Author: 16

  • Harga Pi Network Anjlok 6%, Sentimen Extreme Fear Tekan Pasar Kripto

    Harga Pi Network (PI) kembali tertekan dalam 24 jam terakhir, turun 6,11% ke level $0,157.

    Penurunan ini terjadi di tengah koreksi pasar kripto global yang melemah sekitar 4,37%, menandakan bahwa pelemahan PI lebih dipengaruhi sentimen makro dibanding faktor internal proyek.

    Kondisi pasar saat ini dibayangi oleh sentimen risk-off yang kuat.

    Indeks Fear & Greed dari CoinMarketCap tercatat di level 14 atau kategori “Extreme Fear” per 23 Februari 2026.

    Situasi ini mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap aset berisiko, termasuk altcoin.

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun 3%, Likuiditas Tipis Tekan PI ke $0,169

    Tekanan Jual Dipicu Sentimen Pasar

    Pergerakan harga PI menunjukkan karakteristik aset high-beta, yakni cenderung bergerak lebih agresif dibanding pasar secara keseluruhan.

    Ketika total kapitalisasi pasar kripto turun 4,37%, PI justru terkoreksi lebih dalam. Hal ini menandakan bahwa PI saat ini bergerak selaras dengan sentimen pasar yang lebih luas.

    Tanpa adanya katalis spesifik seperti pembaruan ekosistem atau pengumuman besar, harga PI sangat bergantung pada arah pergerakan pasar kripto secara umum.

    Sebagai aset dengan dominasi pasar terbesar, Bitcoin memegang peranan penting. Bitcoin saat ini menguasai sekitar 58,11% total kapitalisasi pasar kripto.

    Stabilitas atau pembalikan arah BTC akan menjadi faktor kunci bagi pemulihan altcoin seperti PI.

    Volume Naik, Tekanan Jual Menguat

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 23 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 23 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Menariknya, volume perdagangan PI dalam 24 jam terakhir justru melonjak 30,28% menjadi sekitar $15,5 juta. Lonjakan volume ini mengonfirmasi adanya tekanan jual yang cukup kuat.

    Namun, data yang tersedia tidak menunjukkan adanya pemicu spesifik seperti berita negatif, aktivitas derivatif ekstrem, atau perubahan fundamental proyek.

    Dengan kata lain, pelemahan PI lebih mencerminkan arus keluar dana dari pasar kripto secara umum. Tanpa katalis internal yang mampu menahan tekanan, PI cenderung mengikuti arus besar pasar.

    Analisis Teknikal: Ujian di Support $0,15

    Secara teknikal, PI kini sedang menguji area support penting di kisaran $0,15. Level ini menjadi penentu arah jangka pendek.

    Beberapa skenario yang perlu diperhatikan:

    • Support krusial: $0,15
    • Zona penurunan berikutnya: $0,13–$0,14
    • Resistance jangka pendek: $0,168–$0,17

    Jika PI mampu bertahan di atas $0,15 dan muncul minat beli baru, potensi konsolidasi di rentang $0,15–$0,17 terbuka. Konsolidasi ini bisa menjadi fase stabilisasi sebelum pergerakan selanjutnya.

    Namun, jika tekanan jual berlanjut dan harga menembus $0,15 dengan volume tinggi, risiko penurunan cepat menuju area $0,13–$0,14 semakin besar.

    Breakdown di bawah support biasanya memicu aksi jual lanjutan dari trader jangka pendek.

    Untuk membatalkan struktur bearish saat ini, PI perlu menembus dan bertahan di atas level tertinggi 24 jam sekitar $0,168 dengan dukungan volume yang kuat.

    Bergantung pada Sentimen Makro

    Tren jangka pendek PI masih menunjukkan tekanan bearish. Tanpa perbaikan sentimen pasar secara keseluruhan, potensi rebound cenderung terbatas.

    Perhatian investor kini tertuju pada pergerakan pasar kripto global serta perubahan indikator sentimen seperti Fear & Greed Index.

    Jika sentimen mulai membaik dari “Extreme Fear” menuju level netral, peluang stabilisasi harga PI akan meningkat.

    Sebaliknya, jika tekanan jual di pasar kripto berlanjut, PI berisiko mencetak level terendah bulanan baru.

    Baca Juga: Harga Pi Network Melejit 27%, Tembus $0,195! Picu Euforia Baru?

    Penurunan 6,11% harga Pi Network ke $0,157 mencerminkan kondisi pasar kripto yang sedang diliputi ketakutan ekstrem.

    Tanpa katalis internal yang kuat, PI bergerak mengikuti arah pasar secara keseluruhan.

    Level $0,15 menjadi area krusial yang harus dipertahankan untuk menghindari penurunan lebih dalam ke zona $0,13–$0,14.

    Dalam jangka pendek, nasib PI sangat bergantung pada stabilisasi pasar kripto global dan pergerakan Bitcoin.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Tekanan Jual Bitcoin Anjlok 4,75% ke $64.735

    Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami tekanan signifikan dalam 24 jam terakhir.

    Dalam catatan Tokocrypto pada Senin (23/2), BTC turun 4,75% ke level $64.735,20, memperpanjang tren koreksi yang sudah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.

    Kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1,29 triliun, dengan volume perdagangan harian melonjak menjadi $29,47 miliar.

    Peningkatan volume di tengah penurunan harga mengindikasikan adanya tekanan jual yang cukup agresif dari pelaku pasar.

    Baca Juga: Jepang Siapkan Bursa Kripto, Pajak Bitcoin Dipangkas Jadi 20%

    Pergerakan Harga 24 Jam Terakhir

    Dalam rentang perdagangan harian, BTC sempat menyentuh level tertinggi di $68.235,23 sebelum akhirnya tertekan hingga titik terendah $64.350,41.

    Volatilitas ini mencerminkan tingginya aktivitas pasar di tengah sentimen yang cenderung negatif.

    Secara mingguan, harga BTC sudah turun sekitar 5,79%. Bahkan dalam 30 hari terakhir, Bitcoin telah terkoreksi hingga 27,72%.

    Tren penurunan juga terlihat dalam periode 60 dan 90 hari, dengan koreksi lebih dari 26%.

    Meski begitu, suplai beredar Bitcoin saat ini berada di angka 19,99 juta BTC atau sekitar 95,21% dari total maksimum 21 juta BTC.

    Struktur suplai yang terbatas tetap menjadi fondasi fundamental jangka panjang.

    Tekanan Jual Dominan

    Kenaikan volume perdagangan yang signifikan di tengah penurunan harga biasanya menjadi sinyal bahwa aksi distribusi atau panic selling sedang berlangsung.

    Investor jangka pendek kemungkinan melakukan realisasi kerugian atau pengamanan profit setelah volatilitas meningkat.

    Dalam kondisi seperti ini, sentimen pasar cenderung dipengaruhi oleh faktor makro, arus modal institusi, serta pergerakan pasar derivatif.

    Ketika tekanan jual mendominasi, level support teknikal menjadi sangat krusial.

    Analisis Teknikal: Area Support dan Resistance

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 23 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 23 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dari sisi teknikal jangka pendek, terdapat beberapa level penting yang perlu diperhatikan:

    • Support terdekat: $64.000
    • Support berikutnya: $62.500
    • Resistance terdekat: $68.000
    • Resistance kuat: $70.000

    Jika BTC gagal bertahan di atas area $64.000, potensi penurunan menuju $62.500 semakin terbuka. Break di bawah level tersebut bisa memicu tekanan lanjutan ke area psikologis $60.000.

    Sebaliknya, untuk memulihkan momentum bullish, BTC perlu kembali menembus $68.000 dengan dukungan volume yang solid.

    Tanpa konfirmasi volume, kenaikan berisiko menjadi technical rebound sementara.

    Jarak dari Rekor Tertinggi

    Bitcoin masih cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07. Artinya, harga saat ini berada hampir 50% di bawah puncaknya.

    Namun dalam siklus kripto, koreksi 20–30% bukanlah hal yang tidak biasa, terutama setelah periode reli panjang.

    Pasalnya, investor jangka panjang biasanya melihat fase koreksi sebagai bagian dari siklus volatilitas alami pasar kripto.

    Outlook Jangka Pendek

    Dalam jangka pendek, arah pergerakan BTC sangat bergantung pada respons pasar terhadap level support saat ini.

    Jika tekanan jual mulai mereda dan volume berangsur stabil, potensi konsolidasi di kisaran $64.000–$68.000 dapat terjadi.

    Namun, apabila volume tetap tinggi dengan dominasi order jual, risiko breakdown ke bawah masih terbuka.

    Sentimen global, arus dana ETF, serta dinamika pasar derivatif juga akan menjadi faktor penentu dalam beberapa hari ke depan.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Bertahan di $67.822, Rebound Tipis

    Harga Bitcoin hari ini menunjukkan tekanan bearish yang cukup kuat dengan penurunan 4,75% dalam 24 jam terakhir. Lonjakan volume mempertegas dominasi aksi jual di pasar.

    Level $64.000 menjadi titik krusial yang harus dipertahankan untuk menghindari koreksi lebih dalam. Sementara itu, pemulihan di atas $68.000 diperlukan untuk membuka peluang rebound yang lebih meyakinkan.

    Dalam kondisi volatil seperti ini, manajemen risiko dan disiplin strategi menjadi kunci bagi investor dan trader.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum Tertekan, Risiko Turun ke US$1.385 Menguat

    Ethereum (ETH) kembali berada di bawah tekanan setelah diperdagangkan di bawah Realized Price sejak akhir Januari. Di tengah posisi harga yang mendekati US$2.000, data on-chain menunjukkan tekanan jual masih kuat, dengan arus masuk ke bursa mencapai ratusan juta dolar dalam sepekan terakhir.

    Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa pelemahan harga belum berakhir dan berpotensi menyerupai pola koreksi dalam siklus sebelumnya.

    ETH Diperdagangkan di Bawah Realized Price

    Realized Price merupakan rata-rata harga akuisisi seluruh koin ETH yang beredar. Ketika harga pasar berada di bawah level ini, rata-rata pemegang aset berada dalam posisi rugi secara belum terealisasi (unrealized loss).

