Author: 15

  • Prediksi ChatGPT Mengejutkan: XRP Bisa Jatuh Lagi ke $2,10

    Sementara Bitcoin (BTC) dan BNB mencetak rekor tertinggi baru sepanjang masa dalam sepekan terakhir, nasib XRP tampak berlawanan arah. Token asli Ripple itu justru tergelincir tajam dan kehilangan momentum yang sempat membawanya menjadi salah satu aset terbesar di pasar kripto.

    Dilaporkan Crypto Potato, kini muncul pertanyaan besar: apakah XRP akan terus anjlok di minggu depan? Menurut analisis dari ChatGPT, prospeknya tidak terlalu menggembirakan.

    XRP Kehilangan Posisi dan Momentum

    Penurunan XRP semakin nyata setelah token ini turun dari posisi ketiga ke peringkat kelima berdasarkan kapitalisasi pasar. Dalam tujuh hari terakhir saja, harga XRP anjlok lebih dari 21%, menghapus sebagian besar kenaikan yang diperoleh pada bulan September.

    Sementara BNB dan Bitcoin terus mencuri perhatian investor dan menyerap likuiditas dari aset “tertinggal”, XRP justru kehilangan daya tariknya. ChatGPT menilai bahwa indikator RSI harian XRP kini berada di zona netral hingga oversold, menandakan melemahnya momentum beli.

    Level Teknis yang Perlu Diperhatikan

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 12 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 12 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Whale Panik Jual XRP! Harga Jatuh ke $2,65, Awal Kejatuhan?

    ChatGPT mencatat bahwa XRP telah menembus dua support penting di level $2,70 dan $2,50. Jika tekanan jual berlanjut, support berikutnya berada di $2,20 dan $2,00 — dua area yang akan sangat menentukan arah harga selanjutnya.

    Untuk memulai reli baru, XRP harus menembus resistance $2,70, lalu melanjutkan ke $3,00–$3,10. Namun, ChatGPT menilai tren jangka pendek XRP kini cenderung bearish setelah beberapa minggu bergerak sideways.

    “Tren jangka pendek telah berubah sedikit menjadi bearish setelah beberapa minggu perdagangan datar,” tulis ChatGPT dalam analisanya.

    Prediksi ChatGPT: 50% Peluang Harga Turun Lagi

    Menurut model analisis ChatGPT, peluang terbesar XRP dalam seminggu ke depan adalah melanjutkan tren bearish dengan probabilitas 45%–50%. Dalam skenario ini, harga diperkirakan bisa turun secara bertahap menuju $2,10, mendekati dua area support utama.

    Skenario kedua — yaitu konsolidasi di antara $2,20–$2,70, memiliki peluang 30%–35%, sementara peluang rebound bullish di atas $3,00 hanya 20%–25%, dan itu pun bergantung pada kembalinya volume besar atau munculnya katalis positif baru dari pihak Ripple.

    Kesimpulan: Sinyal Bahaya untuk XRP Holder

    Dengan tekanan jual yang masih kuat dan dominasi pasar beralih ke Bitcoin dan BNB, XRP tampaknya belum siap untuk bangkit dalam waktu dekat. Para trader disarankan untuk mengamati level support $2,20 dan $2,00 dengan cermat, karena jika level ini jebol, XRP bisa menghadapi fase bearish yang lebih dalam lagi.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Bergejolak, Succinct (PROVE) Justru Naik 20%

    Pasar kripto kembali diramaikan oleh pergerakan mengejutkan dari Succinct (PROVE), salah satu aset digital yang fokus pada infrastruktur zero-knowledge proof (ZKP).

    Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat harga PROVE melonjak tajam sebesar +21.29%, menembus level $0.735 per token.

    Dengan kapitalisasi pasar mencapai $143.34 juta USD dan volume perdagangan yang sangat tinggi, yaitu sekitar $256.20 juta USD, Succinct kini menjadi sorotan para pelaku pasar yang mencari peluang di tengah kondisi kripto yang masih bergejolak.

    Kenaikan signifikan ini menandai momentum pemulihan bagi PROVE setelah sempat mengalami tekanan selama beberapa bulan terakhir.

    Dalam periode 60 hari terakhir, harga token ini tercatat turun lebih dari -48%, sementara secara bulanan masih melemah sekitar -21%.

    Namun, lonjakan harian lebih dari +20% mengindikasikan adanya potensi short-term reversal yang didorong oleh kombinasi faktor teknikal dan fundamental.

    Baca Juga: Apa Itu Zero-knowledge Proof dan Pengaruhnya Terhadap Blockchain?

    Kinerja Harga PROVE: Dari Tekanan ke Rebound

    Harga Succinct (PROVE) hari ini berada di kisaran $0.735097, naik tajam dari posisi harian sebelumnya di sekitar $0.61.

    Dalam 24 jam terakhir, aset ini bergerak cukup volatil dengan rentang harga antara $0.621 hingga $0.849, mencerminkan tingginya minat spekulatif pasar terhadap aset berbasis teknologi privasi ini.

    Meskipun masih jauh dari rekor tertingginya di $1.726, kenaikan harga baru-baru ini menunjukkan bahwa investor mulai kembali percaya terhadap prospek jangka menengah Succinct.

    Secara mingguan, harga PROVE hanya turun -2.72%, jauh lebih stabil dibanding performa bulan lalu.

