Author: 16

  • 100 Hari Berdarah, Pasar Kripto Kehilangan US$730 Miliar

    Pasar kripto mengalami kontraksi tajam dalam 100 hari terakhir dengan total kapitalisasi yang menyusut lebih dari US$730 miliar. Data on-chain terbaru menunjukkan arus keluar modal besar-besaran dalam waktu relatif singkat, mencerminkan pergeseran sentimen investor ke mode risk-off di tengah tekanan makro dan volatilitas pasar.

    Bitcoin (BTC) menjadi kontributor terbesar secara nominal terhadap penyusutan tersebut. Kapitalisasi pasar BTC turun dari US$1,6968 triliun pada 22 November menjadi US$1,3489 triliun saat ini. Penurunan sebesar US$347,9 miliar atau sekitar 21,62% ini menandai fase pelemahan signifikan pada aset kripto terbesar di dunia.

    20 Aset Kripto Terbesar Alami Penurunan

    Sementara itu, kelompok 20 aset kripto terbesar di luar Bitcoin dan stablecoin juga mencatat penurunan besar. Kapitalisasi sektor ini turun dari US$1,0706 triliun pada 2 Desember menjadi US$810,65 miliar. Selisihnya mencapai US$259,94 miliar atau turun sekitar 15,17%.

    Dilaporkan Crypto Quant, segmen mid-cap dan small-cap tercatat sebagai yang paling terpukul secara proporsional. Kapitalisasi pasar kategori ini menyusut dari US$390,38 miliar pada 11 Desember menjadi US$267,63 miliar. Penurunan sebesar US$122,75 miliar atau sekitar 20,06% menunjukkan tingginya tekanan pada aset berisiko lebih tinggi.

    Secara keseluruhan, total dana yang keluar dari pasar kripto selama periode 100 hari tersebut mencapai US$730,59 miliar. Kontraksi ini tercermin dalam indikator on-chain seperti perbandingan kapitalisasi pasar serta rasio pertumbuhan market cap berbasis moving average 30 hari dan 365 hari.

    Baca Juga: Analisa harga BTC hari ini: Bitcoin Menguat ke $67.237, Sinyal Rebound?

    Analisis Pasar

    Analis menilai kondisi ini lebih dari sekadar koreksi biasa, melainkan fase kontraksi ekonomi kripto yang cukup dalam. Namun, di tengah tekanan tersebut, pelaku pasar profesional disarankan untuk tetap memantau fundamental on-chain, termasuk cost basis pemegang jangka pendek dan sinyal siklus pasar Bitcoin untuk mengidentifikasi potensi fase akumulasi.

    Dalam situasi seperti ini, disiplin teknikal dan manajemen risiko dinilai menjadi kunci, terutama bagi investor yang menerapkan strategi dollar-cost averaging secara terukur.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, penurunan valuasi sebesar 30 miliar dalam waktu singkat menandakan pergeseran struktural di mana likuiditas keluar dari ekosistem kripto menuju aset tradisional atau cash.

    “Fokus pada realized price pemegang jangka pendek (STH) menjadi krusial; selama basis biaya mereka belum direbut kembali, pasar tetap dalam mode kontraksi. Smart DCA disarankan hanya jika indikator Market Cycle memberikan sinyal akumulasi yang valid,” jelasnya.

    Baca Juga: Short Bitcoin Paling Ekstrem! Sinyal Reversal Besar Kembali Muncul?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Uniswap Usulkan Fee Switch di 8 Jaringan, Siap Buyback

    Protokol decentralized exchange (DEX) terbesar di dunia, Uniswap, kembali membuat gebrakan strategis.

    Melalui proposal terbaru, Uniswap mengusulkan aktivasi mekanisme pengumpulan biaya (fee switch) di delapan jaringan blockchain, termasuk Arbitrum, Base, dan Optimism.

    Langkah ini dinilai sebagai perubahan fundamental dalam model ekonomi token UNI karena pendapatan protokol akan dialokasikan untuk pembelian kembali (buyback) dan pembakaran (burn) token UNI secara otomatis di jaringan Ethereum.

    Baca Juga: Uniswap Ekspansi ke MegaETH, Dorong Harga ke $3,38

    Dari Governance ke Aset Bernilai Ekonomi Nyata

    Selama ini, UNI dikenal sebagai token tata kelola (governance token) yang memberikan hak suara dalam pengambilan keputusan protokol.

    Namun sebagaimana dilaporkan Cryptobriefing pada Sabtu (21/2), proposal terbaru ini berpotensi mengubah struktur nilai token tersebut secara signifikan.

    Dengan diaktifkannya fee switch, sebagian pendapatan protokol dari aktivitas perdagangan di berbagai jaringan akan dikumpulkan dan dikonversi menjadi UNI untuk kemudian dibakar.

    Mekanisme ini menciptakan tekanan deflasi terhadap suplai UNI yang beredar di pasar. Tim riset Tokocrypto menilai perubahan ini sebagai langkah transformasional.

    “Proposal ini mengubah fundamental UNI dari sekadar token tata kelola menjadi aset dengan akrual nilai yang nyata. Dengan model pembakaran otomatis berbasis penggunaan lintas rantai, Uniswap menciptakan insentif ekonomi yang kuat bagi para pemegangnya untuk mempertahankan dominasi di tengah persaingan DEX yang semakin ketat,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Artinya, semakin tinggi volume transaksi di seluruh jaringan tempat Uniswap beroperasi, semakin besar potensi pembelian dan pembakaran UNI.

