Author: 17

  • Founder Zigchain Perpanjang Lock Token hingga 2026, Sinyal Kenaikan?

    Proyek blockchain Zigchain kembali menjadi sorotan setelah para pendirinya (founders) secara resmi memperpanjang periode lock token mereka selama satu tahun hingga Januari 2026, menurut laporan Coinmarketcal pada Sabtu (31/1).

    Keputusan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap pengembangan ekosistem, sekaligus mengurangi kekhawatiran pasar terkait potensi aksi jual besar-besaran (dump) dari insider.

    Dalam industri kripto, isu tokenomics dan perilaku insider sering kali menjadi faktor krusial yang memengaruhi kepercayaan investor.

    Oleh karena itu, kebijakan perpanjangan lock-up dari pihak founder Zigchain ini dinilai sebagai sinyal positif yang dapat memperbaiki sentimen pasar terhadap proyek tersebut.

    Baca Juga: Wall Street Menghijau, Saham Blockchain AS Melejit Tajam! Ini Pemicunya

    Apa Arti Perpanjangan Lock Token bagi Investor?

    Perpanjangan lock token berarti token yang dimiliki oleh founder tetap tidak dapat diperdagangkan atau dijual di pasar hingga periode tertentu berakhir.

    Dengan memperpanjang lock-up hingga Januari 2026, para pendiri Zigchain secara efektif menunda potensi tekanan jual dari token insider dalam jangka menengah.

    Langkah ini penting karena salah satu risiko utama dalam proyek kripto tahap awal adalah dump token oleh founder atau tim inti, yang dapat memicu penurunan harga tajam dan merusak kepercayaan komunitas.

    Dengan meniadakan risiko tersebut dalam satu tahun ke depan, Zigchain memberikan kepastian tambahan bagi investor ritel maupun institusional.

    Sinyal Kepercayaan Founder terhadap Masa Depan Proyek

    Tim Research Tokocrypto menilai keputusan ini sebagai sinyal kepercayaan internal yang kuat. Dalam keterangannya, mereka menyebut bahwa lock-up extension mencerminkan keyakinan founder terhadap prospek jangka panjang Zigchain, bukan sekadar mengejar keuntungan jangka pendek dari fluktuasi harga.

    “Lock-up extension adalah sinyal kepercayaan founder yang kuat, berpotensi meningkatkan trust investor dan demand. Media coverage positif memperkuat efek ini, mengindikasikan probabilitas price movement yang baik,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Dalam konteks psikologi pasar, tindakan ini juga memiliki efek reputasional.

    Founder yang bersedia mengunci aset mereka lebih lama menunjukkan bahwa mereka “berada di perahu yang sama” dengan investor, sehingga kepentingan jangka panjang kedua belah pihak menjadi selaras.

    Dampak terhadap Sentimen dan Potensi Harga

    Secara historis, pengumuman perpanjangan lock token sering kali direspons positif oleh pasar, terutama pada proyek dengan kapitalisasi kecil hingga menengah.

    Berkurangnya risiko suplai mendadak dapat menciptakan supply shock positif, di mana jumlah token yang beredar lebih terbatas dibandingkan potensi permintaan.

    Selain itu, liputan media yang positif terhadap keputusan ini berpotensi meningkatkan eksposur Zigchain di kalangan investor baru.

    Kombinasi antara sentimen positif dan narasi “founder commitment” sering kali menjadi katalis jangka pendek hingga menengah bagi pergerakan harga.

    Namun demikian, analis juga mengingatkan bahwa efek lock-up extension bukanlah jaminan kenaikan harga secara instan.

    Faktor fundamental lain seperti perkembangan produk, adopsi jaringan, serta kondisi pasar kripto secara keseluruhan tetap menjadi variabel penentu.

    Konteks Lebih Luas: Tren Transparansi di Industri Kripto

    Keputusan Zigchain ini sejalan dengan tren yang lebih luas di industri kripto, di mana proyek-proyek mulai menekankan transparansi tokenomics dan tata kelola yang sehat. Investor kini semakin kritis terhadap distribusi token dan jadwal unlock, terutama setelah banyak kasus insider dump yang merugikan pasar dalam beberapa tahun terakhir.

    Dengan memperpanjang lock token secara sukarela, Zigchain berusaha menempatkan dirinya sebagai proyek yang mengedepankan keberlanjutan dan akuntabilitas, bukan sekadar spekulasi jangka pendek.

    Baca Juga: BNB Chain Cetak Rekor US$20,9 Miliar, Harga BNB Bangkit ke US$860

    Perpanjangan periode lock token founder Zigchain hingga Januari 2026 merupakan langkah strategis yang memperkuat narasi komitmen jangka panjang proyek.

    Kebijakan ini mengurangi risiko tekanan jual dari insider, meningkatkan kepercayaan investor, serta berpotensi memperbaiki sentimen pasar terhadap token Zigchain.

    Meski dampak positif terhadap harga tidak bisa dijamin secara langsung, langkah ini memberikan fondasi psikologis dan struktural yang lebih sehat bagi pertumbuhan ekosistem Zigchain ke depan.

    Bagi investor, keputusan ini dapat dipandang sebagai sinyal positif, terutama jika diiringi dengan progres nyata dalam pengembangan produk dan adopsi jaringan dalam beberapa bulan mendatang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Radix Gelar Uji Hyperscale Live, Pembuktian Klaim Skalabilitas Layer-1

    Proyek blockchain Radix bersiap mencatatkan tonggak teknis penting dengan menggelar uji performa live Hyperscale pada 31 Januari 2026 pukul 15.00 UTC.

    Menurut forum Coinmarketcal pada Sabtu (31/1), uji coba ini menjadi ajang pembuktian langsung atas klaim Radix sebagai salah satu blockchain Layer-1 dengan arsitektur skalabilitas paling ambisius di industri kripto.

    Berbeda dengan testnet tertutup atau simulasi internal, uji Hyperscale ini akan dilakukan secara live dan dapat disaksikan publik.

    Hal tersebut menjadikannya momen krusial bagi Radix untuk menunjukkan kemampuan throughput, latensi, serta pengalaman pengguna (UX) dalam kondisi mendekati penggunaan dunia nyata.

    Baca Juga: Wall Street Menghijau, Saham Blockchain AS Melejit Tajam! Ini Pemicunya

    Apa Itu Hyperscale dan Mengapa Penting?

    Hyperscale merupakan pendekatan skalabilitas Radix yang dirancang untuk memungkinkan paralelisme transaksi masif tanpa mengorbankan keamanan atau desentralisasi.

    Arsitektur ini bertujuan mengatasi salah satu masalah klasik blockchain Layer-1, yakni trade-off antara kecepatan, biaya, dan stabilitas jaringan.

