Kang Jong Hyun yang merupakan CEO Bithumb, perusahaan perdagangan aset kripto asal Korea Selatan menjadi nama yang ramai dibicarakan. Ia disebut-sebut tengah dekat dengan artis Park Min-Young.
Dispatch melaporkan Park Min Young yang membintangi drama “Love In Contract” sempat dijemput Kang Jong Hyun di Hannam The Hill, Seoul, Korsel untuk pergi berlibur. Meskipun tidak diketahui berapa lama Park Min Young dan Kang Jong Hyun telah menjalin hubungan, hal itu membuat netizen terkejut.
Profil Kang Jong Hyun
Kang Jong Hyun adalah seorang pengusaha kripto kaya raya asal Korea Selatan. Ia juga diketahui memimpin beberapa perusahaan lainnya. Dari hasil penyelidikan, Hyun memiliki masa lalu yang kontroversial.
Artis Korea Selatan, Park Min Young. Foto: Instagram @jtbcdrama.
Jong Hyun lahir tahun 1982 dan tinggal di sebuah vila mewah di Hannam The Hill, dan memiliki banyak koleksi mobil mahal termasuk, Mercedes Maybach, Mercedes Sprinter, Lamborghini, Bentley, dan Rolls Royce. Ia juga sering menikmati gaya hidup mewah, menghabiskan ribuan dolar AS untuk alkohol dalam satu malam.
Namun, Kang Jong Hyun dikenal sebagai “pemimpin tersembunyi”sebagai pemegang saham terbesar di berbagai perusahaannya, sedangkan saudara perempuannya Kang Ji Yeon adalah ketua yang sering dimunculkan ke publik.
Misteri Kekayaan
Ada berbagai kecurigaan bahwa Kang Jong Hyun membuat akun menggunakan nama samaran, diberbagai perusahaan sebagai komisaris dan berbagai posisi lainnya. Ini juga termasuk aset lainnya, seperti rumah, keanggotaan golf, dan banyak lagi. Masih menjadi pertanyaan bagaimana dia mengumpulkan kekayaannya dan mengumpulkan dana untuk perusahaannya sejak awal.
Platfrom exchange kripto asal Korea Selatan, Bithumb. Foto: Getty Images.
Selain aktivitas luar negerinya yang mencurigakan dan kepemilikan perusahaannya yang misterius, Dispatch menemukan bahwa Kang Jong Hyun telah didakwa atas penipuan dan pemalsuan dokumen pribadi pada tahun 2013-2014, setelah ia diduga menipu A Capital Group sekitar US$ 2,4 juta.
Dia dijatuhi hukuman tiga tahun masa percobaan dan 80 jam pelayanan masyarakat. Pada tahun 2016, Kang Jong Hyun diduga menghilang setelah menipu dua perusahaan sekitar US$ 10,5 juta.
CEO Celsius, Alex Mashinsky, resmi mengundurkan diri pada Rabu (27/9) di tengah proses kebangkrutan perusahaannya. Mashinsky berujar bahwa dia menyesal bahwa perannya di perusahaan pemberi pinjaman kripto tersebut bisa membawa kesengsaraan.
Alex Mashinsky, CEO Celsius Network telah mengajukan surat pengunduran diri kepada Dewan Direksi perusahaan. “Saya memilih untuk mengundurkan diri dari jabatan saya sebagai CEO Celsius Network hari ini,” kata Mashinky dalam sebuah pernyataan.
“Namun demikian, saya akan terus mempertahankan fokus saya untuk bekerja membantu masyarakat bersatu di belakang sebuah rencana yang akan memberikan hasil terbaik bagi semua kreditur – yang telah saya lakukan sejak Perusahaan mengajukan kebangkrutan.”
Dalam surat resminya, Mashinsky mengatakan bahwa dia menyesali betapa banyak “gangguan” saat kehadirannya sebagai CEO perusahaan.
“Saya sangat menyesal tentang keadaan keuangan yang sulit yang dihadapi anggota komunitas kami,” tambahnya.
Celcius Network ditinggal Alex Mashinsky dari jabatan CEO.
Mashinsky diduga bertanggung jawab atas serangkaian perdagangan yang buruk pada awal 2022 yang memicu kejatuhan Celsius Network. Awal mulanya Celsius adalah salah satu pemberi pinjaman kripto besar pertama yang membekukan penarikan pengguna, karenmarket jatuh pada pertengahan Juni tahun ini.
Setelah berminggu-minggu diam, perusahaan akhirnya mengajukan kebangkrutan, sambil mengungkapkan lubang utang sebesar US$ 1,2 miliar dolar AS di neraca.
Menjelang pengajuan kebangkrutan, data on-chain menunjukkan bahwa Celsius dengan tergesa-gesa membayar kembali uang untuk berbagai pinjaman DeFi guna menghindari dilikuidasi lebih dari US$ 440 juta dalam bentuk Bitcoin yang dijaminkan. Perusahaan akhirnya membayar kembali seluruh pinjaman dan memulihkan dana.
Perusahaan sejak itu memperoleh izin untuk menjual Bitcoin yang ditambang untuk membayar operasinya. Angka Juli menunjukkan operasinya mengalami kerugian, tetapi seorang hakim New York memutuskan bahwa langkah itu pada akhirnya akan membantu investor.
Celcius Network ditinggal Alex Mashinsky dari jabatan CEO.
