Market kripto pada perdagangan Kamis (11/10) pagi tampak stagnan. Terpantau dari situs CoinMarketCap pada pukul 11.00 WIB, nilai Bitcoin (BTC) melemah 0,06% di harga US$ 19.091 dan Ethereum (ETH) anjlok 0,38% ke level US$ 1.285.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan investor semakin tak selera mengoleksi aset berisiko setelah The Fed, kembali menegaskan akan terus mengerek suku bunga acuan sampai ada bukti bahwa inflasi AS mengarah ke target 2%.
“Risalah rapat The Fed September yang dirilis Rabu (12/10) kemarin, seakan menegaskan lembaga tersebut belum melonggarkan kebijakan moneternya dalam waktu dekat. Alhasil market tak bergairah menyambut risalah rapat tersebut,” katanya.
Situasi market bisa lebih mencekam, karena risalah rapat The Fed terbit sehari sebelum pengumuman data inflasi AS September. Akibatnya, investor menganggap The Fed tetap akan menaikkan suku bunga acuannya 75 basis poin bulan depan terlepas dari hasil inflasi AS September membaik atau memburuk.
“Nilai aset kripto yang masih mondar-mandir di rentang harga sempit mengindikasikan investor belum bisa menentukan sikap di market. Ternyata, mereka semua wait and see menanti data inflasi AS September yang akan terbit hari ini,” jelas Afid.
Laporan JP Morgan mengatakan, nilai aset berisiko, termasuk aset kripto, bisa tumbang 5%, jika inflasi AS ternyata tak sesuai ekspektasi. Sementara itu, firma Covario mengatakan harga kripto bisa naik atau turun 3% tergantung hasil inflasi AS September.
Lebih lanjut Afid menjelaskan sikap investor saat ini sepertinya kembali melirik Bitcoin dibanding altcoin, jika diukur dari persentase penguatannya. Bitcoin Dominance kembali ke level 40%.
Ekosistem Kripto
Adapun kabar yang membuat altcoin jatuh adalah platform DeFi di jaringan Solana, Mango, yang alami peretasan dan mengakibatkan aset kripto senilai US$ 100 juta raib. Kemudian, SEC yang saat ini disebut melakukan penyelidikan terhadap Yuga Labs, perusahaan di balik NFT hits Bored Ape Yacht Club.
Dari segi analisis teknik, Bitcoin sedang berjuang untuk menolak penurunan di level support terdekatnya yang berada pada level US$ 18.973. Jika berhasil breakdown, maka penurunan selanjutnya ditargetkan ke level US$ 18.860.
“Sementara, altcoin yang menjadi primadona saat ini adalah Huobi Token (HT) yang reli lebih dari 20% dalam 24 jam terakhir,” ujar Afid.
Kenaikan harga didorong oleh kabar exchange, Houbi yang diisukan mengakuisisi Justin Sun sebagai penasihat untuk fokus membawa nilai lebih ke Huobi Token. Alhasil investor merespons untuk mulai mengakumulasi dana mereka ke token utilitas tersebut karena nilainya meningkat untuk hari ketiga berturut-turut.
Bank Indonesia terus mengembangkan Central Bank Digital Currency (CBDC) atau yang dikenal sebagai Rupiah Digital. BI melihat pengembangan CBDC harus memenuhi tiga aspek utama. Apa saja?
BI melihat pertumbuhan aset kripto dan CBDC memiliki potensi untuk mengembangkan inklusi dan efisiensi dalam sistem keuangan walaupun dengan berbagai risiko yang dikhawatirkan dapat mempengaruhi perekonomian.
Sebagian besar bank sentral di dunia terdorong untuk mengembangkan CBDC yang bertujuan mendukung mandat penguatan kebijakan moneter, tidak serta merta hanya menjaga stabilitas keuangan, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan ketahanan sistem pembayaran.
Tiga Isu Utama CBDC
Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan terdapat tiga isu utama dalam pengembangan CBDC. Pertama, bank sentral harus dapat menetapkan desain CBDC yang optimal dapat memenuhi tujuan kebijakan dan memitigasi risiko dan implementasinya.
“CBDC juga harus dapat berperan sebagai sovereign public goods yang mampu memenuhi kebutuhan publik dan sesuai dengan mandat dan tujuan bank sentral,” katanya dalam siaran pers dikutip Kamis (13/10).
Aspek kedua, CBDC yang dirancang dengan baik, khususnya CBDC ritel dapat lebih mendukung dalam mengatasi hambatan inklusi keuangan, termasuk dengan menyediakan kemampuan offline, transaksi berbiaya rendah, dan portabilitas data. Namun demikian, inklusi keuangan harus segera dicapai dan tidak harus menunggu atau hanya mengandalkan CBDC.
Aspek ketiga, CBDC harus memiliki interkoneksi, interoperabilitas dan integrasi (3i) dengan infrastruktur pasar keuangan dan sistem pembayaran serta memiliki potensi untuk memperkuat pembayaran lintas negara dengan mengurangi friksi melalui pengaturan teknis di sisi kompatibilitas, antarmuka, dan platform teknologi.
