Author: 16

  • Zebec Network Rilis SuperApp Desktop, Perluas Akses Pembayaran Kripto

    Zebec Network resmi meluncurkan versi desktop dari SuperApp mereka, memperluas akses ekosistem pembayaran kripto ke perangkat komputer.

    Peluncuran ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat utilitas platform, terutama bagi pengguna profesional dan korporasi yang membutuhkan manajemen keuangan lebih komprehensif.

    SuperApp desktop tersebut mengintegrasikan seluruh layanan utama Zebec dalam satu antarmuka terpadu, mulai dari kartu debit kripto Silver dan Carbon, fitur streaming payroll berbasis blockchain, hingga staking token ZBCN.

    Baca Juga: 3 Altcoin RWA yang Siap Bikin Kejutan Besar September Ini!

    Integrasi Ekosistem dalam Satu Platform

    Dengan hadirnya versi desktop, pengguna kini dapat mengakses seluruh fitur Zebec secara lebih efisien.

    Sebelumnya, Coinmarketcal melaporkan bahwa sebagian besar layanan lebih terfokus pada pengalaman mobile.

    Versi desktop memberikan fleksibilitas tambahan, khususnya bagi bisnis dan tim keuangan yang mengelola pembayaran rutin dalam skala besar.

    Beberapa fitur utama yang terintegrasi dalam SuperApp desktop meliputi:

    • Kartu debit Silver dan Carbon, yang memungkinkan pengguna membelanjakan aset kripto untuk transaksi sehari-hari.
    • Streaming payroll di jaringan Solana, yang memungkinkan pembayaran gaji dilakukan secara real-time dan terprogram.
    • Staking ZBCN, memberikan peluang imbal hasil bagi pemegang token dalam satu dashboard terpadu.

    Fitur streaming payroll yang berjalan di atas jaringan Solana menjadi salah satu pembeda utama Zebec dibandingkan platform pembayaran kripto lainnya.

    Sistem ini memungkinkan pembayaran dilakukan per detik atau per interval tertentu, menghadirkan fleksibilitas dalam manajemen arus kas perusahaan.

    Perkuat Posisi di Sektor Pembayaran Real-World

    Integrasi kartu fisik dengan sistem payroll berbasis blockchain menunjukkan fokus Zebec pada sektor real-world payments.

    Dengan menghadirkan kartu debit kripto yang dapat digunakan di jaringan pembayaran global, Zebec menjembatani aset digital dengan ekonomi konvensional.

    Langkah ini dinilai memperkuat posisi Zebec sebagai pemain infrastruktur pembayaran berbasis blockchain yang tidak hanya berorientasi pada DeFi, tetapi juga pada penggunaan praktis sehari-hari.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, peluncuran ini membawa dampak strategis terhadap utilitas platform.

    “Peluncuran SuperApp versi desktop meningkatkan utilitas dan kemudahan akses bagi pengguna profesional. Integrasi fitur payroll dan kartu fisik dalam satu platform memperkuat posisi Zebec di sektor pembayaran real-world. Waspadai volatilitas jangka pendek pasca-rilis (sell the news),” kata Tim Research Tokocrypto.

    Dampak terhadap Token ZBCN

    Dari sisi pasar, peluncuran produk baru sering kali memicu peningkatan minat spekulatif terhadap token terkait.

    Dalam hal ini, token Zebec Protocol (ZBCN) berpotensi mengalami lonjakan volume perdagangan dalam jangka pendek.

    Namun, fenomena buy the rumor, sell the news juga menjadi risiko yang perlu diperhatikan.

    Setelah pengumuman resmi dirilis, trader jangka pendek kerap merealisasikan keuntungan, yang bisa memicu volatilitas harga.

    Secara fundamental, peningkatan utilitas aplikasi dan konsolidasi fitur dalam satu platform dapat memperkuat nilai jangka panjang token, terutama jika adopsi meningkat di kalangan bisnis dan profesional.

    Tren SuperApp di Industri Kripto

    Konsep SuperApp sendiri semakin populer di industri blockchain.

    Platform yang mampu menggabungkan berbagai layanan: mulai dari pembayaran, staking, hingga kartu debit dalam satu ekosistem dinilai lebih kompetitif dalam menarik dan mempertahankan pengguna.

    Dengan pendekatan ini, Zebec tidak hanya membangun protokol, tetapi juga ekosistem aplikasi yang siap digunakan secara luas.

    Fokus pada kemudahan akses dan integrasi layanan menjadi strategi penting di tengah persaingan ketat sektor fintech berbasis kripto.

    Prospek ke Depan

    Keberhasilan SuperApp desktop akan sangat bergantung pada tingkat adopsi dan pengalaman pengguna.

    Jika Zebec mampu menghadirkan performa stabil, keamanan tinggi, dan integrasi pembayaran yang lancar, platform ini berpotensi memperluas pangsa pasar di sektor payroll kripto global.

    Selain itu, sinergi antara staking, kartu debit, dan sistem pembayaran real-time menciptakan ekosistem yang saling mendukung.

    Pengguna tidak hanya menyimpan dan membelanjakan kripto, tetapi juga dapat mengoptimalkan aset mereka melalui staking dalam satu aplikasi.

    Baca Juga: 3 Altcoin ISO 20022 Ini Diam-Diam Naik, Market Cap Tembus $142 Miliar

    Peluncuran SuperApp desktop oleh Zebec Network menjadi tonggak penting dalam evolusi platform pembayaran berbasis blockchain.

    Dengan mengintegrasikan payroll streaming di Solana, kartu debit fisik, serta staking ZBCN dalam satu antarmuka, Zebec memperkuat posisinya di sektor pembayaran real-world.

    Meski potensi volatilitas jangka pendek tetap ada, terutama karena dinamika pasar pasca-rilis, secara jangka panjang langkah ini meningkatkan utilitas dan daya saing ekosistem Zebec.

    Bagi investor dan pengguna, fase ini menjadi momentum penting untuk memantau arah perkembangan platform dan adopsinya di pasar global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Casper Network Gelar Vote #008, Tokenomics CSPR Berubah?

