Setelah sempat menikmati reli kuat di awal Oktober, Solana (SOL) kini harus menghadapi tekanan jual besar-besaran. Harga SOL anjlok lebih dari 7% dalam 24 jam terakhir hingga mencapai $205, level terendah sepanjang Oktober 2025.
Penurunan tajam ini terjadi seiring aksi jual di pasar kripto global yang dipicu oleh rencana kenaikan tarif besar-besaran Presiden Donald Trump terhadap Tiongkok, serta gelombang likuidasi senilai lebih dari $1 miliar, menurut data dari CoinGlass.
Pada Jumat pagi, Solana masih diperdagangkan di kisaran $221–$223, sebelum akhirnya longsor tajam mengikuti pelemahan Bitcoin dan Ethereum. BTC turun 4% ke sekitar $116.200, sedangkan ETH merosot hampir 8% ke $3.975.
Pasar Kripto Anjlok
Koreksi simultan tiga aset besar ini menunjukkan kepanikan yang meluas di pasar setelah pengumuman Trump membatalkan pertemuannya dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, dan menegaskan bahwa kebijakan tarif baru sedang “disiapkan secara besar-besaran.”
Langkah Trump tersebut tak hanya mengguncang pasar kripto, tapi juga membuat Nasdaq turun 3,5%, S&P 500 jatuh 2,7%, dan Dow Jones merosot hampir 2%. Ketika pasar saham terpukul, aset berisiko seperti kripto langsung ikut terseret.
Bagi Solana, dampaknya terasa lebih dalam karena aset ini termasuk salah satu yang paling banyak digunakan untuk perdagangan leverage dan DeFi on-chain, yang berarti rentan terhadap likuidasi massal.
Penurunan ini juga menghapus sebagian besar keuntungan yang diperoleh Solana di awal bulan, ketika harga sempat melonjak lebih dari 10% berkat sentimen “Uptober”, periode yang secara historis menjadi bulan bullish bagi Bitcoin dan altcoin utama.
Namun kini, pasar justru memasuki fase yang disebut sebagian analis sebagai “Redtober”, dengan tekanan makroekonomi global dan aksi jual institusional yang meningkat.
Meski begitu, analis on-chain masih melihat potensi rebound teknikal jika SOL mampu bertahan di atas zona support kuat $200–$205. Jika tekanan makro mereda dan arus masuk dana institusional kembali meningkat, Solana berpeluang memulihkan tren bullish-nya menuju level $230–$240 dalam jangka pendek.
Namun untuk saat ini, pasar Solana masih berada dalam fase defensif. Likuidasi besar, ketegangan geopolitik, dan volatilitas tinggi menjadikan Oktober ini bukan lagi “Uptober,” melainkan peringatan keras bahwa bahkan proyek terkuat pun tak kebal terhadap badai politik global.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Baru-baru ini, indeks sentimen pasar kripto Crypto Fear & Greed Index merosot ke level “Fear” sebesar 27, setelah berada di zona “Greed” 64, menyusul pengumuman Presiden AS Donald Trump tentang penerapan tarif 100% terhadap China.
Fenomena ini terjadi seiring Bitcoin semakin melemah, sempat turun ke sekitar $102.000 pada pasangan perpetual futures di Binance.
Total likuidasi posisi long dan short dalam 24 jam terakhir menyentuh angka sekitar $19,27 miliar USD, sinyal tekanan jual besar di pasar kripto secara luas.
Perubahan dramatis ini telah memaksa sentimen pasar berbalik tajam dari optimisme menjadi ketakutan, dan memunculkan pertanyaan: apakah ini koreksi sementara, atau awal dari fase pelemahan lebih dalam?
Indeks Fear & Greed: dari Keserakahan ke Ketakutan dalam Sekejap
Indeks Crypto Fear & Greed, yang memadukan data media sosial, volatilitas, volume pasar, serta tren pencarian Google, sebelumnya berada di angka Greed (sekitar 64).
Namun tiba-tiba, level tersebut jatuh ke 27 (zona Fear) dalam satu pembaruan harian mengalami penurunan sebesar 37 poin.
Menurut Bitwise (divisi Eropa), Indeks Sentimen Intraday kripto mereka menunjukkan bahwa level terendah hari itu berada di –2,8 standar deviasi — titik ekstrem terakhir sejak peristiwa Yen Carry Trade Unwind pada musim panas 2024.
Terakhir kali indeks ini berada di level serupa adalah pada 16 April, ketika Bitcoin anjlok ke sekitar $77.000 di tengah eskalasi ketegangan dagang antara AS dan China.
Bitcoin Melemah, Likuidasi Besar, dan Penurunan Volume Euforia
Ketika Bitcoin mencapai rekor lebih dari $125.000, sentimen pasar sebenarnya tidak disertai gelombang antusias besar di media sosial.
Menurut Santiment, interaksi dan percakapan publik terkait lonjakan harga tidak semeriah reli sebelumnya, menunjukkan ada keraguan yang terpendam.
Namun, ketika pengumuman tarif Trump keluar, pasar langsung berbalik. Bitcoin turun tajam, dan likuidasi posisi derivatif (termasuk long leverage) memicu aksi jual berantai. Total likuidasi selama 24 jam mencapai $19,27 miliar, mempercepat keguncangan di pasar.
