PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) akan kembali menunjukkan kehebatan dari platform metaverse buatannya yang bernama metaNesia. Telkom akan memberikan pengalaman beda perpaduan teknologi metaverse dengan turnamen game di Indonesia Esports Summit: Bali 14th World Esports Championships 2022.
Acara turnamen eSports yang akan berlangsung pada tanggal 2-11 Desember 2022 itu, akan memanfaatkan platform metaNesia yang dikembangkan oleh Telkom. Nantinya para peserta turnamen bisa merasakan pengalaman baru mengikuti kompetisi eSports melalui metaverse.
SM Emerging Technology Platform Telkom, Anton Pramono, mengatakan metaNesia akan menyajikan beberapa ruang pertandingan virtual sesuai jumlah arena di Indonesia Esports Summit 2022 yang dapat diakses hingga ribuan pendukung setiap tim eSports yang bertarung di ajang tersebut.
“Selain itu, metaNesia akan sajikan sebuah ruang talkshow yang menghadirkan pembicara kelas dunia bidang eSports dan games. Belum cukup sampai di situ, metaNesia juga menyuguhkan spesial desain NFT yang dirancang khusus secara physical digital (phygital) untuk dapat dimiliki oleh kolektor NFT lewat metaNesia NFT,” kata Anton dalam keterangan resminya.
Telkom pamer metaNesia di turnamen Indonesia Esports Summit: Bali 14th World Esports Championships 2022. Foto: Telkom.
Anton menambahkan metaNesia berencana akan membawa dunia virtual yang sangat menarik bagi para pemain game, dikombinasikan dengan desain khas Indonesia yang kaya kreasi. Di samping itu kegiatan ini bisa menunjukkan kontribusi Telkom terhadap “digital economy” yang mendukung talenta-talenta bangsa.
Kesempatan ini merupakan salah satu program yang telah direncanakan oleh Telkom sebagai bukti nyata kehadiran metaverse dapat dinikmati oleh masyarakat, khususnya para gamers yang menjadi “early adopter” metaNesia.
“Tidak hanya bagi para gamer Indonesia sebagai pihak yang akan bertanding, tetapi terwujudnya metaverse secara nyata juga melibatkan kolaborasi puluhan talenta Indonesia seperti para designer, animator, modeller, dan game programmer,” ungkap Anton.
Ilustrasi Metanesia, dunia metaverse dari Telkom. Sumber: Metanesia.
Anton menambahkan hadirnya metaNesia di industri eSports bisa membawa misi yang sejalan dengan Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) yakni untuk mendukung perkembangannya di Indonesia sebagai arena kompetisi yang melahirkan pribadi-pribadi yang profesional, kesatria, dan kreatif.
Sebagai informasi, metaNesia adalah dunia metaverse besutan Telkom yang baru diluncurkan sebagai produk digital di bawah naungan Leap-Telkom Digital. Masyarakat Indonesia sudah bisa mengunjungi dunia Metanesia melalui berbagai perangkat dengan mudah, di mana saja dan kapan saja. Aplikasi Metanesia sudah tersedia untuk sistem operasi Windows, Mac dan perangkat mobile Android serta iOS.
MetaNesia dapat diakses melalui smartphone, tablet, PC hingga immersed reality dengan perangkat VR, Occulus. Selain itu, pengguna juga dapat mengakses fitur ekstra dengan menggunakan advance device, seperti berkendara menggunakan driving force steering wheels.
Mungkin tidak banyak orang yang tahu, bahwa salah satu pendiri dan penemu Ethereum, Vitalik Buterin juga seorang penulis yang sangat terkenal. Buterin dikabarkan akan segera merilis buku terbarunya setelah The Merge selesai.
Dikutip Cryptotimes, Buterin akan merilis buku yang mempresentasikan kumpulan esai yang telah dia tulis selama sepuluh tahun terakhir dalam sebuah buku berjudul “Proof of Stake -The Making of Ethereum and the Philosophy of Blockchains.”
Buterin mengaet Nathan Schneider sebagai editor bukunya tersebut. Kemudian, buku akan diterbitkan oleh Seven Stories Press. Hasil sebagian penjualan buku ini akan disumbangan untuk badan penelitian terbuka, Gitcoin Grants. Itu merupakan janji Buterin sejak lama.
Pembeli juga dapat menjanjikan donasi, dengan 90% masuk ke Gitcoin Grants dan 10% ke penerbit Seven Stories Press.
Vitalik Buterin akan menerbitkan sebuah buku berjudul “Proof of Stake -The Making of Ethereum and the Philosophy of Blockchains.” Foto: Twitter @VitalikButerin.
Vitalik Buterin ternyata cukup rajin dalam hal tulis menulis. Ia diketahui ikut mendirikan Bitcoin Magazine dan menulis whitepaper Ethereum, yang mengusulkan protokol open-source yang mencakup smart contracts, social network, dan sharing economics.
Berbicara tentang buku terbaru Buterin, ini adalah kumpulan esai, termasuk “On Free Speech,” “Prediction Markets: Tales from the Election,” dan “Crypto Cities.” Whitepaper Ethereum juga disertakan sebagai lampiran.
Buku ini akan dirilis pada 27 September, hanya dua minggu setelah The Merge Ethereum selesai dilakukan. The Merge sendiri diperkirakan akan selesai pada 10-20 September mendatang.
