Author: 21

  • Bitcoin dan Ethereum akan Ungguli Pasar Saham

    Ahli Strategy Bloomberg, Mike McGlone, mengatakan bahwa aset crypto utama Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), akan menungguli pasar saham, karena nantinya volatilitas pada keduanya akan menyusut.

    Dalam wawancaranya dengan Yahoo Finance, Mike telah meyakini bahwa Bitcoin akan mendapatkan pembelian responsif yang lebih banyak di bawah pasar. 

    Menurutnya, BTC yang dalam jangka panjang akan bergerak naik, setelah the Fed mengalami kekalahan, yang tentu saja akibat dari perbuatan mereka sendiri.

    Menyoroti hilangnya pasark dari USDT setelah masalah LUNA dan UST, Mike menggarisbawahi bahwa setiap terjadi hantaman pada Tether USD, ini biasanya akan menjadi semacam tanda Bear dalam jangka pendek di pasar dan Bottom untuk Bitcoin.

    Baca juga: Elon Musk Prediksi Adopsi Besar untuk Kripto Dogecoin (DOGE)

    Baginya, crash saat ini yang melanda pasar crypto adalah cara untuk “membersihkan” aset-aset spekulatif, salah satunya seperti UST dari Terra, sedangkan Bitcoin sedang mempersiapkan langkah untuk menjadi jaminan digital sosial.

    Dari sudut pandangnya, meningkatnya sentimen risk-off membuat pasar crypto dan saham jatuh, karena aset crypto adalah investasi yang berisiko.

    “Ketika the Fed menaikkan suku bunga, pembersihan terhadap aset spekulatif mulai terjadi, itu termasuk pada token seperti Dogecoin dan Shiba Inu.”

    Baca jugaApakah Bitcoin Sudah Bottom? Berapa Target Harga Menurut Cryptoharian?

    Secara teknis, Mike melihat bahwa titik support yang baik adalah $ 30.000 untuk BTC dan $ 2.000 untuk ETH. Ia menambahkan:

    “Pasar saham akan tetap turun karena Fed mau pasar saham turun untuk mengurangi inflasi, Bitcoin dan Ethereum akan turun juga, tetapi mereka tidak turun separah saham.”

    The Fed sudah bertekat untuk menaikan suku bunga hingga pasar netral. Mereka memiliki berbeda pendapat dengan kata Netral. Menurut Alex Kruger, netral berada di 2%-3%. Harga pasar berjangka berada di 3,25% di bulan Desember.

    Namun, menurut analis Rekt Capital, Bitcoin telah kehilangan Kijun sebagai support. Kehilangan ini, support sudah menjadi resistensi dan secara historis Bitcoin akan turun lebih dalam.

    Volatilitas pasar crypto Bitcoin dan Ethereum pun terlihat telah menurun, yang pada akhirnya ini akan membawanya menjadi aset yang benar-benar jangka panjang dan dapat mengungguli emas, serta saham, secara luas.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Market Signal 18 Mei 2022: Pasar Kripto Optimis Kembali Reli

    Market kripto akhirnya kembali menunjukan pergerakan yang optimis bergerak positif, setelah tertekan sepanjang pekan lalu. Melansir CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar mulai bergerak naik ke zona hijau dalam 24 jam terakhir, meski memang pelemahannya terbilang tipis.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan pergerakan market kripto yang membaik ini, juga sejalan dengan kondisi yang terjadi di pasar saham. Pelaku pasar tampaknya mulai percaya diri untuk kembali meramaikan pasar aset berisiko, termasuk kripto.

    Overall minggu ini, mungkin tidak ada pergerakan signifikan alias masih stagnan atau konsolidasi, tapi beberpa punya potensi buat mengalami kenaikan,” jelas Afid.

    Lebih lanjut Afid menerangkan, harga-harga aset kripto saat ini melanjutkan proses konsolidasi yang terjadi sejak akhir pekan lalu. Itu adalah kondisi di mana harga kripto tengah meraba-raba pergerakan arah harga berikutnya.

    “Kondisi ini ternyata dimanfaatkan pelaku pasar untuk melakukan price action dan mengangkat nilai harga-harga aset kripto yang anjlok sejak awal Mei. Namun, iklim kondusif di pasar kripto ini bersifat sementara,” terangnya.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto

    Sentimen positif di pasar kripto juga didorong oleh niatan jaringan Terra yang berniat memulihkan nilai LUNA. Adapun salah satu upaya yang dilakukan Terra adalah melakukan hard fork atas jaringannya tanpa mengikutsertakan UST.

    Nilai Bitcoin Diprediksi Tak Turun Dalam

    Di sisi lain, harga Bitcoin (BTC) diyakini tidak akan mungkin turun lebih dalam. Dari data blockchain on-chain yang dipublikasi Jurrien Timmer, Direktur Divisi Makroekonomi Global dari Fidelity, dijelaskan saat ini harga Bitcoin sudah mencapai harga dasarnya dan kemungkinan tidak akan turun lebih lagi, bahkan bisa bergerak naik.

    “Aksi jual perlahan meningkat setelah BTC kembali lagi ke level support $ 30.000. Hal ini mengindikasikan bahwa pelaku pasar menganggap bursa kripto bakal terus melanjutkan kestabilan. Bisa dikatakan bahwa saat ini Bitcoin kemungkinan besar akan bertahan dan tidak akan turun lebih lanjut,” ucap Afid.

    Dari data tersebut, terlihat investor jangka panjang yang menjual BTC menurun yang mengecilkan kemungkinan untuk harganya anjlok lebih lanjut. Hal ini disebabkan mayoritas investor jangka panjang memiliki Bitcoin yang disimpan dalam jumlah yang cukup besar. 

    Kemudian, Afid memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan ketiga bulan Mei ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

    Baca juga: TokoCare Bersama BeKind dan WeCare.id Distribusikan Kado Lebaran ke 200 Anak Spesial

    Daftar 5 Aset Kripto Bullish

    1. EOS (EOS)

    Analisis teknikal EOS (EOS).

    EOS membuka daftar aset kripto yang potensi bullish pada pekan ketiga ini. EOS merupakan kripto asli untuk mendukung proyek blockchain EOS.IO untuk pengembangan platform smart contract dan aplikasi terdesentralisasi atau decentralized application (DApp).

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan potensi bullish EOS terjadi karena akan melakukan hard fork pada jaringan blockchain-nya bernama Mandel. Hard fork akan dilaksanakan pada 19 Mei mendatang.

    “Sentimen positif EOS masih kuat dari pengaktifan hard fork yang dikabarkan terjadi pada 19 Mei mendatang. Hard fork akan membuat efisiensi EOS meningkat dan membawanya lebih cepat dalam memproses transaksi,” kata Afid.

    Berdasarkan analisis teknikalnya, EOS sedang perlahan bergerak naik. Kemungkinan besar EOS dapat terus bergerak menuju harga $ 1,58 atau naik sekitar 14% dari $ 1,38 dalam beberapa hari ke depan. 

