All posts by 21

Beranjak dari Kasus Terra UST, Apa Itu Stablecoin dan Apa Saja Jenisnya?

Kasus Terra UST telah menarik perhatian lebih pada stablecoin, termasuk urusan regulasi dari para pemangku kepentingan di sektor keuangan. Lalu, apa itu stablecoin dan apa saja jenisnya? Dan apa respons dari Robby, Direktur Rekeningku.com?

Apa Itu Stablecoin?

Secara umum, stablecoin adalah aset kripto berupa token, yang nilainya dipatok dengan aset bernilai tetap atau stabil, seperti mata uang negara (fiat money), yakni dolar AS dan euro. Ada pula stablecoin yang dipatok dengan harga emas (gold).

Selain menggunakan mata uang yang asli disimpan di bank, nilainya dipatok dengan surat utang perusahaan ataupun surat utang negara, seperti yang diterapkan oleh perusahaan Tether untuk USDT. Perusahaan penerbit harus berusaha menstabilkan USDT agar nilainya tetap 1 banding 1 terhadap dolar AS.

Hadirnya stablecoin ini untuk memberikan bentuk token yang tidak bervolatilitas seperti Bitcoin dan altcoin lainnya. Juga, ini biasanya disimpan sebagai dana cepat jika investor tertarik untuk berinvestasi di aset kripto lain, tanpa perlu mengubahnya menjadi uang yang ada di rekening bank, melainkan tetap di akun di bursa kripto.

Seperti yang disebutkan di atas, stablecoin juga ada yang nilainya dipatok dengan komoditas seperti emas, yang ditujukan sebagai bentuk dari tokenisasi emas fisik itu sendiri. Nilai satu token akan sama dengan emas satu troy ounce. Contohnya adalah Pax Gold (PAXG), yang dikeluarkan oleh perusahaan Paxos.

Juga, secara umum ada dua jenis stablecoin, yakni yang memiliki underlying asset asli dan yang menggunakan kode, alias algoritmik.

Jenis pertama adalah stablecoin USDT dan USDC. Sedangkan jenis kedua adalah DAI dan UST. DAI ini cukup bertahan hingga saat ini dan punya keunikan sendiri.

Baca juga: Harga Terra LUNA Hari Ini Menguat 50 Persen, Bos Binance Soroti Penyebab Keruntuhan Parah Sebelumnya

Jika membahas, stablecoin jenis pertama, maka kita pasti sudah banyak menggunakannya untuk membeli aset kripto lain di berbagai bursa.

Karena ini nilainya stabil, investor menyimpannya tidak untuk mencari keuntungan dari capital gain (pertumbuhan nilai), melainkan melalui produk staking layaknya deposito di bank, yang disediakan oleh beberapa bursa kripto utama. Bunganya pun tak kalah menarik.

Dan salah satu fungsi utama dari stablecoin adalah, Anda dapat melakukan transfer uang lintas negara dengan lebih cepat dan murah dibandingkan melalui transfer antar bank.

Melirik Kasus Terra UST 

Meski sejatinya stablecoin dirancang untuk tetap stabil, namun kasus dari Terra UST membuat banyak orang berfikir kembali akan kemampuan stablecoin, terutama yang berjenis algoritmik.

UST, yang menerapkan mekanisme penyeimbang secara algoritmik, telah berhasil dihancurkan melalui serangan aksi jual skala besar, hingga nilainya benar-benar jauh dari kata stabil, di bawah US$1.

Pada saat penulisan, berdasarkan data dari CoinMarketCap, nilai dari UST kini telah merosot lebih dari 94 persen, berada di US$0,055.

UST juga menyeret token tata kelola Terra, LUNA, ke dalam kehancuran karena algoritmiknya akan mencetak LUNA secara otomatis untuk menyeimbangkan UST. Alhasil, pasokan beredar LUNA membludak, menjatuhkan harganya lebih dari 99 persen.

Lalu, bagaimana nasib Terra LUNA dan UST hari ini?

Baca juga: Tips Cuan Investasi Kripto Kala Market Bearish dan Kekhawatiran Stablecoin

Voting Terra LUNA di Mata Bos Rekeningku.com

Apa yang menjadi perhatian investor dan pengamat saat ini adalah, voting Terra untuk proposal pemulihan ekosistem di Terra Station.

Nantinya, itu akan menghadirkan jaringan Terra 2.0, yang benar-benar baru melalui forking. Juga, token LUNA 2.0 akan hadir dengan jumlah pasokan yang tetap. Ini tidak terkait lagi dengan UST.

Sementara, jaringan lama akan berubah nama menjadi Terra Classic, begitu pula dengan token LUNA saat ini, berubah menjadi Luna Classic (LUNC). Sedangkan ini, masih akan terkait dengan UST.

Voting saat ini sudah mencapai kesepakatan di 62,06 persen, meski total suara yang masuk belum seluruhnya. Voting akan berakhir pada 25 Mei 2022.

“Apa yang benar-benar diharapkan adalah, keberhasilan forking jika pada akhirnya proposal sah dilaksanakan. Investor masih berharap, tetapi belum ada rincian kegiatan nyata yang mampu menyelamatkan harga LUNA,” ujar Direktur Rekeningku.com, Robby kepada Blockchainmedia.id, Minggu (22/5/2022).

Robby pun menambahkan bahwa, tentu saja forking akan menjadi ide yang menarik dari Do Kwon dan tim, tetapi eksekusinya adalah apa yang benar-benar perlu dipantau.

Selain itu, di Terra Station juga telah ada proposal voting baru untuk UST, di mana ada ide untuk burn UST melalui pool komunitas untuk menolong harganya.

Namun, jumlah peserta masih sangat sedikit, kurang dari 30 persen total peserta, dan ini masih akan berakhir pada 27 Mei. Sehingga, akan terlaksana atau tidaknya masih belum dapat dipastikan. 

Baca juga: Investasi Aset Kripto Sarana Pengembangan Ekonomi Anak Muda

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Bos Binance Soroti Penyebab Keruntuhan Parah Harga Terra LUNA

Bos Binanc,e Changpeng Zhao (CZ), mengatakan bahwa rubuhnya harga Terra LUNA dan UST dapat dihindari jika cadangan Bitcoin Luna Foundation Guard (LFG) memang digunakan.

Pendapat CZ itu adalah yang terbaru, merespons soal kekacauan masif dan sistematis proyek kripto besutan Do Kwon dan Daniel Shin itu.

Harga Terra LUNA Hari Ini Menguat Lebih 50 Persen

Sementara itu, harga Terra LUNA hari ini menguat amat signifikan, karena naik lebih dari 50 persen dalam 24 jam terakhir. Terpantau di CoinMarketCap.com, harga Terra LUNA naik dari dari $ 0,000112 pada kemarin dan menjadi $ 0,0001731 pada hari ini, Minggu (22/5/2022).

harga Terra LUNA hari ini

CZ: Tim Terra Lambat Mengendalikan Situasi

CZ juga berpendapat, bahwa Tim Terra sangat lambat dalam mengendalikan situasi untuk membuat TerraUSD (UST) tetap stabil 1 dolar AS, khususnya dengan menggunakan cadangan Bitcoin mereka.

