Author: 16

  • SSV Network Luncurkan Testnet Staking, Perkuat Infrastruktur Ethereum

    Ekosistem staking Ethereum kembali mencatat perkembangan penting setelah SSV Network resmi meluncurkan testnet untuk fitur staking terbarunya.

    Coinmarketcal menyebut, peluncuran ini memungkinkan pengguna awal dan operator node untuk mencoba proses setup validator sebelum implementasi penuh di mainnet.

    Langkah tersebut merupakan bagian dari peta jalan teknis ssv.network dalam memperkuat infrastruktur staking di jaringan Ethereum melalui penerapan teknologi DVT (Distributed Validator Technology).

    Baca Juga: Harga SSV Token Melonjak 18%, Minat Pasar Meningkat Tajam

    Mengapa DVT Begitu Penting?

    Distributed Validator Technology (DVT) adalah pendekatan inovatif yang memungkinkan satu validator Ethereum dijalankan oleh beberapa operator node secara terdistribusi.

    Alih-alih bergantung pada satu entitas atau server tunggal, DVT membagi kunci validator menjadi beberapa bagian yang dikelola secara kolektif.

    Model ini akan meningkatkan keamanan (mengurangi risiko single point of failure), ketahanan jaringan (resilience), hingga desentralisasi infrastruktur staking.

    Dalam konteks Ethereum pasca-transisi ke Proof-of-Stake, stabilitas validator menjadi salah satu elemen yang krusial.

    Gangguan pada validator dapat menyebabkan penalti (slashing) atau kehilangan reward. Dengan DVT, risiko tersebut dapat diminimalkan melalui redundansi dan koordinasi multi-operator.

    Tujuan Peluncuran Testnet

    Utamanya, testnet staking ini dirancang untuk menguji stabilitas teknis dan kompatibilitas sistem, sekaligus memberikan kesempatan bagi validator untuk memahami mekanisme DVT dan mengidentifikasi bug atau potensi celah keamanan sebelum mainnet.

    Pada tahap ini, belum ada utilitas ekonomi langsung. Artinya, reward staking di testnet tidak memiliki nilai finansial riil. Fokus utama adalah validasi teknis dan edukasi komunitas.

    Meski demikian, peluncuran testnet sering kali menjadi katalis sentimen positif di pasar kripto, terutama bagi proyek infrastruktur yang memiliki peran strategis di ekosistem Ethereum.

    Dampak terhadap Sentimen Pasar

    Pergerakan harga SSV Token (SSV/USDT) pada Rabu, 25 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga SSV Token (SSV/USDT) pada Rabu, 25 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, peluncuran ini merupakan sinyal positif dari sisi pengembangan, meskipun tetap menyimpan risiko spekulatif jangka pendek.

    “Peluncuran testnet staking adalah progres positif bagi roadmap teknis SSV sebagai pilar infrastruktur staking Ethereum. Ini akan menarik perhatian spekulan menjelang mainnet, namun karena ini masih tahap testnet tanpa utilitas ekonomi langsung, kenaikan harga kemungkinan besar didorong oleh narasi jangka pendek. Pola ‘buy the rumor, sell the news’ tetap menjadi risiko utama bagi trader,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Analisis tersebut menegaskan bahwa reli harga, jika terjadi, kemungkinan besar bersifat naratif dan bukan berbasis arus kas atau utilitas ekonomi langsung.

    Potensi Pola “Buy the Rumor, Sell the News”

    Dalam banyak peluncuran testnet di sektor kripto, pola yang sering muncul adalah kenaikan harga menjelang rilis, diikuti koreksi setelah euforia mereda.

    Trader jangka pendek biasanya mengantisipasi momentum menuju mainnet. Namun, jika tidak ada pembaruan signifikan setelah fase testnet, harga dapat kembali terkoreksi.

    Faktor yang perlu diperhatikan antara lain partisipasi validator dalam testnet; stabilitas performa DVT selama fase uji coba; timeline resmi peluncuran mainnet; dan kemitraan strategis dengan operator staking besar.

    Posisi Strategis SSV di Ekosistem Ethereum

    SSV Network menempatkan dirinya sebagai infrastruktur dasar untuk staking Ethereum yang lebih terdesentralisasi.

    Dalam lanskap staking yang semakin kompetitif, diferensiasi melalui DVT menjadi nilai jual utama.

    Jika teknologi ini diadopsi secara luas oleh operator validator dan protokol staking besar, SSV berpotensi menjadi komponen penting dalam arsitektur Ethereum jangka panjang.

    Namun, keberhasilan tersebut sangat bergantung pada eksekusi teknis tanpa gangguan, kepercayaan komunitas validator, serta integrasi dengan penyedia staking institusional.

    Baca Juga: Lebih Dekat dengan Kripto Ssv.network (SSV)

    Peluncuran testnet staking oleh SSV Network menjadi tonggak penting dalam roadmap teknisnya untuk memperkuat infrastruktur staking Ethereum berbasis DVT.

    Dari sisi fundamental, langkah ini menunjukkan progres nyata menuju desentralisasi validator yang lebih aman dan resilien.

    Meski demikian, karena masih berada di tahap testnet tanpa utilitas ekonomi langsung, pergerakan harga token SSV kemungkinan besar akan dipengaruhi oleh sentimen jangka pendek dan spekulasi menjelang mainnet.

    Bagi investor dan trader, penting untuk memantau perkembangan teknis dan partisipasi komunitas selama fase uji coba.

