Author: 10

  • Bagaimana Cara Menghadapi Bear Market di Indeks SP 500?

    Indeks S&P 500 sampai saat ini masih menikmati masa-masa bulan madu. Setelah menembus rekor 4.000 pada awal April lalu, kini nilai indeks tersebut masih adem ayem di kisaran 4.190.

    Namun, layaknya investasi lainnya, tentu saja ada yang namanya pasang surut. Kadang, indeks S&P 500 bisa moncer seperti saat ini dan ada kalanya ia jatuh terjerembab tak berdaya.

    Salah satu contoh crash indeks S&P 500 terjadi pada saat pandemi COVID-19 menggempur seluruh belahan dunia pada Maret 2020.

    Pada tanggal 23 Maret setahun silam, nilai indeks S&P 500 amblas 34% yang diikuti dengan masuknya indeks berisikan 500 perusahaan bonafide seantero AS tersebut ke zona bearish. 

    Saat pagebluk melanda, indeks saham ini anjlok hanya dalam kurun waktu 1 bulan. Padahal dalam kondisi normal, indeks bisa bearish sedalam itu membutuhkan waktu selama 11 bulan.

    Tetapi, itulah pasar saham. Koreksi dan anjloknya indeks saham adalah hal yang biasa dan tidak dapat diprediksi. Sebelum crash karena pandemi, indeks S&P 500 juga sebelumnya pernah longsor selama 10% dalam 38 sesi.

    Berkaca dari peristiwa di atas, maka anjoknya nilai indeks S&P 500 di masa depan masih sangat mungkin terjadi apapun pendorong utamanya. Investor perlu memahami hal ini agar ia bisa segera melancarkan strategi mengamankan cuan yang jitu kala pasar bearish melanda.

    Nah, biar kamu tidak panik saat S&P 500 sedang bearish, berikut ada beberapa tips yang bisa Sobat Cuan lakukan agar tidak melakukan panic selling yang malah berpotensi menggerus keuntunganmu. Apa saja tips tersebut?

    Baca juga: Apa Beda Istilah Crash dan Koreksi Bitcoin? Simak di Sini!

    Kiat Bertahan di Kala Bearish S&P 500

    1. Tenang, Jangan Panik

    Saat kondisi pasar ambruk, Sobat Cuan harus bisa menguasai emosi. Karena selama 50 tahun, mulai dari 1970 sampai dengan 2020, pasar saham sudah mengalami koreksi sebanyak 28 kali.

    Jadi, kamu perlu paham bahwa itu adalah hal biasa dalam dinamika pergerakan harga saham. Ditambah, saat kamu sudah memutuskan untuk masuk ke pasar saham, artinya kamu sudah juga harus siap menghadapi koreksi, tidak cuma cuannya saja.

    Tetap yakin bahwa anjloknya indeks saham S&P 500 saat ini suatu saat akan pulih kembali di masa depan. Sebab, sesuai data historis, nilai indeks saham dan kapitalisasi pasar akan selalu naik mengikuti pertumbuhan ekonomi.

    2. Hindari Panic Selling

    Panic Selling adalah kondisi di mana investor khawatir akan pasar saham yang bergejolak. Biasanya, dalam kondisi ini, banyak investor akan melepas aset investasi sahamnya di harga berapapun, yang malah membuat indeks berpotensi tersungkur lebih dalam lagi.

    Jika pasar mengalami koreksi dalam, Sobat Cuan jangan terpengaruh dengan pergerakan pasar yang banyak melakukan posisi jual. Sepanjang saham yang dikoleksi masih memiliki potensi pertumbuhan yang lebar di masa depan dan tidak ada perubahan bisnis dalam jangka pendek, tidak ada salahnya untuk memasang posisi bertahan.

    Karena saat panic selling, besar kemungkinan nilai uang yang ada dalam rekening saham bakal tergerus tajam. Masih lebih baik untuk bertahan, karena artinya kerugian yang ada masih dalam bentuk potensi, tidak dalam nilai sebenarnya.

    Baca juga: Begini Tips Mengatur Keuangan Kamu Saat Pandemi!

    3. Saat indeks S&P 500 Bearish, Di Situlah ada Diskon Harga

    Pasar yang sedang melandai bisa juga ditandai sebagai diskon harga bagi saham-saham tertentu.

    Sebagai contoh, dalam kondisi normal, saham A bisa dihargai di US$100 per lembar. Namun, saat sedang lesu, saham tersebut anjlok di harga US$70 per lembar.

    Disini pendekatan value investing bisa dipakai. Sobat Cuan bisa masuk atau menambah jumlah saham yang saat ini dikoleksi untuk kemudian menunggu momentum untuk memantul kembali ke harga yang lebih tinggi. Penjelasan lebih lanjut mengenai value investing bisa kamu baca di sini, ya!

    Jadi, selalu siapkan uang tunai ekstra saat menghadapi kondisi bearish. Karena koreksi pasar memang bisa menganggu. Namun, di sisi lain, pasar yang amburadul dapat menjadi peluang untuk mendapatkan keuntungan lebih besar lagi.

    Baca juga: Apa Itu Koreksi dan Apa Pengaruhnya Terhadap Investasi Kamu?

    Apakah Tahun ini Indeks S&P 500 Bakal Anjlok?

    Meski kamu perlu wanti-wanti mengenai potensi bearish S&P 500, beberapa analis masih menilai indeks saham ini akan bertumbuh terus sampai akhir tahun ini. Analis yang dimuat di Forbes juga sudah merevisi ke atas target earning per share (EPS) pada tahun ini, dari US$181 menjadi US$193.

    Sedangkan untuk tahun 2022, target EPS juga telah direvisi ke atas dari US$197 menjadi US$202. Adanya peningkatan jumlah likuiditas di bank, pemulihan ekonomi global dan pertumbuhan Produk Dometsik Bruto (PDB) menjadi alasan optimisme analis melihat pasar saham di tahun ini.

    Selain itu, analis juga percaya bahwa musim pelaporan keuangan (earning season) perusahaan di AS akan semakin mumpuni di kuartal II. Hal ini didukung oleh pembukaan kembali kegiatan ekonomi (reopening) serta prospek pasar tenaga kerja yang bisa mengarah ke zona positif.

    Nah, apakah Sobat Cuan juga tertarik berinvestasi S&P 500? Yuk, investasi saja melalui micro e-mini S&P 500 futures index di Pluang sekarang!

    Baca juga: Investasi S&P 500 Bisa Bikin Kamu Sultan Lho, Simak 3 Alasannya!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: The Motley Fool, Forbes



    Sumber : pluang.com

  • Yuk, Kenalan Lebih Akrab dengan Indonesia Stock Exchange!

    Baca juga: IHSG Anjlok 4,04% di Level 5.311, Perlukah BEI Terapkan Protokol Krisis?

    Sejarah IDX: Perjalanan Panjang dari Zaman Kolonial Hingga Saat Ini

    Cikal bakal IDX berhulu sejak zaman kolonialisme Belanda, alias jauh sebelum Indonesia merdeka pada 1945. Hal ini ditandai dengan bursa efek pertama di Jakarta, saat masih bernama Batavia, pada 1912. Pasar modal ketika itu didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda untuk kepentingan pemerintah kolonial.Hanya saja, perkembangan pasar modal tidak sesuai harapan setelah masa tersebut. Bahkan, ada kalanya kegiatan pasar modal harus vakum yang disebabkan beberapa faktor, misalnya perang dunia ke I dan II. Pada masa itu, pemerintah Indonesia pun telah mengambil alih pula pemerintahan kolonial Belanda, sehingga operasi bursa efek tak berjalan lancar.

    Akhirnya, pemerintah Indonesia di bawah Presiden Soeharto kembali mengaktifkan pasar modal pada 1977 melalui Bursa Efek Jakarta (BEJ). Kala itu, BEJ dijalankan di bawah Badan Pelaksana Pasar Modal (Bapepam) dan ditandai dengan penawaran umum perdana PT Semen Cibinong sebagai emiten pertama.Pada 1989, BEJ akhirnya memiliki “saudara baru” yakni Bursa Efek Surabaya (BES), sebuah perseroan terbatas milik PT Bursa Efek Surabaya. Tiga tahun kemudian, BEJ pun mengalami swastanisasi, sehingga seluruh bursa efek di Indonesia resmi dikelola oleh swasta.Akhirnya, kedua bursa efek tersebut pun bergabung dan membentuk Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2007.

    Peran Indonesia Stock Exchange (IDX)

    Sobat Cuan, pasti kalian ingin tahu apa peran Indonesia Stock Exchange. Secara rinci tugas perusahaan ini adalah sebagai berikut:

    • Fasilitator Perdagangan Efek
    • Menyediakan sarana untuk perdagangan efek
    • Membuat peraturan terkait kegiatan di bursa
    • Mencatat semua instrumen efek
    • Melakukan upaya likuiditas instrumen.
    • Melakukan transparansi terkait informasi bursa.
    • Pengontrol Jalannya Transaksi Efek
    • Memantau kegiatan transaksi efek yang terjadi
    • Mencegah terjadinya manipulasi harga tidak wajar yang dilarang oleh undang-undang.
    • Menangguhkan perdagangan untuk emiten saham yang terbukti melanggar ketentuan (suspending).
    • Mencabut efek di bursa yang yang terbukti melanggar ketentuan (delisting)

    Cara Kerja Indonesia Stock Exchange (IDX)

    Perusahaan yang tercatat di IDX adalah perusahaan yang terbuka untuk publik (go public). Artinya, saham perusahaan tersebut dapat dibeli atau dimiliki oleh publik. IDX akan memfasilitasi semuanya sampai perusahaan tersebut terjun di pasar bursa.

    Namun untuk mencapai proses itu, perusahaan tercatat harus memenuhi persyaratan atau listing dari BEI. Pada dasarnya, perusahaan dengan modal besar dan memiliki potensi menjadi perusahaan besar akan mudah terdaftar.

    Indeks Saham di Indonesia Stock Exchange (IDX) Saat Ini

    Selain itu, kinerja seluruh saham di IDX diukur dalam suatu indeks yang disebut Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Apakah itu?

