Author: 20

  • Analisa Pasar: Oktober Bisa Jadi Bulan yang Baik Market Kripto?

    Performa aset kripto masih terlihat kuat di awal pekan, Senin (10/10). Mayoritas aset kripto berada di zona hijau, meski Pergerakan harga Bitcoin beberapa hari terakhir dinilai lebih stabil dengan volatilitas yang lebih rendah.

    Secara keseluruhan sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap masih berada di zona hijau, pada perdagangan Senin (10/10) pukul 09.00 WIB. Misalnya saja, dari pantauan CoinMarketCap, nilai Bitcoin berada di harga US$ 19.485 atau naik 0,49% dalam 24 jam terakhir.

    Altcoin lainnya juga mengalami hal yang sama. Nilai Ethereum (ETH) ikut naik 1,23% ke US$ 1.326 sehari terakhir. Solana (SOL), Dogecoin (DOGE), dan XRP bahkan naik lebih dari 2%.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan Secara keseluruhan, market kripto masih tertekan akibat perilisan data tenaga kerja AS pada akhir pekan lalu. Biro Statistik Ketenagakerjaan AS yang menyatakan sebanyak 263.000 tenaga kerja baru berhasil terserap di dunia usaha AS sepanjang September lalu. Angka tersebut lebih tinggi dari ekspektasi analis yakni 250.000 tenaga kerja.

    Selain itu, tingkat pengangguran AS pun turun ke level 3,5% di bulan yang sama. Data-data tersebut memberi sinyal bahwa ekonomi AS masih ‘baik-baik saja,’ sehingga The Fed diproyeksikan akan terus mengenjot suku bunga acuannya demi meredam inflasi.

    Ilustrasi Rekt Capital.
    Ilustrasi market aset.

    Baca juga: Robert Kiyosaki: Peluang Beli Bitcoin saat Ekonomi AS Anjlok

    Gerak Kripto Sideways

    Menyadari kemungkinan tersebut, investor mulai sedikit mengerem akumulasi aset. Kabar baiknya, di awal pekan ini, ternyata indeks dolar AS kembali anjlok di level 112.67 atau -0.11% sehari sebelumnya. Ini yang membuat investor sedikit kembali kembali bergairah ke market

    “Tapi overall market pergerakannya masih sideways. Ini mengindikasikan bahwa investor masih bimbang dalam mengambil keputusan di pasar kripto,” kata Afid.

    Lebih lanjut, sikap investor saat ini sepertinya lebih melirik altcoin, sambil menunggu konsolidasi harga Bitcoin usai. Terlihat kinerja harga altcoin saat ini relatif lebih baik dari BTC, jika diukur dari persentase penguatannya. Bitcoin Dominance juga masih di bawah 40%.

    Nasib Kripto di Oktober

    Banyak investor yang masih berharap fenomena ‘Uptober’ atau ‘Octobull’ bisa kembali terulang kembali di bulan Oktober 2022 ini. Biasanya menurut siklus Oktober menjadi bulan yang baik untuk market kripto secara keseluruhan.

    Menurut Bitcoin Monthly Retuns, harga BTC selalu naik di bulan Oktober dalam kurung waktu tiga tahun terakhir (2019-2021). Tertinggi nilai BTC sempat melonjak 39,93% pada tahun lalu dan itu mendorongnya untuk mencapai all-time high (ATH) pada November 2021 lalu.

    Grafik Bitcoin Monthly Returns.
    Grafik Bitcoin Monthly Returns.

    Baca juga: Prediksi Harga Kripto Algorand (ALGO), Bisa ATH di Tahun 2030?

    “Investor harus lihat secara sadar fenomena tersebut mungkin akan sulit terulang. Tidak hanya kripto, pasar saham secara global pun lagi lesu dan masih dalam tekanan. Kripto masih dipercaya sebagai shadow market-nya pasar saham global, jadi akan ada pengaruh yang besar terkait guncangan ekonomi di saat banyak negara yang alami resesi,” kata Afid.

    Kekhawatiran makroekonomi seputar inflasi, iklim geopolitik, dan kebijakan moneter telah membuat harga BTC turun sehingga mempengaruhi pasar yang lebih luas juga. 