Awal bulan ini, pejabat Vermont menuduh bahwa Celsius diam-diam bangkrut sejak 2019 dan bahwa Alex Mashinsky telah membuat pernyataan palsu dan menyesatkan untuk membesar-besarkan kesehatan keuangan perusahaan.
Harga CEL Jatuh
Imbas dari kabar tersebut sempat membuat harga Celsius (CEL), kripto asli Celsius Network anjlok. Pergerakan harga CEL, tak lama setelah pengumuman itu muncul, terlihat menurun sebanyak 11% dan menyentuh titik US$ 1,31. Titik tersebut sekaligus menjadi harga terendahnya dari sejak 9 September lalu.
CEL sekarang diperdagangkan sangat dekat dengan garis support menaik. Terobosan di bawahnya kemungkinan akan mengarah ke posisi terendah tahunan yang baru.
Pada saat artikel ini ditulis harga CEL kini berada di level US$ 1,46 atau anjlok 4,15% dalam sehari terakhir. Peringkat CoinMarketCap saat ini adalah #96, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 347.335.196.
Vietnam telah dinobatkan sebagai negara yang memiliki tingkat adopsi kripto tertinggi di dunia berdasarkan laporan Chainalysis. Negeri Naga Biru itu mampu mengalahkan Indonesia yang berada diperingkat 20 besar.
Sebuah riset terbaru dari Chainalysis merilis indeks yang mengukur adopsi kripto global di tahun 2022, hasilnya Indonesia berada di urutan ke-20.
Chainalysis menyebutkan dalam Indeks Adopsi Kripto Global 2022, Indonesia termasuk dalam kategori negara berkembang berpenghasilan menengah ke bawah yang memiliki pertumbuhan adopsi kripto yang tinggi. Meskipun, Indonesia kalah dengan Vietnam yang menduduki nomor satu.
Tingkat adopsi kripto yang tinggi Vietnam adalah fenomena yang membingungkan, sehingga menimbulkan pertanyaan. Ini beberapa faktor penyebabnya.
Tidak Ada Pajak Kripto
Dikutip Cointelegraph, ada banyak alasan mengapa tingkat adopsi kripto di Vietnam sangat tinggi dan salah satunya adalah, tak seperti di Indonesia, di mana transaksi aset kripto dikenai pajak. Tidak ada pajak kripto di Vietnam.
Saat ini, pemerintah Vietnam bahkan tidak mengakui kripto sebagai alat pembayaran yang sah. Sementara otoritas pajak negara telah menunjukkan minat untuk mengenakan pajak pada aset digital tersebut, mereka tidak memiliki mandat untuk menetapkannya sebagai aset kena pajak. Dengan demikian, hukum Vietnam sebagian besar diam dalam hal perpajakan kripto.
Akibatnya, lembaga keuangan di dalam negeri dilarang menanganinya. Namun, warga negara Vietnam diizinkan untuk memiliki dan memperdagangkan kripto.
Kurangnya pajak kripto membuatnya menjadi instrumen investasi yang ideal, sehingga adopsi meningkat. Imbalannya adalah bahwa hukum Vietnam tidak melindungi pengguna kripto, jika terjadi penipuan atau kerugian.
Banyak Penduduk Tidak Punya Rekening Bank
Banyak orang Vietnam memiliki akses terbatas ke layanan keuangan tradisional. Menurut sebuah studi tahun 2021 yang dilakukan oleh Statista, negara ini menempati urutan kedua di antara 10 negara teratas yang tidak memiliki rekening bank. Laporan tersebut menyoroti bahwa sekitar 69% warga tidak memiliki akses ke layanan perbankan.
Perkiraan Bank Dunia menunjukkan bahwa lebih dari 61% penduduk negara itu tinggal di daerah pedesaan, di mana akses ke layanan perbankan modern terbatas. Kekosongan ini dengan cepat diisi oleh jaringan blockchain dan aset kripto.
Konsep blockchain yang revolusioner seperti keuangan terdesentralisasi (DeFi) juga mendapatkan daya tarik di antara investor kripto Vietnam yang ingin mendapatkan kredit untuk tujuan investasi kripto.
Vietnam juga berada di peringkat kedua di antara negara-negara dengan penggunaan DeFi tertinggi di dunia, menurut laporan Chainalysis Global DeFi Adoption Index 2021.
BiayaTransfer Uang
Pada tahun 2021, warga negara Vietnam yang tinggal di luar negeri mengirim uang ke negaranya lebih dari US$ 18 miliar dalam bentuk remitansi, dan itu membuat rekor baru, menjadikan negara itu penerima remitansi terbesar kedelapan di dunia. Ini adalah peningkatan 3% dari US$ 17,2 miliar yang tercatat pada tahun 2020.
Bagi orang Vietnam yang secara teratur mengirim uang ke keluarga mereka di kampung halaman, biaya transfer seringkali terlalu tinggi. Biaya tambahan biasanya termasuk biaya administrasi dan nilai tukar. Menurut statistik Bank Dunia, biaya pengiriman uang ke Vietnam rata-rata sekitar 7% pada 2020.
Biaya selangit, di samping kurangnya akses ke layanan pengiriman uang oleh penduduk yang tidak memiliki rekening bank, telah membuat transfer aset kripto menjadi pilihan yang menarik bagi orang Vietnam yang tinggal di luar negeri untuk membantu mendukung keluarga mereka di rumah.
