Author: 20

  • BREAKING: FTX Ajukan Bangkrut, CEO Sam Bankman-Fried Mundur

    Platform exchange kripto, FTX resmi memulai proses kebangkrutan di Amerika Serikat. Langkah mengejutkannya lagi, Sam Bankman-Fried mengundurkan diri dari jabatannya sebagai CEO.

    Reuters melaporkan lebih dari 100 entitas perusahaan yang berafiliasi dengan FTX, termasuk Alameda Research dan FTX US, juga mengajukan kebangkrutan. Salah satu sumber juga mengatakan perusahaan-perusahaan tersebut sebagian besar menjadi pemicu masalah di FTX dan dilaporkan berutang memiliki utang sekitar US$ 10 miliar.

    Pengumuman resmi yang dibuat di akun Twitter FTX ini, datang beberapa hari setelah saingan yang lebih besar, Binance, meninggalkan akuisisi yang diusulkan dan membuatnya harus mengumpulkan dana segar sekitar US$ 9,4 miliar dari investor baru untuk menyelesaikan masalah likuidasi.

    Sam Bankman-Fried Mundur

    Sam Bankman-Fried, CEO FTX. Foto: FTX.
    Sam Bankman-Fried mundur sebagai CEO FTX. Foto: FTX.

    Baca juga: Sam Bankman-Fried, CEO FTX Kehilangan 94% Kekayaan dalam Sehari

    Dalam pengumumannya, FTX mengatakan bahwa CEO Sam Bankman-Fried telah mengundurkan diri. John J. Ray III telah ditunjuk untuk mengambil posisi tersebut.

    “Pembebasan segera dari Bab 11 tepat untuk memberikan FTX Group kesempatan untuk menilai situasinya dan mengembangkan proses untuk memaksimalkan pemulihan bagi para pemangku kepentingan,” kata Ray dalam pernyataannya.

    “Saya ingin memastikan setiap karyawan, pelanggan, kreditur, pihak kontrak, pemegang saham, investor, otoritas pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya bahwa kami akan melakukan upaya ini dengan ketekunan, ketelitian dan transparansi.”

    Krisis FTX Berujung Bangkrut

    Market kripto juga terpukul atas krisis yang dialami platform FTX yang akan bangkrut. Peristiwa runtuhnya FTT, token milik platform exchange FTX menjadi awal mula market runtuh.

    Peristiwa ini membuat investor menarik dananya dari FTX dan melepas token FTT. Penarikan dana yang tak terbendung membuat likuiditas FTX alami krisis. Dengan kata lain, FTX tidak mampu untuk mengembalikan dana yang sudah ditaruh oleh para pengguna di platformnya.

    Crypto investment company, Alameda Research on screen in front of web page. Sumber: Shutterstock.
    FTX dan Alameda Research bangkrut. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Binance Batal Akuisisi FTX: Masalah Keuangan Sulit Diatasi

    Akhirnya, krisis FTX ini menular ke pasar kripto secara umum. Faktor kepanikan dan kecemasan membuat investor menjauh sementara dari pasar kripto.

    Efek domino ke market akan sama seperti kasus-kasus sebelumnya yang dialami Celsius, Blockfi, Voyager ataupun Terra. Market akan terpukul keras. Investor akan sulit untuk kembali bergairah ke market kripto dan memilih untuk wait and see atau bahkan menarik dana mereka, karena faktor kepanikan.

    Gagal Dibantu Binance

    CEO Binance, Changpeng Zhao, kemudian mengungkapkan bahwa perusahaan exchange-nya memutuskan untuk menjual kepemilikan FTT. Migrasi pelanggan menarik kripto mereka dari FTX diikuti, yang melihat pertukaran mengalami masalah likuiditas.

    Binance kemudian mengumumkan pada hari Selasa 8 November lalu, bahwa mereka mengakuisisi pertukaran FTX karena berencana untuk menyelesaikan krisis likuiditasnya. Namun, belakangan gagal dan Binance tidak membuat kesepakatan baru.

    FTX memberi tahu para investornya ada kemungkinan kebangkrutan tanpa dana segar untuk mengatasi masalah keuangan perusahaan. Bankman-Fried telah mengatakan kepada para investor bahwa mereka menghadapi kekurangan likuidasi hingga US$ 9,4 miliar.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • FIFA Rilis Proyek Web3 dan Game NFT untuk Piala Dunia 2022

    Menjelang Piala Dunia 2022 di Qatar, FIFA telah mengumumkan portofolio proyek web3 dan game NFT yang bakal menghibur penggemar sepak bola. Ini menjadikan adopsi blokchain di industri sepak bola semakin meluas.

    FIFA telah melisensikan beberapa proyek, termasuk Altered State Machine, yang merupakan permainan liga sepak bola yang ditenagai artificial intelligence (AI) League. Gamesmart football‘ baru ini akan memperkenalkan karakter AI yang cerdas kepada yang lebih kasual.

    Pengalaman bermain game dimulai dengan game prediksi yang dapat dimainkan selama Piala Dunia FIFA Qatar 2022. Mulai tanggal 20 November, pemain dapat berpartisipasi dalam game metaverse berbasis sepak bola yang menyenangkan ini.