    Strategi Multi-Chain untuk Dominasi DEX

    Ekspansi pengumpulan biaya ke delapan jaringan menunjukkan bahwa Uniswap tidak lagi hanya mengandalkan Ethereum sebagai sumber likuiditas utama.

    Pasalnya, pertumbuhan ekosistem Layer-2 dan chain alternatif telah mendorong distribusi likuiditas lintas jaringan.

    Arbitrum, Base, dan Optimism sendiri saat ini menjadi pusat aktivitas DeFi dengan biaya transaksi yang lebih murah dibandingkan Ethereum mainnet.

    Dengan mengintegrasikan pendapatan dari berbagai chain tersebut, Uniswap menciptakan model ekonomi lintas rantai (cross-chain revenue capture) yang terpusat pada nilai token UNI di Ethereum.

    Pendekatan ini juga menjadi respons terhadap persaingan yang semakin ketat di sektor DEX.

    Protokol-protokol lain mulai mengadopsi model insentif yang agresif, termasuk pembagian biaya langsung kepada pemegang token atau penyedia likuiditas.

    Uniswap memilih jalur berbeda: memperkuat nilai token melalui mekanisme deflasi otomatis.

    Dampak terhadap Harga dan Sentimen UNI

    Secara teori, mekanisme buyback dan burn dapat mengurangi suplai yang beredar dan menciptakan tekanan naik terhadap harga, selama permintaan tetap stabil atau meningkat.

    Model ini sering digunakan oleh proyek kripto untuk meningkatkan daya tarik token di mata investor jangka panjang.

    Jika proposal disetujui dan diimplementasikan, UNI berpotensi mengalami perubahan persepsi pasar: dari sekadar token voting menjadi token dengan mekanisme akrual nilai berbasis kinerja protokol.

    Namun demikian, efektivitas strategi ini tetap bergantung pada beberapa faktor kunci, diantaranya:

    1. Volume perdagangan lintas jaringan
    2. Konsistensi pendapatan protokol
    3. Stabilitas ekosistem DeFi secara keseluruhan
    4. Kondisi pasar kripto global

    Dalam kondisi pasar bullish dengan aktivitas DeFi yang meningkat, model ini dapat menjadi katalis kuat bagi UNI. Sebaliknya, dalam pasar lesu dengan volume rendah, dampaknya mungkin terbatas.

    Baca Juga: Harga Uniswap (UNI) Naik 43%, Dampak Instan Aktivasi Peralihan Biaya

    Sinyal Kematangan Ekonomi DeFi

    Pergerakan harga Uniswap (UNI/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Uniswap (UNI/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Proposal ini juga mencerminkan evolusi sektor DeFi menuju model ekonomi yang lebih berkelanjutan.

    Alih-alih hanya mengandalkan insentif inflasi token, Uniswap mencoba mengoptimalkan pendapatan riil dari aktivitas protokol.

    Dengan pendekatan tersebut, Uniswap memperkuat posisinya sebagai pemain dominan di industri DEX global sekaligus meningkatkan daya saing terhadap platform perdagangan terdesentralisasi lainnya.

    Jika disetujui komunitas, mekanisme fee switch lintas jaringan ini bisa menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah tokenomics UNI dan berpotensi menjadi template bagi protokol DeFi lainnya di masa depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aptos Usulkan Hard Cap 2,1 Miliar APT dan Gas Fee Naik 10x

    Blockchain layer-1 Aptos mengajukan proposal pembaruan tokenomics besar-besaran yang berpotensi mengubah struktur ekonomi jaringannya.

    Menurut laporan Coincu pada Sabtu (21/2), proposal tersebut mencakup penetapan batas suplai keras (hard cap) sebesar 2,1 miliar APT, kenaikan biaya gas hingga 10 kali lipat, penurunan imbal hasil staking menjadi sekitar 2,6% per tahun, serta rencana pembelian kembali token (buyback) dari pasar.

    Langkah ini menandai pergeseran strategi Aptos dari model berbasis subsidi emisi menuju pendekatan yang lebih menekankan kelangkaan dan performa jaringan.

    Baca Juga: Token Kripto Aptos (APT) Capai Harga Tertinggi Sepanjang Masa

    Hard Cap untuk Kendalikan Inflasi

    Salah satu poin utama dalam proposal ini adalah penerapan hard cap 2,1 miliar APT.

    Selama ini, suplai APT bersifat inflasioner melalui distribusi imbalan staking dan insentif ekosistem.

    Dengan batas maksimal suplai, Aptos berupaya memberikan kepastian terhadap potensi dilusi di masa depan.

    Hard cap menjadi elemen penting dalam membangun narasi kelangkaan, terutama di tengah persaingan blockchain layer-1 yang semakin kompetitif.

    Mekanisme Burn Mirip EIP-1559

    Proposal ini juga memperkenalkan mekanisme pembakaran biaya gas yang mirip dengan sistem yang diperkenalkan oleh Ethereum melalui EIP-1559.

    Dalam skema tersebut, sebagian biaya transaksi akan dibakar secara permanen, sehingga mengurangi suplai token yang beredar.

    Dengan throughput jaringan Aptos yang tinggi, mekanisme ini berpotensi menciptakan tekanan deflasi jika aktivitas transaksi meningkat.

    Kenaikan biaya gas sebesar 10x menjadi bagian dari strategi ini.

    Meski terdengar signifikan, basis biaya Aptos sebelumnya sangat rendah, sehingga transaksi tetap tergolong terjangkau bagi pengguna.