Sementara, blockchain memang memiliki biaya transaksi lebih rendah dibandingkan dengan jaringan pengiriman uang konvensional, dan lebih jauh lagi adalah P2P dan tidak bergantung pada perantara untuk menyelesaikan transaksi.
Game blockchain dengan insentif finansial, sering disebut sebagai GameFi, menggunakan model ekonomi inovatif yang memungkinkan pengguna mendapatkan hadiah saat bermain. Hadiah biasanya dalam bentuk NFT dan aset kripto.
Karena kripto berada di jantung lingkungan GameFi, banyak gamer belajar bagaimana mereka bekerja sebagai bagian dari gameplay, memberikan jalan lain untuk diadopsi.
Menurut survei State of GameFi 2022 Chainplay pada bulan Agustus, 75% investor kripto GameFi mengatakan bahwa mereka mulai berinvestasi dalam aset digital setelah bergabung dengan platform GameFi.
GameFi, terutama game play-to-earn(P2E), sangat populer di Vietnam dan telah berkontribusi besar pada adopsi kripto di negara tersebut. Menurut laporan penelitian tahun 2021 yang diterbitkan oleh layanan agregasi data Finder, Vietnam menempati urutan keenam dalam daftar negara dengan persentase gamer P2E tertinggi.
Warga Vietnam, sepanjang sejarah, lebih suka menggunakan mata uang nasional lainnya seperti dolar Amerika Serikat selama masa gejolak ekonomi dan hiperinflasi. Dalam beberapa tahun terakhir, orang Vietnam juga telah mengumpulkan aset, seperti emas untuk lindung nilai terhadap inflasi.
Kemunculan aset kripto juga menyebabkan lebih banyak warga Vietnam menggunakannya untuk melakukan lindung nilai terhadap inflasi daripada aset berwujud seperti emas.
Sementara, bank sentral Vietnam telah memperingatkan individu dan institusi agar tidak berurusan dengan mata uang virtual karena sifatnya yang lincah, berkurangnya kepercayaan pada dong Vietnam telah menyebabkan lebih banyak investor Vietnam beralih ke mata uang digital.
Menurut data yang berasal dari Statista, Bitcoin (BTC), yang banyak digunakan oleh investor sebagai lindung nilai terhadap inflasi, saat ini merupakan aset kripto paling populer di negara tersebut.
Adopsi kripto di Vietnam akan bertahan, karena semakin banyak orang yang menemukan kenyamanan dan peluang pada aset digital. Namun, peraturan yang ekstensif tampaknya masih jauh. Bank Negara Vietnam memiliki waktu hingga 2023 untuk mempelajari pro dan kontra dari aset kripto dan menghasilkan rekomendasi kebijakan.
Pergerakan market kripto terpantau mulai bersemi kembali ke zona hijau pada Kamis (29/9) pagi. Perlu diketahui pada sehari sebelumnya Rabu (28/9), market tak berdaya lemah, karena pergerakan nilai Dolar AS yang semakin tangguh.
Melansir data CoinMarketCap pada Kamis (29/9) pukul 09.00 WIB, nilai Bitcoin (BTC) mulai naik sebesar 3,97% ke level US$ 19.416. Sementara, Ethereum (ETH) juga bernasib sama naik, 4,43% menuju harga US$ 1.337. Altcoin lainnya yang naik ada, BNB dan Solana (SOL) yang naik masing-masing di atas 4%.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan kenaikan market kripto ini masih dipicu oleh Investor yang terlihat percaya diri melakukan akumulasi, setelah selera risikonya kembali pulih menyusul kenaikan indeks saham Amerika Serikat, dengan nilai S&P 500 dan Nasdaq Composite Index masing-masing naik 1,5% dan 2,2%.
“Kenaikan tersebut disebabkan oleh pelemahan tingkat imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS yang merosot dari level tertingginya selama 15 tahun terakhir, setelah bank sentral Inggris mengumumkan akan menunda rencana untuk menjual surat berharganya, atau disebut quantitative tightening,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan kondisi tersebut juga membuat memicu pemulihan instan untuk GBP/USD setelah pasangan ini mencapai posisi terendah sepanjang masa. Indeks dolar AS (DXY) pun akhirnya turun dari level tertinggi sejak dua puluh tahun lalu yang terus memberikan kembali keuntungan.
Pada saat artikel ini ditulis nilai DXY tampaknya kembali di bawah 114, turun 1,5 poin penuh hari ini. Penurunan tersebut membuat investor kembali bergairah untuk mengoleksi aset kripto, terutama yang memiliki kapitalisasi besar.
“Meski, selera risiko investor sudah mulai membaik, tapi masih ada kinerja beberapa altcoin yang masih anjlok di zona merah. Hal ini mengindikasikan bahwa investor tak mau terlampau optimistis di jajaran koin-koin yang berisiko tinggi,” tutur Afid.
Ilustrasi market aset kripto. Foto: Roy Buri, Pixabay.
Untuk pergerakan Bitcoin kemungkinan ada bounce masih ada ketika harganya menyentuh major support. Apabila berhasil bounce, target naik terdekat berada pada level US$ 19.891. Sementara, Ethereum apabila pergerakan harganya kembali pullback, maka target naik masih berada pada level US$ 1.421.