Sinyal Kontrarian & Peluang Akumulasi
Menurut Bitwise, penurunan ekstrem pada indeks sentimen kini bisa diartikan sebagai sinyal beli kontrarian.
Dalam pandangan mereka, pasar mungkin sudah terlalu jenuh menjual hingga mencapai titik belah optimal.
Apabila pasar mampu menemukan support dan stabil secara teknikal di harga-harga sekitar $100.000–$110.000, kemungkinan rebound kembali ke zona $120.000–$125.000 masih terbuka.
Namun, risiko tetap tinggi. Jika turunnya sentimen berlanjut dan tidak ada katalis baru positif (seperti kabar regulasi, adopsi institusional, atau inovasi protokol), pasar bisa memperpanjang koreksi ke area lebih rendah lagi.
Dengan demikian, Indeks Fear & Greed kripto jatuh drastis dari Greed ke Fear (27) setelah pengumuman tarif 100% AS terhadap China.
Akibatnya, Bitcoin merosot ke sekitar $102.000 di beberapa bursa derivatif, dipicu likuidasi besar senilai $19,27 miliar dalam 24 jam.
Meskipun tekanan pasar sangat besar, beberapa analis menilai kondisi ini sebagai sinyal kontrarian beli, peluang bagi investor jangka menengah untuk mengakumulasi saat harga melemah.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Pengembang Ethereum mengumumkan Kohaku, peta jalan (roadmap) yang bertujuan untuk meningkatkan privasi dan keamanan dompet melalui kerangka kerja modular yang dirancang untuk pengembang dan pengguna tingkat lanjut.
Proyek tersebut, yang diumumkan dalam posting blog hari Kamis oleh koordinator Ethereum Foundation Nicolas Consigny, menguraikan rencana untuk membangun serangkaian sistem privasi dan keamanan untuk ekosistem Ethereum.
Pada intinya, Kohaku bertujuan untuk menciptakan perangkat pengembangan perangkat lunak (SDK) untuk membangun fungsi dompet yang aman, dan dompet referensi yang mendemonstrasikan cara kerja perangkat-perangkat ini dalam praktiknya.
Versi pertama akan hadir sebagai ekstensi peramban berbasis dompet Ambire, yang dirancang untuk pengguna tingkat lanjut yang menginginkan kontrol dan privasi lebih.
Libatkan Banyak Sumber
Kohaku dikembangkan bekerja sama dengan tim-tim ekosistem Ethereum ternama, termasuk Ambire, Railgun, DeFi Wonderland, Helios, dan Oblivious Labs.
Proyek ini bersifat sumber terbuka , dan para pengembang didorong untuk berkontribusi melalui repositori GitHub-nya.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 11 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Kurangi Ketergantungan Layanan Terpusat
Tujuan utama Kohaku adalah mengurangi ketergantungan dompet pada layanan terpusat yang dapat melacak transaksi.
Proyek ini akan mencakup fitur-fitur seperti pengiriman dan penerimaan privat, penyembunyian alamat IP, akun terpisah untuk setiap DApp, dan penyiaran transaksi P2P yang melewati server panggilan prosedur jarak jauh (RPC) normal.
ZK Email juga berencana menambahkan opsi pemulihan sosial menggunakan alat seperti ZK Email atau Anon Aadhaar, sehingga memudahkan pemulihan akses tanpa mengorbankan privasi.
ZK Email menggunakan bukti tanpa pengetahuan untuk memungkinkan verifikasi email secara anonim, sementara Anon Aadhaar memungkinkan pengguna untuk membuktikan identitas mereka dengan cara yang menjaga privasi.
Dalam jangka panjang, tim ini bertujuan untuk membawa keamanan dompet lebih dekat ke tingkat perangkat, yang mereka sebut “sedekat mungkin dengan silikon”.
Ini berarti, para pengembang akan menciptakan peramban Ethereum asli yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan aman dengan DApps, konten IPFS, dan jaringan terdesentralisasi tanpa kebocoran data.
Bentuk “Kluster Privasi”
Sehari sebelumnya, Ethereum Foundation telah meluncurkan inisiatif baru yang disebut Privacy Cluster, yang menyatukan 47 peneliti, insinyur, dan kriptografer terkemuka untuk mengembangkan fitur privasi pada tingkat protokol jaringan Ethereum.
Kelompok ini akan bekerja bersama tim Eksplorasi Privasi dan Skalabilitas (PSE) untuk memperkenalkan berbagai alat seperti pembayaran pribadi, sistem identitas rahasia, dan infrastruktur tanpa pengetahuan yang dirancang untuk melindungi data pengguna secara langsung pada blockchain lapisan-1 Ethereum.
Cluster Privasi mencakup beberapa inisiatif Ethereum Foundation dan PSE, dengan Kohaku sebagai salah satunya.
Proyek penting lainnya adalah Private Reads & Writes, Private Proving, Private Identities, dan masih banyak lagi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Harga PIVX (Private Instant Verified Transaction) hari ini tercatat di $0.264724 per PIVX/USD, mencatatkan kenaikan 23,02% dalam 24 jam terakhir.
