Author: 10

  • Sobat Cuan, Ini Beragam Alasan di Balik Fluktuasi Harga Bitcoin!

    Sobat Cuan pasti setuju bahwa tantangan umum soal Bitcoin adalah “terlalu fluktuatif.” Tidak dapat disangkal bahwa Bitcoin adalah aset yang labil. Sepak terjang fluktuasi harga Bitcoin bisa dilihat dari berbagai waktu, mulai dari menit, jam, harian, mingguan, hingga tahunan.

    Contoh nyatanya adalah pada tahun ini, dimana harga Bitcoin meroket hingga menyentuh rekor US$63.000 pada pertengahan April. Sayangnya, sang raja aset kripto ini kemudian melorot hingga US$34.000 di akhir Mei lalu.

    Namun, volatilitas tidak selalu merupakan hal yang buruk. Sebab faktanya, volatilitas kadang menciptakan peluang untuk meraih cuan lebih tinggi lagi

    Selama jangka waktu yang lama (4+ tahun), fluktuasi harga Bitcoin sebagian besar mengarah ke pertumbuhan positif. Menggunakan horizon waktu yang lebih lama ini membantu menghilangkan distraksi dan hanya fokus pada sinyal harga.

    Sumber: Woobull

    Volatilitas dan imbal hasil dapat dinilai dengan menggunakan rasio Sharpe yang mengukur imbal hasil yang disesuaikan dengan risiko. Rasio Sharpe adalah hasil pembagian pengembalian aset dengan risiko/volatilitasnya selama periode HODL 4 tahun.

    Rasio Sharpe Bitcoin memang selalu lebih tinggi daripada kelas aset lainnya. Ini adalah salah satu metrik keuangan favorit para investor Wall Street dalam merekomendasikan Bitcoin ke klien-klien mereka. Lihat saja, imbal hasilnya menarik, bukan?

    Namun kembali lagi ke pertanyaan yang mengusik semua investor pemula, tapi mengapa Bitcoin sangat fluktuatif? Berikut adalah beberapa dari banyak faktor di balik volatilitas Bitcoin.

    1. Berita Buruk Berimbas Negatif ke Tingkat Adopsi

    Peristiwa berita yang menakut-nakuti pengguna Bitcoin antara lain peristiwa geopolitik dan pernyataan oleh pemerintah bahwa Bitcoin kemungkinan akan diatur. Pengadopsi awal Bitcoin termasuk beberapa oknum tak bertanggung jawab, menghasilkan berita utama yang menghasilkan ketakutan pada investor.

    Baca juga: Sobat Cuan, Ini Lho Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Cryptocurrency!

    Berita negatif Bitcoin selama satu dekade ini contohnya termasuk kebangkrutan Mt. Gox pada awal 2014 dan bursa Korea Selatan Yapian Youbit yang ditutup.

    Berita lain yang mengejutkan investor adalah penggunaan Bitcoin dalam transaksi narkoba melalui Jalur Sutera yang berakhir dengan penutupan transaksi oleh FBI pada Oktober 2013. Bahkan, salah satu kabar terbaru yang bikin Bitcoin longsor adalah rencana pengenaan pajak terhadap Bitcoin, seperti terdapat di artikel ini.

    Semua insiden ini dan kepanikan publik yang terjadi dapat mendorong nilai Bitcoin anjlok dengan cepat. Namun, investor pendukung Bitcoin melihat peristiwa tersebut sebagai bukti bahwa pasar semakin dewasa, dan nantinya bisa mendorong nilai Bitcoin kembali naik dalam waktu singkat.

    2. Persepsi Masyarakat Terhadap Bitcoin

    Salah satu alasan mengapa fluktuasi harga Bitcoin terjadi terhadap mata uang fiat adalah persepsi sebagai penyimpan nilai. Bitcoin memiliki sifat yang membuatnya mirip dengan emas. Hal ini diatur oleh keputusan sang pencipta yang membatasi produksi hanya hingga 21 juta Bitcoin.

    Karena itu, sifatnya sangat berbeda dari mata uang fiat, yang dikelola secara dinamis oleh pemerintah. Mata uang fiat digunakan untuk mempertahankan inflasi yang rendah, lapangan kerja yang tinggi, dan pertumbuhan melalui investasi dalam sumber daya modal.

    Di sisi lain, karena ekonomi yang dibangun dengan mata uang fiat memiliki persepsi kuat atau lemah, investor dapat mengalokasikan aset mereka menjadi Bitcoin.

    3. Ketidakpastian Nilai Bitcoin di Masa Depan

    Volatilitas Bitcoin juga didorong sebagian besar oleh berbagai persepsi tentang nilai intrinsik cryptocurrency sebagai penyimpan nilai dan metode transfer nilai.

    Penyimpan nilai adalah fungsi dimana aset dapat berguna di masa depan dengan beberapa prediktabilitas. Sebuah penyimpan nilai dapat disimpan dan ditukar dengan beberapa barang atau jasa di masa depan.

    Baca juga: Mengenal Metode Analisis Fundamental Aset Kripto

    Sementara itu, metode transfer nilai adalah setiap objek atau konsep yang digunakan untuk mentransfer properti dalam bentuk aset dari satu pihak ke pihak lain. Fluktuasi harga Bitcoin saat ini membuatnya menjadi penyimpan nilai yang kurang jelas, tetapi menjanjikan transfer nilai yang hampir tanpa intervensi. Akibatnya, nilai Bitcoin dapat berayun berdasarkan peristiwa berita seperti halnya mata uang fiat.

    4. Pemegang Akun Jumbo dan Fluktuasi Harga Bitcoin

    Fluktuasi harga Bitcoin juga sebagian besar didorong oleh pemegang proporsi besar dari total yang beredar. Untuk investor Bitcoin dengan kepemilikan saat ini di atas sekitar US$10 juta, tidak jelas bagaimana mereka akan melepas posisi sebesar itu tanpa menggerakkan pasar dengan parah.

    Makanya, mereka disebut dengan para ikan paus (whales), mirip layaknya ikan paus yang bisa membuat ombak hanya dengan mengibaskan ekornya saja. Cara para whales mengendalikan harga Bitcoin bisa dibaca di artikel berikut.

    Dalam hal ini, Bitcoin belum mencapai tingkat adopsi pasar massal yang diperlukan untuk memberikan nilai opsi kepada pemegang jumlah besar. Makanya, gerak-gerik bandar si raja aset kripto ini tentu harus diawasi oleh pencinta aset kripto.

    5. Masalah Keamanan Menyebabkan Fluktuasi Harga Bitcoin

    Bitcoin juga bisa menjadi tidak stabil ketika komunitas aset kripto mengekspos kerentanan keamanan di Bitcoin. Sehingga, pengembang Bitcoin harus mengungkapkan masalah keamanan kepada publik untuk menghasilkan solusi yang kuat. Dan tentunya, untuk mencegah investor keluar dari pasar Bitcoin.

    Baca juga: Alasan Pentingnya Diversifikasi Investasi Aset Kripto di Saat Pasar Loyo

    6. Negara dengan Inflasi Tinggi dan Bitcoin

    Kasus penggunaan Bitcoin sebagai mata uang untuk negara berkembang, utamanya yang saat ini mengalami inflasi tinggi, sangat berharga ketika mempertimbangkan volatilitas Bitcoin di ekonomi negara tersebut dibandingkan dengan dolar AS. Bitcoin jauh lebih fluktuatif terhadap dolar AS daripada peso Argentina dengan inflasi yang tinggi.

    Meskipun demikian, transfer Bitcoin yang hampir tanpa gesekan batas menjadikannya instrumen pinjaman yang berpotensi sangat menarik bagi orang Argentina. Hal itu karena tingkat inflasi yang tinggi untuk pinjaman dalam mata uang peso.

    Baca juga: 4 Kesalahan Investasi Ethereum yang Sebaiknya Kamu Hindari

    Demikian pula, penyandang dana di luar Argentina dapat memperoleh imbal hasil yang lebih tinggi dengan skema ini daripada yang dapat mereka peroleh dengan menggunakan instrumen utang lainnya. Contohnya, skema pinjaman dalam mata uang negara asal mereka, yang berpotensi terkena risiko eksposur ke pasar Argentina yang mengalami inflasi tinggi.

    7. Aturan Pajak Membuat Fluktuasi Harga Bitcoin

    Di Amerika Serikat, menurut Internal Revenue Service (IRS), Bitcoin sebenarnya dianggap sebagai aset untuk target pajak. Hal ini memiliki dampak yang beragam pada fluktuasi harga Bitcoin. Sisi baiknya, setiap pernyataan yang mengakui Bitcoin memiliki efek positif pada penilaian pasar mata uang.

    Sebaliknya, keputusan IRS untuk menyebutnya properti memiliki setidaknya dua efek negatif. Yang pertama adalah kerumitan tambahan bagi pengguna yang ingin menggunakannya sebagai bentuk pembayaran.

    Di bawah undang-undang pajak yang baru, pengguna harus mencatat nilai pasar mata uang pada saat setiap transaksi, tidak peduli seberapa kecilnya. Kebutuhan akan pencatatan ini dapat dimengerti memperlambat adopsi karena tampaknya terlalu banyak masalah untuk apa nilainya bagi banyak pengguna.

    Baca juga: Apa Sih Keterkaitan Harga Bitcoin dan Altcoin? Yuk Simak di Sini!

    Kedua, keputusan untuk menyebut mata uang sebagai bentuk properti untuk target pajak mungkin menjadi sinyal bagi beberapa pelaku pasar bahwa IRS sedang bersiap untuk menegakkan peraturan yang lebih kuat nanti.

    Regulasi mata uang yang ketat dapat menyebabkan tingkat adopsi mata uang melambat ke titik di mana ia tidak dapat mencapai adopsi massal yang sangat penting untuk utilitas keseluruhannya di masyarakat.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Investopedia, Bitcoin Magazine



    Sumber : pluang.com

  • Mau Tekan Nafsu Belanja? Yuk, Coba Tantangan Nabung 30 Days Challenge!

    Belanja atau sekedar window shopping sebetulnya terapi yang efektif dan menyenangkan. Namun, sering juga aktivitas ini berakhir dengan penyesalan akibat membeli barang yang tidak diperlukan. Tips menabung yang sudah kamu rencanakan malah berujung sia-sia.

    Impulsif saat berbelanja memang berbahaya. Musababnya apalagi kalau bukan bikin bolong kantong Sobat Cuan. Parahnya lagi, barang yang dibeli seringkali berakhir di gudang atau di dasar lemari, tidak terpakai.

    Padahal, di tengah kondisi perekonomian seperti ini tentu lebih bermanfaat jika uangnya diinvestasikan atau dialihkan membeli barang yang bermanfaat. Belum lagi, kamu juga harga memikirkan harga properti yang semakin tidak terjangkau, juga tabungan hari tua yang harus dipersiapkan dengan matang.

    Solusi atas semua hal itu adalah dengan menabung. Nah, biar nabung kamu konsisten, yuk ikutan challenge yang cukup happening di kalangan milenial saat ini. Yakni, 30 Days Challenge!

