Harga APRO (AT) hari ini mencuri perhatian pasar kripto setelah mencatat lonjakan tajam dalam 24 jam terakhir.
Berdasarkan data terbaru, token AT diperdagangkan di level $0,155564 per AT, menguat signifikan sekitar 46,52% secara harian.
Reli harga ini turut mendorong kapitalisasi pasar APRO ke kisaran $38,89 juta, menempatkannya sebagai salah satu aset kripto dengan performa harian terbaik saat ini.
Lonjakan harga AT terjadi seiring dengan melonjaknya volume perdagangan 24 jam yang mencapai $169,78 juta, jauh melampaui kapitalisasi pasarnya.
Rasio volume terhadap market cap yang tinggi ini mengindikasikan adanya aktivitas trading agresif, baik dari trader jangka pendek maupun spekulan yang memburu momentum.
Secara intraday, harga APRO bergerak di rentang $0,104764 hingga $0,175643, mencerminkan volatilitas yang sangat tinggi dalam satu hari perdagangan.
Setelah menyentuh level tertinggi harian, harga AT sedikit terkoreksi, namun tetap bertahan di zona hijau. Dalam skala mingguan, performa AT terlihat semakin impresif.
Token ini tercatat menguat sekitar 65,27% dalam tujuh hari terakhir, memperkuat narasi bahwa AT tengah berada dalam fase momentum bullish jangka pendek.
Namun jika ditarik ke periode yang lebih panjang, pergerakan AT masih terbilang fluktuatif.
Dalam 30 hari terakhir, harga AT masih terkoreksi sekitar 26,63%, dan dalam 60 hari, penurunannya mencapai lebih dari 52%.
Sebaliknya, secara 90 hari, AT justru mencatat kenaikan sekitar 55,30%, menandakan pola pergerakan harga yang tidak linier dan sangat dipengaruhi sentimen pasar.
Pergerakan harga APRO (AT/USDT) pada Sabtu, 27 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Volume Tinggi Jadi Katalis Utama
Salah satu faktor utama di balik lonjakan harga APRO adalah lonjakan volume perdagangan. Dengan volume harian mendekati $170 juta, likuiditas AT melonjak drastis dibanding periode sebelumnya.
Kondisi ini sering kali menjadi sinyal masuknya minat spekulatif yang kuat, terutama dari trader jangka pendek yang memanfaatkan volatilitas.
Namun, volume tinggi juga perlu dicermati secara hati-hati. Dalam banyak kasus, lonjakan volume ekstrem dapat diikuti oleh fase koreksi jika aksi ambil untung mulai mendominasi pasar.
Struktur Suplai dan Risiko Dilusi
Dari sisi tokenomics, APRO memiliki sirkulasi pasokan sebesar 250 juta AT, atau sekitar 25% dari total suplai maksimum 1 miliar AT.
Artinya, masih terdapat porsi suplai yang cukup besar yang berpotensi masuk ke pasar di masa depan.
Kondisi ini tercermin pada Fully Diluted Valuation (FDV) APRO yang mencapai sekitar $155,55 juta, jauh lebih tinggi dibanding kapitalisasi pasar saat ini.
Bagi investor, perbedaan ini menjadi faktor penting yang perlu diperhitungkan, karena potensi dilusi suplai dapat memengaruhi pergerakan harga jangka menengah hingga panjang.
Sinyal Teknikal: Momentum Kuat, Tapi Perlu Waspada
Secara teknikal, lonjakan 46% dalam satu hari menunjukkan momentum yang sangat kuat. Namun, pergerakan harga yang terlalu cepat sering kali diikuti oleh fase konsolidasi atau koreksi sehat.
Terlebih, perubahan harga 1 jam terakhir yang tercatat -1,35% bisa menjadi indikasi awal aksi ambil untung jangka pendek.
Area $0,15 kini menjadi level psikologis penting yang perlu dipertahankan agar momentum bullish tetap terjaga.
Sementara itu, area $0,175–$0,18 berpotensi menjadi resistance terdekat jika harga kembali mencoba melanjutkan kenaikan.
Lonjakan harga APRO (AT) hari ini menandai meningkatnya minat pasar terhadap token ini, didorong oleh volume perdagangan yang sangat tinggi dan momentum jangka pendek yang kuat.
Meski demikian, volatilitas ekstrem dan struktur suplai yang belum sepenuhnya beredar membuat investor perlu tetap berhati-hati.
Bagi trader, AT menawarkan peluang dari sisi momentum. Sementara bagi investor jangka menengah, pemantauan terhadap distribusi suplai dan stabilitas harga menjadi kunci sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Harga Beefy.Finance (BIFI), yang kerap dijuluki komunitas kripto sebagai token “daging” karena suplainya yang sangat terbatas, mengalami koreksi tajam pada perdagangan hari ini.
Berdasarkan data terbaru, harga BIFI tercatat di level $252,30 per BIFI, turun sekitar 16,57% dalam 24 jam terakhir.
Penurunan signifikan ini terjadi setelah BIFI mencatat reli agresif dalam beberapa pekan terakhir.
Meski terkoreksi harian, performa jangka menengah token ini masih menunjukkan tren positif, memicu perdebatan di kalangan trader apakah koreksi ini sekadar aksi ambil untung atau awal pembalikan arah.
Seiring turunnya harga, volume perdagangan 24 jam BIFI justru mencapai $21,24 juta, hampir menyamai kapitalisasi pasar sebesar $20,18 juta.
Rasio volume terhadap market cap yang sangat tinggi ini menandakan aktivitas jual beli yang intens, khas fase distribusi setelah lonjakan harga besar.
Dalam satu hari perdagangan, harga BIFI tercatat turun sekitar $46,59, mencerminkan tekanan jual yang kuat dari pelaku pasar jangka pendek.
Bahkan dalam satu jam terakhir, harga masih melemah sekitar 3,31%, mengindikasikan volatilitas belum sepenuhnya mereda.
Dari Reli Kencang ke Koreksi Sehat?
Meski terlihat dramatis secara harian, koreksi harga BIFI perlu dilihat dalam konteks pergerakan yang lebih luas.
Dalam 30 hari terakhir, harga BIFI justru melonjak lebih dari 116%, sementara dalam 60 hari menguat hampir 80%, dan dalam 90 hari naik sekitar 52%.
Bahkan secara mingguan, BIFI masih mencatatkan kenaikan impresif sekitar 145%, menjadikannya salah satu token DeFi dengan performa terbaik dalam periode tersebut.
Data ini menunjukkan bahwa penurunan hari ini kemungkinan besar dipicu oleh aksi ambil untung (profit taking) setelah reli ekstrem, bukan semata-mata perubahan fundamental mendadak.
Pergerakan harga Beefy.finance (BIFI/USDT) pada Sabtu, 27 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Token “Daging” dengan Suplai Super Terbatas
Salah satu keunikan utama Beefy.Finance adalah struktur suplai tokennya. BIFI memiliki total dan maksimum suplai hanya 80.000 token, dan seluruhnya telah beredar di pasar.
Artinya, tidak ada risiko inflasi atau unlock token di masa depan, sebuah karakteristik langka di dunia kripto.
Dengan suplai yang sangat terbatas, pergerakan harga BIFI cenderung sangat sensitif terhadap perubahan permintaan.
Lonjakan minat sedikit saja bisa mendorong harga naik tajam, namun sebaliknya, tekanan jual dalam jumlah relatif kecil juga dapat memicu koreksi besar.
Karakteristik inilah yang membuat BIFI dijuluki sebagai token “daging” yang langka, bernilai, namun pergerakannya bisa ekstrem.
Perspektif Teknikal: Waspada Volatilitas
Dari sudut pandang teknikal, koreksi 15–16% dalam sehari setelah reli ratusan persen masih tergolong wajar dalam pasar kripto, khususnya untuk token dengan suplai kecil.
Namun, trader perlu mencermati apakah harga mampu bertahan di zona support terdekat untuk menjaga struktur tren naik.
Jika tekanan jual berlanjut, BIFI berpotensi memasuki fase konsolidasi sebelum menentukan arah selanjutnya.
Sebaliknya, jika volume mulai menurun dan harga stabil, koreksi ini bisa menjadi fondasi untuk pergerakan lanjutan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Dogecoin (DOGE) kembali menjadi sorotan setelah seorang analis kripto menilai pergerakan harganya saat ini mengulang pola akumulasi besar seperti yang terjadi pada 2020, sebelum reli tajam pada 2021.
