Author: 16

  • Ethereum Foundation Rilis Roadmap Teknologi Tujuh Fork

    Ethereum kembali memukau industri blockchain dengan pengumuman Strawmap, sebuah alat koordinasi jangka panjang yang dirilis oleh Ethereum Foundation.

    Strawmap menetapkan rencana sekitar tujuh fork jaringan hingga tahun 2029, memberikan panduan teknis yang lebih terperinci dan terstruktur untuk evolusi protokol Ethereum selama beberapa tahun ke depan.

    Menurut laporan Coincu, draft roadmap tersebut diprakarsai oleh peneliti Justin Drake dari Ethereum Foundation dan dimaksudkan sebagai alat koordinasi kolaboratif, bukan jadwal final yang kaku.

    Namun, visinya jelas: menjadikan Ethereum sistem dasar untuk infrastruktur digital global yang lebih cepat, lebih aman, dan lebih privasi-aware.

    Baca Juga: SSV Network Luncurkan Testnet Staking, Perkuat Infrastruktur Ethereum

    Mengapa Strawmap Begitu Penting

    Dalam banyak tahun terakhir, Ethereum fokus pada roadmap generik seperti Merge, Surge, atau Scourge.

    Strawmap mengambil pendekatan berbeda dengan menguraikan tujuan teknis ambisius yang lebih konkret dan terukur untuk satu dekade berikutnya.

    Ini mencakup lima north star goals yang menjadi pilar utama perencanaan protokol: finalitas yang jauh lebih cepat, throughput tinggi, skalabilitas rollup-centric, privasi asli, dan pertahanan terhadap ancaman quantum.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, Strawmap bukan sekadar roadmap biasa.

    “Strawmap bukan sekadar roadmap teknis, tapi visi untuk menjadikan Ethereum sebagai sistem operasi global yang tak terhentikan. Fokus pada ‘post-quantum security’ menunjukkan Ethereum sedang membangun benteng pertahanan untuk dekade mendatang. Transisi ke zkEVM akan menjadikan Ethereum sebagai penyedia ‘trust’ yang paling efisien di industri,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Tujuh Fork yang Disiapkan hingga 2029

    Draft ini merinci tujuh fork besar yang diproyeksikan terjadi secara berkala, kira-kira setiap enam bulan sekali, hingga akhir 2029.

    Setiap fork akan menargetkan peningkatan pada bagian tertentu dari protokol, baik itu consensus, execution, maupun data availability.

    Beberapa goal inti yang dibidik dalam total tujuh fork tersebut adalah:

    🔹 1. Finalitas Instan dan Slot Cepat

    Ethereum saat ini memiliki slot time sekitar 12 detik dan finalitas sekitar 16 menit.

    Strawmap bertujuan mengurangi waktu ini secara bertahap ke level finalitas detik, mulai dari 8, 6, 4, bahkan mungkin 2 detik pada titik tertentu.

    🔹 2. Throughput L1 Tinggi via zkEVM (Gigagas L1)

    Dokumen memproyeksikan target lebih dari 10.000 transaksi per detik (TPS) pada layer dasar, yang dicapai melalui integrasi zk-proofs dan enkripsi zkEVM yang enshrined (terbenam langsung dalam protokol).

    🔹 3. Skalabilitas Rollup Besar (Teragas L2)

    Pada layer 2, Ethereum menargetkan teragas melalui data availability sampling dengan kapasitas hingga kisaran 10 juta TPS di berbagai rollup.

    🔹 4. Privasi Native

    Strawmap juga memasukkan dukungan untuk transfer shielded ETH secara native di layer dasar — tidak lagi bergantung pada solusi pihak ketiga atau mixer.

    🔹 5. Keamanan Pasca-Quantum

    Salah satu aspek terobosan adalah adopsi kriptografi tahan quantum — seperti skema hash-based — untuk mempertahankan keamanan jaringan meskipun komputer quantum semakin maju.

    Alat Koordinasi Bukan Jadwal Final

    Penting untuk dicatat bahwa Strawmap bersifat kerja dalam progres (work-in-progress) dan bukan roadmap formal yang dijamin seluruh langkahnya akan terjadi persis seperti direncanakan.

    Ethereum Foundation menerbitkan dokumen ini sebagai peta awal untuk memfasilitasi diskusi komunitas, perencanaan teknis, serta kolaborasi lintas tim pengembang.

    Struktur pengembangan akan tetap fleksibel, menerima umpan balik dari komunitas, dan diperbarui secara berkala.

    Namun dengan adanya peta yang lebih jelas, para peneliti dan pengembang kini memiliki acuan yang lebih konkret dalam menyusun prioritas teknis jangka panjang.

    Baca Juga: Tekanan Jual Anjlok 90%, Ethereum Siap Meledak Lagi?

    Dampak bagi Ekosistem Ethereum

    Rencana jangka panjang ini menunjukkan bahwa Ethereum tidak hanya berfokus pada skalabilitas semata, tetapi juga pada evolusi fundamental yang mencakup privasi, throughput masif, dan ketahanan terhadap ancaman masa depan seperti quantum computing.

    Jika semua target ini terealisasi, Ethereum berpotensi tidak hanya menjadi platform blockchain terbesar, tetapi juga trust layer utama bagi aplikasi digital global: dari DeFi dan NFT hingga AI dan kontrak otonom yang kompleks.

