Author: 16

  • UEA Diam-Diam Tambang Bitcoin Rp7 Triliun, Kantongi Profit Berapa?

    Uni Emirat Arab (UEA) tercatat telah menambang Bitcoin (BTC) senilai sekitar US$454 juta atau setara lebih dari Rp7 triliun melalui mitranya, Citadel Mining. Data on-chain terbaru menunjukkan operasi tersebut kini mengantongi estimasi keuntungan belum terealisasi (unrealized profit) sekitar US$344 juta.

    Berdasarkan data dari Arkham Intelligence, Royal Group, konglomerasi yang berbasis di Abu Dhabi, telah menambang total 6.782 BTC sejak Maret 2022. Pada harga saat ini, kepemilikan tersebut bernilai sekitar US$453,6 juta.

    Akumulasi dari Mining, Bukan Sitaan

    Dilaporkan Coin Edition, berbeda dengan sejumlah negara yang memperoleh Bitcoin dari hasil penyitaan, kepemilikan UEA sepenuhnya berasal dari aktivitas penambangan. Operasi ini dijalankan oleh Citadel Mining, yang didukung Royal Group dan diketuai oleh Sheikh Tahnoon bin Zayed Al Nahyan.

    Data blockchain menunjukkan aliran masuk BTC secara konsisten dari pool mining seperti Foundry Digital. Tidak ada penjualan besar yang tercatat sejak ekspansi penambangan pada akhir 2025. Arus keluar terakhir yang signifikan terjadi sekitar empat bulan lalu, mengindikasikan strategi penyimpanan jangka panjang.

    Fasilitas Citadel di Abu Dhabi, yang dikembangkan bersama Phoenix Group pada 2022, memanfaatkan biaya energi yang relatif rendah untuk menambang ribuan Bitcoin.

    Meski Royal Group memiliki kedekatan dengan keluarga penguasa Abu Dhabi, kepemilikan Bitcoin tersebut tidak secara resmi tercatat sebagai bagian dari sovereign wealth fund seperti Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) atau ADQ. Namun, keterkaitan tersebut membuat sejumlah analis menilai eksposur ini sebagai selaras dengan kepentingan negara.

    Baca juga: Miner Jual Bitcoin Habis-Habisan: 90.000 BTC Masuk Exchange, Jadi Peluang Beli?

    Eksposur Institusional Makin Besar

    Selain dari aktivitas mining, UEA juga memperluas eksposur institusional terhadap Bitcoin. Mubadala Investment Company dilaporkan meningkatkan kepemilikan ETF spot Bitcoin sebesar 45%, sehingga total alokasinya mencapai sekitar US$630 juta.

    Langkah ini sejalan dengan ambisi UEA untuk menjadikan Dubai dan Abu Dhabi sebagai pusat kripto yang teregulasi dan ramah inovasi. Kerangka regulasi yang terstruktur serta pembangunan infrastruktur aktif terus menarik pelaku industri blockchain global.

    36.000 BTC Keluar dari Bursa, Pasokan Kian Ketat

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 22 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 22 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Strategi penahanan jangka panjang oleh UEA terjadi di tengah tren pengetatan pasokan Bitcoin di pasar. Data CryptoQuant menunjukkan lebih dari 36.000 BTC telah ditarik dari bursa sejak awal Februari. Dari jumlah tersebut, lebih dari 12.000 BTC keluar dari Binance.

    Penarikan besar seperti ini biasanya dipindahkan ke cold storage, sehingga mengurangi jumlah Bitcoin yang tersedia untuk dijual dalam waktu dekat. Dalam satu hari saja, lebih dari 6.000 BTC tercatat keluar dari bursa—menjadi arus keluar harian terbesar sejak November.

    Selain itu, pemegang jangka panjang juga menambah lebih dari 380.000 BTC dalam 30 hari terakhir, menunjukkan permintaan yang tetap kuat.

    Konteks Pasar

    Bitcoin terakhir diperdagangkan di kisaran US$66.450, turun sekitar 1,5% dalam 24 jam terakhir. Awal bulan ini, harga sempat menyentuh area US$60.000 di tengah volatilitas pasar yang lebih luas.

    Dengan negara kaya energi seperti UEA memilih menambang dan menahan Bitcoin alih-alih menjualnya di bursa, serta tren penarikan BTC oleh miner dan pemegang jangka panjang, pasokan yang beredar di pasar spot berpotensi semakin terbatas. Kondisi ini dinilai dapat memperkuat posisi Bitcoin dalam ekosistem ekonomi digital global.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, UEA muncul sebagai akumulator Bitcoin strategis tingkat negara yang mengandalkan keunggulan energi murah, bukan sekadar sitaan hukum.

    “Manuver ini, bersamaan dengan penarikan 36.000 BTC dari bursa global baru-baru ini, mempercepat fenomena supply shock di pasar. UEA secara sadar membangun cadangan digital sebagai bagian dari diversifikasi ekonomi pasca-minyak,” ungkapnya.

    Baca juga: Hashrate Bitcoin Anjlok! Apakah Ini Pertanda Bear Market?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Humanity Protocol Luncurkan Trust Layer, Identitas On-Chain Era Digital

    Proyek blockchain Humanity Protocol resmi mengumumkan peluncuran infrastruktur terbaru bernama “Trust Layer”.

    Menurut laporan Coinmarketcal, Trust Layer merupakan sebuah sistem identitas on-chain yang diklaim menjadi fondasi penting bagi era digital berikutnya.

    Pengumuman ini disampaikan melalui kampanye countdown masif di berbagai platform media sosial, memicu spekulasi dan diskusi luas di kalangan komunitas kripto.

    Dengan pendekatan pemasaran yang agresif, Humanity Protocol tampak berupaya membangun antisipasi tinggi menjelang pengumuman resmi detail produk.

    Baca Juga: Humanity Protocol Naik 175%! Era Baru Token Identitas Salip Worldcoin?

    Mengenal Trust Layer

    Trust Layer disebut sebagai infrastruktur identitas digital berbasis blockchain yang dirancang untuk memverifikasi dan mengelola identitas secara on-chain.

