Pasca keputusan The Fed menahan suku bunga, pasar kripto hari ini, Kamis (29/1) merespons positif dengan sejumlah altcoin seperti WLD, SYN, dan JTO mencatat penguatan signifikan. Di sisi utama, Bitcoin bergerak stabil dengan struktur jangka pendek yang membaik, didukung kenaikan open interest yang membuka peluang reli pemulihan.
Menariknya, Tokocrypto menggelar Indonesia Crypto Outlook (ICO) 2026 yang membahas berbagai data dan insight penting terkait arah pasar kripto ke depan, lengkap dengan hadiah menarik bagi penonton di YouTube. Lihat lebih lengkap di bawah ini:
Tokocrypto Gelar Indonesia Crypto Outlook 2026 Nonton di Youtube!
Banyak data dan insight pasar penting diungkap di ICO 2026.
Bagi penonton di YouTube akan dapat hadiah menarik.
Nonton selengkapnya di sini youtube.com/@Tokocrypto.
Daftar Altcoin Potensial Pasca The Fed Tahan Suku Bunga
WLD melonjak 27% hari ini, capai level harga $0,5862.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
TokenSolana Seeker (SKR) terus berada di bawah tekanan setelah anjlok hampir 70% dari puncak harga pasca-peluncuran. Lemahnya permintaan spot, sinyal teknikal bearish, serta meningkatnya suplai token di bursa memunculkan risiko penurunan lanjutan hingga 17% dalam waktu dekat.
Berdasarkan data pasar terbaru, harga SKR kini bergerak di kisaran US$0,024, jauh dari level tertingginya di sekitar US$0,067. Penurunan tajam ini menghapus sebagian besar antusiasme awal investor, sementara aktivitas beli terlihat minim meski harga sudah terkoreksi dalam.
Tekanan Jual Masih Dominan
Dilaporkan BeInCrypto, indikator teknikal menunjukkan tekanan jual belum mereda. Pada grafik 4 jam, Chaikin Money Flow (CMF) tercatat berada di bawah level nol sejak 24 Januari, menandakan arus modal yang keluar dari aset. Upaya pemulihan CMF pada 26 Januari gagal bertahan dan justru kembali melemah, memperkuat sinyal distribusi.
Sementara itu, indikator Relative Strength Index (RSI) pada grafik 1 jam membentuk bearish divergence. Meski harga sempat mencetak higher high, RSI justru mencetak lower high, yang mengindikasikan melemahnya momentum beli. Kondisi ini menjelaskan mengapa setiap reli jangka pendek SKR gagal berlanjut.
Tekanan juga terlihat dari data on-chain. Dalam 24 jam terakhir, saldo SKR di bursa meningkat 5,31% menjadi sekitar 467 juta token, atau setara dengan 23,6 juta SKR yang berpindah ke exchange. Pergerakan ini umumnya diartikan sebagai sinyal potensi penjualan.
Di saat yang sama, kepemilikan oleh investor besar (smart money) tercatat turun sekitar 4%, menunjukkan belum adanya minat akumulasi yang signifikan meski harga telah turun tajam.
Bear Justru Jadi Penentu Arah Harga
Menariknya, di tengah absennya pembeli spot, arah pergerakan SKR kini justru bergantung pada posisi trader derivatif. Data peta likuidasi menunjukkan dominasi posisi short di pasar perpetual SKR/USDT.
Di bursa Bitget, total leverage short mencapai sekitar US$3,06 juta, lebih dari dua kali lipat posisi long yang berada di kisaran US$1,49 juta. Jika harga SKR naik mendekati US$0,030, sekitar US$1,2 juta posisi short berpotensi terlikuidasi dan memicu short squeeze.
Namun analis menegaskan, reli akibat short squeeze bukanlah tanda kekuatan fundamental, melainkan pembelian paksa akibat likuidasi.
Jika tidak terjadi short squeeze, SKR berisiko menembus area support di sekitar US$0,019, yang berarti penurunan lanjutan sekitar 17% dari level saat ini.
Dengan kondisi tersebut, masa depan jangka pendek Seeker kini tidak lagi bergantung pada aksi beli investor, melainkan pada apakah para bear terjebak dalam posisi leverage mereka sendiri.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Prediction market di jaringan BNB Chain mencatat pertumbuhan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Pada akhir pekan lalu, total volume perdagangan kumulatif sektor ini resmi menembus US$20,91 miliar, menandai tonggak baru bagi ekosistem BNB Chain.
Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh BNB Chain pada Senin (27/1). Lonjakan ini didorong oleh semakin banyaknya platform prediction market yang beroperasi di jaringan tersebut, termasuk Opinion Labs, Probable, Myriad Markets, Predict.Fun, dan XO Markets.