    Seperti banyak proyek kripto lainnya, momentum naratif dapat menciptakan peluang, tetapi juga menyimpan risiko volatilitas tinggi setelah fase euforia berakhir.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • NEAR Protocol Luncurkan Near.com Super App, Jadi AI Financial Layer

    Ekosistem NEAR Protocol resmi memasuki babak baru setelah meluncurkan Near.com, sebuah super app sekaligus dompet kripto yang dirancang untuk menyederhanakan interaksi blockchain bagi pengguna umum.

    Dengan mengusung teknologi Chain Abstraction, Near.com memungkinkan pengguna bertransaksi tanpa perlu memahami kompleksitas gas fee maupun pengelolaan private key.

    Langkah ini menandai transformasi strategis NEAR dari sekadar blockchain Layer 1 menjadi infrastruktur finansial bagi ekonomi digital berbasis kecerdasan buatan (AI).

    Baca Juga: AI Select Hari Ini: FLUX Terbang 173%! NEAR dan S Juga Ikut Bullish

    Chain Abstraction: Hilangkan Hambatan Teknis Blockchain

    Salah satu fitur utama Near.com adalah penerapan Chain Abstraction, teknologi yang memungkinkan pengguna berinteraksi lintas jaringan tanpa harus pusing memikirkan detail teknis seperti biaya gas, bridge, atau manajemen kunci privat.

    Dengan pendekatan ini, pengalaman pengguna menjadi lebih mirip aplikasi fintech tradisional dibandingkan wallet kripto konvensional.

    Proses transaksi dibuat lebih intuitif dan ramah pengguna, sehingga hambatan adopsi blockchain dapat ditekan secara signifikan.

    Dalam konteks adopsi massal, kemudahan penggunaan menjadi faktor krusial. Banyak pengguna potensial masih enggan masuk ke dunia kripto karena kompleksitas teknis yang tinggi.

    Menurut laporan Coindesk, NEAR mencoba untuk menjawab tantangan tersebut dengan pendekatan user-centric.

    Fokus pada Ekonomi AI dan Agen Otonom

    Pergerakan harga Near Protocol (NEAR/USDT) pada Rabu, 25 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Near Protocol (NEAR/USDT) pada Rabu, 25 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Yang membuat Near.com berbeda dari wallet kripto lain adalah fokusnya pada AI Agents, entitas digital otonom yang dapat bertindak sebagai pelaku ekonomi di jaringan blockchain.

    AI Agents diproyeksikan mampu melakukan pembayaran otomatis, koordinasi tugas berbasis smart contract, dan mengsksekusi transaksi tanpa intervensi manusia langsung.

    Dalam skenario ini, blockchain tidak lagi sekadar alat transfer aset, tetapi menjadi lapisan koordinasi ekonomi bagi mesin cerdas.

    NEAR memposisikan dirinya sebagai fondasi finansial bagi ekosistem tersebut, menjadikan Near.com sebagai gerbang utama interaksi antara agen AI dan sistem keuangan on-chain.

    Fitur Confidential Mode untuk Privasi Transaksi

    Selain kemudahan penggunaan, Near.com juga memperkenalkan confidential mode, fitur yang memungkinkan pengguna menjaga privasi saldo dan detail transaksi.

    Privasi menjadi isu sensitif dalam penggunaan blockchain publik, terutama bagi bisnis dan pengguna yang tidak ingin seluruh aktivitas finansialnya dapat dilacak secara terbuka.

    Dengan confidential mode, Near.com mencoba menghadirkan keseimbangan antara transparansi blockchain dan kebutuhan privasi praktis untuk penggunaan sehari-hari maupun operasional bisnis.

    Pendekatan ini berpotensi meningkatkan daya tarik NEAR bagi pelaku usaha dan institusi yang membutuhkan fleksibilitas privasi tanpa mengorbankan keamanan.

    Transformasi Narasi NEAR

    Menurut Tim Research Tokocrypto, peluncuran Near.com mencerminkan repositioning strategis yang cerdas di tengah persaingan blockchain Layer 1.

    “NEAR secara cerdas mengambil posisi sebagai infrastruktur utama bagi ekonomi AI di masa depan. Dengan mengombinasikan kemudahan penggunaan (Chain Abstraction) dan privasi transaksi, NEAR menjawab dua hambatan terbesar adopsi blockchain. Transformasi ini mengubah narasi NEAR dari sekadar L1 umum menjadi ‘AI Financial Layer’ yang esensial bagi agen cerdas yang butuh melakukan pembayaran dan koordinasi tugas secara otonom di on-chain,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan ini menyoroti perubahan positioning NEAR yang kini lebih fokus pada integrasi AI dan blockchain dibanding sekadar kompetisi throughput atau biaya transaksi rendah.

    Dampak bagi Ekosistem dan Adopsi

    Jika Near.com berhasil menarik pengembang AI dan proyek berbasis agen otonom, maka NEAR berpotensi menjadi hub utama bagi ekonomi mesin-ke-mesin (machine-to-machine economy).

    Potensi dampaknya meliputi peningkatan aktivitas on-chain, pertumbuhan utilitas token dalam ekosistem, hingga integrasi lintas industri antara AI dan blockchain.

    Namun, keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada adopsi nyata oleh pengembang serta kesiapan pasar terhadap konsep AI Agents sebagai pelaku ekonomi mandiri.

    Baca Juga: Token Modular Mulai Naik! NEAR 2.34 Dolar & TIA 0.75 Dolar Jadi Sorotan

    Peluncuran Near.com menandai langkah ambisius NEAR dalam menggabungkan blockchain, privasi, dan kecerdasan buatan dalam satu platform terpadu.