Ilustrasi The Merge Ethereum. Sumber: Getty Images.
Buterin mengungkap bukunya akan menerangkan gagasan di balik Ethereum dan menggambarkan visi radikal untuk lebih dari sekadar mata uang digital. “menciptakan kembali organisasi, ekonomi, dan demokrasi itu sendiri di era internet,” tulis sinopsis buku terbaru Buterin tersebut.
“Visi (Vitalik Buterin) telah menjadi seruan. . . perang teknologi untuk meningkatkan akses, transparansi, dan akuntabilitas. . . . Ekonomi baru di mana setiap orang dapat berpartisipasi dengan caranya sendiri,” dikutip Wired.
Proyek NFT saat ini tidak hanya fokus pada pengembangan seni digital saja. Salah satu proyek yang menarik adalah dari Mythical Beings NFT yang punya misi mulia untuk membangun kesadaran restorasi Bumi.
Dikutip dari website resminya, Mythical Beings NFT disebutkan sebagai proyek NFT yang membangun komunitas berdasarkan self-love dan empowerment, healing dan penyambungan kembali dengan sifat sejati manusia dan alam.
Mythical Beings NFT memiliki jumlah koleksi 2222 item yang terinspirasi oleh karakter mitologi di seluruh dunia. Karakter tersebut memiliki makna sebagai makhluk mitos yang berusaha menciptakan dampak nyata dan langsung di dunia digital dan fisik melalui pengembangan 3 pilar intinya: a creator economy, restorasi bumi, dan mindfulness di metaverse.
Utilitas yang menarik dari Mythical Beings NFT adalah Setiap NFT yang berhasil di-minting memberi kontibusi satu karang yang diadopsi yang akan disumbangkan secara langsung melalui GaiaOne Restoration Project. Foto karang yang diadopsi akan dikirimkan ke wallet pengguna setelah ditanam di wilayah Tevana House Reef, Tanjung, Bira, Sulawesi Selatan, Indonesia.
10% dari hasil penjualan Mythical Beings NFT langsung didistribusikan ke GaiaOne Restoration Project yang dimanfaatkan untuk mendukung restorasi karang dan pekerjaan restorasi pantai dilakukan secara optimal. Mythical Beings NFT bisa dibeli di NFT marketplace, OpenSea.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan Anda untuk menjadi bagian dari komunitas ini dan untuk kepedulian Anda di Planet kita,” kata Mythical Beings.
Mythical Beings juga membangun proyek token kripto yang disebut KRIYA yang akan digunakan sebagai mode transaksi antara komunitas Mythical Beings dan seterusnya.
“Kami percaya dalam memfasilitasi ekonomi di mana pencipta dan orang-orang di komunitas dihargai secara adil, memungkinkan lebih banyak kreasi dan inovasi berkembang di dunia terutama di masa di mana solusi lama tidak lagi relevan di masyarakat,” kata kata Mythical Beings.
Token KRIYA memfasilitasi konsep baru didukung oleh Mythical DAO Treasury. Ini bekerja dengan menerapkan mekanisme yang memberi nilai pada token KRIYA di dalam komunitas dan di luarnya. Dapat digunakan dalam masyarakat untuk bertransaksi satu sama lain, untuk menerima imbalan atas kreasi barang dan jasa, dan juga sebagai tanda yang dapat digunakan untuk ‘pay it forward‘.
Temukan Mythical Beings di Acara NFT Bira
Mythical Beings dan GaiaOne Project menyelenggarakan acara akbar NFT Bira yang akan digelar di Tanjung Bira, Sulawesi Selatan pada tanggal 29 Agustus-3 September 2022. NFT Bira merupakan salah satu acara komunitas NFT terbesar yang digelar di Indonesia pada tahun ini.
Acara yang berkolaborasi dengan TokoMall by Tokocrypto ini, bertujuan untuk menciptakan ruang bagi individu yang ingin mengeksplorasi kemungkinan untuk memasukkan teknologi Web3 ke dalam kehidupan, seperti NFT dan kripto.
Event NFT Bira siap digelar di Tanjung Bira, Sulawesi Selatan
pada tanggal 29 Agustus-3 September 2022.
NFT Bira akan berlangsung selama seminggu dengan fokus pada pertumbuhan komunitas di seluruh dunia yang berusaha mengintegrasikan teknologi Web3 untuk meningkatkan kehidupan manusia.
Menariknya, rangkaian acara nanti tidak hanya membahas soal teknologi Web3 maupun blockchain, namun juga topik utama seputar berhubungan kembali dengan alam, mindfulness, dan membangun ekonomi komunitas berkelanjutan yang dapat diikuti oleh semua orang.
Bagi kamu yang tertarik ingin menghadir acara NFT Bira ini sudah bisa registrasi dengan perlu menjadi holder 1 NFT Mythical Beings untuk menghadiri semua kegiatan, konser musik dan workshop.
Paket akomodasi untuk mengikuti acara secara penuh pun tersedia dan bisa simak detailnya melalui linkini.
Pemerintah Indonesia selangkah lagi bakal meluncurkan bursa kripto atau bursa berjangka pada akhir tahun 2022. Hadirnya bursa kripto sudah dinantikan cukup lama dan peluncurannya terus mengalami penundaan.