    Bagaimana Cara Tips Menabung Ala 30 Days Challenge?

    Tantangan ini cukup sederhana, namun efektif. Tiap kali Sobat Cuan menginginkan suatu barang baik di marketplace ataupun toko retail, stop! Alihkan dulu perhatian kamu. Tutup perambanmu atau segera pergi keluar toko saat itu juga.

    Setelah itu, kamu hanya punya waktu 30 hari untuk mempertimbangkan kembali niat itu. Pertanyakan lagi, apakah barang tersebut betul-betul kamu butuhkan, atau hanya sekedar ingin. Sering kali penyesalan datang karena keinginan sesat yang terlintas sesaat.

    Kebanyakan orang akan melupakan keinginannya untuk membeli barang yang sama dalam 30 hari. Jika ternyata kamu pun mengalaminya, berarti 30 hari lalu dorongan membeli itu hanyalah dorongan impulsif semata.

    Jika dalam 30 hari kamu masih mengingkan barang tersebut dengan berbagai pertimbangan yang lebih matang, barang kali kamu memang membutuhkannya.

    30 Days Challenge: Tips Menabung Efektif Menekan Pengeluaran

    Tantangan ini diklaim cukup efektif menekan pengeluaran. Alasannya sederhana, sebab 30 Days Challenge mudah diaplikasikan.

    Prinsipnya adalah kamu tidak membeli atas dasar emosional saja. Kamu bisa menghemat pengeluaran dari berbelanja impulsif lalu mengalihkannya untuk menggendutkan tabunganmu.

    Jika ingin tantangan ini berhasil, tentu Sobat Cuan harus disiplin dengan aturannya. Dalam sebulan tentu banyak hal yang akan terjadi yang mungkin akan membuatmu berubah pikiran.

    Seringkali kamu mengira cara membangun portofolio investasi adalah dengan mengatur berbagai strategi jitu. Padahal, lebih sering pasak membesar lantaran membeli yang tidak perlu.

    Tips Konsisten Menabung dengan 30 Days Challenge

    Bagaimana agar tantangan ini berdampak langsung pada menggendutnya pundi-pundi tabunganmu? Berikut ini adalah tiga langkah sederhananya.

    Baca Juga: Tips Belanja Hemat untuk Kamu yang Suka Boros!

    1. Identifikasi Keinginan dan Kebutuhan

    Pemula dalam tantangan ini perlu merinci dengan baik keinginan dan kebutuhannya. Hal ini akan membantu Sobat Cuan memilah belanja mana yang lebih esensial dan belanja mana yang bisa dikesampingkan.

    Sisihkan beberapa menit untuk meneliti list belanja bulanan kamu, lalu tentukan mana yang esensial. Belanja esensial tidak perlu ditunda 30 hari. Kamu bisa langsung membeli kebutuhanmu saat itu juga.

    Selain pos belanja yang kamu tandai sebagai esensial, sisanya harus menunggu sebulan lagi jika harus dieksekusi. Sisanya ini adalah belanja yang tergolong keinginan, meskipun tidak terlalu dibutuhkan.

    Nantinya, saat akan berbelanja, kamu bisa berkaca dari daftar tersebut. Jika dorongan untuk berbelanja impulsif kembali datang, sembunyikan dompetmu rapat-rapat agar tidak kecolongan.

    2. Rekening Tabungan dan Instrumen Investasi

    Dibandingkan dengan membuang uang untuk membeli barang, tentu menginvestasikan uangmu adalah langkah yang lebih bijak.

    Kamu bisa mulai membuka rekening dan membeli instrumen investasi dari uang yang semula ingin kamu gunakan untuk membeli barang secara impulsif.

    Kalau pun nantinya kamu jadi membeli barang tersebut, bisa jadi kamu sudah memperoleh cuan dari investasi jangka pendek, bukan?

    Baca Juga: Wahai Kalian Trader Pemula, Yuk Simak Tips Berikut Biar Sukses Day Trading!

    3. Uang Senang-Senang

    Kamu mungkin akan bersalah jika impulsif membeli membeli tas bermerek. Atau mungkin membeli lensa kamera berharga jutaan.

    Tapi, entah kenapa, perasaan bersalah itu tidak pernah hadir ketika kamu mengeluarkan uang demi hal-hal yang bersifat remeh. Misalnya, menonton film di bioskop, membeli minuman dan cake artisan, atau sekedar memoles ulang cat kuku di salon.

    Meski berjumlah kecil, pengeluaran ini tidak bisa disepelekan. Jika kamu rajin menghitung jumlah total struk belanja barang dan jasa rekreasional seperti ini, tentu kamu akan terkejut dengan hasilnya.

    Solusinya, pastikan kamu membuat bajet tersendiri untuk bersenang-senang. Besar atau kecilnya bajetmu bisa disesuaikan. Namun, kamu harus disiplin pada bajet tersebut agar pengeluaranmu tidak bocor di tengah jalan.

    Setelah 30 hari, kamu sudah bisa melihat perubahan pada struktur pengeluaranmu yang berbanding terbalik dengan makin gendutnya rekeningmu. Tantangan ini sangat sederhana dan layak dicoba, lho!

    Baca juga: Jangan Tunda Lagi! Ini 8 Langkah Mengatur Keuangan yang Bisa Kamu Lakukan Sekarang!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Koho



    Sumber : pluang.com

  • Mau Belanja Barang Mewah Anti Rasa Bersalah? Simak 9 Caranya di Sini!

    Belanja barang fesyen bermerek memang menyenangkan dan memberi kepuasan tersendiri. Namun, harganya yang relatif mahal sering kali memunculkan rasa bersalah tiap kali berbelanja untuk memperbaharui lemari. Apakah memang ada cara membeli barang mewah tanpa harus dihantui rasa bersalah?

    Hal itu dirasakan oleh aktris Cinta Laura. Baru-baru ini, lewat wawancara yang diunggah di chanel youtube milik Gritte Agatha, Cinta mengatakan bahwa ia selalu merasa bersalah ketika membeli barang-barang branded. Rasa bersalah itu kemudian menuntunnya untuk tetap hidup hemat dan sederhana.

    “Aku guilty (merasa bersalah) kalau ngebeli sesuatu yang baru atau mahal. Misalnya tas branded Rp30 juta, bayangkan berapa keluarga atau anak yang bisa aku sekolahin dan kasih makan dengan uang Rp30 juta,” ujar Cinta.

    Ucapannya itu sempat membuat gaduh warganet yang terusik. Pasalnya, fesyen item bermerek seringkali memang memiliki kualitas yang sesuai harga. Apalagi, merek-merek kawakan seperti Chanel, Hermes, dan Loubotin biasanya mengeluarkan item fesyen yang bersifat abadi (timeless)

    Setiap orang tentu punya preferensinya sendiri menyoal pilihan fesyen yang dikenakan. Bermerek ataupun tidak, itu semua kembali kepada masing-masing individu.

    Harus diakui, barang bermerek karya desainer terkenal memang bukanlah kebutuhan pokok. Kamu bisa saja mendapatkan barang dengan fungsi dan estetika yang mirip dengan harga jauh lebih murah.

    Sehingga, ucapan aktris blasteran Jerman-Indonesia itu pun mengundang pertanyaan. Apakah kita memang sepatutnya merasa bersalah setelah belanja barang mewah?

    Sobat Cuan perlu paham bahwa pada dasarnya, belanja adalah hak segala bangsa. Oleh karena itu, beli barang mewah pun sah-sah saja asal tahu strateginya!

    Yuk, simak strategi dan cara beli barang mewah di bawah ini!

    Baca juga: Mau Jadi Orang Kaya? Yuk, Ikuti Resep Rahasia Menjadi Kaya dari Elon Musk

    Cara Beli Barang Mewah Tanpa Bikin Kantong Bolong

    Jika kamu tertarik atau sudah menjadi kolektor barang mewah, ada baiknya kamu menyimak tips berikut ini agar guilty pleasure kamu tidak menguras kantong.

    1. Menabung Sebelum Membeli

    Menabung memang cara yang mudah untuk menggapai impian finansialmu. Jika memang tujuan finansialmu adalah membeli barang mewah, tidak ada salahnya kamu menabung untuk mendapatkannya!

    Hanya saja, kamu perlu ingat bahwa barang mewah bukanlah kebutuhan pokok. Sah saja untuk membeli barang mewah asalkan semua kebutuhan pokok memang sudah terpenuhi dan tabunganmu sudah aman.

    Kamu perlu menyisihkan uangmu untuk hari tua dan kebutuhan lainnya. Pastikan tujuan finansialmu terpenuhi sesuai target, tidak terganggu oleh belanja barang mewah yang sudah kamu idamkan itu.

    2. Kualitas di Atas Kuantitas

    Tas tangan karya desainer memang umumnya lebih awet ketimbang tas yang dijual di toko retail. Namun, bagaimana pun, koleksi tas mewah kamu bukanlah investasi.

    Kamu perlu selektif memilih item yang memiliki daya manfaat jangka panjang dengan kualitas yang sangat baik. Mengingat harganya yang tidak murah, tahan keinginanmu untuk memiliki tas tangan yang murah dalam jumlah banyak.

    Jika memang kamu ingin memiliki tas tangan edisi terbatas karya desainer terkenal, pastikan bahwa kualitas jadi prioritasmu.

    3. Incar Harga Diskon

    Nah, inilah cara beli barang mewah paling mudah. Namun, kamu perlu rajin mencari informasi lantaran desainer kenamaan memang jarang memberi diskon.

    Namun kalau kamu beruntung, item incaranmu bisa saja banting harga. Asalkan sabar dan tahu pasti barang mana yang kamu inginkan, kamu pasti bisa mendapatkannya dengan potongan harga.

    Beberapa merek kerap melakukan cuci gudang di akhir musim. Selain itu, kadang toko rental barang mewah menjual koleksinya yang sudah beberapa kali dipakai dengan harga yang menggiurkan.

    Jangan lewatkan kesempatan ini demi menjaga pundi-pundimu tetap gemuk meski kamu gemar berbelanja!

    Baca juga: Apa Itu Luxury Item?

    4. Tabungan Khusus untuk Barang Bagus

    Kamu bisa mulai menyisihkan pendapatanmu pada rekening khusus yang kamu peruntukkan untuk berbelanja fesyen item favoritmu. Sisihkan dengan baik sembari mempertimbangkan kembali barang mana yang betul-betul kamu inginkan.

    Ini akan membuat kamu lebih menghargai barang mewah itu saat kamu sudah mampu membelinya. Karena kamu betul-betul menyukai barang itu alih-alih sekedar impulsif saja. Kamu punya waktu untuk memikirkan berulang kali selama mengumpulkan uang untuk membelinya.

    Cara ini juga membebaskanmu akan dari cicilan kartu kredit yang mencekik. Dengan begitu, kamu akan terbebas dari merasa bersalah setelah berbelanja barang mewah.