    Casper Network (CSPR) tengah menjalankan pemungutan suara on-chain bertajuk Vote #008, sebuah proposal penting yang berpotensi mengubah struktur tokenomics jaringan.

    Agenda utama dalam voting ini mencakup pembaruan pada skema emisi validator serta pengenalan mekanisme one-time issuance atau penerbitan token satu kali.

    Langkah ini disebut-sebut sebagai bagian dari strategi pendanaan pertumbuhan ekosistem jangka panjang dan memperluas integrasi Casper ke pasar yang lebih luas.

    Namun di sisi lain, perubahan ini juga memunculkan pertanyaan terkait potensi inflasi dan dampaknya terhadap nilai token Casper (CSPR).

    Isi Proposal Vote #008

    Merujuk pada laporan Coinmarketcal pada Kamis (26/2), proposal Vote #008 berfokus pada dua aspek utama, yaitu:

    1. Penyesuaian Emisi Validator
      Skema imbal hasil bagi validator berpotensi diperbarui, yang secara langsung memengaruhi tingkat inflasi tahunan jaringan dan return staking.
    2. One-Time Issuance Token
      Casper berencana melakukan penerbitan token satu kali untuk mendanai pertumbuhan ekosistem, termasuk pengembangan infrastruktur, kemitraan strategis, dan integrasi pasar utama.

    Secara teoritis, langkah ini dapat memperkuat daya saing jaringan dalam jangka panjang.

    Namun, setiap penerbitan token tambahan selalu membawa konsekuensi terhadap suplai beredar dan potensi dilusi bagi pemegang token saat ini.

    Dampak terhadap Inflasi dan Staking

    Perubahan pada emisi validator berarti adanya kemungkinan penyesuaian reward staking.

    Jika tingkat emisi meningkat, maka inflasi token juga dapat bertambah. Sebaliknya, jika dilakukan optimalisasi distribusi, reward bisa menjadi lebih berkelanjutan.

    Di sisi lain, Tim Research Tokocrypto menilai hasil voting ini akan sangat menentukan arah jangka panjang CSPR.

    “Ini adalah perubahan fundamental pada tokenomics CSPR yang dapat mempengaruhi inflasi dan imbal hasil staking. Hasil voting ini sangat krusial bagi valuasi jangka panjang; investor akan memantau apakah emisi tambahan ini dianggap sebagai dilusi atau investasi produktif bagi jaringan,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Analisa tersebut menyoroti dilema klasik dalam ekonomi kripto: apakah penerbitan token baru akan menciptakan nilai melalui pertumbuhan ekosistem, atau justru menekan harga akibat bertambahnya suplai?

    Dilusi atau Investasi Produktif?

    Dalam konteks blockchain Layer-1, pendanaan ekosistem sering kali menjadi kunci untuk menarik developer, membangun aplikasi, dan memperluas adopsi.

    Jika dana dari one-time issuance digunakan secara efektif: misalnya untuk hibah developer, integrasi institusional, atau ekspansi global, maka langkah ini bisa menjadi katalis pertumbuhan jangka panjang.

    Namun, pasar kripto sangat sensitif terhadap isu inflasi. Investor cenderung bereaksi negatif jika menilai tambahan suplai sebagai bentuk dilusi tanpa proyeksi utilitas yang jelas.

    Reaksi harga CSPR dalam jangka pendek kemungkinan akan sangat bergantung pada persepsi pasar terhadap proposal ini.

    Jika komunitas melihatnya sebagai strategi ekspansi yang agresif namun terukur, sentimen bisa berubah positif. Sebaliknya, kekhawatiran inflasi dapat memicu tekanan jual.

    Pentingnya Partisipasi Komunitas

    Sebagai jaringan berbasis tata kelola on-chain, keputusan akhir berada di tangan komunitas dan validator.

    Partisipasi aktif dalam voting menjadi indikator tingkat desentralisasi dan kepercayaan terhadap arah strategis jaringan.

    Vote #008 juga mencerminkan kedewasaan ekosistem Casper dalam mengelola perubahan fundamental melalui mekanisme governance yang transparan.

    Proses ini memberikan kesempatan bagi pemegang CSPR untuk menentukan masa depan ekonomi jaringan secara kolektif.

    Prospek Jangka Panjang CSPR

    Dalam jangka panjang, keberhasilan proposal ini akan sangat bergantung pada implementasi dan transparansi penggunaan dana.

    Investor akan memantau beberapa faktor kunci, mulai dari tingkat inflasi pasca perubahan emisi, dampak terhadap reward staking, realisasi program pendanaan ekosistem, hingga respons pasar terhadap peningkatan suplai.

    Jika strategi ini berhasil meningkatkan aktivitas jaringan dan adopsi, maka potensi apresiasi nilai jangka panjang tetap terbuka.

    Namun volatilitas jangka pendek hampir tak terhindarkan, terutama selama periode voting dan pengumuman hasil.

    Baca Juga: Pengenalan Konsep Ethereum Casper

    Pemungutan suara on-chain Vote #008 di Casper Network menjadi momen krusial bagi masa depan tokenomics CSPR.

    Proposal yang mencakup penyesuaian emisi validator dan penerbitan token satu kali berpotensi mengubah dinamika inflasi serta imbal hasil staking.

    Investor kini menanti hasil voting untuk menentukan apakah langkah ini akan menjadi fondasi pertumbuhan baru atau memicu kekhawatiran dilusi.

    Dalam dunia kripto yang bergerak cepat, keputusan governance seperti ini kerap menjadi penentu arah valuasi jangka panjang sebuah proyek blockchain.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melejit 4,28% ke $68.206

    Harga BTC hari ini menunjukkan lonjakan signifikan setelah Bitcoin (BTC) menguat 4,28% dalam 24 jam terakhir ke level $68.206,06 per koin.

    Kenaikan ini mempertegas momentum bullish jangka pendek, sekaligus membawa harga semakin dekat ke area psikologis $70.000.

    Dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,36 triliun dan volume perdagangan harian menyentuh $51,43 miliar, minat beli terlihat meningkat tajam dibandingkan sesi sebelumnya.