    Faktor yang Mendorong Lonjakan Harga Succinct (PROVE)

    Beberapa faktor utama tampak memengaruhi pergerakan positif PROVE dalam 24 jam terakhir:

    1. Peningkatan Fokus pada Teknologi Zero-Knowledge Proof (ZKP)
      Succinct merupakan salah satu proyek yang mengembangkan infrastruktur proof-of-concept untuk efisiensi dan keamanan transaksi di blockchain. Ketika tren adopsi ZKP kembali meningkat — terutama di ekosistem Ethereum dan Layer-2 — proyek seperti PROVE mendapat keuntungan dari perhatian investor yang meningkat.
    2. Volume Perdagangan Meledak di Tengah Market Rebound
      Lonjakan volume perdagangan harian hingga $256 juta USD menunjukkan aktivitas pembelian besar-besaran dari pelaku pasar. Hal ini bisa menandakan masuknya pelaku institusional atau whales yang melihat harga PROVE telah mencapai level diskon setelah koreksi dalam beberapa bulan terakhir.
    3. Kondisi Makro Kripto yang Mulai Pulih
      Setelah tekanan dari kebijakan moneter AS dan ketidakpastian geopolitik yang menekan pasar kripto selama kuartal sebelumnya, aset digital mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Kenaikan Bitcoin di atas $110.000 dan Ethereum yang kembali mendekati $3.800 turut memperkuat sentimen positif di altcoin seperti PROVE.
    4. Sentimen Teknis: Potensi Reversal Jangka Pendek
      Secara teknikal, PROVE berhasil menembus level resistance minor di kisaran $0.70, yang kini berubah menjadi area support baru. Jika momentum beli terus meningkat, target jangka pendek berikutnya berada di sekitar $0.85–$0.90, sementara penurunan di bawah $0.68 dapat memicu aksi ambil untung kembali.
    Pergerakan harga Succinct (PROVE/USDT) pada Minggu, 12 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Succinct (PROVE/USDT) pada Minggu, 12 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Analisis Teknis: PROVE di Ambang Tren Bullish Baru

    Indikator RSI (Relative Strength Index) Succinct mulai menunjukkan sinyal positif, bergerak dari area oversold menuju zona netral di sekitar 55–60.

    Ini menandakan bahwa tekanan jual mulai berkurang, sementara tekanan beli terus meningkat.

    Volume yang melonjak dua kali lipat dari rata-rata harian juga menambah keyakinan bahwa reli kali ini memiliki dasar yang lebih kuat.

    Jika tren ini berlanjut selama beberapa hari ke depan, PROVE berpotensi membentuk pola bullish continuation yang dapat membawa harga mendekati area psikologis $1.

    Baca Juga: Pasar Kripto Bergejolak, Succinct (PROVE) Justru Naik 20%: Ini Alasannya!

    Kenaikan lebih dari +20% dalam sehari menjadi sinyal bahwa Succinct (PROVE) mulai keluar dari fase koreksi panjang.

    Dengan dukungan kuat dari tren teknologi Zero-Knowledge Proof, minat investor institusional yang meningkat, serta volume perdagangan yang melonjak drastis, PROVE berpeluang memasuki fase recovery rally dalam waktu dekat.

    Namun, volatilitas tetap menjadi faktor risiko utama. Investor disarankan memantau level support $0.68 dan resistance $0.85 untuk mengantisipasi pergerakan lanjutan.

    Jika momentum positif bertahan, Succinct bisa menjadi salah satu altcoin dengan performa paling impresif di kuartal akhir 2025.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Melesat! Ethereum Tembus $3.817, Bullish Kembali Mengudara

    Ethereum (ETH) kembali menunjukkan pergerakan positif setelah mencatat kenaikan tipis sebesar +0.84% dalam 24 jam terakhir, menempatkan harga di kisaran $3,817 per ETH.

    Aset kripto terbesar kedua di dunia ini kini memiliki kapitalisasi pasar sekitar $460,7 miliar USD, dengan volume perdagangan harian mencapai $52,18 miliar yang menandakan aktivitas pasar yang tetap kuat meski volatilitas global masih tinggi.

    Kenaikan harga ini memberikan angin segar bagi investor yang sempat tertekan oleh pelemahan harga Ethereum selama sebulan terakhir, di mana ETH turun hampir -16% dalam rentang 30 hari.

    Namun, data terbaru menunjukkan adanya potensi rebound yang mulai terbentuk di tengah optimisme terhadap perkembangan jaringan Ethereum dan prospek pasar kripto menjelang akhir tahun 2025.

    Baca Juga: Ethereum Rilis Kohaku, Peningkatan Privasi Terbaru untuk Wallet

    Kinerja Harga Ethereum: Stabilitas di Tengah Koreksi Global

    Dalam 24 jam terakhir, harga Ethereum bergerak di antara $3,652 hingga $3,860, menunjukkan rentang pergerakan yang relatif sempit dibandingkan volatilitas mingguan sebelumnya.

    Sementara itu, jika dibandingkan dengan kuartal lalu, ETH masih menunjukkan performa yang solid dengan kenaikan sekitar +25.79% dalam 90 hari, menandakan minat investor jangka panjang tetap kuat.

    Meskipun Ethereum sempat terkoreksi hingga -17.69% dalam dua bulan terakhir, analis menilai penurunan tersebut lebih bersifat technical adjustment setelah reli besar di awal 2025, ketika harga sempat mendekati level $4,953, yang menjadi rekor tertinggi sepanjang masa (ATH).

    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga ETH

    Beberapa faktor utama yang mendorong stabilitas dan potensi kenaikan harga Ethereum saat ini antara lain:

    1. Adopsi DeFi dan Layer-2 Semakin Luas
      Protokol Layer-2 seperti Arbitrum, Optimism, dan Base terus meningkatkan volume transaksi di atas jaringan Ethereum. Hal ini mendorong peningkatan network demand sekaligus memperkuat nilai fundamental ETH sebagai bahan bakar utama ekosistem DeFi global.
    2. Institusional Interest Masih Kuat
      Meski pasar kripto sempat terkoreksi, minat institusi terhadap Ethereum tetap tinggi. Banyak manajer aset mulai menambah eksposur pada ETH setelah ETF berbasis spot Bitcoin sukses besar di pasar AS dan Eropa, membuka peluang bagi ETF Ethereum dalam waktu dekat.
    3. Peningkatan Aktivitas Smart Contract dan NFT Utility
      Ethereum masih menjadi rumah bagi mayoritas proyek smart contract, dApps, dan koleksi NFT yang beralih ke utilitas nyata. Lonjakan aktivitas ini menambah tekanan positif pada harga gas, yang sering kali menjadi indikator pertumbuhan jaringan.
    4. Ekspektasi terhadap Pembaruan Protokol Selanjutnya
      Komunitas pengembang Ethereum terus menyiapkan peningkatan sistem (seperti Verkle Trees dan efisiensi biaya gas) yang diharapkan akan memperkuat daya saing jaringan dibanding blockchain baru seperti Solana atau Avalanche.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 12 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 12 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Analisis Teknis: ETH Bertahan di Level Psikologis $3,800

    Secara teknikal, level $3,800 menjadi area support penting yang saat ini diuji oleh pasar. Jika ETH berhasil menembus dan bertahan di atas $3,850, analis memperkirakan potensi kenaikan menuju $4,000 dalam jangka pendek.

