All posts by 21

Founder Coinmetrics: Stablecoin Tetap Kuat, Kecuali UST

Stablecoin dianggap sebagai inovasi terkuat di dunia crypto karena memberikan kemampuan desentralisasi dari sisi transaksi. 

Pernyataan tersebut dituturkan oleh Nic Carter, Pendiri Coinmetrics dan Petinggi Castle Island Ventures dalam acara Permissionless oleh Blockworks. 

Acara Permissionless Bahas Stablecoin 

Ia menyatakan pandangannya dengan menyatakan bahwa pemerintah tidak bisa memberikan apa yang diberikan oleh inovasi stablecoin.

Pernyataan ini disampaikan dengan adanya beberapa petinggi di dunia crypto seperti 

Kepala Bidang CBDC Visa, Catherine Gu, Developer Utama MakerDAO Sam MacPherson, Pendiri Frax Sam Kazemian.

Acara ini juga seharusnya menyambut CEO Terra, Do Kwon terkait kasus stablecoin yang sedang ramai, tapi ia tidak hadir. 

Perbincangan ini juga menyangkut kondisi USTerra atau UST yang sedang turun jauh di bawah $1 menjadi sekitar $ 0,1 keluar dari statusnya sebagai stablecoin

Menanggapi kondisi ini banyak stablecoin yang juga terimbas sentimen negatif, tapi satu stablecoin berdiri kuat yaitu USDC. Circle, perusahaan yang bertanggung jawab atas USDC menyatakan, 

“Cara kerja kami sangat membosankan, sistemnya sangat mudah, terdasari uang fiat. Pengguna memberi 1 Dolar Amerika, kita memberi 1 USDC dan sebaliknya.”

Pendiri Coinmetrics, NIC CARTER

USDC menjadi salah satu topik yang dibahas dalam acara ini karena perbedaannya yang sangat drastis dengan UST dari Terra. 

Sebab untuk sistem USDC stablecoin-nya adalah stablecoin tradisional tapi UST menggunakan sistem stablecoin algoritma. 

Stablecoin tradisional adalah stablecoin yang didasari uang fiat sedangkan stablecoin algoritma didasari oleh token atau koin yang terikat dengannya dari sisi nilai. 

Baca juga: Mengenal Dekat Kripto Wrapped Bitcoin (WBTC) dan Kava Lend (HARD)

Kehancuran Terra Sudah Diprediksi 

Nic Carter juga menyatakan bahwa Terra adalah sebuah proyek yang sudah diprediksi akan hancur dalam jangka panjang. Ia menyatakan, 

“Luna Terra jelas adalah sebuah bom waktu di dunia crypto, jelas sekali proyek yang paling rentan.”

Pendiri Coinmetrics, NIC CARTER

Carter menyatakan bahwa Terra adalah sebuah sistem keuangan yang sangat teledor dari sisi infrastrukturnya dan menganggap bahwa kehancurannya sudah dapat diprediksi sejak lama bagi yang memiliki “pandangan jernih”.

Ia menambahkan bahwa sistem algoritma UST membuatnya rumit bahkan terlalu rumit dan sulit dimengerti oleh para investor yang tertarik.  

Selain itu Carter juga menambahkan bahwa mekanisme ini tidak pernah dikoreksi karena Do Kwon sangat agresif dan aktif di Twitter, membuat investor jengkel saat memberi kritik. 

“Investor tidak bisa memberi kritik terhadap UST karena Do Kwon sangat vokal di Twitter. Terdapat kondisi dimana kritik menjadi sebuah hal yang menyinggung bagi komunitas Terra, jadi besar insentifnya untuk tidak memberi kritik ke Terra.” 

Pendiri Coinmetrics, NIC CARTER

MacPherson, developer utama dari MakerDAO juga setuju dengan pernyataan tersebut dimana Terra dianggap olehnya sebagai proyek yang teledor sejak awal berdiri. 

Ia juga menambahkan bahwa kasus UST membuat adanya kebutuhan yang tinggi terkait penjagaan nilai stablecoin berdasarkan nilai uang fiat asli yang ada di dana cadangan penerbit. 

MacPherson juga menyinggung DAI yang memiliki cadangan 1,64 kali dari stablecoin yang diterbitkannya sehingga dianggap sebagai stablecoin yang aman. 

DAI juga diangkat dalam perbincangan tersebut karena sebelumnya Do Kwon menyinggung DAI dan berjanji untuk mematikan proyek tersebut. 

Terlihat bahwa saat ini DAI masih hidup dan UST mati yang juga menjadi salah satu topik hangat di dunia crypto saat ini. 

Baca juga: 3 Tanda Onchain Menunjukkan Bitcoin Mulai Pulih

Masih Menjadi Inovasi Terkuat Crypto

Dalam acara tersebut, perwakilan dari Visa, Catherine Gu, juga menyatakan pendapatnya terkait kasus Terra.

Ia menyatakan bahwa Visa menginginkan kegunaan yang unik dari stablecoin dan fokus Visa saat ini memang masih hanya di stablecoin yang didasari fiat. Gu menyatakan:

“Kita harus memikirkan tentang pembentukan proyek crypto yang ada saat ini karena adanya standar keamanan merupakan hal yang penting untuk konsumen, investor ritel, dan institusi. Penting untuk tau proses audit dari stablecoin dan bagaimana mereka menguji kestabilan stablecoin tersebut.” 

Kepala Bidang CBDC Visa, Catherine Gu

Selain itu Gu juga menggarisbawahi bahwa banyak institusi yang saat ini lebih percaya terhadap CBDC atau mata uang digital bank sentral, dibandingkan stablecoin.  

MacPherson dari MakerDAO juga menyetujui pandangan positif terhadap stablecoin dengan menyatakan bahwa jika CBDC masuk ke blockchain terbuka maka bisa menjadi stablecoin yang lebih aman. 

Reginatto dari Circle, perusahaan terkait USDC memiliki tanggapan yang berbeda. Ia menyatakan bahwa bank sentral akan kesulitan jika diberi tanggung jawab mengendalikan fiat di blockchain karena sistemnya yang berbeda dan lebih rumit.

Ia juga berargumen bahwa sistem antara CBDC dan stablecoin itu berbeda dimana CBDC bersifat terpusat dan stablecoin tidak terpusat serta transparan. 

Namun kritik terkait CBDC datang dari Nic Carter yang menyatakan bahwa stablecoin lebih mendukung konsumen. Ia menyatakan: 

Stablecoin adalah inovasi terkuat dari crypto sejauh ini, tidak ada perbandingannya. Stablecoin bertanggung jawab atas transisi autonomi transaksi yang besar di dunia keuangan saat ini.” 

Pendiri Coinmetrics, NIC CARTER

Carter menambahkan bahwa CBDC tidak bisa memberikan transparansi dan sifat anonim yang datang dari CBDC.  

