Meskipun dalam bear market, beberapa perusahaan keuangan mulai memasuki kripto dengan menawarkan produk untuk memenuhi permintaan dari para pelaku stock market. Pada awal oktober, Fidelity Invesments mengumumkan peluncuran Ethereum Index Fund.
Pada hari Kamis, bank digital Eropa N26 mengumumkan bahwa mereka meluncurkan layanan perdagangan kripto untuk pelanggannya. Khususnya, Austria akan menjadi pasar pertama untuk peluncuran tersebut.
Bank yang berbasis di Jerman ini akan menggunakan platform perdagangan dan pertukaran Kripto Bitpanda untuk memberi pelanggan Bank akses ke Kripto. Layanan yang disebut N26 Crypto akan tersedia untuk klien bank Austria dalam beberapa minggu mendatang dan pada awalnya akan mencakup 100 token termasuk Bitcoin, Ethereum, Cardano dan juga yang lainnya.
“Pengguna kami sangat tertarik dengan kripto. Minat itu tetap sangat tinggi, bahkan di bear market”
N26 berencana untuk meluncurkan fitur tersebut pada user selama 6 bulan kedepan dan akhirnya memperbanyak tokennya hingga 194 token. Chief Product Officer N26 mengatakan bahwa:
Masyarakat global telah mulai mengalihkan minatnya dari Bitcoin (BTC) ke Web3, menurut tren pencarian Google. Data ini menerangkan bahwa Web3 sedang tumbuh pesat.
Dikutip Cointelegraph, untuk mengikuti inovasi selama satu dekade terakhir, mulai dari aplikasi berbasis blockchain hingga NFT, investor dan penggemar kripto mengandalkan pencarian web untuk melihat perkembangannya.
Baru-baru ini, pencarian untuk istilah “Bitcoin dead” mencapai titik tertinggi sepanjang masa, karena kecemasan puncak di antara investor di tengah aksi jual yang sedang berlangsung pada saat itu.
Sebagai hasil dari bear market yang berkepanjangan, pencarian Google global untuk Bitcoin telah mencapai titik terendah dalam lebih dari setahun. Di sisi lain, pencarian Google untuk Web3 telah meningkat dan mencatat rekor tertinggi sepanjang masa dalam hal popularitas puncak pada tahun 2022.
Minat Web3
Data Google Trends perlihatkan pencarian Web3 kalahkan Bitcoin. Foto: Google Trends.
Data Google Trends, minat pada Web3 mencapai 72, sedangkan untuk Bitcoin, jumlahnya turun menjadi 27, terjadi perbedaan tiga kali lipat berdasarkan kinerja puncak.
Melihat lebih dekat menunjukkan bahwa minat terhadap Bitcoin (berdasarkan pencarian Google) paling kuat di El Salvador, didukung oleh komunitas yang tinggal di Nigeria dan Belanda. Namun, China mengambil tempat nomor satu dalam pencarian tentang Web3.
Menariknya, Nigeria ada dalam daftar tiga negara teratas untuk pencarian Google Web3 dan Bitcoin. Mendukung kepentingan lokal, pemerintah Nigeria baru-baru ini melakukan pembicaraan tahap awal untuk zona ekonomi ramah kripto dengan pertukaran kripto, Binance.
Pada 11 Oktober lalu, Google menambahkan fitur baru yang memungkinkan pengguna menemukan detail tentang alamat wallet Ethereum. Pengguna Google bisa melihat saldo di dalam wallet ETH mereka.
Penelitian lebih lanjut dari Cointelegraph mengkonfirmasi bahwa fitur tersebut hadir dengan fungsionalitas terbatas karena Google belum dapat menarik detail dompet dari banyak wallet.
Market aset kripto di Indonesia terus mengalami pertumbuhan dari sisi jumlah investor, meski terjadi crypto winter. Pertumbuhan ini menjadi pendorong untuk Indonesia masuk jajaran teratas market kripto global.
Bappebti mencatat jumlah investor kripto terdaftar hingga September 2022 mencapai 16,3 juta pelanggan dengan rata-rata peningkatan jumlah pelanggan terdaftar sekitar 692 ribu setiap bulannya. Bandingkan, investor pasar modal per 29 September 2022 sudah mencapai 9,76 juta orang.
