Author: 10

  • Bunga Nabung Kripto Tinggi Banget, Apakah Beneran Bikin Kamu Auto Cuan?

    Sobat Cuan pecinta aset kripto mungkin sudah familiar dengan menabung di aset kripto. Belakangan, kegiatan ini menjadi alternatif cari cuan dari aset kripto yang paling yahud selain trading atau investasi pada umumnya. Apalagi kalau bukan karena tingkat bunga menabung aset kripto yang tinggi banget.

    Seperti yang telah dijelaskan di artikel berikut, menabung di aset kripto memiliki imbal hasil lumayan dibanding menabung di perbankan. Selain itu, Sobat Cuan pun tak perlu khawatir soal risiko naik-turun suku bunga acuan hanya untuk menikmati untung dari menabung aset kripto.

    Namun pertanyaannya, apakah bunga yang tinggi memang selalu bikin kamu auto cuan? Apakah ada risiko yang bisa bikin jumlah tabungan kamu merosot?

    Jawabannya adalah, bunga tabungan aset kripto belum tentu bikin kamu cuan. Untuk mencari alasannya, Sobat Cuan perlu kembali ke konsep high risk, high return dalam investasi. Ya, betul. Semakin tinggi cuan yang didapat, artinya ada risiko besar pula yang mengintai di belakangnya.

    Tapi, bukan berarti Sobat Cuan tidak bisa memitigasi risikonya. Kamu masih bisa cuan dalamm menabung aset kripto asal sudah kenal betul dengan produk satu ini.

    Seperti apa sih, risiko-risiko yang bisa menghambat kemajuan cuanmu dalam menabung aset kripto? Yuk, simak artikel ini baik-baik ya, Sobat Cuan!

    Baca juga: Mau Coba Simpan Aset Kripto di Dompet DeFi? Berikut Tipsnya!

    Mengenal Risiko Menabung Aset Kripto

    Meski bunga menabung aset kriptomu tinggi, kamu juga perlu mengetahui beragam risiko yang bisa bikin bunga menabung aset kriptomu percuma.

    Risiko-risiko ini bukan bermaksud membuat kamu jadi takut menabung aset kripto, Sobat Cuan. Namun, agar kamu bisa mengendalikan ekspektasi ketika menaruh uangmu di platform menabung aset kripto.

    Terkadang, ketidakmampuan kita dalam mengelola ekspektasi bikin kita membuat keputusan investasi dengan emosi. Makanya, sebagai Sobat Cuan yang baik dan budiman, kamu perlu membuat segala keputusan dengan kepala dingin.

    Nah, tanpa berpanjang lebar lagi, apakah kamu sudah siap mengetahui risiko menabung aset kripto?

    1. Faktor Perubahan Aset Kripto

    Ini merupakan risiko paling besar yang bisa bikin tabungan aset kriptomu buntung.

    Seperti yang kita tahu, pergerakan aset kripto cukup volatil. Harganya bisa longsor dalam sekejap, namun juga bisa melejit beberapa saat kemudian. Hal itu tentu saja akan mempengaruhi imbal hasilmu dalam menabung aset kripto.

    Sebagai contoh, bayangkan kamu menabung Bitcoin di sebuah platform menabung aset kripto dengan tingkat imbal hasil (Annual Percentage Yield/APY) 6% per tahun. Namun, saat kamu menabung aset kripto, harga Bitcoin tiba-tiba anjlok hingga 10%.

    Artinya, cuan yang kamu dapat tentu juga akan terkikis. Bunga menabung aset kripto yang kamu dambakan pun pupus begitu saja.

    2. Risiko Penyerangan Smart Contract

    Mungkin, kamu sudah tahu bahwa menabung di aset kripto adalah bagian dari kegiatan yield farming maupun crypto staking menggunakan aplikasi keuangan terdesentralisasi, atau disebut Decentralized Finance (DeFi). Penjelasan mengenai yield farming dan crypto staking bisa kamu baca di artikel ini.

    Nah, aplikasi DeFi sendiri bergerak “dimotori” oleh teknologi smart contract yang berjalan di atas sistem blockchain Ethereum.

    Smart contract tersebut menggantikan peran perantara yang biasa terdapat di sistem jasa keuangan konvensional. Sehingga, hidup dan mati aktivitas menabung aset kripto sangat tergantung dengan keberlangsungan smart contract itu sendiri.

    Hanya saja, smart contract rentan terpapar peretasan. Sebab, mereka bisa dengan mudah memanipulasi kode-kode yang terdapat di smart contract dengan menebar bugs. Bahkan, pencipta Ethereum, Vitalik Buterin, juga pernah mengakui dalam sebuah siniar bahwa ini adalah risiko terbesar dari teknologi smart contract.

    Ketika smart contract dalam bahaya, hal itu bisa saja membuat jagat DeFi terguncang. Bahkan, aksi jahat itu bisa saja bikin saldo tabungan aset kriptomu menjadi kosong.

    3. Risiko Internal

    Dalam menilai risiko menabung aset kripto, kamu jangan terlalu fokus ke risiko eksternal saja. Karena, siapa tahu bunga menabung aset kriptomu jadi sia-sia karena kesalahan kamu sendiri.

    Misalnya, adalah salah memilih jenis tabungan. Mungkin kamu tadinya ingin nyemplung di yield farming di mana kamu bisa mengambil aset kriptomu kapan pun. Tapi ternyata, kamu salah memilih jenis tabungan kripto dengan masuk ke crypto staking. Di mana, kamu perlu menyimpan asetmu secara jangka panjang dan tak bisa menariknya kembali ketika pasar kripto lagi amburadul.

    Maka dari itu, kamu harus memahami jenis tabungan kripto yang akan kamu masuki. Jangan sampai tingkat bunga yang tinggi bikin kamu gelap mata dan urung mempelajari seluk-beluknya.

    Baca juga: Apakah Aman Menabung di Dompet Aset Kripto? Yuk, Simak di Sini!

    Kala Bunga Menabung Aset Kripto Tak Bisa Diandalkan, Saatnya Mitigasi Risikomu!

    Namun, serangkaian risiko di atas tidak sepatutnya bikin kamu menjauhi menabung aset kripto, Sobat Cuan. Sebab, yang namanya risiko pasti selalu bisa dimitigasi. Lantas mitigasi apa yang bisa kamu lakukan?

    1. Sebagai pemula, pastikan kamu tidak menaruh semua aset kriptomu di tabungan aset kripto. Tujuannya, agar keterpaparan kamu terhadap risiko menabung kripto kian minim.
      Ingat, diversifikasi adalah kunci penting dalam berinvestasi. Jangan biarkan dirimu terpapar risiko besar yang berasal dari satu aset dan sebar risikomu ke beragam aset lainnya.
    2. Menabung sekala berkala. Kamu bisa lakukan metode ini untuk membiasakan dirimu di ekosistem investasi aset kripto. Sehingga, yang perlu kamu lakukan adalah menabung aset kripto sedikit demi sedikit di platform yang memungkinkan kamu menarik tabunganmu kapan saja.
    3. Tetap mawas diri. Mereka yang baru kecebur di aset kripto sebagian besar memiliki masalah yang sama: Malas mencari tahu informasi dan perkembangan aset kripto. Padahal, sikap mawas diri ini penting demi mencegah kamu dari kerugian hakiki.
      Jika kamu melihat harga aset kripto terus melemah, maka kamu bisa mengambil sikap untuk tetap tinggal di tabungan aset kripto atau melengos begitu saja. Makanya, jangan pernah lelah membekali dirimu dengan berbagai informasi, ya!

    Nah, Sobat Cuan sekarang bisa manfaatkan menabung aset kripto di Pluang! Hanya dengan menabung Ethereum dan Bitcoin, kamu bisa dapatkan hasil imbal hingga 3,5% per tahun. Menarik bukan? Yuk, cobain sekarang di Pluang!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Trust Wallet, Block Geeks



    Sumber : pluang.com

  • Apa Sih Pentingnya Diversifikasi Aset Investasi? Simak di Sini!

    Investasi pasti selalu terlihat menggiurkan dan menawarkan keuntungan yang menarik di mata pemula. Hal ini bisa terjadi karena pemula lebih cenderung terpengaruh dengan nilai imbal hasil, tanpa mengetahui lebih dalam mengenai seluk beluk mengenai strateginya.

    Padahal, dalam berinvestasi, strategi adalah kunci penting dalam memaksimalkan cuanmu. Salah satunya dengan menentukan, apakah kamu berencana fokus pada satu aset investasi atau portofolio? Atau justru melakukan diversifikasi aset? Kemudian, strategi apakah yang cocok bagi investor pemula sepertimu?

    Nah, Sobat Cuan perlu tahu bahwa diversifikasi aset adalah strategi penting yang perlu dilakukan oleh investor pemula. Yuk, simak artikel ini untuk mengetahui alasannya!

    Manfaat Diversifikasi Aset

    Ketika memutuskan berinvestasi, pasti ada banyak pertanyaan yang muncul di benakmu. Salah satunya adalah berandai-andai tentang nasibmu kalau portofolio aset kamu tiba-tiba terjun bebas. Nah, di sinilah strategi diversifikasi aset bermanfaat buatmu. Yakni, meringankan dirimu dari eksposur risiko dalam berinvestasi.

    Kamu pasti tahu bahwa terdapat istilah High Risk High Return dalam berinvestasi. Tidak masalah jika kita mau membeli saham dengan nilai besar untuk mendapatkan keuntungan yang besar pula. Namun, alangkah baiknya jika kita tidak hanya mengandalkan satu aset investasi saja.

    Membagikan risiko tersebut ke dalam beberapa portofolio dengan nilai tertentu dirasa merupakan jalan terbaik. Terlebih, tidak semua investasi yang kita lakukan akan berhasil 100%.

    Ada kalanya, investasi yang sedang kita jalankan macet ditengah jalan, bahkan sampai rugi dengan nominal yang tidak sedikit. Makanya, tak heran ada pepatah yang mengatakan Don’t put your eggs in one basket. Oleh karena itu, secara garis besar, tujuan akhir diversifikasi adalah melindungimu dari kerugian investasi yang teramat dalam.