Kapitalisasi pasar PIVX kini mencapai $25,74 juta USD, sementara volume perdagangan 24 jam melonjak tajam ke $132,82 juta USD, menandakan meningkatnya minat investor terhadap aset ini.
Dengan jumlah sirkulasi 97,23 juta PIVX, token ini kini menempati peringkat ke-737, naik signifikan dibanding beberapa minggu lalu.
Peningkatan tajam ini menandai momentum bullish baru bagi proyek yang dikenal sebagai salah satu pelopor kripto dengan fokus utama pada privasi transaksi pengguna.
Selama tiga bulan terakhir, harga PIVX meningkat hampir 90%, menjadikannya salah satu aset dengan performa terbaik di segmen privacy coins.
Dalam tujuh hari terakhir saja, PIVX melonjak lebih dari 80%, dengan harga harian sempat menyentuh puncak $0.325905, level tertinggi sejak pertengahan 2024.
Faktor yang Mendorong Lonjakan Harga PIVX
1. Kebangkitan Minat pada Token Privasi
Setelah beberapa bulan tertekan akibat ketatnya regulasi terhadap koin privasi, pasar kini menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Kebijakan privasi digital yang kembali menjadi sorotan global mendorong investor untuk mencari alternatif aset kripto yang menawarkan anonimitas dan keamanan transaksi, dan PIVX menjadi salah satu yang paling diuntungkan dari tren ini.
2. Aktivitas Perdagangan Meledak
Lonjakan volume perdagangan PIVX hingga $132 juta USD menunjukkan masuknya arus modal baru ke pasar.
Peningkatan volume ini sering kali menjadi indikator awal pembentukan tren bullish baru, karena menunjukkan likuiditas tinggi dan meningkatnya partisipasi pasar, baik dari investor ritel maupun institusional.
3. Peningkatan Aktivitas Komunitas dan Pembaruan Teknologi
Tim pengembang PIVX baru-baru ini memperkuat roadmap pengembangan mereka dengan memperbarui fitur zk-SNARK dan staking mekanisme hybrid, yang memungkinkan pengguna menikmati keamanan transaksi tinggi sekaligus mendapatkan imbal hasil dari staking.
Langkah ini mendapat sambutan positif dari komunitas, terutama di forum seperti Reddit dan Discord, di mana diskusi terkait “kebangkitan token privasi” semakin ramai.
Pergerakan harga PIVX (PIVX/USDT) pada Sabtu, 11 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
4. Pergeseran Arah Pasar Kripto ke Aset Fundamental
Ketika sebagian besar trader fokus pada altcoin spekulatif, sebagian investor berpengalaman justru kembali ke aset dengan nilai utilitas kuat, seperti PIVX yang menawarkan solusi nyata dalam perlindungan data dan efisiensi transaksi.
Dengan semakin seringnya kebocoran data digital, permintaan terhadap solusi kripto yang menjamin transaksi tanpa jejak identitas semakin meningkat.
Analisis Teknis: PIVX Berada di Zona Momentum Positif
Secara teknikal, PIVX kini bergerak di atas rata-rata pergerakan 50 hari (MA50), menunjukkan dominasi bullish dalam jangka pendek. Support kuat berada di area $0.20, sementara resistance utama terletak di $0.33.
Jika harga mampu menembus level tersebut dengan dukungan volume tinggi, target jangka menengah berikutnya diproyeksikan di kisaran $0.40–$0.45.
Indikator RSI (Relative Strength Index) berada di level 68, mendekati area overbought, namun masih menunjukkan potensi kenaikan lanjutan sebelum kemungkinan koreksi teknis jangka pendek terjadi.
PIVX Kembali Menjadi Sorotan di Sektor Kripto Privasi
Kenaikan harga PIVX sebesar 23% dalam 24 jam terakhir menandakan kembalinya kepercayaan investor terhadap aset privasi.
Dengan fundamental kuat, volume perdagangan tinggi, dan roadmap pengembangan yang jelas, PIVX kini kembali dipandang sebagai salah satu proyek privasi yang layak diperhitungkan di pasar kripto global.
Meskipun volatilitas jangka pendek tetap tinggi, prospek jangka menengah hingga panjang PIVX dinilai positif, terutama jika tren global terhadap keamanan data dan anonimitas digital terus menguat.
Bagi investor yang mencari aset dengan kombinasi keamanan, privasi, dan potensi pertumbuhan, PIVX mungkin kembali menjadi permata tersembunyi di sektor kripto tahun ini.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Lebih dari 120 juta token PI akan dibuka dalam 30 hari ke depan, yang memungkinkan pemegang awal untuk menjual.
Pasokan PI yang beredar telah melonjak menjadi 8,25 miliar, dengan total pasokan mencapai 100 miliar, menciptakan kekhawatiran akan dilusi yang berkelanjutan.
Artinya, pembukaan token memperkuat tekanan jual ketika permintaan lemah. Rasio perputaran PI (6,4%) menandakan likuiditas yang rendah, sehingga rentan terhadap pesanan jual dalam jumlah besar.
Arus keluar bursa baru-baru ini menunjukkan beberapa pemegang memindahkan token ke penyimpanan mandiri, tetapi hal ini belum mengimbangi risiko pembukaan token.
