All posts by 21

Aset Kripto Jadi Primadona dalam Agenda Pertemuan Tahunan WEF 2022

Aset kripto kini telah mengambil peran penting pada pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) 2022 di Davos, Swiss, meskipun dunia keuangan arus utama masih memandang sebelah mata sektor ini. Dalam pertemuan yang digelar 22-26 Mei 2022 itu juga diadakan diskusi serius tentang aset kripto, dengan peserta industri sebagai pemain kunci.

Dilansir Be[in]crypto, Beberapa tokoh penting di dunia kripto seperti perwakilan dari Ripple, Circle Internet Financial, hingga walikota Miami, AS, turut meramaikan gelaran WEF tahun ini. Selain itu, WEF 2022 juga mengadakan panel diskusi guna membahas mata uang digital bank sentral (CBDC).

Blockchain dan digitalisasi serta dampak selanjutnya pada berbagai sektor global juga akan menjadi topik utama selama pertemuan tahunan WEF. Hal itu meliputi diskusi mengenai peran yang muncul dari market keuangan terdesentralisasi (DeFi) hingga bagaimana blockchain dapat diterapkan untuk memberantas kemiskinan dunia.

World Economic Forum
Pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss bahas soal aset kripto. Foto: Getty Images.

Baca juga: Investasi Aset Kripto Sarana Pengembangan Ekonomi Anak Muda

Dorong Adopsi Kripto Lebih Cepat

Berbagai eksekutif dari sektor industri kripto telah menghadiri pertemuan tahunan para pemimpin bisnis dan politisi di resor Alpen, Swiss saat WEF 2022 berlangsung. Mereka berusaha untuk mendorong adopsi aset kripto lebih cepat dari teknologi mereka.

Para eksekutif itu telah berbondong-bondong masuk ke industri kripto dengan harapan pengembalian cepat, meskipun ada peringatan dari regulator bahwa aset yang muncul bisa berisiko tinggi. Contohnya, terjadi pada kasus LUNA, hingga saat ini koin digital terbesar kedelapan dan didukung oleh investor kripto institusional, telah kehilangan hampir semua nilainya.

“Yang mengejutkan saya adalah seberapa cepat itu benar-benar meledak menjadi tidak ada apa-apa,” kata Jeremy Allaire, CEO dan salah satu pendiri Circle Internet Financial, soal stablecoin USDC-nya dipatok ke dolar AS dan tentang keruntuhan LUNA.

“Untuk melihat sesuatu yang tampak seperti persaingan pertumbuhan tinggi yang nyata benar-benar meledak menjadi nol dalam 72 jam, saya belum pernah melihat yang seperti itu,” katanya kepada Reuters.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Jaap Arriens | NurPhoto | Getty Images.

Baca juga: Lebih Memahami Ekonomi Kreatif: Pengertian, Pendorong dan Contohnya

Blockchain Jadi Bahasan Utama WEF 2022

Beberapa perusahaan blockchain mendorong agenda aset kripto di pertemuan tahunan WEF 2022. Sesi tahun ini, menurut CEO Securrency, Dan Doney, bertujuan untuk membangun hubungan dan jaringan, serta menyoroti bagaimana menjembatani kesenjangan antara teknologi baru dan keuangan tradisional.

Menurut Stan Stalnacker, Chief Strategy Officer (CSO) Hub Culture, yang juga mengoperasikan mata uang digital, 50% toko di Davos, Swiss telah melirik teknologi berbasis kripto dan blockchain. WEF percaya bahwa dalam hal efek sosial, kripto memiliki argumen yang lebih kuat.

“Aset kripto dapat mempromosikan inklusi keuangan dengan mendorong inovasi dalam layanan keuangan, seperti pembayaran mikro peer-to-peer, yang berpotensi memberikan aksesibilitas kepada siapa saja yang memiliki koneksi internet dan mengurangi biaya dengan mengotomatisasi layanan keuangan dalam skala besar,” kata WEF.

World Economic Forum
Pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss bahas soal aset kripto. Foto: Getty Images.

Tetapi, ada pandangan bahwa kripto dapat membahayakan sistem keuangan karena berbagai alasan, termasuk mendorong aktivitas kriminal dan kurangnya pengetahuan, transparansi, dan regulasi. Ada sentimen risiko terbesar kripto adalah pencucian uang dan penggunaannya untuk mendanai terorisme.

Sementara, argumen itu dapat dibantah keras, buktinya kripto memiliki reputasi baik untuk menyediakan perlindungan untuk pencegahan kegiatan kriminal, karena menampilkan aktivitas transaksi dan transfer data yang transparan dan jejak digital yang jelas.