Analis kripto Cryptollica (@Cryptollica di X) dalam analisis mingguan di TradingView pada 23 Desember 2025 menyebut grafik Dogecoin sedang membentuk rounded base atau dasar membulat, dengan volatilitas yang menurun dan momentum yang dianggap “di-reset”. Kondisi ini ia sebut sebagai fase “calm before the storm”.
Dalam analisis berjudul “DOGE: The Cycle Repeats (1W Timeframe)”, Cryptollica menyatakan struktur harga Dogecoin saat ini merupakan fractal setup yang “tekstual”, mengacu pada empat titik struktur historis dalam siklus jangka panjang DOGE. Menurutnya, pasar kini berada di “Point 4”, yang dinilai mirip dengan fase akumulasi sebelum bull run sebelumnya.
Volatilitas Dogecoin
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Jumat, 26 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Dilaporkan Trading View, Cryptollica menjelaskan bahwa Zona 1 dan Zona 2 pada siklus terdahulu merupakan fase “kebosanan”, di mana volatilitas rendah dan harga bergerak mendatar, namun justru menjadi periode akumulasi. Zona 2 bahkan disebut sebagai landasan awal reli parabolik Dogecoin pada 2021. Kondisi saat ini, yang ia sebut sebagai Zona 4, diklaim menunjukkan pola serupa dengan pembentukan dasar harga yang kuat.
Selain struktur harga, indikator Relative Strength Index (RSI) juga menjadi dasar argumen. Cryptollica menyoroti level RSI mingguan di sekitar 32 yang menurutnya berulang kali menjadi “lantai historis”. Ia menyatakan bahwa setiap kali RSI mingguan DOGE menyentuh area tersebut pada siklus sebelumnya, hal itu menandai titik dasar makro. Saat ini, RSI dinilai kembali berada di area tersebut, yang diinterpretasikan sebagai tanda kelelahan penjual.
Meski demikian, tidak semua pihak sepenuhnya sepakat. Pengguna TradingView lain, ZarinSyed, memberikan catatan kehati-hatian. Ia menilai analisis fraktal memang menarik, namun tidak bersifat deterministik. Menurutnya, kondisi makro dan arus likuiditas dapat mengubah hasil yang diharapkan.
Pergerakan Dogecoin
ZarinSyed menyebut konfirmasi bullish baru akan lebih valid jika Dogecoin mampu mencatatkan penutupan mingguan di atas kisaran US$0,15–US$0,17. Ia juga menambahkan bahwa indikator RSI idealnya perlu bergerak stabil di atas level tengah 50 untuk mengonfirmasi perubahan momentum. Tanpa itu, DOGE berisiko bergerak sideways dalam waktu lebih lama.
Selain itu, ia menyoroti perbedaan konteks pasar. Berbeda dengan 2020, pasar kripto saat ini dinilai lebih matang dengan pengaruh aliran dana institusional, termasuk produk berbasis ETF, yang dapat membuat pola berbasis ritel tidak sepenuhnya berulang.
Secara keseluruhan, klaim Cryptollica menempatkan Dogecoin pada fase akumulasi dengan keyakinan tinggi dalam kerangka waktu mingguan. Namun, sejumlah pelaku pasar menilai konfirmasi lanjutan tetap diperlukan sebelum menyimpulkan bahwa DOGE benar-benar siap mengulang reli besar seperti siklus sebelumnya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve/The Fed) pada kuartal pertama 2026 berpotensi memberi tekanan besar pada pasar kripto. Bitcoin (BTC) diperkirakan bisa turun hingga level US$70.000 dan Ethereum (ETH) melemah ke sekitar US$2.400 apabila The Fed memutuskan untuk menahan pemangkasan suku bunga di tengah tekanan inflasi yang masih bertahan.
The Fed tercatat telah memangkas suku bunga acuan sebanyak tiga kali sepanjang 2025, mayoritas dilakukan pada kuartal keempat, seiring meningkatnya angka pengangguran dan tanda-tanda inflasi yang mulai melandai. Namun, respons pasar kripto justru berlawanan dengan ekspektasi.
Ancaman Aksi Jual
Alih-alih reli, Bitcoin, Ethereum, dan sejumlah altcoin utama mengalami aksi jual. Total kapitalisasi pasar kripto tercatat menyusut lebih dari US$1,45 triliun dari rekor tertingginya pada Oktober 2025.
Sejumlah pejabat The Fed, termasuk Presiden The Fed New York John Williams, menegaskan bahwa bank sentral masih bersikap hati-hati dan bergantung pada data terbaru. Williams menyatakan belum melihat urgensi untuk kembali melonggarkan kebijakan moneter dalam waktu dekat, dengan fokus utama tetap pada penurunan inflasi ke target 2% tanpa merusak pasar tenaga kerja.
Meski data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS pada November berada di level 2,63% dan meningkatkan peluang pemangkasan suku bunga pada awal 2026, ketidakpastian masih membayangi. Gangguan akibat penutupan pemerintahan AS sebelumnya dilaporkan menghambat pengumpulan data oleh Bureau of Labor Statistics, sehingga memunculkan kekhawatiran distorsi data inflasi.
Ketidakpastian inilah yang dinilai menjadi salah satu penyebab pasar kripto gagal merespons positif pemangkasan suku bunga sebelumnya.
Chief Operating Officer bursa kripto BTSE, Jeff Mei, memperkirakan bahwa jika The Fed mempertahankan suku bunga sepanjang kuartal pertama 2026, Bitcoin berpotensi turun ke US$70.000, sementara Ethereum bisa melemah hingga US$2.400.
Tekanan Penurunan Harga
Namun demikian, tekanan penurunan harga tersebut berpotensi tertahan oleh langkah kebijakan lain The Fed. Sejak 1 Desember, bank sentral AS secara resmi menghentikan kebijakan quantitative tightening dan beralih ke mekanisme rollover penuh untuk obligasi pemerintah dan surat berharga berbasis hipotek yang jatuh tempo.
Dilaporkan Cointelegraph, The Fed juga meluncurkan Reserve Management Purchases (RMPs) senilai sekitar US$40 miliar dalam bentuk pembelian surat utang jangka pendek. Kebijakan ini dinilai sejumlah analis sebagai bentuk “quantitative easing terselubung” atau stealth QE karena berfungsi menyuntikkan likuiditas ke sistem keuangan.
Jika RMPs berlanjut hingga awal 2026 meski dalam skala lebih kecil, langkah tersebut dinilai dapat menopang selera risiko investor dan membantu menstabilkan harga aset kripto, meskipun tanpa pemangkasan suku bunga agresif.
Jeff Mei menambahkan, dengan dukungan arus masuk dana ETF Bitcoin yang diperkirakan menembus US$50 miliar serta akumulasi institusional, harga Bitcoin masih berpeluang naik ke kisaran US$92.000–US$98.000. Sementara itu, Ethereum berpotensi menguat menuju US$3.600, didorong oleh peningkatan teknologi layer-2 dan imbal hasil restaking yang menarik minat pengguna DeFi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Kategori Internet of Things (IoT) Tokens kembali mencuri perhatian pasar kripto. Sejumlah altcoin di sektor ini mencatatkan kapitalisasi pasar besar serta lonjakan harga dalam 7 hari terakhir.
Berdasarkan data kapitalisasi pasar terbaru, berikut 3 top altcoin IoT tokens dengan performa paling menonjol dikutip CoinMarketCap.
1. XPIN Network (XPIN) Jadi Penguasa IoT Tokens
XPIN Network menempati posisi teratas sebagai altcoin IoT dengan kapitalisasi pasar terbesar. Token ini diperdagangkan di harga $0.002590, dengan kenaikan 21.43% dalam 24 jam dan 33.94% dalam 7 hari terakhir.
Kapitalisasi pasar XPIN tercatat mencapai $45,797,274, sementara volume perdagangan 24 jam berada di angka $15,658,516. Jumlah suplai beredar mencapai 6.14B XPIN dari total suplai 17.68B XPIN, menjadikannya salah satu proyek IoT paling aktif saat ini.
2. Bless (BLESS) Menguntit di Posisi Kedua
Di peringkat kedua, Bless (BLESS) menunjukkan performa solid dengan harga $0.01217. Token ini mencatatkan kenaikan 8.91% dalam 24 jam dan 19.55% dalam 7 hari.
Kapitalisasi pasar BLESS berada di angka $22,428,070, dengan volume transaksi harian mencapai $3,992,175. Saat ini, suplai beredar BLESS tercatat 358.76M token dari total suplai 1.84B BLESS.
Streamr (DATA) menempati posisi berikutnya sebagai altcoin IoT dengan kapitalisasi pasar terbesar. DATA diperdagangkan di harga $0.005866, naik 3.39% dalam 24 jam dan 9.37% dalam 7 hari terakhir.