    Peringkat EOS di CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB adalah #47, dengan kapitalisasi pasar $ 1.335.518.099. Pasokan yang beredar 989.745.397 koin EOS dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    2. Kava (KAVA)

    Analisis teknikal Kava (KAVA).

    KAVA masih nyaman masuk dalam daftar aset kripto yang potensi bullish pekan ini. Kabarnya, KAVA masih bisa reli dengan pergerakan harga yang meningkat cukup signifikan.

    Afid mengatakan potensi kenaikan harga KAVA datang dari kabar jadwal ulang peluncuran mainnet Kava 10 yang akan dilakukan pada 25 Mei mendatang. Sebelumnya, peluncuran dijadwalkan pada 10 Mei, namun mengalami pemunduran untuk memastikan jaringan berjalan lancar.

    “Meski sempat muncur, namun sentimen positif KAVA terus terjadi. Pasalnya, mainnet ini sudah ditunggu investor karena akan menghubungkan dua ekosistem terdesentralisasi terbesar antara Ethereum dan Cosmos. Tentu akan menciptakan lonjakan aktivitas di jaringan Kava,” kata Afid.

    Lebih lanjut, Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar selama batas bawah pada $ 2,63 masih terjaga, KAVA masih dapat bergerak menuju harga sekitar $ 3,45 atau naik 29% dalam beberapa hari ke depan.

    Peringkat KAVA di CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB adalah #92, dengan kapitalisasi pasar $ 489.038.731. Pasokan yang beredar 193.291.441 koin KAVA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    3. THORChain (RUNE)

    Analisis teknikal THORChain (RUNE).

    THORChain adalah sebuah protokol blockchain terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna dengan mudah menukar aset kripto mereka dari berbagai jaringan, termasuk Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), dengan token lainnya yang tidak berada di dalam jaringan yang sama, tanpa perlu pihak ketiga, seperti Coinbase atau Binance.

    Afid melihat token RUNE yang memberi kekuatan pada THORChain pada pekan ini berpotensi bullish. Alasannya, THORChain telah memastikan perilisan mainnet yang kemungkinan terjadi pada 31 Mei mendatang.

    “Kenaikan harga RUNE kemungkinan dapat dikaitkan dengan pengumuman rilis mainnet pada akhir Mei nanti. Sentimen positif ini sudah menguat sehingga menggerakan harga RUNE,” kata Afid.

    Berdasarkan analisis teknikalnya, RUNE sedang perlahan bergerak naik, setelah sempat terkoreksi dalam. Kemungkinan besar RUNE dapat terus bergerak menuju harga $ 4,5 atau naik sekitar 15% dari harga bawah $ 3,5 dalam beberapa hari ke depan. 

    Peringkat RUNE di CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB adalah #53, dengan kapitalisasi pasar $ 1.100.447.932. Pasokan yang beredar 330.688.061 koin RUNE dan maksimal pasokan 500.000.000 koin RUNE.

    Baca juga: Musim Jual Bitcoin Belum Reda, Bearish Masih Mengintai

    4. Tezos (XTZ)

    Analisis teknikal Tezos (XTZ).

    Tezos adalah salah satu jaringan blockchain open-source yang terhubung dengan token digital, XTZ. Tezos merupakan sebuah blockchain dimana pengguna dapat melakukan pembuatan aplikasi terdesentralisasi. Berbeda dengan Ethereum, Tezos ditujukan untuk pembangunan aplikasi dengan infrastruktur yang lebih kompleks.

    XTZ digunakan untuk menjalankan aplikasi terdesentralisasi. Pemegang token XTZ juga memiliki hak suara dalam pengajuan proposal terkait blockchain Tezos. Afid melihat XTZ berpotensi bullish karena Nomadic Labs, pengembang blockchain Tezos, akan meningkatkan jaringan Jakarta Protocol.

    “Pembaruan besar pada protokol ekonomi Tezos ini, akan mengaktifkan throughput yang lebih tinggi dengan memindahkan validasi transaksi dari rantai utama, ke Layer 2. Sentimen ini menggerakan harga XTZ naik,” kata Afid.

    Berdasarkan analisis teknikalnya, XTZ sedang perlahan bergerak naik, setelah sempat terkoreksi dalam. Kemungkinan besar XTZ dapat terus bergerak menuju harga $ 2,5 atau naik sekitar 20% dari harga bawah $ 1,8 dalam beberapa hari ke depan. 

    Peringkat XTZ di CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB adalah #40, dengan kapitalisasi pasar $ 1.610.052.035. Pasokan yang beredar 894.951.222 koin XTZ dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    5. Cardano (ADA)

    Analisis teknikal Cardano (ADA).

    Cardano (ADA) menjadi salah satu aset berkinerja baik di 10 besar kripto berdasarkan kapitalisasi pasar selama 7 hari terakhir. Harga ADA kemungkinan akan melonjak pada pekan ini hingga 16% dengan harga mencapai $ 0,69.

    Afid melihat kenaikan harga ADA didorong oleh kabar akan adanya perilisan Djed sebagai stablecoin Cardano yang dalam waktu dekat melakukan testnet publik. Djed, stablecoin algoritmik yang dipatok ke token Shen, telah meluncurkan testnet publiknya sebagai persiapan untuk peluncuran mainnet pada bulan Juni tahun ini.

    “Pengumuman Djed sebagai stablecoin berbasis Cardano membuat sentimen positif pada harga ADA. Nilai ADA bisa melonjak dan akan berlangsung selama sepekan ke depan,” jelas Afid.

    Lebih lanjut, Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar selama batas bawah pada $ 0,59 masih terjaga, ADA masih dapat bergerak menuju harga sekitar $ 0,69 atau naik 16% dalam beberapa hari ke depan.

    Peringkat ADA di CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB adalah #40, dengan kapitalisasi pasar $ 19.001.157.418. Jumlah koin yang beredar 33.752.565.071 koin ADA dan maksimal pasokan 45.000.000.000 koin ADA.

    Daftar 5 Aset Kripto Bearish

    1. Beta Finance (BETA)

    Analisis teknikal Beta Finance (BETA).

    Beta Finance (BETA) adalah platform pinjaman aset kripto dan DeFi. Beta Finance memiliki alat perdagangan untuk memfasilitasi pengalaman pengguna DeFi.

    Beta Finance memang sudah dikenal luas di dunia cryptocurrency dengan status sebagai crypto yang sangat menjanjikan. Namun, Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan BETA kemungkinan besar akan terjadi penurunan harga.

    “Walaupun dari analisis teknikal, terlihat saat ini BETA tengah reli, tapi kemungkinan akan bearish. Penurunan harga akan terjadi secara bertahap dari harga puncak saat ini $ 0,13 ke $ 0,12 dan bisa anjlok ke $ 0,07 atau sekitar 35% selama beberapa hari ke depan,” ucap Afid.