Baca juga: Mendag Lutfi Apresiasi Program Akselerator Startup Blockchain, TSBA



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Market Signal 25 Mei 2022: Dinamika Pasar Kripto Masih Statis

Pergerakan market aset kripto tampaknya masih statis selama beberapa waktu mendatang. Secara umum, dinamika pasar kripto belum menunjukan penguatan harga, lantaran belum ada sentimen kuat yang mampu mendongkrak nilai transaksi.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan sebagian besar investor masih belum terlalu optimistis terhadap pasar kripto, mengingat ancaman ketidakpastian makroekonomi yang masih membayangi. Alhasil pergerakan sejumlah aset kripto terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap belum mampu menyentuh level resistance-nya.

“Pelaku pasar sebenarnya belum all out di pasar kripto karena sentimen pasar belum membaik. Mereka tampaknya ragu meramaikan market, setelah melihat nilai indeks Nasdaq yang juga terjun,” kata Afid.

Afid kembali mengingatkan bahwa ada tiga situasi makroekonomi yang saat ini membuat market kripto tertekan dan belum menunjukan bull run-nya. Tiga hal tersebut adalah inflasi tinggi di sejumlah negara, potensi resesi ekonomi dan kebijakan moneter hawkish The Fed. 

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

“Menyikapi hal tersebut, investor akan bergerak menuju aset yang lebih aman. Namun, ada sedikit kecenderungan investor akan mengambil sikap akumulasi buy the dip yang mungkin bisa menopang laju kripto di jangka pendek,” terangnya.

Trading Altcoin Lebih Cuan Dibanding Bitcoin

Di samping itu, Afid melihat saat ini cukup bagus untuk melakukan trading di altcoin daripada Bitcoin dan aset kripto besar lainnya. Altcoin lagi potensial buat minggu, terlebih sudah ada yang mencapai kenaikan harga yang signifikan.

Bitcoin (BTC) terus diperdagangkan dengan ketat dan masih berjuang untuk membuat terobosan yang menentukan di atas atau di bawah $ 30.000. Level support BTC kini berada dikisaran $ 27.500, yang telah menstabilkan aksi harga selama seminggu terakhir.

Pelaku pasar kini cenderung perlahan mengakumulasi altcoin, utamanya ADA dan DOT untuk memitigasi risiko BTC. Kemudian, Kava (KAVA) yang tumbuh 14,99% dalam 24 jam terakhir pada Rabu (25/5) menjelang perilisan upgrade Kava 10.

Selain KAVA, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan keempat bulan Mei ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Baca juga: Direktur IMF Akui Keunggulan Aset Kripto dan Sepakat Bukan Mata Uang

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. Kava (KAVA)

Analisis teknikal Kava (KAVA).

Membuka daftar aset kripto berpotensi bullish di pekan terakhir Mei 2022 ini adalah KAVA. Kripto ini sudah lama nyaman dalam daftar bullish, namun apakah akan terus berlanjut?

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, yakin potensi kenaikan harga KAVA masih terus berlanjut. Alasannya, KAVA masih tetap akan meluncurkan mainnet Kava 10 yang digelar 25 Mei ini.

“Sentimen positif KAVA terus menguat. Kemungkinan besar level support KAVA akan meningkat dari $ 2,3 menjadi $ 2,8. KAVA masih dapat bergerak menuju harga sekitar $ 4 atau naik 76% dalam beberapa hari ke depan,” kata Afid.

Menurut Afid, mainnet Kava 10 sudah lama ditunggu investor, karena akan menghubungkan dua ekosistem terdesentralisasi terbesar antara Ethereum dan Cosmos. Tentu akan menciptakan lonjakan aktivitas di jaringan Kava.

Peringkat KAVA di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #83, dengan kapitalisasi pasar $ 552.078.034. Pasokan yang beredar 197.039.622 koin KAVA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

2. THORChain (RUNE)

Analisis teknikal THORChain (RUNE).

Selanjutnya adalah THORChain yang berpotensi bullish. Token RUNE masih dipengaruhi oleh sentimen positif dari perilisan mainnet yang kemungkinan terjadi pada 31 Mei mendatang.

Berdasarkan analisis teknikalnya, Afid melihat RUNE memang sempar terjadi koreksi harga, tapi, saat ini perlahan bergerak naik. Kemungkinan besar RUNE dapat terus bergerak menuju harga $ 4 atau naik sekitar 50% dari harga bawah $ 2,9 dalam beberapa hari ke depan. 

“RUNE masih mendapatkan sentimen positif dari rumor perilisan mainnet pada akhir Mei nanti. Kabar itu sudah menguat sehingga mendorong harga RUNE, di mana investor sudah mulai hold dan trading,” kata Afid.