    Bagi investor dan pengembang, Strawmap memberi harapan sekaligus kerangka kerja teknis yang bisa diikuti dan dievaluasi dalam setiap fase upgrade.

    Ini bukan hanya tentang performa saat ini, tetapi tentang mempersiapkan Ethereum untuk dekade berikutnya di tengah kompetisi blockchain yang semakin ketat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Terkoreksi ke $67.699, Tekanan Jual

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini menunjukkan pergerakan korektif setelah raja kripto ini melemah dalam 24 jam terakhir.

    Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Jumat (27/2), harga Bitcoin (BTC) berada di level $67.699,29 per BTC/USD, turun sekitar 1,07% dalam sehari terakhir.

    Pelemahan ini terjadi di tengah volume perdagangan 24 jam yang masih cukup tinggi, mencapai $41,60 miliar, menandakan aktivitas pasar tetap aktif meski sentimen jangka pendek cenderung hati-hati.

    Baca Juga: Bitcoin Koreksi Dalam, Pola 2019 Terulang: Awal Reli Baru?

    Tekanan Jual Masih Terlihat dalam 24 Jam

    Dalam rentang 24 jam terakhir, Bitcoin mencatatkan level terendah di $66.523,74 dan tertinggi di $68.707,59.

    Rentang volatilitas ini menunjukkan adanya tarik-menarik antara buyer dan seller di area psikologis $67.000.

    Secara persentase, perubahan harga 24 jam tercatat sekitar -0,93% hingga -1,07%, sementara pergerakan 1 jam terakhir relatif stabil di kisaran -0,08%. Adapun kinerja 7 hari terakhir nyaris stagnan dengan perubahan mendekati 0%.

    Kondisi ini mengindikasikan bahwa BTC sedang berada dalam fase konsolidasi setelah tekanan jual dalam beberapa pekan terakhir.

    Koreksi Dalam 30–90 Hari Masih Dalam

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 27 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 27 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika melihat data historis, tekanan jual jangka menengah masih cukup signifikan:

    • 30 hari: -23,98%
    • 60 hari: -24,60%
    • 90 hari: -25,37%

    Dalam 30 hari terakhir saja, BTC telah terkoreksi lebih dari $21.363, mencerminkan adanya distribusi besar atau aksi ambil untung dari pelaku pasar.

    Meski demikian, harga saat ini masih jauh di atas fase bear market sebelumnya, dan tetap menunjukkan struktur pasar yang lebih tinggi dibanding siklus terdahulu.

    Kapitalisasi Pasar Tembus $1,35 Triliun

    Dari sisi fundamental pasar, Bitcoin masih mempertahankan posisinya sebagai aset kripto nomor satu dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,35 triliun.

    Beberapa data penting lainnya:

    • Volume (24 jam): $41,49–$41,60 miliar
    • Sirkulasi suplai: 20 juta BTC
    • Maksimum suplai: 21 juta BTC
    • Market dominance: 95,22% (data internal yang tersedia)
    • Fully Diluted Valuation (FDV): $1,42 triliun

    Dengan suplai beredar sudah mencapai sekitar 95% dari total maksimum, dinamika harga BTC kini semakin dipengaruhi oleh permintaan pasar dibandingkan inflasi suplai baru.

    Jarak dari Rekor Tertinggi

    Bitcoin pernah mencatatkan rekor tertinggi (all-time high) di $126.198,07. Dengan harga saat ini di $67.699, BTC masih terkoreksi sekitar 46% dari puncaknya.

    Level ini sering kali menjadi area evaluasi bagi investor jangka panjang, terutama yang mempertimbangkan strategi akumulasi bertahap (dollar cost averaging).

    Level Teknis Penting BTC

    Berdasarkan data harga terbaru, beberapa level kunci yang perlu diperhatikan:

    • Support kuat: $66.500
    • Support psikologis: $65.000
    • Resistance terdekat: $68.700
    • Resistance lanjutan: $70.000

    Jika BTC mampu kembali menembus area $68.700 dengan volume besar, potensi rebound menuju $70.000 terbuka.

    Namun, jika tekanan jual mendorong harga turun di bawah $66.500, maka risiko koreksi lanjutan menuju area $65.000 cukup terbuka.

    Outlook Jangka Pendek: Konsolidasi atau Breakdown?

    Pergerakan harga BTC saat ini menunjukkan fase penentuan arah (inflection point). Volatilitas relatif moderat, namun tren 30–90 hari masih menunjukkan tekanan bearish.

    Faktor yang perlu dipantau investor antara lain volume breakout di atas $68.700, ketahanan support $66.500, hingga sentimen makro global dan arus masuk institusional.

    Selama Bitcoin masih bertahan di atas area $65.000, struktur jangka panjang belum sepenuhnya berubah menjadi bearish ekstrem.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melejit 4,28% ke $68.206

    Analisa harga BTC hari ini memperlihatkan Bitcoin berada di fase konsolidasi dengan tekanan jual ringan dalam 24 jam terakhir.

    Harga saat ini di $67.699 mencerminkan koreksi jangka menengah yang masih berlangsung, meskipun kapitalisasi pasar tetap kokoh di atas $1,35 triliun.