    Upland dan Phygtl

    FIFA rilis proyek Web3 dan game NFT untuk Piala Dunia 2022.
    FIFA rilis proyek Web3 dan game NFT untuk Piala Dunia 2022.

    Baca juga: Analisa: Data Inflasi AS Selamatkan Market Kripto di Tengah Krisis FTX

    Proyek kedua adalah Upland, metaverse berbasis blockchain untuk membeli dan menjual properti virtual. Upland kini telah memperkenalkan aset digital dan koleksi NFT Piala Dunia FIFA. Penawaran koleksi digital Upland tampaknya bersaing dengan FIFA+ Collect di situs web resmi, yang dikembangkan bersama dengan mitra blockchain resmi Algorand.

    Sementara penawaran Upland dan FIFA+ Collect melibatkan NFT, FIFA telah menghindari penggunaan terminologi NFT, sebagian karena kripto dianggap niche dan karena beberapa menganggap sebagai penipuan.

    Selanjutnya, ada Phygtl yang memungkinkan penggemar untuk bersama-sama membuat hadiah digital menggunakan augmented reality (AR). Fans dapat memiliki bagian terbatas dari golden-globe-football dengan gambar atau video pilihan dari Piala Dunia.

    MatchDay

    MatchDay adalah permainan prediksi berdasarkan kartu sepak bola menggunakan blockchain Solana. Kedengarannya agak mirip dengan game NFT fantasi, Sorare, dengan game menggunakan kartu pemain NFT untuk membangun tim impian.

    Selain itu, sponsor Piala Dunia lainnya, Crypto.com juga menjalankan game sepak bola fantasi di situs resmi FIFA.

    FIFA rilis proyek Web3 dan game NFT untuk Piala Dunia 2022.
    FIFA rilis proyek Web3 dan game NFT untuk Piala Dunia 2022.

    Baca juga: WEB3 TOUR de BALI, Hadir Dorong Kemajuan Evolusi Blockchain

    “Seiring kami terus membangun strategi permainan kami di masa depan, pastilah bahwa web 3.0 akan memiliki peran penting untuk dimainkan, dan ini menandai awal dari perjalanan kami,” kata Romy Gai, Chief Business Officer FIFA.

    Pengenalan game web3 untuk FIFA penting dalam banyak hal, mengingat game blockchain ini adalah inisiatif pertama FIFA sejak berakhirnya kemitraan jangka panjangnya dengan EA.

    Faktanya, game fantasi yang tersedia di FIFA+ Playzone mencerminkan permainan “Ultimate Team” yang sukses di FIFA 22. Seperti yang diungkapkan EA dalam laporan tahunan 2021, Ultimate Team menghasilkan pendapatan bersih US$ 1,6 miliar di berbagai olahraga, termasuk game FIFA.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa: Data Inflasi AS Selamatkan Market Kripto di Tengah Krisis FTX

    Performa market kripto sepekan ini tampak seperti roller coaster. Investor seakan-akan dibuat tak berdaya dengan gejolak volatilitas yang terjadi di market akhir-akhir ini. Namun, ada angin segar dari data inflasi AS Oktober 2022.

    Menjelang akhir pekan, investor dibuat sedikit ‘bernafas’ karena market menunjukan pertumbuhan nilai. Sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap berada zona hijau pada perdagangan Jumat (11/11) pukul 12.00 WIB. 

    Misalnya saja, dari pantauan CoinMarketCap, nilai Bitcoin berada di harga US$ 17.042, naik 4,10% selama 24 jam terakhir dan turun 16,16% sepekan belakang. Ethereum (ETH) ikut melonjak 6,03% ke US$ 1.237 sehari terakhir dan turun juga 19,99% seminggu belakang.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto dan saham tengah mengalami reli sejak hari Jumat dini hari, setelah laporan Consumer Price Index (CPI) bulan Oktober menunjukkan bahwa inflasi AS akhirnya mungkin mulai mendingin.

    Data inflasi AS buat market Bitcoin dan Ethereum naik. Foto: Reuters.
    Data inflasi AS buat market Bitcoin dan Ethereum naik. Foto: Reuters.

    Baca juga: Sam Bankman-Fried, CEO FTX Kehilangan 94% Kekayaan dalam Sehari

    Laporan terbaru dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS menemukan bahwa indeks harga konsumen naik 7,7% selama 12 bulan terakhir. Meskipun, jauh di atas target inflasi The Fed sebesar 2%, ini merupakan langkah positif karena turun dari angka 8,2% pada bulan September.

    “Kenaikan ini menjadi sedikit angin segar bagi investor dan trader, melihat harga kripto yang terus jatuh dihantam oleh krisis FTX pada pekan ini. Meskipun, beberapa orang menyamakan Bitcoin dan kripto lainnya dengan lindung nilai inflasi, pasar aset digital sangat berkorelasi dengan saham selama dua tahun terakhir,” kata Afid.

    Reli Singkat

    Menurut Afid, selama beberapa hari ke depan, investor tampaknya masih memanfaatkan momentum lunturnya inflasi AS Oktober untuk melakukan price actions di pasar kripto. Maklum, inflasi yang melandai bisa membuat The Fed untuk mempertimbangkan pelonggaran kebijakan moneternya. Hal itu tentu bisa menjadi sentimen positif bagi pergerakan aset berisiko, salah satunya aset kripto.