    Sejak turun di bawah Realized Price pada akhir Januari, ETH belum mampu kembali ke atas level tersebut. Indikator Market Value to Realized Value (MVRV) juga tetap berada di bawah 1,0, mengonfirmasi bahwa mayoritas investor saat ini menanggung kerugian.

    Dalam siklus sebelumnya, periode panjang di bawah Realized Price kerap diikuti fase kapitulasi sebelum akhirnya membentuk dasar harga yang lebih kuat. Namun, fase tersebut sering kali didahului penurunan tambahan.

    Baca Juga: Ethereum Dihantam Likuidasi Terbesar Sejak 2021! Apa Dampaknya?

    445.000 ETH Masuk Bursa, Tekanan Jual Meningkat

    Data Exchange On-Balance menunjukkan sekitar 445.000 ETH masuk ke bursa dalam tujuh hari terakhir. Pada harga saat ini, jumlah tersebut bernilai lebih dari US$887 juta.

    Lonjakan saldo di bursa umumnya diartikan sebagai sinyal distribusi, karena investor memindahkan aset untuk potensi penjualan. Skala inflow terbaru ini mengindikasikan kehati-hatian yang meningkat di kalangan pemegang ETH.

    Dalam beberapa kejadian sebelumnya, lonjakan deposit ke bursa sering mendahului penurunan harga yang lebih tajam. Kombinasi kerugian belum terealisasi dan peningkatan pasokan di pasar spot memperbesar risiko tekanan turun lanjutan.

    Level Kunci Penentu Arah ETH

    Saat ini ETH diperdagangkan di sekitar US$1.997, dengan level psikologis US$2.000 menjadi titik krusial. Jika tekanan jual berlanjut, support berikutnya berada di sekitar US$1.866.

    Apabila level US$1.866 gagal dipertahankan, risiko penurunan dapat meluas hingga US$1.385—yang berarti potensi koreksi sekitar 30% dari harga saat ini. Level ini sebelumnya berfungsi sebagai dasar struktural dalam siklus terdahulu. Support berikutnya berada di kisaran US$1.231.

    Sebaliknya, perubahan perilaku investor dapat membalikkan situasi. Jika arus masuk ke bursa menurun dan akumulasi kembali meningkat, ETH berpeluang stabil di atas US$2.000. Dalam skenario tersebut, target jangka pendek berada di US$2.205, dengan potensi kenaikan lanjutan menuju US$2.500 apabila tekanan beli berkelanjutan.

    Untuk saat ini, dinamika antara tekanan jual dan potensi akumulasi akan menjadi penentu utama arah pergerakan Ethereum dalam waktu dekat.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ETH sedang berada di zona kritis .000. Rasio MVRV di bawah 1,0 secara historis menandakan fase koreksi dalam atau awal dari tahap kapitulasi.

    “Jika support .866 gagal dipertahankan, ETH berisiko jatuh 30% lagi menuju area .385 sebelum menemukan dasar struktural yang stabil,” katanya.

    Baca Juga: Pasokan Ethereum di Binance Langka, Sinyal Harga Bakal Meroket?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Tanpa Henti: CME Group Resmi Buka Futures 24/7

    Bursa derivatif terbesar dunia, CME Group, resmi mengumumkan peluncuran perdagangan berjangka (futures) dan opsi kripto selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu (24/7) mulai 29 Mei 2026.

    Kebijakan ini menjadi tonggak penting dalam evolusi pasar aset digital, khususnya bagi investor institusi yang membutuhkan akses lindung nilai tanpa jeda waktu.

    Selama ini, pasar spot kripto seperti Bitcoin dan Ethereum beroperasi nonstop.

    Namun, instrumen derivatif teregulasi memiliki jam perdagangan terbatas, sehingga menciptakan celah risiko atau “gap risk” saat akhir pekan dan di luar jam operasional resmi.

    Baca Juga: CME Group Luncurkan ETF Berjangka XRP pada 19 Mei, Harga Meroket?

    Menghapus Hambatan Institusi

    Menurut laporan Bitcoin Magazine, keputusan CME untuk membuka perdagangan nonstop bertujuan menyelaraskan pasar derivatif dengan dinamika pasar spot kripto yang bergerak 24/7.

    Dengan begitu, investor institusi dapat melakukan hedging kapan pun diperlukan tanpa harus menunggu pembukaan sesi perdagangan berikutnya.

    Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini sebagai penguatan fundamental terhadap struktur pasar kripto global.

    “Integrasi ini menghilangkan ‘gap risk’ akhir pekan bagi institusi, yang selama ini menjadi hambatan utama masuknya modal besar secara efisien. Dengan ketersediaan instrumen lindung nilai (hedging) setiap saat, pasar kripto akan semakin matang dan sejajar dengan efisiensi pasar modal tradisional global,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Menurut analis, ketersediaan instrumen lindung nilai sepanjang waktu akan membuat manajemen risiko jauh lebih optimal, terutama di tengah volatilitas kripto yang tinggi.

    Didukung Rekor Volume 2025

    Langkah ekspansi ini tidak muncul tanpa alasan. Sepanjang 2025, CME mencatat rekor volume notional perdagangan kripto hingga mencapai triliunan dolar AS.