    Sebelum memahaminya, Sobat Cuan harus paham mengenai pengertian indeks saham. Yakni, ukuran statistik yang mencerminkan keseluruhan pergerakan harga atas sekumpulan saham yang dipilih berdasarkan kriteria dan metodologi tertentu serta dievaluasi secara berkala.

    Nah, kalau di BEI, IHSG ini mengukur kinerja harga semua saham yang tercatat di papan utama dan papan pengembangan Bursa Efek Indonesia.

    IHSG awalnya diperkenalkan pada 1982, saat BEI masih berbentuk BEJ. Dalam perhitungannya, IHSG menggunakan metode rata-rata berimbang berdasarkan jumlah saham di bursa atau Market Value Weighted Average Index.

    IHSG dihitung dengan membagi nilai pasar dengan nilai dasar, yang kemudian dikalikan 100%. Adapun, nilai dasar adalah kumulatif jumlah saham pada hari dasar dikali dengan harga pada hari dasar. Sementara itu, nilai pasar adalah kumulatif jumlah saham yang tercatat dikali dengan harga pasar.

    Lantas, apa sih tujuan dari IHSG itu sendiri? Berikut adalah beberapa manfaatnya:

    1. Mengukur sentimen pasar
    2. Menjadi tolak ukur portofolio
    3. Proksi dalam mengukur dan membuat model pengembalian investasi (return), risiko sistematis, dan kinerja yang disesuaikan dengan risiko
    4. Proksi untuk kinerja kelas aset pada alokasi aset.

    Selain IHSG, Saat ini BEI memiliki 37 indeks saham lainnya, misalnya IDX80, LQ45, IDX30, IDX Quality30, IDX Value30, IDX Growth30, IDX ESG Leaders, IDX High Dividend 20, IDX BUMN20, Indeks Saham Syariah Indonesia/Indonesia Sharia Stock Index (ISSI), hingga  KOMPAS100, BISNIS-27, MNC36, Investor33, infobank15, dan SMinfra18.

    Jumlah Emiten di BEI beserta Top 10 Emiten Big Caps

    Saat ini, pada Mei 2021, tercatat ada 738 perusahaan yang melantai di BEI.

    Sebanyak 10 emiten masuk dalam barisan perusahaan dengan kapitaliasi pasar besar atau emiten big caps pada tahun 2020. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia pada 30 Desember 2020, posisi teratas masih ditempati oleh PT Bank Central Asia Tbk. Perusahaan dengan kode saham BBCA ini, memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp826 triliun atau naik 1,34% dari tahun sebelumnya.

    Berikut daftar 10 emiten big caps tahun 2020 beserta kapitalisasi pasarnya, antara lain:

      1. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), Rp826 triliun
      2. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), Rp509 triliun
      3. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), Rp328 triliun
      4. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), Rp292 triliun
      5. PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR), Rp280 triliun
      6. PT Astra International Tbk. (ASII), Rp244 triliun
      7. PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP), Rp175 triliun
      8. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA), Rp162 triliun
      9. PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI), Rp114 triliun
      10. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP), Rp112 triliun

    Baca juga: Apa Itu Jakarta Futures Exchange?

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang.

    Sumber: IDX, MarketBisnis



    Sumber : pluang.com

  • Mau Menabung Aset Kripto? Yuk, Tes Kesiapan Kamu di Sini!

    Saat ini, pecinta aset kripto memang tengah menggandrungi menabung aset kripto. Ini lantaran mereka bisa mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi dari tabungan perbankan (seperti yang dijelaskan pada artikel ini) hanya dengan menyimpannya di akun dompet digital.

    Namun, yang namanya investasi tentu punya risiko tersendiri. Begitu pun dengan menabung kripto, seperti yang dijelaskan pada artikel berikut. Sehingga, ada baiknya kamu juga mempersiapkan diri untuk menghadapi risiko dan tantangan yang terdapat di depan mata.

    Nah, sebelum berencana menabung kripto, ada baiknya kamu mempertanyakan kesiapan dirimu dalam menghadapi berbagai risiko tersebut. Caranya, adalah dengan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ke dirimu sendiri.

    Jika kamu sudah paham jawabannya, maka kamu bisa segera “nyemplung” dengan menyimpan aset kriptomu. Sudah siap menguji kesiapan kamu dalam menabung kripto?

    Baca juga: Pilih Menabung atau Investasi?

    Agar Siap Jiwa Raga Yuk Tes Kesiapan Menabung Aset Kripto!

    1. Apakah Kamu Paham Mengenai Produk Tabungan Aset Kripto?

    Dalam berinvestasi, penting hukumnya untuk mengenali produk yang akan kamu selami. Begitu juga dengan menabung di aset kripto.

    Tentu saja, kamu harus mengetahui risiko menabung di aset kripto. Selain itu, kamu juga perlu memahami mekanisme menabung aset kripto, yang notabene merupakan pengembangan dari aktivitas yield farming di atas sistem keuangan terdesentralisasi (Decentralized Finance/DeFi). Kemudian, kamu juga perlu paham mengenai asal muasal tingkat bunga menabung aset kripto, seperti dijelaskan di artikel ini.

    Lebih pentingnya lagi, kamu juga harus memahami tentang seluk beluk aset kripto itu sendiri. Misalnya, jika kamu ingin menabung Bitcoin dan Ethereum, kamu perlu mendalami tentang faktor fundamentalnya serta kegunaan masing-masing aset kripto.

    Hal ini perlu kamu lakukan untuk memahami bahwa fluktuasi kencang nilai aset kripto adalah hal wajar. Dengan memahami hal tersebut, maka seharusnya kamu bisa mengontrol ekspektasi dalam mendulang cuan di tabungan aset kripto.

    2. Apakah Menabung Aset Kripto Sesuai dengan Strategi Investasimu?

    Sebagai seorang investor, tentu kamu punya strategi investasi tersendiri. Di mana, strategi itu diturunkan dari profil risikomu.

    Nah, kalau kamu memang berniat investasi jangka panjang dan fokus pada pertumbuhan jumlah portofolio kriptomu, maka menabung kripto bisa menjadi pilihan yang baik untukmu. Sebab, layaknya menabung pada umumnya, menabung kripto memiliki efek bunga majemuk, yang dijelaskan di artikel berikut.

    Namun, kalau kamu tipikal investor yang gak sabaran, mungkin ada baiknya kamu mempertimbangkan ulang untuk menabung aset kripto. Tapi, tidak ada salahnya menabung aset kripto sebagai strategimu dalam diversifikasi portofolio kriptomu.

    Tapi, apapun tipe risikomu, pastikan kamu tidak nyemplung di aset kripto karena hype semata, ya!

    3. Bagaimana Kamu Memandang Aset Kripto?

    Pertanyaan ini nampaknya wajib kamu tanyakan ke diri sendiri. Sebab, ini menyangkut konsistensi kamu dalam menabung aset kripto.

    Kalau kamu yakin dengan masa depan aset kripto, maka menahannya (dan mengakumulasi kepemilikannya) dengan menabung aset kripto adalah langkah yang tepat. Asal, aset kripto yang kamu simpan pun memiliki nilai fundamental dan kegunaan yang cukup jelas, seperti Bitcoin dan Ethereum.

    Secara umum, selama ini para analis menilai faktor harga Bitcoin berada di sisi permintaan dan penawaran berdasarkan suplai Bitcoin yang terbatas, yakni 21 juta keping. Makanya, aset kripto ini cocok sebagai aset pelindung kekayaan.

    Sementara itu, nilai guna Ethereum terletak pada manfaatnya sebagai nilai tukar di jaringan Ethereum dan DeFi. Sehingga, faktor pendukung harga Ethereum ke depan akan terletak pada pembaruan jaringan serta perkembangan adopsi teknologi DeFi di masa depan.

    4. Di Mana Kamu Akan Menabung Aset Kripto?

    Perihal platform menabung adalah hal krusial lainnya dalam aktivitas ini. Kalau memang platformnya tidak terpercaya, aset kriptomu bisa-bisa menguap.

    Nah, salah satu platform yang bisa kamu manfaatkan untuk menabung aset kripto adalah Pluang! Kamu bisa menabung Bitcoin atau Ethereum dan mendapatkan imbal hasil hingga 3,5% per tahun. Selain itu, kamu pun bisa mengaksesnya dengan praktis dan bisa menarik tabunganmu kapan saja!

    Baca juga: Investor Kripto RI Tembus 4,2 Juta. Gimana Caranya Agar Kita yang Paling Cuan?

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang.

    Sumber: Nasdaq



    Sumber : pluang.com

  • 4 Kesalahan Investasi Ethereum yang Sebaiknya Kamu Hindari

    Ethereum baru-baru ini naik daun dan kembali beranjak menuju level US$3.000 setelah harganya sempat anjlok di bawah US$2.000 sepekan lalu. Kondisi ini tentu bikin pecinta aset kripto mulai kembali tergiur investasi aset kripto satu ini.

    Dengan kenaikan harga baru-baru ini, kamu mungkin telah memutuskan bahwa sekaranglah waktunya untuk investasi Ethereum. Namun, jangan pernah gelap mata, Sobat Cuan! Kenaikan harga Ethereum mungkin terlihat lezat. Tapi, kalau kamu melakukan kesalahan investasi Ethereum, cuan yang didapat mungkin nyungsep begitu saja.

    Nah, jika Sobat Cuan berencana untuk membeli aset kripto ini, berikut adalah beberapa kesalahan investasi Ethereum yang harus kamu dihindari.

    Baca juga: Apa Sih Keterkaitan Harga Bitcoin dan Altcoin? Yuk Simak di Sini!

    1. Tidak Melakukan Riset Soal Ethereum Terlebih Dahulu

    Sebelum Sobat Cuan menaruh uang hasil jerih payah kamu ke investasi Ethereum, luangkan waktu untuk mempelajarinya. Ini adalah aturan praktis yang bijak untuk investasi apa pun. Kamu tidak perlu menjadi ahli dalam Ethereum, tetapi mengetahui cara kerjanya dan apa yang membuatnya unik akan membantumu.

    Pengetahuan tentang Ethereum sangat penting karena betapa mudah menguapnya nilai di pasar kripto. Kemungkinan besarnya, akan terus ada pergerakan harga yang signifikan di masa depan. Ketika kamu memahami Ethereum dan kamu percaya pada nilainya, kamu cenderung tidak terpengaruh oleh tren atau harga saat ini.