    Peringkat BETA di CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB adalah #426, dengan kapitalisasi pasar $ 46.082.340. Jumlah koin yang beredar 401.666.667 koin BETA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    2. JasmyCoin (JASMY)

    Analisis teknikal JasmyCoin (JASMY).

    JasmyCoin adalah token kripto asli dari jaringan Jasmy, platform Internet of Things (IoT) yang bertujuan untuk mengembangkan infrastruktur yang memungkinkan siapa saja menggunakan data dengan aman. Token JASMY dapat digunakan untuk membayar penyimpanan data dan jenis layanan serupa lainnya yang ditawarkan oleh jaringan Jasmy.

    Afid menjelaskan JASMY kemungkinan besar akan kembali masuk ke fase bearish pada pekan ini. “JASMY bisa terus turun hingga harga $ 0,011 dari $ 0,015 atau turun 22% dalam beberapa hari ke depan. Walaupun sempat rebound, JASMY belum mendapatkan sentimen positif yang membuatnya naik.”

    Peringkat JASMY di CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB adalah #357, dengan kapitalisasi pasar $ 63.623.139. Pasokan yang beredar 4.754.930.780 koin JASMY dan maksimal pasokan 50.000.000.000 koin JASMY.

    Baca juga: Lebih Kenal Aset Kripto Akropolis (AKRO) & Tellor (TRB)

    3. Cortex (CTXC)

    Analisis teknikal Cortex (CTXC).

    Cortex adalah infrastruktur blockchain publik yang bisa digunakan untuk pembuatan dApps yang didukung AI. Model pembelajaran mesin dapat dikombinasikan dengan smart contract dalam jaringan. CTXC menjadi token asli untuk jaringan Cortex.

    Afid mengatakan CTXC memang mengalami kenaikan harga yang signifikan selama beberapa hari terakhir. Oleh karenanya investor sudah jenuh dan overbought, sehingga membuat harganya bisa terkoreksi.

    “CTXC dari analisis teknikalnya sudah overbought. Kemungkinan besar akan alami penurunan 16% dari level support-nya saat ini $ 0,13 ke $ 0,11,” kata Afid.

    Peringkat CTXC di CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB adalah #543, dengan kapitalisasi pasar $ 28.848.718. Pasokan yang beredar 195.091.597 koin CTXC dan maksimal pasokan 299.792.458 koin CTXC.

    4. Frontier (FRONT)

    Analisis teknikal Frontier (FRONT).

    Frontier adalah platform agregasi Decentralized Finance (DeFi) rantai-agnostik. Pengguna dapat berpartisipasi dalam pelacakan dan manajemen protokol, staking, token swap, penyediaan likuiditas, pembuatan dan pemantauan Collateralized Debt Position (CDP), dan banyak lagi.

    Frontier mendukung produk DeFi di Ethereum, Binance Smart Chain, BandChain, Kava, Harmony, dan Cosmos Network. FRONT adalah token utilitas asli Frontier dengan berbagai utilitas.

    “Dari analisis teknikal, terlihat saat ini FRONT kemungkinan akan bearish. Penurunan harga akan terjadi dari harga saat ini $ 0,27 ke $ 0,21 atau sekitar 21% selama beberapa hari ke depan,” kata Afid.

    Peringkat FRONT di CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB adalah #589, dengan kapitalisasi pasar $ 24.315.030. Pasokan yang beredar 89.956.250 koin FRONT dan maksimal pasokan 90.000.000 koin FRONT.

    5. IDEX (IDEX)

    Analisis teknikal IDEX (IDEX).

    Idex mengklaim sebagai DEX (decentralized exchange) likuiditas hibrida pertama yang menggabungkan model buku pesanan dengan pembuat pasar otomatis. IDEX adalah token ERC-20 di Ethereum. 

    IDEX telah diaudit oleh Quantstamp, pemimpin dalam keamanan blockchain yang telah bekerja dengan proyek-proyek terkemuka seperti Maker, Compound, dan Avalanche. Idex sejauh ini terbukti memenuhi standar keamanannya yang tinggi dan tidak menghadapi masalah dengan serangan peretas.

    “IDEX sudah overbought dengan kenaikan harga yang sangat signifikan dalam waktu yang cepat. Alhasil harganya akan alami koreksi. Penurunan bisa terjadi sekitar 29% dari harga puncaknya $ 0,112 ke $ 0,080,” terang Afid.

    Peringkat IDEX di CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB adalah #353, dengan kapitalisasi pasar $ 65.539.916. Pasokan yang beredar 650.704.299 koin IDEX dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    Baca juga: Terungkap! Ini Arus Bitcoin Milik Organisasi Terra LUNA, Sudah Dijual Semua?

    Disclaimer:

    Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Musim Jual Bitcoin Belum Reda, Bearish Masih Mengintai

    Harga Bitcoin masih belum aman saat ini. Meski, tergolong sideways di level $ 29-30 ribu, aksi penjualan Bitcoin masih terus berlangsung. Hal ini menandakan musim bearish masih mengintai. 

    Pada perdagangan hari ini, 17 Mei 2022, Bitcoin diperdagangkan di level $ 30,374, naik sekitar 3% selama 24 jam terakhir. Sejumlah altcoin pun terapresiasi satu digit. Meski, secara keseluruhan kondisi pasar masih belum aman.

    harga bitcoin
    BTC/USDT 1 day. Tradingview

    Baca juga: Belajar dari Kripto UST dan LUNA, Stablecoin Masih Aman Jadi Instrumen Investasi?

    Dikutip dari Cointelegraph, sentimen jangka pendek masih menandakan bearish. Hal ini terlhat dari sentimen dari sejumlah indikator, di antaranya, fear and greed indeks Bitcoin masih berada pada level ketakutan ekstrem. 

    Selain itu, exchanges inflow BTC berdasarkan data CryptoQuant masih cukup tinggi. Ini menadakan aksi jual masih akan terus berlanjut. Data Cryptoquant menunjukan cadangan BTC yang masuk ke bursa, perhari ini meningkat 3% atau masuk sekitar 200 ribu koin.

    Bitcoin: Exchange Inflow (Total) – All Exchanges

    Baca juga: Lebih Kenal Aset Kripto Akropolis (AKRO) & Tellor (TRB)

    Berdasarkan analisis teknikal dari Cointelegraph, pergerakan BTC saat ini berpotensi menenggelamkan BTC ke level support di harga $ 28.805. 

    Namun, jika harga rebound dari $ 28.805, pembeli diperkirakan kembali mencoba mendorong BTC ke rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 20 hari ($ 33.646). Ini adalah level yang penting untuk diperhatikan karena penembusan dan penutupan di atasnya dapat mengindikasikan bahwa bulls mencoba untuk kembali. Pasangan ini kemudian bisa naik ke simple moving average (SMA) 50 hari ($ 39.300).