Sebuah postingan viral di X mengkritik kepemimpinan Pi karena kurangnya “aplikasi dunia nyata, kemitraan, atau desentralisasi” pasca-mainnet.
Ketidakhadiran salah satu pendiri, Nicolas Kokkalis, dalam pembaruan terbaru memperdalam skeptisisme. Akibatnya, sentimen mendorong pasar altcoin.
Penurunan PI sebesar 90% dari harga tertingginya di $3 mencerminkan memudarnya kesabaran. Hackathon Pi yang akan datang (15 Oktober) dan pembaruan protokol v23 dapat memulihkan kepercayaan, tetapi kemajuannya masih lambat dibandingkan dengan para pesaing.
Kelemahan Teknis
PI menembus di bawah level support Fibonacci “Golden Pocket” yang kritis sebesar $0,22, memicu stop-loss.
RSI-14 (17,54) oversold tetapi tidak menunjukkan divergensi bullish, sementara MACD (-0,0033) tidak menunjukkan sinyal pembalikan.
Padahal, kondisi jenuh jual (oversold) tidak menjamin rebound tanpa katalis. EMA 200 hari PI berada di $0,51, 150% di atas harga saat ini, menandakan tren yang sangat rusak.
Ini berarti, penutupan di atas resistance $0,26 diperlukan untuk membatalkan struktur bearish.
Jika digeneralisasi, penurunan PI diakibatkan guncangan pasokan yang didorong oleh pembukaan kunci, kesenjangan kredibilitas kepemimpinan, dan gangguan teknis.
Meskipun metrik yang terlalu banyak dijual mengisyaratkan potensi pemulihan, hambatan makro (dominasi Bitcoin sebesar 59,8%) dan risiko spesifik PI mendorong kehati-hatian.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Harga XRP kembali menghadapi tekanan besar setelah serangkaian aksi jual dari para whale, menjatuhkan nilai token ini dari level $3,40 menjadi sekitar $2,71 hanya dalam beberapa minggu terakhir.
Namun di tengah gelombang jual yang agresif, zona support teknikal di $2,65 justru memunculkan harapan baru akan potensi rebound signifikan.
Whale Lepas XRP Senilai Puluhan Juta Dolar per Hari
Dilaporkan Bravenewscoin, data on-chain dari CryptoQuant menunjukkan bahwa arus keluar (outflow) dari dompet whale mencapai lebih dari $50 juta per hari. Selama lebih dari dua minggu, rata-rata pergerakan 30 hari terus mencatatkan batang merah—indikasi distribusi tanpa henti.
Menurut laporan Santiment, alamat yang menyimpan lebih dari 1.000 XRP terus menjual tanpa adanya arus masuk signifikan untuk menyeimbangkan tekanan pasar. Hasilnya, momentum bearish semakin menguat di tengah volatilitas tinggi di pasar kripto global.
“Fase distribusi besar-besaran ini bisa jadi titik balik untuk XRP, antara akhir dari tren turun atau awal dari sesuatu yang jauh lebih dalam,” ujar salah satu analis dari CryptoQuant.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 11 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Meski tekanan jual meningkat, zona $2,65–$2,70 kini menjadi fokus utama para trader. Level ini bertepatan dengan posisi Exponential Moving Average (EMA) 200 hari, yang secara historis menjadi “lantai” penting bagi XRP.
Analis Crypto Dyl menulis di X (Twitter):
“Jika ragu, perbesar tampilan grafik, kenaikan $XRP bisa lebih dekat dari yang terlihat.”
Namun, analis veteran Peter Brandt memperingatkan potensi penurunan hingga $2,26 jika support gagal bertahan. Di sisi lain, proyeksi optimis dari Changelly memperkirakan harga XRP bisa bergerak antara $2,71 hingga $3,14 pada Oktober ini — menandakan peluang rebound masih terbuka.
Volume Naik Saat Harga Turun, Sinyal Aksi Reposisi?
Menariknya, meski harga tertekan, volume perdagangan justru naik 16% menjadi $5,33 miliar, menurut data FXStreet. Kenaikan volume di tengah penurunan harga ini bisa menjadi tanda bahwa para trader tengah melakukan reposisi, bukan keluar total dari pasar.
Dengan kapitalisasi pasar mencapai $167 miliar, XRP tetap menjadi salah satu altcoin paling aktif di antara para pelaku institusional dan ritel.
Regulasi dan Isu ETF: Dua Ujung Mata Pisau bagi XRP
Faktor fundamental lain yang membentuk arah harga XRP adalah perkembangan regulasi dan ETF. Pasar saat ini menantikan kabar dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) terkait penyelesaian kasus dengan Ripple serta potensi peluncuran ETF Grayscale XRP.
Jika hasilnya positif, itu bisa menjadi katalis besar untuk arus masuk institusional dan mendorong harga menuju area $4–$10. Namun, keterlambatan atau keputusan negatif dari regulator bisa memperpanjang tekanan jual yang sudah berlangsung.
Secara teknikal, zona $3 masih menjadi batas psikologis utama. Penutupan harga yang kuat di atas area ini dapat membuka jalan bagi reli menuju target $4,47. Namun jika support $2,65 tidak mampu menahan tekanan jual, koreksi tajam hingga $2 atau bahkan lebih rendah masih mungkin terjadi.
