Author: 10

  • Simak Cara Panen Cuan dari Mahar dan Hadiah Pernikahan di Sini!

    Menikah dengan mahar sejumlah lot saham sudah jadi tren di kalangan milenial melek investasi. Selain mahar, hadiah pernikahan juga bisa kamu kelola bersama pasangan demi rumah tangga yang lebih tenteram lho, Sobat Cuan.

    Salah satu contohnya ditunjukkan Beauty vlogger Nanda Arsyinta.

    Baru-baru ini, ia mendadak jadi buah bibir lantaran dipinang dengan mas kawin berupa 305 lot saham MDKA dan 21 gram emas. Nadya yang menikah dengan founder kelas saham Rise Arrow, Ardya Tridwantoro itu pun jadi viral karena mas kawinnya yang unik.

    “Awalnya aku mau nyesuaiin mahar aku dengan tanggal pernikahanku, kebetulan karena suami aku adalah investor dan pemilik kelas saham Rise Arrow, jadi aku memilih saham dan logam mulia untuk investasi jangka panjang. Kalau untuk nominalnya sih sesuaiin dengan tanggal 305 lot saham MDKA dan 21 gram logam mulia, jadi pas 30/5/21,” ujar Nanda dikutip dari CNBC.

    Nanda dan Ardya bukanlah pasangan pertama yang menikah dengan mahar saham.

    Di tahun 2019 Erwin Febriansyah yang bekerja sebagai Direktur Galeri Investasi Universitas Muhammadiyah Bengkulu menikahi istrinya Nekky Sulastri dengan mas kawin 21 lot saham telkom.

    Selain itu, ada pasangan Agus Priyono dan Asmita Hadriani dengan mahar 5 gr Emas Antam dan Saham PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK). Serta Rikki Fendy yang meminang kekasihnya dengan mahar 5000 Lembar saham PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO).

    Apakah Mahar Investasi Sah Menurut MUI?

    Meski baru mulai menjadi tren sejak tahun 2019, Majelis Ulama Indonesia (MUI) ternyata sudah mengkaji mahar saham.

    Jaih Mubarok, Wakil Ketua Badan Pelaksana Harian Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), mengatakan mahar yang diberikan suami kepada istri boleh saja berupa uang, jasa, benda dan turunannya. Paling penting, mahar ini nantinya bisa dipindahkan kepemilikannya.

    “Jadi bentuknya bisa manfaat. Makanya saham boleh karena turunan dari barang dan uang, jadi saham boleh,” sebut Jaih.

    Mahar saham memang memiliki resiko fluktuasi harga seiring dengan volatilitas pasar modal. Namun pada prinsipnya, saham memiliki nilai dan bisa dipindahtangankan sehingga memenuhi prasayarat sebagai mahar yang bermanfaat.

    “Jadi harus memiliki nilai dan bisa dipindahtangankan. Karakternya sama (dengan jenis barang lain). Tidak boleh diminta lagi oleh si suami dan yang penting istri sadar akan risikonya,” tambah dia.

    Pasangan Baru Masih Bisa Cuan Meski Tak Dapat Mahar Investasi!

    Fenomena mahar investasi mungkin hanya dilakukan oleh segelintir sejoli saja. Sementara itu, sebagian besar pasangan mungkin masih menggunakan mahar biasa dalam melangsungkan pernikahan.

    Kalau kamu adalah salah satunya, kamu tak perlu khawatir tidak bisa mendulang cuan dari mahar pernikahan! Sebab, kamu bisa mengelola hadiah pernikahan untuk mengarungi bahtera rumah tangga (serta kesehatan finansial) agar lebih mumpuni.

    Sobat Cuan pasti paham betul bahwa pengantin baru biasanya kebanjiran ‘salam tempel’ dari para tamu undangan resepsimu. Nominalnya bisa beragam memang, namun yang terpenting adalah kamu harus bisa memanfaatkan sebaik-baiknya sebagai modal berumah tangga.

    Lantas, bagaimana mengelola hadiah pernikahan dengan tepat? Berikut caranya!

    Baca juga: Apa itu Analisis Fundamental Saham?

    1. Simpan Untuk Dana Darurat

    Penting sekali untuk mulai memiliki dana darurat setelah menikah. Kamu pasti membutuhkannya di waktu yang tidak terduga seperti saat mobilmu tiba-tiba mogok atau harus ke dokter.

    Dana darurat harus berupa uang likuid yang bisa digunakan sewaktu-waktu saat teresak. Idealnya, dana darurat yang harus kamu cadangkan adalah senilai tiga hingga enam bulan pengeluaran rutinmu dengan pasangan.

    Kamu harus memisahkan dana darurat dalam akun terpisah dan digunakan hanya saat darurat saja. Jika tidak, kamu mungkin akan membebani tagihan kartu kredit saat situasi darurat tiba-tiba datang. Jadi, pastikah hadiah pernikahanmu diprioritaskan sebagai dana darurat, ya!

    2. Bayar Utang

    Pengeluaran untuk melangsungkan pernikahan seringkali membengkak. Kamu mungkin memiliki beberapa utang pada kerabat atau bank. Selain itu, kamu pun disarankan untuk melunasi tagihan kartu kredit dan cicilan jika masih ada.

    Melunasi utang harus jadi prioritas kamu agar cashflow rumah tanggamu di masa depan tidak terbebani. Nah, untungnya, kamu bisa membayarnya dengan hadiah pernikahanmu.

    Memasuki kehidupan baru bebas utang pasti terasa seperti membuka lembaran baru yang segar. Sehingga kamu bisa memulai tata kelola keuangan yang lebih sehat dengan pasanganmu.

    Baca juga: Mau Tekan Nafsu Belanja? Yuk, Coba Tantangan Nabung 30 Days Challenge!

    3. Sisihkan untuk Rumah Tinggalmu

    Rumah umumnya jadi salah satu prioritas setelah menikah. Jika kamu belum memiliki rumah, kamu bisa mulai mempertimbangkan untuk mencicilnya dan menggunakan hadiah pernikahanmu sebagai uang muka.

    Biaya sewa yang terus naik tiap tahun ditambah dengan harga tanah yang semakin tinggi tentu harus jadi pertimbanganmu. Memiliki rumah bisa jadi keputusan yang tepat jika kamu sudah memikirkannya masak-masak segala konsekuensinya.

    Jika belum, kamu bisa mulai menabung dengan uang pernikahanmu, siapa tau rumah impianmu nanti bisa terbeli. Instrumen investasi seperti saham dan reksadana bisa menjadi pilihan yang tepat.

    Mahar saham adalah langkah awal yang baik untuk mulai menabung guna keperluan berumah tangga seperti membeli rumah dan mobil. Jika kamu sudah punya rumah saat menikah, tidak ada salahnya menggunakan uang pernikahanmu untuk membeli perabotan. Suasana baru di rumahmu tentu akan menambah kebahagiaan pengantin baru.

    Baca juga: Mau Cuan Saham Bermodal Analisis Fundamental? Simak 6 Strateginya di Sini!

    4. Simpanan Masa Depan

    Menikah identik dengan awal yang baru untuk semua hal. Kamu pasti memiliki rencana jangka pendek maupun jangka panjang.

    Kamu dan pasangan juga harus mendiskusikan tentang anak. Jika kalian berencana untuk punya anak, kamu bisa memulai tabungan pendidikannya kelak sedini mungkin.

    Manfaatkan hadiah pernikahanmu untuk menopang masa depanmu dengan pasangan. Konservasi tabungan yang kalian miliki agar perencanaan keuangan kalian matang. Dalam hal ini, kamu bisa menempatkannya di deposito atau tabungan dengan tujuan khusus, seperti tabungan pendidikan anak dan lain-lain.

    Selain itu, tidak ada salahnya mulai memikirkan hari tua. Kamu dan pasanganmu bisa menggunakan hadiah pernikahan untuk menabung agar di masa tua kalian bisa tetap hidup tercukupi. Atau, untuk bersiap memayungi diri sendiri di kala “cuaca buruk” dengan cara menempatkannya di asuransi jiwa.

    6. Bersenang-senang

    Bagaimanapun, uang pernikahan adalah hadiah untukmu dan pasanganmu yang sudah berani mengambil komitmen sehidup semati. Menghabiskan sejumlah uang hadiah pernikahanmu untuk berbulan madu di akhir minggu adalah ide yang bagus.

    Sisihkan saja sebagian untuk kamu nikmati agar semakin mengenal dengan teman hidupmu. Dengan begitu, langkah barumu dalam berumah tangga semakin penuh dengan kebahagiaan.

    7. Investasi yang Terdiversifikasi

    Setiap pasangan yang baru menikah tentu punya tujuan finansialnya masing-masing. Nah, cara yang tepat untuk mencapai tujuan finansialmu adalah dengan investasi! Manfaat investasi bisa kamu baca di artikel ini ya, Sobat Cuan!

    Apalagi, dewasa ini investasi pun kian mudah. Kamu juga tak perlu modal besar untuk memulainya. Hanya saja, kadang kamu atau pasanganmu punya profil risiko yang berbeda. Mungkin, kamu adalah tipe investor agresif sementara pasanganmu adalah tipikal investor yang konservatif. Bagaimana cara menyeimbangkannya?

    Yang bisa kamu dan pasanganmu lakukan tentu adalah melakukan diversifikasi investasi.

    Sebab, dengan diversifikasi, maka kamu bisa mendulang cuan dari aset investasi yang lagi tokcer banget, namun tidak akan mendera kerugian besar jika salah satu asetmu berkinerja amburadul. Manfaat diversifikasi aset lainnya bisa kamu temukan di artikel berikut, ya!

