All posts by 17

Pasar Kripto Hari Ini 28 Januari 2026: Trader Tunggu Hasil FOMC

Menjelang keputusan FOMC The Fed, pasar kripto hari ini, Rabu (28/1) bergerak selektif dengan sejumlah altcoin seperti ENSO, 0G, dan FRAX memimpin penguatan harian, mencerminkan meningkatnya spekulasi jangka pendek.

Di sisi lain, aktivitas whale mulai terlihat menjelang Februari 2026, dengan akumulasi pada ASTER dan CHZ, sementara lonjakan tajam AXS memicu kewaspadaan potensi aksi ambil untung. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Daftar Altcoin Potensial Jelang Keputusan FOMC The Fed

  • ENSO melonjak 45% hari ini, capai level harga $1,37.
  • 0G catat kenaikan signifikan 25% sentuh $0,841.
  • FRAX tumbuh positif 21%, harga kini di level $0,97721.

3 Altcoin yang Dibeli oleh Whale Kripto untuk Februari 2026

  • Whales akumulasi ASTER, targetkan pemulihan ke $1,00.
  • Borongan paus dongkrak CHZ 30%, incar target $0,066.
  • AXS melonjak 213% berkat whales, namun rawan aksi untung.

Deposit & Trade $AT! Rebut Total Hadiah Rp100 JUTA

Trader Prediksi The Fed Tahan Bunga hingga Juni

  • Polymarket: Peluang 70% pangkas bunga di Juni.
  • Jelang FOMC besok, suku bunga diprediksi tetap.
  • Trader kripto prediksi tiga kali pangkas bunga tahun ini.

Sinyal Bullish ‘Paling Akurat’ Beri Kode Pembalikan BTC

  • BTC melonjak 600% pada 2021 usai konfirmasi sinyal serupa.
  • Tekanan jual onchain hambat kecepatan pemulihan BTC.
  • Pasar kian defensif di tengah kenaikan tekanan jual.

Baca juga: Riset Kripto 19-23 Jan 2026: Bitcoin Kembali Anjlok! Kapan Usai?!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Skill 70 Manusia vs 30 AI Diuji di AI Trading Showdown Season 2 Aster DEX

Aster DEX, platform decentralized perpetual exchange (perp DEX) generasi baru yang didukung oleh YZi Labs, kembali menyita perhatian dengan meluncurkan Season 2 dari Human vs AI Trading Showdown atau yang dikenal sebagai AI Trading Battle.

Kompetisi ini berlangsung di Aster Chain testnet selama 7 hari penuh (22–29 Januari 2026), mempertemukan 70 trader manusia melawan 30 agen AI dalam arena trading on-chain yang transparan.

Total prize pool mencapai $150.000 dan menjadi $200.000 jika Tim Manusia berhasil mengalahkan Tim AI berdasarkan ROI tim secara agregat.

AI Trading Showdown Season 2 Aster DEX

Kompetisi Human vs AI Season 2 diluncurkan untuk menguji jaringan Aster Chain Testnet, sekaligus menguji strategi, intuisi, dan disiplin antara manusia dan AI.

Setiap peserta, baik 70 trader manusia maupun 30 agen AI akan diberi modal virtual 10,000 USDT + 10,000 $ASTER untuk diperdagangkan pada pair populer seperti BTC/USDT, ETH/USDT, SOL/USDT, XRP/USDT, dan ASTER/USDT.

Dalam pertandingan ini, AI yang bertanding merupakan agen canggih yang dibekali dengan situation awareness real-time, diperkuat model terbaru seperti GPT-5, Gemini, DeepSeek, dan Grok. Sementara itu, trader manusia dipilih ketat berdasarkan performa 60 hari terakhir, termasuk mereka yang dikenal agresif dalam memanfaatkan momentum pasar.

Di Season 1 kemarin, manusia mendominasi leaderboard individu dengan PNL spektakuler dan rotasi cepat ke aset spekulatif seperti ENA, XPL, atau PUMP. Namun secara keseluruhan, AI menang telak dengan ROI lebih stabil dengan AI -4.48% dan manusia -32.22%, zero liquidation dibanding dengan 43% pada manusia, dan preservasi modal jauh lebih baik.

Baca juga: DeepSeek Buat Porto Naik 2x di Alpha Arena, Trader Manual Tumbang di Hadapan AI?!

Detail Hadiah AI Trading Showdown Season 2 Aster DEX

Total prize pool kompetisi ini mencapai $150.000 dan akan meningkat menjadi $200.000 jika Tim Manusia berhasil mengalahkan Tim AI berdasarkan ROI tim secara agregat. 

Hadiahnya sendiri dibagi dalam beberapa kategori: Top Human PnL Champion berhak atas $30.000, sementara tim dengan ROI tertinggi akan berbagi $50.000, atau $100.000 jika kemenangan diraih oleh manusia. 

Sementara tim yang kalah tetap memperoleh $20.000 sebagai bentuk apresiasi partisipasi. Distribusi hadiah dilakukan secara proporsional sesuai kontribusi PnL positif masing-masing peserta, sehingga setiap trader yang mencetak keuntungan akan mendapatkan bagian sesuai performanya.

Baca juga: Bisakah AI Trading Crypto Dimulai dengan Modal Kecil?

Update Klasemen

Hingga tanggal 28 Januari, sehari sebelum penutupan dari pertandingan ini, baik Manusia maupun AI secara total mengalami kerugian, dengan detail sebagai berikut:

  • Manusia mencatat ROI -22.02% dengan total kerugian sekitar -$250K.
  • AI lebih stabil dengan ROI -10.25% dan kerugian jauh lebih kecil, sekitar -$49K.