    5. Hindari Beli Item Fast Fesyen

    Tips cara beli barang mewah berikutnya adalah hindari item fesyen yang berupa tren sesaat dengan harga yang tidak murah. Apa alasannya?

    Kamu perlu menghindari membeli barang seperti ini karena hanya akan memenuhi lemari setelah trennya lewat. Selain itu, kamu juga jadi lebih boros karena harus berbelanja lagi.

    Hindari pula pemilihan warna musiman, sebab mungkin kamu tidak bisa memakainya lagi saat tren warnanya berubah.

    Selain itu, beberapa item fesyen mungkin sulit untuk dipadankan, sehingga pilihlah item lain yang akan mudah dipadukan dengan isi lemarimu. Tidak lupa juga untuk memilih barang yang sesuai dengan gayamu.

    Mengoleksi barang mewah dan item fesyen bermerek memang mengharuskanmu jadi pemilih yang penuh pertimbangan. Pastikan keputusanmu bisa membuatmu tampil berkelas dan memukan dalam waktu yang lama, ya!

    6. Jangan Berkompetisi

    Mengoleksi barang bermerek bukanlah kompetisi yang harus kamu menangkan. Bukan pula ajang untuk menjadi pemilik item terbanyak dan terlengkap. Jangan sampai kamu membeli barang hanya karena sedang tren saja, karena itu sama dengan pemborosan!

    Pastikan kamu memang niat membeli barang yang kamu inginkan dan sesuai untukmu. Jangan termakan konten influencer atau orang lain sebab kamu tidak tahu kondisi finansial mereka. Boleh jadi kondisinya jauh berbeda dengan kondisimu.

    Pastikan untuk selalu membeli barang yang terjangkau kantongmu. Barang yang kamu suka dan akan membuatmu bahagia adalah yang terbaik dibanding barang yang bertujuan untuk mengesankan orang lain.

    Baca juga: Dari Inul Daratista Hingga Dian Sastro, Ini “Istana” 7 Selebritas Indonesia

    7. Padu Padankan dengan Serasi

    Fesyen sebetulnya industri yang luas dan tidak terbatas pada item high-end saja. Tidak ada salahnya memadukan kaus yang kamu beli di toko retail dengan tas chanel atau sepatu bersol merah yang legendaris itu.

    Keserasian dan keahlian memadupadankan adalah kunci dari tampil fashionable. Bagaimanapun, selama penampilanmu membuatmu percaya diri, kamu pasti terlihat lebih menarik. Berapapun harga outfit dan fesyen item yang kamu kenakan.

    8. Sewa Saja Dulu

    Saat ini sudah banyak start up yang menawarkan jasa sewa barang mewah dan item fesyen bermerek. Biasanya kamu akan dikenakan biaya berlangganan dan fee lainnya. Namun, cara ini lebih efisien ketimbang kamu harus merogoh kocek lebih dalam untuk melengkapi sendiri koleksimu, bukan?

    Kamu bisa memilih untuk menyewa dulu barang incaranmu dan lihat apakah barang tersebut memang pas dengan gayamu. Kamu juga bisa menyewa barang lain dari koleksi fesyen high-end yang lebih trendi dan tergolong fast fesyen.

    Kelebihan dari menyewa barang ini adalah kamu akan terbebas dari biaya maintenance yang tidak sedikit. Selain itu, kamu pun bisa sering berganti-ganti item sesuai mood.

    Layanan ini biasanya juga menyediakan jasa antar jemput sehingga kamu tidak perlu repot datang langsung ke tempat sewa. Beberapa tempat penyewaan mengizinkanmu membeli item yang kamu sewa jika kamu betul-betul menyukainya.

    9. Cara Beli Barang Mewah Paling Oke: Investasi!

    Sama seperti menabung, investasi merupakan “kendaraan” yang bisa kamu pakai demi menuju tujuan finansialmu. Kalau tujuan finansialmu adalah beli barang-barang bermerek, maka hal itu tidak ada salahnya. Asalkan, kamu menginvestasikan uangnya di tempat yang terpercaya dan di aset yang tepat.

    Nah, untuk mencapai tujuan finansialmu, tak ada salahnya kok berinvestasi di Pluang! Kamu bisa berinvestasi emas digital, indeks S&P 500, aset kripto, hingga reksa dana hanya dalam satu aplikasi saja. Tanpa biaya admin dan spread rendah, sehingga tujuan finansialmu akan makin cepat tercapai!

    Baca juga: Bernilai Ratusan Miliar, Ini Lho 6 Rumah Mewah Tokoh Indonesia yang WOW

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    sumber: youtube, clevergirlfinance



    Sumber : pluang.com

  • Harganya Turun, Sepenting Apa Sih Investasi Ethereum di Portofolio Kamu?

    Investasi Ethereum tengah menjadi sorotan para pecinta aset kripto. Pasalnya, aset kripto yang digadang-gadang bakal menyalip Bitcoin ini kinerjanya suam-suam kuku semenjak harganya terjun dari puncak. Lalu sepenting apa sih investasi Ethereum dalam portofolio aset kripto Sobat Cuan? Yuk simak!

    Kinerja Ethereum pada tahun ini awalnya sangat menggembirakan. Bayangkan, harganya meroket ke level tertinggi di kisaran US$4.100 pada pertengahan Mei lalu, dari kisaran US$740 di awal tahun. Namun roket yang meluncur ke atas itu juga cepat jatuhnya. Alhasil harga Ethereum pun kini lunglai di kisaran US$2.800.

    Investasi Ethereum telah mendapat banyak kritik selama beberapa tahun terakhir, tetapi ia dinilai memiliki potensi untuk memberikan keuntungan yang lebih baik daripada Bitcoin. Ethereum memiliki kapitalisasi pasar yang lebih kecil dan tidak memiliki pengakuan global sebanyak Bitcoin, yang sebenarnya jadi salah satu aspek potensi pertumbuhan.

    Sekadar meluruskan, Ethereum sebenarnya bukan cryptocurrency. Ia adalah jaringan komputasi global untuk aplikasi terdesentralisasi (dApps). Ether (ETH) adalah cryptocurrency yang menggerakkan jaringan Ethereum, dan ini adalah bentuk pembayaran yang diperlukan untuk ruang komputasi di blockchain Ethereum.

    Di tengah kontroversi penggunaan namanya, semua sepakat bahwa kini harga ETH sedang tiarap. Pertanyaan berikutnya, apakah investasi Ethereum masih worth it setelah harganya jeblok?

    Posisi Ethereum

    Meskipun Bitcoin sangat bagus sebagai penyimpan nilai, Bitcoin tidak mendukung smart contract atau kontrak pintar seperti Ethereum. Bisa dibilang, Ethereum sama-sama mampu menjadi penyimpan nilai, malahan lebih banyak lagi.

    Ether telah bersaing dengan Bitcoin untuk cryptocurrency terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar sejak dirilis pada tahun 2015 dan hampir menyalip aset kripto nomor 1 itu pada Februari 2018.

    Baca juga: Mengenal Metode Analisis Fundamental Aset Kripto

    Kedua koin ini telah mencapai titik tertinggi baru sejak saat itu, dan tampaknya ada lebih banyak ruang untuk keduanya tumbuh pada tahun 2021. Beberapa ahli memperkirakan Ethereum akan “membalik” siklus pasar Bitcoin, dan menjadi blockchain dan aset kripto yang dominan berdasarkan kapitalisasi pasar.

    Satu hal yang pasti, pasar aset kripto jauh lebih fluktuatif daripada pasar saham. Jika Sobat Cuan sangat menghindari risiko, ini mungkin bukan pasar yang cocok untuk kamu. Tetapi jika kamu adalah investor ‘bertangan berlian’ yang tidak memperhitungkan kerugian jangka pendek, Ethereum mungkin merupakan investasi yang bagus.

    Investasi Ethereum vs Bitcoin

    Ethereum dan Bitcoin memiliki kasus penggunaan yang sangat berbeda. Bitcoin bertindak sebagai penyimpan nilai, sama seperti emas. Ether juga bertindak sebagai penyimpan nilai, tetapi blockchain Ethereum dan bahasa pemrograman Solidity membawa dApps ke level yang lebih tinggi.

    Platform Ethereum hadir dengan bahasa pemrogramannya sendiri yang disebut Solidity yang memungkinkan pembuat kode untuk menulis program yang disebut “kontrak pintar.”

    Kontrak pintar Ethereum dapat mengotomatisasi ribuan produk keuangan, proses rantai pasokan, dan merupakan blok pembangun NFT. Apa itu NFT? Sobat Cuan bisa baca di artikel ini ya!

    Kontrak pintar ini juga dapat digunakan untuk membangun aplikasi lengkap seperti bursa terdesentralisasi (DEX) dan market maker otomatis (AMM).

    Baca juga: Alasan Pentingnya Diversifikasi Investasi Aset Kripto di Saat Pasar Loyo

    Adapun kontrak pintar yang sangat mendasar secara teknis dimungkinkan pada blockchain Bitcoin. Namun, bahasa pemrograman khusus Ethereum dan tim pengembang yang besar membuatnya menjadi pemenang jika dilihat secara jangka panjang.

    Mungkin, masih agak samar untuk menyebut mana investasi yang lebih baik. untuk membandingkannya, kamu bisa coba baca artikel ini.

    Sangat mungkin bahwa Bitcoin dan Ethereum akan bertahan dalam ujian waktu dan ‘hidup berdampingan’ di masa depan. Pada akhirnya, keputusan investasi kamu harus dibuat olehmu sendiri (atau penasihat investasi).

    Hal terbaik yang dapat Sobat Cuan lakukan adalah mempelajari sendiri sebanyak mungkin sebelum mempertaruhkan uang hasil jerih payah kamu. Selain itu, jangan pernah menginvestasikan uang yang tidak ingin kamu hilangkan sepenuhnya. Pahami risikonya.

    Kelebihan Investasi Ethereum

    Ethereum adalah investasi spekulatif. Seperti investasi apa pun, Sobat Cuan mungkin akan kehilangan sebagian dari investasi kamu jika Ethereum turun nilainya.

    Kinerja Ethereum yang luar biasa sebelumnya telah menarik investor tradisional dan institusional. Ethereum dan aset kripto lainnya memberi kamu beberapa keuntungan berikut dibandingkan investasi tradisional:

    • Volatilitas. Meskipun hal ini sebelumnya dianggap negatif, investor yang lebih cerdas telah menyadari pola siklus pasar dan mampu memanfaatkan keuntungan parabolic yang dihasilkan oleh bubble di pasar.
    • Likuiditas. Ethereum bisa dibilang salah satu aset investasi paling likuid karena pembentukan platform perdagangan, bursa, dan pialang online di seluruh dunia. Kamu dapat dengan mudah menukar Ethereum dengan uang tunai atau aset seperti emas secara instan dengan biaya yang sangat rendah. Likuiditas tinggi yang terkait dengan Bitcoin menjadikannya wadah investasi yang bagus jika kamu mencari keuntungan jangka pendek. Mata uang digital ini juga dapat menjadi investasi jangka panjang karena permintaan pasar yang tinggi.

