Author: 20

  • Ripple Mengeluarkan Dana Sebesar $250M untuk Mendukung Proyek Web3

    Pada bulan September 2021 lalu, perusahaan kripto yaitu Ripple meluncurkan proyek Ripple Creator Fund senilai $250 juta yang berkomitmen untuk menyediakan dukungan finansial dan teknis yang diperlukan untuk membuat NFT dan proyek tokenisasi lainnya di XRP Ledger. Pada 18 Oktober Ripple mengungkapkan gelombang kedua pembuat konten yang menerima dana untuk proyek NFT melalui Ripple Creator Fund.

    Putaran pendanaan ini diberikan kepada pengembang yang berfokus pada pembangunan fungsional dalam game dan metaverse serta musik dan media di XRP Ledger. Perusahaan yang bergabung ini seperti 9Level9 Productions, Anifie, Capital Block, NFT Avatar Maker, NFT Master, SYFR Projects, dan ThinkingCrypto.

    Baca juga: Ripple Konfirmasi Pengumuman CBDC Akan Segera Hadir

    Ripple's Global Head Institutional Markets Talks About XRP-Powered ODL at  CCDAS 2022 | Cryptoglobe
    Source: CryptoSompare

    Melalui wawancara, Markus Infranger sebagai Wakil Presiden RippleX Growth, berbagi bahwa Ripple memilih proyek yang menghidupkan penggunaan tokenisasi, proyek yang menyediakan utilitias fungsional seperti hak akses, tiket dan item fisik. Menurut wakil presiden nya, Ripple mencari ide, tim dan visi yang paling sejalan dengan membawa inovasi dan kreativitias ke NFT yang melampaui seni digital.

    Infanger juga berbagi bahwa meskipun Ripple Creator Fund terbuka untuk semua jenis proyek NFT, setiap gelombang nya memiliki pendanaan yang berbeda.

    “Batch ini fokus pada hiburan dan media, khususnya musik. Kami ingin memberikan dukungan kepada kreator indie dengan dukungan teknis, finansial, dan pemasaran bersama yang diperlukan untuk terlibat dengan komunitas mereka melalui NFT.”

    Infanger mengonfirmasi bahwa Ripple Creator Fund telah menerima lebih dari 4.000 pelamar hingga saat ini. Ripple menginvestasikan $250 juta pada pembuat dalam Industri Web3 karena ia percaya bahwa masa depan yang diberi token dapat mengubah ekonomi, menciptakan model bisnis baru, dan memperdalam hubungan kreator dengan komunitas mereka.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Investor Kripto RI Capai 16,3 Juta Pelanggan Kalahkan Pasar Modal

    Kementerian Perdagangan (Kemendag) kembali merilis data pertumbuhan industri investasi aset kripto di Indonesia. Data terbaru tersebut menunjukan ada kenaikan jumlah investor kripto, meski volume transaksi menurun.

    Wakil Menteri Perdagangan. Jerry Sambuaga, menjelaskan selama dua tahun terakhir, perkembangan perdagangan aset kripto di Indonesia cukup menarik. Pertumbuhan nilai transaksi dan jumlah pelanggan aset kripto di Indonesia sangat luar biasa.

    “Pada 2021, total nilai transaksi aset kripto mencapai Rp 859,4 triliun atau tumbuh 1.224 persen dibandingkan nilai transaksi pada 2020 sebesar Rp 64,9 triliun,” kata Jerry dalam keterangan resminya, Kamis (20/10).

    Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga
    Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga. Foto: Antara.

    Baca juga: Wamendag: Blockchain dan Kripto Ubah Pola Regulasi Ekonomi

    Jumlah Investor Kripto di Indonesia

    Jerry juga menuturkan, nilai transaksi perdagangan kripto di Indonesia, pada Januari-September 2022 tercatat Rp 266,9 triliun atau turun 57,8 persen dibandingkan periode yang sama pada 2021.

    Adapun jumlah pelanggan terdaftar hingga September 2022 mencapai 16,3 juta pelanggan dengan rata-rata peningkatan jumlah pelanggan terdaftar sekitar 692 ribu setiap bulannya.

    “Harga aset kripto yang mengalami penurunan akhir-akhir ini tidak mengurangi minat masyarakat untuk berinvestasi pada instrumen ini. Fenomena penurunan harga ini juga merupakan hal yang wajar sebagai bagian dari mekanisme pasar di industri aset kripto,” ungkapnya.

    ilustrasi membeli bitcoin
    Ilustrasi Bitcoin.

    Baca juga: Asosiasi Dorong Industri Kripto Kuatkan Perlindungan Konsumen

    Kawal Regulasi

    Selanjutnya, menurut Wamendag perkembangan nilai transaksi dan nasabah aset kripto perlu dikawal bersama agar perdagangan aset kripto di Indonesia tetap berada pada koridor yang benar.

    Pemerintah Indonesia melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi
    (Bappebti) telah mengatur industri ini dengan sejumlah regulasi untuk menciptakan ekosistem perdagangan fisik aset kripto menjadi transparan, efisien, efektif dan juga dalam persaingan yang sehat.