    Dalam banyak kasus, blockchain L1 yang mengklaim skalabilitas tinggi sering kali hanya membuktikannya melalui teori atau pengujian terbatas.

    Hyperscale live test Radix menjadi penting karena berfungsi sebagai validasi empiris, bukan sekadar klaim whitepaper.

    Jika uji ini berhasil menunjukkan lonjakan throughput transaksi dengan UX yang tetap mulus, Radix berpotensi memperkuat posisinya sebagai kandidat serius infrastruktur Web3 berskala global, terutama untuk DeFi dan aplikasi on-chain kompleks.

    Bukan Upgrade Mainnet, Tapi Tetap Krusial

    Tim Research Tokocrypto menekankan bahwa uji Hyperscale ini bukan merupakan upgrade mainnet atau perubahan tokenomics.

    Namun demikian, dampaknya terhadap narasi dan persepsi pasar tidak bisa diabaikan.

    “Hyperscale test adalah milestone teknis penting namun bukan mainnet upgrade atau perubahan tokenomics. Jika demo berhasil menunjukkan breakthrough throughput/UX, ini dapat memperkuat narasi performa L1 dan mendukung volatilitas menengah di XRD/EXRD,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Artinya, meskipun tidak ada perubahan langsung pada mekanisme token XRD atau EXRD, keberhasilan uji ini dapat memengaruhi sentimen investor dan developer dalam jangka menengah.

    Dampak Potensial bagi Ekosistem Radix

    Dari sisi ekosistem, uji Hyperscale memiliki implikasi strategis.

    Developer cenderung membangun di jaringan yang terbukti mampu menangani beban tinggi tanpa degradasi performa.

    Jika Radix berhasil membuktikan keunggulan teknisnya, minat pengembang untuk membangun dApp, DeFi, dan solusi enterprise di atas Radix berpotensi meningkat.

    Selain itu, validasi skalabilitas juga memperkuat positioning Radix di tengah persaingan ketat blockchain Layer-1 seperti Ethereum, Solana, dan Avalanche.

    Di era di mana narasi “high-performance blockchain” menjadi semakin umum, demonstrasi nyata menjadi pembeda utama.

    Potensi Dampak ke Harga XRD

    Secara historis, milestone teknis yang sukses sering kali menjadi katalis volatilitas jangka pendek hingga menengah.

    Namun, analis mengingatkan bahwa reaksi pasar sangat bergantung pada kualitas hasil uji dan ekspektasi yang telah terbentuk sebelumnya.

    Jika hasil demo melampaui ekspektasi pasar, sentimen positif dapat mendorong peningkatan minat spekulatif terhadap token XRD/EXRD.

    Sebaliknya, jika performa yang ditampilkan dianggap biasa atau tidak signifikan dibandingkan kompetitor, respons pasar bisa cenderung netral.

    Investor juga perlu mencermati fenomena “buy the rumor, sell the news”, di mana harga cenderung naik menjelang event besar namun terkoreksi setelahnya, terlepas dari hasil teknis yang solid.

    Baca Juga: 5 Token Layer-1 yang Menggila Hari Ini: Salah Satunya Melonjak 43%

    Uji performa live Hyperscale Radix pada 31 Januari 2026 merupakan milestone teknis penting yang dapat menjadi titik balik dalam narasi skalabilitas Layer-1 Radix.

    Meski tidak membawa perubahan langsung pada tokenomics atau mainnet, keberhasilan uji ini berpotensi memperkuat kepercayaan pasar, menarik minat developer, dan memicu volatilitas menengah pada XRD/EXRD.

    Bagi pelaku pasar, event ini layak dipantau sebagai indikator kemampuan nyata Radix dalam menjawab tantangan skalabilitas blockchain: tantangan yang hingga kini masih menjadi isu utama industri kripto global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XDC Network Aktifkan Upgrade Cancun, Fokus Perkuat Stabilitas

    XDC Network resmi mengaktifkan upgrade Cancun V2.6.8 pada Block 98.800.200, menandai langkah lanjutan dalam upaya meningkatkan stabilitas dan keandalan jaringan.

    Menurut catatan Coinmarketcal pada Sabtu (31/1), Upgrade ini dikategorikan sebagai hard fork bersifat maintenance, dengan fokus utama pada pembaruan node serta optimalisasi operasional jaringan, bukan pada penambahan fitur aplikasi baru atau perubahan tokenomics.

    Berbeda dengan hard fork besar yang biasanya membawa fitur inovatif atau narasi baru bagi pengguna ritel, Cancun V2.6.8 lebih diarahkan untuk memastikan fondasi teknis XDC Network tetap kuat dan stabil dalam jangka panjang.

    Baca Juga: ⁠5 Aset Kripto yang Jadi Sponsor Klub Sepak Bola Top Dunia

    Apa Itu Upgrade Cancun V2.6.8?

    Upgrade Cancun V2.6.8 merupakan pembaruan protokol yang mengharuskan validator dan operator node XDC untuk melakukan penyesuaian versi perangkat lunak mereka.

    Tujuan utamanya adalah meningkatkan stabilitas jaringan, kompatibilitas node, serta efisiensi operasional di level infrastruktur.

    Hard fork jenis ini umumnya dilakukan secara berkala oleh blockchain Layer-1 untuk menjaga performa jaringan tetap optimal, meminimalkan bug, dan memastikan sinkronisasi antar node berjalan lancar.

    Meski jarang menarik perhatian publik luas, upgrade semacam ini krusial bagi keberlangsungan ekosistem blockchain.

    Fokus Teknis, Bukan Katalis Spekulatif

    Tim Research Tokocrypto menegaskan bahwa upgrade Cancun V2.6.8 tidak dirancang sebagai pemicu hype pasar.

    Dalam keterangannya, mereka menilai bahwa dampak upgrade ini terhadap sentimen ritel dan aktivitas trading kemungkinan terbatas.

    “Hard fork ini bersifat teknis dan ditujukan untuk validator, bukan fitur aplikasi baru atau perubahan tokenomics. Retail awareness dan hype spekulatif kemungkinan terbatas. Ini terutama operasional, bukan katalis trading yang kuat,” jelas Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan ini menempatkan upgrade Cancun V2.6.8 sebagai langkah defensif dan preventif, bukan ofensif dalam menarik perhatian pasar.

    Mengapa Upgrade Maintenance Tetap Penting?

    Meskipun tidak membawa fitur baru yang langsung dirasakan pengguna, upgrade maintenance memiliki peran vital dalam menjaga keamanan dan keandalan jaringan.

    Blockchain yang mengabaikan pembaruan teknis berisiko menghadapi masalah seperti downtime, ketidaksinkronan node, atau kerentanan keamanan.