    Dengan teknologi Chain Abstraction dan confidential mode, NEAR berupaya menghapus hambatan teknis sekaligus meningkatkan kenyamanan penggunaan.

    Transformasi ini berpotensi mengangkat NEAR dari sekadar Layer 1 umum menjadi “AI Financial Layer” yang menjadi fondasi ekonomi agen cerdas di masa depan.

    Jika visi ini terealisasi, Near.com dapat menjadi katalis penting dalam evolusi interaksi antara manusia, mesin, dan sistem keuangan berbasis blockchain.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Masuki Zona Hijau, Bitcoin Naik ke $65.408

    Harga BTC hari ini menunjukkan pergerakan positif setelah beberapa pekan berada dalam tekanan.

    Dalam catatan Tokocrypto pada Rabu (25/2), harga Bitcoin (BTC) tercatat di level $65.408,60 per koin, menguat +2,93% dalam 24 jam terakhir.

    Kenaikan ini mendorong optimisme jangka pendek di tengah koreksi tajam yang masih membayangi performa bulanan dan kuartalan aset kripto terbesar di dunia tersebut.

    Secara fundamental, kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1,307 triliun, dengan volume perdagangan harian mencapai $41,97 miliar.

    Angka ini menunjukkan likuiditas yang tetap tinggi dan minat pasar yang belum surut meski volatilitas meningkat.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Tekanan Jual Bitcoin Anjlok 4,75% ke $64.735

    Pergerakan Harga 24 Jam Terakhir

    Dalam rentang 24 jam, BTC bergerak di antara harga $62.553,19 (terendah) hingga $66.284,59 untuk level tertinggi.

    Rentang volatilitas ini menegaskan adanya tekanan jual dan beli yang cukup seimbang. Walaupun dalam 1 jam terakhir harga sempat terkoreksi sekitar -0,8%, secara keseluruhan sentimen intraday masih cenderung bullish.

    Kenaikan harian sebesar $1.812,27 (+2,85%) memberi sinyal adanya rebound teknikal setelah tekanan jual sebelumnya. Namun, jika melihat gambaran lebih luas, tren menengah masih menunjukkan pelemahan.

    Tekanan dalam 30–90 Hari

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 25 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 25 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Meski hari ini BTC menguat, performa dalam 30 hingga 90 hari terakhir masih negatif:

    • 30 Hari: -25,00%
    • 60 Hari: -25,22%
    • 90 Hari: -28,20%

    Koreksi lebih dari 25% dalam tiga bulan menandakan pasar masih berada dalam fase konsolidasi besar atau bahkan tren turun menengah.

    Hal ini membuat sebagian analis melihat kenaikan hari ini sebagai potensi relief rally, bukan pembalikan tren jangka panjang.

    Posisi terhadap All-Time High

    Bitcoin masih jauh dari rekor tertingginya di $126.198,07. Artinya, harga saat ini masih terkoreksi hampir 50% dari level puncak tersebut. Kondisi ini membuka dua skenario besar:

    1. Skenario Rebound Bertahap: Jika BTC mampu bertahan di atas $65.000 dan menembus resistance $66.500–$67.000, maka peluang menuju $70.000 kembali terbuka.
    2. Skenario Koreksi Lanjutan: Jika gagal mempertahankan support $62.500, tekanan jual dapat kembali membawa harga ke area psikologis $60.000.

    Struktur Pasokan dan Dominasi Pasar

    Saat ini, suplai beredar Bitcoin berada di angka 19,99 juta BTC, atau sekitar 95,21% dari total maksimum 21 juta BTC.

    Artinya, suplai baru semakin terbatas, yang dalam jangka panjang menjadi faktor fundamental bullish karena kelangkaan aset.

    Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (Fully Diluted Valuation/FDV) berada di $1,373 triliun, mencerminkan valuasi maksimal jika seluruh 21 juta BTC telah beredar.

    Sebagai aset kripto dengan peringkat #1 berdasarkan kapitalisasi pasar, Bitcoin masih menjadi barometer utama arah pasar kripto global. Pergerakan BTC kerap menentukan sentimen altcoin dan keseluruhan industri blockchain.

    Analisa Teknikal Sederhana

    Secara teknikal, beberapa level penting yang perlu diperhatikan:

    • Support kuat: $62.500
    • Support psikologis: $60.000
    • Resistance terdekat: $66.500
    • Resistance berikutnya: $70.000

    Volume perdagangan yang mendekati $42 miliar menunjukkan partisipasi pasar yang aktif. Jika volume tetap tinggi saat harga naik, ini bisa memperkuat validitas tren naik jangka pendek.

    Namun, jika volume menurun saat harga mencoba menembus resistance, potensi penolakan (rejection) akan semakin besar.

    Outlook Jangka Pendek

    Dalam jangka pendek, Bitcoin menunjukkan tanda-tanda pemulihan teknikal setelah tekanan signifikan selama beberapa bulan terakhir.

    Namun, dengan penurunan 7 hari masih berada di -3,21%, investor tetap perlu waspada terhadap volatilitas lanjutan.

    Sentimen pasar global, arus dana institusional, serta faktor makroekonomi seperti kebijakan suku bunga dan inflasi masih menjadi katalis utama arah selanjutnya.

    Baca Juga: Cadangan Bitcoin Binance Tembus Level Tertinggi Sejak 2024

    Analisa harga BTC hari ini memperlihatkan sinyal rebound Bitcoin dengan kenaikan hampir 3% ke level $65.408.