Sementara, nilai transaksi perdagangan kripto di Indonesia, pada Januari-September 2022 tercatat Rp 266,9 triliun atau turun 57,8 persen dibandingkan periode yang sama pada 2021.
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda, melihat market kripto dalam negeri masih punya kesempatan yang besar untuk terus tumbuh. Menurutnya, saat ini semakin banyak individu yang tertarik untuk berinvestasi di ruang kripto dan blockchain, meskipun mereka kurang familiar dengan aset digital.
“Pertumbuhan jumlah investor kripto dalam negeri terus meningkat, walau market sedang lesu. Artinya banyak individu yang mulai tertarik dengan dunia investasi kripto dan blockchain. Tapi analisa kami, mereka masih banyak yang sepenuhnya paham soal aset digital ini, maka diperlukan program edukasi yang berkelanjutan,” kata pria yang akrab disapa Manda.
Masuk Jajaran Market Kripto Global
Mengutip laporan Toluna, Manda menjelaskan Indonesia diproyeksikan masuk dalam jajaran market kripto teratas global dalam 6 bulan ke depan. Indonesia yang digolongkan sebagai negara berkembang punya sentimen positif terhadap aset kripto, dibanding negara maju.
Laporan Toluna sebut Indonesia diproyeksikan Masuk jajaran market kripto teratas global. Foto: Toluna.
“Dalam laporan itu Indonesia disebutkan akan lebih kuat untuk mengembangkan industri kripto. Pasalnya, orang-orang di pasar negara berkembang, seperti Indonesia terus memiliki sentimen yang lebih optimis mengenai kripto. Di sisi lain, opini terhadap kripto lebih skeptis di negara maju,” jelasnya.
Negara-negara yang diproyeksikan mengalami market kripto yang tinggi bersama Indonesia adalah Thailand, UEA, India, Filipina, dan Brasil. Laporan Toluna juga menyebutkan di negara-negara tersebut rata-rata memilih kripto sebagai jenis investasi paling dikenal kedua setelah saham.
“Riset ini diharapkan dapat memberi awal yang baik dalam memahami masa depan kripto dan bagaimana pelaku usaha di industri ini dapat memainkan peran yang relevan dalam lanskap digital yang terus berubah ini,” pungkas Manda.
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) tengah membentuk ekosistem lembaga yang terlibat dalam perdagangan fisik aset kripto. Selain Bursa Berjangka, ada lembaga Kliring dan Pengelola Aset Kripto. Lembaga-lembaga itu sedang dalam tahap pendaftaran dan penilaian perizinan.
Tokocrypto menyambut baik pembentukan ekosistem kelembagaan aset kripto di Indonesia. Kliring menjadi salah satu lembaga yang krusial untuk membantu pertumbuhan industri investasi aset kripto.
“Kami menyambut baik langkah Bappebti yang terus menguatkan ekosistem industri aset kripto di Indonesia. Kehadiran tiga lembaga utama, mulai dari Bursa Berjangka, Kliring, dan Kustodian akan akan sangat menguntungkan konsumen atau nasabah,” kata Government Relation Manager Tokocrypto, Albert Endi Hartanto.
Government Relation Manager Tokocrypto, Albert Endi Hartanto sebut Tokocrypto dukung pembentukan ekosistem kripto. Foto; Tokocrypto.
Endi menjelaskan adanya Kliring akan mempermudah, melindungi, dan meningkatkan pelayanan serta kenyamanan kepada para investor yang akan bertransaksi aset kripto. Lembaga Kliring bisa melakukan pengecekan atas transaksi kripto untuk meningkatkan perlindungan terhadap investor.
“Nantinya setiap dana investor yang hendak masuk ke wallet exchanger, akan melalui proses verifikasi dan proses double check terlebih dahulu oleh lembaga Kliring. Dengan begitu, dana investor akan aman. Karena ada penjamin penyelesaian transaksi,” terangnya.
