Author: 21

  • Simak Penjelasan Mengenai Hard Fork Ethereum!

    Baru-baru ini para penggemar ethereum mendapatkan berita yang menyenangkan atas kehadiran Hard Fork London. Pembaruan ini digadang-gadang hadir untuk membenahi dari biaya transaksi pada ethereum. Lantas, sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan Hard Fork Ethereum? Serta apa sih Hard Fork London itu? Yuk simak penjelasannya! 

    Apa itu Hard Fork?

    Hard fork adalah keadaan dimana satuan kripto terbagi menjadi dua, yang dimana satuan dari kripto tersebut diubah sehingga menghasilkan kode lama dan kode baru sehingga kedua kode ini nantinya tidak kompatibel satu sama lain.

    Hard fork yang terjadi di ethereum menghasilkan ethereum dan ethereum classic. Nah keduanya sudah berada di jaringan kode server yang berbeda, sehingga Anda tidak dapat mengirim ethereum ke jaringan ethereum classic dan juga sebaliknya. Tak hanya itu, jika Anda memiliki sejumlah ethereum ketika terjadi Hard Fork, maka Anda akan memiliki 2 jenis koin, yaitu ethereum dan ethereum classic

    Mengenal Hard Fork London

    Hard Fork London merupakan hard fork terbaru ethereum yang sudah diaktifkan sejak 5 Agustus 2021, tepatnya pada pukul 12:33 UTC dengan ketinggian blok 12.965.000. Hard Fork London sendiri merupakan kelanjutan dari Hard Fork Berlin yang telah diluncurkan pada bulan April 2021 silam. 

    Pada pembaruan London, pengembang akan mengubah skema besaran ongkos transaksi (gas fee) di blockchain Ethereum sekaligus juga mempermudah penambangannya. Hard Fork ini pun juga dijalankan untuk mendukung sistem blockchain ethereum 2.0, yang di mana nantinya algoritma akan berubah dari sistem Proof  of Work menjadi Proof of Stake

    Untuk memperbaiki sistem tersebut, pengembang mengaktivasi lima proposal perbaikan ethereum (Ethereum Improvement Proposal), namun yang paling utama yakni EIP-1559. EIP-1559 ini berisikan perubahan skema pembayaran di jaringan Ethereum yang semula gas fee menjadi base fee, yakni biaya transaksi di setiap blok di blockchain akan disandarkan pada satu standar biaya tertentu. Skema ini akan mengubah penetapan biaya transaksi antara penambang dan pengguna yang semulanya berbentuk lelang. 

    Base fee dihitung berdasarkan mekanisme harga otomatis, nah untuk menstabilkan biaya transaksi tersebut, sistem ethereum akan membakar ETH atau kerap dikenal dengan burning.

    Seperti yang sudah disebutkan di awal, tujuan dari pengaktifan proposal ini adalah karena biaya transaksi ethereum yang semakin mahal. Mahalnya biaya transaksi disebabkan oleh skema yang berbentuk lelang yang tengah diterapkan saat ini, penambang hanya mau memproses transaksi yang memberikan tawaran dengan biaya transaksi paling tinggi. Hal inilah yang menjadi beban bagi pengguna yang hanya melakukan transaksi berjumlah kecil. 

    Dampak Hard Fork London bagi Tren Ethereum

    Banyak pihak menyebutkan Hard Fork London memanglah dinantikan oleh banyak orang karena upgrade sistem ini membawa angin segar bagi harga ETH. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, nantinya implementasi dari EIP-1559 akan menurunkan jumlah suplainya melalui sistem burning. Nah, karena burning itu maka suplai ETH akan merosot. Inilah yang nantinya akan membuat harganya menjadi naik apalagi jika ditambah permintaan yang tinggi. 

    Selanjutnya, permintaan ETH di masa depan pun disinyalir akan menanjak tinggi. Yups, ini semua karena memang tujuan dari implementasi EIP-1559 yang akan menurunkan biaya transaksi dari ETH itu sendiri. Tentu saja hal ini membuat para pecinta aset kripto segera menyerbu blockchain ethereum. Bukan tanpa sebab, mengingat sistem blockchain ethereum merupakan jaringan terpopuler kedua setelah bitcoin

    Tak hanya itu, implementasi Hard Fork London sendiri akan membuat kegiatan decentralized finance (DeFi) makin ramai. Karena seperti pendapat banyak pihak bahwa tingginya biaya transaksi yang ada menghambat perkembangan DeFi di awal tahun 2021. 

    Dilansir dari situs goodmoney.id, kemajuan-kemajuan ini digadang-gadang akan membawa ETH mencapai titik ATH terbarunya. Kemudian merujuk pada laman Longforecast menuliskan bahwa ethereum diprediksi akan mencapai angka 5.670 USD per ETH-nya pada oktober 2021!

    Wah, ternyata itulah penyebab Hard Fork Ethereum dinanti nantikan oleh para penggemarnya. Apakah Anda tertarik juga untuk berinvestasi pada ethereum? Kunjungi www.tokocrypto.com dan daftarkan diri Anda untuk memulai jual-beli, investasi maupun trading ethereum yang mudah dan aman sekarang juga!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa itu Solana? Pelajari Lebih Lanjut Altcoin Yang Memiliki Potensial Ini

    Kehadiran Bitcoin memang sudah tidak bisa dipungkiri lagi pesonanya. Namun, harganya yang mahal tak ayal membuat para calon investor mengurungkan niatnya begitu saja. Nah, bagi Anda yang ingin memulai investasi aset kripto, Altcoin atau alternative coin selain Bitcoin bisa Anda pilih. Menurut CoinMarketCap, setidaknya hingga Maret 2021, tercatat ada 40% altcoin dari 9.000 jumlah keseluruhan aset kripto yang beredar di dunia saat ini. Salah satunya adalah Solana Coin. 

    Yuk, simak alasan kenapa Solana patut Anda pilih untuk berinvestasi!

    Apa Itu Solana?

    Solana (SOL) adalah altcoin yang dibuat oleh Anatoly Yakovenko bersama rekannya Greg Fitzgerald di tahun 2017 dan resmi diluncurkan pada tahun 2020 oleh Solana Foundation. Dilansir dari CoinMarketCap, Solana adalah proyek open source, yang di mana ia menggunakan teknologi blockchain dalam menghadirkan solusi keuangan terdesentralisasi (DeFi). 

    Tak tanggung-tanggung, Solana hadir dengan teknologi yang memungkinkan transaksinya dapat berjalan sangat cepat hingga mencapai 70.000 transaksi per detik dan waktu block yang kurang dari setengah detik! Yups, performa ini tentunya sungguh luar biasa. Tak heran, jika Solana dianggap sebagai blockchain tercepat di dunia. 