    Dalam ekosistem Web3, identitas terdesentralisasi menjadi komponen penting untuk mendukung berbagai aplikasi seperti DeFi, DAO, hingga sistem voting dan akses layanan digital.

    Konsep identitas on-chain sendiri bukan hal baru. Berbagai proyek sebelumnya telah mencoba menghadirkan solusi verifikasi identitas tanpa mengorbankan privasi pengguna.

    Namun Humanity Protocol mengklaim bahwa Trust Layer akan menjadi komponen fundamental yang memungkinkan interoperabilitas identitas lintas aplikasi dan jaringan.

    Sayangnya, hingga saat ini detail teknis spesifik mengenai arsitektur sistem, model tokenomics, maupun dampak langsung terhadap utilitas token masih belum dipaparkan secara rinci.

    Strategi Marketing yang Agresif

    Kampanye countdown yang dilakukan Humanity Protocol menjadi salah satu sorotan utama. Strategi ini bertujuan membangun rasa urgensi dan FOMO (fear of missing out) di kalangan investor serta komunitas.

    Pendekatan pemasaran semacam ini sering kali efektif dalam menciptakan lonjakan perhatian dan volume perdagangan dalam jangka pendek.

    Namun, ekspektasi tinggi juga dapat menjadi pedang bermata dua apabila produk akhir tidak memenuhi harapan pasar.

    Dalam dunia kripto, fenomena “buy the rumor, sell the news” kerap terjadi sehingga harga melonjak sebelum pengumuman, lalu terkoreksi setelah detail resmi dirilis.

    Potensi Spekulasi dan Risiko Sell-the-News

    Tim Research Tokocrypto menilai peluncuran Trust Layer memiliki dinamika menarik dari sisi sentimen pasar.

    “Peluncuran ini kental dengan nuansa pemasaran yang provokatif namun masih minim detail teknis spesifik mengenai utilitas token. Ekspektasikan spekulasi jangka pendek sebelum pengumuman resmi; namun risiko sell-the-news sangat tinggi jika produk yang diluncurkan tidak menawarkan dampak langsung pada ekonomi token,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Berdasarkan analisis tersebut, fase pra-peluncuran sangat berpotensi memicu volatilitas harga akibat spekulasi.

    Namun keberlanjutan tren sangat bergantung pada apakah Trust Layer benar-benar memberikan dampak konkret terhadap permintaan token, baik melalui mekanisme staking, burn, biaya transaksi, maupun utilitas lainnya.

    Tanpa integrasi langsung ke dalam model ekonomi token, hype yang tercipta bisa bersifat sementara.

    Tantangan Infrastruktur Identitas On-Chain

    Membangun sistem identitas digital berbasis blockchain bukan perkara mudah.

    Tantangan utama meliputi privasi data pengguna, skalabilitas sistem, integrasi lintas aplikasi, hingga kepatuhan regulasi.

    Jika Humanity Protocol mampu menghadirkan solusi yang aman, scalable, dan kompatibel dengan berbagai aplikasi Web3, Trust Layer berpotensi menjadi komponen penting dalam ekosistem digital masa depan.

    Namun pasar kripto cenderung pragmatis: utilitas nyata dan dampak ekonomi akan lebih menentukan dibanding sekadar narasi besar.

    Outlook Jangka Pendek

    Dalam jangka pendek, pelaku pasar kemungkinan akan memantau dua faktor utama, yaitu detail teknis resmi saat peluncuran dan integrasi token ke dalam ekosistem Trust Layer.

    Jika pengumuman resmi menyertakan mekanisme yang secara langsung meningkatkan permintaan token, sentimen bullish dapat berlanjut.

    Sebaliknya, jika detail yang diumumkan kurang substansial, tekanan jual pasca-event bisa muncul. Pasalnya, volatilitas menjelang dan setelah peluncuran menjadi skenario yang sangat mungkin terjadi.

    Baca Juga: Riset Kripto 16-19 Feb 2026: Ketidakpastian Global: Kapan Berakhir?

    Peluncuran Trust Layer oleh Humanity Protocol menjadi salah satu agenda penting yang patut diperhatikan komunitas kripto.

    Dengan narasi identitas on-chain yang semakin relevan di era Web3, proyek ini mencoba menempatkan diri sebagai fondasi infrastruktur digital masa depan.

    Namun, seperti banyak proyek kripto lainnya, keberhasilan jangka panjang akan sangat ditentukan oleh implementasi teknis dan dampak langsung terhadap ekonomi token.

    Investor dan trader disarankan untuk mencermati detail resmi yang akan diumumkan serta mengantisipasi potensi volatilitas tinggi dalam periode sekitar peluncuran.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Zora Luncurkan Fitur Baru di Solana: Perdagangkan Popularitas Internet

    Platform Web3 Zora resmi memperluas ekspansinya dengan meluncurkan produk baru bertajuk attention markets di jaringan Solana.

    Inovasi ini memungkinkan pengguna memperdagangkan tren internet dan budaya digital, mulai dari hashtag viral hingga narasi yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial.

    Sebagaimana dilansir dari Coindesk pada Sabtu (22/2), langkah ini menandai pergeseran strategis Zora yang sebelumnya dikenal fokus pada NFT di jaringan Base.

    Kini, Zora memasuki ranah spekulasi berbasis atensi (attention economy) dengan memanfaatkan kecepatan tinggi dan biaya transaksi rendah Solana.

    Baca Juga: Solana di Persimpangan: Tembus US$87 atau Jatuh ke US$73?

    Lebih Dekat dengan Attention Markets

    Attention markets adalah konsep pasar berbasis blockchain yang memungkinkan pengguna berspekulasi atau memperdagangkan nilai dari sebuah tren digital.

    Alih-alih membeli NFT atau token tradisional, pengguna dapat mengambil posisi terhadap topik viral atau fenomena budaya internet tertentu.

    Konsep ini memiliki kemiripan dengan platform prediksi seperti Polymarket, namun berfokus pada dinamika budaya dan buzz media sosial, bukan pada hasil peristiwa politik atau ekonomi.

    Dengan infrastruktur Solana yang dikenal cepat dan murah, Zora tampaknya ingin memastikan pengalaman perdagangan tren dapat dilakukan secara real-time tanpa hambatan biaya tinggi.

