000 per token. Padahal seminggu sebelumnya Bitcoin menembus level tertinggi sepanjang masa hampir US$65.000.

    “Saya pikir bisa mengalami pelemahan ke US$20.000 hingga US$30.000 untuk Bitcoin, yang akan menjadi penurunan 50%,” imbuh dia.

    Apakah Harga Bitcoin Turun Adalah Hal Normal?

    Tetapi, di kesempatan yang sama, Minerd mengatakan bahwa kejadian ini juga pernah terjadi sebelumnya. Ia mengatakan bahwa penurunan harga sementara ini merupakan evolusi normal dalam pasar bullish jangka panjang. Di mana, nantinya harga Bitcoin akhirnya bisa mencapai antara US$400.000 hingga US$600.000 per unit.

    Ia masih meyakini bahwa kelangkaan Bitcoin akan masih menjadi pendorong kenaikan harga raja aset kripto ini. Sekadar informasi, di dunia ini hanya terdapat 21 juta keping Bitcoin yang akan habis ditambang 2021 mendatang. Sesuai hukum permintaan dan penawaran, maka menipisnya suplai akan mengarah ke kenaikan harga.

    Sebelumnya, Minerd pernah membagikan pandangan ini ketika harga Bitcoin melampaui level US$20.000 untuk pertama kalinya pada Desember 2020.

    Baca juga: Alasan Kenapa HODL adalah Strategi Investasi Bitcoin yang Bikin Cuan

    Harga Bitcoin Pernah Turun karena Crypto Winter, Namun Terbukti Bangkit

    Bitcoin terus mengalami reli besar-besaran yang dimulai pada tahun 2020, dengan melonjak hampir 90% sepanjang tahun ini. Adopsi Bitcoin oleh institusi dan perusahaan dinilai sebagai salah satu faktor yang memicu kebangkitannya.

    Beberapa perusahaan seperti Tesla menginvestasikan sebagian dari kepemilikan kas mereka dalam Bitcoin. Sementara itu, perusahaan jasa keuangan dari Mastercard hingga Goldman Sachs mulai menyediakan produk yang terkait aset kripto.

    Meski demikian, laju kenaikan Bitcoin mulai mengkhawatirkan. Bahkan oleh beberapa figur bullish seperti Minerd, yang juga memperingatkan pelemahan besar jangka pendek pada awal tahun ini. Sementara beberapa pihak bearish terus berpendapat bahwa Bitcoin berada dalam bubble yang pada akhirnya akan pecah.

    Bill Miller, value investor kawakan yang telah memiliki Bitcoin selama bertahun-tahun, mengatakan bahwa dia tidak khawatir tentang aset kripto yang berada dalam gelembung.

    Baca juga: Bitcoin Amblas Bukan Kiamat! Ini Prediksi Harga Bitcoin Naik Selanjutnya!

    Ia merujuk situasi pada tahun 2017, ketika mencapai rekor tertinggi hampir US$20.000. Dimana Bitcoin kemudian terus turun tajam di bulan-bulan berikutnya, kehilangan sekitar 80% nilainya yang dikenal sebagai “crypto winter” atau “musim dingin kripto”.

    “Pasokan [Bitcoin] tumbuh 2% setahun dan permintaan tumbuh lebih tingga. Hanya itu yang perlu diketahui, dan itu berarti harga semakin tinggi. Namun ini mungkin bukan pergerakan mulus ke atas, karena volatilitas adalah ‘harga’ yang Anda bayar untuk performa Bitcoin,” kata Miller.

    Ingat Siklus Empat Tahunan Bitcoin

    Jika merujuk pada ucapan analis di atas, bisa disimpulkan bahwa amblasnya harga Bitcoin belakangan ini mungkin adalah hal yang wajar. Nah, untuk memahaminya lebih lanjut, ada baiknya kita mengunjungi kembali pembahasan mengenai siklus aset kripto.

    Bagi mereka yang menggandrungi aset kripto, mungkin tahu soal mitos yang mengatakan bahwa harga Bitcoin memiliki siklus tersendiri. Yakni, satu siklus di mana tren harga Bitcoin punya pola yang berulang dalam kurun empat tahunan.