Altcoin yang menjadi top gain pagi ini adalah Helium (HNT) yang tumbuh 12,58% sehari terakhir, karena didorong sentimen Helium, jaringan nirkabel terdesentralisasi, telah resmi bermigrasi ke blockchain Solana (SOL).
“Perpindahan ke Solana memajukan misi ekosistem Helium untuk menghadirkan konektivitas yang aman, ada di mana-mana, dan terjangkau melalui model insentif yang inovatif,” pungkas Afid.
Pergerakan aset kripto pada Rabu (28/9) siang tampak mulai kembali lesu tak berdaya. Padahal sehari sebelumnya pada Selasa (27/9), market bergerak merona di zona hijau. Apa yang menyebabkan penurunan kali ini?
Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (28/9) pukul 13.00 WIB, dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap terjebak di zona merah dalam 24 jam terakhir. Seperti, nilai Bitcoin (BTC) anjlok 6,36% ke US$ 18.769 per keping, dan turun 1,25% selama seminggu terakhir.
Sementara, Ethereum (ETH) turun lebih dalam sebesar 7,09% ke US$ 1.284 di waktu yang sama dan ambles 3,93% sepekan terakhir. Altcoin lainnya, XRP sangat prihatin anjlok 10,08%, Solana (SOL), Dogecoin (DOGE) turun harga lebih dari 5% di waktu yang sama.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto saat ini sedang kembali bergelojak yang disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, investor semakin menghindari market, setelah beberapa pejabat The Fed, silih berganti menyampaikan komentar yang menegaskan niatan untuk terus mengetatkan kebijakan moneternya.
“Dalam beberapa hari terakhir ini, sentimen negatif datang dari pejabat The Fed yang mengeluarkan komentar bahwa The Fed perlu mengerek suku bunga lebih tinggi lagi untuk sementara waktu demi mengendalikan inflasi,” kata Afid.
Menurutnya, komentar-komentar tersebut sangat mempengaruhi market kripto dan saham. Rentetan komentar itu memperkuat sinyal bahwa The Fed tidak akan segera mengubah pandangan moneternya. Jika otoritas moneter tersebut bertindak terlalu hawkish, maka pertumbuhan ekonomi AS bisa menjadi taruhannya.
Saham dan Kripto Ambles
Pergerakan aset kripto terlihat terpengaruh oleh market saham AS yang berkinerja buruk pada Selasa (27/9) lalu. Hal itu mengindikasikan investor sedang menghindari investasi aset berisiko.
“Hal ini dapat dimaklumi mengingat investor kripto selalu mengacu pada pasar saham AS untuk melihat selera risiko investor secara umum. Secara indeks saham AS sedang terpukul juga oleh komentar dari beberapa pejabat The Fed yang menegaskan pentingnya pengetatan kebijakan moneter demi meredam inflasi,” ungkap Afid.
Di samping itu, market kripto terpukul oleh penguatan nilai indeks Dolar AS (DXY) yang terpantau pada pukul 13.00 WIB menyentuh level 114,69 atau menanjak 0,51% dibanding kemarin. Banyak investor yang mulai melepaskan kepemilikan kriptonya dan menghentikan akumulasi untuk beralih ke dolar AS yang jadi aset safe haven.
Dari sisi pergerakan nilai Bitcoin, walaupun sempat kembali menyentuh level psikologisnya di US$ 20.000, itu belum membantu untuk terus bullish. BTC akhirnya harus kembali turun.
Area support Bitcoin saat ini pada level US$ 18.125. Jika harga Bitcoin kembali bounce kemungkinan menargetkan kenaikan ke level US$ 19.610.
Di samping anaisis harga Bitcoin, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan terakhir bulan September ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.
Daftar 5 Aset Kripto Bullish
1. Cardano (ADA)
Analisis teknikal Cardano (ADA).
Kripto Cardano (ADA) masuk dalam daftar aset kripto bullish pekan ini akibat efek dari Vasil hard fork yang membawa peningkatan pada kinerja dan kemampuan yang signifikan ke jaringan blockchain-nya.
Di samping itu, token ADA juga didaftarkan sebagai salah satu aset yang mendukung layanan manajemen aset kripto yang berbasis di Swiss yang bernama Swissborg. Dua sentimen ini yang bisa menguatkan harga ADA ke depan.
Afid mengungkapkan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar harga ADA akan terus melaju menuju harga US$ 0,48. ADA masih bisa bergerak menuju harga sekitar US$ 0,48 hingga US$ 0,51 atau naik 15-18% dalam beberapa hari ke depan.
Peringkat ADA di CoinMarketCap pada Rabu (28/9) pukul 13.00 WIB adalah #8, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 14.727.760.035. Jumlah koin yang beredar 34.240,.097.834 koin ADA dan maksimal pasokan 45.000.000.000 koin ADA.
2. XRP (XRP)
Analisis teknikal XRP (XRP).
XRP juga masuk dalam daftar aset kripto potensi bullish pekan ini. Sentimen yang menguatkannya dalah berasal dari kelanjutan gugatan SEC terhadap Ripple yang kian mendekati kejelasan.
