Author: 17

  • Breakout PUMP Terancam Gagal? Target Naik 57% Dipertanyakan

    Harga token Pump.fun (PUMP) sempat melonjak tajam pada awal pekan ini dan memicu harapan terjadinya breakout lanjutan. Reli tersebut membuka peluang penguatan berkelanjutan dan menghidupkan kembali sentimen bullish di kalangan pelaku pasar.

    Namun, koreksi yang terjadi setelahnya menimbulkan tanda tanya besar. Perilaku investor yang kini terpecah, ditambah melemahnya partisipasi ritel, membuat keberlanjutan breakout PUMP berada dalam ketidakpastian.

    Smart Money Mulai Mengakumulasi

    Di tengah sentimen yang beragam, aktivitas smart money memberikan sedikit penopang. Smart money merujuk pada dana yang dikelola oleh investor berpengalaman, institusi, perusahaan ventura, hingga dompet whale berpengaruh yang kerap mengambil posisi strategis saat pasar ragu.

    Data menunjukkan dompet smart money menambah sekitar 48 juta token PUMP dalam sepekan terakhir, meningkatkan total kepemilikan mereka sebesar 5,8%. Aksi akumulasi ini mengindikasikan kepercayaan terhadap potensi kenaikan harga ke depan. Jika pembelian berlanjut, dukungan dari kelompok ini berpotensi menahan tekanan turun yang lebih dalam.

    Minat Ritel Melemah Tajam

    Meski demikian, data jaringan memperlihatkan sinyal peringatan. Jumlah alamat baru PUMP turun drastis dalam waktu singkat. Dalam kurun 48 jam, pembuatan dompet baru anjlok dari 8.570 menjadi 2.201 alamat, atau turun sekitar 74%.

    Dilaporkan BeInCrypto, penurunan ini mencerminkan melemahnya minat investor ritel serta berkurangnya aliran modal segar. Padahal, partisipasi pemegang baru memiliki peran penting dalam menjaga momentum reli, terutama bagi altcoin yang masih berkembang. Tanpa dorongan permintaan baru, kekuatan harga PUMP berisiko cepat memudar meskipun didukung whale.

    Baca juga: 3 Altcoin Pump Fun Ecosystem Ini Meledak Hingga 158% Sepekan

    Breakout Masih Dipertanyakan

    Secara teknikal, PUMP sebelumnya berhasil menembus pola cup and saucer, yang umumnya menjadi sinyal kelanjutan bullish. Breakout tersebut memproyeksikan potensi kenaikan hingga 57%, dari level $0,00264 menuju target $0,00420.

    Namun, harga gagal melanjutkan penguatan setelah penembusan awal, menunjukkan adanya keraguan dari sisi pembeli. Saat ini, PUMP diperkirakan akan bergerak konsolidasi di atas support $0,00264. Selama level ini bertahan, struktur bullish masih dianggap valid.

    Untuk menghidupkan kembali momentum, PUMP perlu merebut kembali resistance $0,00278 dan mengubahnya menjadi support. Keberhasilan di level tersebut dapat membuka peluang lanjutan reli.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kondisi ini menciptakan pertarungan klasik antara modal besar dan sentimen pasar organik. Kenaikan harga yang hanya ditopang oleh akumulasi segelintir paus tanpa adanya aliran masuk dana segar (fresh capital) dari investor ritel baru biasanya bersifat semu dan tidak berkelanjutan.

    Sebaliknya, jika tekanan jual berlanjut dan support $0,00264 jebol, harga berpotensi turun ke area $0,00242. Pelemahan lanjutan bahkan dapat membawa PUMP ke $0,00212, yang akan menandai kegagalan breakout dan membatalkan prospek kenaikan 57% yang sebelumnya diproyeksikan.

    Baca juga: 3 Altcoin Binance Alpha Airdrops Ini Meledak Berdasarkan Market Cap


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Whale Borong ETH Rp30 Triliun! Cadangan Cetak Rekor, Harga Naik?

    Ethereum (ETH) mencatat lonjakan signifikan dalam kepemilikan investor besar setelah pembelian lebih dari US$2 miliar dalam 30 hari terakhir. Aksi tersebut mendorong total strategic reserves Ethereum mencapai 6,81 juta ETH, dengan nilai sekitar US$22,52 miliar, menjadi level tertinggi sepanjang sejarah.

    Menariknya, peningkatan ini tidak diiringi bertambahnya jumlah partisipan. Data menunjukkan jumlah pemegang strategis tetap di angka 67 entitas, menandakan bahwa akumulasi berasal dari investor lama yang memperbesar posisi, bukan dari masuknya pemain baru.

    Minat Institusi Terus Menguat

    Selain akumulasi oleh pemegang besar, kepemilikan ETF Ethereum juga mengalami peningkatan. Total ETH yang disimpan melalui ETF kini mencapai 6,31 juta ETH, senilai sekitar US$20,85 miliar. Rasio pembelian terhadap penerbitan berada di level 6,8 kali, mencerminkan permintaan yang jauh melampaui suplai baru Ethereum.