    Monetisasi Atensi di Era Web3

    Model attention markets mencerminkan evolusi ekonomi digital, di mana “atensi” menjadi komoditas yang dapat diukur dan diperdagangkan.

    Dalam ekosistem Web2, perusahaan media sosial telah lama memonetisasi atensi melalui iklan. Zora mencoba membawa model ini ke Web3 dengan pendekatan terdesentralisasi.

    Tim Research Tokocrypto melihat inisiatif ini sebagai langkah ambisius, namun juga penuh tantangan.

    “Inisiatif ini adalah upaya untuk memonetisasi ‘atensi’ secara langsung, mirip dengan konsep Polymarket namun berbasis tren budaya. Meskipun menarik minat awal, likuiditas masih menjadi tantangan besar. Kepindahan ini juga memicu kontroversi di komunitas Base yang merasa Zora ‘mengekstrak’ nilai sebelum beralih ke Solana,” tutur Tim Research Tokocrypto.

    Menurut analisis tersebut, keberhasilan attention markets sangat bergantung pada likuiditas yang memadai.

    Tanpa partisipasi aktif dan volume perdagangan yang cukup, pasar tren bisa menjadi dangkal dan rentan volatilitas ekstrem.

    Kontroversi di Komunitas Base

    Perpindahan Zora ke Solana juga memicu reaksi di komunitas Base. Sebelumnya, Zora dikenal sebagai salah satu proyek NFT yang cukup aktif di jaringan layer-2 tersebut.

    Sebagian anggota komunitas menilai langkah ini sebagai bentuk “ekstraksi nilai” sebelum berpindah ekosistem.

    Isu loyalitas proyek terhadap jaringan tertentu memang kerap menjadi perdebatan dalam industri blockchain yang semakin kompetitif.

    Namun dari perspektif bisnis, ekspansi lintas jaringan bukanlah hal baru.

    Banyak proyek Web3 memilih pendekatan multi-chain untuk menjangkau basis pengguna yang lebih luas dan memanfaatkan keunggulan teknis masing-masing jaringan.

    Tantangan Likuiditas dan Adopsi

    Seperti banyak produk kripto inovatif lainnya, attention markets menghadapi tantangan utama berupa likuiditas awal yang terbatas.

    Hal lainnya yang perlu dipertimbangkan mencakup risiko manipulasi tren, ketergantungan pada dinamika media sosial, hingga volatilitas tinggi akibat spekulasi jangka pendek.

    Jika volume perdagangan tidak cukup besar, spread harga bisa melebar dan mengurangi daya tarik bagi trader.

    Selain itu, tren internet sering kali bersifat sangat cepat dan tidak dapat diprediksi. Nilai sebuah narasi viral bisa melonjak dalam hitungan jam, lalu menghilang dalam waktu singkat.

    Baca Juga: Solana Rebound 12%, Tapi Sinyal Ini Bisa Seret SOL ke $70

    Eksperimen Berisiko Tinggi

    Peluncuran attention markets mencerminkan eksperimen baru dalam monetisasi budaya digital.

    Jika berhasil, model ini bisa membuka kategori pasar baru di Web3 yang menggabungkan media sosial, spekulasi, dan blockchain.

    Namun risiko tetap tinggi. Tanpa utilitas berkelanjutan dan likuiditas stabil, perhatian awal dapat memudar seiring waktu.

    Bagi Zora, langkah ini menunjukkan ambisi untuk berevolusi dari platform NFT menjadi infrastruktur pasar budaya digital.

    Bagi investor dan pengguna, perhatian kini tertuju pada seberapa cepat adopsi terjadi dan apakah model ini mampu bertahan dalam jangka panjang.

    Satu hal yang pasti: di era ekonomi atensi, tren bukan lagi sekadar viral kini bisa menjadi aset yang diperdagangkan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Moonwell mengajukan proposal tata kelola terbaru ke Standar Chainlink

    Protokol lending DeFi Moonwell mengajukan proposal tata kelola terbaru bertajuk MIP-B57.

    Seperti dilansir Coinmarketcal, pengajuan proposal ini bertujuan mengembalikan oracle harga pasar cbETH di jaringan Base dari model OEV wrapper kembali ke model harga standar berbasis Chainlink-composite.

    Selain perubahan teknis tersebut, proposal ini juga membuka ruang diskusi dan masukan komunitas terkait langkah remediasi bagi pengguna yang terdampak oleh isu oracle sebelumnya.

    Langkah ini dinilai sebagai upaya pemulihan kepercayaan dan penguatan manajemen risiko di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan protokol DeFi.

    Baca Juga: API3 Dorong Inovasi Oracle Terdesentralisasi, Harga Naik 56,98%

    Latar Belakang Perubahan Oracle

    Oracle merupakan komponen krusial dalam protokol lending karena menentukan harga aset yang digunakan sebagai jaminan (collateral).

    Ketidakakuratan atau gangguan pada sistem oracle dapat berdampak pada likuidasi yang tidak semestinya atau risiko solvabilitas protokol.

    Sebelumnya, Moonwell menggunakan model OEV (Oracle Extractable Value) wrapper untuk pasar cbETH di Base.

    Model ini dirancang untuk mengoptimalkan efisiensi nilai oracle, namun memunculkan kekhawatiran terkait stabilitas harga dan potensi anomali data.

    Melalui MIP-B57, Moonwell mengusulkan untuk kembali menggunakan model harga standar Chainlink-composite yang lebih konservatif dan telah teruji luas di berbagai protokol DeFi.

    Fokus pada Keamanan dan Stabilitas

    Kembalinya Moonwell ke standar Chainlink menunjukkan pendekatan yang lebih berhati-hati dalam pengelolaan risiko harga.

    Tim Research Tokocrypto menilai proposal ini sebagai langkah strategis dalam menjaga integritas protokol.

    “Ini adalah langkah manajemen risiko teknis untuk memulihkan kepercayaan pengguna setelah adanya kekhawatiran terkait stabilitas harga oracle. Meskipun tidak memperluas fitur produk secara langsung, langkah kembali ke standar Chainlink menunjukkan prioritas Moonwell pada keamanan dan akurasi data di ekosistem Base,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Menurut analisis tersebut, keputusan ini mungkin tidak menambah fitur baru atau meningkatkan yield secara langsung, namun memiliki dampak signifikan terhadap persepsi keamanan protokol.