Jadi ia percaya bahwa walau sekarang terjadi kekacauan di sekitar stablecoin, dengan adanya infrastruktur dan sistem audit yang tepat, maka stablecoin akan tetap kuat sebagai produk utama dunia crypto

Baca juga: Mendag Rusia Akan Melegalkan Perdagangan Kripto

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Bagaimana Cara CEO Binance Melindungi Pemilik UST (Luna)?

Binance CEO, Changpeng Zhao, memberikan wawasan bagaimana Binance mengambil tindakan untuk memastikan pengguna Binance dilindungi dengan runtuhnya UST Terra Luna.

Pada tanggal 16 Mei lalu, Boss Binance men-tweet secara terinci bagaimana koneksi Binance dan proyek Luna dan cara mereka untuk memastikan pengguna tetap terlindungi.

Dalam serangkaian tweet ini, CZ (sapaan Changpeng Zhao), mengakui Binance memegang 15 juta Luna yang pada ATH bernilai $ 1,6 miliar.

Token tersebut diberikan kepada luna sebagai hadiah atas investasi awal yang dilakukan oleh Binance kepada Proyek sebesar $3 juta.

Sudah pasti ini adalah investasi yang sangat menguntungkan, mengingat Luna naik beribu-ribu persen.

Sangat disayangkan LUNA hanya berharga $ 0,000184615 dan Binance investasi hanya bernilai $ 2,7 juta-an.

Baca jugaApakah Kamu Menjual Aset Crypto Selama Crash? CEO Ini Bilang TIDAK!

Bisa dibilang bahwa Binance hanya rugi $ 300.000. Jumlah ini terbilang kecil jika kita bandingkan dengan beberapa orang yang hilang hingga $ 20 juta UST.

CZ juga menekankan bahwa Binance tidak pernah menjual Luna yang mereka pegang. Anda bisa mencheck di sini.

Diserangkaian tweet tersebut, CZ menegaskan bahwa Luna harus berfokus untuk melindungi pengguna dan memberikan kompensasi kepada mereka, sebelum ke Binance.

Karena Luna masih terlisting di Binance, CZ berhak untuk mendapatkan ganti rugi. Namun, dia mengatakan:

Untuk memberikan contoh tentang MELINDUNGI PENGGUNA, Binance akan ‘memaafkan’ untuk kali ini dan meminta tim Terra untuk memberikan kompensasi kepada pengguna ritel dan Binance terakhir (JIKA TERJADI).

Cryptoharian sudah memberikan kenapa Terra Luna terjadi seperti ini. Secara singkat, ini terjadi karena UST/USD kehilangan peg $1.

Sebagai stablecoin 1 UST=$ 1. Namun, dalam kasus ini, 1 UST tidak $ 1

Baca juga: Ahli Strategi Bloomberg: Bitcoin dan Ethereum akan Ungguli Pasar Saham

Untuk mempertahankan PEG, tim Terra Luna juga menjual cadangan BTC mereka. Ini-lah kenapa harga Bitcoin sempat mencapai $ 26 ribu di Binance.

Beberapa artikel dan Youtuber mengatakan ini adalah sebuah koordinasi attack yang mau menghancurkan Luna.

Namun, Cryptoharian tidak bisa memberikan komentar untuk ini. Salah satu Youtuber yang mengatakan hal ini adalah Crypto Banter.

DISCLAIMER: Cryptocurrency adalah aset yang sangat volatil, trade dengan berhati-hati.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Mendag Rusia Akan Melegalkan Perdagangan Kripto

Menteri Keuangan Rusia, Denis Manturov, menyatakan bahwa negaranya akan melegalkan perdagangan aset kripto.

“Pertanyaannya adalah kapan ini akan terjadi, bagaimana itu dilakukan, dan bagaimana hal itu akan diatur. Sekarang baik Bank Sentral maupun pemerintah aktif membahas jal tersebut,” jelas Manturov.

Rusia sebenaranya sudah mendalami berbagai aspek soal perdagangan kripto ini sejak 2022, namun belum membuat atau menghasilkan kebijakan yang mendukungnya. Meski demikian secara mendasar, Kementerian Keuangan Rusia telah mengusulkan landasan hukum dasar soal perdagangan kripto ini melalui RUU “On Digital Currency” pada April silam.

Ilustrasi Presiden Rusia, Vladimir Putin isyaratkan toleransi terhadap cryptocurrency
Ilustrasi Presiden Rusia, Vladimir Putin isyaratkan toleransi terhadap cryptocurrency.

Baca juga: 3 Tanda Onchain Menunjukkan Bitcoin Mulai Pulih

RUU ini disambut antusias komunitas kripto di negeri yang sedang konflik dengan Ukraina ini. Dalam berbagai kesempatan, Manturov ditanyai sampai sejauh mana perkembangan rencana perdagangan kripto menjadi legal.

“Dalam waktu yang cepat atau lambat rencana ini akan dilakukan. Tapi, sekali lagi harus legal, benar, sesuai dengan aturan yang akan dirumuskan,” imbuhnya.

Bank Sentral Rusia (CBR) dan Kementerian Keuangan hingga saat ini memiliki pandangan yang berbeda tentang regulasi kripto, dimana bank sentral tidak menyetujui perdagangan kirpto sementara kementerian mencari solusinya dengan kemungkinan menerapakan aturan perpajakan.

Rusia Rampungkan RUU Kripto Sebagai Alat Pembayaran
Ilustrasi bendera Rusia.

Baca juga: TokoCare Bersama BeKind dan WeCare.id Distribusikan Kado Lebaran ke 200 Anak Spesial

Pada Januari lalu, CBR telah mengusulkan larangan menyeluruh pada perdagangan dan penambangan kripto lokal karena potensi risiko stabilitas keuangan yang terkait dengan sektor ini.

Namun, setelah invasi ke Ukraina, CBR menyatakan sikapnya terlalu kaku terhadap perdagangan kripto sehingga menghambat pertumbuhannya.

Gubernur bank sentral, Elvira Nabiullina, mengatakan sanksi ekonomi Eropa dan Amerika Serikat yang dijatuhkan kepada negaranya memberikan perspektif lain soal potensi kripto.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Kenali Perbedaan Proof of Work dan Proof of Stake

Dalam cryptocurrency, menambang aset atau yang biasa disebut dengan mining sudah amat marak dilakukan. Beberapa waktu belakangan, banyak miners yang sebelumnya menggunakan sistem Proof of Work (PoW) disarankan untuk beralih ke sistem Proof of Stake (PoS).

Kedua sistem ini sangat populer, tetapi masih banyak miners juga investor yang belum paham betul mengenai perbedaan dari keduanya. Simak informasi selengkapnya tentang Proof of Work vs Proof of Stake!

Proof of Work (PoW)

Berdasarkan definisinya, proof of work adalah protokol yang bertujuan mencegah serangan cyber yang dapat menghabiskan tenaga sumber daya sistem komputer dengan mengirimkan permintaan-permintaan fiktif, seperti misalnya DDoS (Distributed Denial-of-Service).

Mekanisme ini sudah ada sejak lama, bahkan sebelum kemunculan aset kripto Bitcoin. Satoshi Nakamoto, penemu Bitcoin, menggunakan konsep ini sebagai cara untuk mendapatkan Bitcoin.