Kepentingan Publik
Desain CBDC yang tepat dapat mendorong pengembangan dan penguatan sistem pembayaran domestik dan pembayaran lintas negara. Seperti yang telah diketahui, penelitian CBDC telah dilakukan berbagai bank sentral guna menakar teknologi, desain teknis, serta dampaknya terhadap stabilitas makroekonomi dan keuangan.
Ilustrasi aset kripto dan uang rupiah. Foto: Shutterstock.
Agar bermanfaat bagi kepentingan publik secara luas, CBDC sendiri perlu dikembangkan dengan mempertimbangkan keterkaitan dengan setiap kebijakan, pilihan teknologi, serta dampaknya terhadap perekonomian.
Bank Indonesia juga bersiap mengeluarkan White Paper pengembangan CBDC di akhir tahun 2022. White Paper pengembangan digital rupiah berisi laporan mengenai latar belakang dan rencana pengembangan CBDC. Penerbitan White Paper ini merupakan sebuah bentuk komunikasi kepada publik terkait rencana pengembangan rupiah digital serta untuk mendapatkan masukan dari berbagai pihak.
Performa market kripto tengah pekan ini, tampak bervariatif. Sejumlah kripto big cap terpantau masuk zona hijau, namun rentan untuk kembali anjlok. Apa yang menyebabkan gerak anomali kali ini?
Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (12/10) pukul 13.00 WIB, dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap terjebak di zona hijau dalam 24 jam terakhir. Seperti, nilai Bitcoin (BTC) melonjak 0,33% ke US$ 19.157 per keping, tapi turun 5,18% selama seminggu terakhir.
Sementara, Ethereum (ETH) ikut naik tipis 0,50% ke US$ 1.291 di waktu yang sama dan minus 4,31% sepekan terakhir. Altcoin lainnya, Solana (SOL) dan Dogecoin (DOGE) turun tipi, walaupun masih di bawah 1% di waktu yang sama.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto saat ini sedang bergerak fluktuatif dengan kenaikan tipis. Ini disebabkan lantaran investor khawatir dengan pandangan hawkish terbaru The Fed melalui risalah rapat (minutes of meeting) bulan September lalu yang akan rilis pada Rabu (12/10).
“Selain itu, investor juga menanti CPI atau data inflasi AS yang akan rilis sehari setelahnya. Sebab, kedua data itu bisa memberikan sinyal terkait kebijakan moneter yang akan ditempuh The Fed ke depan. Kabarnya mereka harus mengimplementasikan kebijakan yang lebih restriktif demi mengarahkan inflasi AS ke angka 2%,” kata Afid.
Investor yakin bahwa The Fed tetap akan mengerek suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin pada November mendatang terlepas dari tingkat inflasi yang membaik atau memburuk.
Pengaruh Data Inflasi AS
Consumer Price Index (CPI) atau indeks harga konsumen adalah indeks harga yang mengukur harga rata-rata dari barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga. CPI ini sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi di AS. Jika inflasi meningkat lebih lanjut, permintaan untuk aset kripto mungkin akan terkena dampak negatif.
Tingkat inflasi tahunan AS turun untuk dua bulan berturut-turut menjadi 8,3% pada Agustus 2022 atau terendah dalam 4 bulan terakhir. Pada pengumuman inflasi bulan lalu, Selasa 14 September 2022, Bitcoin (BTC) turun hingga US$ 1.000 ke bawah level US$ 22.000 hanya dalam waktu 3 menit. Indeks saham AS juga menghadapi penurunan yang sama.
“Tingkat inflasi yang tinggi dapat menyebabkan investor untuk berinvestasi lebih banyak dalam uang fiat, sehingga menjauh dari market. Sehingga, wajar saja jika investor memilih bersikap wait and see selama dua hari terakhir,” ucap Afid.
Menurut Afid, investor tak begitu mengkhawatirkan penguatan nilai Dolar AS pada saat ini. Namun, mereka lebih mengkhawatirkan potensi keperkasaan Dolar AS dalam beberapa hari ke depan, jika memang data inflasi AS dan laporan risalah rapat The Fed tidak sesuai harapan.
Data inflasi AS guncang pasar, Bitcoin dan Ethereum jatuh. Foto: Reuters.
Market juga tertekan dengan ekosistem kripto yang ssat ini tertimpa sejumlah kabar buruk. Mulai dari platform DeFi di jaringan Solana, Mango, dikabarkan mengalami peretasan dan mengakibatkan aset kripto senilai US$ 100 juta raib.
Di saat yang sama, The Securities and Exchange Commission (SEC) juga menolak pendaftaran produk Exchange-Traded Fund (ETF) berbasis Bitcoin yang diajukan WisdomTree.
