Author: 16

  • ETH Turun 6 Bulan Beruntun, Institusi Malah Borong di Bawah US$2.000

    Harga Ethereum (ETH) terus mengalami tekanan setelah mencatat penurunan selama enam bulan berturut-turut. Kondisi ini menjadi tren penurunan terpanjang sejak pasar bearish 2018, meskipun ETH saat ini masih diperdagangkan di bawah level psikologis US$2.000.

    Namun di tengah koreksi tersebut, aktivitas pembelian dari institusi justru meningkat dan menunjukkan adanya keyakinan jangka panjang terhadap aset kripto terbesar kedua ini.

    Data on-chain menunjukkan sejumlah institusi besar mulai agresif mengakumulasi ETH pada pekan ketiga Februari 2026. Lookonchain mencatat Tom Lee, pendiri Fundstrat sekaligus pimpinan Bitmine, melakukan pembelian besar pada 18 Februari dengan menambah 35.000 ETH senilai sekitar US$69,37 juta.

    Pembelian Ethereum

    Pembelian tersebut terdiri dari 20.000 ETH senilai US$39,8 juta dari BitGo dan 15.000 ETH senilai US$29,57 juta dari FalconX. Selain itu, data dari OnchainLens menunjukkan K3 Capital juga membeli 20.000 ETH senilai sekitar US$40,08 juta dari Binance.

    Sementara itu, CryptoRank dan CryptoQuant melaporkan peningkatan signifikan pada aliran dana menuju alamat akumulasi ETH dalam enam bulan terakhir. CryptoQuant menyebut aktivitas inflow ke accumulation addresses mencapai level paling tinggi sepanjang sejarah, mengindikasikan investor jangka panjang terus menambah kepemilikan di tengah tekanan harga. Beberapa pelaku pasar menilai kondisi ini mirip dengan pola tahun 2018, ketika ETH sempat turun tujuh bulan berturut-turut sebelum akhirnya memasuki fase pemulihan.

    Baca juga: Ethereum Siapkan Upgrade Glamsterdam 2026, Fokus Kenaikan Gas Limit

    Suplai ETH

    Di sisi lain, Santiment melaporkan lebih dari 50% total suplai ETH kini telah masuk ke kontrak Proof-of-Stake (PoS) untuk staking. Ini menjadi pertama kalinya dalam sejarah 11 tahun Ethereum, sebagian besar suplai terkunci dalam sistem staking.

    Kondisi tersebut berpotensi mengurangi suplai ETH yang beredar di pasar karena aset yang sudah di-stake tidak dapat diperdagangkan secara langsung. Everstake menilai peningkatan staking dapat menekan tekanan jual dan membuat harga ETH lebih sensitif terhadap permintaan baru.

    Meski demikian, sejumlah analis memperingatkan tekanan pasar belum sepenuhnya mereda. BeInCrypto menyebut ETH masih berpotensi turun ke level US$1.385 dalam jangka pendek jika sentimen negatif terus berlanjut.

    Namun, data akumulasi menunjukkan investor institusi tetap aktif membangun posisi, mengindikasikan pasar masih menyimpan optimisme terhadap potensi pemulihan ETH dalam jangka panjang.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, manuver ‘smart money’ di tengah ketakutan ritel menunjukkan keyakinan fundamental yang kuat. Rasio staking yang menembus 50% menciptakan kelangkaan suplai likuid yang signifikan di bursa.

    “Ini adalah setup klasik untuk potensi supply shock; saat tangan-tangan lemah keluar, institusi terus membangun pondasi untuk pemulihan jangka panjang yang lebih stabil,” ungkapnya.

    Baca Juga: Pasokan Ethereum di Binance Langka, Sinyal Harga Bakal Meroket?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Hyperliquid Dirikan Policy Center di Washington, Sinyal Baru Lobi DeFi

    Ekosistem decentralized finance (DeFi) memasuki babak baru.

    Dilansir dari The Block, Hyperliquid Foundation resmi mendirikan Hyperliquid Policy Center, sebuah lembaga advokasi dan riset kebijakan yang berbasis di Washington D.C.

    Inisiatif ini didanai melalui donasi 1 juta token HYPE senilai sekitar $9 juta dan dipimpin oleh pengacara kripto ternama, Jake Chervinsky.

    Langkah ini menandai transformasi strategis Hyperliquid dari sekadar protokol perdagangan derivatif terdesentralisasi menjadi aktor aktif dalam membentuk arah regulasi DeFi di Amerika Serikat.

    Baca Juga: Menyala! Trader Perpetual di Hyperliquid Tembus 202 Ribu

    Dari Protokol ke Arena Politik

    Selama beberapa tahun terakhir, sektor DeFi menghadapi ketidakpastian regulasi yang signifikan di AS.

    Banyak protokol beroperasi di area abu-abu hukum, sementara regulator seperti SEC dan CFTC terus meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas aset digital.

    Dengan mendirikan pusat kebijakan khusus, Hyperliquid menunjukkan bahwa protokol DeFi tidak lagi hanya fokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga mulai menginvestasikan sumber daya untuk memengaruhi diskursus kebijakan publik.

    “Hyperliquid mulai beralih dari sekadar protokol teknis menjadi pemain politik aktif untuk membentuk regulasi DeFi di AS. Penggunaan token native (HYPE) sebagai dana lobi menunjukkan kekuatan ekonomi protokol desentralisasi dalam melawan ketidakpastian hukum, sekaligus memperkuat legitimasi Hyperliquid di hadapan regulator,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Donasi Token HYPE: Model Pendanaan Baru

    Yang menarik, pendanaan lembaga ini tidak berasal dari dolar AS konvensional, melainkan dari token asli ekosistem, yaitu HYPE.