Pada aset kripto, proof of work adalah cara yang digunakan dalam mining atau penambangan. Aset-aset kripto yang bisa ditambang menggunakan konsep ini adalah aset generasi pertama, seperti Bitcoin, Litecoin, dan Bitcoin Cash. Sebelumnya, Ethereum juga menggunakan teknik ini, tetapi saat ini sedang dalam proses migrasi menuju proof of stake.

Mekanisme kerjanya adalah para penambang atau miners dalam jaringan berkompetisi untuk memecahkan teka-teki matematika yang sulit. Apabila terdapat miner yang berhasil menemukan solusi dari teka-teki tersebut, maka miner pertama tersebut telah sukses memverifikasi transaksi pada jaringan. Berkat kesuksesan tersebut, miner akan memperoleh imbalan berupa aset kripto.

Para miners yang menambang aset kripto menggunakan prinsip proof of work, harus memiliki perangkat komputer dengan kapabilitas yang sangat tinggi. Hal ini disebabkan teka-teki matematika yang sulit dapat hanya dipecahkan menggunakan perangkat yang canggih. Oleh karena itu, apabila tertarik dengan sistem proof of work, para calon miners harus mempersiapkan spesifikasi perangkat dengan baik, ya. 

Terdapat cara lain yang bisa dilakukan apabila tidak memiliki perangkat yang cukup kuat, yaitu dengan menambang di mining pool. Sistem dari mining pool sendiri adalah bagi hasil dengan menggabungkan kekuatan perangkat yang dimiliki beberapa miners dalam kolam penambangan. Apabila mining pool tersebut berhasil memecahkan teka-teki dan transaksi pada Blockchain tervalidasi, maka imbalan akan dibagi sesuai dengan kapabilitas perangkat yang dimiliki masing-masing miner.

Proof of Stake (PoS)

Definisi proof of stake secara harfiah berarti bukti kepemilikan. Konsep ini disiapkan sebagai pengganti dari proof of work, dengan memiliki cara kerja yang lebih efisien dalam mencapai tujuannya karena para miners sudah memiliki aset kripto lebih dulu. Kegiatannya tidak lagi disebut dengan mining, tetapi staking, yaitu menyimpan aset kripto yang dimiliki dengan menguncinya selama jangka waktu tertentu. 

Biasanya, proyek atau perusahaan penerbit sudah menyediakan program khusus staking berupa aset premined yang dikeluarkan sebelum peluncuran resminya berlangsung. Dalam proof of stake, penambang terlebih dulu membeli aset premined untuk kemudian dikunci dan disimpan.

Dengan demikian, syarat utama bagi para miners dalam melakukan proof of stake yaitu harus memiliki sejumlah aset terlebih dahulu yang kemudian dilipatgandakan oleh imbalan apabila berhasil terpilih. Imbalan tersebut hanya berasal dari biaya transaksi yang berhasil divalidasi oleh miners terpilih. Walaupun begitu, banyak yang menganggap para miners akan mendapatkan imbalan ganda karena memperoleh imbalan lain dari hasil investasi aset kripto itu sendiri.

Walaupun tampak lebih sederhana dibandingkan dengan proof of work, para miners yang memilih proof of stake juga harus memiliki strategi yang disesuaikan dengan hal-hal yang dapat membantu miners untuk terpilih dan mendapatkan imbalan. Terdapat 3 faktor penentu terpilihnya penambang agar memperoleh imbalan, yaitu

Berapa banyak aset premined yang akan disimpan juga perlu diperhatikan oleh para miners, karena jumlah ini juga menjadi penentu apakah miners memiliki kesempatan yang besar untuk terpilih atau tidak. Semakin banyak aset yang disimpan, tentu akan semakin tinggi kesempatan terpilih dan mendapatkan imbalan.

Dalam staking, para miners perlu memperhatikan dalam jangka waktu berapa lama aset kripto akan disimpan. Semakin lama jangka waktu yang diluangkan untuk staking, maka semakin besar kesempatan penambang untuk dipilih sebagai validator transaksi yang terjadi pada Blockchain, sehingga akan semakin besar pula imbalan yang akan diperoleh.

Setelah menentukan jumlah aset yang akan dibeli dan berapa lama aset akan disimpan, para miners dapat menunggu hasil pengacakan yang dilakukan oleh sistem. Dikarenakan sistem yang digunakan adalah randomized atau acak, maka setiap miner di masing-masing tingkatan akan memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih.

Proof of Work vs Proof of Stake, Apa Perbedaannya?

Perbedaan utama antara proof of work dan proof of stake terdapat pada rangkaian yang harus dilakukan miner untuk menambang aset kripto. Jika pada proof of work para miner harus berlomba-lomba untuk memecahkan teka-teki matematika, pada proof of stake para miners tidak perlu berkompetisi karena sudah memiliki aset premined, sehingga yang diperlukan hanya melakukan staking.

Selain itu, imbalan yang diperoleh pada proof of work berasal dari protokol yang disesuaikan dengan kemampuan miner dalam berkompetisi memecahkan teka-teki matematika hingga berhasil mengalahkan miners lainnya. Di sisi lain, imbalan pada proof of stake hanya berasal dari biaya transaksi yang berhasil divalidasi, yang dikeluarkan oleh para investor yang saling jual-beli pada blok.

Para miners yang beralih dari proof of work ke proof of stake bertujuan untuk mengurangi penggunaan energi, seperti perangkat komputer dan juga listrik yang cukup menghabiskan dana. Selain itu, proof of stake juga memberikan kesempatan bagi para pemilik aset kripto untuk memperoleh imbalan berganda, yakni dari imbalan biaya transaksi juga hasil investasi. Pasalnya, pada proof of work, para miners hanya akan menerima imbalan berupa aset kripto yang ditambang saja.

Pengetahuan tentang Proof of Work vs Proof of Stake sangat penting dimiliki oleh para miner juga investor aset kripto. Hal ini dapat membantu investor lebih memahami aset kripto yang diperjualbelikan. Jika Anda ingin terjun ke dunia aset kripto, daftarkan diri Anda sekarang di Tokocrypto, digital exchanger yang aman dan sudah resmi terdaftar di BAPPEBTI!



Sumber : news.tokocrypto.com

Strategi Trading Bitcoin Yang Membawa Untung, Pelajari Disini!

Beberapa waktu belakangan, tidak sedikit masyarakat yang mencari peruntungan lewat trading aset kripto Bitcoin. Hal ini dibuktikan dengan banyak orang yang berhasil mendapat cuan yang berlimpah. Jika Anda juga tertarik mencari keuntungan lewat Bitcoin dengan trading, ketahui sejauh mana Anda telah memahami strategi trading Bitcoin serta apa saja yang harus dipersiapkan melalui artikel ini!