    Baca juga: 4 Kesalahan Investasi Ethereum yang Sebaiknya Kamu Hindari

    • Risiko inflasi yang lebih rendah. Tidak seperti mata uang dunia yang diatur oleh pemerintahnya, Ethereum memiliki proyeksi inflasi transparan yang tidak terlalu banyak memiliki campur tangan. Sistem blockchain yang tidak terbatas, dan tidak perlu khawatir tentang aset kripto terkena deflasi.
    • Keuangan Terdesentralisasi. Ethereum dan DeFi relatif muda, dengan NFT dan banyak aplikasi baru lainnya menjadi lebih umum setiap hari. Hal baru ini membawa perubahan harga dan volatilitas yang tidak terduga, yang dapat menciptakan peluang untuk keuntungan besar.

    Kekurangan Investasi Ethereum

    Ethereum mungkin berperan di masa depan pertukaran moneter dan sistem komputasi global. Tetapi hal itu sama pentingnya bagi Sobat Cuan untuk menyadari kekurangan atau risiko seputar investasi aset kripto.Berikut beberapa risiko yang terkait dengan investasi di Ethereum:

    • Volatilitas Tinggi. Jika kamu kebetulan membeli Bitcoin pada 17 Desember 2017, harganya US$20.000. Beberapa minggu kemudian harga anjlok, kamu bahkan tidak dapat menjual investasimu senilai lebih dari US$7.051. Maka dari itu, untuk menghindari kerugian yang menyakitkan dalam jangka pendek, tetaplah perhatikan pasar.
    • Peraturan baru. Pemerintah tidak mungkin membiarkan aset kripto tidak diatur untuk waktu yang lama. Peraturan baru dapat mengganggu model bisnis, dan menyebabkan pelemahan yang sepenuhnya di luar kendali kamu.
    • Ancaman peretasan online. Peretasan adalah ancaman yang dihadapi banyak investor aset kripto. Sebagian besar bursa memungkinkan kamu membeli dan menjual aset kripto menggunakan aplikasi seluler atau situs web. Namun banyak pengguna juga menyimpan aset kripto mereka di dompet bursa. Ini membuat mereka rentan kehilangan investasi mereka jika sistem bursa diretas, dan password mereka dicuri.
    • Kompetisi. Ada banyak sekali platform kontrak pintar yang muncul dan membuat Ethereum tersaingi, seperti Binance Smart Chain, Cardano, dan Polkadot. Cryptocurrency ini menawarkan skalabilitas yang lebih baik daripada ETH, tetapi mereka tidak memiliki ekosistem kontrak pintar yang kuat yang dimiliki Ethereum di jaringannya.

    Baca juga: Apa Sih Keterkaitan Harga Bitcoin dan Altcoin? Yuk Simak di Sini!

    Apakah Ethereum Masih Worth It?

    Jadi bagaimana menurut kamu Sobat Cuan? Kalau dilihat dari posisi di market dan potensinya dalam jangka panjang, Ethereum merupakan salah satu aset kripto penting dalam portofolio kamu. Masa depannya cukup menjanjikan, mengingat ETH akan menjadi bahan bakar utama di Decentralized Finance, yang digadang akan menjadi masa depan jasa keuangan.

    Namun, selalu ingat untuk mempelajarinya dan memahami risikonya ya!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Benzinga



    Sumber : pluang.com

  • Mengapa Teknologi DeFi Akan Menjadi Masa Depan Jasa Keuangan?

    Seiring dengan menghangatnya perbincangan tentang mata uang kripto, teknologi decentralized finance (DeFi) kian memantapkan posisinya sebagai masa depan jasa keuangan. Meski kerap dicibir sebagai tren sesaat, eksistensinya sebagai komplimen maupun substitusi jasa keuangan konvensional malah semakin populer.

    DeFi diklaim sebagai revolusi besar dalam peradaban manusia. Setelah era berburu, meramu, bercocok tanam, kemudian masuk pada era industrialisasi, kini peradaban manusia memasuki ambang baru yakni era terdigitalisasi. Sebelumnya, Sobat Cuan bisa membaca mengenai apa itu DeFi di sini, ya.

    Saat ini, segala aktivitas manusia hingga kepemilikan aset dilakukan dalam bentuk digital. Karenanya, revolusi jasa keuangan pun mengalihkan otoritas penerbitan mata uang yang semula hanya dimiliki bank sentral, kini terdesentralisasi.

    Namun, mengapa sih, banyak orang mengatakan bahwa DeFi akan menjadi masa depan jasa keuangan? Apa yang membuatnya cukup spesial?

    Baca juga: Cek pengertian DeFi di Sini!

    Blockchain, Inisiator DeFi

    Keuangan terdesentralisasi dimulai oleh sebuah sistem pencatatan keuangan digital bernama blockchain yang dirilis pada Agustus 2011.

    Sistem ini memungkinkan pencatatan tiap transaksi antar blok yang dapat diedit oleh banyak pihak, namun tidak dapat benar-benar dihapus.

    Seperti rantai block yang tidak terputus, seluruh riwayat transaksi tercatat dengan baik termasuk yang sudah maupun sebelum diedit penggunanya. Jika block-nya akan bertambah lagi, mayoritas pengguna dari blok transaksi yang sudah ada sebelumnya pun harus memberikan verifikasi sebagai jaminan kredibilitas.

    Nah, DeFi sendiri berjalan di atas sistem smart contract, yang berjalan di atas sistem blockchain Ethereum. Teknologi decentralized finance sendiri diciptakan sebagai solusi atas minimnya akses masyarakat terhadap jasa keuangan sebagai berikut:

    1. Beberapa orang tidak memiliki akses untuk membuat rekening bank atau menggunakan produk jasa keuangan.
    2. Terdapat biaya yang dibebankan ke nasabah dalam memanfaatkan jasa keuangan.
    3. Terdapat potensi penyalahgunaan data yang bisa dilakukan oleh perusahaan jasa keuangan.
    4. Perusahaan jasa keuangan rentan diintervensi oleh pemerintah atau regulator.
    5. Kirim mengirim uang bisa berjalan dalam waktu lama.
    6. Perusahaan jasa keuangan tidak pernah transparan dalam memberikan data nasabah.

    Karena manfaat tersebut, ditambah dengan keamanan sistem blockchain yang mumpuni, maka tak heran jika banyak pihak mengatakan bahwa DeFi bisa menjadi solusi keuangan masyarakat di masa depan. Apalagi, segala kegiatan jasa keuangan seperti pinjam meminjam, urun dana, hingga asuransi bisa dilakukan di atas jaringan DeFi.

    Namun, di tengah manfaat yang ditawarkan, apakah teknologi DeFi benar-benar punya kredibilitas yang baik?

    Menyoal Kredibilitas Decentralized Finance

    Seiring dengan popularitas mata uang kripto yang meroket, banyak pihak yang mempertanyakan kredibilitasnya. Jika dibandingkan dengan uang fiat yang diterbitkan otoritas moneter masing-masing negara, kredibilitas kripto dinilai terlalu abstrak.

    Namun, tentu saja semua bergantung pada perspektif kamu terkait seperti apa underlying, alias faktor intrinsik, yang mendasari kredibilitas tersebut.

    Mereka yang optimistis terhadap teknologi DeFi ke depan sangat percaya bahwa sistem blockchain benar-benar ampuh diserang peretasan mengingat histori transaksinya terdistribusi pada puluhan juta jaringan komputer.

    Jika block-nya akan bertambah lagi, mayoritas pengguna dari block yang sudah ada sebelumnya pun harus memberikan verifikasi sebagai jaminan kredibilitas. Kecuali memang ada 51% attack, seperti yang dijelaskan dalam artikel berikut.

    Namun, mereka yang skeptis tetap meragukan keamanan dari jaringan ini. Terlebih, jaringan DeFi tidak diawasi oleh pemerintah dan regulator, yang sewaktu-waktu bisa mengintervensi jaringan jika terjaid hal yang tak diinginkan.

    Namun, perlu diingat bahwa sistem jasa keuangan konvensional terbilang minim inovasi meski memang teregulasi dengan baik. Makanya, tak heran jika iklim decentralized finance sangat dinamis sekali dengan banyaknya aplikasi-aplikasi terdesentralisasi di ranah DeFi.

    Slaah satu contohnya adalah BXTB, yang digunakan untuk menyederhanakan transaksi digital menggunakan token yang dapat ditambang oleh semua orang dan ditransaksikan. Menariknya, penambang bisa memperoleh yield dari tiap transaksi menggunakan token yang ditambangnya meski sudah alih kepemilikan.

    Para pegiat DeFi kini mulai mengembangkan produk-produk yang memungkinkan aset konvesionalmu ikut terdigitalisasi. Tren ini dimulai oleh platform derivatif dalam komunitas DeFi yakni Synthetix.

    Synthetix berencana meluncurkan produk yang dinamakan synthetix stock. Idenya adalah di masa depan Sobat Cuan akan dapat bertransaksi saham dalam komunitas DeFi lewat instrumen sejenis kripto.

    Baca juga: Mengapa DeFi Bakal Jadi Saingan Sengit Jasa Keuangan Konvensional?

    Bagaimana Masa Depan Decentralized Finance?

    Di masa depan, bukan tidak mungkin seluruh aktivitas keuangan dan kepemilikan aset kamu dilakukan dalam protokol DeFi. Entah merupakan terobosan yang baik atau justru semakin rapuh, dunia keuangan melangkah pasti ke arah digital dengan otoritas yang terdesentralisasi.

    Apalagi, pandemi COVID-19 yang melanda dunia sejak tahun lalu memang mengubah banyak hal seperti pola hidup dan kebiasaan manusia. Pembatasan sosial yang diberlakukan seluruh negara di dunia membuat manusia lebih banyak beraktivitas di dalam rumah dengan menggunakan platform digital.

    Sedikit banyak hal ini membawa angin segar bagi komunitas DeFi. Bukan hanya aktivitas individu, platform digital menjadi primadona bagi tiap perusahaan yang tetap berupaya bertahan hidup di tengah situasi pandemi.

    DeFi berevolusi dari sekedar alternatif pembayaran menjadi primadona baru instrumen investasi. Banyaknya terobosan yang diinsiasi pegiat DeFi membuat opsi keuangan digital tampak menarik.

    Kemudian, seiring dengan kian banyaknya pengguna DeFi, di masa depan sistem ini pun akan terus berinovasi. Layer-layer DeFi mungkin dibutuhkan untuk menopang sistem yang telah ada agar dapat tetap memberi ruang inovasi.

    Jadi, sejauh mana Sobat Cuan mempercayakan keuangan pada DeFi?

    Baca juga: Mau Cuan dari DeFi? Simak Caranya di Sini!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: finance monthly, benzinga



    Sumber : pluang.com

  • Yuk, Kenalan dengan 11 Sektor di Indeks SP 500!