    Bagi XDC Network, yang memposisikan diri sebagai blockchain enterprise-ready dengan fokus pada use case institusional dan trade finance, stabilitas jaringan merupakan faktor krusial. Klien enterprise dan mitra institusional cenderung mengutamakan reliabilitas dibandingkan inovasi spekulatif jangka pendek.

    Dampak terhadap Validator dan Ekosistem

    Bagi validator, upgrade Cancun V2.6.8 menuntut kesiapan operasional untuk memastikan node mereka tetap kompatibel dan berfungsi optimal setelah hard fork. Validator yang gagal memperbarui sistem berisiko mengalami gangguan partisipasi dalam konsensus jaringan.

    Sementara itu, bagi developer dan pengguna aplikasi di atas XDC Network, upgrade ini diharapkan berjalan mulus tanpa gangguan berarti. Hard fork maintenance umumnya dirancang agar tidak mengganggu aktivitas aplikasi yang sudah berjalan, selama seluruh infrastruktur pendukung telah diperbarui dengan benar.

    Implikasi terhadap Harga Token XDC

    Dari sisi pasar, upgrade ini diperkirakan tidak memberikan dampak signifikan terhadap harga token XDC dalam jangka pendek.

    Tanpa perubahan tokenomics, insentif baru, atau fitur yang meningkatkan permintaan jaringan secara langsung, pergerakan harga cenderung mengikuti sentimen pasar kripto secara umum.

    Namun, dalam perspektif jangka panjang, konsistensi dalam melakukan upgrade teknis dapat memperkuat fundamental jaringan.

    Blockchain yang stabil dan terawat dengan baik memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan dan menarik mitra strategis.

    Baca Juga: Alasan Mengapa Upgrade Dencun Ethereum Sangat Penting

    Aktivasi upgrade Cancun V2.6.8 menegaskan komitmen XDC Network dalam menjaga stabilitas dan keandalan infrastruktur blockchain-nya.

    Meski tidak membawa fitur baru atau katalis spekulatif yang besar, langkah ini penting untuk memastikan jaringan tetap aman, efisien, dan siap mendukung use case enterprise.

    Bagi investor, upgrade ini lebih relevan sebagai indikator kesehatan teknis jaringan ketimbang peluang trading jangka pendek.

    Sementara bagi validator dan pelaku ekosistem, Cancun V2.6.8 menjadi pengingat bahwa fondasi teknis yang kuat tetap menjadi kunci keberlanjutan blockchain dalam jangka panjang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network Terjun 6% dalam Sehari, Tekanan Token Kian Besar

    Harga Pi Network (PI) kembali berada di bawah tekanan setelah turun 6,33% dalam 24 jam terakhir ke level $0,161, memperpanjang tren bearish dengan penurunan 21,8% secara bulanan.

    Performa ini juga mencerminkan lemahnya minat pasar terhadap aset berisiko di tengah kondisi pasar kripto global yang sedang berada dalam fase risk-off ekstrem.

    Sejumlah faktor fundamental dan teknikal dinilai berkontribusi terhadap pelemahan harga PI, mulai dari tekanan suplai akibat unlock token, struktur teknikal yang rapuh, hingga memburuknya sentimen pasar secara luas.

    Baca Juga: Harga Pi Network Terjun 6% dalam Sehari, Tekanan Unlock Token Kian Membesar

    Tekanan Unlock Token Masih Jadi Isu Utama

    Salah satu faktor paling signifikan yang membebani harga PI adalah lonjakan suplai token yang beredar.

    Sepanjang Januari 2026, Coinmarketcap melaporkan pada Minggu (1/2) bahwa sekitar 134–142 juta PI telah masuk ke sirkulasi, menjadikannya unlock bulanan terbesar sepanjang tahun ini.

    Dengan harga saat ini, nilai token yang dilepas ke pasar diperkirakan mencapai $21,5–$22,9 juta.

    Tekanan ini belum mereda, karena pada Februari mendatang masih terdapat jadwal unlock tambahan sekitar 98–130 juta PI.

    Kondisi ini menciptakan ketidakseimbangan antara suplai dan permintaan, terutama ketika minat beli relatif lemah.

    Data on-chain menunjukkan arus masuk ke exchange rata-rata mencapai 2 juta PI per hari, mengindikasikan kecenderungan holder untuk melepas token mereka.

    Di sisi lain, paus terbesar Pi Network yang memegang sekitar 384 juta PI juga tercatat menghentikan aktivitas akumulasi sejak lebih dari dua minggu terakhir, menghilangkan salah satu pilar penopang harga.

    Struktur Teknikal Kian Melemah

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap

    Dari perspektif analisis teknikal, PI menunjukkan struktur bearish yang semakin jelas.

    Harga saat ini diperdagangkan di bawah seluruh moving average utama, termasuk SMA 7 hari di $0,169 dan SMA 30 hari di $0,194.

    Break di bawah area support $0,173 mengonfirmasi dominasi seller dalam jangka pendek. Sementara itu, Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di level 22,24, menandakan kondisi oversold ekstrem.

    Namun, sejarah pergerakan harga PI menunjukkan bahwa kondisi oversold belum tentu diikuti oleh rebound signifikan, terutama jika tekanan suplai masih berlanjut.

    Sementara itu, MACD histogram yang negatif (-0,0021) mengonfirmasi momentum bearish yang belum menunjukkan tanda pembalikan.

    Dalam skenario pemulihan, area Fibonacci retracement di $0,165 hingga $0,176 kini berfungsi sebagai resistance kuat yang sulit ditembus tanpa katalis tambahan.

    Sentimen Pasar Global Ikut Menekan

    Pelemahan PI juga tidak terlepas dari kondisi pasar kripto secara keseluruhan. Dalam 24 jam terakhir, total kapitalisasi pasar kripto global turun 6,06% ke sekitar $2,67 triliun.

    Sentimen investor tercermin dari Crypto Fear & Greed Index yang jatuh ke level 18, menandakan kondisi “extreme fear”.

    Dominasi Bitcoin meningkat ke 59,03%, menunjukkan arus modal yang kembali terkonsentrasi ke aset utama, sementara altcoin berkapitalisasi kecil seperti PI mengalami kekeringan likuiditas.

    Volume perdagangan PI sendiri tercatat turun 51,45% menjadi $28,1 juta, memperbesar volatilitas dan mempercepat pergerakan turun harga.

    Prospek Jangka Pendek: Masih Penuh Tantangan

    Kombinasi antara tekanan tokenomics, lemahnya struktur teknikal, dan sentimen pasar yang defensif menciptakan kondisi yang menantang bagi PI dalam jangka pendek.