    Investor kini menanti konfirmasi arah selanjutnya: apakah BTC mampu membangun momentum untuk kembali ke $70.000, atau justru melanjutkan koreksi menuju support berikutnya.

    Pergerakan beberapa hari ke depan akan menjadi kunci dalam menentukan struktur tren Bitcoin selanjutnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network Turun ke $0,169, Tertekan Upgrade Mainnet

    Harga Pi Network (PI) tercatat melemah 0,42% dalam 24 jam terakhir ke level $0,169, sejalan dengan koreksi pasar kripto secara umum.

    Pergerakan ini terjadi di tengah pelemahan Bitcoin (BTC) sebesar 0,81% ke kisaran $67.646, yang memicu sentimen risk-off di pasar aset digital.

    Tidak terdapat katalis spesifik dari internal proyek Pi dalam periode ini. Penurunan harga lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal dan tekanan likuiditas yang relatif tipis.

    Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok 6%, Sentimen Extreme Fear Tekan Pasar Kripto

    Mengikuti Pelemahan Pasar Kripto

    Koreksi harga PI mencerminkan pergerakan pasar yang lebih luas. Bitcoin gagal menembus resistance kuat di area $70.000, memicu aksi ambil untung (profit-taking).

    Data analitik on-chain dari Glassnode juga menunjukkan adanya tekanan jual signifikan di area tersebut.

    Akibatnya, altcoin seperti PI bergerak dengan korelasi tinggi terhadap BTC. Dalam situasi seperti ini, PI menunjukkan karakter high beta — bergerak searah dengan pasar tanpa dorongan fundamental baru.

    Bagi investor, stabilitas Bitcoin di atas $67.000 menjadi faktor penting. Jika BTC mampu bertahan, maka altcoin berpotensi mendapatkan ruang untuk konsolidasi atau rebound terbatas.

    Volume Turun 30%, Likuiditas Menipis

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 27 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 27 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Data terbaru menunjukkan volume perdagangan PI turun sekitar 30% menjadi $11,86 juta. Penurunan volume ini mengindikasikan rendahnya minat transaksi dalam jangka pendek.

    Dalam pasar dengan likuiditas tipis, pergerakan harga cenderung lebih sensitif terhadap order besar. Artinya, fluktuasi bisa terjadi lebih cepat, baik ke atas maupun ke bawah.

    Selain itu, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh rencana token unlock besar yang dijadwalkan pada 7 Maret mendatang.

    Kemudian, sekitar 22 juta PI akan dirilis ke pasar. Tambahan suplai ini berpotensi meningkatkan tekanan jual jika tidak diimbangi oleh permintaan yang kuat.

    Upgrade Mainnet 1 Maret Jadi Katalis Kunci

    Faktor penting lainnya adalah tenggat waktu upgrade wajib untuk node Mainnet pada 1 Maret 2026.

    Berdasarkan laporan dari Coinmarketcap, seluruh operator node diwajibkan melakukan pembaruan protokol sebelum batas waktu tersebut.

    Upgrade jaringan sering kali menjadi momen krusial dalam menentukan sentimen komunitas.

    Jika proses berjalan lancar dan tidak ada gangguan teknis, hal ini bisa memperkuat kepercayaan terhadap stabilitas jaringan.

    Sebaliknya, potensi kendala teknis dapat memicu ketidakpastian tambahan.

    Level Teknis Penting PI

    Secara teknikal, struktur harga PI saat ini berada di area krusial:

    • Support utama: $0,16
    • Support lanjutan: $0,155
    • Resistance terdekat: $0,176

    Jika harga mampu bertahan di atas $0,16, terdapat peluang untuk kembali menguji resistance di $0,176. Namun, apabila support ini ditembus, risiko penurunan menuju $0,155 menjadi terbuka.

    Dengan kondisi likuiditas rendah dan suplai tambahan yang akan datang, zona $0,16 menjadi area pertahanan penting bagi bull.

    Outlook Jangka Pendek: Netral Cenderung Hati-Hati

    Dalam 48 jam menjelang tenggat upgrade jaringan, pasar kemungkinan akan bergerak hati-hati.

    Tidak adanya katalis positif spesifik membuat PI lebih rentan terhadap dinamika pasar global. Secara keseluruhan, sentimen saat ini dapat dikategorikan sebagai cautiously neutral.

    Harga bergerak dalam fase konsolidasi sempit, namun tekanan suplai dan rendahnya volume menjadi hambatan jangka pendek.

    Investor disarankan untuk memantau pergerakan Bitcoin di atas atau di bawah $67.000, reaksi harga PI di area $0,16, dan perkembangan teknis pasca-upgrade Mainnet.

    Baca Juga: Harga Pi Network Naik 3,32% ke $0,170, Masih Tertinggal dari Reli Pasar

    Harga Pi Network turun tipis ke $0,169 mengikuti koreksi pasar kripto yang dipimpin Bitcoin. Penurunan volume 30% serta rencana token unlock 22 juta PI menciptakan tekanan tambahan dalam jangka pendek.

    Kunci pergerakan selanjutnya ada pada pertahanan support $0,16 dan hasil upgrade Mainnet 1 Maret.