    “Aset kripto harus diatur, dilembagakan, dan berada di bawah peraturan pemerintah. Di Indonesia, kripto diatur sebagai aset (crypto-assets) atau komoditas, bukan sebagai mata uang (cryptocurrency). Selain mengatur, pemerintah juga berkomitmen terus mensosialisaikan hal tersebut,” pungkas Jerry.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Wamendag: Blockchain dan Kripto Ubah Pola Regulasi Ekonomi

    Kehadiran blockchain dan aset kripto dianggap mendisrupsi tatanan ekonomi tradisional. Disrupsi ini adalah kondisi di mana terjadinya inovasi yang menyebabkan perubahan secara besar-besaran atau mendasar ke dalam sistem yang baru.

    Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, mengatakan teknologi blockchain (rantai blok) diharapkan dapat memberikan pengaruh yang luas dan intensif di berbagai sektor dan aspek kehidupan. Sementara itu, aset kripto adalah produk yang memanfaatkan teknologi tersebut dan bagian dari pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

    “Aset kripto harus diatur, dilembagakan, dan berada di bawah peraturan pemerintah. Di Indonesia, kripto diatur sebagai aset (crypto-assets) atau komoditas, bukan sebagai mata uang (cryptocurrency). Selain mengatur, pemerintah juga berkomitmen terus mensosialisaikan hal tersebut,” kata Jerry dalam keterangan resminya, Kamis (20/10).

    Ilustrasi aset kripto dan uang rupiah. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi aset kripto dan uang rupiah. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Berbagai Brand F&B Memasuki Dunia Blockchain dengan Mendaftarkan Merk Dagangnya

    Disrupsi Pola Ekonomi Lama

    Lebih lanjut, Jerry mengungkap blockchain dan kripto akan memiliki pengaruh yang luas dan intensif di berbagai sektor. Sebab, aset kripto dapat mengubah pola regulasi ekonomi perdagangan lama dari yang didasarkan pada otoritas negara menjadi otoritas pasar dan komunitas.

    Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) telah mengatur industri aset kripto dengan sejumlah regulasi untuk menciptakan ekosistem yang transparan, efisien, efektif dan juga dalam persaingan yang sehat.

    “Bappebti terus berupaya memperkuat kebijakan dan regulasi terkait perdagangan aset kripto di Indonesia. Hal ini sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk mengutamakan perlindungan konsumen dan masyarakat,” tutur Wamendag Jerry.

    Peresmian T-Hub Solo yang dilaksanakan pada Jumat (19/8) dihadiri oleh Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga; Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko; Wakil Wali Kota Surakarta, Teguh Prakosa. Foto: Dok. Tokocrypto.
    Peresmian T-Hub Solo yang dilaksanakan pada Jumat (19/8) dihadiri oleh Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga; Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko; Wakil Wali Kota Surakarta, Teguh Prakosa. Foto: Dok. Tokocrypto.

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 19 Oktober 2022: Kripto Tarik Rem, Ada Apa?

    Dukungan Pemerintah Indonesia

    Kementerian Perdagangan pun terus mendukung dan mendorong generasi muda untuk terjun dalam industri kripto dengan tetap mentaati regulasi pemerintah. Selain mengembangkan kreativitas, pengembangan aset kripto juga dapat berkontribusi mendorong ekspor nasional.

    “Dari 383 token yang terdaftar di Bappebti, 10 di antaranya merupakan token lokal. Hal ini sebagai bukti konkret bahwa anak muda Indonesia mampu mengembangkan token sendiri,” jelasnya.

    Hal tersebut diungkapkan Wamendag Jerry pada sambutannya dalam Blockchain Ecosystem Conference yang digelar di ICE BSD, Tangerang, Banten pada hari ini, Selasa (19/10).

    Konferensi bertema “Blockchain Techonology to Support Trade in Indonesia” ini menjadi salah satu agenda dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) ke-37 yang digelar pada 19-23 Oktober 2022.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Berbagai Brand F&B Memasuki Dunia Blockchain dengan Mendaftarkan Merk Dagangnya

    Sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang makanan baru-baru ini mulai memasuki ke dunia Web3 dengan mengajukan aplikasi merek dagang untuk Metaverse dan NFT. Mike Kondoudis sebagai Pengacara merek dagang mengumumkan dalam twitter nya bahwa Kraft Foods Group telah mengajukan merek dagang untuk Weinermobile berbentuk hotdog pada 12 oktober.

    Pengumuman tersebut mengungkapkan bahwa merek dagang yang didaftarkan berencana untuk memperluas ke NFT, token digital, barang virtual, NFT Marketplace, Makanan, Minuman dan Restoran Virtual

    Time for a virtual beer? How is food and drink affecting the metaverse? -  Business News

    Dokumen tersebut menunjukan bahwa Kraft Foods Group juga memiliki rencana untuk mengoperasikan restoran virtual, serta menampilkan barang-barang virtual untuk pengiriman ke rumah. Pada 6 Oktober, Brand makanan cepat saji In-N-Out Burger juga mengajukan merek dagang serupa dengan mengoperasikan toko ritel online yang menampilkan barang-barang virtual.

