Author: 10

  • Simak 4 Indikator Analisis Teknikal Dasar Bagi Pemula Berikut!

    Trading tanpa memahami analisis teknikal yang paling pas buat kamu tentu bukan langkah yang bijak, Sobat Cuan! Selain bakal bikin kamu jadi korban pompom influencer, cuan kamu pun jadi tidak optimal.

    Analisis teknikal pada dasarnya mudah dipahami dan dikombinasikan sesuai dengan gaya trading kamu. Setelah menemukan selera resiko dan tujuan investasi kamu, mempelajari dasar-dasar analisis teknikal adalah langkah awal yang baik untuk membanguh portofolio.

    Supaya lebih mudah mengaplikasikannya, kamu perlu menyimak artikel ini ya, Sobat Cuan. Soalnya, kamu akan menemukan empat indikator teknikal dasar dan basic yang wajib kamu pahami kalau kamu ingin mengatur strategi trading!

    4 Indikator Teknikal Dasar yang Penting Bagi Pemula

    1. Analisis Teknikal dengan Moving Average

    Contoh Moving Average 50 hari (MA-50). Sumber: Trading View

    Salah satu indikator analisis teknikal terbaik yang paling banyak digunakan adalah Moving Average. Penjelasan lebih lanjut soal Moving Average bisa kamu baca di sini ya, Sobat Cuan! Tapi secara garis besar, indikator ini memberi informasi peluang trading dari tren pergerakan harga.

    Moving average (MA) menggunakan data historis dalam kurun waktu tertentu untuk menebak pergerakan harga ke depan. Biasanya kurun yang digunakan adalah 20 hari terakhir, 50 hari terakhir dan 200 hari terakhir.

    Kamu bisa mengukur harga rata-rata dari tren berdasarkan harga pembukaan, penutupan, tertinggi dan terendah. Jika harga berada di bawah garis MA artinya harga cenderung turun, sementara jika berada di atas MA berarti harga cenderung naik.

    Terdapat tiga jenis MA yang dapat kamu gunakan, yakni Simple Moving Average, Weighted Moving Average dan Exponential Moving Average. Namun Simple Moving Average lebih umum dan lebih mudah penggunaannya. Sementara dua jenis lainnya memberi kamu informasi yang lebih luas.

    Baca juga: Investasi Lagi Anjlok, Yuk Cari Cuan Lewat Short Selling! Ini Strateginya!

    2. Relative Strength Index (RSI)

    Contoh RSI. Sumber: Trading View

    Metode ini diperkenalkan oleh J Welles Wilder di tahun 1978 melalui sebuah artikel di Future Magazine sebagai metode mengukur kekuatan relatif harga saham. Karenanya, RSI bisa membantu kamu menentukan momentum jual dan momentum beli.

    Karena berguna menentukan momentum, RSI tidak hanya digunakan oleh trader melainkan juga oleh investor jangka menengah dan jangka panjang. Manfaatnya agar kamu bisa masuk ke pasar saat harga terendah dan tarik cuan saat harga terlalu tinggi.

    Secara sederhana, RSI dipakai sebagai parameter osilator yang menunjukkan nilai dalam area kurva. Aturannya, kamu sebaiknya membeli saat nilai RSI berada di area oversold, atau di bawah nilai 30 dengan candlestick bullish. Lalu, kamu bisa menjualnya saat kurva masuk ke area overbought, atau di atas nilai 70, dengan candlestick bearish.

    Meski begitu, kamu harus tetap mewaspadai kondisi gagal ayun atau ketika kurva tidak konsisten menunjukkan bullish dan bearish. Kamu bisa mematok posisi cut loss sedikit di atas titik swing loss terakhir untuk mewaspadai strategi kamu berbalik arah. Mudah bukan?

    Nah, kalau kamu penasaran dengan RSI, simak lebih lanjut di artikel ini, ya!

    Baca juga: Apa itu Analisis Fundamental Saham?

    3. Analisis Teknikal dengan Slow Stochastic

    Slow Stochastic. Sumber: Trading View

    Mirip dengan RSI, stochastic adalah parameter osilator yang membantumu menentukan momentum jual dan beli. Bedanya, jika kurva RSI menggunakan 30/70, stochastic lebih konvensional yakni 20/80.

    Perbedaan lainnya ialah stochastic memiliki dua garis indikator yakni %K dan %D. Secara sederhana, %K mengukur tingkat perubahan harga saat ini sementara %D merupakan Moving Average dari %K.

    Kamu sebaiknya membeli saat %K memotong %D dari bawah ke atas dan menjual saat momentumnya terbalik.

    Agar lebih akurat, kamu bisa mengonfirmasinya dengan melihat area overbought dan oversold. Jika persilangan bullish terjadi di area oversold, maka itulah peluang emas untuk kamu cuan dengan menjualnya saat persilangan bearish terjadi di area overbought.

    4. Moving Average Convergence Divergence (MACD)

    MACD. Sumber: Trading View

    Di antara parameter osilator lainnya, MACD kerap disebut-sebut sebagai raja karena kompleksitasnya menentukan peluang cuan.

    Penjelasan mengenai MACD bisa kamu baca di artikel ini, Sobat Cuan. Tapi prinsipnya, MACD membaca tren baru ketika garis MA dalam kurun yang lebih singkat berpapasan dengan MA dalam kurun yang lebih lambat.

    Namun, tren tidak hanya dibaca dengan persilangan garis MA, melainkan juga dengan menggunakan histogram. Saat persilangan yang terjadi diikuti dengan histogram yang membesar mengindikasikan tren yang kuat. Jika persilangan itu diinisiasi oleh MA cepat ke bawah artinya adalah downtren, begitupun sebaliknya.

    Kelemahan indikator MACD adalah momentum yang agak terlambat karena yang dibaca merupakan tren pergerakan. Meski begitu, MACD tetap disukai trader karena akurasinya yang baik.

    Atur Strategi Sederhana dan Terapkan!

    Setelah mengetahui indikator dan petunjuk sederhana penggunaannya, yang harus kamu lakukan adalah mengatur strategimu sendiri. Kamu harus tahu, di titik mana kamu harus stop loss atau cut loss dan sebesar apa target cuanmu.

    Berpegang teguh pada strategi merupakan syarat mutlak sukses trading. Terkadang situasi pasar digerakkan oleh psikologis trader yang mudah terprovokasi. Jika kamu mengikutinya, provokasi pasar akan membuat rencanamu berantakan.

    Tentukan strategi yang paling efektif, efisien dan sederhana agar dapat kamu ikuti dengan disiplin. Siap siap cuan, ya! Dan kalau kamu mau coba-coba cuan trading aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum, tidak ada salahnya lho mencicipinya di Pluang!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!



    Sumber : pluang.com

  • Mengapa Aturan Pemerintah Berpengaruh ke Harga Aset Kripto?

    Sobat Cuan mungkin paham bahwa Bitcoin sedang disorot oleh beberapa negara dalam beberapa saat terakhir. Apalagi, kalau bukan urusan aturan pemerintah dalam meregulasi Bitcoin.

    Hal ini pun sempat bikin harga Bitcoin jungkat-jungkit dalam sebulan terakhir. Namun, sebagai pecinta aset kripto, mungkin masih ada satu pertanyaan yang mengganjal: Mengapa regulasi pemerintah bisa bikin harga aset kripto naik-turun?

    Contoh Aturan Bitcoin Pemerintah Global

    Selama sebulan terakhir, harga Bitcoin memang sempat anjlok gara-gara sinyal “perlawanan” terhadap Bitcoin yang digencarkan oleh beberapa negara.

    Salah satu kebijakan pemerintah global yang sempat bikin ketakutan, ketidakpastian, keraguan (Fear, Uncertainty, and Doubt/FUD) di pasar adalah soal aksi keras pemerintah China.

    Akhir Mei lalu, pasar kripto diselimuti rasa FUD setelah pemerintah China memasang sikap pasang kuda-kuda untuk menutup pertambangan Bitcoin di negara tersebut.

    South China Morning Post menyebut bahwa pejabat tingkat tinggi China berencana untuk menyusun penalti yang kuat bagi mereka yang ketahuan menambang aset kripto. Salah satu hukumannya adalah masuk ke daftar hitam jasa keuangan, sehingga mereka tak bisa mengakses produk-produk perbankan.

    Di dalam rancangan peraturan tersebut, hukuman itu tidak hanya berlaku bagi penamban aset kripto namun juga pusat data, perusahaan telekomunikasi, dan bahkan warnet. Setelah kabar itu tersiar, harga Bitcoin pun langsung terjun bebas dari mendekati US$40.000 hingga US$34.000 dalam dua hari saja.

    Meski ada negara yang terlihat menabuh genderang perang melawan Bitcoin, namun ada pula negara lain yang menerbitkan regulasi yang pro aset kripto. Salah satunya dilakukan oleh El Salvador pada awal Juni 2021.

    Penjelasan lengkap mengenai aturan Bitcoin El Salvador bisa Sobat Cuan baca di artikel ini. Namun intinya, negara Amerika Tengah itu akan menjadi negara pertama yang mengadopsi Bitcoin sebagai alat transaksi sah. Ini terjadi setelah legislatif setempat mengesahkan sebuah Rancangan Undang-Undang (RUU) yang diajukan oleh Presiden El Salvador, Nayib Bukele.