    Meski demikian, tren menengah masih dibayangi koreksi 25% dalam tiga bulan terakhir. Area $62.500 menjadi kunci pertahanan bullish, sementara $66.500–$70.000 menjadi zona uji kekuatan berikutnya.

    Bagi trader jangka pendek, momentum saat ini membuka peluang spekulatif. Namun untuk investor jangka panjang, fase volatilitas ini bisa menjadi momen akumulasi bertahap dengan manajemen risiko yang disiplin.

    Pergerakan selanjutnya akan sangat menentukan: apakah ini awal pembalikan tren, atau sekadar jeda sebelum koreksi berikutnya?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network Naik 0,91% ke $0,164, Ikuti Reli Bitcoin

    Harga Pi Network (PI) hari ini tercatat menguat tipis 0,916% ke level $0,164 dalam 24 jam terakhir, menurut catatan Coinmarketcap pada Rabu (25/2).

    Kenaikan ini terjadi di tengah reli pasar kripto yang lebih luas, di mana Bitcoin (BTC) melonjak 2,78% dan total kapitalisasi pasar kripto global naik 2,58% dalam periode yang sama.

    Meski bergerak positif, performa PI relatif tertinggal dibandingkan penguatan aset kripto utama.

    Pergerakan ini mengindikasikan bahwa kenaikan harga PI lebih disebabkan oleh sentimen pasar secara umum (positive beta), bukan karena katalis spesifik dari ekosistem Pi Network itu sendiri.

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,175, Koreksi Sehat Usai Reli 16%?

    Reli Pasar Angkat PI, Tapi Tanpa Katalis Internal

    Secara umum, ketika Bitcoin menguat signifikan, mayoritas altcoin cenderung ikut terdorong naik karena aliran modal kembali masuk ke pasar kripto.

    Fenomena ini dikenal sebagai positive beta, di mana aset bergerak searah dengan tren pasar utama.

    Dalam kasus PI, tidak terlihat adanya faktor fundamental tambahan seperti pembaruan jaringan, lonjakan aktivitas on-chain, peningkatan volume derivatif, atau pengumuman strategis yang bisa menjadi pendorong independen harga.

    Artinya, pergerakan PI saat ini lebih mencerminkan sentimen makro kripto dibandingkan kekuatan internal proyek.

    Struktur Pergerakan Harga: Area Kritis $0,16

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 25 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 25 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Dari sisi teknikal, level $0,16 menjadi area support penting dalam jangka pendek.

    Jika PI mampu bertahan di atas level ini, peluang untuk menguji resistance berikutnya di kisaran $0,17–$0,18 tetap terbuka.

    Zona $0,17–$0,18 sendiri merupakan area yang berpotensi menjadi penghalang kenaikan, mengingat sebelumnya harga beberapa kali tertahan di rentang tersebut.

    Breakout yang valid di atas $0,18, terutama jika disertai peningkatan volume, akan menjadi sinyal pemulihan yang lebih kuat.

    Sebaliknya, jika harga kembali turun dan menembus $0,16, risiko retest ke level terendah sebelumnya semakin besar. Hal ini dapat memicu tekanan jual tambahan dari trader jangka pendek.

    Peran Bitcoin Jadi Penentu Arah

    Dalam kondisi pasar saat ini, arah PI sangat bergantung pada stabilitas Bitcoin. Level psikologis $65.000 pada BTC menjadi indikator kunci.

    Selama Bitcoin mampu bertahan di atas area tersebut, altcoin seperti PI cenderung mendapatkan dukungan sentimen positif.

    Namun, jika BTC gagal mempertahankan level tersebut dan kembali terkoreksi, tekanan jual dapat kembali mendominasi pasar altcoin.

    Korelasi ini menunjukkan bahwa untuk saat ini, PI belum memiliki momentum independen yang cukup kuat untuk bergerak berlawanan arah dengan pasar utama.

    Sentimen Pasar: Netral Cenderung Hati-hati

    Dengan kenaikan kurang dari 1%, PI menunjukkan respons yang moderat terhadap reli pasar. Ini mengindikasikan minat beli yang belum agresif.

    Trader tampaknya masih berhati-hati, menunggu konfirmasi arah yang lebih jelas sebelum mengambil posisi besar.

    Dalam kondisi seperti ini, strategi range trading sering kali menjadi pendekatan yang dipilih pelaku pasar, memanfaatkan pergerakan di antara support $0,16 dan resistance $0,18.

    Tanpa katalis baru, potensi kenaikan PI dalam jangka pendek kemungkinan tetap terbatas pada pergerakan teknikal dan sentimen global.

    Faktor yang Perlu Dipantau Investor

    Beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan ke depan:

    1. Stabilitas Bitcoin di atas $65.000 sebagai penopang sentimen altcoin.
    2. Breakout di atas $0,18 dengan volume tinggi sebagai sinyal pembalikan yang lebih kuat.
    3. Kabar fundamental dari Pi Network, seperti pembaruan ekosistem atau perkembangan utilitas token.

    Jika tidak ada perkembangan signifikan, PI kemungkinan besar akan tetap bergerak mengikuti arus pasar kripto secara umum.

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun 3%, Likuiditas Tipis Tekan PI ke $0,169

    Analisa harga Pi Network hari ini menunjukkan kenaikan tipis 0,916% ke $0,164, sejalan dengan reli pasar kripto yang lebih luas.

    Namun, tanpa adanya katalis spesifik, pergerakan PI masih sangat bergantung pada dinamika Bitcoin dan sentimen makro.

    Secara teknikal, level $0,16 menjadi support krusial, sementara $0,17–$0,18 adalah zona uji berikutnya.