Dikutip DealStreetAsia, Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), sebelumnya menargetkan peluncuran bursa kripto pada akhir tahun 2021. Kemudian, ditunda hingga kuartal pertama 2022, namun hingga kini nasibnya belum terang benderang.
Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, menjelaskan penundaan tidak berkaitan dengan masalah yang signifikan. Semua prosedur sudah dijalani dengan baik, namun peluncuran bursa kripto memerlukan banyak persiapan.
“Kami akan memastikan bahwa setiap persyaratan, prosedur, dan langkah-langkah yang diperlukan telah diambil,” kata Jerry saat menghadiri NXC International Summit 2022 di Bali, Rabu (31/08).
Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga di acara peresmian T-Hub Solo pada Jumat (18/8). Foto: Dok. Tokocrypto.
“Ini bukti bahwa kita berhati-hati. Kami tidak ingin terburu-buru karena dapat menyebabkan kami melewatkan sesuatu. Mendirikan sebuah bursa membutuhkan banyak persiapan. Kita perlu melihat entitas mana yang harus masuk bursa. Kedua, kita perlu memvalidasi entitas tersebut. Ketiga, ada model minimal dan persyaratan lain, terkait kustodian penyimpanan, hal-hal teknis.”
Tokocrypto Dukung Pendirian Bursa Kripto
Secara terpisah, CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai, mengatakan bursa dapat menjadi katalis bagi seluruh ekositem kripto di Indonesia yang mengarah ke lebih banyak pelaku usaha, lebih banyak komunitas dan minat dari investor internasional.
“Industri akan tumbuh, kami akan mulai melihat lebih banyak proyek lokal,” kata Kai di Bali.
Tokocrypto adalah salah satu dari 25 Calon Pedagang Aset Kripto yang terdaftar resmi di Bappebti. Indonesia tidak mengakui kripto sebagai mata uang, melainkan menjadi komoditas di bawah Kementerian Perdagangan.
Co-Founder & CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai. Foto: Tokocrypto.
Bappebti mencatat hingga Juli 2022, jumlah investor aset kripto sudah mencapai lebih 15,57 juta dengan nilai transaksi perdagangan di Indonesia tercatat sebesar Rp 232,4 triliun. Sementara, jumlah investor saham per Juli 2022, hanya 4,1 juta.
Kai yakin prospek investasi aset kripto ke depan akan terus tumbuh, ketika market kembali normal dan mungkin mencapai all time high baru. Investasi aset kripto akan kembali bergairah.
Pelopor NFT marketplace di Indonesia, TokoMall, ikut mendukung gelaran NFT Bira, salah satu event komunitas Web3 dan blockchain terbesar tahun ini. NFT Bira sendiri digelar di Tanjung Bira, Sulawesi Selatan pada tanggal 29 Agustus-3 September 2022.
NFT Bira adalah acara NFT yang diselenggarakan oleh Mythical Beings dan GaiaOne Project. Ini merupakan salah satu acara komunitas NFT terbesar yang digelar di Indonesia pada tahun ini yang bertujuan menciptakan ruang bagi individu yang ingin mengeksplorasi memasuki dunia Web3, seperti NFT dan kripto.
Tokocrypto melalui ekosistem TokoMall terlibat dalam NFT Bira hadir sebagai salah satu pembicara yang diwakili oleh Lee Anderson, TokoMall Business Developmet Lead. Lee workshop mengenai segala hal tentang NFT dan kultur, serta perkembangannya di Indonesia.
TokoMall bersama Lee Anderson akan mengisi acara workshop pada hari kelima dan keenam, yaitu tanggal 2-3 September 2022. NFT Bira juga memiliki rangkaian acara yang unik dan menarik.
Rangkaian acara NFT Bira yang berlangsung selama seminggu ini, fokus pada pertumbuhan komunitas di seluruh dunia yang berusaha mengintegrasikan teknologi Web3 untuk meningkatkan kehidupan manusia.
Menariknya, rangkaian acara nanti tidak hanya membahas soal teknologi Web3 maupun blockchain, namun ada juga topik utama seputar berhubungan kembali dengan alam, mindfulness, dan membangun ekonomi komunitas berkelanjutan yang dapat diikuti oleh semua orang.
Event NFT Bira siap digelar di Tanjung Bira, Sulawesi Selatan
pada tanggal 29 Agustus-3 September 2022.
Karena project NFT Mythical Beings terlibat langsung dengan proyek restorasi karang dan pengumpulan sampah di Tanjung Bira melalui GaiaOne Project, salah satu fokus utama NFT Bira adalah menyebarkan kesadaran akan teknologi blockchain dan NFT kepada masyarakat lokal di Sulawesi Selatan.
Ada juga kegiatan “Mindfulness In The Metaverse Workshop” yang bisa ikuti semua peserta untuk latihan pernapasan, yoga, meditasi dan lainnya yang bisa membuat jiwa lebih tenang dan damai dalam melintasi ruang digital yang tumbu dengan cepat ini.
Tak ketinggalan ada “Sound For The Ocean Concert” yang menyebarkan kesadaran dan penghargaan serta merayakan cinta untuk itu dan lingkungan. Nantinya ada performance music dari Kikoo, Dvy, dan Dasha Logan.
Prospek pemanfaatan teknologi terbaru yakni Web3 akan menciptakan nilai tambah lebih bagi masa depan ekonomi digital Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Johnny G. Plate, menilai keberadaaan Web3 bisa menarik bagi pengembangan ekosistem digital nasional.