    Dampak bagi Pengguna cbETH

    Aset cbETH sendiri merupakan token staking Ethereum yang diperdagangkan dan digunakan sebagai collateral di berbagai platform DeFi.

    Di jaringan Base, stabilitas harga oracle sangat penting untuk menjaga rasio jaminan dan mencegah likuidasi tak terduga.

    Dengan kembali ke model Chainlink-composite, Moonwell berharap dapat meminimalkan volatilitas harga yang bersumber dari mekanisme oracle, serta memberikan kepastian lebih besar bagi pengguna yang meminjam atau menyediakan likuiditas.

    Selain itu, proposal MIP-B57 juga mencakup pengumpulan masukan komunitas terkait langkah remediasi.

    Hal ini menunjukkan komitmen tata kelola terbuka dan partisipatif dalam menangani potensi dampak insiden sebelumnya.

    Signifikansi di Ekosistem Base

    Jaringan Base sebagai layer-2 Ethereum semakin berkembang dengan bertambahnya aplikasi DeFi.

    Stabilitas infrastruktur oracle menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga kepercayaan pengguna terhadap ekosistem tersebut.

    Keputusan Moonwell untuk kembali ke standar Chainlink dapat dilihat sebagai sinyal bahwa protokol memprioritaskan keamanan dibanding eksperimen teknis yang berpotensi meningkatkan kompleksitas risiko.

    Dalam industri DeFi, reputasi keamanan sering kali menjadi faktor pembeda utama antar protokol, terutama setelah berbagai insiden eksploitasi dan manipulasi oracle yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

    Outlook Tata Kelola dan Kepercayaan

    Proposal MIP-B57 kini berada dalam tahap pemungutan suara komunitas. Hasil voting akan menentukan arah kebijakan oracle Moonwell ke depan.

    Jika disetujui, langkah ini dapat memperkuat posisi Moonwell sebagai protokol lending yang mengedepankan keamanan dan transparansi.

    Meski tidak berdampak langsung pada ekspansi produk atau peningkatan pendapatan, stabilitas sistem harga menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan jangka panjang.

    Bagi investor dan pengguna, sinyal kehati-hatian ini dapat membantu memulihkan kepercayaan dan mengurangi kekhawatiran terhadap risiko teknis.

    Baca Juga: Ondo x Chainlink Buka Era Baru, Token Saham AS Bisa Jadi Jaminan

    Proposal MIP-B57 menegaskan bahwa dalam DeFi, keamanan dan akurasi data sering kali lebih penting daripada inovasi agresif.

    Dengan kembali ke model harga standar Chainlink-composite untuk pasar cbETH di Base, Moonwell memilih pendekatan defensif demi menjaga stabilitas protokol.

    Keputusan akhir kini berada di tangan komunitas. Namun satu hal yang jelas: dalam ekosistem yang sangat bergantung pada data real-time, kualitas oracle dapat menentukan keberlangsungan sebuah protokol.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Naik ke $68.048, Rebound Tipis

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat di level $68.048,60 per BTC, naik sekitar 0,62% dalam 24 jam terakhir menurut laporan Tokocrypto pada Minggu (23/2).

    Penguatan ini menunjukkan adanya upaya rebound jangka pendek, meskipun dalam timeframe mingguan dan bulanan Bitcoin masih berada dalam tekanan korektif.

    Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini mencapai sekitar $1,36 triliun, mempertahankan posisinya sebagai aset kripto paling dominan di dunia dengan peringkat pertama berdasarkan market cap.

    Volume perdagangan 24 jam tercatat sebesar $17,78 miliar, menunjukkan likuiditas yang tetap solid meski tidak setinggi fase volatilitas ekstrem.

    Baca Juga: Miner Jual Bitcoin Habis-Habisan: 90.000 BTC Masuk Exchange, Jadi Peluang Beli?

    Pergerakan Harga 24 Jam Terakhir

    Dalam 24 jam terakhir, BTC bergerak dalam rentang harga terendah $67.582,99 dan tertinggi di level $68.657,70.

    Kenaikan harian sebesar $418,13 mencerminkan tekanan beli moderat setelah sebelumnya harga sempat melemah.

    Perubahan harga dalam satu jam terakhir tercatat +0,17%, mengindikasikan momentum intraday yang relatif stabil.

    Level $67.500 kini menjadi support jangka pendek yang cukup krusial.

    Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, potensi uji ulang resistance di kisaran $69.000 tetap terbuka.

    Tekanan dalam 7–90 Hari

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 22 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 22 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Meskipun mencatat penguatan harian, performa BTC dalam jangka menengah masih menunjukkan koreksi signifikan:

    • 7 hari: -3,19%
    • 30 hari: -24,30%
    • 60 hari: -22,07%
    • 90 hari: -21,57%

    Dalam 30 hari terakhir saja, Bitcoin telah terkoreksi lebih dari $21.800.

    Koreksi ini mencerminkan fase konsolidasi besar setelah reli sebelumnya yang membawa harga mendekati rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $126.198,07.

    Namun dalam siklus historis Bitcoin, koreksi 20–30% bukanlah hal yang jarang terjadi, terutama setelah fase kenaikan agresif.

    Suplai Hampir Maksimal, Narasi Kelangkaan Tetap Kuat

    Saat ini suplai beredar Bitcoin mencapai 19,99 juta BTC, atau sekitar 95,20% dari total suplai maksimum 21 juta BTC. Artinya, ruang penerbitan koin baru semakin terbatas.

    Kelangkaan ini menjadi salah satu fondasi utama narasi jangka panjang Bitcoin sebagai “digital gold”.

    Dengan suplai tetap dan permintaan yang berpotensi meningkat seiring adopsi global, banyak analis melihat koreksi saat ini sebagai bagian dari dinamika siklus pasar, bukan perubahan fundamental.

    Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (fully diluted valuation) Bitcoin saat ini berada di kisaran $1,42 triliun, mencerminkan valuasi maksimal jika seluruh suplai telah beredar.