    Meski kondisi oversold berpotensi memicu technical bounce, arah tren utama masih cenderung menurun selama tidak ada katalis fundamental yang signifikan.

    Beberapa faktor yang dapat mengubah narasi ke depan antara lain pengurangan laju unlock, mekanisme burn token, atau pengumuman listing di exchange besar. Tanpa itu, pasar cenderung tetap berhati-hati.

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,162, Terseret Tekanan Makro

    Penurunan harga Pi Network ke $0,161 mencerminkan tekanan struktural yang masih kuat, terutama dari sisi suplai dan sentimen.

    Dengan unlock token lanjutan di depan mata dan minimnya dukungan teknikal, PI berada dalam fase kritis.

    Level $0,1515, yang merupakan titik terendah akhir Januari, kini menjadi area support kunci. Jika level ini gagal dipertahankan, risiko penurunan lanjutan menuju area psikologis $0,13 semakin terbuka.

    Bagi investor, kehati-hatian dan pemantauan ketat terhadap data unlock serta arus exchange menjadi kunci dalam menghadapi volatilitas PI ke depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aplikasi Bitchat Bisa Kirim Pesan dan Bitcoin Tanpa Internet, Gini Caranya!

    Jack Dorsey, pendiri Twitter dan CEO Block, Inc diketahui telah meluncurkan aplikasi Bitchat sejak 2025 lalu, Bitchat sendiri adalah sebuah platform pesan peer-to-peer yang memungkinkan pengiriman pesan terenkripsi tanpa internet. 

    Aplikasi ini dirancang untuk beroperasi melalui jaringan Bluetooth mesh, sehingga pengguna dapat berkomunikasi dan bertransaksi di area tanpa sinyal seluler atau Wi-Fi, seperti selama pemadaman listrik, bencana alam, atau di wilayah dengan pembatasan akses internet. 

    Baru baru ini banyak beredar video aplikasi Bitchat bisa mengirim Bitcoin langsung tanpa

    internet dengan metode peer-to-peer, lalu bagaimana caranya? Simak lebih lengkap yuk!

    Jack Dorsey dan Visi Bitchat

    Jack Dorsey, yang sering disebut sebagai visioner di dunia teknologi, telah lama menjadi pendukung setia Bitcoin. Setelah mundur dari posisi CEO Twitter pada 2021, Dorsey fokus pada pengembangan ekosistem Bitcoin melalui perusahaan Block (sebelumnya Square). Proyek-proyek seperti Bitkey, dompet Bitcoin self-custody, dan Spiral untuk pengembangan open-source Bitcoin, menunjukkan komitmennya terhadap desentralisasi dan kebebasan finansial.

    Bitchat lahir dari eksperimen akhir pekan Dorsey, terinspirasi dari protokol seperti Nostr dan IRC, yang menekankan komunikasi sederhana dan aman tanpa ketergantungan pada server pusat. Dorsey menyatakan bahwa Bitchat adalah eksperimen menuju komunikasi yang sepenuhnya bebas dan tidak bisa diblokir, mencerminkan gagasan tentang Bitcoin sebagai mata uang peer-to-peer elektronik yang dirancang untuk transaksi sehari-hari, seperti yang digagas oleh Satoshi Nakamoto.

    Fitur Bitchat Aplikasi Konvensional Seperti WhatsApp
    Koneksi Diperlukan Tidak perlu internet/seluler Memerlukan internet atau data seluler
    Keamanan Enkripsi E2E, mode panik Enkripsi E2E, tapi bergantung server
    Desentralisasi Penuh, P2P mesh Terpusat pada server perusahaan
    Transaksi Kripto Bitcoin offline (ujicoba) Tidak ada dukungan native
    Privasi Tanpa akun/nomor Memerlukan nomor telepon
    Jangkauan Terbatas pada proximity (200m+) Global, tapi bergantung koneksi

    Aplikasi ini tidak memerlukan nomor telepon, akun, atau koneksi internet, membuatnya ideal untuk situasi darurat. Di Nepal misalnya, dikutip Forbes, Bitchat telah berkembang pesat selama pemadaman internet akibat protes politik dan diblokirnya platform media sosial besar seperti Instagram dan X, sehingga banyak pengguna memanfaatkan Bitchat untuk melakukan koordinasi di tengah krisis.

    Melalui jangkauan hingga 300 meter antar perangkat, jaringan mesh Bluetooth memungkinkan pesan dan transaksi di-relay melalui beberapa hop (hingga 7 hop), memperluas jangkauan tanpa infrastruktur eksternal.

    Baca juga: Hyperliquid Donasikan $254.000 ke ZachXBT, Siapa ZachXBT? – Tokocrypto News

    Cara Kerja Bitchat untuk Kirim Bitcoin Tanpa Internet

    Baru baru ini banyak beredar video Bitchat yang bisa mengirim Bitcoin langsung tanpa internet dimana cara kerjanya pengguna dapat melakukan transaksi Bitcoin secara offline dengan cara pre-sign di dompet mereka. Transaksi yang sudah ditandatangani ini kemudian dikirim melalui jaringan Bluetooth mesh ke perangkat-perangkat terdekat.

    Transaksi tersebut disimpan sementara dan direlay antar perangkat dalam jaringan mesh dan pada prosesnya bisa melompati beberapa hop, sehingga jangkauan bisa melebihi 300 meter tergantung jumlah perangkat relay. 

    Ketika salah satu node/perangkat dalam jaringan akhirnya terhubung ke internet, misalnya saat sinyal kembali atau ada Wi-Fi, transaksi tersebut otomatis dibroadcast ke jaringan Bitcoin blockchain untuk konfirmasi final.

    Meskipun aplikasi ini tidak benar-benar membutuhkan internet, Bitchat tetap menjadi solusi inovatif untuk melakukan komunikasi atau transaksi kripto di wilayah terpencil, selama pemadaman internet, bencana alam, protes, atau situasi di mana koneksi tradisional terganggu.

    Baca juga: Contoh Nyata Manfaat Aset Kripto: Venezuela Andalkan USDT di Tengah Inflasi

    Cara Download Aplikasi Bitchat untuk Kirim Pesan dan Bitcoin Tanpa Internet

    Tampilan aplikasi Bitchat di iOS

    Meskipun versi rilis saat ini masih belum bisa memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi Bitcoin secara langsung, kamu bisa mencoba menggunakan aplikasi Bitchat di Android dan Apple Store.

    Cara menggunakannya:

    1. Download Bitchat di Android atau Apple Store.
    2. Berikan izin untuk menggunakan bluetooth di pengkatmu.
    3. Klik #Mesh yang ada di atas untuk kirim chat.
    4. Kamu akan melihat lokasi channel, mulai dari lingkup tetangga sampai negara.