    Dari analisis jangka pendek, pergerakan harga Bitcoin bisa kembali downtrend. Jika valid breakdown, kemungkinan target penurunan berada pada level US$ 18.920 yang merupakan harga terendah pada candle harian 2 Oktober.

    Level resistance pada level US$ 20.576 masih menjadi target naik terdekat Bitcoin. Harga tertinggi pada 12 September di level US$ 22.488 menjadi target naik selanjutnya, apabila pergerakan harga Bitcoin berhasil breakout resistance terdekatnya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Robert Kiyosaki: Peluang Beli Bitcoin saat Ekonomi AS Anjlok

    Robert Kiyosaki, pengusaha dan penulis buku “Rich Dad Poor Dad,” kembali menyuarakan pendapatnya terkait keuntungan aset kripto. Ia memprediksi kripto, terutama Bitcoin (BTC) masih memiliki peluang tinggi di masa depan.

    Kiyosaki menyebut BTC, perak, dan emas memasuki peluang beli di tengah penguatan dolar Amerika Serikat dan kenaikan suku bunga yang berkelanjutan. Ekonomi AS yang anjlok membuat market kripto lesu dan sejumlah kripto mendapatkan ‘harga diskon.’

    Melalui media sosialnya, pria berkacamata itu mencatat harga tiga komoditas BTC, perak, dan emas yang terkadang disebut sebagai aset “safe haven,” akan terus turun seiring penguatan dolar Amerika Serikat. Ini membuktikan nilainya setelah “FED pivot” dan menurunkan suku bunga.

    Baca juga: Investor Aset Kripto di Indonesia Tembus 16,1 Juta Pelanggan

    “Jika Fed terus menaikkan suku bunga US$ akan semakin kuat menyebabkan harga emas, perak & Bitcoin turun. Beli lebih banyak. Ketika FED berputar dan menurunkan suku bunga seperti yang baru saja dilakukan Inggris, Anda akan tersenyum sementara yang lain menangis. Hati hati,” tulis Kiyosaki dalam tweet-nya.

    Dukung Bitcoin

    Pada tahun 2020, Kiyosaki telah menjadi pendukung aset kripto yang secara langsung oleh The Fed, setelah pernah memperingatkan investor untuk memilih Bitcoin, setelah episode pencetakan uang massal langsung oleh Fed sebagai tanggapan terhadap pandemi COVID-19.

    Menariknya, Kiyosaki menyukai Bitcoin meskipun tidak percaya ada nilainya, katanya dalam wawancara baru-baru ini di Rich Dad. Dalam sebuah surat bulan September lalu kepada pelanggannya yang dikirim melalui pos, Kiyosaki menekankan perlunya berinvestasi dalam aset digital sekarang untuk mendapatkan hasil yang luar biasa dalam jangka panjang.

    Baca juga: Prediksi Harga Kripto Algorand (ALGO), Bisa ATH di Tahun 2030?





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pemerintah Indonesia Kantongi Rp 126,75 Miliar dari Pajak Kripto

    Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan telah berhasil mengantongi penerimaan negara dari pajak kripto sebesar Rp 126,7 miliar per Agustus 2022. Kebijakan pajak kripto sendiri mulai diterapkan sejak 1 Mei lalu.

    Menteri Keuangan, Sri Mulyani, menjelaskan kementeriannya telah menerapkan kebijakan pajak kripto sejak empat bulan lalu atau Mei 2022. Kebijakan tersebut diharapkan bisa memberi efek positif terhadap penerimaan negara dan optimalisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

    “Pajak atas komoditas kripto ini berlaku pada 1 Mei 2022, yang mulai dibayarkan dan dilaporkan pada Juni 2022,” Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KiTa September 2022, Senin (27/9) dikutip Antara.

    Ilustrasi aset kripto
    Ilustrasi aset kripto

    Baca juga: Riset: Pajak Kripto di Indonesia Salah Satu yang Terendah di Dunia

    Rincian Pajak Kripto

    Lebih lanjut Sri Mulyani merinci, pajak kripto tersebut terdiri dari Pajak Penghasilan (PPh) pasal 22 atas transaksi aset kripto melalui Penyelenggara Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PPMSE) dalam negeri dan penyetoran sendiri senilai Rp 60,76 miliar.