    Kondisi tersebut mulai menjadi perhatian peminat Bitcoin setelah melihat anjloknya harga Bitcoin pada 2019 lalu. Para analis dan investor meyakini bahwa siklus harga Bitcoin empat tahunan memiliki empat fase berbeda di setiap tahunnya. Fase itu antara lain Fase Harga Eksponensial, Fase Harga Terkoreksi, Fase Harga Pemulihan, dan Fase Harga Berkelanjutan.

    Menurut teori tersebut, seharusnya Bitcoin memasuki fase harga berkelanjutan di tahun 2021 ini. Yakni, fase di mana psikologis investor tengah termotivasi untuk melakukan aksi beli ketimbang aksi jual meski harga tengah menanjak.

    Kendati “ilmu” ini dipercaya oleh fans Bitcoin garis keras, nyatanya masih ada yang meragukan akurasi dari pola yang dimaksud.

    Baca juga: Ampun Bang Jago! Ini 7 Aset Kripto Yang Berani Nantang Dominasi Bitcoin!

    Analis aset digital Benjamin Cowen adalah salah satu diantaranya. Menurutnya, siklus harga Bitcoin tidak akan selalu terjadi selama empat tahun sekali lantaran mekanisme permintaan-penawaran Bitcoin pasti juga akan berubah seiring waktu.

    Tak hanya itu, semakin maraknya jumlah investor Bitcoin juga tentu telah mengubah pendapat pelaku pasar secara keseluruhan ihwal sentimen bullish dan bearish harga Bitcoin. Oleh karenanya, ia percaya bahwa satu fase harga Bitcoin, misalnya harga terkoreksi atau fase harga pemulihan, bisa saja terjadi lebih dari setahun atau bahkan dua tahun di masa depan.

    Namun, apapun prediksinya, seluruh ahli tersebut sepakat bahwa memang harga Bitcoin suatu saat akan pulih di masa depan. Nah, apakah Sobat Cuan tak mau memanfaatkan momen saat ini untuk menyerok Bitcoin demi cuan masa depan? Langsung saja, yuk, investasi di Pluang!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: CNBC



    Sumber : pluang.com

  • Mau Belanja Lebaran Tapi Gak Nguras Kantong? Nih, Simak Triknya di Sini!

    Momen Lebaran kerap menghadapkan kita pada berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi. Dari urusan dapur, busana baru, hingga menyiapkan “salam tempel” THR untuk sanak famili. Kalau sudah begini, mungkin kamu butuh tips belanja hemat lebaran agar semua keinginanmu terpenuhi.

    Tapi, dari tahun ke tahun, kamu tentu semakin bisa memahami apa saja kebutuhanmu di saat lebaran. Lebaran memang kerap identik dengan hal-hal itu: sajian makanan khas lebaran, barang-barang baru, dan tentunya pakain baru yang bisa dikenakan saat hari raya.

    Meski berbagai hal itu bukan suatu keharusan, tapi tentunya karena sudah menjadi tradisi, kamu sudah mempersiapkannya sejak jauh-jauh hari, bukan?

    Apalagi ada Tunjangan Hari Raya (THR) yang dapat kamu manfaatkan untuk berbelanja. Agar uang THR-mu tidak habis begitu saja, ada beberapa jalan yang kamu lakukan untuk mengontrolnya agar tidak cepat ludes.

    Untuk menghindari boros saat lebaran, kamu perlu menyusun strategi agar bisa hemat. Berikut ini tips belanja hemat liburan yang dapat kamu terapkan.

    Baca juga: Jangan Tunda Lagi! Ini 8 Langkah Mengatur Keuangan yang Bisa Kamu Lakukan Sekarang!

    1. Menentukan Anggaran Lebaran

    Budget adalah kunci dalam berbagai strategi finansial yang jitu. Kalau kamu sudah punya daftar belanja untuk keperluan lebaran, ini saatnya merinci dan melakukan hitung-hitungan berapa dana yang kiranya akan kamu butuhkan untuk belanja lebaran.

    Ada baiknya juga kamu mematok anggaran belanja tersebut untuk dibelanjakan sebelum hari H lebaran. Jadi, sebaiknya kamu belanja berbagai kebutuhan lebaran sejak jauh-jauh hari sebelum Ramadan.