    Jika level ini bertahan dan sentimen membaik, PI berpeluang rebound menuju $0,176. Namun jika tidak, potensi penurunan ke $0,155 tetap terbuka.

    Pasar kini menunggu konfirmasi arah di tengah kombinasi sentimen eksternal dan dinamika internal jaringan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Hari Ini 26 Februari 2026: Potensi Rebound Lanjutan

    Pergerakan pasar kripto hari ini, Kamis (26/2) fokus pada Bitcoin yang berhasil rebound ke area $68.000, naik lebih dari 5% setelah sentimen global membaik. Kenaikan ini dipicu keputusan AS yang tidak menaikkan tarif impor terhadap China, sehingga meredakan kekhawatiran pasar. Optimisme juga datang dari laporan laba Nvidia yang memperkuat sentimen risk-on di aset berisiko, termasuk kripto.

    Seiring penguatan Bitcoin, sejumlah altcoin mencatat lonjakan signifikan. DOT memimpin dengan kenaikan 29% ke level $1,665, diikuti DENT yang naik 21% ke $0,000224 dan NEAR yang menguat 15% ke $1,161. Reli ini menunjukkan rotasi modal ke altcoin ketika BTC kembali menunjukkan momentum positif. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

    Daftar Altcoin Potensial di Tengah Bitcoin Rebound ke $68K

    • DOT melonjak tajam 29% hari ini mencapai level $1,665.
    • DENT melesat sebesar 21% hingga menyentuh angka $0,000224.
    • NEAR catat kenaikan 15%, diperdagangkan pada harga $1,161.

    Bitcoin Naik: AS Pertahankan Tarif Trump Atas China

    • Bitcoin tembus $68.000, melonjak lebih dari 5%.
    • Pemicunya, AS batal naikkan tarif impor China.
    • BTC terdorong optimisme pasar terhadap laporan laba Nvidia.

    Cashback Spesial Beduk Ramadan Total Hadiah Rp 50 JUTA*

    3 Altcoin Melejit Usai Raksasa Wall Street Borong Infrastruktur DeFi

    • MORPHO, UNI & JUP melonjak berkat investasi Apollo, BlackRock, serta ParaFi.
    • Apollo akuisisi saham MORPHO; BlackRock integrasikan dana $2 Miliar ke UNI; ParaFi kucurkan $35 Juta ke JUP.
    • Sinyal Wall Street kini incar infrastruktur DeFi, bukan sekadar kripto.

    Meta Berencana Garap Ulang Stablecoin Lewat Mitra pada Akhir 2026

    • Jangkauan 3,2 miliar pengguna Meta mudahkan integrasi pembayaran global.
    • Solusi pihak ketiga minimalkan risiko regulasi yang hambat Libra/Diem.
    • Dompet digital Meta bakal pacu adopsi stablecoin di sektor sosial dan kreator.

    Baca juga: Riset Kripto 16-19 Feb 2026: Ketidakpastian Global: Kapan Berakhir?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Hari Ini 27 Februari 2026: Potensi Rebound Lanjutan

    Menjelang akhir pekan, pasar kripto hari ini, Jumat (27/2) kembali diwarnai lonjakan tajam pada sejumlah altcoin. DENT memimpin reli dengan kenaikan 67% ke $0,000368, disusul MIRA yang melonjak 35% ke $0,1156 dan DCR yang menguat 19% ke $34,19. Pergerakan ini menunjukkan minat spekulatif meningkat di tengah momentum pasar yang mulai membaik.

    Meski demikian, perjalanan Bitcoin menuju $70.000 dinilai masih penuh tantangan. Data Glassnode menyoroti likuiditas yang relatif tipis sehingga menahan laju BTC di bawah level psikologis tersebut. Cadangan USDT yang turun sekitar $9 miliar mengindikasikan pengetatan likuiditas di pasar kripto, sementara arus keluar ETF dan minimnya partisipasi investor aktif turut membebani potensi pemulihan jangka pendek. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

    Daftar Altcoin Potensial Menjelang Akhir Pekan

    • DENT melonjak tajam 67% hari ini mencapai level $0,000368.
    • MIRA melesat sebesar 35% hingga menyentuh angka $0,1156.
    • DCR catat kenaikan 19%, diperdagangkan pada harga $34,19.

    Sinyal Glassnode: Perjalanan Bitcoin ke $70.000 Penuh Tantangan

    • Likuiditas tipis tahan laju Bitcoin di bawah $70.000.
    • Cadangan USDT turun $9 miliar, likuiditas kripto mengetat.
    • Outflow ETF dan minimnya investor aktif lemahkan pemulihan.

    Spesial Ramadan, Kesempatan Dapat Total Hadiah Rp 250JUTA!*

    Prediksi Ethereum & Solana Jelang Tenggat Clarity Act 1 Maret

    • Gedung Putih tetapkan batas waktu Clarity Act pada 1 Maret.
    • Kesepakatan imbalan stablecoin diharapkan segera tercapai.
    • Harga ETH & SOL berpotensi menguat pasca kesepakatan.

    Ethereum Tembus $2.000: Akumulasi Investor Meningkat

    • ETH lewati $2.000 terdorong reli pasar kripto.
    • Whale borong ETH, termasuk transaksi senilai $14,5 Juta.
    • Coinbase Premium Index positif pertama kali sejak Januari.