    Untungnya, saat ini diversifikasi aset kian mudah, apalagi di aplikasi Pluang!

    Di Pluang, kamu bisa berinvestasi emas, indeks S&P 500, aset kripto, hingga reksa dana hanya dalam tiga ketuk saja dan mulai dari Rp10.000. Yuk, segera investasi di Pluang!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: CNBC, Forbes, Key



    Sumber : pluang.com

  • Mau Menabung Aset Kripto? Yuk, Kenalan dengan Konsep Liquidity Pools!

    Tren menabung aset kripto yang kian populer ternyata membuka peluang cuan dengan menjadi penyedia likuiditas. Kalau kamu termasuk kolektor aset kripto, liquidity pools adalah jawaban untukmu supaya tetap cuan meski harganya sedang jatuh!

    Tapi, apa sih sebenarnya konsep dari liquidity pool tersebut?

    Secara garis besar, liquidity pool adalah kumpulan aset kripto yang terkunci dalam teknologi smart contract, yang penjelasannya bisa kamu baca di artikel ini.

    Sejauh ini, liquidity pools digunakan untuk memfasilitasi pinjaman dan nilai tukar, namun manfaatnya tidak terbatas pada dua fungsi itu saja. Di masa depan, likuiditas aset kripto sangat mungkin bisa menjadi pasar uang yang kompleks dan menggeser eksistensi dunia finansial saat ini.

    Lalu, bagaimana cara kerjanya pasar uang kripto itu? Simak sampai habis ya!

    Semua Dimulai dari Automated Market Maker (AMM)

    Cikal bakal dari liquidity pool adalah teknologi yang bernama Automated Market Maker (AMM).

    Secara sederhana, AMM adalah solusi yang diinisiasi oleh praktisi pasar modal Shearson Lehman Brothers dan ATD di tahun 1990an. Solusi ini ditawarkan sebagai alternatif dari market maker konvensional yang diinisiasi oleh manusia dalam aktivitas perdagangan.

    Market maker konvensional dinilai rawan manipulasi sebab tiap harga yang terbentuk adalah cerminan penawaran dan permintaan yang dilakukan oleh manusia. AMM menawarkan skema di mana harga dibentuk secara otomatis dalam jaringan.

    Skema AMM membuat kamu sebagai pembeli maupun penjual melakukan aktivitasmu dari dan kepada jaringan. Artinya, saat kamu membeli dari jaringan, kamu tidak memerlukan penjual, begitu pun sebaliknya. Jaringan menyediakan pasar terotomasi yang minim intervensi.

    Mekanisme ini meminimalisir monopoli harga dan kecurangan yang mungkin terjadi sebagaimana market maker tradisional. Meski sempat dinilai gagal, AMM kembali jadi solusi seiring dengan makin populernya penggunaan smart contract. Dalam sistem DeFi, jaringan tersebut dinamakan Liquidity Pools.

    Baca juga: Apa itu Smart Contract?

    Liquidity Provider

    Penyedia likuiditas dalam liquidity pools dinamakan liquidity provider (LP). Kamu bisa menjadi LP dengan menyewakan aset kriptomu dalam jaringan yang menggunakan skema AMM ini.

    Caranya ialah dengan mengunci aset kripto yang kamu miliki dalam smart contract dan melepaskannya ke dalam jaringan. Aktivitas ini dinamakan yield farming, sebab kamu akan memperoleh imbal hasil jika aset kriptomu berhasil ditransaksikan. Mau tahu lebih banyak tentang yield farming? Cek artikel ini, ya!

    Layaknya jasa keuangan konvensional, teknologi ini pun membuat kamu bisa mendulang cuan dalam bentuk “bunga tabungan”. Besarannya bergantung pada sebesar apa presentase aset kripto yang kamu tanam pada liquidity pools berbanding seluruh likuiditas disana.

    Nah, bunga tersebut akan kamu dapatkan dalam token yang merepresentasi aset kriptomu dalam liquidity pools. Misalnya, kalau kamu menabung Bitcoin, maka imbal hasil yang kamu dapatkan pun dalam bentuk Bitcoin.

    Liquidity Pools Adalah Sarana Cuan Efisien di Ekosistem DeFi

    Transaksi dalam mata uang kripto kerap terkendala mahalnya gas fee yang fluktuatif dan tidak terprediksi. Namun, Sobat Cuan tetap bisa melakukan transaksi lewat Liquidity Pools di tengah momok di jaringan Ethereum tersebut.

    Tersedianya AMM dalam skema yang lebih terpercaya berkat adanya smart contract dipandang sebagai jalan keluar agar aset kripto ditransaksikan dengan ekonomis. Liquidity pools digerakkan oleh smart contract yang otoritasnya dieksekusi oleh kode sehingga tidak memerlukan pihak ketiga.

    Saat pengguna membutuhkan likuiditas kripto, mereka bisa bertransaksi dengan liquidity pools untuk mengeksekusi smart contract-mu.

    Transaksi itu akan membuatmu cuan berupa bunga majemuk kripto atau bentuk lainnya tanpa harus berinteraksi langsung denganmu. Nah, konsep bunga majemuk dalam menabung kripto bisa kamu temukan di artikel berikut, ya!

    Cara ini akan menghemat biaya gas yang harus kamu keluarkan dari transaksi di jaringan blockchain sebagaimana order book konvensional.

    Memang, kamu tetap memerlukan gas fees untuk melepaskan smart contract, tapi tentunya tidak semahal jika kamu bertransaksi langsung dengan pengguna di dalam blockchain.

    Menariknya, skema ini memungkinkan produk turunan berupa pools lain dimana kamu juga bisa menyewakan tokenmu. Lapisan likuiditas ini masih akan berkembang pesat seiring dengan perkembangan kebutuhan pasar. Meski cukup kompleks, mekanisme ini membuat aset kriptomu produktif menghasilkan kripto tambahan maupun token.

    Baca juga: Mau Coba Investasi di DeFi? Begini, Lho, Caranya!

    Pasar Liquidity Pools Akan Berkembang

    Baik liquidity pools maupun jaringan blockchain dan sistem DeFi adalah skema baru yang masih menyisakan banyak ruang untuk berkembang. Transaksi dalam liquidity pools dapat dipergunakan oleh siapa saja dengan skema yang beragam.

    Sebagai contoh, salah satu sektor dalam DeFi tengah mengembangkan asuransi untuk menjamin risiko dalam transaksi kripto. Asuransi ini pun berlangsung dalam liquidity pools.

    Produk lain yang sedang dikembangkan ialah sejenis tranching. Yakni, produk di mana LP bisa memilih resiko dan imbal hasil dalam aktivitas yield farming. Meski tergolong produk turunan laiknya produk pasar derivatif, inovasi tranching akan membuat yield farming lebih mudah.

    Liquidity pools dapat berkembang menjadi layer-layer finansial sesuai dengan kebutuhan pasar DeFi.

    Nah, karena masa depan yang cukup cerah, Sobat Cuan bisa banget ambil bagian dalam pengembangan tersebut dengan menginvestasikan aset kriptomu. Dan kini, kamu bisa mendapatkannya di Pluang!

    Kamu bisa menikmati imbal hasil maksimal 3,5% per tahun hanya dengan menabung aset kriptomu di Pluang Cuan! Ini merupakan cara yang mudah bagi kamu untuk mendulang untuk kripto tanpa harus terkena eksposur besar dari fluktuasi harga kripto. Yuk, klik tautan ini ya untuk mempelajari lebih lanjut!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!Sumber: Binance, Coinmarketcap



    Sumber : pluang.com

  • Mengenal Jenis Obligasi Pemerintah, Underlying Asset Reksadana Pendapatan Tetap

    Reksadana pendapatan dikenal sebagai jenis investasi yang memiliki tingkat risiko mini. Hal itu dapat dipahami lantaran 80% dari portofolio investasi dalam produk tersebut dialokasikan ke obligasi. Baik dalam bentuk obligasi swasta maupun jenis-jenis obligasi pemerintah.

    Ya, obligasi pemerintah atau disebut juga Surat Berharga Negara (SBN) merupakan produk investasi yang diterbitkan dan dijamin oleh pemerintah. Instrumen aset underlying reksadana pendapatan tetap ini memang dikenal anti gagal bayar mengingat kecilnya kemungkinan bangkrutnya negara.

    Lalu, apa sih gunanya obligasi pemerintah? Nah, kalau Sobat Cuan rajin baca berita ekonomi, tentu memahami bahwa keuangan negara mengalami kondisi besar daripada tiang. Alias, belanjanya lebih besar ketimbang penerimaannya. Alias, defisit.

    Untuk menutip defisit tersebut, pemerintah menerbitkan berbagai jenis obligasi pemerintah. Di dalam pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021, pemerintah membutuhkan pendanaan setidaknya sebesar Rp1.006 triliun. Himpunan dana obligasi pemerintah tentunya akan lari ke pembangunan negara dan kemakmuran masyarakat.

    Membincang obligasi pemerintah, Sobat Cuan tahu tidak, kalau salah satu instrumen keuangan ini memiliki beberapa jenis?

    Nah, untuk lebih jelasnya, yuk simak artikel berikut!

    Baca juga: Apa Itu Hukum Pareto atau Prinsip Pareto 80/20?

    Macam Jenis Obligasi Pemerintah

    Secara umum, jenis obligasi dibagi dua. Yakni, konvensional dan syariah. Lantas, seperti apa penjelasan masing-masing jenisnya?

    1. Obligasi Pemerintah Konvensional

    Jenis SBN ini menggunakan prinsip konvensional, alias seperti produk keuangan pada umumnya. Biasanya, jenis obligasi ini dikenal dengan nama Surat Utang Negara (SUN).