“Tim Terra lambat dalam menggunakan cadangan Bitcoin mereka untuk memulihkan pasak UST. Seluruh insiden mungkin dapat dihindari jika mereka menggunakan cadangan mereka ketika ‘depeg’ berada di 5 persen. Setelah nilai kripto turun hingga 99 persen (atau US$80 miliar), mereka justru mencoba menggunakan US$3 miliar untuk melakukan penyelamatan. Tentu saja, cara itu tidak berhasil,” kata CZ di blog resmi Binance.

Terkait cadangan Bitcoin yang sedianya digunakan untuk menstabilkan harga, pihak Terraform Labs sebelumnya sudah mengakui sudah menjual sebagian besar. Hanya tersisa sekitar 300 BTC.

Tentu saja hal utama yang disoroti CZ adalah, tim Terra lalai memantau pergerakan UST, yang mulai terjun bebas, hingga mencapai posisi terendah US$0,225 dari yang seharusnya $1.

Itu tak seberapa, hingga merembet kemudian kepada kripto LUNA dan berlanjut ke pasar kripto secara umum. Investor LUNA kehilangan 100 persen nilainya dalam semalam setelah mencapai tingkat mendekati nol.

CZ juga berpendapat bahwa badai mulai mengguyur blockchain Terra setelah lebih banyak LUNA yang diterbitkan dalam upaya untuk menyelamatkan situasi.

“Menambah banyak LUNA ke pasar justru hanya melemahkan para hodler yang ada. Menerbitkan LUNA secara berlebihan dan cepat membuat masalah menjadi jauh lebih buruk,” ujarnya.

Baca juga: Ketahui Pengertian Kriptografi dan Penjelasan Lengkapnya di Sini

Itu memanglah fakta, per Minggu (22/5/2022), circulating supply LUNA berdasarkan catatan Messari adalah 6.534.869.472.865,85 unit. Bandingkan dengan sebelum crash yakni 343.092.421,78 unit. Ultra-hyperinflation ini justru mempercepat kelemahan LUNA. Kendati dengan harga Terra LUNA hari ini naik 50 persen dibandingkan sehari sebelumnya, sejatinya itu ulah spekulator yang ingin mendapatkan keuntungan dalam jangka pendek.

Kelemahan lainnya yang disoroti CZ lagi adalah penggunaan insentif yang terlalu agresif, yakni 20 persen per tahun (APY) di Anchor Protocol.

“Secara khusus, APY tetap 20 persen dari Anchor untuk mendorong pertumbuhan (in-organik). Anda dapat menggunakan insentif untuk menarik pengguna ke ekosistem Anda. Namun pada akhirnya, Anda perlu menghasilkan ‘penghasilan’ untuk mempertahankannya, yaitu, lebih banyak pendapatan daripada pengeluaran. Jika tidak, Anda akan kehabisan uang dan crash,” sebutnya.

Baca juga: Astaga! Ada Investor Terra LUNA Korsel yang Akhirnya Terlilit Utang, Do Kwon Akui Bubarkan Perusahaan di Korsel

Tragedi Terra telah memicu dugaan publik apakah para pendiri Terraform Labs secara sengaja memanipulasi jaringan sehingga runtuh. Atau apakah sejak awal tahu sangat rapuh, tetapi tidak diberitahu kepada publik dan para investor awal.

Dugaan ini memuncak, ketika 5 korban investasi Terra LUNA di Korsel melaporkan Do Kwon dan Daniel Shin kepada polisi beberapa hari ini. Hingga kemarin, pihak Kejaksaan Agung sudah menerima limpahan kasus itu dan mungkin akan mengenakan pasal praktik skema ponzi yang diduga ada lewat Anchor Protocol itu.

Do Kwon juga sudah mengakui, bahwa Terraform Labs di Korsel memang berhenti beroperasi beberapa hari sebelum harga kripto itu turun drastis. Kwon menjawab santai, bahwa itu hanyalah kebetulan saja dan dirinya saat ini berada di Singapura.

Sumber





Sumber : news.tokocrypto.com

Ekonomi Kreatif: Pahami Arti dan Hubungannya Dengan NFT

Meski Pandemi COVID-19 belum sepenuhnya menghilang, perekonomian Indonesia mulai menunjukkan geliat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia pada triwulan pertama 2022 mengalami peningkatan sebesar 5,01%. Peningkatan tersebut tentunya didukung oleh beberapa sektor ekonomi tanah air. Salah satunya adalah ekonomi kreatif.

Pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia belakangan ini memang semakin menjanjikan.  Menurut laporan Bekraf OPUS Ekonomi Kreatif Outlook 2019, kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional mencapai angka 7,44% dan diproyeksikan akan terus naik. Bahkan, kontribusi ekonomi kreatif Indonesia terhadap PDB (Pendapatan Domestik Bruto) adalah yang terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Lantas, bagaimana NFT dapat membantu perekonomian kreatif Indonesia? Simak penjelasannya!

Apa itu Ekonomi Kreatif dan Cirinya?

Istilah ekonomi kreatif pertama kali dicetuskan seorang penulis, John Howkins, dalam buku berjudul The Creative Economy: How People Make Money from Ideas (2001). Menurut Howkins, pada awal 2000-an muncul suatu gelombang ekonomi baru yang berbasis ide dan kreativitas. Hal ini didasari oleh fakta bahwa pada 1997, produk HKI (Hak Kekayaan Intelektual) menjadi barang ekspor utama Amerika Serikat.

Masih dari buku yang sama, ekonomi kreatif digambarkan sebagai suatu proses penciptaan nilai sebagai hasil dari ide. Itu artinya, pemikiran pun, jika diolah dengan tepat, bisa menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomi.

Sedangkan menurut blueprint Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2009-2015, sektor ekonomi ini disebut sebagai sebuah “era baru ekonomi yang menekankan pada informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dari SDM sebagai faktor produksi utama”.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa ekonomi kreatif adalah kegiatan perekonomian yang berasal dari ide, pikiran, dan kreativitas suatu pihak yang dijadikan sebagai landasan utama dalam menghasilkan suatu produk berupa barang atau jasa yang bernilai.

Adapun ciri-ciri dari penerapan ekonomi kreatif yang telah kami rangkum antara lain:

  1. Kreativitas adalah ciri utama dari ekonomi kreatif;
  2. Mudah diganti karena terus adanya kreasi dan inovasi yang terus dilakukan sesuai dengan perkembangan aktivitas ekonomi dan zaman. Tentu hal ini dilakukan agar hal tersebut bisa diterima dengan baik oleh pasar dan konsumen;
  3. Ide adalah hal utama. Ide adalah hal selalu berkaitan dengan proses kreasi dan inovasi;
  4. Kerja sama antar pihak sangat dibutuhkan.