    Manfaat dan Potensi Dampak

    Bitchat menawarkan banyak manfaat, terutama bagi komunitas yang sering mengalami pembatasan internet. Di negara-negara dengan regulasi ketat terhadap kripto atau media sosial, aplikasi ini bisa menjadi alat untuk kebebasan berekspresi dan transaksi finansial. 

    Bagi pengguna Bitcoin, fitur yang memunkinkan kirim Bitcoin tanpa internet tentunya akan memudahkan transfer di acara-acara seperti konferensi kripto atau di daerah pedesaan tanpa akses broadband.

    Kesimpulan

    Peluncuran Bitchat oleh Jack Dorsey menandai era baru dalam teknologi komunikasi dan finansial. Dengan rumor akan adanya fitur tambahan kirim Bitcoin tanpa internet, aplikasi ini tidak hanya akan meningkatkan aksesibilitas kripto, tetapi juga memperkuat prinsip kebebasan dan privasi di dunia digital.

    Bicara soal aksesibilitas, langkah paling nyata untuk ikut mendukung visi Satoshi Nakamoto seperti Jack Dorsey adalah dengan memiliki Bitcoin sendiri. Kamu bisa membeli Bitcoin lewat exchange berizin dan diawasi OJK, seperti Tokocrypto, dapatkan potongan 20% biaya trading tiap trade dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran—download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Anjlok ke $78.888, Tekanan Dominan

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali menunjukkan tekanan kuat setelah BTC tercatat turun 6,15% dalam 24 jam terakhir ke level $78.888,59, dipantau Tokocrypto pada Minggu (1/2).

    Penurunan ini memperpanjang tren bearish jangka menengah, di mana Bitcoin telah melemah 11,10% dalam 30 hari dan anjlok lebih dari 27% dalam 90 hari terakhir dari level puncaknya.

    Kondisi ini menandai salah satu fase koreksi terdalam Bitcoin sejak mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198, sekaligus menegaskan bahwa sentimen risk-off masih mendominasi pasar kripto secara global.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $84.121, Sinyal Rebound Mulai Terbentuk

    Tekanan Jangka Pendek Masih Kuat

    Dalam perdagangan 24 jam terakhir, Bitcoin sempat menyentuh level terendah $75.815, sebelum mencoba melakukan pemantulan teknikal hingga area $83.951.

    Namun, tekanan jual kembali muncul dan mendorong harga turun ke bawah $80.000. Secara intraday, pergerakan harga BTC juga masih rapuh.

    Dalam satu jam terakhir, harga tercatat melemah 0,29%, menunjukkan bahwa minat beli jangka pendek belum cukup kuat untuk membalikkan momentum.

    Volume perdagangan 24 jam Bitcoin tercatat sebesar $73,97 miliar, relatif tinggi dibandingkan hari-hari sebelumnya.

    Lonjakan volume ini mengindikasikan adanya distribusi agresif, bukan akumulasi, di tengah volatilitas pasar.

    Kapitalisasi Pasar Tergerus Signifikan

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Akibat penurunan harga tersebut, kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1,57 triliun, turun cukup signifikan dari level di atas $1,7 triliun sebelumnya.

    Dengan pasokan beredar 19,98 juta BTC, Bitcoin telah mencapai sekitar 95,16% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

    Meski pasokan yang semakin terbatas secara teori mendukung narasi kelangkaan jangka panjang, kondisi makro dan sentimen global saat ini masih menjadi faktor dominan yang menekan harga.

    Tekanan Jangka Menengah dan Panjang

    Jika dilihat dari perspektif yang lebih luas, performa Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan pelemahan struktural.

    Dalam 60 hari, BTC telah turun 15,66%, sementara dalam 90 hari, penurunan mencapai 27,03%.

    Kondisi ini menunjukkan bahwa koreksi yang terjadi bukan sekadar pullback ringan, melainkan fase penyesuaian pasar setelah reli panjang sebelumnya.

    Investor jangka menengah terlihat masih bersikap defensif, menunggu kepastian arah pasar sebelum kembali masuk secara agresif.

    Faktor Sentimen dan Psikologi Pasar

    Pelemahan Bitcoin hari ini tidak berdiri sendiri. Secara umum, pasar kripto global tengah berada dalam fase risk-off, di mana investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko tinggi.

    Ketidakpastian ekonomi global, tekanan likuiditas, serta sentimen kehati-hatian investor turut memperburuk kondisi.

    Dalam situasi seperti ini, Bitcoin yang selama ini dipandang sebagai aset lindung nilai alternatif justru ikut tertekan karena korelasinya yang masih kuat dengan aset berisiko lainnya.

    Level Teknis yang Perlu Diperhatikan

    Dari sisi teknikal, area $75.000–$76.000 kini menjadi support krusial. Jika level ini gagal dipertahankan, potensi penurunan lanjutan menuju area psikologis $70.000 terbuka lebar.

    Sementara itu, di sisi atas, area $83.000–$85.000 kini berperan sebagai resistance terdekat.

    Selama Bitcoin belum mampu kembali menembus dan bertahan di atas level tersebut, tren jangka pendek masih cenderung bearish.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Anjlok 6%, Tekanan Masih Dominan

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam tekanan kuat, dengan penurunan 6,15% dalam 24 jam terakhir dan pelemahan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

    Sentimen risk-off, tekanan teknikal, serta distribusi volume tinggi menjadi faktor utama yang menahan potensi pemulihan harga.

    Bagi pelaku pasar, fase ini menuntut kehati-hatian ekstra. Selama belum ada konfirmasi pembalikan tren atau katalis makro yang jelas, volatilitas Bitcoin diperkirakan masih akan tinggi dalam waktu dekat.

    Level support di area $75.000 menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya bagi aset kripto terbesar di dunia ini.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Filecoin Resmi Luncurkan Onchain Cloud di Mainnet, Harga Akan Naik?

    Ekosistem Filecoin (FIL) memasuki babak baru setelah resmi meluncurkan Onchain Cloud di mainnet, sebuah platform cloud terdesentralisasi yang menghadirkan layanan penyimpanan dan komputasi berbasis blockchain secara end-to-end.

    Sebagaimana dilansir dari Coinmarketcal pada Minggu (1/2), peluncuran ini menjadi salah satu milestone terpenting dalam evolusi Filecoin, karena untuk pertama kalinya layanan cloud dapat dijalankan dengan verifikasi on-chain, kecepatan tinggi, dan pembayaran yang sepenuhnya programmable.

    Onchain Cloud dirancang untuk menjawab keterbatasan layanan cloud tradisional yang masih bergantung pada penyedia terpusat, sekaligus memperluas utilitas Filecoin dari sekadar jaringan penyimpanan terdesentralisasi menjadi infrastruktur cloud Web3 yang komprehensif.

    Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 7 November 2025: Filecoin Beraksi Lawan Koreksi

    Apa Itu Filecoin Onchain Cloud?

    Filecoin Onchain Cloud adalah platform cloud terdesentralisasi yang mengintegrasikan tiga komponen utama: verifiable storage, fast retrieval, dan programmable payments.

    Seluruh proses — mulai dari penyimpanan data, pengambilan, hingga pembayaran sehingga dapat diverifikasi dan dieksekusi langsung di blockchain.

    Dengan pendekatan ini, pengguna tidak perlu lagi mempercayai penyedia layanan cloud secara penuh.

    Setiap data yang disimpan dapat diverifikasi keabsahannya secara kriptografis, sementara proses retrieval dirancang agar tetap kompetitif dari sisi kecepatan.

    Selain itu, sistem pembayaran yang programmable memungkinkan kontrak pintar mengatur skema biaya, insentif, dan SLA (service-level agreement) secara otomatis tanpa perantara.

    Dampak Strategis bagi Ekosistem Filecoin

    Pergerakan harga Filecoin (FIL/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Filecoin (FIL/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa peluncuran mainnet Onchain Cloud berpotensi menjadi katalis penting bagi Filecoin.

    Dalam pernyataannya, mereka menekankan bahwa fitur unik seperti verifiable onchain cloud services kerap memicu price action signifikan di sekitar periode peluncuran.

    “Milestone ini memperluas utilitas dan ekosistem Filecoin, berpotensi menarik perhatian dan investasi baru di sekitar window peluncuran,” ungkap tim research Tokocrypto.

    Pandangan ini sejalan dengan pola historis di pasar kripto, di mana upgrade jaringan berskala besar dan peluncuran produk inti sering menjadi pemicu peningkatan aktivitas on-chain, adopsi developer, serta spekulasi pasar.

    Mengapa Onchain Cloud Penting untuk Web3?

    Dalam konteks Web3, kebutuhan akan infrastruktur cloud yang benar-benar terdesentralisasi semakin mendesak.

    Banyak aplikasi Web3 masih bergantung pada cloud Web2 untuk penyimpanan data dan backend, yang menciptakan paradoks desentralisasi.

    Onchain Cloud Filecoin menawarkan solusi atas masalah tersebut dengan menghadirkan trust-minimized infrastructure, di mana transparansi dan verifikasi menjadi standar, bukan fitur tambahan.

    Hal ini membuka peluang besar bagi pengembangan aplikasi Web3 seperti DeFi, NFT, AI terdesentralisasi, hingga data marketplace yang membutuhkan jaminan integritas data.

    Potensi Dampak terhadap Harga FIL

    Dari sisi pasar, peluncuran Onchain Cloud di mainnet berpotensi meningkatkan narrative value Filecoin di mata investor.

    Dengan utilitas yang semakin luas, Filecoin tidak lagi hanya diposisikan sebagai “decentralized storage”, melainkan sebagai foundational cloud layer untuk Web3.

    Jika adopsi developer dan penggunaan jaringan meningkat pasca peluncuran, hal ini dapat berdampak positif terhadap permintaan token FIL, baik sebagai alat pembayaran layanan maupun insentif jaringan.

    Namun, seperti biasa, respons harga akan sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar kripto secara keseluruhan dan sentimen makro global.

    Tantangan dan Prospek ke Depan

    Meski menjanjikan, Onchain Cloud juga menghadapi tantangan besar, termasuk persaingan dengan solusi cloud terdesentralisasi lain serta ekspektasi performa yang tinggi dari pengguna.

    Keberhasilan jangka panjang akan sangat bergantung pada pengalaman pengguna, stabilitas jaringan, dan dukungan ekosistem developer.

    Namun demikian, peluncuran mainnet ini menegaskan komitmen Filecoin untuk terus berinovasi dan memperluas perannya dalam ekosistem blockchain global.

    Baca Juga: Harga Filecoin Naik 53%, Reli di Tengah Tekanan Pasar Kripto

    Peluncuran Filecoin Onchain Cloud di mainnet menjadi tonggak penting bagi perkembangan cloud terdesentralisasi.

    Dengan menggabungkan verifiable storage, fast retrieval, dan programmable payments sepenuhnya on-chain, Filecoin memperkuat posisinya sebagai salah satu infrastruktur kunci Web3.

    Bagi pasar, milestone ini bukan hanya pembaruan teknis, tetapi juga sinyal ekspansi utilitas yang berpotensi membawa dampak signifikan terhadap ekosistem dan dinamika harga FIL dalam beberapa waktu ke depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Artificial Superintelligence Alliance Luncurkan Sistem Pembayaran

    Artificial Superintelligence Alliance (ASI), ekosistem AI terdesentralisasi yang berakar dari teknologi Fetch.ai (FET), resmi meluncurkan sistem pembayaran AI Agent ke AI Agent di jaringan blockchain.

    Menurut laporan Coinmarketcal pada Minggu (1/2), inovasi ini memungkinkan agen kecerdasan buatan otonom untuk mengirim dan menerima dana secara mandiri, tanpa campur tangan manusia, menandai langkah besar menuju ekonomi digital yang sepenuhnya otomatis.

    Peluncuran ini memperkuat posisi ASI dan Fetch.ai sebagai salah satu pemain utama dalam narasi AI + blockchain, terutama di sektor autonomous agents, yang saat ini menjadi salah satu tema paling kuat di pasar kripto.

    Baca Juga: Harga Fetch.AI (FET) Naik Lebih dari 40% Setelah Berita Besar Ini

    Apa Itu Sistem Pembayaran Antar AI Agent?

    Sistem pembayaran AI Agent-to-Agent memungkinkan agen AI beroperasi sebagai entitas ekonomi independen.

    Agen ini tidak hanya menjalankan tugas berbasis data atau algoritma, tetapi juga dapat:

    • Membayar layanan agen lain
    • Menerima imbalan atas tugas yang diselesaikan
    • Mengelola anggaran dan transaksi secara otomatis
    • Berinteraksi langsung di jaringan blockchain

    Dengan kata lain, AI Agent kini dapat berperan sebagai aktor ekonomi, bukan sekadar alat bantu.

    Seluruh proses transaksi dilakukan secara trustless dan transparan melalui blockchain, dengan token sebagai medium pertukaran nilai.

    Mengapa Inovasi Ini Penting?