    Baca juga: Riset Kripto 16-19 Feb 2026: Ketidakpastian Global: Kapan Berakhir?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga SOL Rebound, Tapi Keyakinan Investor Besar Melemah

    Harga Solana (SOL) bangkit hampir 9% setelah sempat turun ke kisaran $75 pada 23 Februari, dan kini masih bertahan di atas level $82. Secara teknikal, pantulan seperti ini biasanya menarik minat beli lanjutan karena memberi sinyal potensi pembalikan tren.

    Namun kali ini situasinya berbeda. Investor jangka panjang, yang biasanya menjadi penopang saat fase pemulihan, justru mengurangi intensitas akumulasi. Ketidaksinkronan antara kenaikan harga dan turunnya keyakinan ini membuat reli SOL terlihat rapuh.

    Akumulasi Long-Term Holder Anjlok 62%

    Dikutip BeInCrypto, indikator HODLer Net Position Change menunjukkan bahwa dompet yang menyimpan SOL lebih dari 155 hari memang masih mencatat akumulasi, tetapi lajunya menurun tajam.

    Pada 10 Februari, long-term holder menambah sekitar 1,5 juta SOL dalam periode 30 hari berjalan. Namun pada 24 Februari, angka tersebut turun drastis menjadi sekitar 564.317 SOL—penurunan sekitar 62% hanya dalam dua pekan.

    Penurunan ini terjadi justru ketika harga mulai stabil dan memantul. Artinya, investor paling kuat di jaringan tidak melihat reli 9% ini sebagai awal pemulihan berkelanjutan.

    Meski belum menunjukkan aksi jual besar-besaran, melemahnya momentum beli menjadi sinyal bahwa keyakinan terhadap reli saat ini masih terbatas.

    Holder Jangka Menengah Juga Kurangi Eksposur

    Tekanan tidak hanya datang dari holder lama. Investor yang menyimpan SOL selama 1 hingga 3 bulan juga mengurangi kepemilikan.

    Porsi suplai yang dipegang kelompok ini turun dari 19,52% pada 25 Januari menjadi sekitar 14,08% pada 24 Februari. Itu berarti penurunan relatif hampir 28% dalam satu bulan.

    Waktu terjadinya pengurangan ini menjadi faktor penting. Alih-alih membeli saat harga memantul, sebagian holder tampaknya memanfaatkan kenaikan untuk mengurangi risiko dan keluar di harga mendekati impas.

    Tembok Suplai 22 Juta SOL Hambat Kenaikan

    Data distribusi cost basis menunjukkan adanya konsentrasi suplai besar di kisaran $82,81 hingga $83,79. Lebih dari 22,16 juta SOL dikumpulkan pada rentang harga ini.

    Zona tersebut menjadi area impas bagi banyak investor. Ketika harga kembali ke level beli mereka, kecenderungan untuk menjual demi memulihkan modal meningkat.

    Hal ini menjelaskan mengapa kenaikan SOL mulai tertahan di sekitar $82,91. Tanpa dukungan akumulasi kuat dari long-term holder, tekanan jual di area ini menjadi sulit ditembus.

    Struktur Teknikal Masih Mengarah ke Risiko Turun 17%

    Secara teknikal, sebelum rebound terbaru, SOL telah mengonfirmasi pola bearish head-and-shoulders dan sempat turun ke sekitar $75,69.

    Target proyeksi dari pola tersebut masih mengarah ke kisaran $68,71. Dari harga saat ini di sekitar $82,52, penurunan ke level tersebut berarti potensi koreksi tambahan sekitar 17%.

    Untuk membatalkan struktur bearish ini, Solana harus menembus dan bertahan di atas $82,91 sebagai resistance terdekat. Selanjutnya, level $86,82 menjadi hambatan berikutnya, sementara penembusan di atas $91,33 akan sepenuhnya mengakhiri pola bearish dan mengonfirmasi pembalikan tren.

    Sebaliknya, jika SOL kembali turun di bawah $80,89, risiko retest ke $74,96 meningkat. Penurunan di bawah level tersebut akan membuka kembali jalur menuju $68,71.

    Untuk saat ini, reli 9% Solana belum cukup kuat untuk mengubah struktur pasar. Tanpa dukungan akumulasi yang solid, pemantulan ini berisiko menjadi sekadar jeda sebelum tekanan lanjutan muncul kembali.

    Tim Research Tokocrypto menjelaskan kenaikan harga tanpa didukung akumulasi HODLer adalah sinyal ‘fakeout’ atau rebound sementara.

    “Penurunan drastis akumulasi di tengah kenaikan harga menandakan hilangnya konfiansi pemegang besar terhadap kelanjutan reli. Struktur teknikal Head-and-Shoulders masih aktif dengan target penurunan potensial ke 8,71 jika level 2,91 gagal ditembus secara meyakinkan,” ungkapnya.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kapitalisasi Tokenized US Treasurys Naik Lebih dari $1 Miliar, Ada Apa?

    Pasar tokenized US Treasurys mencatat lonjakan signifikan sejak awal 2026. Kapitalisasi pasar instrumen surat utang pemerintah AS yang ditokenisasi naik dari sekitar $8,9 miliar pada 1 Januari menjadi lebih dari $10,8 miliar, atau bertambah lebih dari $1 miliar dalam waktu kurang dari dua bulan, berdasarkan data RWA.xyz.