    Lonjakan volume ini mengindikasikan partisipasi pasar yang kuat, baik dari trader ritel maupun institusional.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Masuki Zona Hijau, Bitcoin Naik ke $65.408

    Pergerakan Harga 24 Jam: Volatil tapi Bullish

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di rentang harga terendah $64.767,21 dan tertinggi di level $69.953,53.

    Harga sempat hampir menembus $70.000 sebelum mengalami sedikit koreksi tipis (-0,06% dalam 1 jam terakhir). Meski demikian, struktur pergerakan tetap menunjukkan dominasi buyer.

    Kenaikan harian sebesar $2.983,33 (+4,57%) menjadi salah satu reli intraday terbesar dalam beberapa pekan terakhir.

    Dalam 7 hari terakhir, BTC juga masih mencatatkan kenaikan +1,8%, mengindikasikan adanya pemulihan bertahap.

    Namun, Tekanan Bulanan Masih Terasa

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 26 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 26 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Meski reli jangka pendek cukup agresif, performa dalam 30 hingga 90 hari terakhir masih mencerminkan fase koreksi:

    • 30 Hari: -23,05%
    • 60 Hari: -22,19%
    • 90 Hari: -25,15%

    Artinya, meskipun saat ini BTC bangkit, tren menengah masih dalam proses pemulihan dari tekanan signifikan.

    Kenaikan ke atas $68.000 bisa menjadi sinyal awal pembalikan tren, tetapi konfirmasi lebih lanjut masih dibutuhkan.

    Posisi Terhadap Rekor Tertinggi

    Bitcoin masih berada jauh dari rekor tertingginya di $126.198,07.

    Dengan suplai beredar mencapai 19,99 juta BTC atau sekitar 95,21% dari total maksimum 21 juta BTC, aspek kelangkaan tetap menjadi narasi fundamental jangka panjang.

    Fully Diluted Valuation (FDV) kini berada di kisaran $1,43 triliun, mendekati kapitalisasi pasar saat ini.

    Struktur suplai yang hampir maksimal ini membuat setiap lonjakan permintaan berpotensi berdampak signifikan pada harga.

    Analisa Teknikal: Uji Area Psikologis $70.000

    Dari sisi teknikal, Tokocrypto mencatat adanya beberapa level penting yang perlu diperhatikan oleh para investor:

    • Support terdekat: $65.000
    • Support kuat: $64.700
    • Resistance utama: $70.000
    • Resistance lanjutan: $72.000

    Jika BTC mampu menembus dan bertahan di atas $70.000 dengan volume tinggi, potensi rally lanjutan menuju $72.000–$75.000 semakin terbuka.

    Sebaliknya, jika terjadi penolakan kuat di area $69.900–$70.000, koreksi sehat menuju $65.000 bisa terjadi sebelum melanjutkan tren.

    Lonjakan volume di atas $50 miliar menunjukkan bahwa pergerakan ini bukan sekadar pantulan teknikal kecil.

    Namun, trader tetap perlu mengantisipasi volatilitas tinggi menjelang breakout area psikologis.

    Faktor Sentimen Pasar

    Sebagai aset kripto dengan peringkat pertama dan dominasi pasar terbesar, pergerakan Bitcoin sering menjadi penentu arah altcoin.

    Reli kuat BTC biasanya diikuti arus dana masuk ke pasar kripto secara keseluruhan. Dengan kapitalisasi pasar menembus $1,36 triliun, sentimen global terhadap kripto tampak membaik.

    Namun, faktor makro seperti kebijakan suku bunga, arus ETF, dan kondisi ekonomi global tetap menjadi katalis penting yang bisa mempercepat atau menghambat momentum ini.

    Outlook Jangka Pendek

    Dalam jangka pendek, momentum berada di sisi bullish. Breakout valid di atas $70.000 akan menjadi konfirmasi teknikal penting bagi kelanjutan tren naik.

    Namun, mengingat koreksi 3 bulan terakhir masih cukup dalam (-25%), sebagian analis melihat reli ini sebagai fase pemulihan awal, bukan euforia penuh.

    Manajemen risiko tetap menjadi kunci, terutama bagi trader leverage yang rentan terhadap likuidasi saat volatilitas meningkat.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin ke $63.647, Masukin Fase Uji Support

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan kekuatan signifikan dengan kenaikan 4,28% ke $68.206. Volume tinggi dan struktur harga yang mendekati $70.000 memberikan sinyal positif bagi kelanjutan tren.

    Area $70.000 kini menjadi level krusial yang akan menentukan arah selanjutnya: apakah Bitcoin siap melanjutkan reli menuju $75.000, atau justru mengalami koreksi jangka pendek sebelum melanjutkan kenaikan?

    Investor dan trader disarankan untuk memantau volume, sentimen pasar global, serta respons harga di area resistance psikologis tersebut dalam beberapa hari ke depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network Naik 3,32% ke $0,170, Masih Tertinggal dari Reli Pasar

    Harga Pi Network (PI) mencatat kenaikan 3,32% dalam 24 jam terakhir ke level $0,170, menunjukkan rebound moderat di tengah sentimen positif pasar kripto secara keseluruhan.

    Namun, catatan Coinmarketcap menunjukkan bahwa kenaikan ini masih tertinggal dibandingkan reli total kapitalisasi pasar kripto yang melonjak 4,58% ke $2,35 triliun.

    Artinya, meskipun PI ikut terdorong naik, performanya belum menunjukkan kekuatan independen yang signifikan.

    Baca Juga: Harga Pi Network Naik 0,91% ke $0,164, Ikuti Reli Bitcoin

    Kenaikan Dipicu Sentimen Pasar Global

    Pergerakan harga PI saat ini dinilai lebih bersifat beta-driven, yakni mengikuti arus kenaikan pasar kripto secara umum.

    Ketika aset utama seperti Bitcoin (BTC) menguat dan kapitalisasi pasar meningkat, sebagian besar altcoin cenderung ikut terdorong naik.

    Namun, dengan kenaikan 3,32% yang masih di bawah rata-rata pasar 4,58%, PI terlihat hanya mendapat dorongan moderat tanpa aliran modal besar yang masuk secara spesifik.