3 Faktor Pendorong Ekonomi Kreatif

Secara garis besar, ekonomi kreatif digerakkan oleh kreativitas manusia. Ide dan gagasan kreatif menjadi faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya. Mereka yang sukses dalam sektor ekonomi ini adalah mereka yang mampu berpikir kreatif dan berbeda dari para pesaingnya.

Namun, di samping kreativitas, ternyata ada juga faktor lain yang mendorong perekonomian kreatif, di antaranya:

1. Kemajuan teknologi

Agar ide dan gagasan yang ditemukan bisa benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan, maka diperlukan teknologi. Semakin maju teknologi, maka semakin mudah ide tersebut untuk direalisasikan. Namun, jika tidak ada dukungan teknologi, maka ide kreatif pun akan sulit terwujud.

2. Keahlian SDM

Seperti yang telah disebutkan, ekonomi kreatif sangat bergantung pada SDM. Tanpa SDM, maka tidak akan mungkin ada pemikiran kreatif. Agar pemikiran tersebut tidak hanya sebatas rencana, SDM harus memiliki keahlian yang mendukung.

3. Kemudahan akses

Terakhir, sektor kreatif tidak akan mungkin berkembang tanpa adanya akses menuju informasi. Dengan mempelajari informasi terkini, SDM akan lebih mudah menghasilkan serta mengembangkan gagasan kreatif mereka.

Apa Saja Contoh Ekonomi Kreatif?

Di Indonesia sendiri, terdapat total 17 subsektor kreatif. Cakupannya pun bisa dibilang cukup menyeluruh, yaitu sbb.

  1. arsitektur, 
  2. desain interior, 
  3. kuliner, 
  4. musik, 
  5. pengembang permainan, 
  6. fesyen, 
  7. desain produk, 
  8. fotografi, 
  9. desain komunikasi visual, 
  10. film animasi dan video, 
  11. seni rupa, 
  12. televisi dan radio, 
  13. periklanan, 
  14. seni pertunjukan, 
  15. aplikasi, 
  16. penerbitan, 
  17. Kriya

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bahkan terbuka dengan berbagai kemungkinan yang ada. 

Nih, berikut kami sampaikan sedikit contohnya:

  1. Fashion

Tren berpakaian yang terus berubah-ubah dari masa ke masa membuat terus berinovasinya bidang ini. Selalu saja ada yang berbeda dari tahun ke tahun mengenai pakaian yang banyak dicari ataupun dipakai oleh orang biasa hingga fashionista

Salah satu contoh bisnis kreatif yang sudah sukses di Indonesia adalah I Wear Up yang lahir atas gagasan Diana Rikasari, seorang fashion designer asal Jakarta. Dengan desain produk yang unik, colorful, serta youthful membuat I Wear Up menjadi salah satu brand fashion kebanggaan Indonesia yang menarik hati pecinta fashion dalam negeri. Terlebih I Wear Up selalu membagikan makna positive vibes di tiap produk-produk mereka. 

  1. Kuliner

Kebutuhan pangan selalu dibutuhkan oleh manusia. Makanya tak heran kalau bidang kuliner merupakan contoh ekonomi kreatif karena selalu saja ada inovasinya. Mulai dari kombinasi bahan, hingga kombinasi makanan kekinian yang dicampur dengan makanan tempo dulu bisa ditemui.

Mari kita ambil contoh Lunch For My Husband sebagai salah satu bisnis kreatif di bidang kuliner. Bisnis makanan rumahan milik pasangan suami istri, Mawarid Rolansyah dan Yori Atira ini menawarkan produk sandwich yang dikemas dengan latar belakang menu western. Terbaru, mereka tengah menggodok menu sandwich yang terinspirasi dari menu nasi Padang, lho! Kira-kira bakal gimana yah perpaduan cita rasa barat dan asli Indonesia ini?

  1. Kriya

Tak bisa dipungkiri kriya asal Indonesia patut diacungi jempol. Bahkan tak sedikit kriya asal Indonesia yang bisa memasuki pasar internasional. Salah satunya, Jewel Rocks Bijoux yang merupakan brand perhiasan asal Bali milik Imelda Widjaja. Yang menjadi ciri khas dari perhiasan ini adalah material yang digunakan berasal dari batu mulia. Tak sedikit pula beberapa produk mereka yang terinspirasi dari kekayaan alam maupun budaya Indonesia. 

Kerennya lagi, brand lokal  ini resmi diundang oleh L’Adresse Paris Agency untuk menampilkan karya mereka di Paris Fashion Week 2022, lho! Di sana Jewel Rocks Bijoux memamerkan 10 desain terbaru yang saat itu belum launching di Indonesia serta koleksi best seller mereka. 

Penerapan Ekonomi Kreatif dengan NFT

contoh ekonomi kreatif

Salah satunya datang dari dunia digital, tepatnya NFT (non-fungible token). Inovasi NFT diperkirakan dapat membantu meningkatkan nilai ekonomi sektor kreatif, terlebih kini dunia telah memasuki era digital. Melalui Bidang Industri dan Investasi, Kemenparekraf tengah mendorong para pelaku usaha yang bergerak di industri kreatif dan pariwisata untuk memanfaatkan NFT.

Terlebih, dari perspektif tertentu, NFT juga bisa melindungi hak-hak pelaku industri kreatif. Misalnya pada subsektor musik, NFT bisa dijadikan sertifikat digital yang membuktikan kepemilikan karya seorang musisi. Hal ini akan melindungi mereka dari kejahatan seperti pembajakan.

Baca juga: Cara Membuat NFT Art yang Mudah dan Menjual

Dari sini, bisa disimpulkan bahwa NFT bisa masuk ke sektor ekonomi kreatif karena sekarang dunia tengah memasuki era digital. NFT yang memiliki format digital tentu sangat relevan dengan situasi saat ini.

Yuk, bantu perekonomian kreatif Indonesia melalui NFT! Kini, Anda bisa memamerkan sekaligus menjual karya NFT dengan mudah melalui TokoMall, pelopor marketplace NFT di Indonesia. Lewat TokoMall, Anda tak hanya bisa melakukan transaksi NFT, tapi juga membantu pertumbuhan ekonomi kreatif tanah air, terutama di bidang digital. Untuk memulai, silakan klik di sini



Sumber : news.tokocrypto.com

Underlying Adalah Aset Yang Seperti Apa? Simak Penjelasannya Disini

Secara umum aset underlying adalah suatu aset keuangan yang menjadi harga derivatif. Sederhananya, aset underlying merupakan aset yang menjadi patokan untuk menetapkan harga aset lainnya. Artikel kali ini akan membahas lebih mendalam tentang apa itu aset underlying beserta contohnya. Di bagian akhir, Anda juga bisa menemukan pembahasan mengenai pengertian tentang aset underlying pada kripto dibawah ini. Mari simak bersama!

Apa itu Aset Underlying?