Meskipun secara keseluruhan kedua kubu Maunusia dan AI mengalami kerugian, beberapa di antaranya berhasil meraih keuntungan:

  • Trader manusia seperti @coupon_ichigo, @Crypto_He, dan @SkylineETH berhasil mencetak total PNL positif di kisaran $16K–$18K.
  • Dari sisi AI, @nofA_ai dan @MoneyLord menonjol dengan PNL positif $15K–$15.5K.

Selain digunakan untuk mencoba Aster Chain testnet, dan lihainya Manusia vs Ai dalam melakukan trading, ternyata pertandingan ini juga semakin interaktif dan accessible bagi komunitas luas dengan dukungan seperti:

  • Prediction markets: terbuka di Polymarket, Opinion Labs, dan 0xProbable, para spkulator bisa bisa bertaruh siapa pemenangnya.
  • Copy-trading AI: via Hyperbot, SOON SVM, Echosync, dan SIANEXX, trader biasa bisa melakukan mirror strategi AI yang tengah bertanding, sehingga membuka peluang bagi pemula untuk mencoba memanfaatkan AI.
  • Leaderboard real-time dan replay trade tersedia di situs resmi Aster DEX testnet, memberikan transparansi penuh.

Baca juga: Bagaimana Volatilitas Crypto Mempengaruhi Performa AI Trading?

Penutup

Pergerakan harga Aster (ASTER/USDT) pada Rabu, 28 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Sejauh ini ujicoba dari testnet Aster DEX melalui AI Trading Showdown Season 2 dianggap sukses karena mampu berjalan lancar, menghadirkan engagement baru, dan menyediakan data nyata untuk riset lanjutan di ekosistem DeFi. Bersamaan dengan itu, harga Aster juga naik sekitar 15% dalam 7 hari terakhir.

Bagi kamu yang ingin mencoba berinteraksi langsung dengan ekosistem Aster, tokennya juga sudah tersedia di berbagai platform exchange lokal seperti Tokocrypto, dapatkan potongan biaya trading 20% untuk setiap trade dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!

Dengan tinggal beberapa hari tersisa, kira-kira apakah manusia bisa comeback ataukah AI kembali membuktikan superioritasnya di market? Pantau terus update terbarunya di Tokonews atau kunjungi langsung Aster DEX testnet untuk update terbaru.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Warga Korea Selatan Kini Boleh Investasi Aset Kripto Luar Negeri

Bank of Korea (BoK) secara resmi mengizinkan warga Korea Selatan untuk berinvestasi pada aset virtual yang diterbitkan di luar negeri. Kebijakan baru ini diumumkan langsung oleh Gubernur Bank of Korea, Lee Ju-yeol, dalam ajang Asian Financial Forum di Hong Kong, Selasa (27/1).

Dilaporkan Coincu, langkah tersebut menandai perubahan signifikan dalam pendekatan Korea Selatan terhadap aset virtual, seiring upaya pemerintah meningkatkan daya saing global sektor keuangan sekaligus mengantisipasi risiko arus modal dan stabilitas pasar domestik.

Penerbitan Aset Virtual di Dalam Negeri

Dalam pernyataannya, Lee menyebut Bank of Korea juga tengah mengkaji kemungkinan penerbitan aset virtual di dalam negeri melalui sistem registrasi baru bagi institusi keuangan lokal. Kajian ini mencakup potensi penerbitan stablecoin berbasis won Korea serta pengembangan tokenized deposits untuk mendukung sistem pembayaran.

“Korean won-denominated stablecoins akan difokuskan terutama untuk transaksi lintas negara, sementara tokenized deposits dapat dimanfaatkan untuk pembayaran domestik,” ujar Lee.

Namun demikian, Bank of Korea menyoroti potensi risiko dari dominasi stablecoin berbasis dolar AS, seperti Tether (USDT), yang dinilai dapat memengaruhi efektivitas kebijakan pengendalian modal Korea Selatan. Berdasarkan data CoinMarketCap, USDT saat ini mempertahankan harga di kisaran USD 1,00 dengan kapitalisasi pasar mencapai USD 186,33 miliar, meski volume perdagangan 24 jam terakhir tercatat menurun.

Baca juga: Tak Main-main! Korea Selatan Siap Kuasai Pasar Tokenisasi Global

Kebijakan Pembukaan Investasi Aset Virtual

Grafik harian Tether USDT (USDT), tangkapan layar di CoinMarketCap pada pukul 07:09 UTC tanggal 27 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Grafik harian Tether USDT (USDT), tangkapan layar di CoinMarketCap pada pukul 07:09 UTC tanggal 27 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Penelitian Coincu menunjukkan bahwa kebijakan pembukaan investasi aset virtual luar negeri berpotensi mengubah struktur pasar keuangan domestik. Secara historis, regulasi strategis di sektor ini dapat memperkuat sistem keuangan nasional, namun juga membawa risiko ketidakstabilan jika tidak dikelola secara hati-hati.

Menurut Tim Research Tokocrypto, langkah progresif ini menandakan “lampu hijau” dari regulator ketat Asia, berpotensi memicu arus modal masuk (capital inflow) baru dari investor ritel & institusi Korsel ke pasar crypto global.

“Ini juga membuka jalan bagi integrasi stablecoin dalam sistem pembayaran nasional mereka.”

Bank of Korea menegaskan akan terus memantau dampak kebijakan ini terhadap arus modal, stabilitas moneter, dan perkembangan pasar aset virtual di Korea Selatan.

Baca juga: Bhutan Resmi Tokenisasi Cadangan Emas Negara di Blockchain Solana


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Ethereum Jebol $2.8K, Whale Diam-Diam Borong Rp3,7 Triliun ETH

Ethereum (ETH) kembali berada di bawah tekanan setelah menembus level support penting di $2.800. Aset kripto terbesar kedua ini sempat turun hingga $2.787 sebelum pembeli masuk mempertahankan area tersebut. Hingga penulisan artikel ini, ETH diperdagangkan di kisaran $2.863, melemah 2,63% secara harian dan melanjutkan tren bearish selama sepekan terakhir.