Kapitalisasi pasar DATA mencapai $7,204,764, dengan volume perdagangan 24 jam sebesar $1,084,941. Total suplai beredar tercatat 184.14M DATA dari total suplai 1.22B DATA.
Penutup
Sektor IoT Tokens terus menunjukkan potensi pertumbuhan di tengah berkembangnya adopsi teknologi perangkat pintar dan jaringan terdesentralisasi. XPIN Network, Bless, dan Streamr saat ini menjadi 3 altcoin IoT teratas berdasarkan kapitalisasi pasar, dengan pergerakan harga yang patut diperhatikan oleh pelaku pasar kripto.
Namun demikian, investor tetap disarankan untuk melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan, mengingat volatilitas pasar kripto yang masih tinggi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Harga Solana (SOL) menunjukkan tanda-tanda kebangkitan yang kuat setelah sempat tertekan selama beberapa hari terakhir. Pada sesi perdagangan Eropa Jumat (Boxing Day), SOL diperdagangkan di kisaran US$123,5, pulih dari level terendah US$120 yang tercatat pada Hari Natal.
Penurunan sebelumnya menandai titik terendah enam hari dan terjadi setelah empat hari berturut-turut penutupan bearish. Namun, pelemahan tersebut berlangsung dengan volume harian yang menurun, mengindikasikan tekanan jual yang mulai kehilangan tenaga.
Pemulihan Harga Mulai Terlihat
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 26 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pemulihan harga mulai terlihat sejak sesi Asia, ketika Solana melonjak sekitar 4% dari penutupan sebelumnya dan berhasil kembali ke atas level US$124. Kenaikan ini sempat diikuti koreksi singkat ke area US$121,7, tetapi harga kembali memantul dan bertahan di sekitar US$123,5, mencerminkan minat beli yang kembali menguat.
Dari sisi data derivatif, sinyal penguatan semakin terlihat. Open interest Solana melonjak sekitar 8%, dari US$2,7 miliar menjadi US$2,93 miliar, menunjukkan masuknya modal baru ke pasar, bukan sekadar penutupan posisi short. Selain itu, funding rate naik dari 0,0 ke 0,07, menandakan trader posisi long bersedia membayar premi untuk mempertahankan posisi mereka, sebuah indikasi meningkatnya sentimen bullish.
Meski demikian, rasio long-to-short dalam jangka sangat pendek masih bergerak fluktuatif, mengisyaratkan bahwa keyakinan bullish belum sepenuhnya merata di kalangan trader intraday.
Dilaporkan Traders Union, jika ditarik lebih luas, data sejak akhir pekan lalu menunjukkan pola akumulasi yang konsisten. Saat harga Solana melemah sepanjang pekan, rasio long-to-short justru meningkat dari 3,3 ke 5,0, menandakan banyak pelaku pasar memanfaatkan penurunan harga untuk membeli. Tekanan beli ini kini mulai tercermin dalam pemulihan harga dan membuka peluang terjadinya pergerakan lanjutan ke atas.
Dari sisi teknikal, resistensi terdekat berada di area EMA 50 time frame 4 jam di sekitar US$124,7. Sementara itu, EMA 100 berada di dekat US$127, memperkuat zona suplai krusial di rentang US$127–US$129. Penembusan dan penutupan harga di atas area tersebut berpotensi menjadi sinyal perubahan struktur pasar jangka pendek ke arah bullish.
Indikator Relative Strength Index (RSI) 4 jam turut mendukung skenario ini. RSI telah bangkit dari area mendekati oversold di level 36 dan kembali memasuki wilayah yang lebih konstruktif, menandakan momentum naik yang mulai terbentuk.
Kombinasi antara kenaikan open interest, funding rate positif, dan penguatan RSI membuka peluang bagi Solana untuk menguji level yang lebih tinggi dalam waktu dekat, terutama jika volume perdagangan meningkat saat harga menembus resistensi US$127. Sebelumnya, tekanan di sekitar US$121 sempat dipicu oleh likuidasi posisi long berleverage, namun kondisi pasar kini menunjukkan sinyal yang lebih kondusif bagi pemulihan lanjutan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Tekanan jual kembali membayangi XRP menjelang akhir 2025. Aset kripto ini gagal bertahan di atas level psikologis US$2, memicu perubahan sentimen pasar ke arah yang lebih defensif. Penurunan minat pada perdagangan derivatif, meningkatnya kehati-hatian investor ritel, serta isu token unlock yang akan datang menjadi faktor utama yang menekan pergerakan harga.
Di tengah sentimen negatif tersebut, muncul pertanyaan besar di kalangan pelaku pasar: apakah kondisi ini menandai berakhirnya peluang XRP, atau justru menjadi fase transisi sebelum pasar menemukan momentum baru?
Minat Derivatif Menurun, Trader Spekulatif Mundur
Data terbaru menunjukkan perubahan signifikan pada aktivitas investor XRP, terutama di pasar derivatif. Open interest XRP futures di Binance tercatat turun ke kisaran US$453 juta, level terendah sejak akhir 2024. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan awal 2025, ketika open interest sempat melampaui US$1 miliar seiring reli harga dan meningkatnya aktivitas spekulatif.
Penurunan tersebut mencerminkan keluarnya trader jangka pendek yang sebelumnya mengandalkan leverage tinggi. Berkurangnya leverage membuat pasar kehilangan dorongan agresif, sehingga pergerakan harga menjadi lebih lambat dan cenderung tidak stabil. Namun di sisi lain, kondisi ini juga mengurangi risiko likuidasi besar yang kerap terjadi saat pasar terlalu padat oleh posisi spekulatif.
Secara historis, fase open interest rendah pada XRP kerap menjadi periode peralihan, di mana aktivitas perdagangan mulai bergeser dari derivatif ke pasar spot. Meski demikian, peralihan ini biasanya membutuhkan waktu sebelum pasar menemukan arah yang lebih jelas.
Dilaporkan Crypto Harian, tekanan terhadap investor ritel juga semakin terasa. Sejumlah analis menilai pelemahan harga XRP saat ini lebih dipengaruhi oleh dinamika likuiditas dibandingkan penurunan fundamental. Narasi yang berkembang menyebutkan bahwa institusi besar cenderung menarik likuiditas dari pasar ritel untuk memperbaiki posisi keuangan mereka setelah kinerja kuartalan yang kurang memuaskan.
Kondisi ini membuat investor ritel berada dalam posisi rentan, terutama ketika keputusan diambil berdasarkan emosi dan ekspektasi jangka pendek. Situasi tersebut diperburuk oleh kegagalan berbagai prediksi harga optimistis sebelumnya, yang kemudian digantikan narasi penenang tanpa evaluasi risiko yang memadai.
Token Unlock Jadi Faktor Sentimen Negatif
Sentimen negatif pasar semakin kuat dengan adanya jadwal token unlock XRP pada awal Januari 2026. Meski Ripple secara historis mengembalikan sebagian besar token yang dibuka ke escrow, pasar tetap merespons isu ini dengan kewaspadaan tinggi.
Potensi tambahan likuiditas, meski relatif terbatas, dinilai dapat memicu tekanan jual baru di tengah sentimen pasar yang sudah rapuh. Akibatnya, banyak pelaku pasar memilih bersikap menunggu hingga terdapat kepastian lebih lanjut.
Harga XRP di Fase Kritis
Dari sisi teknikal, XRP berada dalam kondisi yang menantang. Harga saat ini bergerak di sekitar US$1,87 setelah turun di bawah area penting US$2,00 dan US$1,90. Struktur pergerakan harga masih menunjukkan kecenderungan negatif dengan tekanan jual yang belum sepenuhnya mereda.
Level US$1,80 menjadi batas bawah krusial. Jika area ini ditembus secara tegas, koreksi berpotensi berlanjut hingga awal 2026. Sebaliknya, untuk mengubah struktur harga menjadi lebih konstruktif, XRP perlu menembus area resistensi awal di US$2,22. Tanpa penembusan level tersebut, setiap kenaikan harga dinilai masih rentan terhadap tekanan jual lanjutan.
Indikator teknikal seperti EMA menunjukkan harga masih berada di bawah rata-rata pergerakan utama, sementara RSI mencerminkan dominasi tekanan jual. Kombinasi ini menegaskan bahwa momentum negatif masih mendominasi pasar.
Harapan Jangka Menengah Masih Ada
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 26 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Di luar tekanan jangka pendek, wacana regulasi yang lebih jelas pada 2026, termasuk pembahasan kerangka CLARITY, memberikan secercah harapan bagi XRP dalam jangka menengah hingga panjang. Regulasi yang konsisten dinilai berpotensi menciptakan keseimbangan baru antara institusi dan investor ritel.