    Staking Reward Turun ke 2,6%

    Sebagai bagian dari restrukturisasi ekonomi, imbal hasil staking akan diturunkan menjadi sekitar 2,6% per tahun.

    Penyesuaian ini bertujuan mengurangi tekanan inflasi dari distribusi emisi token.

    Model sebelumnya yang menawarkan reward lebih tinggi efektif untuk menarik partisipasi awal. Namun dalam jangka panjang, emisi besar dapat menciptakan tekanan jual berkelanjutan di pasar.

    Dengan reward yang lebih rendah, Aptos berusaha menyeimbangkan antara keamanan jaringan dan stabilitas harga token.

    Tambahan Buyback Pasar

    Selain mekanisme burn berbasis gas, Aptos juga merencanakan program buyback token APT dari pasar terbuka.

    Strategi ini dapat menciptakan permintaan langsung terhadap token dan memperkuat sentimen positif di kalangan investor.

    Buyback sering dipandang sebagai bentuk komitmen jangka panjang terhadap nilai token, meski efektivitasnya sangat bergantung pada konsistensi implementasi dan kondisi pasar kripto secara keseluruhan.

    Bergantung pada Pertumbuhan Throughput

    Pergerakan harga Aptos (APT/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Aptos (APT/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa keberhasilan model tokenomics baru ini sangat bergantung pada pertumbuhan penggunaan jaringan.

    “Aptos mencoba beralih dari model subsidi emisi menuju kelangkaan berbasis performa jaringan. Meskipun biaya gas naik 10x, basis awalnya yang sangat rendah membuat transaksi tetap terjangkau. Keberhasilan model deflasi ini sepenuhnya bergantung pada apakah pertumbuhan throughput jaringan mampu melampaui laju emisi tahunan,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Artinya, jika volume transaksi dan adopsi aplikasi di jaringan Aptos meningkat signifikan, pembakaran token bisa melampaui distribusi emisi dan menciptakan efek deflasi bersih.

    Sebaliknya, jika aktivitas stagnan, tekanan inflasi tetap berpotensi terjadi meskipun reward staking telah diturunkan.

    Baca Juga: Wyoming Pilih Solana dan Aptos Sebagai Kandidat Stablecoin

    Ujian Baru bagi Aptos

    Proposal ini hadir di tengah ketatnya persaingan antar blockchain layer-1 dalam menarik developer dan likuiditas.

    Dengan model ekonomi yang lebih disiplin dan berorientasi pada kelangkaan, Aptos berupaya memperkuat daya tarik jangka panjangnya.

    Jika disetujui oleh komunitas, pembaruan tokenomics ini dapat menjadi titik balik penting bagi Aptos, sekaligus menjadi eksperimen besar apakah model deflasi berbasis performa jaringan mampu menjadi standar baru di industri blockchain.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jupiter DAO Gelar Voting Net-Zero Emissions, Dampak ke Harga JUP?

    Komunitas Jupiter DAO tengah menggelar pemungutan suara penting terkait proposal bertajuk “Net-Zero Emissions”.

    Sebagaimana dilansir dari Coinmarketcal pada Sabtu (21/2), proposal ini bertujuan mengurangi emisi token baru JUP hingga mendekati nol, sebagai langkah strategis untuk menciptakan keseimbangan jangka panjang antara tim pengembang, komunitas, dan pemegang token.

    Langkah ini dinilai sebagai salah satu perubahan tokenomics paling signifikan dalam ekosistem Jupiter, agregator DEX terbesar di jaringan Solana.

    Baca Juga: Jupiter Integrasikan Polymarket ke Solana, Investasi Strategis $35 Juta

    Apa Itu Proposal Net-Zero Emissions?

    Secara sederhana, proposal ini mengusulkan penghentian atau pengurangan drastis distribusi emisi token baru JUP di masa depan.

    Model ini bertujuan menekan inflasi suplai yang selama ini menjadi salah satu faktor tekanan harga pada banyak token kripto.

    Dalam struktur tokenomics tradisional, emisi token baru sering digunakan sebagai insentif untuk mendorong partisipasi komunitas, staking, atau reward ekosistem.

    Namun, distribusi berkelanjutan tanpa pertumbuhan permintaan yang sepadan dapat menciptakan tekanan jual yang konsisten di pasar.

    Dengan pendekatan net-zero emissions, Jupiter DAO berusaha menggeser paradigma dari pertumbuhan berbasis subsidi emisi menuju model kelangkaan yang lebih berkelanjutan.

    Dampak terhadap Supply JUP

    Jika proposal ini disetujui, laju inflasi token JUP akan menurun drastis. Meski demikian, dampaknya terhadap suplai beredar tidak akan terjadi secara instan.

    Distribusi ASR (Active Staking Rewards) untuk kuartal pertama (Q1) disebut tidak akan terpengaruh oleh proposal ini.

    Artinya, perubahan struktural akan terasa dalam jangka menengah hingga panjang, bukan dalam hitungan hari atau minggu setelah voting selesai.

    Namun dalam pasar kripto, perubahan narasi sering kali lebih cepat memengaruhi harga dibandingkan perubahan fundamental itu sendiri.

    Bullish Secara Struktural

    Tim Research Tokocrypto menilai proposal ini sebagai katalis tokenomics yang sangat kuat.

    “Proposal ini adalah katalis tokenomics yang sangat kuat (bullish secara struktural) karena secara drastis mengurangi inflasi dan mengubah JUP menjadi aset yang lebih langka. Meskipun dampak supply tidak instan (karena ASR Q1 tidak terpengaruh), hasil vote ini akan menjadi penggerak utama narasi repricing JUP di mata investor jangka panjang,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Menurut analisis tersebut, pengurangan inflasi akan memperkuat positioning JUP sebagai aset yang lebih langka dan berorientasi jangka panjang.