    Kemudian, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dalam negeri atas pemungutan oleh non bendaharawan Rp 65,99 miliar. Angka tersebut alami kenaikan sejak pelaporan bulan Juni lalu, nilai PPh 22 atas transaksi aset kripto sebesar Rp 23,08 miliar. Sementara itu, untuk PPN mencapai Rp 25,11 miliar.

    Ketentuan pungutan pajak atas transaksi aset kripto, baik PPh maupun PPN, tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 68/2022 tentang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penghasilan atas Transaksi Perdagangan Aset Kripto.

    Ilustrasi aset kripto di Indonesia.
    Ilustrasi aset kripto di Indonesia.

    Baca juga: Tokocrypto Setor Pajak Transaksi Kripto Pengguna Puluhan Miliar Rupiah

    Tarif Pajak Kripto

    Ketentuan PPh yang dipungut atas transaksi aset kripto adalah PPh Pasal 22 yang bersifat final. Bila perdagangan aset kripto dilakukan melalui platform yang terdaftar Bappebti, PPh Pasal 22 final yang dikenakan sebesar 0,1%.

    Sementara, apabila perdagangan dilakukan melalui platform yang tidak terdaftar di Bappebti, tarif PPh Pasal 22 final yang berlaku atas transaksi tersebut adalah sebesar 0,2%.

    Sedangkan untuk pengenaan PPN, penyerahan aset kripto melalui platform yang terdaftar Bappebti dikenai PPN sebesar 1% dari tarif umum atau sebesar 0,11%.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jepang Serius Investasi dalam Metaverse dan NFT

    Jepang menjadi salah satu negara yang bakal fokus dalam mengembangkan metaverse, NFT dan layanan web3 di masa mendatang. Hal ini diketahui dari pengumuman resmi yang disampaikan oleh Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida.

    Kishida mengumumkan rencana untuk memperluas investasi ke metaverse dan NFT selama pidato kebijakan publik yang disampaikan sebelum acara Japan’s National Diet pada Senin (3/10).

    Rangkul Masa Depan Web3

    Pemerintah Jepang akan melanjutkan fokusnya untuk mendukung penggunaan teknologi digital di masyarakat dan mempromosikan inisiatif untuk memperluas implementasi layanan Web3 yang didukung oleh teknologi Metaverse dan NFT.

    Jepang serius investasi dalam Metaverse dan NFT.
    Jepang serius investasi dalam Metaverse dan NFT.

    Baca juga: Isyana Sarasvati Rilis Koleksi Mystery NFT, Ini Tampilannya

    Kishida juga menekankan bahwa investasi pemerintah dalam transformasi digital negara itu sudah mencakup penerbitan NFT kepada otoritas lokal menggunakan teknologi digital untuk menyelesaikan masalah yurisdiksi.

    Pada bulan Juli, pemerintahan Kishida dan Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang meluncurkan Kantor Promosi Kebijakan Web3 untuk mengintegrasikan departemen terkait Web3 di dalam kementerian. Tim mengumpulkan data dari bisnis dari semua lapisan masyarakat dan menggabungkan kementerian dan lembaga terkait untuk mengembangkan proyek terkait Web3.

    Revitalisasi Ekonomi

    Pengembangan Web3 sebagai salah satu pilar revitalisasi ekonomi, ketika Kishida menjabat pada tahun 2021. Pidato baru-baru ini menandai langkah lain dalam fokus negara itu untuk merangkul masa depan digital melalui investasi dan promosi pemain di ruang Web3.

    Pada bulan September lalu, pemerintah Jepang memberikan NFT kepada tujuh walikota lokal pada upacara “Summer Digi Denkoshien 2022” yang memanfaatkan teknologi digital untuk memecahkan tantangan permasalahan lokal.

    Selain itu, pemerintah Jepang juga berencana menerapkan peraturan untuk mengamanatkan pertukaran kripto untuk menyediakan data pengguna guna mencegah penjahat dari pencucian uang menggunakan kripto pada tahun 2023.