    Donasi sebesar 1 juta HYPE memperlihatkan model baru dalam pendanaan advokasi kebijakan: protokol menggunakan kekuatan ekonomi token mereka untuk mendukung kepentingan industri.

    Pendekatan ini memiliki dua implikasi besar:

    1. Validasi nilai ekonomi token – Token bukan sekadar instrumen spekulasi, tetapi juga alat strategis untuk memengaruhi kebijakan.
    2. Transparansi on-chain – Penggunaan dana dapat dilacak secara publik, meningkatkan akuntabilitas.

    Jika model ini berhasil, bukan tidak mungkin protokol DeFi lain akan mengikuti jejak serupa dengan mendirikan lembaga advokasi berbasis token.

    Peran Jake Chervinsky

    Penunjukan Jake Chervinsky sebagai pimpinan Hyperliquid Policy Center juga bukan langkah sembarangan.

    Ia dikenal sebagai salah satu suara paling vokal dalam isu regulasi kripto di AS, dengan pengalaman panjang dalam advokasi kebijakan blockchain.

    Kehadirannya memberikan kredibilitas hukum dan jaringan politik yang kuat bagi Hyperliquid. Ini menunjukkan bahwa inisiatif tersebut bukan sekadar simbolis, melainkan upaya serius untuk berpartisipasi dalam pembentukan regulasi.

    Strategi Jangka Panjang DeFi

    Keputusan membuka pusat kebijakan di Washington D.C. yang merupakan jantung pemerintahan AS menunjukkan ambisi jangka panjang Hyperliquid.

    Alih-alih menghindari regulator, protokol ini memilih pendekatan kolaboratif dan proaktif.

    Dalam konteks global, langkah ini mencerminkan tren yang lebih luas: industri kripto mulai mengadopsi strategi institusional yang sebelumnya hanya dilakukan oleh perusahaan keuangan tradisional.

    Jika sebelumnya perusahaan fintech dan bank besar yang aktif melakukan lobi di Washington, kini protokol DeFi pun ikut masuk arena.

    Dampak terhadap Ekosistem HYPE

    Secara pasar, inisiatif ini dapat berdampak pada persepsi investor terhadap token HYPE.

    Pendekatan yang lebih matang terhadap regulasi sering kali dipandang positif oleh pelaku pasar institusional.

    Namun demikian, respons harga jangka pendek tetap bergantung pada sentimen pasar kripto secara umum.

    Yang jelas, dari sisi fundamental, langkah ini memperkuat narasi bahwa Hyperliquid ingin menjadi pemain utama dalam lanskap DeFi global.

    Baca Juga: Eks Co-Founder Multicoin Capital: Hyperliquid Salah Dalam Segala Hal!

    Masa Depan Regulasi DeFi di AS

    Pembentukan Hyperliquid Policy Center menandai babak baru dalam hubungan antara DeFi dan regulator AS.

    Jika dialog konstruktif dapat terjalin, industri mungkin bergerak menuju kerangka regulasi yang lebih jelas dan ramah inovasi.

    Bagi ekosistem DeFi, langkah ini menjadi preseden penting: protokol desentralisasi kini mampu mengorganisir diri secara politik untuk melindungi dan mengembangkan industrinya.

    Dengan dukungan dana signifikan dan kepemimpinan berpengalaman, Hyperliquid berpotensi memainkan peran kunci dalam membentuk masa depan regulasi DeFi di Amerika Serikat.

    Satu hal yang pasti, industri kripto tidak lagi hanya bertarung di pasar, tetapi juga di meja perundingan kebijakan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum Siapkan Upgrade Glamsterdam 2026, Fokus Kenaikan Gas Limit

    Ethereum Foundation resmi mengonfirmasi bahwa upgrade jaringan bertajuk “Glamsterdam” ditargetkan meluncur pada paruh pertama 2026.

    Pembaruan ini disebut-sebut sebagai salah satu langkah paling strategis dalam roadmap Ethereum, dengan fokus pada peningkatan desentralisasi, efisiensi eksekusi node, serta kapasitas throughput jaringan.

    Menurut laporan Coincu pada Jumat (20/2), tiga komponen utama dalam upgrade ini adalah implementasi ePBS (Enshrined Proposer-Builder Separation), pengenalan BALs (Block-Level Access Lists), dan rencana kenaikan gas limit hingga 100 juta.

    Kombinasi ketiganya diproyeksikan membawa perubahan fundamental pada cara blok diproduksi dan dieksekusi di jaringan Ethereum.

    Baca Juga: Ethereum Dihantam Likuidasi Terbesar Sejak 2021! Apa Dampaknya?

    ePBS: Standarisasi Pemisahan Proposer-Builder

    Salah satu fitur paling penting dalam Glamsterdam adalah ePBS, atau Enshrined Proposer-Builder Separation.

    Konsep ini pada dasarnya memindahkan mekanisme pemisahan antara pembuat blok (builder) dan pengusul blok (proposer) langsung ke dalam protokol inti Ethereum.

    Selama ini, skema pemisahan tersebut banyak bergantung pada solusi eksternal seperti relay MEV (Maximal Extractable Value). Ketergantungan ini menimbulkan kekhawatiran soal sentralisasi dan potensi sensor transaksi.

    Dengan ePBS, Ethereum berupaya mengintegrasikan mekanisme tersebut secara native di level protokol, sehingga alur distribusi MEV menjadi lebih transparan, terstandarisasi, dan tahan terhadap praktik sensor.

    Merespons pengumuman ini, Tim Research Tokocrypto menilai langkah tersebut sebagai tonggak penting bagi masa depan Ethereum.