    Baca Juga: McDonald’s cabang Swiss Menerima Pembayaran BTC & USDT

    In-N-Out Burger berencana untuk menyediakan bagi pengguna untuk mengakses, mengirimkan, menukar, dan menetapkan kepemilikan barang virtual, nft, media digital, digital file di bidang makanan, minuman, restoran, dan merchandise.

    Pada 10 Oktober, Mike Kondoudis juga melaporkan bahwa Del Monte Foods telah mengajukan delapan aplikasi merek dagang untuk merek dasarnya “Del Monte” dan “The Del Monte Sheild,” dengan rencana untuk membuat NFT, media yang didukung NFT, Virtual Market, virtual restoran, toko, makanan dan minuman.

    Del Monte Foods bermaksud untuk memperluas ke ruang perangkat lunak Web3.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Pasar: Market Kripto Kembali Tampil Ciamik, Apa Faktornya?

    Pergerakan market kripto pada perdagangan Selasa (18/10) pagi tampil baik. Sembilan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar berada di zona hijau jika diukur dalam 24 jam terakhir.

    Menurut situs CoinMarketCap Selasa (18/10) pukul 10.00 WIB, nilai Bitcoin (BTC) menguat 1,69% di US$ 19.505. Sementara, nilai Ethereum (ETH) naik 2,45% ke US$ 1.329 di waktu yang sama.
    Altcoin lainnya juga kinerja apik, mulai dari XRP, Dogecoin (DOGE), Solana (SOL), dan Polygon (MATIC) masing-masing menanjak di waktu yang sama.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan saat ini investor tampak mulai bergairah masuk ke market kripto. Sentimen positif market kripto hari ini mayoritas dipengaruhi oleh kinerja apik dari indeks saham AS, utamanya indeks S&P 500 yang tumbuh (2,7%) dan Nasdaq (3,4%).

    “Saham-saham teknologi juga tumbuh positif, sehingga menjadi tolok ukur investor kripto untuk melakukan akumulasi dan selalu mengacu pada kinerja saham AS secara umum,” kata Afid.

    bitcoin dan saham
    Ilustrasi bitcoin dan saham.

    Baca juga: Analisa Market: Data Inflasi AS Tinggi, Kok Market Kripto Reli?

    Sentimen Makroekonomi

    Di samping itu, data makroekonomi akan relatif ringan minggu ini, tapi harus waspada dan mengamati data inflasi dari Inggris pada Rabu (19/10). Bank of England tercatat sudah enam kali mengeluarkan kebijakan kenaikan suku bunga secara berturut-turut untuk mengendalikan inflasi.

    “Meski pasar kripto terlihat menghijau, namun pergerakan harganya masih terlihat di rentang sempit, mengindikasikan bahwa investor sebenarnya belum bernafsu untuk berpandangan bullish, namun juga tak rela melihat nilai aset kripto melemah,” jelasnya

    “Kekhawatiran investor sekarang ini adalah potensi bank sentral AS, The Fed, untuk mengerek suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin di bulan depan.”

    Analisis Bitcoin

    Menurut Afid, jika ditinjau secara analisis teknikal, pelaku pasar juga menganggap bahwa kondisi pasar kripto saat ini, utamanya posisi harga BTC di kisaran US$ 19.000, adalah gerbang awal untuk melancarkan aksi akumulasi. BTC masih harus retest untuk kembali ke level psikologisnya di US$ 20.000.

    Sentimen negatif masih menghantui pelaku pasar kripto. Fear and greed index konsisten bergerak di bawah level 30 dengan kategori Extreme Fear. Belum adanya pemicu yang berhasil untuk merubah sentimen negatif tersebut menjadi salah satu faktor lesunya pergerakan harga saat ini.

    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

    Baca juga: Bank Indonesia: CBDC Dapat Atasi Hambatan Inklusi Keuangan

    “Pergerakan harga Bitcoin masih terseok-seok, level US$ 19.891 masih menjadi tahanan yang harus dilewati untuk kembali bergerak bullish. Apabila gagal, BTC kemungkinan akan breakdown kembali ke level US$ 19.264,” ungkapnya.

    Analisis Altcoin dan Ethereum

    Sementara, pergerakan harga Ethereum cenderung sideways. ETH masih usaha pullback ke harga US$ 1.430 yang merupakan level resistance terdekatnya. Breakout terhadap titik tersebut menjadi kunci untuk menarik sentimen pasar untuk mendorong pergerakan harga.

    Di antara seluruh jajaran aset kripto utama, Polygon (MATIC) menjadi primadona setelah nilainya terbang 7,14% dalam sehari terakhir. Pengumuman kemitraan Polygon dengan studio Web3 bernama SuperLayer, untuk meningkatkan pertumbuhan dari segmen game, budaya, dan investasi.

    Kemitraan ini menggarisbawahi upaya Polygon untuk mengejar peluang pertumbuhan dalam ekosistem Web3, sehingga disambut baik oleh investor dengan melakukan akumulasi.

    https://www.youtube.com/watch?v=AXsGbCXEgZg



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • NFT Tamadoge Raih Penjualan Tertinggi di OpenSea, Berapa Harganya?

    Tamadoge (TAMA) memang dikenal sebagai proyek aset kripto yang populer karena disebut koin meme viral. Tidak hanya kripto, Tamadoge juga memiliki koleksi NFT yang dijual di OpenSea.