    Ini menunjukkan bahwa token bergerak reaktif terhadap sentimen global, bukan karena adanya katalis internal seperti pembaruan jaringan, pengumuman strategis, atau lonjakan aktivitas on-chain.

    Volume Naik, Tapi Belum Signifikan

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Kamis, 27 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Kamis, 27 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Volume perdagangan PI tercatat naik 26% menjadi $17,16 juta.

    Kenaikan volume ini memang mencerminkan peningkatan aktivitas pasar, tetapi belum tergolong lonjakan ekstrem yang biasanya mengindikasikan akumulasi besar atau perubahan tren kuat.

    Tanpa adanya berita khusus atau sentimen viral yang mengangkat proyek, pergerakan harga PI saat ini lebih tepat dibaca sebagai rebound teknikal kecil di tengah tren menurun jangka menengah.

    Dalam 7 hari terakhir, PI masih mencatatkan pelemahan sekitar -10,32%, menandakan tekanan jual sebelumnya belum sepenuhnya hilang.

    Area Kritis: $0,170 Jadi Titik Uji

    Secara teknikal, level $0,170 kini menjadi area penting yang harus dipertahankan oleh buyer.

    Jika PI mampu bertahan di atas zona ini dan minat beli berlanjut, maka potensi pengujian resistance berikutnya di kisaran $0,175–$0,180 terbuka.

    Namun, jika harga gagal bertahan dan turun di bawah $0,165, risiko retest ke level terendah sebelumnya semakin besar.

    Mengingat dalam 90 hari terakhir PI masih terkoreksi sekitar -36,10%, tekanan struktural jangka menengah masih membayangi.

    Dengan kata lain, PI berada di titik infleksi teknikal yang menentukan arah pergerakan selanjutnya.

    Peran Bitcoin Tetap Dominan

    Arah PI dalam jangka pendek juga sangat bergantung pada stabilitas Bitcoin.

    Jika BTC mampu mempertahankan momentum dan bertahan di atas area psikologis pentingnya (sekitar $57.000 sesuai konteks data), maka altcoin berpotensi mendapatkan dukungan lanjutan.

    Sebaliknya, jika pasar kripto kembali terkoreksi, PI yang belum menunjukkan kekuatan independen berisiko kembali terseret turun lebih dalam.

    Korelasi tinggi dengan pasar utama menegaskan bahwa PI saat ini belum mampu decouple atau bergerak berlawanan arah secara signifikan.

    Outlook Jangka Pendek: Netral Cenderung Hati-hati

    Melihat kombinasi kenaikan moderat, volume yang meningkat namun belum eksplosif, serta tren 7 hari yang masih negatif, outlook PI berada pada kategori netral cenderung hati-hati.

    Untuk mengonfirmasi momentum bullish jangka pendek, pasar perlu melihat breakout tegas di atas $0,175, volume yang terus meningkat, dan stabilitas pasar kripto secara keseluruhan.

    Tanpa konfirmasi tersebut, kenaikan saat ini berpotensi hanya menjadi pantulan sementara dalam tren turun yang lebih besar.

    Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok 6%, Sentimen Extreme Fear Tekan Pasar Kripto

    Analisa harga Pi Network hari ini menunjukkan kenaikan 3,32% ke $0,170, didorong oleh reli pasar kripto secara luas.

    Namun, performa yang masih tertinggal dibandingkan kenaikan total pasar menandakan lemahnya momentum independen.

    Level $0,170 menjadi area krusial yang harus dipertahankan untuk membuka peluang menuju $0,180. Jika gagal, risiko kembali ke area bawah $0,165 tetap terbuka.

    Dalam kondisi seperti ini, investor dan trader disarankan untuk mencermati volume perdagangan, sentimen Bitcoin, serta potensi breakout teknikal sebelum mengambil keputusan.

    Pasar saat ini memberi peluang, tetapi tetap menuntut kewaspadaan tinggi terhadap volatilitas.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRPL Catat Lonjakan Aktivitas, XRP Tertahan di Bawah $1,40

    XRP Ledger (XRPL) mencatat sejumlah rekor penting sepanjang Februari, meski harga XRP masih tertekan dan berada di bawah US$1,40 pada pekan terakhir bulan ini. Aktivitas jaringan melonjak signifikan setelah sejumlah pembaruan teknis diaktifkan.

    Namun, lonjakan fundamental tersebut belum mampu mendorong pemulihan harga, yang masih turun sekitar 45% dari puncak awal tahun.

    Transaksi Tembus Level Tertinggi 12 Bulan

    Dilaporkan BeInCrypto, data dari XRPScan menunjukkan jumlah successful payments di XRP Ledger meningkat tajam dalam sebulan terakhir. Dari sekitar 1 juta transaksi pada akhir Desember, angka tersebut melonjak menjadi lebih dari 2,7 juta transaksi pada Februari — level tertinggi dalam 12 bulan terakhir.

    Successful payment di XRPL merujuk pada transaksi yang telah divalidasi dan dicatat di buku besar terdistribusi. Kenaikan ini mencerminkan peningkatan penggunaan jaringan untuk pembayaran, transfer, maupun aktivitas DeFi.

    Selain itu, jaringan mencatat sekitar 2 juta transaksi per hari dan sekitar 40.000 alamat aktif, menandakan konsistensi aktivitas on-chain di tengah pelemahan harga.

    Baca juga: XRP Turun 9%, Tapi Whale Borong 170 Juta Token, Sinyal Bottom Dekat?

    AMM dan Permissioned DEX Dorong Likuiditas

    Aktivitas Automated Market Maker (AMM) di XRPL DEX juga mencetak rekor baru dengan lebih dari 14.000 deposit. Ini menjadi level tertinggi sejak fitur tersebut diperkenalkan.

    Lonjakan ini terjadi setelah pembaruan Permissioned Domains diaktifkan pada awal Februari, disusul peluncuran Permissioned DEX dua pekan kemudian.

    Fitur ini dirancang untuk memungkinkan bank, penyedia pembayaran, dan institusi keuangan bertransaksi dalam lingkungan likuiditas terkontrol di atas XRP Ledger. Harapannya, infrastruktur ini dapat menarik partisipasi institusional lebih luas.