Indikator momentum seperti RSI dan MACD menunjukkan kondisi netral, memperkuat pandangan bahwa pasar XRP saat ini berada di fase akumulasi dan ketidakpastian.
Kesimpulan: Antara Tekanan Whale dan Peluang Rebound
Dalam jangka pendek, minggu-minggu ke depan akan menjadi penentu arah pergerakan XRP. Jika tekanan jual dari whale mulai mereda dan level teknikal $2,65 bertahan, rebound tajam menuju zona $3–$4 bisa terjadi.
Namun jika aksi distribusi berlanjut tanpa henti, XRP bisa menembus ke bawah $2,50 sebelum menemukan keseimbangan baru.
Bagi investor, periode volatilitas ini bisa menjadi momen untuk menunggu konfirmasi arah tren berikutnya, apakah ini hanya koreksi sementara, atau sinyal awal dari pergeseran sentimen besar di pasar altcoin.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Harga Bitcoin (BTC) hari ini berada di $113.289,10 per BTC/USD, mencatat penurunan -6,66% dalam 24 jam terakhir.
Kapitalisasi pasar kini turun menjadi $2,25 triliun USD, dengan volume perdagangan harian melonjak ke $172,73 miliar USD, menandakan meningkatnya aktivitas jual beli di tengah kepanikan pasar.
Bitcoin kini memiliki pasokan beredar 19,93 juta BTC atau 94,92% dari total suplai maksimum (21 juta BTC), menegaskan bahwa suplai baru yang tersisa semakin menipis.
Dalam sepekan terakhir, BTC tercatat turun 7,34%, sementara dalam 30 hari terakhir mengalami koreksi -0,76%, menunjukkan tekanan yang mulai terasa setelah reli kuat beberapa bulan sebelumnya.
Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak antara harga terendah $104.582,41 dan tertinggi $122.509,66 — rentang yang sangat lebar dan mencerminkan volatilitas ekstrem.
Jika dibandingkan dengan rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $126.198,07, harga saat ini telah turun lebih dari 10% dari puncaknya.
Meski demikian, para analis menilai koreksi ini masih tergolong sehat secara teknikal, terutama setelah lonjakan besar yang terjadi selama kuartal ketiga 2025.
Faktor-Faktor yang Menyebabkan Penurunan Harga Bitcoin
1. Realisasi Keuntungan Pasca-Rekor Tertinggi
Koreksi besar kali ini didorong oleh aksi ambil untung (profit-taking) dari para investor jangka pendek yang telah menikmati kenaikan harga sejak awal tahun.
Setelah Bitcoin mencetak rekor baru di atas $126.000, banyak trader memilih untuk merealisasikan keuntungan, memicu gelombang jual besar di bursa utama seperti Binance dan Coinbase.
2. Tekanan dari Likuidasi Leverage
Data pasar derivatif menunjukkan terjadinya likuidasi posisi long senilai lebih dari $1,2 miliar hanya dalam waktu 24 jam terakhir.
Lonjakan likuidasi ini mempercepat penurunan harga karena posisi leverage tinggi terpaksa ditutup secara otomatis, memperkuat tekanan jual di pasar spot.
3. Kecemasan Terhadap Kebijakan The Fed dan Inflasi
Faktor makroekonomi juga turut menekan pasar. Pernyataan terbaru dari pejabat Federal Reserve (The Fed) yang mengindikasikan kemungkinan penundaan pemangkasan suku bunga kembali menekan sentimen aset berisiko seperti kripto.
Investor global kini lebih berhati-hati, sementara arus modal beralih sementara ke aset safe haven seperti emas dan obligasi AS.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 10 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Beberapa data on-chain menunjukkan bahwa alamat besar (whale) telah melakukan distribusi BTC ke bursa dalam jumlah besar menjelang penurunan harga.
Pergerakan ini biasanya menjadi sinyal awal terjadinya koreksi jangka pendek karena tekanan jual meningkat di pasar terbuka.
Analisis Teknis: Koreksi Masih Dalam Batas Aman
Secara teknikal, meski koreksi terlihat tajam, Bitcoin masih berada di atas area support utama di $105.000. Jika harga mampu bertahan di atas level ini, peluang rebound ke $118.000–$120.000 masih terbuka dalam waktu dekat.
Namun, jika penurunan menembus di bawah $104.000, potensi tekanan lanjutan ke $98.000 tidak dapat diabaikan.
Indikator RSI (Relative Strength Index) kini mendekati area oversold, menandakan bahwa pasar mungkin sudah mulai jenuh jual dan berpotensi mengalami pembalikan arah.
Koreksi Sebagai Peluang Akumulasi
Sementara itu, beberapa analis terkemuka melihat penurunan kali ini bukan sebagai sinyal bahaya, melainkan peluang akumulasi sebelum tren naik berikutnya.
Menurut analis kripto dari Glassnode, “setiap kali Bitcoin terkoreksi 5–10% setelah mencetak ATH, biasanya diikuti oleh fase konsolidasi sehat sebelum melanjutkan kenaikan baru.”