    Selain menyiapkan dana untuk belanja, tentunya kamu juga perlu menyiapkan anggaran untuk THR dan parsel. Nah, coba hitung baik-baik, deh, semua kebutuhanmu di kala lebaran ini. Buatlah daftar siapa saja yang perlu diberikan THR dan parsel. Kalau perlu, jauh-jauh hari kamu sudah menyiapkannya ke dalam amplop-amplop terpisah.

    2. Menyusun Rencana Belanja

    Daftar prioritas adalah kunci selanjutnya dari belanja yang efektif. Tentunya kita selalu memiliki banyak kebutuhan yang mesti dipenuhi. Fokus membuat rincian peringkat seberapa pentingnya barang-barang belanjaanmu tersebut tentu akan membantumu belanja lebih efektif.

    Tips belanja hemat lebaran ini juga dapat membantumu untuk terhindar dari godaan membelanjakan uang untuk barang-barang yang di luar skala prioritas.

    Kamu juga bisa menyederhanakan prioritas tersebut. Misalnya saja, kamu dapat menyederhanakan menu makanan yang akan disajikan saat Ramadan.

    Yang pasti, selalu sesuaikan pengeluaran di saat Lebaran ini dengan pemasukan juga anggaran yang telah kamu sediakan.

    3. Memilih Tempat Belanja

    Saat berbelanja, ingatlah bawa uang secukupnya saja dan jangan tergiur dengan diskonan. Kalau perlu, amankan kartu kreditmu dari jangkauan. Dalam tips belanja hemat lebaran, kamu tentu sering membaca soal mindset belanja hemat, nah ini saatnya kamu untuk menerapkannya.

    Pilih tempat belanja yang menyediakan semua barang kebutuhanmu dengan harga murah dan lokasinya dekat dengan rumahmu. Ini dapat menghemat biaya transportasi menuju toko tersebut. Kalau kamu ingin menghemat ongkos transportasi, kamu malah sekalian dapat berbelanja online saja.

    Mencari referensi tempat belanja dari internet dapat menjadi tips belanja yang perlu kamu coba. Carilah barang-barang yang kamu incar dari daftar di internet, lalu bandingkan harganya di tiap e-commerce.

    Baca juga: Sukses dalam Semalam? Pelajari 7 Hal Ini Jika Kamu Mau Kaya!

    4. Belanja Berdasarkan Kebutuhan, Bukan Keinginan

    Pikirkan matang-matang sebelum berbelanja: apakah barang yang akan kamu beli itu bersifat kebutuhan ataukah sekadar keinginan sesaat saja?

    Jangan sampai anggaran belanja membengkak karena kamu memasukkan lebih banyak barang yang tidak benar-benar kamu butuhkan. Karena itu, pastikan kamu betul-betul membelanjakan anggaranmu untuk kebutuhanmu dan keluarga.

    5. Jangan Terburu-buru dalam Belanja, Incarlah Diskonan

    Tips belanja hemat lebaran yang ampuh dari tahun ke tahun: manfaatkanlah momen diskon. Jelang lebaran, ada banyak toko yang kerap mengadakan diskon besar-besaran. Nah, kamu dapat memanfaatkan momen ini untuk membeli barang-barang yang telah masuk ke dalam daftar incaranmu.

    Di saat bersamaan, jangan lupa untuk menahan diri dan melakukan pembelian sesuai dengan kebutuhanmu. Jangan sampai kamu kalap membeli lebih banyak daripada yang kamu butuhkan.

    6. Ingat untuk Menyisihkan Uang Belanjamu

    Seberapa banyak pun pengeluaranmu di saat lebaran ini, jangan lupa untuk menyisihkan sebagian uang belanjamu. Jangan sampai benar-benar menghabiskan uang yang kamu miliki hanya untuk membeli keperluan lebaran.

    Tetap ingat, setelah lebaran berakhir, ada banyak keperluan lain yang masih membutuhkan alokasi dana yang sama matangnya. Hidup masih terus berlanjut. Jadi, jangan lupa juga untuk menambahkan sisa dana dari anggaran belanja lebaranmu ke dalam pos dana daruratmu.

    Jika kamu sukses menjalankan tips belanja hemat lebaran di atas, selain menyisihkan dana untuk tabunganmu, ingatlah juga untuk membayar zakat, bersedekah, dan infaq. Sisihkan dana THR sekitar 10 persen untuk memperbanyak amalan infak dan sedekah.