    Harga Masih Tertekan, Level $1,47 Jadi Kunci

    Meski aktivitas jaringan meningkat, harga XRP tetap melemah. Token ini kini diperdagangkan di sekitar US$1,33 dan mencatat bulan kelima berturut-turut dalam tren turun.

    Data terbaru menunjukkan inflow whale ke bursa meningkat, menciptakan tekanan jual tambahan. Kerugian terealisasi juga mencapai level tertinggi sejak 2022.

    Namun secara historis, fase sentimen negatif ekstrem sering kali mendahului pembentukan dasar harga dan pemulihan tajam.

    Untuk mengonfirmasi potensi pembalikan tren, XRP perlu menembus resistance di US$1,47. Breakout di atas level tersebut akan menjadi sinyal teknikal penting bahwa momentum pemulihan mulai terbentuk.

    Saat ini, XRP menghadapi kontras tajam antara fundamental jaringan yang menguat dan harga yang masih tertekan, dengan level US$1,47 menjadi penentu arah berikutnya.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, Lonjakan rekor pada XRPL menunjukkan pertumbuhan utilitas jaringan yang nyata dan bukan sekadar spekulasi naratif. Aktivasi Permissioned DEX membuka jalan bagi adopsi institusional yang lebih luas dalam lingkungan likuiditas yang terkontrol.

    “Meskipun saat ini harga XRP mengalami penurunan 45% dari puncaknya, anomali antara rekor aktivitas on-chain dan harga yang stagnan biasanya merupakan indikasi fase akumulasi besar sebelum pemulihan harga (rebound) menuju target ,47,” jelasnya.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Meta Siap Comeback Stablecoin, Zuckerberg Bidik Peluncuran di 2026

    Meta, perusahaan induk Facebook, WhatsApp, dan Instagram yang dipimpin Mark Zuckerberg, dilaporkan tengah merencanakan kembali masuk ke pasar stablecoin pada paruh kedua tahun ini. Langkah ini menandai upaya kedua raksasa teknologi tersebut setelah proyek Libra/Diem gagal diluncurkan beberapa tahun lalu akibat tekanan regulator.

    Menurut sejumlah sumber yang mengetahui rencana tersebut, Meta telah mengirimkan request for product (RFP) kepada beberapa perusahaan pihak ketiga untuk membantu mengelola pembayaran berbasis stablecoin serta mengimplementasikan dompet digital baru.

    Gandeng Pihak Ketiga, Stripe Disebut Kandidat Kuat

    Dilaporkan Coindesk, salah satu sumber menyebut Stripe sebagai kandidat potensial untuk menguji coba integrasi stablecoin Meta. Stripe diketahui mengakuisisi perusahaan stablecoin Bridge tahun lalu dan memiliki hubungan lama dengan Meta. CEO Stripe, Patrick Collison, juga telah bergabung dengan dewan direksi Meta sejak April 2025.

    Model yang dipertimbangkan Meta kali ini melibatkan vendor eksternal untuk mengelola pembayaran berbasis stablecoin yang dipatok ke dolar AS. Pendekatan ini berbeda dengan upaya sebelumnya, di mana Meta mencoba mengembangkan dan menerbitkan stablecoin sendiri.

    Sumber menyebut Meta ingin menjalankan proyek ini “at arm’s length” atau menjaga jarak secara operasional, guna meminimalkan risiko regulasi dan reputasi.

    Baca juga: Tim Trump Bahas Stablecoin Dolar untuk Gaza, Solusi Ekonomi?

    Buka Jalur Pembayaran untuk 3 Miliar Pengguna

    Jika terealisasi, integrasi stablecoin akan membuka jalur pembayaran digital langsung bagi lebih dari 3 miliar pengguna platform Meta. Skema ini berpotensi memangkas biaya transaksi perbankan tradisional dan memperkuat posisi Meta dalam sektor social commerce dan remitansi lintas negara.

    Langkah ini juga akan menempatkan Meta dalam persaingan langsung dengan platform seperti X milik Elon Musk dan Telegram, yang sama-sama mengembangkan fitur pembayaran internal untuk menjadi “super app”.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kembalinya Meta ke ekosistem stablecoin dengan pendekatan ‘arm’s length’ (menggunakan pihak ketiga) menunjukkan kedewasaan strategi perusahaan dalam menghadapi regulasi AS yang baru (GENIUS Act).

    “Dengan memanfaatkan infrastruktur pembayaran Stripe, Meta dapat secara instan mengubah WhatsApp dan Instagram menjadi raksasa perdagangan sosial global. Ini adalah ancaman serius bagi dominasi super-app lain, karena Meta memiliki basis pengguna terbesar untuk memicu adopsi massal pembayaran berbasis blockchain secara global,” jelasnya.

    Regulasi Lebih Ramah Dibanding Era Libra

    Pada 2019, Meta meluncurkan proyek Libra yang kemudian berganti nama menjadi Diem. Namun proyek tersebut menghadapi penolakan keras dari regulator AS dan akhirnya dibubarkan pada awal 2022.

    Kini, lanskap regulasi di AS dinilai lebih terbuka terhadap stablecoin. Pemerintahan Presiden Donald Trump melalui GENIUS Act telah membentuk dasar hukum bagi penerbit stablecoin di AS, meskipun aturan teknisnya masih dalam tahap penyusunan.

    Perubahan iklim regulasi ini dinilai membuka peluang baru bagi Meta untuk kembali mencoba, kali ini dengan pendekatan yang lebih hati-hati dan melibatkan mitra eksternal.

    Hingga saat ini, Meta, Stripe, dan Bridge belum memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut. Jika integrasi berjalan sesuai rencana, Meta berpotensi kembali menjadi pemain besar dalam infrastruktur pembayaran digital global, setelah kegagalan ambisi stablecoin sebelumnya.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bhutan Luncurkan Visa Berbasis Solana, Tapi Harga SOL Justru Tertekan

    Bhutan resmi meluncurkan visa berbasis Solana yang ditujukan bagi digital nomad, menjadikannya inisiatif pertama di dunia yang mengintegrasikan blockchain Solana dalam sistem visa negara. Langkah ini memperluas adopsi blockchain di tingkat kedaulatan, meski permintaan pasar terhadap token SOL masih menunjukkan pelemahan.