    Kemudian, jenis obligasi ini pun kembali dibagi menjadi dua jenis, yakni Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan Obligasi Negara.

    Kedua jenis surat utang ini biasanya ditawarkan melalui proses lelang dan penawaran tertutup (private placement) ke investor institusi lantaran nilai pemesanannya yang cukup besar. Kemudian, keduanya juga bisa ditawarkan di pasar sekunder.

    Namun bedanya, instrumen SPN adalah surat utang bertenor kurang dari 1 tahun sementara Obligasi Negara memiliki masa tenor yang lebih panjang.

    Perbedaan keduanya juga terlihat dari tingkat kupon. Di satu sisi, SPN memberikan tingkat bunga berupa diskonto. Sementara itu, kupon Obligasi Negara bersifat tetap yang dibayar setiap enam bulan sekali atau mengambang (floating rate) setiap tiga bulan sekali.

    Selain itu, Obligasi Negara bisa ditawarkan dalam mata uang selain rupiah. Sementara itu, pemerintah hanya menawarkan SPN dalam denominasi rupiah.

    Obligasi Konvensional Institusi vs Ritel

    Selain berdasarkan tipenya, obligasi konvensional juga bisa dibagi lebih lanjut ke dalam dua sasaran: Investor institusi dan investor ritel.

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Obligasi Negara dan SPN memang ditawarkan ke investor institusi. Namun, bukan berarti investor ritel bermodal cekak tak bisa memiliki obligasi pemerintah, lho.

    Untuk mengakomodasi hal tersebut, pemerintah menawarkan dua jenis obligasi ritel yakni Savings Bond Ritel (SBR) dan Obligasi Ritel Indonesia (ORI). Perbedaan dua obligasi ritel ini terletak pada mekanisme perhitungan kuponnya.

    Di dalam SBR, investor bisa mendapatkan kupon dengan tingkat bunga mengambang yang dihitung berdasarkan suku bunga acuan Bank Indonesia, 7-Days Reverse Repo Rate. Investor bisa mendapatkan obligasi ini melalui agen penjual dengan minimal investasi Rp1 juta dan masa tenor dua tahun. Meski demikian, Sobat Cuan tetap bisa mencairkannya sebelum jatuh tempo maksimal 50% dari total SBR.

    Karena bunga bersifat mengambang, maka bunga kupon akan naik ketika suku bunga BI meningkat. Namun, jika suku bunga BI turun hingga di bawah titik tertentu, maka tingkat kupon tak akan berubah.

    Sementara itu, ORI memiliki kupon yang terbilang tetap dan dibayar tiap bulan. Minimal investasinya pun sama dengan SBN ritel jenis SBR.

    Di samping itu perbedaan SBR dan ORI terletak di masalah fasilitasnya. ORI bisa diperdagangkan di pasar sekunder, namun tidak demikian dengan SBR.

    Perbedaan lainnya adalah jangka waktu. Jika tenor SBR hanya dua tahun, maka investor bisa menggenggam ORI dengan tenor beragam mulai dari 12 bulan, 5 tahun, 10 tahun atau bahkan 50 tahun.

    Baca juga: Dijamin Halal, Ini Jenis-Jenis Investasi Syariah Buat Sobat Cuan

    2. Obligasi Pemerintah Syariah

    Lain halnya dengan obligasi konvensional, pemerintah menggunakan prinsip-prinsip syariah dalam menawarkan obligasi jenis ini.

    Artinya, obligasi ini tidak mengandung unsur riba (usury), maysir (judi) dan gharar alias ketidakjelasan, tujuannya untuk menjaga prinsipnya tetap berjalan secara syariah. Implikasinya, obligasi jenis ini tidak memberikan kupon, melainkan bagi hasil sesuai akad ijarah.

    Obligasi pemerintah syariah biasanya juga dikenal sebagai Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)

    Meski demikian, pembagiannya pun sama dengan obligasi konvensional. Di mana, produk investasi ini bisa dinikmati oleh investor institusi dan investor ritel

    Terdapat berbagai macam produk obligasi syariah konvensional, di antaranya adalah:

    1. Islamic Fixed Rate (IFR). IFR dijual kepada investor institusi melalui lelang dan private placement dalam jangka waktu diatas 1 tahun. Kupon IFR bersifat fixed dengan pembayaran tiap enam bulan sekali menggunakan mata uang Rupiah. Selain itu, IFR dapat diperdagangkan di pasar sekunder.
    2. Sukuk Dana Haji Indonesia (SDHI). SDHI dijual kepada investor institusi lembaga pengelola dana haji melalui private placement. Imbalan SDHI berupa kupon yang bersifat tetap dan dibayarkan setiap bulan dengan menggunakan mata uang Rupiah. Hanya saja, SDHI tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder.
    3. Project Based Sukuk (PBS). Instrumen ini dijual kepada investor institusi melalui lelang dan private placement, menggunakan underlying berupa proyek maupun kegiatan APBN. Imbalan PBS berupa kupon yang bersifat fixed dan dibayarkan setiap enam bulan sekali dengan denominasi Rupiah.
    4. Sukuk Valas. Instrumen ini diterbitkan di pasar internasional dalam mata uang USD, melalui penjualan Joint Lead Manager (JLM)

    Sementara itu, produk SBSN ritel mencakup:

    1. Sukuk Tabungan (ST). Sukuk Tabungan skemanya mirip dengan SBR, hanya saja menggunakan prinsip syariah. Jadi, nanti saat pembelian ST, terdapat akad perjanjian pembelian ST.
    2. Sukuk Ritel Indonesia (SR). Sukri merupakan Surat Berharga Syariah yang diterbitkan khusus oleh pemerintah untuk ritel, sama seperti ORI hanya berbeda di prinsip pengelolaannya.

    Kesimpulan

    Wah, jenis obligasi pemerintah ternyata banyak sekali ya, Sobat Cuan! Berinvestasi SBN memang menjadi cara yang baik bagi kamu untuk membangun negeri. Namun, ada cara yang lebih mudah bagi kamu untuk melakukan hal tersebut.

    Yakni, tentu saja dengan berinvestasi reksa dana pendapatan tetap di Pluang! Apalagi, minimum investasinya hanya Rp15.000 saja!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Kementerian Keuangan



    Sumber : pluang.com

  • Strategi Short Selling bagi Pemula

    Peluang untuk mendapatkan cuan bisa didapatkan dari mana saja dan kapan saja. Termasuk ketika pasar aset sedang mengalami downtrend. Nah, salah satu cara agar portofoliomu menghijau kala pasar lagi merah membara adalah dengan melakukan short selling 

    Sebelumnya, jika Sobat Cuan belum tau apa itu short selling, kamu bisa membaca pengertiannya di sini dulu ya!

    Metode trading secara short selling mungkin bisa kamu lakukan saat ini karena momennya memang lagi downtrend. Di aset kripto, contohnya, dua koin dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin dan Ethereum, masing-masing sudah anjlok 43,73% dan 40,25% dalam sebulan.

    Koreksi bukan hanya terjadi pada kripto dengan market cap besar saja, melainkan hampir semua kripto mengalami tren serupa. Termasuk Dogecoin, yang merupakan andalan sang junjungan kripto Elon Musk.

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga bernasib setali tiga uang. IHSG sempat menyentuh level 5760 dengan fluktuasi yang masih sulit diprediksi. Beberapa emiten blue chip seperti UNVR diperdagangkan pada harga terendahnya dalam lima tahun terakhir tanpa sinyalemen akan membaik.

    Dengan demikian, short selling bisa jadi pilihan menarik, bukan? Namun, jangan asal nyemplung, Sobat Cuan! Kamu harus memahami dulu rambu-rambu sebelum melakukan strategi trading satu ini.

    Kenali 2 Rambu Ini Sebelum Terjun ke Short Selling

    1. Tren Adalah Teman

    Short selling memang harus dilakukan dengan perhitungan yang matang. Ihwal kapan harus masuk ke pasar dan di level mana kamu harus mengambil margin untuk cuan pun butuh strategi mumpuni.

    Namun, meski berisiko, keuntungan yang didapatkan juga sepadan meski tidak bisa dilakukan di semua pasar keuangan. Nah, dalam hal ini, kunci cuan short selling terletak pada persepsimu dalam membaca tren pergerakan harga aset.

    Meski sulit memprediksi pasar yang terlalu bergejolak, downtrend mengubah arah spekulasi para trader. Jika kamu biasanya membeli saat harga rendah dan menjual saat harganya tinggi, downtrend membuat trader berspekulasi sebaliknya. Hal inilah yang membuat short selling marak saat pasar sedang bearish. 

    Jadi, kamu bukan cuma bisa cuan saat pasar menghijau saja, tetapi juga saat grafiknya tengah merah membara. Seperti kata analis keuangan terkenal dari Wallstreet, Martin Zweg, “Tren adalah teman”.

    2. Waspada Jebakan Short Squeeze 

    Bertransaksi di pasar saham maupun instrumen keuangan lainnya pada dasarnya memiliki prinsip yang sama: Jika kamu mau untung, kamu harus disiplin pada timing dan manajemen risiko yang terencana.

    Hanya saja, pasar terkadang doyan memberi jebakan. Nah, bagi para short seller, jebakan yang paling ngeselin adalah momen short squeeze. Apakah itu?

    Kadang, pasar yang lagi merah tiba-tiba bisa melonjak naik lantaran trader yang melakukan aksi beli dalam rangka akumulasi aset lebih banyak dari trader yang melakukan short seliing. Nah, hal inilah yang disebut short selling.