    “Glamsterdam adalah langkah krusial untuk memperkuat kedaulatan dan resistensi sensor Ethereum. Dengan memindahkan pemisahan block-builder langsung ke protokol (ePBS), Ethereum berupaya menstandarisasi aliran MEV dan mengurangi ketergantungan pada relay eksternal, sekaligus meningkatkan kapasitas throughput jaringan secara signifikan,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    BALs: Optimasi Eksekusi Node

    Selain ePBS, upgrade Glamsterdam juga menghadirkan BALs (Block-Level Access Lists).

    Fitur ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi eksekusi transaksi dengan menyediakan daftar akses yang lebih terstruktur pada level blok.

    Secara teknis, BALs memungkinkan node untuk lebih cepat mengidentifikasi data dan state yang relevan dalam suatu blok, sehingga mengurangi beban komputasi dan meningkatkan performa sinkronisasi.

    Bagi operator node dan validator, implementasi BALs berpotensi mengurangi latensi eksekusi transaksi, meningkatkan stabilitas jaringan, hingga menekan biaya operasional infrastruktur.

    Langkah ini sejalan dengan visi Ethereum untuk menjaga keseimbangan antara skalabilitas dan desentralisasi.

    Gas Limit 100 Juta: Dorong Throughput Lebih Tinggi

    Poin ketiga yang tak kalah penting adalah rencana kenaikan gas limit hingga 100 juta.

    Jika terealisasi, angka ini akan secara signifikan meningkatkan kapasitas transaksi per blok di jaringan Ethereum.

    Kenaikan gas limit berarti lebih banyak transaksi atau operasi smart contract yang dapat diproses dalam satu blok.

    Dampaknya bisa terasa pada peningkatan throughput jaringan, potensi penurunan kemacetan (congestion), dan biaya transaksi yang lebih stabil dalam kondisi trafik tinggi.

    Namun demikian, peningkatan kapasitas ini tetap harus diimbangi dengan optimasi teknis agar tidak membebani node dengan spesifikasi rendah. Di sinilah peran BALs menjadi semakin relevan.

    Dampak terhadap Ekosistem dan Harga ETH

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 20 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 20 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Secara fundamental, pengumuman upgrade Glamsterdam memperkuat narasi bahwa Ethereum terus berinovasi untuk mempertahankan posisinya sebagai jaringan smart contract terbesar di dunia.

    Bagi investor dan pelaku industri, fokus pada desentralisasi dan resistensi sensor menjadi sinyal positif, terutama di tengah meningkatnya perhatian regulator global terhadap aktivitas blockchain.

    Meski dampak harga jangka pendek terhadap ETH masih bergantung pada kondisi pasar kripto secara keseluruhan, roadmap yang jelas menuju H1 2026 dapat meningkatkan kepercayaan jangka panjang terhadap ekosistem Ethereum.

    Baca Juga: Pasokan Ethereum di Binance Langka, Sinyal Harga Bakal Meroket?

    Menuju Ethereum yang Lebih Tangguh

    Upgrade Glamsterdam mencerminkan evolusi berkelanjutan Ethereum: dari sekadar platform smart contract menjadi infrastruktur keuangan terdesentralisasi yang semakin matang secara teknis dan institusional.

    Dengan kombinasi ePBS, BALs, dan kenaikan gas limit, Ethereum tidak hanya berupaya meningkatkan performa, tetapi juga memperkuat prinsip dasar desentralisasi dan ketahanan terhadap sensor.

    Jika implementasinya berjalan sesuai rencana, Glamsterdam berpotensi menjadi salah satu upgrade paling transformatif dalam sejarah Ethereum—membentuk fondasi jaringan yang lebih efisien, adil, dan skalabel untuk tahun-tahun mendatang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tether Integrasikan USA₮ ke Rumble Wallet, Ekspansi Pembayaran Digital

    Tether kembali memperluas ekspansinya di sektor pembayaran digital dengan mengintegrasikan stablecoin USA₮ ke dalam Rumble Wallet.

    Integrasi ini memungkinkan kreator konten di platform tersebut menerima pembayaran secara on-chain menggunakan dolar digital yang dirancang untuk mematuhi regulasi domestik Amerika Serikat.

    Langkah ini menandai babak baru dalam konvergensi antara ekonomi kreator dan infrastruktur blockchain, sekaligus mempertegas strategi Tether dalam menghadirkan produk stablecoin yang lebih ramah regulator.

    Baca Juga: Tether Luncurkan Mining OS (MOS), Dorong Efisiensi Penambangan BTC

    Berkenalan dengan USA₮

    Sebagaimana dilansir dari Cryptobriefing pada Jumat (20/2), USA₮ merupakan dolar digital yang dikembangkan dengan pendekatan regulasi yang lebih ketat dibandingkan stablecoin pada umumnya.

    Aset ini dikelola oleh Anchorage Digital Bank dan Cantor Fitzgerald, dua entitas yang memiliki reputasi kuat dalam sektor keuangan dan kustodi aset digital di Amerika Serikat.

    Stablecoin ini dirancang untuk memenuhi standar regulasi domestik AS, termasuk kerangka hukum yang dikenal sebagai GENIUS Act, sebuah inisiatif regulasi yang bertujuan menciptakan kepastian hukum bagi penerbit dan pengguna stablecoin di Amerika Serikat.

    Dengan struktur tata kelola yang lebih formal dan pendekatan kepatuhan yang ketat, USA₮ diposisikan sebagai alternatif stablecoin yang dapat diterima oleh regulator, institusi keuangan, serta pelaku industri digital.

    Rumble Wallet dan Ekonomi Kreator

    Rumble dikenal sebagai platform berbagi video yang berkembang pesat dan memiliki basis kreator independen yang signifikan.