    “Tingkat inflasi yang menurun dapat menyebabkan orang berinvestasi lebih banyak dalam aset digital, karena dolar AS atau Euro yang mereka tempatkan di rekening tabungan sebenarnya kehilangan nilai dari waktu ke waktu. Nilai indeks dolar AS (DXY) pun masih terpantau menurun,” terangnya.

    Ilustrasi market kripto bullish.
    Ilustrasi market kripto bullish.

    Baca juga: Market Gonjang-ganjing, Saat yang Tepatkah untuk Nabung Kripto?

    Total market cap kripto juga naik sebesar 11,63%, ditutup pada level US$ 841,574 Miliar, dengan level tertinggi berada pada US$ 870,101 Miliar. Namun, meskipun angin segar berhembus pada 24 jam terakhir, Fear and Greed Index Bitcoin masih berada pada kategori Extreme Fear, ditutup pada level 25.

    Dari analisis teknikal, Bitcoin masih terus mencoba untuk bergerak naik untuk mencapai level resistance terdekatnya di level US$ 17.601. Jika BTC berhasil breakout, maka level US$ 18.510 menjadi target naik selanjutya.

    Namun, perlu diperhatikan penurunan tajam (dump) yang berlangsung selama dua hari beruntun membuat titik support baru BTC kini berada di level US$ 16.019. Diharapkan nantinya harga Bitcoin berhasil pullback setelah penurunan menyentuh titik tersebut.

    Market Belum Stabil

    Belum selesainya krisis yang dialami FTX bisa membuat market kripto tidak stabli dalam jangka pendek. Kekhawatiran keruntuhan Terra (LUNA) beserta stablecoin Terra USD (UST) pada bulan Mei lalu masih membayangi investor karena menyebabkan kerugian mendalam.

    “Ekosistem kripto kembali lagi sedang diuji. Efek domino ke market diprediksi akan sama seperti kasus-kasus sebelumnya yang dialami Celsius, Blockfi, Voyager ataupun Terra. Market akan terpukul keras, karena faktor kepanikan,” ungkap Afid.

    Sementara itu, selera investor terhadap market kripto kemungkinan akan tetap teredam untuk melihat arah yang lebih jelas dari penyelesaian yang dialami platform exchange tersebut.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Koleksi Mystery NFT Punya Isyana Sarasvati Meluncur November 2022

    Koleksi NFT dari musisi Indonesia, Isyana Sarasvati akan meluncurkan pada November 2022. Koleksi yang bertajuk My Mystery NFT akan berisikan kumpulan aset digital berupa musik dan seni yang dikuratori oleh Isyana secara langsung.

    My Mystery NFT, pertama kali diumumkan pada bulan Oktober, penjualan terbatas mulai 10 November, diikuti oleh penjualan umum dari 12 hingga 16 November. Untuk anggota komunitas bisa mengikuti penjualan terbatasnya, masing-masing NFT akan dikenakan biaya 0,055 ETH.

    Mereka dapat minting NFT antara 10 dan 11 November. Kemudian, penjualan publik akan ditayangkan mulai 12 hingga 16 November. Pengumuman peluncuran Mystery NFT dilakukan melalui media sosial Isyana pada Selasa (2/10).

    “Hai kawan, saya sangat bersemangat untuk mengumumkan proyek NFT pertama yang telah saya kerjakan, koleksi Mystery NFT,” tulis Isyana di Twitter.

    Siapakah Isyana Saraswati?

    Isyana Sarasvati. Foto: Isyana Sarasvati Official Facebook.
    Isyana Sarasvati. Foto: Isyana Sarasvati Official Facebook.

    Baca juga: WEB3 TOUR de BALI, Hadir Dorong Kemajuan Evolusi Blockchain

    Isyana Sarasvati adalah salah satu musisi perempuan Indonesia yang paling berpengaruh dan terkenal dengan keterampilan musik dan komposisinya. Lulusan Nanyang Academy of Fine Arts Singapura dan Royal Music College London, ia juga telah memenangkan beberapa penghargaan internasional dan Indonesia.

    Isyana juga membanggakan label musiknya sendiri, REROSE Records. Terlebih lagi, dia adalah salah satu dari 30 di bawah 30 daftar Forbes Asia dari anak-anak berprestasi. Dengan koleksi NFT pertamanya, penyanyi ini kini melangkah ke dunia Web3.

    Mystery NFT

    Dilansir situs resminya, koleksi Mystery NFT ini terdiri dari sejumlah NFT unik yang merepresentasikan pengalaman Isyana yang tak tertandingi sepanjang tahun 2022 ini. Ia pun serius melangkah lebih dekat dengan komunitasnya melalui web3.

    Bekerja sama dengan HarmoniXX, proyek ini menyoroti percakapan kreatif antara seni dan komunitas blockchain. Memungkinkan pemegang Mystery NFT mengalami ruang sinestetik antara audio dan visual.

    Isyana Sarasvati rilis koleksi Mystery NFT.
    Isyana Sarasvati rilis koleksi Mystery NFT.

    Baca juga: Visa Luncurkan NFT Buat Penggemar Sepak Bola Piala Dunia 2022

    Isyana dan tim pengembang berjanji akan mengungkap lebih banyak keuntungan yang akan didapatkan oleh pemilik Mystery NFT di masa mendatang.