Keuntungan Lembaga Kliring
Dengan kata lain fungsi penjaminan bertujuan memberi kepastian terselenggaranya transaksi perdagangan aset kripto oleh exchanger yang sudah memenuhi kewajibannya, kepastian waktu penyelesaian, penurunan frekuensi kegagalan penyelesaian transaksi, dan pada akhirnya meningkatkan kepercayaan investor untuk bertransaksi di market.
“Harapannya dengan adanya lembaga Kliring ini, masyarakat bisa lebih percaya dan yakin untuk memulai investasi aset kripto, sehingga pertumbuhan yang sedang berjalan ini bisa kontinuitas,” tutur Endi.
Di samping itu, bisa juga menghapus stigma keamanan yang rentan dalam transaksi perdagangan aset kripto. Investasi bodong pun bisa ditekan dengan adanya lembaga penjamin ini.
Sebelumnya, adanya lembaga Kli ring resmi yang dibentuk oleh Bappebti. Tokocrypto telah menjalin kolaborasi dengan Indonesia Clearing House (ICH), lembaga kliring resmi untuk pelaporan dan pendaftaran aset kripto yang diperdagangkan ataupun disimpan oleh pedagang aset kripto.
Tokocrypto dan Kliring
Integrasi Tokocrypto dengan Lembaga Kliring ICH merupakan sebuah langkah konkrit yang dilakukan untuk membangun ekosistem perdagangan aset kripto yang lebih terkontrol dan terawasi dengan baik sehingga memberikan keamanan dan kenyamanan kepada investor untuk bertransaksi di Indonesia.
ICH menjalankan fungsi sebagai penjaminan dan penyelesaian transaksi serta sentra manajemen risiko atas transaksi yang terjadi di Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) sejak 2009. Di mana di Indonesia, aset kripto sendiri termasuk dalam kategori aset finansial komoditas dan Lembaga kliring ICH sudah menjalankan operasional perdagangan komoditas serta sudah mengantongi sertifikasi ISO 27001.
Tesla dan CEO-nya Elon Musk memiliki love-hate relationship dengan Bitcoin (BTC). Meski begitu, keduanya tetap percaya pada masa depan kripto dan blockchain.
Dilaporkan WatcherGuru, Musk memang memutuskan untuk mengurangi kepemilikan BTC Tesla selama beberapa bulan terakhir. Meskipun demikian, produsen mobil listrik terus memegang Bitcoin senilai US$ 218 juta atau sekitar Rp 3,3 triliun.
Tesla baru saja merilis laporan pendapatan Q3 dan mencatat bagaimana perusahaan tidak menambah atau menjual kepemilikan Bitcoin sejak kuartal terakhir.
Perlu dicatat, Tesla sebelumnya telah menjual 75 persen kepemilikan Bitcoin pada bulan Juni lalu. Itu kira-kira senilai US$ 936 juta dan setelah itu, perusahaan tersebut memiliki US$ 222 juta dalam BTC pada akhir Juni.
Pada saat kabar itu keluar, pawai BTC menuju US$ 24.000 terhenti setelah berita utama media mengumumkan bahwa Tesla telah menjual 75% dari posisi BTC-nya. Ditelusuri dari data pendapatan Q2 Tesla, menunjukkan bahwa perusahaan mobil listrik itu telah menjual 75% kepemilikan Bitcoinnya untuk mendapatkan uang tunai sebesar US$ 963 juta ke neraca.
Tak lama setelah berita Tesla tersiar, harga Bitcoin mundur dari tertinggi hariannya di US$ 24.280 menjadi US$ 22.900, sebelum stabil di sekitar US$ 23.500. Dan pada saat artikel ini ditulis harga Bitcoin duduk di US$ 19.082.
Aset kripto terbesar di dunia tampaknya terjebak pada nilai US$ 19.000 untuk beberapa waktu sekarang. Sementara, prediksi tentang aset yang mencapai US$ 21.000 terus bergulir, BTC tampaknya nyaman pada levelnya saat ini.
Selama artikel ditulis, koin raja diperdagangkan seharga US$ 19.179,30, tanpa perubahan harga besar selama beberapa jam terakhir. Sebelumnya hari ini, BTC mengalami penurunan yang cukup besar dari level tertinggi US$ 19.299,34 ke level terendah US$ 18.971,46.