    Baca juga: Bappebti: Indonesia Negara Pengadopsi Pengaturan Kripto Tercepat



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apple Izinkan Penjualan NFT di App Store Dukung Industri Blockchain

    Raksasa teknologi Apple sekarang memungkinkan NFT untuk dibeli dan dijual melalui aplikasi yang terdaftar di App Store. Ini memungkinkan pengembang aplikasi saat ini untuk menjual NFT dalam aplikasi dan diklaim sebagai wujud perkembangan industri blockchain.

    Sebelum keputusan ini, aplikasi yang menyimpan atau menampilkan NFT mungkin telah melanggar aturan Apple. Sekarang, pengembang dapat menjual NFT dengan restu Apple.

    Namun, masih ada kendala dari kebijakan Apple ini. Hal penting yang perlu diketahui adalah Apple mengambil potongan 30% dari pengembang untuk semua transaksi NFT yang dilakukan melalui aplikasi.

    Toko aplikasi Android, Google Play Store pun menerapkan kebijakan yang sama.

    Ilustrasi NFT.
    Ilustrasi NFT.

    Baca juga: Kenal Aset Kripto DODO, Fundamental Protokol Blockchain DeFi Optimal

    Biaya Potongan

    Biaya potongan yang besar ini diproyeksikan akan menghalangi perkembangan proyek, pemilik game, dan aplikasi untuk menggunakan fitur ini di App Store. Ini karena pasar NFT khas lainnya, seperti OpenSea dan Magic Eden sering hanya mengambil komisi 5% yang sangat kecil.

    Seperti dilansir The Information, startup NFT, Magic Eden telah memutuskan untuk menarik layanannya dari App Store. Ini terjadi bahkan setelah Apple mengurangi komisinya menjadi 15% untuk perusahaan dengan pendapatan tahunan kurang dari US$ 1 juta.

    Apple Belum Terima kripto

    Meskipun, Apple saat ini mengizinkan aplikasi di App Store untuk menjual NFT, perusahaan masih belum menerima kripto. Selain itu, perusahaan menahan diri untuk tidak terlibat langsung dengan ruang kripto dan NFT.

    Ilustrasi Apple iPhone 14 Pro dan iPhone 14 Pro Max yang baru rilis. Foto: Apple.
    Ilustrasi Apple iPhone 14 Pro dan iPhone 14 Pro Max yang baru rilis. Foto: Apple.

    Baca juga: Grup K-pop Aespa Luncurkan Koleksi NFT Bersama Blake Kathryn

    Salah satu alasan yang jelas adalah mereka tidak ingin menimbulkan kemarahan regulasi seperti yang dihadapi Meta, sebelumnya Facebook.

    Awal Juni tahun ini, ada beberapa rumor tentang kemungkinan Apple merilis kartu perdagangan NFT di salah satu konferensi pengembang mereka. Namun, tidak pernah membuahkan hasil.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Makan McDonald’s di Negara Ini Bisa Bayar Pakai Bitcoin

    Restoran cepat saji, McDonald’s di kota Lugano, Swiss mulai menerapkan metode pembayaran dengan aset kripto Bitcoin (BTC) dan Tether (USDT). Sebelumnya, kota yang berpenduduk 63 ribu jiwa tersebut pada Maret 2022 mengumumkan akan menerima Bitcoin, Tether, dan token LVGA sebagai alat pembayaran yang sah.

    Dikutip Cointelegraph, pada 3 Maret 2022, pejabat tinggi kota Lugano menandatangani nota kesepahaman dengan Tether Operations Limited, meluncurkan apa yang disebut “Plan B.”

    Menurut rencana ini, Tether telah menciptakan dua dana – yang pertama adalah US$ 106 juta, atau 100 juta franc Swiss, kumpulan investasi untuk startup kripto, dan yang kedua adalah sekitar US$ 3 juta, atau 3 juta franc Swiss, upaya untuk mendorong adopsi kripto untuk toko dan bisnis di seluruh kota.

    Baca juga: Gucci Jadi Brand Besar Pertama Terima Pembayaran Kripto ApeCoin

    Adopsi Kripto

    Selain memungkinkan penduduk Lugano membayar pajak mereka menggunakan kripto, proyek ini akan memperpanjang pembayaran untuk tiket parkir, layanan publik, dan biaya sekolah untuk siswa. Lebih dari 200 toko dan bisnis di area tersebut juga diharapkan menerima pembayaran kripto untuk barang dan jasa.