    Sebaliknya, jika harga tergelincir di bawah $ 28.805, BTC bisa turun ke $ 26.700. Jika support ini bisa dibobol, harga dapat melanjutkan tren turunnya dan harga mungkin turun ke $ 25.000 dan kemudian ke $ 21.800.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ini Arus Bitcoin Milik Organisasi Terra LUNA, Sudah Dijual Semua?

    Organisasi Terra LUNA, yakni Luna Foundation Guard (LFG) punya ribuan Bitcoin (BTC) yang sedianya untuk menstabilkan nilai UST. Tapi yang terjadi adalah sebaliknya. Ke manakah Bitcoin miliaran dolar itu mengalir? Sudah dijual?

    Pada Maret 2022 lalu, LFG, organisasi asal Singapura yang terafiliasi dengan Terraform Labs, menggelar program praktik “Bitcoin Standard” agar nilai stablecoin UST tak hanya menggunakan kripto LUNA sebagai pasaknya.

    Jadilah terungkap kala itu, bahwa pembelian Bitcoin besaran-besaran sudah dilakukan sejak awal tahun.

    Hingga beberapa pekan lalu, LFG masih punya cadangan Bitcoin setara $ 3,5 miliar. Namun, setelah harga UST dan LUNA jatuh ke titik nadir, publik bertanya apakah benar BTC itu digunakan untuk menyelamatkan kedua kripto itu? Atau apakah sudah dijual semua dan menjadikan pasar kripto semakin kritis?

    Ada banyak jawaban. Salah satu yang cukup terperinci adalah hasil kajian Dr Tom Robinson dari lembaga penelitian Elliptic, pada Jumat (13/5/2022) lalu.

    “Pekan ini kita menyaksikan harga UST jatuh. Alih-alih nilainya setara 1 dolar AS, harganya malah jatuh menjadi $ 0,04. Pemegang UST bernilai miliaran dolar pun rugi sangat parah,” kata Tom di awal kajian itu.

    Nilai UST yang jauh di bawah 1 dolar. Sumber: Coinmarketcap.

    Baca juga: Cara Membaca Candlestick dengan Simpel dan Akurat

    LFG memang mencanangkan program sangat mencengangkan. Mereka berencana membeli Bitcoin setara $ 10 miliar dalam jangka panjang dan sekitar US$3 miliar dalam jangka pendek.

    Bitcoin sebanyak itu sedianya akan digunakan sebagai pasak nilai untuk UST, selain menggunakan kripto LUNA.

    “Antara Januari dan Mei 2022, ada sekitar 80.394 BTC senilai $ 3,5 miliar pada saat itu, dibeli oleh LFG,” sebut Tom.

    Ia melanjutkan, ketika nilai UST mulai turun pada 9 Mei 2022, LFG mengumumkan bahwa mereka akan mulai membuang cadangan Bitcoin-nya itu dan membeli UST.

    Inilah langkah pertama untuk mencoba mempertahankan pasak UST agar tetap 1 banding 1 terhadap dolar AS.

    “Selama hari beberapa hari berikutnya, Bitcoin LFG itu justru dikosongkan. Saldonya kini nol. Nah, karena nilai stablecoin UST terus merosot, publik bertanya tentang nasib cadangan bitcoin LFG itu, dan apakah itu benar-benar digunakan untuk mendukung nilai stablecoin UST. Di sini kami punya jawabannya, setidaknya soal ke mana aliran dana BTC itu,” sebut Tom.

    Salah satu address milik Luna Foundation Guard (LFG) yang sudah kosong. Sumber: Blockchair.

    Baca juga: Michael Saylor: Kripto Longsor Akan Percepat Regulasi Stablecoin

    Melacak Bitcoin Milik Organisasi Terra LUNA

    Pada pagi hari 9 Mei 2022, LFG mengumumkan bahwa mereka akan meminjamkan BTC senilai $ 750 juta ke perusahaan perdagangan OTC (over the counter) untuk membantu melindungi pasak UST.

    Pendiri Terralabs, Do Kwon, kemudian mengklarifikasi bahwa Bitcoin akan “digunakan untuk trading“.

    Pada waktu yang hampir bersamaan, 22.189 BTC (senilai $ 750 juta saat ini) dikirim dari address Bitcoin yang terkait dengan LFG, ke address baru.

    Kemudian malam itu, 30.000 BTC lainnya (senilai $ 930 juta pada saat itu) dikirim dari dompet LFG lainnya, ke address yang sama ini.

    Aliran dana BTC ke Gemini.

    Dalam beberapa jam, keseluruhan 52.189 BTC ini kemudian dipindahkan ke satu akun di bursa kripto Gemini, di AS, dengan beberapa transaksi.

    “Sayangnya, sulit untuk melacak aliran aset lebih lanjut atau mengidentifikasi apakah BTC itu dijual untuk mendukung harga UST,” Tom mengaku.

    Lanjutnya, ini menyisakan 28.205 BTC dalam cadangan Terra. Pada 01:00 UTC pada 10 Mei 2022, BTC itu dipindahkan secara keseluruhan, dalam satu transaksi, ke satu akun di Binance.

    Supply LUNA yang terus bertambah, kini menjadi lebih dari 6,5 triliun LUNA. Sumber: Messari.

    “Sekali lagi tidak mungkin untuk mengidentifikasi apakah aset ini dijual atau kemudian dipindahkan ke dompet lain,” katanya.

    Aliran BTC ke Binance.

    Tom menutup kajian itu dengan pernyataan, bahwa mereka yang ingin mendapatkan “ganti rugi” akibat runtuhnya UST, sangat bergantung pada status Bitcoin LFG itu.

    Kalimat itu dapat ditafsirkan, bahwa LFG bisa saja bertanggung jawab soal kerugian dan tidak transparan soal Bitcoin sebagai bagian dari pasak UST. [ps]

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Elon Musk Prediksi Adopsi Besar untuk Kripto Dogecoin (DOGE)

    Di sela-sela pasar crypto yang sedang terhantam koreksi kuat yang menjadi bearish utama, Elon Musk datang dengan pandangan optimistisnya untuk Dogecoin (DOGE).

    Di awali dengan cuitan Billy Markus, yang mengatakan bahwa Pendiri Dogecoin ini menyukai DOGE karena itu memang token yang bodoh.

    Tak lama, Elon Musk mengatakan bahwa token meme tersebut memiliki potensi untuk bertindak sebagai mata uang.

    Tentu saja, ucapan pembakar jiwa tersebut telah menarik banyak sekali minat dan suka dari para pengikutnya, dengan komunitas dan pendukung DOGE yang berharap ini dapat mengangkat harga token.

    Pada saat itu, harga DOGE naik dari $ 0,0825 menjadi $ 0,0937. Dan, pada saat pers, harga Doge berada di $ 0,087.