    Tentunya Ramadan menjadi momentum terbaik untuk beramal dan berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Liputan 6, Tokopedia



    Sumber : pluang.com

  • Mengenal Rencana Pajak Capital Gain yang Kini Disebut Ancaman SP 500

    Pekan lalu merupakan momen yang sangat baik bagi investasi indeks saham Amerika Serikat, S&P 500. Di tengah kinclongnya pelaporan keuangan perusahaan S&P 500, atau biasa disebut earning season, nilai indeks yang dihuni 505 perusahaan beraset jumbo itu terus merangkak naik. Kini, nilai indeks S&P 500 sudah mendekati level 4.200 pada Kamis (29/4).

    Hanya saja, kini analis mulai memprediksi bahwa moncernya nilai indeks S&P 500 bakal terhadang oleh dua hal: Ekspektasi inflasi dan kebijakan pemerintah Amerika Serikat (AS) yang berencana menaikkan pajak capital gain. Alias, pajak atas keuntungan investasi.

    Khusus untuk pajak capital gain, ini merupakan wacana kebijakan baru yang diajukan Presiden AS, Joe Biden. Yang mengejutkannya, dalam proposalnya, Biden akan melipatgandakan tarif pajak tersebut. Tak berhenti sampai situ, pasar saham AS juga harus menghadapi rencana kenakan pajak penghasilan pada orang-orang kaya.

    Respons pasar sudah langsung terlihat. Pada perdagangan Kamis (22/4), nilai indeks S&P 500 langsung jatuh ke level 4.183,18. Ini terjadi sepekan sebelum perusahaan teknologi besar raksasa S&P 500, yang biasa menjadi penopang indeks saham Amerika Serikat, mengumumkan kinerja perusahaannya di kuartal I.

    Mungkin, hal ini akan menjadi mimpi buruk bagi investor — untuk sementara. Ketua dan Anggota Pengelola Hedge Fund Great Hill Capital LLC, Thomas Hayes mengatakan indeks S&P 500 bisa saja merosot 2.000 poin jika proposal kenaikan pajak ini diloloskan.

    Namun pandangan berbeda diungkapkan oleh Manajer Portofolio Kingsview Investment Management Chicago, Paul Nolte. Memang, aksi jual dari investor akan marak dalam jangka pendek sebagai bentuk reaksi spontan jangka pendek atas rencana tersebut.

    “Namun, setelah menjualnya, baru kemudian investor mempertanyakan mengapa kebijakan itu diambil,” jelasnya.

    Baca juga: Apa Itu Venture Capital?

    Penjelasan Pajak Capital Gain, yang Kini Dianggap Ancaman Investasi S&P 500

    Dalam proposalnya, Biden mengusulkan bahwa pajak capital gain akan dipasang 39,6% bagi mereka yang berpenghasilan lebih dari US$1 juta. Usulan pajak tersebut ternyata hampir dua kali lipat dari tarif pajak saat ini yang sebesar 20%.

    Selain perkara keuntungan investasi, Biden juga berencana untuk menaikkan tarif pajak pendapatan marginal dari 37% ke 39,6%.

    Pemerintah AS harus menempuh kebijakan tersebut demi membiayai stimulus US$1 triliun dalam program “Rencana Keluarga Amerika”. Dana tersebut akan disalurkan untuk penitipan anak, pendidikan pra taman kanak-kanak universal, dan cuti berbayar untuk kelas pekerja.

    Lantas, mengapa isu ini menjadi besar di kalangan pasar saham? Sekadar informasi, pajak capital gain dikenakan terhadap cuan yang dihasilkan dari penjualan sebuah aset investasi. Termasuk cuan dari kegiatan menjual saham-saham perusahaan.

    Dengan demikian, trader dan investor saham perlu kian waswas. Sebab, kini seluruh keuntungan yang mereka hasilkan dari jual-beli saham akan semakin mini seiring kenaikan tarif pajak tersebut. Akibatnya, investasi saham menjadi kian tak menguntungkan, memaksa mereka untuk mencari kegiatan lain yang bisa mendulang untung lebih baik.