    Lonjakan tersebut menunjukkan meningkatnya minat investor institusi terhadap produk derivatif kripto yang teregulasi dan transparan.

    Banyak pelaku pasar profesional memilih CME karena standar kepatuhan, sistem kliring, serta infrastruktur manajemen risiko yang sudah teruji.

    Dengan model perdagangan 24/7, CME memperluas daya tariknya sebagai jembatan antara keuangan tradisional dan ekosistem kripto.

    Dampak terhadap Likuiditas dan Price Discovery

    Perdagangan nonstop diproyeksikan meningkatkan likuiditas secara signifikan.

    Likuiditas yang lebih dalam umumnya menghasilkan spread yang lebih sempit dan pembentukan harga (price discovery) yang lebih efisien.

    Selain itu, integrasi waktu perdagangan antara spot dan derivatif membantu mengurangi dislokasi harga yang sering terjadi saat pembukaan pasar setelah akhir pekan.

    Selama ini, lonjakan harga drastis pada hari Sabtu atau Minggu kerap menciptakan tekanan tambahan ketika pasar derivatif kembali aktif.

    Dengan akses 24/7, pelaku pasar dapat merespons pergerakan harga secara real-time, sehingga potensi kejutan ekstrem dapat diminimalkan.

    Sinyal Kematangan Pasar Aset Digital

    Peluncuran perdagangan futures dan opsi kripto 24/7 juga menjadi indikator bahwa pasar kripto semakin matang dan terintegrasi dengan sistem keuangan global.

    Jika sebelumnya kripto dipandang sebagai pasar alternatif dengan infrastruktur terbatas, kini perannya semakin setara dengan kelas aset tradisional.

    Langkah CME berpotensi mendorong arus modal institusi yang lebih besar karena hambatan operasional semakin berkurang.

    Hal ini dapat berdampak positif terhadap stabilitas jangka panjang, meskipun volatilitas tetap menjadi karakter utama aset digital.

    Baca Juga: CME Group Luncurkan Kontrak Berjangka XRP

    Menuju Standar Global Baru

    Mulai 29 Mei 2026, industri kripto akan memasuki babak baru. Perdagangan derivatif teregulasi yang tersedia tanpa henti membuka peluang strategi perdagangan global yang lebih fleksibel dan efisien.

    Jika tren partisipasi institusi terus meningkat, pasar kripto dapat semakin sejajar dengan pasar modal tradisional dalam hal likuiditas, efisiensi, dan pengelolaan risiko.

    Langkah CME Group bukan sekadar inovasi operasional, melainkan transformasi struktural yang berpotensi mempercepat institusionalisasi aset digital secara global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jepang Siapkan Bursa Kripto, Pajak Bitcoin Dipangkas Jadi 20%

    Tiga perusahaan sekuritas terbesar di Jepang, yakni Nomura, Daiwa Securities, dan SMBC Nikko Securities, dilaporkan tengah mempersiapkan peluncuran bursa kripto domestik.

    Langkah ini beriringan dengan rencana regulator Jepang untuk mengubah status Bitcoin menjadi produk investasi serta memangkas pajak kripto agar setara dengan saham.

    Coin-Turk melaporkan, kebijakan tersebut digodok oleh Financial Services Agency (FSA), yang tengah merancang reformasi besar dalam kerangka regulasi aset digital Jepang.

    Baca Juga: Yen Jepang Bergejolak, Sinyal Intervensi Fed Picu Spekulasi Bitcoin

    Bitcoin Tak Lagi Sekadar Alat Bayar

    Selama ini, Bitcoin di Jepang dikategorikan sebagai alat pembayaran. Namun, perubahan regulasi yang sedang dirancang akan mengklasifikasikannya sebagai produk investasi.

    Pergeseran ini dinilai krusial karena menempatkan kripto dalam rezim hukum pasar modal yang lebih mapan dan terstruktur.

    Dengan status baru tersebut, Bitcoin akan diperlakukan lebih mirip dengan saham atau obligasi, membuka peluang bagi produk investasi baru seperti reksa dana atau bahkan ETF kripto di masa depan.

    Langkah ini sekaligus memberikan kepastian hukum yang lebih kuat bagi investor institusional yang selama ini menunggu kejelasan regulasi sebelum masuk lebih dalam ke pasar aset digital Jepang.

    Pajak Kripto Turun Drastis

    Reformasi lain yang tak kalah penting adalah pemangkasan tarif pajak kripto. Saat ini, pajak atas keuntungan kripto di Jepang bisa mencapai 55%, jauh lebih tinggi dibandingkan pajak atas ekuitas.

    Pemerintah berencana memangkas tarif tersebut menjadi sekitar 20%, setara dengan pajak saham. Jika terealisasi, kebijakan ini akan membuat Jepang jauh lebih kompetitif dibandingkan yurisdiksi lain di Asia.

    Penurunan pajak dinilai sebagai insentif kuat untuk menarik kembali investor domestik yang sebelumnya memilih memindahkan aktivitas perdagangan ke luar negeri demi efisiensi pajak.

    2026 Dicanangkan sebagai “Digital Year”

    Tim Research Tokocrypto melihat reformasi ini sebagai langkah strategis jangka panjang.