Di tengah pelemahan harga tersebut, pergerakan investor besar justru menunjukkan arah yang berbeda. Whale dan institusi tercatat agresif mengakumulasi ETH, sementara sebagian pelaku pasar lain memilih menjual karena panik.

Whale dan institusi borong ETH saat harga turun

Penurunan ETH di bawah $2.8K membuka peluang beli baru bagi investor besar. Data Onchain Lens mencatat sebuah wallet baru membeli 61.000 ETH senilai $171,15 juta dari Binance.

Sementara itu, Lookonchain melaporkan whale lain membeli 20.000 ETH melalui transaksi OTC senilai $56,13 juta. Dalam lima hari terakhir, whale tersebut telah mengakumulasi 70.013 ETH senilai $203,6 juta, sehingga total kepemilikannya kini mencapai 100.130 ETH atau sekitar $283,79 juta.

Tak hanya itu, World Liberty Financial (WLFI) juga melakukan rotasi aset dari Bitcoin ke Ethereum. Tim WLFI menukar 93,77 WBTC senilai $8,08 juta menjadi 2.868 ETH, memanfaatkan harga Ethereum yang dinilai semakin terjangkau.

Secara keseluruhan, para whale tersebut tercatat mengakumulasi 83.868 ETH dengan total nilai mencapai $235,41 juta.

Baca juga: Di Balik Harga yang Stabil, Whale Ethereum Mulai Bergerak

Arus keluar bursa perkuat sinyal akumulasi

Dilaporkan AMBCrypto, aktivitas di bursa turut mencerminkan fase akumulasi ini. Data CoinGlass menunjukkan Ethereum mencatat netflow negatif selama tiga hari berturut-turut, dengan total $2,69 miliar ETH keluar dari bursa.

Pada waktu penulisan, netflow ETH berada di angka -$68,9 juta, turun dari -$224 juta sehari sebelumnya. Arus keluar yang berkelanjutan ini mengindikasikan peningkatan akumulasi spot, seiring investor memindahkan aset ke wallet pribadi.

Penjualan panik masih membayangi pasar

Meski akumulasi whale meningkat, tekanan jual masih kuat. Lookonchain melaporkan satu whale menjual 5.500 ETH senilai $16,02 juta di harga $2.912, meski sebelumnya membeli di level lebih tinggi.

Selain itu, whale dorman yang tidak aktif selama sembilan tahun kembali muncul dan menyetorkan 50.000 ETH senilai $145,25 juta ke bursa. Pergerakan ini menambah tekanan jual di tengah tren turun yang masih berlangsung.

Tekanan bearish masih dominan

Dari sisi teknikal, momentum penurunan Ethereum belum mereda. Indikator MACD tercatat turun ke -51, semakin dalam di zona bearish dan menunjukkan dominasi penjual.

Sementara itu, Relative Vigor Index (RVGI) juga berada di wilayah negatif di -0,3, mengonfirmasi kekuatan tren turun. Kondisi ini membuka peluang ETH kembali melemah di bawah $2.800 menuju area $2.633.

Namun demikian, akumulasi whale sejauh ini berhasil menjaga area $2.8K tetap bertahan. Jika permintaan dari investor besar berlanjut, ETH berpotensi kembali menguji level $3.070.

Kesimpulan

Ethereum sempat turun ke area $2.7K sebelum kembali diperdagangkan di kisaran $2.8K. Di tengah tekanan bearish yang kuat, whale dan institusi tercatat membeli 83.868 ETH senilai $235,41 juta, menunjukkan kontras tajam antara akumulasi jangka panjang dan aksi jual panik di pasar.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kondisi ini mengungkapkan psikologi pasar yang sangat bullish dari sisi “Smart Money”. Ketika whale terus menambah muatan di level harga yang tidak jauh berbeda dari biaya basis (cost basis) mereka, ini mengindikasikan bahwa mereka tidak berniat mengambil keuntungan jangka pendek (scalping), melainkan sedang membangun benteng pertahanan harga (floor) untuk target jangka panjang.

“Kedekatan harga pasar dengan realized price ini secara efektif meminimalisir risiko penurunan (downside risk), karena whale memiliki insentif finansial besar untuk mempertahankan level ini agar portofolio mereka tidak jatuh ke posisi merugi (underwater).”

Baca juga: ETH Terseret Tekanan Pasar, Harga Ethereum Turun ke $2.900-an


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana Terancam Koreksi Tajam ke Level US$97, Ini Bocoran Analis

Harga Solana (SOL) kembali memantul dari level support krusial di US$120 di tengah lonjakan volume perdagangan yang sangat signifikan. Namun, analis memperingatkan bahwa pergerakan sedikit saja di bawah level ini berpotensi memicu aksi jual cepat dalam jangka pendek.

Pada sesi perdagangan Asia, SOL sempat mengalami tekanan jual tajam sebelum akhirnya rebound di area US$120. Pantulan ini menunjukkan bahwa pembeli masih berupaya mempertahankan level penting tersebut, meski sentimen pasar belum sepenuhnya pulih.

Volume Perdagangan Harian Solana Melonjak

Dilaporkan Cryptonews, data menunjukkan volume perdagangan harian Solana melonjak hingga 278% menjadi US$6,3 miliar, setara dengan sekitar 9% dari total kapitalisasi pasar token tersebut. Lonjakan volume ini menegaskan bahwa level harga US$120 memiliki relevansi teknikal yang kuat.