    Dengan integrasi USA₮ ke dalam Rumble Wallet, para kreator kini dapat menerima penghasilan secara langsung melalui blockchain tanpa harus bergantung sepenuhnya pada sistem perbankan tradisional atau pemroses pembayaran pihak ketiga.

    Model pembayaran on-chain ini menawarkan sejumlah keunggulan, seperti penyelesaian transaksi lebih cepat, transparansi pembayaran, potensi biaya lebih rendah, dan akses global tanpa hambatan perbankan lintas negara.

    Bagi kreator, hal ini membuka peluang monetisasi yang lebih fleksibel, terutama bagi mereka yang berada di wilayah dengan keterbatasan akses perbankan.

    Regulasi dan Ekspansi

    Integrasi USA₮ ke Rumble Wallet juga mencerminkan strategi jangka panjang Tether untuk memperkuat posisinya di tengah meningkatnya pengawasan regulator terhadap stablecoin.

    Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini bukan sekadar ekspansi teknis, melainkan manuver strategis untuk memperluas dominasi di sektor ekonomi kreator sekaligus menjawab tantangan regulasi.

    “Integrasi ini memungkinkan kreator Rumble untuk menerima penghasilan tanpa bergantung pada sistem perbankan tradisional. Bagi Tether, ini adalah langkah strategis untuk memperkuat dominasi di ekonomi kreator global sekaligus menepis kekhawatiran regulasi melalui produk USA₮ yang patuh hukum federal,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Dengan menghadirkan stablecoin yang dikelola institusi teregulasi, Tether berupaya memperluas adopsi di kalangan pengguna institusional dan korporasi yang sebelumnya berhati-hati terhadap risiko hukum.

    Implikasi bagi Industri Stablecoin

    Industri stablecoin saat ini berada di persimpangan antara inovasi dan regulasi.

    Di satu sisi, stablecoin menjadi tulang punggung likuiditas pasar kripto dan pembayaran digital. Di sisi lainnya, regulator global semakin aktif menetapkan standar kepatuhan dan transparansi.

    Langkah Tether melalui USA₮ menunjukkan tren baru: penerbit stablecoin mulai mengembangkan produk yang secara eksplisit dirancang sesuai kerangka hukum nasional, bukan hanya beroperasi di wilayah abu-abu regulasi.

    Jika model ini berhasil diadopsi luas, bukan tidak mungkin akan muncul lebih banyak stablecoin berbasis yurisdiksi tertentu dengan struktur kustodi dan tata kelola yang lebih formal.

    Baca Juga: LayerZero Dilirik Tether! USDT0 Disebut Sudah Pindah US$70 Miliar

    Masa Depan Pembayaran Kreator On-Chain

    Integrasi USA₮ ke Rumble Wallet memperlihatkan bagaimana blockchain semakin relevan dalam ekonomi digital arus utama.

    Pembayaran kreator, yang sebelumnya sepenuhnya bergantung pada bank dan platform sentralistik, kini mulai bertransformasi menuju model desentralisasi berbasis aset digital yang patuh regulasi.

    Bagi Tether, langkah ini memperluas cakupan penggunaan stablecoin dari sekadar instrumen perdagangan kripto menjadi alat pembayaran riil dalam ekosistem kreator global.

    Sementara itu, bagi industri secara keseluruhan, kolaborasi antara perusahaan blockchain, bank kustodi teregulasi, dan platform media digital menandai era baru di mana inovasi dan kepatuhan hukum berjalan beriringan.

    Dengan meningkatnya tekanan regulator di berbagai negara, pendekatan seperti USA₮ bisa menjadi template bagi masa depan stablecoin yang lebih transparan, terstruktur, dan diterima secara luas oleh sistem keuangan formal.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Menguat ke $67.237, Sinyal Rebound?

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini menunjukkan penguatan tipis di tengah tekanan jangka menengah yang masih membayangi pasar.

    Di Tokocrypto, hari ini BTC diperdagangkan di level $67.237,02 per koin, naik sekitar +0,52% dalam 24 jam terakhir.

    Kapitalisasi pasar aset kripto terbesar ini kini berada di kisaran $1,34 triliun, dengan volume perdagangan harian mencapai $31,36 miliar.

    Meskipun kenaikan ini memberikan sentimen positif jangka pendek, data historis menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase koreksi jika dilihat dari performa bulanan hingga kuartalan.

    Baca Juga: Analisa harga BTC Hari Ini: Bitcoin Lemah ke $66.838, Tekanan Dominan

    Pergerakan Harga 24 Jam: Konsolidasi di Area $65K–$67K

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin mencatatkan harga terendah di $65.637,43 dan tertinggi di $67.456,87. Rentang pergerakan ini menunjukkan adanya konsolidasi di area psikologis $66.000–$67.000.

    Secara intraday, pergerakan relatif stabil dengan perubahan harga 1 jam terakhir hanya -0,05%. Hal ini menandakan pasar sedang berada dalam fase penentuan arah setelah volatilitas tinggi sebelumnya.

    Kenaikan 7 hari terakhir sebesar +1,04% juga mengindikasikan adanya upaya pemulihan bertahap setelah tekanan jual yang cukup dalam pada bulan sebelumnya.

    Tekanan Jangka Menengah Masih Terlihat

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 20 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 20 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika melihat data historis, tekanan jangka menengah masih cukup signifikan:

    • 30 hari: -24,56%
    • 60 hari: -24,14%
    • 90 hari: -20,40%

    Penurunan lebih dari 20% dalam periode 1–3 bulan menunjukkan bahwa tren besar masih cenderung bearish atau setidaknya dalam fase koreksi panjang.

    Sebagai perbandingan, rekor tertinggi Bitcoin tercatat di $126.198,07, yang berarti harga saat ini masih terkoreksi hampir 47% dari puncaknya.