Menjelang akhir pekan, performa market kripto terus tertunduk lesu. Pergerakan sejumlah aset kripto teratas bahkan masih betah berada di zona merah dalam tiga hari terakhir. Kenapa bisa begitu?
Secara keseluruhan sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap anjlok ke zona merah pada perdagangan Jumat (21/10) pukul 13.00 WIB. Misalnya saja, dari pantauan CoinMarketCap, nilai Bitcoin berada di harga US$ 19.056, turun 0,37% dalam 24 jam terakhir dan anjlok 3,68% sepekan terakhir.
Altcoin lainnya juga mengalami hal yang sama. Nilai Ethereum (ETH) ikut tenggelam minus 0,18% ke US$ 1.288 sehari terakhir. XRP, Cardano (ADA), Solana (SOL), dan Polygon (MATIC) turun lebih dari 3%.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan sepekan terakhir market kripto memang tampak belum mampu reli panjang, sehingga lesu sepanjang pekan ini. Market masih berada di fase konsolidasi lantaran investor belum bersikap all out.
“Investor masih wait and see, sehingga menimbulkan keraguan. Ekspektasi atas kenaikan suku bunga acuan The Fed yang kencang terus membayangi. Terlebih rapat The Fed akan berlangsung dua pekan lagi, ini yang membuat investor berpikir ulang sebelum beraksi di pasar kripto,” kata Afid.
Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
Banyak investor cemas potensi kenaikan suku bunga acuan The Fed sebesar 75 basis poin di bulan depan. Pasalnya, inflasi tahunan AS September masih bertengger di 8,2%, jauh dari target inflasi The Fed yakni 2%. Bahkan ada kabar bahwa The Fed membuka peluang untuk mengerek suku bunga acuan hingga menuju lebih dari 4% di akhir tahun.
Sikap investor saat ini sepertinya kembali melirik Bitcoin dibanding altcoin, jika diukur dari persentase penguatannya. Bitcoin Dominance kembali ke level 40%.
Dari analisis teknikal, Bitcoin melanjutkan laju penurunan setelah kandil harian ditutup merah dengan penurunan sebesar 1,05%. Penutupan kandil tersebut sekaligus menjadi konfirmasi terhadap breakdown 20-day exponential moving average (EMA).
Pergerakan harga Bitcoin sedang retest di level support-nya US$ 18.920. Jika terus breakdown, penurunan diperkirakan akan berlanjut hingga menyentuh titik support di level US$ 18.510.
Altcoin yang sedang alami penurunan yang signifikan dan masuk fase bearish adalah Axie Infinity (AXS) yang nilainya anjlok 8,84% dalam sehari terakhir. Nilai AXS tenggelam setelah jumlah pemain game Axie Infinity menyusut signifikan dalam sebulan belakangan.
Selain itu, investor AXS menduga bahwa sebanyak 21,5 juta token AXS yang saat ini memasuki vesting period akan segera dibuang pemiliknya setelah periode tersebut berakhir Senin (24/10) mendatang.
Vesting period adalah sebuah jangka waktu tertentu di mana pemilik token wajib menyimpan tokennya sebelum bisa menjual atau mentransaksikannya. Alasan di balik proses ini adalah agar melindungi investor awal dari fluktuasi harga yang besar dan menghindari skema “pump and dump”.
Warner Bros Home Entertainment bekerja sama dengan perusahaan blockchain, Eluvio, meluncurkan koleksi NFT dari film “The Lord of the Rings: The Fellowship of the Ring.” Koleksi aset digital ini akan tersedia dalam dua edisi dan salah satunya punya stok terbatas.
Warner Bros menjadi studio besar pertama yang merilis film sebagai NFT, yang merupakan pengidentifikasi unik yang memverifikasi kepemilikan konten digital. Langkah ini menjadi strategi perusahaan untuk masuk ke dunia Web3.
NFT “The Lord of the Rings : The Fellowship of the Ring” adalah yang pertama tersedia di “WB Movieverse,” pasar baru yang di masa depan akan menyertakan judul lain dari studio. WB dan Eluvio mencetak 999 eksemplar Epic Edition, dengan masing-masing harga US$ 100 atau sekitar Rp 1,5 juta, dan 10.000 Mystery Edition seharga US$ 30 atau sekitar Rp 468 ribu.