Prediksi BNB Chain
Dalam blog resminya, BNB Chain menyebut prediction market sebagai sarana penting untuk memprediksi peristiwa dan mengelola risiko dalam skala besar. Mekanisme ini dinilai mampu mengubah informasi yang tersebar menjadi sinyal yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan, mulai dari sektor keuangan hingga tata kelola.
Dilaporkan Newsbtc, data dari Dune Analytics menunjukkan bahwa volume prediction market di BNB Chain melonjak hampir 89% hanya dalam satu bulan terakhir, dengan peningkatan signifikan sejak kuartal IV. Bahkan sejak awal 2026, BNB Chain tercatat memimpin volume perdagangan mingguan prediction market, mengungguli platform off-chain serta jaringan lain seperti Polygon, Solana, dan Base.
Sementara itu, data DeFiLlama mengungkapkan bahwa tiga platform prediction market di BNB Chain kini masuk lima besar dunia, hanya berada di bawah Kalshi dan Polymarket. Hal ini menandakan adopsi yang semakin luas terhadap ekosistem BNB.
Secara rinci, Opinion Labs menempati peringkat ketiga dengan volume perdagangan US$725,56 juta dalam tujuh hari dan US$3,35 miliar dalam 30 hari terakhir, serta open interest yang telah melampaui US$144 juta pada akhir Januari.
Di sisi lain, Probable mencatat volume US$558 juta dalam tujuh hari dan US$1,05 miliar dalam 30 hari, dengan total notional volume mencapai US$1,4 miliar dan lebih dari 17.000 pengguna, hanya satu bulan setelah peluncuran.
Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Rabu, 28 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pencapaian ini bertepatan dengan meningkatnya minat institusi terhadap token BNB. Pekan lalu, Grayscale mengajukan formulir S-1 kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) untuk meluncurkan spot ETF berbasis BNB. Jika disetujui, produk bernama Grayscale BNB Trust (GBNB) tersebut akan memberikan eksposur terhadap BNB tanpa perlu kepemilikan langsung.
Dari sisi harga, BNB dilaporkan mulai pulih dari koreksi yang terjadi pada Minggu. Analis pasar Rose Premium Signals mencatat bahwa harga BNB memantul dari zona permintaan kuat di US$860 dan berhasil bertahan di area Fibonacci retracement utama, yang meningkatkan peluang reaksi bullish.
Menurut Tim Research Tokocrypto, ledakan volume ini menandakan pergeseran user base dari mainnet Ethereum ke chain yang lebih efisien (low fee) untuk transaksi frekuensi tinggi seperti prediksi.
“Sektor ini berpotensi menjadi “Killer App” baru yang mendorong utilitas token BNB secara organik,” jelasnya.
Apabila BNB mampu merebut kembali level US$900 sebagai area support, analis memperkirakan potensi pengujian ulang ke level US$937 hingga US$980 dalam waktu dekat.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Harga Zcash (ZEC) menunjukkan sinyal pemulihan setelah sempat mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir. Data on-chain terbaru mengindikasikan potensi penguatan harga, seiring dengan penurunan tajam saldo ZEC di bursa kripto dan munculnya sinyal teknikal yang bersifat bullish.
Berdasarkan data pasar, saldo ZEC yang tersimpan di exchange tercatat turun hingga sekitar 44–48% dalam 24 jam terakhir. Penurunan ini mencerminkan aksi akumulasi besar-besaran oleh investor, yang memindahkan aset mereka ke dompet pribadi dan mengurangi pasokan yang siap dijual di pasar.
Anjlok Saldo Zcash
Dilaporkan BeInCrypto, anjloknya saldo di bursa umumnya dianggap sebagai sinyal positif karena menekan tekanan jual jangka pendek. Kondisi ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan pemegang ZEC terhadap potensi kenaikan harga di level saat ini.
Dari sisi indikator teknikal, Chaikin Money Flow (CMF) menunjukkan divergensi bullish. Meski harga ZEC sempat mencetak level rendah baru, indikator CMF justru membentuk higher high. Pola ini mengindikasikan adanya arus dana masuk yang tersembunyi, menandakan akumulasi masih berlangsung di balik volatilitas harga.
CMF sendiri digunakan untuk mengukur kekuatan arus modal berdasarkan harga dan volume. Kenaikan CMF di tengah pelemahan harga sering kali menjadi sinyal awal pembalikan arah tren.
Saat ini, ZEC diperdagangkan di kisaran $380, bergerak dalam rentang konsolidasi antara $340 hingga $405. Pekan lalu, harga sempat menembus pola segitiga yang memunculkan proyeksi penurunan hingga 55% menuju area $170. Namun, perubahan kondisi pasar terbaru dinilai telah mengurangi peluang skenario bearish tersebut.
Pergerakan harga Zcash (ZEC/USDT) pada Rabu, 28 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Analis menilai bahwa penembusan harga di atas $450 akan membatalkan potensi penurunan tajam dan membuka peluang reli lanjutan menuju $500. Target tersebut sejalan dengan meningkatnya akumulasi dan membaiknya arus modal.