THORChain sendiri adalah sebuah protokol blockchain terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna dengan mudah menukar aset kripto mereka dari berbagai jaringan, termasuk Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), dengan token lainnya yang tidak berada di dalam jaringan yang sama, tanpa perlu pihak ketiga, seperti Coinbase atau Binance.

Peringkat RUNE di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #56, dengan kapitalisasi pasar $ 1.018.379.350. Pasokan yang beredar 330.688.061 koin RUNE dan maksimal pasokan 500.000.000 koin RUNE.

3. IoTeX (IOTX)

Analisis teknikal IoTeX (IOTX).

IoTeX (IOTX) sudah dikenal luas di dunia kripto dengan status sebagai aset yang sangat menjanjikan. IoTeX (IOTX) adalah sebuah platform yang menggabungkan teknologi blockchain yang aman dengan Internet of Things (IoT). 

Afid menjelaskan IOTX bisa menjadi kripto yang berpotensi bullish pekan ini. Sentimen positif IOTX datang dari perilisan mainnet pada 30 Mei mendatang. Mainnet ini bisa meningkat kecepatan dan transaksi, staking yang didukung melalui protokol web3 hingga peningkatan ketahanan koneksi p2p.

“Dari analisis teknikalnya, harga IOTX perlahan sudah naik dalam beberapa hari terakhir. Harga IOTX bisa mencapai $ 0,046 atau sekitar 16% dari level support-nya yang berada di $ 0,039,” kata Afid.

Peringkat IOTX di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #102, dengan kapitalisasi pasar $ 381.234.875. Pasokan yang beredar 9.540.779.324 koin IOTX dan maksimal pasokan 10.000.000.000 koin IOTX.

Baca juga: Aset Kripto Jadi Primadona dalam Agenda Pertemuan Tahunan WEF 2022

4. Loopring (LRC)

Analisis teknikal Loopring (LRC).

LRC adalah token kripto Loopring berbasis Ethereum, protokol terbuka yang dirancang untuk membangun pertukaran crypto terdesentralisasi. Tujuan Loopring adalah untuk menggabungkan jaringan terpusat dengan penyelesaian pesanan on-blockchain yang terdesentralisasi menjadi produk hybrid.

Afid mengungkap LRC kemungkinan besar akan bullish pada pekan ini. Alasannya kabar GameStop, perusahaan game ritel terbesar di dunia meluncurkan versi beta dompet kripto dan NFT yang menggunakan jaringan Loopring Layer 2. 

“Masuknya GameStop ke industri kripto dengan dukungan Loopring membuat harga LRC berpotensi naik. Analisis teknikal melihat LRC akan mengalami kenaikan harga hingga 28% menuju $ 0,64 dari level support $ 0,54,” tutur Afid.

Peringkat LRC di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #68, dengan kapitalisasi pasar $ 752.428.116. Jumlah koin yang beredar 1.330.082.009 koin LRC dan maks. pasokan 1.374.513.896 koin LRC.

5. Fantom (FTM)

Analisis teknikal Fantom (FTM).

Fantom adalah platform smart contract berbasis directed acyclic graph (DAG) dengan kinerja yang tinggi, aman serta skalabilitas tinggi. Sayangnya, dalam dua pekan terakhir ini nilai FTM terus merosot.

Afid melihat nilai FTM yang reli bergerak naik diakibatkan oleh spekulasi tokoh penting dalam Fantom dan Yearn Finance, Andre Cronje yang merupakan arsitek di Fantom Foundation akan kembali aktif proyek DeFi tersebut.

“FTM belum bisa lepas dari dampak keluarnya Andre Cronje dan Anton Nell. Namun, ada spekulasi mereka akan kemballi meningkatkan harga FTM,” jelas Afid. 

Analisis teknikal FTM melihat ada pergerakan naik meski perlahan dalam beberapa hari terakhir. Kemungkinan besar nilai FTM bisa mencapai $ 0,51 atau sekitar 31% dari level support $ 0,41.

Peringkat FTM di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #52, dengan kapitalisasi pasar $ 1.079.759.008. Pasokan yang beredar 2.545.006.273 koin FTM dan maksimal pasokan 3.175.000.000 koin FTM.

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. Beta Finance (BETA)

Analisis teknikal Beta Finance (BETA).

Beta Finance (BETA) adalah platform pinjaman aset kripto dan DeFi. Beta Finance memiliki alat perdagangan untuk memfasilitasi pengalaman pengguna DeFi.

Beta Finance memang sudah dikenal luas di dunia aset kripto dengan status sebagai crypto yang sangat menjanjikan. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan BETA kemungkinan besar masih akan terus mengalami penurunan harga.

“Dari analisis teknikal, terlihat saat ini BETA sudah sampai titik jenuh atau overbought. Penurunan harga akan terjadi ke $ 0,12 atau sekitar 23% dan bisa anjlok ke level support-nya $ 0,07 selama beberapa hari ke depan,” ucap Afid.