“Masa depan khas Web 3.0 telah menawarkan terobosan dalam ranah digital yang terkait dengan teknologi blockchain, metaverse, dan konsep relevan lainnya seperti identitas digital,” ujarnya dalam Pembukaan NXC International Summit 2022 di Merusaka Hotel Nusa Dua, Badung, Bali, Rabu (31/08).
Indonesia merupakan negara ekonomi digital terbesar di kawasan Asia Tenggara dengan valuasi US$ 70 Miliar pada 2021 dan diproyeksikan tumbuh hingga US$ 315,5 Miliar pada 2030.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Johnny G. Plate di NXC International Summit 2022. Foto: Kominfo.
Johnny menyatakan keberadaan teknologi Web3 menjadi peluang yang menarik. Menurutnya, perkembangan terkini menunjukkan, jika perusahaan teknologi startup di sektor Web3 Indonesia dapat bersaing di tingkat internasional.
“Merupakan peluang menarik untuk memanfaatkan potensi teknologi Web3. Salah satu pencapaian yang patut dicatat adalah pencatatan lima paten global yang menandai penemuan dan inovasi grup WIR di bidang teknologi digital,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Kementerian Kominfo terus mendorong anak bangsa mewujudkan peluang yang begitu besar dengan membangun ekosistem teknologi secara komprehensif.
“Kominfo sebagai regulator, fasilitator, dan akselerator, untuk upaya transformasi digital, berusaha menggelar infrastruktur digital agar lebih merata untuk semua orang di setiap bagian nusantara,” ungkap Menkominfo.
Menkominfo, Johnny G. Plate, mengungkap generasi pertama Web3 yang dikenal dengan teknologi blockchain bisa menyediakan jaringan terdesentralisasi dan dapat dioperasikan semua orang menggunakan teknologi terkini.
Mengutip hasil penelitian terbaru, ukuran pasar global Web 3.0 yang mencapai US$ 3,2 Miliar pada tahun 2021 dan diproyeksikan mencapai US$ 8,5 Miliar pada tahun 2030.
Senada dengan Menkominfo, CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai, mengatakan Web3 adalah fase baru yang menjanjikan. Potensi Web3 di Indonesia saat ini up and rising. Sejalan dengan visi Tokocrypto untuk terus menjadi builder sekaligus leader di ekosistem kripto, blockchain, dan Web3 di tanah air, sekaligus membawa Indonesia menjadi barometer di kancah global.
“Tokocrypto sangat optimis tentang potensi Web3 untuk memperluas akses masyarakat ke semua peluang yang lebih baik, mulai dari ekonomi, kesehatan hingga pendidikan,” kata Kai.
Proyek teknologi berbasis blockchain kini sedang menikmati masa pengembangan tanpa henti, karena ide-ide yang lebih inovatif terus bermunculan. Dan salah satu produk yang paling banyak diminati adalah game yang mendukung Web3.
Laporan Absolute Reports memproyeksikan pertumbuhan besar-besaran untuk industri GameFi dalam enam tahun ke depan. Penelitian ini mengungkap industri game play-to-earn non-fungible token (NFT) diproyeksikan bernilai US$ 2,8 miliar dalam rentang waktu dari 2022–2028.
Popularitas game blockchain atau Web3 terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Potensi pertumbuhan yang eksponensial ini diyakini oleh Thetan Arena, platform game berbasis blockchain, bisa menjadi salah satu kunci pertumbuhan ekonomi di Asia.
Nguyen Dinh Khanh, CEO Wolffun Game yang mewakili Thetan Arena, berbicara mengenai potensi game Web3 di festival kripto terbesar di Asia, Coinfest Asia 2022. Khanh mengungkap game Web3 punya potensi dalam peningkatan ekonomi di Asia dengan mendorong adopsi teknologi blockchain dan aset kripto yang lebih luas.
Nguyen Dinh Khanh, CEO Wolffun Game. Foto: Thetan Arena.
Game Blockchain Sebagai Platform yang Menghasilkan
Dalam topik diskusi Coinfest Asia 2022 yang bertajuk “Is Web3 Gaming The Rising Economy in Asia?,” Khanh bersama perwakilan Metabase dan YGG Sea juga membahas tentang bagaimana pengguna baru dapat bergabung dalam ekosistem game Web3, tanpa banyak kesulitan. Hal ini diperlukan untuk menghapus hambatan besar dan menciptakan ekosistem yang inklusif.
Game blockchain sebagai platform yang menghasilkan bagi non-gamer juga diangkat dalam diskusi. Menurut Khanh, itulah aspek penting yang membantu komunitas game blockchain membuka dirinya menerima semua orang dengan berbagai latar belakang untuk bergabung dengan sektor ini dan mencari peluang baru.
Khanh bertekad untuk memproduksi game Web3 tingkat dunia yang akan menempatkan nama-nama pengembang Vietnam di peta industri game, maka terciptalah Thetan Arena. Game ini telah berkali-kali masuk dalam daftar di antara proyek GameFi teratas, yang terbaru sebagai salah satu pemenang dengan label “Most Popular MOBA Game on BNB Chain.”
Thetan Arena menjadi salah satu pembicara di Coinfest Asia 2022. Foto: Thetan Arena.