    Namun, apabila tekanan jual meningkat akibat aksi ambil untung, area $3,650 akan menjadi level pertahanan berikutnya.

    Indikator RSI (Relative Strength Index) berada di kisaran 55–58, menandakan kondisi pasar yang masih netral menuju bullish momentum.

    Volume perdagangan yang besar juga menunjukkan bahwa investor masih aktif menunggu katalis positif berikutnya, baik dari sisi teknis maupun fundamental.

    Baca Juga: Prediksi Ethereum: Cowen Ramal Kapan Pucuk Siklus & Bear Market

    Meski pergerakan harga Ethereum saat ini masih relatif moderat, tren jangka menengahnya tetap menunjukkan sinyal penguatan.

    Dukungan dari ekosistem DeFi, adopsi institusional, dan pembaruan protokol yang terus berlanjut menjadikan ETH sebagai aset utama yang berpotensi memimpin fase bullish berikutnya di pasar kripto 2025.

    Dengan harga saat ini di sekitar $3,817, Ethereum menunjukkan kombinasi yang menarik antara stabilitas dan potensi pertumbuhan.

    Jika momentum ini berlanjut, ETH berpeluang kembali menantang level psikologis $4,000 untuk membuka jalan menuju rekor tertinggi barunya di tahun mendatang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kejutan Akhir Pekan, Radiant Capital (RDNT) Melonjak 92% Sehari!

    Aset kripto Radiant Capital (RDNT) mencuri perhatian investor setelah mengalami lonjakan harga spektakuler lebih dari +92% dalam 24 jam terakhir.

    Menurut catatan Tokocrypto pada Minggu (12/10), harga Radiant Capital kini berada di $0.027258 per token, dengan kapitalisasi pasar mencapai $35,22 juta USD dan volume perdagangan harian melonjak ke $371,08 juta USD.

    Lonjakan tajam ini menandai kebangkitan signifikan bagi proyek DeFi lintas-rantai tersebut, yang sebelumnya sempat bergerak datar dalam beberapa bulan terakhir.

    Kini, Radiant Capital menjadi salah satu aset dengan performa terbaik di pasar altcoin minggu ini.

    Baca Juga: Eksplorasi Lebih Mendalam Tentang Radiant Capital (RDNT)

    Performa Harga Radiant Capital Meningkat Drastis

    Dalam satu hari terakhir, RDNT mengalami kenaikan sebesar $0.012881, atau +91,15% dibanding harga sebelumnya.

    Kenaikan ini juga memperpanjang tren positif dalam sebulan terakhir yang mencatatkan pertumbuhan +24,01%, sementara dalam 90 hari terakhir, token ini masih menguat +4,94%.

    Secara teknikal, lonjakan harga RDNT ini mendorong token keluar dari fase konsolidasi panjang di bawah $0.02, dan kini mulai menargetkan area resistensi baru di kisaran $0.03–$0.035.

    Level tersebut akan menjadi area kunci untuk menentukan arah pergerakan berikutnya: apakah momentum bullish akan berlanjut, atau justru terjadi koreksi sehat setelah reli cepat.

    Faktor Utama yang Mendorong Kenaikan Harga RDNT

    Beberapa faktor penting diyakini menjadi pemicu utama lonjakan harga Radiant Capital:

    1. Peningkatan Aktivitas pada Ekosistem DeFi Lintas-Rantai

    Radiant Capital dikenal sebagai salah satu protokol pinjam-meminjam (lending protocol) yang beroperasi di beberapa jaringan blockchain utama seperti Arbitrum dan BNB Chain.

    Kenaikan aktivitas pinjaman dan likuiditas yang terkunci (TVL) dalam protokolnya menjadi sinyal kuat bahwa adopsi proyek ini kembali meningkat.

    Beberapa analis mencatat bahwa TVL Radiant Capital naik lebih dari 30% dalam sepekan terakhir, menunjukkan kepercayaan investor terhadap potensi proyek ini di tengah tren desentralisasi finansial yang kembali menguat.

    2. Dukungan Komunitas dan Sentimen Pasar Positif

    Selain faktor fundamental, sentimen komunitas turut memainkan peran penting.

    Aktivitas sosial RDNT di platform seperti X (Twitter) dan Discord meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir, dengan meningkatnya diskusi seputar potensi ekspansi protokol ke jaringan Layer-2 baru.

    Optimisme ini semakin diperkuat oleh tren positif di sektor DeFi dan Real-World Assets (RWA), di mana banyak investor mulai melirik proyek yang berfokus pada interoperabilitas dan efisiensi modal seperti Radiant.

    3. Likuiditas Besar di Pasar Spot dan Derivatif

    Volume perdagangan harian RDNT yang mencapai lebih dari $371 juta menunjukkan adanya arus masuk dana besar, baik dari ritel maupun institusi.

    Aktivitas intens di bursa seperti Binance dan OKX memperlihatkan bahwa minat terhadap token ini meningkat tajam, terutama setelah beberapa indikator teknikal menunjukkan potensi breakout sejak awal pekan.

    Pergerakan harga Radiant Capital (RDNT/USDT) pada Minggu, 12 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Radiant Capital (RDNT/USDT) pada Minggu, 12 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Analisis Teknis: Tren Bullish Jangka Pendek

    Secara teknikal, RDNT kini bergerak di atas rata-rata pergerakan 20 hari (MA-20) dan 50 hari, yang menjadi sinyal awal pembentukan tren bullish.