    “Tahun 2026 dicanangkan sebagai ‘Digital Year’ di Jepang. Perubahan klasifikasi aset dan insentif pajak adalah katalis besar bagi masuknya modal institusional dan potensi peluncuran ETF kripto spot pada 2028. Jepang sedang bertransformasi dari pasar spekulatif murni menjadi ekosistem keuangan digital yang terintegrasi secara struktural,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Merujuk pada analisis tersebut, reformasi ini bukan sekadar respons terhadap tren global, melainkan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat posisi Jepang dalam ekonomi digital.

    Jalan Menuju ETF Kripto Spot

    Dengan klasifikasi baru sebagai produk investasi dan struktur pajak yang kompetitif, peluang peluncuran ETF kripto spot pada 2028 semakin realistis.

    ETF spot akan memungkinkan investor institusional berpartisipasi tanpa harus menyimpan aset kripto secara langsung.

    Jika terealisasi, Jepang berpotensi mengikuti jejak negara-negara yang telah lebih dulu menyetujui ETF kripto, sekaligus memperkuat reputasinya sebagai pusat keuangan global yang adaptif terhadap inovasi teknologi.

    Transformasi Ekosistem Keuangan Jepang

    Masuknya Nomura, Daiwa, dan SMBC Nikko ke sektor bursa kripto juga menunjukkan perubahan sikap industri keuangan tradisional terhadap aset digital.

    Keterlibatan institusi besar membawa standar tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan yang lebih tinggi.

    Transformasi ini berpotensi menggeser citra pasar kripto Jepang dari dominasi spekulasi ritel menjadi ekosistem yang lebih matang dan berbasis institusi.

    Jika seluruh reformasi berjalan sesuai rencana, Jepang dapat menjadi model integrasi aset digital dalam sistem keuangan tradisional secara struktural dan berkelanjutan.

    Baca Juga: CLARITY Act Lolos di Komite Senat AS, Majunya Regulasi Kripto

    Rencana peluncuran bursa kripto oleh tiga raksasa sekuritas Jepang, perubahan klasifikasi Bitcoin menjadi produk investasi, serta pemangkasan pajak kripto menjadi 20% menjadi sinyal kuat transformasi industri aset digital di Jepang.

    Dengan 2026 sebagai “Digital Year”, Jepang tampaknya serius membangun fondasi regulasi yang solid untuk menarik modal institusional dan memperkuat posisinya dalam peta kripto global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Nasib Pasar Prediksi Terpaku pada Hasil Uji Regulasi Polymarket

    Platform pasar prediksi berbasis kripto, Polymarket, tengah menghadapi pertarungan hukum krusial di Amerika Serikat yang dapat menentukan masa depan industri prediction market secara nasional.

    Sebagaimana dilansir dari Coincu, inti persoalan terletak pada konflik yurisdiksi antara hukum derivatif federal di bawah pengawasan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dan undang-undang perjudian di sejumlah negara bagian seperti Nevada dan Massachusetts.

    Beberapa otoritas negara bagian menilai kontrak berbasis peristiwa (event contracts) yang diperdagangkan di Polymarket sebagai bentuk taruhan ilegal.

    Di sisi lain, CFTC melihat kontrak tersebut sebagai instrumen derivatif yang berada dalam ranah regulasi federal.

    Baca Juga: DraftKings Ekspansi ke 38 Negara Bagian, Tantang Polymarket

    Derivatif atau Perjudian?

    Pasar prediksi memungkinkan pengguna berspekulasi terhadap hasil suatu peristiwa, mulai dari pemilu, data ekonomi, hingga keputusan kebijakan.

    Dalam model ini, kontrak dibeli berdasarkan probabilitas suatu kejadian terjadi, dan harga bergerak sesuai dinamika permintaan dan penawaran.

    Masalah muncul ketika regulator negara bagian mengkategorikan kontrak tersebut sebagai aktivitas perjudian, yang tunduk pada aturan ketat dan berbeda di setiap yurisdiksi.

    Jika diklasifikasikan sebagai taruhan, maka operasional platform dapat dibatasi atau bahkan dilarang di sejumlah negara bagian.

    Sebaliknya, jika diklasifikasikan sebagai derivatif finansial, maka pengawasan berada di bawah kerangka hukum federal melalui CFTC, sehingga memberikan standar regulasi yang lebih seragam secara nasional.

    Dampak terhadap Ekspansi Nasional

    Tim Research Tokocrypto menilai hasil sengketa ini sangat menentukan arah industri pasar prediksi di AS.

    “Hasil gugatan ini akan menentukan apakah pasar prediksi akan memiliki kerangka kerja tunggal yang seragam di seluruh AS atau terjebak dalam aturan yang terfragmentasi antar negara bagian. Kemenangan yurisdiksi federal sangat penting bagi platform untuk melakukan ekspansi nasional dan mengurangi biaya kepatuhan operasional,” papar Tim Research Tokocrypto.

    Menurut analisis tersebut, kemenangan yurisdiksi federal akan memberikan kepastian hukum yang lebih jelas bagi pelaku industri, termasuk investor dan pengguna ritel.