Thetan Arena pun menciptakan ekosistem game Web3 yang inklusif dan mudah diakses oleh semua orang. Game bergenre Multiplayer online battle arena (MOBA) ini mengenalkan sistem Free-to-Play dan Play-to-Earn yang diimplementasikan untuk membantu pengguna baru memulai permainan.
Setiap pemain Thetan Arena akan diberikan tiga hero gratis dengan masing-masing skills tertentu, ketika mereka pertama kali bergabung dalam permainan. Karakter atau hero tersebut membuka pintu untuk banyak pengalaman bermain game.
Pengguna dapat dengan mudah membiasakan diri dengan gameplay dari Thetan Arena, sebelum melanjutkan menjelajahi marketplace, tokenomics, dan akhirnya sistem penghasilan.
Thetan Arena memiliki mode permainan menarik yang memiliki mekanisme pertempuran yang seimbang. Oleh karena itu, mereka menciptakan pengalaman yang menyenangkan bagi semua pemain. Game ini juga melibatkan item NFT yang bisa menjadi elemen kunci dengan memainkan permainan dan jual di marketplace untuk menghasilkan uang.
Game Thetan Arena sudah memiliki lebih dari 26 juta pemain aktif di platformnya. Game Web3 ini sudah tersedia dan bisa dimainkan gratis di perangkat Android, iOS dan komputer/PC.
Sasha Ivanov, pendiri Waves, sebuah perusahaan blockchain yang memungkinkan pengguna untuk meluncurkan token kripto khusus, mengatakan bahwa otoritas pemerintah perlu mengatur industri kripto untuk menangani manipulasi pasar dan mencegah investor dari proyek yang merugikan.
Ivanov yang pernah bersitegang dengan pendiri FTX, Sam Bankman-Fried, akibat tuduhan secara ilegal memanipulasi harga proyek kripto, WAVES. Namun, ia membantah tuduhan itu dengan keras.
“Manipulasi pasar kripto adalah tanda akhir zaman. Kita yang berada di ruang (kripto) berharap itu tidak begitu, tapi tetap ada. Orang dengan dana besar dan tingkat kecerdasan tinggi dapat memperoleh keuntungan dengan mengorbankan investor pemula. Resolusi kami adalah regulasi yang adil,” kata Ivanov dikutip Bitcoinist.
Founder and CEO Waves, Sasha Ivanov. Foto: Getty Images.
Lebih lanjut, Ivanov telah menunjuk ke arah peraturan atau regulasi untuk menjaga transparansi dan memastikan perlindungan pengguna.
“Meskipun ini mungkin bukan pendapat yang paling populer, saya yakin kita membutuhkan regulasi untuk melindungi pengguna. Karena itu, kami sangat mendukung untuk menemukan beberapa solusi nyata dan efisien melalui percakapan cerdas dengan regulator.”
Stablecoin USDN yang didukung WAVES kehilangan pasaknya dengan dolar AS berkali-kali pada tahun 2022. Terakhir, ia gagal mempertahankan pasaknya dengan dolar AS dan jatuh ke US$ 0,90 pada 26 Agustus.
Saat berbicara tentang bagaimana dia memperbaiki masalah itu dan mengendalikan situasi pada bulan April, ketika nilai USDN anjlok menjadi US$ 0,80, Ivanov menjelaskan bahwa dump terjadi karena enam akun whales meminjam likuiditas Vires Finance secara berlebihan.
Karena jumlah bunga terus meningkat, menjadi tidak mungkin bagi whales yang kelebihan beban untuk membayar kembali pinjaman. Akibatnya, itu mengganggu harga setiap aset kripto dan kemungkinan WAVES.
“Ini adalah saat saya harus turun tangan untuk mengambil sekitar US$ 500 juta dari hutang buruk ini ke dompet saya sendiri untuk membayarnya secara bertahap. Tidak melakukan hal itu akan membuat akun-akun tersebut dilikuidasi, menciptakan lebih banyak tekanan jual karena kuantitas USDN yang terjual.”
Mengawali bulan September 2022, market aset kripto terpantau masih diselimuti oleh awan mendung. Sejumlah aset kripto big cap atau berkapitalisasi besar kompak terjebak di zona merah.
Melansir CoinMarketCap pada hari Kamis (1/9) pukul 09.00 WIB, nilai Bitcoin turun tipis 0,69% ke level US 20.176 dalam 24 jam terakhir. Sementara, Ethereum juga turun lebih dalam 1,15% ke harga US$ 1.568 dalam sehari terakhir. Altcoin lainnya, seperti BNB, XRP, Cardano (ADA) hingga Dogecoin (DOGE) juga bernasib sama.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat market aset kripto terpantau mengalami pergerakan yang beragam. Salah satunya Bitcoin (BTC) kembali mengalami penurunan tipis pada hari Kamis (1/9), namun masih tetap mempertahankan level psikologisnya.
“Secara keseluruhan market masih terpantau bearish, mengingat bagaimana tingginya aktivitas penjualan, dibanding akumulasi. Setelah bolak-balik menguat dan melemah beberapa hari terakhir, harga aset kripto terpantau turun tipis pada Kamis pagi,” kata Afid.
Afid mengungkap ada beberapa penyebab dari lesunya market aset kripto di awal bulan September ini. Pertama, investor tengah menjaga jarak dengan market setelah mencemaskan pengetatan kebijakan moneter The Fed, setelah pejabat otoritas moneter tersebut silih berganti menyuarakan sikap hawkish-nya.