Trading, Cara Meraih Keuntungan Lewat Bitcoin

Sejak kenaikan harga Bitcoin secara besar-besaran pada 2017 yang hampir mencapai 300 juta Rupiah, fenomena trading Bitcoin semakin digandrungi para investor, khususnya di Indonesia. Trading dianggap sebagai cara paling praktis untuk meraup keuntungan dalam berinvestasi Bitcoin. Prinsip dalam trading Bitcoin, yaitu “Membeli di harga rendah dan menjual di harga yang lebih tinggi.” 

Merajalelanya trading Bitcoin disebabkan oleh keandalan Bitcoin dalam hal kapitalisasi pasar serta popularitasnya sebagai aset kripto terbesar. Selain itu, Bitcoin memiliki sifat yang fluktuatif dan tidak sepenuhnya dapat diprediksi. Melihat perkembangannya, harga Bitcoin cenderung akan kembali meningkat meski habis mengalami penurunan yang anjlok. 

Dari sana, para trader menggunakan kemampuannya dalam memanfaatkan kesempatan untuk mendapat untung. Tak heran, banyak sekali investor yang sukses di Indonesia berkat trading. Namun, mereka yang meraih kesuksesan tak semata-mata hanya melakukan trading saja, tetapi juga andal dalam memperhatikan kondisi pasar dan tentunya menggunakan strategi trading yang tepat.

Persiapan Sebelum Trading Bitcoin

Sebagai trader, tentu Anda tidak ingin mengalami kerugian, kan? Agar bisa mencapai kesuksesan dalam trading Bitcoin, selain dana yang Anda sisihkan untuk trading dan digital exchanger sebagai platform jual-beli Anda, masih ada beberapa hal lain yang wajib dipersiapkan, yaitu

 

Sebelum memutuskan untuk bermain, penting bagi Anda untuk mengetahui seluk beluk aset kripto yang akan Anda investasikan, sama halnya seperti Bitcoin. Bitcoin memiliki perkembangan yang pesat, sehingga akan terus ada informasi baru mengenai koin tersebut, termasuk soal teknik trading

Selain menambah wawasan soal  Bitcoin, informasi ini juga akan membantu Anda menghindari kerugian dengan melakukan trading dalam jumlah yang tidak besar, sehingga masih ada aset yang tersisa.

 

Dalam trading Bitcoin, kondisi pasar memiliki pengaruh besar terhadap strategi trading yang digunakan. Dengan kemampuan analisis pasar yang baik, Anda dapat menentukan langkah yang harus dipilih agar tetap mendatangkan keuntungan. 

Misalnya, Anda harus mengetahui bahwa pasar Indonesia adalah follower, artinya harga Bitcoin biasanya akan mengikuti pergerakan harga internasional dan cenderung lebih rendah dari harga Bitcoin di wilayah penguasa Bitcoin (Eropa, Amerika, dan Jepang).

 

Dalam berinvestasi, tak terkecuali investasi aset kripto, Anda harus mempunyai tujuan yang jelas. Tujuan ini akan membantu Anda dalam menentukan langkah Anda selanjutnya. Jika tujuan Anda dalam berinvestasi Bitcoin adalah untuk memperoleh keuntungan dengan trading, maka Anda harus memfokuskan diri untuk jual-beli, bukan untuk mengumpulkan Bitcoin biasa.

 

  • Pasang Target yang Sesuai

Penting bagi Anda untuk menentukan target di awal, terutama sebelum memulai trading. Target ini dapat membantu Anda agar tidak merasa haus akan keuntungan yang berlebihan. Saat Anda telah mencapai target yang telah lebih dahulu Anda tetapkan di awal, tentunya Anda akan disambut dengan rasa puas.

Tipe Strategi Trading Bitcoin yang Bisa Digunakan

Dalam trading Bitcoin, selain faktor lain yang telah disebutkan di atas, teknik yang Anda gunakan juga berperan penting dalam pengambilan keputusan saat trading. Berikut strategi trading Bitcoin yang bisa Anda lakukan agar mendapat cuan, yaitu

 

Day Trading berarti trading yang dilakukan secara harian. Para trader yang menggunakan strategi ini akan membuka dan menutup trading dalam jangka waktu satu hari, yakni dalam hari yang sama. Strategi ini bertujuan menghindari biaya dan risiko yang akan dihasilkan dari menahan posisi selama lebih dari satu hari. 

Dengan demikian, trader yang menjalankan Day Trading harus teliti dan fokus terhadap pergerakan harga Bitcoin dari waktu ke waktu. Trader akan langsung menjual Bitcoin jika terdapat peluang harga jual yang lebih tinggi dibanding harga pada saat membeli Bitcoin.

 

Strategi Scalping masih mirip dengan Day Trading, tetapi dengan sistem yang lebih ekstrem. Tujuan Scalping sendiri adalah memperoleh profit sedikit dari jual-beli dalam jumlah besar, sehingga Anda cenderung akan langsung menjual Bitcoin sesaat Anda telah merasa untung, biasanya hanya butuh hitungan detik hingga menit.

Scalping dianggap efektif untuk aset yang volatilitasnya sangat tinggi seperti Bitcoin, karena Anda dapat closing secepatnya saat pasar berubah agar meminimalisasi kerugian. Walaupun begitu, tetap dibutuhkan keterampilan trader dalam analisis pasar. Pasalnya, satu kerugian besar dapat menghapus keuntungan-keuntungan kecil lainnya.

 

Swing Trading menjadi strategi yang paling umum digunakan di kalangan trader Bitcoin. Strategi ini fokus pada meraup keuntungan dalam trend harga jangka pendek, setidaknya menahan selama beberapa hari hingga pekan, untuk kemudian dijual. Melalui Swing Trading, trader tidak perlu pusing memantau pergerakan tiap detik atau menit, karena dapat disesuaikan.

Meski Swing Trading berpeluang memberikan keuntungan yang lebih maksimal, trader butuh pemahaman khusus soal indikator teknis beserta faktor lain seperti event yang bisa mempengaruhi pasar. Swing Trading cukup tricky, terutama pada saat pergerakan harga pasar yang pasti, karena sulit untuk mengidentifikasi swing atau pergerakan harga yang akan terjadi selanjutnya.

 

Seperti namanya, Reverse Trading dilakukan dengan membalikkan trend di pasar. Jika Bitcoin sudah berada di posisi harga yang rendah dalam jangka waktu tertentu, para trader dengan strategi ini akan mencari kesempatan untuk membalikkan trend dan memanfaatkannya.

Keunikan dari Reverse Trading adalah strategi trading yang memperkirakan harga tertinggi dan terendah Bitcoin dalam satu hari, kemudian menghasilkan cuan dari prediksi tersebut. Risiko yang akan dialami juga cenderung umum, yaitu saat terjadi kesalahan dalam membuat prediksi soal waktu pembalikkan.

 

Position Trading bisa menjadi pilihan strategi yang tepat jika trader mencari posisi jangka panjang. Strategi ini dilakukan dengan menahan posisi dalam jangka waktu yang cukup lama, bahkan bisa berbulan-bulan hingga bertahun-tahun lamanya. 