Dari sisi institusional, minat Wall Street terhadap Solana masih terjaga. Sepanjang Senin hingga Kamis pekan lalu, produk ETF Solana mencatatkan arus masuk dana sebesar US$10 juta, sehingga total aset yang dikelola mencapai US$1,1 miliar.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Harga Solana Ambruk 16%, Akankah Support $126 Bertahan?

Meski pantulan harga dari support utama berpotensi menjadi pemicu kenaikan lanjutan, risiko koreksi tajam tetap membayangi jika area US$120 gagal dipertahankan.

Berdasarkan grafik harian, tekanan jual kembali meningkat ketika harga SOL menyentuh area resistance di US$145. Indikator Relative Strength Index (RSI) juga menunjukkan pelemahan momentum setelah turun di bawah rata-rata pergerakan 14 hari, mengindikasikan dominasi penjual masih cukup kuat.

Level Support Penting

Jika support US$120 jebol, zona permintaan berikutnya berada di batas bawah kanal harga menurun. Kegagalan bertahan di area tersebut dapat meningkatkan risiko penurunan lebih dalam menuju level US$97, yang terakhir kali tercapai pada April tahun lalu.

Di tengah pelemahan harga altcoin utama, sejumlah proyek prapenjualan kripto di ekosistem Solana masih menarik perhatian investor. Salah satunya adalah Bitcoin Hyper ($HYPER), proyek yang menggabungkan kecepatan tinggi, biaya rendah, dan dukungan smart contract Solana ke dalam jaringan Bitcoin.

Menurut Tim Reserach Tokocrypto, lonjakan volume hampir 300% yang terjadi tepat di garis support adalah indikasi klasik dari “pertempuran likuiditas” berisiko tinggi, di mana “Smart Money” yang masuk melalui ETF kemungkinan sedang menyerap pasokan dari tangan ritel yang panik.

“Level $120 kini menjadi line in the sand; jika level ini ditembus, pasar akan menghadapi efek domino dari eksekusi stop-loss massal, namun jika berhasil bertahan, tingginya volume transaksi ini justru memvalidasi kekuatan lantai harga (price floor) tersebut sebagai pijakan kuat untuk pemulihan tren naik berikutnya.”

Sejak prapenjualan dimulai, proyek tersebut telah mengumpulkan dana sebesar US$30 juta untuk mengembangkan solusi scaling, menjelang peluncuran resminya ke pasar kripto.

Baca juga: Airdrop Hunter Ini Beli 100+ Solana Seeker dan Cuan 45M dari Airdrop


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tiga Koin Asal AS Ini Diam-Diam Siap Tentukan Arah Pasar

Menjelang berakhirnya Januari 2026, pasar kripto mulai menunjukkan pergerakan yang lebih selektif. Di tengah tren pasar yang cenderung sideways, sejumlah aset kripto berlabel made in USA justru memperlihatkan sinyal teknikal dan on-chain yang berpotensi memicu pergerakan harga signifikan dalam waktu dekat.

Berdasarkan analisis terbaru, tiga koin yang menjadi sorotan pada pekan terakhir Januari adalah Chainlink (LINK), World Liberty Financial (WLFI), dan Render (RENDER). Ketiganya menampilkan karakter pergerakan yang berbeda, mulai dari indikasi pelemahan tekanan jual hingga potensi akumulasi ulang oleh investor.

Chainlink (LINK) Mulai Tunjukkan Tanda Kelelahan Tekanan Jual

Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dilaporkan BeInCrypto, Chainlink tercatat mengalami koreksi sekitar 7,5% dalam tujuh hari terakhir dan melemah sekitar 3,6% secara bulanan. Meski tren harga masih terlihat lemah, data on-chain menunjukkan sinyal awal pembalikan arah.

LINK saat ini diperdagangkan dengan rasio 30-day MVRV negatif, yang mengindikasikan sebagian besar pemegang token berada dalam posisi rugi. Secara historis, kondisi ini cenderung menurunkan tekanan jual karena minimnya insentif ambil untung.

Dari sisi teknikal, muncul bullish divergence antara harga dan indikator RSI, di mana harga mencetak lower low sementara RSI membentuk higher low. Level krusial yang perlu direbut kembali adalah $12,51. Jika berhasil ditembus, target lanjutan berada di area $14,39 hingga $15,01. Namun, kegagalan bertahan di atas $11,35 berpotensi menunda skenario pemulihan.

Baca juga: Top Gainers! 3 Altcoin Binance Wallet IDO Catat Lonjakan Dua Digit

WLFI Bergejolak, Arah Harga Masih Penuh Ketidakpastian

Pergerakan harga World Liberty Financial (WLFI/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga World Liberty Financial (WLFI/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Berbeda dengan LINK, World Liberty Financial (WLFI) justru mencatat kenaikan sekitar 12% dalam 30 hari terakhir. Namun, data kepemilikan menunjukkan ketimpangan yang cukup tajam antara investor besar dan pelaku pasar aktif.

Dalam periode yang sama, whales memangkas kepemilikan WLFI hingga 75%, sementara dompet smart money justru menambah eksposur hampir 95%. Divergensi ini mencerminkan ketidakstabilan arah pasar.

Secara teknikal, WLFI membentuk pola head and shoulders dengan neckline menurun, yang mengindikasikan risiko penurunan lanjutan. Jika harga turun menembus $0,136, potensi koreksi menuju $0,112 semakin terbuka. Sebaliknya, pemulihan di atas $0,181–$0,191 dapat membatalkan skenario bearish.

RENDER Jadi Sorotan, Tekanan Jual Mereda dan Akumulasi Mulai Terlihat

Pergerakan harga Render (RENDER/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Render (RENDER/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Render (RENDER) menjadi koin yang paling menarik perhatian, terutama karena didukung oleh data arus bursa (exchange flow). Meski sempat terkoreksi sekitar 4% dalam 24 jam terakhir, RENDER masih mencatat kenaikan lebih dari 50% dalam 30 hari terakhir.