    RSI (Relative Strength Index) saat ini mendekati level 70, menandakan momentum beli yang kuat meski ada potensi konsolidasi jangka pendek.

    Apabila tekanan beli berlanjut, target jangka pendek berada di level $0.032, sementara area support terdekat berada di kisaran $0.022–$0.023.

    Jika harga mampu bertahan di atas area ini, tren naik berpotensi berlanjut hingga akhir Oktober.

    Prospek Radiant Capital

    Radiant Capital memiliki visi untuk menjadi hub utama likuiditas lintas-rantai, memungkinkan pengguna meminjam dan meminjamkan aset dari berbagai blockchain dalam satu ekosistem terpadu.

    Dengan tren DeFi yang kembali menarik minat pasar, posisi RDNT sebagai proyek yang menawarkan interoperabilitas tinggi menjadikannya salah satu kandidat kuat untuk pertumbuhan jangka menengah.

    Meski demikian, volatilitas tetap menjadi tantangan utama. Investor disarankan untuk berhati-hati dan mempertimbangkan risiko jangka pendek, mengingat reli tajam biasanya diikuti oleh fase koreksi teknikal.

    Baca Juga: Riset Kripto Oktober: Octobull Hadirkan Harapan, Novembull Jadi Kenyataan?

    Kenaikan Radiant Capital (RDNT) hingga 92% dalam 24 jam menjadi sorotan besar di dunia kripto.

    Dengan fundamental yang kuat, likuiditas tinggi, dan dukungan komunitas yang solid, proyek ini berpotensi melanjutkan momentum positifnya dalam jangka menengah.

    Namun, volatilitas ekstrem juga berarti bahwa investor harus berhati-hati dan menerapkan strategi akumulasi bertahap.

    Jika ekosistem DeFi terus berkembang, Radiant Capital bisa menjadi salah satu aset yang menonjol di sektor ini pada kuartal terakhir 2025.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Anjlok ke $110.000, Pasar Kripto Diterpa Sentimen Negatif

    Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami tekanan setelah sempat menguat di awal pekan.

    Berdasarkan data real-time via Tokocrypto pada Minggu (13/10), harga Bitcoin saat ini berada di $110,781.10 per BTC, mencatatkan penurunan sekitar -1,5% dalam 24 jam terakhir.

    Kapitalisasi pasarnya kini mencapai $2,208 triliun, sementara volume perdagangan harian tercatat sebesar $92,02 miliar USD.

    Tekanan global akibat kebijakan ekonomi Amerika Serikat dan meningkatnya sentimen risiko membuat investor kripto kini berada dalam mode waspada.

    Koreksi ini memperpanjang tren pelemahan mingguan Bitcoin yang kini mencapai -10,51%, memperlihatkan bahwa aset kripto terbesar di dunia tersebut tengah berada dalam fase konsolidasi yang cukup berat di tengah ketidakpastian makroekonomi global.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Anjlok ke $113 Ribu, Sinyal Bahaya atau Peluang Beli?

    Koreksi Harga: Sinyal Tekanan Jangka Pendek

    Dalam 24 jam terakhir, pergerakan harga Bitcoin berada pada kisaran $109.715 hingga $113.080, dengan tekanan jual yang meningkat menjelang pembukaan pasar AS.

    Secara historis, Bitcoin masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di level $126,198.07, yang sempat disentuh pada pertengahan tahun 2025.

    Data menunjukkan, Bitcoin telah kehilangan sekitar $10.008 atau -8,29% dalam kurun waktu 90 hari terakhir.

    Meskipun pergerakan ini belum menunjukkan pembalikan tren mayor, namun secara teknikal, level $109.000 kini menjadi area support penting yang diawasi oleh para trader institusional.

    Faktor Penyebab Tekanan Harga Bitcoin

    Beberapa faktor utama yang memicu penurunan harga Bitcoin dalam beberapa hari terakhir antara lain:

    1. Penguatan Dolar AS dan Kebijakan The Fed

    Indeks Dolar AS (DXY) yang terus menguat di atas 105 poin memberikan tekanan signifikan pada aset berisiko, termasuk kripto.

    Investor cenderung mengalihkan dana ke aset lindung nilai konvensional seperti obligasi dan emas, terutama setelah pernyataan Federal Reserve yang kembali menegaskan sikap “higher for longer” terhadap suku bunga.

    2. Kekhawatiran Terhadap Tarif Dagang Baru AS-China

    Langkah pemerintahan Trump untuk memberlakukan tarif impor 100% terhadap produk China memicu gejolak baru di pasar global.

    Sentimen risk-off meningkat, dan aset kripto seperti Bitcoin terkena imbasnya karena dianggap berisiko tinggi dalam situasi ketidakpastian geopolitik.

    3. Penurunan Likuiditas Pasar Kripto

    Volume perdagangan 24 jam Bitcoin yang kini berada di bawah $100 miliar menandakan penurunan partisipasi pasar.

    Hal ini diperburuk dengan meningkatnya likuidasi posisi leverage di bursa derivatif, yang menciptakan efek domino penurunan harga dalam jangka pendek

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 12 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 12 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Analisis Teknis: Area Support dan Potensi Rebound

    Dari perspektif teknikal, Bitcoin kini mendekati zona support kuat di $109.000–$108.500.

    Jika level ini mampu bertahan, potensi rebound menuju $115.000–$118.000 terbuka lebar. Namun, bila tekanan jual terus berlanjut, penurunan menuju area $105.000 bahkan $100.000 bisa saja terjadi.

    Indikator RSI (Relative Strength Index) berada di kisaran 42, menunjukkan pasar mulai mendekati kondisi jenuh jual (oversold).

    Situasi ini seringkali menjadi sinyal awal potensi pembalikan arah, meskipun volatilitas yang masih tinggi.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Hari Ini Terkoreksi Tipis ke $121 Ribu, Ada Potensi Baru?

    Momentum Konsolidasi Sebelum Tren Baru?

    Harga Bitcoin di kisaran $110.000 saat ini menggambarkan fase transisi pasar antara koreksi dan konsolidasi.