    Sebaliknya, jika negara bagian mempertahankan otoritasnya, maka Polymarket dan platform serupa harus menghadapi mosaik regulasi yang berbeda-beda di setiap wilayah.

    Implikasi bagi Industri Kripto

    Kasus ini tidak hanya berdampak pada Polymarket, tetapi juga pada industri kripto yang lebih luas.

    Banyak proyek blockchain mulai mengembangkan produk berbasis event contracts dan pasar prediksi terdesentralisasi.

    Jika pengadilan memutuskan bahwa kontrak acara tergolong perjudian, maka inovasi di sektor ini dapat terhambat oleh pembatasan hukum yang ketat.

    Namun, jika dikategorikan sebagai produk derivatif, maka akan tercipta preseden hukum penting bagi pengembangan instrumen keuangan berbasis blockchain di masa depan.

    Kepastian regulasi juga akan menentukan minat institusi terhadap sektor ini. Investor besar cenderung menghindari sektor dengan risiko hukum tinggi dan ketidakpastian yurisdiksi.

    Potensi Fragmentasi Regulasi

    Amerika Serikat dikenal memiliki sistem federalisme yang memberi kewenangan signifikan kepada negara bagian.

    Dalam konteks pasar prediksi, hal ini berpotensi menciptakan fragmentasi regulasi, di mana suatu platform legal di satu negara bagian namun ilegal di negara bagian lain.

    Fragmentasi tersebut meningkatkan biaya kepatuhan, memperumit ekspansi bisnis, dan membatasi likuiditas karena akses pengguna tidak merata secara nasional.

    Sebaliknya, pengakuan otoritas CFTC akan menciptakan standar tunggal yang memudahkan pengawasan, transparansi, dan perlindungan konsumen secara konsisten di seluruh wilayah AS.

    Baca Juga: Polymarket hingga Coinbase Dorong Lonjakan Pasar Prediksi Global

    Menuju Titik Penentu

    Pertarungan hukum ini dipandang sebagai momen penentu bagi masa depan prediction market di Amerika Serikat.

    Putusan pengadilan berpotensi menjadi preseden yang akan membentuk arah regulasi industri untuk bertahun-tahun ke depan.

    Bagi Polymarket, hasilnya bukan hanya soal legalitas operasional, tetapi juga tentang kemampuan untuk tumbuh secara nasional tanpa hambatan regulasi yang terpecah.

    Jika yurisdiksi federal menang, pasar prediksi dapat memasuki fase ekspansi yang lebih stabil dan terstruktur.

    Namun jika negara bagian mempertahankan kendali, maka lanskap industri akan tetap kompleks dan penuh tantangan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Hari Ini 23 Februari 2026: Bergerak Dalam Tekanan

    Memasuki awal pekan terakhir Februari 2026, pasar kripto hari ini, Senin (23/2) bergerak dalam tekanan dengan volatilitas yang masih tinggi. Meski mayoritas aset terkoreksi, beberapa altcoin justru mencatat lonjakan signifikan.

    Sementara itu, AGLD memimpin penguatan dengan kenaikan 49% ke level $0,365, disusul BEL yang naik 19% ke $0,111138 dan KITE yang menguat 16% hingga $0,2573. Pergerakan ini menunjukkan adanya peluang jangka pendek di tengah tren pasar yang belum sepenuhnya pulih. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

    Daftar Altcoin Potensial di Awal Pekan Terakhir Februari 1016

    • AGLD melonjak tajam 49% hari ini hingga mencapai level $0,365.
    • BEL catat kenaikan 19% dan diperdagangkan pada harga $0,111138.
    • KITE melesat sebesar 16% hingga menyentuh angka $0,2573.

    Penyebab Kripto Anjlok Awal Pekan Ini

    • Bitdeer Dumping: Seluruh hasil tambang dijual, pasokan melimpah.
    • Fear Index 14: Ketakutan ekstrem membuat trader pasif.
    • Solana & XRP Turun: Altcoin melemah tanpa rotasi pasar.

    Cashback Spesial Beduk Ramadan Total Hadiah Rp 50 JUTA*

    3 Altcoin yang Melawan Tren Penurunan

    • Akumulasi Bitcoin Cash: Paus beli $28 juta, target harga $800.
    • Sentimen Positif Morpho: Dukungan institusi picu potensi lonjakan besar.
    • Sinyal Bullish Decred: Pola grafik dukung kenaikan 37% saat pasar melambat.

    Event Kripto Kunci Minggu Ini

    • Data Fed & Inflasi: Penentu utama arah pasar.
    • Suntikan Likuiditas: Stimulus risiko kripto jangka pendek.
    • Isu Regulasi: Pemicu volatilitas dan ketidakpastian investor.

    Baca juga: Riset Kripto 16-19 Feb 2026: Ketidakpastian Global: Kapan Berakhir?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Resmi Meluncur! ETF Spot SUI Pertama Hadir dengan Fitur Staking

    Dua ETF spot SUI resmi melantai di bursa pada Rabu (18/2), membuka akses baru bagi investor untuk mendapatkan eksposur langsung terhadap harga token SUI sekaligus imbal hasil dari staking. Peluncuran ini dilakukan oleh Canary Capital dan Grayscale, menandai tonggak penting bagi ekosistem Sui.