    Namun, pajak ini tidak akan berlaku jika sang investor belum menjual aset genggamannya. Selain itu, pajak ini hanya akan berlaku sesuai dengan bracket-bracket penghasilan sang Wajib Pajak (WP) per tahunnya.

    Namun, apakah benar kenaikan pajak capital gain akan mempengaruhi kinerja indeks S&P 500?

    Tidak Ada Hubungan Antara Pajak Capital Gain dan S&P 500?

    Di tengah ancaman tersebut, beberapa analis mengatakan bahwa investor tak perlu cemas dengan wacana tersebut.

    “Sampai belum ada kejelasan informasi tentang pajak capital gain, pada umumnya pasar akan bergerak tanpa arah. Namun, yang terpenting adalah dampak dari keuntungan perusahaan teknologi di S&P 500 yang semua laporan keuangannya dirilis minggu ini,” ungkap Hayes.

    Ya, di tengah isu kenaikan pajak, rupanya pasar lebih memilih untuk memperhatikan kinerja keuangan raksasa teknologi dunia seperti Microsoft Corp (MSFT.O), Induk Google Alphabet Inc (GOOGL.O) dan Facebook Inc (FB.O) yang baru saja melaporkan kinerja kuartalan pekan ini. Di mana, seluruh hasilnya ternyata cukup bikin investor tersenyum lebar.

    Lagipula, mau ada kebijakan baru ataupun tidak, kinerja S&P 500 memang terbukti menorehkan capaian luar biasa sepanjang kuartal I tahun ini. IBES Refinitiv memproyeksikan, penghasilan perusahaan-perusahaan di S&P 500 akan melesat 31,9% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

    Selain itu, banyak juga investor yang menerima rencana kebijakan tersebut dengan lapang. Bahkan, mereka beranggapan bahwa efek dari proposal tersebut hanya bersifat terbatas. Salah satunya adalah tim analis UBS Global Wealth Management yang masih belum menemukan hubungan secara historis antara perubahan tarif pajak capital gain dengan kinerja pasar saham.

    “Meskipun kami juga tidak bisa mengesampingkan adanya volatilitas secara sederhana pada pasar ekuitas karena investor bereaksi terhadap proposal ini. Tetapi, umurnya akan sangat pendek,” katanya.

    Lagipula pasar saham saat ini tentu lebih tahan banting, mengingat pukulan pajak capital gain ini bukan pertama kalinya terjadi di investasi S&P 50. Hanya saja, dampaknya terbilang berbeda-beda.

    Sejarah Telah Membuktikan: Pajak Tak Bisa Goyahkan S&P 500

    Kepala Strategi Pasar LPL Financial Ryan Detrick menjelaskan, nilai return indeks S&P 500 pada tahun 1969 dan 1976 memang sempat merosot dalam enam bulan setelah meningkatnya tarif pajak capital gain di tahun-tahun tersebut.

    Namun hal berbeda terjadi pada 1987 dan 2013. Sebab, dalam waktu enam bulan setelah kenaikan tarif, indeks S&P 500 ternyata melonjak secara signifikan.

    Sementara itu, analisis data Morningstar yang dilakukan Matthew Miskin memperlihatkan bahwa investor menarik US$38 miliar dari pasar ekuitas dan ETF enam bulan menjelang kenaikan tarif pajak capital gain di 2013. Namun, pada enam bulan ke depan, dana tersebut mampu menghasilkan US$58 miliar lantaran S&P 500 naik 18% selama setahun berikutnya.

    “Hal ini menunjukkan jika investor menyerahkan portofolio sahamnya, kemungkinan besar investor akan kehilangan momentum. Pasar saham mungkin akan turun setelah adanya pergerakan kuat, tetapi rasanya risiko utamanya bukan terletak pada pajak capital gain,” jelas Miskin.

    Baca juga: Apa Itu Capital Gain?

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Reuters, Bloomberg, Fidelity, Investopedia



    Sumber : pluang.com

  • Investor Kripto RI Tembus 4,2 Juta. Gimana Caranya Agar Kita yang Paling Cuan?

    Animo masyarakat akan aset kripto sedang memuncak pada kuartal pertama 2021 ini. Data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menunjukkan bahwa 4,2 juta investor telah tercatat berinvestasi aset kripto. Dengan semakin mudahnya cara trading cryptocurrency, tak heran masyarakat kian merangsek masuk pasar kripto.