    Di samping itu, terdapat dua manfaat lain dalam melakukan diversifikasi investasi. Apa saja manfaat tersebut?

    1. Membuat Nilai Asetmu Stabil

    Dalam hal ini yang dimaksud stabil adalah jika kamu melakukan investasi di banyak tempat, maka kemungkinan rugi di semua aset sangat kecil.

    Contohnya, nilai aset kamu untuk investasi A menurun tajam, namun pada investasi B malah naik sangat drastis. Nah, diversifikasi ini menyelamatkanmu dari kegagalan aset A.

    2. Mengurangi Keterpaparan Risiko Fluktuasi Harga Aset

    Selain itu, diversifikasi juga bisa melindungi investor dari siklus investasi yang biasa terulang.

    Contohnya terjadi di pasar saham, di mana kadang terdapat faktor musiman yang bikin portofolio kamu menghijau, dan ada kalanya masa di mana portofolio kamu memerah. Penurunan nilai portofolio investasimu bisa tertahan jika kamu juga berinvestasi di aset-aset yang tak bersifat siklikal.

    Baca juga: Ingin Diversifikasi Bitcoin dan Emas? Simak Komposisi Idealnya di Sini!

    Kunci Penting Diversifikasi Aset: Memahami Tujuan Investasi

    Sebelum kamu mencoba berinvestasi, kamu harus paham dulu apa tujuanmu melakukan investasi. Banyak orang melakukan investasi tujuannya cuma ikut-ikut. Ada juga orang yang sama sekali tidak paham investasi, tapi melakukan investasi sangat banyak.

    Investasi memang mirip dengan menabung karena sama sama menyisihkan uang. Tapi kamu harus mulai membedakan investasi yang akan kamu lakukan ini untuk jangka panjang atau jangka pendek.

    Tujuan yang jelas dalam berinvestasi juga akan membantumu mencari instrumen investasi yang tepat. Contohnya, misalkan kamu butuh mengalokasikan dana investasi untuk dana darurat di kemudian hari, maka instrumen investasi apakah yang cocok untukmu?

    Memilih aset yang tepat juga bisa meminimalisasi potensi kerugian kamu dalam berinvestasi. Selain itu, dengan mengetahui tujuanmu melakukan investasi akan menjaga komitmen kamu dalam berinvestasi. Sebagai pemula, kamu bisa berinvestasi bertahap, namun rutin dilakukan.

    Baca juga: Takut Kekayaan Tergerus Waktu? Ini 4 Diversifikasi Portofolio yang Paling Cocok Untukmu!

    Bagaimana Cara Mengalokasikan Aset?

    Investasi punya banyak pasar yang bentuk dan nilainya berbeda-beda. Hanya saja, faktor ini nampaknya selalu luput dari perhatian investor pemula.

    Layaknya sedang berada di pasar besar, investor pemula ini akan membeli aset apapun yang “terlihat” menjanjikan. Namun, hal ini bukanlah sikap yang bijak. Menaruh uang yang besar dan menggantungkan hidup pada satu aset adalah pertanda umum investor pemula terlihat grasak-grusuk dalam berinvestasi. Hasilnya, mereka selalu berujung sakit hati ketika nilai investasinya terjun bebas.

    Tetapi, kadang investor pemula juga malah tak punya arah saat diminta untuk diversifikasi. Berikut adalah cara diversifikasi investasi mudah yang paling mudah dilakukan oleh pemula.

    1. Diversifikasi Sesuai Risiko

    Jika kamu mau berinvestasi di aset-aset berisiko tinggi, maka kamu perlu imbangi dengan diversifikasi dengan aset-aset berisiko rendah. Apalagi, jika kamu ingin berinvestasi dalam jangka panjang.

    Proporsi diversifikasi masing-masing aset pun tergantung profil risiko kamu. Kalau kamu cukup optimistis berinvestasi di aset berisiko tinggi, maka perbanyaklah asetmu di situ. Begitu pun sebaliknya. Namun, kalau kamu belum tahu profil risikomu, ada baiknya kamu membaca artikel ini.

    2. Memperluas Variasi dalam Satu Kelas Aset

    Strategi diversifikasi juga berpegang pada keyakinan memperluas jenis aset dalam masing-masing kelasnya.

    Misalnya jika kamu memilih fokus pada investasi saham, maka kembangkankan dalam berbagai sektor seperti keuangan, industri makanan, pertambangan dan sebagainya. Begitu pun dengan aset kripto, kamu bisa menempatkan dana di Ethereum atau Bitcoin sekaligus.

    Pada intinya, keseimbangan adalah hal penting dalam berbagai aspek, termasuk berinvestasi.

    Baca juga: Ini Alasan Terapkan Diversifikasi Portofolio Meski Terjadi Bull Market

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Robinhood, BinanceAcademy



    Sumber : pluang.com

  • Apakah Keterkaitan Harga Emas dan Minyak Dunia Hanya Mitos Belaka?

    Semua investor sepakat bahwa tahun lalu merupakan periode gemilang bagi harga emas. Logam mulia mencetak rekor tertingginya pada Agustus di level US$2.000 per ons, meski kemudian melandai lagi menjelang akhir tahun.

    Namun, apakah Sobat Cuan sadar bahwa harga emas pernah terkoreksi ketika pandemi COVID-19 mulai “beringas” di awal April tahun lalu? Dan hal tersebut ditengarai memiliki hubungan dengan harga minyak?

    Pada April tahun lalu, harga minyak mentah Brent pernah anjlok 25% dan membuat harganya menjadi minus US$40. Di saat yang sama, harga emas di pasar COMEX anjlok US$23,4 menjadi US$1.687,8 per ons.

    Turunnya harga emas yang dibarengi dengan anjloknya harga minyak mentah akhirnya bikin banyak pihak penasaran. Apakah memang ada hubungan antara harga emas dan harga minyak?

    Baca juga: Perbedaan Trading dan Investasi Emas

    Hubungan Harga Emas dan Harga Minyak Memang “Terjadi”

    Menurut beberapa analis, hubungan antara harga emas dan harga minyak memang nyata adanya. Namun, keduanya saling terkait melalui “cinta segitiga” dengan nilai dolar AS.

    Sobat Cuan mungkin paham bahwa transaksi emas dan minyak mayoritas menggunakan denominasi dolar AS. Sehingga, harga emas dan minyak akan menjadi relatif lebih murah jika nilai tukar dolar AS melandai. Akhirnya, permintaan emas dan minyak pun akan naik, dan pada akhirnya mengerek harga dua komoditas tersebut.

    Begitu pun sebaliknya. Investor menganggap bahwa mereka harus mengeluarkan uang lebih mahal untuk beli emas atau minyak ketika nilai dolar AS sedang ngamuk. Alhasil, harga dua komoditas tersebut harus melorot.

    Pada intinya, harga emas dan harga minyak memang bergerak secara tandem, tapi tidak berhubungan langsung satu sama lain.

    Meski demikian, hubungan antara harga emas dan harga minyak ternyata lebih rumit lagi. Ada kalanya harga emas berinteraksi dengan harga minyak, namun dalam sebuah “hubungan tanpa status”. Seperti apa hubungan tersebut?

    Baca juga: Harga Emas Hari Ini Masih Dibayangi Pergerakan Obligasi AS

    Menyelami Lebih Dalam Hubungan Harga Emas dan Harga Minyak

    Kita bisa memulai mendalami hubungan harga emas dan harga minyak dengan mengenali karakter masing-masing komoditas.

    Dalam hal ini, emas merupakan aset safe haven. Investor biasanya memborong emas untuk melindungi nilai kekayaannya saat tingkat inflasi sedang merajalela.

    Di sisi lain, minyak merupakan komoditas “berisiko”, di mana harganya terjadi karena mekanisme permintaan dan penawaran. Karena minyak merupakan hal esensial bagi perekonomian, tak heran jika naik turunnya harga minyak bisa mempengaruhi tingkat inflasi.

    Lantas, apakah ada benang merah dari karakteristik keduanya? Benar, keduanya saling berkaitan dengan inflasi.

    Di satu sisi, perubahan harga minyak bisa membuat investor membaca ekspektasi inflasi ke depan. Sementara, harga emas merupakan cerminan dari reaksi investor saat tingkat inflasi membandel.

    Hubungan harga minyak, harga emas, dan inflasi ini kerap dimuat dalam beberapa jurnal ekonomi. Salah satunya adalah jurnal bertajuk “Short-term and long-term relationships between gold prices and precious metal” yang ditulis oleh Universitas Abant Izzel Baysat di Turki pada 2017 silam.

    Menurut jurnal tersebut, ketika harga minyak meningkat, maka hal itu akan berdampak pada inflasi. Dan pada saat tingkat inflasi meroket, para investor akan segera melindungi kekayaannya dengan menggenggam emas.

    Dalam skenario terburuk, jika lonjakan harga minyak terjadi secara dramatis dan juga konsisten, maka pertumbuhan ekonomi menjadi terhambat. Di sini, gaya magnet emas akan berperan. Dalam kondisi seperti itu, emas akan menjadi buruan bagi banyak orang untuk menyimpan dan mengembangkan dananya.

    Baca juga: Konflik Politik Libya Kembali Memanas, Harga Emas Menguat 0,35%

    Apakah Harga Emas dan Harga Minyak Selalu Berhubungan Baik?

    Seperti yang dijelaskan di atas, harga emas dan harga minyak selalu bergerak secara tandem. Hal tersebut ditunjukkan pada grafik di bawah ini, yakni perbandingan antara harga emas di pasar spot (candlesticks) dengan harga minyak West Texas Intermediate (WTI) AS (garis oranye).

    Sumber: tradingview

    Namun, Sobat Cuan juga bisa melihat dari grafik di atas, bahwa harga emas tidak selalu bergerak mengikuti harga minyak. Menurut Market Realist, hubungan harga emas dan harga minyak selalu sesuai 60% secara historis.