Meski demikian, risiko penurunan masih tetap ada. Jika tekanan jual kembali meningkat atau kondisi pasar kripto global melemah, harga ZEC berpotensi turun di bawah $340 dan menguji area $300, yang dapat menunda proses pemulihan.
Menurut Tim Research Tokocrypto, penarikan besar-besaran dari exchange adalah sinyal akumulasi whales yang sangat bullish. Kelangkaan supply di pasar sekunder akan mendongkrak harga secara signifikan jika demand tetap stabil atau meningkat.
“Target $500 menjadi realistis dalam skenario supply shock ini,” jelasnya.
Untuk saat ini, pergerakan saldo bursa dan indikator arus dana memberi sinyal bahwa Zcash berpeluang keluar dari fase tekanan dan memasuki tahap pemulihan harga dalam waktu dekat.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
XRP kembali menjadi sorotan setelah membentuk base harga yang sangat kuat di area psikologis $2.00 selama kurang lebih 14 bulan terakhir. Pola ini dinilai bukan sekadar fase stagnan, melainkan akumulasi jangka menengah yang berpotensi mengakhiri tren turun dan membuka jalan bagi siklus bullish baru.
Sejumlah analis menilai bahwa struktur harga XRP saat ini mirip dengan fase pembalikan yang pernah terjadi pada April 2025, ketika tekanan short yang ekstrem justru menjadi bahan bakar reli harga.
Posisi Short XRP
🗞️ Negative Funding Rates point to potential XRP reversal
“This pattern has occurred twice since 2024. Between August and September 2024, and again during the April 2025 correction, funding rates turned negative for a period before a bullish rebound took place, driven by a shift… pic.twitter.com/ewlLMqtwwV
Menurut analis kripto Darkfost, dominasi posisi short di pasar derivatif XRP menjadi katalis penting yang sering diabaikan. Data funding rate Binance menunjukkan bahwa sejak Desember lalu, funding rate XRP cenderung negatif, menandakan mayoritas trader berada di posisi short dengan leverage.
Kondisi ini secara historis sering memicu pergerakan harga yang berlawanan dengan konsensus pasar. Ketika harga mulai bergerak naik, likuidasi paksa dari posisi short dapat menciptakan efek short squeeze yang mendorong reli lebih agresif. Pola serupa sudah terjadi dua kali sejak 2024, yakni pada Agustus–September 2024 dan April 2025, yang keduanya diikuti oleh kenaikan harga signifikan.
Secara teknikal, XRP saat ini masih bergerak dalam fase konsolidasi sehat setelah reli lebih dari 600% sejak November 2024, meski harganya masih sekitar 50% di bawah puncak $3.66 yang tercapai pada Juli 2025.
Dilaporkan Cryptonews, grafik mingguan menunjukkan kompresi harga di zona demand kuat $1.85–$2.00, area yang berulang kali menahan tekanan jual tanpa breakdown signifikan. Namun, tantangan utama XRP berada di area $2.50, yang berfungsi sebagai resistance horizontal sekaligus beririsan dengan garis tren turun dan level Fibonacci 0.786. Penutupan candle mingguan di atas level ini dipandang sebagai konfirmasi pembalikan tren, dengan target lanjutan di kisaran $3.00–$3.10.
Analisis Teknikal XRP
Indikator Relative Strength Index (RSI) turut memperkuat skenario bullish. Meski RSI masih berada di area rendah 40-an, indikator ini membentuk bullish divergence, menandakan melemahnya momentum penurunan harga.
Selama XRP mampu bertahan di atas support $1.85, bias pasar cenderung mengarah pada konsolidasi lanjutan yang diikuti upaya breakout bertahap. Sebaliknya, jika level $1.85 jebol secara meyakinkan, skenario bullish akan gugur dan membuka peluang koreksi lebih dalam menuju area $1.50.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 28 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Menurut Tim Research Tokocrypto, struktur “14-Month Base” menunjukkan akumulasi jangka panjang yang sangat solid oleh smart money.
“Breakout dari fase konsolidasi panjang ini biasanya memicu pergerakan impulsif yang eksplosif, didukung oleh sentimen regulasi yang membaik pasca-gugatan SEC,” jelasnya.
Dengan struktur harga yang matang, tekanan short yang menumpuk, serta sinyal teknikal yang mulai berbalik arah, XRP berada di fase krusial. Breakout di atas $2.50 berpotensi menjadi pemicu reli besar berikutnya, sementara kegagalan mempertahankan support kunci akan mengubah arah narasi pasar secara drastis. Seperti biasa, pergerakan kripto tetap berisiko tinggi dan memerlukan manajemen risiko yang matang dari setiap pelaku pasar.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Harga Cardano (ADA) kembali berada di bawah tekanan setelah volume perdagangannya terus menyusut dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar terkait kelanjutan prospek bullish ADA pada siklus kripto saat ini.