    Dalam ekosistem Web3, konsep autonomous agents menjadi fondasi masa depan aplikasi terdesentralisasi. Agen AI yang mampu bertransaksi sendiri membuka peluang besar di berbagai sektor, seperti:

    • DeFi otomatis: AI Agent mengelola likuiditas, arbitrase, atau strategi yield tanpa intervensi manusia
    • Smart city & IoT: Perangkat otonom membayar layanan atau sumber daya secara real-time
    • Marketplace AI: Agen membeli data, komputasi, atau layanan AI lain sesuai kebutuhan

    Dengan sistem pembayaran antar AI Agent, Fetch.ai tidak hanya membangun teknologi AI, tetapi juga infrastruktur ekonomi untuk AI itu sendiri.

    Pergerakan harga Artificial Superintelligence Alliance (ASI/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Artificial Superintelligence Alliance (ASI/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Perspektif Tim Research Tokocrypto

    Tim Research Tokocrypto menilai peluncuran ini sangat relevan dengan narasi pasar saat ini.

    Menurut mereka, fitur pembayaran antar agen AI selaras dengan tren AI + autonomous agents, di mana Fetch.ai telah lama menjadi pemain kunci.

    “Fitur ini cocok dengan narasi AI dan autonomous agents yang kuat, di mana FET sudah menjadi pemain utama. Peluncuran ini dapat meningkatkan usage dan integrasi nyata,” jelas Tim Research Tokocrypto.

    Namun, mereka juga mengingatkan bahwa value capture ke token FET mungkin tidak terjadi secara instan, dan investor perlu mewaspadai potensi pola klasik “buy the rumor, sell the news”.

    Dampak Potensial terhadap Token FET

    Dari sisi fundamental, sistem pembayaran antar AI Agent berpotensi meningkatkan aktivitas on-chain dan penggunaan nyata jaringan Fetch.ai.

    Jika agen AI semakin aktif bertransaksi, permintaan terhadap token sebagai alat pembayaran dan gas fee dapat meningkat secara bertahap.

    Namun dalam jangka pendek, pergerakan harga FET masih sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar dan spekulasi.

    Sejarah pasar kripto menunjukkan bahwa peluncuran teknologi besar sering kali sudah “diprice-in” sebelum rilis resmi, sehingga koreksi pasca-event tetap menjadi risiko.

    Posisi Fetch.ai di Lanskap AI Kripto

    Dibandingkan proyek AI kripto lain yang masih fokus pada narasi atau eksperimen terbatas, Fetch.ai menonjol karena implementasi nyata.

    Sistem pembayaran antar AI Agent menempatkan ASI sebagai salah satu ekosistem paling siap untuk adopsi dunia nyata.

    Hal ini juga memperkuat diferensiasi Fetch.ai dari token AI berbasis hype semata, karena proyek ini menawarkan infrastruktur yang bisa langsung digunakan oleh developer dan enterprise.

    Baca Juga: Mengapa Harga Token AI Fetch.AI (FET) Melonjak 35%?

    Peluncuran sistem pembayaran AI Agent-to-Agent oleh Artificial Superintelligence Alliance merupakan langkah signifikan menuju ekonomi digital yang sepenuhnya otonom.

    Dengan memungkinkan agen AI bertransaksi secara mandiri di blockchain, Fetch.ai memperluas perannya dari platform AI menjadi fondasi ekonomi AI terdesentralisasi.

    Bagi pasar kripto, inovasi ini memperkuat narasi jangka panjang AI + Web3.

    Namun, dari sisi investasi, pelaku pasar tetap perlu bersikap selektif dan mewaspadai dinamika jangka pendek, terutama potensi volatilitas pasca peluncuran.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • CLARITY Act Lolos di Komite Senat AS, Majunya Regulasi Kripto

    Upaya Amerika Serikat untuk menghadirkan kejelasan regulasi aset kripto memasuki babak baru setelah Komite Pertanian Senat AS secara resmi meloloskan Cryptocurrency Market Structure Act, yang dikenal sebagai CLARITY Act.

    Seperti dilansir dari Coincu pada Minggu (1/2), Rancangan undang-undang ini disahkan melalui voting yang sangat ketat, 12 suara berbanding 11, mencerminkan perpecahan politik yang tajam antara Partai Republik dan Demokrat.

    Seluruh senator dari Partai Demokrat menolak RUU tersebut, sementara Partai Republik solid memberikan dukungan.

    Perbedaan sikap ini memperlihatkan bahwa meski ada dorongan kuat untuk kejelasan regulasi kripto, isu politik dan kepentingan domestik masih menjadi faktor penentu arah kebijakan.

    Baca Juga: RUU CLARITY Act Masuk Fase Kritis, DeFi dan Stablecoin Jadi Sorotan

    Apa Itu CLARITY Act?

    CLARITY Act dirancang untuk memberikan kerangka hukum yang lebih jelas terkait struktur pasar kripto di Amerika Serikat.

    Salah satu fokus utama RUU ini adalah memperjelas pembagian kewenangan antara lembaga regulator, seperti Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dan Securities and Exchange Commission (SEC), yang selama ini kerap tumpang tindih dalam mengawasi aset digital.

    Dengan kejelasan tersebut, industri kripto diharapkan memiliki kepastian hukum yang lebih baik, mulai dari klasifikasi aset digital hingga aturan bagi bursa, broker, dan pelaku pasar lainnya.

    Bagi pelaku industri, CLARITY Act dipandang sebagai langkah penting untuk mendorong inovasi sekaligus melindungi konsumen, tanpa mengekang perkembangan teknologi blockchain.

    Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

    Voting Tipis dan Penolakan Demokrat

    Meski berhasil lolos, hasil voting 12-11 menandakan bahwa dukungan terhadap CLARITY Act jauh dari kata bulat.

    Seluruh anggota Demokrat di Komite Pertanian Senat menolak RUU ini dengan alasan utama kekhawatiran konflik kepentingan, khususnya yang dikaitkan dengan dugaan keterlibatan keluarga mantan Presiden Donald Trump dalam industri kripto.

    Isu ini menjadi sorotan tajam dalam perdebatan, di mana Demokrat menilai regulasi yang disahkan tanpa pengawasan ketat berpotensi menguntungkan pihak-pihak tertentu secara tidak adil.

    Di sisi lain, Partai Republik menilai fokus utama CLARITY Act adalah menciptakan kepastian hukum, bukan mengatur aktor politik tertentu.

    Perbedaan pandangan ini mencerminkan bagaimana regulasi kripto di AS tidak hanya menjadi isu ekonomi dan teknologi, tetapi juga alat tarik-menarik politik.

    Bukan Kemenangan Final

    Tim Research Tokocrypto menilai lolosnya CLARITY Act di tingkat komite sebagai sinyal positif, namun belum dapat dianggap sebagai kemenangan final bagi industri kripto.