    Baca juga: Belajar dari Kripto UST dan LUNA, Stablecoin Masih Aman Jadi Instrumen Investasi?

    Sebelumnya, Musk pun sempat mengatakan bahwa DOGE akan menjadi alat pembayaran yang lebih baik dari Bitcoin. Adopsi pada perusahaannya Tesla, menjadi sorotan utama, dan juga menautkan DOGE ke perusahaan sosial media yang telah diakuisisi, yakni Twitter, melalui fitur “Tip Jar,” menjadi harapan besar para investor.

    Meski tidak ada kejelasan dalam setiap prediksi tren harga, tetapi berbagai faktor dan keputusan pemimpinnya berpotensi membawa DOGE kembali bangkit, yang dapat diadopsi di lebih banyak tempat.

    Tentu saja, adopsi besar kemungkinan akan dimulai dari lingkup Elon Musk yang diharapkan terus meluas dan diikuti oleh perusahaan lain, sehingga peran DOGE sebagai metode pembayaran kian tersebar luas.

    Baca juga: Jack Dorsey Terhadap Bitcoin: Saya Tidak Melihat Harga BTC Setiap MENIT

    Tidak hanya Elon Musk, pemilik tim baketball Maverick, Mark Cuban sudah menggunakan Dogecoin sebagai alat pembayaran di toko bola basketnya.

    Dogecoin bukan sebuah token meme lagi menurut Cryptoharian.

    Pasar crypto pun beberapa hari ini tampak mencoba pulih, yang menjadi antisipasi baru para investor untuk menemukan, apakah bearish akan mulai breakhir, atau justru akan menjadi titik kejatuhan yang lebih hebat. Bearish benar-benar memegang kendali pasar, termasuk pada token DOGE.

    Secara teknikal, harapan DOGE untuk kembali bullish adalah harus dapat bergerak lebih tinggi dari $ 0,1. Jika tidak, maka bearish masih terlihat lebih baik untuk mendominasi, sehingga prospek adopsi ini akan lebih ke arah jangka panjang. Kita lihat saja! 

    DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Lebih Kenal Aset Kripto Akropolis (AKRO) & Tellor (TRB)

    Aset kripto Akropolis (AKRO) dan Tellor (TRB) memiliki kesamaan memiliki project protokol keuangan terdesentralisasi berbasis Ethereum. Namun, kedua punya tujuan project masing-masing yang berbeda. Apa saja?

    So, mari berkenalan lebih dekat dengan aset kripto Akropolis (AKRO) dan Tellor (TRB).

    Akropolis (AKRO)

    Apa Itu Akropolis (AKRO)?

    Akropolis sendiri adalah perusahaan yang mengoperasikan protokol keuangan terdesentralisasi berbasis Ethereum. Akropoli didirikan pada tahun 2017 oleh Ana Andrianova, dengan Kate Kurbanova bergabung kemudian sebagai salah satu pendiri.

    Akropolis berupaya menyediakan ekosistem keuangan otonom untuk menyimpan dan menumbuhkan kekayaan, termasuk melalui pinjam-meminjam. Untuk melakukannya, Akropolis menawarkan serangkaian produk termasuk AkropolisOS, sebuah sistem untuk mengembangkan organisasi otonom terdesentralisasi yang mencari keuntungan, melalui dua platform.

    Kedua platform itu adalah Sparta, platform untuk pinjaman tanpa agunan, dan Delphi, agregator farming hasil dan alat untuk untuk melakukan dollar-cost averaging (DCA).

    Akropolis (AKRO)
    Ilustrasi aset kripto Akropolis (AKRO).

    Proyek ini menggunakan token ERC-20, AKRO, untuk tata kelola protokol di seluruh rangkaian produknya. Akropoli pertama kali diumumkan pada Maret 2018, diluncurkan di mainnet Ethereum pada Juni 2020.

    Baca juga: Belajar dari Kripto UST dan LUNA, Stablecoin Masih Aman Jadi Instrumen Investasi?

    Apa yang Membuat Akropolis (AKRO) Unik?

    Akropolis dipahami sebagai dana tabungan dan pensiun yang didistribusikan, sebuah solusi untuk menghindari runtuhnya sistem pensiun negara yang bisa terjadi kapan saja. Tetapi pada Agustus 2020, perusahaan menyatakan bahwa mereka telah mengalihkan fokusnya untuk membangun sistem yang mendasari terciptanya AkropolisOS untuk memungkinkan perusahaan mendapatkan modal lebih cepat.

    Akropolis mengklaim bahwa AkropolisOS tidak seperti protokol DeFi lainnya, produknya mengurangi risiko yang terkait dengan pinjaman ini dengan memberikan insentif komunitas dalam bentuk AKRO kepada mereka yang memberikan penilaian risiko yang akurat.

    Akropolis (AKRO)
    Ilustrasi aset kripto Akropolis (AKRO).

    Akropolis memiliki persediaan maksimum tetap sebesar 4 miliar token AKRO. Peringkat AKRO di CoinMarketCap pada Selasa (17/5) pukul 13.00 WIB adalah #665, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 16.689.283. GAL memiliki pasokan yang beredar dari 4.878.577.183 koin AKRO dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    Baca juga: Market Kripto Anjlok Berlarut: Investor Tak Perlu Panik

    Tellor (TRB)

    Apa Itu Tellor (TRB)?

    Tellor adalah protokol oracle terdesentralisasi berbasis Ethereum. Tellor diluncurkan pada tahun 2019 oleh tim yang berbasis di AS dengan tujuan untuk mengatasi masalah oracle pada blockchain Ethereum.

    Oracle adalah bagian penting dari infrastruktur blockchain yang memperbarui data off-chain yang berharga, membuatnya tersedia untuk smart contract on-chain. Tellor didirikan oleh Brenda Loya, Nick Fett dan Michael Zemrose.

    Oracle Tellor memasok data yang dapat diminta, divalidasi, dan ditempatkan di blockchain tanpa izin dengan pelapor data yang bersaing untuk mendapatkan insentif dari TRB. Reporter data membawa informasi berharga secara on-chain untuk berbagai aplikasi DeFi.

    Tellor (TRB)
    Ilustrasi aset kripto Tellor (TRB).

    Baca juga: Do Kwon Persiapkan LUNA Baru yang Tidak Akan Terhubung dengan UST

    Apa yang Membuat Tellor (TRB) Unik?

    Oracle Tellor bekerja dengan memberi insentif kepada reporter data untuk menempatkan data yang valid secara on-chain, sementara juga mendisinsentifkan laporan buruk melalui perselisihan dan pemotongan.

    Menjadi reporter tidak memerlukan proses verifikasi. Siapa pun di mana pun di dunia dapat menjadi reporter menggunakan perangkat lunak open source, karakteristik unik di antara oracle blockchain.