    1.000 koleksi NFT Tamadoge mengalami peningkatan harga sejak diluncurkan. Minggu ini mungkin yang tak terlupakan bagi NFT Tamadoge menduduki puncak tren penjualan di NFT marketplace, OpenSea.

    Selama lebih dari seminggu, koleksi yang menampilkan hewan peliharaan berupa anjing itu dalam penjualan lelang ditetapkan dengan harga mulai 1 ETH. Untuk saat ini, penjual tertinggi pada koleksi ini tetap Tamadoge #42, yang diambil untuk 6,10 ETH atau sekitar Rp 122 juta.

    Ilustrasi project kripto Tamadoge (TAMA). Foto: Tamadoge.
    Ilustrasi project kripto Tamadoge (TAMA). Foto: Tamadoge.

    Baca juga: ICCA dan ASPAKRINDO Dorong Tumbuh Kembang Industri Aset Kripto

    Tamadoge Ultra Rare NFT

    Awalnya Tamadoge meluncurkan koleksi 100 Ultra Rare NFT. Mereka dijual dalam dibentuk pelelangan di OpenSea. Saat ini beberapa item telah naik harganya berkali lipat.

    Kemudian, pada 17 Oktober, Tamadoge meluncurkan koleksi keduanya yang terdiri dari 1.000 NFT. Sementara koleksi NFT eksklusif ini memiliki perbedaan dibandingkan dengan koleksi umum. Setiap koleksi Ultra Rare akan dijual dalam lelang dengan harga mulai dari 5 ETH.

    Sementara itu, Tamadoge terus berkembang menjadi salah satu koin meme paling terkenal sepanjang masa dan memperluas batas sektor Play-to-Earn. Token tersebut masuk dalam ekosistem Tamaverse.

    Baca juga: Kenal Blockchain Aptos, Pesaing Kuat Solana dari Mantan Karyawan Meta

    Kripto Tamadoge

    Tamadoge (TAMA) memang muncul sebagai The Next Big Memecoin. keberhasilan Tamadoge yang luar biasa telah dikaitkan dengan proyek utilitas dan fundamental yang kuat, bukan sekadar memecoin saja.

    Tamadoge memiliki kombinasi unik dari memecoin, mulai dari utilitas permainan dunia metaverse dengan konsel play-to-earn (P2E) dan NFT. Game-nya sendiri berputar di sekitar hewan peliharaan digital yang berfungsi ganda sebagai NFT dan TAMA, aset kripto aslinya. Semua aspek ini bertemu dalam dunia metaverse yang dikenal sebagai Tamaverse.

    Game ini mirip seperti Tamagotchi yang ramai pada akhir tahun 90-an. Sehingga berpotensi akan disukai banyak orang. Pengguna juga dapat menerima Dogepoints untuk memenangkan pertempuran dan dapat menukarkan poin ini untuk memperoleh token kripit Tamadoge (TAMA).



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Market Signal 19 Oktober 2022: Kripto Tarik Rem, Ada Apa?

    Performa market kripto pada Rabu (19/10) siang tampak masuk zona merah. Hal ini membuat laju kripto seperti tarik rem, karena sebelumnya sempat tampil ciamik dalam dua hari terakhir.

    Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (19/10) pukul 13.00 WIB, dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap terjebak di zona merah dalam 24 jam terakhir. Seperti, nilai Bitcoin (BTC) anjlok 0,23% ke US$ 19.287 per keping, meski naik 1,20% selama seminggu terakhir.

    Ethereum (ETH) pun ikut turun sebesar 1,84% ke US$ 1.305 di waktu yang sama dan bangkit 1,76% sepekan terakhir. Altcoin lainnya, XRP, Cardano (AD), dan Solana (SOL) turut lesu dan turun lebih dari 2% di waktu yang sama.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto saat ini kembali melemah yang disebabkan oleh volume perdagangan yang terus turun. Hal ini membuat banyak investor merasa taku untuk lebih dalam melakukan akumulasi di market kripto.

    Jika dibandingkan dengan performa indeks saham AS, kripto cenderung turun. Saham AS masih bisa tampil apik yang didorong oleh kinerja keuangan emiten kuartal III 2022 yang telah dirilis Selasa (18/10) lalu. Sementara, indeks dolar AS (DXY) juga melemah -0.07%, tapi tidak bisa meningkatkan reli kripto.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

    “Sayangnya, nasib mujur di indeks saham AS tak diikuti aset kripto yang melemah pada Rabu pagi. Padahal DXY juga sedang melemah, biasanya akan dampak positif ke kripto, tapi tidak terjadi. Tampaknya investor kripto masih ragu dengan performa kripto ke depan,” kata Afid.

    Kinerja kripto relatif datar (sideways) dan cenderung menurun selama lima hari terakhir. Ternyata, kinerja indeks saham AS yang optimis di zona hijau belum bisa mendongkrak laju nilai aset kripto.

    Menurut Afid, market kripto yang gagal ikut reli disebabkan volume perdagangan yang terlihat sedang menipis. Hal ini mengindikasikan bahwa investor masih ragu-ragu untuk bersikap bullish atau bearish di pasar kripto.