“Kemungkinan besar The Fed berkomitmen untuk meneruskan sikap suku bunga tinggi demi mengekang inflasi AS. Proyeksi The Fed akan mengerek suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin di rapat komite pasar terbuka federal (FOMC) bulan ini,” jelasnya.
Selanjutnya, pergerakan market kripto yang melemah mengindikasikan gejolak yang tinggi di mana investor sepertinya sedang bingung menentukan posisi masuk atau keluar. Karena market yang bergerak sideways naik-turun dengan cepat.
Faktor ketiga, keraguan investor bertambah melihat pelemahan yang terjadi di pasar saham AS yang menunjukan performa yang buruk dalam beberapa hari terakhir.
“Masih banyak investor kripto yang berpedoman pada situasi kinerja indeks saham AS untuk mendapatkan gambaran selera risiko investor secara luas. Terlebih pagi ini indeks dolar AS (DXY) perlahan kembali menguat 108.9 atau naik 0.29%,” tutur Afid.
Faktor Keempat, sentimen buruk kembali datang dari perkembangan terbaru pemberian ganti rugi Mt. Gox ke penggunanya. Dalam dokumen baru yang dirilis Rabu (31/8), salah satu pihak penjamin Mt. Gox, Nobuaki Kobayashi, mengatakan korban peretasan Mt. Gox diharapkan bisa mendaftarkan klaim ganti ruginya hingga 15 September mendatang.
“Setelah proses itu selesai, Mt. Gox diramal akan segera mendistribusikan Bitcoin dalam jumlah besar tersebut. Hal itu akan ditakutkan investor, karena bisa terjadi aksi jual yang besar,” imbuhnya.
Analisis Gerak Bitcoin dan Ethereum
Dari segi analisis teknik, Bitcoin (BTC) masih berjuang sedikit menguat di atas US$ 20.000. Level resistance ada di US$ 20.701 masih menjadi target naik terdekat. Sementara, support ada di US$ 19.520, jika terjadi koreksi.
Sementara, Ethereum (ETH) masih berjuang di kisaran US$ 1.500 dalam beberapa hari terakhir jelang The Merge. level resistance berada pada harga US$ 1.606 dan support terdekat US$ 1.424. Titik support selanjutnya berada pada level US$ 1.356 sebagai tahanan apabila harga kembali turun.
Pergerakan aset kripto pada Rabu (31/8) sore tampak kembali kritis di zona merah. Padahal pada Rabu pagi, market sempat naik tipis ke zona hijau menyusul indeks dolar AS yang melemah.
Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB, dari 8 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap kompak turun ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC), misalnya turun tipis 1,07% ke US$ 20.211 per keping dan turun 5,27% selama seminggu terakhir.
Sementara, Ethereum (ETH) juga anjlok 1,17% ke US$ 1.573 di waktu yang sama dan anjlok 3,95% sepekan terakhir. Solana (SOL), Dogecoin (DOGE) dan BBNB juga alami penurunan harga masing-masing 2,08%, 2,20% dan 1,78%.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat pola pergerakan kripto yang sempat naik dan turun dengan cepat membuktikan bahwa market belum stabil. Investor tampak belum percaya diri melakukan akumulasi di tengah sentimen ekonomi yang masih negatif.
“Investor masih diliputi kecemasan The Fed yang kemungkinan besar akan mengerek suku bunga acuan dengan agresif setelah data pekerja AS melemah,” kata Afid.
Investor melihat situasi ekonomi AS masih dalam laju yang lambat. mengontrol inflasi. Oleh karenanya, mereka pun takut bahwa data ekonomi terkini yang belum memuaskan akan mendorong The Fed untuk terus mengetatkan kebijakan moneternya.
Selain itu, investor dihantam berita bahwa Eropa akan mengikuti jejak The Fed setelah inflasi Jerman menyentuh 8,8% pada bulan Agustus. Tingkat inflasi Jerman menyentuh puncak tertingginya dalam 50 tahun terakhir.
“kenaikan suku bunga acuan akan melemahkan gairah investor untuk masuk ke market kripto. Akibatnya, nilai aset kripto pun terpuruk,” ungkap Afid.
Dari sisi teknikal, Bitcoin masih ada harapan untuk menguat. BTC masih sukses berada di kisaran US$ 20.200 per keping, yaitu level psikologisnya. Jika ia berhasil menembus level resistance di level US$ 20.764, maka ada kemungkinan bisa terus melesat ke level US$ 21.000.
Di samping anaisis harga Bitcoin, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan terakhir bulan Agustus ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.
Daftar 5 Aset Kripto Bullish
1. Ethereum
Analisis teknikal Ethereum (ETH).
Ethereum (ETH) menjadi salah satu dari aset kripto big cap yang kembali masuk ke dalam daftar potensi bullish pekan ini. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan nilai ETH bisa mengalami peningkatan menjelang diselesaikannya proses migrasi The Merge.
“The Merge akan semakin dekat memasuk bulan September. Investor mulai tampak melakukan akumulasi. Jadi mereka melakukan buy the rumor, sell the news. Peningkatan harga akan terjadi menjelang proses migrasi selesai,” kata Afid.