    Hasilnya, harga Bitcoin pun langsung melonjak 13% setelah aturan itu disahkan.

    Konsep Sederhana Hubungan Rencana Aturan Pemerintah dan Harga Bitcoin

    Setelah melihat serangkaian peristiwa di atas, tentu kita bisa menarik benang merah antara regulasi pemerintah dengan harga aset kripto. Namun, seperti apa penjelasannya?

    Untuk memahami hal ini, Sobat Cuan mesti kembali lagi ke konsep dasar mata uang kripto. Yakni, instrumen yang bisa menjadi alternatif bagi mata uang fiat dengan manfaat guna (use case) yang kurang lebihnya serupa.

    Sehingga, jika ada sebuah lembaga, atau mungkin negara, bersikap terbuka kepada aset kripto, maka artinya mereka percaya dengan nilai guna dan manfaatnya di masa depan. Begitu pun sebaliknya. Kalau mereka sinis dengan Bitcoin, artinya mereka sangat skeptis dengan nilai guna aset digital tersebut di masa depan.

    Nah, hal ini dibaca oleh para investor dan trader sebagai sentimen esensial dalam menentukan langkah di aset kripto. Mereka tentu akan aktif “bermain” di kripto kalau banyak lembaga atau negara mulai mengadopsinya. Sebab, bisa jadi hal tersebut akan memperkuat potensi permintaannya di masa depan.

    Begitu pun sebaliknya. Mereka tentu tidak mau macam-macam dengan aset kripto yang tak punya masa depan jelas dan “dimusuhi” banyak pihak. Sebab, permintaannya di masa depan mungkin akan sedikit. Bahkan, mungkin bisa saja nihil.

    Baca juga: Sudah Siap Cuan? Yuk Simak 3 Katalis Positif Harga ETH di Juni Berikut!

    Bagaimana Aturan Pemerintah Dapat Mengintervensi Bitcoin?

    Ada beberapa cara di mana intervensi pemerintah dapat mempengaruhi harga aset kripto.

    1. Pemerintah dapat mengatur harga aset kripto, seperti mata uang fiat, melalui aksi jual beli di pasar internasional.
    2. Pemerintah dapat mengurangi antusiasme yang berlebihan terhadap kelas aset kripto dengan membebaninya melalui peraturan yang meningkatkan biaya untuk. Contoh dari pendekatan ini adalah regulasi Bitcoin yang sedang dipertimbangkan di berbagai negara bagian di Amerika Serikat. Sebagian besar negara bagian memerlukan surety bond atau jaminan dengan jumlah yang setara dalam mata uang fiat untuk pertukaran mata uang kripto di dalam yurisdiksi mereka.
    3. Pemerintah juga dapat membuat aset kripto menjadi langka dengan memberlakukan kontrol di atasnya. Contohnya adalah kasus emas, yang memiliki pembatasan impor di beberapa negara.

    Ketiga jenis tindakan tersebut berpotensi buruk dalam kasus Bitcoin dan cryptocurrency. Ini karena aset kripto bersifat ekstra-nasional dan memiliki buku besar terdesentralisasi yang tersebar di beberapa negara.

    Regulasi akan membutuhkan upaya yang terkoordinasi dengan baik di beberapa negara. Ini mungkin tugas yang sulit, mengingat setiap negara punya sikap yang berbeda-beda terkait aset kripto.

    Namun, ada pula pendapat yang mengatakan bahwa aturan pemerintah mungkin tidak terlalu berdampak terhadap harga Bitcoin dan aset kripto lainnya.

    Dalam sebuah esai tentang Project Syndicate, ekonom terkenal Kenneth Rogoff menulis bahwa Bitcoin tidak akan pernah menggantikan uang yang dikeluarkan pemerintah. Alasannya karena hal itu “akan membuat pemerintah sangat sulit untuk mengumpulkan pajak atau melawan aktivitas kriminal.”

    “Akankah harga Bitcoin turun menjadi nol jika pemerintah dapat mengamati transaksi dengan sempurna? Mungkin tidak,” jelasnya.

    “Transaksi Bitcoin memang memerlukan pasokan listrik yang sangat tinggi. Namun, dengan beberapa perbaikan, Bitcoin mungkin masih mengalahkan biaya administrasi yang dibebankan bank-bank besar pada kartu kredit dan debit,” tulisnya.

    Baca juga: El Salvador Resmi Adopsi Bitcoin Sebagai ‘Uang’. Harga Bitcoin Bakal Naik?

    Pendapat Lain: Aturan Pemerintah Tak Pengaruhi Harga Bitcoin

    Brian Feinstein dan Kevin Werbach, profesor studi hukum dan etika bisnis Wharton menguji kekhawatiran yang mengintai dari regulasi pemerintah. Mereka meneliti apakah penurunan harga aset kripto mengikuti peraturan di suatu negara.

    “Jawabannya adalah, ‘Hampir selalu tidak,’” kata Feinstein.

    Temuan itu adalah hasil dari studi lengkap oleh Feinstein dan Werbach tentang aktivitas perdagangan di beberapa bursa di seluruh dunia. Mereka meneliti harga setelah pengumuman peraturan aset kripto utama seperti Bitcoin.

    Studi mereka menemukan “hasil yang hampir seluruhnya nol,” yang mereka tulis dalam sebuah artikel yang diterbitkan 25 April di Journal of Financial Regulation.

    “Dari rezim pembuatan perizinan yang dimanipulasi lebih dahulu, hingga dalih tindakan anti pencucian uang dan penegakan anti-penipuan, serta banyak kategori kegiatan pemerintah lainnya, kami tidak menemukan bukti sistemik bahwa tindakan regulasi menyebabkan investor pergi, atau memasuki, yurisdiksi yang terkena dampak,” tulis mereka.

    “Penggemar kripto menilai bahwa peraturan yang terbatas bisa mendorong perdagangan di bursa domestik dan dengan demikian menarik aktivitas pengembangan di sekitar teknologi. Sementara peraturan yang tidak menguntungkan akan menyebabkan perdagangan bergerak ke luar negeri,” tulis Feinstein dan Werbach dalam opini baru-baru ini di The New York Times.

    Baca juga: Ampun Om Elon! Sampai Kapan Pengaruh Elon Musk ke Harga Kripto Berakhir?

    Kesimpulan

    Intinya, rencana aturan pemerintah bisa saja berdampak terhadap harga Bitcoin plus cryptocurrency lainnya. Namun, hal itu pun kembali ke persepsi trader dan investor terhadap prospek jangka panjang aset kripto.

    Memang, satu regulasi pemerintah bisa bikin investor ragu-ragu dengan masa depan aset kripto. Namun, jika mereka masih percaya dengan prospek aset kripto ke depan, maka kabar miring dan “serangan-serangan” regulasi pemerintah harusnya bukan jadi persoalan yang bikin pusing.

    Kalau kamu bagaimana, Sobat Cuan? Apakah kamu juga yakin dengan nilai guna aset kripto di masa depan? Kalau jawabannya “ya”, yuk segera investasi Ethereum dan Bitcoin di Pluang sekarang!

    Baca juga: Panik Harga Bitcoin & ETH Anjlok? Yuk, Coba Cari Cuan dengan Strategi Buy the Dip!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Investopedia, Wharton



    Sumber : pluang.com

  • Bagaimana Nasib Emas 2021 di Tengah Ancaman Tapering The Fed?

    Investor saat ini tengah dalam kondisi harap-harap cemas menunggu keputusan The Fed dalam Federal Open Market Committee (FOMC) yang digelar pada 15 dan 16 Juni di Amerika Serikat (AS). Isu yang beredar adalah, The Fed bakal melakukan tapering yang pada akhirnya akan berdampak pada kinerja investasi emas ke depan.

    Hal itu terlihat pada kinerja emas pada perdagangan kemarin (14/6) yang merosot ke level US$1.864,58. Capaian itu merupakan level terendah yang pernah dicapai emas sejak 4 juni silam.

    Ya, investor tampaknya sudah mulai mengambil ancang-ancang untuk kemungkinan terburuk jika The Fed jadi melakukan tapering dalam kebijakan moneternya.

    Namun pertanyaannya, apakah memang harga emas akan terjerembab jika The Fed benar-benar melakukan tapering nantinya? Jika ya, bagaimana tingkat keparahannya?

    Baca juga: Arah Indeks Saham AS Pekan Ini Menanti Harap-Harap Cemas Sikap The Fed

    Apa itu Tapering?

    Sobat Cuan mungkin sering mempertanyakan hal tersebut ketika wara-wiri membaca pemberitaan tentang kebijakan moneter satu ini terhadap harga emas.

    Sekadar informasi, tapering adalah kebalikan dari kebijakan pelonggaran kuantitatif, atau yang dikenal dengan istilah quantitative easing (QE). Nah, sebelum beranjak lebih jauh mengenai tapering, Sobat Cuan juga harus mengerti dulu apa itu QE.

    QE merupakan kebijakan The Fed untuk mendorong pemulihan ekonomi terjadi lebih cepat dengan cara menginjeksi banyak uang tunai ke masyarakat. Skema yang dilakukan adalah dengan membeli surat utang jangka panjang secara rutin setiap bulannya.