    Dilaporkan Coincu, tren ini menunjukkan ketertarikan institusi terhadap ETH terus tumbuh melalui instrumen investasi terstruktur, meski kondisi harga belum sepenuhnya stabil.

    Harga Tertahan di Resistance Jangka Panjang

    Di sisi teknikal, Ethereum kembali menghadapi tantangan di area 200-day moving average (MA200). Dalam beberapa bulan terakhir, ETH tercatat beberapa kali gagal menembus level ini. Setiap penolakan sebelumnya diikuti koreksi tajam, masing-masing sekitar 27% dan 21%.

    Saat ini, harga ETH kembali bergerak tepat di bawah MA200. Jika pola historis terulang, pasar berpotensi mengalami koreksi lanjutan menuju kisaran US$2.600–US$2.700. Seorang analis menyebut bahwa penolakan ulang di MA200 membuka peluang terjadinya penurunan sekitar 20%.

    Baca juga: Alarm Menyala! Harga Ethereum Terancam Jatuh ke Bawah $3.000

    Zona Support Kunci Masih Bertahan

    Meski risiko koreksi meningkat, Ethereum baru-baru ini berhasil bertahan di zona support penting yang berada di antara level Fibonacci 0,618 hingga 0,75. Area ini juga bertepatan dengan support horizontal yang sebelumnya beberapa kali menahan penurunan harga.

    Penurunan tajam sempat membawa ETH menguji area tersebut, namun support masih bertahan pada percobaan awal. Sejumlah pelaku pasar menilai peluang rebound tetap terbuka, dengan target jangka pendek mengarah ke area US$3.440, asalkan support tidak ditembus.

    Kondisi Pasar Terkini

    Pada saat laporan ini disusun, harga Ethereum berada di level US$3.217,25, turun 3,5% dalam 24 jam terakhir. Namun secara mingguan, ETH masih mencatat kenaikan sekitar 2,8%. Volume perdagangan harian mencapai US$30,8 miliar, menunjukkan aktivitas pasar yang tetap tinggi.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, pasar Ethereum saat ini mengalami divergensi ekstrem antara fundamental permintaan (on-chain) dan aksi harga teknikal. Rasio pembelian-terhadap-penerbitan sebesar 6,8x adalah indikator supply shock yang sangat kuat; secara teoritis, kelangkaan ini seharusnya melambungkan harga.

    Dalam jangka pendek, arah pergerakan ETH akan sangat ditentukan oleh kemampuannya bertahan di zona support serta reaksinya terhadap resistance MA200. Sementara investor jangka panjang terus melakukan akumulasi, pelaku pasar jangka pendek kini menanti konfirmasi apakah Ethereum akan bangkit, atau justru memasuki fase koreksi lebih dalam.

    Baca Juga: Harga Ethereum Jebol $2.8K, Whale Diam-Diam Borong Rp3,7 Triliun ETH


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Jebol di Bawah $2! Sinyal Akumulasi, Peluang Rebound 13%?

    Harga XRP kembali melemah setelah gagal mengubah penguatan sebelumnya menjadi breakout yang berkelanjutan. Pada Selasa (20/1/2026) pukul 18.00 UTC, XRP diperdagangkan di kisaran $1,95, turun ke bawah level psikologis $2,00 dan memperpanjang tren koreksi.

    Sebelumnya, XRP sempat bergerak menyempit dalam struktur teknikal menurun yang membuka peluang kenaikan. Namun, skenario bullish tersebut runtuh ketika tekanan jual kembali mendominasi pasar. Meski begitu, data perilaku investor menunjukkan potensi pembalikan arah masih terbuka.

    Indikasi Akumulasi Mulai Terlihat

    Indikator Chaikin Money Flow (CMF) menampilkan sinyal positif berupa bullish divergence. Dalam 10 hari terakhir, CMF membentuk higher low sementara harga XRP justru mencetak lower low. Pola ini mengindikasikan adanya peningkatan akumulasi di tengah pelemahan harga, yang mencerminkan minat beli mulai tumbuh secara perlahan.

    Kenaikan CMF biasanya menandakan arus modal masuk yang menguat, meskipun harga masih terkoreksi. Kondisi ini memberi sinyal bahwa tekanan jual berpotensi melemah. Jika akumulasi berlanjut dan kondisi pasar membaik, XRP berpeluang mencatatkan pemulihan harga.

    Pertumbuhan Alamat Baru Melemah

    Di sisi lain, indikator fundamental jaringan justru menunjukkan sinyal kehati-hatian. Jumlah alamat baru XRP tercatat turun ke level terendah dalam 13 bulan, yakni sekitar 3.090 alamat. Penurunan ini mencerminkan melemahnya minat investor baru untuk masuk ke ekosistem XRP.

    Dilaporkan BeInCrypto, secara historis, pertumbuhan alamat baru menjadi pendorong utama reli harga XRP karena mencerminkan masuknya modal segar. Lemahnya pertumbuhan jaringan saat ini berpotensi membatasi likuiditas dan mengurangi katalis kenaikan harga dalam jangka pendek.