    Baca Juga: Mengenal 5 Jenis Altcoin dan Cara Kerjanya

    Serba-Serbi Solana

    Ketika tren pasar kripto sedang mengalami koreksi di September lalu, Solana mampu mengambil perhatian minat para penggiat aset kripto. Bagaimana tidak? Dilihat dari CoinMarketCap, harga Solana sempat menyentuh rekor tertingginya pada 9 September 2021 dengan harga di kisaran US$ 191.04 per kepingnya. Padahal jika dilihat di awal tahun 2021, harga Solana hanya berkisar US$1.8421 saja!

    Apa yang menjadikan Solana istimewa dibanding dengan aset kripto lain? Sebelumnya, mari kita bahas istilah trilema blockchain. Trilema artinya ketidakmampuan blockchain dalam memiliki tiga fungsi sekaligus, ia hanya mampu memiliki satu atau dua fungsi saja. Misalnya, Bitcoin yang hanya memiliki dua fungsi keamanan dan desentralisasi, namun mengorbankan fungsi lainnya yakni skalabilitas. 

    Nah, Solana hadir untuk menampik trilema karena ia memiliki tiga fungsi sekaligus, yakni terdesentralisasi, aman, dan juga dapat diskalakan. Untuk memberikan solusi penyelesaian trilema, Solana menghasilkan 8 inovasi utama yang terdiri dari:

    Berbeda dengan Bitcoin dan Ethereum yang menggunakan Proof of Work (PoW). Solana hadir dengan sistem Proof of History (PoH), yang di mana sistem ini mengintegrasikan data historis yang terjadi dari transaksi blockchain. Dengan begitu, hal ini dapat memudahkan sistem ketika melacak berbagai transaksi dan juga urutan peristiwa. 

    Teknologi Tower BFT ini menggunakan PoH sebagai jam kriptografinya agar dapat memudahkan tercapainya konsensus tanpa memungkinkan adanya penundaan transaksi.

    Teknologi yang memudahkan Solana dalam pengiriman data ke node blockchain dengan cara membagi data tersebut menjadi lebih kecil. Pembagian data ini pun akhirnya memungkinkan Solana untuk mengatasi masalah bandwidth dan juga meningkatkan kapasitasnya secara keseluruhan untuk memproses transaksi lebih cepat.

    Protokol ini bisa disebut memiliki peranan yang penting. Karena Gulf Stream yang membuat Solana mampu mengolah transaksi hingga 50.000 TPS. 

    Sistem yang berfungsi untuk mengefisienkan runtime yang didukung dengan pemrosesan paralel Smart Contracts.

    Proses aliran data input yang dikirimkan ke hardware (validator) yang berbeda yang bertanggung jawab atas transaksi tersebut. Mekanisme ini membuat data informasi transaksi dapat divalidasi dengan cepat untuk semua node dalam jaringan.

    Cloudbreak merupakan struktur database akun skala horizontal. Penggunaan Cloudbreak ini berfungsi untuk mencapai skalabilitas yang diperlukan oleh jaringan Solana.

    Data-data pada Solana kemudian diturunkan dari validator ke jaringan node yang disebut Archiver. Nantinya node ini selalu diperiksa agar memastikan apakah Achiever telah menyimpan data dengan benar. 

    Nah, Dilansir dari Forbes, harga Solana yang meroket di bulan September lalu ini disebabkan karena proyek blockchain ini berinovasi terus berlanjut dan terus hasilnya pun makin terlihat. Makanya, tak heran jika menyebut Solana merupakan altcoin potensial yang bisa Anda pilih. 

    Gimana, tertarik investasi Solana Coin? Yuk, lakukan investasi dengan mudah dan aman di Tokocrypto! Daftarkan diri Anda di www.tokocrypto.com dan selesain KYC Anda sekarang juga. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah Tips Sebelum Memulai Investasi bagi Anak Muda

    Keterbukaan informasi terkait investasi di era digitalisasi secara nggak langsung membuat kita semua dapat mudah mengakses sumber-sumber instrumen investasi di berbagai platform media sosial, seperti Instagram, Twitter, bahkan yang terbaru di TikTok! Seiring dengan hal tersebut, munculnya para investor milenial yang ada juga membuat meleknya investasi di kalangan anak muda. 

    Pentingnya Alokasi Keuangan untuk Investasi Sejak Dini 

    Jika dulu investasi identik dilakukan oleh “orang tua” saja, kayaknya istilah itu makin nggak berlaku di kondisi yang sekarang! Investasi yang dilakukan sedari dini bermanfaat menambah penghasilan pasif Anda. Bahkan jika dilakukan dalam jangka panjang dan konstan bisa mencapai financial freedom

    Mengutip istilah “nggak ada yang instan” rasanya sangat cocok untuk diterapkan pada pola pikir ketika berinvestasi, karena kembali lagi investasi adalah sebuah proses pembelajaran. Jadi, semakin Anda cepat memulai maka semakin terlatih pula kemampuan Anda. 

    Tips Sebelum Terjun ke Dunia Investasi

    Eits, buat Anda yang tertarik untuk memulai investasi simak terus artikel ini, ya! Berikut kami hadirkan beberapa tips yang bisa Anda terapkan sebelum memulai investasi:

    Jelas langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah menentukan tujuan dari investasi itu sendiri. Mulai dari rentang waktu yang pendek atau panjang, instrumen investasi yang akan dipilih, maupun tujuan penggunaan dana investasi di masa depan harus Anda pikirkan dan tentukan. Karena tentunya tujuan investasi tiap orang akan berbeda.

    • Pilih Jangka Pendek atau Jangka Panjang

    Setelah menentukan tujuannya, kini saatnya Anda memilih investasi tersebut akan dilakukan untuk jangka pendek atau jangka panjang. Biasanya untuk jangka pendek jangkauan waktu investasi dilakukan tak lebih dari 3 tahun. Sedangkan untuk jangka panjang waktu yang Anda perlukan mulai dari penanaman modal di awal hingga mengambil hasilnya membutuhkan rentang waktu lebih dari 3 tahun. 

    Siapa yang di sini ngerasa nggak mau ketinggalan karena melihat unggahan portofolio milik teman maupun kerabat di media sosial? Atau sedikit-sedikit panik karena mendengar atau melihat pemberitaan yang mengabarkan adanya fluktuasi harga di market? Ini nih yang dinamakan FOMO atau fear of missing out!

    Wah, padahal yang namanya investasi itu nggak boleh melakukan transaksi jual beli menggunakan keputusan yang mendadak dan tak mendasar. Karena keputusan seperti itu bisa menyebabkan panic buying atau selling buying. Kalau sudah begitu bukannya untung yang akan didapatkan, malah rugi yang datang. 