    Analisis Teknikal: Level Kunci yang Perlu Dipantau

    Beberapa level penting yang menjadi perhatian trader dalam waktu dekat:

    • Support kuat: $67.500
    • Support psikologis berikutnya: $65.000
    • Resistance terdekat: $69.000
    • Resistance menengah: $72.000

    Jika BTC mampu menembus $69.000 dengan volume meningkat, peluang pemulihan ke area $72.000 semakin terbuka.

    Sebaliknya, kegagalan mempertahankan support dapat membuka ruang koreksi menuju $65.000.

    Struktur harga saat ini menunjukkan fase konsolidasi dengan kecenderungan netral hingga sedikit bullish dalam jangka sangat pendek.

    Outlook Jangka Pendek

    Kenaikan 0,62% dalam 24 jam terakhir menunjukkan adanya minat beli setelah tekanan mingguan.

    Namun volume perdagangan yang lebih rendah dibanding periode volatilitas tinggi mengindikasikan pasar masih menunggu katalis baru.

    Faktor makroekonomi global, arus dana institusional, serta sentimen terhadap ETF dan regulasi tetap menjadi variabel penting yang dapat mempengaruhi pergerakan BTC selanjutnya.

    Untuk saat ini, Bitcoin tampak berada dalam fase stabilisasi setelah koreksi tajam bulanan.

    Investor jangka panjang kemungkinan lebih fokus pada fundamental suplai tetap dan posisi BTC sebagai aset lindung nilai digital.

    Baca Juga: Analisa harga BTC hari ini: Bitcoin Menguat ke $67.237, Sinyal Rebound?

    Harga Bitcoin hari ini di $68.048 mencerminkan rebound ringan setelah tekanan koreksi bulanan.

    Dengan kapitalisasi pasar tetap di atas $1,3 triliun dan suplai yang hampir mencapai batas maksimal, narasi kelangkaan tetap menjadi pilar utama jangka panjang.

    Arah berikutnya akan sangat bergantung pada kemampuan BTC menembus resistance $69.000 atau mempertahankan support $67.500 dalam beberapa sesi perdagangan ke depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network Turun 3%, Likuiditas Tipis Tekan PI ke $0,169

    Harga Pi Network (PI) tercatat melemah 3,02% dalam 24 jam terakhir ke level $0,169, bergerak berlawanan dengan pasar kripto yang cenderung stabil hingga sedikit menguat.

    Penurunan ini terjadi di tengah minimnya katalis spesifik dan kondisi likuiditas pasar yang tergolong tipis.

    Berbeda dengan beberapa aset kripto utama yang menunjukkan penguatan moderat, PI justru mengalami tekanan jual ringan tanpa adanya berita negatif besar yang memicu sentimen pasar.

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,175, Koreksi Sehat Usai Reli 16%?

    Likuiditas Tipis dan Volume Turun

    Sekadar catatan, data dari Coinmarketcap menunjukkan bahwa volume perdagangan PI dalam 24 jam terakhir turun sekitar 21,72%.

    Selain itu, rasio perputaran (turnover ratio) berada di angka sangat rendah, yakni 0,0076. Kondisi ini mencerminkan pasar yang relatif sepi dan kurang likuid.

    Dalam situasi seperti ini, transaksi dengan ukuran kecil pun dapat memberikan dampak harga yang signifikan.

    Tanpa tekanan beli yang kuat untuk menyerap penawaran, harga cenderung “meluncur turun” secara perlahan meski tidak ada faktor fundamental negatif.

    Fenomena ini sering terjadi pada aset dengan likuiditas terbatas, di mana harga bisa bergerak tajam atau menyimpang dari arah pasar yang lebih luas.

    Sebagai perbandingan, Bitcoin (BTC) dalam periode yang sama justru mencatat kenaikan sekitar 0,64%.

    Ketidaksinkronan ini menegaskan bahwa pelemahan PI lebih dipicu faktor internal pasar dibanding sentimen makro kripto.

    Tanpa Katalis Negatif Spesifik

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 22 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 22 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Menariknya, tidak ditemukan katalis negatif spesifik seperti pengumuman regulasi, gangguan jaringan, atau insiden keamanan yang dapat menjelaskan penurunan harga PI.

    Tidak ada indikasi rotasi sektor maupun aktivitas derivatif besar yang berhubungan langsung dengan PI. Artinya, pergerakan ini lebih mencerminkan lemahnya minat beli dibanding perubahan fundamental.

    Dalam kondisi pasar tipis, harga bisa bergerak lebih volatil karena keseimbangan antara supply dan demand mudah terganggu.

    Analisis Teknikal: Level Krusial $0,165–$0,175

    Secara teknikal, PI kini berada dalam rentang sempit dengan kecenderungan bearish jangka pendek. Level-level penting yang perlu diperhatikan:

    • Support terdekat: $0,165
    • Resistance utama: $0,175
    • Area psikologis: $0,170

    Jika PI gagal merebut kembali level $0,17 secara konsisten, risiko penurunan menuju support $0,165 semakin terbuka. Break di bawah $0,165 dapat mempercepat tekanan jual lanjutan.

    Sebaliknya, untuk membalikkan tren jangka pendek, PI perlu menembus dan bertahan di atas $0,175 dengan konfirmasi volume yang meningkat signifikan.

    Tanpa lonjakan volume, potensi kenaikan cenderung terbatas dan rentan kembali terkoreksi.

    Outlook Jangka Pendek: Tekanan Masih Dominan

    Struktur harga saat ini menunjukkan jalur resistensi terendah masih mengarah ke bawah.

    Tanpa adanya lonjakan minat beli atau katalis baru, tekanan jual ringan bisa terus mendorong harga mendekati area support berikutnya.

    Faktor yang paling penting untuk dipantau dalam beberapa hari ke depan adalah perubahan profil volume.

    Kenaikan volume perdagangan secara berkelanjutan akan menjadi sinyal awal adanya minat beli baru.

    Sebaliknya, jika volume tetap rendah, pasar PI berisiko tetap berada dalam kondisi rapuh dan mudah terdorong oleh transaksi berukuran kecil.