Dengan mendekatnya halving event berikutnya pada tahun 2028, banyak investor institusional masih optimistis terhadap potensi pertumbuhan jangka panjang Bitcoin, terutama dengan semakin terbatasnya suplai.
Koreksi harga Bitcoin ke $113.289 menandai fase penyesuaian alami setelah reli panjang.
Tekanan dari aksi ambil untung, likuidasi leverage, dan faktor makroekonomi memang mempercepat penurunan, namun secara fundamental, Bitcoin tetap kuat.
Dengan volume perdagangan tinggi dan dukungan kuat di area psikologis $105.000, banyak pihak menilai ini sebagai peluang beli strategis bagi investor jangka menengah hingga panjang.
Selama fundamental jaringan tetap solid dan adopsi institusional terus meningkat, Bitcoin masih berpotensi menjadi aset terbaik dekade ini.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Pemerintahan Amerika Serikat telah memasuki penutupan (shutdown) federal besar pertamanya dalam lebih dari 6 tahun. Hal ini menimbulkan tanya soal bagaimana pasar kripto bakal merespons. Akankah itu menirukan shutdown Januari 2018 silam, yang juga terjadi setelah jeda 5 tahun, atau akankah aset digital menampilkan ketangguhan yang lebih baik kali ini?
BeInCrypto menganalisis 3 altcoin yang menonjol selama shutdown awal 2018 dan ke mana mereka bisa menuju sekarang.
Tron (TRX)
Tujuh tahun lalu, Tron tidak masuk di antara top 10 aset kripto, namun masih memiliki kapitalisasi pasar US$4,6 miliar. Selama penutupan AS yang terakhir, TRX menjadi salah satu yang paling menderita, anjlok 17% hanya dalam 24 jam karena sentimen pasar berubah sangat bearish.
Kali ini, kondisinya nampak berbeda sebab pasar kripto secara luas menunjukkan resiliensi yang lebih besar. Tidak seperti pada 2018, aset digital telah matang dan kurang bergantung pada peristiwa politik AS. Dalam 24 jam terakhir, total kapitalisasi pasar kripto naik US$66 miliar, menandakan kepercayaan investor yang membaik.
Harga Tron saat ini parkir di US$0,338, mengincar potensi pergerakan melewati resistance US$0,345. Bila momentum terus terbangun, TRX bisa mencatat kenaikan lebih lanjut. Bahkan jika kekuatan bullish terhenti, altcoin ini diperkirakan akan berkonsolidasi di atas level support ini.
Aave (AAVE)
AAVE mencerminkan reaksi Tron selama penutupan pemerintahan AS sebelumnya, di mana altcoin itu anjlok hampir 20% dalam sehari. Namun, kondisi saat ini berbeda secara signifikan, karena pasar kripto yang lebih luas menunjukkan kedewasaan dan ketahanan yang lebih besar, membuat terulangnya crash brutal itu kurang mungkin di lanskap saat ini.
Chaikin Money Flow (CMF) mengindikasikan arus masuk yang deras ke AAVE, yang mencerminkan ledakan permintaan investor. Arus masuk modal ini bisa mengimbangi sentimen bearish yang terpicu oleh ketidakpastian politik. Andaikata momentum berlanjut, AAVE bisa naik menuju US$300. Ini terjadi jika berhasil menembus level resistance US$295 yang telah membatasi kemajuan naiknya baru-baru ini.
Seumpama sentimen negatif kembali, AAVE mungkin bakal terseok-seok untuk mempertahankan posisinya. Adapun breakdown alias aksi turun ke bawah support US$277 akan membuka pintu untuk kerugian lanjutan, sekaligus berpotensi menyeret token ke US$259 atau bahkan lebih rendah lagi. Tren turun seperti itu akan serta-merta membatalkan prospek bullish dan menyoroti kerentanan baru dalam aksi harga AAVE.
Chainlink (LINK)
Enam tahun lalu, Chainlink menempati peringkat ke-87 di antara top 100 aset kripto dengan kapitalisasi pasar sederhana US$310 juta. Hari ini, LINK sudah memiliki valuasi US$15 miliar, menyoroti pertumbuhan eksponensial serta relevansinya yang meningkat di ekosistem blockchain.
Pada 2018, LINK menderita penurunan 22% selama shutdown pemerintah, tetapi kondisinya berbeda sekarang. Indikator MACD menandakan crossover bullish di depan, menunjukkan momentum yang lebih solid. Setelan alias konfigurasi teknis ini menyiratkan bahwa si altcoin mungkin mampu mencegah terulangnya crash sebelumnya dan sebaliknya justru mempertahankan pergerakan naik dalam waktu dekat.
Adapun kenaikan bullish yang berakselerasi bisa mengantarkan LINK melewati US$23,4 dalam waktu dekat. Ada potensi pula apresiasi harga meluas ke level resistance US$25,81. Namun, risiko tetap ada apabila sentimen bergeser secara negatif. Aksi turun tersebut bakal membuat LINK terpelanting ke US$19,91 atau bahkan US$17,31, yang akan membuyarkan prospek bullish serta memicu kehati-hatian investor.
Bagaimana pendapat Anda tentang 3 altcoin yang wajib masuk watchlist pasca dimulainya shutdown pemerintah AS ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!
