All posts by 17

Solana Kehilangan Ratusan Validator dalam Tiga Tahun Terakhir, Ada Apa?

Jumlah validator di jaringan blockchain Solana terus mengalami penurunan signifikan. Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah validator harian Solana kini berada di bawah 800 node, level yang terakhir kali tercatat pada 2021 dan jauh menurun dari puncaknya sekitar 2.500 validator pada awal 2023.

Penurunan ini berarti lebih dari 65% validator telah meninggalkan jaringan dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun. Validator merupakan node independen yang menjalankan perangkat lunak Solana untuk memverifikasi transaksi dan memproduksi blok melalui mekanisme konsensus proof-of-stake dengan melakukan staking token SOL dan memberikan suara (vote) pada blok.

Transaksi Alami Penurunan

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: SKR Terpuruk 70%, Arah Harga Solana Seeker Kini Menjadi Misteri

Dilaporkan The Block, seiring berkurangnya jumlah validator, transaksi vote juga mengalami penurunan tajam. Transaksi vote harian yang sebelumnya berada di kisaran 300.000 kini turun menjadi sekitar 170.000 transaksi per hari. Jumlah validator Solana pertama kali tercatat di bawah 800 pada bulan lalu dan masih bertahan di kisaran tersebut sejak awal tahun ini.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kontraksi jumlah validator ini mengkhawatirkan dari sisi desentralisasi jaringan. Penurunan drastis (65% dalam 3 tahun) mungkin disebabkan oleh tingginya biaya operasional validator vs profitabilitas (rewards) saat kondisi pasar sideways. Jika tren ini berlanjut, risiko keamanan jaringan (Nakamoto Coefficient) bisa terancam.

Penurunan jumlah validator ini dipengaruhi oleh perubahan faktor ekonomi, termasuk kebijakan Solana Foundation Delegation Program. Program tersebut memiliki dukungan biaya vote dan kebijakan pencocokan stake yang bersifat sementara dan secara bertahap dikurangi. Berkurangnya dukungan ini membuat validator kecil kesulitan menutup biaya operasional, seperti biaya vote dan infrastruktur, tanpa delegasi stake yang memadai.

Untuk tetap sinkron dengan jaringan, validator harus mengirimkan ribuan transaksi setiap hari. Tanpa jumlah SOL yang distake cukup besar untuk menghasilkan imbal hasil yang melampaui biaya tersebut, menjalankan node menjadi tidak lagi layak secara ekonomi.

Meski demikian, aktivitas jaringan Solana secara keseluruhan masih menunjukkan stabilitas. Transaksi non-vote, yang mencakup aktivitas pengguna seperti perdagangan di decentralized exchange, interaksi aplikasi terdesentralisasi, dan transfer token, relatif stabil di sekitar 100 juta transaksi per hari. Stabilnya aktivitas ini mencerminkan tingginya penggunaan jaringan yang didorong oleh era memecoin di ekosistem Solana.

Baca juga: Heboh! Solana Mobile Bagikan 2 Miliar Token SKR ke Pengguna Seeker


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tembus $10 Bisa Seret ke $7,15

Harga Chainlink (LINK) saat ini berada di titik krusial yang menjadi perhatian para analis kripto. Support utama di kisaran US$10–11 disebut sebagai penentu arah pergerakan harga LINK sepanjang tahun ini. Jika level tersebut gagal dipertahankan, LINK berpotensi mengalami tekanan besar hingga turun ke US$7,15.

Sejumlah analis menilai risiko penurunan semakin nyata seiring munculnya indikasi teknikal bearish pada grafik mingguan. Salah satu pola yang disorot adalah Head & Shoulders, yang kerap menjadi sinyal awal pembalikan tren ke arah bawah.

Analisis Harga LINK

Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: 5 Kripto Paling Bullish Minggu Ini: SEI dan Chainlink Jadi Favorit Investor!

Dilaporkan Coincu, analis kripto CryptoBullett memperingatkan bahwa pelemahan di bawah area US$10–11 dapat berdampak buruk bagi LINK. Ia menyebut skenario terburuk bisa membawa harga Chainlink turun ke kisaran US$4–5, yang diperkirakan menjadi level terendah tahun ini. Meski demikian, analis menekankan bahwa pergerakan pasar kripto sangat dinamis dan proyeksi tersebut tidak bersifat pasti.

Pada saat penulisan, harga LINK tercatat diperdagangkan di level US$11,92, naik 3,94% dalam 24 jam terakhir, dengan volume perdagangan harian mencapai US$395,8 juta.

Di sisi lain, masih terdapat peluang pemulihan apabila LINK mampu bertahan di zona support US$11,8–12,2. Area ini sebelumnya terbukti kuat dan berpotensi menjadi landasan bagi pergerakan naik menuju level resistansi berikutnya di US$14,9.

Data On-chain LINK

Data on-chain dari Santiment menunjukkan bahwa LINK saat ini berada dalam kondisi undervalued. Rasio Market Value to Realized Value (MVRV) 30 hari tercatat di angka -9,5%, yang mengindikasikan potensi fase stabilisasi harga. Sementara itu, CoinGlass melaporkan penurunan open interest sebesar 2,19%, menandakan berkurangnya risiko spekulatif di pasar.

Menurut Tim Research Tokocrypto, Chainlink (LINK) saat ini berada di persimpangan teknikal yang sangat krusial, di mana para analis memperingatkan adanya risiko penurunan tajam menuju $7,15 atau bahkan $4-5 jika zona penyangga utama di kisaran $10-11 ditembus, sebuah skenario bearish yang diperkuat oleh pembentukan potensi pola Head & Shoulders pada grafik mingguan.

“Namun, di tengah ancaman tersebut, harga yang bertahan di atas area $11,8–$12,2 saat ini memberikan harapan pemulihan jangka pendek menuju $14,9, didukung oleh sentimen pasar yang masih mencoba mempertahankan struktur harga agar tidak runtuh,” ujarnya.

Dengan meningkatnya volume perdagangan dalam beberapa hari terakhir, pergerakan LINK ke depan dinilai akan sangat menentukan, apakah harga akan menembus support penting atau justru memantul dan melanjutkan tren pemulihan.