    Sebelum proyek ini, Isyana memulai proyek impian Lexiconcert Live on Tour. Konser ini dibuat sebagai gambaran dirinya sebagai perintis, pemusik berbagai genre, serta musisi aneh yang tidak pernah cukup dengan hanya satu hal.

    Utilitas NFT

    Banyak utilitas dan benefit yang dirasakan oleh pemegang Mystery NFT nantinya. Di antarannya sebagai berikut:

    • Meet and Greet dengan Isyana di Jakarta (Hanya untuk 200 Pemegang Early Bird NFT pertama).
    • Akses ke konten eksklusif – Di balik layar lagu Mystery dan perjalanan membangun NFT.
    • Akses ke sesi khusus dengan Isyana Sarasvati di Discord.
    • Kesempatan untuk mengikuti undian Isyana NFT Edisi Terbatas Gratis.
    • Virtual Meet & Greet – My Mystery dengan Isyana Sarasvati.
    • Undian Merchandise – Storytime of Merchandise Edition
    • Flexing Party.
    • Airdrop.
    • Dan masih banyak lagi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Isyana Sarasvati Rilis Koleksi Mystery NFT, Ini Tampilannya

    Musisi Isyana Sarasvati akhirnya merilis koleksi NFT yang dinamakan Mystery. Pengumuman peluncuran Mystery NFT dilakukan melalui media sosial Isyana pada Selasa (2/10).

    “Hai kawan, saya sangat bersemangat untuk mengumumkan proyek NFT pertama yang telah saya kerjakan, koleksi Mystery NFT,” tulis Isyana di Twitter.

    Koleksi Mystery NFT akan berisikan kumpulan aset digital berupa musik dan seni yang dikuratori oleh Isyana Sarasvati. Perempuan kelahiran 1993 mengatakan bahwa Mystery NFT adalah sebuah karya yang mewakili hubungan yang luar biasa dengan semua versi dirinya yang berbeda.

    Baca juga: Apple Izinkan Penjualan NFT di App Store Dukung Industri Blockchain

    NFT Unik

    Dilansir situs resminya, koleksi Mystery ini terdiri dari sejumlah NFT unik yang merepresentasikan pengalaman Isyana yang tak tertandingi sepanjang tahun 2022 ini. Ia pun serius melangkah lebih dekat dengan komunitasnya melalui web3.

    Bekerja sama dengan HarmoniXX, proyek ini menyoroti percakapan kreatif antara seni dan komunitas blockchain. Memungkinkan pemegang Mystery NFT mengalami ruang sinestetik antara audio dan visual.

    Isyana dan tim pengembang berjanji akan mengungkap lebih banyak keuntungan yang akan didapatkan oleh pemilik Mystery NFT di masa mendatang.

    Sebelum proyek ini, Isyana memulai proyek impian Lexiconcert Live on Tour. Konser ini dibuat sebagai gambaran dirinya sebagai perintis, pemusik berbagai genre, serta musisi aneh yang tidak pernah cukup dengan hanya satu hal.

    Isyana Sarasvati rilis koleksi Mystery NFT.
    Isyana Sarasvati rilis koleksi Mystery NFT.

    Baca juga: Riset: 88% Pekerja di Indonesia Siap Rapat di Metaverse

    Utilitas NFT

    Banyak utilitas dan benefit yang dirasakan oleh pemegang Mystery NFT nantinya. Di antarannya sebagai berikut:

    • Meet and Greet dengan Isyana di Jakarta (Hanya untuk 200 Pemegang Early Bird NFT pertama).
    • Akses ke konten eksklusif – Di balik layar lagu Mystery dan perjalanan membangun NFT.
    • Akses ke sesi khusus dengan Isyana Sarasvati di Discord.
    • Kesempatan untuk mengikuti undian Isyana NFT Edisi Terbatas Gratis.
    • Virtual Meet & Greet – My Mystery dengan Isyana Sarasvati.
    • Undian Merchandise – Storytime of Merchandise Edition
    • Flexing Party.
    • Airdrop.
    • Dan masih banyak lagi.

    Cara Beli Mystery NFT

    • Siapkan crypto wallet Anda. Mystery NFT sendiri menyarankan untuk menggunakan MetaMask.
    • Beli kripto Ethereum (ETH) dari MetaMask, atau Anda dapat membeli dari Crypto Exchanges dan mengirimkannya ke Crypto Wallet Anda.
    • Cetak atau minting NFT di Harmonixx.io.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • CEO FTX Minta Maaf dan Dilaporkan Butuh Rp 146 T agar Tak Bangkrut

    Founder dan CEO FTX, Sam Bankman-Fried (SBF) akhirnya buka suara atas krisis yang dialami perusahaannya. Ia pun meminta maaf ke publik melalui akun Twitter miliknya.

    Pada awalnya, Bankman-Fried meminta maaf atas seluruh kegagalan, dan mengatakan seharusnya menjalankan keputusan yang lebih baik karena dia telah membuat setidaknya dua kesalahan besar, termasuk kegagalan menghitung likuiditas perusahaannya dengan benar.

    “Saya minta maaf. Itu hal terbesar. Saya kacau dan seharusnya melakukannya dengan lebih baik,” tulis Bankman-Fried dalam sebuah thread di Twitter pada Kamis (10/11).