    Canary Luncurkan SUIS di Nasdaq

    Dilaporkan The Block, Canary Capital memperkenalkan Canary Stake SUI ETF dengan kode ticker SUIS di bursa Nasdaq. Produk ini dirancang untuk melacak harga spot SUI serta memungkinkan investor memperoleh net staking rewards melalui mekanisme proof-of-stake (PoS) milik jaringan Sui.

    CEO Canary Capital, Steven McClurg, menyatakan bahwa ETF ini memberikan eksposur terhadap SUI dalam struktur terdaftar dan diperdagangkan di bursa, sekaligus membuka peluang bagi investor untuk mendapatkan imbal hasil staking secara langsung melalui instrumen ETF.

    Grayscale Konversi Trust Jadi ETF

    Pada hari yang sama, Grayscale juga meluncurkan ETF SUI dengan mengonversi trust yang sudah ada menjadi ETF. Produk tersebut akan diperdagangkan dengan kode GSUI di NYSE Arca.

    Langkah ini memperluas pilihan investor yang ingin mendapatkan eksposur terhadap SUI melalui kendaraan investasi yang teregulasi.

    Baca Juga: Sui Network Dapat Dukungan Google, Token SUI Siap Melambung Lagi?

    SUI dan Posisi Pasarnya

    Sui merupakan blockchain Layer 1 yang dikembangkan oleh Mysten Labs. Token SUI digunakan untuk membayar biaya transaksi, menjalankan smart contract, serta mendukung berbagai fungsi di dalam jaringan.

    Saat ini, SUI menempati peringkat ke-31 berdasarkan kapitalisasi pasar dengan nilai sekitar US$3,7 miliar.

    Pergerakan harga Sui (SUI/USDT) pada Minggu, 22 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Sui (SUI/USDT) pada Minggu, 22 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Sebelumnya, 21Shares telah meluncurkan ETF leveraged 2x SUI, menjadikannya produk pertama yang melacak harga SUI dalam bentuk leveraged. Peluncuran ETF spot ini semakin memperluas eksposur SUI di pasar tradisional, seiring dengan tren meningkatnya jumlah ETF kripto yang hadir dalam setahun terakhir, termasuk yang melacak DOGE, LTC, XRP, dan SOL.

    Co-founder dan Chief Product Officer Mysten Labs, Adeniyi Abiodun, menyebut peluncuran ini sebagai momen penting bagi akses institusional dan ritel terhadap ekosistem Sui. Menurutnya, langkah ini membuka peluang lebih luas bagi investor yang percaya pada teknologi yang mendasari inovasi tersebut.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, peluncuran ETF SUI menandai tonggak sejarah baru bagi ekosistem Layer 1 ini dalam menarik modal institusional.

    “Fitur staking yang disertakan menjadikannya produk investasi yang lebih menarik dibandingkan ETF spot biasa karena memberikan dividen on-chain, yang berpotensi mengunci suplai SUI dalam jumlah besar untuk jangka panjang,” analisanya.

    Baca Juga: Harga SUI Bisa Melonjak 150%! Kolaborasi Google Cloud dan Isu ETF Jadi Katalis


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Abu Dhabi Borong ETF Bitcoin, Nilainya Kini US$803 Juta

    Dana yang didukung pemerintah Abu Dhabi tercatat memiliki lebih dari US$1 miliar di ETF spot Bitcoin milik BlackRock pada akhir 2025. Namun, pelemahan harga Bitcoin sepanjang tahun ini membuat nilai kepemilikan tersebut turun menjadi sekitar US$803 juta.

    Berdasarkan dokumen terbaru yang diajukan ke SEC, Mubadala Investment Company dan Al Warda Investments, yang terafiliasi dengan Abu Dhabi Investment Council, secara kolektif memegang hampir 21 juta saham iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock hingga akhir 2025.

    Mubadala dan Al Warda Perbesar Kepemilikan

    Pada saat pelaporan, posisi Mubadala di IBIT bernilai sekitar US$630 juta, sementara Al Warda memegang saham senilai sekitar US$408 juta. Total eksposur keduanya melampaui US$1 miliar.

    Dilaporkan News Bitcoin, kuartal keempat 2025 menjadi periode ekspansi signifikan. Mubadala meningkatkan kepemilikannya dari sekitar 8,7 juta saham pada kuartal ketiga menjadi sekitar 12,7 juta saham di akhir tahun, atau bertambah hampir 4 juta saham. Al Warda juga menambah posisi dari 7,96 juta saham menjadi lebih dari 8,2 juta saham.

    Langkah ini menegaskan komitmen jangka panjang dana kekayaan negara tersebut terhadap eksposur Bitcoin melalui instrumen ETF teregulasi.

    Tim Research Tokocrypto melihat pencapaian angka ,1 miliar ini mengukuhkan kawasan Timur Tengah sebagai pilar likuiditas institusional utama bagi Bitcoin.

    “Pengalihan modal dari sektor energi (minyak) ke aset digital strategis oleh dana kedaulatan negara memberikan jaminan fundamental yang sangat kuat terhadap eksistensi Bitcoin di pasar modal global,” ungkapnya.