    Kebijakan ini pun dilakukan The Fed di kala pandemi. Sampai saat ini, The Fed melakukan QE sebanyak US$120 miliar setiap bulannya.

    Namun, sesuai dengan prinsip ekonomi, jika suplai uang semakin kencang, maka inflasi bisa meradang dan menurunkan nilai tukar dolar AS sendiri. Akibatnya, The Fed merasa perlu mengurangi pembelian surat utang demi mempersiapkan pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil. Nah, pengurangan itulah yang dikenal dengan nama tapering.

    Hanya saja, kebijakan tapering yang dilakukan tidaklah bersifat sekaligus, melainkan secara bertahap. Dengan kata lain, The Fed akan mengurangi nilai pembelian obligasinya secara berkala.

    Tapering juga bakal berpengaruh terhadap suku bunga. Sebab, selama QE berlangsung, suku bunga bisa tetap rendah karena jumlah uang beredar di masyarakat tinggi. Namun ketika kebijakan itu mulai dimodifikasi, maka suku bunga acuan juga berpotensi terkerek naik.

    Apakah Tapering Berpengaruh Terhadap Investasi Emas?

    Bagi para pecinta logam mulia, tentu pertanyaan yang muncul adalah apakah kebijakan tersebut akan berpengaruh ke harga emas.

    Perlu Sobat Cuan ketahui, The Fed juga pernah melakukan kebijakan tapering pada 2013 lalu. Tapering ini dilakukan dalam rangka mengurangi stimulus The Fed dalam memulihkan ekonomi AS pasca diserang krisis keuangan pada 2008 silam.

    Saat kebijakan tersebut secara resmi diumumkan, pasar bergejolak. Imbal hasil obligasi AS untuk tenor 10 tahun melonjak dan indeks dolar AS terapresiasi kuat.

    Ketua The Fed pada masa itu, Ben Bernanke, mengumumkan secara resmi bahwa The Fed akan mengurangi laju pembelian obligasi dalam langkah yang terukur sampai paruh pertama tahun depan dan mengakhiri pembelian di pertengahan tahun.

    Alhasil terjadi kepanikan global. Banyak investor yang ragu bahwa ekonomi sudah bisa berdiri sendiri tanpa ada sokongan dari bank sentral. Kondisi tersebut dinamakan sebagai taper tantrum, yakni gejolak pasar akibat kebijakan tapering.

    Nah di saat yang sama, harga emas ambruk saat tapering resmi diumumkan. Yakni, dari kisaran US$1.400 per ons di bulan Mei, atau sebulan sebelum pengumuman tapering, menjadi sedikit di bawah US$1.200 per ons di bulan berikutnya. Hal itu merupakan imbas dari naiknya suku bunga AS yang pada akhirnya menarik turun harga emas.

    Peristiwa tersebut digambarkan pada grafik di bawah ini yang mencerminkan pertumbuhan harga emas (garis biru tua) versus nilai dolar AS (garis oranye) dan imbal hasil surat utang AS bertenor 10 tahun pada 2013 silam.

    Perbandingan pertumbuhan harga emas vs nilai dolar AS dan imbal hasil SBN AS bertenor 10 tahun saat tapering 2013. Sumber: Trading View

    Meski demikian, pelaku pasar memandang bahwa tapering yang dilakukan oleh The Fed merupakan hal positif dalam pemulihan ekonomi.

    Baca juga: Nasib Harga Emas Pekan Ini Berada di Tangan The Fed

    Investor Emas Tak Perlu Takut Tapering di 2021!

    Jika memang tapering mengancam harga emas delapan tahun lalu, apakah kondisinya akan berulang di tahun ini? Jika ya, akan separah apa dampaknya ke investasi emas?

    Menurut beberapa analis, investor nampaknya tak perlu khawatir soal dampak tapering terhadap investasi emas. Pasalnya, saat ini harga emas mulai bergerak kembali menuju harga US$1.900. Ditambah, yang perlu dicermati investor justru adalah data Indeks Harga Konsumen (IHK) setiap bulan, yang merupakan cerminan inflasi.

    Beberapa perusahaan juga sudah melaporkan adanya kenaikan biaya input dan gangguan di rantai pasokan. Sehingga diproyeksikan, angka inflasi akan terus naik dan akan berada di tingkat yang sangat tinggi hingga kuartal ketiga sebelum kemudian melandai.

    Hal itu merupakan hal yang positif bagi harga emas. Sebab, sebagaimana diketahui, emas adalah aset lindung nilai yang sangat baik terhadap inflasi. Lagipula, sejauh ini The Fed sudah berjanji untuk terus mengambil kebijakan moneter longgar sampai sinyal-sinyal pertumbuhan ekonomi menyala sempurna.

    Maka dari itu, investor emas tak perlu khawatir. Bahkan, kini adalah saat yang tepat bagi mereka untuk mendulang cuan dari emas! Sebab, menurut artikel berikut, kuartal II adalah momen terbaik untuk membeli emas sebelum mendulang cuan di kuartal berikutnya.

    Makanya, yuk segera investasi emas di Pluang sekarang! Nikmati investasi emas bebas biaya admin, spread transaksi rendah hanya 1,75%, serta minimal investasi rendah mulai dari Rp10.000!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang.

    Sumber: Cleartax, Sunshine Profits, Kitco



    Sumber : pluang.com

  • Yuk, Kenalan dengan Financial Pyramid demi Merencanakan Uang Pensiun!

    Menikmati hidup memang perlu. Tapi, apa yang kamu nikmati sekarang belum tentu bisa kamu nikmati di kemudian. Jadi, tidak ada salahnya menyiapkan pensiun sejak dini dengan financial planning yang baik.

    Memang, kamu mungkin punya banyak alasan untuk terus memperbaharui koleksi outfit di lemari, atau memesan resort mewah di Bali mumpung lagi diskon akibat pandemi. Tapi ingat, Sobat Cuan, asuransi kantormu mungkin akan menurun benefitnya saat kamu pensiun nanti. Siapa yang akan membiayai tagihan listrik dan kebutuhan sehari-hari saat kamu sudah tidak mampu bekerja lagi?

    Membebani anak yang kerap dipandang sebagai investasi masa tua pun rasanya keliru. Masih ingat kan susahnya orangtua kamu menanggung hidup jadi generasi sandwich? Kamu tidak perlu mengulanginya lagi nanti jika kamu sudah menyiapkan pensiunmu dengan baik.

    Nah, agar kamu termotivasi untuk hidup leha-leha di hari tua nanti, simak beberapa alasan mengapa kamu perlu menyiapkan dana pensiun sekarang juga!

    Baca juga: Simak 6 Cara Tahan Godaan Nafsu Belanja dari Lihat Postingan Media Sosial!

    Alasan Perlu Financial Planning demi Menyiapkan Pensiun

    1. Bantuan Pensiun dari Kantor dan Pemerintah Ada Batasnya

    Kesejahteraanmu saat ini masih sangat diperhatikan oleh pemerintah ataupun kantor tempat kamu bekerja. Sebab, kamu adalah aset yang harus dijaga agar tetap produktif bagi perekonomian.

    Namun situasinya akan jauh berbeda saat kamu pensiun nanti.

    Meski pemerintah dan dunia keuangan sudah memiliki berbagai program dan produk untuk mendukung kesejahteraanmu di masa tua, tetap saja tidak akan seoptimal saat ini.

    Apalagi, saat manula nanti kamu lebih rentan terserang penyakit dan mungkin mengalami banyak kejadian tidak terduga. Banyak kantor memberi dana pensiun berupa lumpsum sehingga kamu tidak akan punya pemasukan bulanan lagi nantinya.

    Selain itu, jika kamu tidak punya asuransi kesehatan yang baik dan hanya mengandalkan dari kantormu, maka benefitnya akan disesuaikan saat kamu memasuki usia pensiun nantinya.

    Sehingga, memulai financial planning adalah langkah bijak agar kamu tidak menyusahkan siapapun saat pensiun nanti. Sudah siap dengan hal itu?

    Baca juga: Sobat Cuan, Simak Yuk Tips Memilih Reksadana yang Tepat!

    2. Mau Merepotkan Anak Saat Hari Tua Nanti?

    Kamu yang sudah menikah, atau sudah memiliki anak mungkin terpikir opsi ini. Yakni, untuk menghabiskan masa tuamu bersama anak dan cucu agar berlimpah kebahagiaan.

    Opsi itu memang baik dan memungkinkan, apalagi jika hubunganmu dengan anakmu dekat dan hangat. Namun, kamu harus menyadari bahwa saat itu tiba, anakmu sudah memiliki kehidupannya sendiri yang juga butuh biaya besar.

    Memastikan dana pensiunmu cukup untuk membiayai masa tua juga bukti cintamu pada anak. Agar kelak, saat dia ingin merawatmu di masa tua, dia tidak perlu terbebani juga oleh kebutuhan finansialmu. Yuk, mulai financial planning dengan matang!

    Baca juga: Apa itu Tapering?