    Sobat Cuan mungkin sudah tahu, atau mungkin mengenal baik, indeks S&P 500. Kamu mungkin tahu bahwa indeks ini berisikan 500 perusahaan bergensi seantero Amerika Serikat. Namun, apakah Sobat Cuan tahu bahwa indeks ini berisikan terbagi-bagi ke dalam beberapa sektor?

    Ya, betul. Indeks S&P 500 memiliki 11 sektor di dalamnya. Sektor-sektor ini disusun berdasarkan jenis-jenis kegiatan usaha para perusahaan yang tergabung di dalamnya. Tujuannya, agar investor bisa membaca dengan jelas, sektor apa sajakah yang berperan paling besar di dalam membentuk nilai indeks bonafide tersebut.

    Selain itu, pembagian sektor di indeks S&P 500 juga bisa membantu manajer investasi dan investor untuk menentukan alokasi dana yang perlu ditempatkan dalam satu portofolio. Jika seorang investor ingin membuat satu portofolio yang terdiversifikasi, maka ia harus memasukkan seluruh saham-saham yang terdapat di masing-masing sektornya.

    Klasifikasi 11 sektor S&P 500 ini disusun oleh sang empunya indeks, yakni Standard & Poor (S&P) dan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Keduanya dikenal sebagai Global Industry Classification Standard (GICS).

    Nah, penasaran dengan klasifikasi 11 sektor di S&P 500? Yuk, simak artikel ini sampai habis ya!

    Baca juga: Mau Kaya? Warren Buffett Minta Kamu Investasi di S&P 500!

    Mengenal 11 Sektor Indeks S&P 500

    1. Teknologi Informasi

    Sektor ini terdiri dari beberapa perusahaan yang mengembangkan, atau memasarkan, barang atau jasa berbasis teknologi. Produk-produk teknologi tersebut mencakup komputer, microprocessors, dan sistem operasi.

    Adapun contoh perusahaan yang bergerak di sektor ini adalah Microsoft Corporation, Oracle Corp., dan Mastercard Inc. Belakangan, kinerja sektor ini sering dilirik investor karena pertumbuhannya yang luar biasa.

    2. Sektor Kesehatan

    Sektor ini berisikan perusahaan-perusahaan yang bergerak di jasa atau produk kesehatan, perusahaan farmasi, dan perusahaan yang mendasarkan produknya dari riset dan pengembangan (R&D).

    Anggota sektor ini terdiri dari Johnson & Johnson, Pfizer, hingga pendatang baru S&P 500 yakni Organon.

    3. Keuangan

    Sektor ini terdiri dari perusahaan-perusahaan yang bergelut di bidang keuangan, investasi, dan transaksi atau penyimpanan uang. Biasanya, produk-produk unggulan mereka adalah kartu kredit, jasa deposito dan kredit, hingga asuransi.

    Perusahaan di sektor-sektor ini biasanya berisikan nama-nama besar dan sudah malang melintang dalam waktu lama. Misalnya, Bank of America Corp, JPMorgan Chase & Co., dan Goldman Sachs, dan perusahaan milikl begawan saham Warren Buffett, Berkshire Hathaway.

    4. Perusahaan Barang-Barang Konsumen Non-Primer

    Sektor ini memiliki nama lain yakni Consumer Discretionary. Ini merupakan sektor yang diisi oleh perusahaan-perusahaan yang memproduksi barang atau jasa mewah yang bukan merupakan kebutuhan pokok. Misalnya, mobil, perhiasan, alat-alat olahraga, dan alat-alat elektronik biasa.

    Penghuni sektor ini diantaranya adalah Starbucks, Best Buy, dan Amazon.

    5. Jasa Telekomunikasi

    Sektor ini terdiri dari perusahaan-perusahaan yang produknya mampu menghubungkan satu orang dengan individu lainnya. Contohnya adalah penyedia jaringan internet hingga provider seluler. Namun, sektor ini juga berisikan perusahaan media, hiburan, dan media interaktif.

    Contoh perusahaan yang ada di dalam sektor ini adalah AT&T, CBS Corp., dan Facebook. Kemudian, Netflix Inc. and Walt Disney Co. juga tergabung dalam jajaran perusahaan jasa telekomunikasi.

    Baca juga: Mau Jadi Sultan di Masa Depan? Yuk, Investasi S&P 500!

    6. Industri

    Sektor S&P 500 ini terkenal dengan ragam jenis perusahaan yang ada di dalamnya, mulai dari maskapai penerbangan hingga perusahaan transportasi kereta api. Karena ragam perusahannya cukup banyak, sektor ini bahkan masih memiliki 14 subsektor di bawahnya, di mana subsektor terbesar adalah dirgantara dan pertahanan serta konstruksi.

    Contoh perusahaan yang terdapat di sektor ini adalah Delta Air Lines dan Southwest Airlines, FedEx Corporation, dan Boeing Company.

    7. Bahan-Bahan Pokok

    Sektor ini berisikan perusahaan yang memproduki barang-barang pokok, seperti makanan, minuman, dan barang-barang kebutuhan sehari-hari.

    Salah satu perusahaan yang terkenal di sektor ini adalah Procter & Gamble, yang memproduksi pemutih pakaian hingga deterjen. Terdapat pula Kroger, yang merupakan jaringan supermarket terbesar se-Amerika Serikat.

    8. Energi

    Sektor energi terdiri dari semua perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas serta bisnis bahan bakar. Misalnya, seperti Exxon Mobil, Chevron, dan Kinder Morgan.

    9. Utilitas

    Sektor ini berisikan perusahaan-perusahaan yang menyediakan produk-produk berdaya manfaat tinggi, seperti listrik, air, dan gas rumah tangga.

    Salah satu perusahannya adalah Duke Energy, yang menghasilkan dan mendistribusikan listrik.

    10. Real Estat

    Kelompok ini beranggotakan perusahaan-perusahaan pengembang perumahan dan bangunan. Contoh utamanya seperti American Tower Corp., Boston Properties, dan Equinix.

    11. Material

    Sektor di S&P 500 ini berisikan perusahaan-perusahaan yang menyediakan bahan baku bagi industri-industri lainnya. Contohnya adalah perusahaan pertambangan yang menambang emas, zinc, dan tembaga.

    Sektor ini juga mencakup perusahaan yang bergerak di produk perhutanan dan pengemasan, seperti Intertape Polymer Group.

    Sektor Apakah yang Menguasai Indeks S&P 500?

    Menurut S&P, berikut adalah komposisi masing-masing sektor dalam membentuk S&P 500. Data ini diambil pada Jumat (4/6).

    Baca juga: Ini Alasan Kenapa Kamu Perlu Investasikan Danamu di Saham Blue Chip

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Standard and Poor, Corporate Finance Institute



    Sumber : pluang.com

  • 6 Strategi Analisis Fundamental Saham

    Sobat Cuan mau investasi dan punya uang dingin, tapi bingung mau investasi di mana? Nah, kamu bisa cari tahu caranya hanya dengan bermodal analisis fundamental!

    Apa sih, alasannya? Nah, meskipun analisis fundamental tidak bisa digunakan untuk memprediksi arah pergerakan harga sebuah aset, namun instrumen dengan fundamental bagus akan bikin kamu cuan besar pada waktunya!

    Namun, perlu diingat. Analisis fundamental akan sangat berguna bagimu jika berniat untuk investasi jangka panjang. Ambil contoh investasi di pasar saham. Cek saja, rata-rata harga saham saat ini pasti berkali lipat dari harganya 5-10 tahun yang lalu, bukan?

    Hanya saja, kini persoalannya adalah perusahaan mana yang akan memberimu cuan lebih besar 5-10 tahun mendatang? Oleh karenanya, yuk simak tips ini jika kamu ingin mencoba cuan saham dengan bekal analisis fundamental!

    Analisis Fundamental Perusahaan Incaranmu

    Berikut ini adalah panduan sederhana dari memulai analisis fundamental saham incaran kamu ya, Sobat Cuan.

    1. Perhatian Rasio Key Statistik 

    Berbagai aplikasi trading saham saat ini sudah menyediakan data key statistics yang bisa kamu intip untuk melihat fundamental perusahaan secara garis besar.

    Kamu bisa memanfaatkan laman ini guna menghemat waktu dan tenaga dibanding harus membuka laporan keuangan perusahaan yang tebal itu. Tentunya, ini hanya sebagai metode screening awal saja, ya.

    Nah, dari mana sih, data statistik itu berasal? Asal tahu saja, Sobat Cuan, analis telah membuat rasio dari indikator kinerja perusahaan yang dipublikasikan untuk memudahkanmu menilai kinerja perusahaan.

    Sebut saja ada Price to Earning Ratio (PER) yang memberitahumu harga saham dibanding dengan keuntungan perusahaan. Ada juga Earning per Share (EPS) mengindikasikan seberapa besar keuntungan dibandingkan dengan harga saham saat ini. Kenaikan EPS dalam 3-5 tahun terakhir merupakan sinyal bagus bahwa perusahaan tersebut akan semakin menguntungkan di masa depan.

    Kemudian terdapat pula Price to Book Value (PBV) atau harga dibanding nilai buku perusahaan memberitaumu apakah harga saham yang berlaku saat ini sesuai dengan nilai bukunya. Jika terlalu mahal, biasanya analis akan memberikan sinyal jual. Terkadang perusahaan dengan PBV tinggi akan melakukan stock split supaya harganya kembali bersaing.

    Baca juga: Borong Saham “Diskon” Saat Pandemi COVID-19, Strategi Cuan Jangka Panjang

    2. Pahami Kinerja Perusahaan

    Bagian paling penting dari berinvestasi adalah memahami bagaimana perusahaan tempatmu berinvestasi beroperasi.

    Kamu harus paham betul bagaimana bisnis model perusahaan, berapa besar pangsa pasarnya, bagaimana produknya, hingga apakah produk tersebut memiliki paten atau sejalan dengan ketentuan atau tidak.

    Di dunia usaha, tiap industri punya kultur yang berbeda satu sama lainnya. Skema usaha dari masing-masing perusahaan pun punya peranan penting dalam menentukan bagaimana dan kapan investasimu bisa cuan.

    Konsumen masa kini semakin kritis, terkadang mereka memperhatikan pula aspek etik dalam proses produksi hingga ketaatan hukum perusahaan sebelum membeli produk. Kamu perlu mempelajari hal ini secara mendalam jika ingin investasi jangka panjangmu langgeng dan cuan.

    Hal lain yang tak kalah pentingnya adalah profil pimpinan perusahaan dan pengambil keputusan. Tentu saja kamu tidak ingin melewatkan kesempatan emas berinvestasi pada perusahaan yang kompetitif, kan?

    3. Analisis Fundamental lewat Laporan Keuangan 

    Kamu mungkin sudah punya gambaran besar bagaimana keuangan perusahaan tempatmu berinvestasi lewat key statistics yang kamu pelajari di awal. Namun, kamu tentu ingin mengetahui dengan jelas kondisi keuangan perusahaan itu jika kamu betul-betul akan berinvestasi jangka panjang dalam jumlah banyak.