    Struktur Pasokan dan Kapitalisasi Pasar

    Saat ini, jumlah sirkulasi Bitcoin berada di 19,99 juta BTC, atau sekitar 95,20% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

    Dengan kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) mencapai $1,41 triliun, struktur pasokan Bitcoin tetap menunjukkan karakteristik kelangkaan yang menjadi fondasi utama narasi jangka panjangnya.

    Tingginya persentase suplai yang telah beredar juga berarti tekanan inflasi pasokan relatif kecil dibandingkan fase awal Bitcoin.

    Apakah Ini Tanda Rebound?

    Kenaikan 24 jam terakhir bisa dilihat sebagai sinyal awal stabilisasi, namun belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren.

    Beberapa faktor yang perlu diperhatikan:

    1. Volume Perdagangan
      Volume $31,36 miliar tergolong solid, namun belum menunjukkan lonjakan signifikan yang biasanya mengiringi breakout besar.
    2. Level Psikologis $65.000
      Selama BTC mampu bertahan di atas area ini, struktur jangka pendek cenderung netral hingga sedikit bullish.
    3. Area Resistensi $68.000–$70.000
      Jika Bitcoin mampu menembus dan bertahan di atas zona ini, peluang reli lanjutan akan terbuka lebih lebar.

    Sebaliknya, jika harga kembali turun di bawah $65.000, potensi retest area support lebih rendah bisa kembali terjadi.

    Sentimen Pasar: Hati-Hati Tapi Stabil

    Dengan posisi Bitcoin sebagai aset kripto paling populer, pergerakan BTC tetap menjadi acuan utama bagi altcoin dan keseluruhan kapitalisasi pasar kripto global.

    Kenaikan tipis hari ini bisa diartikan sebagai relief rally setelah tekanan jual agresif sebelumnya.

    Namun, investor institusional dan trader ritel masih cenderung berhati-hati mengingat performa bulanan yang masih negatif.

    Dalam konteks makro, pasar tampaknya sedang mencari keseimbangan baru sebelum menentukan arah berikutnya.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $67.447, Melemah 1,6%

    Stabilisasi Awal, Belum Konfirmasi Bullish

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan adanya penguatan moderat yang membantu Bitcoin bertahan di atas $67.000.

    Meskipun demikian, tren jangka menengah masih menunjukkan koreksi signifikan dibandingkan periode 30–90 hari terakhir.

    Dengan kapitalisasi pasar $1,34 triliun dan suplai yang hampir mencapai batas maksimalnya, fundamental jangka panjang Bitcoin tetap kuat.

    Namun, untuk mengonfirmasi fase bullish baru, BTC perlu menembus level resistensi penting dengan dukungan volume yang lebih besar.

    Untuk saat ini, pasar berada dalam fase konsolidasi agar dapat memberikan ruang bagi investor untuk menilai apakah kenaikan ini merupakan awal pemulihan yang berkelanjutan atau sekadar jeda sebelum volatilitas berikutnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network Turun 6,79% ke $0,176, Tekanan Jual Meningkat

    Harga Pi Network (PI) mengalami koreksi tajam dalam 24 jam terakhir, turun 6,79% ke level $0,176.

    Penurunan ini terjadi meskipun Bitcoin (BTC) menunjukkan pergerakan relatif stabil hingga cenderung positif tipis, menandakan Pi underperform terhadap pasar utama.

    Koreksi ini dipicu oleh kombinasi lemahnya momentum beli, penurunan volume perdagangan, serta aksi ambil untung setelah reli signifikan dalam sepekan terakhir.

    Baca Juga: Harga Pi Network Terkoreksi ke $0,190, Ikuti Pelemahan Bitcoin

    Volume Turun 14%, Minim Sentimen Penggerak

    Data menunjukkan volume perdagangan 24 jam Pi turun sekitar 14,39% menjadi $22,5 juta.

    10Penurunan volume ini menjadi indikator penting karena mencerminkan kurangnya minat beli baru di pasar.

    Tidak adanya pengumuman besar, kemitraan strategis, atau pembaruan ekosistem dalam periode ini membuat sentimen terhadap PI cenderung datar.

    Dalam kondisi pasar yang tipis, tekanan jual kecil pun dapat berdampak besar pada harga.

    Dengan kata lain, pelemahan harga Pi kali ini lebih disebabkan oleh absennya permintaan baru ketimbang adanya berita negatif spesifik.

    Aksi Ambil Untung Usai Reli 28%

    Sebelum koreksi ini, Pi mencatat kenaikan impresif sebesar +28,88% dalam tujuh hari terakhir. Lonjakan tersebut membuka ruang bagi trader jangka pendek untuk merealisasikan keuntungan.

    Koreksi 24 jam terakhir bisa dilihat sebagai fase pendinginan alami setelah reli cepat.

    Dalam pasar kripto, pola seperti ini cukup umum—aset mengalami kenaikan tajam, lalu disusul retracement untuk menguji kekuatan tren.

    Sentimen pasar kripto yang masih berada dalam fase kehati-hatian juga turut memengaruhi.

    Indeks Fear & Greed dari CoinMarketCap menunjukkan level “Extreme Fear” di angka 12, mencerminkan rendahnya selera risiko investor.

    Level Teknis Kunci: $0,17 Jadi Penentu

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 20 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 20 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Secara teknikal, level $0,17 menjadi support krusial jangka pendek bagi Pi.

    Jika harga mampu bertahan di atas zona ini, maka konsolidasi sideways antara $0,17 hingga $0,19 sangat mungkin terjadi.