    Baca juga: Portofolio Aset Kripto Ambyar? Simak 10 Strategi Sikapi Anjloknya Kripto!

    3. Kesalahan Investasi Ethereum: Mencoba Mengatur Waktu Pasar

    Mengingat Ethereum mendekati level tertinggi sepanjang masa, sangat menggoda untuk menunggu sampai harga turun sebelum kamu membeli. Kamu mungkin berpikir bahwa kamu akan menunggu sampai jumlahnya turun di bawah jumlah tertentu, dan kemudian melakukan investasi.

    Masalahnya adalah, tidak ada yang bisa menentukan waktu pasar secara akurat. Tidak ada jaminan bahwa Ethereum akan turun ke harga target kamu. Mungkin malah terus meningkat, yang bisa membuat kamu menyesal jika tidak membeli sekarang.

    Atau, bayangkan harga turun secara signifikan. Itu akan memberi kamu kesempatan untuk membeli dengan harga rendah, kecuali jika kamu mulai menebak-nebak keputusan kamu karena kamu khawatir harga akan semakin turun.

    Jika kamu akan investasi Ethereum, anggap itu sebagai investasi jangka panjang. Belilah karena kamu yakin harganya akan naik di tahun-tahun mendatang, bukan dengan harapan bisa kaya dalam hitungan minggu.

    4. Menempatkan Semua Uang Kamu di Ethereum

    Sebagian besar cryptocurrency bersifat volatil, aset berisiko tinggi, dan itu termasuk Ethereum.

    Imbal hasilnya sejauh ini fantastis, tetapi itu dapat berubah dengan cepat. Contohnya terjadi pada 2018 lalu, di mana harga Ethereum pernah anjlok hingga di bawah US$100 setelah menduduki puncak US$1.200 per keping. Butuh lebih dari tiga tahun sebelum Ethereum menembus angka US$1.200 lagi.

    Untuk meminimalkan risiko kamu, pastikan Sobat Cuan mendiversifikasi investasi kamu. Pedoman yang baik adalah mencadangkan 5% hingga 10% dari portofolio kamu untuk kripto. Kamu dapat menggunakannya sepenuhnya untuk Ethereum, atau kamu dapat memasukkan lebih banyak cryptocurrency.

    Untuk portofolio kamu yang lain, tetap gunakan investasi dengan volatilitas yang lebih rendah dan rekam jejak kesuksesan yang lebih lama, seperti reksa dana contohnya.

    Baca juga: Apa Saja Sih Momen FUD Terbesar di Aset Kripto? Yuk, Simak di Sini!

    4. Tidak Membeli Melalui Bursa Kripto yang Punya Reputasi Baik

    Ada lebih banyak cara untuk investasi Ethereum. Bursa cryptocurrency adalah salah satu opsi umum. Ada juga aplikasi dan pialang saham lain tempat kamu bisa mendapatkan Ethereum dan aset kripto lainnya.

    Namun, tidak setiap opsi bagus. Banyak bursa cryptocurrency palsu bermunculan, dengan tujuan mencuri uang orang. Dan bahkan cara yang sah untuk membeli kripto mungkin memiliki biaya atau limit yang berlebihan.

    Nah, jika kamu baru membeli kripto, cara termudah untuk tetap aman adalah dengan tetap berpegang pada bursa aset kripto terbaik. Secara khusus, cari bursa yang menawarkan asuransi dan menyimpan sebagian besar aset kripto di cold storage, atau offline.

    Apabila kamu akan memakai jasa perusahaan pialang saham, cari yang terbaik di antara pilihan teratas. Banyak tawaran dan fitur yang menarik, seperti promo pendaftaran khusus, dukungan pelanggan yang luar biasa, tanpa komisi, aplikasi yang intuitif, dan lainnya.

    Intinya, temukan perusahaan pialang saham yang sesuai dengan kebutuhan investasi kamu. Misalnya Pluang!

    Di Pluang, kamu bisa berinvestasi Ethereum secara mudah dan aman. Selain itu, kamu pun bisa dengan mudah mendiversifikasikan Ethereum dengan kelas aset lainnya. Yuk, segera investasi Ethereum di Pluang!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Fool.com



    Sumber : pluang.com

  • Alasan Pentingnya Diversifikasi Investasi Aset Kripto di Saat Pasar Loyo

    Diversifikasi adalah prinsip dasar dari investasi yang baik, dan hal ini tidak berbeda dalam investasi aset kripto. Apalagi jika kondisi pasar sedang loyo seperti saat ini. Nah, Sobat Cuan ingin diversifikasi investasi aset kripto kamu? Yuk simak di sini!

    Banyak investor aset kripto hanya memegang satu koin, seperti Bitcoin. Hal ini agak salah sebenarnya, apalagi jika tujuan kamu adalah untuk menghasilkan keuntungan.

    Contoh nyata adalah saat ini dimana pasar sedang bearish. Bayangkan saja, jika kamu masuk dari awal bulan Mei ini di Bitcoin, kamu mengalami penurunan yang parah dalam sebulan. Dari level puncak di area US$59.000, amblas ke level dasar di kisaran US$33.000!

    Investasi ke dalam satu aset saja memberi kamu 100% keuntungan atau kerugian yang terkait total dengan aset itu. Padahal, tidak semua keuntungan aset kripto sama.

    Selama setahun, mungkin ada perbedaan hingga 2.000% dalam hal keuntungan antara beberapa aset kripto teratas. Hal itu berarti bahwa berinvestasi dalam satu aset memberi kamu eksposur yang jauh lebih sedikit terhadap kinerja aset lain, yang terkadang tidak dapat diprediksi.

    Mengapa Diversifikasi Investasi Aset Kripto Penting

    Nah, salah satu pendekatan untuk mendapatkan eksposur dari calon jagoan cuan adalah dengan mempertimbangkan investasi seimbang lewat ‘bundel’ aset kripto. Ini memberi kamu kesempatan yang sama untuk mendapatkan peningkatan imbal hasil atas beberapa aset dibandingkan hanya satu aset semata.

    Hal itu juga memberi Sobat Cuan peluang lebih besar untuk mengetahui aset mana yang menghasilkan cuan tertinggi setiap bulan. Di mana, hal itu hanya terjadi jika portofolio kamu yang terdiversifikasi.

    Baca juga: 4 Kesalahan Investasi Ethereum yang Sebaiknya Kamu Hindari

    Sebuah studi tahun 2018 yang disebut “The Case for Diversification in Crypto Investing” menguraikan kasus untuk diversifikasi. Berikut beberapa temuan utamanya:

    • Ada tingkat variabilitas besar dalam imbal hasil bulanan antara aset kripto yang berbeda;
    • Selama periode ketika Bitcoin mengalami koreksi (seperti selama 2018), aset kripto lain tidak terlalu terpengaruh atau bahkan memberikan keuntungan positif;
    • Sebagian besar koin mengalami bulan-bulan yang sulit, dan bahkan aset kripto terbesar terkadang mencatatkan kinerja bulanan terburuk;
    • Pengulangan aset yang berperforma terbaik jarang terjadi. Aset kripto bisa berkinerja terbaik dalam bulan pertama, tetapi jarang berulang di bulan kedua. Memiliki portofolio kripto yang terdiversifikasi membuat kamu mendapat kemungkinan terekspos ke beberapa aset terbaik berturut-turut.
    • Sebaliknya, kinerja yang berbalik dari baik menjadi buruk sering terjadi. Dimana yang berkinerja terbaik dapat dengan cepat menjadi yang berkinerja terburuk. Diversifikasi adalah satu-satunya jaring pengaman terhadap fenomena ini.

    Cara Diversifikasi Investasi Aset Kripto

    Aset kripto kini mengukuhkan statusnya sebagai investasi yang layak dan menarik lebih banyak perhatian. Maka dari itu, penting hukumnya untuk menjaga keamanan investasi Sobat Cuan. Jadi, jika kamu ingin mendalami investasi aset kripto, salah satu tindakan paling cerdas adalah mendiversifikasi portofolio.

    Dengan mengingat hal itu, mari kita bahas beberapa metode diversifikasi investasi aset kripto yang dapat Sobat Cuan pertimbangkan.

    Baca juga: Apa Sih Keterkaitan Harga Bitcoin dan Altcoin? Yuk Simak di Sini!

    1. Investasi di Berbagai Jenis Aset Kripto

    Tentu saja, memasukkan uang ke dalam Bitcoin (BTC) adalah tujuan utama bagi banyak investor kripto pemula atau bahkan berpengalaman. Tapi, Bitcoin bukan satu-satunya koin yang berkinerja baik di pasar. Ada altcoin yang dengan cepat mengejar Bitcoin.

    Ethereum (ETH) mungkin adalah saingan terbesar Bitcoin, tetapi jangan lupakan koin seperti Stellar (XLM) dan Litecoin (LTC) dari portofolio kamu. Mereka juga mulai berkembang di pasar aset kripto.

    Perlu diingat bahwa aset kripto yang berbeda memiliki jenis yang berbeda pula. Jadi ada baiknya untuk mengetahui yang mana yang tepat, dan kamu bisa memiliki investasi di setiap sektor.

    Misalnya, Bitcoin adalah token transaksional, sedangkan Ethereum lebih merupakan penghasil imbal hasil. Di sisi lain, token dari EOS sering digunakan untuk smart contract atau kontrak pintar.

    Hal ini tidak hanya membagi-bagi risiko, tetapi juga melindungi kamu dari kerugian finansial yang signifikan jika satu aset kripto kamu tiba-tiba turun nilainya.

    Baca juga: Portofolio Aset Kripto Ambyar? Simak 10 Strategi Sikapi Anjloknya Kripto!

    2. Sebarkan Aset Kripto di Berbagai Industri

    Sobat Cuan dapat memanfaatkan berbagai industri yang punya lebih banyak stabilitas dan pertumbuhan. Karena kamu menggunakan aset kripto sebagai alat untuk investasi dibandingkan aset konvensional, maka sebaiknya memasukkan sumber daya digital kamu ke dalam industri yang berbeda.