Peringkat BETA di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #366, dengan kapitalisasi pasar $ 62.957.220. Jumlah koin yang beredar 401.666.667 koin BETA dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin BETA.

Baca juga: Boss Binance: Jika Binance Bangkrut, Investasi Kalian Masih Aman

2. Anchor Protocol (ANC)

Analisis teknikal Anchor Protocol (ANC).

Anchor Protocol (ANC) kembali terjebak dalam fase bearish pada pekan ini. Kabar penolakan proposal pemotongan hasil oleh pemegang token ANC masih terus menekan harganya. 

“ANC kemungkinan besar akan masuk bearish. Dari segi analisis teknikalnya ANC tidak ada harapan lagi untuk bullish. ANC bisa terus turun bahkan bisa mencapai harga di bawah $ 0,3,” kata Afid.

Anchor Protocol adalah protokol pinjam meminjam di blockchain Terra. ANC adalah token utilitas dan tata kelola asli protokol yang memungkinkan pengguna untuk berpartisipasi dalam tata kelola, pinjam meminjam, dan mendapatkan bunga dengan aset digital mereka menggunakan model jaminan berlebih.

Peringkat ANC di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #276, dengan kapitalisasi pasar $ 101.367.663. Pasokan yang beredar 348.969.807 koin ANC dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin ANC.

3. Elipsis (EPX)

Analisis teknikal Ellipsis (EPX).

Ellipsis adalah aset kripto yang beroperasi pada platform BNB Smart Chain (BEP20). Pada 31 Maret lalu, melakukan migrasi token dari Ellipsis (EPS) ke Ellipsis (EPX).

Setelah migrasi, token baru dikunci dari transfer hingga protokol Ellipsis 2.0 diluncurkan pada 23 Mei lalu, Binance Convert telah menambahkan beberapa pasangan EPX untuk diperdagangkan. Afid melihat EPX bisa masuk fase bearish karena sudah melampaui titik jenuh atau overbought pasca protokol baru dirilis.

“EPX bisa turun harganya kalo dilihat dari analisis teknikalnya. Penurunan dapat terjadi sekitar 15% menuju harga $ 0,0022 tapi masih jauh dari level support-nya yang berada di $ 0,0015,” ungkap Afid.

Peringkat EPX di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #2813, dengan kapitalisasi pasar tidak tersedia. Pasokan yang beredar tidak tersedia dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin EPX.

4. Perpetual Protocol (PERP)

Analisis teknikal Perpetual Protocol (PERP).

Perpetual protocol adalah sebuah protokol terdesentralisasi yang dapat digunakan untuk memperdagangkan kontrak perpetual dengan dana pinjaman. PERP token adalah sebuah ERC-20 native token dari Perpetual protocol yang digunakan sebagai token tata kelola dan juga staking.

Afid mengatakan PERP kemungkinan besar akan masuk zona bearish. “PERP telah mencoba untuk bergerak naik, namun tampaknya gagal dan akan terus alami penurunan. PERP bisa turun hingga harga $ 1,16 atau 17% dari $ 1,42,” jelasnya.

Peringkat PERP di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #271, dengan kapitalisasi pasar $ 103.567.376. Pasokan yang beredar 76.475.000 koin PERP dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Tips Cuan Investasi Kripto Kala Market Bearish dan Kekhawatiran Stablecoin

5. Automata Network (ATA)

Analisis teknikal Automata Network (ATA).

Automata Network adalah protokol layanan terdesentralisasi yang menyediakan lapisan privasi middleware untuk dApps di beberapa blockchain. Sementara, ATA adalah token utilitas asli di ekosistem Automata Network dan merupakan bagian dari Binance Launchpool.

Afid melihat dari analisis teknikalnya, ATA telah mengalami penurunan yang cukup signifikan pada pekan lalu, kemudian berusaha konsolidasi bergerak naik, namun gagal. Kemungkinan besar ATA akan kembali masuk zona bearish pada pekan ini.

“ATA gagal menuju level resistance-nya di $ 0,26 sehingga sulit untuk bull run. ATA kemungkinan akan terus turun dari harga saat ini $ 0,18 menuju $ 0,16 atau sekitar 13%,” ucap Afid.

Peringkat ATA di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #539, dengan kapitalisasi pasar $ 29.428.002. Pasokan yang beredar 172.252.000 koin ATA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Disclaimer:

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Boss Binance: Jika Binance Bangkrut, Investasi Kalian Masih Aman

CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ), mengatakan bahwa jika pertukaran (Binance) bangkrut, pengguna Binance akan diprioritaskan untuk pengembalian dana sebelum pemegang saham.