    Di tengah kabar positif tersebut, harga SOL justru turun ke kisaran US$76 dan keluar dari fase konsolidasi yang berlangsung selama beberapa pekan.

    Visa Solana dan Ekspansi Infrastruktur Digital Bhutan

    Dilaporkan BeInCrypto, peluncuran visa berbasis Solana ini melanjutkan inisiatif Bhutan sebelumnya, termasuk penerbitan token berbasis emas bernama TER di jaringan yang sama.

    Langkah tersebut memperkuat posisi Solana sebagai infrastruktur blockchain yang digunakan dalam proyek berskala negara. Adopsi tingkat pemerintahan dinilai meningkatkan kredibilitas dan legitimasi Solana sebagai platform yang skalabel.

    Namun, ekspansi ekosistem ini belum mampu mendorong sentimen bullish di pasar dalam jangka pendek.

    Holder Realisasikan Kerugian $317 Juta

    Data on-chain menunjukkan investor SOL masih berhati-hati. Realized Net Profit and Loss mencatat lonjakan kerugian terealisasi sebesar US$68 juta dalam 24 jam terakhir, sehingga total kerugian terealisasi mencapai US$317 juta.

    Kondisi ini menunjukkan banyak investor menjual di bawah harga beli, mencerminkan lemahnya kepercayaan terhadap pemulihan jangka pendek. Tekanan jual yang berkelanjutan memperbesar risiko penurunan lanjutan.

    Baca juga: Bhutan Jual Bitcoin Lagi! Cadangan Ratusan Juta Dolar Masih Tersisa

    Pasar Derivatif Dominasi Posisi Short

    Sentimen bearish juga terlihat di pasar derivatif. Data likuidasi menunjukkan dominasi posisi short atas long.

    Jika harga SOL naik ke US$89, potensi likuidasi short diperkirakan mencapai US$1,15 miliar. Sebaliknya, jika harga turun ke US$67, potensi likuidasi long hanya sekitar US$242 juta.

    Ketimpangan ini menunjukkan tekanan lebih besar pada posisi bearish jika terjadi lonjakan harga mendadak.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, adopsi tingkat negara oleh Bhutan memperkuat kredibilitas Solana sebagai infrastruktur digital skala besar yang efisien. Namun, kontradiksi antara ekspansi utilitas nyata dan sentimen pasar yang bearish (realized losses 17M) menunjukkan bahwa adopsi fundamental saat ini belum mampu melawan tekanan makro harga.

    “Secara teknis, Solana sedang berada dalam fase ‘volatility squeeze’ yang dapat memicu breakout besar jika support 3 berhasil dipertahankan,” tuturnya.

    Volatility Squeeze Isyaratkan Pergerakan Tajam

    Secara teknikal, Bollinger Bands mulai menyempit, menandakan potensi volatility squeeze. Pola ini sering mendahului pergerakan harga signifikan.

    Jika SOL kehilangan support US$73, target penurunan berikutnya berada di sekitar US$64. Penurunan ke area ini dapat memicu likuidasi long tambahan dan meningkatkan volatilitas.

    Sebaliknya, jika sentimen berbalik positif, harga dapat kembali ke area konsolidasi US$78–US$87. Breakout di atas US$89 berpotensi memicu likuidasi short besar-besaran dan mempercepat kenaikan.

    Untuk saat ini, meski Bhutan memperluas adopsi Solana di tingkat negara, harga SOL masih berada di bawah tekanan pasar. Pergerakan berikutnya akan sangat ditentukan oleh arah breakout dari fase volatilitas yang semakin menyempit ini.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • WLFI Diguncang USD1, Tapi Dompet Besar Diam-Diam Borong

    Harga World Liberty Financial (WLFI) turun sekitar 8% dalam 24 jam terakhir dan sempat terkoreksi hingga 17% setelah insiden depeg singkat stablecoin USD1. Guncangan pada stablecoin yang dikaitkan dengan entitas keluarga Trump tersebut memicu kepanikan pasar dan menghentikan reli yang sebelumnya terbentuk.

    Dilaporkan BeInCrypto, penurunan ini terjadi di tengah pola teknikal bullish yang sedang berkembang, membuat WLFI kini berada di titik krusial antara potensi breakout atau pelemahan lanjutan.

    Reli Mar-a-Lago Memudar, Pola Cup-and-Handle Tertahan

    Sebelum koreksi, WLFI sempat melonjak 32% antara 16 hingga 18 Februari, membentuk pola cup dalam struktur cup-and-handle. Pola ini biasanya menjadi sinyal kelanjutan tren naik jika harga berhasil menembus neckline.

    Namun, sebelum penurunan terjadi, indikator Relative Strength Index (RSI) menunjukkan hidden bearish divergence. Momentum naik, tetapi harga gagal mengonfirmasi kekuatan tren, sebuah sinyal yang sering mendahului koreksi.

    Setelah USD1 sempat melemah dari patokan US$1, tekanan jual meningkat dan WLFI membentuk bagian “handle” dari pola tersebut, menghapus sebagian besar kenaikan sebelumnya.

    Likuidasi Leverage, Bukan Aksi Jual Besar

    Data derivatif menunjukkan lonjakan open interest hingga hampir US$245 juta pada 18 Februari, saat reli mencapai puncak. Namun setelah itu, funding rate berubah negatif dan open interest turun tajam.

    Kombinasi ini menandakan leverage flush, yakni penutupan paksa posisi long berleverage yang memicu penurunan cepat tanpa aksi jual besar dari investor jangka panjang.

    Hal ini diperkuat oleh data exchange inflows. Pada 19 Februari, sekitar 128 juta WLFI masuk ke bursa. Angka tersebut kini turun menjadi hanya 8,9 juta WLFI, atau anjlok sekitar 93%. Penurunan inflow mengindikasikan tekanan jual dari pasar spot mulai mereda.