Data menunjukkan perubahan signifikan pada aliran token ke bursa. Jika pada akhir Desember terjadi lonjakan inflow hingga sekitar 469 ribu token, kini kondisi tersebut berbalik menjadi arus keluar bersih.

Tim Research Tokocrypto menilai perubahan ini sebagai sinyal penting bagi pergerakan harga RENDER ke depan.

“Perubahan drastis dalam aliran dana bursa dari tekanan jual masif menjadi arus keluar bersih mengonfirmasi bahwa pasokan token di pasar sekunder mulai menipis karena investor beralih dari aksi ambil untung ke fase akumulasi ulang. Kondisi ini memberikan dasar fundamental yang kokoh bagi RENDER untuk mematahkan tren konsolidasi saat ini, terutama dengan dukungan narasi kecerdasan buatan (AI) yang terus mendominasi sentimen pasar global. Selama harga mampu bertahan di atas zona pertahanan $1,88, penembusan level teknikal $2,03 tampaknya hanya tinggal menunggu waktu sebelum memicu gelombang kenaikan harga berikutnya,” tulis Tim Research Tokocrypto.

Secara teknikal, RENDER masih bergerak dalam kanal turun pasca reli kuat sebelumnya. Level $2,03 menjadi kunci untuk mengonfirmasi perubahan struktur menjadi netral hingga bullish, dengan potensi target lanjutan di area $2,37 hingga $2,71. Sementara itu, $1,88 berfungsi sebagai zona pertahanan utama dalam jangka pendek.

Kesimpulan

Di tengah pasar yang masih mencari arah, ketiga koin made in USA ini menunjukkan dinamika yang patut dicermati. LINK mengisyaratkan potensi pemulihan teknikal, WLFI menghadirkan volatilitas tinggi dengan risiko dua arah, sementara RENDER tampil paling solid berkat meredanya tekanan jual dan dukungan narasi AI yang masih kuat.

Dengan memasuki akhir Januari, pergerakan ketiga aset ini berpotensi menjadi penentu sentimen pasar kripto menjelang Februari 2026.

Baca juga: 3 Altcoin Binance Alpha Airdrops Ini Meledak Berdasarkan Market Cap


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Tertekan di Bawah US$1,90, Risiko Penurunan 11% Mengintai

Harga aset kripto XRP kembali mengalami tekanan kuat dalam sepekan terakhir. Token besutan Ripple ini tercatat turun sekitar 4% dalam tujuh hari, bersamaan dengan lonjakan volume perdagangan hingga 171% setelah harga menembus level support penting di USD 1,90.

Peningkatan aktivitas perdagangan tersebut mencerminkan meningkatnya ketidakpastian di kalangan pelaku pasar, sekaligus mematahkan sentimen bullish yang sebelumnya mendominasi proyeksi harga XRP.

Tekanan Jual Menguat

Dilaporkan Cryptonews, tekanan jual semakin menguat setelah mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif impor sebesar 100% terhadap barang-barang asal Kanada apabila negara tersebut menjalin kesepakatan dagang dengan China. Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran pasar global dan berdampak pada aset berisiko, termasuk kripto.

Meski XRP sempat memantul dari level USD 1,80 pada sesi perdagangan Asia, gejolak pasar yang lebih luas masih membebani pergerakan harga. Kondisi ini sejalan dengan memburuknya sentimen investor, tercermin dari Crypto Fear and Greed Index yang anjlok dari level 54 pada 14 Januari menjadi 29 pada saat artikel ini ditulis, menandakan fase “fear”.

Di tengah kondisi tersebut, muncul spekulasi di kalangan trader mengenai potensi penurunan lanjutan XRP. Secara teknikal, XRP saat ini sedang menguji kembali area USD 1,90 yang berfungsi sebagai resistensi struktural utama. Level ini merupakan titik terendah dari struktur bearish sebelumnya.

Baca juga: XRP Tertekan di US$1,87, RSI Bangkit: Jalan ke US$2,03 Terbuka?

Potensi XRP

Apabila harga gagal menembus dan bertahan di atas level tersebut, XRP berpotensi kembali melemah ke area USD 1,80. Tekanan lanjutan bahkan dapat mendorong harga menuju kisaran USD 1,60, level yang sudah lama tidak disentuh pasar. Secara keseluruhan, skenario ini mengindikasikan risiko penurunan sekitar 11% dari posisi saat ini.

Menurut Tim Research Tokocrypto, lonjakan volume perdagangan yang terjadi bersamaan dengan penurunan harga tajam ini mengindikasikan adanya aksi jual agresif atau potensi kapitulasi jangka pendek, bukan sekadar koreksi teknikal biasa. Meskipun narasi ketakutan bahwa XRP “akan menuju nol” terdengar berlebihan dan tipikal suasana panik pasar, hilangnya zona pertahanan $1,90 secara teknikal menempatkan aset ini dalam posisi rapuh.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

“Jika level $1,80 gagal bertahan sebagai pijakan rebound, pasar berisiko menghadapi likuidasi lanjutan, meskipun kondisi sentimen yang sudah sangat negatif (extreme fear) sering kali secara historis menjadi sinyal awal pembentukan dasar harga bagi investor kontrarian.”

Meski demikian, analis menilai kemungkinan harga XRP jatuh hingga nol tergolong sangat kecil. Namun, dalam jangka pendek, struktur pasar yang terbentuk masih cenderung mengarah ke sentimen bearish.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Rapatkan Barisan, Proyek Token Privasi Gelar “Why Privacy Matters?”