    Sobat Cuan bisa mengakses laporan keuangan terbaru dari emiten incaranmu di laman Bursa Efek Indonesia (IDX). Di sana, kamu bisa memperhatikan beberapa kunci penting yang mengindikasikan sehat atau tidaknya sebuah perusahaan. Dari mulai jumlah penjualan, laba bersih, margin, biaya operasional, aset, utang hingga pengeluaran terperinci dengan jelas di sana.

    Baca juga: Apa Aja Sih Faktor Fundamental Harga Bitcoin? Simak di Sini!

    4. Rasio Utang Cerminkan Fundamental Perusahaan

    Utang dalam kinerja perusahaan seperti dua mata pisau.

    Di satu sisi, utang mengindikasikan bahwa perusahaan sedang berekspansi. Di sisi lain, apabila perusahaan berutang terlalu banyak, maka labanya mungkin akan terkikis sehingga tidak menguntungkan bagi investor.

    Para analis menyarankan untuk berinvestasi pada perusahaan dengan rasio utang lebih dari satu. Tentu saja utang bukan faktor tunggal penentu sehat tidaknya kinerja perusahaan incaranmu. Namun, hal ini perli diperhatikan agar cuanmu tidak terpengaruh besarnya pasak dibanding tiang.

    Selain perlu memperhatikan rasio utang, tentu kamu juga perlu memperhatikan kemampuan bayar perusahaan. Perusahaan yang ekspansif memang banyak menanggung utang, asal mampu membayarnya masih dapat dikategorikan fundamental perusahaan yang baik.

    5. Kenali Pesaing Perusahaanmu

    Ibarat pepatah, “get your friends close but enemy closer,” pastikan kamu mengenal dengan baik kompetitor perusahan tempat kamu berinvestasi. Analisis fundamental membantu kamu berinvestasi pada perusahan yang paling memberimu keuntungan di masa depan.

    Bisa jadi, kompetitor perusahaan incaranmu lebih menarik dan menguntungkan. Tapi, kamu tetap memilih berinvestasi pada perusahaan pilihanmu karena alasan lain.

    Kamu harus bisa menemukan alasan yang kuat mengapa kamu memilih satu perusahaan dibanding kompetitornya. Unique selling points (USP), biaya produksi rendah, value perusahaan, citra dan branding hingga prospek di masa depan sah saja jadi alasan utama kamu lebih memili satu perusahaan. Asal yakin dengan pertimbanganmu ya, Sobat Cuan.

    6. Prospek Masa Depan Fundamental Perusahaan

    Mempertahankan pendapatan tinggi dalam beberapa tahun mungkin mudah. Namun, jika investasinya jangka panjang, kamu harus tahu apa rencana mereka untuk memastikan investasinya menguntungkam dalam satu dekade ke depan.

    Perusahaan yang menjadi pemimpin industri dalam 10 tahun mendatang saat ini mungkin saja masih berupa perusahaan rintisan dengan valuasi kecil. Di pasar modal, ekspansi bisnis perusahaan kecil mungkin berisiko tinggi. Namun, peluang dan tantangan harus bisa ditaklukkan agar investor bisa cuan jangka panjang.

    Penting sekali untuk menyimak prospek emiten incaranmu dengan jeli. Jangan sampai kamu berinvestasi pada perusahaan yang stagnan. Rugi bandar, dong!

    Baca juga: Cara Jitu Memilih Saham dengan Modal Analisis Fundamental dan Teknikal

    Yang Terpenting: Kombinasikan Analisismu dengan Proporsional

    Bagaimanapun, saat akan berinvestasi kamu perlu menggunakan baik analisis fundamental maupun teknikal. Meski sudah yakin bahwa perusahaanmu memiliki fundamental yang baik, analisis teknikal dibutuhkan agar timing investasimu tepat.

    Sebelumnya kamu bisa membaca lebih jauh tentang analisis teknikal investasi di sini ya, Sobat Cuan. Lalu, apa sih perbedaan mendasar dari dua analisis ini?

    Singkatnya, analisis fundamental memberitahumu saham mana yang paling bagus untuk berinvestasi. Namun, kapan kamu harus mulai menginvestasikan danamu pada perusahaan tersebut memerlukan analisis teknikal yang mumpuni.

    Beberapa metode analisis teknikal yang populer membutuhkan skill yang tinggi dan konsentrasi penuh. Namun jika tujuan investasimu di jangka panjang, kamu hanya perlu mempelajari nilai support dan resistance dari saham incaranmu. Usahakan untuk mulai berinvestasi pada harga semurah mungkin dalam tren agar cuanmu makin lebar.

    Namun, jangan sampai kamu tergiur harga murah lantaran perusahaannya sedang sakit, ya. Analisis dulu fundamental perusahaanmu sebelum terlambat.

    Nah, Sobat Cuan sudah paham cara investasi dengan bermodal analisis fundamental, kan? Kamu bisa mulai mempraktikkan strateginya dengan berinvestasi saham dan pendapatan tetap di Pluang. Selain itu, kamu bisa berinvestasi di saham perusahaan besar di AS, hanya mulai dengan harga Rp10.000, di sini. Sudah siap berburu cuan, Sobat Cuan?

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!



    Sumber : pluang.com

  • Panik Harga Bitcoin ETH Anjlok? Yuk, Coba Cari Cuan dengan Strategi Buy the Dip!

    Sobat Cuan yang punya portofolio aset kripto pasti pernah mendengar istilah “buy the dip” alias beli di saat harga melemah. Strategi investasi yang penjelasan lengkapnya bisa kamu baca di sini tersebut memang dikenal sebagai strategi yang marak digunakan ketika harga sebuah aset lagi amburadul.

    Buy the dip adalah sebuah istilah dalam investasi yang mengacu pada sikap investor yang memborong suatu aset ketika harganya turun.

    Selama ini, istilah buy the dip marak dipergunakan di investasi pasar modal. Namun belakangan, istilah ini sudah mulai merambah ke kancah investasi aset kripto. Apalagi ketika melihat harga Bitcoin, ETH, dan segala macam aset kripto lagi kacau balau seperti beberapa saat terakhir.

    Pada periode buy the dip, investor dan trader menganggap bahwa penurunan harga sebuah aset adalah saat yang tepat untuk mengakumulasi portofolio asetnya. Hal ini sesuai dengan konsep gelombang harga (price waves), di mana penurunan harga diramal bersifat sementara, sehingga mereka bisa mendulang cuan ketika harganya sudah merangkak naik.

    Nah, ternyata buy the dip ini ada taktiknya lho, jadi tidak cuma asal beli saat harga turun saja! Yuk, simak strategi buy the dip di aset kripto!

    Baca juga: Seberapa Besar Sih Pengaruh Influencer ke Harga Aset Kripto? Yuk, Simak di Sini!

    Strategi Buy The Dip dalam Aset Kripto

    Mungkin buy the dip adalah strategi investasi dasar yang secara gamblang dapat diartikan sebagai “beli di saat harga turun”. Namun sebenarnya hal ini tidak berarti kamu harus all-in atau membeli sebanyak-banyaknya saat harga aset turun. Lebih tepatnya itu berarti membeli harga rata-rata saat turun dan/atau beli setelah harga “tenang”.

    Selanjutnya, strategi ini jauh lebih aman untuk digunakan di pasar bullish atau pasar yang stagnan. Dimana tren umum cenderung naik atau datar, berlawanan dengan pasar bearish dengan tren umum turun.

    Dengan itu, untuk membeli saat penurunan, Sobat Cuan dapat melakukan satu atau lebih hal berikut:

    1. Beli secara bertahap saat harga turun, buat posisi rata-rata dengan tujuan untuk membeli lebih banyak saat harga turun lebih jauh.
    2. Tunggu sampai harga tenang, dan mungkin bahkan menunjukkan tanda-tanda pemulihan, dan beli pada saat itu.
    3. Tetapkan pesanan beli dengan harga lebih rendah dan biarkan pesanan terisi. Menetapkan pembelian tepat sebelum level support historis dan level psikologis adalah strategi yang sangat baik (karena harga cenderung berbalik naik dengan cepat dari level ini).

    Lihat bagan di bawah ini untuk contoh level support. Dalam hal ini, ini adalah level horizontal dimana harga sebelumnya telah terkonsolidasi dan garis tren menurun reaktif terhadap harga naik.

    Buy the dip chart
    Sumber: Cryptocurrency Facts

    Panah hijau menunjukkan level support yang efektif untuk dibeli saat harga “turun” dari level saat itu. Ini adalah posisi yang logis untuk membeli di saat harga turun. Membeli di level support dengan stop di bawah level harga saat itu seringkali lebih efektif, daripada hanya membeli secara membabi buta dalam setiap penurunan.

    Baca juga: Harganya Turun, Sepenting Apa Sih Investasi Ethereum di Portofolio Kamu?

    Manfaat Buy The Dip

    Dengan catatan itu semua, dan seperti yang Sobat Cuan lihat pada grafik di atas, kamu dapat buy the dip besar-besaran (membeli ketika harga telah jauh di bawah rata-rata), atau buy the dip kecil-kecilan (membeli terus saat harga turun seberapa pun besarnya).

    Kamu juga dapat buy the dip untuk kemudian menjualnya dengan cepat agar mendapatkan keuntungan. Hal itu berguna untuk membangun posisi jangka panjang, atau untuk mengambil keuntungan secara bertahap.

    Konsepnya pun sama dalam semua kasus, di mana sang trader atau investor bertujuan untuk membeli pada harga yang lebih rendah ketika harga berkonsolidasi atau terkoreksi.

    Logika Berbeda dalam Buy The Dip

    Kamu mungkin tahu soal logika dalam membeli saat harga naik. Namun, bahkan di situasi pasar bullish seringkali lebih baik untuk membeli saat harga melemah daripada menunggu sampai harga tinggi (ketika banyak orang lain akan bergegas untuk membeli).

    Ini lantaran dengan membeli saat harga naik tinggi, maka kamu mendapatkan kemungkinan untuk menjual lebih rendah.

    Buy the dip > FOMO membeli di harga atas atau panik menjual di harga bawah

    Paling sederhana, strategi ini hanya melibatkan pembelian saat harga lebih rendah dari harga tertinggi terakhir. Sementara yang paling kompleks, ini melibatkan soal mempelajari grafik serta memperhatikan rata-rata pergerakan jangka pendek dan jangka panjang pada skala waktu yang berbeda.

    Kamu juga bisa mengidentifikasi tingkat dukungan historis, membeli bertahap, dan menempatkan level stop. Tapi apapun tingkat keahlian kamu, bagaimanapun konsepnya umumnya sama.

    Baca juga: Mengenal Metode Analisis Fundamental Aset Kripto

    Dalam aset kripto, kita melihat banyak penurunan kecil, dan kemudian setiap beberapa minggu atau bulan kita cenderung melihat beberapa penurunan yang sangat besar (kita mungkin menyebutnya “koreksi” atau “crash”, di mana penjelasannya bisa kamu temukan di sini).