    Tekanan dari faktor eksternal seperti tarif perdagangan dan kebijakan moneter AS membuat investor memilih menunggu arah yang lebih jelas.

    Jika pasar mampu bertahan di atas $109.000 dalam beberapa hari ke depan, peluang pembalikan menuju zona hijau cukup terbuka.

    Namun, jika tekanan jual berlanjut, investor perlu bersiap menghadapi penurunan lanjutan menuju level psikologis $100.000.

    Bagi investor jangka panjang, momen ini bisa menjadi kesempatan untuk melakukan akumulasi terukur, mengingat fundamental Bitcoin masih kuat dan adopsi institusional terus meningkat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Lagi-Lagi Harga Pi Network Terkoreksi, Apa Penyebabnya?

    Awan kelabu masih menyelimuti salah satu altcoin terpopuler, Pi Network (PI).

    Menurut catatan Coinmarketcap pada Minggu (12/10), harga PI turun 2,31% dalam 24 jam terakhir menjadi $0,198.

    Sialnya, angka tersebut juga lebih rendah dari pasar kripto secara keseluruhan (-3,23%). Lantas, apa saja yang mempengaruhi tren negatif ini? Berikut ulasannya.

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun Hampir 11%, Ini Biang Keroknya

    Tekanan Pembukaan Token

    Lebih dari 120 juta token PI Bernilai sekitar $23,7 juta akan dibuka dalam 30 hari ke depan, memungkinkan para penambang awal untuk menjual. Saldo bursa juga telah meningkat 32% sejak Agustus 2025.

    Artinya, setiap gelombang pembukaan sejak Mei 2025 berkorelasi dengan penurunan harga sebesar 20-30%. Dengan volume PI 24 jam sebesar $50 juta, pembukaan ini dapat melampaui permintaan beli.

    Kelemahan Teknis

    PI menembus di bawah Fibonacci Golden Pocket 0,618 ($0,22) pada 9 Oktober, yang memicu order jual algoritmik.

    Bahkan saat ini, RSI7 mencapai 12,23 yang tercatat sebagai level paling jenuh jual PI sejak tiga bulan terakhir, atau Juni 2025.

    Meskipun kondisi jenuh jual seringkali mendahului pemantulan, histogram MACD PI (-0,00405) menunjukkan momentum yang memudar.

    Ini berarti, pembeli membutuhkan penutupan harian di atas $0,22 untuk membalikkan struktur bearish.

    Hype Protokol Tertunda v23

    Pembaruan Protokol v23 (testnet aktif, mainnet diperkirakan akhir Q4) bertujuan untuk meningkatkan skalabilitas dan meluncurkan DEX asli.

    Namun anehnya, pengembang Pi Network mengonfirmasi tentang adanya penundaan dalam penerapan Testnet 2.

    Maka dari itu, para pedagang jangka pendek keluar karena ketidakpastian jadwal, tetapi implementasi yang sukses dapat menstabilkan fundamental PI dalam jangka panjang.

    Baca Juga: Tiga Faktor Pendorong Harga Pi Network Turun Hari Ini

    Oleh karena itu, secara umum penurunan harga PI dipengaruhi oleh tiga faktor: kelebihan pasokan, level teknis yang tertembus, dan penundaan peningkatan jaringan.

    Meskipun penurunan 90 hari sebesar -57% menunjukkan pesimisme yang ekstrem, kurangnya katalis langsung membuat risiko cenderung menurun.

    Lantas, mampukah PI mempertahankan $0,19 – level terendah sejak 5 Oktober – untuk menghindari penurunan 15-20% lagi?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Akun 4chan dari 2023 Ramal BTC Top di 6 Oktober, Siklus 4 Tahunan Terulang?

    Pada 6 Oktober 2025, Bitcoin (BTC) mencapai all time high (ATH) baru di level $126.198, melampaui rekor sebelumnya yang dipecahkan beberapa minggu yang lalu. Setelah mencapai ATH baru, Bitcoin mengalami penurunan yang cukup signifikan pada tanggal 10 Oktober, karena rencana presiden AS Donald Trump yang ingin menaikan tarif dagang bagi barang-barang China.

    Kejadian ini tidak hanya mengejutkan pasar kripto, tapi juga memvalidasi sebuah prediksi anonim dari forum 4chan yang diposting pada Desember 2023. Prediksi tersebut secara tepat meramalkan bahwa BTC akan mencapai puncaknya pada 6 Oktober 2025, berdasarkan pola siklus bull dan bear yang berulang setiap empat tahun.

    Lanas apakah ini kebetulan belaka, atau bukti bahwa siklus halving Bitcoin masih berlaku? Artikel ini akan mengupas prediksi tersebut, latar belakang siklus BTC, serta implikasinya bagi investor di pasar kripto.

    Prediksi Akun Anonim 4Chan

    Screenshoot postingan 4chan

    Prediksi ini berasal dari sebuah posting anonim di 4chan yang diposting pada akhir tahun 2023, postingan tersebut kemudian viral setelah dibagikan ulang  di X (sebelumnya twitter). Postingan tersebut menggambarkan pola siklus Bitcoin sebagai berikut:

    Siklus Bull Run (naik): Terjadi selama ±1064 hari → harga naik signifikan hingga mencapai ATH (All-Time High).

    Siklus Bear Market (turun): Terjadi selama ±364 hari → harga turun dari puncak menuju ATL (All-Time Low).

    Siklus 1:

    • ATL 2015 → ATH 2017 = 1064 hari
    • ATH 2017 → ATL 2018 = 364 hari

    Siklus 2:

    • ATL 2018 → ATH 2021 = 1064 hari
    • ATH 2021 → ATL 2022 = 364 hari (beberapa menyebut 376 hari)

    Prediksi Siklus 3:

    • ATL 2022 → ATH 2025 = 1064 hari
    • ATH diprediksi terjadi pada 6 Oktober 2025 kemarin

    Menariknya pada tanggal 6 Oktober kemarin BTC berhasil mencapai ATH terbarunya dan membuat banyak pengguna X menyoroti akurasi pola ini.