    Risiko Turun Masih Membayangi

    Dari sisi teknikal, XRP gagal menembus pola descending wedge yang sebelumnya diproyeksikan sebagai sinyal lanjutan bullish. Kegagalan ini memperkuat bias bearish, seiring kembalinya tekanan pasar secara luas.

    XRP kini bergerak tipis di atas level $1,93, yang menjadi support penting. Jika level tersebut ditembus, harga berpotensi turun lebih dalam menuju area $1,86. Sementara itu, pemulihan kecil yang sempat terjadi pada awal pekan tidak bertahan lama, menandakan kepercayaan pasar masih rapuh.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Namun demikian, peluang pembalikan arah tetap ada. Untuk mengurangi risiko penurunan lanjutan, XRP perlu merebut kembali level $2,00 dan ditutup secara meyakinkan di atasnya. Jika skenario ini tercapai, kepercayaan pasar dapat pulih dan membuka jalan menuju target $2,25, atau sekitar 13% lebih tinggi dari level saat ini.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, divergensi tajam antara sinyal teknikal akumulasi dan matinya pertumbuhan pengguna baru mengindikasikan bahwa potensi pemulihan saat ini sangat rapuh dan murni bersifat spekulatif tanpa dukungan permintaan organik yang berkelanjutan.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Alarm Menyala! Harga Ethereum Terancam Jatuh ke Bawah $3.000

    Harga Ethereum (ETH) kembali berada dalam tekanan setelah gagal bertahan di atas level resistance utama. Pergerakan harga terbaru menunjukkan tanda pelemahan, seiring struktur bearish yang kembali terbentuk usai reli singkat di awal bulan.

    Pada Selasa (20/1/2026) pukul 20.00 UTC, ETH diperdagangkan di sekitar $3.109. Kondisi pasar yang melemah secara umum, ditambah tekanan jual yang terus meningkat, membuat risiko penurunan harga semakin besar, meski investor jangka panjang masih terlihat melakukan akumulasi.

    Holder Jangka Panjang Masih Bertahan

    Dilaporkan BeInCrypto, data on-chain menunjukkan long-term holder (LTH) Ethereum masih berada dalam fase akumulasi. Indikator HODLer Net Position Change mencatat bar hijau konsisten sejak akhir Desember, menandakan distribusi menurun dan pembelian oleh investor berjangka panjang masih berlanjut.

    Akumulasi ini sejauh ini membantu meredam tekanan turun. Namun, analis menilai dukungan LTH berpotensi kewalahan apabila tekanan dari pasar derivatif dan sentimen makro terus memburuk.

    Baca juga: Ethereum Tersungkur ke $2.682, Level Ini Disebut Benteng Terakhir Whale

    Pasar Derivatif Beri Sinyal Bahaya

    Dari sisi derivatif, kondisi pasar ETH menunjukkan kecenderungan bearish. Sekitar 83% posisi terbuka (open interest) di pasar futures condong ke posisi short. Ketimpangan ini berisiko memicu volatilitas tinggi, terutama saat harga mendekati level psikologis penting.

    Data likuidasi mengungkap adanya zona bahaya di sekitar $3.000. Jika ETH turun ke area tersebut, potensi likuidasi posisi long diperkirakan mencapai $368 juta, yang dapat mempercepat tekanan jual dan memperdalam koreksi harga.

    Tekanan Jual Semakin Kuat

    Indikator momentum juga mengonfirmasi lemahnya kekuatan beli. Money Flow Index (MFI) Ethereum telah turun di bawah level 50, menandakan arus modal mulai keluar dari aset tersebut. Setelah sempat menyentuh area overbought di awal bulan, tekanan beli ETH terus melemah.

    Penurunan MFI biasanya mencerminkan dominasi penjual di pasar. Selama arus dana belum kembali positif, harga Ethereum dinilai masih rentan melanjutkan penurunan.

    Risiko Breakdown ke $2.900

    Secara teknikal, grafik 12 jam ETH menunjukkan pola double top, yang merupakan formasi bearish. Pola ini membuka peluang koreksi sekitar 7,5%, dengan target penurunan ke area $2.900.

    Support krusial berada di $3.085. Jika level ini jebol secara meyakinkan, tekanan jual diperkirakan meningkat, terutama saat harga menembus $3.000, yang dikenal sebagai level psikologis penting dengan risiko likuidasi tinggi.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, divergensi antara akumulasi investor jangka panjang dan tekanan jual spekulatif jangka pendek sering kali menciptakan “jebakan likuiditas” (liquidity trap), di mana harga sengaja didorong turun untuk memicu likuidasi posisi long sebelum tren utama berlanjut.

    Meski demikian, peluang pembalikan arah masih terbuka. Jika ETH mampu bertahan dan memantul dari area $3.085, kepercayaan pasar dapat pulih. Dalam skenario tersebut, Ethereum berpotensi menguji resistance di $3.287, yang sekaligus akan menggugurkan skenario bearish yang saat ini mendominasi.