Komentar ini dikatakan ketika sesi AMA (Ask Me Anything) yang dilakukan pada 21 Mei. Sayangnya sesi AMA ini sudah dihapus dan tidak ada alasan.

Dalam sesi ini, CZ juga menjelaskan berbagai topik seperti dana pengguna, masa depan Binance Chain.

Changpeng Zhao mengatakan bahwa Binance tidak pernah mencampurkan dana pengguna dengan dana operasi pialang Binance.

Dia menekankan jika ada kebangkrutan atau kejadian yang tidak terduga, maka uang atau investasi akan dikembalikan terlebih dahulu ke pengguna.

Baca juga: Apakah Do Kwon Layak Dipenjara, Atau Keruntuhan Terra Hanya Keteledoran?

Di dalam pertanyaan AMA ini, CZ juga mengatakan tentang masa depan BNB Chain:

“Secara jujur, saya tidak terlibat didalam pengambilan keputusan di BNB chain. Saya mempunyai pemahaman teknologi yang terbatas. Yang saya tahu adalah ada trade off antara jumlah node dengan kinerja (saat ini) untuk evolusi blockchain kami.”

CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ)

Ketika ditanya tentang adanya UST dan LUNA lagi di Binance, dia menjawab bahwa ada banyak pertukaran terdesentralisasi di dunia. Jika perdagangan diberhentikan dan harga naik di bursa lain, investor akan mempertanyakan keputusan tersebut.

Walaupun dia mengetahui UST dan LUNA adalah projek gagal, dia tetap memutuskan untuk melanjutkan perdagangan kedua token tersebut.

Dia menambahkan:

“Tidak ada yang memaksa siapa pun untuk membeli hanya karena pialang menyediakan. Ada pembeli dengan toleransi resiko tinggi yang bersedia melakukan perdagangan. Pasar bersikap netral.”

CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ)

Baca juga: Terra LUNA Naik 100% di Tengah Volatilitas yang Gila, Fokus pada Rencana Pemulihan

Karena LUNA, Binance juga rugi sangat banyak. Ketika LUNA di harga tertinggi, Binance mempunyai $ 1,6 miliar dari LUNA. Namun, dia tidak menjual satu token-pun. Pada tanggal 18 May, investasi Binance di Luna hanya senilai $ 2,7 juta, rugi $ 300.000 karena investasi awal kepada LUNA senilai $ 3 juta.

CZ juga mengatakan kepada Do Kwon, pencipta LUNA, untuk mengembalikan uang retail investor terlebih dahulu sebelum mengembalikan uang kepada Binance.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Terra LUNA Naik di Tengah Volatilitas yang Gila

Runtuhnya ekosistem Terra akibat ambruknya harga dari stablecoin UST dan token LUNA benar-benar menjadi berita terpanas saat ini, karena ada begitu banyak investor yang merugi dan kehilangan tabungan seumur hidup mereka.

Terra yang pada awalnya terlihat sangat menjanjikan, yang juga memborong Bitcoin (BTC) sebagai cadangan dari UST, telah dihantam aksi jual besar-besaran yang merosotkan nilai UST jauh dari kata stabil.

Karena algoritmiknya, jatuhnya UST memicu pencetakan token LUNA secara masif, yang menciptakan hiper inflasi dan membawa harganya jatuh mendekati 100%.

Terlihat suram, ini memang hampir mati karena aksi jual gila dan investor mulai pesimis terhadapnya.

Namun, belum lama harga dari token LUNA, yang sudah merosot tajam, mengalami kenaikan 100% di tengah volatilitas yang gila, menuju kisaran $ 0,0002, tapi pagi hari ini sudah turun lagi sebanyak 25%, ke $ 0,00016.

Baca juga: Nilai Burn Shiba Inu (SHIB) Lompat 800% Setelah Hadiah Didistribusikan

Tentu saja, setiap kenaikan menjadi sorotan pada LUNA, yang mendapat tanggapan beragam, ada yang melihat itu adalah “aksi tipu daya” para bandar, dan ada juga yang melihat kejatuhan LUNA tidaklah seburuk yang difikirkan, ini masih bisa bangkit kembali.

Memang jelas, masih ada beberapa ahli yang meyakini bahwa LUNA masih memiliki dukungan yang kuat dan penilaian pasar yang besar, yang membuatnya mampu tumbuh di tengah koreksi pasar crypto, sebelum crash melandanya. Dalam beberapa pandangan, ini jatuh karena manipulasi pemain besar dan dilakukan dengan sengaja.

Baca jugaInilah 4 Cara Orang Kaya Menghasilkan Pendapatan Pasif

Yang jelas, CEO Terraform Labs, Do Kwon dan tim, masih berdiri untuk memulihkan ekosistem, dengan mengupayakan hard fork yang masih dalam tahap voting, yang akan segera berakhir untuk melihat seperti apa ini akan berjalan.