Lebih lanjut, Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya ETH bisa meningkat mencapai harga US$ 1.606. Level resistance terdekat ETH pada level US$ 1.722 masih menjadi target untuk laju naik. Sementara, nilai US$ 1.424 menjadi support terdekat.
Peringkat ETH di CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB adalah #2, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 194.038.627.696. Jumlah koin yang beredar 122.180.456 koin ETH dan maksimal pasokan tidak tersedia.
2. Uniswap (UNI)
Analisis teknikal Uniswap (UNI).
Uniswap (UNI) potensi masuk zona bullish pada pekan ini. Sentimen positif datang, dari volume perdagangan di Decentralized Exchange (DEX), Uniswap telah menunjukkan pertumbuhan besar-besaran di pada pekan lalu.
UNI menunjukkan aktivitas bullish dalam beberapa hari terakhir, meskipun aksi jual masih terjadi beberapa hari terakhir ini. Menurut Afid, investor sudah posisi price in dalam potensi kenaikan jangka pendek, karena beberapa faktor bullish selaras pada volume transaksi DEX.
“Analisis teknikal melihat harga UNI bisa naik dari harga US$ 7,1 atau naik 16%. Di samping itu, investor menunggu tentang bagaimana Uniswap akan menanggapi The Merge Ethereum yang akan datang.” ungkap Afid.
Peringkat UNI di situs CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB adalah #19, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 4.663.340.650. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 745.586.015 koin UNI dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin UNI.
Chromia (CHR) adalah token kripto yang beroperasi pada platform Ethereum. CHR sempat melonjak lebih dari 4.900% pada tahun 2021, didukung oleh melonjaknya popularitas aplikasi terdesentralisasi (DApps), Non-Fungible Token (NFT), dan game play-to-earn berbasis blockchain.
Afid melihat CHR pekan ini akan berpotensi bullish disebabkan oleh proses EIF (Ethereum Interoperability Framework) yang akan selesai pada awal September mendatang. EIF adalah serangkaian fungsi yang memungkinkan Chromia bertindak sebagai Layer-2 untuk Ethereum dan semua rantai EVM lainnya (BNB Chain, Polygon, Fantom, AVAX C-Chain, dll.). Fungsi-fungsi ini termasuk menjembatani aset ke dan dari rantai ini ke Jaringan Chromia.
“Dari analisis teknikalnya pergerakan CHR kemungkinan besar selama batas bawah pada US$ 0,1866 masih terjaga, dapat naik hingga US$ 0,2189 atau naik 23% dalam beberapa hari ke depan,” jelas Afid.
Peringkat CHR di CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB adalah #180, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 105.866.580. Pasokan yang beredar 567.369.439 koin CHR dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin CHR.
4. FTX Token (FTT)
Analisis teknikal FTX Token (FTT).
FTT adalah native token kripto dari platform exchange FTX yang diluncurkan pada 8 Mei 2019. FTT merupakan token ERC-20 yang dapat digunakan untuk mendukung transaksi jual-beli aset pada ekosistem FTX. FTT juga dapat di-stake di FTX untuk mendapatkan berbagai macam keuntungan seperti potongan fee jual-beli, gratis kirim aset, dan lain lain.
Afid melihat FTT memiliki potensi untuk bergerak bullish dampak dari berita FTX yang setuju untuk membantu kota Busan, Korea Selatan yang akan membangun exchange kripto sendiri. FTX akan memberikan bantuan teknis dan infrastruktur kepada kota Busan dalam membangun pertukaran aset digital.
“Kemungkinan besar dari analisis teknikalnya FTT akan mengalami peningkatan menuju harga US$ 28,46 atau naik 20% secara bertahap. Namun dalam jangka pendek, harga FTT akan terkoreksi terlebih dahulu,” ucap Afid.
Peringkat FTT di CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB adalah #180, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 3.685.674.464. Pasokan yang beredar 134,214,017 koin FTT dan maksimal pasokan 352.170.015 koin FTT.
5. Lido DAO (LDO)
Analisis teknikal Lido DAO (LDO).
Lido DAO (LDO) kembali masuk dalam deretan aset kripto berpotensi bullish pekan ini. Afid menjelaskan kenaikan nilai LDO didorong oleh sentimen positif dari semakin dekatnya The Merge Ethereum.
Lido DAO adalah salah satu solusi staking untuk Ethereum, dengan kata lain, ini memungkinkan pengguna untuk berpartisipasi dalam menjalankan rantai proof-of-stake (PoS) Ethereum yang akan datang dengan imbalan hadiah harian.
“Teknikal LDO tampak condong ke atas karena bull flag-nya. Pola teknis ini biasanya muncul selama tren naik, ketika harga berkonsolidasi lebih rendah di dalam grafik, maka ada kemungkinan akan bergerak naik yang kuat.,” kata Afid.
Dari analisis teknikalnya, nilai LDO kemungkinan akan naik secara bertahap ke harga 2,78 atau tumbuh sekitar 41%. Sementara, level resistance-nya berada di angka US$ 3,1.
Peringkat LDO di CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB adalah #67, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 630.357.011. Pasokan yang beredar 312.951.154 koin LDO dan maksimal pasokan yang tersedia 1.000.000.000 koin LDO.
Daftar 5 Aset Kripto Bearish
1. S.S. Lazio Fan Token (LAZIO)
Analisis teknikal S.S. Lazio Fan Token (LAZIO).