    Baca juga: Sentimen Pasar Kripto Ambruk: Indeks Fear & Greed Jatuh Usai Pengumuman Tarif Trump

    Siklus 4 Tahun Bitcoin: Apakah Masih Relevan?

    Bitcoin dikenal dengan siklus empat tahunan yang dipicu oleh event halving, di mana reward mining dikurangi setengahnya setiap empat tahun. Siklus ini biasanya mencakup:

    • Fase akumulasi: Pasca-halving, harga stabil sebelum naik secara bertahap.
    • Bull run: Kenaikan eksponensial, sering mencapai ATH, didorong oleh peningkatan kelangkaan BTC dan minat investor.
    • Bear market: Penurunan tajam setelah euforia memudar, diikuti konsolidasi.
    • Pemulihan: Menuju halving berikutnya.

    Berdasarkan data historis dari gambar di atas bisa terlihat jika pola siklus bullrun dan bearmarket selalu selalu konsisten, setidaknya selama beberapa siklus terakhir. Pola ini mencakup dari hitungan Halving sampai dengan rentang harga tertinggi untuk merealisasikan profit ada di sekitar 560 hari.

    Jika pola ini terus berlanjut maka kemungkinan besar ‘top’ untuk Bitcoin ada di bulan September-Oktober, jika mengikuti pola yang sama.

    Pola historis Bitcoin, sumber akun X @spacepixel

    Jika dibandingkan dengan prediksi dari postingan anonim dari 4chan, maka siklus ini terlihat match.

    Tapi… banyak yang berpendapat bahwa siklus di 2025 ini berbeda, dan akan lebih lama dari pada siklus yang pernah terjadi seperti di atas, faktornya adalah karena pengaruh Presiden Trump yang pro kripto dan semakin masifnya adopsi institusional.

    Seperti @coinbureau yang berpendapat bahwa siklus kali ini dapat memanjang lebih lama dari sebelumnya, dengan HODLer yang kuat disertai dengan uptrend yang melambat.

    Baca juga: Tren Bitcoin 13-17 Oktober 2025: Bocoran CPI Minggu ini

    Implikasi bagi Investor

    Jika pola siklus Bitcoin benar-benar berulang seperti yang diprediksi dengan fase bull selama ±1064 hari dan bear selama ±364 hari, maka fase akumulasi berikutnya kemungkinan besar akan terjadi dalam waktu dekat. Ini membuka peluang bagi investor untuk mulai mengidentifikasi zona harga rendah sebelum potensi kenaikan berikutnya.

    Namun, penting untuk diingat bahwa:

    • Siklus bukan jaminan: Meskipun pola historis menunjukkan ritme yang konsisten, pasar kripto tetap dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti regulasi, geopolitik, dan sentimen global.
    • Manajemen risiko tetap utama: Investor sebaiknya tidak hanya mengandalkan pola waktu, tetapi juga memperhatikan indikator teknikal, volume, dan data on-chain.
    • Don’t timing the market: Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di pasar kripto besok atau bahkan satu jam ke depan, jadi selalu siapkan strategi jangan FOMO atau YOLO.

    Seperti adagium yang sering kali diungkapkan para investor:

    “History doesn’t repeat itself, but it often rhymes.”

    Sejarah mungkin tidak akan berulang, tapi biasanya memiliki pola, dengan memahami pola masa lalu ini, semoga bisa menjadi alat bantu kamu dalam menyikapi hal yang akan datang dan pernah terjadi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Indeks Ketakutan Kripto Anjlok ke 27, Apakah Rebound Sudah Dimulai?

    Pasar kripto mengalami salah satu hari paling brutal dalam sejarahnya. Hanya dalam waktu 24 jam, Indeks Fear and Greed kripto anjlok dari zona “Greed” (64) menjadi “Fear” (27), setelah pengumuman Presiden Donald Trump tentang tarif 100% pada impor asal Tiongkok mengguncang pasar global. Namun, sinyal pemulihan mulai terlihat dengan indeks yang kini bangkit ke level 35 (Fear).

    Likuidasi Terbesar dalam Sejarah Kripto

    Menurut data CoinGlass, lebih dari 1,66 juta trader dilikuidasi, dengan total kerugian melampaui $19,33 miliar, bahkan beberapa estimasi menyebut angka sebenarnya bisa mencapai $30–40 miliar. Bursa Hyperliquid mencatat likuidasi tunggal terbesar senilai $203 juta pada pasangan ETH-USDT.

    Peristiwa ini menghapus sekitar $1 triliun dari kapitalisasi pasar kripto global hanya dalam tiga jam, membuat total nilai pasar turun 9% ke kisaran $3,8 triliun.

    “Keruntuhan ini mengerdilkan rekor sebelumnya, seperti kejatuhan COVID-19 pada 2020 dan keruntuhan FTX pada 2022,” ujar analis Multicoin Capital, Brian Strugats. “Kali ini skala penularannya bisa jauh lebih luas.”

    Crypto Fear and Greed Index pada tanggal 11 Oktober 2025. Sumber: CoinMarketCap.
    Crypto Fear and Greed Index pada tanggal 11 Oktober 2025. Sumber: CoinMarketCap.

    Bitcoin dan Ethereum Terpukul Berat

    Bitcoin (BTC) anjlok dari level $122.000 ke $102.000 sebelum pulih ke sekitar $111.500.
    Sementara itu, Ethereum (ETH) turun dari $4.783 ke $3.400, kini bergerak di kisaran $3.833.

    BTC memimpin likuidasi dengan $5,38 miliar, disusul ETH $4,43 miliar, Solana $2,01 miliar, dan XRP $708 juta.

    Lebih dari $16,8 miliar posisi long musnah, sinyal bahwa sebagian besar investor optimis tidak siap menghadapi guncangan makro mendadak.

    Menurut Caroline Mauron, Co-Founder Orbit Markets, level $100.000 menjadi batas support kritis bagi Bitcoin.
    “Jika menembus di bawahnya, itu bisa menandakan akhir dari siklus bull tiga tahun terakhir,” katanya.