    Namun, jika tekanan jual berlanjut dan harga menembus ke bawah $0,17, maka potensi penurunan lanjutan ke area $0,15–$0,16 terbuka lebar.

    Sementara itu, untuk membalikkan sentimen jangka pendek menjadi bullish, Pi membutuhkan lonjakan volume beli yang signifikan, setidaknya di atas rata-rata volume 7 hari terakhir.

    Korelasi dengan Bitcoin Masih Jadi Faktor

    Pergerakan Pi saat ini juga tidak lepas dari dinamika Bitcoin.

    Jika BTC mampu menembus dan bertahan di atas level $68.000, maka sentimen terhadap altcoin berpotensi membaik.

    Sebaliknya, jika Bitcoin kembali melemah, tekanan terhadap altcoin berkapitalisasi lebih kecil seperti Pi bisa meningkat.

    Dalam konteks ini, Pi masih menunjukkan karakter sebagai aset berisiko tinggi (high beta), yang cenderung bergerak lebih volatil dibanding Bitcoin.

    Apakah Tren Mingguan Sudah Berakhir?

    Meskipun koreksi harian terlihat tajam, struktur tren mingguan Pi sebenarnya masih relatif positif.

    Selama harga bertahan di atas area support utama dan tidak kehilangan struktur higher low mingguan, peluang pemulihan tetap terbuka.

    Namun, jika tekanan jual terus berlanjut tanpa adanya katalis baru, reli 28% yang terjadi dalam sepekan terakhir berisiko tergerus sepenuhnya.

    Baca Juga: Harga Pi Network Naik 8% ke $0,188 Saat BTC Turun, Sinyal Altseason?

    Bias Jangka Pendek Cenderung Bearish

    Penurunan harga Pi Network sebesar 6,79% dalam 24 jam terakhir mencerminkan kombinasi lemahnya volume, aksi ambil untung, dan sentimen pasar yang masih risk-off.

    Tanpa katalis baru dalam waktu dekat, bias jangka pendek cenderung netral hingga bearish, dengan level $0,17 menjadi garis pertahanan penting.

    Investor dan trader disarankan memantau waktu volume beli mulai meningkat, respons harga di area $0,17, dan arah pergerakan Bitcoin di atas atau di bawah $68.000.

    Jika Pi mampu mempertahankan support dan volume kembali menguat, peluang konsolidasi sehat masih terbuka.

    Namun, kegagalan mempertahankan level tersebut dapat membuka jalan koreksi lebih dalam menuju zona $0,15–$0,16 dalam waktu dekat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sinyal Kripto 20 Februari 2026: Analisis Teknikal dan Proyeksi Pasar

    Tokocrypto menyajikan market Sinyal Kripto edisi Jumat, 20 Februari 2026, yang merangkum analisis mendalam dan strategi perdagangan harian.

    Edisi awal tahun ini menyoroti tiga aset kripto dengan potensi pergerakan harga signifikan. Berdasarkan data pasar terkini dan indikator teknikal, informasi ini dirancang untuk membantu trader mengambil keputusan tepat di tengah dinamika pasar yang fluktuatif.

    Rangkuman Berita Hari Ini

    1. Vitalik: Ethereum “Going Hard”

    Vitalik menyebut kombinasi FOCIL + EIP-8141 memungkinkan Transaksi lebih cepat, lebih tahan sensor, smart account & privacy langsung on-chain. Ini fokus pada scalability + censorship resistance. Bullish fundamental ETH jangka panjang (peningkatan infrastruktur core).

    1. Sharpe Ratio BTC di Zona “Generational Buy

    Sharpe Ratio jangka pendek Bitcoin menyentuh level historis yang sebelumnya diikuti rebound tajam. Level ekstrem ini dulu muncul di area bottom siklus. Sinyal akumulasi potensial, meski belum konfirmasi reversal.

    1. Sharplink Pegang 867.798 ETH ($1.68B)

    Perusahaan treasury berbasis Ethereum kini memegang hampir 868 ribu ETH. Hampir seluruhnya di-stake mengurangi suplai beredar. Bullish supply shock untuk ETH.

    1. Mortgage Rate AS Turun ke 6.01%

    Level terendah sejak September 2022. Indikasi tekanan suku bunga mulai mereda. Potensi longgar likuiditas ke depan, positif untuk risk assets termasuk kripto.

    1. Jerman Dorong Stablecoin Berbasis Euro

    Presiden Bundesbank mendorong stablecoin euro untuk kurangi dominasi dolar. Fokus pada pembayaran lintas negara yang lebih murah. Adopsi stablecoin global meningkat, bullish untuk ekosistem kripto.

    Pastikan untuk selalu melakukan analisis secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan perdagangan atau trading.

    JTO/USDT (🔼 +9.75%)

    • Entry: $0.2868
    • Stop Loss: $0.2733
    • Take Profit: $0.3147

    JTO/USDT timeframe 4 jam masih dalam fase koreksi, tetapi MACD yang tetap di atas garis nol menunjukkan momentum bullish belum sepenuhnya hilang. RSI masih cenderung melemah meski mulai ada tanda rebound, sementara volume belum cukup kuat untuk mendorong kenaikan signifikan.

    Strategi yang bisa dipertimbangkan adalah entry di 0,2868, stop loss di 0,2733, dan take profit di 0,3147 dengan potensi kenaikan sekitar 9,75%, sambil tetap menunggu konfirmasi pergerakan harga.

    LINEA/USDT (🔼 +11.17%)

    • Entry: $0.00327
    • Stop Loss: $0.00303
    • Take Profit: $0.00364

    LINEA/USDT timeframe 4 jam saat ini mulai masuk fase downtrend, terlihat dari RSI yang berada di bawah level 40 sehingga menunjukkan tekanan jual masih dominan. MACD juga sudah bergerak ke area negatif, mengonfirmasi momentum bearish jangka pendek.