    “Pada hari ini investor bakal memantau rilis data inflasi di kawasan Eropa, yakni inflasi di Inggris dan Uni Eropa pada periode September 2022. Selain itu, investor masih mengawasi dengan ketat perilisan kinerja keuangan emiten di AS untuk menilai dampak dari inflasi yang masih meninggi dan kenaikan suku bunga The Fed,” jelasnya.

    Analisis Bitcoin

    Dari sisi pergerakan nilai Bitcoin, pekan ini BTC melaju dengan baik dan berhasil mendapatkan sentimen positif. Posisi harga BTC di kisaran US$ 19.000, dianggap oleh banyak investor sebagai gerbang awal untuk melancarkan aksi akumulasi. 

    “Banyak investor menganggap bahwa posisi BTC saat ini, berada di rentang yang cukup baik di level US$ 19.000 dan kesempatan menarik untuk melakukan aksi akumulasi. Namun, ada anggap BTC telah bergerak di rentang harga sempit terlalu lama, sehingga sulit tembus ke level US4 20.000 dan ada kemungkinan aksi reli market kripto akan gagal dan kembali breakdown,” terang Afid.

    Ilustrasi Bitcoin.
    Ilustrasi Bitcoin.

    Level support terdekat BTC kini berada di US$ 19.087, jika gagal bertahan, maka level US$ 18.975 menjadi tahanan selanjutnya apabila penurunan harga tidak bisa dibendung.

    Di samping itu, menurut data platform data on-chain, Glassnode, ada 48.000 BTC dipindahkan dari cold wallet ke exchange Coinbase. Hal ini yang membuat euforia investor pudar dan memilih wait and see lantaran pemindahan BTC tersebut diduga merupakan indikasi aksi dump.

    Di samping anaisis harga Bitcoin, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan ketiga bulan Oktober ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.


    Daftar 5 Aset Kripto Bullish

    1. Mdex (MDX)

    Analisis teknikal Mdex (MDX).

    Mdex (MDX) telah mendapat peringkat bearish pada pekan lalu. Pekan ini MDX diproyeksikan akan berbalih arah memasuki fase bullish, meskipun pasar kripto secara keseluruhan jatuh. 

    Ada sentimen positif dalam proyek Mdex, sehingga mendorong nilai MDX hingga 50%. Baru-baru ini, mereka mengumumkan peluncuran FPerpetual Trading Feature di bursa terdesentralisasi (DEX). 

    Platform DEX Mdex mendukung leverage hingga 200X. Mereka menawarkan 10% dari biaya perdagangan jika trader membayarnya dengan MDX. Ini pasti telah meningkatkan tekanan beli.

    Analisis teknikal gerak MDX akan terlebih dahulu koreksi sebelum reli. kenaikan harga MDX bisa sampai sebesar 73% dengan level US$ 0,2785 dari harga US$ 0,1587.

    Peringkat MDX di CoinMarketCap pada Rabu (19/10) pukul 13.00 WIB adalah #160, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 147.62.003. Jumlah koin yang beredar 923.923.908 koin MDX dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    Baca juga: Bappebti: Transaksi BIDR Termasuk Pertukaran Antar Jenis Kripto

    2. Avalanche (AVAX)

    Analisis teknikal Avalanche (AVAX).

    Pergerakan nilai AVAX bisa bullish pada pekan ini, disebabkan oleh Mainnet activation yang di selenggarakan pada 18 Oktober 2022. peningkatan jaringan Avalanche yang dijuluki Banff, sudah diaktifkan di testnet Fuji, tetapi pemutakhiran jaringan akan dilakukan pada tanggal 18.

    Analisis teknikal gerak AVAX akan terlebih dahulu koreksi sebelum reli. kenaikan harga AVAX bisa sampai sebesar 7% dengan level US$ 17,01 dari harga US$ 15,87.

    Peringkat AVAX di CoinMarketCap pada Rabu (19/10) pukul 13.00 WIB adalah #18, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 4.643.184.204. Pasokan yang beredar 296.421.132 koin AVAX dan maksimal pasokan 720.000.000 koin AVAX.

    3. Terra Classic (LUNC)

    Analisis teknikal Terra Classic (LUNC).

    Tren harga Terra Classic (LUNC) memiliki potensi bullish, yang disebabkan oleh Binance yang tidak menyerah dalam memenuhi janjinya kepada komunitas Terra untuk menerapkan pembakaran LUNC off-chain dengan mengorbankan biaya yang direalisasikan dari perdagangan spot dan margin LUNC. 

    Setelah dua minggu berturut-turut luka bakar berkelanjutan, bursa terbesar di dunia telah membuat luka bakar besar lainnya, senilai US$ 659M+.

    Analisis teknikal gerak LUNC akan terlebih dahulu koreksi sebelum reli. kenaikan harga LUNC bisa sampai sebesar 22% dengan level US$ 0,00030651 dari harga US$ 0,000269309.

    Peringkat LUNC di CoinMarketCap pada Rabu (19/10) pukul 13.00 WIB adalah #34, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.539.594.062. Jumlah koin yang beredar 6.151.072.613.161 koin LUNC dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    4. Uniswap (UNI)

    Analisis teknikal Uniswap (UNI).