    Dalam banyak kasus, token dengan laju inflasi rendah atau mendekati nol cenderung memiliki daya tarik lebih tinggi bagi investor institusional dan holder jangka panjang.

    Keseimbangan antara Tim dan Komunitas

    Salah satu tujuan utama proposal ini adalah menciptakan keseimbangan distribusi nilai antara tim pengembang, komunitas, dan investor.

    Model emisi tinggi sering kali memicu perdebatan tentang potensi dilusi terhadap pemegang token awal.

    Dengan pendekatan net-zero, Jupiter DAO mencoba mengurangi potensi konflik kepentingan sekaligus memperkuat kepercayaan pasar terhadap tata kelola terdesentralisasi.

    Langkah ini juga menunjukkan kedewasaan ekosistem Jupiter dalam merespons dinamika pasar dan tuntutan investor terhadap tokenomics yang lebih berkelanjutan.

    Potensi Repricing JUP

    Pergerakan harga Jupiter (JUP/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Jupiter (JUP/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dalam konteks pasar, hasil voting ini berpotensi menjadi katalis narasi baru bagi JUP.

    Jika komunitas menyetujui proposal tersebut, pasar dapat mulai melakukan repricing terhadap token berdasarkan ekspektasi suplai masa depan yang lebih ketat.

    Namun demikian, keberhasilan strategi ini tetap bergantung pada beberapa faktor, termasuk pertumbuhan volume dan utilitas Jupiter di ekosistem Solana.

    Selain itu, faktor lainnya dipengaruhi oleh stabilitas pasar kripto secara keseluruhan, kepercayaan komunitas terhadap tata kelola DAO, hingga kejelasan roadmap pengembangan produk.

    Tanpa pertumbuhan utilitas yang kuat, pengurangan emisi saja mungkin tidak cukup untuk mendorong apresiasi harga yang berkelanjutan.

    Baca Juga: JupUSD Go Live di Solana: Stablecoin Baru Hasil Duet Jupiter-Ethena

    Ujian Tata Kelola DAO

    Voting “Net-Zero Emissions” menjadi ujian penting bagi mekanisme tata kelola Jupiter DAO.

    Keputusan komunitas akan mencerminkan arah strategis jangka panjang: apakah tetap mempertahankan model insentif inflasioner atau beralih ke pendekatan berbasis kelangkaan.

    Jika disetujui, proposal ini dapat menjadi tonggak penting dalam evolusi tokenomics JUP dan memperkuat posisinya sebagai salah satu aset DeFi utama di ekosistem Solana.

    Ke depan, hasil voting ini akan menjadi indikator sentimen pasar sekaligus fondasi baru dalam membentuk narasi investasi JUP di mata pelaku pasar global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Bertahan di $67.822, Rebound Tipis

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat berada di level $67.822,84 per BTC, mencatat kenaikan sekitar +0,93% dalam 24 jam terakhir.

    Meski menunjukkan penguatan harian, BTC masih berada dalam tekanan jika melihat performa jangka menengah, terutama dalam periode 30 hingga 90 hari terakhir.

    Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini mencapai $1.356 miliar (sekitar $1,35 triliun), dengan volume perdagangan 24 jam sebesar $46,32 miliar, menurut laporan Tokocrypto pada Sabtu (21/2).

    Jumlah suplai beredar tercatat sebanyak 19,99 juta BTC, mendekati batas maksimum suplai tetap sebesar 21 juta BTC.

    Baca Juga: Analisa harga BTC hari ini: Bitcoin Menguat ke $67.237, Sinyal Rebound?

    Pergerakan Harga 24 Jam Terakhir

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang harga terendah di level $66.452,48 dan tertinggi di level $68.269,03.

    Sementara itu, kenaikan intraday sebesar $625,05 mencerminkan adanya minat beli di area support psikologis $66.000.

    Secara teknikal, level $68.000 kini menjadi resistance jangka pendek yang perlu ditembus untuk membuka peluang penguatan lanjutan.

    Perubahan harga 1 jam terakhir tercatat +0,3%, menunjukkan momentum jangka sangat pendek masih cenderung stabil.

    Tekanan dalam 30–90 Hari

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Meskipun mengalami rebound harian, performa BTC dalam jangka menengah masih menunjukkan koreksi signifikan:

    • 30 hari: -24,57%
    • 60 hari: -22,81%
    • 90 hari: -21,40%

    Dalam 30 hari terakhir saja, harga BTC terkoreksi lebih dari $22.000. Koreksi ini menunjukkan adanya fase konsolidasi besar setelah reli sebelumnya.

    Namun demikian, koreksi dalam kisaran 20–25% bukanlah hal yang tidak biasa dalam siklus historis Bitcoin. Volatilitas tetap menjadi karakter utama aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia ini.

    Posisi Bitcoin di Peringkat Global

    Bitcoin masih kokoh di posisi pertama aset kripto paling populer berdasarkan kapitalisasi pasar.

    Dengan kapitalisasi pasar terdilusi penuh (Fully Diluted Valuation) sebesar $1,42 triliun, BTC tetap menjadi tolok ukur utama sentimen pasar kripto global.

    Dominasi suplai juga semakin mendekati batas maksimum. Dari total suplai maksimal 21 juta BTC, sebanyak 19,99 juta BTC atau sekitar 95,20% sudah beredar di pasar.