    Hal tersebut juga diungkapkan Morgan Stanley. Perusahaan itu mengatakan bahwa keduanya memang memiliki korelasi positif. Namun, memang tidak ada pengaruh langsung antara satu dengan lainnya.

    Baca juga: Apa Pengaruh Pelemahan Ekonomi Global dengan Turunnya Harga Minyak Dunia?

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Media Indonesia, Marketrealist, USmoneyreserve



    Sumber : pluang.com

  • Portofolio Aset Kripto Ambyar? Simak 10 Strategi Sikapi Anjloknya Kripto!

    Baik menjadi trader jangka pendek atau investor jangka panjang, terkadang Sobat Cuan pasti mengalami situasi ambyar, dimana portofolio kripto di zona merah. Hal itu bisa berasal dari satu atau lebih aset yang turun nilainya. Nah, simak berbagai strategi investasi kripto ini untuk meminimalisir kerugianmu.

    Situasi pasar yang lesu atau bearish bisa bikin Sobat Cuan frustasi karena merugi. Hal itu berujung pada pengambilan keputusan secara emosional, daripada menjalankan strategi yang dipikirkan dengan matang.

    Sepuluh strategi investasi kripto berikut dapat membantu Sobat Cuan melakukan manuver untuk keluar dari situasi yang bikin kamu rugi dan frustasi.

    1. Tunggu dan Perhatikan

    Dalam banyak kasus, kesabaran adalah hal yang berujung baik. Jika kamu masuk ke situasi yang buruk, bahkan setelah melakukan analisis menyeluruh dari semua poin, kemungkinan penurunan saat ini di pasar bersifat sementara.

    Tapi jika mau menunggu, kamu mungkin menemukan momen pertumbuhan portofolio lagi. Bahkan, pasar yang paling lesu pun bisa bangkit kembali jika kamu mau menunggu cukup lama.

    Pasar cryptocurrency relatif baru dan biasanya tidak mengikuti sentimen pasar lain seperti pasar saham. Namun, karena sebagian besar investor mengkategorikan kripto sebagai aset capital gain seperti halnya saham, pasar kripto mungkin mengikuti psikologi pasar yang mirip dengan aset sejenis lainnya.

    Tentu saja, menunggu dalam waktu lama mungkin tidak cocok untuk semua trader dan investor. Namun, hal itu bergantung pada posisi dan tujuan finansialmu, Sobat Cuan.

    Jika kamu memiliki rencana sepuluh tahun lagi untuk mencapai tujuan finansial, seperti membeli rumah, maka tidak perlu khawatir tentang naik turunnya kondisi pasar kripto.

    Baca juga: Apa Saja Sih Momen FUD Terbesar di Aset Kripto? Yuk, Simak di Sini!

    2. Evaluasi Kembali Risiko Kamu

    Mengukur toleransi risiko adalah langkah pertama yang perlu kamu lakukan saat mulai berinvestasi di segala aset. Namun seiring berjalannya hidup, keadaan berubah dengan cara yang dapat mempengaruhi toleransi risiko kamu.

    Waktu pelemahan dalam portofolio mungkin adalah saat yang tepat untuk menilai kembali toleransi risiko kamu. Tujuannya, untuk mengidentifikasi hal terbaik yang harus dilakukan selanjutnya.

    Misalnya, jika kamu sekarang memiliki toleransi risiko yang lebih tinggi daripada saat pertama kali berinvestasi, maka kamu dapat mempertimbangkan untuk menyerok aset yang melemah tersebut.

    Namun, jika situasi keuangan telah mempengaruhi toleransi risiko secara negatif dan kamu tidak punya banyak waktu, maka kamu bisa mengurangi kerugian dengan melepasnya.

    Intinya, bagaimanapun, jangan pernah membuat keputusan gegabah hanya berdasarkan emosi dan perasaan bahwa toleransi risiko kamu tinggi atau rendah. Dengan menghitung toleransi dengan hati-hati, kamu mungkin mendapatkan kejutan yang sebaliknya.

    Baca juga: Mengapa Hanya Ada 21 Juta Bitcoin di Dunia Ini?

    3. Strategi Investasi Kripto: Lihat Gambar Besarnya

    Harga aset kripto boleh saja jungkat-jungkit. Tapi, tentu kamu juga bisa mengevaluasi gambaran yang lebih besar dari sisi teknikal dan fundamental investasi.

    Dari sisi teknikal, kamu bisa mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang kemana arah pasar dengan mengalihkan fokus ke kerangka waktu jangka panjang.

    Misalnya, pasar mungkin berada dalam tren naik jangka panjang, di mana harga telah naik cukup lama. Dalam hal ini, penurunan harga saat ini mungkin merupakan koreksi yang sehat, yang bahkan bisa menjadi poin yang bagus untuk membeli lebih banyak aset kripto kamu.

    Sementara dari sisi fundamental, kamu perlu kembali ke alasan dasar memilih untuk berinvestasi dalam aset kripto tertentu. Hal-hal seperti latar belakang, pengelolaan dan komunitas, teknologi, dan segala sesuatu yang dapat berkontribusi pada pertumbuhan jangka panjang dari penilaian aset kripto.

    Salah satu contoh fundamental bisa kamu temukan di suplai Bitcoin. Kita semua tahu bahwa suplai Bitcoin hanya ada 21 juta keping di dunia ini sesuai artikel berikut. Sesuai permintaan dan penawaran, maka menipisnya suplai di masa depan harusnya jadi pertimbangan kamu dalam berinvestasi.

    4. Riset Mengapa Harga Melemah

    Saat mengevaluasi gambaran besarnya, kamu mungkin menemukan bahwa ada masalah mendasar yang mendorong devaluasi aset kripto. Misalnya, mungkin cryptocurrency tidak lagi didukung oleh perusahaan keuangan raksasa, terlibat dalam penipuan, atau kehabisan uang sehingga tidak dapat meng-upgrade teknologinya.

    Kamu bisa ‘googling’ untuk melihat detail fundamental dari aset kripto tertentu. Cukup telusuri secara daring dan lihat hasil penelusuran terbaru di bawah kategori ‘Berita’. Jika fundamental berubah menjadi lebih buruk dan menjadi alasan mengapa nilainya turun, evaluasi kembali posisimu dan bersiaplah memangkas kerugian.

    Baca juga: Kapan Waktu Terbaik Transaksi Ethereum? Yuk Simak di Sini!

    5. Pertimbangkan Lindung Nilai (Hedging)

    Hedging atau lindung nilai adalah praktik investasi umum untuk mengelola risiko. Dengan lindung nilai, pada dasarnya kamu melawan posisi atau industri saat ini untuk mengimbangi risiko yang ditimbulkannya.

    Misalnya, jika kamu membeli Bitcoin versus cryptocurrency lain seperti Ethereum dan harga Bitcoin turun, kamu dapat mempertimbangkan untuk menjual Bitcoin dalam perdagangan yang berbeda untuk memanfaatkan tren penurunan saat itu.

    Posisi lindung nilai sangat berguna ketika kamu memperdagangkan aset kripto di platform yang memungkinkan penjualan singkat.

    6. Strategi Investasi Kripto: Diversifikasi di Aset Serupa

    Menambahkan aset kripto lain yang terkena jenis risiko berbeda dari asetmu yang melemah adalah bentuk lindung nilai lain yang dapat membantu menyeimbangkan portofolio.

    Mengidentifikasi cryptocurrency semacam itu bisa sangat sulit, karena setidaknya sebagian besar aset kripto terkena jenis risiko yang serupa.

    7. Diversifikasi Antar Aset

    Sampai nanti investasi aset kripto menjadi arus utama, strategi ini dinilai paling membantu. Contohnya, analisismu menunjukkan periode melemah yang lebih lama di pasar cryptocurrency, sementara instrumen keuangan lain seperti obligasi menguntungkan. Nah, kamu dapat mempertimbangkan untuk melakukan diversifikasi dari aset kripto untuk mendistribusikan risiko.

    8. Tukarkan Aset Kripto

    Kamu mungkin menyadari bahwa kripto tertentu tidak layak untuk dipertahankan. Di pasar saham, kamu tidak punya pilihan selain merugi. Namun di dunia kripto kamu mungkin memiliki opsi untuk bertukar dengan mata uang kripto yang berbeda dan lebih baik.

    Misalnya, kamu membeli sekumpulan kripto dengan harga tinggi, tetapi nilainya telah anjlok tanpa tanda-tanda pemulihan. Pada saat yang sama, kamu mendengar tentang cryptocurrency baru yang murah dengan masa depan yang cerah.

    Kamu mungkin tidak dapat membeli 1.000 kripto baru dengan tokenmu yang telah anjlok. Namun, kamu masih bisa mendapatkan keuntungan dari mengurangi kerugian lebih awal dan menukar dengan kripto yang lebih baik.

    Baca juga: Bitcoin Lagi Bearish? Simak Cara Mengenali Sinyalnya dan Bertahan Agar Cuan!

    9. Strategi Investasi Kripto: Menambah Posisi

    Seorang investor yang pintar menambah posisi kerugian mereka, seperti membeli lebih banyak saham yang jatuh dengan harga lebih murah, ketika pasar turun. Tapi tentu saja, mereka melakukannya hanya untuk aset yang memiliki fundamental kuat dan berada di tengah pelemahan sementara yang sehat.

    Strategi ini bisa juga dilakukan untuk aset kripto. Sebelum kamu menjadi terlalu bersemangat, perlu diingat bahwa pasar cryptocurrency mungkin bertindak berbeda dari pasar saham dan mungkin tidak dapat diprediksi dan bergejolak di tahun-tahun mendatang. Itulah mengapa kamu harus memastikan dapat menanggung kerugian prospektif yang lebih besar untuk jangka waktu tertentu sampai pasar kembali ke jalurnya.

    Hindari menggunakan margin dan meminjam uang dari broker saat menambah posisi kerugian. Soalnya, pendekatan tersebut malah meningkatkan risiko investasi, Sobat Cuan.

    Dengan menambah posisi kerugian, kamu dapat menurunkan harga hold rata-rata dan karenanya mendapat untung lebih banyak ketika harga akhirnya naik kembali.