    Tanggung Jawab

    Sam Bankman-Fried, CEO FTX. Foto: FTX.
    Sam Bankman-Fried, CEO FTX. Foto: FTX.

    Baca juga: WEB3 TOUR de BALI, Hadir Dorong Kemajuan Evolusi Blockchain

    Lebih lanjut, Bankman-Fried mengklaim bahwa FTX hanya menghadapi masalah likuiditas dan percaya diri bahwa perusahaannya itu tidak bangkrut. Ia pun berjanji akan memberikan perkembangan terbaru terkait kondisi perusahaannya.

    SBF mengaku bertanggung jawab penuh atas apa yang terjadi dengan FTX dan berjanji untuk membuat pengguna utuh, yang merupakan prioritas nomor satu. Setelah kegagalan kesepakatan Binance, SBF mengatakan timnya sekarang fokus pada “melakukan segala yang kami bisa untuk meningkatkan likuiditas.”

    Jika perusahaan berhasil membuat pengguna tetap percaya dan solid, maka akan akan melakukan hal yang sama untuk investor dan karyawan. Namun, SBF menegaskan bahwa dia tidak bisa dan tidak berjanji akan berhasil.

    Seperti yang dilaporkan sebelumnya, FTX mulai mengalami masalah likuiditas setelah Binance mengatakan akan membuang seluruh simpanan token FTT setelah beberapa perbedaan dengan neraca Alameda Research.

    Butuh Rp 146 Triliun

    Crypto exchange, FTX. Sumber: Shutterstock.
    Crypto exchange, FTX. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Market Gonjang-ganjing, Saat yang Tepatkah untuk Nabung Kripto?

    Sebuah cerita eksklusif dari Reuters telah mengungkapkan bahwa Sam Bankman-Fried mencari US$ 9,4 miliar atau sekitar Rp 146 triliun untuk menyelamatkan FTX.

    Ini telah menjadi kisah kejatuhan yang terdokumentasi dengan baik dari salah satu nama paling terkenal dalam industri aset kripto. SBF bagaimanapun, masih mencari strategi penyelamatan. Setelah akuisisi yang gagal, SBF dilaporkan masih mengejar kesepakatan yang bisa menyelamatkan platformnya.

    Reuters telah melaporkan kesepakatan besar-besaran yang berharap dapat dilakukan oleh SBF. Pendiri “berusaha mengumpulkan paket penyelamatan hingga US$ 9,4 miliar untuk exchange kripto FTX yang bermasalah,” menurut seseorang yang dekat dengan situasi tersebut.

    Laporan itu menambahkan beberapa orang yang ingin didekati Bankman-Fried untuk mengumpulkan uang. Ini mencatat upayanya untuk mendapatkan US$ 1 miliar dari pendiri token Tron, Justin Sun; US$ 1 miliar dari sesama exchange, OKX; US$ 1 miliar dari Tether; Dan US$ 2 miliar lainnya “dari konsorsium dana investasi.”



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Membaca Bollinger Band: Panduan Untuk Pemula

    Melakukan prediksi arah pergerakan harga bitcoin dalam trading tidaklah mudah, karena itulah ada indikator. Indikator bitcoin merupakan alat yang dikombinasikan dengan analisis teknik. Terdapat beberapa macam indikator bitcoin, salah satunya Bollinger Band. Yuk, simak bagaimana cara membaca Bollinger Band pada trading bitcoin!

    Apa itu Indikator Bollinger Band?

    Sebelum lebih lanjut membahas bagaimana penggunaan Bollinger Band, ketahui dulu yuk, apa itu indikator Bollinger Band? Bollinger Band adalah salah satu indikator teknikal yang digunakan untuk mengukur volatilitas dan menentukan arah trend pergerakan harga.

    Bollinger Band disebut juga dengan garis Bollinger. Indikator yang berasal dari nama John Bollinger ini merupakan salah satu indikator yang populer di kalangan para trader dalam menyusun strategi trading. Khususnya pada trading bitcoin.

    Baca Juga: Strategi Penggunana Bollinger Band Scalping Agar Profit!

    Cara Membaca Indikator Bollinger Band

    Indikator Bollinger Band terdiri dari 3 garis utama, dimana ada sebuah Simple Moving Average (SMA) yakni middle band dengan dua buah band, pita yang berada di atas SMA yang dinamakan upper Bollinger Band dan pita di bawah garis SMA yang dinamakan lower Bollinger Band.

    Untuk memunculkan tampilan Indikator Bollinger Band, Anda dapat mencarinya di menu Trading View, lalu ketik Bollinger Band di kolom search, lalu klik ok. Nantinya tampilan Bollinger Band akan muncul.

    Nah, cara dalam membaca Bollinger Band terdapat rumus yang berfungsi untuk menetapkan garis tengah (middle band) sebagai Simple Moving Average selama 20 hari. Sedangkan untuk upper band dan lower band ini dihitung berdasarkan volatilitas pasar, dengan rumus:

    Garis tengah: Simple Moving Average (SMA) 20 hari

    Garis atas (upper band): SMA 20 hari + (deviasi standar 20 hari x 2)

    Pita bawah(lower band): SMA 20 hari – (deviasi standar 20 hari x 2)

    Indikator Bollinger Band sebagai Pengukur Volatilitas Pasar

    Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, indikator Bollinger Band ini berfungsi sebagai pengukur volatilitas pasar. Nah ukuran volatilitas pasar-nya sendiri akan terlihat pada lebar band.