    Baca Juga: Harga Ethereum Jebol $2.8K, Whale Diam-Diam Borong Rp3,7 Triliun ETH


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ZEC Terancam Jebol! Harga Bisa Amblas ke $300, Ini Sinyal yang Muncul

    Zcash (ZEC) berada di titik krusial setelah tekanan jual terus berlanjut dalam beberapa hari terakhir. Pada perdagangan terbaru, ZEC tercatat di kisaran $346,96, turun 7,1% dalam 24 jam dan melemah sekitar 11% sepanjang sepekan.

    Secara teknikal, pergerakan harga ZEC saat ini berada di dekat batas bawah descending channel pada grafik harian. Area $360 menjadi level penting karena sebelumnya kerap berfungsi sebagai zona pertahanan pembeli. Level ini juga bertepatan dengan EMA 200 hari, yang sering menjadi titik perhatian dalam fase tren turun.

    Jika level $360 mampu dipertahankan, peluang pantulan jangka pendek ke area $480–$500 masih terbuka. Namun, kegagalan menjaga support tersebut berisiko mendorong harga turun lebih dalam.

    Tren Masih Lemah, Volume Belum Mendukung

    Pergerakan harga Zcas (ZECh/USDT) pada Sabtu, 31 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Zcas (ZECh/USDT) pada Sabtu, 31 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Tekanan bearish masih mendominasi pasar. Harga ZEC tetap bergerak di bawah EMA 20, 50, dan 100 hari, yang seluruhnya mengarah turun. Kondisi ini menandakan momentum yang lemah serta kontrol pasar yang masih dipegang penjual.

    Dilaporkan Coincu, volume perdagangan juga terpantau moderat, tanpa lonjakan berarti yang menunjukkan adanya upaya kuat mempertahankan support. Jika terjadi penembusan bersih di bawah $360 dengan volume tinggi, target penurunan berikutnya diperkirakan mengarah ke $300, area yang sebelumnya pernah menjadi zona konsolidasi.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kontradiksi antara aksi harga yang lesu dan penarikan pasokan oleh institusi mengisyaratkan bahwa fase ini adalah zona kapitulasi bagi ritel yang sekaligus menjadi peluang serok bagi pemegang modal besar sebelum siklus pasar berbalik.

    Aliran ZEC Keluar dari Bursa

    Data on-chain periode September 2025 hingga Januari 2026 menunjukkan perubahan pola arus token di bursa. Saat harga ZEC menembus $700 pada awal November, arus masuk ke bursa meningkat, kondisi yang kerap dikaitkan dengan persiapan aksi jual.

    Namun setelah harga mencapai puncaknya, arus tersebut berbalik. Netflow menjadi negatif, menandakan lebih banyak ZEC ditarik keluar dari bursa. Biasanya, kondisi ini mencerminkan pemindahan aset ke dompet pribadi atau cold storage, meski belum cukup kuat untuk membalikkan tren turun yang sedang berlangsung.

    Aktivitas Whale Meningkat

    Di tengah pelemahan harga, aktivitas whale terpantau meningkat. Sejumlah pemegang besar terlihat melakukan pembelian saat harga turun dan menarik token dari bursa. Pola ini mengindikasikan kepercayaan jangka panjang, tetapi sejauh ini belum mampu menghentikan penurunan harga.

    “Selama tekanan jual belum mereda, level $300 masih menjadi kemungkinan,” ujar seorang pengamat pasar. Dengan ZEC yang kini berada di zona penentuan, pergerakan harga dalam beberapa hari ke depan akan menjadi penentu apakah support mampu bertahan atau justru jebol dan membuka ruang penurunan lanjutan.

    Baca juga: Tim Developer Zcash Bubar! Gimana Nasib Proyeknya?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sinyal Lama XRP Muncul Lagi di Bawah $2, Berbahaya di Dalam?

    Pergerakan harga XRP terlihat relatif stabil dalam beberapa waktu terakhir. Namun di balik konsolidasi yang tampak tenang tersebut, tekanan psikologis di kalangan investor justru terus meningkat. Data onchain terbaru dari perusahaan analitik blockchain Glassnode menunjukkan bahwa struktur pasar XRP saat ini mengulang pola yang terakhir kali terjadi pada awal 2022.

    Dalam unggahan di platform X pada 19 Januari 2026, Glassnode menyebut bahwa struktur pasar XRP saat ini sangat mirip dengan kondisi Februari 2022. Tekanan terutama terlihat dari pergeseran kepemilikan antara investor jangka pendek dan pemegang jangka menengah hingga panjang.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 31 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 31 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    “Investor yang aktif dalam rentang 1 minggu hingga 1 bulan kini mengakumulasi XRP di bawah cost basis kelompok pemegang 6 hingga 12 bulan,” tulis Glassnode. Kondisi ini, menurut mereka, secara bertahap meningkatkan tekanan psikologis pada investor yang membeli di harga lebih tinggi.