    Tips yang satu ini sepertinya nggak bakal bosen untuk selalu diulang-ulang agar kita semua tak terlena menggunakan uang kebutuhan sehari-hari. Jadi istilah uang dingin yang dimaksud ini adalah uang menganggur yang tidak digunakan untuk memenuhi kehidupan, atau bisa juga uang yang memang sudah Anda sisihkan untuk investasi. Nah, dengan begitu biaya yang Anda butuhkan untuk kebutuhan hidup nggak akan terganggu. 

    Last but not least adalah tentunya Anda harus terus selalu mempelajari instrumen investasi yang Anda pilih! Dengan mencari tahu tentang strategi, kondisi pasar, maupun macam-macam indikator yang bisa digunakan tentunya akan sangat membantu Anda untuk tidak FOMO seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. 

    Kini banyak sekali sumber-sumber yang bisa Anda pelajari mulai dari berbagai platform media sosial, mengikuti webinar, ataupun course bisa Anda pilih!

    Tunggu apalagi? Sekarang sudah jamannya investasi dilakukan oleh anak muda! Yuk, pilih aset kripto sebagai instrumen investasi Anda! Pastikan Anda berinvestasi aset kripto di exchange yang aman, mudah, dan terpercaya yakni Tokocrypto, ya! Daftarkan diri dan selesaikan KYC Anda sekarang juga hanya di www.tokocrypto.com



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa itu Cake Crypto? SImak Pengertian Beserta Tren Kenaikan Harganya

    Sejak peluncurannya, aset kripto CAKE terus menarik perhatian para investor kripto. Selain karena keunikan namanya yang diambil dari makanan pancake, food cryptocurrency yang satu ini punya keunikan lain yang menjadikan ia berbeda dengan aset kripto lainnya. Penasaran apa saja? Yuk, intip serba-serbi CAKE crypto selengkapnya!

    Kreativitas Developer dalam Penamaan Proyek Aset Kripto

    Sejak awal kemunculannya hingga sekarang, tidak bisa dipungkiri bahwa penamaan aset kripto semakin unik dan kreatif. Walaupun tidak sedikit pula proyek kripto yang diberi nama serius dan resmi, ya. Nah, kreativitas dalam penamaan ini berawal dari kepopuleran meme coin, seperti Tiger King (TKING), Pepe Cash (PEPECASH), hingga MonaCoin (MONA). 

    Tidak berhenti sampai di sana, keunikan penamaan proyek kripto berikutnya adalah dengan menggunakan dog-themed cryptocurrency, aset kripto dengan nama bertemakan hewan yaitu anjing. Contohnya adalah Shiba Inu (SHIB), hingga Dogecoin (DOGE) yang sudah menjadi sorotan sejak awal tahun 2021 berkat cuitan dari CEO Tesla, Elon Musk.

    Di samping mengambil tema meme dan hewan anjing, tema makanan juga menjadi pilihan para penerbit aset kripto, nih. Salah satu yang terbesar adalah PancakeSwap (CAKE) yang namanya terinspirasi dari pancake. Aset kripto yang satu ini sangat populer, bahkan menjadi top of mind di kalangan investor kripto karena dianggap potensial dan punya keunikan tersendiri.

    Apa Itu CAKE Crypto?

    Sebelum membahas mengenai CAKE, alangkah lebih baik untuk membahas ekosistem yang melahirkan CAKE yaitu PancakeSwap. PancakeSwap merupakan exchange kripto yang terdesentralisasi atau decentralized exchange (DeX) yang dibangun di dalam protokol blockchain bernama Binance Smart Chain (BSC). 

    PancakeSwap pertama kali dioperasikan pada September 2020 oleh penerbit anonim yang amat menyukai makanan pancake. PancakeSwap ini merupakan DeX yang menggunakan Automated Market Maker (AMM) dan menjadi AMM yang paling banyak digunakan dalam BSC. Di saat yang bersamaan, PancakeSwap juga meluncurkan governance token miliknya yaitu CAKE.

    Jadi, CAKE merupakan token asli yang dikeluarkan oleh PancakeSwap dan pergerakannya mendukung ekosistem PancakeSwap. CAKE juga menyediakan layanan farming dan staking yang bisa dimanfaatkan oleh penggunanya. Selain CAKE, PancakeSwap juga menerbitkan token lain yaitu SYRUP. Token ini dirancang bukan untuk dijual, tetapi berperan dalam melepas CAKE yang di-stake.

    Terletak di dalam platform PancakeSwap membuat CAKE memiliki tingkat adopsi yang cukup tinggi. Pasalnya, AMM pertama kali diperkenalkan oleh PancakeSwap sehingga bikin investor melirik dan memilih CAKE. Selain itu, minat pengguna dalam mengadopsi BSC juga terus meningkat karena memiliki biaya transaksi yang tergolong kecil, membuat adopsi CAKE juga ikut bertambah.

    Keunikan dan Harga CAKE dari Masa ke Masa

    CAKE sendiri memiliki keunikan yang membuat berbeda dengan aset kripto lainnya, karena memiliki banyak cara untuk mendapatkannya, tetapi tetap menguntungkan. Para investor yang tertarik dengan CAKE bisa langsung membeli CAKE di exchange, staking CAKE, atau farming.

    Dalam proses staking CAKE di Syrup Pool, terdapat opsi Auto-Stake yang bisa dipilih untuk mendorong sistem untuk melakukan staking ulang CAKE yang dimiliki pengguna setiap jamnya. Setelah melewati waktu yang ditentukan, pengguna akan secara otomatis mendapatkan reward berupa tambahan sejumlah CAKE. 

    Selain itu, terdapat pula pilihan Cake Lottery dengan harga 10 CAKE per tiket. Pemenang undian akan mendapatkan reward 50% dari total CAKE yang terdapat di pool undian. CAKE juga tidak memiliki batasan maksimal supply, sehingga para pegiat aset kripto dapat dengan bebas mengadopsinya. Dilansir dari CoinMarketCap, hingga saat ini sudah terdapat 231.407.080 CAKE yang tersebar di pasar.

    Soal harga, CAKE mengalami peningkatan besar-besaran apabila dibandingkan dengan harga debut-nya. Per tanggal 14 Oktober 2021, tercatat harga CAKE senilai 20.51 USD per keping. Sebelumnya, CAKE telah mengalami beberapa lonjakan besar saat memasuki awal tahun 2021. Sebagaimana dengan mencetak all time high senilai 44.18 USD di bulan April 2021.

    Setelah mencapai puncak, harga CAKE ternyata tidak membutuhkan waktu lama untuk koreksi. Meski begitu, harga CAKE masih terus merangkak dan diprediksi akan kembali menanjak hingga meraih harga 60 USD pada akhir tahun 2021. Namun, hal ini baru bisa terjadi jika didukung dengan pengembangan pada ekosistem PancakeSwap secara drastis.