Sejumlah proyek kripto yang berfokus pada privasi, termasuk Dash (DASH), HoudiniSwap (LOCK), dan CrypticTech (CT), dijadwalkan menggelar diskusi Twitter Spaces bertajuk “Why Privacy Matters?” pada 27 Januari 2026 pukul 16:00 UTC.

Menurut laporan Coinmarketcal pada Selasa (27/1), forum ini dirancang sebagai ruang dialog terbuka untuk membahas urgensi privasi dalam dunia aset digital, seiring meningkatnya adopsi kripto oleh pengguna ritel maupun institusi.

Topik privasi kembali menguat di awal 2026, bukan karena reli harga, melainkan karena meningkatnya tekanan regulator global terhadap instrumen anonim.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah bursa terpusat telah melakukan delisting token privasi, sementara berbagai yurisdiksi memperketat pengawasan terhadap mixer, dompet non-kustodian, dan transaksi yang sulit dilacak.

Dalam konteks inilah diskusi lintas proyek seperti ini muncul, membawa pesan bahwa privasi bukan sekadar fitur tambahan, melainkan fondasi utama kebebasan finansial.

Namun dari perspektif pasar, analis menilai agenda ini lebih condong sebagai kampanye pemasaran merek dan pembangunan narasi, bukan katalis fundamental.

Baca Juga: Kebangkitan Koin Privasi! Harga PIVX Meonjak 77%

Marketing Naratif, Bukan Pemicu Harga

Pergerakan harga Dash (DASH/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Dash (DASH/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Hingga menjelang acara, tidak ada indikasi bahwa Twitter Spaces ini akan disertai pengumuman strategis seperti peluncuran produk baru, pembaruan mainnet besar, kemitraan institusional, atau perubahan tokenomics.

Ketiadaan katalis konkret membuat dampak langsung terhadap harga DASH, LOCK, maupun CT diprediksi sangat minimal.

Reaksi pasar yang mungkin muncul cenderung terbatas pada spekulasi jangka sangat pendek, misalnya lonjakan volume atau volatilitas kecil yang dipicu percakapan di media sosial. Namun tanpa aliran berita fundamental, pergerakan semacam ini biasanya cepat mereda.

Dalam kondisi pasar kripto saat ini, pelaku pasar semakin selektif. Modal cenderung mengalir ke proyek yang menawarkan pertumbuhan pengguna, utilitas on-chain, integrasi institusional, atau pembaruan teknologi yang terukur.

Diskusi konseptual, meski penting secara ideologis, jarang cukup kuat untuk mengubah struktur tren harga.

“Di tengah gelombang regulasi global yang semakin memusuhi instrumen privasi (seperti delisting di bursa-bursa utama), kolaborasi diskursif seperti ini lebih berfungsi sebagai “konsolidasi moral” komunitas daripada katalis harga.” – Tim Research Tokocrypto.

Konsolidasi Moral di Tengah Tekanan Regulasi

Meski minim nilai trading, diskusi “Why Privacy Matters?” memiliki bobot strategis yang tidak kecil. Sektor privasi saat ini berada di bawah tekanan sistemik.

Regulasi global semakin memandang teknologi anonimitas sebagai hambatan terhadap transparansi finansial dan penegakan hukum. Akibatnya, proyek-proyek privasi tidak hanya menghadapi tantangan pasar, tetapi juga tantangan legitimasi.

Dalam iklim seperti ini, kolaborasi diskursif lintas protokol lebih berfungsi sebagai “konsolidasi moral” komunitas.

Artinya, tujuan utama bukan mengerek harga, melainkan memperkuat identitas sektor privasi, menjaga kohesi komunitas, serta membangun narasi tandingan terhadap stigma bahwa anonimitas identik dengan aktivitas ilegal.

Aliansi naratif antar-proyek membantu mempertahankan relevansi sektor ini di ruang publik kripto, sekaligus menciptakan benteng opini menghadapi tekanan regulator yang ingin membatasi atau menghapus fitur privasi dalam transaksi aset digital.

Indikator Sentimen, Bukan Sinyal Trading

Tim Research Tokocrypto menilai, acara ini lebih tepat diposisikan sebagai indikator kesehatan sentimen sektor privasi, bukan sebagai peluang trading yang actionable.

“Bagi investor, acara ini adalah indikator kesehatan sentimen sektor privasi; meskipun tidak menawarkan peluang trading jangka pendek yang actionable, aliansi naratif antar-protokol ini penting untuk membangun benteng pertahanan opini publik melawan tekanan regulator yang mencoba menghapus fitur anonimitas dalam transaksi aset digital.”

Tingkat partisipasi, kualitas diskusi, serta resonansi di media sosial dapat memberikan gambaran apakah komunitas privasi masih aktif dan solid, minat terhadap isu anonimitas masih hidup, hingga potensi kebangkitan token privasi dalam siklus berikutnya.

Sebaliknya, jika respons pasar dingin, hal itu bisa mencerminkan bahwa sektor privasi semakin terpinggirkan dari fokus utama industri kripto.

Namun, tanpa katalis ekonomi yang jelas, korelasi langsung antara diskusi ini dan pergerakan harga diperkirakan tetap lemah.

Privasi sebagai Medan Pertarungan Narasi

Diskusi seperti “Why Privacy Matters?” juga menandai pergeseran penting: sektor privasi kini tidak hanya bergerak di ranah teknologi, tetapi juga di ranah narasi dan ideologi.

Pertarungan tidak lagi sebatas soal kecepatan transaksi atau efisiensi biaya, melainkan soal hak pengguna, kebebasan finansial, dan batas intervensi negara dalam sistem moneter digital.

Dalam kerangka ini, Twitter Spaces tersebut dapat dibaca sebagai upaya mempertahankan posisi moral kripto: bahwa desentralisasi kehilangan makna tanpa privasi.