    Secara singkatnya, short squeeze adalah kondisi di mana trader membeli aset dalam jumlah banyak dan memaksa short sellers menyerah melakukan short selling. Alhasil,short sellers diliputi rasa Fear of Missing Out (FOMO) dengan ikut berburu-buru menjual asetnya daripada buntung. Sobat Cuan pasti ingat dengan kejadian saham Game Stop pada awal tahun ini, bukan?

    Saat melakukan short selling, kamu harus mewaspadai kondisi ini dengan membuat perhitungan yang jitu dan akurat. Tidak ada cara yang paling tepat untuk menghindari jebakan lonjakan harga mengingat psikologis trader di pasar sama dinamisnya dengan pasar itu sendiri.

    Namun, disiplin dan akurasi juga perencanaan yang baik akan meminimalisir resiko tersebut.

    Baca juga: Apa Itu Sell in May and Go Away?

    Tips Jitu Short Selling 

    Sejalan dengan risiko terjebak short squeeze, praktik short selling memang memiliki potensi cuan yang menggiurkan. Kuncinya ialah dengan membuka penawaran dan permintaan dalam skema yang defensif mengingat fluktuasi pasarnya sudah cukup intimidatif.

    Nah, agar kamu selamat sentosa dalam menjalankan short selling, berikut adalah tips yang bisa kamu ikuti!

    1. Hindari Keramaian saat Short Selling

    Short selling adalah strategi melawan tren yang dibentuk oleh mekanisme pasar. Sobat Cuan mungkin memiliki keyakinan kuat bahwa pasar akan turun, namun keramaian dapat membuat keyakinanmu runtuh. 

    Makanya, hindari keramaian. Pasang bidding kamu pada posisi yang sepi. Jika sudah mulai ramai, kamu mungkin harus mencari strategi lain sebelum terjebak lonjakan harga. 

    2. Pilih Sektor Terlemah 

    Tips ini berlaku jika kamu mau short selling di pasar saham.

    Keruntuhan harga pada saham di sektor yang kuat mungkin memang menggiurkan untuk dibaca, namun tidak untuk dijadikan pertaruhanmu melawan pasar. Makanya, kamu perlu meminimalisir risiko dengan melakukan short selling pada sektor yang lemah. 

    3. Hindari Musim Uptrend 

    Short selling tidak disarankan saat pasar sedang hijau. Meski saham atau instrumen incaranmu tampaknya akan terus koreksi, trader lain yang sedang bergairah dapat berkerumun sewaktu-waktu dan membuat tebakanmu meleset.  

    Selain itu, kamu juga tidak disarankan untuk melakukan short selling pada pasar dengan volume rendah. Mengapa? Sebab, sebaiknya kamu melakukannya dengan tempo cepat yang mungkin tidak akan tercapai jika penawaran sedang sepi. 

    4. Merendah untuk Menang 

    Kamu bisa ikuti nasihat bijak “merendah untuk menang” agar tidak terjebak saat melakukan short selling.

    Ambil posisi saat indeks utama sedang berfluktuasi. Konflik ini memicu sinyal jual dari divergensi bearish. Kamu juga harus waspada untuk keluar dari sana secepatnya jika grafik berubah arah agar kerugianmu terkendali. 

    Baca juga: Mau Menabung Aset Kripto? Yuk, Kenalan dengan Konsep Liquidity Pools!

    5. Hindari Saham yang Kerap jadi Buah Bibir 

    Trader suka sekali bermain aset yang sedang hangat diperbincangkan media. Aset seperti ini bereaksi cepat sehingga trader mengira sedang menemukan sumber uang dari fluktuasinya. Namun, aset seperti ini kurang cocok bahkan beresiko tinggi untuk short seller. 

    Baca juga: Simak Cara Panen Cuan dari Mahar dan Hadiah Pernikahan di Sini!

    6. Tips Short Selling Paling Penting – Proteksi Kerugianmu 

    Kamu harus tahu kapan harus berhenti saat tren berbalik arah. Strategi untuk memproteksi kerugian juga harus memperhitungkan di level mana kamu bisa impas. Makanya, berhentilah short selling sebelum harga aset bergerak menuju titik impas itu. 

    Namun, kamu juga bisa memproteksi kerugianmu dengan melakukan diversifikasi aset. Trading memang bikin kamu mendulang cuan luar biasa — kalau jitu. Namun, potensi ruginya pun terbilang kencang.

    Dengan diversifikasi, kamu bisa menebar risiko trading ke beberapa aset investasi lain. Selain itu, banyak sekali manfaat diversifikasi yang lain, yang bisa kamu baca di artikel ini.

    Kalau Sobat Cuan mau diversifikasi aset, mending kamu lakukan hal tersebut di Pluang! Sebab, kamu bisa berinvestasi emas, indeks S&P 500, aset kripto, dan reksa dana hanya dalam satu aplikasi saja! Yuk, download Pluang di sini!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Investopedia, Coinmarketcap, Glintz



    Sumber : pluang.com

  • Simak 6 Cara Tahan Godaan Nafsu Belanja dari Lihat Postingan Media Sosial!

    Lihat Sisca Kohl makan durian musang king atau strawberry impor seharga jutaan rupiah, atau sahabatmu memborong BTS Meals dari waralaba makanan cepat saji mungkin menggoda.

    Bukan cuma Sisca, belakangan ini jagat maya sedang dihebohkan oleh ulah tiktokers bernama Lita yang menghabiskan Rp164 juta untuk makan malam di resto mewah. Tentu saja jumlah itu sangat fantastis, melebihi harga mobil Low Cost Green Car (LCGC) di Jakarta.

    Unggahan seperti itu memang terlihat menarik ya, Sobat Cuan. Tapi, jangan sampai godaannya merusak perencanaan keuangan kamu yang sudah matang ya, Sobat Cuan!

    Betul, Sobat Cuan. Ternyata ada lho, keterkaitan antara frekuensi seringnya kamu menonton pamer harta di media sosial dengan konsistensi perencanaan keuanganmu.

    Godaan di sosial media yang datang dari influencer, atau bahkan dari orang sekitarmu yang mereka unggah lewat akunnya, sangat berpengaruh pada pola konsumsimu.

    Sebenarnya, sah-sah saja bagi kamu untuk melihat unggahan media sosial yang berisikan pamer harta. Asalkan, kamu memang tahan godaan untuk tidak mengikuti apa yang mereka lakukan. Apalagi, jika keuanganmu lagi cekak.

    Nah, keterkaitan antara media sosial dan perilaku konsumsi bisa kamu baca dari hasil survey di bawah ini!

    Pengaruhi Gaya Hidup

    Media sosial memang tempatnya pamer. Jadi tidak salah jika para influencer berupaya membuat sensasi dengan memamerkan apa saja termasuk daya belinya yang membuat kelas menengah elus dada. Masalahnya, seberapa jauh sih kamu berpotensi terpengaruh?

    Lembaga penelitian Charles Schwab di tahun 2019 mengungkap bahwa 49% milenial dan 43% Gen Z berbelanja lebih banyak dari kemampuan kantongnya akibat sosial media. Sementara itu, survei yang dilakukan oleh Allianz Insurance menyebutkan bahwa 57% milenial berbelanja di luar rencana gara-gara media sosial.

    Mengapa media sosial begitu mempengaruhi perilaku konsumsi anak muda? Sebanyak 90% responden menjawab, media sosial cenderung membuat mereka membandingkan hidupnya dengan gaya hidup jadi lebih mudah. Karena itu, 82% pengguna sosial media cenderung mem-posting lagi barang yang dibelinya gara-gara lapar mata.

    Bukan cuma influencer dengan pengikut jutaan, seringkali kamu juga terpengaruh oleh gaya hidup persona yang dibuat oleh temanmu. Selain itu, media sosial juga kerap menampilkan iklan yang terpersonalisasi berdasarkan algoritma dari kebiasaanmu di internet.

    Iklan itu memang dibuat sedemikian rupa agar tepat sasaran kepadamu. Berat juga ya cobaan hidup warganet. Jangan sampai perencanaan keuangan kamu buyar gara-gara Fear of Missing Out saja, ya.

    Sekarang, yang perlu kamu perhatikan adalah cara memitigasi dampak buruk media sosial terhadap keuanganmu. Simak caranya di bawah ini!

    Perencanaan Keuangan Adalah Kunci Tahan Iman dari Media Sosial

    Meski tergoda, kamu harus bisa memikirkan kebutuhan jangka panjang dan prioritas berbelanja. Kamu mungkin tidak bisa memutus ketergantunganmu pada sosial media di era sekarang ini, tapi kamu masih bisa kok menekan efek buruknya buat keuangan kamu.

    1. Tentukan Bajetmu Sesuai Perencanaan Keuangan

    Media sosial memang cenderung membuatmu belanja berlebihan, tapi kamu harus sudah punya takaran bajet pengeluaran untuk berbelanja. Cara ini akan membuatmu tetap pada rencana dan mengurangi belanja tidak perlu akibat lapar mata lho, Sobar Cuan.

    Bajet yang baik tidak selalu bajet yang ketat. Kamu harus punya bajet untuk kebutuhan sehari-hari, beberapa barang yang kamu inginkan, dan pengalaman yang ingin kamu rasakan dalam waktu dekat. Tapi, di saat yang bersamaan, juga harus memperhitungkan tujuan finansial jangka panjangmu.

    Kamu masih bisa bersenang-senang dalam bajet yang terukur, kok!

    Baca juga: Mau Tekan Nafsu Belanja? Yuk, Coba Tantangan Nabung 30 Days Challenge!