    Nah, itulah penjelasan mengenai CAKE crypto, aset yang menjadi perhatian di tahun 2021. Bagi Anda yang tertarik untuk membelinya, segera daftarkan diri Anda di Tokocrypto. Hanya tinggal melengkapi KYC dan mengisi wallet pada akun Anda, langsung bisa mengantongi CAKE, lho. Jika dibarengi dengan strategi yang baik, Anda juga bisa mengantongi cuan. Yuk, kunjungi www.tokocrypto.com sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa itu Gas Fee? Pelajari Pengertian dan Cara Kerjanya Disini!

    Sudah bukan rahasia umum lagi jika kehadiran teknologi NFT dapat mendongkrak popularitas para kreator dan seniman. Kemudahan dalam memamerkan dan menjual karya pada marketplace menjadi salah satu daya tarik. Namun, kreator juga dihadapi dengan beberapa regulasi dalam NFT, salah satunya adalah Gas Fee yang kerap membuat para kreator pemula kebingungan.

    Supaya nggak bingung lagi, yuk kita bahas serba-serbi Gas Fee!

    Apa Itu Gas Fee?

    Gas fee adalah biaya yang timbul saat pengguna melakukan transaksi atau membuat kontrak baru dalam blockchain. Biaya yang dibayarkan oleh pengguna tersebut akan diteruskan kepada developer sebagai kompensasi atas pemrosesan transaksi pada jaringan.

    Gas fee memiliki satuan yang disebut sebagai Gwei. Pada blockchain Ethereum, satu gwei sama dengan 0,000000001 ETH. 

    Nggak hanya pada blockchain Ethereum aja, gas fee juga terdapat di blockchain Binance Smart Chain (BSC). Secara umum konsep dasarnya masih sama dengan gas fee pada blockchain lain, namun yang membedakan adalah nilai Gwei-nya. Pada blockchain BSC, 1 Gwei sama dengan 0.000000001 BNB.

    Apa Fungsi Gas Fee?

    Gas fee berperan penting untuk melancarkan berbagai aktivitas dalam blockchain. Beberapa kegunaan gas fee di antaranya adalah sebagai biaya dalam pengiriman aset kripto kepada pengguna lain, menyimpan data pada blockchain, hingga berfungsi untuk meluncurkan Decentralized Applications atau DApps.

    Lalu ketika kreator seni digital NFT ingin mengunggah karyanya dalam jaringan Ethereum dan BSC, maka kreator tersebut juga harus membayar sejumlah gas fee. 

    Baca Juga: Wow, Ternyata Inilah Penyebab NFT Semakin Booming!

    Bagaimana Cara Kerja Gas Fee?

    Jika melihat pada penjelasan sebelumnya, bisa disimpulkan bahwasannya gas fee adalah biaya transaksi atau “bensin” dalam blockchain. Kemudian secara sederhana, cara kerja dari gas fee sendiri adalah kumpulan dari turunan biaya komputasi yang dikeluarkan oleh penambang pada blockchain yang dibebankan kepada pengguna. 

    Apa Faktor Penentu Nominal Gas Fee?

    Nah, salah satu faktor utama yang menentukan besaran gas fee adalah harga koin itu sendiri. Selain itu faktor lainnya adalah jumlah pengguna yang bertransaksi pada saat yang sama serta tingkat kesulitan transaksi. Nominal gas fee juga dapat dipengaruhi oleh seberapa banyak sumber daya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan transaksi pada EVM (Ethereum Virtual Machine).

    Kenapa Gas Fee Mahal?

    Lalu, kenapa nominal Gas Fee tergolong mahal, ya?

    Semuanya kembali kepada faktor utama yang menentukan besaran gas fee tersebut. Mari kita ambil contoh, bila dalam waktu yang bersamaan terdapat ribuan transaksi dalam jaringan blockchain, maka sumber daya yang diperlukan untuk memproses dan memvalidasi transaksi tersebut juga lebih banyak dan menyebabkan gas fee menjadi mahal. 

    Tentu hal tersebut berlaku sebaliknya apabila dibandingkan dengan waktu saat tidak banyak pengguna yang melakukan transaksi, yang di mana nominal gas fee akan jauh lebih murah.

    Sayangnya, bila gas fee semakin murah disaat pengguna banyak melakukan transaksi, maka kecepatan memproses serta memvalidasi transaksi menjadi lambat karena miners akan memprioritaskan transaksi yang biayanya lebih tinggi. Dengan memilih transaksi yang biayanya tinggi, miners akan mendapat imbalan yang lebih banyak.

    Apa Itu Gas Limit?

    Setelah mengenal gas fee, ada juga gas limit yang harus Anda ketahui.

    Gas limit adalah jumlah maksimum gas yang dibayarkan oleh pengguna untuk suatu aktivitas seperti mengkonfirmasi transaksi dalam blockchain. Alasan pemberlakuan gas limit ini adalah untuk menghindari terjadinya kesalahan dalam memproses dan memvalidasi transaksi serta berbagai aktivitas lainnya.

    Itulah serba-serbi mengenai gas fee yang harus Anda ketahui. Meskipun harganya tergolong mahal, tetapi gas fee dapat mempermudah miners untuk memproses aktivitas Anda pada blockchain

    Nah, bagi Anda para kreator dan seniman yang ingin memperlihatkan karya uniknya, yuk mulai gabung bersama TokoMall sekarang juga!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Investor Terra LUNA Siap Laporkan Do Kwon

    Investor Terra LUNA di Korea Selatan siap melaporkan Do Kwon kepada polisi atas dugaan penipuan investasi. Pengacara yang mewakili dari firma hukum ternama, yakni LKB & Partners.

    “Firma hukum Korea Selatan LKB & Partners bersiap untuk menuntut salah seorang pendiri dan CEO Terraform Labs Do Kwon atas penipuan atas nama investor yang dirugikan secara finansial akibat runtuhnya harga Terra LUNA minggu lalu,” sebut pengacara itu, dilansir dari media lokal Korsel, Munhwa, Rabu (18/5/2022).

    Bahkan para pengacara dalam rencana laporannya agar sejumlah aset dan properti milik Do Kwon disita sementara.

    Baca juga: Berikut Jenis Asic Miner yang Bisa Dipakai Untuk Mining Aset Kripto!

    Investor Terra LUNA Korsel Tuntut Do Kwon

    “Ada investor terkait di dalam firma hukum, dan kami berencana untuk mengajukan keluhan terhadap CEO Kwon dengan Unit Investigasi Keuangan dari Badan Kepolisian Metropolitan Seoul,” katanya kepada Munhwa.

    Beberapa hari lalu beredar dua lembar dokumen yang disebut-sebut sebagai bukti bahwa Terraform Labs sudah membubarkan diri pada 30 April 2022 lalu, berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham. Pada awal Mei 2022, pihak Pengadilan Tinggi Seoul sudah mengesahkannya. Dokumen itu belum dapat diverifikasi apakah asli atau tidak.