Data terbaru dari platform analitik blockchain Artemis menunjukkan bahwa volume perdagangan mingguan ADA mengalami penurunan konsisten sejak peristiwa flash crash pada 10 Oktober lalu. Saat itu, aktivitas perdagangan sempat melonjak hingga mencapai US$15 miliar, sebelum akhirnya melemah secara bertahap.
Dilaporakn Cryptonews, seiring berkurangnya minat trader, momentum harga ADA ikut tertekan. Hingga saat ini, harga Cardano tercatat turun signifikan dari kisaran US$0,85 ke sekitar US$0,35. Penurunan tajam tersebut turut menyeret volume perdagangan mingguan menjadi hanya US$3,8 miliar pada pekan lalu, atau merosot sekitar 75% dibandingkan puncaknya.
Kondisi ini diperparah oleh minimnya katalis positif dari sisi institusional. Hingga kini, pelaku pasar Wall Street masih enggan meluncurkan produk exchange-traded fund (ETF) berbasis Cardano, berbeda dengan beberapa aset kripto utama lainnya.
Berdasarkan analisis teknikal grafik harian, ADA saat ini kembali menguji level support penting di area US$0,35. Level ini sebelumnya menjadi zona akumulasi kuat pada 2024 dan berperan sebagai titik awal reli pasca pemilu.
Namun, situasi pasar kini dinilai jauh berbeda. Sentimen investor masih tertekan dan belum terlihat katalis kuat yang mampu mendorong pembalikan tren harga. Dalam skenario negatif, jika level US$0,35 gagal dipertahankan, ADA berpotensi turun hingga US$0,20—yang berarti risiko penurunan lanjutan sekitar 43%.
Menurut Tim Research Tokocrypto, volatilitas ekstrem ini menguji mental holder ADA. Penurunan ini bisa jadi shakeout sebelum reversal atau konfirmasi tren bearish lanjutan.
“Trader harus memantau level support kunci on-chain untuk melihat apakah whale mulai mengakumulasi lagi,” sarannya.
Pergerakan harga Cardano (ADA/USDT) pada Rabu, 28 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Meski demikian, jika area support tersebut mampu bertahan dan minat beli kembali muncul, harga ADA masih berpeluang mengalami pemantulan jangka pendek yang dapat memperlambat tren penurunan saat ini.
Di tengah melemahnya kinerja Cardano, perhatian sebagian investor mulai beralih ke proyek kripto tahap awal. Salah satunya adalah presale SUBBD (SUBBD), yang dilaporkan telah menggalang dana sekitar US$1,5 juta dengan menawarkan solusi monetisasi konten berbasis kecerdasan buatan generatif bagi kreator digital.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Proyek Layer 2Bitcoin berbasis teknologi Zero-Knowledge (ZK), Citrea, kini secara resmi telah meluncurkan mainnet-nya.
Peluncuran ini sekaligus menandai tonggak penting dalam perkembangan teknologi scaling dan smart contract di jaringan Bitcoin.
Menurut laporan The Block pada Rabu (28/1), pengumuman ini menghadirkan optimisme baru di komunitas kripto karena membawa kemampuan eksekusi aplikasi kompleks, termasuk potensi DeFi, ke Bitcoin tanpa mengorbankan keamanan on-chain yang sudah menjadi fondasi kuat jaringan ini.
Citrea merupakan solusi Layer 2 yang dibangun di atas Bitcoin dengan memanfaatkan teknologi Zero-Knowledge Rollups (ZK-Rollup).
Secara teknis, Citrea memproses transaksi dan smart contract di luar jaringan Bitcoin (off-chain) menggunakan mesin virtual zkEVM, kemudian menghasilkan bukti kriptografis yang disimpan ke chain Bitcoin.
Proses ini memungkinkan throughput transaksi yang jauh lebih tinggi, biaya lebih rendah, dan tetap mengandalkan keamanan jaringan Bitcoin sebagai anchor terakhir.
Dibandingkan dengan beberapa solusi lain yang bergantung pada mekanisme eksternal atau multi-signature tradisional, Citrea menggunakan Bitcoin secara langsung untuk settlement dan data availability, yang berarti setiap aktivitas Layer 2 dapat diverifikasi melalui data yang tersedia di blockchain Bitcoin.
1/8 Today, Citrea Mainnet Goes Live 🍊🍋
We are officially live with the first Bitcoin application layer that enables institutions and individuals to lend, trade, and settle directly on the Bitcoin Network.
Bersamaan dengan peluncuran mainnet, Citrea memperkenalkan stablecoin native bernama ctUSD.