    Uniswap (UNI) potensi masuk zona bullish-nya pada pekan ini. Sentimen positif datang dari imbas pengumuman penggalangan dana US$ 165 juta dalam putaran pendanaan Seri B yang dipimpin oleh Polychain Capital.

    Analisis teknikal gerak UNI akan terlebih dahulu koreksi sebelum reli. kenaikan harga UNI bisa sampai sebesar 10% dengan level US$ 6,7 dari harga US$ 6,36.

    Peringkat UNI di situs CoinMarketCap pada Rabu (19/10) pukul 13.00 WIB adalah #16, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 4.941.525.421. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 762.209.327 koin UNI dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin UNI.

    Baca juga: Bank DBS: Bitcoin Masih Merupakan Peluang Besar

    5. Quant (QNT)

    Analisis teknikal Quant (QNT).

    Quant (QNT) telah menjadi yang berkinerja terbaik dalam beberapa minggu terakhir. Bahkan QNT telah melonjak 450% dalam empat bulan, terlepas dari market kripto yang lesu.

    Reli harga QNT baru-baru ini telah menyebabkan banyak pemegang sahamnya melihat keuntungan dalam investasi mereka. Analisis teknikal gerak QNT akan terlebih dahulu koreksi sebelum reli. kenaikan harga UNI bisa sampai sebesar 39% dengan level US$ 260 dari harga US$ 176.

    Peringkat QNT di situs CoinMarketCap pada Rabu (19/10) pukul 13.00 WIB adalah #16, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 2.155.085.072. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 12.072.738 koin QNT dan maksimal pasokan 14.612.493 koin QNT.


    Daftar 5 Aset Kripto Bearish

    1. Conflux (CFX)

    Analisis teknikal Conflux (CFX).

    Conflux adalah blockchain konsensus layer-1 yang menggunakan algoritma konsensus Tree-Graph yang unik, memungkinkan pemrosesan blok dan transaksi paralel untuk meningkatkan throughput dan skalabilitas. 

    Conflux sempat mendapatkan peringkat bullish dengan kenaikan 22,93% menjadi US$ 0,04343659578. Namun pola gerak CFX sudah membentuk overbought sehingga akan diperkirakan bearish pekan ini.

    Dari segi analisis teknikalnya, CFX akan mengalami penurunan hingga 10% dari harga US$ 0,0425 ke US$ 0,0380.

    Peringkat CFX di CoinMarketCap pada Rabu (19/10) pukul 13.00 WIB adalah #251, dengan kapitalisasi pasar US$ 88.491.137. Jumlah koin yang beredar 2.090.735.404 koin CFX dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    2. ICON (ICX)

    Analisis teknikal ICON (ICX).

    Pada dasarnya ICON adalah proyek yang mengembangkan jaringan terdesentralisasi dengan tujuan menciptakan ekonomi digital untuk jaringan berbasis blockchain. ICON dibangun dan dikembangkan oleh sebuah perusahaan yang berbasis di Korea Selatan.

    ICON akan berpotensi bearish selama beberapa waktu ke depan. Dari segi analisis teknikalnya, CFX juga sudah overbought dan akan mengalami penurunan hingga 8% dari harga US$ 0,2318 ke US$ 0,2171.

    Peringkat ICX di CoinMarketCap pada Rabu (19/10) pukul 13.00 WIB adalah #130, dengan kapitalisasi pasar US$ 213.100.222. Pasokan yang beredar 919.483.096 koin ICX dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    3. PowerPool (CVP)

    Analisis teknikal PowerPool (CVP).

    PowerPool (CVP) adalah manajer DAO untuk investasi terstruktur non-penahanan. PowerPool menawarkan kumpulan token investasi tematik yang terdiversifikasi secara luas. 

    CVP akan berpotensi bearish selama beberapa waktu ke depan. Dari segi analisis teknikalnya, CVP akan terus mengalami penurunan hingga 16% dari harga US$ 0,4334 ke US$ 0,3686.

    Peringkat CVP di CoinMarketCap pada Rabu (19/10) pukul 13.00 WIB adalah #618, dengan kapitalisasi pasar US$ 17.323.648. Pasokan yang beredar 40.108.386 koin CVP dan maksimal pasokan 100.000.000 koin CVP.

    Baca juga: CEO Bitwise: Keberuntungan Dapat Dibuat Saat Bear Market Kripto

    4. Arweave (AR)

    Analisis teknikal Arweave (AR).

    Arweave (AR) juga berpotensi bearish selama beberapa waktu ke depan. Dari segi analisis teknikalnya, CVP akan terus mengalami penurunan hingga 7% dari harga US$ 10,01 ke US$ 9,56.

    Peringkat AR di CoinMarketCap pada Rabu (19/10) pukul 13.00 WIB adalah #618, dengan kapitalisasi pasar US$ 17.323.648. Pasokan yang beredar 40.108.386 koin AR dan maksimal pasokan 100.000.000 koin AR.

    5. Voyager Token (VGX)

    Analisis teknikal Voyager Token (VGX).

    Voyager Token masih kuat untuk potensi bearish pada pekan ini. Sentimen negatif datang dari para kreditur Voyager Digital Ltd, telah menentang rencana yang diusulkan untuk menawarkan kekebalan kepada pejabat dan direktur perusahaan dari segala tuntutan hukum terkait dengan runtuhnya perusahaan. 