Alasan dari menahan posisi tersebut adalah trader ingin meminimalisasi kegiatan jual-beli, berbeda dengan strategi trading lain yang telah disebutkan sebelumnya. Dengan Position Trading, trader juga dapat mempertimbangkan aspek teknologi, rate of adoption, hingga kompetitor.

Ternyata, mengumpulkan cuan lewat trading Bitcoin sangat mungkin untuk dilakukan, baik untuk pemula maupun yang sudah berpengalaman. Namun, Anda harus pintar-pintar dalam memilih tipe strategi trading Bitcoin yang sesuai dengan tujuan serta manajemen risiko Anda. Pastikan juga Anda memilih digital exchanger yang sudah resmi terdaftar di BAPPEBTI seperti Tokocrypto, ya. Tunggu apa lagi? Daftarkan diri Anda dan langsung KYC di Tokocrypto sekarang!



Sumber : news.tokocrypto.com

Simak Penjelasan Lengkap Mengenai Cardano Coin!

Tidak bisa dipungkiri, investasi aset kripto tengah merajalela di kalangan masyarakat. Namun, mayoritas investor masih berotasi pada Bitcoin saja. Padahal, masih banyak aset kripto lain yang lebih murah tetapi tidak kalah menguntungkan, salah satunya adalah Cardano coin yang harganya sempat melambung pada Agustus 2021 lalu. Pahami penjelasannya lebih dalam  berikut ini!

Tingginya Animo Masyarakat Terhadap Dunia Cryptocurrency

Sejak pandemi berlangsung, situasi ekonomi yang mengalami ketidakjelasan membuat masyarakat mulai mencari “pegangan”, yang dalam hal ini adalah aset kripto. Masyarakat berbondong-bondong menyisihkan sebagian asetnya dan mempercayakannya pada investasi kripto. Dikutip dari Bank Indonesia pada KSK No. 37, puncak investasi kripto di Indonesia berada pada bulan Maret 2021 lalu, saat Bitcoin seharga Rp850 juta per keping.

Penyebab investasi aset kripto dipilih oleh masyarakat adalah sifatnya yang dianggap lebih stabil dan likuid. Selain itu, keamanan sistemnya juga lebih terjamin karena menggunakan teknologi blockchain yang membuat sistem sulit untuk dibobol. Dengan demikian, meskipun volatilitasnya sangat tinggi, aset kripto masih terus dijadikan pilihan investasi.

Akan tetapi, tingginya animo masyarakat terhadap cryptocurrency ini masih berputar di Bitcoin saja. Padahal, masih banyak altcoin yang tidak kalah membawa cuan dan tentunya lebih murah, lho. Salah satu contohnya adalah Cardano. Koin ini juga dapat menjadi pilihan bagi Anda yang ingin berinvestasi selain Bitcoin, tetapi masih bingung untuk memilih aset mana yang sekiranya cocok.

Apa Itu Cardano Coin?

Cardano coin adalah cryptocurrency yang tergolong sebagai generasi ketiga dan menggunakan mekanisme mining Proof of Stake (PoS). Walaupun baru secara resmi diluncurkan pada tahun 2017, Cardano ternyata sudah diciptakan sejak tahun 2015. Cryptocurrency satu ini diciptakan oleh Charles Hoskinson, seorang ahli matematika yang juga terlibat dalam penemuan mekanisme Proof of Work (PoW) pada Ethereum

Nah, dikarenakan mekanisme PoW sangat rumit dan menantang, akhirnya ia memutuskan untuk mengembangkan Cardano yang bisa menawarkan solusi PoS yang lebih sederhana. Bersama dengan sekelompok profesional lainnya, ia juga melakukan review terhadap protokol blockchain ini sebelum akhirnya memutuskan dirilis. Hal ini membuat Cardano menjadi proyek kripto pertama yang bersifat peer-reviewed.

Selain dikenal sebagai sebuah proyek kripto, Cardano juga memiliki aset kripto berupa koin yang lebih dikenal dengan sebutan ADA. Pada awal peluncurannya di tahun 2017, market cap ADA bernilai 600 juta USD. Tak butuh waktu lama untuk market cap tersebut mencapai 10 miliar USD, tepatnya pada akhir tahun 2017. Hingga per bulan Agustus 2021, market cap ADA berhasil menembus 90 miliar USD, lebih dari 10 kali lipat dari market cap debutnya. 

Tren Harga dan Daya Tarik yang Dimiliki Cardano Coin (ADA)

Cardano coin (ADA) merupakan aset kripto yang dikeluarkan oleh blockchain Cardano. Aset kripto yang satu ini dianggap sebagai salah satu aset kripto terbesar dan terkemuka di pasar setelah Bitcoin dan Ethereum. Uniknya, ADA merupakan satu-satunya aset kripto generasi ketiga yang berhasil bersaing dengan generasi pertama dan kedua.

Seiring perkembangannya sejak tahun 2017, tentu harga ADA mengalami pasang surut layaknya aset kripto lainnya. Pada Januari 2018, harga ADA sempat mencatat all time high yaitu 1.31 USD, tetapi tak lama langsung kembali turun bahkan hingga menjadi 0.4 USD di akhir tahun 2018. Bahkan, sepanjang tahun 2019 ADA masih lesu hingga sempat menyentuh harga 0.1 USD per keping.

Masuk tahun 2021, ADA kembali bangkit dengan mencetak all time high terbarunya sebesar 1.49 USD per keping. Setelah meroket, ADA sempat koreksi sejenak hingga kembali melejit dengan mencapai harga 2.58 USD per keping pada Agustus 2021 lalu. Kemudian harga ADA kembali menurun, tetapi lebih stabil. Dilansir dari CoinDesk, ADA kini berada di harga 2.29 USD per keping pada 8 Oktober 2021.

Selain membahas tren harganya dari tahun ke tahun, Cardano atau ADA juga memiliki daya tarik khusus yang bisa membuat Anda ikut menginvestasikannya, lho. Salah satunya adalah pendiri Cardano, Charles Hoskinson, memperkirakan harga ADA akan terus meningkat karena akan terus dilakukan pengembangan terhadap proyek ADA seperti De-Fi, setelah bulan September lalu meluncurkan smart contract.

Selain itu, para pendiri juga menyatakan akan mendukung aktivitas token burning, sehingga harga ADA akan disesuaikan dengan penawaran dan permintaan di pasar. Pasalnya, para investor dan trader khawatir harga ADA akan anjlok karena melihat masih ada satu pertiga supply ADA yang belum beredar. Per Agustus 2021, sudah terdapat 31 miliar koin ADA yang beredar dari total supply 45 miliar koin.

Hal yang terpenting lainnya tentunya dengan melihat tren harga Bitcoin. Hampir seluruh harga altcoin yang tersedia di pasar akan bergerak mengikuti pergerakan Bitcoin. Saat ini, pasar Bitcoin sedang mengalami bullish. Jika sentimen pasar akan tetap bullish secara keseluruhan, maka berinvestasi ADA adalah hal yang tepat untuk dilakukan saat ini. Kelak saat bearish, Anda bisa mengantongi lebih banyak cuan berkat ADA yang diinvestasikan.