    Meski demikian, volume relatif stabil dan dibandingkan periode Desember lalu, aktivitas transaksi belakangan ini justru lebih baik. Untuk strategi, area entry bisa dipertimbangkan di 0,00327 dengan stop loss di 0,00303 dan target take profit di 0,00364, namun tetap perlu disiplin karena tren turun masih membayangi.

    COM/USDT (🔼 +17.86%)

    • Entry: $0.0622
    • Stop Loss: $0.0574
    • Take Profit: $0.0733

    OM/USDT timeframe 4 jam saat ini menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan, didukung oleh lonjakan volume yang mengiringi pergerakan harga. MACD kembali menguat ke area positif setelah sempat melemah, mengindikasikan momentum bullish masih berlanjut.

    Namun, RSI sudah masuk ke area overbought sehingga ada potensi koreksi jangka pendek yang perlu diwaspadai. Untuk strategi, entry dapat dipertimbangkan di area 0,0622-0,0672 dengan stop loss di 0,0574 dan target take profit di 0,0733, tetap dengan manajemen risiko yang disiplin.

    Baca juga: Riset Kripto 9-13 Feb 2026: Bitcoin Berdarah, AI Berpesta!!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Hari Ini 20 Februari 2026: Was-was Jelang Akhir Pekan

    Menjelang akhir pekan, pasar kripto hari ini, Jumat (20/2) bergerak hati-hati dengan sentimen yang masih campur aduk. Bitcoin bertahan di kisaran $67.500 setelah sempat tertekan ke area $66.000, dipengaruhi ketidakpastian arah kebijakan The Fed serta dinamika transisi kepemimpinan menuju Warsh. Ketegangan antara otoritas moneter dan dinamika politik AS turut memperbesar volatilitas, ditambah tekanan jual musiman pasca perayaan Imlek yang membatasi ruang kenaikan.

    Di tengah kondisi tersebut, sejumlah altcoin justru mencuri perhatian. ENSO melonjak 45% ke level $1.688 pada Jumat (20/2), disusul DOLO yang naik 18% ke $0,042196 dan SNX yang menguat 14% ke $0,343. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

    Daftar Altcoin Potensial Hari IniJelang Akhir Pekan

    • ENSO meroket 45% ke level $1.688 hari ini, Jumat (20/2).
    • DOLO naik 18%, kini diperdagangkan $0,042196.
    • SNX melesat 14% hingga menyentuh $0,343.

    Bitcoin Terjepit Sentimen Fed dan Kebijakan Warsh

    • Pejabat Fed pro-bunga tinggi hadapi transisi ke Warsh.
    • Ketegangan Fed vs Trump picu ketidakpastian pasar.
    • Bitcoin stabil ke $67.500 akibat tekanan jual pasca Imlek.

    Spesial Ramadan, Kesempatan Dapat Total Hadiah Rp 250JUTA!*

    6 Strategi Arkham Raih Profit di Pasar Bearish

    • Penurunan kripto (70–90%) jauh lebih dalam dari ekuitas.
    • Arkham sarankan strategi short selling dan range trading.
    • Disiplin risiko dan kontrol emosi adalah kunci sukses.

    Respons Bitcoin Jika AS Serang Iran Akhir Pekan Ini

    • Bitcoin bertahan di $66.000 di tengah risiko geopolitik.
    • Panic selling meningkat; Bitcoin brada dalam tekanan berat.
    • Serangan pemicu drop jangka pendek, diikuti potensi rebound.

    Baca juga: Riset Kripto 9-13 Feb 2026: Bitcoin Berdarah, AI Berpesta!!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kembali Tertekan Risalah The Fed

    Pasar kripto hari ini, Kamis (19/2) bergerak fluktuatif pasca risalah The Fed yang dinilai mengejutkan pelaku pasar. Bitcoin sempat tertekan ke area $66.000 setelah bank sentral AS memutuskan menahan suku bunga, dengan opsi kenaikan kembali jika inflasi tetap tinggi.

    Meski demikian, sejumlah altcoin justru mencatat penguatan. AWE memimpin kenaikan dengan lonjakan 21% ke $0,10386 pada Kamis (19/2), diikuti WLFI yang naik 10% ke $0,119126 dan SKY yang menguat 8% ke $0,066413. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

    Daftar Altcoin Potensial Hari Ini Pasca Risalah FED

    • AWE meroket 21% ke level $0.10386 hari ini, Kamis (19/2).
    • WLFI naik 10%, kini diperdagangkan $0,119126.
    • SKY melesat 8% hingga menyentuh $0,066413.

    Risalah Fed Kejutan, Bitcoin Turun ke $66.000

    • Fed Tahan Suku Bunga; Opsi Naik Jika Inflasi Tinggi.
    • Suku Bunga Tetap 10-2; Dua Pejabat Ingin Turun.
    • Bitcoin <$66.500 Akibat Isu Fed & Konflik AS-Iran.

    Deposit Panen Reward dengan VA BCA di Tokocrypto

    Staking ETH Tembus 50%, BitMine Borong 20.000 ETH

    • BitMine beli 20.000 ETH dari BitGo demi target 5% kepemilikan.
    • Mayoritas pasokan ETH (50%+) kini terkunci di staking.
    • Harga ETH dekati $1.972, likuiditas terkonsentrasi picu risiko.

    Pola Langka PEPE Sinyalkan Lonjakan 150%

    • Grafik harian PEPE bentuk pola double-bottom raksasa.
    • Potensi reli 150% menuju target $0,00001080.
    • Minat terbuka & volume futures PEPE stabil pekan ini.