    Outlook jangka pendek berada dalam kategori netral cenderung hati-hati, dengan arah selanjutnya sangat dipengaruhi oleh kemampuan Bitcoin mempertahankan momentum kenaikannya.

    Bagi trader, disiplin pada manajemen risiko dan konfirmasi volume tetap menjadi kunci di tengah volatilitas pasar kripto yang cepat berubah.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Turun 9%, Tapi Whale Borong 170 Juta Token, Sinyal Bottom Dekat?

    Harga XRP masih bergerak dalam tekanan dan belum mampu keluar dari tren turun sejak awal bulan. Token ini diperdagangkan di sekitar US$1,32 dan tetap berada di bawah garis resistance menurun (descending trendline).

    Namun di tengah pelemahan harga sekitar 9% dalam sepekan terakhir, data on-chain justru menunjukkan aksi akumulasi besar oleh whale dan investor institusional.

    Realized Price Beri Sinyal Undervaluation

    Data menunjukkan harga pasar XRP kini berada di bawah realized price. Artinya, rata-rata holder saat ini berada dalam posisi rugi.

    Secara historis, ketika harga berada di bawah realized price, aset sering dianggap undervalued. Pada siklus sebelumnya, XRP jarang bertahan lama di zona ini sebelum terjadi rebound.

    Meski tidak menjamin pembalikan, fase undervaluation kerap menjadi area akumulasi oleh investor yang melihat potensi pemulihan jangka menengah.

    Whale dan Institusi Tambah Eksposur

    Dilaporkan BeInCrypto, alamat yang memegang antara 10 juta hingga 100 juta XRP dilaporkan mengakumulasi lebih dari 170 juta token dalam sepekan terakhir. Pembelian ini terjadi justru saat harga turun 9%.

    Akumulasi saat harga melemah biasanya mencerminkan keyakinan jangka panjang dari pemegang besar.

    Di sisi lain, arus dana institusional juga tetap positif. Untuk pekan yang berakhir 20 Februari, institusi menambah eksposur XRP sebesar US$3,5 juta. Secara month-to-date, inflow mencapai US$105 juta — angka yang melampaui Bitcoin dan Ethereum yang justru mencatat outflow bersih.

    Permintaan institusional yang konsisten menunjukkan strategi akumulasi di tengah tekanan pasar, bukan sekadar spekulasi jangka pendek.

    Baca juga: ETF XRP Catat Inflow tinggi, Kenapa Harga Mandek di Bawah US$1,50?

    Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

    Secara teknikal, XRP masih tertahan di bawah descending trendline. Setelah kehilangan support US$1,36, level berikutnya yang menjadi perhatian adalah US$1,28.

    Jika tekanan berlanjut, harga berpotensi turun menuju US$1,21. Sentimen risk-off global, termasuk kebijakan tarif 15% yang diumumkan Presiden AS Donald Trump, turut membebani aset berisiko.

    Namun, jika XRP mampu bertahan dan menembus garis tren turun, momentum pemulihan dapat terbentuk. Breakout di atas US$1,47 akan menjadi sinyal invalidasi skenario bearish dan membuka peluang kenaikan lebih lanjut.

    Untuk saat ini, kombinasi undervaluation, akumulasi whale 170 juta token, dan inflow institusional US$105 juta menunjukkan bahwa sebagian pelaku pasar besar melihat penurunan ini sebagai peluang strategis, bukan akhir dari tren.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, Divergensi antara penurunan harga dan akumulasi masif oleh Whale/Institusi menandakan adanya keyakinan kuat pada fundamental jangka panjang XRP.

    “Posisi harga yang di bawah realized price menciptakan peluang risk-reward yang menarik bagi investor strategis. Jika support di ,28 bertahan, akumulasi ini akan menjadi fondasi bagi pembalikan harga (rebound) yang cepat menuju target resistensi ,47,” ujarnya.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 3 Altcoin Terancam Likuidasi Massal Pekan Ini, Short Bisa Terjebak?

    Memasuki pekan terakhir Februari, tekanan jual kembali membayangi pasar kripto. Banyak trader jangka pendek memasang posisi short dengan ekspektasi harga altcoin akan terus melemah. Namun, ketimpangan besar antara potensi likuidasi short dan long justru meningkatkan risiko terjadinya short squeeze mendadak.

    Tiga altcoin berikut menunjukkan tekanan short yang dominan, membuka peluang likuidasi besar jika harga berbalik naik.

    1. Ethereum (ETH)

    Peta likuidasi tujuh hari Ethereum menunjukkan dominasi posisi short hingga akhir bulan. Jika ETH tiba-tiba rebound ke US$2.000, potensi likuidasi short bisa mencapai US$2 miliar.

    Jika harga naik lebih jauh ke US$2.160, nilai likuidasi short bahkan berpotensi menyentuh US$3,6 miliar.

    Dikutip BeInCrypto, sentimen bearish terhadap ETH didukung oleh sejumlah faktor. Vitalik Buterin dilaporkan menjual lebih dari 8.800 ETH sepanjang Februari 2026. Selain itu, inflow Ethereum ke Binance mencapai level tertinggi sejak November 2025.

    Namun, indikator bullish mulai muncul. Arus ETF ETH kembali positif setelah empat pekan outflow berturut-turut. Data CryptoQuant juga menunjukkan inflow ke alamat akumulasi ETH mencapai level tertinggi dalam enam bulan terakhir.

    Kombinasi ini membuat posisi short berisiko tinggi jika terjadi pembalikan mendadak.