    Apabila volatilitas sedang tinggi, maka jarak kedua band (upper dan lower) makin melebar. Biasanya ini terjadi ketika terdapat perubahan kondisi pasar sideways menjadi kondisi trending.

    Sebaliknya, volatilitas pasar yang rendah akan terlihat pada jarak kedua band yang semakin menyempit, dan ini terjadi ketika terdapat perubahan dari kondisi pasar trending menjadi sideways.

    Mungkin Anda bertanya, apa sih maksud dari trending dan sideways yang disebutkan di atas? Trending artinya harga menunjukkan kecenderungan bergerak ke satu arah saja, entah itu naik saja ataupun turun saja. Sedangkan sideways berarti harga cenderung bergerak naik-turun-naik-turun dalam kisaran terbatas.

    Lalu, bagaimanakah cara trading menggunakan Bollinger Band ketika saat sideways ataupun trending? Berikut penjelasan lebih lengkapnya:

    Cara trading dengan Bollinger Bands

    • Trading Dengan Bollinger Band Saat Sideways

    Ketika pasar cenderung berada pada pasar sideways, Anda dapat melakukan open position (entry) ketika harga sudah melewati garis SMA 20 dengan target pada level band terdekat. Ini dilakukan dengan aturan:

    1. Apabila harga menembus level SMA-20 ke arah atas, maka entry dapat dilakukan saat candle ditutup di atas SMA-20 dengan target close position (exit) ketika harga mencapai upper band.
    2. Sedangkan jika harga menembus level SMA-20 ke arah bawah, maka entry dapat dilakukan saat candle ditutup di bawah SMA-20 dengan target close position (exit) ketika harga mencapai lower band.
    • Trading Dengan Bollinger Band Saat Trend

    Lazimnya, orang-orang menggunakan Bollinger Band ketika keadaan pasar sideways. Tetapi, sebenarnya bisa juga dilakukan ketika keadaan pasar berada pada pasar trending dengan aturan:

    1. Kondisi uptrend terjadi apabila harga telah melewati upper band dan harga penutupan berada di luar
    2. Kondisi downtrend terjadi apabila harga telah melewati lower band dan ditutup di luar band.

    Itulah penjelasan lengkap mengenai indikator Bollinger Band beserta cara menggunakannya. Yuk, lakukan trading bitcoin bersama Tokocrypto! Daftar di  www.tokocrypto.com atau unduh aplikasi Tokocrypto pada smartphone Anda dan temukan kemudahan tradingnya!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Gonjang-ganjing, Saat yang Tepatkah untuk Nabung Kripto?

    Market kripto tengah gonjang-ganjing dan secara keseluruhan sedang dalam tekanan. Namun, masih ada peluang keuntungan jangka panjang dengan strategi nabung kripto.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan salah satu faktor utama yang menyebabkan market tertekan kali ini dipengaruhi oleh drama yang melibatkan platform exchange, FTX.

    Kasus tersebut membuat efek domino yang menyebabkan nilai sejumlah kripto menurun signifikan. Total likuidasi market kripto capai US$ 880 juta dalam 24 jam terakhir dan market cap anjlok ke level US$ 800 triliun.

    “Faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan harga didorong oleh krisis modal FTX, ditambah dengan ketakutan investor dari kebangkrutan atas gagalnya akuisisi. Kejadian ini tentu saja memberikan pukulan keras bagi para trader yang mengharapkan kondisi pasar kripto akan pulih. Pasalnya, di pekan lalu, pasar kripto sempat terlihat sedikit membaik,” kata Afid.

    market aset kripto
    Ilustrasi market aset kripto.

    Baca juga: Binance Batal Akuisisi FTX: Masalah Keuangan Sulit Diatasi

    Afid menjelaskan kemungkinan besar selera investor terhadap market kripto akan tetap teredam, dan masih mempertimbangkan untuk menunggu data inflasi AS yang akan rilis Kamis (10/11) malam dan kasus FTX menjadi lebih jelas.

    “Walaupun tetap fokus pada kasus FTX, sentimen positif yang bisa menggerakan market bisa datang dari hasil sementara pemilu sela AS. Saat ini dilaporkan sejumlah anggota parlemen pro-kripto telah memenangkan kursi mereka. Sehingga regulasi yang ramah kripto bisa terwujud di AS,” terangnya.

    Waktu Tepat Nabung Kripto

    Di saat market kripto yang tengah gonjang-ganjing, VP Growth Tokocrypto, Cenmi Mulyanto, menjelaskan masih ada strategi yang bisa dijalankan untuk tetap menciptakan peluang keuntungan di masa depan. Menurutnya dengan konsep nabung kripto di saat market anjlok akan mendapatkan keuntungan membeli aset dengan harga bawah atau ‘diskon.’

    “Ketika market anjlok, pergerakan aset kripto cenderung sulit diprediksi. Banyak investor setuju bahwa jalan terbaik ke depan adalah dengan mengadopsi strategi Dollar Cost Averaging (DCA) dan Buy The Dip di mana membeli sejumlah aset kripto di saat pasar mengalami koreksi bearish yang signifikan. Konsep ini bisa disebut sebagai nabung kripto,” terang Cenmi.