Dari segi analisis, gerak Bitcoin sedang retest menuju harga US$ 19.268. Dan level support terdekat BTC berada di US$ 18.860, jika mengalami breakdown kembali koreksi atau turun. Saat ini bertambahnya volume perdagangan menjadi salah satu syarat untuk mendorong harga Bitcoin agar kembali naik dan mendapat sentimen positif dari pasar.
Di samping anaisis harga Bitcoin, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan kedua bulan Oktober ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.
Daftar 5 Aset Kripto Bullish
1. TerraClassicUSD (USTC)
Analisis teknikal TerraClassicUSD (USTC).
TerraClassicUSD (USTC) menjadi kripto pembuka dalam daftar aset kripto bullish pada pekan ini. Afid menjelaskan USTC melonjak sebagai respons terhadap proposal re-peg baru oleh pengembang inti LUNC.
Afid melihat ke depan, mengikuti proposal re-peg USTC oleh pengembang inti Terra Classic, Tobias Andersen AKA Zaradar, telah melihat kenaikan harga kripto tersebut sampai dua digit persentase.
Peringkat USTC di CoinMarketCap pada Rabu (12/10) pukul 13.00 WIB adalah #71, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 476.017.976. Jumlah koin yang beredar 9.811.558.649 koin USTC dan maksimal pasokan tidak diketahui.
Kripto DOGE diproyeksi akan meningkat nilainya akibat dorongan isu dari Elon Musk yang dikabarkan jadi membeli Twitter seharga US$ 44 miliar atau sekitar Rp 668 triliun.
Seperti yang diketahui hubungan antara Elon Musk dan Dogecoin saling terkait dan erat. Otomatis apa yang dilakukan Musk membuat harga Dogecoin seringkali terpengaruh.
Peringkat DOGE di CoinMarketCap pada Rabu (12/10) pukul 13.00 WIB adalah #10, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 8.019.744.577. Jumlah koin yang beredar 132.670.764.300 koin DOGE dan maksimal pasokan tidak diketahui.
3. Hedera (HBAR)
Analisis teknikal Hedera (HBAR).
Hedera (HBAR) mengalami kenaikan harga 8% dari $ 0,055 menjadi $0,637 dalam seminggu terakhir, berkat dorongan sosial dari komunitasnya. Menurut LunarCrush, HBAR memiliki lebih dari 200 juta social engagements, dengan 44.346 sebutan dan 418 kontributor aktif.
Di samping itu, perusahaan investasi Inggris, Abrdn, telah bergabung dengan Hedera Governing Council untuk meningkatkan pengelolaan dana menggunakan teknologi Hedera Hashgraph. Dua faktor ini yang mungkin bisa menggenjot harga HBAR.
Peringkat HBAR di CoinMarketCap pada Rabu (12/10) pukul 13.00 WIB adalah #37, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.471.011.142. Jumlah koin yang beredar 22.968.168.351 koin HBAR dan maksimal pasokan 50.000.000.000 koin HBAR.
Faktor yang bisa mendorong harga BNB meningkat adalah adanya jaringan BNB Smart Chain yang melakukan hard-fork setelah eksploitasi US$ 100 juta beberapa waktu lalu. Peningkatan ini dimaksudkan untuk memperbaiki eksploitasi agar nilai BNB kembali menguat.
Hard fork yang dijuluki Moran, akan berlangsung pada 12 Oktober 2022. Perubahan jaringan akan mencakup perbaikan kerentanan dalam pemeriksaan hash iavl dan memperkenalkan header blok dalam pemeriksaan urutan.
Peringkat BNB di CoinMarketCap pada Rabu (12/10) pukul 13.00 WIB adalah #5, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 43.960.136.326. Jumlah koin yang beredar 161.337.261 koin BNB dan maksimal pasokan 200.000.000 koin BNB.
5. Polygon (MATIC)
Analisis teknikal Polygon (MATIC).
Pendorong gerak harga Polygon (MATIC) salah satunya dampak dari kemitraan dengan merek besar seperti Meta dan Disney. Mereka juga merekrut eksekutif dari perusahaan seperti YouTube untuk menumbuhkan pengaruh mereka di sektor GameFi.
Namun, terlepas dari upaya dan kolaborasi yang konsisten dengan merek-merek besar, minat terhadap NFT Polygon terlihat mulai berkurang. Seperti yang dapat dilihat dari gambar di bawah, volume perdagangan NFT untuk Polygon turun jauh selama seminggu terakhir.
Peringkat MATIC di CoinMarketCap pada Rabu (12/10) pukul 13.00 WIB adalah #12, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 6.963.220.595. Jumlah koin yang beredar 8.734.317.475 koin MATIC dan maksimal pasokan 10.000.000.000 koin MATIC.
Daftar 5 Aset Kripto Bearish
1. ApeCoin (APE)
Analisis teknikal ApeCoin (APE).