    Jumlah investor aset kripto bahkan mengalahkan jumlah investor saham. Per Februari, data Single Investor Identification (SID) saham dalam Bursa Efek Indonesia sebanyak 2 juta investor. Tepatnya, sebanyak 2.001.288 akun investor. Angka ini naik 18,05% atau naik sebanyak 306.020 SID dibanding akhir 2020, sebanyak 1,69 juta akun SID saham.

    Melihat perbandingan data tersebut, muncul kekhawatiran akan terjadinya pergeseran investor bursa saham ke aset digital secara masif. Bahkan, Bappebti menaksir bahwa minat investor akan aset ini akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

    Jika diibaratkan, maka jumlah investor aset kripto tersebut lebih banyak dibandingkan satu penduduk provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang hanya 3,7 juta orang. Dengan banyaknya peminat aset kripto yang mengambil ceruk cuan di dalamnya, tentu kompetisi antar mereka di dalamnya akan semakin sengit, bukan?

    Lantas, bagaimana sih, caranya agar seorang trader atau investo aset kripto punya cuan lebih unggul dibanding yang lainnya?

    Baca juga: Langkah Sukses Trading, dari Stopp Loss Sampai Ubah Perspektif!

    Pahami Dasar-dasar Berinvestasi Kripto

    Sukses menjadi seorang investor atau trader aset kripto tentu tidak bisa diperoleh dalam semalam. Mereka yang berhasil cuan dari kripto umumnya memantau terus perkembangan harga tiap koin kripto dan juga perkembangan nilai token.

    Tujuan para trader jelas: beli aset kripto saat murah, dan jual kembali saat harganya melambung. Sementara, para investor menjaga asetnya dalam jangka panjang dan menanti kejutan keuntungan yang dihasilkan dari bertahun-tahun investasinya.

    1. Ketahui Hubungan Antara Risiko dan Cuan

    Investor dan trader aset kripto yang sukses tahu bahwa cara trading cryptocurrency terbaik adalah memperhatikan kaitan antara besar risiko dan imbal hasil dari koin kriptonya.

    Tentunya Sobat Cuan sudah familiar dengan istilah high risk, high return dalam investasi saham, bukan? Kurang lebih hal serupa pun berlaku ketika berinvestasi di aset kripto. Semakin besar risiko yang berani kamu ambil, maka semakin besar pula imbal hasil yang akan diperoleh.

    2. Terapkan Analisis Teknis

    Seperti halnya investasi di jenis aset lainnya, investasi aset kripto yang tepat pun mensyaratkan kita untuk memahami aspek fundamental dan teknis dari aset kripto.

    Tren secara umum menunjukkan arah pergerakan cuan aset kripto. Uptrends menggambarkan serangkaian titik tertinggi (pada resistance points) dan titik terendah (support levels). Analisis teknis yang lebih kompleks biasanya melibatkan berbagai teknik dan strategi investasi. Kamu mungkin sudah familiar dengan istilah Fibonacci retracements, moving averages, dan Bollinger bands dalam kamus cuan, kan? Berikut ini ringkasannya:

    Cara trading cryptocurrency dengan Fibonacci retracements: pelacakan cuan bisa kamu lakukan dengan melihat dua titik ekstrem pada grafik (titik tinggi dan terendah) dan membagi jarak vertikal dengan rasio Fibonacci berikut: 23,6%, 38,2%, 50%, 61,8%, dan 100%. Selanjutnya, garis horizontal ditarik ke kemungkinan level support dan resistance.

    Moving averages: indikator analisis teknis yang menunjukkan SMA (simple moving average) dengan mengambil harga rata-rata selama periode tertentu dan EMA (exponential moving average) yang menunjukkan bobot lebih besar harga aset terkini.

    Cara trading cryptocurrency dengan Bollinger bands: indikator ini menunjukkan garis yang dihubungkan dengan dua deviasi standar atas dan bawah rata-rata pergerakan sederhana dari grafik pergerakan harga aset kripto. Banyak trader percaya bahwa ketika titik bergerak ke garis bawah, maka itulah saatnya untuk membeli, dan sebaliknya.