Kepala Eksekutif Ripple, Brad Garlinghouse, mengatakan perusahaannya percaya diri bergerak menuju kemungkinan kesimpulan yang adil dari gugatan pengadilannya melawan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC). Hal tersebut sedikit membuat investor optimis dengan XRP
Dari analisis teknikalnya, XRP sedang mengalami koreksi dalam saat ini. Namun, kemungkinan besar fase bull mencoba untuk mendorong XRP bergerak ke atas level resistance overhead di US$ 0,47. Jika tembus, maka kenaikan akan kembali mencoba untuk melewati rintangan overhead dan mendorong XRP ini ke US$ 0,48 dan kemudian ke US$ 0,51.
Peringkat XRP di CoinMarketCap pada Rabu (28/9) pukul 13.00 WIB adalah #6, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 21.276.300.584. Jumlah koin yang beredar 49.900.666.456 koin XRP dan maksimal pasokan 100.000.000.000 koin XRP.
Polymath (POLY) bisa mendekati fase bullish. Saat ini, POLY memegang skor analisis teknis jangka panjang yang unggul dari 80% aset kripto. Investor jangka panjang yang menggunakan strategi beli dan tahan akan sangat relevan ketika mengalokasikan aset mereka.
Peringkat POLY di CoinMarketCap pada Rabu (28/9) pukul 13.00 WIB adalah #117, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 248.680.993. Jumlah koin yang beredar 924.998.413 koin POLY dan maksimal pasokan tidak tersedia.
Reserve Rights adalah platform stablecoin token ganda yang diluncurkan pada Mei 2019. Pengaturan token ganda Reserve Rights mencakup stablecoin yang dikenal sebagai Reserve stablecoin (RSV).
4. Reserve Rights (RSR)
Analisis teknikal Reserve Rights (RSR).
Reserve Rights (RSR) didorong sentimen positif dari peluncuran mainnet Reserve Protocol yang kemungkinan akan diselenggarakan pada 10 Oktober mendatang. Reserve Protocol yang baru ini akan sangat menguntungkan komunitas dan investor.
Nilai RSR telah menikmati kenaikan nilai selama seminggu terakhir untuk mengantisipasi peluncuran mainnet yang akan datang. Pergerakan RSR dilihat dari analisis teknikalnya, bisa terus bergerak naik ke US$ 0,30 dalam beberapa waktu mendatang yang menjadi level resistensinya
Peringkat RSR di CoinMarketCap pada Rabu (28/9) pukul 13.00 WIB adalah #93, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 354.708.880. Jumlah koin yang beredar 42.302.323.974 koin RSR dan maksimal pasokan 100.000.000.000 koin RSR.
5. Avalanche (AVAX)
Analisis teknikal Avalanche (AVAX).
Pergerakan nilai AVAX bisa bullish pada pekan ini, disebabkan oleh pengumuman Avalanche Labs tentang kolaborasi terbarunya dengan Chainlink (LINK). Menurut informasi resminya, Chainlink akan membantu AVAX tumbuh di sektor NFT, GameFI, dan Defi.
Mengingat situasi pasar saat ini, kolaborasi ini akan menguntungkan keduanya. Kemungkinan nilai AVAX akan naik mengingat semangat investor menyambut kolaborasi ini.
Peringkat AVAX di CoinMarketCap pada Rabu (28/9) pukul 13.00 WIB adalah #16, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 5.022.791.614. Pasokan yang beredar 295.902.231 koin AVAX dan maksimal pasokan 720.000.000 koin AVAX.
Daftar 5 Aset Kripto Bearish
1. Terra Classic (LUNC)
Analisis teknikal Terra Classic (LUNC).
Tren harga Terra Classic (LUNC) memiliki potensi bearish, setelah berjuang untuk mendapatkan kembali kendali atas ekosistem Terra. Afid melihat prospek LUNC tetap bearish dalam jangka waktu panjang.
Hal tersebut terlihat setelah ada sentimen negatif, mulai dari surat perintah penangkapan Do Kwon, Pendiri dan CEO Terraform Labs. Kemudian, ada transfer mencurigakan lebih dari 3.000 BTC atau sekitar US$ 60 juta terdeteksi setelah Korea Selatan mengeluarkan surat perintah penangkapan tersebut.
Peringkat LUNC di CoinMarketCap pada Rabu (28/9) pukul 13.00 WIB adalah #31, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.672.723.040. Jumlah koin yang beredar 6.151.072.613.161 koin LUNC dan maksimal pasokan tidak tersedia.
TerraClassicUSD (USTC) juga punya peluang yang sama dengan LUNC untuk potensi bearish pekan ini. Faktor sentimen negatif yang dapat menekan harga juga sama, dari transfer ribuan BTC yang mencurigakan oleh Do Kwon dan kemungkinan besar masalah lanjutan yang akan muncul.
Peringkat USTC di CoinMarketCap pada Rabu (28/9) pukul 13.00 WIB adalah #107, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 293.665.832. Jumlah koin yang beredar 9.816.095.840 koin USTC dan maksimal pasokan tidak tersedia.
3. Nexo (NEXO)
Analisis teknikal Nexo (NEXO).
Kripto NEXO kemungkinan akan potensi bearish dengan sentimen negatif yang berasal dari kabar Nexo sedang menghadapi berbagai tuduhan dari delapan negara bagian AS yang berbeda.
Tuduhan itu berkaitan dengan klaim bahwa Nexo diduga gagal mendaftarkan “Earn Interest Product” sebagai jaminan dan menawarkannya kepada klien dalam bentuk akun yang menghasilkan bunga. Kabar ini membuat NEXO, token kripto asli dari Nexo bisa memiliki sentimen buruk.