    2. Unfollow Akun-Akun Brand

    Jika kamu jeli memperhatikan, iklan di media sosialmu akan berubah seiring dengan akun apa saja yang kamu ikuti. Ini disebabkan iklan di media sosial didistribusikan berdasarkan algoritma dari perilakumu di internet, termasuk mengikuti akun brand tertentu.

    Saat kamu mengikuti akun media sosial sebuah brand, kamu jadi teridentifikasi sebagai target pasar brand serupa yang sedang beriklan. Akibatnya, timeline medsos kamu jadi penuh dengan iklan yang berseliweran dan menggoda untuk kamu beli.

    Selain itu, beberapa influencer atau blogger yang kamu ikuti juga biasanya di-endorse oleh brand untuk mempengaruhi pengikutnya membeli barang tersebut. Mereka biasanya memberi tautan kepada produk yang meng-endorse mereka dan mereka menerima bayaran sebagai imbal baliknya.

    Kamu bisa mencoba trik lain dibanding mengikuti akun media sosial sebuah brand, yakni dengan mencatat tautan ke websitenya dalam google docs. Cara ini akan membuat media sosialmu lebih aman dari bombardir iklan produk.

    3. Tentukan Batas Screen Time

    Pada sistem operasional smartphone yang lebih canggih, kamu bisa memilih opsi untuk membatasi screen time sebuah sosial media. Opsi ini akan membuatmu menghabiskan lebih sedikit waktu berselancar dalam persona orang lain dan tergoda untuk menghabiskan uangmu guna mengikuti gaya hidup mereka.

    Jika gawaimu tidak memiliki opsi ini, kamu bisa mengunggah aplikasi Forest: Stay Focus App. Aplikasi ini akan membatasi screen time kamu dengan memberi peringatan berupa pohon yang akan mati jika kamu melewati komitmen screen time.

    4. Log Out Media Sosial

    Media Sosial suka membuat kamu salah fokus menghabiskan waktu berselancar. Padahal, niat awalnya kamu ingin membuat sambungan telepon dengan orang tua atau mengabari orang terdekat.

    Kamu bisa mencoba trik log out. Caranya adalah dengan keluar dari aplikasi media sosial tiap kali selesai digunakan. Jadi, kamu harus log in kembali tiap kali akan mengakses akun media sosialmu. Cara ini bisa efektif mengurangi adiksi kamu sama sosial media dan tetap fokus pada perencanaan keuangan yang sehat.

    Baca juga: Viral di Media Sosial, Investor Pemula Terlilit Utang Buat Beli Saham

    5. Kurasi Timeline Kamu

    Media sosial berisikan persona dari penggunanya, artinya akun teman dekatmu tidak selalu menampilkan kepribadian aslinya yang membuatmu nyaman berteman dengannya.

    Meskipun dekat di dunia nyata, belum tentu kamu bisa dekat dan nyaman dengan personanya di sosial media.

    Hal ini juga berlaku untuk orang-orang lain yang kamu kenal di dunia nyata. Saat kamu merasa cemburu ketika teman sekolahmu membeli rumah baru atau mobil mewah dan mengunggahnya, yang kamu cemburui adalah personanya.

    Jadi, saat kamu merasa terganggu dengan persona seseorang di sosial media, tidak perlu merasa bersalah untuk mute atau hide akunnya. Pilih saja akun yang lebih sesuai dengan hobi atau ketertarikanmu untuk muncul di timeline, serta hal-hal yang lebih tidak menguras emosi.

    Hal ini akan membuat timeline kamu lebih terkurasi sehingga psikismu terjaga. Kamu jadi meminimalisir belanja sebagai retail therapy atau impulsif membeli karena pengaruh persona orang di sosial media.

    Konsep ini juga berlaku untukmu ya, Sobat Cuan. Jika temanmu jarang berinteraksi denganmu via sosial media atau bahkan meng-unfollow akunmu, kamu tidak perlu bereaksi berlebihan.

    Semua orang berhak mengkurasi timeline-nya dan memilih persona seperti apa yang akan memengaruhinya lewat dunia maya. Menentukan dan mengeksekusi perencanaan keuangan tentu lebih utama ketimbang baper di sosial media akibat timeline yang tidak terkurasi.

    6. Alihkan Perhatianmu dari Media Sosial

    Media sosial bisa bertindak seperti racun. Kamu akan selalu tergerak untuk membukanya kapan saja kalau lagi bosan, dan ujung-ujungnya mungkin bikin kamu berbelanja.

    Nah, daripada punya kantong kering, mending kamu alihkan saja perhatianmu ke kegiatan lainnya. Misalnya, membaca buku, mendengarkan musik, atau bahkan berolahraga.

    Atau, daripada habiskan waktu ber-sosmed dan bikin kamu ngiler belanja, kenapa tidak coba alihkan pikiran untuk lebih ngiler dengan cuan? Sehingga, daripada buka medsos, lebih baik kamu buka saja aplikasi Pluang untuk berinvestasi emas, S&P 500, Bitcoin, Ethereum, dan reksa dana dalam satu genggaman saja.

    Pilih mana? Keluar uang untuk berbelanja? Atau keluar uang untuk dapatkan uang lebih banyak lagi di masa depan?

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!



    Sumber : pluang.com

  • Sobat Cuan, Simak Yuk Tips Memilih Reksadana yang Tepat!

    Reksadana merupakan salah satu opsi instrumen investasi yang relatif aman serta mudah. Hanya tinggal ongkang-ongkang kaki, kamu sudah bisa mendapatkan cuan yang oke.

    Namun tentunya, keamanan bukan satu-satunya yang harus dipertimbangkan dalam berinvestasi. Sebab, cuan reksadanamu mungkin bisa berkembang asal kamu punya strategi serta memilih produk reksadana yang tepat. Namun, bagaimana cara tips memilih produk reksadana tersebut?

    Tak usah bingung, Sobat Cuan! Berikut adalah tips bagimu dalam memilih reksadana agar cuanmu maksimal!

    1. Tentukan Tujuan dan Selera Risiko Kamu

    Menurut data Otoritas Jasa Keuangan, hingga Juli 2020 terdapat 3926 produk reksadana di Indonesia. Dari produk sebanyak itu, bagaimana memilihnya? Nah, langkah awal sebelum memutuskan produk reksadana yang akan kamu pilih adalah dengan menentukan dulu tujuan investasimu!

    Biasanya, investor menggunakan reksadana untuk menginvestasikan dana jangka panjangnya seperti simpanan hari tua atau dana pendidikan anak. Jika kamu menginvestasikan dana pendidikan, artinya dana tersebut tidak akan mengendap selama dana simpanan hari tua.

    Idealnya, dana yang kamu investasikan di reksadana adalah dana yang baru akan kamu butuhkan setidaknya lima tahun mendatang. Namun, tentu saja, kamu bisa memilih produk reksadana dengan jangka waktu yang lebih singkat kalau memang tujuan investasimu harus dicapai dalam waktu singkat.

    Selain itu, kamu juga harus tau selera risikomu sendiri. Misalnya, dengan mengukur seberapa besar kamu bisa mentoleransi fluktuasi harga? Atau jika sewaktu-waktu kinerja reksadanamu stagnan? Nah, memahami selera risiko akan membantumu memilih jenis reksadana mana yang lebih tepat untukmu.

    Baca juga: Mau Tekan Nafsu Belanja? Yuk, Coba Tantangan Nabung 30 Days Challenge!

    2. Jenis Reksadana dan Gaya Investasimu

    Di Indonesia, reksadana tersedia dalam jenis yang sangat variatif dari segi penempatan dana, risiko, hingga akad jual belinya. Namun di sisi lain, tiap jenis reksadana punya kelebihan dan kekurangannya sendiri bagi dirimu. Makanya, kamu perlu mencocokkan produk reksadana yang kamu sasar dengan profil risikomu.

    Jika kamu memiliki selera risiko konvensional, kamu mungkin akan menyukai reksadana pendapatan tetap, di mana kapitalmu akan bertambah dari kupon dan yield yang konsisten. Bukan berarti reksadana ini tanpa risiko, ya, hanya saja reksadana ini relatif lebih stabil dibanding lainnya.

    Nah, kalau kamu adalah tipe investor yang senang tantangan, kamu mungkin bisa menempatkan danamu di reksadana saham. Reksadana saham bisa berjaya jika pasar sedang baik lewat capital gain meski volatilitasnya lebih tinggi.

    Tapi, kalau sifat kamu berada di antara keduanya, kamu bisa memilih reksadana campuran. Jenis reksadana ini bisa meminimalisasi resiko dari reksadana saham dan pendapatan tetap.

    Reksadana ini mengkomparasikan keduanya dalam penempatan dana sehingga kamu tetap bisa cuan saat market loyo ataupun saat bunga surat utang sedang rendah.

    Baca juga: Apa Alasan Kamu Perlu Investasi Reksadana? Yuk, Simak di Sini!

    3. Kenali Manajer Investasimu

    Peran Manajer Investasi (MI) dalam pengelolaan reksadana sangat penting sebab mereka akan mewakilimu mengambil keputusan finansial tentang pengelolaan danamu. Jangan ragu untuk memilah-milih dengan cermat MI dari berbagai produk reksadana sebelum mulai berinvestasi.

    Caranya, kamu bisa mulai mempelajari MI lewat prospektus tiap produk. Di sana, akan ada rekam jejak kinerja reksadana sebelumnya.

    Selain itu, pastikan bahwa MI bisa memenuhi ekspektasimu mengenai kinerja investasi yang tercermin dalam prospektus. Meskipun, belum tentu produk yang prospektusnya merah akan mengulangi rekam jejaknya di masa depan.