    Tokenized US Treasurys merupakan surat utang pemerintah AS yang diterbitkan sebagai aset dunia nyata (real-world assets/RWA) dan direpresentasikan dalam bentuk token di blockchain. Instrumen ini memungkinkan investor mengakses eksposur obligasi pemerintah melalui infrastruktur kripto.

    Tumbuh 50 Kali Lipat Sejak 2024, Didukung Produk BlackRock

    Pertumbuhan pasar ini disebut telah melonjak sekitar 50 kali lipat sejak 2024, menurut data Token Terminal. Salah satu pendorong utama adalah peluncuran USD Institutional Digital Liquidity Fund (BUIDL) oleh BlackRock pada Maret 2024.

    Produk tersebut kini memiliki kapitalisasi pasar lebih dari $1,2 miliar dan menjadi salah satu contoh integrasi institusi ke dalam ekosistem tokenisasi aset berbasis blockchain.

    Menariknya, kenaikan pasar tokenized Treasurys terjadi di tengah tekanan luas di pasar kripto sejak Oktober 2025, meningkatnya utang pemerintah AS, serta ketidakpastian makroekonomi global. Indeks ketidakpastian global bahkan mencapai level tertinggi sepanjang masa pada 2025, berdasarkan data Federal Reserve Bank of St. Louis.

    Baca Juga: Stablecoin vs Altcoin Apa Bedanya? Pelajari Perbedaannya Sebelum Membeli

    DTCC Siap Luncurkan Layanan Tokenisasi Surat Utang

    Momentum ini juga diperkuat oleh rencana Depository Trust and Clearing Corporation (DTCC) untuk meluncurkan layanan tokenisasi aset, dimulai dari US Treasurys. Pengumuman tersebut disampaikan pada Desember 2025.

    DTCC, lembaga kliring terbesar di dunia yang menyelesaikan transaksi senilai $3,7 kuadriliun pada 2024, berencana memperluas layanan tersebut ke berbagai kelas aset lain, termasuk exchange-traded funds (ETF) dan saham.

    Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa tokenisasi aset tradisional semakin diterima dalam infrastruktur keuangan global.

    Surat Utang AS Jadi Fondasi, Blockchain Jadi Infrastruktur Baru

    Dilaporkan Cointelegraph, US Treasurys selama ini dianggap sebagai tulang punggung sistem keuangan global karena likuiditasnya yang tinggi. Banyak korporasi dan institusi menggunakan obligasi jangka pendek—berdurasi satu tahun atau kurang—sebagai pengganti kas fisik.

    Dengan tokenisasi, surat utang tersebut kini dapat diterbitkan dan diperdagangkan di jaringan blockchain. Pendukung teknologi ini menilai tren tersebut berpotensi membawa arus pendapatan baru bagi jaringan blockchain tempat aset tersebut diterbitkan.

    Lonjakan kapitalisasi tokenized US Treasurys menunjukkan bahwa di tengah volatilitas kripto dan ketidakpastian ekonomi global, investor tetap mencari instrumen yang dianggap aman—namun kini melalui jalur digital berbasis blockchain.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, RWA (Real World Assets) membuktikan diri sebagai sektor yang tahan banting (resilient). Kenaikan M dalam dua bulan di tengah pasar yang volatil menunjukkan bahwa institusi lebih memilih keamanan Treasury AS yang efisien secara on-chain. Ini adalah fondasi bagi integrasi triliunan dolar aset tradisional ke ekosistem blockchain.

    Baca juga: Tren RWA: Altcoin Utilitas Mulai Mandiri dari Bitcoin


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga UNI Menguat, Pasar Merespons Voting Governance

    Token Uniswap (UNI) naik sekitar 15% dalam 24 jam terakhir, mengungguli kenaikan bitcoin yang sekitar 4–5% dan ether yang sekitar 8% pada periode yang sama. Penguatan UNI terjadi seiring respons pasar terhadap voting governance Uniswap yang menargetkan perluasan mekanisme pengambilan fee protokol (fee switch) di sejumlah jaringan layer-2

    Apa yang dibahas dalam proposal fee switch terbaru

    Proposal governance tersebut, yang dibagi menjadi dua voting on-chain karena batas transaksi, berfokus pada aktivasi fee protokol lintas jaringan.

    Jika disetujui, fee switch akan diperluas ke delapan chain tambahan dan menerapkan sistem fee v3 berbasis tier sebagai default untuk seluruh pool likuiditas, menggantikan skema sebelumnya yang mengaktifkan fee secara pool-by-pool.

    Baca Juga: Uniswap Ekspansi ke MegaETH, Dorong Harga ke $3,38

    Proposal juga dorong otomasi penarikan fee di v3

    Selain perluasan chain, proposal memperkenalkan v3OpenFeeAdapter yang memungkinkan penerapan fee protokol secara seragam berdasarkan tier fee pool, tanpa perlu intervensi governance untuk mengaktifkan tiap pool satu per satu.

    Coindesk melaporkan skema ini juga membuat pengambilan fee protokol otomatis untuk pool v3 baru, sehingga cakupan pengumpulan fee dapat meluas hingga pasangan perdagangan “long-tail” yang selama ini sulit dioptimalkan secara manual.