Harga token ApeCoin (APE) kemungkinan akan mengalami bearish pada pekan ini. Faktor penurunan disebabkan oleh Komisi Sekuritas dan Pertukaran AS (SEC) sedang menyelidiki Yuga Labs, startup di balik proyek NFT Bored Ape Yacht Club (BAYC).
Harga ApeCoin terpantau turun hampir 8% dalam 24 jam terakhir menjadi US$ 4,70 per keping pada saat artikel ini ditulis menurut data CoinMarketCap. Harga tertinggi dalam periode yang sama sebesar US$ 5,16. Sedangkan volume perdagangan ApeCoin dalam 24 jam terakhir naik hingga 142%.
Peringkat APE di CoinMarketCap pada Rabu (12/10) pukul 13.00 WIB adalah #38, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.441.312.680. Jumlah koin yang beredar 306.875.000 koin APE dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin APE.
Kripto XRP berpotensi akan alami fase bearish pada pekan ini. Salah satu kripto big cap ini akan tertekan karena faktor CEO Ripple Brad Garlinghouse, mengatakan ‘pertarungan’ yang berlarut-larut antara Ripple dan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) hampir berakhir, tetapi masih bisa memakan waktu berbulan-bulan.
Token asli XRP masih tertekan selama sebulan terakhir berkat meningkatnya spekulasi tentang penyelesaian yang sukses untuk kasus ini sebelum akhir tahun. Ripple akan mempertimbangkan penyelesaian dengan SEC asalkan XRP tidak diklasifikasikan sebagai security.
Peringkat XRP di CoinMarketCap pada Rabu (12/10) pukul 13.00 WIB adalah #6, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 24.472.439.639. Jumlah koin yang beredar 49.964.184.162 koin XRP dan maksimal pasokan 100.000.000.000 koin XRP.
3. Mdex (MDX)
Analisis teknikal Mdex (MDX).
Mdex (MDX) telah mendapat peringkat yang sangat bullish pada pekan lalu. Pekan ini diproyeksikan akan memasuki fase bearish akibat investor yang mulai jenuh atau overbought.
Peringkat MDX di CoinMarketCap pada Rabu (12/10) pukul 13.00 WIB adalah #286, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 71.226.759. Jumlah koin yang beredar 923.825.386 koin MDX dan maksimal pasokan tidak tersedia.
4. Solana (SOL)
Analisis teknikal Solana (SOL).
Kripto SOL masih akan terpengaruh oleh kabar platform DeFi Berbasis Solana, Mango telah diretas dan mengalami kehilangan US$ 100 Juta. Mango Markets telah menjadi korban peretasan dalam eksploitasi terbaru.
Sesuai perincian yang diberikan oleh situs web audit blockchain, OtterSec, penyerang berhasil mendapatkan sejumlah besar pinjaman dari Mango Treasury dengan memanipulasi agunan protokol DeFi. Hal ini mengakibatkan kerugian besar-besaran dana dari Mango Treasury.
Peringkat SOL di CoinMarketCap pada Rabu (12/10) pukul 13.00 WIB adalah #9, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 11.174.269.748. Jumlah koin yang beredar 357.458.481 koin SOL dan maksimal pasokan tidak tersedia.
5. Numeraire (NMR)
Analisis teknikal Numeraire (NMR).
Selama lima hari terakhir, Numeraire telah mendapatkan peringkat Sangat Bullish. Volume dan pergerakan harga NMR juga mengalami peningkatan.
Kinerja kripto NMR baru-baru ini telah membentuk pola reverse cup and handle. Ini dapat berguna baik bagi investor jangka pendek yang ingin mengakumulasikan portofolionya karena kemungkinan ada penurunan harga.
Peringkat NMR di CoinMarketCap pada Rabu (12/10) pukul 13.00 WIB adalah #199, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 89.975.650. Jumlah koin yang beredar 5.888.504 koin NMR dan maksimal pasokan 11.000.000 koin NMR.
Disclaimer
Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.
CEO Meta, Mark Zuckerberg telah mengenalkan headset VR baru, Quest Pro, di sebuah acara online yang diadakan untuk para pengembang. Perangkat ini akan menjadi salah satu gerbang untuk masuk ke dunia metaverser di masa depan.
Bos Meta Inc. itu menyebutkan perangkat Quest Pro VR akan dibanderol harga US$ 1.499 (Rp 23 juta). Harga Quest Pro naik hampir empat kali lipat dari perangkat Meta saat ini, Quest 2, yang dimulai dari US$ 399 (Rp 6 juta).
Perangkat baru ini menawarkan lensa yang lebih tipis, baterai melengkung di sekitar tali kepala di bagian belakang, dan pengontrol yang dapat melacak sendiri.
CEO Meta, Mark Zuckerberg telah mengenalkan headset VR baru, Quest Pro. Foto: Meta Inc.
Quest Pro juga memungkinkan pengguna untuk melihat lingkungan nyata mereka di sekitar pinggiran layar. Headset ini memiliki kemampuan realitas campuran, tidak seperti pendahulunya – yang berarti konten digital dapat dilihat di dunia nyata.