    Tak hanya itu, mengukur kredibitlitas dan kinerja MI juga bisa dilihat dari nilai aset kelolaan, atau disebut Asset Under Management (AUM). Namun AUM bukan satu-satunya tolok ukur, sebab kamu juga perlu melihat volatilitas produk tersebut.

    Meski dikelola oleh MI yang kredibel, jika volatilitasnya tidak sesuai dengan selera risikomu, reksadana yang kamu pilih mungkin akan jadi masalah di masa depan.

    4. Fee dan Biaya Tambahan

    MI membiayai perusahannya dari biaya (fee) yang dikenakan kepada kamu sebagai nasabah. Untuk itu, kamu perlu memastikan berapa fee yang akan dikenakan dan kapan akan ditagihkan padamu.

    Beberapa MI mengenakan fee di depan. Namun, ada pula yang mengenakannya saat kamu melepaskan unit reksadanamu. Mekanisme fee ini bisa bermacam-macam tergantung produk dan kebijakan MI.

    Namun, secara garis besar, kamu perlu memperhatikan berapa rasio pengeluaran manajemen agar kamu bisa membaca seberapa besar biaya yang dibebankan padamu. Biaya ini bisa saja dikenakan dengan metode selain fee berupa biaya tambahan.

    Semakin besar rasionya, semakin kecil pula cuan investasimu karena terpotong biaya tersebut. Hanya saja, MI dengan rasio pengeluaran besar tidak selalu identik dengan produk reksadana yang paling bersaing. Jadi, teliti sebelum membeli ya, Sobat Cuan!

    5. Strategi Investasi Aktif atau Pasif? Kamu yang Pilih

    Kamu bisa memilih reksadana konvensional yang cukup berisiko namun berpotensi cuan besar seperti reksadana saham. Reksadana ini cocok digunakan jika kamu ingin mengendapkan dana jangka panjang. Danamu akan diinvestasikan sebanyak 80% di pasar modal sehingga kinerjanya sangat terpengaruh pada kinerja pasar modal.

    Hanya saja, jika selera resikomu relatif konvensional, kamu bisa memilih reksadana pendapatan tetap dimana danamu diinvestasikan pada surat utang. Reksadana ini sangat minim resiko dengan fluktuasi yang rendah. Selain itu, reksadana ini cocok jika investasimu berjangka menengah.

    Ketiga jenis yang disebutkan di atas adalah reksadana dengan strategi investasi aktif. Sementara itu ada pula produk reksadana yang mengelola investasinya secara pasif. Apakah itu?

    Nah, imumnya reksadana semacam ini menggunakan strategi dengan menduplikasi kinerja satu kumpulan kinerja aset yang dibobotkan alias indeks. Hal ini berlaku bagi indeks baik di pasar saham maupun obligasi.

    Kamu juga bisa memilih reksadana syariah yang dikelola sesuai prinsip syariah. Selain itu, saat ini sudah ada reksadana yang khusus membiayai sektor riil dan infrastruktur seperti Reksadana Penyertaan Terbatas (RDPT) dan Efek Beragun Aset (EBA).

    Baca juga: Anti Pompom, Ini Alasan Reksadana Saham Lebih Aman bagi Sobat Cuan!

    6. Size Besar Bisa Pengaruhi Kinerja

    Nilai Aktiva Bersih (NAB) suatu reksadana tidak selalu mencerminkan kinerjanya di masa depan. Bisa saja, NAB yang kecil tumbuh lebih cepat, atau malah NAB besar lebih menguntungkan.

    Namun terkadang, reksadana yang sudah sangat tua dan populer memiliki nilai NAB yang terlalu besar sehingga pertumbuhannya tidak cepat lagi. Akibatnya, cuanmu jadi tipis dan sulit berkembang.

    Nah, dalam hal ini, kamu perlu mempelajari dengan baik produk reksadana agar tidak salah pilih, ya!

    Namun, kalau kamu bingung mau pilih reksadana, Pluang selalu ada buat kamu, kok! Sebab, kamu bisa berinvestasi reksadana pasar uang dan pendapatan tetap dengan praktis dan mulai dari Rp15.000 saja!

    Yuk, investasi reksadana di Pluang sekarang!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!



    Sumber : pluang.com

  • Simak 3 Alasan Kenapa Investor Pemula Harus Masuk ke Indeks SP 500

    Bagi beberapa investor pemula, investasi di pasar saham adalah momok yang menakutkan. Pasalnya, ada banyak hal yang harus diperhatikan, mulai dari sentimen pasar, fundamental perusahaan, dan segala faktor lainnya yang membuat harga saham bergerak volatil.

    Tetapi, lain halnya dengan investasi di indeks S&P 500. Indeks saham yang berisi perusahaan dunia beraset jumbo itu adalah tempat yang baik untuk bisa menghasilkan cuan, khususnya bagi Sobat Cuan yang berstatus investor pemula. Mengapa demikian?

    Penjelasan Singkat Indeks S&P 500

    Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya Sobat Cuan mengenal S&P 500 secara singkat, padat, dan jelas.

    Indeks S&P 500 sendiri adalah indeks saham yang dihuni oleh 505 perusahaan berkapitalisasi jumbo yang berada di Amerika Serikat (AS). Saham-saham seperti Google, Facebok, Amazon, dan raksasa perusahaan dunia lainnya yang ada di dalam indeks S&P 500.

    Karena berisi perusahaan-perusahaan yang top, tak heran jika penghuni indeks ini mewakili sekitar 80% kapitalisasi pasar Amerika Serikat. Atau, segala dinamika yang terjadi di indeks ini akan berpengaruh signifikan ke pasar saham AS.

    Selain itu, tidak sembarang perusahaan bisa masuk ke dalam Indeks S&P 500. ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh mereka, mulai dari kapitalisasi pasar minimal US$9,9 miliar, berhasil mencetak laba selama empat kuartal terakhir atau paling tidak di kuartal keempat setiap tahunnya, dan deretan syarat yang tidak mudah lainnya.

    Sehingga, tak heran jika banyak yang beranggapan bahwa berinvestasi di indeks S&P 500 sama dengan berinvestasi di aset yang berkualitas. Kondisi ini tercermin dari pesatnya laju nilai indeks S&P 500 setiap waktunya.

    Indeks S&P 500 pertama kali menembus level 1.000 pada 1998 silam. Dibutuhkan waktu 16 tahun lamanya sampai akhirnya indeks saham bonafide AS itu menembus level 2.000 di tahun 2014.

    Namun, apakah S&P 500 membutuhkan waktu 16 tahun lagi demi mengeret nilainya dari 2.000 ke 3.000? Jawabannya adalah tidak. Malahan, jangka waktunya kian cepat.

    Sebab, S&P 500 hanya membutuhkan waktu lima tahun saja untuk mencapai posisi 3.000 di 2019. Kemudian, ia hanya butuh kurang dari dua tahun untuk mencapai posisi 4.000, tepatnya pada April 2021 silam.

    Tokcernya kinerja indeks S&P 500 pun bikin begawan saham Warren Buffett turut berkomentar. Menurutnya, cara tepat masyarakat agar menjadi kaya adalah dengan berinvestasi di indeks S&P 500, seperti yang dijelaskan di artikel ini.

    Alasan Singkat Mengapa Pemula Perlu Investasi Indeks S&P 500

    Sobat Cuan para investor pemula perlu memahami bahwa pergerakan saham tiap perusahaan memang tidak bisa diprediksi secara pasti. Kadang saham A berkinerja baik, namun keesokan harinya, malah saham B yang berkinerja mumpuni.

    Hal tersebut tentu akan membuat kamu kesulitan dalam memilih saham jagoan dalam berinvestasi. Apalagi bagi pemula, hal itu bisa bikin kamu keder duluan sebelum nyemplung ke investasi.

    Namun, hal serupa tidak akan kamu temukan dalam berinvestasi di indeks S&P 500. Sebab, ketika Sobat Cuan berinvestasi dalam indeks, kamu tidak perlu repot-repot mengkaji performa masing-masing saham yang terdapat di dalamnya.

    Asal tahu saja, indeks saham terdiri dari beragam saham lintas sektor, sehingga secara tidak langsung kamu mempraktikkan ilmu diversifikasi investasi. Indeks S&P 500 sendiri terdiri dari perusahaan yang berlatar belakang 11 sektor berbeda, di mana penjelasan utamanya bisa kamu temukan di artikel ini.

    Sementara itu, diversifikasi sendiri adalah hal esensial yang perlu dilakukan oleh investor pemula. Ini lantaran kegiatan tersebut bisa melindungi portofolio investasimu dari risiko-risiko investasi yang beragam.

    Nah, pentingnya diversifikasi investasi juga bisa kamu baca selengkapnya di artikel berikut!

    Baca juga: Investasi S&P 500 Bisa Bikin Kamu Sultan Lho, Simak 3 Alasannya!

    Alasan Lain Investasi Indeks S&P 500 Cocok Bagi Pemula

    Sudah asetnya berkualitas, imbal hasilnya cuan banget, dan menyediakan sarana diversifikasi yang efektif, mungkin kamu berpikir bahwa manfaat indeks S&P 500 hanya itu saja, bukan?

    Wah, jangan salah Sobat Cuan! Masih banyak lagi lho, manfaat investasi S&P 500 buat investor pemula. Apa sajakah manfaat-manfaat tersebut?

    1. Tidak Perlu Repot Riset

    Dalam investasi, tidak ada yang namanya bebas risiko. Begitu juga dengan investasi di indeks S&P 500. Tetapi, kamu bisa mengelolanya lebih mudah tanpa harus memantau pergerakan satu persatu saham jika masuk ke S&P 500.