    Sejumlah estimasi menilai perubahan ini berpotensi menambah sekitar US$27 juta pendapatan tahunan (annualized) di luar sekitar US$34 juta yang saat ini sudah dihasilkan dan digunakan untuk burn UNI. Sejak fase awal aktivasi fee switch pada akhir tahun lalu, Uniswap disebut telah melakukan burn lebih dari US$5,5 juta UNI, yang mengindikasikan laju tahunan sekitar US$34 juta pada level saat ini.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, transisi Uniswap menjadi protokol cross-chain yang menghasilkan pendapatan nyata adalah validasi besar bagi model bisnis DeFi.

    “Dengan proyeksi pendapatan tambahan 7M, UNI bukan lagi sekadar token tata kelola tanpa fungsi, melainkan aset yang memiliki mekanisme ‘burn’ yang didorong oleh volume transaksi nyata di berbagai chain,” jelasnya.

    Risiko dan perhatian pasar: daya saing likuiditas di layer-2

    Meski potensi pendapatan protokol meningkat, dampak jangka panjang dinilai akan bergantung pada apakah peningkatan porsi fee yang “ditangkap” protokol akan memengaruhi daya saing Uniswap dalam menarik likuiditas—terutama di layer-2, tempat trader dan market maker sensitif terhadap biaya dan dapat berpindah ke platform lain.

    Setelah bertahun-tahun mendorong volume tanpa arus pendapatan yang jelas bagi pemegang token, Uniswap kini mulai memperlihatkan kemampuan menahan pendapatan. Pada Q1 2026, Uniswap mencatat sekitar US$3,12 juta gross profit berdasarkan data DeFi Llama, dibandingkan periode sebelumnya yang disebut mendekati nol.

    Jika voting lolos, langkah ini dipandang memperkuat transisi Uniswap menjadi protokol lintas-chain yang menghasilkan pendapatan, dengan burn UNI semakin terkait pada aktivitas trading agregat di luar Ethereum.

    Baca Juga: Harga Uniswap (UNI) Naik 43%, Dampak Instan Aktivasi Peralihan Biaya


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ETF Keluar Rp1,3 Miliar, Ethereum Terancam Turun Lagi?

    Harga Ethereum (ETH) kembali tertekan dan sempat turun ke kisaran $1.800 pada perdagangan sesi Asia, memperpanjang penurunan bulanan menjadi sekitar 38%. Tekanan ini terjadi di tengah sentimen risk-off global setelah kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump memperburuk kekhawatiran investor.

    Saat ini, ETH diperdagangkan di sekitar $1.830–$2.030 dan kehilangan sejumlah level support penting dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah indikator teknikal dan on-chain menunjukkan bahwa tekanan jual masih mendominasi dan risiko penurunan lanjutan belum sepenuhnya mereda.

    ETH Diperdagangkan di Bawah Realized Price

    Salah satu sinyal bearish utama datang dari indikator realized price, yaitu rata-rata harga terakhir seluruh ETH berpindah tangan di jaringan. Saat ini, realized price Ethereum berada di sekitar $2.380, jauh di atas harga pasar.

    Secara historis, ketika harga spot berada di bawah realized price, kondisi tersebut sering kali menandai fase lanjutan tren turun. Banyak pemegang aset berada dalam posisi rugi, yang dapat memicu tekanan jual tambahan akibat kepanikan.

    Dilaporkan Cointelegraph, situasi serupa terjadi pada Juni 2022 setelah krisis Terra Luna, ketika ETH turun 45% setelah jatuh di bawah realized price. Pola yang hampir sama juga terlihat pada 2018 sebelum harga anjlok lebih dalam.

    Pola Teknikal Masih Menguntungkan Bear

    Dari sisi teknikal jangka panjang, ETH belum menunjukkan sinyal pembentukan dasar harga. Dalam siklus sebelumnya, titik terendah umumnya terjadi setelah rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 50 minggu memotong ke bawah EMA 100 minggu.

    Saat ini, EMA 50 minggu masih berada sedikit di atas EMA 100 minggu, yang mengindikasikan tren turun belum sepenuhnya matang.

    Baca Juga: Vitalik Buterin Bongkar Rahasia Besar Ethereum, Siap Guncang Pasar!

    Di grafik harian, analis juga mengidentifikasi pola bear flag setelah sejumlah support penting ditembus. Pola ini biasanya menandakan kelanjutan tren turun, dengan proyeksi teknikal mengarah ke area $1.400–$1.500. Beberapa skenario ekstrem bahkan membuka kemungkinan penurunan lebih dalam apabila tekanan jual meningkat.

    Coinbase Premium Negatif, ETF Terus Catat Outflow

    Indikator lain yang memperkuat tekanan datang dari Coinbase Premium Index, yang mengukur selisih harga ETH di Coinbase dan Binance. Nilainya kini berada di wilayah negatif terdalam sejak 2022, menunjukkan tekanan jual yang kuat dari investor berbasis AS.

    Secara historis, premium negatif ekstrem sering kali muncul saat fase kapitulasi pasar, ketika investor menjual dengan diskon.