Baca juga: Perkuat Ekosistem DeFi, Plasma Gabung Chainlink SCALE dan Aave


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Hong Kong Bersiap Ketatkan Pajak Kripto! Aturan Baru Mulai 2028

Pemerintah Hong Kong tengah menyiapkan langkah besar dalam pengawasan aset kripto dengan merancang regulasi pelaporan pajak baru yang ditargetkan mulai berlaku pada 2028. Kebijakan ini bertujuan memperkuat transparansi pajak internasional serta menekan praktik penghindaran pajak lintas negara.

Rencana tersebut dibahas oleh Dewan Legislatif Hong Kong melalui Komite Keuangan yang akan menggelar pengarahan resmi pada 30 Januari 2026. Pertemuan ini dijadwalkan dihadiri sejumlah pejabat tinggi, termasuk Sekretaris Keuangan Christopher Hui, untuk membahas proposal Crypto-Asset Reporting Framework.

Kebijakan Pajak Kripto Baru

Ilustrasi pajak aset kripto.
Ilustrasi pajak aset kripto. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Harga Solana Naik 5%, ETF Hong Kong Picu Lonjakan: SOL ke $213?

Dilaporkan Coincu, dalam kerangka kebijakan baru ini, Hong Kong menargetkan penerapan pertukaran otomatis informasi pajak secara global pada 2028. Skema tersebut dirancang agar sejalan dengan standar terbaru yang ditetapkan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), sekaligus memperluas kerja sama internasional dalam memerangi penghindaran pajak.

“Proposal untuk memperkuat aturan pertukaran otomatis informasi pada 2028 menunjukkan komitmen kami dalam menjaga standar pajak global,” ujar Christopher Hui dalam pernyataan resminya.

Pemerintah Hong Kong juga membuka konsultasi publik terkait kebijakan ini hingga 6 Februari 2026, memberi ruang bagi pelaku industri kripto dan pemangku kepentingan lainnya untuk menyampaikan masukan.

Perubahan Penting

Langkah ini menandai perubahan penting dari sistem Common Reporting Standard (CRS) yang pertama kali diterapkan Hong Kong pada 2017. Penyesuaian tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menyesuaikan regulasi keuangan dengan perkembangan aset digital global.

Menurut Tim Research Tokocrypto, langkah ini menunjukkan komitmen jangka panjang Hong Kong untuk menjadi hub crypto yang teratur dan patuh standar global. “Meskipun pajak terdengar negatif, kepastian hukum (regulatory clarity) jauh-jauh hari justru memberikan kenyamanan bagi investor institusi untuk masuk dan beroperasi di sana.”

Di tengah rencana regulasi tersebut, pasar kripto masih menunjukkan dinamika. Bitcoin (BTC) tercatat berada di level US$88.886,35 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$1,78 triliun, naik 0,24 persen dalam 24 jam terakhir. Namun, dalam periode 90 hari, Bitcoin masih mencatatkan penurunan sebesar 18,72 persen, berdasarkan data CoinMarketCap.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Sejumlah analis menilai kebijakan baru Hong Kong berpotensi membawa dampak signifikan bagi industri kripto. Seiring makin banyak negara mengadopsi kerangka regulasi serupa, pengawasan diperkirakan akan semakin ketat, sekaligus mendorong inovasi dan penataan ulang ekosistem aset digital di pusat keuangan global seperti Hong Kong.

Baca juga: ETF Jadi Penentu, Akankah Solana Oktober Ini Reli 30%?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Dompet Tim Pendle Diduga Kirim 1,8 Juta Token ke Bybit, Sinyal Apa?

Sebuah alamat dompet yang diduga terafiliasi dengan tim Pendle Finance dilaporkan memindahkan sebanyak 1,8 juta token PENDLE ke bursa kripto Bybit. Transaksi bernilai sekitar US$3,61 juta tersebut terpantau oleh platform pemantauan blockchain Onchain Lens pada 25 Januari 2026.

Token PENDLE yang dipindahkan diketahui telah disimpan selama 3 hingga 4 tahun, sehingga pergerakan ini memicu spekulasi mengenai potensi pelepasan likuiditas strategis. Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pendle Finance maupun Bybit terkait tujuan transaksi tersebut.

Pergerakan Token PENDLE

Pergerakan harga Pendle (PENDLE/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Pendle (PENDLE/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Harga PENDLE Tembus 2.70 Dolar! Daftar Token DeFi yang Naik Hari Ini

Pergerakan token dalam jumlah besar ini berpotensi memengaruhi likuiditas PENDLE di Bybit serta dinamika perdagangan jangka pendek. Beberapa analis menilai deposit tersebut dapat membuka peluang peningkatan volume perdagangan, meski juga berisiko menimbulkan volatilitas harga.

Menurut data Onchain Lens, nilai awal token yang di-vesting diperkirakan hanya sekitar US$266.000, namun kini nilainya melonjak menjadi lebih dari US$3,8 juta, mencerminkan kenaikan harga signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Mantan CEO BitMEX, Arthur Hayes, turut menyoroti fenomena pergerakan token besar ke bursa. Ia menyatakan bahwa transfer semacam ini kerap mengindikasikan maksud strategis tertentu. “Pergerakan token dalam jumlah besar sering kali menandakan adanya kepentingan operasional atau strategi pasar yang perlu dicermati,” ujarnya.

Analisis Harga PENDLE

Berdasarkan data CoinMarketCap, harga Pendle (PENDLE) berada di kisaran US$1,85 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$313,66 juta. Volume perdagangan 24 jam tercatat mencapai US$51,86 juta, melonjak 54,66%. Dalam 24 jam terakhir, harga PENDLE bergerak naik-turun sebesar 7,38%, sementara dalam sepekan terakhir berubah 11,54%, menandakan kondisi pasar yang cukup volatil.

Menurut Tim Research Tokocrypto, Transaksi ini memicu spekulasi pasar yang kontradiktif. Di satu sisi, Arthur Hayes sendiri diketahui agresif mengakumulasi token DeFi (termasuk PENDLE) di awal 2026 sebagai taruhan bullish.