Peringkat NEXO di CoinMarketCap pada Rabu (28/9) pukul 13.00 WIB adalah #71, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 495.022.710. Jumlah koin yang beredar 560.000.011 koin NEXO dan maksimal pasokan tidak tersedia.
4. Reef Finance (REEF)
Analisis teknikal Reef Finance (REEF).
Reef Finance (REEF) mengalami masa sulit baru-baru ini, tetapi telah menunjukkan kekuatan besar yang bangkit dalam jangka waktu yang lebih pendek. Reef finance telah berjuang untuk tetap bullish karena harga turun dari tertinggi sepanjang masa US$ 0,3 menjadi US$ 0,0048.
Peringkat REEF di CoinMarketCap pada Rabu (28/9) pukul 13.00 WIB adalah #178, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 105.266.158. Jumlah koin yang beredar 20.132.169.041 koin REEF dan maksimal pasokan tidak tersedia.
Harga token yang berkaitan dengan Chiliz telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, karena kinerja token penggemar yang kuat. Misalnya, token penggemar Santos FC Fan Token (SANTOS) telah meningkat lebih dari 40% dalam 24 jam terakhir. Namun, ke depan kemungkinan akan ada penurunan karena sudah membentuk pola grafik overbought.
Peringkat SANTOS di CoinMarketCap pada Rabu (28/9) pukul 13.00 WIB adalah #264, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 82.230.001. Jumlah koin yang beredar 4.550.000 koin SANTOS dan maksimal pasokan 30.000.000 koin SANTOS.
Disclaimer
Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.
Kasus transfer sekitar 3.313 BTC atau bernilai lebih dari US$ 60 juta yang mencurigakan telah terdeteksi setelah Korea Selatan mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Do Kwon, Pendiri dan CEO Terraform Labs.
Menurut laporan, transfer ratusan BTC tersebut dilakukan dari wallet LUNA Foundation Guard (LFG) ke dompet KuCoin dan OKX. Akun aset virtual dari LUNA Foundation Guard dibuat di Binance saat tanggal 15 September, karena investigasi sedang berlangsung di Korea Selatan terhadap CEO Terraform.
Transfer senilai 3.313 BTC dilakukan dari akun LFG ke dua akun luar negeri milik KuCoin dan OKX. Koin-koin tersebut ditransfer beberapa kali selama 15-18 September.
Investigasi Kasus Terra Luna
Kantor Kejaksaan Distrik Seoul Selatan dan Tim Investigasi Gabungan Kejahatan Sekuritas berusaha untuk membekukan akun tersebut dan meminta KuCoin dan OKX untuk melakukan hal yang sama.
Alasan Terra Luna Classic ungguli Bitcoin selama 30 hari terakhir. Foto: Coinpedia.org.
Meskipun, KuCoin telah membekukan 1.354 BTC yang ditransfer, OKX menolak untuk mengambil tindakan apa pun terkait 1.959 BTC yang tersisa. Jaksa Korea Selatan, mengindikasikan penggunaan transfer ini untuk pencucian uang.
Hal penting yang perlu diketahui adalah kedua exchange kripto tersebut, baik OKX dan KuCoin tidak diatur di Korea Selatan.
Masalah Do Kwon Berlanjut?
Sejarah ekosistem blockchain Terra yang melibatkan stablecoin asli TerraUSD (UST) dan Luna (LUNA) agak kacau. Pada tahun 2018, Do Kwon dan Daniel Shin mendirikan Terraform Labs di Seoul. Duo ini meluncurkan blockchain Terra dan aset kripto terkait, UST dan LUNA, pada tahun 2019.
Setelah de-stabilisasi LUNA, seluruh ekosistem Terra runtuh pada Mei 2022. Hal ini menyebabkan kehancuran ekosistem kripto global.
Layanan Pajak Nasional Korea Selatan mengenakan denda sebesar US$ 78,4 juta dalam bentuk pajak di Terraform Labs dan Kwon. Pihak berwenang setempat segera bekerja untuk mencabut paspor Kwon. Baru kemarin Interpol mengeluarkan Red Notice terhadapnya menyusul permintaan pemerintah Korea Selatan.
Dalam sebuah wawancara, Kwon mengakui bahwa mungkin ada anggota Terraform di balik runtuhnya stablecoin, TerraUSD.
Kwon, bagaimanapun, telah aktif di Twitter, menegaskan bahwa dia tidak dalam pelarian dan perusahaan bekerja sama dengan lembaga pemerintah yang tertarik.
“Kami sedang dalam proses membela diri di berbagai yurisdiksi – kami telah mempertahankan integritas yang sangat tinggi, dan berharap untuk mengklarifikasi fakta selama beberapa bulan ke depan,” tweetnya pada 17 September. Ini adalah periode waktu yang sama saat transfer dilakukan.
Pertumbuhan aset kripto kini sudah menjadi perhatian banyak petinggi negara, salah satunya Jerome Powell, yang merupakan Ketua The Fed. Powell menyakini aset kripto adalah teknologi baru yang membutuhkan regulasi yang tepat.
Bank-bank sentral secara global telah diuji tahun ini, dengan dampak pasca pandemi COVID-19, geopolitik yang dinamis, dan perang Ukraina-Rusia. Saat berbicara kepada peserta konferensi Paris, Powell mengatakan bahwa normalisasi kebijakan moneter telah mengungkapkan masalah struktural utama dalam sistem keuangan terdesentralisasi (DeFi).