    Artinya, ruang penerbitan baru semakin terbatas, memperkuat narasi kelangkaan jangka panjang.

    Analisis Fundamental: Narasi Kelangkaan Tetap Kuat

    Salah satu faktor utama yang menopang nilai jangka panjang Bitcoin adalah mekanisme suplai tetap 21 juta koin.

    Berbeda dengan aset tradisional yang dapat mengalami ekspansi moneter, Bitcoin memiliki kebijakan moneter yang terprogram secara algoritmik.

    Rekor harga tertinggi sepanjang masa (ATH) Bitcoin tercatat di level $126.198,07. Jika dibandingkan dengan harga saat ini di kisaran $67.800, BTC masih berada jauh di bawah puncaknya, membuka ruang spekulasi potensi pemulihan dalam siklus berikutnya.

    Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

    Beberapa level teknikal penting yang menjadi perhatian trader:

    • Support kuat: $66.000
    • Support psikologis berikutnya: $60.000
    • Resistance jangka pendek: $68.000
    • Resistance menengah: $72.000

    Apabila BTC mampu menembus $68.000 dengan volume kuat, potensi uji resistance berikutnya semakin terbuka.

    Sebaliknya, jika tekanan jual kembali meningkat, area $66.000 akan menjadi penopang krusial.

    Baca Juga: Short Bitcoin Paling Ekstrem! Sinyal Reversal Besar Kembali Muncul?

    Outlook Jangka Pendek

    Kenaikan tipis +0,93% dalam 24 jam terakhir menunjukkan adanya upaya rebound setelah tekanan mingguan (-1,46%). Namun, pasar masih dalam fase penyesuaian setelah koreksi besar 30 hari terakhir.

    Dengan volume perdagangan harian yang tetap tinggi di atas $46 miliar, likuiditas Bitcoin masih tergolong solid.

    Investor kini menunggu katalis baru untuk menentukan arah pergerakan berikutnya — apakah melanjutkan pemulihan atau kembali memasuki fase konsolidasi.

    Dalam jangka panjang, kombinasi suplai terbatas, adopsi institusional, serta peran Bitcoin sebagai “digital gold” tetap menjadi fondasi utama nilai aset ini.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network Turun ke $0,175, Koreksi Sehat Usai Reli 16%?

    Harga Pi Network (PI) tercatat turun 0,76% dalam 24 jam terakhir ke level $0,175, sedikit melemah di tengah pergerakan pasar kripto yang relatif positif.

    Menurut laporan Coinmarketcap pada Sabtu (21/2), koreksi ini terjadi setelah PI mencatat lonjakan signifikan sebesar 16,25% dalam sepekan terakhir.

    Penurunan tipis tersebut dinilai lebih sebagai aksi ambil untung (profit-taking) ketimbang reaksi terhadap sentimen negatif baru.

    Hingga saat ini, tidak ada katalis negatif yang jelas seperti peretasan, regulasi, atau pengumuman merugikan yang memicu pelemahan harga.

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun 6,79% ke $0,176, Tekanan Jual Meningkat

    Koreksi Setelah Reli Mingguan

    Dalam tujuh hari terakhir, PI mengalami reli yang cukup agresif, didorong oleh sentimen positif menjelang perayaan anniversary mainnet pada 19 Februari serta ekspektasi terhadap pembaruan Protocol v20.

    Lonjakan dua digit dalam waktu singkat biasanya diikuti fase pendinginan.

    Aksi ambil untung dari trader jangka pendek menjadi faktor utama yang menjelaskan penurunan 24 jam terakhir.

    Secara historis, koreksi ringan setelah reli kuat merupakan pola umum dalam pergerakan aset kripto.

    Momentum jangka pendek mereda seiring pelaku pasar mengamankan profit, sementara investor lain menunggu konfirmasi tren berikutnya.

    Minim Katalis Negatif

    Menariknya, tidak ada faktor fundamental negatif yang muncul dalam 24 jam terakhir.

    Pasar kripto secara umum justru bergerak sedikit menguat, dengan Bitcoin (BTC) naik sekitar 0,17% berdasarkan data pasar global.

    Hal ini menunjukkan bahwa pelemahan PI bersifat relatif dan lebih dipengaruhi faktor teknikal dibandingkan sentimen makro atau tekanan eksternal.

    Dengan kata lain, penurunan ini lebih menyerupai koreksi sehat daripada pembalikan tren besar.

    Level Kunci: Support $0,175 dan Resistance $0,20

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Secara teknikal, level $0,175 kini menjadi support jangka pendek yang krusial.

    Jika harga mampu bertahan di atas area ini, peluang untuk kembali menguji resistance di $0,20 tetap terbuka.

    Level $0,20 menjadi batas psikologis penting karena menandai area supply yang sebelumnya membatasi kenaikan harga.

    Breakout yang kuat di atas level tersebut berpotensi membuka ruang menuju fase bullish lanjutan.

    Namun, jika tekanan jual meningkat dan harga menembus di bawah $0,175, risiko penurunan ke area $0,16 semakin besar.

    Struktur harga saat ini cenderung netral hingga sedikit bearish dalam jangka sangat pendek, dengan pasar menunggu katalis baru untuk menentukan arah berikutnya.

    Menanti Katalis Upgrade Protocol v20

    Salah satu faktor yang dinantikan komunitas adalah penyelesaian migrasi Protocol v19.9, yang menjadi langkah terakhir sebelum peluncuran Protocol v20.