    3. Semakin Cepat Persiapan Dana Pensiun, Semakin Besar Pula Uangmu di Hari Tua

    Efek gabungan dari investasi masa tuamu yang diinisiasi sejak kamu masih sangat produktif akan membuat akumulasi dana itu jadi lebih besar, lho. Ini lantaran investasi yang kamu lakukan memiliki efek yang disebut bunga majemuk. Baca artikel ini untuk memahami bunga majemuk lebih lanjut, ya!

    Saat berinvestasi, efek bunga majemuk akan memengaruhi nilai kapitalmu. Investasi dini yang kamu lakukan akan membuat kapital itu dikenai potongan pajak lebih sedikit. Tak hanya itu, margin yang kamu dapat juga diputar lagi dalam instrumen investasi sehingga akumulasinya jadi lebih banyak.

    Apalagi, jika kamu memulainya sejak dini. Anggap saja seperti ini. Kamu berniat pensiun di usia 60. Nah, menurutmu, apakah uangmu akan lebih banyak saat kamu memulai berinvestasi di usia 25 tahun atau 30 tahun? Tentu semakin cepat kamu berinvestasi, semakin besar kesempatan kamu bisa ongkang-ongkang kaki di hari tua.

    Ketimbang menunggu lumpsum pensiun dari kantor, memulai langkah awal untuk dirimu sendiri tentu lebih menguntungkan, bukan?

    Cara Menyusun Financial Planning: Mengenal Financial Pyramid

    Sekarang, kamu sudah tahu manfaat menabung untuk masa pensiun sejak dini. Hanya saja pertanyaannya, bagaimana kamu bisa melakukan financial planning yang baik demi melakukan hal tersebut?

    Untuk itu, ada baiknya kamu mengenal tentang financial pyramid. Alias, piramida finansial. Apakah kamu sudah mendengar hal ini, Sobat Cuan?

    financial pyramid
    Sumber: Islandsaving.ca

    Nah, financial pyramid adalah bantuan dalam bentuk visual agar masyarakat bisa memahami langkah-langkah penting untuk mencapai kebebasan finansial. Layaknya piramida, financial pyramid memiliki beberapa lapisan berjenjang dari lapisan dasar hingga puncaknya.

    Nah, apa saja lapisan piramida tersebut? Berikut penjelasannya!

    1. Mengelola Uang dalam Perencanaan Keuangan

    Dalam piramida finansial, dana proteksi menempati lapisan dasar. Artinya, kamu harus mempersiapkan dana ini dulu sebelum menyisihkan uangmu untuk layer lainnya.

    Apa saja yang termasuk dalam lapisan proteksi? Yakni, dana darurat, dana untuk bayar utang,  dan dana asuransi termasuk di dalamnya. Tujuannya agar kamu tetap bisa bertahan hidup melalui arus kas yang stabil.

    2. Proteksi Harta pun Perlu Untuk Financial Planning

    Jika dana proteksimu sudah aman, kamu harus mulai memikirkan memproteksi hartamu. Caranya adalah dengan menabung.

    Simpanan perlu dipilah-pilah berdasarkan kebutuhannya ya, Sobat Cuan. Selain tabungan, kamu harus punya simpanan untuk membeli rumah, kendaraan, juga tak lupa dana pensiun.

    3. Membangun Portofolio Kekayaan

    Setelah simpananmu memadai, dan kamu sudah jago mengelola arus kas, barulah kamu bisa mulai membangun portofolio investasimu nih, Sobat Cuan. Jangan sampai terbalik ya!

    Pastikan portofolio ini tidak mengganggu neraca keuanganmu sehari-hari. Memang sih, tidak ada salahnya berinvestasi dalam instrumen seperti saham, surat utang, kripto dan sebagainya. Tapi pastikan dulu kebutuhanmu saat ini hingga tua nanti terpenuhi dengan baik.

    4. Menjaga Kekayaan setelah Perencanaan Keuangan Mapan

    Ini adalah tahap di mana kemandirian finansial dimulai. Sekarang, kamu tak hanya menabung untuk dana darurat semata, namun juga terkait dengan pendidikan sang buah hati, perawatan jangka panjang, atau mungkin bersenang-senang dengan hasil jerih payahmu.

    5. Meninggalkan Warisan

    Kalau kamu sudah memiliki cukup harta untuk diwariskan ke anak cucu, maka selamat! Kamu sudah menduduki puncak piramida ini. Dalam tahap ini, kamu mungkin hanya tinggal bersantai dan menghabiskan waktu dengan orang-orang terkasih.

    Tertarik juga untuk nyantai di hari tua? Makanya, mulai perencanaan keuanganmu sekarang dengan investasi. Apalagi dengan berinvestasi di Pluang! Di Pluang, kamu bisa berinvestasi di emas, S&P 500, Bitcoin, Ethereum, dan reksa dana hanya dalam satu aplikasi!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Investopedia, Financial Highway



    Sumber : pluang.com

  • Mengapa Volume Transaksi Sangat Penting bagi Perdagangan Kripto?

    Sobat Cuan pecinta aset kripto pasti tahu bahwa selama ini sebagai trader selalu fokus dengan pergerakan harga kripto. Saking fokusnya, mereka kadang langsung panik ketika harga aset kripto tiba-tiba anjlok tanpa memperhatikan aspek lainnya.

    Namun, apakah Sobat Cuan tahu bahwa harga bukanlah satu-satunya indikator trading kripto yang harus kamu perhatikan? Sebab, memperhatikan volume transaksi kripto pun sama pentingnya.

    Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh CoinDesk Markets pada 2018 mengungkapkan bahwa volume transaksi adalah indikator pilihan para trader. Adapun sebanyak 39% menjagokan volume transaksi untuk menerka arah pergerakan harga kripto, sedangkan Relative Strength Index (RSI) berada di tempat kedua dengan 29% dari total suara.

    Sumber: Coindesk

    “Volume transaksi adalah aspek terpenting selain harga. Bahkan untuk banyak indikator teknis lainnya, volume transaksi dapat berfungsi sebagai konfirmasi atau penolakan hipotesis yang diberikan,” ujar Matt Thompson, Direktur Pengembangan Bisnis dan Operasi di Coinigy.

    Seiring dengan jumlah pasokan yang beredar dan kapitalisasi pasar, volume transaksi adalah salah satu metrik paling menonjol dalam aset kripto. Di artikel ini kita bakal merinci mengapa volume perdagangan merupakan metrik yang sangat penting saat menganalisis aset kripto dan bagaimana hal itu dapat membantu kamu menunjukkan arah harga koin.

    Baca juga: Mengapa Aturan Pemerintah Berpengaruh ke Harga Aset Kripto?

    Alasan Pentingnya Volume Transaksi dalam Perdagangan Kripto

    1. Melihat Mata Uang Kripto Paling Populer

    Kamu bisa melihat data volume transaksi token yang terdaftar di CoinMarketCap dengan mudah. Data itu adalah besaran jumlah koin yang telah diperdagangkan dalam 24 jam terakhir.

    Misalnya, Bitcoin senilai sekitar US$3,5 miliar telah berpindah tangan dalam 1 hari terakhir. Kamu juga dapat memecah data ini dalam berbagai cara; atau juga bisa mencantumkannya menjadi senilai 3,03 miliar Euro. Atau, dalam istilah kripto, 642.566 Bitcoin.

    Kamu juga dapat membandingkannya dengan bursa lain. Misalnya dalam 24 jam terakhir, sekitar 14,97% dari semua Bitcoin yang diperdagangkan bergerak melalui Bitfinex, di mana harganya semisal US$34.450. Pada dasarnya, volume menggarisbawahi berapa banyak orang yang membeli dan menjual koin.

    Jika harga Bitcoin naik dan menunjukkan volume yang besar, itu memberi tahu kita bahwa banyak orang yang bertransaksi. Dengan demikian, kemungkinan hal itu memberi petunjuk bahwa aset kripto itu tengah populer dan memiliki potensi permintaan yang mumpuni ke depan.

    Jika harga Bitcoin turun, tetapi volumenya minimal, itu bisa memberi tahu kamu bahwa hanya sedikit orang yang mendukung tren tersebut.

    Baca juga: Sudah Siap Cuan? Yuk Simak 3 Katalis Positif Harga ETH di Juni Berikut!

    2. Membaca Arah Harga Aset Kripto ke Depan

    Volume transaksi bisa dibilang metrik yang paling penting untuk aset kripto, karena banyaknya cara untuk memecahnya. Dari volume, kamu dapat menyimpulkan arah dan pergerakan harga koin. Ini adalah metrik penting bagi para trader.

    Sobat Cuan dapat melacak volume transaksi di CoinMarketCap dalam 24 jam terakhir, minggu lalu, atau 30 hari terakhir. Hal ini membantu mengungkapkan apakah pergerakan harga koin baru-baru ini hal yang biasa saja atau tidak lumrah.

    Koin dengan pergerakan harga yang sering tidak akan menarik perhatian jika memiliki volume tinggi. Jika koin biasanya memiliki volume yang lebih sedikit namun perdagangan cukup besar dalam 24 jam terakhir, maka itu mengindikasikan ada dukungan di balik pergerakan yang dimaksud.

    Kamu juga dapat memeriksa bursa kripto mana yang memiliki volume besar. Hal ini penting karena bursa seringkali memiliki harga yang berbeda. Selain itu, volume transaksi di berbagai bursa dapat mengungkapkan dimana pembeli atau penjual koin berada.