Secara teknikal analisis, tidak ada alat yang mendorong pembelian Terra LUNA. Jika menggunakan timeframe lebih tinggi, sudah kelihatan Terra LUNA adalah pump and dump koin.

Sudah tentu dimana ada volatilitas di sana anda bisa menghasilkan uang, juga sama, anda juga akan rugi.

Untuk saat ini, tidak bagus untuk membeli semua altcoin karena kripto tersebut berdarah, jika dibandingkan dengan BTC, ETH dan juga USDT.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum 2.0 Siap Meluncur Agustus? Ini Kejelasannya

Ethereum 2.0 dikabarkan akan meluncur di Bulan Agustus 2022 setelah adanya pernyataan dari developer utama Ethereum (ETH) di acara Permissionless. 

Tim developer Ethereum sedang mengejar waktu menuju Agustus karena dengan Ethereum 2.0, mereka harus mengurus mekanisme “difficulty bomb” atau peningkatan kesulitan menambang ETH yang juga harus diluncurkan di Agustus.

Ethereum 2.0 Diprediksi Meluncur Agustus 2022

Developer utama Ethereum, Preston Van Loon menyatakan bahwa Ethereum 2.0 akan diselesaikan dalam tiga bulan ke depan. 

Sejauh ini jika sesuai rencana, menurutnya Ethereum 2.0 akan diluncurkan pada Bulan Agustus yang membuat urgensi difficulty bomb menjadi lebih besar. 

Difficulty bomb adalah mekanisme yang diciptakan oleh developer Ethereum pada Tahun 2016 dalam rangka untuk terus meningkatkan kesulitan penambangan Ethereum agar imbalan penambang terus berkurang sepanjang waktu. 

Mekanisme ini diterapkan pada blockchainnya saat ini yang menggunakan mekanisme Proof of Work

Baca juga: Belajar dari Kripto UST dan LUNA, Stablecoin Masih Aman Jadi Instrumen Investasi?

Tapi, jika ETH 2.0 diluncurkan maka mekanisme ini tidak diimplementasikan di blockchain baru, karena blockchain barunya menggunakan mekanisme Proof of Stake

Justin Drake dari Ethereum Foundation juga menyetujui rencana ini dengan mendorong developer untuk meluncurkan Ethereum 2.0 bersama difficulty bomb di Agustus. 

Nantinya jika Ethereum 2.0 diluncurkan, akan terjadi penggabungan dalam sebuah kejadian yang dinamakan The Merge. 

The Merge mereferensikan kondisi dimana data dari blockchain Ethereum Proof of Work saat ini bergabung dengan blockchain Proof of Stake yang baru.   

Kejadian ini akan membuat para penambang atau miner berubah menjadi staker atau kegiatan melakukan staking. Sebab dalam blockchain Proof of Stake, untuk menjadi validator, seorang individu harus melakukan staking

Mekanisme mining atau penambangan masih bisa dilakukan pada jaringan yang lama, namun tergantung penggunanya. 

Apa bila tidak ada yang menggunakan jaringan lama untuk transaksi maka kegiatan penambangan akan berhenti karena tidak ada transaksi yang divalidasi. 

Baca juga: Investor Terra LUNA Korsel Mencapai 280 Ribu Orang, Total 70 Miliar LUNA

Mengapa Agustus?

Banyak investor yang bertanya mengapa tim Ethereum memilih Agustus sebagai waktu peluncuran Ethereum 2.0 tersebut. 

Jawabannya adalah karena adanya mekanisme difficulty bomb yang sebelumnya telah dikatakan. 

Mekanisme difficulty bomb jika dilihat secara luas hampir dapat disamakan dengan mekanisme halving yang berada pada blockchain Bitcoin

Intinya mekanisme tersebut akan membuat validasi transaksi lebih sulit dan imbalan menjadi lebih kecil. 

Agustus merupakan waktu dimana implementasi mekanisme ini akan dilakukan lagi dan dengan adanya mekanisme tersebut urgensi Ethereum 2.0 untuk selesai menjadi lebih besar. 

Alasannya adalah, developer Ethereum dapat meningkatkan difficulty bomb secara drastis sehingga penambangan jauh lebih sulit dan imbalan jauh lebih kecil dari saat ini. 

Ethereum 2.0 Siap Meluncur Agustus? Ini Kejelasannya
Pengertian Difficulty Bomb

Bersama dengan peluncuran Ethereum 2.0, mekanisme tersebut akan mengurangi insentif untuk para validator yang menetap di blockchain lama agar pindah ke blockchain baru yaitu Blockchain Proof of Stake Ethereum 2.0. 