    Baik penurunan kecil, atau penurunan besar, dapat masuk akal untuk melakukan pembelian. Namun, semuanya tergantung pada strategi investasimu.

    Jika Sobat Cuan melakukan perdagangan dengan berbasiskan data rentang harga, maka penurunan kecil sangat bagus untuk dibeli. Sementara jika kamu adalah investor jangka panjang, maka penurunan yang lebih besar dapat bermanfaat untuk membangun posisi panjang (tapi tentu saja harus berhati-hati tentang bagaimana mengatur waktu pembelian).

    Tapi pertanyaannya, bagaimana kita bisa memprediksi titik harga terendah agar kita bisa melakukan strategi buy the dip?

    Baca juga: Alasan Pentingnya Diversifikasi Investasi Aset Kripto di Saat Pasar Loyo

    Memprediksi Bottom Harga 

    Tentu saja, menentukan bottom atau harga paling bawah adalah hal yang hampir tidak mungkin. Hal itulah mengapa membeli secara bertahap saat harga turun dapat membantumu ‘meraba’ bottom.

    Intinya di sini adalah, ada lebih dari satu cara untuk buy the dip dengan aset kripto atau aset lainnya. Namun, semua versi strategi ini bertujuan untuk membeli dengan harga rendah daripada harga tinggi, dengan melakukan pembelian ketika orang lain sedang menjual.

    Ini berarti seseorang harus menggunakan sedikit logika kontra-intuitif dan melawan beberapa pemikiran emosional. Nah, sehingga, kalau Sobat Cuan mau melakukan buy the dip maka kamu harus:

    • Menyingkirkan rasa takut yang datang ketika semua orang menjual selama koreksi.
    • Mengesampingkan dorongan untuk membeli di harga tinggi ketika tampaknya semua orang membeli.

    Strategi ini tidak dijamin akan berhasil, tetapi ini adalah strategi investasi yang cerdas dan sederhana. Hal itu karena strategi ini tidak membutuhkan banyak keterampilan atau pengetahuan teknis untuk diterapkan.

    Sementara itu, seperti yang telah dijelaskan di atas, jika kamu ingin menambahkan aspek teknis, Sobat Cuan dapat melihat hal-hal teknis lain. Hal itu seperti rata-rata pergerakan harga, level support, RSI, dan volume untuk mengetahui seberapa rendah harga yang mungkin terjadi dan mengetahui kapan pemulihan terjadi.

    Kesimpulan

    Dengan tambahan teknis, buy the dip dapat menjadi strategi yang cukup solid dengan tingkat keberhasilan yang tinggi. Namun, tanpa hal teknis pun, secara umum strategi ini masih lebih baik daripada kamu FOMO membeli di harga puncak, atau menjual secara panik di pasar yang stagnan.

    Selain itu, kamu bisa menggunakan strategi ini baik saat pasar bearish maupun bullish dengan melakukan tiga opsi: beli secara bertahap, tunggu sampai fluktuasi harga tenang, dan menetapkan order di posisi yang rendah.

    Kalau kalian sudah mengerti tentang konsep buy the dip, tidak ada salahnya kok mempraktikannya di aplikasi Pluang! Di Pluang, kamu bisa membeli Bitcoin dan Ethereum hanya dengan tiga kali ketuk saja!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: CryptoCurrency Facts



    Sumber : pluang.com

  • Di Tengah Gempuran Investasi Viral, Kenapa Kamu Masih Perlu Punya Emas?

    Investor zaman now pasti lagi tertarik banget masuk ke ranah aset kripto. Apalagi, kalau bukan cuannya yang fantastis. Ambil contoh Bitcoin. Harganya dari awal tahun hingga menuju titik tertingginya pada April lalu bisa tumbuh 104% hanya dalam empat bulan saja.

    Hal ini pun bikin instrumen lain, seperti investasi emas, mulai terpinggirkan. Bahkan ada juga yang menganggap bahwa investasi emas sudah tidak cocok bagi mereka yang berjiwa muda dan menyukai tantangan.

    Padahal, jangan salah Sobat Cuan! Di tengah gempuran investasi viral belakangan ini, ternyata kamu masih memerlukan emas di portofoliomu! Alasannya, apalagi kalau bukan untuk diversifikasi investasi. Nah, manfaat diversifikasi bisa kamu baca di artikel ini, ya!

    Seperti yang kita tahu, aset kripto memiliki fluktuasi harga yang bikin deg-degan. Sehingga, kamu perlu mengimbanginya dengan instrumen investasi yang lebih aman untuk menyebar risiko investasimu. Nah, dalam hal ini, pilihan yang tepat jatuh ke tangan emas.

    Namun, bukan itu saja, lho, alasan kamu perlu investasi emas. Di bawah ini ada beberapa alasan mengapa kamu harus tetap memegang emas sebagai pilihan aset investasimu. Yuk, simak bersama!

    Baca juga: 7 Langkah Optimal untuk Bangun Portofolio Investasi dan Neraca Keuangan

    Alasan Tetap Investasi Emas di Tengah Hype Kripto

    1. Emas Dari Dulu Sudah Berharga

    Aset kripto dan jenis investasi lainnya bisa dibilang sebagai jenis investasi baru jika dibandingkan dengan emas. Ya, sebelum mengenal uang kertas sebagai alat tukar, manusia sudah menjadikan emas sebagai alat untuk menyimpan kekayaan.

    Praktik tersebut sudah berjalan sejak zaman kuno, lho. Ini lantaran emas memiliki sifat yang tidak dimiliki oleh instrumen lain. Yakni, unsur logam mulia.

    Sobat Cuan mungkin belum paham kalau emas adalah salah satu logam yang tidak akan berkarat meski terkena reaksi unsur kimia lainnya. Hal ini menjadikan nilai emas masa kini akan tetap sama di masa depan, bahkan hingga 100 tahun ke depan.

    Nah, hal inilah yang bikin emas memiliki nilai intrinsik tersendiri dan baik sebagai alat penyimpan kekayaan. Untuk lebih memahami alasan emas disebut logam mulia, kamu bisa baca artikel ini, ya!

    2. Nilainya Melesat di Tengah Penurunan Nilai Mata Uang

    Pada tahun 1998 dan 2008, krisis ekonomi melanda beberapa negara, termasuk Amerika Serikat. Kala itu harga dolar AS sempat jatuh ke titik terendahnya. Namun seakan berada di dunia yang berbeda, harga emas justru meningkat hampir tiga kali lipat!

    Pada awal tahun 2008, harga emas berhasil menembus US$1.000 per ons dan terus melanjutkan kenaikannya dengan nilai hampir dua kali lipat di antara tahun 2008 dan 2012. Makanya, tak heran jika emas adalah aset lindung nilai paling mumpuni dari segala situasi yang tak menentu.

    3. Alasan Investasi Emas: Pelindung Kekayaan dari Inflasi

    Nah, menyambung soal lindung nilai, ternyata emas juga sejak dulu dipercaya memiliki fasilitas lindung nilai terhadap inflasi.

    Secara sederhananya, konsep inflasi adalah seperti ini. Sepuluh tahun lalu, Sobat Cuan mungkin bisa menggunakan uang Rp20.000 untuk membeli dua porsi nasi goreng. Namun, 10 tahun kemudian, uang dengan nilai serupa hanya bisa digunakan untuk membeli satu porsi saja.

    Dengan kata lain, inflasi adalah kondisi di mana nilai uangmu tergerus dan bikin daya belimu melorot. Nah, untuk melestarikan nilai uangmu saat ini di jangka panjang, makanya kamu perlu menaruhnya di dalam emas. Apalagi, harga emas di jangka panjang juga akan terus menanjak lantaran suplainya terbatas di dunia ini.

    Sejauh ini, sudah banyak penelitian yang mengkaji korelasi inflasi dengan emas. Di mana, ketika biaya hidup meningkat, maka harga emas secara otomatis akan naik.

    Hal itu terjadi lantaran investor paham bahwa emas adalah cara jitu untuk melindungi kekayaannya dari inflasi. Bahkan jauh sebelum inflasi terjadi, secara perlahan biasanya investor sudah memindahkan aset keuangannya ke emas untuk meminimalisir kerugian di sektor lain.

    Untuk lebih lengkapnya, Sobat Cuan bisa baca keterkaitan inflasi dengan emas di artikel ini, ya!

    4. Geopolitik Gonjang-Ganjing, Namun Emas Tetap Ajojing

    Di tengah kondisi geopolitik yang tidak menentu, beberapa instrumen investasi seperti pasar saham ataupun indeks dolar AS biasanya bakal terkoreksi.

    Hal itu terjadi lantaran terjadinya krisis komoditas, yakni sebuah kondisi di mana banyak orang mencari tempat aman ketika dunia sedang tidak baik-baik saja.

    Sepanjang kondisi tersebut, harga emas biasanya mengalami kenaikan, seperti yang terjadi pada saat terjadi krisis di Uni Eropa. Dalam beberapa kesempatan, harga emas sempat mencatatkan kenaikan paling tinggi ketika kepercayaan pada pemerintah rendah.

    Hal serupa juga terjadi saat pandemi COVID-19 melanda negara-negara seluruh dunia di tahun lalu. Harga emas bahkan mencapai rekor dengan menyentuh US$2.000 per ons akibat investor mencari perlindungan yang aman di kala situasi tak menentu.

    Baca juga: Apa sih Pentingnya Membangun Portofolio Saham?

    6. Investasi Emas Baik Untuk Diversifikasi Portofolio

    Investasi emas bisa dijadikan sebagai sarana diversifikasi portofolio investasi. Pasalnya, secara historis, emas memilki korelasi negatif dengan saham ataupun instrumen keuangan lainnya. Seperti yang terjadi pada tahun 1970-an, dimana pada masa itu adalah masa yang sangat bagus untuk emas namun buruk untuk saham.

    Kemudian pada tahun 1980-an dan 1990-an adalah masanya saham untuk berjaya dan sebaliknya, justru mengerikan untuk emas. Lalu pada tahun 2008, investor saham secara substansial turun lantaran konsumen mulai bermigrasi ke emas.

    Disini bisa terlihat bahwa untuk mengurangi volatilitas dan risiko secara keseluruhan, investor bisa mendiversifikasinya dengan membeli emas, saham dan juga obligasi. Hal itu perlu karena emas selalu berhasil mempertahankan nilainya dalam jangka panjang meskipun dapat bergerak fluktuatif secara jangka pendek.

    7. Ketidakseimbangan Permintaan dan Penawaran

    Seperti yang kita tahu, emas adalah barang tambang yang suatu saat akan habis. Makanya, tak heran jika produksi emas selalu menurun antar tahunnya.

    Sementara itu, di sisi lain, permintaan emas selalu meningkat. Hal ini ditunjukkan oleh permintaan dari negara-negara pusat ekonomi baru seperti India dan China yang nampaknya doyan mengimpor emas. Hal ini pun berkaitan dengan budaya masing-masing negara.