    Ilustrasi menabung kripto.
    Ilustrasi menabung kripto.

    Baca juga: Sam Bankman-Fried, CEO FTX Kehilangan 94% Kekayaan dalam Sehari

    Menurut Cenmi, hal yang paling penting untuk dipahami adalah ketika market anjlok bukanlah akhir dari segalanya. Kabar baiknya, setidaknya secara historis, penurunan kripto akan selalu diikuti oleh kenaikan kuat yang membuat Bitcoin dan berbagai altcoin lain bisa mencapai kenaikan harga.

    Pastikan Riset

    Walaupun dengan terjadi penurunan harga atau ‘diskon,’ investor harus selalu melakukan riset dan tidak terbuai dengan iming-iming keuntungan yang cepat. Pelajari kembali berbagai jenis aset kripto yang saat ini tersedia di market atau mencari lebih banyak strategi investasi untuk mengurangi risiko kerugian di masa mendatang.

    “Jadi, pastikan investor lakukan analisis mengapa harga turun, dan gali lebih dalam alasannya. Jangan fokus pada jenis-jenis kripto tertentu saja. Strategi nabung kripto bisa jadi peluang keuntungan di market,” ujar Cenmi.

    Dari analisis teknikal, Bitcoin terlihat sempat menurun di rentang harga US$ 15.000, lalu kembali berusaha untuk rebound ke US$ 16.700. Ada upaya dari investor untuk membuat level support BTC di harga US$ 15.000 tidak jebol.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • WEB3 TOUR de BALI, Hadir Dorong Kemajuan Evolusi Blockchain

    Web3 Tour de Bali merupakan rangkaian kegiatan seputar perkembangan teknologi web3 yang terbagi di tiga lokasi skena komunitas Bali. Program ini merupakan inisiatif dari komunitas Nusameta.io, The Ambengan Tenten (TAT) dan THub by Tokocrypto yang melihat adanya potensi bagi komunitas di Indonesia untuk maju dan memimpin inovasi seputar pemanfaatan blockchain.

    Antria Pansy selaku Community Manager THub by Tokocrypto mengatakan bahwa, “Program ini penting diadakan agar dapat merekatkan sekaligus menstimulasi penggiat web3 lokal, berawal dari Bali namun merangkul seluruh Indonesia seiring bertambahnya partisipasi berbagai pihak.”

    Antria menambahkan analisanya mengenai pesona Bali yang menjadi melting pot para pelaku web3 yang datang dari berbagai belahan dunia mengerjakan beragam projects yang berdampak positif.

    Berbagi Pengetahuan Tentang Blockchain

    Ilustrasi metaverse. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi metaverse. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Market Gonjang-ganjing, Saat yang Tepatkah untuk Nabung Kripto?

    Menurut riset yang dilakukan oleh tim Nusameta.io, gen-Z adalah generasi kelahiran 1995 yang jumlahnya terbesar sepanjang sejarah, yaitu sekitar 2 miliar atau 30% penduduk dunia. Mereka menghabiskan rata-rata 8 jam sehari di internet.

    Saat ini di Indonesia terdapat 202 juta pengguna aktif internet dan 50 juta diantaranya teranalisa sebagai online gamers; di mana jumlah tersebut juga terbesar se-Asia Tenggara. Memperhatikan rekor sekaligus potensi ini, telah menjadi latar belakang yang kuat untuk menanggapi pengaruh baru ini bukan sekedar tren sesaat.

    Program Web3 Tour de Bali berlangsung selama tiga hari (10-12 November 2022) menyuguhkan beragam format berbagi wawasan dan kelas blockchain, tanpa dipungut biaya.

    Kinno Thingker, Founder dari The Ambengan Tenten (TAT) Denpasar community space menyampaikan, “Para narasumber yang dihadirkan merupakan praktisi web3 lokal yang berpengalaman dan memiliki metode pengajaran praktis untuk pemula. Tujuannya untuk meningkatkan ketertarikan di bidang ini sekaligus menginspirasi agar manfaat kehadiran evolusi teknologi baru ini dapat langsung terasa utilitasnya.”

    Acara Perdana

    T-Hub by Tokocrypto
    Ilustrasi T-Hub by Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Mastodon, Media Sosial Desentralisasi Mirip Blockchain Pesaing Twitter

    Perhelatan perdana Web3 Tour de Bali ini akan mengawali konsep inovasi penyelenggaraan yang disesuaikan dengan kearifan lokal komunitas setempat. Semangat ini kemudian sejalan dengan dukungan perdana dari multi-komunitas setempat diantaranya TAT Art Space, Nusameta Circle, Pillar Hub, Baliverse, IDNFT, Bali Blockchain Center, THub by Tokocrypto, Metarupa, NFT Indonesia, Alibaba Cloud, Sana Sini Seni, Skuy Army, Gajah Crypto, Dex Capital, S21, ARC, Kita Kolektif, Google Developer Group Bali hingga universitas dan sekolah tinggi berbasis informatika di Bali. Panitia memperkirakan akan ada 500 partisipan dan 20 narasumber yang terlibat selama 3 hari. 