    Ketika pengguna oracle meminta nilai titik data off-chain (misalnya BTC/USD), reporter data bersaing untuk menambahkan nilai ini ke bank data on-chain, dapat diakses oleh semua smart contract di jaringan yang didukung Teller (Ethereum, Polgyon, Algorand, dll). Frekuensi pembaruan data hanya dibatasi oleh seberapa banyak atau seberapa sering pengguna memberi “tip” feed dengan TRB.

    Tellor (TRB)
    Ilustrasi aset kripto Tellor (TRB).

    Tujuan token asli Tellor, Tributes (TRB), adalah untuk menghubungkan dan menyelaraskan reporter data, pengguna oracle, dan tata kelola komunitas. Keamanan dicapai melalui kontrak tata kelola Tellor, yang menggunakan mekanisme sengketa sederhana untuk mencapai konsensus masyarakat atas data yang dilaporkan.

    Peringkat TRB di CoinMarketCap pada Selasa (17/5) pukul 13.00 WIB adalah #658, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 16.897.884. GAL memiliki pasokan yang beredar dari 1.703.442 koin TRB dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    Baca juga: Mengenal Aset Kripto Project Galaxy (GAL) dan Lido Dao (LDO)

    Akropolis (AKRO) dan Tellor (TRB) Listing di Tokocrypto

    Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan Anda pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Akropolis (AKRO) dan Tellor (TRB).

    Trading AKRO/USDT, TRB/USDT, TRB/BUSD dan TRB/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 13 Mei 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran AKRO dan TRB di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

    DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Do Kwon Persiapkan LUNA Baru yang Tidak Akan Terhubung dengan UST

    Pada hari Senin, 13 Mei 2022, pendiri blockchain Terra Luna, Do Kwon, mengumumkan revisi rencana untuk memulihkan ekosistem setelah mengalami kombinasi volatilitas pasar yang signifikan sehingga menghapus sebagian besar kapitalisasi pasar blockchain.

    Dikatakan Kwon, Terraform Labs akan mengajukan proposal tata kelola baru pada 18 Mei untuk mem-fork blockchain Terra Luna yang disebut Terra (LUNA).

    Namun, dalam chain yang baru itu tidak akan ditautkan ke stablecoin TerraUSD (UST). Sedangkan, untuk blockchain Terra akan tetap ada dan tertaut dengan UST dan akan disebut Terra Classic (LUNC). Jika rencana disetujui, maka blockchain LUNA yang baru akan live mulai 27 Mei 2022.

    Dalam revisi tersebut, token LUNA yang baru akan dikirimkan ke pemegang LUNC, pemegang UST, dan pengembang penting dari blockchain Terra Classic.

    stablecoin TerraUSD (UST).
    Ilustrasi stablecoin TerraUSD (UST).

    Baca juga: Market Kripto Anjlok Berlarut: Investor Tak Perlu Panik

    Selain itu, dompet Terraform Labs dengan alamat terra1dp0taj85ruc299rkdvzp4z5pfg6z6swaed74e6 akan dihapus dari daftar putih untuk airdrop, sehingga menjadikan Terra milik komunitas sepenuhnya.

    Pasokan LUNC yang diusulkan dibatasi sebesar 1 miliar, dimana 25%-nya masuk ke kumpulan komunitas, 5% ke pengembang penting, dan 70% ke pemegang LUNC dan UST di berbagai snapshot acara di bulan Mei, tergantung pada kondisi vesting.

    Sebelumnya, Luna Foundation Guard yang penjaga ekosistem LUNA mengungkapkan bahwa mereka menggunakan sebagian besar cadangan mata uang kriptonya untuk mempertahankan pasak UST selama aksi jual pasar. Namun dengan aksi ini, kecil kemungkinan ekosistem Terra dapat menyelamatkan dirinya sendiri tanpa bantuan modal eksternal.

    CEO Binance, Changpeng Zhao, mengatakan bahwa dia akan mendukung komunitas Terra dalam usaha recovery ini, namun dia ingin melihat lebih banyak transparansi dari entitas terkait.

    Baca juga: Belajar dari Kripto UST dan LUNA, Stablecoin Masih Aman Jadi Instrumen Investasi?



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Kripto Anjlok Berlarut: Investor Tak Perlu Panik

    Kondisi market aset kripto dalam beberapa waktu terakhir mengalami banyak tekanan. Alhasil, penurunan market terus terjadi dan sejumlah aset kripto masih nyaman berada di zona merah dalam sepekan terakhir.

    Di samping itu, pasar crypto juga telah diguncang oleh stablecoin algoritmik dari TerraUSD (UST) yang nilainya runtuh dan gagal menjaga persamaan nilai tukarnya terhadap dolar AS. Kemudian, LUNA, aset kripto di jaringan Terra juga kehilangan lebih dari 99% dari harga tertingginya.

    Dari dalam negeri, aturan pajak aset kripto telah resmi diberlakukan 1 Mei 2022. Ini juga menarik perhatian investor soal potensi industri kripto di Indonesia. Beberapa peristiwa di atas, membuat pelaku pasar mulai memikirkan masa depan dari industri aset kripto secara global maupun nasional.

    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo), Teguh Kurniawan Harmanda, menyikapi kondisi market sebagai siklus yang terkadang naik dan turun. Maka, dari itu pelaku pasar perlu menyikapi kondisi ini dengan tenang dan sikap kehati-hatian.

    “Ruang kripto masih merupakan pasar baru di mana pertumbuhan dan siklus bisa naik dan turun. Kondisi penurunan market saat ini, tidak hanya terjadi di kripto saja. Pasar modal pun mengalami hal yang serupa. Inflasi pun relatif tetap mendekati level tertinggi. Tidak pernah ada tempat berlindung yang aman, ketika badai sedang dalam kekuatan penuh,” kata pria yang akrab disapa Manda.

    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda
    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda

    Baca juga: Pasar Sepekan: Sentimen Negatif Masih Kuat, Aset Kripto Sekarat

    Pasar Kripto akan Kembali Pulih

    Manda menambahkan melihat aksi jual yang luas di market, sepertinya tidak dapat dihindarikan, namun ini bukan saatnya untuk panik. Pasar kripto sebagian besar mulai kembali stabil. Jadi, jika pasar modal kembali pulih, diharapkan hal serupa terjadi di kripto.

    Ada ketidakpastian lain yang mengganggu sentimen investor secara bersamaan. Ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina, inflasi yang memburuk, masalah rantai pasokan, fluktuasi harga minyak, pertumbuhan yang melambat di China dan kekhawatiran tentang dampak wabah COVID-19 di sana juga berkontribusi terhadap kecemasan.

    “Banyak aset telah naik cukup tinggi dalam beberapa bulan dan tahun terakhir, mungkin sampai-sampai mereka diperdagangkan lebih dari yang seharusnya. Saat situasi sangat tidak pasti seperti sekarang, volatilitas pasar selalu lebih tinggi,” katanya.