    Sebelumnya lagi, seorang pria di Seoul menyerahkan diri kepada polisi. Ia mengaku dirinyalah yang datang ke rumah Do Kwon dan bertanya kepada istrinya di mana Do Kwon berada. Ia juga sempat menyatroni rumah itu sehari sesudahnya. Dia mengaku adalah investor LUNA yang rugi setara puluhan milyar rupiah.

    Investor Terra LUNA korsel

    Sementara itu di Reddit, beredar surat laporan kepada polisi Singapura atas nama para investor Terra LUNA. Lagi-lagi, dokumen yang tampak asli itu tidak bisa diverifikasi kebenarannya.

    Dari media lokal juga tersiar, bahwa lembaga keuangan dan investasi terkait di Negeri Ginseng itu kemungkinan besar akan memeriksa kasus ini. Parlemen juga berencana akan memanggil Do Kwon.

    Baca juga: Terra LUNA Mencoba Bangkit, UST Akan Dikuburkan dengan Syarat Ini

    Voting untuk Forking Blockchain Terra Sedang Berlangsung

    Di atas itu semua, tim pengembang Terra pimpinan Do Kwon saat ini tengah membenahi sistem mereka dengan melakukan voting untuk forking terhadap blockchain Terra.

    Voting sudah berlangsung sejak kemarin malam dan berlangsung selama 7 hari. Ketika artikel disusun, lebih dari 90 persen menyatakan setuju, 0,29 persen menyatakan tidak setuju.

    Voting itu akan dinyatakan kuorum jika 40 persen suara terkumpul, dengan ambang batas mencapai 50 persen.

    Jika mayoritas menyetujui proposal forking itu, maka akan ada dua blockchain baru, berdasarkan blockchain yang saat ini masih digunakan. Blockchain baru yang akan digunakan kelak tidak berfitur stablecoin TerraUSD (UST) lagi.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 4 Strategi yang Harus Dilakukan Sebelum Memulai Minting NFT!

    Dunia kesenian global semakin berwarna dengan kehadiran NFT. Para seniman lama dan baru ikut serta dalam berkarya lewat NFT art. Namun, tidak jarang muncul rasa ragu dalam diri seniman sebelum memutuskan untuk terjun ke NFT. Untuk itu, seniman bisa melakukan beberapa strategi sebelum mulai upload atau minting NFT. Yuk, ketahui strategi selengkapnya!

    NFT, Dunia Baru bagi Seniman Konvensional

    Satu yang masih hangat yang datang dari dunia blockchain adalah NFT. NFT, kependekan dari Non-Fungible Token merupakan token yang dapat mewakili kepemilikan atas suatu hal secara digital, misalnya adalah seni digital, musik, bahkan atribut atau item dalam game

    Meskipun sudah ada sejak tahun 2017, NFT baru mengalami puncak ketenarannya di tahun 2021. Dilansir dari Reuters, volume penjualan NFT secara global pada Q2 2021 adalah sebesar 1,3 miliar USD. Sementara itu, pada Q3 2021, volume penjualannya berhasil meningkat hingga 10 kali lipat yaitu sejumlah 10,7 miliar USD. 

    Demam NFT ini tidak hanya melanda negara-negara besar di dunia, tetapi juga Indonesia, lho. NFT dianggap berhasil “menghidupkan” industri kreatif di Indonesia yang sedang mati suri berkat pandemi COVID-19. Akhirnya hal ini membuat mulai maraknya seniman yang menyambut inovasi yang potensial ini dengan langsung berkarya di dunia NFT.

    Baca Juga: Inilah Alasan Banyak Orang Mengoleksi Karya Seni Digital NFT

    Tidak dapat dipungkiri, hadirnya NFT memberikan banyak kemudahan bagi seniman, terutama dalam memonetisasi karya seni miliknya. Selain itu, seniman memiliki otoritas penuh terhadap karyanya seperti orisinalitas dan royalti, serta prosedur penerbitannya yang tergolong praktis lewat marketplace NFT.

    Walaupun begitu, masih ada seniman konvensional yang masih ragu dan menunda keputusan untuk berkecimpung di dunia NFT. Hal ini disebabkan oleh rasa clueless akan persiapan apa saja yang harus dilakukan sebelum mulai menerbitkan karya. Oleh karena itu, seniman harus mempunyai persiapan yang matang dan perkaya pengetahuan mengenai NFT dan blockchain.

    Strategi yang Harus Dilakukan Sebelum Minting NFT

    Nah, sebelum menerbitkan atau minting NFT di sebuah marketplace dan menjualnya ke khalayak luas, ada strategi yang perlu dilakukan. Tidak hanya bagi para seniman konvensional yang berhijrah ke NFT art, strategi ini juga berlaku bagi para seniman pendatang baru yang ingin mencoba peruntungan di dunia NFT. Adapun strateginya antara lain:

    1. Fokus Berkarya

    Strategi yang satu ini tentunya harus dijadikan mindset oleh para kreator sebelum memutuskan minting. Pasalnya, dengan fokus berkarya, skill juga akan menjadi terus terlatih. Jangan dulu berpikir mengenai jualan apalagi cuan. Jika dimulai dengan menjual karya dengan harga rendah sambil terus berkarya, maka karya Anda akan tersebar dengan sendirinya.

    2. Yakin dengan Kemampuan Diri

    Hal lain yang perlu dilakukan adalah yakin dengan kemampuan yang dipunya atau “stay original”. Sebagaimana yang terjadi di dunia NFT, membuat banyak seniman unik nan berbakat ‘ditemukan’ dan muncul ke permukaan. Jangan dahulu mengejar popularitas, tetaplah optimis dan maju dengan gaya dan aliran berkarya yang dimiliki.

    3. Bergabung dengan Komunitas NFT

    Strategi yang satu ini termasuk salah satu yang penting untuk dilakukan, terutama dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda mengenai dunia NFT. Dengan memanfaatkan komunitas, Anda bisa menjadi lebih paham dan update mengenai NFT dengan bertukar insight antar kreator dan kolektor. Saat ini, sudah banyak komunitas NFT di Indonesia yang aktif di media sosial Telegram dan Discord.

    4. Promosikan Diri dan Karya

    Nah, setelah melakukan ketiga strategi sebelumnya, saatnya Anda mempromosikan diri dan juga karya Anda. Hal ini dilakukan untuk mempermulus jalan Anda dalam mencari cuan dari NFT art. Misalnya, Anda bisa shill atau membagikan NFT art Anda di komunitas. Anda bisa sekaligus menceritakan karya dan gaya berseni Anda layaknya pameran kepada kolektor, agar terjalin hubungan yang baik antara kreator dan kolektor. 