    Lakukan riset dan pastikan kamu mempertimbangkan untuk berinvestasi di industri yang stabil dan industri yang tumbuh cepat. Cryptocurrency sudah digunakan sebagai pembayaran di kasino misalnya, dimana Bitcoin yang memimpin “pasukan kripto” karena sifat transaksionalnya.

    Tentu saja, kamu juga ingin melihat profitabilitas secara keseluruhan dan mempertimbangkan industri yang kompetitif secara global seperti kesehatan dan perbankan.

    Ini pada dasarnya sama dengan cara trader harian dan investor obligasi dalam melakukan diversifikasi, di mana kamu dapat menghindari menaruh semua telur dalam satu keranjang. Jika satu sektor mengalami pukulan, kamu dapat menahan pukulan tersebut dengan mengandalkan sektor lain. Hal ini pada dasarnya adalah bentuk manajemen risiko dan perlindungan aset.

    Baca juga: Apa Saja Sih Momen FUD Terbesar di Aset Kripto? Yuk, Simak di Sini!

    3. Diversifikasi Menurut Waktu dan Lokasi

    Meskipun Sobat Cuan tidak dapat benar-benar menghilangkan risiko pasar, kamu dapat memanfaatkan portofolio dengan memperhatikan waktu dan tempat berinvestasi. Ketika segala sesuatunya berada dalam tren penurunan yang berkelanjutan, itu adalah waktu yang baik untuk membeli aset kripto baru (tidak sekaligus).

    Ketika segalanya naik dan semuanya meroket, kamu berada di tempat yang baik untuk menjual dan mendapatkan cuan. Pada dasarnya, kamu harus mengatur waktu pola investasi setiap kali pasar melihat perubahan yang signifikan.

    Soal lokasi, lakukan analisis kinerja proyek-proyek cryptocurrency di berbagai wilayah dunia, seperti hardfork baru atau ICO lainnya. Bahkan jika kamu ingin memanfaatkan, misalnya Eropa, kamu bisa menggabungkannya dengan proyek-proyek di Asia atau Amerika. Ini memungkinkan kamu memiliki cara lain untuk menyeimbangkan portofolio yang beragam.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Moneyweb, ItsBlockchain



    Sumber : pluang.com

  • Yuk, Kenalan Lebih Jauh dengan Decentralized Finance (DeFi)!

    Istilah sistem keuangan terdesentralisasi, atau akrab disebut Decentralized Finance (DeFi), mungkin sudah akrab di telinga Sobat Cuan. Ya, ekosistem keuangan ini merujuk pada segala kegiatan jasa keuangan, layaknya jasa keuangan konvensional, namun seluruhnya bergerak di atas sistem blockchain.

    Namun, apakah Sobat Cuan sudah paham mengenai manfaat DeFi bagi penggunanya? Dan kenapa sih, teknologi kini mulai menjamur digunakan oleh pecinta aset kripto? Untuk itu, yuk baca artikel ini hingga habis, ya!

    Sekilas Mengenai Decentralized Finance

    Sejatinya, kamu sudah bisa membaca penjelasan rinci mengenai DeFi di artikel berikut. Namun, pada intinya, DeFi merujuk pada sebuah ekosistem aplikasi finansial yang dibandung di atas jaringan blockchain.

    Jaringan DeFi juga merujuk pada sebuah pergerakan yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan jasa keuangan yang bebas akses, transparan, dan tanpa intervensi apapun. Di mana, seluruh jasa keuangan tersebut bisa dimanfaatkan oleh semua orang dan tanpa diatur oleh satu otoritas tertentu.

    Adapun, pengguna bisa memiliki kontrol penuh atas aset mereka dan berinteraksi dengan ekosistem ini melalui sistem komunikasi dua arah (peer-to-peer) via aplikasi terdesentralisasi (dApps). Seluruh aplikasi yang berjalan di atas sistem blockchain ini akan menciptakan produk, jasa, serta pasar finansial baru yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

    Baca juga: Ragu Sama DeFi? Ini 5 Alasan Kenapa Kamu Harus Mulai Perhatikan Teknologi Ini!

    Manfaat Decentralized Finance

    Dengan sifat seperti demikian, maka DeFi bermanfaat untuk memberikan akses jasa keuangan bagi mereka yang tidak bisa menikmati produk jasa keuangan finansial konvensional saat ini.

    Sebagai sebuah bisnis, tentu orientasi lembaga jasa keuangan tradisional adalah mendulang cuan sebanyak-banyaknya. Namun implikasinya, mereka jadi enggan untuk menjangkau mereka yang berasal dari kelas pendapatan menengah ke bawah. Nah, “kekosongan inklusi keuangan” yang diciptakan oleh aksi lembaga jasa keuangan konvensional itu diisi oleh keadiran DeFi.

    Di samping itu, melakukan kegiatan jasa keuangan di aplikasi DeFi juga tidak memakan biaya mahal. Apa alasannya?

    Seperti yang dijelaskan di atas, sistem keuangan terdesentralisasi tidak diatur oleh regulator, maupun tidak melibatkan lembaga perantara (intermediaries) seperti bank. Akibatnya, kegiatan di sistem DeFi berlangsung tanpa lapisan birokrasi panjang. Implikasinya, ongkos kegiatan jasa keuangan di sistem Decentralized Finance pun bisa diredam.

    Apa Saja Kegunaan Decentralized Finance?

    Seperti yang telah disebutkan di atas, DeFi berisikan aplikasi jasa keuangan terdesentralisasi dan tidak diatur oleh lembaga apapun. Artinya, kegiatan utama DeFi pun kurang lebih mirip dengan jasa keuangan konvensional saat ini.

    Lantas, seperti apa jenis kegiatan jasa keuangan yang terdapat di jaringan DeFi?

    1. Kegiatan Pinjam Meminjam

    Di kancah aset kripto, protokol kegiatan pinjam meminjam adalah salah satu tipe aplikasi DeFi yang populer. Platform pinjam meminjam di DeFi memiliki banyak kelebihan dibanding sistem pinjam meminjam konvensional. Misalnya adalah penyelesaian transaksi yang instan, kemampuan untuk menjaminkan aset digital, dan tanpa birokrasi pengajuan kredit yang berbelit-belit.

    Selain itu, kegiatan pinjam meminjam di sistem blockchain juga tidak terpapar risiko dari pihak intermediaries. Sehingga, kegiatan pinjam meminjam menjadi lebih murah, cepat, dan bisa digunakan oleh semua orang.

    2. Jasa Keuangan

    Aplikasi DeFi adalah aplikasi keuangan, sehingga jasa-jasa keuangan selain kegiatan pinjam meminjam pun termasuk di dalamnya. Kegiatan ini mencakup stablecoin, Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dan asuransi. Lantas, seperti apa detail dari kegiatan ini?

    Ketika industri blockchain semakin berkembang, pengembang aplikasi DeFi pun fokus mengembangkan stablecoin. Produk ini sendiri merupakan aset kripto yang nilainya ditautkan (pegged) dengan aset di dunia nyata dan bisa ditransfer secara digital dengan mudah.

    Stablecoin menjadi penting lantaran bisa menjadi “nilai tukar” yang paling efektif dalam bertransaksi di kancah kripto. Jika pengguna bertransaksi dengan koin-koin aset kripto, maka “harga” sesungguhnya dari layanan keuangan aset kripto bisa terdistorsi mengingat fluktuasi nilai aset kripto yang juga kencang.

    • Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

    Di sistem keuangan konvensional, mengajukan KPR bisa menjadi hal yang bikin pusing. Lambannya birokrasi, banyaknya beban biaya administrasi, hingga ketentuan-ketentuan regulator jasa keuangan tentu bikin mumet sang pencari rumah.

    Namun, dengan berbasiskan sistem smart contracts di Decentralized Finance, maka mendapatkan KPR bisa menjadi lebih murah dan efisien. Ini mengingat nihilnya perantara yang berada di atas jaringan tersebut.

    Di dalam sistem blockchain, jasa asuransi tidak disediakan oleh perusahaan asuransi melainkan urunan bersama dari pemegang polisnya. Hal ini berdampak pada rendahnya premi, namun dengan kualitas pelayanan kesehatan yang sama dengan asuransi pada umumnya.

    3. Decentralized Marketplaces

    Ini merupakan kategori Decentralized Finance yang susah untuk dikategorikan. Sebab, segmen DeFi satu ini memberikan ruang yang sangat besar untuk inovasi-inovasi finansial yang terdapat di teknologi blockchain.

    Salah satu contohnya adalah decentralized exchanges (DExes), yakni sebuah platform tukar menukar aset digital tanpa lembaga perantara.

    Selain itu, teknologi blockchain juga memperbolehkan penggunanya untuk menyimpan berbagai macam instrumen keuangan konvensional di dalamnya. Salah satu contohnya adalah platform penerbit sekuritas dalam bentuk token.

    Proyek-proyek lainnya yang berkaitan dengan decentralized marketplaces adalah produk derivatif, prediksi pasar, aset sintetis, dan lain-lain.

    Baca juga: Pakai DeFi Bisa Datangkan Cuan, Lho! Gak Percaya? Yuk, Simak 4 Caranya!

    Apa Tantangan Decentralized Finance di Masa Depan?

    1. Performa Buruk

    Performa teknologi blockchain, secara inheren, terbilang lambat dibandingkan dengan keuangan tersentralisasi. Hal ini pun tercermin dari kecepatan pemrosesan aplikasi-aplikasi yang ada di atasnya. Para pengembang DeFi perlu untuk mempertimbangkan keterbatasan ini dalam mengembangkan produknya.

    2. Satu Error Terjadi, Pengguna Terkena Risiko besar

    Aplikasi Decentralized Finance (DeFi) melempar tanggung jawab yang seharusnya diemban intermediaries ke penggunanya. Ini bisa berdampak negatif lantaran pengguna adalah satu-satunya yang menanggung semua risiko di aplikasi DeFi.

    3. Buruknya Pengalaman Pengguna (User Experience/UX

    Saat ini, menggunakan aplikasi DeFi memang butuh kerja keras dari sisi pengguna. Nah, agar aplikasi DeFi bisa menjadi elemen inti dari sistem keuangan global, maka mereka harus mempersiapkan manfaat yang konkret dan memicu pengguna untuk beralih dari jasa keuangan tradisional.