    Baca juga: Stablecoin USD1 Tergelincir dari $1, WLFI Sebut Upaya Sabotase

    Whale Borong 330 Juta Token

    Di tengah koreksi, wallet besar yang memegang lebih dari 1 miliar WLFI meningkatkan kepemilikan dari 8,23 miliar menjadi 8,56 miliar token sejak 19 Februari. Artinya, sekitar 330 juta WLFI atau setara US$35 juta telah diakumulasi saat harga turun.

    Akumulasi di tengah pelemahan biasanya mencerminkan keyakinan terhadap potensi pemulihan. Aktivitas ini juga mengurangi asumsi bahwa koreksi dipicu oleh distribusi besar-besaran di pasar spot.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, penurunan tajam WLFI lebih didorong oleh likuidasi paksa posisi long daripada eksodus investor jangka panjang. Akumulasi sunyi oleh Whale di tengah ‘shock’ USD1 adalah sinyal kuat adanya ‘smart money’ yang memanfaatkan ketakutan pasar.

    “Jika WLFI mampu merebut kembali level resistensi /usr/bin/bash,125, pola cup-and-handle yang terbentuk akan terkonfirmasi, membuka jalan bagi reli pemulihan menuju area /usr/bin/bash,16,”analisanya.

    Level Kunci Penentu Arah

    Secara teknikal, WLFI kini berada di area krusial. Untuk mengonfirmasi breakout pola cup-and-handle, harga perlu menembus US$0,125 sebagai neckline utama. Jika berhasil, target berikutnya berada di US$0,166 dan berpotensi menuju US$0,200 jika momentum berlanjut.

    Namun risiko tetap ada. Penurunan di bawah US$0,101 akan melemahkan struktur bullish, sementara penembusan ke bawah US$0,095 akan membatalkan pola dan membuka potensi penurunan lebih dalam.

    Saat ini, data menunjukkan penurunan WLFI lebih dipicu oleh likuidasi leverage daripada aksi jual investor jangka panjang. Dengan akumulasi whale dan inflow bursa yang menurun tajam, arah selanjutnya akan sangat bergantung pada kemampuan harga menembus resistance kunci dan memulihkan kepercayaan pasar pasca guncangan USD1.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tekanan Jual ETH Berlanjut, Zona $1.600–$2.000 Jadi Penentu

    Ethereum (ETH) mencatat enam minggu penurunan berturut-turut, menjadi rentetan pelemahan terpanjang sejak 2022. Di tengah tekanan ini, aktivitas whale di bursa utama justru menunjukkan perlambatan, sementara pasar derivatif membentuk klaster likuidasi besar di sekitar level psikologis US$2.000.

    Dikutip Cointelegraph, kombinasi pelemahan harga, penurunan partisipasi whale, dan kepadatan likuiditas di pasar futures kini menjadi faktor utama yang membentuk ekspektasi arah ETH selanjutnya.

    Order Whale Menyusut, Likuiditas Pasar Menipis

    Data CryptoQuant menunjukkan rata-rata ukuran order jual whale di Binance turun menjadi sekitar 1.350 ETH dalam beberapa pekan terakhir, dari sekitar 2.250 ETH pada awal Januari.

    Dengan estimasi 15 hingga 35 transaksi whale per hari, total eksekusi order besar sejak 8 Januari diperkirakan mencapai 1,8 hingga 2 juta ETH dalam 45 hari terakhir. Dengan asumsi harga rata-rata US$2.400, nilai transaksi kotor tersebut setara sekitar US$4,3 hingga US$4,8 miliar.

    Namun angka ini mencerminkan volume perdagangan bruto, bukan arus keluar bersih, karena sebagian transaksi bisa terkait aktivitas lindung nilai (hedging) atau penyediaan likuiditas di pasar derivatif.

    Penurunan ukuran order rata-rata ini dinilai sebagai sinyal “gradual disengagement” dari pelaku besar. Trader kecil tetap aktif, tetapi partisipasi whale dalam order book berkurang. Kondisi ini berpotensi menipiskan kedalaman pasar dan membuat ETH lebih rentan terhadap pergerakan harga tajam dalam jangka pendek.

    Baca Juga: Vitalik Buterin Bongkar Rahasia Besar Ethereum, Siap Guncang Pasar!

    Akumulasi Diam-diam di Tengah Penurunan

    Meski harga turun sekitar 20% pada Februari, alamat akumulasi ETH justru menambah lebih dari 2,5 juta ETH sepanjang bulan tersebut.

    Total kepemilikan alamat akumulasi naik dari 22 juta ETH di awal 2026 menjadi 26,7 juta ETH. Ini menunjukkan adanya permintaan laten di bawah permukaan, meskipun sentimen jangka pendek masih tertekan.

    Enam Minggu Merah, Zona Permintaan Mulai Terlihat

    ETH kini berada dalam fase pelemahan mingguan terpanjang sejak periode Maret–Juni 2022, ketika harga turun selama 10 minggu sebelum membentuk dasar siklus.

    Jika tren turun berlanjut, zona permintaan mingguan di kisaran US$1.384 hingga US$1.691 berpotensi menjadi area perhatian. Area ini sebelumnya menjadi zona akumulasi pada awal reli 2023.

    Klaster Likuidasi $2 Miliar di Sekitar $2.000

    Data pasar futures menunjukkan lebih dari US$2 miliar posisi short terkonsentrasi di sekitar level US$2.000. Zona ini menciptakan kantong likuiditas besar yang berpotensi menjadi “magnet harga” dalam jangka pendek.

    Di sisi bawah, sekitar US$682 juta posisi long terancam likuidasi jika ETH turun ke US$1.600. Dibandingkan sisi atas, likuiditas downside terlihat lebih tipis.

    Beberapa analis melihat potensi rebound berbentuk V dari level saat ini, dengan alasan adanya permintaan yang masih bertahan. Namun untuk saat ini, area US$2.000 menjadi resistensi kunci yang harus ditembus untuk memicu pergerakan lebih kuat.