    Baca juga: XRP Tertahan di Bawah US$2, Data Ungkap Aksi Senyap Whale Besar

    Grafik Harga XRP

    Dilaporkan News Bitcoin, grafik yang dibagikan Glassnode memperlihatkan realized price XRP berdasarkan kelompok usia kepemilikan. Investor baru terlihat masuk pada level harga yang lebih rendah dibandingkan investor lama yang masih berada dalam posisi rugi. Pola ini mengindikasikan terjadinya rotasi suplai, bukan distribusi agresif, di mana likuiditas diserap oleh partisipan baru sementara pemegang lama masih “terjebak” di bawah harga beli.

    Situasi tersebut umumnya muncul saat pasar berada dalam fase konsolidasi berkepanjangan, ditandai dengan pergerakan harga yang sempit dan volatilitas yang tertekan. Pada siklus sebelumnya, struktur serupa sering kali diikuti periode ketidakpastian yang panjang sebelum akhirnya memicu pergerakan besar di pasar.

    Tekanan psikologis ini juga diperkuat oleh level harga $2 yang disebut Glassnode sebagai zona krusial bagi pemegang XRP. Dalam unggahan terpisah pada 24 November, Glassnode mencatat bahwa sejak awal 2025, setiap kali XRP menguji level $2, investor merealisasikan kerugian antara US$500 juta hingga US$1,2 miliar per minggu.

    Menurut Glassnode, pola tersebut menegaskan kuatnya pengaruh level $2 terhadap perilaku jual investor. Uji ulang berulang pada level psikologis ini dinilai meningkatkan realisasi kerugian dan menekan kepercayaan di sisi penjual.

    Tim Research Tokocrypto memaparkan Transfer kepemilikan dari tangan lemah yang merugi ke investor baru di tengah konsolidasi harga adalah sinyal klasik akumulasi ulang yang sering kali menjadi bahan bakar utama untuk pembalikan tren yang eksplosif.

    Meski analisis ini tidak secara langsung memprediksi arah harga selanjutnya, Glassnode menekankan bahwa tekanan berbasis cost basis dan faktor psikologis sering kali menjadi penentu utama sebelum pasar menemukan arah baru. Pada siklus sebelumnya, kondisi serupa pernah mendahului baik penurunan tajam maupun fase ekspansi baru, tergantung pada likuiditas dan sentimen pasar kripto secara keseluruhan.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Yen Jepang Bergejolak, Sinyal Intervensi Fed Picu Spekulasi Bitcoin

    Pasar keuangan global tengah berada dalam kewaspadaan tinggi setelah yen Jepang mencatat pergerakan terbesar dalam enam bulan terakhir. Lonjakan ini memicu spekulasi bahwa pemerintah Jepang, berpotensi dengan dukungan Amerika Serikat melalui Federal Reserve (Fed), tengah menyiapkan langkah intervensi untuk menstabilkan mata uang tersebut.

    Pergerakan tajam yen terjadi setelah Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, memperingatkan adanya pergerakan nilai tukar yang dinilai “tidak normal”. Pernyataan itu mendorong pasangan dolar AS terhadap yen (USD/JPY) turun drastis dari hampir menyentuh level 160 ke sekitar 155,6 per dolar AS. Level tersebut menjadi penguatan harian terbesar yen sejak Agustus dan posisi terkuat sepanjang 2026.

    Sikap Pelaku Pasar Kripto

    Pelaku pasar mencatat bahwa posisi short terhadap yen saat ini berada di level tertinggi dalam satu dekade. Kondisi ini meningkatkan risiko gejolak pasar apabila yen kembali melemah. Pengamat pasar Walter Bloomberg menyebut bahwa dengan tekanan politik dan agenda pemilu yang mendekat, otoritas Jepang tampak semakin siap untuk bertindak.

    Spekulasi intervensi semakin menguat setelah muncul laporan bahwa New York Fed menghubungi sejumlah bank besar. Langkah tersebut secara historis kerap menjadi sinyal awal koordinasi aksi di pasar valuta asing antara Amerika Serikat dan Jepang.

    Baca juga: Trump Umumkan Calon Bos The Fed, Pasar Keuangan Dunia Panik

    Sejarah menunjukkan bahwa intervensi bersama kedua negara dapat berdampak signifikan. Kesepakatan Plaza Accord pada 1985 dan aksi bersama saat Krisis Keuangan Asia 1998 terbukti mampu menstabilkan yen, melemahkan dolar AS, serta mendorong reli aset global.

    Dilaporkan BeInCrypto, analis menilai, jika intervensi kembali dilakukan secara terkoordinasi, dampaknya bisa menyerupai kondisi pasca-krisis 2008, yakni peningkatan likuiditas global. CFA Michael Gayed menilai bahwa intervensi sepihak oleh Jepang berisiko memaksa Bank of Japan menjual obligasi pemerintah AS untuk memperoleh dolar, yang berpotensi mengguncang pasar utang global. Sebaliknya, kerja sama dengan Fed dapat menekan risiko tersebut dengan melemahkan dolar secara terkontrol.