    4. Ekosistem yang Masih Berantakan

    Menemukan aplikasi decentralized finance yang spesifik untuk satu kegiatan jasa keuangan tertentu masih terbilang sulit. Sehingga, pengguna harus pintar-pintar “mengais-ngais” ekosistem DeFi untuk menemukan pilihan aplikasi yang tepat.

    Sehingga, tantangan ke depan bagi DeFi tidak hanya membangun aplikasinya semata, namun juga memikirkan manfaatnya bagi ekosistem DeFi secara keseluruhan.

    Kesimpulan

    Decentralized Finance fokus pada membangun sistem jasa keuangan yang terpisah dari sistem keuangan tradisional dan sistem politik. Ini akan membuka gerbang bagi banyaknya sistem keuangan terbuka dan mencegah diskriminasi yang kerap terjadi di jasa keuangan pada umumnya.

    Meski idenya cukup mulia, nyatanya tetap saja tak semua orang akan mendapatkan manfaat dari teknologi ini. Sehingga, menemukan aplikasi yang benar-benar bisa menyelesaikan solusi keuangan masyarakat pada umumnya adalah poin krusial dalam pengembangan DeFi ke depan.

    Jika hal tersebut sukses, bisa jadi DeFi akan menjadi kekuatan baru pesaing jasa keuangan pada umumnya.

    Baca juga: Mengapa DeFi Bakal Jadi Saingan Sengit Jasa Keuangan Konvensional?

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang.

    Sumber: Binance Academy



    Sumber : pluang.com

  • Mengenal Metode Analisis Fundamental Aset Kripto

    Analisis fundamental aset kripto memerlukan pemahaman mendalam terkait informasi yang beredar. Misalnya, Sobat Cuan mungkin melihat model penggunaannya, jumlah orang yang menggunakannya, atau tim di balik proyek tersebut.

    Tujuannya adalah untuk mencapai kesimpulan apakah aset tersebut dinilai terlalu tinggi atau terlalu rendah. Pada tahap itu, Sobat Cuan dapat menggunakan wawasan kamu untuk menentukan posisi perdagangan. Yuk kita kupas di sini!

    Pengantar Analisis Fundamental Aset Kripto

    Memperdagangkan aset yang tidak stabil seperti aset kripto membutuhkan keterampilan. Memilih strategi, memahami perdagangan yang luas, dan menguasai analisis teknis dan fundamental adalah pembelajaran terbaik.

    Dalam hal analisis teknis, beberapa keahlian dapat berasal dari pasar keuangan konvensional. Banyak trader aset kripto menggunakan indikator teknis yang sama seperti yang terlihat dalam perdagangan forex, saham, dan komoditas.

    Metode seperti RSI, MACD, dan Bollinger Bands berusaha memprediksi perilaku pasar terlepas dari aset yang diperdagangkan. Dengan demikian, alat analisis teknis ini juga sangat populer di dunia aset kripto.

    Dalam analisis fundamental aset kripto, meskipun pendekatannya mirip dengan yang digunakan di pasar keuangan konvensional, kamu tidak dapat benar-benar menggunakannya untuk menilai aset kripto. Untuk melakukan analisis fundamental yang tepat dalam aset kripto, kita perlu memahami bagaimana mereka bernilai.

    Apa itu Analisis Fundamental?

    Analisis fundamental adalah pendekatan yang digunakan oleh investor untuk menetapkan “nilai intrinsik” dari suatu aset atau bisnis. Dengan melihat sejumlah faktor internal dan eksternal, tujuan utamanya adalah untuk menentukan apakah aset atau bisnis tersebut dinilai terlalu tinggi atau terlalu rendah. Mereka kemudian dapat memanfaatkan informasi itu untuk masuk atau keluar posisi investasi, secara strategis.

    Analisis teknis juga menghasilkan data perdagangan yang berharga, tetapi menghasilkan wawasan yang berbeda. Pengguna analisis teknis percaya bahwa mereka dapat memprediksi pergerakan harga di masa depan berdasarkan kinerja aset di masa lalu. Ini dicapai dengan mengidentifikasi pola perdagangan dan mempelajari indikator penting.

    Baca juga: Alasan Pentingnya Diversifikasi Investasi Aset Kripto di Saat Pasar Loyo

    Adapun analis fundamental tradisional umumnya melihat metrik bisnis untuk mencari tahu apa yang mereka pandang sebagai nilai riilnya.

    Indikator yang digunakan termasuk laba per saham (berapa banyak keuntungan yang dihasilkan perusahaan untuk setiap saham yang beredar), atau rasio price tobook (bagaimana investor menilai perusahaan dari nilai bukunya).

    Masalah Analisis Fundamental Aset Kripto

    Aset kripto tidak dapat dilihat melalui kacamata yang sama dengan aset tradisional. Jika pun ada, aset yang lebih terdesentralisasi seperti Bitcoin (BTC) lebih dekat dengan komoditas.

    Jadi, kita perlu mengalihkan perhatian kita ke pendekatan yang berbeda. Langkah pertama dalam proses itu adalah mengidentifikasi metrik yang kuat. Yang dimaksud dengan kuat adalah yang tidak dapat dengan mudah ‘diutak-atik’ oleh sembarang orang.

    Jumlah pengikut Twitter atau pengguna Telegram/Reddit mungkin bukan metrik yang baik misalnya. Hal itu karena mudah untuk membuat akun palsu atau membeli engagement di media sosial. Penting untuk dicatat bahwa tidak ada satupun ukuran yang dapat memberi kita gambaran lengkap tentang aset kripto yang kita nilai.

    Baca juga: 4 Kesalahan Investasi Ethereum yang Sebaiknya Kamu Hindari

    Selain itu, kita dapat melihat jumlah alamat aktif di blockchain dan melihat bahwa itu telah meningkat tajam. Tapi itu tidak memberi tahu kita banyak hal. Siapa tahu ternyata ada oknum pribadi yang mentransfer uang bolak-balik ke diri mereka sendiri dengan alamat baru setiap kali.

    Di bagian berikut, kita akan melihat tiga kategori metrik analisis fundamental aset kripto: metrik on-chain, metrik proyek, dan metrik keuangan. Daftar ini memberi kita dasar yang layak untuk pembuatan indikator selanjutnya.

    Mengenal 3 Metrik Pendekatan Analisis Fundamental Kripto

    Metrik On-chain

    Metrik on-chain adalah metrik yang dapat diamati dengan melihat data yang disediakan oleh blockchain.

    Kita dapat melakukannya sendiri dengan menjalankan node untuk jaringan yang diinginkan dan kemudian mengekspor data, tetapi itu bisa memakan waktu dan mahal. Terutama jika kita hanya mempertimbangkan investasi, dan tidak ingin membuang waktu atau sumber daya untuk usaha tersebut.

    Solusi yang lebih mudah adalah menarik informasi dari situs web atau API yang dirancang khusus untuk tujuan menginformasikan keputusan investasi. Misalnya, analisis CoinMarketCap yang memberi kita banyak informasi atau Data Charts dari Coinmetrics dan laporan Binance Research.

    Seperti apa contoh metrik on-chain tersebut?

    Hitungan Transaksi

    Hitungan transaksi adalah ukuran bagus dari aktivitas yang terjadi di jaringan. Dengan memplot angka untuk periode yang ditetapkan (atau dengan menggunakan rata-rata pergerakan), kita dapat melihat bagaimana aktivitas cryptocurrency berubah dari waktu ke waktu.

    Namun, metrik ini harus diperlakukan dengan hati-hati. Mengenai alamat aktif, bisa jadi itu mungkin hanya satu pihak yang mentransfer dana antara dompet mereka sendiri untuk meningkatkan aktivitas on-chain.

    Baca juga: Apa Sih Keterkaitan Harga Bitcoin dan Altcoin? Yuk Simak di Sini!

    Nilai transaksi

    Jangan sampai tertukar dengan hitungan transaksi, nilai transaksi memberi tahu kita berapa nilai yang telah ditransaksikan dalam satu periode.

    Misalnya, jika total sepuluh transaksi Ethereum, masing-masing senilai US$50, dikirim pada hari yang sama, maka nilai transaksi harian adalah US$500. Kita dapat mengukur ini dalam mata uang fiat seperti dolar AS, atau mengukurnya dalam unit asli protokol (ETH).

    Alamat aktif

    Alamat aktif adalah alamat blockchain yang aktif dalam periode tertentu.

    Pendekatan untuk menghitung hal ini bervariasi, tetapi metode yang populer adalah menghitung pengirim dan penerima setiap transaksi selama periode yang ditentukan (misalnya, hari, minggu, atau bulan). Beberapa juga memeriksa jumlah alamat unik secara kumulatif, yang berarti bahwa mereka melacak total dari waktu ke waktu.

    Biaya yang dibayarkan

    Biaya yang dibayarkan dapat memberitahu kita tentang permintaan dalam blockchain. Anggaplah seperti tawaran di lelang: pengguna bersaing satu sama lain untuk memasukkan transaksi mereka pada waktu yang tepat.

    Mereka yang menawar lebih tinggi akan melihat transaksinya dikonfirmasi (ditambang) lebih cepat, sementara mereka yang menawar lebih rendah perlu menunggu lebih lama.

    Kebanyakan blockchain tipe Proof of Work (PoW) memberikan hadiah blok. Di beberapa negara, hal ini terdiri dari subsidi blok dan biaya transaksi. Subsidi blok menurun secara berkala (dalam beberapa peristiwa seperti halving Bitcoin).

    Karena biaya penambangan cenderung meningkat dari waktu ke waktu, tetapi subsidi blok perlahan-lahan berkurang, masuk akal jika biaya transaksi perlu dinaikkan. Jika tidak, penambang akan mengalami kerugian dan mulai meninggalkan jaringan. Ini memiliki efek tidak langsung pada keamanan blockchain.

    Tingkat hash dan jumlah yang dipertaruhkan

    Blockchain saat ini menggunakan banyak algoritma konsensus yang berbeda, masing-masing dengan mekanismenya sendiri. Mengingat bahwa ini memainkan peran integral dalam mengamankan jaringan, memahami data di sekitarnya dapat terbukti berharga untuk analisis fundamental.