    Baca juga: Rekor Buruk Altcoin Pecah: 13 Bulan Dijual Terus, Total -$209 Miliar

    2. Binance Coin (BNB)

    BNB mencatat enam candle mingguan merah berturut-turut, memperkuat keyakinan trader untuk mempertahankan posisi short.

    Jika BNB naik ke US$640 pekan ini, potensi likuidasi short bisa mencapai US$35 juta. Kenaikan ke US$680 berpotensi mendorong likuidasi hingga lebih dari US$60 juta.

    Meski tren masih lemah, BNB kini mendekati garis support jangka panjang yang terbentuk sejak 2024. Membuka short di dekat area support kuat meningkatkan risiko pembalikan.

    Selain itu, data menunjukkan BNB diperdagangkan sekitar 37% di bawah short-term holder realized price. Secara historis, level ini sering menjadi zona undervaluation yang memicu repricing tajam.

    Jika momentum berbalik, trader short yang terlalu agresif bisa menghadapi tekanan besar.

    3. Bitcoin Cash (BCH)

    Bitcoin Cash menjadi salah satu altcoin yang relatif lebih stabil dibanding pasar yang lebih luas. Namun, posisi short terhadap BCH meningkat signifikan menjelang akhir Februari.

    Jika BCH naik ke US$630, potensi likuidasi short diperkirakan mencapai US$45 juta.

    Data on-chain menunjukkan akumulasi besar oleh whale. Satu alamat dilaporkan mengumpulkan 400.000 BCH dalam dua bulan terakhir, menjadikannya pemegang terbesar ketiga di jaringan.

    Selain itu, rata-rata nilai transaksi di jaringan BCH melonjak hingga lebih dari US$2 juta, hampir 100 kali lipat dibanding tahun lalu.

    Kondisi ini memperbesar risiko short squeeze jika harga bergerak naik di tengah sentimen yang sangat negatif.

    Risiko Short Squeeze Meningkat

    Sentimen pasar kripto saat ini berada di level sangat pesimistis. Secara historis, kondisi seperti ini kerap menciptakan lingkungan ideal untuk short squeeze.

    Trader short masih bisa meraih keuntungan jika tren turun berlanjut. Namun tanpa manajemen risiko yang disiplin, pembalikan mendadak berpotensi menghapus profit dan berubah menjadi kerugian dalam waktu singkat.

    Pekan terakhir Februari bisa menjadi momen krusial bagi ETH, BNB, dan BCH, apakah tekanan jual berlanjut, atau justru short yang terpaksa keluar lebih dulu.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, pesaing pasar (short sellers) saat ini sedang bermain api dengan leverage tinggi di tengah sentimen negatif yang ekstrem. Data on-chain menunjukkan akumulasi Whale pada ETH dan BCH tetap aktif meskipun harga turun.

    “Ini adalah resep klasik untuk pembalikan harga yang keras; di mana keputusasaan ritel yang melakukan shorting akan menjadi bahan bakar likuiditas bagi reli harga berikutnya. Disiplin dalam manajemen risiko lebih krusial daripada sekadar mengikuti tren bearish harian,” analisannya.

    Baca juga: Waspada! 3 Altcoin Ini Bisa Picu Likuidasi Rp50 Triliun Lebih Minggu Ini


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Hari Ini 24 Februari 2026: Koreksi Masih Dominan

    Pasar kripto hari ini, Selasa (24/2) masih bergerak dalam fase koreksi, namun sejumlah altcoin menunjukkan daya tahan yang cukup kuat. STEEM memimpin penguatan dengan kenaikan 18% ke level $0,0546, disusul SXT yang naik 17% ke $0,023499 dan UMA yang menguat 15% hingga $0,486. Lonjakan ini mencerminkan adanya rotasi jangka pendek ke aset berkapitalisasi menengah di tengah tekanan pasar yang lebih luas.

    Di sisi lain, pelaku pasar mulai mempertanyakan apakah reli Bitcoin dapat kembali terjadi selama Ramadan 2026. Secara historis, awal Ramadan kerap diwarnai volatilitas tinggi, dan tahun ini dibuka dengan pelemahan serta perlambatan tren kenaikan. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

    Daftar Altcoin Potensial di Tengah Koreksi Pasar Hari Ini

    • STEEM melonjak tajam 18% hari ini mencapai level $0,0546.
    • SXT catat kenaikan 17%, diperdagangkan pada harga $0,023499.
    • UMA melesat sebesar 15% hingga menyentuh angka $0,486.

    Reli Bitcoin di Ramadan 2026 Bisakah Terjadi?

    • Bitcoin ulangi pola volatilitas tajam di awal Ramadan.
    • Ramadan 2026 dibuka melemah, tren kenaikan melambat.
    • Data on-chain berpotensi pulih, meski permintaan masih rapuh.

    Spesial Ramadan, Kesempatan Dapat Total Hadiah Rp 250JUTA!*

    3 Altcoin Patut Diperhatikan di Pekan Terakhir Februari 2026

    • HBAR uji support $0,0959 jelang upgrade node mirror.
    • Token unlock SUI $47 juta picu risiko volatilitas.
    • KITE cetak rekor ATH di tengah pelemahan pasar.

    Sentimen Ekonomi AS yang Pengaruhi Bitcoin Akhir Februari

    • Pidato Fed berpotensi picu volatilitas Bitcoin dan suku bunga.
    • Data konsumen dan pengangguran jadi indikator ketahanan ekonomi.
    • Data inflasi PPI tentukan arah dolar AS dan harga BTC.