    Pelemahan dolar dinilai akan meningkatkan likuiditas global dan menguntungkan berbagai kelas aset, termasuk saham, komoditas, dan kripto. Bitcoin disebut memiliki korelasi positif yang kuat dengan yen serta hubungan terbalik dengan dolar AS, sehingga berpotensi mengalami repricing signifikan jika dolar melemah.

    Analisis Pasar

    Namun, analis juga mengingatkan adanya risiko volatilitas jangka pendek. Penguatan yen berpotensi memicu pembongkaran posisi carry trade berbasis yen. Sebagai contoh, pada Agustus 2024, kenaikan suku bunga kecil oleh Bank of Japan sempat memperkuat yen dan memicu aksi jual kripto senilai sekitar US$15 miliar dalam enam hari, dengan harga Bitcoin anjlok dari US$64.000 ke US$49.000.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, jika AS dan Jepang melakukan intervensi bersama dengan menjual Dolar untuk membeli Yen, ini secara efektif membanjiri pasar dengan likuiditas Dolar dan melemahkan indeks Dolar (DXY). Dolar yang lemah dan likuiditas global yang melimpah adalah bahan bakar utama untuk bull market kripto dan saham.

    Selain kripto, risiko juga membayangi pasar obligasi. Tekanan pada pasar obligasi pemerintah Jepang dikhawatirkan dapat merembet ke US Treasury dan memengaruhi suku bunga global serta arus aset safe haven.

    Meski demikian, sejumlah analis melihat kondisi ini sebagai setup yang berisiko namun berpotensi bullish secara historis. Jika Fed dan Jepang benar-benar bertindak bersama, pasar global berpeluang mencatat reli luas dalam jangka menengah hingga panjang, meskipun fase penyesuaian jangka pendek diperkirakan tetap penuh gejolak.

    Perkembangan yen kini menjadi sorotan utama pelaku pasar dan pembuat kebijakan, karena dampaknya diyakini tidak hanya akan menentukan arah dolar dan yen, tetapi juga membentuk salah satu konfigurasi makroekonomi paling penting tahun ini.

    Baca juga: 8,4 Juta WLFI Gratis! Begini Cara Mendapatkannya Lewat Program USD1


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Galaxy Group Luncurkan Hedge Fund Kripto US$100 Juta Meluncur 2026

    Galaxy Group mengumumkan rencana peluncuran hedge fund kripto senilai US$100 juta pada kuartal pertama 2026. Langkah ini menandai ekspansi strategis perusahaan dalam memanfaatkan volatilitas pasar aset digital dan transformasi industri keuangan global.

    Hedge fund tersebut akan dipimpin oleh Joe Armao dan dirancang untuk berfokus pada peluang di tengah fluktuasi pasar. Sekitar 30% dana akan dialokasikan ke token kripto, sementara sisanya diinvestasikan pada saham sektor jasa keuangan yang terdampak oleh perkembangan teknologi aset digital.

    Dilaporkan Coincu, pendiri dan CEO Galaxy Group, Mike Novogratz, menyebut inisiatif ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam merespons perubahan lanskap keuangan global. Menurutnya, penguatan neraca keuangan menjadi kunci untuk mendorong ekspansi bisnis Galaxy, termasuk di sektor aset digital dan pusat data.

    “Memperkuat neraca keuangan sangat penting untuk meningkatkan skala bisnis pusat data kami secara efisien, sekaligus menjaga fleksibilitas finansial untuk mendukung pertumbuhan di masa depan,” ujar Novogratz.

    Volatilitas Pasar Kripto

    Grafik harian Bitcoin (BTC), tangkapan layar di CoinMarketCap pada pukul 05:07 UTC tanggal 21 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Grafik harian Bitcoin (BTC), tangkapan layar di CoinMarketCap pada pukul 05:07 UTC tanggal 21 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Galaxy Group menilai volatilitas pasar kripto sebagai peluang untuk mengidentifikasi “pemenang dan pecundang” dalam proses evolusi industri keuangan. Strategi ini mencerminkan pergeseran perusahaan ke arah inovasi digital yang lebih agresif, sekaligus menargetkan partisipasi family office dan investor institusional.

    Sebagai firma multi-strategi, Galaxy Digital sebelumnya belum pernah meluncurkan hedge fund dengan fokus ganda pada token kripto dan saham jasa keuangan, menjadikan produk ini sebagai pendekatan baru dalam adaptasi terhadap dinamika pasar.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, keputusan untuk memadukan eksposur token langsung dengan ekuitas perusahaan finansial mencerminkan strategi mitigasi risiko institusional yang cerdas, di mana volatilitas kripto diredam oleh stabilitas saham infrastruktur guna menarik modal konservatif masuk ke ekosistem aset digital.