    Dengan whale yang mulai mengurangi interaksi langsung di order book, akumulasi diam-diam di sisi lain, serta tekanan likuiditas di pasar derivatif, Ethereum kini berada di titik krusial. Apakah level US$2.000 akan memicu short squeeze, atau justru penurunan berlanjut menuju zona permintaan lebih rendah, akan menjadi penentu arah ETH berikutnya.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, pelemahan aktivitas paus di level harga saat ini mengindikasikan kurangnya kepercayaan institusional untuk memimpin pemulihan segera. Penipisan kedalaman pasar membuat ETH rentan terhadap volatilitas tajam.

    “Area akumulasi krusial kini berada di kisaran .384 – .691; jika dukungan di level .000 (zona likuidasi short miliar) gagal ditembus, target koreksi ke area .600 menjadi sangat realistis,”jelasnya.

    Baca Juga: Vitalik Jual ETH Rp100 Miliar Saat Harga Anjlok 30%, Sinyal Bahaya?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Voting Masuki Fase Serius, Mars Protocol Terancam Dibubarkan?

    Komunitas Mars Protocol tengah berada di titik kritis setelah Proposal MRC-165 resmi memasuki tahap voting on-chain.

    Sebagaimana dilansir Coinmarketcal pada Rabu (25/2), proposal ini mengusulkan penghentian seluruh operasional protokol secara permanen.

    Jika disetujui, proses pembubaran terstruktur akan dimulai pada 24 Februari dan berlanjut hingga distribusi dana terakhir pada 21 Maret.

    Langkah ini sontak memicu kekhawatiran di kalangan investor dan pengguna, terutama terkait masa depan token MARS yang menjadi tulang punggung ekosistem.

    Baca Juga: Data On-Chain Bitcoin Isyaratkan Potensi Kenaikan Harga BTC

    Skema Penutupan: LTV Dipangkas, Deleveraging Dimulai

    Berdasarkan detail proposal, skenario penutupan akan dijalankan secara bertahap guna menghindari guncangan sistemik yang terlalu mendadak.

    Tahapan utama proposal tersebut mencakup penurunan rasio Loan-to-Value (LTV) harian sebesar 3%; deleveraging progresif pada seluruh aset yang tersedia; penyelesaian penuh seluruh kewajiban utang; dan distribusi sisa dana kepada deposan pada 21 Maret.

    Strategi ini bertujuan memberi waktu kepada peminjam untuk menyesuaikan posisi mereka sebelum batas pinjaman semakin ketat.

    Namun, dalam praktiknya, penurunan LTV harian bisa memicu aksi penutupan posisi lebih awal demi menghindari risiko likuidasi.

    Jika banyak pengguna melakukan deleveraging secara bersamaan, volatilitas harga berpotensi meningkat drastis.

    Sentimen Fundamental Sangat Negatif

    Dari perspektif fundamental, pembubaran protokol berarti hilangnya utilitas utama token MARS. Tanpa aktivitas lending, staking, atau insentif ekosistem, nilai ekonomi token akan tergerus signifikan.

    Tim Research Tokocrypto menilai situasi ini sebagai ancaman serius bagi pemegang token.

    “Keputusan untuk membubarkan protokol adalah berita fundamental yang sangat negatif bagi nilai jangka panjang MARS. Meskipun rencana distribusi dana sisa ada, proses deleveraging paksa dan penutupan aktivitas peminjaman akan memicu volatilitas tinggi. Investor kemungkinan besar akan mencari exit liquidity segera, yang akan memberikan tekanan jual masif pada token MARS,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan tersebut menegaskan potensi terjadinya aksi jual besar-besaran jika investor kehilangan kepercayaan terhadap keberlanjutan proyek.

    Risiko Exit Liquidity dan Lonjakan Volatilitas

    Dalam banyak kasus pembubaran protokol DeFi, fase voting dan implementasi sering menjadi periode paling bergejolak.

    Investor spekulatif cenderung keluar lebih dulu untuk mengamankan modal, terutama jika tidak ada rencana restrukturisasi atau pivot bisnis yang jelas.

    Tekanan jual dapat muncul dari beberapa sisi, termasuk pemegang token yang ingin keluar sebelum likuiditas menipis; ketidakpastian nilai distribusi dana sisa; hingga hilangnya prospek pertumbuhan jangka panjang.

    Di sisi lain, proses deleveraging juga dapat memengaruhi harga aset jaminan jika terjadi pelepasan posisi dalam jumlah besar secara bersamaan.

    Distribusi Dana: Solusi atau Sekadar Penutup Buku?

    Rencana distribusi dana kepada deposan pada 21 Maret memang memberi kepastian bagi penyedia likuiditas. Namun bagi pemegang token MARS, langkah ini tidak serta-merta menciptakan nilai baru.

    Distribusi dana lebih bersifat likuidasi terkontrol dibanding strategi penyelamatan proyek.

    Tanpa roadmap baru atau transformasi model bisnis, token MARS berisiko kehilangan daya tariknya setelah operasional resmi dihentikan.

    Apa yang Harus Dicermati Investor?

    Beberapa faktor penting dalam periode ini meliputi hasil akhir voting dan tingkat partisipasi komunitas dan lonjakan volume perdagangan MARS di pasar sekunder.

    Selain itu, respons peminjam terhadap penurunan LTV harian dan transparansi pelaporan selama proses unwind juga jangan luput dari perhatian.

    Periode 24 Februari hingga 21 Maret berpotensi menjadi fase paling menentukan bagi harga MARS.

    Baca Juga: Tiga Altcoin Stablecoin Protocol Ini Kuasai Ratusan Triliun Rupiah

    Voting Proposal MRC-165 membuka kemungkinan berakhirnya operasional Mars Protocol secara permanen.

    Dengan rencana penutupan terstruktur dan deleveraging progresif, protokol mencoba menghindari kekacauan pasar. Namun secara fundamental, ini menjadi pukulan berat bagi nilai jangka panjang token MARS.

    Jika disetujui, fase transisi ini kemungkinan besar akan diwarnai volatilitas ekstrem dan tekanan jual signifikan.

    Investor disarankan untuk memantau dinamika pasar dengan cermat dan mempertimbangkan risiko likuiditas dalam mengambil keputusan investasi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com