Stablecoin ini diterbitkan oleh MoonPay dan didukung infrastruktur oleh M0, dengan cadangan penuh berupa short-term U.S. Treasury bills dan kas.
Keberadaan ctUSD ini berfungsi sebagai jembatan finansial antara aktivitas DeFi di Citrea dan sistem fiat di luar jaringan, memberikan likuiditas yang stabil tanpa harus bergantung pada BTC yang volatile untuk setiap transaksi.
Dengan ctUSD, pengguna dapat melakukan lending, borrowing, maupun fungsi pasar modal lainnya dengan denominasi yang lebih stabil—suatu kebutuhan penting untuk adopsi DeFi yang lebih luas.
Mendukung Aktivitas Finansial Lanjutan di Bitcoin
Tim Research Tokocrypto menjelaskan, peluncuran mainnet Citrea membuka jalan bagi berbagai aplikasi Bitcoin-native seperti BTC-backed lending, structured products, dan aplikasi DeFi lain yang umumnya hanya tersedia di ekosistem lain seperti Ethereum.
Ratusan bitcoin capital yang selama ini “tidur” karena keterbatasan jaringan dasar Bitcoin kini berpeluang dialirkan ke aplikasi produktif di atas Layer 2.
“Peluncuran ini memperkuat narasi BTCFi (Bitcoin DeFi) yang sedang tren. Dengan membawa programabilitas (ZK-Rollup) ke Bitcoin, Citrea membuka jalan bagi aplikasi DeFi kompleks untuk dibangun di atas likuiditas aset terbesar di dunia (BTC), berpotensi menyaingi ekosistem L2 Ethereum,” papar Tim Research Tokocrypto.
Selain itu, Citrea sudah bermitra dengan sejumlah pelaku DeFi dan pasar modal, termasuk Morpho, UltraYield, dan Keyrock, yang mengembangkan infrastruktur bagi produk-produk finansial canggih yang berjalan langsung di atas Bitcoin.
Para pendukung juga melihat peluncuran Citrea sebagai penguat narasi BTCFi (Bitcoin DeFi), di mana Bitcoin tidak hanya berfungsi sebagai store of value (SOV) tetapi juga sebagai jaringan tempat modal dapat dikelola, dipinjamkan, dan diperdagangkan secara on-chain.
Tantangan & Potensi Adopsi
Meski potensi Citrea sangat besar, adopsi nyata masih menghadapi sejumlah tantangan.
Pertama, kehati-hatian developer dan pengguna terhadap keamanan serta pengalaman pengguna sangat penting karena teknologi ZK masih relatif baru di jaringan Bitcoin.
Sertifikasi dan audit sangat diperlukan agar jembatan seperti Clementine bridge serta sistem bukti ZK dapat beroperasi secara aman.
Kedua, meskipun strukturalnya kuat, ekosistem DeFi yang hidup dan dinamis memerlukan network effect.
Artinya, developer perlu terdorong untuk membangun aplikasi, dan pengguna harus merasa nyaman menggunakan sistem baru ini.
Kebijakan jembatan likuiditas dan integrasi dengan dompet serta bursa juga memainkan peran penting dalam adopsi jangka panjang.
Dengan peluncuran mainnet Citrea, Bitcoin mendapatkan momentum baru yang bergerak dari sekadar aset digital untuk disimpan, menuju sistem keuangan programmable yang dapat mendukung aplikasi kompleks secara native.
Hal ini menjadikan Bitcoin bukan hanya digital gold tetapi juga programmable financial infrastructure, yang dapat bersaing di ruang DeFi yang sebelumnya didominasi oleh jaringan lain.
Peluncuran mainnet Citrea merupakan milestone besar dalam evolusi teknologi Bitcoin.
Dengan menghadirkan ZK-Rollup dan smart contract, serta stablecoin ctUSD, Citrea membuka jalan bagi era baru Bitcoin DeFi yang lebih fungsional dan terprogram tanpa meninggalkan keamanan jaringannya.
Meski masih banyak tantangan, langkah ini menjadi bagian penting menuju masa depan di mana Bitcoin berperan lebih luas dalam sistem keuangan terdesentralisasi global.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Bursa kripto Dex-Trade secara resmi mengumumkan akan melakukan delisting tokenDAR Open Network (D).
Keputusan ini berarti seluruh aktivitas perdagangan untuk token tersebut akan dihentikan di platform Dex-Trade.
Menurut laporan Coinmarketcal pada Rabu (28/1), Pihak bursa juga menetapkan batas waktu penarikan (withdraw) hingga 28 Januari 2026, sebelum akses terhadap aset ditutup sepenuhnya.
Pengumuman ini langsung menjadi perhatian komunitas kripto, khususnya para holder DAR Open Network, karena delisting bukan hanya sekadar penghapusan pasangan perdagangan, tetapi juga dapat berdampak serius terhadap likuiditas, aksesibilitas aset, dan persepsi pasar terhadap keberlangsungan proyek.