    Salah satu yang menjalankan adopsi metode pembayaran kripto adalah McDonald’s. Dari video promosi berdurasi satu menit tentang memesan makanan di McDonald’s, kota Lugano, dimudahkan membayar di kasir dengan bantuan aplikasi yang menerima BTC dan USDT. Di aplikasi itu terdapat, logo Tether (USDT) dapat terlihat selanjutnya ke simbol Bitcoin pada mesin pembayaran EDC.

    McDonald’s, kota Lugano bukan pertama yang menerima pembayaran Bitcoin. Pada September 2021, El Salvador menjadi negara pertama di dunia yang mengizinkan penggunaan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. Sejak saat itu, McDonald’s telah menerima Bitcoin di semua 19 gerainya di negara tersebut.

    Baca juga: Tesla Jual Pluit Rp 800 Ribu Harus Bayar Pakai Dogecoin



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Investor Aset Kripto di Indonesia Tembus 16,1 Juta Pelanggan

    Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) merilis data terbaru terkait jumlah investor aset kripto di Indonesia. Dari data tersebut, investor kripto telah tembus 16,1 juta pelanggan per Agustus 2022.

    Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko, mengatakan dalam periode Januari-Agustus 2022, rata-rata kenaikan jumlah investor kripto terdaftar sebesar 725 ribu pelanggan per bulan.

    “Hal ini menunjukkan minat masyarakat untuk berinvestasi di perdagangan aset kripto terus meningkat. Sehingga, Beppebti menilai perlu adanya pengawasan yang baik untuk menjaga agar kondisi perdagangan aset kripto di Indonesia tetap kondusif,” kata Didid dalam siaran persnya dikutip Rabu (5/10).

    Transaksi Turun

    Pertumbuhan industri kripto saat ini sedang mengalami pelambatan. Didid mengungkap kondisi pasar yang berubah-ubah adalah sesuatu yang wajar.

    Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko. Sumber: Bappebti.
    Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko. Sumber: Bappebti.

    Baca juga: Riset: 88% Pekerja di Indonesia Siap Rapat di Metaverse

    Pada 2021, total nilai transaksi perdagangan aset kripto mencapai Rp 859,5 triliun. Sedangkan, total nilai transaksi pada Januari—Agustus 2022 tercatat sebesar Rp 249,3 triliun atau turun 56,35 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

    Meski begitu, Didid menambahkan, Indonesia adalah salah satu negara yang mengadopsi pengaturan kripto tercepat. Bappebti memandang bahwa pengaturan perdagangan aset kripto wajib dilakukan terkait perlindungan dana nasabah, memberikan kepastian hukum berusaha, dan memandang dinamika perdagangan aset kripto sebagai sesuatu yang baik.

    Perketat Aturan

    Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi, Tirta Karma Senjaya, menjelaskan sebagai regulator lokal untuk aset kripto, Bappebti turut mengatur aset mana yang diizinkan untuk diperdagangkan dan masuk ke whitelist.

    “Dalam menentukan aset kripto yang dapat diperdagangkan di Indonesia, Bappebti telah menetapkan peraturan bagi suatu jenis aset kripto untuk dapat diperdagangkan di Indonesia sesuai dengan Peraturan Bappebti Nomor 8 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perdagangan Pasar Fisik Aset Kripto di Bursa Berjangka pada pasal 3,” ungkap Tirta.

    Ilustrasi Bappebti.
    Ilustrasi Bappebti.

    Baca juga: Diterpa Isu KDRT Rizky Billar, Koin Kripto Leslar Anjlok Tenggelam

    Ketentuan yang ditetapkan adalah berbasis distributed ledger technology, berupa aset kripto utilitas (utilty crypto) atau aset kripto beragun aset (crypto backed asset), dan telah memiliki hasil penilaian dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) yang ditetapkan Bappebti.

    Adapun hasil penilaian dengan AHP wajib mempertimbangkan ketentuan sebagai berikut, nilai kapitalisasi pasar (market cap) aset kripto (CoinMarketCap), masuk dalam transaksi bursa aset kripto besar di dunia, memiliki manfaat ekonomi, dan telah dilakukan penilai risikonya, termasuk risiko pencucian uang dan pendanaan terorisme serta proliferasi senjata pemusnah massal.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Prediksi Harga Kripto Algorand (ALGO), Bisa ATH di Tahun 2030?