Namun hingga kepastian tersebut benar-benar terwujud, pasar diperkirakan masih akan bergerak dalam bayang-bayang sentimen negatif.
Kesimpulan
XRP saat ini berada dalam fase penuh tekanan dan ketidakpastian. Penurunan minat spekulatif, dinamika likuiditas, serta isu token unlock membentuk sentimen pasar yang cenderung negatif. Dalam kondisi ini, manajemen risiko menjadi faktor kunci bagi investor.
Analis menilai keputusan berbasis emosi dan euforia berpotensi memperbesar kerugian. Pendekatan yang lebih disiplin, dengan fokus pada konfirmasi pergerakan harga dan kesadaran risiko, dinilai penting agar pelaku pasar dapat bertahan tanpa terjebak kepanikan maupun optimisme berlebihan.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Riset kripto ini disusun oleh tim Research Tokocrypto sebagai referensi bagi investor dan pelaku pasar untuk memahami perkembangan terbaru dalam ekonomi global serta industri aset digital.
Melalui analisis komprehensif yang meliputi data makroekonomi, pergerakan harga aset kripto, hingga berbagai peristiwa penting di ekosistem blockchain, laporan ini menyajikan wawasan mendalam mengenai tren utama yang berpotensi memengaruhi strategi investasi.
Dengan menghadirkan informasi yang akurat dan relevan, tim Research Tokocrypto berharap laporan ini dapat menjadi panduan bagi pembaca dalam mengambil keputusan yang lebih tepat di tengah dinamika pasar yang terus berubah.
Fokus Utama
Makroekonomi Global
Federal Reserve (The Fed)menyuntikkan likuiditas sebesar $6,8 miliar ke pasar keuangan pertama kali tahun ini sejak tahun 2020.
Ekonomi Amerika Serikat tumbuh sebesar 4,3% (tahunan) pada kuartal ketiga, jauh melampaui ekspektasi analis sebesar 3,2%
Kenaikan suku bunga Bank of Japan (BOJ)ke level tertinggi dalam 30 tahun (0,75%) secara paradoks justru memicu kejatuhan nilai tukar Yen ke rekor terendah.
Makroekonomi Nasional
Bank Indonesia (BI)melaporkan bahwa uang beredar Indonesia (M2) meningkat menjadi Rp9.891,6 triliun pada November 2025, mencatat pertumbuhan 8,3% (yoy).
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan bertemu Presiden AS Donald Trump pada akhir Januari 2026untuk menandatanganikesepakatan dagang sebesar 19%.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utaramengestimasi total kerugian ekonomi akibat bencana banjir dan tanah longsormencapai Rp18,37 triliun.
Performa Pasar Kripto
Pasar kripto minggu ini cenderung bergerak landai dengan tekanan koreksi tipis. Market Cap terkikis sedikit ke level $2.96 Triliun (-0.75%), sejalan dengan penurunan CMC 100 Index ke posisi $174.89 (-0.59%). Sentimen Fear & Greed Index yang berada di angka 27 menegaskan pasar belum keluar dari zona ‘Fear’ (Ketakutan).
Di sisi lain, CMC Altcoin Season Index stagnan di level terendah 19/100. Angka ini semakin mengukuhkan dominasi absolut ‘Bitcoin Season’, memberikan sinyal kuat bahwa likuiditas altcoin masih sangat kering karena investor belum berani mengambil risiko di luar Bitcoin.
Sektor Privacy Blockchain (+38.95%) dan Music (+38.38%) mengambil alih kendali pasar, mencerminkan tingginya minat investor terhadap infrastruktur keamanan privasi dan aset hiburan digital.TokenH menjadi juara performa dengan lonjakan masif (+131%), diikuti oleh reli kuat dari RAVE (+79.80%) dan PIPPIN (+43.21%).
Aksi Pasar & Proyeksi Mingguan
Harga Bitcoin sideways dan terjebak di zona range yang sempit.
KMNO & BEAT → Risiko distribusi tinggi.
Bitcoin: Number of Entities With Balance ≥ 1k → Whale agresif membeli saat harga sideways.
📌 Kesimpulan: Pantau sektor Privacy Blockchain dan Music yang memperlihatkan momentum dominan minggu ini.Hindari posisi entry jangka pendek pada token dengan jadwal unlock besar (>10%) pekan depan seperti Kamino (KMNO) dan Audiera (BEAT), kecuali didukung katalis fundamental yang kuat. Sebaliknya, manfaatkan potensi fluktuasi harga dari unlock kelas menengah seperti EigenCloud (EIGEN) atau Renzo (REZ) untuk peluang teknikal cepat. Mengingat kondisi pasar yang cenderung stagnan (sideways) serta dominasi Bitcoin yang kuat, prioritas utama saat ini adalah manajemen risiko yang ketat dan pelestarian modal.”
Makroekonomi Global
Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas
Federal Reserve (The Fed)menyuntikkan likuiditas sebesar $6,8 miliar ke pasar keuangan pertama kali tahun ini sejak tahun 2020.
Pemerintah Jepang memanfaatkan tumpukan tabungan rumah tangga yang masif senilai $7 triliununtuk menopang permintaan obligasi negara (JGB).
Ekonomi Amerika Serikat tumbuh sebesar 4,3% (tahunan) pada kuartal ketiga, jauh melampaui ekspektasi analis sebesar 3,2%.
Reserve Bank of India (RBI)menyuntikkan likuiditas sebesar $32 miliar ke dalam sistem perbankanmelalui pembelian obligasi pemerintah $22 miliar danswap dolar-rupee senilai $10 miliar.
Kenaikan suku bunga Bank of Japan (BOJ)ke level tertinggi dalam 30 tahun (0,75%) secara paradoks justru memicu kejatuhan nilai tukar Yen ke rekor terendah.
.
Makroekonomi Nasional
Bank Indonesia: Kripto Tingkatkan Inklusi Keuangan.
Bank Indonesia (BI)melaporkan bahwa uang beredar Indonesia (M2) meningkat menjadi Rp9.891,6 triliun pada November 2025, mencatat pertumbuhan 8,3% (yoy).
Pemerintah Provinsi Sumatera Utaramengestimasi total kerugian ekonomi akibat bencana banjir dan tanah longsormencapai Rp18,37 triliun.
Danantara Indonesia dan PLN resmi menandatangani Head of Agreement (HoA) untuk investasi pada proyek Energi Baru Terbarukan (EBT).
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan bertemu Presiden AS Donald Trump pada akhir Januari 2026untuk menandatanganikesepakatan dagang sebesar 19%.
Kota Bekasimempertahankan rekor sebagai daerah dengan Upah Minimum Kota (UMK) tertinggi di Indonesia untuk tahun 2026 sebesar Rp5.999.442.
Kalender Makroekonomi
Dec 23, 2025
U.S. Durable Goods Orders MoM
U.S. Durable Goods Orders MoM (Pesanan Barang Tahan Lama AS – Bulanan) Actual: -2.2% Forecast: -1.5% Previous: 0.7%→ Pesanan barang tahan lama anjlok tajam menjadi -2.2%, jauh lebih buruk dari ekspektasi pasar -1.5% dan berbalik negatif secara drastis dari pertumbuhan sebelumnya 0.7%.
Hal ini mengindikasikan penurunan permintaan yang signifikan pada sektor manufaktur dan investasi bisnis jangka panjang.
Dec 23, 2025
U.S. Gross Domestic Product (GDP) QoQ
U.S. Gross Domestic Product (GDP) QoQ (Produk Domestik Bruto AS – Kuartalan) Actual: 4.3% Forecast: 3.3% Previous: 3.8%→ Pertumbuhan ekonomi AS melonjak tajam menjadi 4.3%, jauh melampaui ekspektasi pasar 3.3% dan data sebelumnya 3.8%.
Angka ini berpotensi menjadi sentimen negatif bagi pasar kripto, karena memperkuat argumen The Fed untuk menunda pemangkasan suku bunga (High for Longer), yang biasanya memicu penguatan Dolar AS dan mengurangi selera risiko investor terhadap Bitcoin maupun Altcoin. So, stay safe.
Dec 24, 2025
U.S. Initial Jobless Claims
U.S. Initial Jobless Claims (Klaim Pengangguran Awal AS) Actual: – Forecast: 223K Previous: 224K→ Pasar memproyeksikan stabilitas dengan ekspektasi 223K, sedikit lebih rendah dari periode sebelumnya. Jika data aktual nanti dirilis lebih tinggi dari ekspektasi (pengangguran naik), ini dapat menjadi katalis bullish bagi Bitcoin karena menekan The Fed untuk melunak; namun jika angka di bawah ekspektasi (tenaga kerja kuat), ini akan memperburuk sentimen negatif pasca rilis PDB yang kuat, berpotensi menekan harga aset kripto lebih dalam.