Delisting terjadi ketika sebuah bursa memutuskan untuk menghentikan dukungan terhadap suatu aset kripto.
Alasan di balik keputusan ini bisa beragam, mulai dari rendahnya volume perdagangan, minimnya likuiditas, hingga isu kepatuhan, keamanan, atau kelangsungan pengembangan proyek.
Meskipun Dex-Trade tergolong sebagai CEX sekunder, langkah delisting tetap memiliki implikasi penting.
Pergerakan harga Dar Open Network (D/USDT) pada Rabu, 28 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Setiap pengurangan jumlah exchange yang mendukung suatu token akan mempersempit akses pasar, mengurangi volume perdagangan, dan berpotensi meningkatkan volatilitas harga.
Terkait pengumuman ini, tim Research Tokocrypto menilai keputusan tersebut sebagai sinyal yang tidak bisa diabaikan oleh investor.
“Delisting dari CEX sekunder seperti Dex-Trade adalah sinyal negatif kuat terkait likuiditas atau kepatuhan proyek. Holder harus segera memindahkan aset ke wallet pribadi atau exchange lain untuk menghindari kehilangan dana permanen,” jelas Tim Research Tokocrypto.
Pernyataan ini menegaskan bahwa risiko terbesar bukan hanya pada pergerakan harga, tetapi pada kehilangan akses terhadap aset jika batas waktu penarikan terlewat.
Krusial bagi Holder
Dex-Trade memberikan waktu hingga 28 Januari 2026 bagi seluruh pengguna untuk menarik token DAR mereka.
Setelah tanggal tersebut, akses terhadap aset di akun Dex-Trade berpotensi ditutup sepenuhnya.
Dalam banyak kasus delisting, aset yang tidak ditarik tepat waktu bisa menjadi sulit atau bahkan mustahil untuk dipulihkan.
Karena itu, holder DAR yang masih menyimpan token di Dex-Trade disarankan untuk segera melakukan langkah mitigasi, antara lain:
Menarik token ke wallet pribadi (non-custodial wallet) untuk memastikan kontrol penuh atas aset.
Memindahkan aset ke exchange lain yang masih mendukung perdagangan DAR Open Network.
Memantau pengumuman lanjutan dari Dex-Trade maupun tim DAR terkait perubahan kebijakan atau dukungan platform lain.
Menunda penarikan di tengah situasi delisting meningkatkan risiko teknis dan administratif yang dapat merugikan pengguna.
Dampak terhadap Likuiditas dan Kepercayaan Pasar
Delisting hampir selalu diikuti oleh penurunan likuiditas.
Ketika satu platform menghapus token, jumlah order book dan jalur keluar-masuk pasar menjadi lebih sempit.
Ini dapat menyebabkan spread harga melebar, volatilitas meningkat, dan kesulitan bagi holder untuk menjual atau menukar aset mereka dengan harga yang wajar.
Selain itu, secara psikologis, delisting sering dipersepsikan pasar sebagai indikator masalah internal proyek, meskipun tidak selalu demikian.
Bagi investor baru, pengurangan jumlah exchange yang mendukung sebuah token dapat menurunkan tingkat kepercayaan dan minat.
Jika delisting berlanjut di platform lain, tekanan terhadap harga dan adopsi token berpotensi semakin besar.
Apa yang Perlu Dicermati Investor Selanjutnya?
Bagi holder DAR Open Network, fase ini seharusnya menjadi momentum untuk mengevaluasi kembali eksposur risiko. Investor disarankan untuk:
Mengikuti komunikasi resmi tim DAR Open Network, untuk mengetahui apakah ada klarifikasi, rencana restrukturisasi, atau upaya relisting di exchange lain.
Memantau likuiditas global DAR, bukan hanya di satu bursa.
Menilai ulang fundamental proyek, termasuk aktivitas pengembangan, kemitraan, dan roadmap.
Delisting tidak selalu berarti proyek akan gagal, tetapi dalam banyak kasus, ini adalah peringatan dini bahwa ekosistem token sedang menghadapi tantangan signifikan.
Keputusan Dex-Trade untuk mendelisting DAR Open Network (D) merupakan sinyal penting bagi pasar. Dengan tenggat waktu penarikan hingga 28 Januari 2026, langkah paling rasional bagi holder adalah segera mengamankan aset mereka.
Di tengah industri kripto yang bergerak cepat, respons cepat terhadap pengumuman seperti ini dapat menjadi pembeda antara perlindungan aset dan potensi kerugian permanen.
Bagi investor, peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa manajemen risiko tidak hanya soal harga, tetapi juga soal akses, likuiditas, dan keberlanjutan infrastruktur tempat aset disimpan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Harga Pi Network (PI) kembali menjadi sorotan di pasar kripto.