LAZIO adalah Fan Token yang dikeluarkan oleh klub sepak bola, SS Lazio asal Italia bermitra dengan Socios. LAZIO mengikuti model Fan Token klub sepak bola lainnya.
Holder LAZIO bisa mewakili kepemilikan hak suara dan memberikan akses kepada penggemar untuk mendapatkan hadiah dan pengalaman khusus klub yang unik. Salah satu contohnya penggemar juga mendapatkan kesempatan untuk memenangkan akses eksklusif ke klub.
Afid melihat LAZIO berpotensi bearish pada pekan ini karena sudah membentuk overbought atau jenuh beli yang menunjukkan periode waktu dimana terjadi suatu pergerakan uptrend yang signifikan dan konsisten.
“Sudah ada sinyal bearish. Token naik 31,53% menjadi US$ 7,68. Harga LAZIO saat ini berada di atas resistance. Dengan support yang ditetapkan di sekitar US$ 6,45, LAZIO berpotensi dalam posisi bergejolak jika reli habis,” kata Afid.
Peringkat LAZIO di CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB adalah #311, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 67.730.461. Pasokan yang beredar 8.600.000 koin LAZIO dan maksimal pasokan yang tersedia 40.000.000 koin LAZIO.
2. FC Porto Fan Token (PORTO)
Analisis teknikal FC Porto Fan Token (PORTO).
PORTO memiliki nasib yang sama dengan LAZIO. Afid melihat Fan Token PORTO sudah membentuk pola overbought di mana situasi ini secara teknikal ada kemungkinan investor melakukan profit taking sehingga harga saham berpeluang turun.
“Dari segi analisis teknikalnya pergerakan PORTO kemungkinan besar akan menarik turun. Kemungkinan besar akan ada penurunan dikisaran US$ 5. Level support PORTO yang ditetapkan di sekitar US$ 4,71,” ucap Afid.
Peringkat LAZIO di CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB adalah #368, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 52.939.453. Pasokan yang beredar 7.800.000 koin LAZIO dan maksimal pasokan yang tersedia 40.000.000 koin LAZIO.
3. Alpine F1 Team Fan Token (ALPINE)
Analisis teknikal Alpine F1 Team Fan Token (ALPINE).
Afid menjelaskan selain LAZIO dan PORTO, Fan Token lainnya yang kemungkinan besar memasuki fase bearish adalah ALPINE. “Token ALPINE juga sudah membentuk overbought, investor perlu berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi,” jelasnya.
Selama lima hari terakhir, ALPINE telah mendapatkan peringkat Bullish. Alpine saat ini berada di atas resistance. Dengan support yang ditetapkan di sekitar US$ 3,11, ALPINE berpotensi dalam posisi bergejolak jika reli habis.
Peringkat ALPINE di CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB adalah #368, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 48.078.066. Pasokan yang beredar 11.360.000 koin ALPINE dan maksimal pasokan yang tersedia 40.000.000 koin ALPINE.
4. Vulcan Forged PYR (PYR)
Analisis teknikal Vulcan Forged Utility (PYR).
Vulcan Forged Utility (PYR) adalah token kripto yang juga kompatibel dengan ERC20 dan dapat digunakan pada berbagai platform yang mendukung ekosistem Vulcan Forged. Token PYR dapat digunakan dalam di market Vulcan Forged dan VulcanVerse.
Afid melihat PYR juga sudah overbought dan membentuk candlestick reverse cup and handle pattern di mana pola grafik yang menunjukkan sinyal bearish yang mengindikasikan tren penurunan harga. Penurunan kemungkinan besar akan menuju harga US$ 3.16 atau turun 14%.
“Pola yang terbentuk dalam chart harga akan membantu kita untuk menentukan kapan saatnya untuk entry sell dan kapan saatnya entry buy. Karena itu, munculnya reverse cup and handle bisa menjadi acuan trader dalam menentukan arah harga di masa mendatang, termasuk bearish,” jelas Afid.
Peringkat PYR di CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB adalah #269, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 89.620.249. Pasokan yang beredar 23.897.700 koin PYR dan maksimal pasokan yang tersedia 50.000.000 koin PYR.
5. Nexo (NEXO)
Analisis teknikal Nexo (NEXO).
Nexo adalah platform pinjaman berbasis blockchain yang didukung aset kripto kepada pengguna. Nexo didirikan oleh tim profesional keuangan dan penggemar kripto, yang beralih ke blockchain untuk menciptakan aset kripto yang setara dengan layanan yang mapan dalam keuangan tradisional.
Nexo memiliki token asli, NEXO, yang ketika dikunci atau staking di platform memberikan manfaat kepada pengguna, seperti diskon bunga yang terakumulasi pada pinjaman dan kesempatan untuk menerima pembayaran bunga atas dana yang disimpan. Pemegang token juga menerima dividen dari keuntungan Nexo.
Afid mengatakan NEXO ada kemungkinan bearish pekan ini. “Ada sentimen negatif dari Nexo yang mengambil tindakan hukum terhadap mantan direkturnya, Georgi Shulev yang mengakibatkan kerugian US$ 7,9 juta.”
Peringkat NEXO di CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB adalah #69, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 597.006.100. Pasokan yang beredar 560.000.011 koin NEXO dan maksimal pasokan yang tersedia 1.000.000.000 koin NEXO.
Disclaimer
Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.