Ketua Fed itu menambahkan bahwa pemerintah di seluruh dunia perlu hati-hati dan serius mendekati regulasi sistem DeFi. Dengan kata lain, peraturan yang tepat harus diterapkan untuk mengatasi teknologi baru.
“Harusnya risiko yang sama, regulasi yang sama untuk aset kripto,” kata Powell dalam pidatonya di konferensi On Opportunities and Challenges of The Tokenization of Finance di Museum Louvre, Paris, Prancis.
Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
Menurut Powell, regulasi yang tepat adalah salah satu cara untuk menyamakan kedudukan dan menghindari bahaya penghindaran dan pelanggaran oleh para pelaku usaha.
Ia menganggap bahwa banyak pekerjaan yang perlu dilakukan pada aset tradisional dan digital – terutama mengenai stablecoin. Penerbit stablecoin telah menunjukkan minat untuk menjangkau publik yang lebih luas. Namun, ini menimbulkan pertanyaan apakah ada pengawasan peraturan yang cukup untuk penggunaan yang lebih luas.
Oleh karenanya dibutuhkan peraturan keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang dilakukan dengan hati-hati dan penuh pertimbangan mengingat dampaknya yang terbatas pada ekonomi riil.
“Musim dingin DeFi … tidak memiliki efek signifikan pada sistem perbankan dan stabilitas keuangan yang lebih luas karena kurangnya hubungan di antara mereka,” ungkap Powell dalam sebuah panel dikutip Coindesk.
Powell juga menyarankan tidak terburu-buru untuk memperkenalkan central bank digital currency (CBDC), bentuk digital dari uang fiat yang sedang dipertimbangkan di banyak negara di seluruh dunia.
Platform metaverse terbesar di Asia, Zepeto, meningkatkan ekspansi globalnya untuk bersaing dengan perusahaan besar lainnya untuk kembangkan dunia virtual. Seperti diketahui, banyak perusahaan teknologi yang bertaruh miliaran dolar AS untuk menciptakan dunia metaverse.
Zepeto yang dimiliki oleh grup teknologi Korea, Naver, telah menarik 340 juta pengguna sejak diluncurkan pada 2018. Saat ini dikutip dari laporan Financial Times, pengguna Zepeto didominasi oleh segmen perempuan muda.
Hal tersebut memang bukan kejutan, karena Zepeto fokus pada K-pop dan fashion. Zepeto sendiri telah bernilai lebih dari US$ 1 miliar, dan menarik investasi dari perusahaan hiburan Korea JYP Entertainment, YG Entertainment dan Hybe, serta dari Vision Fund II SoftBank.
“Perjalanan kami masih panjang untuk menjadi pemain yang lebih dominan secara global, tetapi kami sangat berada di jalur yang benar,” kata Head of Business at Naver Z, Ricky Kang.
Zepeto menambahkan ekspansi ke negara di kawasan Amerika Latin, seperti Brasil. Perusahaan juga mengumumkan sedang mengerjakan platform versi bahasa Turki dan Arab sebagai bagian dari dorongan ke Timur Tengah.
Itu datang ketika grup dari induk Facebook Meta hingga Microsoft bertaruh miliaran bahwa metaverse 3D yang digadang-gadang akan menjadi platform teknologi besar berikutnya.
Zepeto dengan cepat menjadi situs terbesar di Asia. Ini memiliki sekitar 15-20 juta pengguna aktif bulanan, terutama di Korea Selatan, Jepang dan China. Dari jumlah tersebut, 70 persen adalah perempuan dan sebagian besar berusia antara 13 dan 21 tahun.
Zepeto pun sudah melakukan kerja sama strategis dengan The Sandbox, dunia virtual game terdesentralisasi terkemuka dan anak perusahaan Animoca Brands. Kedua mitra masing-masing akan menawarkan ruang 3D paralel di lingkungan dunia virtual masing-masing, di mana pengguna dapat bersosialisasi, mengobrol, berinteraksi, dan bersenang-senang, sambil dapat mengakses serangkaian NFT untuk digunakan di The Sandbox yang menampilkan item game Zepeto.
Zepeto jalin kemitraan strategis dengan The Sandbox. Foto: Zepeto.
Kang mengakui kesulitan dalam melakukan ekspansi dan mengembangkan metaverse, khususnya dalam mengawasan kebijakan komunitas. Ia mengatakan bahwa Naver Z memiliki program kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi perilaku yang tidak pantas dan call center yang dapat dihubungi pengguna untuk meminta bantuan.
Wi Jong-hyun, seorang profesor bisnis di Universitas Chung-Ang di Seoul, mengatakan perusahaan perlu “untuk membuat langkah-langkah yang lebih keras dan lebih pragmatis.”
“Banyak dari remaja ini benar-benar mengidentifikasi dengan avatar, sehingga mereka terkejut dengan pengalaman online yang tidak menyenangkan ini,” pungkasnya.
Terra Luna Classic (LUNC), token kripto asli dari jaringan blockchain, Terra yang sempat runtuh, tampaknya sedang menjadi primadona dalam beberapa hari terakhir ini. Apa penyebab harga LUNC kian terbang?