Berdasarkan data terbaru dari CoinMarketCap pada Rabu (28/1), harga PI hari ini tercatat di level $0,1734, mengalami kenaikan tipis 0,23% dalam 24 jam terakhir.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa PI masih berada dalam fase konsolidasi, dengan minat pasar yang relatif stabil di tengah kondisi industri kripto yang dinamis.
Meski belum menunjukkan lonjakan tajam, sejumlah indikator penting, mulai dari kapitalisasi pasar hingga rasio volume perdagangan untuk memberikan gambaran menarik tentang posisi Pi Network saat ini di ekosistem aset digital.
Market Cap $1,45 Miliar: PI Masih Relevan di Peta Kripto
Saat ini, kapitalisasi pasar Pi Network mencapai $1,45 miliar, naik sekitar 0,19%.
Angka ini menempatkan PI dalam jajaran proyek kripto menengah yang sudah memiliki basis komunitas besar dan ekosistem yang terus berkembang.
Market cap di atas $1 miliar umumnya mencerminkan dua hal: pertama, aset tersebut memiliki likuiditas yang cukup untuk diperdagangkan; kedua, ada tingkat kepercayaan pasar yang relatif terjaga.
Bagi investor, kapitalisasi pasar ini menunjukkan bahwa PI bukan lagi sekadar proyek eksperimental, melainkan sudah menjadi aset kripto yang secara serius dipantau pergerakannya.
Volume Perdagangan $10,55 Juta: Aktivitas Pasar Masih Hidup
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 28 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap
Dalam 24 jam terakhir, volume perdagangan PI tercatat sebesar $10,55 juta, melonjak 17,83%. Kenaikan volume ini penting, karena sering kali menjadi sinyal awal meningkatnya atensi trader.
Rasio Volume terhadap Market Cap (Vol/Mkt Cap) sebesar 0,7276% mengindikasikan tingkat perputaran yang masih tergolong moderat. Artinya, meskipun PI aktif diperdagangkan, belum terjadi euforia besar-besaran.
Kondisi seperti ini biasanya mencerminkan fase “wait and see”, di mana pelaku pasar menunggu katalis berikutnya, baik dari sisi pengembangan jaringan, adopsi aplikasi, maupun keputusan strategis dari ekosistem Pi Network.
FDV $17,34 Miliar dan Isu Tokenomics
Salah satu data paling krusial adalah Fully Diluted Valuation (FDV) PI yang mencapai $17,34 miliar.
Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan market cap saat ini, karena total supply PI mencapai 100 miliar koin, sementara jumlah yang beredar baru sekitar 8,38 miliar PI.
Perbedaan besar antara market cap dan FDV menunjukkan bahwa masih ada pasokan token dalam jumlah signifikan yang berpotensi masuk ke pasar di masa depan.
Bagi investor, ini adalah faktor penting yang perlu diperhatikan, karena pelepasan token baru dapat memengaruhi harga jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan utilitas dan permintaan.
Dengan kata lain, masa depan harga PI sangat bergantung pada bagaimana Pi Network mengelola distribusi token, mendorong adopsi, dan memperluas use case di dunia nyata.
Harga di level $0,1734 dengan suplai beredar 8,38% dari total maksimum mencerminkan bahwa PI masih berada pada fase awal siklus ekonominya.
Jika ekosistem berkembang pesat, misalnya melalui peningkatan jumlah aplikasi, integrasi pembayaran, atau ekspansi komunitas global, maka permintaan berpotensi meningkat dan membantu menyerap suplai baru.
Namun, investor juga perlu mencermati risiko. FDV yang tinggi berarti ekspektasi pasar terhadap masa depan PI juga besar.
Tanpa pertumbuhan fundamental yang sepadan, tekanan suplai bisa menjadi tantangan jangka menengah.
Prospek Pi Network
Pi Network dikenal sebagai proyek yang mengusung konsep mining berbasis mobile dan komunitas masif. Keunggulan ini membuat PI memiliki basis pengguna yang unik dibanding banyak kripto lain.
Jika jaringan mampu mengonversi komunitas tersebut menjadi ekosistem ekonomi aktif dengan transaksi riil dan utilitas yang jelas, maka valuasi saat ini bisa menjadi pijakan penting menuju fase pertumbuhan berikutnya.
Untuk saat ini, pergerakan harga yang relatif stabil, disertai kenaikan volume, menunjukkan bahwa PI masih berada dalam radar pasar.
Investor dan pengamat kripto disarankan untuk tidak hanya memantau grafik harga, tetapi juga perkembangan fundamental, kebijakan token, dan ekspansi use case Pi Network.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Pergerakan Bitcoin (BTC) hari ini menunjukkan fase konsolidasi yang cukup jelas.
Berdasarkan data terbaru, harga Bitcoin tercatat di level $88.944,46 per BTC, menguat tipis sekitar +0,46% dalam 24 jam terakhir.