    Sementara itu, kondisi pasar kripto masih menunjukkan volatilitas tinggi. Berdasarkan data CoinMarketCap per 21 Januari 2026, harga Bitcoin (BTC) tercatat di level US$89.360,14 dengan kapitalisasi pasar mencapai US$1,79 triliun. BTC mengalami penurunan 2,52% dalam 24 jam terakhir dan terkoreksi 17,83% dalam 90 hari.

    Riset Coincu menyebut meningkatnya pengaruh aset digital dan teknologi kecerdasan buatan berpotensi mendorong perubahan regulasi serta inovasi keuangan. Perkembangan ini dinilai dapat mengubah praktik manajemen aset dan strategi investasi tradisional secara fundamental.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Menguat ke $84.121, Sinyal Rebound?

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat berada di level $84.121,85, menguat sekitar +1,97% dibandingkan perdagangan sebelumnya.

    Kenaikan ini menjadi sinyal awal pemulihan setelah tekanan jual yang mendominasi pasar kripto dalam beberapa hari terakhir.

    Meski demikian, secara keseluruhan Bitcoin masih bergerak dalam fase konsolidasi, dengan pelaku pasar cenderung berhati-hati menunggu kepastian arah tren berikutnya.

    Menurut catatan Tokocrypto pada Sabtu (31/1), kapitalisasi pasar BTC saat ini berada di kisaran $1,67 triliun, menempatkannya tetap sebagai aset kripto terbesar nomor satu secara global.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Anjlok 6%, Tekanan Masih Dominan

    Pergerakan Harga Bitcoin Hari Ini

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak pada rentang harga terendah $81.765,07 dan tertinggi $84.466,36.

    Area ini menjadi zona penting yang mencerminkan tarik-menarik antara tekanan jual dan upaya pembalikan arah oleh pembeli.

    Secara intraday, BTC juga mencatatkan kenaikan +0,35% dalam 1 jam terakhir, menandakan adanya minat beli jangka pendek.

    Sementara itu, perubahan harga harian tercatat +2,14%, memperkuat narasi bahwa Bitcoin sedang mencoba membentuk rebound teknikal.

    Namun, dalam perspektif mingguan, Bitcoin masih mengalami penurunan -6,4%, yang menunjukkan bahwa tekanan jangka menengah belum sepenuhnya berakhir.

    Kinerja Historis BTC: Koreksi Masih Dominan

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 31 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 31 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika ditinjau dari data historis, performa Bitcoin dalam beberapa periode terakhir masih mencerminkan fase koreksi:

    • 30 hari terakhir: turun -4,26%
    • 60 hari terakhir: turun -2,64%
    • 90 hari terakhir: terkoreksi tajam -23,58%

    Penurunan signifikan dalam 90 hari terakhir ini membuat harga BTC masih cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $126.198,07.

    Kondisi tersebut mencerminkan sentimen risk-off yang masih membayangi pasar kripto secara keseluruhan.

    Likuiditas dan Aktivitas Pasar

    Volume perdagangan Bitcoin dalam 24 jam terakhir tercatat mencapai $58,77 miliar, menandakan likuiditas pasar masih relatif sehat.

    Tingginya volume ini menunjukkan bahwa meski harga berfluktuasi, minat transaksi terhadap Bitcoin tetap kuat.

    Pasokan beredar Bitcoin saat ini mencapai 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,15% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

    Dengan tingkat suplai yang semakin mendekati batas maksimum, tekanan inflasi Bitcoin secara struktural tetap sangat rendah, menjadi salah satu daya tarik utama bagi investor jangka panjang.

    Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) Bitcoin berada di kisaran $1,76 triliun, selaras dengan kondisi suplai yang hampir sepenuhnya beredar.

    Analisa Sentimen dan Level Teknis Penting

    Dari sisi teknikal, area $81.000–$82.000 kini menjadi zona support penting yang berhasil dipertahankan. Selama Bitcoin mampu bertahan di atas area ini, potensi rebound lanjutan masih terbuka.

    Sementara itu, level $84.500–$85.000 menjadi resistance terdekat.

    Jika BTC mampu menembus dan bertahan di atas area tersebut, target berikutnya berada di kisaran $88.000–$90.000, yang juga merupakan level psikologis penting bagi pasar.

    Namun, kegagalan menembus resistance dapat membuat Bitcoin kembali bergerak sideways dengan volatilitas tinggi.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $88.944, Uji Area Support

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin mulai bangkit ke level $84.121, didukung oleh kenaikan harian hampir 2% dan volume perdagangan yang tetap solid.

    Meski masih berada dalam tren koreksi jangka menengah, sinyal rebound teknikal mulai terlihat.

    Bagi investor dan trader, fase ini menjadi momen krusial untuk mencermati pergerakan harga di area support dan resistance utama.

    Selama Bitcoin mampu mempertahankan momentum dan tidak kembali menembus support kunci, peluang pemulihan bertahap tetap terbuka—meski volatilitas diperkirakan masih akan mewarnai pergerakan harga BTC dalam waktu dekat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Rebound Mendadak! Harga Pi Network Naik 6,5% dalam 24 Jam

    Harga Pi Network (PI) mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 6,54% dalam 24 jam terakhir, bergerak berlawanan arah dengan mayoritas pasar kripto yang masih berada dalam tekanan.