Kesimpulan
Pasar menunjukkan data yang bervariasi di mana lonjakan pertumbuhan ekonomi AS (PDB 4,3%) yang tinggi, lalu sektor manufaktur (Barang Tahan Lama -2,2%).
Namun, jika data PDB yang jauh melampaui ekspektasi kemungkinan besar akan mendominasi sentimen pasar menjadi negatif bagi aset kripto, karena memperkuat argumen The Fed untuk menunda pemangkasan suku bunga.
Perkembangan Regulasi Kripto
Hong Kong bakal izinkan penuh perdagangan aset kripto. Foto: REUTERS/Tyrone Siu.
Hong Kong berencana menjadi yurisdiksi pertama di Asia yang mengizinkan perusahaan asuransi untuk berinvestasi dalam mata uang kripto dan stablecoin.
Ghana resmi melegalkan perdagangan mata uang kripto setelah parlemen mengesahkan RUU Penyedia Layanan Aset Virtual (VASP).
CEO Coinbase, Brian Armstrong mengajukan gugatan hukum negara bagian Michigan, Illinois, dan Connecticut, menantang aturan prediction markets.
Bursa kripto global Bybit mengumumkan akan menghentikan layanannyabagi penduduk Jepang secara bertahap mulai tahun 2026 demi mematuhi regulasi lokal.
Bank Sentral Rusiamemperkenalkan regulasi baru yang mengakui aset kripto untuk diperdagangkan, tetapi melarang sebagai alat pembayaran di dalam negeri.
Adopsi Kripto oleh Institusi
Trump
Bhutan mengalokasikan 10.000 BTC dari cadangan nasionalnya untuk mendanai pengembangan wilayah administratif Gelephu Mindfulness City (GMC).
Departemen Urusan Islam dan Kegiatan Amal (IACAD)Dubai meluncurkan layanan resmi untuk menerima donasi dalam bentuk aset kripto dan virtual.
Trump Media & Technology Group (TMTG)membeli 450 BTC (senilai ~$40,3 juta), meningkatkan total cadangan perbendaharaan mereka menjadi 11.542 BTC.
JPMorgan Chase sedang mengevaluasi peluncuran layananperdagangan aset kripto untuk klien institusionalnya dengan fokus pada pasar spot dan derivatif.
Perusahaan publik asal Spanyol, Vanadi Coffee, membeli Bitcoin sebanyak 32 BTC, menjadikan total kepemilikannya kini mencapai 161 BTC.
Performa Pasar Kripto Mingguan
Pasar kripto minggu ini memperlihatkan rotasi narasi yang kuat menuju teknologi keamanan data dan sektor hiburan. Sektor Privacy Blockchain secara mengejutkan mengambil alih pimpinan pasar dengan lonjakan +38.95%, menggeser dominasi narasi meme sebelumnya.
Di jajaran aset berkinerja terbaik, token H menjadi bintang utama dengan ledakan harga mencapai +131%, diikuti oleh RAVE yang terbang +79.80%. Dinamika ini menunjukkan bahwa investor kini membagi fokusnya antara aset fundamental berbasis teknologi privasi dan spekulasi pada token dengan momentum tinggi.
📈 Highlights:
Fokus Narasi Privasi 🛡️ Dominasi sektor Privacy Blockchain (+38.95%) dan Zero Knowledge Proofs (+18.42%) menjadi tema utama minggu ini. Kenaikan pada token infrastruktur seperti ALEO (+20.79%) dan KEEP (+19.04%) menegaskan bahwa pasar kembali memprioritaskan teknologi kerahasiaan dan keamanan data sebagai aset bernilai tinggi.
Konsistensi Sektor Musik 🎵 Sektor Music terus membuktikan ketangguhannya dengan mencatatkan kenaikan +38.38%, duduk di peringkat kedua sektor terbaik. Performa ini mengonfirmasi bahwa ekosistem hiburan terdesentralisasi memiliki daya tarik yang berkelanjutan dan dianggap sebagai sektor defensif yang kuat di akhir tahun ini.
Token Spekulatif (H, RAVE, & PIPPIN) 🚀 Di sisi spekulasi, selera risiko pasar terlihat jelas lewat performa token H yang meroket tiga digit (+131%) serta RAVE (+79.80%) dan PIPPIN (+43.21%). Para pedagang terlihat agresif memburu aset-aset yang sedang “panas” (trending) untuk memaksimalkan keuntungan jangka pendek di tengah volatilitas pasar.
Pada minggu sebelumnya harga BTC diprediksi menunjukkan pelemahan yang sangat kuat, hal ini tercermin hingga minggu ini yang ditandai dengan adanya penguatan pada sisi GDP US. Lalu kemana selanjutnya?
Saat ini, Timeframe Daily, harga Bitcoin masih menunjukkan pergerakan yang sama seperti minggu lalu, BTC masih sideways di dalam range, ibarat naik enggan turun pun tak mau. Apabila harga semakin melemah dari Indikator KC dan angka RSI yang tidak mampu menembus > 50, lalu turun dari dari Support saat ini (Fibonacci Retracement 0.78 ($83,628.3)), maka dikhawatirkan bisa turun hingga Fibonacci Ekstension terdekatnya 1.272 di harga $76,049. Sayangnya, belum ada struktur bullish sama sekali sama seperti minggu lalu.
Sedangkan diTimeframe Weekly juga menunjukkan pelemahan dari MA 99 nya, MA terkuat yang jadi support selama timeframe mingguan. Apabila hal ini ditembus, maka akan semakin mendukung penurunan seperti analisa pada timeframe daily dan masih belum adanya struktur bullish. Oleh karena itu, keputusan untuk menjaga kapital, merealisasikan nya, atau bahkan mengakumulasi sama-sama baik, semua kembali pada profil risiko user.
Daily:
Harga Bitcoin pada timeframe daily menunjukkan pelemahan yang sangat kuat.
Weekly:
Harga Bitcoin pada timeframe weekly menunjukkan pelemahan dari MA 99 yang mungkin bisa membuat Q4 Bitcoin terburuk tahun ini.
🔭 Short-Term Projection:
✅ Bullish Case:
Saat ini harga belum menunjukkan adanya struktur bullish, meski ada narasi makroekonomi yang kuat seperti inflasi turun, harga tetap melemah.
⚠️ Bearish Case:Harga Bitcoin menunjukkan pelemahan yang sangat kuat dan membentuk pola Bear Flag atau Symmetrical Triangle. Apabila harga turun dari Support saat ini, maka dikhawatirkan bisa turun hingga Fibonacci Ekstension terdekatnya 1.272 di harga $76,049 seperti minggu lalu.
Analisis Data On-Chain Bitcoin
Heatmap Liquidation Bitcoin 1 Week
Bitcoin ($BTC) saat ini bergerak menyamping (sideways) di sekitar level $88.000, terjebak dalam fase konsolidasi yang ketat. Grafik heatmap memperlihatkan bahwa ruang gerak harga semakin sempit, dikurung oleh dua dinding likuiditas besar yang saling menekan, menandakan akumulasi energi sebelum pergerakan besar berikutnya. 📉
Resisten Atas ($90.000): Garis kuning yang menyala terang di level ini mengindikasikan penumpukan likuidasi short yang sangat padat. Investor memerlukan volume beli yang masif untuk menjebol level ini dan memaksa para penjual menutup posisi mereka (short squeeze).
Support ($86.000 – $84.000): Support terdekat terlihat di $86.000, tetapi yang lebih krusial berada di $84.000. Jika harga tergelincir menembus zona ini, skenario penurunan tajam (capitulation) menjadi risiko yang sangat nyata.
🔍 Insight:Pasar sedang dalam mode sideways di antara rentang $84k dan $90k.
Bitcoin Number of Entitles With Balances
Bitcoin ($BTC) saat ini sedang mengalami fenomena “Divergensi Akumulasi” yang kontras, di mana stagnasi pergerakan harga justru dimanfaatkan oleh pemain besar (smart money) untuk melakukan penyerokan aset secara agresif di belakang layar.
Aktivitas Paus (Whale Activity) 📈 Visualisasi grafik menunjukkan garis oranye (entitas dengan saldo ≥ 1.000 BTC) mengalami kenaikan vertikal yang signifikan. Ini menegaskan bahwa investor institusional dan pemegang modal besar tidak terpengaruh oleh aksi harga yang membosankan, melainkan melihatnya sebagai peluang emas untuk menambah muatan.