    Dampak Tarif Trump dan Ketidakpastian Makro

    Dilaporkan Cryptonews, peristiwa ini dipicu oleh pengumuman Presiden Donald Trump tentang tarif impor baru terhadap produk Tiongkok sebagai respons atas pembatasan ekspor rare earth.

    Ia mengisyaratkan tarif bisa dicabut bila Beijing berubah haluan sebelum 1 November, yang membuka peluang pemulihan jangka pendek, meski sebagian besar kerugian leverage sudah terkunci.

    Investor institusional, menurut Vincent Liu dari Kronos Research, kini menghadapi “paparan utang berlebih” yang memperparah efek domino.

    “Ketakutan terhadap perang tarif hanyalah pemicu; leverage besar yang tersebar di seluruh bursa-lah yang membuat pasar kolaps,” ujarnya.

    Ujian Sejarah: Apakah “Uptober” Berakhir Lebih Cepat?

    Oktober dikenal sebagai salah satu bulan terbaik bagi Bitcoin, dengan rata-rata keuntungan 20,1% sejak 2013, hanya kalah dari November (46,02%).

    Namun, penurunan lebih dari 5% pada Oktober hanya pernah terjadi empat kali sebelumnya: 2017, 2018, 2019, dan 2021.

    Menariknya, dalam tiga dari empat kasus itu, Bitcoin selalu rebound antara 4–21% dalam sepekan berikutnya.

    Jika pola 2019 terulang, BTC berpotensi naik 21% dari level terendah $102.000, menempatkannya kembali di kisaran $124.000 dalam satu minggu.

    “Masih ada 21 hari tersisa di Uptober,” ujar Samson Mow, pendiri Jan3. “Dan sejarah menunjukkan, pasar sering pulih lebih cepat dari yang diperkirakan.”

    Analisis Teknis: BTC dan ETH Uji Zona Kritis

    • Bitcoin (BTC) saat ini berjuang untuk menembus $113.500, level yang menjadi kunci untuk memicu relief rally menuju $117.000–$120.000.
      Jika gagal, harga bisa kembali ke $102.000, bahkan berpotensi ke zona $95.000–$100.000.
    • Ethereum (ETH) menghadapi resistensi di $4.000. Kegagalan untuk menembus batas psikologis ini bisa memicu pengujian ulang ke $3.600–$3.800, sementara penembusan di atasnya dapat membawa ETH ke $4.200–$4.500.

    Indikator RSI untuk ETH juga menunjukkan kondisi oversold, menandakan peluang pembalikan arah, meski sinyal ini bisa tertahan bila pasar bearish berlanjut.

    Sentimen Mulai Pulih: Indeks Ketakutan Naik Lagi

    Meskipun kepanikan melanda, Crypto Fear and Greed Index mulai bangkit:

    • Hari ini: 35 (Fear)
    • Kemarin: 54 (Neutral)
    • Minggu lalu: 59 (Neutral)

    Pergerakan ini menunjukkan investor mulai kembali masuk ke pasar dengan hati-hati setelah gelombang likuidasi ekstrem.

    Pasar kripto baru saja melewati shock terbesar sejak FTX, dengan likuidasi puluhan miliar dolar dalam hitungan jam.

    Namun, dengan sentimen yang perlahan pulih, tarif AS-Tiongkok masih belum pasti, dan sejarah “Uptober” yang cenderung bullish, peluang untuk rebound tetap terbuka, asalkan Bitcoin bisa bertahan di atas $110.000–$113.500.

    Baca juga: Efek Tarif Trump Bikin Pasar Kripto Volatil: Indeks Fear & Greed Anjlok


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Altcoin Season Kandas: Indeks Turun ke 33, BTC dan ETH Terjun Bebas!

    Pasar kripto kembali berguncang hebat, altcoin season kandas? Harga Bitcoin, Ethereum, dan Dogecoin anjlok tajam setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif besar-besaran terhadap Tiongkok. Sentimen ini langsung memicu kepanikan dan mendorong investor berbondong-bondong menjual aset kripto mereka.

    Menurut data CoinMarketCap, Bitcoin (BTC) terjun ke level $104.000, menghapus hampir seluruh kenaikan “Uptober” yang sempat membawa harga ke rekor tertinggi baru (ATH) di atas $126.000. Ethereum (ETH) ikut terjun ke $3.400, sementara Dogecoin (DOGE) jatuh bebas hingga menembus $0,11, jauh di bawah level psikologis $0,20.

    Dampak Cuitan Trump: Dari Perang Dagang ke Krisis Kripto

    Dilaporkan Tradingview, gejolak ini bermula dari unggahan Trump di platform Truth Social, di mana ia menyatakan bahwa AS akan mengenakan tarif 100% terhadap semua produk Tiongkok mulai 1 November, serta menerapkan kontrol ekspor terhadap perangkat lunak penting dari negara tersebut.

    Langkah tersebut memicu ketakutan akan perang dagang besar-besaran, yang langsung berdampak pada pasar saham dan kripto. Bitcoin yang sempat stabil di kisaran $116.000 langsung jatuh begitu pengumuman itu dirilis. Ethereum dan Dogecoin pun mengikuti tren negatif, memperdalam koreksi pasar kripto global.

    Altcoin Season Resmi Tamat?

    Metrik Altcoin Season Index pada 11 Oktober 2025. Sumber: CoinMarketCap.
    Metrik Altcoin Season Index pada 11 Oktober 2025. Sumber: CoinMarketCap.

    Indeks Altcoin Season Index kini berada di level 33/100, menandakan bahwa dominasi pasar beralih kembali ke Bitcoin Season.

    • Kemarin: 35
    • Minggu lalu: 61
    • Sebulan lalu: 65

    Penurunan drastis ini menunjukkan bahwa sebagian besar altcoin kini tertinggal jauh dari performa Bitcoin, sinyal kuat bahwa fase “musim altcoin” telah berakhir untuk sementara waktu.