Dalam bahasa Inggris, kata underlying sendiri mengacu pada suatu kata sifat yang memiliki arti “mendasari”. Sedangkan, underlying dalam dunia keuangan berarti indikator yang digunakan untuk menentukan nilai atau harga dari suatu aset. Adanya aset underlying ini bertujuan untuk menghindari terjadinya konflik kepentingan terhadap aset tertentu.

Contoh Aset Underlying

Salah satu contoh aset underlying adalah opsi saham (stock option). Dalam opsi saham, para pemegang saham diberi hak untuk membeli maupun menjual asetnya. Hanya saja, hak tersebut berlaku pada waktu yang terbatas, sesuai dengan kontrak yang telah disepakati sebelumnya. Pada situasi tersebut, yang menjadi aset underlying adalah saham itu sendiri.

Di sini, aset underlying berfungsi sebagai alat untuk menentukan nilai opsi saham hingga mencapai masa kedaluwarsa nanti. Di samping itu, underlying juga digunakan untuk mengidentifikasi aset dalam perjanjian yang dapat memberikan nilai pada kontrak. Aset underlying mendukung keamanan pihak yang terlibat dalam perjanjian dan hal ini disetujui oleh para pihak yang terlibat untuk kemudian ditukarkan sebagai bagian dari kontrak derivatif.

Syarat-syarat Aset Underlying

Untuk bisa menjadi underlying, suatu aset harus melalui persyaratan tertentu. Di Indonesia sendiri, persyaratan untuk aset underlying mencakup:

1. Punya nilai ekonomis

Syarat utama aset underlying harus memiliki nilai ekonomis yang jelas. Hal ini berkaitan dengan aliran penerimaan kas. Apabila aliran penerimaan kas suatu aset lancar dan dapat dilacak, maka bisa dijadikan aset underlying, tentunya dengan menimbang aspek lainnya terlebih dulu.

Dari persyaratan ini, dapat diketahui bahwa aset underlying merupakan aset yang harganya dapat ditakar dengan mudah, misalnya tanah atau bangunan. Walau begitu, aset juga bisa berupa hal yang belum berwujud, namun dapat diprediksi nilainya, seperti proyek pembangunan jalan tol.

2. Bukan hal yang dilarang

Syarat berikutnya, aset underlying juga bukan merupakan hal yang dilarang. Jika dalam suatu negara, aset tersebut tidak boleh melawan hukum atau bertentangan dengan aturan negara. Apabila aset tersebut diproduksi dengan cara dan menggunakan bahan baku yang dilarang, maka tidak boleh dijadikan underlying. Begitu pula jika cara perdagangan dan penyediaannya melawan hukum.

Underlying seperti ini juga diterapkan dalam syariat Islam. Suatu aset tidak akan menjadi underlying jika mengandung unsur haram. Menurut Dewan Syariat Nasional (DSN-MUI), adanya unsur haram dalam suatu aset dikhawatirkan akan merusak moral masyarakat.

3. Tidak bertentangan dengan nilai-nilai keagamaan

Masih berhubungan dengan poin sebelumnya, aset underlying juga sebaiknya tidak bertentangan dengan nilai-nilai keagamaan. Misalnya, dalam syariat Islam, dianjurkan untuk menghindari aktivitas perekonomian atau produk ekonomi yang mengandung unsur gharar (ketidakpastian), dharar (kerugian), dan qimar (transaksi yang tidak baik).

Baca juga: Pahami Pengertian Leverage Adalah dan Fungsinya dalam Kripto!

Apakah Aset Kripto Bisa Memiliki Aset Underlying?

ilustrasi melihat underlying di aset kripto

Lalu, bagaimana dengan aset kripto? Bisakah kripto memiliki aset underlying? Jika menurut aturan yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia atau MUI, aset kripto boleh diperjualbelikan asal mengikuti sil’ah dan juga memiliki underlying yang jelas. Aturan tersebut secara tersirat menjelaskan bahwa kripto pun bisa memiliki aset underlying

Pada dasarnya, setiap aset kripto memiliki underlying masing-masing. Hanya saja, tidak semua kripto punya aset fisik yang mudah dipahami. 

Beberapa contoh kripto dengan aset underlying fisik adalah USDT dan XSGD. Namun, ada juga yang menerapkan underlying abstrak seperti biaya penerbitan. Model underlying ini banyak digunakan oleh mata uang kripto besar seperti Bitcoin (BTC).

Aset underlying menjadi suatu aset yang digunakan untuk menetapkan harga suatu instrumen. Untuk bisa dikatakan sebagai underlying, aset harus melalui beberapa persyaratan khusus Satu syarat yang wajib dipenuhi adalah aset bukan merupakan barang terlarang dan tidak melawan hukum negara.

Aset kripto sendiri punya aset underlying yang dapat dipertanggungjawabkan. Beberapa punya aset fisik, namun ada juga yang menjadikan aspek seperti biaya penerbitan sebagai underlying

Baca juga: Yuk, Kenalan dengan Aset Kripto HOT Coin dan Cara Kerjanya!Jadi, Anda tak perlu ragu lagi untuk mulai berinvestasi di kripto. Terlebih, kini sudah ada Tokocrypto, marketplace aset kripto pertama dan terbesar di Indonesia yang terjamin keamanannya. Daftarkan diri Anda untuk investasi aset kripto di Tokocrypto dan gabung di komunitas Tokocrypto di Telegram dan Discord sekarang juga! 



Sumber : news.tokocrypto.com

Kriptografi adalah Sebuah Metode Keamanan Dalam Aset Kripto

Tahukah Anda bahwa kriptografi adalah dasar dari aset kripto? Kriptografi sendiri dikenal sebagai ilmu sekaligus  praktik untuk membangun dan menganalisis protokol dalam melindungi dari campur tangan pihak ketiga. Berangkat dari situ, kriptografi kemudian dikembangkan menjadi sebuah aset dengan tingkat keamanan tinggi yang sulit untuk ditembus pihak luar. Namun, sebenarnya, bagaimana cara kerja kriptografi itu sendiri? Yuk, ketahui bersama!

Apa Itu Kriptografi?

Menurut buku Introduction to Modern Cryptography (2005) yang ditulis oleh Mihir Bellare dan Phillip Rogaway, Kriptografi adalah ilmu yang mempelajari tentang cara membangun dan menganalisis suatu protokol yang dapat mencegah campur tangan pihak ketiga dalam suatu informasi pribadi

Istilah kriptografi berasal dari bahasa Yunani Kuno, “kryptós”, yang berarti rahasia dan tersembunyi, serta “graphein” yang berarti menulis. Secara harfiah, kriptografi berarti menulis rahasia atau pesan tersembunyi. 

Dari definisi ini, bisa diketahui bahwa kriptografi memiliki fungsi untuk menciptakan suatu sistem kerahasiaan yang melindungi informasi pribadi seseorang dari keterlibatan pihak ketiga. Lalu, bagaimana kriptografi dapat mencapai fungsi tersebut?