Permintaan Spot yang Agresif ✅ Meskipun harga Bitcoin masih bergerak mendatar, data menunjukkan arus keluar (outflows) dari bursa sebesar 59% hanya dalam dua hari (mencapai 41.493 BTC pada 21 Des).
🔍 Insight: Pasar sedang berada di titik infleksi kritis. Akumulasi masif ini menciptakan pegas tekanan beli yang kuat.
Bitcoin Funding Rate Among CEXs (BTC)
Bitcoin ($BTC) saat ini memperlihatkan fenomena “Ketahanan Spekulatif” yang mencolok. Di tengah aksi harga yang stagnan, grafik Funding Rate justru menunjukkan bahwa sentimen bullish para pedagang derivatif kembali menyala, menolak untuk padam oleh tekanan pasar. 📈
Optimisme 🐂 Grafik memvisualisasikan lonjakan area berwarna (total funding rate) kembali ke zona positif yang tebal di sisi kanan, kontras dengan garis harga (hitam) yang masih terkonsolidasi. Menunjukkan pedagang menolak menyerah (kapitulasi) meskipun harga tertahan di $87.832.
Akumulasi Leverage Baru ⚡ Data menunjukkan para trader terus membuka posisi long baru secara agresif. Hal ini menjaga rata-rata Funding Rates tetap positif di angka 2,746% dan mendorong Open Interest naik 3,8% menjadi $9,84 Miliar. Pasar seolah mengabaikan fakta adanya long squeeze (mode likuidasi) selama 40 jam di Binance, dan memilih bertaruh pada pemulihan harga.
🔍 Insight:Pasar derivatif sedang menunjukkan sinyal kepercayaan diri yang tinggi.
Bitcoin ($BTC) kini tengah mengalami fenomena “Guncangan Suplai Bursa” (Exchange Supply Shock). Grafik memvisualisasikan penurunan drastis pada area berwarna (total nilai arus masuk), yang mengindikasikan bahwa pasar sedang “mengering” dari tekanan jual meskipun harga relatif stabil di zona $88.000. 📉
Penyusutan Likuiditas Coinbase 📉 Data mengonfirmasi bahwa arus masuk ke bursa ini anjlok hampir 63%, jatuh dari puncaknya di $21 Miliar menjadi hanya $7,7 Miliar antara 24 November hingga 24 Desember. Penyusutan tajam pada grafik ini menandakan bahwa institusi AS secara efektif telah berhenti mengirimkan aset mereka ke bursa untuk dijual.
Pelemahan Niat Jual Global 🌍 Tren serupa terjadi pada Binance (area ungu), di mana arus masuk menyusut ke level $10,2 Miliar. Menegaskan bahwa niat jual pasar (selling intent) telah menurun drastis.
🔍 Insight:Intinya, secara keseluruhan On-Chain Bitcoin sangat bullish meskipun harga secara teknikal masih berada di Zona Range.
Altcoin Update
Perkembangan Proyek Altcoin
Developer Ethereum sedang mempersiapkan pembaruan yang disebut “Glamsterdam”, dengan target peluncuranpada tahun 2026. Dirancang untuk mengatasi terkait Maximal Extractable Value (MEV)dan peluncuran fitur Block-level Access Lists (BALs) untuk meningkatkan efisiensi transaksi.
Uniswap mengajukan proposal “UNIfication” yang votingnya berakhir 25 Desember, bertujuan mengaktifkan “Fee Switch” (biaya protokol) untuk mekanisme buyback & burn langsung 100 juta UNI dari treasury.
Mulai 22 Desember, protokol Aster secara resmi mengurangi emisi tokennya dan meluncurkan program insentif baru bertajuk “Crystal Weekly Drops” senilai total $12 juta.Fase pertama program ini (22-28 Des) akan mendistribusikan hingga $2 juta dalam USDF kepada pengguna berdasarkan volume perdagangan perpetual mereka.
Validator Hyperliquid sedang melakukan pemungutan suara hingga tenggat waktu 24 Desember untuk secara formal mengakui $1 miliar token HYPE (di Assistance Fund) sebagai aset yang terbakar permanen (burned).
Monad (MON) mengumumkan kemitraan strategis profil tinggi dengan MapleStory Universe, waralaba game MMORPG legendaris, yang akan dimulai dengan integrasi token NXPC.
Analisis On Chain Altcoin
Data on-chain dari Crypto Quantmengungkapkan bahwa optimisme seputar ETF XRPgagal mendongkrak harga karena tertahan oleh tekanan jual masif dari paus (whales).Grafik Binance Inflow-Value Bandmenunjukkan bahwa deposit ke bursa didominasi oleh transaksi bernilai 100.000 hingga >1 juta XRP mengindikasikan bahwa pemegang besar sedang aktif mendistribusikan aset mereka untuk “dijual”.
Harga Ethereum (ETH)dinilai overheated meskipun jumlah pemegang baru melonjak ke level tertinggi dalam lima bulan terakhir (rata-rata 163.000 alamat baru/hari). Menandakan bahwa kenaikan valuasi pasar tidak didukung oleh aktivitas transaksi jaringan yang sepadan, melainkan hanya didorong oleh spekulasi investor baru saat ETH tertahan di $2.986.
Meskipun Hedera (HBAR) mencatatkan bounce sebesar 11%, tetapi tren ini berisiko menjadi jebakan bull trap karena data On-Chain indikator Chaikin Money Flow (CMF) menunjukkan arus modal besar justru sedang keluar.
Data On-Chain menunjukkan harga Aave (AAVE) jatuh lebih dari 10% ke level $155, bergerak berlawanan dengan pemulihan pasar kripto secara umum. Pemicu utamanya adalah aksi jual panik oleh satu dompet paus (whale) yang melepas 230.350 AAVE (senilai ~$37,8 juta) untuk ditukar ke stETH dan WBTC, merealisasikan kerugian sebesar $13,75 juta.
Data on-chain Shiba Inu (SHIB) masih berada di bawah kendali penjual, indikator teknis (Supertrend & SAR) menunjukkan tetap bearish.Tekanan jual diperparah oleh arus keluar pasar spot ($89.000 net outflow) dan aktivitas jaringan Shibarium yang stagnan (TVL hanya $1,46 juta), menandakan tidak adanya katalis permintaan fundamental.
Token Unlock
Menutup tahun 2025 dan membuka lembaran 2026, pasar kripto akan disambut oleh gelombang pelepasan token yang cukup padat. Periode ini melibatkan sekitar 22 proyek yang dijadwalkan merilis suplainya, menciptakan dinamika likuiditas yang menarik untuk dipantau di tengah perayaan tahun baru.
🔍 Highlight Unlock
🔺 Unlock Besar (>10% dari Kapitalisasi Pasar): Perhatian penuh harus tertuju pada Kamino (KMNO) yang akan mengalami guncangan suplai terbesar dengan angka fantastis ~22%. Selain itu, Audiera (BEAT) juga mencatatkan angka tinggi sebesar ~15.3%, diikuti oleh Numine (NUMI) (~11.3%) dan Slash Vision (SVL) (~10.8%). Keempat proyek ini berada di zona merah dengan risiko tekanan jual yang signifikan.
🟡 Unlock Menengah (5–10% dari Kapitalisasi Pasar): Di lapisan kedua, terdapat cukup banyak proyek yang berpotensi menyajikan volatilitas moderat. EigenCloud (EIGEN) memimpin kelompok ini dengan ~7.48%, disusul Renzo (REZ) (~7.04%), Maverick Protocol (MAV) (~6.27%), Treehouse (TREE) (~6.16%), io.net (IO) (~6.09%), dan GUNZ (~5.84%). Suplai baru di level ini cukup untuk mengganggu keseimbangan order book jangka pendek.
🟢 Unlock Ringan (<5% dari Kapitalisasi Pasar): Kategori ini dihuni oleh nama-nama besar (bluechips) dan proyek mapan. Optimism (OP) (~1.66%), Sui (SUI) (~1.48%), dan Ethena (ENA) (~1.22%) hanya akan merilis sebagian kecil token mereka. Proyek lain seperti Zora, Portal, dan TARS AI juga masuk dalam daftar ini, di mana dampaknya terhadap tren harga utama diperkirakan sangat minim.
💡 Analisis untuk Investor/Trader:
Hindari Risiko Ekstrem (KMNO & BEAT): Bagi pemegang token Kamino dan Audiera, harus waspada. Lonjakan suplai 15-22% adalah beban fundamental yang berat. Sangat disarankan untuk tidak membuka posisi long (beli) secara agresif menjelang tanggal unlock guna menghindari risiko “tertimbun” suplai baru.