    Sentimen itu membawa nilai VGX bisa jatuh. Kemungkinan besar jika terjadi breakdown, VGX bisa mengalami penurunan sekitar 13% menuju harga kisaran US$ 0,345.

    Peringkat VGX di CoinMarketCap pada Rabu (19/10) pukul 13.00 WIB adalah #178, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 111.375.568. Jumlah koin yang beredar 278.482.214 koin VGX dan maksimal pasokan 279.387.971 koin VGX.

    Disclaimer

    Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Korea Selatan Pakai ID Digital Blockchain untuk Ganti KTP Fisik

    Korea Selatan (Korsel) semakin dalam untuk adopsi teknologi blockchain. Terbaru, warga korsel nantinya bakal menggunakan identitas (ID) digital berbasis blockchain dan menggantikan kartu tanda penduduk (KTP) fisik.

    Pemerintah Negeri ginseng itu dilaporkan siap mengganti KTP bentuk fisik dengan ID digital berbasis blockchain pada 2024. Nantinya ID digital tersebut akan berada di dalam aplikasi perangkat seluler. Fungsinya dipastikan masih sama dengan fungsi KTP berbentuk fisik.

    ID digital berbasis blockchain ditargetkan akan diluncurkan pada 2024. Sebanyak 45 juta warga negara Korsel akan didorong secara bertahap untuk mengadopsinya dalam kurun waktu dua tahun.

    Ilustrasi blockhain di web3.
    Ilustrasi blockhain di web3.

    Baca juga: Kenal Blockchain Aptos, Pesaing Kuat Solana dari Mantan Karyawan Meta

    Simpel dan Aman

    Dibandingkan dengan KTP fisik, ID digital ini tergolong lebih simpel dan aman. ID bisa digunakan untuk sektor keuangan, kesehatan, pajak, hingga transportasi. Direktur Jenderal Biro Digital Korea Selatan, Suh Bo Ram, menambahkan, teknologi tersebut dapat membantu perusahaan yang belum sepenuhnya melakukan transisi digital.

    Menurut Suh, pemerintah Korsel juga akan mengadopsi sistem identitas terdesentralisasi. Artinya, pemerintah tidak dapat mengakses informasi yang tersimpan di ponsel penduduknya, termasuk informasi tentang ID digital mereka.

    ilustrasi blockhain di web3
    Ilustrasi blockhain di web3.

    Baca juga: Daftar Pemenang Ballon d’Or yang Dapat NFT Beserta Pialanya

    Data Terdesentralisasi

    Dikutip Cointelegraph, meski bersifat terdesentralisasi, sistem manajemen ID tersebut nantinya masih memerlukan persetujuan otoritas dan perusahaan.

    “Jika otoritas tidak memvalidasi ID blockchain, maka ID tersebut tidak dapat digunakan untuk memanfaatkan layanan publik. Ini menurut saya adalah batasan terbesar,” ujar Penasihat Blockchain dan CEO Bundlesbets.com, Brenda Gentry.

    Korsel sudah memanfaatkan solusi berbasis teknologi blockchain sejak lama. Pada Agustus 2020, lebih dari satu juta warga Korsel telah mengadopsi SIM berbasis blockchain yang beroperasi melalui aplikasi smartphone, PASS.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kenal Blockchain Aptos, Pesaing Kuat Solana dari Mantan Karyawan Meta

    Jaringan blockchain Aptos akhirnya meluncurkan mainnet pada hari Senin (17/10) lalu. Proyek yang digagas oleh beberapa mantan karyawan Meta -sebelumnya Facebook- ini diklaim siap bersaing dengan jaringan blockchain Solana.

    Dikutip Coindesk, Aptos Labs bisa dibilang adalah jaringan spin-off dari yang dibuat oleh Facebook. Aptos berangkat dari gagasan beberapa mantan karyawan Meta yang memelopori stablecoin Libra atau Diem yang gagal.

    Kode blockchain Aptos ditulis dengan Move, bahasa pemrograman berbasis Rust yang juga digunakan oleh jaringan blockchain, Sui Mysten Labs, proyek lain yang akan datang.

    Aptos Labs telah mendeklarasikan jaringannya “hidup”, ekosistemnya masih jauh dari selesai, dengan lusinan tim belum meluncurkan wallet, tempat perdagangan, dan teknologi NFT yang penting untuk keuangan terdesentralisasi (DeFi). Sampai debut itu tidak banyak yang bisa dilakukan di Aptos.

    Blockchain Aptos Labs.
    Blockchain Aptos Labs. Foto: Aptos Labs.

    Baca juga: Kenal Aset Kripto DODO, Fundamental Protokol Blockchain DeFi Optimal

    Solana Killer

    Dijuluki sebagai “Solana killer” oleh banyak orang, membuat Aptos berupaya untuk membangun blockchain yang sempurna untuk smart contract, kode yang mendukung dunia NFT, DAO, dan DeFi yang luas.

    Sementara Ethereum telah mengambil lompatan besar setelah The Merge, penantang seperti Solana membuat terobosan dengan kecepatan transaksi yang jauh lebih cepat — meskipun dengan pemadaman sesekali yang membuat pintu terbuka untuk pemain baru seperti Aptos.