    Karena ketika satu saham sedang bergejolak, mungkin saja ada saham lain yang sedang mengalami reli harga hingga mencapai belasan persen. Ditambah, S&P 500 merupakan indeks saham yang diakui dunia sebagai salah satu representasi dari pasar saham keseluruhan.

    Soal imbal hasil tidak perlu diragukan lagi. Secara historis, rata-rata tingkat pengembalian tahunannya mencapai 10% sejak didirikan. Bikin ngiler ya, Sobat Cuan!

    2. Bisa Pulih dengan Cepat Setelah Terjadi Gejolak

    Saat pasar sedang bergejolak, indeks S&P 500 dipercaya mampu lebih cepat pulih dibanding indeks saham lainnya.

    Hal itu juga sudah dibuktikan secara historis bahwa indeks saham ini mampu bertahan dan terus melanjutkan kenaikannya ketika dunia  sedang bergejolak.

    Seperti terjadinya The dot com-bubble yang terjadi di Amerika Serikat (AS) yang akhirnya menyebabkan ekuitas perusahaan teknologi melesat liar. Penjelasan tentang dotcom bubble bisa kamu baca di sini ya, Sobat Cuan!

    Tak hanya itu, indeks S&P 500 juga tahan dari resesi hebat yang sempat mendera dunia dan beberapa kejadian luar biasa lainnya selama 20 tahun terakhir. Hasilnya, indeks S&P 500 justru terus naik hingga 165,8% dalam kurun waktu tersebut.

    3. Investasi yang Terjangkau

    Indeks S&P 500 yang dihuni oleh saham-saham pilihan dan mendunia membuat Sobat Cuan seakan memiliki manajer investasi ketika masuk ke dalamnya.

    Ya, karena perusahaan yang ada di dalam S&P 500 sendiri adalah perusahaan yang memang sudah baik secara fundamental maupun secara historisnya. Bahkan, beberapa diantaranya adalah perusahaan yang legendaris.

    Bayangkan, kalau kamu mau berinvestasi di masing-masing 500 saham perusahaan S&P 500, berapa besar modal yang perlu kamu keluarkan? Nah, di indeks S&P 500, semuanya sudah terkumpul menjadi satu, sehingga sobat cuan hanya perlu masuk dan menunggu cuan yang diberikan.

    Tetapi tetap waspada dengan sentimen dan faktor eksternal lainnya, ya! Karena sekali lagi, tidak ada investasi yang tidak berisiko.

    Nah, sekarang, kamu tak perlu lelah pergi ke AS hanya untuk berinvestasi indeks S&P 500. Sebab, kamu bisa melakukannya di Pluang! Kamu bisa berinvestasi di micro e-mini S&P 500 futures index hanya dalam satu genggaman saja. Yuk, investasi di Pluang S&P 500!

    Baca juga: Mau Jadi Kaya dengan Rebahan di Masa Tua? Yuk, Investasi di S&P 500!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!



    Sumber : pluang.com

  • Masih Belum Paham Beda DeFi vs CeFi? Yuk, Belajar di Artikel Ini!

    Apa Kelebihan dan Kekurangan CeFi vs DeFi?

    Untuk mengkaji lebih dalam CeFi vs DeFi, yuk kita tengok masing-masing keunggulan dan kekurangan dua sistem keuangan ini!

    1. Keunggulan dan Kekurangan CeFi

    Sistem terpusat menyuguhkan fleksibilitas konversi antar mata uang. Baik uang fiat maupun uang kripto dapat dikonversi dengan mudah lewat skema ini.

    Sistem ini diklaim lebih adil sebab pesanan dan penjualan dilakukan terpusat. Pengguna CeFi adalah subjek dari aturan yang dibuat central exchange, sehingga baik penjual maupun membeli mematuhi hukum yang sama saat bertransaksi.

    Sistem juga menyediakan pihak ketiga dan lembaga kliring yang menjamin integritas tiap transaksi layaknya di pasar modal konvensional.

    Tak hanya itu, CeFi juga memungkinkanmu untuk melakukan trading antar mata uang kripto dari mulai Litecoin, Bitcoin, hingga XRP. Namun, meski banyak manfaat, sistem ini pun punya segudang kekurangan.

    Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Central Exchange akan meminta data-datamu. Sayangnya, sistem Central Exchange sangat rentan diretas. Meski memang, keberadaannya membuat transaksimu lebih fleksibel, utamanya kalau kamu mau membeli kripto dengan uang fiat.

    Selain itu, kekurangan penggunaan CeFi lainnya adalah banyaknya biaya-biaya transaksi dan admin yang perlu kamu keluarkan.

    2. Keunggulan dan Kekurangan DeFi

    Sementara itu, DeFi memungkinkan kamu untuk memiliki kendali penuh atas aset kripto milikmu sendiri.

    Selain itu, kamu tidak perlu otorisasi pihak ketiga dalam transaksimu, yang kamu butuhkan adalah tata aturan yang diterjemahkan dalam algoritma smart contract-mu. Protokol itu akan mengeksekusi transaksimu jika pihak kedua memenuhi semua prasyarat dalam protokol yang sudah kamu buat. Saat itu terjadi, perintah tidak dapat diralat transaksimu pasti tereksekusi.

    Artinya, kamu tak perlu membayar biaya admin dan biaya transaksi yang dibayar ke lembaga intermediaries tersebut. Selain itu, segala transaksi pun dijalankan secara transparan, sehingga sistem DeFi minim penyalahgunaan yang parah.

    Lebih lanjut, karena sistem DeFi berlangsung di dApps, dan aplikasi-aplikasi DeFi sendiri terus berevolusi antar waktu, maka layanan jasa keuangan di Decentralized Finance terbilang lebih beragam dibanding sistem CeFi.

    Hanya saja kekurangan dari sistem DeFi adalah kompleksitas protokol smart contract, sehingga kamu tak bisa melakukan trading aset kripto atau membeli aset kripto langsung dengan uang fiat.

    Kesimpulan CeFi vs DeFi

    Intinya, perihal CeFi vs DeFi hanyalah masalah kepada siapa kamu akan mempercayakan pengelolaan aset kriptomu? Apakah kamu mau mempercayakan aset kriptomu ke lembaga terpusat? Atau justru mempercayakannya ke teknologi smart contract?

    Perbedaan paling mendasar dari CeFi dan DeFi adalah kepada siapa kamu sebagai penggunanya lebih bisa memercayakan pengelolaan asetmu? Jika CeFi masih digerakkan oleh otoritas manusia, DeFi dijalankan oleh teknologi berupa protokol smart contract.

    Kemudian, masalah CeFi vs DeFi juga berkaitan dengan kenyamanan kamu dalam memilih ekosistem keuangan.

    Di satu sisi, CeFi adalah sistem yang sudah mapan yang sudah digunakan di kegiatan keuangan konservatif selama bertahun-tahun. Hanya saja, jumlah variasi jasa keuangannya pun terbatas.

    Di sisi lain, DeFi menawarkan ekosistem yang terus berinovasi dengan cepat. Satu kapabilitas baru yang dikembangkan DeFi dapat segera tergantikan dengan kapabilitas lain yang tengah dikembangkan. Bukan tidak mungkin di masa depan transaksi antar block independen dimungkinkan untuk dilakukan dengan protokol juga.

    Jadi, siapa yang lebih pantas kamu percaya Sobat Cuan? DeFi atau CeFi?



    Sumber : pluang.com

  • Kinerjanya Lagi Disorot, Yuk Kenalan dengan Cyclical Stocks di SP 500!

    Tanda-tanda pemullhan ekonomi kini mulai terlihat di Amerika Serikat. Biasanya, ketika masa-masa seperti ini, investor pasar modal AS mulai melirik saham-saham siklikal, atau biasa disebut cyclical stocks, terutama dalam investasi di indeks S&P 500.

    Ya, investor memantau ketat saham-saham ini lantaran biasanya aktif merespons terhadap kebijakan atau data ekonomi anyar yang dikeluarkan oleh pemerintah. Apalagi, setelah data-data makroekonomi dirilis. Seperti yang terjadi belakangan ini.

    Pada pekan lalu, Departemen Ketenagakerjaan AS merilis data bahwa dunia usaha mampu menyerap 559.000 tenaga kerja baru pada Mei, atau melesat dibanding 388.000 di April.

    Sementara itu, pada pekan ini, Biro Statistik AS merilis data bahwa inflasi tahunan Mei berada di angka 5%, atau lebih kencang dibanding April sebesar 4,2%.

    Nah, karena momennya tepat, maka mengenal cyclical stocks di dalam indeks S&P 500 bisa memandumu dalam menggaet cuan yang lebih besar dalam investasi ini. Yuk, kita kenalan lebih jauh dengan cyclical stocks!

    Baca juga: Memahami Saham Growth Stocks dan Value Stocks di S&P 500. Apakah Itu?

    Apa Itu Cyclical Stocks?

    Secara sederhananya, cyclical stocks adalah saham-saham yang pergerakannya dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi.

    Saham – saham ini mengikuti semua perkembangan yang terjadi. Saat pertumbuhan ekonomi sedang agresif, biasanya pergerakannya juga akan positif.

    Namun, ketika ekonomi sedang buruk, kinerjanya sangat tergantung dengan langkah kebijakan yang akan dijalankan oleh pemerintah. Misalnya, keringanan pajak, stimulus moneter, dan lain-lainnya.

    Kemudian, saham-saham yang masuk dalam cyclical stocks biasanya adalah saham perusahaan yang memproduksi barang-barang non kebutuhan pokok. Mengapa demikian? Hal ini kembali lagi ke kinerja ekonomi suatu negara, Sobat Cuan.