Zona Scalping (EIGEN, REZ, IO): Trader harian dapat memanfaatkan volatilitas pada token kategori menengah. Gejolak harga pasca-unlock sering kali membuka peluang scalping cepat, terutama jika pasar bereaksi berlebihan (overreaction).
Zona Aman (OP, SUI, ENA): Bagi investor jangka panjang di Optimism atau Sui, event ini hanyalah rutinitas biasa. Penurunan harga minor sebaiknya dilihat sebagai fluktuasi pasar yang wajar dan bukan sinyal perubahan trend fundamental.
Proyeksi & Analisis
Pasar kripto global minggu ini cenderung bergerak menyamping (sideways), mencerminkan keraguan investor untuk mengambil langkah agresif di penghujung tahun. Market Cap & Volumemengalami penyusutan tipis ke angka $2.96 Triliun terkoreksi ringan sebesar -0.75%. Stagnasi ini juga tercermin pada CoinMarketCap 100 Index yang parkir di level $174.89 (-0.59%).
Indeks Fear & Greed sedikit naik ke angka 27, namun masih tertahan kuat di zona ‘Fear’ (Ketakutan). Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun kepanikan mereda, kewaspadaan tetap menjadi tema utama. Sementara itu, CMC Altcoin Season Index turun di level terendah 19/100, yang menegaskan bahwa “Bitcoin Season” masih belum tergoyahkan. Arus modal tampaknya masih enggan beralih ke altcoin, membiarkan sektor tersebut “puasa” likuiditas untuk sementara waktu.
🔮Outlook Minggu Depan:
✅Harga Bitcoin pada timeframe daily menunjukkan pelemahan yang sangat kuat dan sideways.
Bullish case:Saat ini harga belum menunjukkan adanya struktur bullish, meski ada narasi makroekonomi yang kuat seperti inflasi turun, harga tetap melemah.
Bearish case:Harga Bitcoin menunjukkan pelemahan yang sangat kuat. Apabila harga turun dari Support saat ini, maka dikhawatirkan bisa turun hingga Fibonacci Ekstension terdekatnya 1.272 di harga $76,049 seperti minggu lalu.
✅ Zona likuidasi & teknikal:
Zona $90.000 ➜ Menjadi resistensi dengan tumpukan likuidasi short terbesar saat ini.
Zona $84.000 – $86.000 ➜ Menjadi area support yang krusial.
✅ Narrative utama:
Sektor Privacy Blockchain (+38.95%) dan Music (+38.38%) mendominasi, menandakan fokus pasar yang beralih pada teknologi keamanan privasi dan ekosistem hiburan.
Token H memimpin dengan kenaikan harga (+131%). Disusul oleh RAVE (+79.80%) dan PIPPIN (+43.21%).
✅ On-chain Insight & Derivatif:
Bitcoin: Number of Entities With Balance ≥ 1k → Whale agresif membeli saat harga sideways.
Bitcoin: Funding Rate Among CEXs → Bullish mendominasi pasar derivatif
Bitcoin: Exchange Inflow Value → Likuiditas jual mengering drastis
Pantau sektor Privacy Blockchain dan Music yang memperlihatkan momentum dominan minggu ini.Hindari posisi entry jangka pendek pada token dengan jadwal unlock besar (>10%) pekan depan seperti Kamino (KMNO) dan Audiera (BEAT), kecuali didukung katalis fundamental yang kuat. Sebaliknya, manfaatkan potensi fluktuasi harga dari unlock kelas menengah seperti EigenCloud (EIGEN) atau Renzo (REZ) untuk peluang teknikal cepat. Mengingat kondisi pasar yang cenderung stagnan (sideways) serta dominasi Bitcoin yang kuat, prioritas utama saat ini adalah manajemen risiko yang ketat dan pelestarian modal.”
Edukasi Kripto
Mengenal MEV (Maximal Extractable Value): Alasan Transaksi Sering “Mahal” & Kena Slippage Tinggi
Apa Itu MEV (Maximal Extractable Value)? 🤖
Secara sederhana, MEV adalah keuntungan maksimal yang bisa diekstrak oleh penambang (miners) atau validator dengan cara memanipulasi urutan transaksi di dalam sebuah blok sebelum blok tersebut divalidasi.
Mengapa Ini Penting? (The “Invisible Tax”) 💸
Banyak trader pemula tidak sadar bahwa mereka membayar “pajak tak terlihat” ini. MEV bukan biaya gas, bukan biaya admin DEX, tapi murni pencurian arbitrase dari inefisiensi order.
Modus Sandwich Attack 🥪
Target Terdeteksi: Kamu memasukkan order beli token $PEPE sebesar $10.000 dengan pengaturan slippage 5%.
Front-Running (Roti Atas): Bot MEV melihat ordermu di Mempool. Karena tahu pembelian besarmu akan menaikkan harga, Bot dengan cepat menyuap validator (lewat gas fee lebih tinggi) untuk menaruh order beli tepat sebelum ordermu.
Eksekusi Korban: Harga token naik karena pembelian Bot. Ordermu kemudian dieksekusi di harga yang sudah melambung tinggi (harga pucuk).
Back-Running (Roti Bawah): Segera setelah ordermu selesai dan harga naik lagi, Bot menjual tokennya.
Hasil: Bot cuan instan dari selisih harga yang kamu ciptakan. Kamu dapat token lebih sedikit, dan rugi secara instan.
Cara Melindungi Diri 🛡️
Jangan Asal Set Slippage: Kebiasaan mengatur slippage “Auto” atau terlalu besar (misal 10-20% biar transaksi cepat sukses) adalah sasaran empuk bagi bot MEV. Gunakan slippage seketat mungkin.
Gunakan “Private RPC” (Mode Siluman): Di dompet Web3 kamu (seperti MetaMask), ubah pengaturan jaringan (RPC) standar ke layanan yang memproteksi MEV, seperti Flashbots Protect atau MEV Blocker.
Cara kerjanya: Transaksimu tidak disiarkan ke pool umum, tapi langsung dikirim ke validator terpercaya. Bot tidak bisa melihatnya, jadi mereka tidak bisa menyalipnya.
Kesimpulan: Dalam dunia kripto, musuhmu bukan hanya market maker atau whale, tapi juga algoritma yang bekerja dalam hitungan milidetik di “ruang tunggu” blockchain. Memahami MEV adalah langkah awal naik kelas dari “Gambler” menjadi “Smart Trader”.
Pengumuman
Tokocrypto Hadirkan APRO (AT) Mulai 23 Desember 2025 dan Promo Payday ShopeePay
APRO AT
Tokocrypto kembali menghadirkan kabar menarik di akhir tahun 2025. Mulai 23 Desember 2025, Tokocrypto resmi menambahkan aset kripto terbaru APRO (AT) ke dalam daftar aset yang bisa diperdagangkan. Kehadiran APRO memberi Tokonauts pilihan baru untuk menyusun strategi trading yang lebih fleksibel, sekaligus membuka peluang keuntungan dari aset yang sedang berkembang.
Trading APRO (AT) sudah bisa dimulai pada 23 Desember 2025 pukul 15.00 WIB, jadi pengguna disarankan menyiapkan strategi sejak awal agar tidak ketinggalan momentum.
Dari sisi proyek, APRO (AT) merupakan data oracle protocol yang berfokus menyediakan data real-time ke blockchain dengan menggabungkan off-chain computing dan on-chain verification. Mekanisme ini membuat APRO dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan ekosistem kripto, mulai dari DeFi, Real-World Assets (RWA), AI, hingga prediction markets, sektor-sektor yang saat ini banyak mendapat perhatian karena utilitasnya yang luas.
Promo Payday ShopeePay x Tokocrypto: Cashback 50.000 Koin Shopee*
Tidak hanya listing aset baru, Tokocrypto juga menghadirkan promo spesial akhir bulan lewat program Payday ShopeePay x Tokocrypto. Dalam promo ini, pengguna berkesempatan memperoleh cashback hingga 50.000 Koin Shopee untuk transaksi pertama menggunakan ShopeePay di Tokocrypto. Program ini berlangsung pada 25 Desember 2025 pukul 00.00 WIB hingga 31 Desember 2025 pukul 23.59 WIB, dengan kuota harian yang terbatas.