    3. Ikuti Sentimen Komunitas Kripto dan Pantau Berita

    Investor dan trader sukses umumnya terus melacak informasi terkini dari berita maupun diskusi komunitas aset kripto. Berita dapat memberi gambaran pergerakan harga aset kripto dari waktu ke waktu. Untuk menjadi investor yang berhasil mendulang cuan, tetap aktif dalam komunitas Blockchain dan juga memantau perkembangan berita industri tentu akan memperkaya analisismu.

    4. Pahami Order Types: Limits dan Stop Losses

    Dalam pertukaran aset digital, seorang investor yang baik perlu tahu cara mendayagunakan berbagai alat dalam trading yang dapat membantu menghindari kerugian berlarut-larut. Gunakanlah stop losses dan limit orders untuk menghindari rugi berlebihan ketika nilai aset sedang jatuh. Strategi mitigasi ini memungkinkanmu untuk mencapai harga maksimum aset kripto tertentu dan terus mempertahankannya.

    Baca juga: Investasi Cryptocurrency, Apa Saja yang Perlu Diketahui?

    Aturan Cuan dari Kripto

    1. Berinvestasilah dengan Dana yang Memang Ditujukan untuk Investasi

    Sebelum memulai investasi, pastikan kamu telah mengamankan berbagai keperluan dasar dalam hidupmu. Baik itu anggaran untuk kebutuhan sehari-hari atau keperluan dana darurat.

    Setelahnya, dari dana yang masih bisa disisihkan setelah memenuhi kebutuhan tersebut, barulah yakinkan dirimu untuk mengambil investasi.

    2. Fokuskan Perhatian pada Bitcoin dan altcoins

    Cara trading cryptocurrency yang umumnya disarankan adalah dengan memantau pergerakan harga altcoins dan Bitcoin. Waktu terbaik untuk pertumbuhan altcoin adalah saat harga Bitcoin mengalami pertumbuhan atau penurunan organik.

    3. Diversifikasikan Koin Kriptomu

    Jangan taruh asetmu hanya pada satu kelas aset. Untuk investasi di kripto, kamu juga bisa mencoba diversifikasi aset kripto di berbagai jenis altcoins, bukan hanya di aset kripto dengan valuasi yang tinggi saja.

    Banyak investor sukses yang memegang multiple coins di waktu bersamaan. Dari tahun 2016 hingga 2018, valuasi Corgicoin meningkat hingga 60.000 kali, sementara Verge meningkat hingga 13.000 kali. Bitcoin dan Ethereum tentunya memberi cuan yang cukup besar juga, tapi tidak ada salahnya untuk berinvestasi juga di berbagai altcoins, bukan?

    4. Kenali Aset Investasimu

    Jangan jadi investor yang buta pasar. Kenali betul-betul profil dari setiap koin kripto yang kamu koleksi dalam dompet kriptomu. Kalau perlu, kamu dapat menyelidiki juga siapa saja investor institusional yang menaruh investasinya pada koin kripto tersebut.

    5. Jangan FOMO

    Mengikuti tren barangkali bisa berguna. Tapi tidak setiap waktu. Cara trading cryptocurrency yang sukses umumnya mengharuskan seorang investor untuk dapat mengikuti instingnya atas pergerakan aset. Dan insting ini pun bukan berasal dari “investasi buta”. Seorang investor perlu memahami berbagai aspek fundamental maupun teknis dari aset kripto incarannya.

    6. Kendalikan Dirimu

    Seorang investor yang baik tahu bagaimana mengendalikan emosinya, terutama ketika rasa takut dan kemaruk sedang menghantui. Kontrol emosi yang baik ini yang membedakan seorang investor sukses dibandingkan orang-orang kebanyakan.

    Jadi, untuk menerapkan cara trading cryptocurrency yang berhasil, kamu mesti memastikan dapat mengendalikan emosi dengan baik ketika harga asetmu tidak sesuai harapan. Terkadang kita merugi, dan terkadang kita kehilangan kesempatan cuan, tapi itu tidak perlu menjadi akhir dari investasi pada aset tertentu yang kita percayai nilainya akan tetap terjaga dan meningkat.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: CNBC, Bitrates, Hackernoon



    Sumber : pluang.com