Dilaporkan Coincu, tim riset Coincu menilai bahwa pergerakan ini masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut. Mereka menyebutkan bahwa faktor inovasi teknologi maupun strategi investasi bisa menjadi latar belakang transaksi tersebut. Namun, sentimen pasar terhadap dampaknya terhadap likuiditas PENDLE masih cenderung netral sambil menunggu perkembangan lanjutan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Membaca Arah Pasar FLUX Pasca AMA Live, Harga Bakal Naik?

Proyek kripto FLUX telah menggelar AMA (Ask Me Anything) live pada 28 Januari pukul 11 AM EST, bertepatan dengan peluncuran fitur atau produk baru di dalam ekosistemnya.

Menurut laporan Coinmarketcal pada Kamis (29/1), acara ini diposisikan sebagai momen penting bagi komunitas, karena akan menjadi ajang pertama bagi tim untuk mempresentasikan langsung inovasi terbaru yang telah mereka siapkan.

Di tengah persaingan ketat antar proyek blockchain, format AMA live bukan sekadar sesi tanya jawab, melainkan sering menjadi sarana “show & tell” bagi tim untuk menunjukkan progres nyata, memvalidasi roadmap, dan membangun kembali antusiasme komunitas.

Baca Juga: Harga FLUX Naik 89%, Web3 dan AI Makin Diminati

AMA Live: Lebih dari Sekadar Diskusi

Dalam industri kripto, peluncuran produk yang dibarengi AMA live sering kali dipandang sebagai indikator kepercayaan diri tim terhadap apa yang mereka bangun.

Alih-alih hanya merilis pengumuman tertulis, tim memilih tampil langsung, menjelaskan fitur, mendemonstrasikan kapabilitas, sekaligus menjawab pertanyaan publik secara real-time.

Bagi FLUX, langkah ini dipersepsikan sebagai upaya mempertegas posisi mereka sebagai proyek yang aktif membangun dan berkomunikasi terbuka dengan komunitas.

Terlebih, event ini disebut-sebut sebagai bagian dari perayaan peluncuran fitur/produk baru, bukan sekadar update minor.

Momentum Pembuktian bagi Ekosistem FLUX

Pergerakan harga Flux (FLUX/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Flux (FLUX/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dalam beberapa bulan terakhir, pasar kripto cenderung lebih selektif.

Proyek tidak lagi dihargai hanya berdasarkan narasi, melainkan pada pengembangan konkret dan adopsi teknologi.

Karena itu, AMA ini dinilai sebagai momen pembuktian: sejauh mana FLUX mampu menerjemahkan visinya menjadi produk yang relevan dan kompetitif.

Komunitas menantikan apakah peluncuran ini akan memperkuat utilitas jaringan FLUX, membuka use case baru, atau meningkatkan daya saing ekosistemnya di sektor yang mereka bidik—baik itu Web3 infrastructure, cloud terdesentralisasi, maupun solusi blockchain modular.

Potensi Dampak terhadap Sentimen Pasar

Event seperti ini hampir selalu memicu dinamika sentimen. Tim Research Tokocrypto menilai bahwa AMA peluncuran sering kali berfungsi sebagai katalis psikologis di pasar.

“Event peluncuran live via AMA biasanya menjadi ajang ‘Show & Tell’ untuk membangun hype komunitas. Efektivitasnya tergantung pada substansi produk yang dirilis saat itu; bisa jadi katalis harga (‘Buy the Rumor’) atau justru ‘Sell the News’ jika realisasinya mengecewakan,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan ini mencerminkan pola yang kerap terjadi di pasar kripto. Menjelang event, minat spekulatif biasanya meningkat seiring ekspektasi akan pengumuman besar.

Namun setelah peluncuran, respons harga akan sangat ditentukan oleh kualitas produk dan kejelasan arah pengembangan.

Jika fitur baru dinilai inovatif dan memiliki potensi adopsi nyata, sentimen positif bisa berlanjut. Sebaliknya, jika komunitas menilai rilis tersebut belum sepadan dengan ekspektasi, tekanan jual pasca-event bukanlah hal yang asing.

Apa yang Biasanya Dicari Komunitas?

Dalam AMA peluncuran, investor dan pengguna umumnya memperhatikan beberapa aspek kunci:

  1. Substansi produk – Apakah yang dirilis benar-benar baru, atau sekadar iterasi kecil?
  2. Use case jelas – Bagaimana produk tersebut akan digunakan dan siapa target penggunanya?
  3. Roadmap lanjutan – Apakah ada tahapan pengembangan yang terstruktur setelah peluncuran?
  4. Model adopsi dan monetisasi – Bagaimana produk ini berkontribusi pada keberlanjutan ekosistem FLUX?

Jawaban atas poin-poin ini akan sangat memengaruhi persepsi pasar, baik dari sisi pengguna ritel maupun pelaku institusional.

Strategi Komunikasi yang Semakin Krusial

Di era kripto saat ini, transparansi dan komunikasi menjadi faktor pembeda. Proyek dengan update rutin, demo produk, serta keterbukaan terhadap pertanyaan kritis cenderung lebih mampu mempertahankan basis komunitasnya.

Dengan memilih format AMA live, FLUX menempatkan dirinya pada posisi yang cukup terbuka dan siap diuji langsung oleh publik.

Ini sekaligus meningkatkan kredibilitas jika tim mampu menyampaikan visi yang konsisten dan menunjukkan bukti kerja yang konkret.

Baca Juga: AI Select Hari Ini: FLUX Terbang 173%! NEAR dan S Juga Ikut Bullish

Maka dari itu, AMA live FLUX bukan hanya agenda komunitas, melainkan momen strategis yang berpotensi memengaruhi sentimen jangka pendek maupun menengah terhadap proyek ini.

Peluncuran produk baru akan menjadi tolok ukur sejauh mana FLUX mampu terus berevolusi di tengah lanskap blockchain yang semakin kompetitif.

Bagi komunitas dan investor, event ini layak dicermati bukan sekadar sebagai tontonan, tetapi sebagai sumber informasi utama untuk menilai apakah perkembangan FLUX masih sejalan dengan ekspektasi dan kebutuhan pasar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Kenalkan ERC-8004, Fondasi Baru untuk AI di Blockchain

Ethereum kembali melangkah ke fase penting berikutnya dalam integrasi teknologi blockchain dan kecerdasan buatan (AI).