Promo tersebut khusus untuk pengguna baru ShopeePay di Tokocrypto, yaitu pengguna yang melakukan deposit pertama kali menggunakan ShopeePay. Syarat utamanya, pengguna perlu melakukan minimal transaksi Rp1.000.000 dalam satu kali transaksi untuk berhak mendapatkan cashback 50.000 Koin Shopee. Dengan kombinasi listing APRO (AT) dan promo cashback ini, akhir tahun menjadi momen yang pas bagi Tokonauts untuk mencoba aset baru sekaligus bertransaksi lebih hemat.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Harga Zerobase (ZBT) hari ini menjadi sorotan pasar kripto setelah mencatatkan lonjakan tajam dalam 24 jam terakhir.
Berdasarkan data terbaru via Tokocrypto pada Jumat (26/12), harga ZBT berada di level $0,150879 per ZBT, menguat +32,10% secara harian.
Kenaikan agresif ini menjadikan ZBT sebagai salah satu altcoin dengan performa terbaik dalam jangka pendek, sekaligus menarik perhatian trader aktif.
Seiring reli harga tersebut, kapitalisasi pasar Zerobase meningkat ke kisaran $33,19–33,28 juta, sementara volume perdagangan 24 jam melonjak drastis hingga sekitar $360–361 juta.
Volume yang jauh melampaui market cap ini mengindikasikan lonjakan minat spekulatif serta aktivitas trading yang sangat intens di pasar ZBT.
Lonjakan harga ZBT tidak hanya terjadi dalam satu hari.
Dalam 7 hari terakhir, harga ZBT tercatat melonjak hingga 102,50%, menandakan reli yang sangat kuat dalam jangka pendek.
Bahkan dalam 30 hari, ZBT masih mencatatkan kenaikan 24,98%, menunjukkan bahwa momentum bullish mulai terbentuk kembali.
Namun, jika dilihat dalam timeframe yang lebih panjang, tekanan masih terlihat. Dalam 60 hari terakhir, ZBT terkoreksi 46,89%, sementara dalam 90 hari, penurunan mencapai 81,30%.
Dengan kata lain, reli yang terjadi saat ini lebih menyerupai fase rebound atau pemulihan agresif setelah tekanan panjang sebelumnya.
Pergerakan harga Zerobase (ZBT/USDT) pada Jumat, 26 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Volatilitas Tinggi, Aksi Profit Taking Mulai Terlihat
Dalam 24 jam terakhir, ZBT diperdagangkan pada rentang harga terendah $0,109113 hingga tertinggi $0,165962.
Rentang pergerakan yang lebar ini mencerminkan volatilitas tinggi, khas altcoin dengan volume besar dan sentimen spekulatif yang kuat.
Meski secara harian mencatat kenaikan tajam, perubahan harga 1 jam terakhir menunjukkan penurunan -2,47%, mengindikasikan mulai munculnya aksi ambil untung (profit taking) setelah reli cepat.
Pola seperti ini umum terjadi ketika harga bergerak terlalu agresif dalam waktu singkat.
Jarak dari Rekor Tertinggi Masih Lebar
Zerobase pernah mencetak rekor tertinggi (all-time high) di level $1,133192. Dengan harga saat ini di kisaran $0,15, ZBT masih berada lebih dari 85% di bawah ATH.
Kondisi ini membuka dua skenario: potensi upside yang besar jika tren pemulihan berlanjut, atau risiko koreksi lanjutan jika momentum mulai melemah.
Bagi sebagian trader, jarak yang jauh dari ATH sering kali menjadi daya tarik spekulatif, terutama jika volume dan sentimen pasar terus meningkat.
Tokenomics: Potensi Dilusi Masih Perlu Dicermati
Dari sisi suplai, Zerobase memiliki total pasokan maksimum 1 miliar ZBT, dengan pasokan beredar saat ini sebesar 220 juta ZBT atau sekitar 22% dari total supply.
Artinya, masih terdapat potensi penambahan suplai di masa depan.
Hal ini tercermin dari kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) yang mencapai $151,26 juta, jauh lebih tinggi dibandingkan market cap saat ini.
Investor jangka menengah dan panjang perlu memperhatikan faktor ini, karena pelepasan token tambahan berpotensi memberikan tekanan pada harga jika tidak diimbangi oleh peningkatan permintaan.
Aktivitas Pasar dan Sentimen Investor
Saat ini, ZBT menempati peringkat #536 dalam daftar aset kripto populer.
Meski belum masuk jajaran atas, lonjakan volume yang ekstrem menempatkan Zerobase dalam radar banyak trader harian dan pemburu momentum.
Rasio volume terhadap market cap yang sangat tinggi sering kali menandakan fase pasar yang tidak stabil, di mana peluang keuntungan besar hadir berdampingan dengan risiko koreksi tajam.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Pergerakan harga 0G (0G/USDT) pada Jumat, 26 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Lonjakan harga 0G tidak hanya terjadi dalam satu hari. Dalam 7 hari terakhir, harga 0G tercatat melonjak 63,70%, menandakan momentum bullish jangka pendek yang cukup kuat.
Namun, gambaran yang lebih luas menunjukkan bahwa reli ini terjadi setelah fase koreksi panjang.
Dalam 30 hari terakhir, harga 0G masih tercatat turun 2,96%, sementara dalam 60 hari, koreksi mencapai 33,73%. Bahkan dalam 90 hari, penurunan harga tercatat hingga 68,08%.
Data ini menunjukkan bahwa lonjakan saat ini lebih menyerupai fase rebound agresif setelah tekanan besar sebelumnya, bukan tren naik jangka panjang yang sepenuhnya terkonfirmasi.
Volatilitas Tinggi dan Aktivitas Trading Intens
Tingginya volume perdagangan yang hampir setara dengan market cap menjadi sinyal kuat bahwa pasar 0G sedang berada dalam fase volatilitas ekstrem.
Rasio volume terhadap kapitalisasi pasar yang tinggi sering kali menunjukkan perputaran aset yang cepat, khas aset kripto yang sedang ramai diperdagangkan oleh trader jangka pendek.
Secara intrajam, perubahan harga 1 jam terakhir tercatat +0,09%, menandakan bahwa volatilitas masih berlangsung meski laju kenaikan mulai melambat.
Dalam kondisi seperti ini, aksi profit taking dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama setelah lonjakan harga yang sangat tajam.
Data Harga yang Masih Terbatas
Menariknya, pada data terbaru, informasi harga terendah dan tertinggi 24 jam serta rekor tertinggi (ATH) masih tercatat $0.
Hal ini mengindikasikan bahwa data historis 0G kemungkinan belum sepenuhnya teragregasi atau masih dalam tahap pembaruan di beberapa platform pelacak harga.
Meski demikian, pergerakan harga terkini dan aktivitas pasar yang tinggi sudah cukup untuk menempatkan 0G dalam radar investor dan trader kripto.
Struktur Pasokan dan Valuasi
Dari sisi tokenomics, jumlah pasokan beredar 0G saat ini mencapai sekitar 213,24 juta token.
Tidak adanya data total pasokan maksimum membuat analisis suplai menjadi lebih menantang, namun kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) tercatat cukup tinggi, yakni sekitar $1,17 miliar.
Perbedaan signifikan antara market cap dan FDV ini menunjukkan adanya potensi dilusi suplai di masa depan, yang dapat menjadi faktor risiko bagi investor jangka menengah dan panjang jika tidak diimbangi oleh pertumbuhan ekosistem dan permintaan riil.
Sentimen Pasar dan Risiko yang Perlu Diperhatikan
Reli harga 0G yang sangat cepat mencerminkan sentimen pasar yang positif dalam jangka pendek. Namun, volatilitas ekstrem juga berarti risiko yang tinggi.
Lonjakan harga yang didorong oleh volume besar sering kali diikuti oleh fase konsolidasi atau koreksi, terutama jika minat beli mulai melemah.
Bagi trader, kondisi ini membuka peluang trading jangka pendek, tetapi membutuhkan manajemen risiko yang ketat.
Sementara bagi investor jangka panjang, penting untuk menunggu konfirmasi fundamental dan stabilisasi harga sebelum mengambil keputusan.
Harga 0G hari ini mencatatkan lonjakan hampir 41% dalam 24 jam dengan volume perdagangan yang sangat besar, menjadikannya salah satu aset kripto paling aktif saat ini.
Meski momentum bullish jangka pendek terlihat kuat, tekanan koreksi jangka menengah dan potensi dilusi suplai tetap menjadi faktor yang perlu dicermati.
Seperti aset kripto lainnya, 0G menawarkan peluang besar seiring meningkatnya minat pasar, namun juga menyimpan risiko tinggi akibat volatilitas ekstrem.
Investor dan trader disarankan untuk tetap waspada dan menerapkan strategi manajemen risiko yang disiplin.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.