Bos Meta, Mark Zuckerberg mengatakan realitas campuran adalah “langkah besar berikutnya untuk VR”. ia telah menggembar-gemborkan Quest Pro sebagai fitur penting dalam penciptaan metaverse, yang mengacu pada dunia digital yang dapat diakses orang melalui headset VR dan AR.
Perusahaan Meta, sebelumnya dikenal sebagai Facebook, mempertaruhkan masa depannya pada penciptaan metaverse – dunia virtual di mana orang dapat melakukan kehidupan sehari-hari mereka, dalam bentuk avatar, dan menjelajahi ruang virtual fantasi.
Banyak perusahaan teknologi sedang membangun metaverse mereka sendiri, tetapi mungkin perlu beberapa tahun sebelum ada.
CEO Meta, Mark Zuckerberg telah mengenalkan headset VR baru, Quest Pro. Foto: Meta Inc.
Meta menjalin kerja sama dengan Microsoft untuk mengembangkan platform VR dan metaverse di masa depan. CEO Microsoft, Satya Nadella, juga muncul selama acara online dan membahas kemitraan dengan Meta yang dimaksudkan untuk membawa beberapa aplikasi kolaborasi kerja perusahaannya ke perangkat Quest VR.
Beberapa aplikasi Microsoft yang dapat diakses orang dengan perangkat Quest termasuk aplikasi obrolan tim, rangkaian software Microsoft 365, dan layanan Xbox cloud gaming.
“Anda akan dapat memainkan game 2D dengan pengontrol Xbox yang diproyeksikan pada layar besar di Quest,” kata Nadella. “Ini hari-hari awal, tapi kami bersemangat untuk apa yang akan datang.”
Menabung kripto kini menjadi salah satu jawaban tepat untuk memulai investasi dan sadar finansial. Aset kripto menawarkan keuntungan jangka panjang yang bisa digunakan untuk target keuangan di masa depan,
Tidak sedikit yang berpikiran bahwa menabung kripto hanya bisa dilakukan oleh orang yang sudah melek finansial dan memiliki dana cukup besar. Namun, anggapan tersebut ternyata salah, karena saat ini menabung kripto menawarkan kemudahan untuk siapa saja dengan dana yang terjangkau.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menabung Kripto
1. Pahami Aset Kripto
Sebelum memulai dan yakin untuk melakukan menabung kripto, pahami dulu aset tersebut. Kripto merupakan aset digital yang di Indonesia diakui resmi sebagai komoditas yang teregulasi oleh Bappepti Kementerian Perdagangan.
Ada banyak ribuan aset kripto yang diperdagangkan di dunia ini. Hanya 383 jenis aset kripto yang diperdagangkan dengan 10 jenis aset di antaranya merupakan project aset kripto lokal dari Indonesia.
Untuk memulai harus cari aset yang memiliki nilai fundamental dan kegunaan yang cukup jelas, seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH). Secara umum, dua kripto itu memiliki utilitas yang jelas dan market cap yang cukup besar, sehingga cocok sebagai aset pelindung inflasi atau kekayaan.
2. Strategi Menabung Kripto
Seperti halnya menabung uang di bank dan saham, kripto juga perlu strategi khusus untuk menguntungkan. Strategi itu bisa diturunkan dari profil risiko individu dalam hal finansial.
Jika berniat menabung untuk investasi jangka panjang dan fokus pada pertumbuhan jumlah portofolio, maka aset kripto bisa menjadi pilihan yang baik. Namun, kalau ingin cepat mendapatkan untung, mungkin ada baiknya pertimbangkan ulang untuk menabung aset kripto. Tapi, tidak ada salahnya cara itu sebagai strategi dalam diversifikasi portofolio.
Saat ini mungkin nasabah bisa melakukan konsep nabung kripto dengan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) dan buy the dip. Namun, sekali lagi perhatikan dulu fundamentalnya apakah kripto yang dibeli akan mengalami kenaikan jangka panjang.
Strategi DCA adalah di mana membeli sejumlah aset kripto tanpa melihat kondisi pasar apakah mengalami koreksi bearish atau bullish. Kuncinya adalah konsisten untuk melakukan DCA dan tetap melakukan riset.
3.Kelola Risiko
Tidak seperti tabungan uang fiat biasa, kripto memiliki risiko yang sama dengan reksa dana ataupun saham, yaitu harga aset turun. Untuk menangani hal tersebut ada tiga hal yang perlu dilakukan yaitu analisa aset, analisa market dan menentukan stop loss.
Analisa aset
Pahami aset kripto apa yang kita beli, lakukan DYOR (Do Your Own Research). Perlu analisa potensi pertumbuhan aset dan tantangan dalam pertumbuhannya.
Analisa market
Kondisi pasar pastinya mempengaruhi harga suatu aset. Maka dari itu, perlu mempelajari bagaimana suatu peristiwa di pasar akan mempengaruhi harga aset kripto.