Jadinya developer Ethereum “mengejar target” untuk menyelesaikan Ethereum 2.0 di Agustus agar bisa “mengusir” para penambang di blockchain lama dan memberinya “tempat” baru untuk mendapat imbalan secara sekaligus. 

Hingga saat ini sangat banyak investor yang menunggu peluncuran Ethereum 2.0 karena beberapa alasan. 

Pertama adalah dengan blockchain baru maka Ethereum akan bergerak lebih efisien dengan biaya transaksi yang lebih rendah, konsumsi energi yang lebih rendah, dan kecepatan transaksi yang lebih tinggi. 

Baca juga: Tips Cuan Investasi Kripto Kala Market Bearish dan Kekhawatiran Stablecoin

Kedua adalah dengan blockchain baru maka untuk menjadi validator di Ethereum menjadi lebih mudah dari sisi mekanisme, walau tetap butuh modal untuk staking sebesar minimal 32 ETH. 

Ketiga adalah akan munculnya kelangkaan terhadap persediaan ETH yang beredar di pasar. Hal ini disebabkan dengan ETH 2.0, jumlah ETH yang dikeluarkan akan berkurang hingga 90%. 

Jadi dengan mekanisme ini ETH akan lebih langka. Jika permintaan meningkat maka kemungkinan besar harga akan meningkat. 

Ethereum 2.0 Siap Meluncur Agustus? Ini Kejelasannya
Penjelasan Mekanisme Sharding ETH 2.0

Keempat adalah dari sisi teknikal blockchain dimana akan adanya mekanisme sharding yang telah terbukti membuat peningkatan dalam efisiensi penyimpanan data dalam satu block yang berujung pada kecepatan transaksi yang meningkat. 

Hingga saat ini belum ada kabar terbaru lagi, tapi developer masih terus berusaha untuk mengejar target di Bulan Agustus 2022. 

Sumber





Sumber : news.tokocrypto.com

Bursa Kripto Korsel Ingatkan Pengguna Terkait Pembaruan Litecoin (LTC)

Bursa kripto, Bithumb dan Upbit menerbitkan peringatan investasi soal Litecoin (LTC) menyusul pembaruan Mimblewimble yang menambahkan fitur transaksi rahasia ke aset kripto tersebut.

Bithumb dan Upbit merupakan dua di antara empat bursa kripto terbesar di Korea Selatan yang menguasai mayoritas volume perdagangan kripto di negara itu.

Aktivasi teknologi privasi Mimblewimble oleh Litecoin berarti pengguna dapat melakukan transaksi rahasia melalui blockchain Litecoin. Fitur ini ditambahkan pada 20 Mei 2022, dua setengah tahun setelah diumumkan pertama kali.

Baca juga: Apa Itu Aset Kripto Nexo (NEXO) dan Mobilecoin (MOB)?

Pada hari Senin (23/05), Bithumb berkata pengguna Litecoin dapat mengirim token sembari menyamarkan informasi transaksi. Sebab itu, LTC memasuki daftar aset kripto yang diawasi.

“Demi melindungi nasabah dan investor, kebijakan Bithumb meliputi delisting aset digital yang tidak sesuai dengan regulasi dan panduan dari pemerintah serta regulator keuangan,” jelas Bithumb.

Hari ini, Upbit menerbitkan peringatan serupa. Kedua bursa kripto besar lainnya di Korsel, yakni Korbit dan Coinone, belum merilis pengumuman terkait fitur baru dari Litecoin tersebut.

Bithumb dan Upbit merujuk kepada Pelaporan dan Penggunaan Informasi Transaksi Keuangan, aturan di Korsel yang mewajibkan bursa kripto untuk menerapkan prosedur Know Your Customer (KYC) dan anti pencucian uang.

The Block Crypto melansir, berdasarkan rekam jejak sebelumnya, bursa kripto di Korea acapkali melakukan delisting aset kripto yang dianggap tidak sesuai dengan aturan tersebut.

Baca juga: Hasil Survei The Fed: Warga AS Membeli Kripto untuk Investasi, Bukan Transaksi

Pembaruan Litecoin, MimbleWimble

Litecoin diluncurkan pada tahun 2011 dan merupakan salah satu pesaing paling awal bagi Bitcoin (BTC). LTC merupakan aset kripto terbesar ke-18 berdasarkan kapitalisasi pasar sebesar US$ 4,9 milyar menurut data CoinGecko.

Pada tahun 2019, pencipta Litecoin Charlie Lee mengungkap potensi penggunaan teknologi Mimblewimble untuk menambahkan fitur privasi dan fungibility kepada aset kripto tersebut.