Dalam pantauan CoinMarketCap pada Selasa (27/9) pagi, primadona market kripto jatuh ke duo token jaringan Terra, Terra Classic (LUNC) dan Terra (LUNA), yang masing-masing sukses meroket 48,73% dan 23,88% dalam 24 jam terakhir. LUNC kini diperdagangkan di kisaran harga US$ 0,000297, sedangkan LUNA di level US$ 2,68.
Dengan pertumbuhan lebih dari 40% membuat pengembalian ajaib LUNC. Kini terpantau LUNC masuk dalam 35 besar aset kripto teratas, berdasarkan kapitalisasi pasar atau market cap.
Faktor Binance
Nilai kedua token LUNC dan LUNA meningkat disebabkan oleh Binance, exchange kripto terbesar di dunia saat ini. Kedua token tersebut melesat setelah Binance mengungkap skema baru burn koin LUNC untuk menguras jumlah pasokannya di platform tersebut.
Hal tersebut secara efektif mengurangi token dari suplai yang beredar, yang biasanya bullish untuk aksi harga. Keputusan itu merupakan permintaan komunitas Terra yang ingin memulihkan reputasi LUNC setelah nilai stablecoin UST dan LUNC longsor pada Mei lalu.
“Binance akan menerapkan mekanisme burn untuk membakar semua biaya perdagangan di spot LUNC dan pasangan perdagangan margin dengan mengirimkannya ke alamat burn LUNC,” kata Binance dalam pengumuman resminya.
Skema Burn LUNC
Dilaporkan Decrypt, awalnya Binance berencana untuk menerapkan tombol opt-in untuk pemegang LUNC yang ingin secara sukarela membantu membakar persediaan token di bursa. Pengguna akan secara sukarela membayar biaya burn tambahan 1,2% pada setiap perdagangan, yang hanya akan dimulai jika cukup banyak pengguna yang setuju untuk mengambil bagian dalam proses tersebut. Terra Classic meluncurkan mekanisme on-chain serupa minggu lalu.
Namun, seperti yang dijelaskan oleh CEO Binance, Changepeng Zhao (CZ) pada hari Senin (26/9), pendekatan tersebut tidak akan berhasil dalam kenyataan. “Pengguna kami tidak akan memilihnya,” jelas dalam tweet-nya.
Komunitas Terra juga tidak senang dengan rencana awalnya. Beberapa anggota komunitas Terra menyerukan untuk memboikot Binance setelah mengeklaim CZ telah “mengingkari kata-katanya” untuk menerapkan burn sepihak.
Sebaliknya, paket baru membuat semua perdagangan LUNC/BUSD dan LUNC/USDT berkontribusi pada pembakaran pasokan — tanpa membebankan biaya tambahan kepada pengguna.
Namun, kenaikannya baru-baru ini kemungkinan tidak akan banyak berarti bagi bull Terra yang membeli lebih dari US$ 100 pada bulan April. Saat ini, LUNC masih hanya diperdagangkan di bawah harga US$ 0,0003.
Perkembangan pasar global yang dinamis menyebabkan permintaan akan lebih banyak barang dan jasa di seluruh dunia. Untuk memenuhi kebutuhan yang berkembang ini, produsen bertujuan untuk menciptakan produk dengan keunggulan kompetitif untuk memenuhi permintaan pasar dan dipromosikan melalui strategi promosi dan pemasaran yang efektif.
Pada tahun 2021, kinerja ekspor Indonesia telah mencapai rekor angka melampaui kinerja ekspor tertinggi pada tahun 2011. Pencapaian ini merupakan momentum pertumbuhan ekspor yang perlu dipertahankan dan digenjot di tahun-tahun mendatang. Penanganan efektif pandemi COVID-19 yang didukung program vaksinasi nasional berhasil menekan jumlah kasus baru di Indonesia.
Kondisi ini menjadi faktor optimistis, dan Kementerian Perdagangan RI kembali menghadirkanTrade Expo Indonesia 2022 dalam format hybrid. Ini akan memperluas eksposur peluang bagi eksportir Indonesia untuk berinteraksi dan bertransaksi dengan pembeli baik secara langsung maupun melalui media digital.
Trade Expo Indonesia tahun ini bertema:
“Strengthening Global Trade for Stronger”.
Dimana acara tersebut akan diselenggarakan sebagai berikut:
Hari: Rabu – Minggu
Tanggal: 19.10.2022 – 23.10.2022
Tempat: Jl. BSD Grand Boulevard No.1, Pagedangan, Kec. Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten 15399
Acara ini adalah bagian dari acara G20 dengan tema B20 yang mengkhususkan program para pebisnis. Didukung dari berbagai kementrian dan di selenggarakan oleh Kementrian Perdagangan.
Sebagai agenda promosi tahunan, Trade Expo Indonesia 2022 akan menampilkan pameran, forum bisnis, konseling bisnis, dan business matching. Acara tersebut akan menampilkan beberapa paparan teknologi blockchain diantaranya: Web3, NFT, DAO, Metaverse, DeFI, GameFi, SocialFi, dan lainnya. Acara dan pameran ini juga bertepatan dengan event Kepresidenan G20 yang diadakan di Indonesia.
Pada hari pertama, Fovourse sebagai Event Organizer untuk Expo Blockchain dan Crypto, akan membuka hari pertama dengan menghadirkan beberapa pembicara dan juga penelis. Untuk lebih lengkapnya mengetahui para speaker dan panelis, dalam di liat pada link berikut ini.