Tentukan stop loss
Stop Loss bisa didefinisikan sebagai suatu batasan untuk membatasi kerugian yang akan seorang trader atau investor terima. Dalam hal ini berarti saat harga aset bergerak tidak sesuai dengan harapan, lalu menyentuh batasan tersebut (Stop Loss), maka otomatis ia lakukan akan berhenti.
Bagaimana cara menentukan stop loss? Biasanya orang menentukan perbandingan 1:3, untuk setiap 1 risiko yang didapat, bisa menghasilkan 3 return. Dari perhitungan ini akan mendapat harga stop loss. Dengan begitu kita bisa mengatur risiko yang dapat kita hadapi.
Sebelum memutuskan menabung kripto, sebaiknya pilih platform exchange yang tepat. Sudah seharusnya, memilih platform exchange yang teregulasi resmi oleh Bappebti dan Kominfo. Hal ini penting dan bahkan wajib dilakukan demi memastikan keamanan dari aset kripto yang nanti akan dibeli.
Nasabah juga bisa memilih platform exchange yang memberikan memulai menabung dengan dana terjangkau. Seperti Tokocrypto yang bisa memulai menabung kripto dengan uang Rp 50.000.
Untuk menjaga keamanan dan kerahasiaan data, Tokocrypto menunjukkan komitmennya berperan aktif menjadi pionir dalam menumbuhkan kenyamanan dan kepercayaan pengguna dengan mengantongi sertifikat ISO 27017.
Ini merupakan standar guna membuat layanan berbasis cloud yang lebih aman dan mengurangi resiko terkait masalah keamanan. Sebelumnya, Tokocrypto juga telah berhasil meraih ISO 27001.
Google akan mulai mengizinkan sebagian pelanggannya untuk membayar layanan cloud dengan aset kripto awal tahun 2023. Selain itu, Google mengatakan akan mengeksplorasi penggunaan Coinbase Prime, layanan untuk menyimpan dan memperdagangkan kripto.
Dikutip CNBC, Google resmi menjalin kemitraan dengan Coinbase untuk saling memanfaatkan layanan keduanya. Salah satu hasil kerja sama itu, Coinbase akan memindahkan beberapa aplikasinya ke Google Cloud dari Amazon Web Services.
Kesepakatan tersebut diumumkan pada konferensi Google Cloud Next. Bisnis cloud membantu mendiversifikasi Alphabet, induk Google dari periklanan, dan sekarang menyumbang 9% dari pendapatan, naik dari kurang dari 6% tiga tahun lalu, karena berkembang lebih cepat secara keseluruhan.
Google jauh lebih unggul dibanding pesaing utamanya di layanan cloud yang saat ini tidak mengizinkan klien untuk membayar dengan aset kripto. Layanan infrastruktur Platform Google Cloud pada awalnya akan menerima pembayaran kripto dari segelintir pelanggan di dunia Web3, berkat integrasi dengan layanan Coinbase Commerce
Amit Zavery, Vice President and General Manager and Head of Platform at Google Cloud, mengatakan Web3 adalah kata kunci yang muncul untuk layanan internet terdesentralisasi dan terdistribusi yang tidak dapat dikendalikan oleh perusahaan internet besar seperti Facebook atau Google.
Seiring waktu, Google akan memungkinkan lebih banyak pelanggan untuk melakukan pembayaran dengan kripto, kata Zavery. Coinbase Commerce mendukung 10 aset kripto, termasuk Bitcoin, Bitcoin Cash, Dogecoin, Ethereum, dan Litecoin. Harga Bitcoin, Dogecoin, dan Ethereum.
CEO Google Cloud, Thomas Kurian. Foto: Michael Short | Bloomberg | Getty Images.
Google juga mengeksplorasi bagaimana ia dapat menggunakan Coinbase Prime, layanan yang menyimpan kripto untuk institusi dengan aman dan memungkinkan mereka untuk melakukan perdagangan.
Zavery mengatakan Google akan bereksperimen dan “melihat bagaimana kami dapat berpartisipasi” dengan mengelola aset kripto. Google sebelumnya telah mengindikasikan pada bulan Mei, bahwa mereka sedang menjajaki kemungkinan menambahkan dukungan untuk pembayaran dengan kripto.
Teknologi Blockchain seperti NFT telah menjadi fokus yang lebih besar untuk divisi Google Cloud. Sebelumnya, kepala Google Cloud, Thomas Kurian, telah mendorong pertumbuhan di industri besar seperti media dan ritel. Tahun ini mengumumkan pembentukan tim untuk menghidupkan bisnis blockchain dan membangun alat yang dapat digunakan oleh pengembang pihak ketiga untuk menjalankan aplikasi blockchain.
Logan Paul, bintang YouTube asal Amerika Serikat sudah terjun di dunia NFT sekitar tahun 2021. Ia memang dikenal sering menghambur-hamburkan uangnya untuk sesuatu hal yang unik, termasuk NFT.