Kenaikan minor ini memberi napas sementara bagi pasar setelah periode volatilitas tinggi, meskipun belum cukup kuat untuk membalikkan tren jangka menengah yang masih cenderung melemah.
Dalam beberapa jam terakhir, BTC bergerak dalam rentang yang relatif lebar, dengan level terendah di $87.228 dan tertinggi di $89.427.
Rentang ini menegaskan bahwa minat transaksi masih tinggi, tetapi kekuatan beli dan jual terlihat seimbang.
Kapitalisasi Pasar Tetap Dominan, Aktivitas Perdagangan Masih Tinggi
Dari sisi fundamental pasar, kapitalisasi Bitcoin kini berada di kisaran $1,77 triliun hingga $1,78 triliun, mempertahankan posisinya sebagai aset kripto nomor satu dunia.
Dengan suplai beredar sekitar 19,98 juta BTC, atau 95,15% dari total suplai maksimum 21 juta BTC, kelangkaan struktural Bitcoin terus menjadi salah satu faktor utama yang menopang valuasinya.
Sementara itu, volume perdagangan 24 jam tercatat sekitar $38,27 miliar, mencerminkan aktivitas pasar yang tetap padat.
Volume yang besar di tengah pergerakan harga yang sempit sering diartikan sebagai fase akumulasi atau distribusi, di mana pelaku pasar besar mulai memposisikan diri sambil menunggu arah yang lebih tegas.
Kinerja Historis: Sideways Jangka Pendek, Koreksi Masih Terasa
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 28 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Jika melihat kinerja dalam beberapa horizon waktu:
24 jam: +0,46%
7 hari: -0,33%
30 hari: -1,12%
60 hari: -1,84%
90 hari: -19,54%
Data ini menunjukkan bahwa Bitcoin saat ini berada dalam fase sideways.
Pergerakan jangka pendek relatif datar, namun secara 90 hari, BTC masih mencatat koreksi hampir -20%, menandakan tekanan jangka menengah belum sepenuhnya pulih.
Kondisi seperti ini sering mencerminkan periode transisi pasar, ketika euforia mulai mereda dan pelaku pasar beralih ke pendekatan yang lebih selektif, baik untuk akumulasi jangka panjang maupun trading berbasis volatilitas.
Area Teknis Penting: Support dan Resistance
Secara naratif teknikal, zona $87.000–$88.000 kini menjadi area support jangka pendek yang krusial. Selama harga mampu bertahan di atas wilayah ini, peluang konsolidasi sehat masih terbuka.
Penembusan ke bawah berpotensi memicu tekanan lanjutan, terutama jika disertai lonjakan volume jual.
Di sisi atas, area $89.500 hingga $90.000 menjadi resistance terdekat. Level ini bukan hanya batas teknis, tetapi juga psikologis.
Keberhasilan BTC bertahan di atas $90.000 akan menjadi sinyal penting bahwa pasar mulai membangun momentum baru.
Jarak dari Rekor Tertinggi Masih Lebar
Bitcoin saat ini masih berada cukup jauh dari rekor tertingginya di $126.198.
Jarak yang signifikan ini menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase penyesuaian pasca volatilitas ekstrem.
Bagi investor jangka panjang, kondisi seperti ini kerap dianggap sebagai fase pembentukan ulang tren.
Namun bagi trader jangka pendek, situasi ini berarti pergerakan harga masih rawan berubah cepat mengikuti sentimen.
Sentimen Pasar: Menunggu Katalis
Secara umum, pergerakan Bitcoin hari ini mencerminkan pasar yang masih menunggu katalis.
Kenaikan tipis tidak diikuti dengan lonjakan impulsif, menandakan bahwa pelaku pasar cenderung menahan diri.
Dalam kondisi seperti ini, Bitcoin sering berperan sebagai indikator utama kesehatan pasar kripto secara keseluruhan.
Apabila BTC mampu membangun support yang kuat dan volume mulai meningkat pada fase kenaikan, hal itu berpotensi membuka jalan bagi reli lanjutan di pasar kripto.
Sebaliknya, jika tekanan kembali meningkat dan support jebol, fase konsolidasi bisa berubah menjadi koreksi lanjutan.
Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin masih bertahan di area $88.000 dengan pergerakan terbatas.
Kenaikan tipis 24 jam memberi sinyal stabilisasi, namun data historis memperlihatkan bahwa tekanan jangka menengah belum sepenuhnya hilang.
Zona $87.000–$90.000 akan menjadi medan krusial dalam menentukan arah Bitcoin berikutnya.
Selama harga bergerak di kisaran ini, pasar kemungkinan tetap berada dalam mode menunggu, sambil mencari kepastian apakah Bitcoin siap membangun momentum baru atau masih perlu waktu untuk konsolidasi lebih dalam.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.