    Baca juga: Riset Kripto 16-19 Feb 2026: Ketidakpastian Global: Kapan Berakhir?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Hari Ini 25 Februari 2026: Bitcoin Mulai Coba Rebound

    Pasar kripto hari ini, Rabu (25/2) mencoba rebound tipis setelah fase tekanan panjang, dengan sejumlah altcoin mencatat lonjakan signifikan. DENT memimpin penguatan dengan kenaikan 49% ke $0,000178, diikuti ENSO yang naik 33% ke $2,72 dan HOLO yang menguat 28% hingga $0,0677. Kenaikan ini mencerminkan respons spekulatif jangka pendek di tengah kondisi pasar yang belum sepenuhnya stabil.

    Namun, pertanyaan besar masih mengemuka: kapan Bitcoin benar-benar pulih? Dalam fase ketakutan ekstrem seperti saat ini, pemulihan cenderung berjalan lambat. Data Glassnode menunjukkan pasar berpotensi bergerak lesu hingga enam bulan sebelum menemukan momentum baru. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

    Daftar Altcoin Potensial di Tengah Pasar Rebound Tipis

    • DENT melonjak tajam 49% hari ini mencapai level $0,000178.
    • ENSO catat kenaikan 33%, diperdagangkan pada harga $2,72.
    • HOLO melesat sebesar 28% hingga menyentuh angka $0,0677.

    Kapan Bitcoin Pulih? Simak Petunjuk Kuncinya

    • ​Efek Ketakutan Ekstrem, pemulihan Bitcoin masih belum pasti.
    • ​Data Glassnode: Pasar mungkin lesu 6 bulan sebelum pulih.
    • ​Tren Historis: Penurunan panjang biasanya disusul lonjakan kuat.

    Setiap Transaksi U Token Dapatkan 100%!*

    Whale Borong 819 Juta ADA, Sinyal Cardano Bakal Rebound

    • ​Investor Besar Akumulasi 819 Juta ADA Saat Harga Turun.
    • ​Cardano Bertahan di $0,25, Target Berikutnya $0,30.
    • ​Tren Turun Masih Berlanjut Meski Ada Sinyal Pemulihan.

    ETF Spot Ketiga di Nasdaq, Harga SUI Berpotensi Rebound

    • ​ETF Baru Picu Lonjakan Permintaan Institusi pada SUI.
    • ​Tekanan Bearish Masih Membayangi Level Support SUI.
    • ​Rilis Token Baru Bakal Dongkrak Volatilitas dan Likuiditas.

    Baca juga: Riset Kripto 16-19 Feb 2026: Ketidakpastian Global: Kapan Berakhir?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Stablecoin USD1 Tergelincir dari $1, WLFI Sebut Upaya Sabotase

    Stablecoin USD1 yang diterbitkan World Liberty Financial (WLFI) sempat kehilangan patokan terhadap dolar AS pada 23 Februari. Token tersebut turun hingga sekitar US$0,994 sebelum kembali pulih mendekati US$1 dalam hitungan menit.

    USD1 merupakan stablecoin yang dikaitkan dengan entitas bisnis yang berhubungan dengan Donald Trump dan keluarganya. Saat ini, kapitalisasi pasarnya tercatat sekitar US$4,8 miliar.

    WLFI Klaim Ada Serangan dan Penyebaran Disinformasi

    WLFI menyatakan bahwa insiden tersebut dipicu oleh serangan terkoordinasi. Perusahaan mengklaim sejumlah akun cofounder diretas, lalu digunakan untuk menyebarkan informasi palsu dan membuka posisi short guna memanfaatkan kepanikan pasar.

    Juru bicara WLFI, David Wachsman, mengatakan tim teknik dan keamanan berhasil menahan serangan dari berbagai arah. Ia menegaskan bahwa infrastruktur USD1 tetap berfungsi sesuai desain dan stablecoin tersebut didukung cadangan 1:1, berbeda dengan model algoritmik seperti TerraUSD yang kolaps pada 2022.

    Meski pemulihan berlangsung cepat, insiden ini memicu kekhawatiran di komunitas kripto. Beberapa pengguna media sosial membandingkan pelepasan patokan harga tersebut dengan tanda awal krisis stablecoin di masa lalu.

    Baca juga: Tim Trump Bahas Stablecoin Dolar untuk Gaza, Solusi Ekonomi?

    Rumor Insider Trading dan Spekulasi Media Sosial

    Dikutip BeInCrypto, selama periode volatilitas, beredar laporan tidak terverifikasi yang menyebut Eric Trump menghapus unggahan promosi lama terkait USD1. Tangkapan layar beredar luas, tetapi belum ada konfirmasi independen atas klaim tersebut.

    Di sisi lain, peneliti blockchain ZachXBT menyatakan akan merilis temuan terkait dugaan insider trading di sebuah perusahaan kripto besar dalam waktu dekat. Ia tidak menyebut nama perusahaan, namun sebagian pengguna media sosial berspekulasi bahwa WLFI bisa terkait. Hingga saat ini, tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut.

    Kepercayaan Jadi Kunci Stablecoin

    Stablecoin sangat bergantung pada kepercayaan pasar. Bahkan pelepasan patokan harga dalam waktu singkat dapat memicu aksi jual besar jika muncul kekhawatiran terhadap cadangan atau likuiditas.

    Pemulihan cepat USD1 menunjukkan mekanisme likuiditas dan penukaran berjalan sebagaimana mestinya. Namun, peristiwa ini menegaskan betapa sensitifnya sentimen pasar, terutama untuk stablecoin yang relatif baru dan terkait figur publik.