    10. Pertimbangkan Pemangkasan Kerugian (Cut Loss)

    Terkadang kamu tidak memiliki pilihan lain karena berbagai alasan, termasuk toleransi risiko pribadi dan kondisi pasar. Dalam hal ini, kamu mungkin ingin mempertimbangkan untuk keluar dari posisi rugi, berhenti, dan berfokus pada aset lain.

    Ingat, trader jangka pendek lebih cenderung menggunakan stop-loss. Sementara investor jangka panjang biasanya telah membuat perhitungan manajemen risiko sebelumnya, memastikan mereka memiliki cukup waktu untuk menunggu pelemahan.

    Baca juga: Aturan Pajak Cryptocurrency Bisa Bikin BTC & ETH Makin Anjlok? Simak di Sini!

    Menggunakan stop-loss dapat menjadi sangat bermanfaat jika kamu berinvestasi dalam aset yang ternyata tidak bonafide. Kamu juga bisa mengetahui kesalahan sesudahnya, karena memungkinkan untuk membatasi kerugian sebelum nilai aset turun menjadi nol.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Botsfolio



    Sumber : pluang.com

  • Yuk, Pahami Pola dan Tren Harga Aset Melalui Analisis Teknikal di Sini!

    Seorang investor tentu menginginkan cuan maksimal dalam berinvestasi, apapun jenis asetnya. Maka dari itu, ia harus bisa membaca tren harga aset tersebut di masa depan agar segala keputusan yang diambil bisa tepat dan cermat.

    Nah, investor bisa menerka-nerka tren tersebut melalui sebuah metode yang disebut analisis teknikal. Hasil dari analisis teknikal bisa menjadi petunjuk bagi investor untuk menerka tren harga di masa depan berdasarkan data-data yang terjadi saat ini.

    Mengapa bisa demikian? Para analis berpendapat bahwa reaksi investor, baik dalam bentuk aksi jual atau beli, terhadap setiap hal yang terjadi di pasar akan terefleksi dalam tren harganya. Mereka percaya bahwa tren ini pun bisa kembali terulang di masa depan, baik dalam jangka pendek dan jangka panjang.

    Baca juga: Meski Naik Turun, Sampai Kapan Tren Harga Bitcoin yang Bullish Akan Berakhir?

    Memahami Pengertian Analisis Tren Harga

    Sebuah tren adalah pandangan umum tentang pergerakan harga di pasar dalam rentang waktu tertentu. Sebenarnya, tidak ada rentang periode yang saklek dalam menganalisis tren harga sebuah aset. Namun, semakin panjang rentang waktu tren harga, maka hasil analisis yang dihasilkan bisa lebih presisi.

    Tren harga bisa mengarah ke atas (upward) atau ke bawah (downward) sesuai dengan pola bullish atau bearish di pasar. Adapun penjelasan tentang pola bullish dan bearish bisa dibaca di artikel ini. Namun, terdapat pula pola lain yang disebut pola menyamping (sideways), seperti yang terlihat pada grafik di bawah ini.

    Stock trends: up, down, sideways
    sumber: tdameritrade.com

    Kemudian, perlu dipahami bahwa analisis tren harga bukan hanya menyoal prediksi harga sebuah aset di masa depan. Investor bisa menggunakan analisis ini untuk menentukan apakah tren harga aset saat ini bisa berlanjut dalam waktu lama. Investor pun bisa memanfaatkan metode ini untuk melihat korelasi tren satu harga aset dengan harga aset lainnya.

    Hanya saja, hasil analisis tren ini tidak 100% akurat meskipun menggunakan data-data yang bejibun. Hal ini cukup lumrah, mengingat tidak ada seorang pun yang benar-benar bisa memprediksi masa depan secara detail.

    Cara Membaca Analisis Tren Harga

    Untuk membaca analisis tren harga, investor perlu fokus pada jenis aset yang akan dianalisis lebih dalam. Sebagai contoh, seorang investor bisa memutuskan untuk mendalami tren harga Bitcoin. Atau, bisa saja aset yang berbeda seperti harga emas.

    Setelah memilih jenis aset yang akan dianalisis, investor kemudian bisa memeriksa kinerjanya secara umum. Kegiatan ini termasuk menilai faktor internal dan eksternal yang bisa mempengaruhi harga aset tersebut. Misalnya, kebijakan pemerintah atau krisis ekonomi.

    Setelah mempelajari hal tersebut, investor kemudian perlu menentukan rentang waktu tren yang akan digunakan. Biasanya, investor pemula bisa memulai melihat tren harga dengan melihat grafik harga mingguan (weekly chart).

    Para analis berpendapat bahwa grafik harga ini sudah memberikan informasi yang cukup bagi investor untuk menentukan keputusan investasi. Selain itu, investor juga tidak akan terpengaruh dengan pergerakan harga-harga secara acak, yang biasanya terjadi dalam jangka pendek, di grafik harga mingguan.

    Investor kemudian bisa menghimpun informasi-informasi tersebut dan kemudian membaca pergerakan arah harganya ke depan. Dalam melakukan hal itu, investor bisa melakukan strategi-strategi di bawah ini.

    Baca juga: Apa Saja Indikator Analisis Teknikal yang Penting di Aset Kripto? Simak di Sini!

    1. Strategi Moving Average

    Investor bisa mulai membaca tren harga dengan memanfaatkan indikator Moving Average (MA). Sesuai namanya, MA adalah indikator di analisis teknikal yang menggambarkan data harga aset secara historis dalam satu jangka waktu tertentu. Penjelasan lanjut mengenai MA bisa dibaca di artikel ini.

    Bagaimana cara memanfaatkan MA untuk menentukan keputusan investasi? Nah, dalam hal ini, investor hanya tinggal membandingkan MA yang memiliki rentang jangka pendek dengan MA yang memiliki rentang jangka panjang.

    Sumber: Trading View

    Contohnya bisa terlihat dari grafik mingguan harga Ether (ETH) terhadap USDT sejak Oktober 2020 hingga Mei 2021. Garis hijau menggambarkan Moving Average dalam 50 hari, sementara garis biru menggambarkan Moving Average dalam waktu 20 hari.

    Analis mengatakan bahwa investor bisa memasuki posisi long (membeli harga aset) jika Moving Average jangka pendek melintang di atas Moving Average jangka panjang. Investor bisa bersikap sebaliknya jika Moving Average jangka pendek melintang di bawah garis jangka panjangnya.

    Pada grafik di atas, garis biru (MA 20 hari) melintang di atas garis hijau (MA 50 hari), menunjukkan bahwa investor bisa memanfaatkan saat ini untuk melakukan posisi long.

    2. Indikator Momentum

    Strategi ini menunjukkan bahwa investor bisa memasuki posisi long jika harga sebuah aset mengalami momentum yang kuat. Di sisi lain, investor bisa bersikap sebaliknya jika momentumnya sedang melemah.

    Biasanya, investor menggunakan indikator Relative Strength Index (RSI) dalam menilai momentum masuk atau keluar pasar. Adapun penjelasan mengenai RSI bisa disimak pada artikel ini.

    3. Garis Tren dan Pola Grafik

    Pada strategi ini, investor bisa memasuki posisi long jika tren harga aset semakin tinggi dan menempatkan titik stop loss di bawah garis tren utama posisi support. Stop loss sendiri merupakan order yang dilakukan broker pada titik harga tertentu untuk mencegah investor dari kerugian.

    Indikator-indikator di atas bisa mempermudah penjelasan mengenai informasi yang terjadi di pasar saat ini. Sekaligus, memberi sinyal-sinyal jikalau tren harga aset berbalik arah nantinya.

    Untuk itu, investor disarankan untuk memadu padankan seluruh indikator di atas untuk mendapatkan gambaran mengenai pasar yang akurat. Sehingga, mereka bisa melakukan keputusan investasi yang juga tepat.

    Kritik Terhadap Analisis Tren Harga

    Meski membantu investor menentukan keputusan investasi, analisis tersebut nyatanya tak luput dari hujan kritikan.

    Salah satu kritikan yang tajam adalah anggapan bahwa “sejarah tak terulang lagi di masa depan”. Mereka yang memiliki anggapan seperti demikian percaya bahwa pasar sudah efisien karena harga aset pasti akan selalu selaras (price in) dengan fundamentalnya.

    Selain itu, anggapan bahwa “tren dan pola harga akan selalu berulang di kemudian hari” pun terbilang bias.

    Investor bisa saja melihat peristiwa yang sudah diprediksi sebelumnya di masa depan melalui tren harga. Namun, mereka baru bisa melakukan itu jika peristiwa itu sudah terjadi di masa lampau. Lantas, bagaimana analisis memprediksi tren harga di luar faktor-faktor yang sudah terjadi di masa lalu?

    Meski demikian, investor memang disarankan untuk melihat pola dan tren harga aset untuk memahami informasi-informasi aktual yang terjadi di pasar sebagai bekal keputusan berinvestasi.

    Baca juga: Lagi Coba Main Saham? Ini 7 Indikator untuk Pahami Analisis Teknikal!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang.

    Sumber: Investopedia, TDM Ameritrade



    Sumber : pluang.com

  • Ingin Mendapatkan Rp100 Juta Pertamamu? Simak Caranya di Sini!

    Semua orang tentu ingin mengumpulkan kekayaan sebanyak-banyaknya. Dan kadang, mendapatkan Rp100 juta merupakan target pengumpulan kekayaan yang ingin dituju terlebih dulu lantaran sifatnya yang cukup realistis.

    Hanya saja, latar belakang setiap orang terbilang berbeda-beda. Ada yang mampun mendapatkan Rp100 juta pertama dengan mudah, namun ada juga yang kewalahan. Mungkin, salah satunya adalah kamu.

    Bisa jadi, banyak orang yang meremehkan impianmu dengan mengatakan bahwa “uang tak bisa memberimu kebahagian”.