    Di China, emas batangan dianggap sebagai cara tradisional dalam menabung. Sementara itu di India, emas masih marak digunakan sebagai mahar dan simbol kekayaan. Makanya, tak heran jika permintaan emas global selalu menanjak saat terjadi “musim kawin” di India, yang biasanya berlangsung di Oktober.

    Nah, sesuai hukum ekonomi, suplai yang terus mengetat tentu akan mengerek harga emas. Sehingga, emas akan cocok bagimu jika ingin menimbun dan mempertahankan kekayaan hingga tua nanti.

    Kesimpulan

    Sehingga, di tengah gempuran investasi viral, kamu ternyata masih perlu memegang emas baik sebagai diversifikasi aset maupun alat untuk melestarikan kekayaan di masa depan. Apalagi, kini emas sudah bisa didapatkan dengan mudah dan murah, terutama di aplikasi Pluang!

    Di Pluang, kamu bisa mendapatkan emas digital mulai dari Rp10.000 saja dan tanpa biaya admin sepeser pun! Selain itu, kamu juga bisa menikmati spread transaksi rendah hanya 1,75% saja. Yuk, download aplikasi Pluang di sini!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Investopedia



    Sumber : pluang.com

  • Sobat Cuan, Yuk Simak Cara Menghitung Bunga Deposito Anti Ribet!

    Deposito masih menjadi instrumen investasi yang paling aman. Sobat Cuan bisa membeli deposito di bank untuk kurun waktu tertentu lalu mendapatkan margin keuntungan sesuai dengan kesepakatan.

    Tapi, bagaimana sih cara menghitung bunga deposito?

    Bunga deposito ditentukan di awal berdasarkan bunga yang berlaku dan kebijakan bank. Sobat Cuan bisa membandingkan satu produk deposito dengan produk deposito lainnya dari berbagai bank untuk memilih produk mana yang paling menguntungkan.

    Seberapa banyak sih deposito bisa menghasilkan cuan? Ternyata perhitungan bunga deposito punya beberapa ketentuan lanjutan lho. Simak yuk!

    Apa Beda Deposito versus Tabungan?

    Sebelum membahas lebih jauh tentang bunga atau margin deposito, Sobat Cuan harus memahami bedanya deposito dan tabungan.

    Perbedaan paling mendasar ada pada tenor. Jika tabungan kamu di bank bisa diambil kapan saja, deposito tidak dapat dicairkan sebelum tenornya berakhir.

    Tenor ialah jangka waktu yang ditetapkan antara kamu dan bank terkait seberapa lama dana nganggur kamu akan diendapkan disana. Dana kamu nantinya akan dikelola oleh bank untuk kegiatan usaha atau instrumen lainnya. Karenanya bank harus memastikan kapan mereka harus mengembalikan uangmu berikut bunganya.

    Tenor deposito yang ditawarkan cukup fleksibel kok, yakni 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan dan 24 bulan. Makanya, instrumen ini sebetulnya efektif untuk mengatur cashflow Sobat Cuan agar uang yang dibutuhkan tidak terpakai duluan.

    Jika dana tersebut diperkirakan akan nganggur dalam waktu yang lama, Sobat Cuan bisa memilih tenor terpanjang. Semakin panjang tenor biasanya bunga yang diberikan akan semakin menarik.

    Jenis Deposito

    Sobat Cuan juga bisa memilih jenis deposito yakni deposito berjangka, sertifikat deposito dan deposito on call. Perbedaan mendasar dari deposito berjangka dan sertifikat deposito adalah siapa yang nantinya bisa mencairkan deposito tersebut.

    Pada deposito berjangka, kepemilikannya tidak dapat dipindahtangankan. Artinya, cuma kamu yang bisa mencairkan deposito yang kamu buat. Sementara sertifikat deposito bisa dicairkan oleh siapapun pemegang sertifikat deposito.

    Selain itu ada juga deposito on call yang bisa dicairkan secara fleksibel dengan ketentuan pemberitahuan satu hari sebelum pencairan. Opsi ini biasanya ditawarkan secara terbatas pada nasabah prioritas. Tapi, tidak ada salahnya kamu bertanya tentang ketersediaan produk ini pada pihak bank jika kamu tertarik.

    Baca juga: Bunga Deposito Tertinggi 6.3%, Pluang Saver Unggul di 6.5% Tanpa Tenor

    Cara Menghitung Bunga Deposito

    Nah, setelah mengenal seluk-beluknya, yuk sekarang belajar cara menghitung bunga deposito!

    1. Cara Menghitung Bunga Deposito Kurang dari Rp7,5 Juta

    Umumnya, bank menawarkan deposito untuk nominal Rp8 juta. Hanya saja, beberapa bank menyediakan produk untuk nominal yang tidak dibatasi. Nah, untungnya, berdasarkan peraturan pemerintah, deposito di bawah Rp7,5 juta tidak dikenakan pajak penghasilan (PPh) sebesar 20%.

    Oleh karenanya, perhitungan margin yang akan kamu peroleh dari mendepositokan uangmu di bank dengan nominal di bawah Rp7,5 juta lebih sederhana. Bagaimana cara menghitung bunga deposito yang tidak kena pajak penghasilan? Berikut adalah rumus umumnya:

    Bunga Deposito = Nominal uang simpanan x bunga pertahun x (tenor : 12)

    Jadi, misalnya, kalau kamu mendepositokan uangmu senilai Rp5 juta selama 3 bulan dengan bunga 7%, kamu akan mendapat bunga sebesar Rp5 juta × 7% × (3/12) = Rp87.500.

    2. Cara Menghitung Bunga Deposito Dikenakan PPh

    Jika nominal depositomu lebih besar dari Rp7,5 juta, maka bunga depositomu akan dikenakan pajak penghasilan sebesar 20%. Jadi, kamu hanya menerima 80% dari total bunga yang kamu sepakati.

    Agar Sobat Cuan lebih paham, berikut adalah rumus mudah untuk mengetahui cara menghitung bunga deposito yang dikenakan PPh.

    Bunga deposito= jumlah uang simpanan x bunga per tahun x 80% x (tenor :12)

    Ilustrasinya, jika kamu menaruh Rp100 juta pada deposito bertenor 6 bulan dengan bunga 7,5%, maka bunga yang akan kamu dapatkan adalah sebagai berikut.

    Rp 100 juta x 7,5% x 80% x (6:12) = Rp 3 juta

    Jika kamu ingin tahu berapa besar pajak yang kamu bayarkan dari deposito tersebut, berikut adalah perhitungan yang lebih terperinci.

    • Bunga deposito per tahun = Rp 100.000.000 x 7,5% = Rp 7.500.000
    • Bunga deposito per bulan = Rp 7.500.000: 12 bulan = Rp 625.000 per bulan
    • Pajak bunga deposito per bulan = Rp 625.000 x 20% = Rp 125.000 per bulan
    • Pajak bunga deposito kamu = Rp 125.000 x 6 bulan = Rp 750.000

    3. Deposito Syariah

    Sobat Cuan juga bisa memilih instrumen investasi syariah saat akan mendepositokan dananya. Instrumen ini biasanya dijual oleh bank syariah dengan skema yang serupa namun tak sama.

    Bank syariah tidak memberikan bunga melainkan margin keutungan. Pada deposito, margin ini dinamakan nisbah. Nisbah dalam deposito syariah didasarkan pada akad mudhorobah yang meminimalisir unsur riba.

    Selain itu, uang yang kamu depositokan akan dikelola oleh bank melalui penyaluran kredit kepada dunia usaha. Nisbah adalah bagi hasil antara kamu dengan bank dari keuntungan yang diperoleh dari pengelolaan dana tersebut dengan rumus sebagai berikut:

    Nisbah = (Nominal deposito : Nominal seluruh deposito ) x  Persentase bagi hasil x Keuntungan bank pada bulan tersebut

    Sobat Cuan dapat mencapai kesepakatan pada nominal bagi hasil. Umumnya, bagi hasil yang ditawarkan 40:60, yakni 40% untuk nasabah dan 60% untuk bank.

    Meski begitu, skema ini pada akhirnya akan memberi keuntungan bagi hasil yang nilainya mirip dengan rata-rata bunga deposito.

    Pembayaran Bunga Deposito

    Kapan kamu akan memperoleh bunga atau margin dari deposito kamu? Ada banyak opsi yang ditawarkan bamk tergantung produk deposito dan kesepakatan.

    Biasanya deposito bertenor panjang dibayarkan bunganya tiap tahun. Ada juga deposito yang mentransferkan bunganya tiap bulan, tiap kuartal ataupun tiap semester.

    Jumlah yang ditransferkan tentu saja sesuai dengan kesepakatan. Jika kamu membeli deposito bertenor 3 bulan dengan mekanisme pembayaran bunga ditrasfer tiap bulan, jumlahnya adalah senilai bunga deposito kamu dibagi tiga.

    Manfaat Deposito

    Meski memiliki imbal hasil investasi yang sangat konservatif, deposito punya segudang manfaat yang membuatnya tetap jadi primadona. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

    1. Dapat Digunakan Sebagai Kolateral

    Jika kamu memiliki usaha yang butuh tambahan modal sementara kamu belum punya aset untuk kolateral pinjaman, deposito bisa jadi jalan keluarmu. Meskipun tidak bisa diambil sewaktu-waktu, kamu bisa mengagunkan depositomu sebagai kolateral di bank.

    Pinjaman ini cukup populer dikalangan pengusaha karena akan membuatmu mendapat diskon bunga pinjaman. Back-to-back loan biasanya memiliki bunga yang lebih rendah karena sudah dikurangi dengan bunga depositomu. Jadi kamu hanya perlu membayar margin bunga deposito dikurangi bunga pinjaman saja.

    2. Dijamin LPS

    Instrumen investasi umumnya berisiko, namun risiko pada deposito sangat rendah.

    Selain kredibilitas bank, pemerintah juga punya Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). LPS bertugas menjamin simpananmu di bank baik dalam bentuk tabungan maupun deposito selama nilainya dibawah Rp2 miliar.

    Karenanya, pastikan kamu membeli deposito pada bank yang dijamin LPS, ya. Bunga besar yang ditawarkan bank yang tidak dijamin LPS mungkin lebih menggiurkan, tapi kamu tidak bisa memastikan masa depan, kan?

    3. Syarat Mudah

    Kamu hanya perlu punya rekening di bank, identitas diri dan materai saat akan membuka deposito maupun menutup deposito di bank. Aplikasimu akan diproses dengan segera sampai depositomu siap.

    Syarat yang mudah ini menjadikan deposito relatif mudah dimiliki oleh siapa saja. Dengan begitu siapapun bisa berinvestasi dan merencanakan masa depannya.

    4. Bebas Biaya Admin

    Tidak seperti tabungan yang menarik biaya admin bulanan, danamu di deposito bebas biaya administrasi, lho!

    Baca juga: Investasi di Tengah Ekonomi Amburadul: Pilih Emas atau Deposito?

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Liputan6, Cermati, Bibit



    Sumber : pluang.com