Cara Kerja Kriptografi

cara kerja kriptografi adalah

Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa konsep dari kriptografi adalah tentang kerahasiaan. Dalam kriptografi, suatu informasi bersifat rahasia dan hanya dapat diakses oleh pihak yang telah dikehendaki. 

Secara sederhana, cara kerja kriptografi adalah sebagai berikut.

  1. Pengirim menerapkan suatu sistem kerahasiaan untuk melindungi informasi yang akan dikirimkan, di mana sistem tersebut merupakan sebuah kata sandi. 
  2. Saat proses pengiriman, informasi berubah menjadi sebuah kode yang tidak dapat dibaca. 
  3. Untuk bisa mengetahui isi pesan tersebut, penerima harus memasukkan kata sandi dari pengirim
  4. Setelah kata sandi dimasukkan, secara otomatis kode akan berubah menjadi pesan yang dapat dibaca.

Jenis Metode Kriptografi

Proses pengubahan pesan menjadi kode dalam kriptografi disebut dengan istilah enkripsi. Nah, metode enkripsi dalam kriptografi dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

1. Symmetric encryption

Metode ini menggunakan kunci rahasia yang sama untuk mengenkripsi pesan pengirim, mengirimkan pesan ke penerima, dan mendekripsi pesan untuk penerima. Jenis metode ini terdiri dari tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Berikut adalah contoh symmetric encryption yang paling sederhana.

Katakanlah Anda ingin mengirim pesan “HAI” dengan menggunakan kode alfabet yang diubah menjadi angka. Itu artinya, A menjadi 1, B menjadi 2, dan seterusnya. Maka, pesan “HAI” akan terenkripsi menjadi kode 819. Kode inilah yang kemudian dikirimkan kepada penerima. Nantinya, penerima akan melakukan dekripsi dengan sistem yang telah disepakati hingga pesan “HAI” muncul.

2. Asymmetric encryption

Pada metode ini, terdapat dua kunci rahasia yang berbeda, kunci publik (public key) dan kunci privat (private key). Satu kunci berfungsi sebagai enkripsi dan kunci lainnya sebagai dekripsi. Kunci publik bisa disebarluaskan, sedangkan kunci privat hanya akan diketahui oleh pemiliknya. Nantinya, pesan dapat dienkripsi dengan kunci publik penerima, namun proses dekripsinya hanya bisa diketahui oleh pemilik kunci privat.

3. Hash

Terakhir ada metode hash. Metode ini biasanya digunakan untuk memverifikasi apakah data transaksi di suatu jaringan sudah terintegrasi dengan baik. Salah satu contoh penerapan hash adalah pemeliharaan struktur data blockchain serta pengkodean alamat akun pengguna. Sering kali, metode hash juga dilengkapi dengan tanda tangan digital sebagai jaminannya. Dengan tanda tangan digital, mereka yang memiliki kewenangan terhadap data bisa membuktikan identitas kepada jaringan.

Baca juga: Wajib Tahu! Inilah Faktor yang Buat Harga Aset Kripto Berubah

Peran Kriptografi dalam Aset Kripto

apakah bitcoin aman

Kriptografi merupakan jantung aset kripto. Tanpa penerapan kriptografi, maka aset kripto akan sangat mudah untuk ditembus dan dikuasai oleh pihak ketiga. Dalam transaksi aset kripto, kriptografi memungkinkan terjadinya proses yang lebih aman dan rahasia.

Dengan kriptografi, Anda juga bisa melakukan transaksi aset kripto hanya dengan pihak yang bersangkutan, tanpa ada campur tangan dari pihak ketiga seperti bank atau perusahaan kartu kredit. Selain itu, metode enkripsi kriptografi seperti hashing juga diperlukan untuk merawat struktur data blockchain yang menjadi “rumah” dari aset kripto.

Apa manfaat langsung dari praktik kriptografi pada transaksi aset kripto?

Mengutip Coinbase, dikarenakan aset kripto merupakan aset digital yang hanya terdiri dari sekumpulan kode, besar kemungkinan untuk terjadinya duplikasi kode dalam memperoleh aset dalam jumlah banyak oleh oknum. Dalam mengatasinya, dicetuskan lah solusi dengan memanfaatkan konsep kriptografi oleh Satoshi Nakamoto, pendiri aset kripto pertama yang ada yaitu Bitcoin.

Bitcoin menggunakan enkripsi public-private key yang ada pada jenis metode asymmetric encryption yang dikenal dengan sebutan ‘secp256k1’. Di mana dalam jaringan Bitcoin, para pengguna mendapatkan private key yang juga sudah terikat dengan public key, di mana proses pengikatan itu menggunakan konsep hash

Jadi, jaringan akan secara otomatis “mengenal” siapa saja pemilik Bitcoin dan sifatnya permanen hingga Bitcoin tersebut pindah ke tangan pengguna lain dan menghindari adanya praktik penduplikasian aset kripto.

Dari sini, bisa disimpulkan bahwa kriptografi adalah suatu proses yang mengubah informasi menjadi kode. Tujuannya adalah agar informasi tersebut tidak dapat diakses oleh pihak yang tidak ada kaitannya sama sekali. 

Dalam pengelolaan aset kripto, teknik ini digunakan untuk memastikan keamanan dan kerahasiaan transaksi, juga menjamin agar tidak ada pihak ketiga yang ikut campur dalam suatu transaksi.

Kriptografi juga telah diterapkan di exchange kripto pertama Indonesia, Tokocrypto. Di Tokocrypto, Anda dapat jual-beli aset kripto dengan rahasia dan tentunya aman karena sudah resmi terdaftar di Bappebti. Terlebih, Tokocrypto juga menyediakan pairing yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari BIDR, USDT, hingga BUSD. Daftarkan diri Anda untuk investasi aset kripto di Tokocrypto dan gabung di komunitas Tokocrypto di Telegram dan Discord sekarang! 



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Sepekan: Market Kembali Beraksi, Mulai Reli?

Kondisi market aset kripto pada pekan ketiga Mei ini mulai menunjukan arah yang positif. Terpantau dari situs CoinMarketCap pada Jumat (20/5) sejumlah kripto, terutama 10 aset yang berkapitalisasi besar atau big cap mulai bergerak menuju zona hijau dalam 24 jam terakhir.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan ada angin segar pada perdagangan aset kripto menjelang akhir pekan ini. Kondisi pasar kripto juga secara mengejutkan tidak mengikuti situasi di pasar modal seperti biasanya. Sejak awal tahun, pasar kripto dan saham terbilang bergerak senada, karena sama-sama tergolong aset berisiko.

“Jika dilihat dari sisi teknikalnya, terlihat kondisi imbas dari para pelaku pasar yang kembali melancarkan aksi beli setelah meyakini sejumlah aset kripto sudah memasuki keadaan oversold. Kondisi ini secara teknikal membuat adanya kemungkinan investor melakukan pembelian sehingga harga kripto berpeluang naik,” kata Afid.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto

Baca juga: Mendag Rusia Akan Melegalkan Perdagangan Kripto

Lebih lanjut Afid mencontohkan pergerakan Bitcoin yang sudah oversold di mana pergerakan downtrend yang signifikan dan konsisten dalam waktu lama. Kini, BTC bergerak dan diperdagangkan pada harga kisaran $ 30.000-$ 31.000. Level support BTC kini berada di titik $ 27.500 dan resistance di $ 35.000 untuk bull run.