Jadi, apakah sekarang Anda tertarik untuk berinvestasi Cardano coin yang banyak memperoleh dukungan ini? Sebelum itu, pastikan Anda sudah punya strategi dan manajemen risiko yang baik, ya. Jangan lupa juga untuk pilih Digital Exchanger yang sudah resmi terdaftar di BAPPEBTI seperti Tokocrypto. Yuk, segera daftarkan diri Anda dan lengkapi KYC di aplikasi Tokocrypto!



Sumber : news.tokocrypto.com

Yuk, Kenali Perbedaan Wrapped Bitcoin dengan Bitcoin!

Siapa sih yang tak kenal dengan Bitcoin? Yaps, sebagai aset kripto pertama yang hadir, Bitcoin terus memperlihatkan pesonanya dan berhasil digadang-gadang menjadi king cryptocurrency. Siapa yang menyangka jika dulunya di tahun 2010 Bitcoin hanya dihargai tak lebih dari US$ 1 dan kini harganya mampu melambung jauh. Nah, yang terbaru dan tengah menjadi perbincangan para pecinta kripto adalah hadirnya Wrapped Bitcoin! 

Lantas, apa sih Wrapped Bitcoin itu? Dan apa sih bedanya dengan Bitcoin biasa? Yuk, baca selengkapnya!

Hadirnya WBTC dan Perbedaannya dengan Bitcoin

Wrapped Bitcoin (WBTC) hadir dari permasalahan yang ada yakni lambatnya transaksi dan biaya yang besar dari Bitcoin tersebut. Lambatnya transaksi tersebut disebabkan oleh terlalu lamanya waktu konfirmasi yang dibutuhkan. Oleh sebab itu, akhirnya muncul perkembangan-perkembangan yang diharapkan berguna untuk mengatasi masalah yang ada pada BTC tersebut. 

Jadi, WBTC diciptakan atas inisiasi yang dilakukan antara permain dari DeFI BitGo, Senyawa, Dharma, Jaringan Kyber, MakerDAO, Ren, dan Set Protocol yang dirilis di tahun 2019 silam. WBTC sendiri adalah token ERC-20 yang mewakili BTC di blockchain Ethereum

Mudahnya, WBTC ini adalah tokenized dari BTC, tiap WBTC yang ada didukung penuh oleh BTC dengan rasio 1:1 sehingga Anda dapat dengan mudah mengkonversi BTC ke WBTC yang dapat digunakan di seluruh platform Ethereum. Nah, hal inilah yang menjadikan perbedaan mendasar antara WBTC dan BTC. 

Selanjutnya, fitur yang sebelumnya tidak ada di BTC namun di WBTC ada yaitu kompatibilitas yang bisa dilakukan di sistem ekosistem Ethereum DeFi. Dengan begitu tingkat adopsi DeFi menjadi lebih tinggi. 

Selain itu, perbedaan antara WBTC dan BTC adalah pada WBTC hanya memerlukan waktu yang singkat untuk konfirmasi di setiap transaksinya karena ia berjalan di atas blockchain Ethereum, yaitu Anda hanya perlu 15 detik. Hal ini jelas berbeda dengan BTC yang memerlukan waktu 10 menit. 

Cara Kerja WBTC

Alih-alih melakukan proses kerja yang singkat, dalam white paper WBTC dituliskan proses yang diperlukan menggunakan alur yang panjang disertai tanda tangan dan persetujuan banyak pihak di blockchain Ethereum. 

Nah, sebelum melanjutkan ke cara kerjanya. Berikut terdapat beberapa pelaku utama yang ada dalam ekosistem WBTC:

Organisasi yang bertugas memegang aset yang diwakili oleh token yang di-wrapped. Di WBTC sendiri, pemegang aset dasar yang mendukung WBTC adalah Bitgo.

Pihak yang bertugas mengatur distribusi WBTC. Adapun tugas merchant ialah mengeluarkan atau membakar token yang di-wrapped.

Pihak yang memegang, melakukan transaksi, dan juga transaksi keuangan lainnya menggunakan WBTC di jaringan Ethereum.

Adapun cara kerja WTBC ini dimulai dari pengguna yang mau mengonversi BTC milik mereka menjadi WBTC. Selanjutnya pedagang melakukan pengecekan dan prosedur KYC (know your client) kemudian baru ia akan memulai seluruh proses pembuatan WBTC. 

Setelah itu, pedagang akan memutuskan untuk mencetak token yang akan di-wrapped dan setelahnya mereka pergi ke pihak custodian (BitGo) untuk menjaga hak asuh BTC sebenarnya sebelum WBTC dicetak. Selanjutnya custodian menyerahkan WBTC ke pihak merchant agar bisa didistribusikan kepada pengguna. 

Akhir kata dapat disimpulkan bahwa dengan adanya Wrapped Bitcoin maupun wrapped token lainnya memang memiliki tujuan untuk mengambil keuntungan dari kekuatan yang dimiliki oleh kedua jaringan tersebut untuk mengembangkan aset kripto menjadi lebih baik. 

Nah, untuk informasi lengkap mengenai aset kripto atau jika Anda ingin bertransaksi jual beli aset kripto, yuk, segera kunjungi www.tokocrypto.com! Daftarkan diri Anda dan selesaikan KYC Anda sekarang juga di Tokocrypto!



Sumber : news.tokocrypto.com

Apa itu Indikator Ichimoku? Ketahui Arti dan Cara Penggunaannya Disini

Tiap kali kita mendengar istilah trading aset kripto, mungkin Anda akan berpikir jika kegiatan tersebut sangat susah untuk menghasilkan cuan. Padahal trading tidaklah sesulit itu asalkan Anda mempelajari strateginya, terlebih bagaimana menggunakan indikator dalam trading. Ada banyak indikator yang bisa Anda gunakan, salah satunya adalah indikator Ichimoku Cloud.

Berikut kami hadirkan penjelasan lengkap mengenai indikator Ichimoku Cloud. Yuk, simak selengkapnya!

Apa Itu Indikator Ichimoku Cloud?

Ichimoku Cloud adalah indikator yang dikembangkan oleh seorang jurnalis bernama Goichi Hosada di tahun 1960-an. Kehadiran indikator ini diciptakan untuk memberikan gambaran agar Anda dapat mengetahui level support atau resistance, serta menentukan arah tren sehingga dapat membantu Anda untuk mengetahui sinyal kapan untuk membeli atau menjual dan juga level stop

Indikator ini sebenarnya mirip dengan indikator Moving Average. Namun pada indikator ini terdapat tambahan komponen seperti: Cloud atau Kumo, Tenkan Sen, Kijun Sen, dan Chikou Span. Karenanya penggunaan indikator ini cukup memberikan perhitungan yang akurat bagi trader dibandingkan indikator Moving Average tersebut. Inilah penjelasan dari komponen yang ada:

Cloud atau awan adalah komponen yang penting dalam indikator Ichimoku karena ia dapat menunjukkan area support atau resistance. Cloud sendiri dibatasi oleh garis yang bernama Senkou Span A dan Senkou Span B. 