    Upgrade ini diperkirakan membawa peningkatan teknis dan stabilitas jaringan, yang berpotensi memperkuat sentimen bullish jika implementasinya berjalan lancar.

    Dalam banyak kasus, ekspektasi terhadap pembaruan jaringan sering kali menjadi pendorong kenaikan harga, bahkan sebelum rilis resmi dilakukan.

    Namun, pasar juga kerap menerapkan pola “buy the rumor, sell the news”, di mana harga naik sebelum event dan terkoreksi setelahnya.

    Outlook Jangka Pendek: Konsolidasi Netral

    Untuk saat ini, pergerakan PI dapat dikategorikan sebagai fase konsolidasi setelah reli tajam.

    Tanpa adanya katalis negatif yang jelas, tekanan jual terlihat terbatas pada aksi ambil untung jangka pendek.

    Selama support $0,175 mampu dipertahankan, struktur harga masih relatif sehat.

    Volume perdagangan dan respons pasar terhadap perkembangan upgrade akan menjadi indikator penting dalam beberapa hari ke depan.

    Jika sentimen positif kembali menguat menjelang upgrade Protocol v20, PI berpotensi menguji kembali resistance $0,20.

    Sebaliknya, kegagalan mempertahankan support dapat memicu koreksi lebih dalam.

    Baca Juga: Harga Pi Network Terkoreksi ke $0,190, Ikuti Pelemahan Bitcoin

    Penurunan 0,76% dalam 24 jam terakhir menunjukkan bahwa harga Pi Network sedang mencerna kenaikan 16% dalam sepekan terakhir.

    Tanpa adanya berita negatif besar, koreksi ini lebih mencerminkan dinamika teknikal dibandingkan perubahan fundamental.

    Fokus pasar kini tertuju pada dua hal: ketahanan level support $0,175 dan perkembangan upgrade Protocol v20.

    Arah berikutnya akan sangat bergantung pada apakah PI mampu mempertahankan momentum atau justru memasuki fase konsolidasi yang lebih panjang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Dipakai Siapa Sih? Ini Jawaban yang Bikin Banyak Orang Kaget

    XRP menjadi salah satu aset kripto paling kontroversial di industri. Di satu sisi, kritik menyebut XRP tidak memiliki utilitas nyata dan hanya bertahan sebagai aset spekulatif.

    Di sisi lain, komunitas pendukungnya meyakini XRP akan menjadi tulang punggung infrastruktur keuangan global. Realitasnya berada di antara dua narasi tersebut: XRP memang memiliki kegunaan riil, tetapi cakupannya lebih spesifik dari yang sering diklaim.

    Historis XRP

    XRP merupakan token asli XRP Ledger yang diluncurkan pada 2012 dengan tujuan utama memfasilitasi pembayaran lintas negara secara cepat dan berbiaya rendah. Berbeda dengan Bitcoin yang berfokus sebagai penyimpan nilai atau Ethereum yang menonjolkan smart contract, XRP dirancang untuk memindahkan dana antar sistem keuangan secara efisien.

    Dilaporkan BeInCrypto, transaksi di XRP Ledger dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga hingga lima detik dengan biaya yang sangat kecil, menjadikannya efektif sebagai bridge currency untuk mengonversi dua mata uang fiat secara instan tanpa perlu rekening prefunded di luar negeri.

    Dari sisi pengguna, investor ritel menjadi kelompok terbesar pemegang XRP saat ini. Data hingga awal 2025 menunjukkan terdapat sekitar 6 hingga 7 juta akun terisi di XRP Ledger. Setelah memperhitungkan kepemilikan melalui bursa dan pengguna yang memiliki lebih dari satu wallet, analis memperkirakan sekitar 2 hingga 3 juta individu secara global benar-benar memegang XRP.

    Baca juga: XRP Terancam Turun ke $1? Aksi Jual Whale Picu Pertarungan Sengit

    Pengguna Utama XRP

    Bursa kripto juga menjadi pengguna utama XRP. Platform seperti Binance, Bitstamp, Kraken, dan Uphold memanfaatkan XRP untuk manajemen likuiditas dan transfer antar platform. Kecepatan dan biaya rendah XRP membuatnya efisien untuk memindahkan dana dalam jumlah besar antar exchange.

    Selain itu, sejumlah penyedia layanan pembayaran menggunakan XRP melalui sistem On-Demand Liquidity (ODL) milik Ripple. Perusahaan seperti SBI Remit di Jepang dan Tranglo di Asia Tenggara memanfaatkan XRP sebagai aset perantara untuk memfasilitasi remitansi internasional tanpa harus menyimpan cadangan dana dalam mata uang asing.

    Sementara itu, penggunaan oleh perbankan bersifat lebih terbatas dari yang sering diasumsikan. Beberapa institusi keuangan besar seperti Santander, Standard Chartered, dan Bank of America memang menggunakan infrastruktur pembayaran Ripple.

    Namun, mayoritas hanya memanfaatkan teknologi pesan dan settlement milik Ripple tanpa secara langsung menggunakan XRP sebagai aset likuiditas. Hanya mitra tertentu yang benar-benar memakai XRP dalam transaksi.

    Fungsi Pembayaran

    Di luar fungsi pembayaran, XRP juga memiliki peran teknis di dalam ekosistemnya sendiri. Setiap akun di XRP Ledger diwajibkan menyimpan XRP, dan setiap transaksi membutuhkan XRP untuk membayar biaya jaringan. Token ini juga mendukung perdagangan terdesentralisasi, penerbitan token, serta transfer aset dalam jaringan.