    Cara Mudah Minting NFT di Marketplace TokoMall

    Satu hal yang penting diperhatikan oleh para seniman NFT adalah memilih marketplace untuk menjual karya miliknya. Kini, di Indonesia telah hadir beberapa NFT marketplace, salah satunya TokoMall. Berikut ini cara mudah minting NFT di TokoMall!

    1. Selesaikan Proses Registrasi Akun

    Sebelum minting, pastikan Anda sudah selesaikan proses registrasi sebagai Official Partner (kreator). Saat registrasi akun, Anda harus menghubungkan dengan wallet MetaMask dan melengkapi form data diri untuk diverifikasi oleh tim TokoMall. Setelah dinyatakan lolos verifikasi, barulah Anda bisa mulai minting NFT.

    2. Upload Karya Seni dan Lengkapi Identitas NFT

    Setelah lolos, Anda bisa langsung memilih menu Upload untuk memulai minting. Dalam tahap ini, Anda juga perlu membuat contact address baru sebagai catatan atas NFT yang akan Anda minting.

    Selanjutnya, Anda bisa langsung melengkapi identitas dari NFT yang Anda minting. Identitas ini mencakup judul, kategori, deskripsi mengenai karya, dan tata cara untuk klaim NFT bagi kolektor yang tertarik. Setelah sesuai, Anda dapat men-check pilihan pada kolom Disclaimer dan melanjutkan ke tahap berikutnya. 

    3. Minting NFT Diproses

    Dalam tahap ini, Anda akan diarahkan ke page ‘Buat NFT’ setelah berhasil meng-upload NFT ke dalam sistem milik TokoMall. Setelah masuk page tersebut, Anda dapat langsung memilih opsi ‘Upload ke Blockchain’ untuk membuat NFT Anda ditanam dalam blockchain.

    4. Publish NFT yang Telah Di-minting

    Jika sudah berhasil melewati beberapa tahap tersebut, maka NFT Anda telah sukses di-minting. Karya yang telah di-minting akan muncul pada menu Creation. Jika Anda ingin langsung mem-publish dan menawarkan NFT tersebut, Anda bisa klik NFT dan pilih opsi ‘Offer NFT’. Tinggal tentukan nilai (harga) yang ditawarkan dan membayar gas fee, NFT Anda langsung masuk ke pasar dan tersedia untuk diperjualbelikan.

    Jadi, itulah strategi yang harus dilakukan sebelum mulai minting NFT beserta tata cara minting NFT di TokoMall. Mudah sekali, bukan? Jangan ragu lagi, yuk ikut bergabung dalam euforia NFT ini dan tunjukkan karyamu di mall.tokoscape.com sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Dekat Kripto Wrapped Bitcoin (WBTC) dan Kava Lend (HARD)

    Dua aset kripto Wrapped Bitcoin (WBTC) dan Kava Lend (HARD) memiliki satu kesamaan yaitu memiliki ketergantungan dengan utilitas kripto lain. WBTC menjadi aset digital ERC-20 yang didukung oleh Bitcoin (BTC) dengan cara 1:1.

    Sementara, Kava Lend adalah pasar uang terdesentralisasi yang dibangun di atas Kava. Kava sendiri adalah platform DeFi yang memungkinkan pengguna untuk pinjam-meminjam aset kripto mereka tanpa melibatkan lembaga keuangan dan perantara lainnya.

    So, mari kenal lebih dekat dengan aset kripto Wrapped Bitcoin (WBTC) dan Kava Lend (HARD).

    Wrapped Bitcoin (WBTC)

    Apa Itu Wrapped Bitcoin (WBTC)?

    Wrapped Bitcoin (WBTC) adalah versi tokenized dari Bitcoin (BTC) yang berjalan di blockchain Ethereum (ETH). Wrapped Bitcoin pertama kali diumumkan pada 26 Oktober 2018, dan resmi diluncurkan pada 31 Januari 2019.

    WBTC adalah bagian dari Wrapped Tokens project tidak didirikan oleh individu tetapi merupakan proyek gabungan dari tiga organisasi: BitGo, Kyber Network dan Ren.

    Wrapped Bitcoin (WBTC)
    Ilustrasi aset kripto Wrapped Bitcoin (WBTC).

    WBTC sesuai dengan ERC-20 —standar kompatibilitas dasar dari blockchain Ethereum— memungkinkannya untuk diintegrasikan sepenuhnya ke dalam ekosistem pertukaran terdesentralisasi, layanan lending kripto, prediction markets, dan decentralized finance apps (dapps) yang diaktifkan ERC-20 lainnya.

    WBTC juga didukung oleh Bitcoin dengan rasio 1: 1 melalui jaringan pedagang dan kustodian yang dipantau secara otomatis, memastikan bahwa harganya dipatok ke Bitcoin setiap saat dan memungkinkan pengguna untuk mentransfer likuiditas antara BTC dan jaringan ETH secara terdesentralisasi dan cara otonom.

    Baca juga: Lebih Kenal Aset Kripto Akropolis (AKRO) & Tellor (TRB)

    Apa yang Membuat Wrapped Bitcoin (WBTC) Unik?

    Dengan “membungkus” Bitcoin dalam standar ERC-20, WBTC memungkinkan integrasi penuh aset, seperti Bitcoin ke dalam ekosistem aplikasi terdesentralisasi keuangan canggih dan membawa likuiditas besar yang terkait dengan pasar BTC.

    Selain itu, Wrapped Bitcoin membuat pekerjaan menjadi lebih mudah secara signifikan untuk pertukaran, wallet, dan layanan pembayaran yang bekerja dengan Ethereum, daripada harus menjalankan dua node terpisah untuk jaringan ETH dan BTC, mereka dapat mendukung operasi WBTC hanya dengan node Ethereum.

    Terakhir, rata-rata waktu pemblokiran blockchain Ethereum yang lebih cepat —masing-masing sekitar 15 detik versus 10 menit— meningkatkan kecepatan transaksi WBTC, dibandingkan dengan Bitcoin yang sebenarnya.

    Wrapped Bitcoin (WBTC)
    Ilustrasi aset kripto Wrapped Bitcoin (WBTC).

    Tidak ada jadwal penerbitan WBTC yang telah ditentukan sebelumnya. Sebaliknya, WBTC secara otomatis dicetak atau dibakar setiap kali pengguna membeli atau menjual token mereka untuk Bitcoin melalui sistem pedagang dan kustodian.

    Karena Wrapped Bitcoin selalu didukung oleh Bitcoin dengan rasio 1:1, jumlah token yang beredar secara langsung bergantung pada jumlah cadangan Bitcoin di jaringan WBTC. Pada Oktober 2020, jumlah itu hanya lebih dari 94.000 token, bernilai total sekitar $ 1 miliar.