    Tim konseptor inisiatif Web3 Tour de Bali yang diwakili oleh Adhi Wahyudin, Community Manager Nusameta.io bernama Nusameta Circle memberikan pemahaman nyata bahwa, “Masih ada banyak celah yang perlu diisi untuk menguatkan fundamental web3 lokal (Indonesia), semangat inklusivitas dan kolaborasi perlu dihadirkan di tiap inovasi penyelenggaraan. Apalagi kini tampak perlahan tapi pasti, kehadiran proyek NFT dan metaverse lokal yang peta jalannya mengunggulkan dampak utilitas dan kesinambungan ekosistem jangka panjang.” pungkasnya.

    Informasi lengkap dan detail acara dapat dilihat melalui website web3tour.io atau twitter @web3tour_io



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sam Bankman-Fried, CEO FTX Kehilangan 94% Kekayaan dalam Sehari

    Sam Bankman-Fried menjadi sosok yang paling sering dibahas belakangan ini di industri aset kripto. Ia adalah pengusaha kripto yang dikenal sebagai Founder dan CEO FTX, salah satu kripto exchange terbesar di dunia.

    Bankman-Fried, yang dikenal luas sebagai SBF juga dikenal sebagai milioner muda dengan perkiraan kekayaan lebih dari US$ 15 miliar, menurut Bloomberg Billionaire Index. Namun, belakangan ia diprediksei kehilangan 94% kekayaannya dalam sehari, setelah runtuhnya FTX akibat kesulitan likuidasi.

    Di tengah krisis kasus FTX, Bloomberg melaporkan bahwa kekayaan bersih SBF anjlok menjadi US$ 991,5 juta. Sebelum FTX mengalami krisis, SBF diperkirakan memiliki kekayaan bersih sekitar US$ 15,2 miliar, artinya, ia kehilangan U$ 14,6 miliar (Rp 228,2 triliun) dalam semalam.

    Siapa Sam Bankman-Fried?

    Setelah lulus dengan gelar di bidang fisika dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), Bankman-Fried memulai karirnya sebagai arbitrage trader di Jane Street Capital.

    Sam Bankman-Fried, CEO FTX. Foto: FTX.
    Sam Bankman-Fried, CEO FTX. Foto: FTX.

    Baca juga: Binance Batal Akuisisi FTX: Masalah Keuangan Sulit Diatasi

    Pada tahun 2017, tiga tahun setelah bergabung dengan Jane Street, ia bertemu dengan aset kripto dan mulai menerapkan spesialisasi arbitrasenya di pasar. Secara khusus, dia mulai membeli Bitcoin di AS dan menjualnya di Jepang, mendapat untung hingga 10% karena perbedaan harga.

    Belakangan tahun itu, Bankman-Fried mendirikan perusahaan perdagangan kripto miliknya sendiri, Alameda Research.

    Deskripsi Crunchbase-nya berbunyi: “Alameda Research adalah perusahaan perdagangan aset kripto kuantitatif yang menyediakan likuiditas di pasar aset kripto dan aset digital.”

    Anak Emas di Industri Kripto

    Bankman-Fried kemudian mulai membangun kerajaan kripto-nya dengan exchange FTX, yang meluncur pada Mei 2019. Itu diposisikan sebagai pertukaran yang dibangun oleh trader, untuk trader.

    Exchange FTX akhirnya menjadi bagian arsitektur yang berpengaruh di dunia kripto. Pada Mei 2022, ia menyalip Coinbase (COIN) dan OKX dengan volume perdagangan pasar spot sebesar US$ 89 miliar

    FTX bahkan sempat menduduki peringkat kedua terbesar di belakang Binance, sebagai platform pertukaran spot dan derivatif terbesar menurut CoinMarketCap.

    Bankman-Fried terus meningkatkan reputasinya selama crypto winter ini. Setelah memberikan dukungan kepada perusahaan yang kesulitan seperti perusahaan pemberi pinjaman, Blockfi, sehingga ia digambarkan sebagai “crypto Pierpont Morgan.”

    Kejatuhan FTX

    Crypto exchange, FTX. Sumber: Shutterstock.
    Crypto exchange, FTX. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Vitalik Buterin Ungkap Roadmap Baru Ethereum Setelah The Merge

    Tapi semuanya gagal untuk Bankman-Fried minggu ini. Kesehatan keuangan Alameda Research dipertanyakan setelah diketahui menggunakan token FTT yang merupakan native crypto dari FTX sebagai jaminan.

    CEO Binance, Changpeng Zhao, kemudian mengungkapkan bahwa perusahaan exchange-nya memutuskan untuk menjual kepemilikan FTT. Migrasi pelanggan menarik kripto mereka dari FTX diikuti, yang melihat pertukaran mengalami masalah likuiditas.

    Binance kemudian mengumumkan pada hari Selasa 8 November bahwa mereka mengakuisisi pertukaran FTX karena berencana untuk menyelesaikan krisis likuiditasnya. Namun, belakangan gagal dan Binance tidak membuat kesepakatan baru.

    FTX memberi tahu para investornya ada kemungkinan kebangkrutan tanpa dana segar untuk mengatasi masalah keuangan perusahaan. Bankman-Fried telah mengatakan kepada para investor bahwa mereka menghadapi kekurangan likuidasi hingga US$ 8 miliar.



    Sumber : news.tokocrypto.com