    Dengan demikian, XRP bukanlah aset tanpa utilitas, namun juga belum menjadi standar universal sistem perbankan global. Kegunaannya nyata dalam konteks tertentu, khususnya sebagai penyedia likuiditas dan penyelesaian pembayaran lintas batas. Memahami siapa yang benar-benar menggunakan XRP membantu memisahkan fakta dari narasi yang berkembang di pasar.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, realitas utilitas XRP lebih spesifik daripada narasi ‘adopsi bank massal’. Kekuatan utamanya terletak pada peran sebagai jembatan likuiditas (bridge currency) lintas batas yang sangat efisien.

    “Memahami perbedaan antara penggunaan software Ripple dan penggunaan token XRP sangat krusial bagi investor untuk menilai nilai intrinsik aset ini,” jelasnya.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • PUMP Anjlok 75%, Dugaan Dump Jutaan Dolar oleh Insider Menguat

    Firma analitik blockchain Bubblemaps mengungkap keterkaitan kontroversial antara insider TRUMP Coin, Hayden Davis, dengan salah satu alokasi private terbesar dalam penjualan token PUMP milik Pump.fun. Berdasarkan temuan tersebut, sebuah wallet yang dikaitkan dengan Davis menginvestasikan US$50 juta dalam bentuk USDC pada private sale dan menerima 12,5 miliar token PUMP saat peluncuran, dengan nilai sekitar US$73 juta pada saat itu.

    Tak lama setelah peluncuran, sekitar 80% token yang diterima dipindahkan ke sejumlah bursa terpusat (CEX) hanya dalam hitungan hari. Sisa token kemudian dijual secara bertahap. Bubblemaps memperkirakan Davis meraih keuntungan sekitar US$15 juta dari transaksi tersebut.

    Penjualan Token PUMP

    Temuan ini menunjukkan bahwa Davis bukan sekadar trader biasa di ekosistem Pump.fun, melainkan salah satu investor institusional awal terbesar. Ia disebut sebagai pembeli private terbesar kedua dalam penjualan token PUMP. Investor private sale umumnya mendapatkan harga diskon dibandingkan investor publik, sehingga memiliki keunggulan untuk mengamankan keuntungan lebih cepat.

    Dilaporkan BeInCrypto, token PUMP sendiri sempat melonjak usai ICO pada Juli 2025, namun sejak itu telah terkoreksi sekitar 75% dari puncaknya. Pola ini dinilai mencerminkan siklus umum meme coin, di mana investor awal atau insider sering kali merealisasikan keuntungan lebih dulu sebelum volatilitas menghantam investor ritel.

    Nama Hayden Davis sebelumnya telah dikaitkan dengan sejumlah kontroversi di industri kripto. Ia menjabat sebagai CEO Kelsier Ventures, perusahaan yang terlibat dalam berbagai peluncuran meme coin. Davis juga disebut terlibat dalam peluncuran token LIBRA yang sempat melonjak kapitalisasi pasarnya hingga lebih dari US$4 miliar setelah dipromosikan oleh Presiden Argentina Javier Milei, sebelum akhirnya runtuh dalam waktu singkat.

    Baca juga: Breakout PUMP Terancam Gagal? Target Naik 57% Dipertanyakan

    Penyelidikan Dugaan Penipuan

    Otoritas setempat kemudian membekukan sejumlah wallet dan aset yang dikaitkan dengan Davis dalam penyelidikan dugaan penipuan. Jaksa di Argentina bahkan dilaporkan mengajukan permintaan Red Notice kepada Interpol karena khawatir Davis dapat melarikan diri.

    Selain itu, Davis juga mengakui keterlibatannya dalam peluncuran beberapa token bertema selebritas dan politik, termasuk MELANIA. Investigator blockchain menemukan pola serupa pada sejumlah peluncuran tersebut, yakni alokasi insider besar di awal dan aksi jual cepat setelah hype pasar terbentuk.

    Dengan temuan terbaru dari Bubblemaps, peran Davis disebut meluas dari sekadar peluncur meme coin menjadi whale di level launchpad. Kasus ini kembali menyoroti kekhawatiran terkait akses insider dalam peluncuran token kripto dan bagaimana alokasi private dapat memengaruhi dinamika pasar jauh setelah euforia awal mereda.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, skandal ini menyoroti pola berulang eksploitasi profit oleh insider dalam ekosistem meme coin (sebelumnya Davis terlibat di LIBRA dan MELANIA).

    “Aksi dump masif oleh investor private sebelum retail memiliki kesempatan adalah pengingat keras akan risiko asimetri informasi dan manipulasi pasar di platform peluncuran token cepat,” jelasnya.

    Baca juga: 3 Altcoin Binance Alpha Airdrops Ini Meledak Berdasarkan Market Cap


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • TON Bahas AI dan Pembayaran di Real Talk, Ada Kejutan untuk Harga?

    Ekosistem Toncoin (TON) dijadwalkan menggelar episode terbaru program “Real Talk” pada pukul 16.00 UTC, dengan sejumlah topik utama seperti TON Pay, AI agents, pembaruan Gateway, hingga kabar terbaru dari ETH Denver. Agenda ini disebut sebagai sesi diskusi ekosistem yang membahas perkembangan infrastruktur dan inovasi terbaru di jaringan TON.

    Berdasarkan informasi yang beredar, acara ini merupakan talk show terjadwal dan bukan pengumuman resmi terkait peluncuran produk baru maupun perubahan tokenomik. Meski demikian, sejumlah tema yang diangkat seperti integrasi pembayaran, kecerdasan buatan, dan pembaruan infrastruktur dinilai relevan dengan narasi pasar kripto saat ini.