Baca Juga: PIVX Meroket 23%! Sinyal Kebangkitan Koin Privasi Kripto

Diskusi “Why Privacy Matters?” yang digelar Dash, HoudiniSwap, dan CrypticTech kemungkinan besar tidak akan menjadi katalis harga bagi token-token privasi.

Namun, perannya sebagai alat konsolidasi komunitas dan barometer sentimen sektor privasi membuatnya tetap relevan di tengah iklim regulasi yang semakin ketat.

Bagi trader, ini bukan agenda spekulatif.
Bagi industri, ini adalah sinyal bahwa perdebatan tentang privasi masih jauh dari selesai.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa harga BTC hari ini: Bangkit! Bitcoin Menguat 1,63%

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan pergerakan positif Bitcoin yang kembali mencatatkan pemulihan moderat.

Aset kripto terbesar di dunia ini diperdagangkan di Tokocrypto pada Selasa (26/1) di kisaran $88.944 per BTC, menguat sekitar 1,63% dalam 24 jam terakhir atau setara kenaikan lebih dari $1.400.

Kenaikan ini datang setelah Bitcoin sempat bergerak di area bawah $87.000, menandakan adanya respons beli di zona support jangka pendek.

Meski demikian, pemulihan harian ini belum sepenuhnya menghapus tekanan dalam jangka menengah.

Dalam tujuh hari terakhir, Bitcoin masih tercatat melemah sekitar 3,93%, sementara dalam 90 hari performanya masih tertekan lebih dari 21%.

Data ini menunjukkan bahwa reli hari ini lebih tepat dibaca sebagai pantulan (technical rebound) di tengah struktur pasar yang masih fluktuatif.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Koreksi ke $88.944 Akibat Tekanan Menengah

Rebound dari Area Bawah, Pasar Masih Berhati-hati

Secara intraday, Bitcoin bergerak di rentang $86.981 – $88.769, mencerminkan volatilitas yang masih relatif tinggi.

Zona bawah di sekitar $87.000 terlihat memicu minat beli, yang kemudian mendorong harga kembali mendekati area $89.000.

Namun, menariknya, reli ini terjadi di tengah sentimen pasar yang belum sepenuhnya pulih. Banyak pelaku pasar masih bersikap defensif, tercermin dari pergerakan mingguan yang masih negatif dan rotasi dana yang cenderung cepat antara aset besar dan stablecoin.

Dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,77 triliun, Bitcoin tetap mendominasi pasar kripto. Dominasi ini membuat pergerakan BTC menjadi barometer utama sentimen investor terhadap aset digital secara keseluruhan.

Volume Perdagangan Naik, Minat Pasar Tetap Aktif

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Volume perdagangan Bitcoin dalam 24 jam mencapai sekitar $41,2 miliar, angka yang tergolong tinggi dan menandakan aktivitas pasar tetap ramai.

Lonjakan volume dalam fase pemulihan sering diartikan sebagai tanda bahwa pasar belum “mati suri”, melainkan masih berada dalam fase penyesuaian harga.

Volume yang kuat memberi dua sinyal. Di satu sisi, ia menunjukkan adanya partisipasi beli yang mendukung pemulihan.

Di sisi lain, volume besar juga bisa mencerminkan perdagangan jangka pendek dan aksi keluar-masuk cepat, yang berpotensi menjaga volatilitas tetap tinggi.

Dalam kondisi seperti ini, pergerakan Bitcoin kerap berlangsung cepat, dengan kenaikan yang bisa segera diikuti koreksi tajam apabila tidak didukung sentimen lanjutan.

Gambaran Teknikal: Rebound, Tapi Tren Belum Sepenuhnya Berubah

Dari perspektif teknikal, kenaikan 1,63% hari ini membantu Bitcoin menjauh dari area terendah pekanan. Namun, struktur pasar belum sepenuhnya menunjukkan pembalikan tren yang kuat.

Area $90.000 kini menjadi zona psikologis penting. Jika Bitcoin mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, peluang untuk membangun fase konsolidasi yang lebih sehat akan terbuka.

Sebaliknya, kegagalan menembus area ini berpotensi membuat BTC kembali bergerak sideways atau bahkan menguji ulang support di bawah.

Sementara itu, rentang $86.000–$87.000 dapat dianggap sebagai zona support jangka pendek yang kini diawasi ketat oleh pelaku pasar.

Penurunan kembali ke bawah area tersebut akan memperbesar risiko lanjutan koreksi.

Konteks Lebih Luas: Pemulihan di Tengah Tekanan Jangka Menengah

Meski Bitcoin menguat hari ini, data 60 hari (-2,83%) dan 90 hari (-21,25%) menegaskan bahwa pasar masih berada dalam fase konsolidasi besar pasca-koreksi.

Dalam siklus seperti ini, pergerakan naik harian sering muncul sebagai respons teknikal, bukan langsung sebagai awal tren bullish baru.

Banyak investor jangka panjang cenderung menunggu konfirmasi tambahan, baik berupa stabilisasi harga, pola akumulasi, maupun dukungan sentimen makro yang lebih kondusif.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Gagal Bertahan di $90.000

Analisa harga BTC hari ini memperlihatkan Bitcoin mampu bangkit 1,63% dari area bawah, didukung volume perdagangan yang tetap tinggi.

Pemulihan ini memberi sinyal bahwa minat pasar masih ada dan support jangka pendek bekerja.

Namun, secara struktur, Bitcoin masih berada dalam fase rebound di tengah tren yang belum sepenuhnya pulih.

Level psikologis $90.000 dan support $87.000 menjadi dua titik kunci yang kemungkinan besar akan menentukan arah berikutnya.