Ethereum Foundation resmi mengumumkan bahwa standar ERC-8004, yang dirancang untuk mengatur discovery dan portable reputation bagi agen AI, akan segera go live di mainnet Ethereum.

Pengumuman ini disampaikan melalui akun resmi Ethereum di platform X, dan langsung menarik perhatian komunitas kripto global karena potensi standar ini dalam menciptakan ekosistem AI terdesentralisasi tanpa gatekeeper terpusat.

Baca Juga: Di Balik Harga yang Stabil, Whale Ethereum Mulai Bergerak

Apa Itu ERC-8004 dan Mengapa Penting?

ERC-8004 adalah sebuah standar Ethereum Improvement Proposal (EIP) yang ditujukan untuk menjadi trust infrastructure bagi agen AI yang berjalan di blockchain. Standar ini memungkinkan agen AI dapat:

  • Ditemukan (discovery) oleh agen lain atau aplikasi yang ingin berinteraksi dengannya;
  • Memiliki reputasi portabel (portable reputation) yang bisa dibawa lintas jaringan dan aplikasi tanpa bergantung pada platform sentral tertentu.

Intinya, ERC-8004 bertujuan menjawab dua tantangan besar dalam ekonomi AI modern: bagaimana agen AI dapat saling menemukan dan berinteraksi tanpa bergantung pada sistem terpusat, serta bagaimana kredibilitas dan rekam jejak mereka dapat diverifikasi secara publik dan permanen.

Standar ini dibangun sebagai pemerluasan dari protokol Agent-to-Agent (A2A), tetapi ERC-8004 menambahkan lapisan trust yang sebelumnya tidak tersedia secara native di jaringan blockchain.

Arsitektur Teknologi: Identity, Reputation, & Validation

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Teknologi inti ERC-8004 terdiri dari tiga on-chain registries yang bekerja bersama untuk menciptakan kerangka kerja yang transparan dan dapat diverifikasi:

  1. Identity Registry – Memberikan setiap agen AI sebuah ID unik di jaringan berbasis standar ERC-721 (NFT). Identitas ini menyertakan metadata yang dapat melingkupi kemampuan agen, alamat jaringan, dan endpoint komunikasi.
  2. Reputation Registry – Menyimpan riwayat feedback dan kredibilitas agen yang dikumpulkan dari interaksi nyata, yang dapat diverifikasi oleh pihak ketiga. Data reputasi ini bersifat portable, sehingga dapat digunakan di berbagai aplikasi atau jaringan lain.
  3. Validation Registry – Menyediakan mekanisme independen untuk memverifikasi hasil pekerjaan atau layanan yang dijalankan oleh agen AI, termasuk melalui bukti kriptografis atau mekanisme stake.

Pendekatan ini menciptakan “infrastruktur kepercayaan” (trust infrastructure) tanpa perlu bergantung pada platform terpusat atau gatekeeper, sehingga agen AI dapat beroperasi secara otonom dan saling berinteraksi di berbagai lingkungan aplikasi blockchain.

Dampak terhadap Ekonomi AI dan Blockchain

Peluncuran ERC-8004 dipandang oleh banyak analis sebagai langkah penting menuju apa yang sering disebut sebagai ekonomi agen AI terdesentralisasi (agent economy).

Menurut pengumuman resmi Ethereum yang dimuat via X (Twitter), standar ini akan memungkinkan agen AI untuk berinteraksi lintas organisasi tanpa perlu pre-existing trust (kepercayaan awal) yang biasanya dimediasi oleh platform atau otoritas terpusat.

Tim Research Tokocrypto menyatakan bahwa langkah ini bukan hanya teknis, tetapi strategis dalam memperkuat posisi Ethereum sebagai settlement layer utama untuk ekonomi AI blockchain.

“Ini langkah strategis Ethereum menjadi settlement layer utama bagi ekonomi AI. ERC-8004 memverifikasi kredibilitas agen AI on-chain, membuka pasar global layanan AI terdesentralisasi. Memperkuat narasi blockchain sebagai infrastruktur trust bagi AI.”

Dengan standar ini, Ethereum tidak hanya menjadi jaringan tempat token dan kontrak pintar beroperasi, tetapi juga menjadi trust backbone yang dapat memfasilitasi perdagangan, kolaborasi, serta eksekusi layanan AI secara otomatis dan aman.

Mengapa Ini Menjadi Momen Penting?

Integrasi AI dan blockchain semakin menjadi fokus utama industri teknologi. Saat ini, banyak sistem AI bersifat silo terpusat.

Artinya, mulai dari data, reputasi, dan mekanisme validasi mereka berada di platform tertutup yang tidak transparan.

Hal ini menciptakan hambatan bagi interoperabilitas dan kolaborasi antar agen dari berbagai ekosistem.

ERC-8004 berupaya mengatasi batasan tersebut dengan memindahkan komponen kritikal seperti identitas dan reputasi ke level trustless di jaringan publik.

Selain itu, fasilitas portable reputation dapat membuka peluang baru bagi model bisnis yang berbasis layanan AI yang dapat diperdagangkan atau diakses secara bebas di seluruh dunia tanpa gatekeeper.

Tantangan & Potensi Pengembangan

Walaupun standar ini menghadirkan landasan yang kuat, masih terdapat tantangan seperti risiko spam reputasi atau manipulasi data yang memerlukan mitigasi tambahan dari komunitas pengembang.

Namun, integrasi dengan standar lain seperti protokol pembayaran x402 dan mekanisme verifikasi kriptografis menunjukkan arah ekosistem yang semakin matang dan lengkap. (eco.com)

Baca Juga: Harga Ethereum Jebol $2.8K, Whale Diam-Diam Borong Rp3,7 Triliun ETH

Secara keseluruhan, peluncuran ERC-8004 di mainnet Ethereum menandai momen bersejarah dalam evolusi teknologi blockchain dan kecerdasan buatan.

Dengan menyediakan discovery, portable reputation, dan verifikasi pada agen AI, Ethereum membuka pasar global layanan AI yang lebih terbuka, aman, dan interoperabel.

Standardisasi ini tidak hanya teknis, tetapi juga strategis—mendorong narasi bahwa blockchain dapat menjadi trust layer universal bagi masa depan ekonomi mesin otonom.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

HIP-3 Ubah Wajah Hyperliquid (HYPE), Pasar Baru Bermunculan

Ekosistem DeFi kembali mencatat tonggak penting. Hyperliquid secara resmi meluncurkan HIP-3 (Hyperliquid Improvement Proposal 3).