    Tingkat hash sering digunakan sebagai ukuran kesehatan jaringan dalam aset kripto tipe Proof of Work. Semakin tinggi tingkat hash, semakin sulit untuk berhasil mendapatkan 51%

    Tetapi peningkatan dari waktu ke waktu juga dapat menunjukkan meningkatnya minat dalam penambangan, kemungkinan sebagai akibat dari biaya menambang yang murah dan keuntungan yang lebih tinggi.

    Sebaliknya, penurunan poin tingkat hash membuat penambang menjadi offline (“miner capitulation”) karena tidak lagi menguntungkan bagi mereka untuk mengamankan jaringan.

    Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keseluruhan biaya penambangan termasuk harga aset saat ini, jumlah transaksi yang diproses, dan biaya yang dibayarkan. Tentu saja, biaya langsung penambangan (listrik, daya komputasi) juga menjadi pertimbangan penting.

    Sementara staking (dalam Proof of Stake, misalnya) adalah konsep terkait lainnya dengan teori permainan yang mirip dengan penambangan PoW. Namun, sejauh mekanismenya, ia bekerja secara berbeda.

    Ide dasarnya adalah pengguna mempertaruhkan kepemilikan mereka sendiri untuk berpartisipasi dalam validasi blok. Dengan demikian, kita dapat melihat jumlah yang dipertaruhkan pada waktu tertentu untuk mengukur minat penawaran.

    Baca juga: Portofolio Aset Kripto Ambyar? Simak 10 Strategi Sikapi Anjloknya Kripto!

    Metrik Proyek

    Jika metrik on-chain berkaitan dengan data blockchain yang dapat diamati, metrik proyek melibatkan pendekatan kualitatif yang memperhatikan faktor-faktor seperti kinerja tim (jika ada), whitepaper, dan roadmap yang akan datang.

    Whitepaper (buku putih)

    Sangat disarankan agar kamu membaca whitepaper proyek apa pun sebelum berinvestasi. Ini adalah dokumen teknis yang memberi gambaran umum tentang proyek aset kripto. Buku putih yang baik harus menentukan tujuan jaringan, dan idealnya memberi kita wawasan tentang:

    • Teknologi yang digunakan (apakah open source?)
    • Model penggunaan yang ingin dipenuhi
    • Roadmap (peta jalan) untuk peningkatan dan fitur baru
    • Skema suplai dan distribusi untuk koin atau token

    Sebaiknya lakukan verifikasi silang informasi ini dengan diskusi soal proyek. Apa yang orang lain katakan tentang itu? Apakah ada peringatan? Apakah tujuannya tampak realistis?

    Tim proyek

    Jika ada tim tertentu di belakang jaringan aset kripto, rekam jejak anggotanya dapat mengungkapkan apakah tim tersebut memiliki keterampilan yang diperlukan untuk mewujudkan proyek.

    Pernahkah anggota tim melakukan usaha yang sukses di industri ini sebelumnya? Apakah keahlian mereka cukup untuk mencapai pencapaian yang diproyeksikan? Apakah mereka pernah terlibat dalam proyek atau penipuan yang meragukan?

    Jika tidak ada tim, seperti apa komunitas developer itu? Jika proyek memiliki GitHub publik, periksa untuk melihat berapa banyak kontributor yang ada dan berapa banyak aktivitas yang ada. Koin yang perkembangannya konstan mungkin lebih menarik daripada koin yang repositori-nya belum diperbarui dalam dua tahun.

    Persaingan

    Buku putih yang kuat harus memberi kita gambaran tentang kasus penggunaan yang ditargetkan aset kripto. Pada tahap ini, penting untuk mengidentifikasi proyek yang bersaing dengannya, serta infrastruktur lama yang ingin diganti.

    Idealnya, analisis fundamental dari ini harus sama ketatnya. Sebuah aset mungkin terlihat menarik dengan sendirinya, tetapi indikator yang sama yang diterapkan pada aset kripto serupa dapat mengungkapkan bahwa aset itu lebih lemah dari yang lain.

    Tokenomics dan distribusi awal

    Beberapa proyek membuat token sebagai solusi mencari masalah. Bukan untuk mengatakan bahwa proyek itu sendiri tidak layak, tetapi token yang terkait mungkin tidak terlalu berguna dalam konteksnya.

    Karena itu, penting untuk menentukan apakah token tersebut memiliki kegunaan nyata. Dan, selanjutnya, apakah utilitas itu adalah sesuatu yang akan dikenali oleh pasar yang lebih luas, dan seberapa besar kemungkinan nilai utilitas tersebut.

    Faktor penting lainnya yang perlu dipertimbangkan dalam hal ini adalah bagaimana dana tersebut pada awalnya didistribusikan. Apakah itu melalui ICO atau IEO, atau dapatkah pengguna mendapatkannya dengan menambang?

    Dalam kasus yang pertama, whitepaper harus menguraikan berapa banyak yang disimpan untuk pendiri dan tim, dan berapa banyak yang akan tersedia bagi investor. Dalam kasus yang terakhir, kita dapat melihat bukti dari pencipta aset yang melakukan pre mining (menambang di jaringan sebelum diumumkan).

    Berfokus pada distribusi mungkin memberi kita gambaran tentang risiko apa pun yang ada. Misalnya, jika sebagian besar pasokan hanya dimiliki oleh beberapa pihak, kita dapat mencapai kesimpulan bahwa ini adalah investasi yang berisiko, karena pihak-pihak tersebut pada akhirnya dapat memanipulasi pasar.

    Baca juga: Apa Saja Sih Momen FUD Terbesar di Aset Kripto? Yuk, Simak di Sini!

    Metrik Keuangan

    Informasi tentang bagaimana aset saat ini diperdagangkan, apa yang diperdagangkan sebelumnya, likuiditas, dll. Semuanya dapat berguna dalam analisis fundamental. Namun, metrik menarik lainnya yang mungkin termasuk dalam kategori ini adalah yang menyangkut ekonomi dan insentif dari protokol aset kripto.

    Kapitalisasi pasar

    Kapitalisasi pasar (atau nilai jaringan) dihitung dengan mengalikan aset yang beredar dengan harga saat ini. Pada dasarnya, ini mewakili biaya bersifat hipotesis untuk membeli setiap unit aset kripto yang tersedia (dengan asumsi tidak ada yang terselip).

    Namun, kapitalisasi pasar juga bisa menyesatkan. Secara teori, akan mudah untuk mengeluarkan token yang tidak berguna dengan pasokan sepuluh juta unit. Jika hanya satu dari token itu yang diperdagangkan seharga US$1, kapitalisasi pasarnya adalah US$10 juta. Penilaian ini jelas terdistorsi. Tanpa proposisi nilai yang kuat, kecil kemungkinan pasar yang lebih luas akan tertarik dengan token tersebut.

    Selain itu, tidak mungkin untuk benar-benar menentukan berapa banyak unit yang beredar untuk suatu aset kripto atau token. Koin bisa dibakar, password bisa hilang, dan dana bisa dilupakan begitu saja. Yang kita lihat adalah perkiraan yang mencoba menyaring koin yang tidak lagi beredar.

    Meskipun demikian, kapitalisasi pasar digunakan secara luas untuk mengetahui potensi pertumbuhan jaringan. Beberapa investor kripto memandang koin “berkapitalisasi kecil” lebih mungkin tumbuh dibandingkan dengan yang “berkapitalisasi besar”. Yang lain percaya kapitalisasi besar memiliki efek jaringan yang lebih kuat, dan, oleh karena itu, memiliki peluang lebih baik daripada kapitalisasi kecil.

    Likuiditas dan volume

    Likuiditas adalah ukuran seberapa mudah suatu aset dapat dibeli atau dijual. Aset likuid adalah aset yang kami tidak memiliki masalah untuk menjual dengan harga perdagangannya. Konsep terkait adalah pasar likuid, yang merupakan pasar kompetitif yang dibanjiri permintaan dan tawaran.

    Masalah yang mungkin kita hadapi dengan pasar yang tidak likuid adalah kita tidak dapat menjual aset kita dengan harga yang “wajar”. Ini memberitahu kita bahwa tidak ada pembeli yang mau melakukan perdagangan, memberi kita dua opsi: turunkan permintaan atau tunggu likuiditas meningkat.

    Volume perdagangan merupakan indikator yang dapat membantu kita menentukan likuiditas. Ini dapat diukur dengan beberapa cara dan berfungsi untuk menunjukkan berapa banyak nilai yang telah diperdagangkan dalam periode waktu tertentu. Biasanya, grafik menampilkan volume perdagangan harian (dalam satuan asli atau dolar AS).

    Mengenal likuiditas dapat membantu dalam konteks analisis fundamental. Pada akhirnya, ini bertindak sebagai indikator minat pasar terhadap investasi prospektif.

    Mekanisme pasokan

    Bagi sebagian orang, mekanisme pasokan koin atau token adalah beberapa hal paling menarik dari sudut pandang investasi. Memang, model seperti rasio Stock-to-Flow (S2F) semakin populer di antara para pendukung Bitcoin.

    Pasokan maksimum, pasokan yang beredar, dan tingkat inflasi dapat menjadi dasar pengambilan keputusan. Beberapa koin mengurangi jumlah unit baru yang mereka produksi dari waktu ke waktu, membuatnya menarik bagi investor yang percaya bahwa permintaan unit baru akan melebihi ketersediaannya.

    Di sisi lain, investor yang berbeda mungkin melihat pembatasan yang diberlakukan secara kaku sebagai hal yang merusak dalam jangka panjang. Kekhawatiran tersebut mungkin karena hal itu menghalangi penggunaan koin karena pengguna memilih untuk menimbunnya.

    Kesimpulan Analisis Fundamental Aset Kripto

    Jika dilakukan dengan benar, analisis fundamental dapat memberikan wawasan yang sangat berharga tentang aset kripto dengan cara yang tidak dapat dilakukan oleh analisis teknis.

    Mampu memisahkan harga pasar dari nilai “sebenarnya” jaringan adalah keterampilan yang sangat baik untuk dimiliki saat berinvestasi. Tentu saja, ada hal-hal yang dapat diberitahukan oleh analisis teknikal kepada kita yang tidak dapat diprediksi dengan analisis fundamental. Hal itu sebabnya banyak trader dan investor yang menggunakan kombinasi keduanya hari ini.