    Kala ekonomi sedang berkembang, daya beli masyarakat pun sedang tokcer-tokcernya. Makanya, permintaan mereka akan barang-barang non-kebutuhan pokok pun juga akan melesat. Hal ini tentu akan mendongkrak kinerja keuangan perusahaan, dan ujungnya akan mempengaruhi kinerja saham-sahamnya.

    Sebaliknya, masyarakat akan menahan konsumsinya saat resesi atau pertumbuhan ekonomi sedang tiarap. Hasilnya, mereka akan lebih memfokuskan pengeluarannya ke barang kebutuhan pokok dibanding barang-barang lainnya.

    Alhasil, permintaan barang non kebutuhan akan melorot dan menyeret turun kinerja perusahaan-perusahaan yang memproduksi barang seperti demikian.

    Karakteristik Cyclical Stocks

    Di indeks S&P 500 sendiri, saham-saham seperti Nike dan Starbucks adalah saham-saham yang masuk dalam kategori cyclical stocks. Yakni, saham-saham berkategori consumer discretionary, yang merupakan satu dari 11 sektor di indeks S&P 500 seperti tertera di artikel ini.

    Cyclical stocks biasanya memiliki volatilitas harga yang sangat tinggi, seiring dengan sentimen yang diterimanya. Namun, investor percaya bahwa imbal hasil yang diberikannya juga bisa tinggi selama dalam periode pemulihan ekonomi.

    Ya, saham-saham ini bergerak naik dan turun seiring dengan siklus ekonomi. Sehingga, perihal timing menjadi hal yang utama saat memutuskan untuk masuk ke saham jenis ini.

    Kemudian, kinerja saham-saham jenis ini sangat sensitif dengan dua data makroekonomi yang menjadi katalis perbaikan ekonomi dan daya beli masyarakat. Yakni, inflasi dan data ketenagakerjaan. Nah, alasan mengapa data ini penting bisa kamu simak di artikel ini, ya!

    Dua data tersebut menjadi rujukan pasti bagi para investor dalam membuat keputusan investasinya di pasar saham. Sehingga, pantas rasanya jika begitu data tidak sesuai dengan ekspektasi atau justru berada di atas ekspektasi, pergerakan saham-saham sektor ini bisa liar.

    Baca juga: Apa Itu Saham Blue Chip?

    Lebih Baik Mana: Cyclical Stocks atau Saham Lainnya di Indeks S&P 500?

    Nah, kebalikan dari saham cyclical adalah saham defensif. Yakni, saham-saham yang diterbitkan oleh perusahaan produsen bahan pokok.

    Namun pertanyaannya, saham mana yang punya kinerja lebih baik?

    Sobat Cuan perlu paham bahwa masing-masing saham memilki peran masing-masing dalam meraup cuan. Karena ketika kondisi ekonomi sedang tidak menentu, saham-saham yang masuk dalam kategori defensif layak dikoleksi sebagai penyeimbang sekaligus lindung nilai terhadap kerugian yang timbul saat ekonomi melambat.

    Mengapa saham-saham ini bisa bertahan meski sedang mengalami perlambatan ekonomi? Ya, namanya barang pokok, pasti permintaannya akan selalu deras kapan pun. Sehingga, mau ekonomi sedang dalam sulit atau tidak, barang produksinya tetap menjadi buruan.

    Hanya saja, memang imbal hasil yang diberikan tidak seagresif saham cyclical. Beberapa contoh saham cyclical adalah seperti Ford, Netflix, Walt Disney dan beberapa bisnis yang sangat tergantung dengan siklus ekonomi lainnya.

    Baca juga: Apa Itu Cyclical Stock?

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Investopedia, Barrons



    Sumber : pluang.com

  • Tertarik HODL Aset Kripto? Simak 3 Strategi Jitunya di Sini!

    Sobat Cuan investor aset kripto pasti tahu volatilitas di pasar kripto akhir-akhir ini memang agak-agak ngeselin. Namun, jika kamu investor sejati, maka volatilitas adalah teman menuju cuan jangka panjang.

    Nah, salah satu “cara aman” dalam berdamai dengan volatilitas pasar, sekaligus mendapatkan cuan jangka panjang tersebut, adalah dengan melakukan strategi HODL alias menahan kepemilikan aset kripto kamu. Penjelasan tentang HODL sendiri bisa kamu baca di artikel ini ya, Sobat Cuan!

    Namun, layaknya strategi investasi lain, HODL pun memiliki tips dan triknya tersendiri, lho. Nah, Sobat Cuan mau jadi HODLers sukses? Yuk, simak tiga hal yang harus kamu pertimbangkan ketika memilih untuk berinvestasi dan HODL aset kripto jagoan kamu!

    Baca juga: Sudah Siap Cuan? Yuk Simak 3 Katalis Positif Harga ETH di Juni Berikut!

    Tiga Kiat dan Strategi HODL Paling Tokcer

    1. Memahami Teknologi Agar HODL Sukses

    Arsitektur terdesentralisasi dari teknologi blockchain adalah hal revolusioner, namun juga kompleks. Hal ini membawa serta risiko yang signifikan bagi mereka yang tidak sepenuhnya memahami fungsinya.

    Hal yang tampaknya sederhana seperti menyiapkan wallet (dompet digital) dan mengirim transaksi dapat menjadi malapetaka jika tidak dilakukan dengan benar.

    Makanya, sebelum membeli aset kripto, kamu harus menginvestasikan waktu untuk mempelajari seluk beluk teknologi blockchain. Hal ini mencakup sejarah, fungsionalitas, dan kekurangannya secara menyeluruh.

    Investor baru harus berusaha mempelajari tentang bursa utama, dompet, dan prosedur untuk penyimpanan yang aman. Mereka juga harus mempelajari arti di balik istilah umum seperti “proof of work” dan “block time”. Nah, kalau kamu belum paham istilah tersebut, yuk simak artikel ini!

    Lantas, apa pentingnya kamu mempelajari hal-hal tersebut? Seperti kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. Kalau kamu tak mengenal seluk beluk aset kriptomu, seperti teknologi hingga potensinya di masa depan, maka strategi HODL-mu bisa buyar. Alias, kamu akan gampang tergoda untuk mengikuti arus yang dilakukan trader dan investor lain.

    Pastikan kamu memang ingin HODL bukan karena cuan semata, tapi juga karena yakin dengan penggunaan masa depan aset kriptomu ya, Sobat Cuan!

    Baca juga: El Salvador Resmi Adopsi Bitcoin Sebagai ‘Uang’. Harga Bitcoin Bakal Naik?

    2. Pasang Sikap Skeptis dan Kewaspadaan dalam HODL

    Mengingat sifat revolusioner dari teknologi distributed ledger alias pencatatan transaksi, maka menjadi skeptis adalah suatu keharusan. Kamu tak boleh percaya begitu saja atas klaim tentang cuan mudah. Apalagi terkait platform exchange dan wallet yang memberikan janji-janji cuan yang berbunga-bunga.

    Asal kamu tahu, investor kripto penganut HODL paling sukses selama sepuluh tahun terakhir adalah mereka yang menghindari platform atau layanan yang sangat berisiko. Mereka hanya menambahkan portofolio aset kripto mereka secara teratur dan menyimpan password dengan aman di wallet mereka sendiri.

    Makanya, kamu perlu melakukan strategi HODL dilandasi pendekatan investasi yang konservatif dan wajar, ya!

    Baca juga: Ampun Om Elon! Sampai Kapan Pengaruh Elon Musk ke Harga Kripto Berakhir?

    3. Giat Menambah Wawasan Terbaru Soal Dunia Aset Kripto

    Ruang blockchain berkembang pesat secara teknis, hukum, dan sosial. Nah, karena perkembangannya yang kilat, maka semua pemegang aset harus secara rutin mengikuti berita dan perkembangan tanpa terkecuali. Misalnya, perubahan platform, pembaruan wallet, dan exchange datang dan pergi.

    Mengikuti perkembangan hukum dan peraturan juga sangat penting, karena pemerintah sekarang kian memantau aset blockchain. Beberapa negara bahkan meminta aset kripto untuk dilaporkan pada formulir pajak. Sementara yang lain berusaha menekan adopsi blockchain. Masalah-masalah ini sangat relevan bagi siapa saja yang memiliki investasi di aset kripto.

    Kemudian, apa pentingnya kamu memahami hal-hal di atas? Nah, perkembangan terbaru di aset kripto tentu akan membuatmu kian bijak dalam menentukan keputusan HODL.

    Pertanyaan-pertanyaan seperti “Sampai kapan kamu mau berniat HODL?” hingga “Berapa besar jumlah aset kripto yang perlu kamu HODL?” akan terjawab jika kamu mengetahui perkembangan aset kripto saat ini.

    Kesimpulan

    Secara umum, HODL memang strategi yang aman dalam berinvestasi aset kripto. Namun, sifatnya yang mudah bukan berarti bikin kamu juga bisa “berpuas diri”.

    Tetap bekali dirimu dengan pengetahuan-pengetahuan yang mumpuni demi memupuk rasa konsistensi dalam HODLing. Tidak ada investasi yang boleh dilakukan tanpa studi yang cermat dan bertumpu pada kedewasaan dan kewaspadaan diri.

    Nah, kalau kamu berniat HODL yang aman, yuk cobain Pluang Cuan! Hanya dengan menyimpan aset kriptomu di Pluang, kamu bisa mendapatkan imbal hasil hingga 3,5% per tahun dalam bentuk aset kripto! Cocok banget buat kamu yang menjunjung tinggi semangat HODL.

    Yuk, investasi di Pluang Cuan sekarang!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Bitcoinist



    Sumber : pluang.com