    WLFI belum merinci detail teknis terkait dugaan serangan tersebut. Perkembangan investigasi dalam beberapa hari ke depan akan menentukan apakah insiden ini hanya gangguan sementara atau berkembang menjadi ujian kredibilitas yang lebih besar bagi USD1.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, meskipun pemulihan pasak USD1 berlangsung cepat, insiden ini menyoroti rapuhnya kepercayaan pada stablecoin baru yang memiliki keterikatan politik kuat. Depeg tersebut, meski singkat, menjadi tes stres bagi mekanisme penebusan (redemption) WLFI.

    “Rumor tentang insider trading yang sedang diselidiki ZachXBT menciptakan overhang kredibilitas yang signifikan. Bagi pasar, ini adalah pengingat bahwa transparansi cadangan 1:1 jauh lebih penting daripada sekadar narasi dukungan tokoh besar,” ungkapnya.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tekanan Jual Anjlok 90%, Ethereum Siap Meledak Lagi?

    Ethereum (ETH) mulai menunjukkan tanda pemulihan setelah sempat menyentuh level terendah di sekitar US$1.840. Sejak titik tersebut, harga ETH telah naik hampir 4%, memicu spekulasi bahwa fase tekanan jual ekstrem mulai mereda.

    Dilaporkan BeInCrypto, pergerakan ini terjadi di tengah perubahan signifikan pada data on-chain dan pasar derivatif. Tekanan jual di bursa dilaporkan turun drastis, sementara investor jangka panjang mulai kembali melakukan akumulasi.

    Divergensi Bullish Muncul, Sinyal Awal Pembalikan?

    Pada grafik jangka pendek, Ethereum membentuk pola symmetrical triangle yang mencerminkan fase konsolidasi antara pembeli dan penjual. Di saat yang sama, indikator Relative Strength Index (RSI) menunjukkan bullish divergence.

    Sejak awal Februari hingga 23 Februari, harga ETH mencetak lower low, tetapi RSI justru membentuk higher low. Pola ini umumnya menandakan pelemahan tekanan jual dan sering kali muncul sebelum terjadi rebound harga.

    Sinyal serupa sebelumnya sempat memicu kenaikan hampir 10% dan 6% dalam dua fase terpisah pada Februari.

    Baca Juga: Vitalik Buterin Bongkar Rahasia Besar Ethereum, Siap Guncang Pasar!

    Tekanan Jual Turun 90%, Tapi Derivatif Masih Bearish

    Perubahan paling mencolok terlihat pada arus masuk ETH ke bursa (exchange inflows). Pada 7 Februari, inflow sempat mencapai 1,06 juta ETH. Kini angka tersebut turun menjadi sekitar 126.000 ETH, atau menyusut hampir 90%.

    Biasanya, peningkatan inflow menandakan potensi aksi jual. Namun kali ini, harga turun sekitar 14% meski tekanan jual di pasar spot justru mereda. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pelemahan harga lebih dipengaruhi oleh pasar derivatif.

    Funding rate Ethereum berubah negatif ke sekitar -0,02%, menunjukkan dominasi posisi short. Meski demikian, open interest relatif stabil di kisaran US$8,8–9 miliar. Artinya, tidak ada lonjakan besar pembukaan posisi baru, melainkan perubahan sentimen dari pelaku pasar yang sudah ada.

    Kondisi ini membuka peluang terjadinya short squeeze jika harga terus naik dan memaksa trader short menutup posisi mereka.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, pelemahan tekanan jual sebesar 90% adalah katalis fundamental kuat yang mendasari rebound ETH saat ini. Kondisi pasar yang sangat bearish di sisi derivatif tanpa adanya penambahan posisi short baru menciptakan peluang short squeeze yang masif jika resistance .060 berhasil ditembus.

    “Akumulasi sunyi oleh long-term holders adalah validasi bahwa nilai ETH saat ini dianggap sudah cukup murah oleh investor berpengalaman,” ungkapnya.

    Holder Jangka Panjang Kembali Akumulasi

    Indikator Hodler Net Position Change menunjukkan perubahan penting. Setelah mencatat distribusi bersih lebih dari 41.000 ETH pada awal hingga pertengahan Februari, data terbaru menunjukkan pembalikan tren.

    Dalam dua hari terakhir, holder jangka panjang mencatat akumulasi bersih lebih dari 6.000 ETH. Pola ini kerap muncul mendekati fase dasar harga lokal, ketika investor berpengalaman mulai masuk kembali sebelum pemulihan yang lebih luas terjadi.

    Level Kunci yang Harus Ditembus

    Ethereum kini menghadapi sejumlah level resistensi penting. Area US$1.920 menjadi hambatan awal, disusul US$2.020. Level paling krusial berada di sekitar US$2.060.

    Jika ETH mampu menembus US$2.060, momentum kenaikan berpotensi berlanjut menuju US$2.200 hingga US$2.420.

    Namun, struktur bullish ini bergantung pada pertahanan support US$1.840. Jika level tersebut ditembus ke bawah, risiko penurunan lanjutan menuju US$1.740 kembali terbuka.

    Saat ini, kombinasi tekanan jual yang anjlok drastis, sentimen derivatif yang ekstrem, dan kembalinya akumulasi holder jangka panjang membuat rebound Ethereum terlihat lebih dari sekadar pantulan teknikal. Level breakout berikutnya akan menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya.

    Baca Juga: Vitalik Jual ETH Rp100 Miliar Saat Harga Anjlok 30%, Sinyal Bahaya?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com