    Di sisi institusional, arus dana juga belum menunjukkan pemulihan. ETF spot Ethereum di AS mencatat outflow selama lima pekan berturut-turut, periode terpanjang sejak April 2025. Dalam rentang tersebut, hampir $1,3 miliar ditarik dari produk investasi tersebut, termasuk $123 juta pada pekan terakhir.

    Data global juga menunjukkan outflow sekitar $36,5 juta dari produk investasi berbasis Ethereum dalam sepekan terakhir.

    Apa Selanjutnya untuk Ethereum?

    Dengan harga berada di bawah realized price, tekanan dari ETF outflow, serta sinyal teknikal yang masih negatif, Ethereum menghadapi tantangan besar dalam jangka pendek.

    Area $1.800 kini menjadi level psikologis penting. Jika gagal bertahan, pasar dapat menguji zona support berikutnya di kisaran $1.500 atau lebih rendah. Sebaliknya, pemulihan berkelanjutan baru akan lebih meyakinkan jika ETH mampu kembali di atas $2.000 dan menunjukkan perbaikan pada arus dana institusional.

    Untuk saat ini, struktur pasar masih mencerminkan dominasi penjual, sementara pembentukan dasar harga tampaknya belum sepenuhnya terkonfirmasi.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kondisi pasar saat ini mencerminkan kapitulasi ritel dan institusional yang parah, mirip dengan masa suram tahun 2022.

    “Penurunan di bawah realized price sering kali mendahului koreksi lebih dalam sebesar 40-70% berdasarkan siklus sejarah. Target teknikal berikutnya berada di kisaran .400 – .500, kecuali ada pembalikan signifikan pada Coinbase Premium dan penghentian arus keluar ETF,” analisanya.

    Baca Juga: Vitalik Jual ETH Rp100 Miliar Saat Harga Anjlok 30%, Sinyal Bahaya?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Koreksi Dalam, Pola 2019 Terulang: Awal Reli Baru?

    Investor Bitcoin berbasis on-chain saat ini mengalami tekanan terberat sepanjang siklus koreksi berjalan. Data menunjukkan trader $BTC mencatat realisasi kerugian terbesar dalam fase penurunan kali ini, seiring harga yang terus melemah dalam beberapa pekan terakhir.

    Bitcoin diperdagangkan di kisaran $67.375 dengan penurunan sekitar 2,8% dalam 24 jam terakhir. Dalam 30 hari, harga telah terkoreksi hampir 25%, sementara dalam 90 hari terakhir turun lebih dari 26%. Kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di sekitar $1,34 triliun, dengan volume perdagangan harian mendekati $48 miliar.

    Tekanan ini mendorong banyak investor ritel keluar dari pasar setelah mengalami kerugian signifikan.

    Ritel Menyerah, Whale Justru Agresif Akumulasi

    Di tengah meningkatnya kerugian, data menunjukkan investor ritel mulai meninggalkan pasar. Fenomena ini biasanya ditandai dengan menurunnya partisipasi alamat kecil serta meningkatnya realisasi kerugian jangka pendek.

    Namun, kondisi tersebut justru berbanding terbalik dengan perilaku whale. Pemegang besar Bitcoin dilaporkan terus meningkatkan akumulasi, bahkan dengan intensitas yang lebih tinggi dibandingkan fase sebelumnya.

    Perbedaan perilaku ini memperlihatkan kontras antara kepanikan ritel dan strategi jangka panjang investor besar yang memanfaatkan koreksi sebagai peluang akumulasi.

    Koreksi, Bukan Bear Market?

    Dilaporkan Crypto Quant, sejumlah analis menilai kondisi saat ini lebih mencerminkan fase koreksi dibandingkan awal bear market baru. Tingkat kerugian on-chain yang terjadi disebut-sebut mirip dengan situasi November 2019.

    Pada periode tersebut, Bitcoin mengalami tekanan signifikan sebelum akhirnya memulai fase kenaikan besar pada tahun berikutnya. Pola historis ini menjadi dasar optimisme sebagian pelaku pasar bahwa fase saat ini bisa menjadi fondasi untuk pergerakan lebih tinggi.

    Apa Selanjutnya untuk BTC?

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 26 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 26 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dengan suplai beredar sekitar 20 juta BTC dari total maksimum 21 juta, struktur fundamental Bitcoin tetap relatif terbatas. Namun dalam jangka pendek, volatilitas masih berpotensi berlanjut, terutama jika tekanan jual dari investor jangka pendek belum mereda sepenuhnya.

    Jika pola historis terulang, fase kapitulasi ritel dan akumulasi whale dapat menjadi titik transisi menuju siklus pemulihan berikutnya. Meski demikian, arah harga selanjutnya akan sangat bergantung pada stabilitas sentimen pasar global dan arus likuiditas yang masuk kembali ke aset berisiko seperti kripto.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini bukan Bear Market, tapi koreksi sehat yang ekstrem. Kapitulasi retail adalah bahan bakar buat kenaikan berikutnya.

    “Whales yang terus akumulasi di tengah kerugian retail menunjukkan adanya perpindahan aset dari ‘tangan lemah’ ke ‘tangan kuat’. G-Protocol Filter: Retail nangis, paus kenyang. Sejarah 2019 bakal terulang kalau paus nggak berhenti makan,” jelasnya.

    Baca juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melejit 4,28% ke $68.206


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com