    Seperti banyak strategi, tidak ada pedoman analisis fundamental untuk semua. Semoga Sobat Cuan mau belajar dan memahami beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum masuk atau keluar dari posisi di aset kripto.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Binance



    Sumber : pluang.com

  • Apa Saja Sih Faktor yang Mempengaruhi Reksadana? Yuk Simak di Sini!

    Kita mengenal reksadana sebagai salah satu alternatif untuk berinvestasi bagi kalian yang tidak punya banyak waktu. Tanpa perlu repot-repot menghitung risiko dan keutungannya, reksadana menjadi investasi idola banyak orang karena dikelola oleh manajer investasi. Selain itu, reksadana juga bisa menjadi bekal kita saat pensiun nanti.

    Meskipun mudah dikelola, kita juga perlu paham seluk beluk dalam berinvestasi reksadana. Sebelum memutuskan memulai, kalian perlu tahu apa saja kelebihan, kekurangan, manfaat sampai risiko investasi reksadana. Tentunya kita juga perlu paham faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja reksadana.

    Sehingga diharapkan, sebagai investor kalian bisa lebih memperhitungkan risiko dari investasi yang dimiliki, hingga dapat menentukan reksadana mana yang tepat untuk kalian.

    Jika Sobat Cuan merupakan investor pemula dan ingin berhasil dalam berinvestasi, maka hal utama yang harus diketahui adalah faktor yang mempengaruhi sebuah instrumen investasi. Hal ini juga berlaku dalam berinvestasi reksadana. Tanpa basa-basi lagi, yuk simak faktor yang mempengaruhi reksadana di bawah ini.

    Baca juga: Bisa Gak Sih, Kamu Rugi di Reksadana Pendapatan Tetap? Simak Di Sini!

    Faktor Mempengaruhi Reksadana

    1. Mengenal Nilai Aktiva Bersih (NAB)

    Hal termudah yang dapat kamu lakukan untuk mengetahui harga reksadana adalah dengan melihat nilai aktiva bersihnya. Nilai Aktiva Bersih (NAB) adalah nilai total dari aset reksadana, dikurangi semua kewajibannya. Banyak reksadana menggunakan nomor ini untuk menentukan harga unit pada setiap transaksi reksadana. Saat kamu membeli dan menjual reksadana, kamu biasanya melakukannya di NAB.

    2. Perubahan Nilai Aktiva Bersih (NAB)

    Kemudian untuk sebagian besar reksadana, NAB dihitung setiap hari karena portofolio reksadana terdiri dari banyak instrumen aset dasar (underlying asset) yang berbeda.

    Nah, karena masing-masing nilai underlying asset ini mungkin sering berubah harga sepanjang hari, nilai pasti reksadana sulit ditentukan. Dengan demikian, perusahaan reksadana telah memilih untuk menilai portofolio mereka sehari sekali, dan setiap harinya, harga di mana investor harus membeli dan menjual reksadana.

    Teknik penilaian yang tepat dapat bervariasi dari satu produk reksadana dengan lainnya, karena mungkin beberapa menggunakan rata-rata dari tiga harga terakhir yang diperdagangkan. Namun yang pasti, semua reksadana menetapkan penilaian NAB mereka sehari sekali.

    3. Harga Sebenarnya di Pasar Modal

    Ketika Sobat Cuan membeli atau menjual reksadana, kalian bertransaksi langsung dengan dana tersebut.

    Jika kamu memasuki perdagangan untuk membeli atau menjual saham reksadana, maka perdaganganmu akan dieksekusi pada nilai aset bersih berikutnya yang tersedia. Lalu, dihitung setelah pasar tutup. Harga saat itu mungkin lebih tinggi atau lebih rendah dari NAB penutupan hari sebelumnya.

    Naik turunnya kondisi pasar modal akan mempengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Jika kondisi pasar positif, maka IHSG juga akan naik dan umumnya kinerja reksadana akan mengikuti.

    Intinya, kondisi pasar modal yang mempengaruhi IHSG merupakan suatu pacuan untuk harga saham. Begitu juga sebaliknya, kondisi pasar modal yang negatif akan menurunkan tingkat pengembalian reksadana, khususnya di pasar saham.

    4. Faktor Mempengaruhi Reksadana: Intinya

    Meskipun harga reksadana mudah ditemukan, kenyataannya tidak ada yang tahu berapa nilainya ketika pesanan yang kamu beli dieksekusi. Kamu akan mengetahui pada hari berikutnya setelah kamu membelinya. Satu-satunya cara untuk mendapatkan harga yang kamu inginkan adalah dengan membeli reksadana yang diperdagangkan di bursa.

    Baca juga: Selain Inflasi, Apa Saja yang Pengaruhi Harga Emas? Cek 4 Faktor Lainnya!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Investopedia



    Sumber : pluang.com

  • Anti Pompom, Ini Alasan Reksadana Saham Lebih Aman bagi Sobat Cuan!

    Sobat cuan tertarik berinvestasi di pasar saham tapi ogah ikut arus sobat pompom? Reksadana saham bisa jadi pilihannya.

    Reksadana saham cukup ideal jadi instrumen investasi bagi pemula dengan dana dan pengetahuan terbatas. Mengapa begitu? Simak sampai habis ya!

    Apa Itu Reksadana Saham?

    Umumnya, produk reksadana bisa dikatakan sebagai reksadana saham apabila lebih dari 60% portofolionya diinvestasikan di pasar modal.

    Portofolio seperti ini tentunya menawarkan risiko yang lebih tinggi dibanding produk reksadana pendapatan tetap ataupun reksadana pasar uang. Namun tetap saja, fluktuasi reksadana saham lebih rendah ketimbang terjun langsung bermain saham.

    Beda dengan berinvestasi langsung di bursa efek, investor reksadana saham hanya dapat membeli produk ini lewat sekuritas. Nantinya, dana investor akan dikelola oleh seorang Manajer Investasi (MI) berpengalaman pada sektor-sektor bisnis yang disetujui sejak awal oleh investor. MI berperan menentukan perusahaan mana dan kapan saham akan dijual.

    Tak perlu khawatir, Sobat Cuan tetap menentukan sektor mana saja yang akan menerima investasi kamu, juga sebesar apa porsinya. Namun dengan keterbatasan waktu, pengalaman dan pengetahuan investor pemula, keberadaan MI sebagai pengelola investasi kamu tentu sangat membantu sobat mendulang cuan, dong!

    Jika dalam instrumen saham yang kamu miliki adalah share perusahaan, pada reksadana saham yang kamu miliki adalah unit NAB atau Nilai Aktiva Bersih dari reksadana tersebut.

    Baca juga: Sobat Cuan Mau Nyemplung ke Reksadana? Kenali Risikonya Dulu, Yuk!

    Minim Risiko

    Reksadana saham menawarkan instrumen investasi yang lebih minim risiko ketimbang berinvestasi langsung di pasar modal yang fluktuatif. Berkat adanya MI yang mewakili Sobat Cuan mengambil keputusan, risiko investasi jadi bisa sharing dengan investor lain yang ikut ngumpulin modal pada produk yang kamu beli.

    Apalagi, dengan pertimbangan dan pengetahuan yang baik, Manajer Investasi (MI) kamu pasti akan melakukan diversifikasi investasi pada produk lain. Jadi kalau IHSG lagi kebakaran jenggot, portofolio kamu masih aman.

    Risiko Reksadana Saham

    Meskipun minim, risiko itu tetap ada dong. Jadi, apa saja sih risiko dalam berinvestasi di reksadana saham yang harus diantisipasi?

    Pertama, adalah risiko fluktuasi nilai investasi akibat naik turunnya kinerja reksadana. Karena dana kamu diinvestasikan di pasar saham yang fluktuatif, sedikit banyak pasti kinerja reksadana kamu ikut berfluktuasi meski tidak seliar IHSG.

    Selain itu, fee dan biaya yang dinekan dari tiap transaksi saham yang dilakukan oleh MI kamu juga akan berpengaruh lho terhadap cuan kamu.

    Kedua, adalah risiko likuiditas dari buyback reksadana yang mungkin saja bisa terhambat jika MI gagal menyediakan dana yang diperlukan untuk membeli kembali NAB kamu. Risiko ini berkaitan juga dengan risiko ketiga, yakni risiko wanprestasi. MI atau rekan usahanya berpotensi untuk melakukan wanprestasi jika mereka gagal memenuhi kewajibannya akibat satu dan lain hal.

    Terakhir nih, harus dipertimbangkan juga risiko yang timbul akibat memanasnya kondisi ekonomi maupun politik di dalam dan luar negeri. Namanya juga pasar saham, sensitif banget lho sama sentimen kayak gini.

    Baca juga: Hai Sobat Cuan, Begini Lho Cara Maksimalkan Cuan di Reksadana Pendapatan Tetap

    Kiat Investasi Reksadana Saham buat Pemula

    Sudah tahu risikonya, tapi masih tetap tertarik dengan produk reksadana saham? Lanjut!

    Buat pemula, pertama-tama tentu sobat cuan harus menentukan dulu tujuan investasi, toleransi risiko, dan cakrawala investasi sebelum membeli produk ini. Biasanya, perusahaan sekuritas membagi dua tipe investor reksadana, yakni si anak bawang dan si investor musiman.

    Pemain baru disarankan untuk memilih produk reksadana yang sudah punya kapital besar. Produk seperti ini mungkin tidak akan tumbuh secepat produk-produk baru yang kapitalnya masih kecil. Tapi pastinya lebih minim risiko dan sudah terbukti menghasilkan keuntungan yang konsisten.

    Kalau Sobat Cuan termasuk investor musiman, tentunya lebih disarankan untuk membawa perbekalan pengetahuan berbagai produk dan resikonya masing-masing. Bekal ini akan sangat membantu menentukan skema investasi yang tepat buat kamu, lho! Hanya saja, pastikan untuk tidak berinvestasi di satu keranjang saja, ya.

    Selain itu, Sobat Cuan juga bisa memperhatikan faktor-faktor ini ketika berinvestasi di reksadana saham. Apa saja?