Menurut laporan Republik Rupiah, HIP-3 digambarkan sebagai sebuah pembaruan besar yang memungkinkan developer untuk membuat pasar perpetual secara permissionless hanya dengan melakukan staking 500.000 HYPE.

Melalui HIP-3, pasar derivatif di Hyperliquid tidak lagi terbatas pada kripto, tetapi dapat mencakup aset apa pun, mulai dari saham, indeks, hingga komoditas seperti perak dan emas.

Peluncuran ini langsung memicu lonjakan aktivitas di jaringan. Data terbaru menunjukkan Open Interest (OI) Hyperliquid menembus All-Time High, dengan salah satu kontributor utamanya berasal dari meningkatnya volume trading komoditas, khususnya Perak (Silver).

Hal ini menandakan bahwa minat trader tidak hanya datang dari pasar kripto, tetapi juga mulai merambah instrumen yang selama ini identik dengan keuangan tradisional.

Baca Juga: Hyperliquid Donasikan $254.000 ke ZachXBT, Siapa ZachXBT?

Seberapa Penting HIP-3?

HIP-3 adalah proposal yang mengubah cara listing pasar di Hyperliquid.

Jika sebelumnya penambahan pasar sangat bergantung pada keputusan terpusat, kini siapa pun dapat menciptakan pasar perpetual untuk aset apa pun, selama memenuhi syarat staking HYPE.

Skema staking 500.000 HYPE berfungsi sebagai mekanisme insentif sekaligus filter kualitas. Di satu sisi, ini mencegah spam market berkualitas rendah.

Di sisi lain, ini memastikan bahwa pihak yang membuat pasar memiliki “skin in the game” dan kepentingan langsung terhadap stabilitas ekosistem.

Dengan HIP-3, Hyperliquid pada dasarnya memperkenalkan konsep “permissionless market creation” di sektor derivatif on-chain, sebuah terobosan yang membuka peluang lahirnya ribuan pasar baru tanpa perlu restu otoritas terpusat.

Open Interest All-Time High, Komoditas Jadi Pendorong Baru

Tak butuh waktu lama bagi pasar merespons. Setelah HIP-3 diluncurkan, Open Interest Hyperliquid melonjak ke rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya jumlah posisi terbuka, yang umumnya diasosiasikan dengan masuknya likuiditas baru dan bertambahnya partisipan pasar.

Yang menarik, salah satu pendorong utama bukan berasal dari kripto, melainkan dari pasar komoditas seperti Perak (Silver).

Fenomena ini menunjukkan bahwa Hyperliquid mulai berfungsi sebagai jembatan antara dunia on-chain dan off-chain, di mana trader dapat mengekspresikan pandangan terhadap aset global langsung dari infrastruktur DeFi.

Masuknya komoditas sebagai kelas aset aktif memperluas basis pengguna Hyperliquid, dari semula didominasi trader kripto menjadi mencakup trader makro dan spekulan komoditas.

Dari DEX ke “Everything Exchange

Tim Research Tokocrypto menilai HIP-3 sebagai titik balik strategis bagi Hyperliquid.

“Hyperliquid bertransformasi dari sekadar DEX menjadi ‘Everything Exchange’. Kemampuan listing tanpa izin (permissionless) ini adalah game changer yang bisa menyedot likuiditas dari pasar TradFi ke on-chain secara masif.”

Istilah “Everything Exchange” mencerminkan visi Hyperliquid untuk tidak lagi hanya menjadi tempat trading kripto, tetapi sebuah hub global derivatif on-chain.

“Pertumbuhan eksplosif ini memvalidasi tesis HYPE sebagai blue chip DeFi masa depan,” tambah Tim Research Tokocrypto.

Jika visi ini terwujud, Hyperliquid berpotensi menjadi platform di mana saham, komoditas, indeks, hingga produk sintetis lain dapat diperdagangkan secara terdesentralisasi, 24/7, dan tanpa perantara.

Implikasi Besar bagi DeFi dan TradFi

HIP-3 menghadirkan implikasi yang lebih luas dari sekadar fitur baru. Dengan kemampuan membuat pasar apa pun, Hyperliquid membuka pintu bagi:

  1. Eksperimen finansial skala besar – developer dapat meluncurkan pasar niche, aset sintetis, atau produk derivatif inovatif tanpa hambatan birokrasi.
  2. Migrasi likuiditas TradFi ke DeFi – trader komoditas dan makro kini memiliki alternatif on-chain untuk mengeksekusi strategi mereka.
  3. Pertumbuhan ekosistem berbasis komunitas – pasar tidak lagi ditentukan dari atas ke bawah, tetapi lahir dari kebutuhan pengguna.

Namun, pendekatan permissionless juga membawa tantangan: risiko manipulasi harga, likuiditas tipis di pasar baru, dan kebutuhan akan sistem kurasi berbasis reputasi.

Keberhasilan jangka panjang HIP-3 akan sangat bergantung pada bagaimana Hyperliquid dan komunitasnya mengelola risiko-risiko tersebut.

Dampak terhadap HYPE sebagai Aset

Dari sisi tokenomics, kewajiban staking 500.000 HYPE untuk membuat pasar berpotensi menciptakan tekanan permintaan struktural.

Semakin banyak developer yang ingin meluncurkan pasar, semakin besar pula jumlah HYPE yang terkunci di jaringan.

Dalam jangka panjang, ini dapat memperkuat posisi HYPE sebagai aset utilitas inti sekaligus value capture mechanism dalam ekosistem Hyperliquid.

Baca Juga: Crash Test Pertama Hyperliquid! Token $HYPE Bikin Harga Jeblok ke $20?

Peluncuran HIP-3 menandai evolusi besar Hyperliquid dari DEX derivatif kripto menjadi kandidat kuat bursa on-chain multiaset.

Open Interest yang mencetak rekor baru dan meningkatnya minat pada komoditas seperti Perak menjadi sinyal awal bahwa pasar menyambut transformasi ini.