    Lonjakan ini menarik perhatian pelaku pasar, mengingat PI sebelumnya mengalami penurunan tajam hingga lebih dari 95% dari puncak harga tahun 2025.

    Kenaikan harga PI kali ini dinilai bukan didorong oleh perubahan fundamental besar, melainkan kombinasi faktor teknikal, pergeseran perilaku whale, serta sejumlah pembaruan kecil pada ekosistem.

    Menurut laporan Coinmarketcap pada Sabtu (31/1), kondisi ini membuat reli PI lebih tepat disebut sebagai technical rebound atau relief rally.

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,162, Terseret Tekanan Makro

    Rebound dari Kondisi Oversold Ekstrem

    Salah satu pemicu utama penguatan harga Pi Network adalah kondisi teknikal yang sangat jenuh jual.

    Indikator Relative Strength Index (RSI) sempat turun ke level 27,6, menjadi titik terendah sejak Oktober 2025.

    Level RSI di bawah 30 secara umum dianggap sebagai sinyal oversold ekstrem, yang sering kali memicu aksi beli spekulatif.

    Selain itu, indikator MACD yang berada di area negatif (-0,00208) mengindikasikan tekanan bearish mulai kehilangan momentum.

    Kombinasi ini mendorong trader jangka pendek untuk masuk, terutama setelah harga PI mampu mempertahankan area support penting di sekitar $0,16.

    Dari sisi teknikal, level $0,175 kini menjadi area pivot krusial. Jika PI mampu bertahan dan mencatatkan penutupan harian di atas level tersebut, peluang penguatan lanjutan masih terbuka.

    Namun, zona $0,20–$0,202 yang bertepatan dengan Fibonacci retracement 23,6% diperkirakan menjadi resistance kuat dalam waktu dekat.

    Aktivitas Whale Berubah, Tekanan Jual Mereda

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 31 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 31 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap

    Faktor kedua yang turut mendukung reli harga PI adalah perubahan perilaku dari pemegang besar (whale).

    Data on-chain menunjukkan bahwa whale terbesar Pi Network, yang menguasai sekitar 384 juta PI atau setara lebih dari $64 juta, menghentikan aksi jualnya setelah sebelumnya melakukan akumulasi selama 17 hari berturut-turut.

    Meski whale tersebut juga tidak melanjutkan pembelian, absennya tekanan jual dari alamat besar ini memberikan stabilitas sementara pada harga PI.

    Selain itu, arus masuk token ke bursa tercatat menurun drastis menjadi sekitar 2 juta PI per hari, jauh lebih rendah dibandingkan jadwal unlock bulanan yang mencapai 35 juta PI pada Februari.

    Namun demikian, risiko struktural masih membayangi. Sepanjang tahun 2026, Pi Network dijadwalkan membuka sekitar 1,3 miliar token PI, atau rata-rata 17 juta PI per bulan.

    Jumlah ini berpotensi kembali menekan harga jika permintaan tidak tumbuh signifikan.

    Update Ekosistem Beri Dorongan Psikologis

    Dari sisi pengembangan, Pi Network juga mencatatkan beberapa pembaruan minor yang memberikan sentimen positif.

    Pada Januari 2026, tim Pi memperkenalkan Test-Pi payment tools, yang memungkinkan uji coba sistem pembayaran berbasis PI.

    Selain itu, kemitraan dengan CiDi Games diumumkan sebagai bagian dari upaya memperluas use case token PI.

    Meski adopsi nyata dari pembaruan ini masih sangat terbatas dan belum menyentuh sektor DeFi atau open ecosystem yang lebih luas, langkah tersebut setidaknya menunjukkan bahwa pengembangan proyek masih berjalan.

    Bagi komunitas, hal ini menjadi dorongan psikologis setelah periode panjang tekanan harga.

    Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok 4,22% ke $0,167, Minimnya Utilitas Jadi Beban

    Kenaikan harga Pi Network sebesar 6,54% dalam 24 jam lebih banyak dipicu oleh faktor teknikal dan sentimen jangka pendek, bukan perubahan fundamental mendasar.

    Kondisi oversold ekstrem, berkurangnya tekanan jual dari whale, serta update ekosistem skala kecil menjadi katalis utama reli ini.

    Namun, dengan RSI yang masih berada di bawah 30 (29,23) dan jadwal unlock token yang agresif, volatilitas tinggi diperkirakan masih akan berlanjut.

    Area $0,17 kini menjadi level kunci yang perlu dipertahankan. Jika Bitcoin kembali melemah dan menguji area $81.000, tekanan jual terhadap PI berpotensi kembali meningkat.

    Bagi investor, fase ini lebih cocok dipandang sebagai reli teknikal jangka pendek, sambil terus memantau data on-chain, pergerakan whale, dan perkembangan fundamental Pi Network ke depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com