    Industi kripto telah tumbuh dengan berbagai inovasi yang dapat mengubah kehidupan. Apa yang dimulai sebagai konsep ekonomi, seperti investasi kini telah merambah ke dunia ekosistem blockchain. Sebuah inovasi bisa saja gagal dan berhasil, termasuk stablecoin algoritmik adalah salah satunya.

    Ilustrasi market aset kripto.
    Ilustrasi market aset kripto.

    “Drama yang terjadi saat ini sedang menguji stablecoin algoritmik untuk melihat apakah mereka berhasil atau gagal. Namun, ada banyak sisi baik dari stablecoin dengan konsep yang berbeda. Diharapkan para pengembang project kripto dapat menemukan inovasi mutakhir dalam waktu dekat melalui proyek-proyek baru,” ucapnya.

    Baca juga: Belajar dari Kripto UST dan LUNA, Stablecoin Masih Aman Jadi Instrumen Investasi?

    Pajak Kripto Dorong Industri Tumbuh

    Industri aset kripto sudah masuk babak, ketika Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK.03/2022 resmi berlaku 1 Mei 2022. Beleid itu mengatur tentang pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penghasilan (PPh) atas transaksi perdagangan aset kripto.

    Aturan tersebut sudah dijalankan oleh semua pedagang fisik aset kripto (PFAK) yang terdaftar resmi di Bappebti. Mereka membuat skema masing-masing untuk memungut pajak dan menaati peraturan yang berlaku.

    “Langkah pemerintah tersebut patut diapresiasi sebagai upaya untuk menciptakan same level of playing field dalam pemajakan instrumen investasi. Pedagang aset kripto kini semua telah menjalankan aturan tersebut sesuai dengan beleid PMK 68,” kata Manda.

    Pajak Kripto Indonesia Bikin Trader Terhuyung, Zipmex yang Tanggung!
    Ilustrasi pajak kripto Indonesia.

    Diharapkan dengan adanya aturan PMK 68 ini bisa mendorong pertumbuhan industri kripto di dalam negeri, karena ada kepastian hukum yang lebih kuat dan memberikan kenyamanan dan keamanan bagi investor. Para pelaku pasar dapat berkontribusi dalam pembangunan ekonomi negara melalui pajak transaksi aset kripto yang dibayarkan.

    Saat ini, asosiasi dan para pedagang aset kripto masih terus melakukan sosialisasi dan edukasi yang menyeluruh untuk memberikan pemahaman mengenai mekanisme penerapan PMK 68, besaran potongan dan dampaknya bagi investor. Diharapkan aturan ini bisa memberikan dampak yang besar untuk pertumbuhan jumlah investor dan volume transaksi kripto di dalam negeri.

    Baca juga: Jajal Web3, Google Akan Saingi Amazon dan Microsoft



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Belajar dari UST dan LUNA, Stablecoin Aman Jadi Instrumen Investasi?

    Aset kripto TerraUSD (UST) dan Terra (LUNA) sedang jadi sorotan sepekan ini. Alasannya harga kedua aset kripto tersebut tak stabil dan bahkan LUNA turun sampai 99% hanya dalam hitungan hari, padahal ia sempat jadi primadona investor dan capai harga tertinggi sepanjang masa.

    Berdasarkan situs CoinMarketCap, pada Jumat (13/5) pukul 14.00 WIB, LUNA diperdagangkan pada $ 0,00005687 dengan market cap sebesar $ 557 juta anjok 63%. Sebelumnya, LUNA telah capai harga tertinggi sepanjang masa pada Selasa (5/4) sebesar $ 119,18 per koin atau setara Rp 1,73 juta, pada saat itu kapitalisasi pasarnya mencapai $ 40 miliar.

    Penurunan harga LUNA ini sangat terpengaruh oleh faktor peg atau berkurangnya nilai dari stablecoin asli jaringan Terra, UST. Stablecoin UST turun ke level $ 0,22 pada perdagangan Jumat (13/5) yang merupakan terendah sepanjang masa. Melihat hal ini apakah stablecoin masih aset kripto teraman untuk investasi saat ini?

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

    Sebelum menjawab hal tersebut, kita bahas apa yang sebenarnya terjadi dengan UST? Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan mekanisme stablecoin algoritmik memiliki kelemahan sebagai penopang sebagian besar nilai UST. Hal inilah yang menjadikan harga LUNA sangat terpengaruh oleh penurunan UST yang sangat dramatis. 

    Lebih lanjut, Afid menjelaskan CEO Terralabs, Do Kwon pun mengakui bahwa model stablecoin tersebut hadir dengan beberapa pengorbanan. Faktanya, memang koin sangat terdesentralisasi. Namun, dibandingkan dengan koin seperti Tether, ia menghadapi beberapa masalah stabilitas harga, terutama jika sistemnya berada di bawah tekanan.

    “Jika terlalu banyak orang yang mencoba menebus UST sekaligus, “death spiral” hipotetis dapat terjadi dengan token LUNA yang dipasangkan dengannya. Nilai LUNA akan mulai runtuh karena lebih banyak token dicetak untuk memenuhi permintaan pengguna,” jelas Afid.

    Baca juga: Serangkaian Aksi dan Reaksi Dibalik Anjloknya UST dan Terra (LUNA)

    Hipotesis Nilai LUNA Turun

    Afid menerangkan kemungkinan besar penurunan ini terkait juga dengan adanya attack dari ‘oknum’ yang memanfaatkan kelemahan dari mekanisme yang Terra punya. Kelemahan dari Terra LUNA adalah soal “death spiral”.

    LUNA memiliki hubungan mutual dengan UST. Setiap ada UST diterbitkan, ada supply LUNA yang di-burn, begitu pula sebaliknya. Seharusnya secara algoritma, ketika harga UST jatuh, ada UST yang di-burn dan LUNA yang diterbitkan. Nilai Terra LUNA bisa turun, jika TerraUSD dianggap tidak stabil.

    aset kripto Terra (LUNA)
    Ilustrasi aset kripto Terra (LUNA).

    Blockchain Terra sempat berhenti untuk menghindari penyerangan governance pada jaringannya dan untuk membentuk rencana baru. Governance attack adalah kondisi di mana token yang digunakan untuk hak suara dikendalikan sebagian besar oleh satu pihak saja sehingga bisa merusak atau mengubah jaringan,” kata Afid. 

    Untuk saat ini LUNA terlihat semakin tidak ada harapan dengan harga yang turun drastis dan kondisi keuangan perusahaan yang masih jatuh. Jadi jika Terra mau kembalikan lagi ke peg-nya itu UST $ 1, mau tidak mau mesti burn UST yang supply-nya berlimpah, dan efeknya supply LUNA semakin banyak, otomatis harga LUNA akan terus anjlok sampe UST bisa stabil ke $ 1 lagi.

    Baca juga: Avarta dan Tokocrypto Jalin Kemitraan Strategis Kembangkan Ekosistem Blockchain di Indonesia

    Apa Bedanya BIDR sama UST?