Nah, ketebalan dan bentuk cloud ini bisa berubah-ubah sesuai dengan perubahan harga yang terjadi di pasar. Cloud yang tebal menandakan volatilitas pasar yang semakin tinggi, begitu juga sebaliknya. Jadi, menebalnya awan menandakan area support atau resistance yang juga menebal. Ini umumnya terjadi ketika tren sudah mulai melemah. 

Tenkan Sen adalah kurva berwarna merah yang berfungsi sebagai level support atau resistance yang menunjukkan arah tren. Sedangkan Kijun Sen adalah kurva berwarna biru yang berfungsi sebagai konfirmator arah tren. 

Komponen Chikou Span adalah kurva berwarna hijau yang berguna bagi Anda dalam memberikan konfirmasi lebih lanjut tentang posisi tren apa yang sedang terjadi. 

Proses trading menggunakan indikator ini dilakukan dengan cara menghitung seluruh parameter yang berbeda ke dalam aktivitas trading. Garis indikator Ichimoku dapat dihitung berdasarkan titik-titik parameter dalam histori pergerakan harga dalam periode waktu tertentu.  Adapun rumusnya adalah: 

  • Tenkan Sen : (Highest High + Lowest Low) dibagi 2, dengan periode standar 9.
  • Kijun Sen: (Highest High + Lowest Low) dibagi 2, dengan periode standar 26.
  • Chikou Span: Harga penutupan dan kemudian digeser ke belakang sebanyak 26 periode.
  • Senkou Span A: (Tenkan Sen + Kijun Sen) dibagi 2, kemudian dimajukan sebanyak 26 periode.
  • Senkou Span B: (Highest High + Lowest Low) dibagi 2 dari 52 candle terakhir, lalu dimajukan sebanyak 26 periode. 

Cara membaca Ichimoku Cloud

Ichimoku Cloud bisa Anda gunakan untuk mengetahui sinyal bullish dan bearish yang terjadi di pasar. Sinyal bullish yang kuat dapat dilihat apabila Cloud posisinya berada di bawah harga, semntara itu Tenkan Sen berada di atas Kijun Sen, dan begitu juga pada Chikou Span yang berada di atas harga. Sementara sinyal bullish yang lemah dapat dilihat jika Cloud berada di atas harga, Tenkan Sen di atas Kijun Sen namun di bawah Cloud, dan Chikou Span berada di atas harga. 

Begitu pun sebaliknya, ketika sinyal bearish yang kuat dapat ditandai oleh posisi Cloud yang berada di atas harga, sementara Tenkan Sen berada di bawah Kijun Sen dan Chikou Span yang juga berada di bawah harga. Sementara sinyal bearish yang lemah ditandai apabila Cloud berada di bawah harga, Tenkan Sen di bawah Kijun Sen namun di atas Cloud, dan Chikou Span yang berada di bawah harga.

Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai indikator Ichimoku Cloud pada trading aset kripto. Perkaya informasi lainnya mengenai aset kripto hanya di Tokonews dari Tokocrypto! Yuk, kunjungi dan daftarkan diri Anda untuk trading dan investasi aset di  www.tokocrypto.com sekarang juga!



Sumber : news.tokocrypto.com

3 Tanda Onchain Menunjukkan Bitcoin Mulai Pulih

Jurrien Timmer, Direktur Divisi Makroekonomi Global dari Fidelity, salah satu perusahaan crypto terbesar di dunia baru saja mempublikasi analisis terkait Bitcoin melalui data on-chain

Ia mengatakan bahwa saat ini Bitcoin memiliki potensi untuk mulai pulih akibat adanya beberapa tanda dari data on-chain atau data transaksi langsung dari blockchain.  

Menurutnya saat ini harga Bitcoin sudah mencapai harga dasarnya dan kemungkinan tidak akan turun lebih lagi bahkan bisa bergerak naik. 

Ia mempublikasi melalui Twitternya beberapa data yang membuktikan bahwa prediksinya kemungkinan besar akan benar. Berikut adalah tiga data on-chain yang ia gunakan.  

1. Rasio Bitcoin dan Emas

Data pertama yang digunakan adalah data rasio antara Bitcoin dan Emas dimana data tersebut membandingkan rasio antara harga Bitcoin dan Emas. 

Menurut Timmer, data tersebut sering digunakan karena sudah menjadi dasaran untuk memprediksi pergerakan Bitcoin karena diikat dengan aset terlaris saat ini yaitu Emas. 

3 Tanda Onchain Menunjukkan Bitcoin Mulai Pulih
Rasio Bitcoin dan Emas dari Fidelity

Baca juga: Investor Terra LUNA Siap Laporkan Do Kwon Atas Dugaan Penipuan Investasi

Menurut grafik data tersebut, angka rasio saat ini berada di batas bawah yang baik sama dengan sebelum Bitcoin mengalami apresiasi signifikan di 2021 dan 2020. 

Melihat grafik tersebut, jika angka tersebut terjaga di batas yang terlihat, maka kemungkinan besar Bitcoin akan mulai mengalami apresiasi kembali seperti Tahun 2020 dan Tahun 2021 walau tidak seperti sebelumnya melihat saat ini sedang bear market. 

Jika bergerak kembali naik, maka Bitcoin akan melanjutkan konsolidasinya yang dimulai dari sejak akhir Tahun 2021. Kemungkinan besar Bitcoin akan kembali mencoba mencapai $ 50.000 jika data ini benar. 

2. Dormancy Flow

Data berikutnya yang ia gunakan adalah Dormancy Flow yang merupakan sebuah indikator yang melihat banyaknya Bitcoin yang dimiliki investor jangka panjang yang dijual. 

Saat ini data terlihat menunjukkan angka yang rendah yang menunjukkan investor yang menyimpan Bitcoin dalam jangka panjang terlihat meningkat. 

Timmer menyatakan bahwa dengan angka Dormancy Flow yang berada di angka terendah sejak Tahun 2014, Bitcoin memiliki harapan untuk tidak turun lebih jauh bahkan naik. 

3 Tanda Onchain Menunjukkan Bitcoin Mulai Pulih
Bitcoin Dormancy Flow dari Fidelity

Baca juga: Mengenal Dekat Kripto Wrapped Bitcoin (WBTC) dan Kava Lend (HARD)

Jika melihat pergerakan pada tahun 2014, saat itu adalah kondisi di mana bull run baru selesai dan crypto masuk ke bear market

Pada saat itu pergerakan harga mayoritas crypto terlihat bergerak stagnan namun tidak turun lebih jauh setelah koreksi yang signifikan. 

Apa bila mengacu pada pergerakan tersebut, kemungkinan besar saat ini Bitcoin akan mengalami konsolidasi yang panjang tapi tidak akan turun lebih jauh lagi terutama dari $ 28.000 yang merupakan batas bawah terkuatnya beberapa hari terakhir. 

Data tersebut disandingkan dengan model permintaan yang dinamakan S-Curve Model yang mencerminkan prediksi harga Bitcoin. 