    Hal itu bisa jadi ada benarnya. Namun, tujuan mengumpulkan kekayaan bukanlah sekedar demi mendapatkan status “anak sultan” atau mencari kebahagian, melainkan untuk memberimu stabilitas dan keamanan finansial di masa depan. Kamu pasti menginginkan hidup hanya “ongkang-ongkang kaki” dan menghabiskan pensiun dengan tenang, bukan?

    Untuk menggapainya, kamu tentu perlu melakukan upaya yang miumpuni. Nah, salah satu upaya yang bisa Sobat Cuan lakukan untuk mendapatkan Rp100 juta pertama adalah dengan menabung sejak usia dini. Hanya saja, kamu pun perlu tahu cara menabung yang tepat agar tujuan tersebut tercapai.

    Lantas, seperti apa langkah-langkah yang bisa kamu lakukan sebagai cara mendapatkan Rp100 juta pertamamu?

    Baca juga: Mau Raih Keuntungan Investasi Emas? Begini Caranya!

    Cara Mendapatkan Rp100 Juta Pertamamu

    1. Memiliki Pola Pikir yang Kuat

    Bagi beberapa orang, menabung untuk mencapai Rp100 juta pertama bukanlah target jangka pendek, melainkan jangka panjang. Sehingga, kamu perlu membekali diri dengan pola pikir yang kuat serta komitmen yang kokoh untuk menabung.

    Komitmen yang teguh muncul dari tujuan menabung yang juga kuat. Tujuan menabung pun bisa membantu kamu menentukan strategi dan juga jangka waktu menabung yang juga tepat. Nah, kedua hal itu nantinya juga dapat membantu kamu menyusun penganggaran yang juga jitu.

    Misalkan, penghasilan kamu hanya berkisar Rp5 juta per bulan, namun kamu ingin menuju Rp100 juta dalam lima tahun. Sehingga, kamu harus bisa mengetatkan belanja dengan menabung Rp2 juta per bulan. Memang, menabung adalah sesuatu yang berat, tapi kamu perlu menyadari bahwa usaha kamu pun nantinya akan berbuah manis.

    2. Cermat Melihat Potensi Penghematan

    Cara kedua untuk mendapat Rp100 juta pertama cukup mudah, namun perlu konsisten. Yakni, dengan melihat kesempatan penghematan di segala sisi.

    Misalnya, kamu yang selama ini sering memesan makanan secara daring mungkin ada baiknya mulai mencoba memasak makanan sendiri. Atau, kamu yang biasa berbelanja baju mungkin bisa mencari strategi dalam berburu diskon.

    3. Kurangi Beban Bungamu

    Kadang, kita senang berbelanja dengan sistem kredit atau cicilan dengan berpikir bahwa barang-barang ini “bisa kamu bayar nanti”. Tapi, jangan terkecoh, Sobat Cuan! Sebab, hal itu bisa jadi malah membuat kamu buntung lantaran kamu perlu bayar beban bunga yang besar tiap bulannya.

    Tak jarang kita membaca pengalaman orang-orang yang sebagian besar gajinya habis untuk melunasi utang. Hal ini pun tentu akan mendisrupsi penganggaran dan perencanaan menabungmu. Makanya, selagi ada waktu, kamu perlu segera menyelesaikan utang-utang agar tak terpapar bunga-bunga yang mencekik.

    Ingin mencari inspirasi cara membayar utang dengan jitu? Yuk, simak artikel ini.

    Baca juga: Portofolio Aset Kripto Ambyar? Simak 10 Strategi Sikapi Anjloknya Kripto!

    4. Cari Pekerjaan Sampingan

    Kamu mungkin merasa gajimu saat ini sulit untuk dipakai menabung. Jangankan menabung, memenuhi kebutuhan sehari-hari saja mungkin susah.

    Namun, jangan batasi diri, Sobat Cuan! Masih ada potensi pendapatan lain di luar sana yang mungkin masih luput dari pandanganmu.

    Di era internet seperti sekarang, mencari pemasukan bisa dibilang lebih mudah dibanding 20 tahun lalu. Kamu bisa mencari pekerjaan lepas seperti menulis, mendesain grafis, dan lainnya atau usaha sampingan yang bisa kamu kerjakan di rumah. Butuh inspirasi kerja sampingan? Simak saja artikel ini, ya!

    Selain sebagai cara bagimu mempercepat mendapatakan Rp100 juta pertama, memiliki usaha sampingan mungkin juga mampu membantumu mengasah bakat terpendam. Jangan biarkan bakatmu menganggur ya, Sobat Cuan!

    5. Berinvestasi dengan Cermat

    Menabung dengan rutin memang bisa menjadi cara mendapat Rp100 juta pertama dengan jitu. Namun, menabung mungkin membutuhkan waktu yang lama, bahkan bisa mencapai belasan hingga puluhan tahun.

    Selain itu, nilai guna Rp100 juta di masa depan juga berbeda saat ini lantaran terdapat efek inflasi. Contoh yang nyata mungkin terlihat saat kamu membeli permen. 10 tahun lalu, permen dihargai Rp100 per bungkus, namun kini kamu perlu merogoh Rp500 untuk beli satu permen

    Makanya, yang bisa kamu lakukan selain menabung adalah “mengembak biakkan” uangmu dengan cara investasi. Alasannya, investasi memiliki sebuah efek yang disebut dengan bunga majemuk (compound interest), di mana imbal hasil yang kamu dapatkan dari investasi juga bisa menghasilkan imbal hasil tambahan lagi. Penjelasan mengenai konsep bunga majemuk dapat kamu baca di sini.

    Hanya saja, kamu juga perlu berinvestasi dengan cermat. Dengan kata lain, kamu perlu mengelola ekspektasimu dalam berinvestasi dengan mempertimbangkan tujuan, profil risiko, serta strategi investasimu. Penasaran mengenai strategi saat memulai investasi? Yuk, baca penjelasannya di artikel ini.

    Di samping itu, kamu juga perlu mengetahui konsep present value (PV) dan future value (FV) dalam berinvestasi, seperti yang dijelaskan pada artikel berikut.

    Jadi, bagaimana Sobat Cuan? Sudah siap menempuh cara mendapatkan Rp100 juta pertamamu?

    Baca juga: Selain Banyak Membaca, Ini 5 Hal yang Akan Membuatmu Jadi Orang Sukses

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang.

    Sumber: Investopedia



    Sumber : pluang.com

  • Apa Sih Manfaat Perencanaan Keuangan Buat Kamu?

    Sobat Cuan ingin mencari cara menjadi kaya dan sukses secara finansial? Nah, mungkin kamu bisa memulainya dengan merencanakan keuangan personalmu setiap bulan!

    Bahkan, banyak yang bilang bahwa perencanaan keuangan adalah hal paling esensial untukmu dalam meraih kesuksesan finansial. Namun, apakah kamu tahu bahwa manfaat perencanaan keuangan tidak hanya mengantarkanmu menjadi kaya?

    Betul, Sobat Cuan. Banyak orang mengira bahwa perencanaan keuangan adalah cara bagi orang-orang untuk mencapai keamanan dan kestabilan finansial di masa depan. Padahal, perencanaan keuangan juga bisa melatih mentalmu dan juga menjadi sumber semangatmu dalam menjalani hidup.

    Nah, agar kamu makin semangat merencanakan keuangan, berikut adalah ragam manfaat perencanaan keuangan yang bisa menjadi motivasimu menuju pribadi yang lebih baik.

    Baca juga: Katanya Menabung Buat Mencapai Tujuan Finansial. Apa Sih, Arti Tujuan Finansial?

    Berbagai Manfaat Perencanaan Keuangan

    1. Perencanaan Keuangan Membantumu Mencapai Tujuan Finansial

    Ini merupakan manfaat perencanaan keuangan yang paling kentara, tapi kadang bikin orang salah sangka juga.

    Memang, perencanaan keuangan yang baik akan membantumu mencapai tujuan finansial. Hanya saja, hubungan perencanaan keuangan dan tujuan finansial tidaklah searah, melainkan bersifat timbal balik.

    Sebab, punya tujuan finansial yang baik pun akan membantumu konsisten dalam melakukan perencanaan keuangan. Mereka yang punya tujuan yang jelas dalam hidup mungkin saja bekerja keras 10 kali lipat dibandingkan mereka yang tidak memilikinya, karena mereka memiliki satu fokus yang ingin digapai.

    Makanya, setiap individu disarankan untuk memiliki tujuan finansial jangka panjang, pendek, dan menengah agar mereka bisa melakukan strategi perencanaan keuangan yang efektif. Selain itu, tentu saja agar mereka bisa mencapai kestabilan finansial di masa depan.

    Namun pertanyaannya, bagaimana caranya kamu menyusun tujuan finansial yang soild? Untungnya, kamu bisa menemukan jawabannya di bawah ini:

    1. Buat daftar tujuan hidupmu secara pribadi. Kamu hanya perlu menulis hal-hal apa saja yang kamu ingin capai dalam hidup dan hidup seperti apa yang kamu ingin dapatkan di masa depan. Namun, kamu juga harus detail dalam menyusun tujuan tersebut.
    2. Membuat tujuan dilandasi informasi dan pengetahuan. Setelah menulis daftar di atas, ada baiknya kamu juga memahami hal-hal apa saja yang dibutuhkan untuk mencapai keinginanmu. Kemudian, kamu juga bisa mencari referensi, bisa dari buku atau internet, demi memilah tujuan hidup apa saja yang sekiranya bisa kamu gapai dalam jangka pendek atau panjang.
    3. Evaluasi tingkat kemajuan dalam menggapai tujuan finansialmu. Sebab, semakin sering kamu mengevaluasinya, maka akan semakin besar pula motivasimu untuk meraih tujuan hidupmu.
    4. Sejajarkan tujuanmu tersebut dengan nilai-nilaimu. Pastikan tujuanmu tersebut benar-benar berarti bagi perkembangan hidupmu nanti. Selalu tantang tujuanmu dengan pertanyaan “Kenapa saya harus mencapai tujuan tersebut?”. Jika kamu sudah menemukan jawabannya, maka kamu pun akan bisa mencari jalan untuk menggapai impianmu tersebut.