    Drama UST dan LUNA membuat investor khawatir dan ragu atas kondisi pasar stablecoin yang sebelumnya, dianggap aman sebagai instrumen investasi, namun kini terlalu volatil.

    Tidak semua stablecoin menggunakan mekanisme algoritmik seperti UST. Binance IDR (BIDR) contohnya. BIDR merupakan stablecoin berbasis Rupiah yang dapat diperdagangkan dengan aset kripto lainnya. BIDR menggunakan Binance Chain (BEP-2) yang dipatok ke dalam Rupiah (IDR). BIDR akan tersedia untuk pembelian langsung dan penukaran dengan harga 1 BIDR setara dengan 1 Rupiah.

    stablecoin BIDR dan UST
    Ilustrasi stablecoin BIDR dan UST.

    Untuk menjaga kestabilannya, BIDR didukung 1:1 oleh Rupiah di rekening bank terpisah di Indonesia. BIDR akan diaudit setiap bulan oleh perusahaan audit. Laporan audit akan dipublikasikan di Tokocrypto untuk referensi bagi pengguna BIDR.

    Harga atau nilai BIDR di bursa mungkin sedikit menyimpang dari Rp 1, karena kekuatan penawaran dan permintaan pasar untuk aset tersebut. Namun, penyimpangan harga tersebut akan kecil, karena arbitrase pasar akan bekerja untuk membawa harga BIDR kembali ke 1 Rupiah Indonesia.

    Baca juga: UPDATE: Blockchain Terra Kembali Produksi, Meski Harga LUNA Hancur

    Apakah BIDR Bisa Bernasib sama dengan UST?

    Peristiwa yang terjadi dengan UST sulit menimpa BIDR. UST membutuhkan mekanisme algoritmik untuk menjaga nilainya agar tetap sama dengan Dolar AS. Setiap token UST yang diterbitkan, ada supply token LUNA yang diburn atau dihancurkan.

    “Sistem tersebut memiliki kelemahan dari segi governance attack, sehingga membuka peluang satu pihak bisa menguasai banyak koin dan punya kewenangan untuk merusak atau mengubah jaringan. Seperti yang terjadi saat ini,” jelas Afid.

    Ilustrasi Tpkocrypto dan Binance buat aset kripto BIDR.
    Ilustrasi Tpkocrypto dan Binance buat aset kripto BIDR.

    Sementara, BIDR tidak mengunakan skema mekanisme algoritmik. BIDR mempunyai mekanismi setiap koin mewakili satu Rupiah yang disimpan di bank. Ini memungkinkan pencetakan dan burning BIDR berdasarkan jumlah Rupiah yang disimpan.

    Tokocrypto sebagai pengelola BIDR bekerja sama dengan perusahaan audit untuk menyesuaikan suppy token sesuai dengan jumlah uang Rupiah yang disimpan di bank untuk mencapai skala 1:1. Laporan audit transparan dan bisa diakses di tokocrypto.com/report.

    Baca juga: Tragedi Terra (LUNA), UST dan Bitcoin: Raksasa BlackRock, Citadel dan Gemini Dalangnya?

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto memiliki volatil tinggi, Tokocrypto mengimbau setiap pengguna melakukan research terlebih dahulu sebelum melakukan transaksi dengan mengutamakan sikap kehati-hatian. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pengguna dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pengusaha Amerika Robert Kiyosaki Yakin Bitcoin akan Menang

    Tahun 2022 ini, seperti mimpi buruk bagi Bitcoin, lantaran harganya yang terus merosot sejak ATH terakhirnya di November 2021 lalu. Harga Bitcoin tengah berada di dalam lembah curam yang gelap karena turun hingga 50 persen di Q2 2022. Pada saat harga BTC berada di $ 28.000.

    Para trader sekarang dipusingkan dengan hiruk pikuk harga cryptocurrency unggulan ini. Situasi saat ini tak lepas dari pengaruh kebijakan Fed yang manaikan suku bunga.

    Beragam reaksi pun tak bisa dihindari, terutama aksi jual besar-besaran karena banyak dari pelaku industry crypto yang memilih untuk lebih berhati-hati. Tetapi, beberapa orang yakin dengan ketahan koin ini hingga ada yang melihat penurunan harga Bitcoin sebagai suatu peluang emas untuk ‘buying the dip’ – seperti negara El Salvador yang kembali menggemukan dompet Bitcoin mereka baru-baru ini.

    Seperti memiliki keyakinan yang sama akan Bitcoin, pengusaha Amerika bernama Robert Kiyosaki juga percaya bahwa Bitcoin akan menang. Kiyosaki mengungkapkan dukungannya terhadap Bitcoin melalui Twitter. “Mengapa Bitcoin menang? A: Bitcoin akan menang karena Amerika dipimpin oleh 3 Stooges. #1 President Biden. Stooge #2 Sekertaris Keuangan Yellen. Stooge #3 Ketua Fed Powell. Saya percaya Bitcoin bukan 3 Stooges,” tweet Kiyosaki.

    Robert Kiyosaki
    Robert Kiyosaki.

    Baca jugaPrediksi Harga Bitcoin: Analisa BTC Mingguan

    Pada 9 Maret lalu, Biden akhirnya menandatangani perintah eksekutif untuk menyelidiki tentang manfaat dan risiko dari aset kripto. Hal ini sudah lama menimbulkan kegelisahan di industri crypto, dan sebagian pihak meyakini tindakan ini hanya akan membebani industri dari pada memberikan bantuan. Pandangan seperti ini muncul sejak Menteri Keuangan Amerika, Yellen, mengutarakan sikap kerasnya terhadap aset kripto pada bulan April lalu.

    “Konsumen harus dilindungi dari penipuan terlpas dari asset disimpan di neraca atau buku besar yang didistribusikan. Pencucian uang dan aktivitas terlarang lainnya harus dianggap illegal, dan tidak masalah apakah Anda menggunakan cek, kabel, atau aset kripto,” ucapnya.

    Sementara Ketua Fed, Powell, mengadvokasi regulasi stablecoin pada bulan Juli dan mengungkapkan rencana The Fed untuk CBDC potensial di depan Komite Layanan Keuangan DPR Amerika. The Fed baru saja menaikkan suku bunga yang kemudian memicu negara-negara lain juga turun menaikkan suku bunga mereka. 

    Baca juga: Tragedi Terra (LUNA), UST dan Bitcoin: Raksasa BlackRock, Citadel dan Gemini Dalangnya?

    Dari tweet Kiyosaki, tersirat bahwa Biden seolah telah memberikan kewenangan untuk Yellen dan Powell untuk memainkan regulasi crypto secara berkepanjangan. Kiyosaki sendiri tetap dengan keyakinannya akan kemenangan Bitcoin di atas gejolak geopolitik dan ketidakpastian harga yang tengah berkembang saat ini.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com