    Aset kripto asli ekosistem Algorand adalah Algorand (ALGO). Algorand adalah blockchain open-source terdesentralisasi yang menggunakan smart contracts. Setelah peluncuran mainnet pada tahun 2019, ALGO diperkenalkan.

    Algorand memiliki Algorand Virtual Machine, mirip dengan Ethereum (EVM). Di blockchain, pengguna dapat membuat berbagai dApps menggunakan smart contracts algoritma platform tersebut.

    Algorand, mitra platform blockchain resmi Piala Dunia FIFA 2022, melihat peningkatan optimisme investor. ALGO telah melihat cukup banyak keuntungan yang signifikan selama sebulan terakhir. Diharapkan terlepas dari kenyataan bahwa pasar sedang kritis sekarang, ALGO akan segera melihat kenaikan di sisinya.

    Ilustrasi aset kripto, Algorand.
    Ilustrasi aset kripto, Algorand.

    Baca juga: Ketakutan akan PHK, Meta Induk Facebook Setop Rekrut Karyawan

    Investasi ALGO Layak?

    Menurut AlgoExplorer, ada 17,3 juta akun di Algorand pada akhir tahun lalu. Jumlah total akun di jaringan naik menjadi 23,5 juta pada 10 Maret 2022. Angka-angka ini hanya meningkat selama beberapa bulan terakhir, dan Algorand tampaknya menjadi lebih disukai. Sekarang, banyak orang bertanya-tanya apakah berinvestasi di ALGO layak dilakukan?

    Pada tahun 2021, seluruh pasar kripto meledak, dan ALGO mengalami nasib yang sama. Namun, setelah beberapa saat, segera kembali ke US$ 1. ALGO melihat beberapa tanda awal dari comeback yang kuat di bulan Februari 2021, mencapai US$ 1,67 sebelum turun sekali lagi.

    Dari Februari hingga April 2021, harga ALGO berfluktuasi dan terkadang turun, tetapi secara konsisten bertahan di atas US$ 1 untuk memberikan level dukungan.

    Harga ALGO naik hingga 2022, ketika turun menjadi US$ 0,90 pada 14 Februari 2022. Kemudian, secara bertahap tumbuh sekali lagi, terutama karena LimeWire, pasar NFT untuk musik dan hiburan. Token mencapai US$ 0,80 pada 21 Maret 2022, sebelum meroket menjadi US$ 0,97 pada 2 April.

    FIFA mengumumkan kemitraan dengan inovator blockchain Algorand. Foto: FIFA.
    FIFA mengumumkan kemitraan dengan inovator blockchain Algorand. Foto: FIFA.

    Baca juga: Alasan Tingkat Adopsi Kripto Vietnam Tinggi, Kalahkan Indonesia

    FIFA mengumumkan kerja samanya dengan Algorand menjelang awal Mei, menunjuk jaringan sebagai platform blockchain resmi FIFA dan mengumumkan ketersediaan solusi wallet bertenaga blockchain. Namun, bull run Q2 berumur pendek. Dan, pada pertengahan Mei, pasar telah jatuh dan ALGO diperdagangkan pada US$ 0,36.

    Proyeksi Harga ALGO

    Harga Algorand turun 3,67% selama 7 hari terakhir, pada saat artikel ini ditulis, di mana harganya US$ 0,36 pada grafik. Kapitalisasi pasar altcoin turun pada periode yang sama, dengan pergerakan harga yang bertepatan dengan volume juga.

    Menurut Changelly, harga ALGO terendah pada tahun 2025 adalah US$ 1,61 sedangkan yang tertinggi adalah US$ 1,90. Biaya perdagangan biasanya sekitar rata-rata US$ 1,67, klaimnya.

    Sebaliknya, Telegaon memprediksi bahwa ALGO akan mencapai ATH sendiri di belakang kripto lain yang menyentuh ATH mereka di grafik. Menurut perkiraan harganya, ALGO akan mencapai US$ 10,34 pada tahun 2025, dengan harga terendah tahun itu adalah US$ 7,98. Prediksi ini dibuat berdasarkan asumsi bahwa tahun 2025 akan menjadi pasar bullish.