Jika melihat pada model tersebut, kemungkinan besar jika disandingkan dengan data Dormancy Flow, kemungkinan Bitcoin hanya akan naik atau stagnan dan tidak akan turun lebih jauh. 

3. Bitcoin Holder 

Terakhir adalah data Bitcoin Holder yang merupakan data yang menunjukkan seberapa banyak investor Bitcoin jangka panjang yang menyimpan BTC-nya dan tidak menjual. 

Terlihat bahwa walau terjadi penurunan harga Bitcoin hingga 60% mayoritas investor jangka panjang atau yang biasa disebut dengan holder masih belum menjual. 

3 Tanda Onchain Menunjukkan Bitcoin Mulai Pulih
Data Bitcoin Hodlers dari Fidelity

Baca juga: Ahli Strategi Bloomberg: Bitcoin dan Ethereum akan Ungguli Pasar Saham

Terlihat bahwa saat ini masih ada 13% dari seluruh investor jangka panjang yang masih menyimpan Bitcoin-nya dan tidak menjual walau koreksi signifikan. 

Angka investor jangka panjang ini juga belum terlihat menurun sejak Tahun 2020 yang menandakan tekanan jual semakin berkurang secara garis besar. 

Melihat data tersebut bahwa bisa dikatakan bahwa investor jangka panjang yang menjual terlihat menurun yang mengecilkan kemungkinan untuk harga Bitcoin turun lebih lanjut. 

Hal ini disebabkan mayoritas investor jangka panjang memiliki Bitcoin yang disimpan dalam jumlah yang cukup besar. 

Menurut kesimpulan dari tiga data tersebut, bisa dikatakan bahwa saat ini Bitcoin kemungkinan besar akan bertahan dan tidak akan turun lebih lanjut. 

Jurrien Timmer menyatakan bahwa dengan data ini terdapat kesimpulan saat ini batas bawah Bitcoin terlihat kuat dan menjadi kesempatan yang baik untuk membeli. 

Disclaimer

Artikel ini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan saran atau ajakan untuk investasi atau trading. Risiko ditanggung masing-masing.

Sumber





Sumber : news.tokocrypto.com

NFT KPOP: Tak Mau Kalah, JYP dan SM Entertainment Ikutan Rilis NFT!

Beberapa waktu belakangan, publik terus diramaikan oleh gencarnya perkembangan dari Non-Fungible Token atau NFT di berbagai negara. Salah satunya kabar terbaru datang dari JYP Entertainment yang akan merilis NFT  Kpop agar bisa dikoleksi oleh para penggemarnya!  

Jauh dari hadirnya berita tersebut, NFT sejatinya memang bisa hadir dalam beberapa bentuk. Mudahnya, NFT merupakan pengaplikasian teknologi kripto yang berjalan di atas sistem blockchain, yang di mana pemiliknya memiliki sertifikat keaslian yang menyatakan bahwa aset tersebut tak bisa tergantikan atau dibuat ulang. NFT sendiri bisa berbentuk foto, digital painting, avatar atau item untuk games, lagu, gif, video, atau bahkan dalam bentuk tulisan. 

Wah, lalu seperti apa sih NFT Kpop tersebut? Yuk, simak selengkapnya!

Wacana JYP & SM untuk Dirikan NFT dalam Waktu Dekat

Dilansir dari Band Wagon Asia mengumumkan jika JYP Entertainment, sebuah perusahaan label musik dan agensi asal Korea Selatan telah mengungkapkan bahwa mereka siap memasuki dunia NFT. JYP Entertainment bekerja sama untuk meluncurkan platform dengan Dunamu, sebuah exchange aset kripto di Korea Selatan yang dimana nantinya akan memproduksi dan juga mendistribusikan barang-barang digital yang akan mereka NFT-kan. 

Sedikit informasi JYP Entertainment menaungi banyak idol terkenal seperti Twice, 2 PM, Stray Kids, Itzy, dan Day 6. Dengan begitu nantinya platform ini berguna untuk mendistribusikan konten dari idol-idol K-pop tersebut. 

Oh iya, JYP Entertainment juga telah bekerja sama dengan SM Entertainment, lho. JYP Entertainment membeli sebagian saham SM Entertainment yang ada di platform Dear U Bubble, yakni sebuah platform yang memungkinkan Anda chat secara personal dengan idol kesayangan Anda. 

Wah, kalau begini, tak menutup kemungkinan untuk SM Entertainment akan membuat NFT juga!

Beberapa Karya K-pop yang Dijadikan NFT

Brave Girls merupakan salah satu grup idol K-pop yang terdiri dari 5 anggota perempuan telah merilis NFT edisi terbatas pada bulan Juni 2021 di acara bertajuk “Irreplaceable Brave Girls, Be Mine with NFT”. Brave Girls bekerjasama dengan Upbit, sebuah platform exchange untuk meluncurkan NFT yang berbentuk ilustrasi Brave Girls berwarna, hitam putih, dan versi sketsa. Ilustrasi ini diberikan secara acak kepada penggemar dalam rangka comeback serta perilisan mini album kelima dari grup idol ini. 

Sebulan setelahnya, penyanyi K-pop Se7en juga merilis single pertamanya setelah vakum yang bertajuk “Mona Lisa” beserta NFT dari lagu tersebut bersama NFT Mania. Lagu “Mona Lisa” merupakan lagu yang beraliran pop funky yang menghadirkan kepiawaian penyanyinya dalam memainkan gitar. Oh iya, lagu ini pun juga ditulis serta digubah langsung oleh Se7en sendiri, lho

Bagi pecinta Idol K-pop mungkin sudah tak asing dengan mengoleksi berbagai album, merchandise seperti poster maupun photocard dari para idola mereka. Dengan pengadopsian NFT ke merchandise tersebut tentunya memberikan keuntungan bagi sang kolektor dan juga idol. 

Lalu mari kita ambil contoh pada photocard. Dengan diubahnya photocard tersebut menjadi digital dan sudah ditokenisasi menandakan hal ini akan terjamin keaslian dari photocard versi NFT tersebut. Karena kembali ke prinsip dasar dari NFT yang dimana ia merupakan bukti kepemilikan suatu item yang memiliki keunikannya tersendiri. Oleh sebab itu, tentunya photocard yang telah di-NFT-kan ini akan terjamin keasliannya. 

Selain itu, karena bentuknya yang sudah digital, tentunya akan meminimalisir photocard rusak atau hilang. Wah, tentunya hal tersebut akan menjengkelkan apabila Anda berniat untuk mengoleksinya. Nah, satu hal yang paling menarik dari photocard versi NFT ini adalah ia bisa menjadi ajang investasi Anda! 

NFT K-pop mungkin hanya akan menjadi salah satu bagian dari semakin berkembangnya pengadopsian NFT di beberapa aspek kehidupan kita. So, apakah Anda tertarik untuk mengoleksi NFT atau bahkan menjadi kreatornya? Yuk, daftarkan diri Anda di www.mall.tokoscape.com sekarang juga!



Sumber : news.tokocrypto.com