Kendati demikian, Afid mengingatkan bukan berarti sentimen di pasar kripto sudah sepenuhnya stabil. Market dan tindakan pelaku pasar masih dibayangi tekanan oleh ketidakpastian makroekonomi yang terdiri dari meroketnya inflasi, kebijakan agresif bank sentral dan potensi resesi.

“Investor khawatir pelemahan ekonomi global ke depan, bisa berujung pada resesi. Dampaknya daya beli masyarakat menurun. Bank sentral berbagai negara bakal mengerek suku bunga acuannya dengan agresif demi menangkal inflasi. Namun, jika itu terjadi, maka pertumbuhan konsumsi dan investasi bisa terhambat,” terangnya.

belajar memahami grafik trading
Ilustrasi market kripto. Foto: Shuterstock.

Baca juga: Founder Coinmetrics: Stablecoin Tetap Kuat, Kecuali UST

Kondisi itu tentu membuat investor akan mengalihkan uangnya dari pasar modal ke aset yang lebih aman. Market kripto pun ikut menjadi korban.

Di sisi lain, dampak dari drama stablecoin UST dan mutualnya LUNA mungkin akan memperlambat antusiasme investor dalam jangka pendek, tetapi dalam jangka panjang tidak. Kejadian itu tidak akan menimbulkan risiko besar bagi ekosistem kripto dalam jangka panjang.

Market kripto ya terpukul dan berdampak, tapi itu jadi efek jangka pendek. Dalam jangka panjang, permintaan kripto terutama stablecoin sebagai instrumen investasi dan lindung nilai terhadap inflasi fiat akan terus tumbuh,” yakin Afid.

Baca juga: Tanah Cluster Metaverse Pertama di Indonesia Laku Terjual Rp 150 Juta



Sumber : news.tokocrypto.com

Investor Terra LUNA Korsel Mencapai 280 Ribu Orang

Investor Terra LUNA Korea Selatan diperkirakan mencapai 280 ribu orang dengan total kepemilikan 70 miliar LUNA. Sejauh ini baru sekitar 5 orang melaporkan lewat kantor pengacara LKB & Partners.

Hal itu ditulis dalam tajuk rencana (editorial) kantor berita Korsel, Yon Hap, Kamis (19/5/2022), berdasarkan catatan Financial Services Commission (FSC). Komisi ini setara dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Indonesia.

Tajuk rencana sebuah media mencerminkan keluasan dan dampak sebuah peristiwa terhadap publik. Dalam hal ini kasus Terra LUNA sejatinya merugikan jutaan warga di banyak negara, termasuk di Korea Selatan sendiri, karena harga kripto itu sempat masuk ke titik nol beberapa hari lalu.

“Otoritas keuangan Korea Selatan mengatakan ada sekitar 280.000 investor lokal, diyakini memegang sekitar 70 miliar LUNA,” sebut media itu, ditulis oleh Kim Han-joo.

Salah satu puncak kekisruhan parah ini adalah ketika hari ini Kantor Pengacara ternama, LKB & Partners atas nama sejumlah klien mereka, melaporkan Do Kwon dan Daniel Shin dan Perusahaan yang didirikannya, Terraform Labs, kepada Kantor Kejaksaan Distrik Selatan di Seoul.

Baca juga: Jadi, Crypto Halal atau Haram? Ketahui Selengkapnya Berikut!

Investor Terra LUNA Korsel Rugi US$1,1 Juta

Menurut juru bicara tim pengacara, sejauh ini mereka mewakili 5 orang investor Terra LUNA dengan total kerugian mencapai 1,4 miliar won ($ 1,1 juta). Para korban menduga para tergugat melakukan penipuan dan melanggar undang-undang tentang penggalangan dana (crowdfunding). Bahkan pengacara mengakui ada investor dari negara lain, seperti Amerika Serikat dan Italia.

“Do Kwon dan rekan pendiri Terraform Labs lainnya memberikan informasi tak benar tentang kesalahan algoritma di LUNA dan UST yang berdampak pada jatuhnya harga. Bahkan perusahaan terlibat dalam skema investasi yang menjanjikan keuntungan hingga 19,4 persen per tahun. Kami dan klien kami menilai itu sebagai bentuk penipuan,” kata kantor pengacara itu dalam siaran pers.

Do Kwon mendirikan Terraform Labs bersama Daniel Shin (pendiri TMON) pada tahun 2018 di Korea Selatan dan punya entitas serupa di Singapura, termasuk Luna Foundation Guard (LFG).

Baca juga: Bos Penerbit USDC: Kami Sudah Ramalkan Keruntuhan Terra LUNA dan UST

Beberapa hari lalu beredar dokumen yang tampk asli yang disebut-sebut sebagai bukti bahwa Terraform Labs sudah membubarkan diri pada 30 April 2022 lalu, berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham. Pada awal Mei 2022, pihak Pengadilan Tinggi di Seoul sudah mengesahkannya pembubaran itu.

Sebelumnya, seorang pria di Seoul menyerahkan diri kepada polisi. Ia mengaku dirinyalah yang datang ke rumah Do Kwon dan bertanya kepada istrinya di mana Do Kwon berada. Ia juga sempat menyatroni rumah itu sehari sesudahnya. Dia mengaku adalah investor LUNA yang rugi setara puluhan miliar rupiah.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Elon Musk Ingin Twitter Jadi Super App, Ada Fitur Pembayaran Kripto

CEO Tesla, Elon Musk, memastikan proses akuisisi Twitter masih berlanjut. Bahkan, ia mengatakan, ingin platform media sosial itu menjadi aplikasi super (super app) yang memiliki fitur pembayaran seperti WeChat dari China.

Keinginan bos SpaceX ini disampaikan dalam podcast ‘All In’ dengan host Chamath Palihapitiya, Jason Calacanis, David Sacks, dan David Friedberg.

“Salah satu hal menarik yang muncul dalam roadmap produk Anda adalah kemungkinan Twitter menjadi semacam aplikasi super yang mendukung pembayaran, termasuk dengan Dogecoin,” kata Host Podcast All-In Jason Calacanis, dikutip Decrypt.

Musk kemudian menyinggung keunggulan WeChat. Menurutnya, WeChat memiliki model ideal untuk ditiru dan platform semacam ini bisa dikembangkan di luar China.

“Jika Anda berada di China, Anda seperti tinggal di dalam WeChat. (Aplikasi) itu melakukan segala hal. Fungsinya seperti Twitter, ditambah PayPal, ditambah banyak hal lainnya. Dan semuanya digabung menjadi satu antarmuka yang hebat. Ini benar-benar aplikasi yang luar biasa.” kata Musk.