    Ilustrasi aset kripto, Algorand.
    Ilustrasi aset kripto, Algorand.

    Baca juga: CEO Celsius Mundur di Tengah Kebangkrutan, Harga CEL Anjlok

    Bahkan jika ada 10 miliar koin ALGO yang beredar, asumsi ini tampak berlebihan. Untuk membuat Algorand lebih terukur, penerbitan token ini telah tersebar selama sepuluh tahun, dengan tanggal akhir 2030.

    Tahun 2030 masih terlalu jauh. Itu mungkin alasan mengapa sebagian besar menunda membuat prediksi tentang ALGO dulu. Meski begitu, ada baiknya melihat di mana kripto dan jaringannya saat ini. Melihat serangkaian investasi dan proyek yang dapat dilakukan Algorand di bawah sayapnya harus menjadi bukti akan hal itu.

    Pada kuartal pertama tahun 2022 saja, Algorand menerima investasi dari Genesis-Capital, Coinbase Ventures, Borderless Capital, ParaFi Capital, The Algorand Foundation, OKEx Blockdream Ventures, dan Jump Crypto.

    Dengan lebih banyak pembaruan ini di masa depan, orang hanya bisa membayangkan apa dampaknya terhadap ekosistem yang lebih luas dan nilai ALGO.

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kim Kardashian Dibenda Rp 19,2 M Akibat Promo Kripto EthereumMax

    Aktris Kim Kardashian didenda sekitar US$ 1,26 juta atau Rp 19,2 miliar oleh Securities and Exchange Commission (SEC) AS terkait promosi aset kripto, EthereumMax (EMAX) di Instagram. Hal ini cukup menjadi perhatian industri kripto global.

    SEC menjatuhkan denda karena Kim mempromosikan EMAX kepada 225 juta pengikut Instagram-nya pada Juni 2021, tanpa mengungkapkan bahwa dia dibayar US$ 250 ribu untuk melakukannya. SEC juga menemukan bukti pelanggaran Undang-undang Sekuritas Federal AS.

    “Kasus ini adalah pengingat bahwa ketika selebriti atau influencer mendukung peluang investasi, termasuk sekuritas aset kripto, itu tidak berarti bahwa produk investasi tersebut tepat untuk semua investor. makanya kami mendorong investor untuk mempertimbangkan potensi risiko dan peluang investasi dengan mempertimbangkan tujuan keuangan mereka sendiri,” kata Ketua SEC, Gary Gensler, dikutip dari CNN Senin (3/10).

    Apa Itu EthereumMax?

    Meskipun namanya dimulai dengan Ethereum, itu bukan aset kripto terbesar kedua, melainkan token yang dibangun di atas jaringannya. Seperti banyak altcoin lainnya, EMAX berjanji untuk membentuk kembali masa depan keuangan dalam istilah hiperbolik. Ini meneriakkan visi itu kepada dunia dengan iklan mencolok yang meminta pembaca untuk membeli tokennya.

    Ethereum Max dan Kim Kardashian. Foto:  Ethereum Max/Daniele Venturelli/WireImage/Getty Images.
    Ethereum Max dan Kim Kardashian. Foto: Ethereum Max/Daniele Venturelli/WireImage/Getty Images.

    Baca juga: Diterpa Isu KDRT Rizky Billar, Koin Kripto Leslar Anjlok Tenggelam

    EthereumMax ingin menciptakan ekosistem yang kuat dan terukur yang sepenuhnya memaksimalkan kekuatan keuangan terdesentralisasi (DeFi) dalam janji whitepaper-nya. Holder EMAX mendapatkan “akses khusus” ke “restoran dan club terpopuler,” kata whitepaper-nya.

    Pencipta EMAX mempromokan exchange terkait EthereumMax, pasar non-fungible token (NFT) dan pos terdepan lainnya yang memberikan nilai kepada pemegangnya. Itu belum diluncurkan.

    Satu hal yang dapat dilakukan oleh pemegang EMAX dengan 1 miliar token adalah mendapatkan akses ke serangkaian permainan kasino berbasis peluang di situs web EthereumMax. Game membayar lebih banyak kredit permainan, bukan token kripto. Pengguna dengan kinerja tertinggi dapat memenangkan triliunan token EMAX.