    Baca juga: El Salvador Resmi Adopsi Bitcoin Sebagai ‘Uang’. Harga Bitcoin Bakal Naik?

    3. Memilih Aset Kripto Berpotensi Cuan Besar

    Umumnya, koin terbesar dan terpopuler adalah aset kripto yang paling banyak diperdagangkan. Jika kamu mengurutkan berdasarkan volume di CoinMarketCap, tiga koin teratas adalah Bitcoin, Etherum, dan Tether, juga tiga kapitalisasi pasar terbesar.

    Tetapi, jika Sobat Cuan bergeser sedikit ke bawah, kamu akan melihat aset kripto yang kurang dikenal, tetapi memiliki volume perdagangan yang lebih tinggi. Nah, di situlah potensi cuanmu berada.

    Salah satu contohnya adalah MonaCoin. Beberapa tahun lalu, MonaCoin tidak banyak dibicarakan meski ada perubahan volume transaksi sebesar 86,97% dalam 24 jam terakhir. Alhasil, harganya pun melompat dengan tinggi dan cenderung bertahan dalam jangka menengah.

    Namun di sisi lain, terdapat pula aset kripto yang mengalami lonjakan harga tinggi meski volume transaksinya rendah. Nah, kondisi seperti inilah yang perlu diwaspadai trader. Sebab, pergerakan tersebut mungkin tidak akan bertahan lama dan harga aset kripto tersebut akan cenderung terkoreksi.

    Hanya saja, yang namanya trading aset kripto penuh ketidakpastian. Tidak ada cara yang jitu untuk mengetahui dengan pasti pergerakan harganya ke depan.

    Baca juga: Ampun Om Elon! Sampai Kapan Pengaruh Elon Musk ke Harga Kripto Berakhir?

    4. Melihat Tren dan Selera Trader

    Dari membaca volume transaksi, Sobat Cuan pun juga mengetahui arah selera trader aset kripto saat ini. Hal ini penting dalam menentukan apakah aset kripto jagoanmu memang lagi diburu orang atau tidak. Jika tidak, mungkin kamu perlu memikirkan kembali tentang strategi trading-mu.

    Nah, cara mudah untuk melihat pergeseran selera trader dapat kamu lakukan dengan membandingkan volume transaksi harian dengan mingguannya.

    Misalnya, ada sekitar US$3,6 miliar Bitcoin diperdagangkan dalam 24 jam terakhir. Namun, ternyata total Bitcoin bergerak total dalam tujuh hari terakhir adalah US$12,3 miliar. Artinya, seperempat dari volume transaksi Bitcoin sepekan terjadi kemarin, bukan?

    Dengan kata lain, trader cenderung menjauhi Bitcoin atas alasan tertentu, sehingga ada potensi harganya jatuh tak berapa lama lagi. Nah di saat seperti ini, mungkin ada baiknya kamu mengalihkan perhatianmu dari Bitcoin ke aset kripto lain yang volume transaksinya melonjak.

    Kesimpulan

    Menakar pergerakan harga aset kripto memang bukan hal mudah. Sebab, aset kripto sangat berbeda dari efek atau produk investasi yang sudah mapan, sehingga variabelnya terbatas dalam hal membandingkan metrik. Apalagi, setiap aset kripto tidak menghasilkan laporan keuangan, seperti saham, yang bisa dianalisis oleh para analis.

    Sehingga, trader perlu mawas diri dengan melihat metrik-metrik yang tersisa, salah satunya adalah dengan volume transaksi.

    Dengan berkaca pada volume transaksi, Sobat Cuan jadi paham bahwa naik turunnya harga bukan lagi menjadi penentu kalian masuk ke pasar kripto. Volume transaksi memberikan substansi bagi data-data harga aset kripto yang selalu kamu pantau setiap harinya.

    Harga yang drastis dengan volume yang rendah mungkin merupakan hal yang patut diwaspadai. Sementara itu, penurunan harga dengan volume yang cukup besar di belakangnya mungkin berarti koin akan masuk ke situasi bearish.

    Tidak ada kepastian dalam aset kripto. Tetapi, menilai volume transaksi secara efektif adalah hal penting dalam trading. Sudah siap trading aset kripto sekarang?

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Coinist, Coindesk



    Sumber : pluang.com

  • Apa Sih, Perbedaan Investasi Reksadana dan Investasi Saham?

    Sejak pagebluk melanda, instrumen investasi reksadana maupun saham yang notabene masuk dalam investasi pasar modal, menjadi primadona bagi banyak orang. Hal itu terlihat dari melonjaknya jumlah investor pasar modal tanah air sebesar 56% menjadi 3,87 juta single identification number (SID) diakhir 2020.

    Meski begitu, ternyata masih banyak investor pemula yang menganggap bahwa kedua instrumen investasi tersebut adalah sama. Mereka pun masih belum paham perbedaan antara saham dan reksadana. Apalagi, memahami perbedaan antara saham dan investasi reksadana saham

    Nah, kalau Sobat Cuan adalah salah satu dari mereka yang masih bingung tentang perbedaan keduanya, yuk simak artikel ini baik-baik!

    Pengertian Saham

    Secara sederhana, saham adalah bukti kepemilikan atas suatu perusahaan yang diperjualbelikan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI).

    Melakukan investasi saham berarti Sobat Cuan melakukan pembelian saham perusahaan tertentu secara mandiri, untuk kemudian menjualnya kembali di harga yang lebih tinggi dari harga beli untuk mendapatkan imbal hasil. Selain itu, Sobat Cuan juga bisa berpotensi mendapatkan dividen yang berasal dari laba perusahaan yang diberikan setiap tahunnya.

    Untuk bisa melakukan investasi saham, Sobat Cuan harus mampu menentukan strategi yang tepat untuk masuk dan menjual saham yang diinginkan di harga yang tepat. Istilahnya kerennya adalah time to buy dan time to sell. Kedua waktu tersebut erat kaitannya dengan pergerakan harga saham, yang berlandaskan kondisi ekonomi, politik dan juga sentimen yang ada pada bisnis perusahaan itu sendiri.

    Sobat Cuan yang ingin membeli saham dan menjadi trader harus memiliki rekening efek terlebih dahulu melalui perusahaan sekuritas yang terdaftar. Selain itu, minimum pembelian saham menggunakan satuan lot, dimana setiap 1 lot berisi 100 lembar saham.

    Jadi, misalnya Sobat Cuan ingin membeli saham perusahaan A di mana harga per lembarnya Rp500, maka minimal dana yang harus dikeluarkan adalah Rp50 ribu untuk 1 lot saham.

    Baca juga: Kaum Milenial, Berapa Banyak Investasi yang Mesti Kamu Punya?

    Pengertian Reksadana

    Sedangkan reksadana adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana nasabah yang kemudian akan ditempatkan ke dalam portofolio efek yang sesuai dengan produk reksadana yang diinginkan. Pengelolaan dana dalam reksadana sendiri dilakukan oleh Manajer Investasi (MI).

    Produk reksadana yang populer digunakan adalah reksadana saham, reksadana pendapatan tetap dan reksadana pasar uang. Masing-masing produk memiliki basis investasinya masing-masing. Di dalam reksadana saham, contohnya, mayoritas dana dalam produk tersebut akan diinvestasikan oleh MI ke instrumen saham.

    Nah, di sinilah investor pemula kadang-kadang suka terjebak. Mereka tidak bisa membedakan reksadana saham dan juga investasi saham.

    Keduanya memang menjadikan saham sebagai basis investasinya, namun perbedaannya di mekanisme pengelolaannya.

    Ya, investasi saham berarti Sobat Cuan sendiri yang melakukan aktivitas jual beli saham. Sedangkan dalam reksadana saham, ada MI yang mengelola dana Sobat Cuan sekalian di dalam saham yang sudah di sepakati sebelumnya.

    Ini Perbedaan Saham dan Reksadana

    Selain dalam perbedaan soal pengelolaan dana, saham dan reksa dana juga memiliki perbedaan kentara lainnya diantaranya adalah sebagai berikut

    1. Imbal Hasil

    Imbal hasil investasi saham memang bisa lebih tinggi ketimbang reksadana. Namun begitu pula dengan tingkat risikonya. Sebab, Sobat Cuan bebas memilih mana saham yang memiliki potensi keuntungan lebar sesuai dengan keputusan diri sendiri.

    Sedangkan dalam reksadana, pengelolaan dana sepenuhnya menjadi tanggung jawab MI. Sehingga, risiko yang diterima juga relatif menjadi lebih rendah, namun begitu pula imbal hasilnya.

    Imbal hasil reksa dana didapatkan ketika terdapat selisih harga jual Unit Penyertaan (UP) dengan harga beli UP.

    Biaya yang harus dikeluarkan dalam investasi saham juga lebih kecil. Sobat Cuan hanya akan dibebankan fee transaksi jual ataupun beli saat melakukan jual beli saham. Sementara dalam reksa dana, terdapat biaya layanan MI dan juga fee saat penjualan ataupun pembelian Unit Penyertaan (UP) reksa dana.