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun 6,79% ke $0,176, Tekanan Jual Meningkat

    Penurunan 3,02% harga Pi Network ke $0,169 mencerminkan lemahnya likuiditas dan minimnya katalis spesifik.

    Dalam pasar tipis, harga cenderung lebih sensitif terhadap tekanan jual meskipun tidak ada perubahan fundamental.

    Kunci pergerakan berikutnya berada pada dua faktor utama: kemampuan harga mempertahankan support $0,165 dan munculnya lonjakan volume yang dapat mendorong reclaim di atas $0,175.

    Tanpa dukungan likuiditas yang lebih kuat, risiko pelemahan lanjutan masih terbuka dalam jangka pendek.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin US$21 Juta Kembali ke Pemerintah Korsel, Hacker Panik

    Otoritas Korea Selatan berhasil memulihkan sekitar US$21 juta dalam bentuk Bitcoin (BTC) setelah peretas yang sebelumnya mencuri dana dari dompet milik pemerintah mengembalikan aset tersebut. Pengembalian ini terjadi tanpa penangkapan tersangka maupun penyitaan private key oleh aparat.

    Dilaporkan Coin Edition, Jaksa penuntut mengonfirmasi bahwa dana yang sempat dicuri tersebut tiba-tiba kembali ke dompet yang masih berada di bawah kendali pihak kejaksaan. Kasus ini menjadi sorotan di tengah rangkaian insiden kelalaian pengelolaan aset kripto oleh aparat penegak hukum di negara tersebut.

    Dana Dikembalikan Setelah Jalur Keluar Diblokir

    Menurut otoritas setempat, para pelaku diduga mengembalikan dana karena semua jalur pencairan telah diblokir. Aparat sebelumnya telah meminta bursa kripto domestik maupun internasional untuk membekukan setiap upaya transfer dari alamat yang terindikasi terkait peretasan.

    Langkah tersebut membuat peretas kesulitan mengonversi Bitcoin hasil curian menjadi uang tunai. Transparansi blockchain juga memudahkan pelacakan pergerakan dana, sehingga ruang gerak pelaku semakin terbatas.

    Setelah dana kembali masuk ke dompet resmi, otoritas segera memindahkannya ke dompet aman di Upbit, salah satu bursa kripto terbesar di Korea Selatan, guna mencegah potensi pencurian ulang.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kejadian ini menyoroti transparansi blockchain sebagai alat investigasi yang sangat kuat, namun sekaligus mempermalukan standar keamanan kustodi aparat Korea Selatan yang sempat terkena phishing.

    “Pengembalian dana oleh peretas menunjukkan bahwa jika jalur likuiditas diputus secara total, nilai curian menjadi tidak berguna, memaksa pelaku untuk menyerah guna meringankan sanksi hukum,” analisisnya.

    Pelaku Belum Ditangkap, Investigasi Berlanjut

    Meski dana telah dipulihkan, aparat belum menangkap tersangka maupun menguasai kunci privat yang sebelumnya digunakan dalam peretasan. Penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap identitas pelaku dan motif di balik pengembalian dana tersebut.

    Seorang pejabat menyatakan bahwa pihak berwenang tetap berkomitmen untuk menangkap pelaku dan mengusut tuntas insiden ini, meskipun aset telah kembali.

    Dalam sejumlah kasus sebelumnya, peretas diketahui mengembalikan dana karena meningkatnya risiko hukum, sulitnya memindahkan aset yang telah ditandai, atau sebagai upaya meringankan potensi hukuman.

    Rangkaian Masalah Keamanan Kripto

    Insiden ini menambah daftar panjang masalah pengamanan aset kripto oleh aparat di Korea Selatan. Dalam kasus terbaru ini, Kepolisian Gangnam kehilangan Bitcoin senilai US$21 juta akibat serangan phishing yang membuat staf memberikan informasi login dompet.

    Sebelumnya, jaksa di Gwangju juga kehilangan 22 Bitcoin senilai sekitar US$1,5 juta dari perangkat cold wallet berbentuk USB, meski perangkat tersebut tetap berada dalam penguasaan polisi. Kehilangan tersebut baru terungkap bertahun-tahun kemudian melalui audit nasional atas aset kripto sitaan.

    Kasus terbaru ini kembali menyoroti pentingnya pengelolaan dan pengamanan aset digital secara ketat, terutama ketika berada dalam pengawasan institusi negara.

    Baca juga: Bhutan Resmi Tokenisasi Cadangan Emas Negara di Blockchain Solana


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana di Persimpangan: Tembus US$87 atau Jatuh ke US$73?

    Solana (SOL) masih bergerak dalam fase konsolidasi setelah hampir dua pekan tertahan di bawah level US$90. Harga saat ini berada di kisaran US$81, bergerak dalam rentang sempit antara support US$78 dan resistance US$87. Kondisi ini mencerminkan ketidakpastian pasar yang masih tinggi di tengah sentimen kripto yang cenderung berhati-hati.

    Meski sejumlah indikator on-chain mulai menunjukkan perbaikan, tekanan jual akibat realisasi kerugian investor masih membayangi potensi pemulihan harga dalam jangka pendek.

    SOPR Naik, Risiko Profit-Taking Muncul

    Indikator Spent Output Profit Ratio (SOPR) Solana baru-baru ini bergerak naik dari zona negatif. Nilai di bawah 1 menandakan investor menjual dalam kondisi rugi. Kenaikan terbaru menunjukkan tekanan jual berbasis kerugian mulai mereda.

    Namun, secara historis, ketika SOPR kembali menembus angka 1 setelah periode bearish panjang, hal tersebut sering kali menjadi awal gelombang profit-taking baru. Dalam tiga bulan terakhir, pola serupa terjadi dua kali dan diikuti oleh tekanan jual lanjutan.

    Artinya, jika SOPR kembali naik di atas 1, potensi volatilitas jangka pendek bisa meningkat karena sebagian investor memanfaatkan momentum untuk keluar dari posisi mereka.

    Arus Dana Mulai Membaik, Tapi Belum Positif

    Dilaporkan BeInCrypto, indikator Chaikin Money Flow (CMF) menunjukkan tren naik, tetapi masih berada di bawah garis nol. Kondisi ini mengindikasikan bahwa arus keluar dana mulai berkurang, namun belum ada konfirmasi masuknya modal baru secara signifikan.