    Disebut Scam Token

    Tokenomic burn-baby-burn EthereumMax memangkas pasokan EMAX yang beredar untuk meningkatkan kelangkaan token yang pasokannya dimulai pada 2 kuadriliun. Iklan Kardashian menggembar-gemborkan bagaimana pembakaran 400 triliun token oleh pendiri EMAX adalah memberikan kembali kepada seluruh komunitas EMAX.

    Ilustrasi EthereumMax.
    Ilustrasi EthereumMax.

    Baca juga: Riset: 88% Pekerja di Indonesia Siap Rapat di Metaverse

    Tetapi, hal-hal tidak berjalan dengan baik sejak posting Kim Kardashian: EMAX telah jatuh 97% sejak saat itu.

    Banyak holder yang mengatakan “itu mengecewakan” banyak artikel menyebut EMAX sebagai “scam token” ketika pada kenyataannya koin sedang bergerak bullish.

    Apapun, EMAX kembali berhasil reli lebih dari 40% setelah tindakan SEC. Lebih dari US$ 63 ribu token diperdagangkan, volume satu hari tertinggi sejak Maret.

    “Ya, kami memiliki pompa yang bagus hari ini berkat SEC dan iklan gratis dari mereka,” kata moderator komunitas EMAX.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Riset: 88% Pekerja di Indonesia Siap Rapat di Metaverse

    Riset terbaru mengatakan sudah banyak pekerja atau karyawan di Indonesia yang siap untuk melakukan rapat di metaverse. Literasi mengenai konsep metaverse atau dunia virtual semakin membuahkan hasil.

    Penelitian global yang dilakukan oleh Ciena, mendapati kesiapan para pekerja profesional untuk berkolaborasi di dunia virtual. Menariknya, riset itu mengungkap sebanyak 98% responden di Indonesia mengakui nilai tau value dari rapat virtual.

    Bahkan, 88% responden telah menyatakan siap berpartisipasi dalam rapat kerja di metaverse dibandingkan tool konferensi video yang sudah ada. Kesediaan untuk memanfaatkan lingkungan kerja virtual baru ini, lebih tinggi dibandingkan rata-rata global sebesar 78%.

    Ilustrasi metaverse
    Ilustrasi metaverse.

    Baca juga: Kenal Aset Kripto DODO, Fundamental Protokol Blockchain DeFi Optimal

    Efisien Rapat di Metaverse

    Penelitian yang melakukan survei terhadap 15.000 profesional bisnis di 15 negara ini menemukan bahwa 66% pekerja Indonesia mengakui betapa efisiennya rapat virtual.

    Salah satu keunggulannya adalah minimnya distraksi atau celah untuk ngobrol, dibandingkan dengan rapat tatap muka. Sementara lebih dari setengah (55%) responden setuju bahwa rapat virtual bisa menciptakan lingkungan yang memudahkan kolaborasi.

    Hambatan

    Terlepas dari tumbuhnya keinginan untuk memanfaatkan platform kerja virtual, masih ada penghalang untuk mengadopsi platform ini secara luas. Sebanyak 59% responden Indonesia yakin bahwa performa jaringan internet yang tidak bisa diandalkan adalah alasan utama perusahaan enggan menggunakan platform kerja virtual.

    bekerja lewat metaverse
    Ilustrasi bekerja lewat metaverse.

    Baca juga: Grup K-pop Aespa Luncurkan Koleksi NFT Bersama Blake Kathryn

    Faktor hambatan lain adalah kekhawatiran tak mempunyai hardware yang tepat (52%), atau teknologi yang belum tersedia (43%).

    “Agar antusiasme ini menjadi kenyataan, kita membutuhkan infrastruktur yang tepat untuk menciptakan tempat kerja masa depan. Jaringan kita harus cepat, bisa beradaptasi dan memiliki latensi yang rendah, serta memiliki bandwidth yang memadai untuk mendukung lingkungan kerja virtual-reality baru kita,” kata Dion Leung, Regional Managing Director, Ciena ASEAN.



    Sumber : news.tokocrypto.com