Arah pergerakan beberapa hari ke depan akan sangat menentukan apakah reli ini hanya pantulan sementara atau awal dari fase pemulihan yang lebih solid.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Naik Tipis 0,33%, Market Cap Tembus $1,45 Miliar

Pi Network kembali menjadi sorotan pasar kripto setelah kapitalisasi pasarnya tercatat di kisaran $1,45 miliar, naik tipis sekitar 0,27%.

Secara nominal, angka ini menempatkan PI di jajaran aset kripto berkapitalisasi menengah yang secara teori memiliki daya tarik bagi investor ritel.

Namun jika menilik lebih dalam ke struktur pasar, muncul kontras yang cukup tajam.

Menurut laporan Coinmarketcap pada Selasa (27/1), volume perdagangan 24 jam PI hanya sekitar $12,85 juta, turun 12,44% dibanding periode sebelumnya.

Dengan kata lain, likuiditas PI relatif tipis dibanding nilai pasarnya. Hal ini tercermin dari rasio volume terhadap market cap yang hanya 0,88%.

Dalam analisis kripto, rasio di bawah 2% umumnya menunjukkan minat transaksi yang lemah, sehingga pergerakan harga menjadi lebih rentan terhadap order jual dalam jumlah terbatas.

Baca Juga: Pi Network (PI) Ambles 3,35% Hari Ini, Jutaan Token Baru Tekan Harga

Bayang-Bayang Dilusi yang Tak Bisa Diabaikan

Salah satu metrik terpenting Pi Network saat ini adalah Fully Diluted Valuation (FDV) yang mencapai sekitar $17,4 miliar.

Angka ini hampir 12 kali lipat lebih besar dari kapitalisasi pasar saat ini. Perbedaan ekstrem antara market cap dan FDV berasal dari struktur suplai PI:

Artinya, baru sekitar 8,38% dari total pasokan PI yang benar-benar beredar di pasar. Sisanya masih terkunci atau belum dilepas sepenuhnya.

Bagi investor, kondisi ini menghadirkan risiko struktural utama: dilusi suplai.

Jika token tambahan masuk ke pasar lebih cepat daripada pertumbuhan permintaan, harga akan menghadapi tekanan berkelanjutan.

FDV yang tinggi tanpa peningkatan utilitas dan volume biasanya menjadi sinyal bahwa valuasi masih sangat bergantung pada ekspektasi masa depan, bukan aktivitas ekonomi yang sudah matang.

Likuiditas Tipis, Harga Rentan

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap

Dengan volume harian $12,85 juta dan market cap $1,45 miliar, pasar PI tergolong dangkal. Hal ini dapat dijadikan berbagai indikator.

Pertama, sedikit tekanan jual dapat berdampak besar
Investor besar atau gelombang unlock token berpotensi memicu pergerakan harga tajam.

Kedua, reli jangka pendek mudah terjadi, tapi sulit berkelanjutan. Karena likuiditas rendah, lonjakan harga bisa terjadi cepat, namun sering tidak diikuti arus modal yang cukup kuat untuk mempertahankan tren.

Ketiga, pasar lebih emosional dan naratif. Dalam kondisi volume tipis, sentimen komunitas dan isu sosial media sering memberi dampak lebih besar dibanding faktor fundamental.

Struktur Supply PI: Antara Potensi dan Beban

Dengan maksimum suplai 100 miliar PI, Pi Network sejak awal memang mengusung visi adopsi massal.

Suplai besar memungkinkan distribusi luas dan penggunaan mikrotransaksi. Namun, dari sudut pandang pasar, struktur ini juga menciptakan tantangan berat.

Selama porsi suplai beredar masih kecil, pasar akan terus menghadapi overhang psikologis: kekhawatiran bahwa token baru akan masuk dan menekan harga.

Inilah sebabnya banyak analis menilai bahwa bagi PI, pertumbuhan ekosistem dan util

itas nyata jauh lebih penting dibanding pergerakan harga jangka pendek.

Tanpa peningkatan signifikan pada aktivitas aplikasi, penggunaan PI sebagai alat pembayaran, atau arus modal baru ke dalam ekosistem, setiap kenaikan harga berisiko kembali teredam oleh dinamika suplai.

Apa Arti Data Ini bagi Investor?

Data market cap, volume, FDV, dan suplai PI saat ini membentuk satu kesimpulan utama: Pi Network berada di fase transisi antara hype dan pembuktian ekonomi.

Di satu sisi, kapitalisasi pasar $1,45 miliar menunjukkan PI bukan proyek kecil. Di sisi lain, volume rendah dan FDV sangat tinggi menandakan bahwa pasar masih berhati-hati dan menilai sebagian besar nilai PI berada di masa depan, bukan di aktivitas saat ini.

Bagi trader, kondisi ini berarti volatilitas berpotensi tinggi, terutama saat ada berita besar, pembukaan token, atau perubahan sentimen komunitas.

Bagi holder jangka menengah, fokus seharusnya bergeser ke data fundamental non-harga: jumlah aplikasi aktif, transaksi on-chain, integrasi merchant, dan kebijakan suplai.

Baca Juga: Harga Pi Network Hari Ini Turun 1,36%: Bearish, Token Unlock Jadi Beban

Dengan market cap $1,45 miliar, volume $12,85 juta, dan FDV $17,4 miliar, Pi Network saat ini mencerminkan proyek berkapitalisasi besar yang masih menghadapi ujian terberatnya: mengubah distribusi masif menjadi permintaan nyata.

Selama suplai beredar masih kecil dan aktivitas pasar terbatas, harga PI akan terus berada dalam bayang-bayang dilusi.

Ke depan, arah pergerakan PI kemungkinan besar tidak hanya ditentukan oleh sentimen, tetapi oleh satu hal krusial, apakah ekosistemnya mampu menciptakan kebutuhan riil terhadap token PI?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com