Baca juga: Tanah Cluster Metaverse Pertama di Indonesia Laku Terjual Rp 150 Juta

Ia beranggapan tidak ada aplikasi seperti WeChat di luar China. Aplikasi ini bisa memberi para content creator pendapatan tambahan, misalnya dengan menggunggah video, sementara pengguna lain bisa memberikan komentar bebas spam.

Ia mengatakan, fitur pembayaran menggunakan kripto maupun fiat merupakan hal yang masuk akal untuk mewujudkan Twitter sebagai super app. Meski demikian, ia tidak memaksakan Twitter untuk berubah dan super app yang ia maksud bisa dikembangkan dari awal menjadi sebuah aplikasi baru.

“Ini bisa menjadi sesuatu yang baru, dan saya pikir aplikasi ini perlu ada. Ini harus menjadi platform yang terpercaya dan inklusif secara maksimal di mana orang dapat melakukan berbagai aktivitas digital,” ujar miliarder itu.

Baca juga: Jadi, Crypto Halal atau Haram? Ketahui Selengkapnya Berikut!

Perjalanan Musk Mengakuisisi Twitter

Musk secara resmi mengumumkan ketertarikannya untuk membeli Twitter pada April 2022. Ia bahkan telah memaparkan beberapa rencana termasuk membuat kode open source Twitter, menyediakan tombol “Edit” untuk cuitan, serta memerangi scam dan spam.

Ia juga mengungkapkan ide untuk menambahkan kripto meme Dogecoin (DOGE) sebagai alat pembayaran bagi pengguna layanan berlangganan premium Twitter. Musk dikenal sebagai penggemar nomor satu token DOGE.

Pada 25 April 2022, Dewan direksi Twitter menerima tawaran Musk untuk membeli seluruh saham perusahaan tersebut senilai $44 miliar. Beberapa investor juga ikut mendukung akuisisi tersebut secara finansial, salah satunya adalah perusahaan exchange kripto Binance.

Pekan lalu Musk menyatakan menunda akuisisi untuk menverifikasi klaim Twitter terkait akun palsu/spam. Twitter menyatakan hanya kurang dari 5% pengguna media sosial itu adalah spam.

Namun, Musk kemudian menyatakan bahwa sebanyak 20% akun Twitter merupakan akun palsu. Tidak menutup kemungkinan hal ini membuat ia menegosiasikan kembali kesepakatan akuisisi untuk bisa membayar dengan harga yang lebih rendah.

Baca juga: Founder Coinmetrics: Stablecoin Tetap Kuat, Kecuali UST

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Tanah Cluster Metaverse Pertama di Indonesia Laku Terjual Rp 150 Juta

Perkembangan metaverse di Indonesia memasuki babak baru. Sebuah tanah atau lahan di Ranverse, metaverse buatan VCGamers, startup blockchian asal Indonesia berhasil laku terjual sekitar Rp 150 juta.

Dikutip dari situs resmi VCGamers, cluster atau 4×4 bidang tanah (land) di metaverse pertama Indonesia, RansVerse terjual dengan harga sebesar 100.088 $VCG atau setara Rp 150.000.000. Penjualan itu terjadi saat event Flash Bid RansVerse Land pertama pada Rabu 12 Mei 2022.

Acara Flash Bid Land tersebut berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam mulai sejak pukul 21.30 WIB sampai 23.00 WIB. Peserta yang hadir dalam Flash Bid Land itu mencapai sebanyak 130 orang.

Open bid dibuka sebesar 1 $VCG. Seluruh peserta dibebaskan untuk mengajukan penawaran. Seluruh peserta yang ikut dalam Flash Bid RansVerse Land itu dikabarkan sangat antusias untuk mengikuti pelelangan tanah di metaverse.

VCGamers buat metaverse pertama Indonesia, RansVerse.
VCGamers buat metaverse pertama Indonesia, RansVerse. Foto: VCGamers.

Baca juga: Ketika Lembaga Pemerintahan Indonesia Melirik Pengembangan Metaverse

Pemenang Lelang Dapat Tanah Metaverse Dekat Raffi Ahmad

Proses lelang berlangsung sengit. Pada detik-detik akhir, terjadi bidwar dari 5 penawar. Semula ada peserta yang mengajukan penawaran 72.500 $VCG untuk satu cluster RansVerse di dekat land Raffi Ahmad.

Kemudian, disusul yang lainnya dengan penawaran sebesar 73.000 $VCG. Belum menyerah, ada lagi peserta yang mengajukan harga sebesar 75.000 $VCG. Tidak sampai di situ, setelah beberapa waktu muncul lagi penawaran sebesar 80.000 $VCG.

Saat detik-detik akhir, kemudian ada peserta lainnya yang mengeluarkan penawaran sebesar 100.000 $VCG atau setara Rp 150 juta. Sehingga, penjualan cluster RansVerse itu pun ditutup dengan 100.000 $VCG.

Setelah ditemukan pemenang, tim developer VCGamers pun langsung melakukan pengiriman cluster metaverse pertama di Indonesia itu, RansVerse. Pemenang dalam Flash Bid Land itu pun kini memiliki lahan yang berlokasi di dekat land Raffi Ahmad.

Pemenang lelang tanah di metaverse pertama Indonesia, RansVerse.
Pemenang lelang tanah di metaverse pertama Indonesia, RansVerse. Foto: VCGamers.

Baca juga: TokoCare Bersama BeKind dan WeCare.id Distribusikan Kado Lebaran ke 200 Anak Spesial

Indonesia Punya Peluang Besar dalam Pengembangan Metaverse

Indonesia berpeluang besar dalam pengembangan metaverse dunia karena memiliki keunggulan nilai-nilai luhur bangsa dan kearifan lokal. Pembangunan metaverse dianggap sebagai suatu langkah solid dalam upaya kolaboratif untuk memajukan Indonesia di panggung dunia.

Co-Founder & Chariman VCGamers, Wafa Taftazani, menjelaskan metaverse merupakan konsep kolaboratif yang menggabungkan interaksi manusia dengan avatar serta berbagai produk dan layanan antara dunia nyata dengan dunia digital tanpa batas, di mana semua bisa berlangsung secara simultan dan paralel di dalam jaringan blokchain.

“Metaverse pada dasarnya adalah menggabung NFT, crypto asset, blockchain, Smart Contract di dalam satu lingkungan virtual. Metaverse itu kolektif seperti menjadi seperti dunia nyata, tapi terjadi di dalam blockchain. Jadi orang bertransaksi dengan crypto asset, tanah dan bangunan virtual jadi NFT, semua transaksi tercatat di blockchain,” ujar Wafa dikutip CNBC Indonesia.

VCGamers buat metaverse pertama Indonesia, RansVerse.
VCGamers buat metaverse pertama Indonesia, RansVerse. Foto: VCGamers.