Warner Bros rilis NFT Lord of the Rings edisi terbatas. Foto: Warner Bros.
Kedua koleksi memungkinkan pembeli untuk menonton versi film Extended Version dengan durasi 3 jam 48 menit dalam 4K UHD, bersama dengan akses ke lebih dari delapan jam fitur khusus, ratusan gambar, dan koleksi AR tersembunyi.
Sementara, Epic Edition mencakup menu navigasi untuk tiga lokasi film, seperti The Shire, Rivendell, Mines of Moria — bersama dengan key art khusus lokasi. Edisi Mystery Edition mencakup salah satunya, ditugaskan secara acak. Epic Edition juga menyertakan galeri gambar tambahan yang tidak ada dalam Edisi Misteri.
“Pertama dan terpenting, kami selalu mencari cara untuk menyenangkan dan mengejutkan penggemar dan kolektor film kami, dan itu terutama berlaku untuk ‘The Lord of the Rings’,” kata GM dan EVP, Warner Bros Home Entertainment, Jessica Schell.
“Ini memungkinkan penggemar merasakan film dengan cara yang benar-benar baru.”
Warner Bros rilis NFT Lord of the Rings edisi terbatas. Foto: Warner Bros.
Warner Bros dapat mempersonalisasikan konten untuk setiap NFT, menjadikannya lebih dari pengalaman yang disesuaikan dari waktu ke waktu. Mengenai bagaimana Warner Bros memutuskan jumlah NFT yang akan dicetak untuk rilis ini, Schell menjelaskan, “Ini adalah keseimbangan antara ingin tersedia untuk penggemar, dan juga ingin memiliki beberapa tingkat kelangkaan dan eksklusivitas.”
Schell, mengatakan pihaknya akan rilis koleksi NFT dari film-film WB Studio, meski saat ini masih belum ditentukan. Di platform, penggemar akan dapat membeli, menjual, dan menukar NFT film yang dirilis oleh Warner Bros.
Sekitar 48.000 Bitcoin (BTC) dipindahkan dari Coinbase Pro, exchange kripto favorit di antara investor institusional pada hari Selasa (18/10). Arus keluar ini adalah yang terbesar di antara exchange kripto sejak kehancuran market pada bulan Juni tahun ini dan terbesar kedua sepanjang masa.
Arus keluar 48.000 BTC dibagi menjadi tiga kelompok: 11.280 BTC, 4.560 BTC, dan 32.000 BTC. Arus keluar BTC ini menunjukkan investor menarik kripto mereka dari exchange dan beralih dari mode penjualan ke mode akumulasi.
CEO perusahaan analitik Korea Selatan, CryptoQuant, Ki Young Ju, telah membagikan tangkapan layar yang menunjukkan penarikan besar-besaran Bitcoin dari exchange terbesar yang berbasis di AS, Coinbase. Dia menyatakan bahwa semua kripto ini dipindahkan dari wallet oleh institusi. Ini setara dengan hampir US$ 1 miliar dengan nilai tukar BTC/USD saat ini.
Institusi memindahkan BTC ke cold wallet, kenaikan harga diperkirakan bisa terjadi. Hal tersebut mengindikasikan akan tercipta fase bullish atau lonjakan harga.
Sebelumnya dari analis CryptoQuant menunjukkan bahwa BTC yang ditarik telah disimpan di Coinbase Pro untuk jangka waktu tiga hingga lima tahun, sehingga Bitcoin ini dapat disebut “tidak aktif.”
Ki Young Ju men-tweet bahwa Bitcoin ini dikirimkan ke klien institusional. Dia juga melampirkan tweet dari Oktober dengan tangkapan layar yang menunjukkan bahwa, secara historis, harga Bitcoin menunjukkan kenaikan substansial setelah lembaga keuangan memasukkan Bitcoin.
Rupanya, Ju mengharapkan harga Bitcoin untuk naik sekali lagi sekarang, setelah penarikan dari Coinbase ini.
Sementara itu, korelasi Bitcoin dengan saham telah turun dari level tertinggi sepanjang masa bulan lalu, tetap berada di level tertinggi dalam sejarah dan harganya sebagian besar masih didorong oleh poin pemicu makro, seperti laporan data ekonomi utama dan kebijakan bank sentral.