Dikutip Sportskeeda, pada bulan Agustus 2021, Paul menginvestasikan lebih dari US$ 620.000 atau sekitar Rp 9,5 miliar untuk membeli Bumblebee NFT milik seniman Azuki. NFT Azuki itu tetap menjadi pembelian termahalnya hingga saat ini.
Namun, sayangnya sekarang NFT tersebut harganya anjlok hingga 99%, kini dibanderol US$ 10 atau sekitar Rp 153.000 membuat akuisisinya agak tidak berharga. Logan sendiri telah menghabiskan lebih dari US$ 2 juta untuk NFT selama setahun terakhir ini.
Koleksi NFT Azuki dianggap sebagai salah satu koleksi NFT paling “berharga” di pasar karena kreativitas dan produksinya yang padat karya. Namun, karena jatuhnya market aset kripto, pembelian Logan mengalami penurunan nilai yang drastis.
Untuk memahami alasan utama di balik kegagalan usaha Logan Paul untuk meningkatkan nilai investasi NFT-nya, kita harus mengenal istilah ‘Crypto Winter.’ Istilah ini digunakan untuk menggambarkan suatu periode di pasar di mana harga aset berada pada titik terendah sepanjang masa untuk jangka waktu yang lama.
Crypto winter telah berdampak pada sejumlah NFT, dengan banyak akuisisi digital sekarang kehilangan lebih dari dua pertiga dari harga awal mereka dalam beberapa bulan terakhir. Logan Paul adalah salah satu dari banyak investor malang yang mengalami kerugian besar karena jatuhnya pasar.
Yang cukup menarik, Azuki NFT bukan satu-satunya kerugian yang dialami Logan. Pada Agustus 2021, pemain berusia 27 tahun itu juga mengungkapkan bahwa dia telah membeli Genesis Rocks #65 dan #68 dengan total gabungan US$ 155.000 atau sekitar Rp 2,3 miliar. Yang pertama dihargai hanya US$ 25 atau Rp 300.000.
Harga Bitcoin pada hari Selasa (11/10) jatuh ke level terendah dalam lebih dari seminggu, karena investor terus mencerna data ketenagakerjaan AS yang dirilis menguat kuat pada hari Jumat (7/10) lalu. Hal itu mendorong aset berisiko termasuk aset kripto bahkan lebih dalam ke zona merah.
Kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar turun sekitar 1,3% menjadi US$ 19.213.00, menurut Coin Metrics. Sebelumnya pada hari itu jatuh serendah US$ 19.116,43. ETH turun sekitar 1%, menjadi US$ 1,307.58, setelah jatuh ke level US$ 1.297.07.
“Hari ini tampaknya ada beberapa kegelisahan dan kecemasan di semua pasar saat kami mendekati rilis CPI Kamis,” kata Riyad Carey, analis riset di Kaiko.
“Bitcoin bergerak erat dengan ekuitas dan saya berharap itu akan berlanjut karena belum ada banyak katalis khusus kripto dalam beberapa pekan terakhir. Saya juga memperkirakan volatilitas yang signifikan pada hari Kamis, dengan pergerakan naik atau turun tergantung pada angka inflasi.”
Pada hari Kamis (13/10), Biro Statistik Tenaga Kerja AS akan merilis indeks harga konsumen (Consumer Price Index/CPI) September. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan IHK utama menunjukkan kenaikan bulanan 0,3% dan kenaikan tahunan 8,1%. Investor mengamati pembaruan ini dengan cermat untuk petunjuk tentang langkah The Fed selanjutnya dalam perjuangannya untuk menurunkan inflasi.
“Kami percaya ada narasi yang membangun bahwa bank sentral mulai membuat kesalahan kebijakan,” James Butterfill, kepala penelitian di CoinShares, mengatakan kepada CNBC, mengutip intervensi Bank of England, kekhawatiran tentang dot plot Fed dan kenaikan suku bunga yang malu-malu.
“Beberapa klien kami telah menyatakan bahwa mereka tidak ingin membeli bitcoin sekarang, tetapi segera setelah Fed berputar, mereka akan menambah posisi,” tambahnya.
“Poin data utama yang harus diwaspadai minggu ini adalah data CPI yang kalah/tidak pada hari Rabu dan risalah FOMC, bau dovish kemungkinan akan mendukung aset kripto.”
Terlepas dari kecemasan yang menyelimuti investor, volatilitas kripto tidak seperti biasanya dalam beberapa minggu terakhir, meskipun korelasinya dengan saham tetap positif.
Harga Bitcoin berakhir hari Minggu di level US$ 19.000 untuk hari Minggu keempat berturut-turut, menurut Kaiko. Rezim volatilitas tinggi yang telah dialami pasar crypto sejak kehancuran besar pada bulan Juni dapat segera berakhir, berdasarkan pengembalian per jam, penyedia data mengatakan dalam sebuah catatan penelitian Senin.