Baca juga: Peserta TSBA Batch 1 Kolaborasi Tokocrypto dan BRI Ventures Raih Pendanaan US$ 40 Juta

Metaverse memiliki potensi yang besar untuk masyarakat bisa berinteraksi, bekerja, belajar dan berkarya. Tentu saja butuh waktu untuk mengembangkan dunia virtual yang optimal dan bisa digunakan oleh semua orang.

VCGamers sendiri adalah lulusan dari program Tokocrypto Sembrani Blockchain Accelerator (TSBA) Batch 1 hasil kolaborasi Tokocrypto dan BRI Ventures untuk mendongkrak pertumbuhan beragam startup blockchain di Indonesia.

VCGamers salah satu dari 12 startup blockchain terpilih yang telah merampungkan proses pelatihan dan bimbingan dari mentor terkemuka di industrinya. Mereka yang berhasil lulus telah mendapatkan akses pendanaan dan total telah meraih lebih dari US$ 40 Juta.



Sumber : news.tokocrypto.com

Crypto Halal atau Haram Begini Ketentuannya

Akhir-akhir ini, crypto sedang menjadi pembicaraan hangat. Topik yang berkaitan dengan crypto selalu menjadi pembahasan menarik. Salah satunya adalah mengenai apakah crypto halal atau haram.

Hal ini sebenarnya tidak mengherankan. Beberapa instansi pemerintahan dunia memang belum punya aturan yang jelas mengenai crypto. Komisi Layanan Keuangan Amerika Serikat bahkan baru menetapkan regulasi crypto pada 2020. Itu pun masih terus mengalami perubahan karena sifat crypto yang dinamis.

Pemerintah Indonesia sendiri telah mengumumkan daftar mata uang crypto yang diakui. Di samping itu, aset kripto juga dikenai PPh (Pajak Penghasilan) dan PPN (Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menurut Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68 Tahun 2022 (mulai berlaku sejak 1 Mei 2022). Lalu, bagaimana dengan hukum Islam, apakah crypto halal atau haram?

Crypto, Halal atau Haram?

Sebenarnya, masih terdapat perbedaan pendapat mengenai crypto dari para pakar syariat Islam. Beberapa lembaga menganggap penggunaannya haram, tapi ada juga yang menilainya halal. Jika menyesuaikan dengan ajaran dalam syariat Islam, memang ada beberapa aspek dalam crypto yang masih sulit untuk ditetapkan. Berikut beberapa pendapat dari para ahli mengenai halal atau haramnya crypto.

Alasan Crypto Dianggap Haram

Salah satu lembaga yang menilai crypto haram adalah Dar al-Ifta Mesir. Menurut Grand Mufti Mesir, Sheikh Shawki Allam, crypto haram karena mengandung unsur risiko penipuan, kurangnya pengetahuan, dan kecurangan.

Lembaga lain yang mengharamkan crypto adalah Direktorat Urusan Agama Turki. Pada 2017 lalu, instansi yang juga disebut Diyanet tersebut mengumumkan bahwa investasi mata uang crypto dianggap tidak sesuai dengan ajaran agama Islam karena mengandung unsur spekulasi dalam mengukur nilainya.

Alasan Crypto Dianggap Halal

Perdebatan crypto halal atau haram memang masih bergulir hingga saat ini. Selain lembaga dan pakar yang menganggap haram, ada juga yang berpendapat bahwa mata uang crypto halal. Pendapat yang menyatakan kehalalan aset digital tersebut datang dari Darul Uloom Zakariyya.

Darul Uloom Zakariyya merupakan sebuah universitas Islam yang berada di Afrika Selatan. Para pakar ekonomi syariah di universitas tersebut menilai bahwa penggunaan crypto termasuk halal. Namun, perlu diingat, kehalalan tersebut juga harus menimbang beberapa aspek. Crypto akan berubah menjadi haram jika penggunaannya bertentangan dengan kaidah syariat Islam.

Baca juga: Amankan Masa Depan Anda dengan Investasi Bitcoin

Bagaimana Pernyataan MUI Terkait Crypto Halal atau Haram?

ilustrasi membeli bitcoin

Lalu, bagaimana dengan Indonesia sendiri? Sebagai negara dengan pemeluk Islam terbesar di dunia, Indonesia tentu memiliki lembaga yang khusus mengatur halal-haramnya suatu hal. Lembaga yang memiliki kewenangan tersebut adalah MUI atau Majelis Ulama Indonesia.

MUI sendiri sebenarnya sudah mengeluarkan fatwa mengenai penggunaan crypto. Fatwa hukum crypto telah disetujui dan disahkan pada gelaran Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI VII pada 9-11 November 2021 lalu. Dalam kegiatan rutin tiga tahunan tersebut, MUI menetapkan tiga aturan mengenai crypto, yaitu:

  1. Crypto dianggap haram jika dipergunakan sebagai mata uang. Sebab, crypto memiliki sifat dharar atau mengandung potensi kerugian. Di samping itu, crypto juga dinilai bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dan juga Peraturan Bank Indonesia Nomor 17 Tahun 2015 tentang Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  2. Crypto dianggap halal jika dipergunakan sebagai aset atau komoditi digital selama memenuhi syarat sebagai sil’ah (sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan manusia dan mengandung manfaat). Aset digital tersebut sah untuk diperjualbelikan.
  3. Crypto yang tidak memenuhi syarat sebagai sil’ah secara syar’i maka dianggap tidak sah untuk diperjualbelikan. Aset yang dianggap tidak bisa menjadi sil’ah berarti mengandung unsur gharar (ketidakpastian), dharar (kerugian), dan qimar (transaksi yang tidak baik).

Dari sini, pertanyaan mengenai crypto halal atau haram pun telah terjawab. Mengikuti fatwa MUI, hukum crypto mengikuti penggunaannya. Jika crypto dijadikan mata uang, maka dianggap haram. Namun, diperbolehkan untuk menggunakan crypto sebagai aset digital yang diperjualbelikan asal telah memenuhi syarat sebagai sil’ah.

Baca juga: Apakah Bitcoin Aman? Inilah Status Legalitasnya di Indonesia

Peredaran crypto sebagai aset digital sendiri diawasi ketat oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau Bappebti. Lembaga yang berada di bawah naungan Kementerian Perdagangan tersebut memastikan bawa aset crypto yang beredar legal di Indonesia memiliki underlying jelas sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat.

Tertarik untuk mulai investasi aset crypto? Tokocrypto adalah jawabannya. Di Tokocrypto, Anda bisa menemukan aset crypto yang legal dan tentunya memenuhi syarat yang ditetapkan oleh MUI. Masih ragu? Anda bisa mempelajari crypto terlebih dulu di portal informasi Tokonews. Semoga artikel ini dapat menjawab pertanyaan Anda mengenai ketentuan crypto halal atau haram. 

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait dunia kripto, Anda bisa mendaftarkan diri Anda di Tokocrypto dan gabung di komunitas Tokocrypto di Telegram dan Discord sekarang juga! 



Sumber : news.tokocrypto.com