    2. Perencanaan Keuangan adalah Sumber Utama Komitmen dan Motivasi Hidupmu

    Terkadang, manusia menjadi kurang termotivasi saat mereka tak punya tujuan hidup yang jelas. Nah, melakukan perencanaan keuangan akan membuatmu merasa termotivasi untuk menandai daftar hal-hal yang perlu kamu lakukan untuk menggapai impian finansialmu.

    Sikap ini nantinya juga bikin kamu tegas untuk menjawab “ya” atau “tidak” atas segala tawaran dan kesempatan yang datang silih berganti kepadamu. Jika kamu semakin lama mengambil keputusan, maka semakin lama pula kamu melewatkan banyak potensi kesempatan yang menghampirimu.

    Selain itu, kamu pun akan dengan mudah menjawab “ya” atau “tidak” ketika mengambil keputusan finansial. Sehingga, kamu bisa ucapkan selamat tinggal pada perenungan berhari-hari atau stress dalam menentukan apa yang perlu kamu lakukan terhadap uangmu.

    Adapun motivasi dan komitmen dalam perencanaan keuangan ditopang oleh tiga faktor utama: punya tujuan yang jelas, punya maksud yang jelas di balik tujuan itu, serta mengetahui dengan tepat strategi yang dibutuhkan.

    Baca juga: Ampuh Cegah Kantong Jebol, Ini Tips Keuangan di Tahun 2021!

    3. Perencanaan Keuangan Berdampak Positif ke Kesehatan Mentalmu

    Ketika kamu merencanakan keuangan dengan baik, tentu kamu akan mengalami stress lebih sedikit dan merasa optimistis dengan masa depanmu. Hal ini pun akan mempengaruhi caramu dalam menikmati hidup sehari-hari. Ketika kamu punya perencanaan, maka semakin kecil kemungkinanmu merasa gagal dalam menjalani hidup.

    Apalagi menurut penelitian yang dilakukan Savology, 83% persen responden mengaku merasa “lebih baik” setahun setelah mereka menulis perencanaan keuangan mereka masing-masing. Artinya, memang perencanaan keuangan mumpuni memiliki manfaat meningkatkan kualitas mentalmu.

    4. Perencanaan Keuangan Membantu Menetapkan Standar Performamu

    Apapun bentuknya, segala perencanaan pasti memiliki tujuan akhir yang dicapai. Dan agar tujuan itu tercapai, setiap orang perlu untuk mengevaluasi setiap kegiatan yang sudah dilakukan. Namun, evaluasi tersebut tentu perlu diukur dengan satu standar tertentu.

    Seperti apa contohnya? Misalnya, kamu ingin membeli ponsel pintar baru seharga Rp10 juta, namun gajimu hanya di kisaran Rp5 juta per bulan. Kamu ingin membeli ponsel pintar itu empat bulan mendatang, sehingga kamu perlu menabung Rp2,5 juta per bulannya. Nah, tabungan Rp2,5 juta ini adalah standar menabung yang perlu kamu penuhi.

    Setelahnya, kamu pasti akan tergerak untuk selalu memenuhi standar yang dimaksud. Misalnya, untuk menabung Rp2,5 juta per bulan, kamu memutuskan untuk tidak beli kopi seharga Rp50.000 setiap harinya, dan lain-lainnya.

    5. Manfaat Penting Perencanaan Keuangan: Memperbaiki Kesehatan Finansial

    Yang paling penting, kamu bisa memperbaiki kesehatan finansialmu dengan perencanaan keuangan. Sebab biasanya, mereka yang punya perencanaan keuangan mumpuni selalu siap dengan dana darurat dan bisa pensiun tanpa perasaan cemas tak punya uang.

    Menurut survei yang dilakukan Savology, mereka yang punya perencanaan keuangan tertulis memiliki uang lebih banyak 2,5 kali lipat dibanding mereka yang tidak melakukannya.

    Dapatkan Manfaat Perencanaan Keuangan dengan Mulai Sekarang!

    Kamu bisa merasakan manfaat perencanaan keuangan dengan memulainya saat ini juga! Namun, jika kamu bingung darimana perlu memulai perencanaan keuangan, maka ada panduan baik yang bisa kamu ikuti di bawah ini:

    1. Membaca buku tentang perencanaan keuangan
    2. Gunakan perencanaan keuangan. Namun, kalau kamu tidak mampu menggunakan jasa mereka, membaca referensi dari internet dan buku-buku tidak ada salahnya, kok.

    Baca juga: Mendingan Lunasi Utang atau Mulai Investasi? Tentukan Tujuan Finansialmu! Sekarang

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang.

    Sumber: Savology



    Sumber : pluang.com

  • Apakah Konsep Bunga Majemuk Juga Berlaku di Menabung Aset Kripto? Simak di Sini!

    Sobat Cuan mungkin saat ini sedang tergiur berinvestasi aset kripto gara-gara cuannya yang terbilang gak main-main. Hanya saja, sifat harga aset kripto yang cenderung volatil membuat investasi satu ini bukan pilihan semua orang.

    Ibarat pepatah, “banyak jalan menuju Roma”, kamu pun tentu punya cara lain dalam berinvestasi aset kripto. Yakni, dengan cara menabung aset kripto di dompet-dompet digital. Apalagi, sekarang saat ini sudah banyak platform yang menyediakan fasilitas tersebut, termasuk Pluang Cuan di aplikasi Pluang.

    Pasti kamu bertanya-tanya, seperti apa sih, konsep menabung aset kripto tersebut? Prinsipnya sama seperti menabung di bank pada umumnya, di mana kamu hanya tinggal “menabung” aset kripto dan kemudian kamu bisa mendapatkan bunga tabungan yang juga berbentuk aset kripto.

    Kini, menabung aset kripto semakin mudah berkat hadirnya teknologi keuangan terdesentralisasi (Decentralized Finance/DeFi). Menabung kripto sendiri adalah bagian dari aktivitas yield farming, di mana penjelasannya bisa kamu temukan di artikel berikut.

    Tak hanya itu, bunga menabung aset kripto pun terbilang lebih cuan dibandingkan menabung di bank. Adapun perbedaan bunga bank dan aset kripto juga bisa kamu baca di artikel ini ya, Sobat Cuan!

    Namun, meski lebih menguntungkan dibandingkan bank, apakah menabung aset kripto juga memiliki manfaat bunga majemuk (compound interest) layaknya tabungan biasa? Jika ya, lantas seperti apa mekanismenya?

    Baca juga: Apa Itu Compound Interest?

    Sekilas Mengenai Konsep Bunga Majemuk

    Sejatinya, Sobat Cuan bisa mengetahui konsep bunga majemuk lebih dalam lagi di artikel berikut. Tetapi intinya, bunga majemuk adalah sebuah istilah keuangan yang menunjukkan bahwa uangmu bisa berkembang biak dengan sendirinya.

    Bunga majemuk terjadi ketika pokok investasimu dan bunga yang kamu kumpulkan dari investasi tersebut sama-sama menghasilkan pendapatan bunga.

    Contoh sederhananya adalah seperti ini. Misalkan, kamu memutuskan untuk menempatkan deposito selama Rp10 juta di sebuah bank dalam jangka waktu tiga tahun dan bunga sebesar 5% per tahunnya.

    Pasti, kamu awalnya akan berpikir bahwa keuntungan bunga yang kamu dapatkan adalah 15% dari Rp10 juta, alias Rp1,5 juta. Namun, jangan salah, Sobat Cuan! Sebab, pendapatan bunga yang kamu dapatkan bisa jauh lebih besar dari Rp1,5 juta.

    Alasannya cukup sederhana. Di tahun pertama, kamu akan mendapat bunga sebesar 5% atau sebesar Rp500.000. Nah di tahun kedua, kamu tidak hanya mendapat bunga 5% dari pokok investasimu sebesar Rp10 juta, namun juga mendapat 5% dari pendapatan bungamu sebesar Rp500.000 yang diraih di tahun pertama.

    Konsep bunga majemuk ini memang penting dipahami oleh seluruh investor, tak hanya investor aset kripto saja. Sebab, dengan memahami konsep ini, maka kamu bisa memproyeksikan jumlah investasimu dan potensi cuan yang bisa kamu dapatkan di masa depan.

    Apakah Bunga Majemuk juga Terdapat di Aset Kripto?

    Tentu saja, menabung di aset kripto pun bisa memberikanmu efek bunga majemuk layaknya menabung di bank.

    Layaknya produk tabungan konvensional, investor bisa mendapatkan bunga tunggal (simple interest) dan bunga majemuk. Makanya, kamu pun sangat bisa mengembang biakkan jumlah tabungan aset kriptomu melalui fasilitas ini.

    Selain itu, kamu pun bisa semakin cepat untuk menikmati efek bunga majemuk dalam menabung aset kripto. Ini lantaran beberapa platform memperbolehkan kamu untuk tidak menyimpan aset kriptomu setahun penuh hanya untuk mendapatkan pendapatan bunga.

    Semakin singkat jangka waktu menabung aset kripto, maka akan semakin cepat juga kamu menikmati efek bunga majemuk. Hal ini bisa didapatkan jika kamu memutuskan tak menarik tabunganmu plus bunganya setelah periode menabung pertamamu selesai.

    Tetap Memiliki Risiko

    Meski demikian, dari sisi nilai pendapatan bunga, menabung di aset kripto tetap punya risiko tersendiri.

    Seperti yang kita ketahui, harga aset kripto terbilang cukup volatil. Kamu bisa saja mendulang cuan 4% dari menabung aset kripto, misalnya, dalam sebulan. Namun, kamu tentu tak bisa menikmati cuanmu jika harga aset kripto anjlok 10% di waktu bersamaan. Nah, risiko cuan menabung aset kripto bisa kamu temukan di artikel ini.

    Meski demikian, Sobat Cuan perlu paham bahwa konsep menabung aset kripto adalah mengembangkan portofolio aset kriptomu. Nilai portofolio aset kriptomu bisa saja terbang atau jatuh, tapi jumlah aset kripto yang kamu genggam tentu akan bertambah dengan menabung aset kripto — tentunya melalui konsep bunga majemuk di atas.