Laporan baru dari Galaxy Research mengungkap bahwa penerima manfaat utama dari meme coin bukanlah para trader, melainkan penyedia infrastruktur.
Platform seperti launchpad, decentralized exchange (DEX), dan bot perdagangan otomatis justru meraup pendapatan yang besar. Sementara itu, mayoritas peserta individu mengalami kerugian dalam apa yang disebut sebagai permainan zero-sum dengan nilai harapan (EV) negatif.
Meme coin, salah satu jenis kripto yang sering digambarkan sebagaitoken berdasarkan lelucon internet atau tren budaya tanpa utilitas, telah muncul selama lebih dari satu dekade. Lonjakan popularitas dan kemudahan pembuatan telah memicu ledakan besar-besaran di sektor tersebut. Membuat jutaan token baru yang akhirnya membanjiri pasar dalam beberapa tahun terakhir.
Banyak trader akhirnya sering tertarik ke ruang ini,berharap mendapatkan keuntungan cepat. Namun, Galaxy Digital mencatat bahwa,
“Perdagangan mereka lebih sedikit tentang fundamental dan lebih banyak tentang apa yang bisa tergambar sebagai ‘arbitrase budaya’: memprediksi atau mendahului siklus perhatian, misalnya, membeli token untuk tren viral di TikTok sebelum pasar mengenalinya sebagai viral. Dalam jangka panjang, sebagian besar peserta pasar akhirnya kehilangan uang dengan memperdagangkan meme coin, dan dalam banyak hal, ini hanyalah perjudian biasa.”
Dalam laporan terbaru, analis riset Galaxy Digital, Will Owens, menjelaskan bahwa ekosistem meme coin berfungsi sebagai tumpukan. Di sini, aliran uang sebagian besar terkonsentrasi pada infrastruktur yang mendukung pembuatan dan perdagangan.
Pada tingkat dasar, blockchain seperti Solana mendominasi. Platform itu menampung lebih dari 32 juta token, meningkat lebih dari 300% sejak awal 2024. Blockchain ini menyumbang 56% dari 57 juta meme coin di seluruh chain utama, termasuk Ethereum, Base, dan BNB Chain.
“Base dan BSC juga menampung aktivitas signifikan, sementara Ethereum menampung token yang lebih besar dan budaya yang kurang kompetitif,” terang laporan tersebut.
Biaya rendah dan throughput tinggi Solana menjadikannya tempat favorit, dengan meme coin menyumbang sekitar 20-30% dari volume perdagangan DEX-nya, turun dari 60% pada bulan Januari.
Selanjutnya, launchpad membentuk lapisan penting, memungkinkan penyebaran token yang cepat. Pump.fun Solana, yang meluncur pada awal 2024, mencontohkan tren ini dengan mengindustrialisasi proses melalui kurva ikatan yang menjamin likuiditas dengan biaya minimal.
Platform ini telah menciptakan sekitar 12,9 juta token, yang membentuk 40,31% dari total 32 juta token Solana. Token yang rilis di Pump.fun memiliki kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDMC) agregat melebihi US$4,8 miliar, meskipun ini mencapai puncaknya di atas US$10 miliar awal tahun ini.
“Distribusi nilai hukum kekuatan di antara token Pump.fun sangat mengejutkan. Dari hampir 12,9 juta token yang rilis di platform, hanya 12 yang menyumbang lebih dari setengah dari semua kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDMC). Selusin token tersebut secara kolektif mewakili US$2,69 miliar, atau 56% dari total US$4,8 miliar FDMC, sementara 44% sisanya terbagi di antara jutaan token lainnya,” papar Owens.
Launchpad Hasilkan Keuntungan Secara Signifikan
Selain itu, Pump.fun telah menghasilkan biaya signifikan dari pembuatan dan perdagangan. Pada musim panas 2024, platform ini sempat kehilangan posisi ke pesaing seperti LetsBonk. Namun, launchpad ini merebut kembali dominasi melalui inovasi seperti Project Ascend, yang memperkenalkan model biaya dinamis untuk kreator, dan integrasi dengan streamer untuk peluncuran interaktif.
Sementara itu, agregator DEX dan pembuat pasar otomatis (AMM) seperti Jupiter, Raydium, Orca, dan PumpSwap milik Pump.fun lebih lanjut mengekstraksi nilai dengan menangani perdagangan pasca-peluncuran langsung. Platform ini mendapatkan keuntungan dari volume tinggi, dengan meme coin mendorong akuisisi pengguna dan pertumbuhan ekosistem.
Bot perdagangan, termasuk Axiom, BONKbot, dan Trojan, meningkatkan ini dengan memungkinkan sniping—membeli token saat peluncuran—dan eksekusi cepat, berkontribusi pada lingkungan yang sangat kompetitif, player-versus-player (PvP).
“Axiom, misalnya, telah melampaui US$200 juta dalam pendapatan kumulatif dengan tim kurang dari 10 orang,” sorot laporan tersebut.
Terakhir, pengembang token, orang dalam, dan key opinion leader (KOL) juga meraup keuntungan. Pengembang dan orang dalam sering kali menyimpan bagian pasokan besar di wallet tersembunyi, membuangnya ke likuiditas ritel untuk mendapatkan keuntungan. KOL di platform seperti X memperkuat narasi melalui kampanye terkoordinasi.