    TON Pay Menjadi Sorotan

    Topik TON Pay menjadi sorotan karena berkaitan dengan pengembangan solusi pembayaran dalam ekosistem TON. Sementara itu, pembahasan AI agents menunjukkan upaya integrasi teknologi kecerdasan buatan dengan infrastruktur blockchain. Update terkait Gateway juga disebut akan memberikan gambaran mengenai perkembangan teknis jaringan.

    Selain itu, diskusi akan menyinggung partisipasi dan dinamika proyek TON dalam ajang ETH Denver, salah satu konferensi blockchain terbesar yang kerap menjadi panggung pengumuman dan kolaborasi industri.

    Namun, berdasarkan analisis awal, acara ini lebih bersifat informatif dan berfungsi sebagai sarana komunikasi ekosistem. Belum terdapat konfirmasi terkait peluncuran token baru, listing, ataupun perubahan fundamental yang berdampak langsung terhadap struktur ekonomi TON.

    Baca juga: TON Umumkan Penghentian Jembatan Toncoin Mulai 10 Mei 2025

    Pergerakan Harga TON

    Pergerakan harga Toncoin (TON/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Toncoin (TON/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Saat ini, Toncoin diperdagangkan di kisaran US$1,33 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$3,28 miliar dan volume transaksi 24 jam sebesar lebih dari US$91 juta. Dalam 30 hari terakhir, TON tercatat mengalami penurunan sekitar 14%, mencerminkan tekanan pasar yang masih berlangsung.

    Pelaku pasar diperkirakan tetap memantau sesi “Real Talk” untuk mengantisipasi kemungkinan pengumuman tambahan. Namun tanpa adanya rilis konkret, dampak terhadap harga TON dinilai berpotensi terbatas dan bersifat jangka pendek.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, TON terus memperkuat narasinya di persimpangan antara pembayaran sosial (Telegram) dan AI.

    “Meskipun acara ini bersifat edukasi/marketing tanpa peluncuran mainnet mendadak, konsistensi dalam membangun tooling agen AI menempatkan TON di posisi unik dalam tren ekonomi otonom (Web4) yang sedang berkembang,” ungkapnya.

    Baca juga: Venture Capital Kucurkan Lebih dari $400 Juta ke Toncoin (TON)

    Baca Juga: Pasokan Ethereum di Binance Langka, Sinyal Harga Bakal Meroket?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Starknet Gelar Private Trader Meetup, Ada Dampak ke Harga STRK?

    Starknet menggelar acara bertajuk Private Trader Meetup yang disebut sebagai pengalaman trading eksklusif bagi pelaku pasar yang tertarik pada automated trading, bot, dan aktivitas on-chain secara langsung. Acara ini diposisikan sebagai forum networking terbatas yang mempertemukan trader dan pelaku industri dalam format diskusi tertutup.

    Dilaporkan Coinmarketcal, Meetup yang juga dikenal dengan konsep “Liquidity & Liquors” ini difokuskan pada pertukaran ide, strategi, serta eksplorasi peluang di ekosistem Starknet. Tema utama yang diangkat mencakup pemanfaatan bot trading, automasi transaksi, serta optimalisasi aktivitas on-chain di jaringan Layer-2 tersebut.

    Pengumuman Pembaruan Protokol

    Baca Juga: Starknet (STRK) Meroket 32% dalam 24 Jam! Pertanda Awal Bull Run?

    Berdasarkan informasi yang tersedia, agenda ini tidak dikaitkan dengan pengumuman pembaruan protokol, perubahan tokenomik, listing baru, maupun kemitraan besar. Dengan sifatnya yang privat dan terbatas, informasi yang dibahas dalam forum ini kemungkinan besar tidak langsung dipublikasikan ke pasar secara luas.

    Dari sisi sentimen, acara seperti ini dapat memperkuat relasi antara pengembang, trader besar, dan komunitas inti. Namun, tanpa adanya pengumuman strategis yang bersifat fundamental, dampaknya terhadap harga token STRK diperkirakan relatif terbatas dan bersifat jangka pendek.

    Analisis Harga STRK

    Pergerakan harga Starknet (STRK/USDT) pada Jumat, 20 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Starknet (STRK/USDT) pada Jumat, 20 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Saat ini, Starknet Token (STRK) diperdagangkan di kisaran US$0,046 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$251 juta dan volume transaksi harian mencapai lebih dari US$41 juta. Dalam 30 hari terakhir, STRK tercatat mengalami tekanan signifikan dengan penurunan lebih dari 40%, mencerminkan kondisi pasar yang masih menantang.

    Pelaku pasar diperkirakan tetap memantau potensi insight atau kolaborasi yang mungkin muncul dari acara tersebut. Namun secara umum, Private Trader Meetup ini lebih berfungsi sebagai ajang networking dan penguatan komunitas dibandingkan sebagai katalis langsung pergerakan harga.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, meskipun ini adalah acara networking yang tidak membawa upgrade protokol langsung, fokus pada bot trading dan likuiditas menunjukkan upaya Starknet untuk meningkatkan volume transaksi on-chain yang organik.

    “Event ini penting untuk menarik smart money dan developer bot, namun dampaknya terhadap harga STRK kemungkinan besar hanya bersifat marginal,” imbuhnya

    Baca Juga: LINK dan STRK Pimpin Aktivitas Ekosistem Ethereum pada Agustus 2025


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com