    2. Jangka waktu investasi

    Produk reksadana adalah produk investasi yang memiliki variasi tujuan investasi. Ada yang memiilki tujuan investasi jangka pendek, atau kurang dari dua tahun, dan tujuan investasi jangka panjang yang berada di atas rentang waktu tujuh tahun.

    Semuanya tergantung dari produk yang Sobat Cuan pilih. Untuk reksadana saham misalnya, imbal hasil baru bisa dirasakan penuh secara jangka panjang. Sementara untuk reksadana pasar uang bisa dijadikan pilihan untuk sarana investasi jangka pendek.

    Sedangkan dalam investasi saham, instrumen investasi ini sebenarnya masuk dalam kategori investasi jangka panjang, biasanya berada di atas lima tahun. Namun, Sobat Cuan bisa bebas menentukan strategi investasi yang akan dijalankan, bisa untuk jangka pendek atau jangka panjang. Tergantung dari kebutuhan dan juga penilaian Sobat Cuan sendiri.

    Jangka waktu pencairan investasi saham juga lebih singkat, maksimal adalah T+2 atau selama 2 hari kerja sejak tanggal penarikan dari rekening saham. Bagi produk reksadana, maksimal dana diterima di rekening adalah T+7 alias selama 7 hari kerja.

    Baca juga: Apa Itu Reksadana?

    Mana Lebih Baik: Saham atau Reksadana?

    Keduanya memiliki keunggulannya masing-masing. Namun hal terpenting dalam melakukan investasi adalah dengan menyesuaikannya dengan profil risiko masing-masing.

    Investasi saham cocok untuk Sobat Cuan yang memang sudah memiliki pengetahuan mapan dan juga pengelolaan risiko yang baik. Tentu saja, sejalan dengan itu, potensi keuntungan dari saham juga lebih tinggi.

    Namun, untuk Sobat Cuan yang belum memiliki pengalaman mumpuni dalam dunia investasi, mungkin ada baiknya kamu menjajal produk reksadana terlebih dulu.

    Sebagai bentuk diversifikasi produk, akan lebih baik lagi jika Sobat Cuan bisa masuk di keduanya. Hanya saja, porsi dana yang ditempatkan disesuaikan dengan profil risiko Sobat Cuan sendiri. Manakah yang menjadi fokus Sobat Cuan? Saham? Atau Reksadana?

    Nah, kalau Sobat Cuan ingin mencoba jajal reksadana, yuk investasi saja di Pluang! Kamu bisa berinvestasi di reksadana pasar uang dan pendapatan tetap mulai dari Rp15.000 saja.

    Selain itu, kamu juga bisa melakukan diversifikasi dengan leluasa di Pluang, utamanya dengan berinvestasi di emasS&P 500Bitcoin, dan Ethereum!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang.

    Sumber: Akseleran, Modalku, Pintek



    Sumber : pluang.com

  • Yuk, Simak 5 Cara Efektif Bagi Kamu dalam Mengumpulkan Dana Kesehatan!

    Dana kesehatan terkadang dipandang sebelah mata. Namun, bisa bikin kantong kamu jebol saat kamu membutuhkannya dengan cepat. Sehingga, kamu butuh tips mengumpulkan pundi dana kesehatan supaya uang kamu bisa aman jika ada “badai” menerjang hidupmu kelak.

    Dana kesehatan ini pun akan sangat berguna jika suatu saat kamu perlu membutuhkan biaya pengobatandengan nilai fantastis. Seperti unggahan di platform media sosial Tiktok beberapa waktu belajangan.

    Di dalam unggahan tersebut, seorang warganet mengunggah obat yang harus rutin diminum olehnya. Hanya saja, yang bikin warganet lainnya tercengang adalah harga obat tersebut yang dibanderol Rp42,24 juta untuk 10 tabletnya!

    Harga fantastis ini tentu belum termasuk biaya lain saat akan berobat seperti biaya dokter dan administrasi rumah sakit, lho! Apalagi kalau sampai memerlukan penanganan medis yang tentu akan membuat bajet kesehatanmu makin membengkak.

    Selain harga yang mahal, kamu pun perlu menaruh perhatian khusus pada dana kesehatan lantaran inflasi biaya kesehatan per tahun yang juga tinggi.

    Menurut Riset yang dilakukan Lifepal tahun 2020 lalu, rata-rata kenaikan gaji bersih maupun upah buruh atau 4,3%. Padahal kebutuhan ketersediaan dana kesehatan naik 10-11% tiap tahunnya seiring dengan inflasi sektor kesehatan, lho.

    Hal ini sejalan juga dengan hasil survei Willis Towers yang menyebutkan bahwa kenaikan ini adalah kenaikan rata-rata yang sudah terjadi sejak 2017. Mereka menggunakan data Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai data acuannya.

    Tentu saja angka ini sangat fantastis  bahkan jika dibandingkan dengan inflasi tahunan barang dan jasa secara keseluruhan di Indonesia yang tidak sampai 3%. Fakta ini membuka mata kita untuk lebih memperhatikan kesehatan, bukan?

    Baca juga: Yuk, Kenalan dengan Financial Pyramid demi Merencanakan Uang Pensiun!

    Tips Sisihkan Dana Kesehatan

    Tak salah memang jika kamu menaruh perhatian khusus pada dana kesehatanmu. Sebab, menjadi sehat membutuhkan harga yang mahal. Nah, agar kamu bisa “membuka payung saat kondisi hujan deras” di masa depan, yuk simak tips mudah bagimu untuk menyiapkan dana kesehatan!

    1. Siapkan Dana Darurat untuk Kesehatan

    Memang, mengupayakan agar selalu sehat adalah yang utama. Tapi kamu tetap harus memiliki dana darurat untuk kebutuhan mendesak seperti dana kesehatan, Sobat Cuan.

    Terkadang, kamu tetap harus mengeluarkan dana ini meski sudah punya asuransi kesehatan. Terlebih, beberapa asuransi tidak membiayai rawat jalan.

    Salah satu tips penting agar dana kesehatan memadai adalah mempertimbangkan juga kebutuhan hidup bisa sewaktu-waktu kamu sakit dan tidak bisa bekerja. Jadi, bukan cuma biaya kesehatannya saja.

    2. Asuransi Kantor dan Tunjangan Kesehatan

    Selagi produktif, kamu mungkin memiliki banyak fasilitas dari kantormu seperti tunjangan kesehatan. Jika kamu memilikinya, kamu sangat beruntung!

    Memiliki asuransi korporasi atau tunjangan kesehatan dalam bentuk lain sangat membantu saat dibutuhkan nanti. Namun, perhatikan plafonnya ya, Sobat.

    Beberapa produk asuransi menyediakan plafon tertentu yang biasanya disesuaikan dengan jenjang karir. Ada asuransi yang plafonnya hanya sebesar satu kali gaji, namun ada pula yang ‘at cost‘.

    Selain itu, ada pula asuransi korporasi dengan pengecualian polis tertentu sehingga penting buatmu membaca polis asuransi kantormu. Kamu juga perlu memperhatikan apakah asuransi tersebut memungkinkan untuk digunakan di fasilitas kesehatan atau harus dengan reimburse.

    Baca juga: Sobat Cuan, Simak Yuk Tips Memilih Reksadana yang Tepat!

    3. Milikilah BPJS Kesehatan

    Saat ini, pemerintah Indonesia sudah punya produk asuransi yang biaa dimiliki semua kalangan yakni BPJS Kesehatan. Kamu hanya perlu membayar sejumlah iuran bulanan untukmu dan keluarga.

    Meski sistemnya belum sempurna betul dengan masih banyak kekurangan, BPJS Kesehatan sangan membantu. Terutama, kalau kamu punya riwayat penyakit kronis yang biasanya dikecualikan dalam asuransi biasa. Memiliki BPJS Kesehatan akan meringankan kamu dalam mempersiapkan dana kesehatan.

    Baca juga: Mau Tekan Nafsu Belanja? Yuk, Coba Tantangan Nabung 30 Days Challenge!

    4. Buat Asuransi Kesehatan Sendiri

    Ya, meski kamu sudah dapat fasilitas kesehatan dari kantor, tidak ada salahnya untuk membeli polis asuransi kesehatan sendiri.

    Membeli polis asuransi kesehatan saat masih sehat jauh lebih menguntungkan, Sobat Cuan. Pasalnya, kalau kamu sudah punya penyakit kronis, biasanya perusahaan asuransi akan menolak aplikasimu. Atau, mereka akan menerima tapi penyakit kronismu dikecualikan.

    Kamu bisa menghubungi agen asuransi kenalanmu untuk menceritakan kondisi keuangan dan kebutuhan asuransimu. Pastikan untuk memilih polis dengan realistis dan hati-hati ya.

    Jika kamu baru mulai punya asuransi saat ini, harga polis mungkin akan sedikit lebih mahal ketimbang jika kamu membelinya saat lebih muda. Namun ini adalah investasi yang baik agar di masa tua nanti kesehatanmu tetap terjamin meski sudah tidak bekerja.

    5. Berinvestasi

    Ini adalah tips menyiapkan dana kesehatan yang mungkin paling mudah dilakukan oleh Sobat Cuan.