Jika adopsi berlanjut, HIP-3 bukan hanya fitur, tetapi fondasi bagi lahirnya “Everything Exchange” di dunia DeFi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Anjlok 4,22% ke $0,167, Minimnya Utilitas Jadi Beban

Harga Pi Network (PI) kembali tertekan. Dalam 24 jam terakhir, PI tercatat turun 4,22% ke level $0,167, berkinerja lebih buruk dibandingkan pasar kripto secara umum yang hanya melemah sekitar 1,15%.

Penurunan ini memperpanjang tren negatif PI, dengan akumulasi koreksi sekitar 9% dalam sepekan dan 17% sepanjang sebulan terakhir.

Tekanan jual yang berkelanjutan membuat PI semakin menjauh dari fase stabil, sekaligus memunculkan kembali pertanyaan lama seputar keberlanjutan fundamental dan struktur pasokan tokennya.

Unlock Token Masif Terus Membebani Harga

Salah satu faktor utama yang menekan harga PI adalah jadwal unlock token yang agresif. Sepanjang 12 bulan ke depan, lebih dari 1,2 miliar PI dijadwalkan masuk ke pasar, menambah suplai beredar secara signifikan.

Pada Januari 2026 saja, Coinmarketcap melaporkan pada Kamis (29/1), telah ada sekitar 134 juta PI telah dilepas ke sirkulasi.

Dalam kondisi pasar dengan volume perdagangan harian sekitar $13,4 juta, tambahan suplai dalam jumlah besar ini menciptakan tekanan jual yang sulit diserap secara organik.

Secara sederhana, semakin banyak token baru yang masuk pasar, semakin besar pula potensi holder lama, termasuk early miner dan alokasi tim, untuk merealisasikan keuntungan atau mengurangi eksposur.

Dalam ekosistem dengan permintaan yang lemah, aliran suplai baru seperti ini dapat memberi dampak harga yang tidak proporsional.

Bagi investor, metrik penting yang kini perlu diawasi adalah laju unlock harian dan pergerakan saldo PI di exchange, yang kerap menjadi indikator awal apakah token hasil unlock langsung diarahkan untuk dijual.

Fundamental Ekosistem Dinilai Masih Lemah

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap

Di luar tekanan suplai, masalah yang lebih struktural terletak pada minimnya utilitas on-chain.

Meski Pi Network mengklaim memiliki puluhan juta pengguna, hingga kini mainnet belum menunjukkan pertumbuhan signifikan pada sektor DeFi, dApp, maupun gaming: tiga pilar yang biasanya menjadi motor permintaan token di jaringan layer-1 lain.

Beberapa pengembangan, seperti uji coba integrasi stablecoin di testnet, memang memberi sinyal aktivitas, namun belum berhasil diterjemahkan menjadi adopsi nyata di mainnet.

Akibatnya, pasar mulai membangun narasi negatif bahwa Pi Network berisiko menjadi “ghost chain”—blockchain dengan komunitas besar secara off-chain, tetapi minim aktivitas ekonomi on-chain.

Dalam dunia kripto, utilitas adalah bahan bakar permintaan. Tanpa aplikasi yang mendorong transaksi, staking, atau kebutuhan operasional token, PI menjadi sangat rentan terhadap tekanan suplai dari unlock.

Sinyal Teknikal Masih Didominasi Bearish

Dari sisi teknikal, struktur grafik PI masih menunjukkan tren turun yang kuat.

Harga saat ini bergerak di bawah semua rata-rata pergerakan utama, termasuk SMA 7-hari di sekitar $0,177 dan SMA 30-hari di kisaran $0,198.

Indikator momentum juga belum memberikan tanda pemulihan.

MACD histogram berada di zona negatif, menandakan tekanan jual masih dominan. Sementara itu, RSI 14-hari di sekitar 21,9 menunjukkan kondisi oversold ekstrem.

Meski oversold sering diasosiasikan dengan potensi pantulan teknikal, dalam tren turun yang kuat, RSI rendah bisa bertahan lama tanpa diikuti rebound berarti.

Level teknikal terdekat yang kini menjadi perhatian pasar berada di area $0,162. Jika support ini gagal dipertahankan, risiko penurunan lanjutan akan semakin terbuka.

Kombinasi Tekanan yang Sulit Diredam

Penurunan harga PI saat ini bukanlah hasil satu faktor tunggal, melainkan konvergensi tiga tekanan utama: inflasi suplai akibat unlock, lemahnya fundamental ekosistem, dan struktur teknikal yang sudah rusak.

Selama suplai baru terus mengalir sementara permintaan tidak menunjukkan pertumbuhan yang sepadan, setiap reli berpotensi menjadi peluang jual bagi pasar.

Inilah yang membuat PI terus tertinggal dibandingkan performa mayoritas aset kripto lain. Dalam jangka pendek, perhatian investor akan tertuju pada dua hal utama:

  1. Apakah PI mampu bertahan di atas support $0,162.
  2. Apakah ada perubahan signifikan pada jadwal unlock atau munculnya katalis fundamental baru.

Tanpa perlambatan unlock atau peluncuran use case besar di mainnet, tekanan terhadap harga kemungkinan masih akan berlanjut.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik Tipis 0,33%, Market Cap Tembus $1,45 Miliar

Pergerakan PI yang kembali melemah ke $0,167 menegaskan bahwa Pi Network sedang berada dalam fase krusial.

Pasar kini tidak lagi hanya bereaksi pada sentimen, tetapi pada realita data: suplai terus bertambah, utilitas masih terbatas, dan grafik teknikal belum menunjukkan tanda pemulihan.

Bagi holder, periode ini menjadi ujian ketahanan sekaligus momentum untuk lebih selektif memantau perkembangan fundamental, bukan sekadar fluktuasi harga harian.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $88.944, Uji Area Support

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin masih berada dalam tekanan ringan.

Berdasarkan data terbaru Tokocrypto pada Kamis (29/1), harga Bitcoin tercatat di $88.944,46 per BTC, melemah sekitar 1,14% dalam 24 jam terakhir.

Koreksi ini terjadi seiring meningkatnya volatilitas pasar kripto global, di mana pelaku pasar terlihat mulai lebih berhati-hati setelah reli panjang yang membawa BTC mendekati area psikologis $90.000.

Dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,77 triliun, Bitcoin masih kokoh sebagai aset kripto terbesar di dunia.

Namun, dinamika jangka pendek menunjukkan bahwa pasar sedang berada dalam fase konsolidasi yang sensitif, di mana setiap tekanan jual relatif kecil dapat memicu pergerakan harga yang cukup signifikan.

Baca Juga: Citrea Luncurkan Mainnet untuk Skalabilitas Bitcoin

Performa Harian: BTC Masih Bertahan di Atas $88.000

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dalam 24 jam terakhir, BTC bergerak di rentang $87.612 – $90.439.

Level ini menandakan bahwa area $87.000–$88.000 mulai berperan sebagai zona support jangka pendek, sementara area $90.000 masih menjadi resistensi kuat yang belum berhasil ditembus secara meyakinkan.

Secara intraday, Bitcoin sempat mencatat perubahan harga satu jam sebesar +0,07%, menunjukkan adanya upaya pantulan kecil dari tekanan jual.

Namun secara keseluruhan, tekanan masih mendominasi, tercermin dari penurunan harian sekitar -1,24%.

Volume Perdagangan dan Aktivitas Pasar

Volume perdagangan Bitcoin dalam 24 jam terakhir tercatat di kisaran $35,57 miliar hingga $43,92 miliar (bergantung pada agregator data), mencerminkan bahwa likuiditas pasar tetap tinggi.

Tingginya volume di tengah penurunan harga sering kali mengindikasikan adanya distribusi aset, di mana sebagian investor memilih mengamankan profit atau mengurangi eksposur risiko.

Dari sisi suplai, jumlah BTC yang beredar saat ini sekitar 19,98 juta koin, atau sekitar 95,15% dari total maksimum 21 juta BTC.

Artinya, sebagian besar suplai Bitcoin sudah berada di pasar, dan laju inflasi tahunan BTC relatif sangat rendah dibanding aset kripto lain.

Faktor ini masih menjadi salah satu fondasi utama narasi jangka panjang Bitcoin sebagai aset lindung nilai digital.

Kinerja Jangka Menengah: Sinyal Campuran

Melihat data historis, pergerakan BTC menunjukkan sinyal yang cukup beragam:

  • 30 hari: naik sekitar 0,91%
  • 60 hari: turun sekitar 3,03%
  • 90 hari: turun sekitar 19,54%

Penurunan hampir 20% dalam 90 hari terakhir menegaskan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase koreksi menengah setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi di $126.198.

Koreksi sedalam ini secara historis bukanlah hal asing bagi Bitcoin, bahkan sering dianggap sebagai bagian dari siklus pasar.

Namun, data ini juga menunjukkan bahwa pemulihan jangka pendek masih rapuh.

Kenaikan tipis dalam 30 hari terakhir belum cukup untuk mengubah struktur tren yang cenderung melemah dalam horizon waktu lebih panjang.

Struktur Pasar dan Level Penting

Dari sudut pandang pasar, ada beberapa level kunci yang kini menjadi perhatian trader dan investor:

  • Support terdekat: area $87.000–$88.000
  • Support lanjutan: area psikologis $85.000
  • Resistensi utama: $90.000
  • Resistensi lanjutan: $94.000–$95.000

Selama BTC masih bertahan di atas area $87.000, peluang konsolidasi masih terbuka. Namun, jika level ini ditembus dengan volume besar, pasar berpotensi menguji support yang lebih rendah.

Sebaliknya, untuk memulihkan sentimen jangka pendek, Bitcoin perlu kembali menembus dan bertahan di atas $90.000.

Breakout yang valid di atas level ini dapat membuka ruang bagi penguatan lanjutan dan mengurangi tekanan psikologis di pasar.

Sentimen Investor: Menunggu Katalis

Pergerakan harga yang relatif datar dengan kecenderungan melemah menunjukkan bahwa pasar saat ini berada dalam fase menunggu katalis baru.

Baik faktor makro, aliran dana institusional, maupun perkembangan regulasi global masih menjadi variabel utama yang dapat mengubah arah harga secara signifikan.

Di sisi lain, fakta bahwa kapitalisasi pasar Bitcoin tetap berada di atas $1,7 triliun menunjukkan bahwa minat jangka panjang terhadap BTC belum memudar.

Investor besar cenderung memandang koreksi sebagai bagian dari siklus, bukan akhir dari tren makro.

Baca Juga: Analisa harga BTC hari ini: Bangkit! Bitcoin Menguat 1,63%

Analisa harga BTC hari ini memperlihatkan Bitcoin masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah ringan.

Harga di $88.944 menempatkan BTC tepat di area krusial antara support dan resistensi.

Dalam jangka pendek, pasar akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan Bitcoin bertahan di atas $87.000 atau menembus kembali $90.000.

Bagi investor, periode seperti ini sering kali menjadi momen untuk lebih fokus pada manajemen risiko dan pemantauan level teknikal utama, sambil menunggu arah pasar yang lebih tegas.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Stablecoin vs Altcoin Apa Bedanya? Pelajari Perbedaannya Sebelum Membeli

Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap aset kripto dan tingginya tingkat adopsi stablecoin, banyak investor pemula yang masih bingung untuk membedakan antara stablecoin dan altcoin. Keduanya memang termasuk dalam kategori mata uang kripto atau aset kripto, namun ternyata stablecoin dan altcoin memiliki perbedaan lho! 

Sebelum kamu membeli dan berinvestasi ke aset kripto, khususnya stablecoin atau altcoin, mari pahami terlebih dahulu perbedaannya.

Apa Itu Stablecoin?

gambaran jenis jenis stable coin
Ilustrasi stablecoin.

Stablecoin adalah jenis aset kripto yang dirancang untuk memiliki nilai yang stabil, biasanya dipatok ke mata uang fiat seperti dolar AS atau aset lain seperti emas. 

Tujuan utamanya adalah untuk mengurangi volatilitas yang sering terjadi di pasar kripto, sehingga cocok digunakan untuk transaksi sehari-hari, pengiriman uang, atau sebagai tempat penyimpanan nilai sementara.