    Pergerakan CMF di atas nol akan menjadi sinyal kuat bahwa arus masuk dana telah mendominasi. Hingga saat itu terjadi, SOL masih rentan terhadap tekanan tambahan jika sentimen pasar kembali melemah.

    Baca juga: Solana Rebound 12%, Tapi Sinyal Ini Bisa Seret SOL ke $70

    Dukungan Institusi Tahan Penurunan Lebih Dalam

    Di tengah sinyal campuran tersebut, arus dana institusional memberikan gambaran berbeda. Untuk pekan yang berakhir 13 Februari, Solana mencatat inflow sebesar US$31 juta. Di antara aset kripto utama, hanya XRP yang mencatat dukungan institusional serupa dalam periode tersebut.

    Minat institusi ini dinilai membantu menahan penurunan lebih dalam. Dukungan dari investor besar sering kali menjadi bantalan ketika pasar ritel menunjukkan sikap defensif.

    Level Kunci Penentu Arah Selanjutnya

    Secara teknikal, SOL masih terjebak dalam rentang US$78 hingga US$87. Jika tekanan jual meningkat dan harga menembus US$78, maka support berikutnya berada di sekitar US$73.

    Sebaliknya, jika SOL mampu menembus resistance US$87 secara meyakinkan, peluang reli menuju US$100 terbuka. Penembusan di atas level psikologis tersebut dapat mendorong harga ke area US$110 dan membatalkan struktur bearish yang saat ini mendominasi.

    Untuk saat ini, Solana berada dalam fase tarik-menarik antara sinyal pemulihan on-chain dan tekanan jual jangka pendek. Pergerakan di atas US$87 atau di bawah US$78 akan menjadi penentu arah berikutnya bagi harga SOL.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, Solana berada di persimpangan antara akumulasi institusional dan aksi jual retail yang terjebak rugi. Konfirmasi breakout valid jika SOL mampu menembus 7 dengan volume kuat menuju 00.

    “Dukungan institusi menjadi bantalan krusial yang mencegah penurunan lebih dalam di bawah support kuat 8,” jelasnya.

    Baca juga: Tokcer! Token GHOST Melonjak Usai Isyarat Integrasi Solana


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ETF Ethereum Kembali Catat Inflow, Harga ETH Siap Bangkit?

    Ethereum (ETH) mencatat perubahan penting setelah memutus tren arus keluar (outflow) ETF selama empat pekan berturut-turut. Pada pekan yang berakhir 18 Februari, ETF spot Ethereum mencatat inflow bersih sebesar US$6,80 juta. Ini menjadi sinyal awal kembalinya minat institusional, meski nilainya masih relatif kecil dibandingkan periode outflow sebelumnya.

    Di saat yang sama, data on-chain menunjukkan dompet whale kembali melakukan akumulasi. Namun, aksi jual dari pemegang jangka panjang (long-term holders) masih menjadi faktor penahan yang berpotensi membatasi kenaikan harga ETH dalam waktu dekat.

    ETF Inflow dan Aksi Borong Whale

    Sebelumnya, ETF Ethereum mengalami tekanan jual selama empat pekan berturut-turut, dengan arus keluar tercatat pada pekan yang berakhir 23 Januari, 30 Januari, 6 Februari, dan 13 Februari. Tren ini sejalan dengan pelemahan harga ETH secara keseluruhan.

    Perubahan terjadi pada pekan yang berakhir 18 Februari, ketika ETF mencatat inflow bersih US$6,80 juta. Meski belum signifikan, perubahan arah arus dana ini sering dianggap sebagai sinyal awal stabilisasi pasar.

    Selain itu, data Santiment menunjukkan wallet whale meningkatkan kepemilikan dari 113,50 juta ETH pada 15 Februari menjadi 113,63 juta ETH saat ini. Penambahan sekitar 130.000 ETH tersebut setara dengan akumulasi senilai sekitar US$253 juta dalam beberapa hari terakhir.

    Aksi beli whale di tengah pelemahan harga kerap diartikan sebagai positioning awal sebelum potensi pemulihan lebih luas terjadi.

    Sinyal Teknikal Positif, Tapi Holder Lama Masih Jual

    Dilansir BeInCrypto, grafik 8 jam Ethereum menunjukkan terbentuknya bullish divergence antara 2 Februari hingga 18 Februari. Dalam periode tersebut, harga mencetak lower low, sementara indikator Relative Strength Index (RSI) membentuk higher low. Pola ini secara historis kerap mendahului pantulan harga.

    Dua sinyal serupa sebelumnya sempat memicu kenaikan 11% dan 6% pada awal Februari. Kini, dengan inflow ETF kembali dan whale aktif membeli, peluang pantulan kembali terbuka.

    Namun, data Glassnode menunjukkan long-term holders justru meningkatkan distribusi. Pada 17 Februari, holder jangka panjang menjual 34.841 ETH dalam periode rolling 30 hari. Angka tersebut naik menjadi 38.877 ETH pada 18 Februari, menandakan tekanan jual meningkat meski sinyal teknikal mulai membaik.

    Aksi distribusi ini sebelumnya juga membatasi reli ETH pada awal bulan, menunjukkan bahwa setiap kenaikan harga dimanfaatkan sebagian investor lama untuk keluar dari pasar.

    Baca juga: Ethereum Siapkan Upgrade Glamsterdam 2026, Fokus Kenaikan Gas Limit

    Pola Segitiga Tentukan Arah Selanjutnya

    Saat ini, ETH bergerak dalam pola symmetrical triangle pada grafik 8 jam. Pola ini mencerminkan keseimbangan antara pembeli dan penjual.

    Level resistance utama berada di sekitar US$2.030, yang menjadi penghalang pada upaya pemulihan sebelumnya. Jika ETH mampu menembus level ini, target berikutnya berada di US$2.100. Penembusan di atas US$2.100 berpotensi membuka ruang kenaikan lebih lanjut.

    Di sisi lain, level US$1.960 menjadi area penting untuk dipertahankan. Jika gagal bertahan, harga berisiko turun ke US$1.890 dan bahkan menuju US$1.740 apabila tekanan jual meningkat.