Namun, volatilitasnya yang rendah seperti biasanya, telah menjadi perhatian utama pasar kripto dalam beberapa hari terakhir.
Hari ini, Tokocrypto resmi menghadirkan Polkadot (DOT) dan membuka perdagangan untuk pasangan trading DOT BTC, DOT USDT, dan DOT BIDR pada tanggal 28 Agustus 2020 Pukul 15:00 WIB.
Polkadot adalah sebuah proyek oleh Web3 Foundation yang memberikan kerangka kerja yang memungkinkan pengembang untuk membangun dan menggabungkan blockchain bersama.
Dibangun oleh salah satu pendiri Ethereum, Gavin Wood bersama rekan nya Robert Habermeier dan Peter Czaban, Direktur teknologi Web3 Foundation, Jaringan Polkadot memfasilitasi komunikasi lintas rantai dan interoperabilitas dengan menghubungkan beberapa blockchain ke dalam satu jaringan terpadu. Jaringan ini bertujuan untuk menawarkan keuntungan dari heterogeneous sharding, skalabilitas, peningkatan kemampuan, tata kelola transparan dan komposabilitas lintas rantai atas proyek lain.
Tokocrypto adalah pedagang aset kripto pertama di Indonesia yang me-listing DOT. Hanya di Tokocrypto para nasabah bisa memperdagangkan DOT dengan pairing berbasis Rupiah.
Token DOT adalah token jaringan asli Polkadot yang memiliki sejumlah peran berbeda, yaitu:
Governance over the network
Pemegang token Polkadot memiliki kendali penuh atas tata kelola protokol. Termasuk dalam fungsi tata kelola ini adalah menentukan biaya jaringan, dinamika lelang dan jadwal penambahan parachain serta peningkatan dan perbaikan platform Polkadot. Fungsi-fungsi ini tidak secara formal diberikan kepada pemegang DOT melainkan kode dasar Polkadot yang memungkinkan pemegang DOT berpartisipasi dalam tata kelola.
Agar platform berfungsi dan memungkinkan transaksi yang valid dilakukan di seluruh penjuru, Polkadot mengandalkan para pemegang DOT untuk memainkan peran aktif. Para pemegang dapat melakukan staking terhadap DOT yang dimiliki. Pemegang token yang berperilaku jujur akan mendapat insentif. Partisipan yang baik dan berperilaku jujur akan dihargai sementara yang buruk akan kehilangan saham mereka di jaringan. Ini memastikan jaringan akan tetap aman. Jumlah DOT yang diperlukan untuk berpartisipasi dalam jaringan sangat bervariasi sesuai dengan aktifitas yang dilakukan, durasi DOT yang di stake, serta jumlah DOT yang di stake.
Fungsi lainnya adalah memungkinkan kemampuan untuk menambahkan parachain baru dengan mengikat DOT dalam proses yang disebut bonding. DOT akan dikunci selama periode bonding dan akan dilepas kembali setelah durasi bonding berlalu dan parachain dihapuskan.
Baru-baru ini, Polkadot mencapai kapitalisasi pasar $5,36 miliar, enam hari setelah protokol mengaktifkan token DOT untuk ditransfer. Dengan momentum bullish ini, Polkadot telah menjadi kripto terbesar ke-enam berdasarkan kapitalisasi pasar, melampaui Bitcoin Cash (BCH) dan Litecoin (LTC) menurut CoinGecko. Hanya dalam beberapa hari, Polkadot mencapai tempat kesepuluh di pasar kripto berdasarkan kapitalisasi pasar.
Polkadot coin – Sebagian besar cryptocurrency atau aset kripto baru muncul untuk menyelesaikan beberapa masalah dunia nyata menggunakan teknologi blockchain. Polkadot disisi lain, muncul untuk menyelesaikan masalah blockchain itu sendiri.
Apa Itu Polkadot?