    Peringkat WBTC di CoinMarketCap pada Kamis (19/5) pukul 09.00 WIB adalah #12, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 8.104.022.728. WBTC memiliki pasokan yang beredar dari 279.953 koin WBTC dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    Baca juga: Mengenal Aset Kripto Project Galaxy (GAL) dan Lido Dao (LDO)

    Kava Lend (HARD)

    Apa Itu Kava Lend (HARD)?

    Kava Lend adalah pasar uang terdesentralisasi yang dibangun di atas platform Kava yang memungkinkan lending dan peminjaman aset lintas blockchain. Kava Lend mendukung deposit sisi penawaran untuk BTC, XRP, BNB, BUSD, dan USDX. Platform akan memungkinkan pinjaman dengan jaminan berlebihan untuk aset yang didukung.

    Kava Lend (HARD)
    Ilustrasi aset kripto Kava Lend (HARD).

    Sementara, Kava sendiri adalah platform DeFi yang memungkinkan pengguna untuk pinjam-meminjam aset kripto mereka tanpa melibatkan lembaga keuangan dan perantara lainnya. KAVA sebagai token utilitas dan native token governance yang diciptakan oleh ekosistem DeFi Kava, yang terkenal dengan kapasitas pinjamannya.

    Token HARD adalah token tata kelola asli Kava Lend. Semua token HARD yang didistribusikan sebagai hadiah yang dikunci oleh smart contract. Pengguna yang mengklaim token HARD dengan jadwal vesting yang lebih lama akan menerima lebih banyak token. Opsi yang tepat untuk penukaran token tunduk pada pemungutan suara tata kelola atau governance voting.

    Baca juga: Mengenal Kripto AC Milan Fan Token (ACM) dan TrueFi (TRU)

    Apa yang Membuat Kava Lend (HARD) Unik?

    Token HARD memiliki kasus penggunaan berikut:

    • Imbalan penambangan likuiditas: Token HARD diberikan kepada pengguna yang menyimpan dan/atau meminjam aset yang didukung.
    • Pemungutan suara tata kelola: Pemegang token HARD dapat berpartisipasi dalam evolusi Kava Lend melalui pemungutan suara tata kelola dan mendapatkan imbalan HARD dalam prosesnya.
    Kava Lend (HARD)
    Ilustrasi aset kripto Kava Lend (HARD).

    Peringkat HARD di CoinMarketCap pada Kamis (19/5) pukul 09.00 WIB adalah #549, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 27.003.880. HARD memiliki pasokan yang beredar dari 121.250.000 koin HARD dan maksimal pasokan 200.000.000 koin HARD.

    Baca juga: Peserta TSBA Batch 1 Kolaborasi Tokocrypto dan BRI Ventures Raih Pendanaan US$ 40 Juta

    Wrapped Bitcoin (WBTC) dan Kava Lend (HARD) Listing di Tokocrypto

    Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan Anda pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Wrapped Bitcoin (WBTC) dan Kava Lend (HARD).

    Trading WBTC/BTC, WBTC/ETH, HARD/USDT, HARD/BUSD, HARD/BNB dan HARD/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 17 Mei 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran WBTC dan HARD di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

    DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Peserta TSBA Kolaborasi Tokocrypto dan BRI Ventures Raih Pendanaan

    Tokocrypto Sembrani Blockchain Accelerator (TSBA) Batch 1 dengan bangga meluluskan 12 startup blockchain terpilih yang berhasil mendapatkan pelatihan dan bimbingan dari mentor terkemuka di industrinya. Program TSBA ini sendiri adalah inisiasi Tokocrypto bekerja sama dengan BRI Ventures. 

    TokoLabs dari Tokocrypto telah membantu berbagai project blockchain terbaru dari startup peserta TSBA Batch 1 dengan dukungan teknologi, jaringan komunitas dan juga memungkinkan mereka untuk mendapatkan akses ke peluang pendanaan.

    Peserta startup TSBA Batch 1 mendapat dukungan yang diperlukan untuk penggalangan dana, membuat manajemen tim yang solid, pengembangan teknologi blockchain, penasihat project dan tokenomics untuk mengembangkan keterampilan yang diperlukan dalam industri blockchain. 

    12 Startup Blockchain Lulus Program TSBA Batch 1

    Peresmian program TSBA dari Tokocrypto dan BRI Ventures di Bali.
    Pang Xue Kai, CEO Tokocrypto (kiri) dan Nicko Widjaja, CEO BRI Ventures (kanan) di peresmian program TSBA dari Tokocrypto dan BRI Ventures di Bali pada (18 Februari 2022. Foto: Tokocrypto

    Baca juga: Tokocrypto & BRI Ventures Umumkan 13 Startup TSBA Angkatan Pertama

    Adapun, 12 startup finalis terpilih dalam program ini termasuk, VC Gamers, Nanobyte, Avarik Saga, Creo Engine, Eizper Chain, Duckie Land, Play Fix, Play it Forward DAO, Mythic Protocol, getKupon, Avarta dan Survein.

    Startup yang terpilih merupakan cerminan dari berkembangnya ekosistem blockchain di Indonesia, dan ini baru permulaan. Dua tahun lalu, istilah blockchain tampak asing, tetapi hari ini blockchain telah menjadi penggerak yang kuat dalam dunia digital dengan bentuk berupa NFT, DeFi, dan bahkan GameFi. Di Tokocrypto, kami bangga dapat mendisrupsi industri ini,” kata Pang Xue Kai, CEO Tokocrypto.

    TSBA telah menginkubasi dan mengembangkan project dari peserta startup terpilih dalam 4 pilar utama: Branding dan marketing, strategi investasi, taktik lanskap investasi, dan akses ke peluang pendanaan. Mereka juga dapat dukungan mentoring dari para mentor industri blockchain lokal seperti Nicko Widjaja (CEO BRI Ventures), Pang Xue Kai (CEO Tokocrypto), Teguh Kurniawan Harmanda (COO Tokocrypto), Lai Chung Ying (CSO Tokocrypto) dan Nanda Ivens (CMO Tokocrypto), serta mentor lainnya dari industri blockchain global.

    Para Peserta TSBA Batch 1 Dapat Pendanaan

    Daftar startup peserta program TSBA dari Tokocrypto dan BRI Ventures.
    Daftar startup peserta program TSBA dari Tokocrypto dan BRI Ventures.

    Baca juga: Avarta dan Tokocrypto Jalin Kemitraan Strategis Kembangkan Ekosistem Blockchain di Indonesia

    Salah satu peserta TSBA Batch 1, Javier Tan, CEO Creo Engine mengatakan, “Program TSBA sangat membantu proyek kami. Kami telah mengenal dan bekerja dengan banyak mitra hebat secara internal dan eksternal, sejak dimulainya program ini. Kami benar-benar berharap bahwa program TSBA terus memperjuangkan proyek-proyek blockchain lokal dan mendukung startup dalam jangka panjang.”