Pengembalian Bitcoin dan ETH per jam melonjak 3% hingga 5% selama krisis kredit kripto tetapi sejak itu kembali menjadi sekitar 1% hingga 2%, kata catatan itu.
Tim pengembang blockchain Terra Classic (LUNC) sepertinya bekerja tanpa lelah dan membuat keputusan yang akan mempercepat pemulihan jaringan yang rusak. Kabar terbaru mereka akan melakukan upgrade jaringan di akhir tahun 2022 ini.
Dalam sebuah tweet pada hari Jumat (7/10), pengembang LUNC dengan username Raider mengungkapkan bahwa peningkatan Terra Classic v23 akan membuat jaringan sepenuhnya dapat dioperasikan dengan rantai Cosmos lainnya karena berisi peningkatan CosmWasm.
CosmWasm adalah perpustakaan yang berisi kode standar untuk membangun kontrak. Versi baru Terra Classic, akan menjanjikan untuk membawa manfaat besar ke jaringan.
“Hanya setelah rilis TR v23 yang berisi peningkatan CosmWasm, Terra Classic akan sepenuhnya dapat dioperasikan dengan blockchain berbasis Cosmos lainnya,” tulis Raider.
Perlu disebutkan bahwa detail peningkatan TR v23 pertama kali bocor pada bulan Agustus lalu, menunjukkan kerangka kasar tentang apa yang akan dicakup oleh peningkatan, ditulis oleh tim pengembangan inti yang terdiri dari Edward Kim dan Tobias Andersen, AKA Zaradar.
Dikutip The Crypto Basic, pembaruan ini dibuat oleh tim pengembangan inti yang terdiri dari Edward Kim dan Tobias Andersen. Diperkirakan akan diluncurkan pada Desember 2022.
Seperti diketahui blockchain Terra Classic awalnya dibangun di atas blockchain Cosmos, sebelum Inter Blockchain Communication (IBC), yang memungkinkan rantai Cosmos untuk berinteraksi, dinonaktifkan selama runtuhnya blockchain Terra untuk mencegah kerugian lebih lanjut.
Namun, pekerjaan sedang berlangsung oleh Terra Rebels untuk mengaktifkan kembali protokol IBC. Menurut pengembang inti LUNC, Edward Kim, ini akan membuka pintu bagi proyek baru untuk dibangun di jaringan Terra Classic.
Perlu dicatat bahwa pemutakhiran v22 yang diluncurkan pada akhir Agustus memperkenalkan kembali staking dan menghasilkan peningkatan kapitalisasi pasar sebesar US$ 1 miliar dan desas-desus seputar proposal burn.
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kemendag merilis angka terbaru terkait jumlah investor dan volume transaksi perdagangan aset kripto di Indonesia. Hasilnya sejak awal tahun 2022 ini, terjadi penurunan yang cukup signifikan.
Dalam data terbaru yang dirilis, pada 2021, total nilai transaksi perdagangan aset kripto mencapai Rp 859,5 triliun. Sedangkan, total nilai transaksi pada Januari—Agustus 2022 tercatat sebesar Rp 249,3 triliun atau turun 56,35 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
Sementara dari sisi jumlah investor, per Agustus 2022 terdapat 16,1 juta pelanggan dengan rata-rata kenaikan jumlah pelanggan terdaftar sebesar 725 ribu pelanggan per bulan. Artinya jumlah investor kripto di Indonesia terus mengalami pertumbuhan.
Ketua Umum ASPAKRINDO, Teguh Kurniawan Harmanda di acara Web3 Community Event, pada Jumat 26 Agustus 2022. Foto: Tokocrypto.
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda, melihat penurunan volume transaksi kripto di Indonesia merupakan efek domino dari apa yang terjadi di global. Market kripto global tengah dihantam oleh situasi makroekonomi yang kurang baik sepanjang tahun ini.
“Guncangan sistem keuangan global bisa memberikan efek cukup besar bagi pasar kripto. Guncangan tersebut adalah situasi makroekonomi yang goyah akibat resesi dan geopolitik yang memanas. Hal ini bisa membuat situasi crypto winter bisa terjadi,” kata pria yang akrab disapa Manda.
Guncangan Ekonomi Global
Menurutnya, market kripto yang lesu juga didorong oleh kebijakan moneter AS, yang membuat investor kurang bergairah. Seperti diketahui, menurut Statista, AS memiliki volume perdagangan Bitcoin terbanyak di bursa.
Pengetatan kebijakan The Fed menaikkan suku bunga acuannya guna menekan inflasi bisa mengancam market kripto. Kenaikan suku bunga akhirnya menyebabkan harga komoditas yang lebih tinggi dan daya beli melemah, investor akan menjauhi market.
“Kenaikan harga kebutuhan pokok membuat investor untuk wait and see. Ini yang mulai terasa di Indonesia, investor memilih menunggu momen yang tepat untuk masuk kembali ke market kripto, di saat situasi makroekonomi sudah stabil,” jelasnya.