    1. Kapitalisasi Pasar

    Kapitalisasi pasar adalah nilai pasar dari hasil kali harga saham per lembar denga jumlah saham yang ada dalam perusahaan. Berdasarkan data RTI, per Senin (31/5) kapitalisasi pasar IHSG mencapai Rp 7.063,371 triliun yang merupakan kapitalisasi gabungan seluruh emiten yang tercatat disana.

    Tentu saja emiten, atau perusahaan yang melantai di pasar saham, memiliki kapitalisasi pasar yang beragam dengan kinerja yang berbeda pula. Emiten dengan kapitalisasi besar umumnya lebih konsisten menjaga nilai per lembar sahamnya, sementara emiten dengan kapitalisasi lebih kecil tentu lebih lincah pergerakan sahamnya.

    Emiten dikatakan memiliki kapitalisasi pasar besar jika nilainya mencapai Rp100 triliun atau lebih. Di bawah itu, emiten tergolong sebagai layer kedua atau ketiga.

    Pada reksadana saham, pemilihan emiten dengan kapitalisasi pasar tertentu sangat berperan pada besar kecilnya risiko dan cuan.

    Semakin besar kapitalisasi pasar emiten yang dipilih dalam portfolio reksadana yang kamu beli, makin besar kemungkinan untuk cuan. Namun, makin besar juga risikonya. No pain no gain, Sob!

    2. Pilih Lumpsum atau SIP?

    Sobat cuan termasuk tipe investor yang mana nih? Langsung investasi dana dalam jumlah besar atau lumpsum atau dicicil secara sistematis (Systematic Investment Plan/SIP).

    Ternyata, keduanya membutuhkan strategi yang berbeda. Investor lumpsum harus bisa memilih waktu yang tepat dalam menginvestasikan semua dananya dalam berbagai instrumen.

    Sementara itu, tim dicicil harus disiplin untuk menginvestasikan sejumlah uang secara teratur dalam interval waktu tertentu, ya.

    Baca juga: Apa Alasan Kita Perlu Perhatikan Kapitalisasi Pasar Saat Investasi Aset Kripto?

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Investopedia, Groww.in



    Sumber : pluang.com

  • Lagi Digandrungi, Apa Alasan Orang-Orang Saat Ini Menyerbu Aset Kripto?

    Sobat Cuan mungkin sudah sering mendengar riuhnya publik tentang investasi atau trading aset kripto. Ya, aset kripto belakangan naik daun karena kesuksesan Bitcoin, Ethereum, hingga altcoin dalam memberikan cuan bagi para penggenggamnya.

    Namun sayangnya, tak semua orang memahami alasan investasi cryptocurrency sepenuhnya. Kebanyakan, mereka yang terjun di aset kripto hanya mengikuti hype semata tanpa mengenal aset digital satu ini.

    Terjun ke aset kripto tanpa bekal pengetahuan yang jelas bisa menjebakmu lho, Sobat Cuan! Sebab, kalau kamu tak punya bekal yang matang, kamu jadi tak bisa mengontrol ekspektasimu dalam berinvestasi kripto.

    Selain itu, pengetahuan yang mumpuni juga bikin kamu semakin konsisten berinvestasi kripto meski harganya naik turun bak jungkat-jungkit.

    Maka dari itu, ada baiknya kamu mengerti alasan mengapa investor, atau trader, doyan aset kripto belakangan ini. Yuk, baca artikel ini sampai habis!

    Baca juga: Ini Alasan Mengapa Kamu Sebaiknya Berinvestasi di Bitcoin

    Sebelum Tahu Alasan Investasi Cryptocurrency, Yuk Kenalan dengan Karakteristik Aset Digital

    Penjelasan lebih detail mengenai aset kripto bisa Sobat Cuan baca di artikel berikut. Namun intinya, cryptocurrency adalah mata uang virtual, di mana keamanannya dilindungi oleh kriptografi. Sehingga, orang-orang akan menjadi sulit untuk memalsukannya.

    Sebagian besar aset kripto berada di jaringan terdesentralisasi yang berjalan di atas teknologi blockchain. Karena bersifat terdesentralisasi, makanya mata uang kripto tidak diterbitkan, diawasi, atau diatur oleh otoritas resmi maupun pemerintah.

    Aset kripto pun banyak macamnya, lho, Sobat Cuan!

    Memang ada ribuan aset kripto di dunia ini. Namun, bukan berarti mereka semua punya manfaat dan nilai guna (use case) yang sama.

    Ternyata, terdapat empat jenis aset kripto di dunia ini, seperti yang dijelaskan dalam artikel berikut. Tetapi, untuk mendapatkan gambaran umum terkait jenis aset kripto, Sobat Cuan bisa membandingkan dua aset kripto populer, yakni Bitcoin dan Ethereum.

    Di satu sisi, Bitcoin dikenal sebagai alat penyimpan kekayaan (Store of Value) mengingat jumlahnya yang hanya 21 juta keping di dunia ini. Sehingga, mereka yang ingin mempertahankan nilai kekayaannya dari gerusan inflasi tentu akan memburu Bitcoin.

    Sementara, di sisi lain, Ethereum dikenal dengan kegunaannya di ekosistem keuangan terdesentralisasi (Decentralized Finance/DeFi). Sehingga, mereka yang ingin memanfaatkan jasa keuangan terdesentralisasi tentu akan memburu Ether (ETH) sebagai jagoannya.

    Baca juga: Kenapa Kamu Mesti Beli Emas Sekarang Meski Harganya Lagi Gak Karuan?

    Manfaat dan Kekurangan Cryptocurrency

    Cryptocurrency mempermudah transfer dana antar pengguna tanpa memerlukan perantara, atau disebut intermediaries seperti bank. Sehingga, transaksi bisa dilakukan secara cepat dan tanpa dibebani biaya macam-macam.

    Selain itu, transaksi ini pun terbilang aman karena pencatatan transaksi di blockchain menggunakan algoritma konsensus tertentu. Di mana, tak semua orang bisa menjalankan algoritma tersebut. Salah satu contoh algoritma konsensus adalah sistem Proof of Work, yang bisa Sobat Cuan baca di artikel ini.

    Hanya saja, cryptocurrency pun memiliki kekurangannya tersendiri. Banyak yang menggunakan aset digital ini untuk melakukan kegiatan ilegal seperti pencucian uang, pendanaan terorisme, hingga pengemplangan pajak. Ini lantaran kegiatan di dalamnya sama sekali tidak diawasi otoritas terkait.

    Namun, aktivitas itu nampaknya kini sudah menjadi mitos, sesuai dengan artikel berikut.

    Lalu, Apa Alasan Orang-Orang Investasi Cryptocurrency?

    Di tengah pro dan kontra terkait aset kripto, nyatanya kini semakin banyak orang tergerak untuk berkecimpung di dalamnya. Lantas, apa alasan mereka memilih investasi kripto?

    1. Teknologi Blockchain

    Banyak yang mengatakan bahwa teknologi blockchain, yang berada di bawah seluruh aset kripto, bisa memicu revolusi keuangan di masa depan. Adapun, blockchain adalah sebuah buku besar yang berisikan transaksi aset kripto yang bisa diakses secara publik, namun isinya tidak dapat diubah secara sembarangan.

    Teknologi blockchain sendiri dianggap bisa menghilangkan peran perantara keuangan, sehingga transaksi antar satu orang dengan lainnya menjadi mudah dan murah. Selain itu, teknologi blockchain juga bisa digunakan untuk berbagai keperluan jasa keuangan, misalnya tabungan, pinjam-meminjam, asuransi, hingga Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

    Nah, prospek masa depan cerah ini yang membuat orang menggenggam cryptocurrency. Berinvestasi di aset kripto mencerminkan cara mereka dalam mendulang cuan sembari mendukung akses jasa keuangan yang lebih mudah di masa depan.

    2. Alat Penyimpan Nilai yang Stabil

    Salah satu alasan utama investasi kripto adalah sifatnya yang bisa bermanfaat dalam jangka panjang.

    Uang fiat pada umumnya memiliki suplai yang tidak terbatas. Selain itu, nilainya pun akan tergerus antar waktu gara-gara tingkat inflasi.

    Namun, hal itu tidak berlaku bagi cryptocurrency. Beberapa aset kripto memiliki suplai terbatas, sehingga menjadikannya pilihan jitu untuk menyimpan kekayaan. Di samping itu, aset kripto pun tak memiliki korelasi secara langsung dengan tingkat inflasi.

    Sehingga, ini bisa menjadi alasan investasi cryptocurrency yang tepat, terutama bagi mereka yang khawatir dengan tingkat inflasi besar di masa depan dan krisis moneter. Bahkan, kini Bitcoin pun kerap dijuluki sebagai “emas digital” terbaru.

    3. Cara Baik Bagi Investor Untuk Mengelola Risiko

    Investasi cryptocurrency kini sedang naik daun. Sehingga, tak heran jika aset digital ini kerap menjadi objek para spekulan atau trader-trader yang mencari cuan instan. Akibatnya, tak heran jika fluktuasi harga aset kripto pun terbilang kencang.

    Nah, di saat-saat seperti ini, investor bisa melatih mentalnya untuk tidak terpengaruh dengan situasi yang ada. Selain itu, berinvestasi di aset kripto membuat mereka lebih mengedepankan “otak” ketimbang emosi dalam berinvestasi.

    Bahkan terkadang, risiko berinvestasi cryptocurrency berasal dari sang pengguna itu sendiri. Sebagai contoh, kita pernah dihebohkan dengan kabar bahwa seseorang kehilangan aset kriptonya setelah lupa kata kunci dompet digitalnya, seperti terdapat di artikel berikut.

    Oleh karenanya, tak salah bagi Sobat Cuan untuk mulai investasi cryptocurrency segera. Nah, untuk memulainya, kamu bisa berinvestasi di Pluang!

    Di Pluang, kamu bisa berinvestasi Ethereum dan Bitcoin, dua aset digital yang diperkirakan punya prospek mumpuni di masa depan. Yuk, tunggu apalagi?

    Baca juga: Investasi Cryptocurrency, Apa Saja yang Perlu Diketahui?

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Investopedia



    Sumber : pluang.com