    Baca juga: Altcoin Season 2025: Bukan di Blockchain, Tapi di Bursa Saham

    $20 Miliar Menguap: Likuidasi Terbesar Sejak FTX dan COVID Crash

    Data dari CoinGlass mengungkapkan bahwa lebih dari $20 miliar likuidasi terjadi dalam 24 jam terakhir, menjadikannya salah satu peristiwa likuidasi terbesar dalam sejarah kripto, bahkan melebihi kehancuran pasar akibat pandemi COVID-19 dan kebangkrutan FTX.

    Likuidasi besar-besaran ini dipicu oleh penurunan mendadak harga Bitcoin dan Ethereum, yang menyeret altcoin lain seperti Dogecoin, Solana, dan XRP ke zona merah.

    Rumor dan Spekulasi: Bursa Kripto Jadi Biang Kerok?

    Salah satu pendiri BitMEX, Arthur Hayes, menuding bahwa bursa kripto (CEX) mungkin berperan dalam penurunan ini. Dalam unggahannya di platform X (Twitter), Hayes menyebut bahwa likuidasi otomatis agunan dari posisi margin silang di beberapa bursa besar bisa menjadi pemicu kejatuhan harga altcoin secara serentak.

    “Rumornya, posisi margin silang dari CEX besar dilikuidasi otomatis. Itulah sebabnya banyak altcoin ambruk bersamaan,” tulis Hayes.

    “Selamat bagi mereka yang berani membeli di bawah, kemungkinan besar kita tak akan melihat harga seperti itu lagi untuk altcoin berkualitas tinggi,” tambahnya.

    Sementara itu, analis kripto Kevin Capital menilai bahwa masalah teknis di Robinhood, Coinbase, dan Binance memperburuk keadaan. Menurutnya, banyak investor tidak bisa membeli kripto saat harga jatuh ke titik terendah, sehingga volume pembelian tidak mampu menahan tekanan jual.

    Pasar Masih Rawan, Investor Diminta Waspada

    Dengan Altcoin Season Index turun ke level terendah dua bulan terakhir dan ketegangan geopolitik yang meningkat, sentimen pasar kripto kini berada di wilayah bearish.
    Meskipun beberapa analis menyebut penurunan ini bisa menjadi peluang akumulasi jangka panjang, risiko volatilitas ekstrem masih tinggi, terutama jika kebijakan perdagangan AS–China terus memanas.

    Investor disarankan untuk memantau kondisi makroekonomi dan kebijakan global secara ketat sebelum mengambil posisi baru di pasar kripto.

    Baca juga: Altcoin Ranking 400-an Tapi Volume $200 Juta? Ya LISTA!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dogecoin Anjlok 8%, Tapi Paus Langsung Serbu! Harga Nyaris Jebol

    Ketika Dogecoin (DOGE) tiba-tiba ambruk 8% dalam perdagangan terbaru, pasar kripto sempat panik. Apakah ini hanya koreksi sementara, atau pertanda awal kejatuhan lebih dalam?

    Namun di tengah kepanikan, para “whale” Dogecoin justru bergerak cepat masuk ke pasar dan menahan harga di level support krusial $0,25.

    Whale Selamatkan DOGE dari Jatuh Lebih Dalam

    Penurunan DOGE terjadi setelah tekanan jual besar-besaran di level resistensi $0,27, memicu likuidasi hingga satu miliar token. Namun di akhir sesi, pembelian besar muncul di area $0,25 — menandakan level support yang solid dan potensi titik balik teknikal.

    Perdagangan intraday sempat anjlok tajam pada rentang pukul 13.00–15.00 UTC, tapi aksi rebound cepat di penghujung hari membentuk pola double-bottom yang menunjukkan kekuatan support di zona tersebut. Jika area ini terus bertahan, Dogecoin berpotensi memulai fase pemulihan jangka pendek.

    Pergerakan harga Solana (DOGE/USDT) pada Sabtu, 11 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (DOGE/USDT) pada Sabtu, 11 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Dilaporkan Cryptopolitan, para analis kini mengamati apakah tekanan makroekonomi, termasuk peluang pelonggaran moneter global sebesar 98% di akhir tahun, akan memicu arus modal baru ke aset berisiko seperti DOGE. Selain itu, kehadiran Dogecoin dalam pengajuan ETF oleh Grayscale dan Bitwise turut menjaga nama koin meme ini tetap relevan dalam percakapan institusional.

    Baca juga: Dogecoin Siap Lepas dari Zona Mati? Satu Sinyal Ini Bisa Picu Reli 20%!

    Mutuum Finance (MUTM) Mencuri Perhatian di Tengah Kekacauan Pasar

    Sementara fokus publik masih tertuju pada Dogecoin, proyek baru bernama Mutuum Finance (MUTM) justru diam-diam mencuri perhatian investor berpengalaman. Dengan harga prapenjualan hanya $0,035, proyek DeFi ini telah menghimpun lebih dari $17,1 juta dari 16.840 investor, angka yang menandakan minat besar terhadap utilitas dan potensi pertumbuhannya.

    Mutuum Finance menggabungkan protokol peminjaman dan keuangan terdesentralisasi dengan kegunaan nyata di sektor keuangan digital, menjadikannya kandidat kuat untuk pertumbuhan eksponensial. Banyak analis memperkirakan potensi kenaikan hingga 25 kali lipat, terutama jika tren minat investor bergeser ke proyek DeFi dengan nilai guna yang jelas.

    Apa Selanjutnya untuk DOGE?

    Dogecoin masih memiliki dukungan kuat dari komunitas dan investor institusional, namun tekanan makro dan aksi jual jangka pendek masih menjadi tantangan. Jika harga mampu bertahan di atas $0,25, peluang reli menuju $0,28–$0,30 tetap terbuka.

    Namun, jika support jebol, investor mungkin akan beralih ke aset dengan potensi pertumbuhan lebih besar seperti Mutuum Finance, yang kini menjadi bintang baru di dunia DeFi.

    Baca juga: Lonjakan Dogecoin Picu Harapan Reli Wyckoff Bullish


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com