    Program ini juga memprakarsai dukungan lebih dari 50 investor termasuk Tokocrypto, Binance Labs, Cydonia, Solana Labs, Signum Capital, YGGSEA, Alameda Research, Huobi Ventures, Crypto.com, QCP, Avocado DAO, dan Intudo Ventures. Hingga Graduation Day, pada 22 April 2022, telah terkumpul total pendanaan lebih dari US$ 40 Juta yang diterima oleh para peserta TSBA Batch 1.

    Nicko Widjaja, CEO BRI Ventures, mengungkapkan antusiasmenya terhadap program akselerator ini, “kami melihat blockchain sebagai bagian integral dari masa depan internet, yang akan menjadi penggerak ekonomi digital. Kami berharap ke depannya akan lebih banyak lagi manfaat yang dikembangkan di berbagai sektor dengan menggunakan teknologi blockchain.”

    Apresiasi Kementerian Perdagangan Terhadap Program TSBA

    Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi
    Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi.

    Baca juga: Mendag Lutfi Apresiasi Program Akselerator Startup Blockchain, TSBA

    Dalam Graduation Day, Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi mengapresiasi program TSBA, karena merupakan salah satu kendaraan tepat untuk mendorong percepatan project dan startup di Indonesia yang menggunakan blockchain sebagai tulang punggung bisnis untuk memberikan impact lebih besar bagi pertumbuhan industri.

    “Menyambut masifnya Web3, metaverse dan lainnya di waktu mendatang, Indonesia sangat terbuka dan mendorong pertumbuhan industri ini. Program TSBA bisa menjadi percontohan dan tentunya acuan awal bagi pemerintah dalam memetakan geliat bisnis startup berbasis blockchain di Indonesia. Tentunya hal ini perlu didukung dengan strategi dan pemetaan skema industri serta bisnis di mana akan berdampak pada sistem perekonomian dan perdagangan di Indonesia,” ungkap Lutfi yang turut memberikan selamat atas kelulusan para peserta TSBA Batch 1.

    Program akselerator TSBA adalah bagian dari TokoVerse, ekosistem blockchain dan kripto yang diprakarsai oleh Tokocrypto, yang diciptakan untuk meningkatkan adopsi teknologi blockchain di Indonesia dan sekitarnya. Tidak hanya TokoLabs, TokoVerse telah mengembangkan T-Hub, hub crypto pertama di Asia; TokoMall, NFT marketplace pertama dan terbesar di Indonesia; Kriptoversity, aplikasi seluler pendidikan blockchain; Dan inisiatif lainnya. Untuk informasi lebih lanjut tentang TSBA, Anda dapat mengunjungi tsba.tokolabs.io.

    Baca juga: Direksi Tokocrypto Gabung Cydonia Fund, Bangun Ekosistem Web3 Berskala Global



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Beredar Dokumen Terraform Labs (Terra LUNA) Korsel Telah Bubar

    Di tengah gonjang-ganjing kasus Terra LUNA dan UST, beberapa hari lalu beredar dokumen di Reddit bahwa Terraform Labs Korea Selatan sudah sah bubar oleh Pengadilan Tinggi setempat pada 4 Mei 2022, berdasarkan permohonan pihak perusahaan pada 30 April 2022.

    Dokumen berkop resmi dan tampaknya cukup meyakinkan itu, tak pelak kian memicu spekulasi tambahan bahwa Do Kwon (bernama lengkap Kwon Do-hyeong) mungkin telah mengetahui kekacaubalauan yang sedang terjadi bagi Terra LUNA dan UST. Spekulasi kuat lainnya adalah, mungkin pembubabaran Terraform Labs di Korsel itu adalah sebagai langkah antisipasi meredam kerontokan lebih parah.

    Seperti yang diketahui publik, harga LUNA sejatinya tak bernilai pada minggu lalu, ketika mendekati titik nol. Sementara itu stablecoin TerraUSD (UST) kehilangan pasaknya, menjadi olok-olok di dunia maya menjadi “Unstable Stable Token“.

    Do Kwon, atas nama perusahaan pun mengambil sejumlah langkah, di antaranya adalah akan melakukan forking terhadap blockhain Terra, jika usulan itu disetujui lewat jajak pendapat yang akan dimulai hari ini, Rabu (18/5/2022).

    Rencana forking memang tidak sepakati oleh komunitas sendiri, termasuk oleh Changpeng Zhao Bos Binance yang punya investasi di perusahaan itu. Baginya forking tidak memberikan nilai utuh, walaupun ada kompensasi kripto terhadap mereka yang mengalami kerugian.

    Baca juga: Berikut Jenis Asic Miner yang Bisa Dipakai Untuk Mining Aset Kripto!

    Terraform Labs (Terra LUNA) Korsel Bubar Pada 4 Mei 2022?

    Pada dokumen di Reddit yang beredar beberapa hari lalu itu, disebutkan bahwa Terraform Labs di Korsel itu bermarkas di Busan. Pada 30 April 2022 perusahaan bermohon kepada pihak pengadilan setempat untuk membubarkan diri dan disahkan oleh pihak pengadilan pada 4 Mei 2022. Tanggal itu selaras dengan beberapa hari sebelum harga LUNA dan UST terperosok.

    Dokumen itu memang sulit untuk diverifikasi kebenarannya, namun jikalau itu benar, setidaknya selaras dengan laporan dari media lokal di Korsel, yang mengklaim punya dokumen bahwa Terraform Labs Korea memutuskan membubarkan kantor mereka di Busan dan Seoul, berdasarkan rapat umum pemegang saham pada 30 April 2022.

    Terraform Labs (Terra LUNA)
    Terraform Labs (Terra LUNA)

    Laporan itu dari media itu menambahkan bahwa markas Terraform Labs Korea dilikuidasi pada 4 Mei 2022, dan cabang Seoul dilikuidasi pada 6 Mei 2022. Berdasarkan catatan perusahaan di daftar perusahaan, nama likuidator terdaftar sebagai sang CEO, yakni Kwon Do-hyeong.

    Baca juga: Terra LUNA Mencoba Bangkit, UST Akan Dikuburkan dengan Syarat Ini

    Kwon mendirikan cabang Terraform Labs di Korea Selatan pada tahun 2019, setahun setelah ia ikut mendirikan perusahaan itu di Singapura.

    Tetapi laporan media itu mencatat bahwa kemungkinan ada perusahaan lain yang didirikan Kwon sebelum meluncurkan Terraform, termasuk proyek stablecoin yang ia tinggalkan (dengan nama anonim) pada tahun 2017, yakni Basis Cash.

    Media lokal yang sama secara terpisah melaporkan, bahwa Financial Services Commission dan Financial Supervisory Service Korsel tampaknya memulai penyelidikan terkait kasus Terra ini secara lokal. [ps]

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com