    Seperti yang kita tahu, inflasi biaya kesehatan jauh lebih tinggi dibanding inflasi pada umumnya. Sehingga, menabung rutin pun tak cukup kalau kamu ingin menyiapkan dana kesehatanmu kelak nanti. Hal ini bisa menjadi sia-sia jika pertumbuhan jumlah uang yang kamu tabung pada akhirnya akan kalah dengan pertumbuhan inflasi itu sendiri.

    Oleh karenanya, berinvestasi mungkin adalah cara yang paling jitu untukmu mempersiapkan dana kesehatan. Apalagi, dengan menempatkannya di instrumen investasi yang memiliki sifat lindung nilai terhadap inflasi, seperti emas.

    Mungkin kamu berpikir bahwa investasi emas adalah investasi yang mahal. Namun, jangan salah Sobat Cuan! Dewasa ini, kamu pun bisa berinvestasi emas hanya mulai dari Rp10.000 saja. Tentunya, hanya di aplikasi Pluang!

    Selain itu, biaya spread Pluang pun rendah hanya 1,75% saja. Investasi emas digital kamu di Pluang pun gampang dicairkan, sehingga cocok sebagai “parkir” dana daruratmu.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!



    Sumber : pluang.com

  • Sobat Cuan, Yuk Kenalan dengan 7 Istilah Decentralized Finance Berikut!

    Menggali cuan dari sistem keuangan terdesentralisasi, atau istilah kerennya decentralized finance, memang tengah menjadi tren di kalangan pecinta aset kripto belakangan ini.

    Hanya saja, istilah-istilah decentralized finance ini kadang terdengar asing dan memusingkan. Bahkan, beberapa diantaranya pun tidak memiliki padanan pada istilah finansial konvensional.

    Kamu yang sudah terjun mendulang cuan dalam dunia DeFi mungkin sudah sering mendengar istilah-istilah ini. Apakah sudah tahu arti istilah-istilah tersebut? Jika belum, berikut penjelasannya!

    Istilah Populer Decentralized Finance

    1. Total Value Locked 

    Jika dunia finansial konvensional mengenal loan to deposit ratio (LDR), total value locked (TVL) merupakan padanan konsepnya di dalam istilah decentralized finance. 

    TVL adalah agregat aset kripto yang terkunci dalam protokol DeFi di liquidity pools. Aset tersebut adalah milik liquidity provider (LP) yang sedang melakukan yield farming.

    TVL sangat berguna untuk memberikan informasi mengenai suku bunga secara umum dalam liquidity pools. Juga, kamu dapat membandingkan antar protokol dan memilih mana yang lagi undervalued.

    Baca juga: Apa itu Yield Farming?

    2. Price to Sales Ratio (P/S Ratio) dalam DeFi

    Istilah ini merujuk pada indikator yang juga digunakan dalam bisnis tradisional, yakni rasio antara harga saham dan pendapatan operasionalnya. Hal serupa juga dapat diukur dalam dunia DeFi.

    Bedanya, dalam dunia DeFi, kamu perlu membagi protokol pasar modal berdasarkan pendapatan operasional atau revenue-nya. Semakin rendah rasionya, berarti harganya semakin undervalued.

    Bagaimana pun, ini tidak bisa dijadikan standar baku untuk mengukur valuasi dengan akurat. Hanya saja, kamu dapat memperoleh gambaran protokol mana yang lebih atraktif saat ini.

    Baca juga: Apa itu Centralized Market?

    3. Token Supply on Exchanges dalam DeFi

    Trader biasanya akan memanfaatkan centralized exchanges (CEXs) ketika mereka ingin menjual tokennya. Namun, mereka juga memiliki opsi untuk menjual melalui decentralized exchanges (DEXs) yang tidak membutuhkan kepercayaan sebagai perantaranya.

    Bagaimanapun, CEXs biasanya memiliki likuiditas yang lebih kuat sehingga penting untuk kamu perhatikan pergerakannya.

    Strategi ini dipakai dengan melakukan tracking suplai token dana mata uang kripto. Saat likuiditas token di bursa banyak, maka akan terjadi tekanan jual. Dengan demikian, tidak banyak liquidity provider (alias nasabah DeFi) yang menggunakan kepemilikannya sebagai kolateral karena mereka memilih untuk menjualnya.

    Perhatikan suplai token sebelum mulai spekulasimu, ya!

    4. Token Balance Change on Exchange dalam DeFi

    Selain memperhatikan suplai token, saldo token juga perlu diperhatikan. Memperhatikan tiap perubahan dalam token akan memberitau kita volatilitas pasar yang terjadi saat ini.

    Jika ada penarikan token secara besar-besaran, maka kamu bisa menyimpulkan bahwa sedang ada penadah. Kamu bisa cuan apabila dapat memanfaatkan situasi itu dengan baik.

    5. Unique Address Count

    Unique address adalah alamat dari gawai yang mengakses dalam protokol DeFi. Meskipun masih terbatas, jumlah unique address terus meningkat setiap waktunya. Peningkatan ini mengindikasikan meningkat pula penggunaannya.

    Semakin banyak unique address mengindikasikan bahwa protokol itu sudah sering digunakan. Meski begitu, terkadang unique address ini bisa dimanipulasi agar seolah tampak telah banyak digunakan.

    Kamu tetap harus jeli membandingkannya dengan faktor lain ya, Sobat Cuan.

    Baca juga: Apa itu Tapering?

    6. Non-Speculative Usage

    Kamu sebaiknya mengetahui dengan jelas kegunaan token yang kamu beli, alih-alih hanya menggunakannya sebagai alat spekulasi. Meski menggiurkan, imbal hasil spekulasi mungkin akan berdampak buruk pada finansialmu. Nah, token-token yang punya nilai guna jelas inilah yang disebut sebagai non-speculative usage

    Memahami untuk apa token digunakan sangat penting, sebab itulah nilai sebenarnya dari token yang kamu miliki. Bukan sekedar tren berskema ponzi, mata uang ini merupakan alat transaksi yang memiliki tujuan tertentu.

    Kamu bisa mengeceknya dengan melihat jumlah transaksi dan memperhatikan berapa kali transaksi itu tidak dilakukan sekedar untuk spekulasi.

    7. Istilah Tingkat Inflasi dalam Decentralized Finance

    Pasokan terbatas belum tentu indikasi baik bahwa harga tokenmu akan terus meningkat. Kamu perlu memperhatikan metrik lain yakni tingkat inflasi.

    Sebagaimana pada dunia finansial konvensional, istilah tingkat inflasi pada decentralized finance juga merujuk definisi yang serupa.

    Jika kamu memiliki koin dengan pasokan yang besar, mungkin saja nilai koinmu akan semakin tidak berharga karena permintaannya tidak sebanding dengan suplainya. Hal inilah yang dimaksud dengan tingkat inflasi pada dunia DeFi.

    Namun tentu saja tidak dapat dijadikan satu-satunya tolok ukur. Koin yang kamu miliki saat ini pasokannya mungkin kecil, jika terus dicetak kelak jumlahnya akan menjamur..

    Tingkat inflasi rendah merupakan pertanda bagus sebab secara teoritis artinya akan membuat nilai koinmu tidak terkikis.

    Sayangnya, tidak ada angka pasti berapa tingkat inflasi yang dapat dikatakan rendah maupun tinggi. Kamu harus membandingkannya dengan metrik lain juga ya, Sobat Cuan!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!



    Sumber : pluang.com

  • Simak 3 Tips Bagi Pemula Sebelum Mencoba Trading Future!

    Menjajal peruntungan di pasar derivatif atau future trading memang ngeri-ngeri sedap, Sobat Cuan. Sebab, kamu bisa saja cuan banyak atau boncos seketika.

    Tanpa persiapan yang baik dan tips trading yang benar, langkah ini sangat berisiko dan bikin kamu buntung. Tapi, kalau kamu siap mempelajari dinamika pasarnya, kamu sangat mungkin cuan dan jadi sultan dalam semalam. Seperti biasa, besar risiko memang sepadan dengan peluang keuntungannya!

    Apa kamu berminat untuk mencoba? Pahami dulu tips trading di pasar derivatif ini ya.

    Baca juga: Panduan Analisis Teknikal dalam Berinvestasi bagi Pemula!

    Apa itu Future Trading?

    Sebelum membahas lebih jauh, kita pahami dulu apa yang dimaksud dengan future trading. Berbeda dengan pasar saham yang memperdagangkan instrumen kepemilikan perusahaan (alias saham), pasar future menjadikan kontrak sebagai komoditas utama.

    Contohnya begini. Jika kamu membeli kontrak atas 100 kg emas, kamu punya kendali atas emas tersebut. Termasuk jika harganya bergerak naik maupun turun dibanding harga ketika kamu membeli kontrak.

    Pergerakan harga inilah yang menjadi penentu apakah kamu cuan atau malah boncos. Makanya kamu perlu up to date mengenai harga komoditas terkini dan isu-isu yang memengaruhinya.

    Selain itu, tiap kontrak dari komoditas yang diperdagangkan di pasar derivatif pasti memiliki keunikan. Kamu harus memahami betul isi kontrak dan dinamika pasarnya sekaligus.