Polkadot adalah “teknologi multi-rantai yang heterogen”. Seperti yang dinyatakan dalam situs resminya, Polkadot adalah jaringan yang dirancang untuk menggabungkan jaringan blockchain satu dengan jaringan blockchain lainnya. Polkadot dirancang untuk menyelesaikan beberapa masalah utama yang mencegah teknologi blockchain mencapai aplikasi berskala besar di dunia nyata.
Dua dari masalah utama Blockchain yang ingin dipecahkan Polkadot, adalah:
1. Skalabilitas
Sederhananya, teknologi blockchain yang ada saat ini tidak dapat menjalankan jumlah transaksi di dunia desentralisasi yang dibayangkan. Saat ini, node jaringan memproses transaksi satu per satu, membentuk kemacetan yang membatasi volume yang lebih tinggi.
2. Isolasi
Jaringan blockchain tetap terpisah dan independen, kurang interkomunikasi dan interoperabilitas.
Polkadot dapat mengatasi permasalahan diatas, karena inti struktur dari Polkadot sendiri terdiri dari:
Relay Chain – rantai Polkadot utama yang akan dihubungkan dengan semua individu blockchain
Parachain – singkatan dari ‘parallelized chain’ atau rantai paralel dimana blockchain akan berjalan secara paralel melalui jaringan Polkadot
Bridge Chain – Rantai jembatan yang dibuat untuk menghubungkan blockchain yang tidak menggunakan protokol tata kelola Polkadot
Tidak mengherankan kalau Polkadot mengalami pertumbuhan yang pesat. Berikut ini adalah beberapa kelebihan dari sistem Polkadot yang tidak dimiliki blockchain lainnya.
Skala yang lebih besar
Blockchain biasa hanya bisa memproses jumlah traffic yang terbatas karena beroperasi sendiri. Akan tetapi, Polkadot bisa memproses transaksi lebih banyak karena sistem multi-chain network yang dibangunnya.
Sistem multi-chain ini mengurangi bottleneck atau kemacetan yang sering terjadi pada blockchain lain.
Desain spesifik
Arsitektur blockchain selama ini mencoba untuk bisa melakukan fitur atau use case yang bermacam-macam. Akan tetapi, Polkadot adalah blockchain yang memiliki desain baru untuk optimasi use case spesifik. Sistem ini membuat layanan blockchain menjadi lebih efisien tanpa kode yang tidak perlu. Developer juga bisa membuat blockchain lebih cepat dan efisien.
Bebas diatur
Salah satu kelebihan Polkadot yang bisa dirasakan adalah sistemnya yang memberi kebebasan bagi semua yang tergabung di dalamnya. Sistem blockchain ini mampu dioptimasi dan diatur sesuai kebutuhan.
Upgrade mudah
Blockchain juga membutuhkan upgrade dari waktu ke waktu agar sistemnya tetap bisa beroperasi dengan optimal. Proses upgrade yang disebut hard fork ini cukup sulit dan membutuhkan waktu yang lama. Akan tetapi, dengan Polkadot, upgrade dengan hard fork tidak lagi dibutuhkan. Blockchain bisa langsung di-upgrade tanpa proses yang rumit.
Kesimpulan
Dengan membaca deskripsi diatas, dapat dipahami gambaran singkat mengenai bagaimana jaringan Polkadot serta kelebihannya. Dalam menghubungkan ke Relay Chain yangmerupakan cara untuk memecahkan permasalahan interoperabilitas dengan fitur smart contract yang memastikan bahwa setiap transaksi antar rantai individu dijalankan dengan tepat.
Jaringan blockchain ini terhubung menggunakan kehadiran Bridge Chain, dimana Ethereum atau EOS maupun jaringan lainnya dapat saling berinteraksi menggunakan Polkadot. Sedangkan Parachain dapat menyelesaikan masalah skalabilitas dengan memproses transaksi secara paralel.
Kemampuan ini menunjukkan bahwa Polkadot coin menawarkan serangkaian aplikasi yang mulai dibangun di atas platformnya.
Harapannya, solusi interoperabilitas yang ditawarkan oleh Polkadot akan mempermudah pertukaran data dan memparalelkan beban kerja antar blockchain, menyelesaikan masalah throughput yang selama ini menjadi batu sandungan untuk diadopsi DApp serta meningkatkan skalabilitas jaringan di beberapa blockchain.