    Masih mengambil contoh di atas, nilai aset kriptomu bisa jadi anjlok 10%. Namun dari sisi kepemilikan, jumlah aset kriptomu akan bertambah 4%. Contohnya, dari 0,01 keping Bitcoin menjadi 0,0104 keping Bitcoin.

    Makanya, aktivitas ini sangat disarankan bagi mereka yang memang berminat investasi jangka panjang di aset kripto.

    Selain itu, agar cuanmu di jangka panjang bisa maksimal, pastikan kamu juga menabung di aset kripto yang punya sisi fundamental jelas. Utamanya adalah Bitcoin dan Ethereum.

    Sebab, secara umum, selama ini para analis menilai faktor harga Bitcoin berada di sisi permintaan dan penawaran berdasarkan suplai Bitcoin yang terbatas, yakni 21 juta keping. Sementara itu, faktor pendukung Ethereum terletak pada pembaruan jaringan serta perkembangan adopsi teknologi DeFi di masa depan.

    Nah, sekarang kamu bisa banget menabung Bitcoin dan Ethereum di Pluang Cuan sampai dengan bunga 3,5% per tahun. Yuk, maksimalkan cuan kriptomu sekarang!

    Baca juga: Mengenal Compound Interest, Konsep Bunga Lipat Ganda dalam Investasi

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang.

    Sumber: Benzinga



    Sumber : pluang.com

  • Sobat Cuan, Begini Lho Cara Mudah Hitung Kekayaan Bersih yang Kamu Miliki!

    Sobat Cuan pasti ada yang merasa bahwa penghasilannya saat ini terbilang tidak memadai. Di sisi lain, pasti juga ada sebagian Sobat Cuan lainnya yang merasa senang bisa punya penghasilan tinggi. Namun, apapun penghasilan Sobat Cuan, yang terpenting bagimu adalah mampu menghasilkan kekayaan bersih alias net worth yang mumpuni.

    Lantas, apa pentingnya net worth? Dan bagaimana cara menghitung net worth yang tepat?

    Memahami konsep net worth cukup mudah, Sobat Cuan. Ini merupakan patokan untuk mengukur apakah jumlah aset yang kamu miliki lebih besar dari jumlah liability (utang) yang harus dibayar.

    Aset yang dimaksud di sini adalah uang tunai, investasi, rekening bank, dana pensiun, rumah atau properti, dan barang pribadi seperti mobil atau perhiasan. Sedangkan liabilitas meliputi pinjaman bank, utang kartu kredit, utang pajak, dan utang lainnya.

    Jika asetmu melebihi jumlah utangmu, maka kamu memiliki kekayaan bersih yang positif. Sebaliknya, jika kamu memiliki utang lebih dari jumlah asetmu, kamu memiliki kekayaan bersih negatif.

    Manfaat Mengetahui dan Menghitung Kekayaan Bersih

    Sobat Cuan pasti sering mendengar kisah-kisah di mana seseorang yang bergaji fantastis tiba-tiba harus terpuruk lantaran terlilit utang. Namun di sisi lain, terdapat pula kisah di mana ada orang yang bisa  bahagia dan tetap punya harta meski gajinya pas-pasan.

    Nah, kisah di atas mencerminkan pentingnya mengetahui konsep net worth bagi perencanaan keuanganmu. Yakni, memperbaiki kualitas penghasilanmu dan bisa membawamu menuju masa depan yang lebih aman dan nyaman.

    Terlepas dari situasi keuangan dan besaran penghasilanmu, menghitung kekayaan bersih dapat membantu mengevaluasi kesehatan keuanganmu saat ini dan merencanakannya untuk masa depan. Sehingga, kamu dapat menjawab “ya” atau “tidak” dengan cepat dalam mengambil keputusan finansial, baik itu perkara belanja, menabung, atau investasi.

    Selain itu, kamu pun bisa dengan mudah merencanakan strategi keuangan demi mencapai tujuan keuanganmu yang paripurna. Tak terkecuali menetapkan prioritas-prioritas finansial yang perlu kamu penuhi segera.

    Misalkan, kamu berencana ingin membayar uang muka rumah dalam tiga tahun lagi, sehingga kamu perlu menabung rutin dalam jumlah besar per bulan. Namun, di saat yang sama, kamu juga masih punya tunggakan utang kartu kredit yang besar.

    Berkaca dari contoh di atas, manakah hal yang perlu kamu penuhi segera? Betul, yakni membayar utangmu sesegera mungkin. Beberapa contoh cara bayar utang yang tepat bisa kamu baca di artikel ini.

    Memang, mengumpulkan kekayaan bersih bukan perkara mudah. Namun, kamu perlu ingat bahwa nilai kekayaan bukanlah hal semata wayang yang dijadikan patokan. Melainkan juga tren pertumbuhan kekayaanmu antar waktu.

    Hanya saja, kamu mungkin masih bingung dalam menghitung kekayaan bersih yang kamu miliki. Untuk itu, kamu bisa menghitungnya dengan mengikuti langkah di bawah ini.

    Baca juga: Home Sweet Home: 7 Cara Miliki Rumah Minimalis Modern Idamanmu

    Cara Menghitung Kekayaan Bersih (Net Worth)

    Sobat Cuan, menghitung kekayaan bersih bukanlah hal yang sulit. Kamu hanya perlu meluangkan sedikit waktu, coretan di kertas atau spreadsheet, dan tentunya kalkulator.

    1. Buat Daftar Aset yang Kamu Miliki

    Daftar ini berisi saldo rekening tabunganmu saat ini, tabungan pensiun, obligasi, kepemilikan saham, rumah, tanah, mobil, dan lain-lain.

    Beberapa aset ini memiliki nilai yang sangat spesifik dan jelas (seperti laporan bank), sehingga memudahkanmu untuk menghitungnya. Namun, untuk aset yang tidak memiliki nilai spesifik seperti mobil dan rumah, solusinya adalah dengan membuat perkiraan harga.

    Jika kamu kesulitan memperkirakannya, kamu bisa menggunakan bantuan pihak yang memiliki kemampuan untuk menilai suatu aset.

    Kemudian, buat daftar yang bertuliskan “ASET” di bagian atas. Di bawahnya, di sebelah kiri, daftarkan semua nama asetmu, lalu di sebelah kanan, tuliskan nilai aset dalam mata uang, sehingga titik desimal dari semua aset sejajar.

    Hal ini membuatmu lebih mudah untuk menghitung dan lebih rapi. Tentu saja, kamu bisa menggunakan spreadsheet agar lebih mudah.

    Setelah semuanya terdaftar, tulis “TOTAL” di sebelah kiri, lalu jumlahkan angkanya. Daftar total nilai asetmu sudah selesai.

    2. Buat Daftar Utang yang Harus Dibayar

    Sekarang, daftarkan semua saldo kartu kredit, pinjaman pribadi, kredit mobil, cicilan rumah, dan sebagainya. Seperti pada daftar aset, buatlah judul “UTANG”. Tuliskan setiap utang di bawah sebelah kiri dan nilai utang di sebelah kanan, dengan desimal berbaris untuk memudahkan penghitungan.

    Setelah menuliskan semua utang, tulis “TOTAL” di bagian kiri, lalu jumlahkan semua daftar utang. Jumlah total semua utang yang kamu miliki sudah tercatat.

    3. Menghitung Kekayaan Bersih: Kurangi Kedua Daftar Aset dan Utang 

    Terakhir, kurangi total utang dari total aset yang akan kamu hitung. Angka yang dihasilkan adalah kekayaan bersihmu.

    Contoh Menghitung Kekayaan Bersih

    Sinta berusia 36 tahun dan berprofesi sebagai karyawan swasta. Saat ini, ia memiliki rumah senilai Rp250 juta, dan memiliki utang Rp110 juta. Mobil dengan harga sekitar Rp120 juta sudah terbayar lunas. Sinta juga memiliki tabungan bank sebesar Rp50 juta. Investasi senilai Rp5 juta, dan utang KTA senilai Rp10 juta.

    Dari keterangan di atas, maka kondisi keuangan Sinta sekarang adalah:

    ASET:

        • Rumah: Rp 250.000.000
        • Mobil: Rp120.000.000
        • Tabungan: Rp50.000.000
        • Investasi: Rp 5.000.000

    TOTAL: Rp425.000.000

    UTANG:

        • Hipotek: Rp 100.000.000
        • KTA: Rp 10.000.000

    TOTAL: Rp 110.000.000

    Total kekayaan bersih Sinta adalah Rp425.000.000 – Rp110.000.000 = Rp315.000.000

    Berdasarkan informasi di atas dapat disimpulkan bahwa Sinta dalam keadaan sehat secara finansial. Hal ini dikarenakan total aset yang dimilikinya lebih besar daripada utang yang harus dibayar, sehingga kekayaan bersihnya positif.

    Nah, salah satu cara agar kekayaan bersihmu berada di zona positif adalah investasi. Dalam hal ini, Pluang bisa menjadi solusi investasimu dengan mudah!

    Di Pluang, kamu bisa berinvestasi di beragam aset seperti emas digital, Bitcoin, Ethereum, S&P 500 hanya dalam satu aplikasi saja dan mulai dari Rp10.000 saja. Yuk, segera investasi di Pluang!

    Baca juga: Apa Itu Pendapatan Bersih?

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang.

    Sumber: Investopedia, SameDayFin



    Sumber : pluang.com

  • Apa Sih Keterkaitan Harga Bitcoin dan Altcoin? Yuk Simak di Sini!

    Sobat Cuan yang bergelut di kancah aset kripto paham bahwa dinamika pasar antar satu aset kripto dengan lainnya sangat berbeda. Salah satunya menyangkut pergerakan dan hubungan antara Bitcoin dan altcoin.

    Mungkin kamu tahu bahwa diantara mereka berdua, pergerakannya kadang akur, atau malah berlawanan. Seperti yang ditunjukkan oleh pasar kripto sebulan belakangan.