    Hmm terdengar rumit, ya Sobat Cuan. Tapi, masihkah kamu tertarik? Kamu perlu menanyakannya lagi sebelum melangkah. Jika tetap tertarik, kamu bisa mulai mempelajari pola transaksi di Jakarta Future Exchange. Sebelumnya, kita simak lebih jauh yuk tipsnya.

    Kalah atau Menang di Pasar Future itu Biasa

    Perusahaan besar dan trader profesional menggunakan pasar derivatif untuk mengamankan posisi tawarnya atas suatu komoditas atau kontrak kerja.

    Misalnya saja, perusahaan penerbangan menggunakan kontrak lindung nilai agar fluktuasi harga minyak dunia tidak terlalu mempengaruhi profitabilitas perusahaannya.

    Mereka tahu betul apa yang dilakukannya dengan kontrak-kontrak yang diperdagangkan di pasar derivatif. Sementara kamu sebagai trader pemula yang masuk ke arena tersebut seolah berjudi di antara celah kontrak untuk mengambil keuntungan.

    Kamu bisa saja menang. Sebab, kontrak-kontrak itu pasti punya celah cuan. Namun, kamu harus disiplin dan menyiapkan modal yang banyak untuk itu. Tak heran jika banyak trader kecewa dan merugi banyak di pasar ini.

    Tips Trading di Pasar Future

    Ada tiga kunci utama untuk bisa sukses di future trading. Ketiganya tidak mungkin dapat dikuasai dalam semalam. Sehingga, kamu harus sabar dan punya banyak modal. Tapi tenang saja, hasilnya bisa sepadan.

    Sebelum semakin penasaran, kamu perlu menyimak satu persatu dulu ya.

    1. Temukan Proses Trading yang Sukses

    Kamu harus menemukan proses trading yang bisa sukses dilakukan di pasar derivatif. Ingat baik-baik bahwa yang kamu lakukan adalah bertaruh di pasar derivatif melawan tren dan orang-orang berpengalaman.

    Kamu memerlukan strategi jitu yang teruji untuk menang. Tanyakan pada dirimu, apakah kamu ingin fokus pada perdagangan jangka pendek atau jangka panjang? Bagaimana kamu menganalisis tren? Apa kamu punya proses trading yang bisa dijadikan contoh atau pengetahuan khusus yang menguntungkan?

    Pertanyaan-pertanyaan itu akan membawamu pada skema strategi yang harus kamu ikuti dengan disiplin. Kamu harus mempertimbangkan matang-matang tiap langkah yang kamu ambil.

    2. Manajemen Keuangan

    Mengelola uangmu dengan baik adalah teknik yang akan membuatmu bisa bertahan lama di permainan ini.

    Bukan hanya modal, kamu juga harus memperhitungkan berapa uang yang akan kamu pertaruhkan. Selain itu, kamu juga harus mempertanyakan apakah uang yang kamu keluarkan akan menghasilkan cuan yang sepadan?

    Tiap trader punya selera risiko yang berbeda, entah itu konservatif ataupun agresif. Keduanya sama-sama baik dan buruk tergantung bagaimana kamu mengelola risiko atas pilihanmu.

    Terakhir dan yang terpenting, kamu harus punya teknik mereduksi risiko yang bisa bekerja dengan baik. Pikirkan dengan matang bagaimana kamu memposisikan pertaruhan dan di titik mana kamu akan memutuskan untuk stop loss. Kadang, trader paling ulung sekalipun bisa terjatuh karena lalai untuk melakukan hal-hal tersebut.

    Baca juga: Simak 4 Indikator Analisis Teknikal Dasar Bagi Pemula Berikut!

    3. Kontrol Emosi

    Mengontrol emosi adalah yang terpenting. Tiap kali kamu terprovokasi, saat itulah kamu bisa memastikan bahwa kamu akan kalah.

    Kamu mungkin akan terprovokasi oleh perasaan takut, cemas dan serakah. Ini adalah hal normal yang umum terjadi pada setiap trader. Tapi kamu harus bisa mengendalikannya dengan baik agar tetap logis mengambil keputusan.

    Jika kamu merasa bahwa emosimu sedang mengambil alih, sebaiknya kamu harus berhenti sebelum terlambat.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Investopedia



    Sumber : pluang.com

  • Sobat Cuan, Yuk Simak 5 Tips Memilih Deposito Anti Kecewa Berikut!

    Sebagai instrumen investasi yang relatif minim resiko, deposito adalah aset yang memang banyak dilirik oleh investor pemula. Hanya dengan menempatkan dana di bank, kamu sudah bisa menikmati cuan pasif setiap periodenya.

    Namun, cuan yang kamu dambakan dari deposito tentu berpengaruh dengan produk deposito yang kamu pilih. Sehingga, kamu perlu mengamalkan tips memilih deposito secara tepat dan benar!

    Lantas, seperti apa sih, tips memilih produk deposito yang benar dan bisa kamu amalkan sebelum nyemplung di investasi ini? Yuk, simak bersama!

    Baca juga: Yuk, Kenalan Dengan 2 Jenis Indikator Ekonomi yang Pengaruhi Investasi

    Tips Memilih Deposito

    1. Pilih Deposito dari Bank yang Reputasinya Baik

    Sebagaimana telah kamu ketahui, deposito adalah produk perbankan yang memberikan kamu margin lebih besar dibanding tabungan biasa. Tapi, kamu harus menaruh uangmu dalam jangka waktu tertentu di bank tersebut agar danamu bisa dikelola kembali.

    Karena itu, memilih bank mana yang depositonya akan kamu beli adalah langkah awal yang penting.

    Perhatikan reputasi bank yang jadi kandidatmu dengan seksama, jangan sampai tergiur pada iming-iming bunga tinggi dari bank tidak berintegritas yang mungkin bisa membuatmu kehilangan uangmu.

    Di samping itu, kamu juga harus memastikan bahwa uangmu berada di tangan yang aman dan tepat. Pilihlah bank yang sudah memenuhi standar Bank Indonesia dan terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    Selain itu, pastikan bank yang kamu pilih dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi hal diluar dugaan. Kamu juga harus memperhatikan margin dan besaran depositomu, jangan sampai melebihi jumlah yang ditanggung LPS.

    Baca juga: Simak Cara Panen Cuan dari Mahar dan Hadiah Pernikahan di Sini!

    2. Sesuaikan Jangka Waktu Deposito

    Beberapa bank memberikan keleluasaan memilih jangka waktu deposito berkisar antara satu bulan hingga dua tahun tergantung pada kebutuhanmu. Biasanya, tenor yang tersedia antara lain satu bulan, tiga bulan, enam bulan, 9 bulan, 12 bulan dan 24 bulan.

    Kamu perlu menganalisis dengan baik neraca keuanganmu dan menentukan tenor mana yang paling pas buatmu. Ingat, uang tersebut tidak likuid hingga akhir tenor depositomu. Jadi, kamu harus cermat memilih tenornya, ya, Sobat Cuan.

    Jika bank yang kamu pilih memiliki opsi produk deposito on call kamu juga bisa mempertimbangkannya jika uangmu mungkin akan dibutuhkan sewaktu-waktu. Bank lain biasanya menerapkan penalti yang cukup besar jika kamu mencairkan deposito sebelum tenggang waktu.

    3. Bandingkan Margin Deposito Antar Bank

    Semua bank, baik swasta maupun milik pemerintah, menyediakan deposito dengan margin yang beragam. Margin atau bunga bisa ditentukan oleh banyak hal diantaranya suku bunga acuan, kondisi likuiditas bank, kebijakan pemerintah dan lain sebagainya.

    Tidak ada salahnya untuk membuat perbandingan antara satu bank dengan yang lainnya. Kamu bisa memilih bank mana yang lebih menguntungkan buatmu sebelum mulai menginvestasikan dana “nganggur” yang kamu punya.

    Baca juga: Sobat Cuan, Yuk Simak Cara Menghitung Bunga Deposito Anti Ribet!

    4. Perhatikan Biaya Fee, Pajak dan Penalti Deposito Kamu

    Biasanya, kamu akan dikenakan beberapa biaya tambahan seperti bea materai dan pajak jika depositomu lebih dari Rp7,5 juta. Selain itu, kamu akan dikenakan penalti bila mencairkan deposito sebelum jatuh tempo.

    Perhatikan besarnya biaya-biaya ini pada masing-masing bank ya, Sobat Cuan. Jangan sampai margin kamu tergerus biaya admin terlalu banyak.

    5. Fitur Tambahan buat Deposito

    Beberapa bank menawarkan benefit berupa fitur tambahan yang mungkin akan memudahkanmu di masa depan. Fitur tersebut bisa berupa bunga yang ditransfer ke rekening maupun dijadikan jaminan kredit.

    Kamu bisa menanyakan langsung fitur ini kepada customer service yang melayanimu saat akan membuka deposito. Kamu juga bisa menanyakan apakah ada opsi perpanjangan otomatis jika kamu belum membutuhkan uangmu saat telah jatuh tempo.

    Itulah tips memilih deposito yang bisa kamu terapkan agar investasimu memenuhi harapan. Pastikan semua resiko dan keuntungan sudah kamu perhitungkan terlebih dulu sebelum berinvestasi ya, Sobat Cuan.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!



    Sumber : pluang.com