    Dengan kembalinya inflow ETF dan akumulasi whale, peluang pemulihan ETH memang mulai terlihat. Namun distribusi oleh holder jangka panjang tetap menjadi risiko utama yang dapat menentukan apakah reli berikutnya mampu bertahan atau kembali terhenti.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, munculnya bullish divergence dan kembalinya minat institusi adalah sinyal positif, tetapi distribusi dari LTH menjadi penghambat utama (ceiling) bagi kenaikan harga.

    “ETH terjebak dalam symmetrical triangle; penembusan di atas ,030 sangat krusial untuk mengonfirmasi pembalikan tren jangka pendek menuju area ,100,” jelasnya.

    Baca Juga: Pasokan Ethereum di Binance Langka, Sinyal Harga Bakal Meroket?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aktivitas Turun 99%, ASTER Masih Punya Peluang Reli Besar?

    Harga ASTER (sebelumnya Astherus) telah merosot hampir 70% dari puncak pasca peluncuran di level US$2,41. Penurunan ini terjadi di tengah meredupnya euforia awal dan turunnya aktivitas pengguna secara drastis. Meski demikian, sejumlah indikator teknikal dan pergerakan whale menunjukkan potensi pembalikan arah yang signifikan.

    Aktivitas Pengguna dan Volume Perdagangan Ambruk

    Dilaporkan BeInCrypto, data on-chain menunjukkan penurunan tajam dalam partisipasi pengguna sejak peluncuran token pada September 2025. Jumlah alamat aktif harian yang berinteraksi dengan Astherus Vault di BNB Chain sempat mencapai 29.062 pada 24 September, namun per 19 Februari turun menjadi hanya 146 alamat. Ini berarti terjadi penurunan sekitar 99,5% dalam aktivitas harian.

    Volume perdagangan di decentralized exchange (DEX) BNB Chain juga mengalami kontraksi besar. Dari puncak US$327,75 juta, volume harian kini hanya berada di kisaran US$17,31 juta, turun sekitar 94,7%. Penurunan ini mencerminkan melemahnya partisipasi pasar serta berkurangnya permintaan on-chain.

    Meski demikian, total alamat unik yang pernah berinteraksi dengan protokol terus meningkat hingga mencapai 572.252 alamat. Selain itu, pada 19 Februari, total deposit tercatat sebesar US$11,8 juta dari hanya 146 wallet, atau rata-rata sekitar US$80.000 per wallet. Hal ini menunjukkan partisipasi ritel memang turun, tetapi investor bernilai besar masih aktif.

    Menariknya, sejak token generation event (TGE), tidak tercatat adanya penarikan dana harian dari vault, mengindikasikan bahwa modal yang telah masuk belum keluar dari sistem.

    Sinyal Bullish dari Indikator Teknikal

    Di tengah pelemahan fundamental jangka pendek, grafik 12 jam menunjukkan terbentuknya bullish divergence antara 7 Desember hingga 14 Februari. Harga mencetak lower low, sementara indikator RSI membentuk higher low. Pola ini biasanya menandakan tekanan jual mulai melemah dan potensi pembalikan mulai terbentuk.

    Selain itu, indikator exponential moving average (EMA) menunjukkan kemungkinan crossover bullish, di mana EMA 20 periode mendekati persilangan di atas EMA 100 periode. Jika terjadi, ini dapat menjadi sinyal awal penguatan momentum harga.

    Struktur harga juga membentuk pola inverse head-and-shoulders, yang dikenal sebagai pola pembalikan bullish. Neckline pola ini berada di sekitar US$0,79, yang kini menjadi level kunci untuk menentukan arah berikutnya.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, muncul anomali antara sentimen publik yang negatif dengan perilaku whale yang optimis. Jika ASTER mampu menembus resistensi kritis di /usr/bin/bash.79, target breakout mencapai .46 (rally 85%).

    “Ini adalah pertarungan klasik antara kapitulasi retail dan keyakinan modal besar yang memposisikan diri untuk pembalikan tren,” analisisnya.

    Baca juga: ASTER di $0,70, Aster Umumkan 0% Maker Fee untuk Semua Market

    Whale Terus Akumulasi di Tengah Sentimen Negatif

    Data Santiment menunjukkan wallet besar yang memegang antara 100 juta hingga 1 miliar ASTER telah meningkatkan kepemilikan dari 2,75 miliar menjadi 2,96 miliar token sejak awal Februari. Whale berukuran menengah (1 juta–10 juta ASTER) juga menambah kepemilikan dari 262,48 juta menjadi 278,96 juta token.

    Namun, sentimen pasar justru memburuk. Skor sentimen positif turun dari 10,39 pada 12 Februari menjadi mendekati nol. Hal ini menunjukkan meningkatnya kritik dan persepsi negatif terhadap menurunnya aktivitas platform.

    Perbedaan antara akumulasi whale dan sentimen ritel ini kerap muncul menjelang titik balik harga besar, meskipun belum menjamin terjadinya pembalikan dalam waktu dekat.

    Level Kunci yang Tentukan Arah 85% Rally atau Lanjut Turun

    Level US$0,79 menjadi titik krusial. Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas level ini, target resistensi berikutnya berada di US$0,92, US$1,06, dan US$1,29, dengan target penuh di sekitar US$1,46. Kenaikan menuju US$1,46 akan mencerminkan potensi reli sekitar 85% dari harga saat ini.

    Sebaliknya, jika harga turun di bawah US$0,68, struktur bullish mulai melemah. Penurunan lebih dalam di bawah US$0,39 akan membatalkan pola pembalikan dan mengonfirmasi tekanan bearish berlanjut.

    Saat ini, ASTER berada di titik penentuan. Meski aktivitas pengguna dan sentimen melemah tajam, akumulasi whale serta sinyal teknikal menunjukkan kemungkinan pemulihan masih terbuka. Pergerakan berikutnya di atas US$0,79 atau di bawah US$0,39 akan menjadi penentu arah jangka panjang token ini.

    Baca juga: Aster vs Hyperliquid: Perbandingan Platform Perpetual DEX


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com