    Baca juga: Riset Kripto 9-13 Feb 2026: Bitcoin Berdarah, AI Berpesta!!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Community Buyback Injective Picu Spekulasi: Jadi Katalis Harga?

    Protokol blockchain layer-1 Injective kembali mengeksekusi Community Buyback putaran ke-226, sebuah program rutin yang bertujuan mengurangi suplai token INJ di pasar.

    Strategi ini menjadi bagian penting dari model tokenomics deflasi Injective yang selama ini digadang-gadang mampu menciptakan kelangkaan dan mendukung apresiasi harga dalam jangka panjang.

    Program buyback ini dilakukan dengan menggunakan sebagian pendapatan protokol untuk membeli kembali INJ di pasar terbuka, lalu membakarnya secara permanen.

    Dengan demikian, jumlah suplai beredar terus menyusut dari waktu ke waktu.

    Baca Juga: Injective Ungkap Roadmap 2025 dan Inovasi AI dalam AMA Terbaru

    Strategi Deflasi yang Konsisten

    Konsistensi pelaksanaan Community Buyback menunjukkan komitmen Injective dalam menjaga struktur ekonomi tokennya.

    Setiap putaran pembelian dan pembakaran token dirancang untuk memperkuat narasi kelangkaan (scarcity narrative) yang kerap menjadi faktor pendorong harga dalam ekosistem kripto.

    Secara teori, ketika suplai menurun dan permintaan tetap atau meningkat, harga berpotensi terdorong naik. Model ini telah banyak diterapkan oleh berbagai proyek kripto untuk menjaga nilai jangka panjang token mereka.

    Namun, dalam praktiknya, efek terhadap harga tidak selalu sejalan dengan ekspektasi.

    Efek Jangka Pendek: Sentimen Positif dan Volatilitas

    Pergerakan harga Injective (INJ/USDT) pada Kamis, 19 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Injective (INJ/USDT) pada Kamis, 19 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Menurut laporan Coinmarketcal, eksekusi buyback biasanya memicu sentimen positif di kalangan investor.

    Antisipasi terhadap pengurangan suplai sering kali mendorong aksi beli spekulatif sebelum atau saat program dijalankan.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa dampak ini cenderung bersifat jangka pendek.

    “Meskipun buyback rutin menciptakan tekanan beli jangka pendek dan sentimen positif (FOMO), dampaknya terhadap fundamental jangka panjang cenderung menurun karena sudah diantisipasi pasar (priced-in). Volatilitas akan meningkat di sekitar waktu eksekusi, dengan risiko koreksi cepat jika volume buyback tidak signifikan,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Artinya, pasar kemungkinan sudah memperhitungkan program buyback dalam valuasi INJ.

    Jika nilai pembelian tidak cukup besar dibanding kapitalisasi pasar atau volume perdagangan harian, maka lonjakan harga bisa bersifat sementara.

    Apakah Buyback Masih Relevan?

    Setelah ratusan putaran buyback, efektivitas mekanisme ini sangat bergantung pada kondisi fundamental ekosistem Injective.

    Program deflasi akan lebih berdampak apabila didukung oleh peningkatan total value locked (TVL), lonjakan volume transaksi, pertumbuhan jumlah pengguna aktif, dan ekspansi aplikasi DeFi dalam jaringan.

    Jika aktivitas jaringan meningkat, maka buyback dapat memperkuat efek bullish karena suplai berkurang di tengah permintaan yang bertambah.

    Sebaliknya, tanpa pertumbuhan signifikan, buyback berisiko hanya menjadi katalis teknikal jangka pendek.

    Risiko Koreksi dan Dinamika Pasar

    Dalam pasar kripto yang sangat fluktuatif, sentimen global tetap menjadi faktor dominan.

    Jika kondisi makro atau sentimen Bitcoin sedang lemah, program buyback mungkin tidak cukup kuat untuk menopang harga INJ.

    Selain itu, fenomena “buy-the-rumor, sell-the-news” juga sering terjadi. Investor yang masuk sebelum buyback bisa saja melakukan aksi ambil untung segera setelah eksekusi selesai.

    Volatilitas di sekitar waktu pelaksanaan buyback biasanya meningkat, terutama jika volume perdagangan melonjak secara signifikan.

    Prospek INJ ke Depan

    Sebagai blockchain yang berfokus pada DeFi dan derivatif terdesentralisasi, Injective memiliki potensi pertumbuhan yang cukup besar.

    Keberhasilan Community Buyback dalam menciptakan nilai jangka panjang akan sangat ditentukan oleh keberhasilan ekosistem dalam menarik likuiditas dan pengguna baru.

    Jika fundamental terus berkembang, mekanisme deflasi ini dapat menjadi fondasi kuat bagi tren bullish berkelanjutan.

    Namun jika pertumbuhan melambat, pasar bisa semakin skeptis terhadap efektivitas buyback rutin.

    Baca Juga: AMA Tokocrypto: Cari Tahu Lebih Lanjut Tentang Blockchain Injective

    Community Buyback ke-226 menegaskan konsistensi strategi deflasi Injective dalam mengurangi suplai INJ. Dalam jangka pendek, program ini berpotensi menciptakan sentimen positif dan lonjakan volatilitas.

    Namun, seperti yang disampaikan Tim Research Tokocrypto, dampak jangka panjangnya sangat bergantung pada pertumbuhan fundamental ekosistem.

    Investor perlu mencermati bukan hanya jumlah token yang dibakar, tetapi juga perkembangan TVL, volume transaksi, dan adopsi jaringan secara keseluruhan.

    Apakah deflasi INJ masih menjadi katalis harga yang efektif? Jawabannya akan sangat ditentukan oleh dinamika permintaan dan kondisi pasar kripto secara global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com