“Komunitas X (sebelumnya Twitter) dan grup Telegram memperkuat meme dan mengoordinasikan kampanye shilling. Komunitas didorong untuk mendongkrak token mereka lebih tinggi, dengan keyakinan kolektif menggantikan fundamental. KOL adalah bagian besar dari lapisan ini,” tulis analis tersebut.
KOL Kripto Utama di X | Sumber: Galaxy Digital
Sponsored
Sponsored
Apakah Trader Ritel Menjadi Pihak yang Paling Rugi dalam Boom Meme Coin?
Di sisi lain, sebagian besar trader menghadapi kerugian struktural. Laporan tersebut mengungkapkan bahwa waktu tahan median untuk meme coin Solana sekitar 100 detik. Memperlihatkan penurunan dari 300 detik di setahun sebelumnya.
“Artinya rata-rata peserta tidak ‘menahan’ token selama berjam-jam, apalagi berhari-hari. Sebaliknya, mereka berputar dengan cepat, mengambil keuntungan beberapa persen melawan trader lain dalam apa yang pada dasarnya adalah permainan perdagangan PvP,” jelas Owens.
Risiko berlimpah, termasuk honeypots—token yang memungkinkan pembelian tetapi memblokir penjualan—rug pulls, di mana orang dalam menarik likuiditas, dan vamping, di mana peniru menyedot nilai dari yang asli. Insiden profil tinggi, seperti insiden token LIBRA, telah mengakibatkan kerugian jutaan bagi trader sementara orang dalam meraup keuntungan.
Paradoks ekosistem ini menyoroti tren yang lebih luas. Karena saat sementara meme coin berfungsi sebagai pintu masuk ke aset kripto, menarik pengguna baru ke dalam wallet dan DEX. Hiruk-pikuk spekulatif ini malah memperkaya sekelompok kecil pemilik infrastruktur.
Bagi sebagian besar peserta, trading tetap negatif EV. Jadi, meme coin mungkin terlihat seperti kasino, tetapi rumah — bukan pemain — yang selalu menang.
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!
Setelah berbulan-bulan diam, Ibu Negara mempromosikan meme coin MELANIA berbasis Solana miliknya dalam video AI baru.
Meski sempat mengalami lonjakan harga singkat, token ini terus mengalami penurunan 98% dari harga tertinggi sepanjang masa pada bulan Januari. Trump juga terus menghadapi kritik atas penjualan token komunitas senilai US$10 juta oleh wallet tim.
Postingan Baru MELANIA AI Picu Trading
Trump mempromosikan meme coin yang sesuai dengan namanya minggu ini di X dengan mengunggah video hasil AI. Ia juga menulis “Into the Future” dan menandai akun resmi koin tersebut.
Unggahan terbaru ini cukup mengejutkan. Mengingat sejak Juni akun tersebut belum mengunggah hal apapun. Langkah mendadak itu sontak memicu lonjakan pada harga token. Mendongkrak posisinya dari US$0,16 menjadi US$0,19 sebelum akhirnya kembali turun. Berdasarkan CoinGecko, pada saat penulisan token MELANIA bergerak di kisaran harga US$0,18.
Namun, utas tersebut tidak menyertakan komentar dari Trump terkait penjualan token senilai jutaan dolar awal tahun ini.
Analis Kripto Angkat Bendera Merah
Menanggapi berita tersebut, analis blockchain mengungkapkan kekhawatiran tentang bagaimana tim di balik meme coin MELANIA menangani dana komunitas.
Kekurangan komunikasi ini menarik kritik dari analis yang memandang bahwa proyek MELANIA kurang transparan.Sponsored
Sponsored
“Melania Trump tidak akan membahas US$10 juta token komunitas yang dijual oleh wallet tim. Hanya memposting video AI setelah 10 bulan diam,” tulis Bubblemaps dalam utasnya hari ini.
Dalam peristiwa terpisah yang tercatat pada bulan yang sama, tim proyek MELANIA secara sistematis menjual lebih dari US$1,5 juta token selama tiga hari, memanfaatkan pemulihan harga 21% yang singkat. Mereka menggunakan manuver yang mirip dengan strategi Dollar-Cost Averaging (DCA), melakukan penjualan kecil dan bertahap daripada satu penjualan besar.
Pendekatan yang secara cermat ini memungkinkan tim untuk menjual banyak kepemilikan mereka. Menghasilkan tekanan jual yang konsisten pada token, dan mengurangi risiko untuk memicu bencana penurunan harga secara langsung.
Kontroversi Mengenai Token Presiden
Sebagai catatan, aksi Presiden Donald Trump yang merilis meme coin miliknya, TRUMP pada malam pelantikan berjalan sukses. Token tersebut dengan cepat melonjak, mencapai puncak US$13,73 sebelum akhirnya jatuh. Namun demikian harganya tidak pernah pulih.
Nah peluncuran token MELANIA dengan cepat diikuti oleh peluncuran yang dilakukan oleh Presiden Trump sendiri. Tetapi berbeda dengan MELANIA, TRUMP mengalami lebih banyak periode kesuksesan. Token tersebut mengalami lonjakan harga setelah pengumuman kebijakan penting.
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!