    Beberapa minggu ini bisa dikatakan merupakan situasi dimana altcoin dielu-elukan. Pasalnya, di saat Bitcoin selaku aset kripto dengan nilai kapitalisasi terbesar loyo, altcoin malah mampu memberikan cuan yang tinggi.

    Salah satu organisasi yang mengukur hal ini adalah Blockchain Center. Di sini kamu bisa melihat bahwa mereka memiliki Altcoin Season Index yang mengukur musim altcoin. Dalam perhitungan mereka, jika 75% dari 50 koin teratas berkinerja lebih baik daripada Bitcoin selama musim lalu (90 hari), maka hal itu bisa didefinisikan sebagai musim altcoin.

    Altcoin Season Index
    Sumber: Blockchain Center

    Bagan di atas memperlihatkan kondisi terkini dari Altcoin Season Index, di mana saat ini sedang terjadi musim altcoin.

    Tapi, ada kalanya altcoin pun ikutan terjun bersama dengan Bitcoin.

    Contohnya terjadi pada pertengahan Mei ini, di mana harga Bitcoin dan altcoin longsor berbarengan setelah Bloomberg melaporkan bahwa Departemen Penegakan Hukum AS beserta Badan Pendapatan AS (IRS) tengah menginvestigasi dugaan aktivitas transaksi ilegal antar pengguna yang berada di platform aset kripto Binance.

    Jadi, sebenarnya bagaimana sih hubungan Bitcoin dan altcoin? Apakah memang ada hubungan? Ataukah hubungan mereka bersifat HTS alias hubungan tanpa status?

    Baca juga: Portofolio Aset Kripto Ambyar? Simak 10 Strategi Sikapi Anjloknya Kripto!

    Hubungan antara Bitcoin dan Altcoin

    Sebelum mempelajari secara spesifik, berikut adalah pengantar singkat tentang persamaan dan perbedaan antara Bitcoin dan koin alternatif. Ini akan memberi kita dasar yang lebih baik saat mendalami korelasi Bitcoin dan altcoin secara spesifik nantinya.

    Bitcoin adalah:

    • Cryptocurrency paling populer
    • Satu-satunya cryptocurrency yang sepenuhnya terdesentralisasi
    • Mempertahankan mayoritas pangsa pasar (saat ini menguasai sekitar 50% pasar aset kripto)
    • Menjadi tujuan investasi akhir dari sebagian besar trader
    • Kecil kemungkinannya untuk mengalami lonjakan harga yang besar

    Sementara itu, altcoin adalah:

    • Aset kripto yang punya banyak kegunaan. Sebagian mendapatkan reputasi dari fundamental, sementara yang lain hanya tumbuh berdasarkan sensasi
    • Tidak sepenuhnya terdesentralisasi karena pendiri mereka memegang sebagian besar koin
    • Punya nilai kapitalisasi pasar kecil yang dapat dengan mudah dimanipulasi
    • Sebagian besar merupakan sarana untuk mencapai tujuan atau jalan tengah untuk mendapatkan lebih banyak Bitcoin di masa mendatang
    • Lebih cenderung mengalami lonjakan harga yang besar

    Secara keseluruhan, orang dapat melihat Bitcoin sebagai pilihan investasi yang kurang berisiko dan lebih pasti. Sementara itu, altcoin (setidaknya sebagian besar) termasuk dalam kategori ‘perjudian’. Altcoin baru biasanya sangat berisiko, terutama saat kapitalisasi pasarnya rendah.

    Mengapa Harga Altcoin Turun saat Bitcoin Naik?

    Sebenarnya hal ini sangat mudah dijawab kalau kamu melihat sentimen pasar secara keseluruhan. Kembali lagi, masalah penawaran dan permintaan menjadi akar dari hubungan tersebut.

    Karena tujuan sebagian besar trader atau investor adalah untuk meningkatkan posisi Bitcoin mereka, maka mereka tidak perlu terus memegang altcoin jika koin utama mereka meningkat. Seperti inilah prosesnya:

    1. Trader memiliki posisi kecil di banyak koin alternatif berbeda.
    2. Bitcoin mulai bergerak ke arah atas.
    3. Tiba-tiba, altcoin trader mulai kehilangan nilai (Bitcoin) mereka.
    4. Dalam upaya untuk menghindari kerugian lebih lanjut, trader memindahkan dana mereka ke Bitcoin untuk mendapatkan keuntungan dari tren naik.
    5. Karena itu, sebagian besar pelaku pasar keluar dari altcoin (penurunan permintaan) dan ke Bitcoin (peningkatan permintaan).
    6. Ini menghasilkan momentum kenaikan harga untuk Bitcoin dan penurunan harga yang cukup besar untuk altcoin.

    Baca juga: Apa Saja Sih Momen FUD Terbesar di Aset Kripto? Yuk, Simak di Sini!

    Secara keseluruhan, penting untuk diingat bahwa ada tiga kategori besar koin tempat kamu dapat menyimpan nilai. Yaitu:

    • Bitcoin (BTC)
    • Altcoin (sebagian besar cryptocurrency lainnya)
    • Stablecoin (cryptocurrency yang pergerakannya berdasarkan mata uang FIAT)

    Kebanyakan orang akan pindah ke Bitcoin saat pasar naik dan ke stablecoin saat pasar bergerak mendatar. Dalam kedua opsi tersebut, altcoin cenderung ‘menderita’. Di sisi lain, ketika pasar relatif stabil, dan lebih banyak trader membeli posisi altcoin (menyebabkan mereka meningkat nilainya), pasar mengalami musim altcoin.

    Tapi, Mengapa Kadang Altcoin Juga Mengikuti Harga Bitcoin?

    Namun, dalam sebagian besar situasi pasar, harga altcoin bisa saja sangat terkait dengan harga Bitcoin. Altcoin seringkali mengikuti pergerakan harga Bitcoin dengan perbedaan yang sedikit hingga besar. Mengapa?

    1. Dominasi Bitcoin di Kapitalisasi Pasar Kripto

    Alasan mendasar di balik altcoin mengikuti Bitcoin adalah karena harga altcoin biasanya diukur dalam Bitcoin. Aset kripto pionir ini mungkin diapit oleh lebih dari 3.000 pesaing, tetapi masih menguasai lebih dari setengah dari seluruh kapitalisasi pasar aset kripto. Dominasi pasar kripto ini memberi Bitcoin banyak pengaruh dan kendali.

    2. Bitcoin adalah Mata Uang Cadangan untuk Transaksi

    Menurut Blockchain.com, kini ada lebih dari 18 juta Bitcoin yang berada di sirkulasi pasar aset kripto secara global. Sementara dari sisi kapitalisasi pasar, data CoinMarketCap mencatat dominasi Bitcoin terus menurun, dan kini sebesar 46 persen dari pasar keseluruhan.

    Baca juga: Mengapa Hanya Ada 21 Juta Bitcoin di Dunia Ini?

    Ketika ada peningkatan arus keluar Bitcoin dari bursa terbesar di industri, investor cenderung melihat ini sebagai tanda positif untuk cryptocurrency tersebut.

    Hal ini karena investor memprediksi Bitcoin memasuki fase akumulasi, yang berarti pasar bullish mungkin sudah dekat. Keyakinan ini dapat mengalir ke altcoin yang bersaing dan menguntungkan pasar cryptocurrency secara lebih luas.

    3. Ada Hal Insidentil Eksternal yang Mempengaruhi Pasar Kripto Secara Umum

    Hal ini bisa Sobat Cuan lihat dalam beberapa waktu terakhir. Misalnya, masalah regulasi di beberapa negara ihwal pengawasan aset kripto. Atau mungkin rencana penerapan pajak kripto yang jadi buah bibir belakangan ini, seperti dijelaskan pada artikel berikut.

    Contoh lain misalkan adalah situasi makroekonomi yang lagi bagus. Biasanya, di saat-saat seperti demikian, investor kembali berani untuk kembali masuk ke pasar modal. Sehingga, aset kripto pun jadi terbengkalai.

    Hal-hal di atas tentu akan bikin investor atau trader kripto khawatir. Bukan hanya investor Bitcoin semata, namun juga altcoin. Kalau sudah begitu, tentu investor dan trader akan melepas kepemilikannya dan bikin harga kripto terjun.

    Implikasi Hubungan Bitcoin dan Altcoin Bagi Trader dan Investor

    Terlepas dari seberapa besar korelasi harga dan kondisi pasar, para analis sepakat bahwa trader dan investor aset kripto sebaiknya melakukan diversifikasi. Hal tersebut sangat penting ketika situasi sedang bearish alias lesu. Selain itu, hal ini juga berguna untuk mengurangi keterpaparan investor atau trader atas risiko Bitcoin maupun altcoin.

    “Penurunan korelasi harga harus menjadi hal yang disambut dengan bijak. Hal itu karena membuka lebih banyak peluang untuk berdagang dengan proposisi portofolio yang berbeda dalam momen yang muncul,” kata Joel Kruger, trader and strategist LMAX.

    Baca juga: Kapan Waktu Terbaik Transaksi Ethereum? Yuk Simak di Sini!

    Analis OKEx Insights Robbie Liu turut mengamininya. Ia mengatakan bahwa penurunan korelasi harga memberi pedagang kecil lebih banyak peluang untuk mendapatkan keuntungan yang besar.

    “Untuk investor ritel dengan modal kecil dan toleransi risiko yang lebih tinggi, penurunan korelasi saat ini merupakan perubahan yang disambut baik. Hal itu memberikan mereka lebih banyak peluang untuk meraup keuntungan yang lebih tinggi,” katanya.

    Dengan asumsi bahwa divergensi dalam korelasi tetap ada di masa depan, hal ini pada akhirnya akan menjadi keuntungan bagi trader, investor, dan industri yang lebih luas.

    Seperti yang disimpulkan Glen Goodman, penulis buku ‘The Crypto Trader, penurunan korelasi akan menjadi tanda bahwa pasar semakin matang.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Krypto Money, Decrypt, Cryptonews



    Sumber : pluang.com