    Baca juga: ETF Ethereum Kembali Catat Inflow, Harga ETH Siap Bangkit?

    Nilai Tergerus Seiring Koreksi Bitcoin

    Meski akumulasi berlanjut, kondisi pasar berubah. IBIT tercatat turun sekitar 22,5% sejak awal tahun, seiring koreksi harga Bitcoin. Dengan harga saham terbaru di kisaran US$38,44, nilai gabungan kepemilikan Mubadala dan Al Warda kini menyusut menjadi sekitar US$803 juta.

    Mubadala sendiri pertama kali menambahkan IBIT ke portofolionya pada kuartal keempat 2024, dengan eksposur awal minimal US$436 juta. Laporan terbaru menunjukkan keyakinan terhadap aset ini tetap bertahan meski volatilitas meningkat.

    ETF Bitcoin AS Juga Alami Penurunan AUM

    Penurunan nilai kepemilikan Abu Dhabi terjadi di tengah tekanan yang lebih luas pada ETF spot Bitcoin di Amerika Serikat. Secara kolektif, aset kelolaan (AUM) ETF spot Bitcoin AS turun lebih dari US$31 miliar tahun ini, dari US$116,7 miliar menjadi sekitar US$85,5 miliar.

    Bagi investor institusional jangka panjang seperti dana kekayaan negara, fluktuasi harga jangka pendek kerap dianggap bagian dari dinamika pasar. Namun, koreksi ini menyoroti ketegangan antara narasi adopsi institusional dan volatilitas tinggi yang masih melekat pada pasar kripto.

    Baca Juga: Pasokan Ethereum di Binance Langka, Sinyal Harga Bakal Meroket?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Whale Serbu Binance US$8,3 Miliar, Sinyal Jual Bitcoin Besar-Besaran?

    Arus masuk (inflow) Bitcoin dari wallet whale ke Binance melonjak tajam dan mencapai level tertinggi sejak 2024. Data terbaru menunjukkan rata-rata pergerakan 30 hari whale ke platform tersebut kini menyentuh sekitar US$8,3 miliar, menandai perubahan signifikan dalam perilaku pemegang besar BTC.

    Dilaporkan Crypto Quant, lonjakan ini terjadi saat harga Bitcoin berada di kisaran US$66.400, masih jauh di bawah level tertingginya sebelumnya. Kondisi tersebut memunculkan spekulasi bahwa peningkatan inflow dapat berkaitan dengan potensi tekanan jual di pasar.

    Rata-Rata 30 Hari Sentuh Rekor Tertinggi Sejak 2024

    Kenaikan tajam dalam rata-rata 30 hari inflow whale ke Binance sering diartikan sebagai indikasi kesiapan untuk menjual atau melakukan realokasi aset. Secara historis, lonjakan serupa kerap muncul pada fase transisi pasar atau periode volatilitas tinggi.

    Sebelumnya, arus whale relatif stabil dalam beberapa pekan terakhir. Perubahan mendadak ini memperkuat dugaan adanya pergeseran sentimen dari investor besar.

    Jika tren inflow terus meningkat, maka suplai Bitcoin yang tersedia di bursa akan bertambah, yang berpotensi memberikan tekanan turun pada harga dalam jangka pendek.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, inflow whale sebesar ,3 miliar ke Binance adalah sinyal tekanan jual potensial yang sangat masif. Meskipun bisa berarti manajemen likuiditas derivatif atau reposisi strategis, secara historis lonjakan seperti ini mendahului periode volatilitas tinggi.

    “Selama arus ini terus meningkat, harga Bitcoin akan menghadapi tekanan ke bawah yang signifikan dalam jangka pendek,” analisanya.

    Baca juga: UEA Diam-Diam Tambang Bitcoin Rp7 Triliun, Kantongi Profit Berapa?

    Tidak Selalu Berarti Aksi Jual Massal

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 22 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 22 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Meski demikian, peningkatan inflow tidak selalu berarti aksi jual langsung. Dalam beberapa kasus, whale memindahkan aset ke bursa untuk kebutuhan manajemen likuiditas, penggunaan di pasar derivatif, atau reposisi strategi menjelang pergerakan besar.

    Namun, secara historis, lonjakan signifikan dalam rata-rata inflow 30 hari sering kali beriringan dengan periode volatilitas yang meningkat atau perubahan struktur pasar.

    Arah Selanjutnya Bergantung pada Tren Inflow

    Apabila arus masuk whale mulai menurun kembali, hal tersebut bisa menjadi sinyal berakhirnya fase distribusi dan kembalinya kepercayaan pasar secara bertahap.

    Sebaliknya, jika inflow terus bertambah, tekanan suplai di pasar spot dapat meningkat dan memperbesar risiko koreksi harga dalam waktu dekat.

    Pergerakan whale ke Binance saat ini menjadi indikator penting yang dipantau pelaku pasar, terutama di tengah harga Bitcoin yang masih bergerak di bawah level puncaknya.

    Baca juga: Hashrate Bitcoin Anjlok! Apakah Ini Pertanda Bear Market?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com