    “Lolosnya CLARITY Act di komite adalah langkah maju untuk kejelasan regulasi aset digital di AS. Namun, perpecahan partisan yang ketat dan kontroversi konflik kepentingan menandakan bahwa perjalanan menuju undang-undang final akan penuh hambatan,” jelas Tim Research Tokocrypto.

    Menurut mereka, pasar akan sangat memperhatikan tahapan berikutnya, terutama saat RUU ini memasuki voting penuh di Senat, di mana dinamika politik bisa berubah drastis.

    Dampak Potensial ke Pasar Kripto

    Dalam jangka pendek, lolosnya CLARITY Act di komite dapat memberikan sentimen positif moderat bagi pasar kripto, khususnya aset yang memiliki eksposur besar ke pasar AS.

    Kejelasan regulasi sering dipandang sebagai katalis jangka panjang untuk adopsi institusional.

    Namun, hasil voting yang tipis menunjukkan bahwa ketidakpastian masih tinggi.

    Investor kemungkinan akan bersikap wait and see hingga ada kejelasan apakah RUU ini mampu melewati tahap berikutnya atau justru terhambat oleh perlawanan politik.

    Selain itu, isu konflik kepentingan yang mencuat berpotensi memperpanjang proses legislasi dan memicu amandemen tambahan, yang bisa mengubah substansi RUU.

    Jalan Panjang Menuju Undang-Undang Final

    Secara historis, banyak RUU kripto di AS yang kandas atau mengalami revisi signifikan sebelum akhirnya disahkan.

    CLARITY Act kini menghadapi tantangan serupa. Meski mendapat dukungan kuat dari Partai Republik, resistensi Demokrat membuat peluang kompromi menjadi kunci keberhasilan.

    Bagi industri kripto global, perkembangan ini tetap penting untuk dipantau.

    Amerika Serikat masih menjadi pusat likuiditas dan inovasi kripto dunia, sehingga arah kebijakan regulator AS dapat berdampak luas ke pasar internasional.

    Baca Juga: Senat AS Loloskan GENIUS Act: Regulasi Federal Pertama untuk Stablecoin

    Lolosnya CLARITY Act di Komite Pertanian Senat AS menandai kemajuan nyata dalam upaya menghadirkan kejelasan regulasi kripto.

    Namun, voting tipis 12-11 dan perpecahan partisan yang tajam menunjukkan bahwa proses legislasi masih panjang dan penuh tantangan.

    Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada pembahasan lanjutan dan voting penuh di Senat.

    Apakah CLARITY Act akan menjadi fondasi regulasi kripto AS, atau justru terhambat oleh dinamika politik, masih menjadi tanda tanya besar.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Saat Bitcoin Melemah, Altcoin Baru Ini Malah Melonjak 60%

    Altcoin Sentient (SENT) mencuri perhatian pasar kripto setelah mencatatkan kenaikan harga lebih dari 60% di tengah pelemahan pasar secara keseluruhan. Saat mayoritas aset kripto terkoreksi hampir 5%, SENT justru bergerak berlawanan arah. Kenaikan tersebut terjadi meski token ini sempat mengalami koreksi tajam sekitar 18% setelah menyentuh level tertinggi di US$0,044.

    Pergerakan ini menunjukkan volatilitas tinggi, namun juga menandakan daya tahan SENT yang relatif kuat untuk ukuran token baru. Sejumlah indikator on-chain dan teknikal mengungkap alasan di balik performa positif tersebut, sekaligus memperlihatkan risiko yang mulai muncul.

    Penguatan SENT

    Salah satu faktor utama penguatan SENT adalah korelasinya yang berlawanan dengan Bitcoin. Dalam beberapa hari terakhir, SENT mencatat korelasi -0,92 terhadap BTC. Artinya, ketika harga Bitcoin melemah, SENT justru cenderung menguat. Kondisi ini menarik minat trader yang mencari aset alternatif di luar pengaruh pergerakan Bitcoin.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, CMF di atas nol berarti buying pressure masih mendominasi selling pressure, big players belum berbalik ke mode distribusi.

    “Pola exchange outflow yang konsisten (token keluar dari CEX) adalah sinyal akumulasi klasik. Sentient berhasil menghindari sell-off lebih dalam berkat keseimbangan supply-demand yang sehat,” jelasnya.

    Aktivitas beli saat harga turun juga terlihat dari indikator Money Flow Index (MFI). Meski harga SENT sempat mencetak level tertinggi baru pada 29–30 Januari, MFI justru membentuk lower high yang memicu koreksi 18%. Namun, MFI tidak jatuh tajam dan tetap berada di atas garis tren naik, menandakan minat beli masih bertahan dan aksi akumulasi belum berhenti.

    Selain itu, data spot market menunjukkan tekanan jual yang relatif rendah. Sejak peluncuran, arus keluar token dari bursa lebih dominan dibandingkan arus masuk, yang menandakan investor lebih memilih menyimpan aset ketimbang menjualnya. Pada 30 Januari saja, SENT mencatat outflow lebih dari US$4 juta, meski harga sudah berada di level tinggi.

    Indikator Chaikin Money Flow (CMF) juga masih berada di atas garis nol. Hal ini menunjukkan tekanan beli masih lebih kuat dibandingkan tekanan jual, meskipun laju akumulasi mulai melambat setelah puncak harga pada 29 Januari.

    Indikator On-chain

    Namun, di balik kekuatan tersebut, risiko mulai meningkat dari sisi pasar derivatif. Data menunjukkan posisi long dengan leverage mencapai sekitar US$7,96 juta, jauh lebih besar dibandingkan posisi short yang hanya sekitar US$1,15 juta. Ketimpangan ini membuat pergerakan harga menjadi rentan, karena penurunan kecil saja dapat memicu likuidasi paksa.

    Dilaporkan BeInCrypto, sinyal kehati-hatian juga muncul dari indikator Relative Strength Index (RSI). Saat harga SENT mencetak higher high, RSI justru membentuk lower high, yang menandakan potensi pelemahan lanjutan. Untuk menjaga momentum bullish, SENT perlu mencatatkan penutupan harga 4 jam di atas level US$0,039.

    Jika gagal bertahan di area tersebut, support terdekat berada di US$0,036. Penurunan ke bawah level ini berpotensi memicu likuidasi lanjutan dan membuka ruang koreksi lebih dalam menuju US$0,031 hingga US$0,022, terutama jika Bitcoin kembali menguat.

    Kinerja SENT sejauh ini menunjukkan bahwa korelasi negatif dengan Bitcoin mampu menjadi katalis kenaikan harga. Namun, dengan leverage yang semakin berat sebelah, pergerakan berikutnya akan sangat ditentukan oleh kemampuan harga bertahan di area kunci.

    Baca Juga: 6 Top AI & Big Data Tokens yang Bisa Meledak Minggu Ini!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com