Stablecoin pertama kali diperkenalkan melalui Tether (USDT) pada tahun 2014, dan sejak itu telah berkembang pesat. Menurut data pasar pada 2026, kapitalisasi stablecoin mencapai lebih dari Rp8.000 triliun secara global. Hingga saat ini banyak sekali aset kripto dalam bentuk stablecoin, berikut beberapa contoh stablecoin:

  • Tether (USDT): Stablecoin Dolar Amerika yang diterbitkan oleh Tether.
  • USD Coin (USDC): Stablecoin Dolar Amerika yang diterbitkan oleh Circle.
  • PAXGold (PAXG): Stablecoin emas yang diterbitkan oleh Paxos.

Stablecoin memiliki banyak jenisnya, mulai dari 1:1 backed oleh aset nyata, crypto-collateralized, hingga algoritmik stablecoin.

Baca juga: Mengenal Stablecoin dan Perbedaannya untuk Pemula

Apa Itu Altcoin?

Illustrasi altcoin mengelilingi Bitcoin.

Altcoin adalah istilah untuk seluruh aset kripto selain Bitcoin. Kata ini berasal dari “alternative coin” yang berarti koin alternatif dari Bitcoin, altcoin sebagai bentuk inovasi dengan fitur tambahan untuk mengatasi keterbatasan Bitcoin seperti kecepatan transaksi atau konsumsi energi.

Altcoin mencakup berbagai proyek dengan tujuan dan teknologi yang beragam, termasuk stablecoin, utility tokens, security tokens, dan jenis aset kripto lain selain Bitcoin. Contoh altcoin populer:

  • Ethereum (ETH): Platform untuk smart contract dan aplikasi terdesentralisasi (dApps).
  • Solana (SOL): Dikenal dengan transaksi cepat dan biaya rendah.
  • Monero: Fokus sektor privasi sebagai alternatif Bitcoin.

Altcoin hadir sebagai solusi teknologi dengan fungsionalitas nyata, seperti mendukung DeFi (Decentralized Finance), NFT, atau gaming. Namun, harga altcoin bisa fluktuatif  karena dipengaruhi oleh tren pasar dan regulasi.

Baca juga: Satoshi Nakamoto Masih Jadi Raja Crypto, Total Kekayaan Capai Rp2 Kuadriliun

Apakah Stablecoin Termasuk Altcoin?

Ilustrasi perbedaan stablecoin (biru) dan altcoin dalam bentuk Diagram Venn.

Ya, stablecoin secara teknis termasuk dalam kategori altcoin karena merupakan alternatif aset selain Bitcoin dalam ekosistem kripto.

Namun, tidak semua altcoin adalah stablecoin ya! 

Altcoin adalah kategori luas yang mencakup stablecoin, meme coin, utility tokens, dan lainnya. 

Sedangkan stablecoin merupakan lingkaran kecil dalam stablecoin atau subset altcoin dengan fokus khusus pada kestabilan, mirip seperti meme coin yang juga bagian dari altcoin tapi dengan karakteristik unik.

Baca juga: Meme Coin vs Altcoin: Pelajari Perbedaannya Sebelum Membeli

Mana yang Cocok untuk Investasi Jangka Pendek?

Jika kamu mencari investasi jangka pendek dengan risiko rendah, stablecoin adalah pilihan ideal. Stablecoin biasanya dijadikan hedging terhadap volatilitas pasar kripto karena harganya yang mengikuti aset nyata yang ditautkan. Contohnya seperti USDT sering digunakan trader untuk “parkir” dana selama bear market, sebelum akhirnya membeli kembali aset kripto tertentu dengan USDT saat harga dirasa cukup murah.

Meskipun memiliki risiko rendah dibanding altcoin lain, kamu wajib perhatikan faktor seperti transparansi cadangan dan regulasi terkini. 

Pastikan juga ketika kamu membeli stablecoin, beli di exchange yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan seperti Tokocrypto—hanya mulai dari deposit Rp50.000 kamu bisa langsung beli stablecoin aja lho!


Mana yang Cocok untuk Investasi Jangka Panjang?

Sebagai opsi investasi jangka panjang, banyak altcoin lebih menjanjikan berkat inovasi teknologi dan adopsi massal. Proyek seperti Ethereum, Solana, XRP adalah contoh altcoin yang naik karena adopsi masal yang semakin tinggi terbukti dengan disetujuinya sebagai ETF di Amerika Serikat.

Namun meskipun punya potensi besar, investasi altcoin lebih baik sebagai investasi jangka menengah karena altcoin lebih berisiko dibanding stablecoin karena bisa turun dan naik dengan fluktuatif.

Selain itu banyak investor, sampai ahli menyarankan untuk berinvestasi di Bitcoin jika untuk investasi jangka panjang. Sebab pergerakan pasar kripto biasanya mengikuti pergerakan harga Bitcoin.

Sebelum membeli altcoin, pastikan pelajari roadmap proyek, tim developer, dan komunitas ya! Soalnya menurut Nolan Bauerle, direktur penelitian di CoinDesk, 90% aset kripto saat ini tidak akan bertahan dari crash jadi pastikan kamu benar-benar paham sebelum membeli.

Baca juga: Kenalan dengan ZachXBT, Sherlock Holmes Versi Dunia Kripto

Siap untuk Mulai Investasi?

Setelah memahami perbedaan antara stablecoin dan altcoin, langkah selanjutnya adalah menentukan jenis aset kripto yang paling sesuai dengan tujuan keuangan kamu! 

Bagi kamu yang mengutamakan kestabilan dan penggunaan praktis, stablecoin bisa menjadi pilihan menarik! Terutama jika kamu ingin menghindari volatilitas tinggi dan fokus pada transaksi sehari-hari. 

Di sisi lain, jika kamu ingin lebih fokus membangun portofolio yang lebih potensial, altcoin selain stablecoin bisa menjadi pilihan yang lebih menarik karena harganya yang dapat naik. 

Mulai perjalanan investasi kriptomu sekarang di Tokocrypto, platform terpercaya di Indonesia yang menyediakan berbagai stablecoin dan altcoin terbaik, lengkap dengan fitur analisis, edukasi, dan dengan minimal deposit mulai dari Rp50.000 dan dapatkan potongan 20% biaya trading tiap trade dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran.

Jelajahi dan temukan stablecoin dan altcoin untuk investasi kamu di Tokocrypto dengan klik di sini!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com