    Dalam pengujian, Aptos mengklaim telah menangani 130.000 transaksi per detik, dibandingkan dengan 30 per detik di Ethereum. Kunci ekosistem Aptos yang baru lahir adalah bahasa pemrograman Move yang berafiliasi, yang memprioritaskan kelangkaan dan kontrol akses.

    Didukung Venture Capital

    Menjelang peluncurannya, Aptos telah menjadi daya tarik Venture Capital yang cukup besar. Ia menutup putaran strategis US$ 200 juta dari pemain besar seperti Andreessen Horowitz pada bulan Maret, dan putaran Seri A US$ 150 juta yang dipimpin oleh FTX awal musim panas ini dengan partisipasi dari Binance Labs. 

    Blockchain Kripto Aptos. Foto: Aptos Labs.
    Blockchain Kripto Aptos. Foto: Aptos Labs.

    Baca juga: Bappebti Sebut Transaksi Kripto RI Turun, Apa Penyebabnya?

    Putaran pendanaan ini melaporkan valuasi perusahaan mencapai pada US$ 2 miliar, empat kali lebih tinggi dari penilaian enam bulan sebelumnya. Sejumlah besar uang ventura yang dikumpulkan dalam waktu singkat menciptakan narasi di antara beberapa kalangan Web3 bahwa investor meninggalkan Solana untuk Aptos.

    Aptos juga memilih Anchorage Digital sebagai salah satu penjaga institusional pilihannya bulan lalu, setelah bertahun-tahun berkolaborasi. Pendiri Anchorage dan Presiden Diogo Mónica sebelumnya menjabat di komite pengarah teknis Diem.

    Aptos menyebut peluncuran hari ini sebagai tonggak sejarah dalam gerakan yang bertujuan untuk membawa massa ke Web3.

    “Ini adalah langkah pertama dalam perjalanan panjang untuk menciptakan akses universal dan adil ke aplikasi terdesentralisasi untuk miliaran orang melalui blockchain yang aman, terukur, dan dapat ditingkatkan,” tulis pengembagn Aptos.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Binance Tawarkan Pinjaman Rp 7,7 Triliun ke Industri Penambangan Kripto

    Binance, exchange kripto terkemuka di dunia, telah mengumumkan rencana untuk memperluas dukungan keuangan kepada perusahaan yang terlibat dalam ekstraksi aset kripto. Proyek pinjaman baru-baru ini diresmikan menjadi platform mining pool.

    Program ini akan membantu pertambangan Bitcoin dan penyedia infrastruktur sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan industri pertambangan. Mengingat kondisi pasar saat ini, Binance Pool meluncurkan proyek pinjaman US$ 500 juta atau sekitar Rp 7,7 triliun untuk mendukung penambang kripto dan penyedia infrastruktur digital.

    “Sebagai salah satu mining pool kripto terkemuka di dunia, Binance Pool memiliki tanggung jawab untuk membantu menjaga ekosistem aset digital yang sehat,” kata Binance.

    Platform mining pool, Binance Pool. Foto: Binance.
    Platform mining pool, Binance Pool. Foto: Binance.

    Baca juga: Tingkat Bitcoin Hash Rate Capai ATH Baru di Tengah Crypto Winter

    Binance Mining Pool

    Ini adalah inisiatif pertama Binance Pool. Dengan proyek tersebut, perusahaan kripto global bertujuan untuk menawarkan layanan pembiayaan utang yang aman kepada perusahaan pertambangan Bitcoin (BTC) publik dan swasta dan infrastruktur aset digital di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

    Untuk mendapatkan akses ke pinjaman, peminjam harus menerima serangkaian syarat dan ketentuan seperti jangka waktu 18 hingga 24 bulan dan suku bunga berkisar antara 5% dan 10%. Penambang juga akan diminta untuk memberikan keamanan yang memuaskan bagi Binance, baik fisik maupun dalam bentuk aset digital.

    Ilustrasi mining Bitcoin.
    Ilustrasi mining Bitcoin.

    Baca juga: CEO Bitwise: Keberuntungan Dapat Dibuat Saat Bear Market Kripto

    Binance Cloud Mining

    Dalam pengumuman tersebut, bursa lebih lanjut mengungkapkan bahwa Binance Pool bermaksud untuk meluncurkan produk cloud mining. Karena kekuatan hash penambangan awan akan langsung dibeli dari penambangan Bitcoin dan penyedia infrastruktur digital, Binance Pool mencari vendor cloud mining untuk bekerja dengannya, platform perdagangan menjelaskan.

    Binance Pool adalah salah satu entitas terkemuka di sektor pertambangan berdasarkan hashrate, bersama dengan Foundry USA, Antpool, F2pool, dan Viabtc.

    Setelah penurunan pada 27 September lalu, yang pertama dalam dua bulan berturut-turut, kesulitan penambangan Bitcoin melonjak ke level tertinggi sepanjang masa pada 10 Oktober, seperti yang dilaporkan Bitcoin.com, membuatnya lebih sulit dari sebelumnya untuk mencetak BTC , kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar.



    Sumber : news.tokocrypto.com