“Perjuangan berikutnya adalah soal fungibility dan privasi. Saya akan fokus menjadikan Litecoin lebih fungible dengan cara menambahkan transaksi rahasia,” ungkap Lee saat itu.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

PSS Sleman Rilis Koleksi NFT Sembodoverse Jalan Masuk ke Metaverse

Non-fungible Token (NFT) kini sudah mulai masuk ke berbagai industri di Indonesia, termasuk olahraga. Salah satu klub sepak bola di Indonesia, PSS Sleman merilis koleksi NFT Elja Warrior of Sembodoverse sebagai wadah baru untuk meningkatkan loyalitas para pendukungnya.

Dikutip Liputan6, Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada (PT PSS), Andy Wardhana Putra, mengatakan proyek NFT ini bisa bisa membawa PSS Sleman ke titik yang lebih jauh lagi dalam hal digitalisasi. NFT Sembodoverse menjadi bagian dan terobosan terbaru dari klub sepak bola asal Yogyakarta yang berbasis di Kabupaten Sleman itu.

Klub bola yang dijuluki sebagai Super Elja atau Super Elang Jawa itu akan merilis 10.000 item NFT eksklusif yang terinspirasi dari semangat Elang Jawa dan semangat Fans PSS Sleman.

“Elja Warrior of Sembodoverse merupakan bagian dari Proyek Sembodoverse yang dibangun oleh PSS Sleman yang akan menandai mereka sebagai klub sepak bola profesional pertama dari Indonesia yang siap memasuki metaverse,” tulis dalam keterangan di situs resmi PSS Sleman.

NFT PSS Sleman
PSS Sleman merilis koleksi NFT Elja Warrior of Sembodoverse sebagai wadah baru untuk meningkatkan loyalitas para pendukungnya. Foto: Screenshot.

Baca juga: Tanah Cluster Metaverse Pertama di Indonesia Laku Terjual Rp 150 Juta

Proyek NFT Sembodoverse Pakai Blockchain Polygon

Proyek NFT Sembodoverse ini akan menggunakan jaringan blockchain Polygon. Pemegang NFT bisa merasakan utilitas kehidupan nyata seperti mendapatkan eksklusif jersey PSS Sleman yang sudah ditanda tangani oleh para pemain, boneka maskot dan E-Money edisi terbatas.

Nantinya, NFT dari Sembodoverse ini juga akan memiliki beberapa kegunaan yang bisa dinikmati oleh para pemiliknya di dunia nyata, seperti harga khusus untuk tiket pertandingan pertandingan kandang musiman, minuman khusus di Omah PSS, dan lainnya.

“Kami ingin proyek ini menjadi landasan untuk semua pendukung PSS Sleman dan setiap penggemar sepak bola di luar sana terutama orang-orang yang masih baru di ruang NFT. Memiliki gas fee yang tinggi terdengar tidak begitu bermanfaat dan akan memberikan kejutan buruk saat mint. Platform Polygon beroperasi menggunakan blockchain Ethereum dapat meningkatkan fleksibilitas, skalabilitas, dan memiliki biaya gas serendah mungkin dibandingkan dengan gas fee Ethereum asli,” kata PSS Sleman.

NFT PSS Sleman
PSS Sleman merilis koleksi NFT Elja Warrior of Sembodoverse sebagai wadah baru untuk meningkatkan loyalitas para pendukungnya. Foto: Screenshot.

Baca juga: Pasar NFT Diprediksi Tumbuh 35% ke Angka $ 13,6 Miliar pada 2027

Pre-sale Whitelist eksklusif NFT Elja Warrior of Sembodoverse telah dimulai pada 20 Mei 2022, bertepatan dengan HUT PSS Sleman ke-46 dan 29 Mei 2022 untuk public sale. Setiap NFT akan dijual seharga 8,49 Matic (Pre-sale Whitelist eksklusif) dan 16,49 Matic (Public sale).

Lalu, bagaimana mendapat token MATIC agar bisa membeli NFT Elja Warrior of Sembodoverse? Jika Anda orang Indonesia, dapat pergi ke Tokocrypto menggunakan link ini dan mengirim Matic ke wallet kamu. Jika kamu menggunakan link tersebut akan mendapatkan diskon 10% untuk transaksi.



Sumber : news.tokocrypto.com

3 Altcoin yang Perlu Dibeli di Tahun 2022

Bitcoin sudah turun dari $ 30.000 menjadi $ 29.200 pada saat berita ini tayang. Banyak orang bertanya apakah saat ini bisa beli buy the dip untuk Bitcoin dan altcoin?

Cryptoharian memprediksi penurunan lebih dalam masih akan terjadi (bukan finansial advice).

Kapan akan turun? Menurut Cryptoharian, setelah FOMC meeting yang akan terjadi di tanggal 14-15 Juni menurut website the FED.

Kenapa?

Karena Jerome Powell, ketua FED, sudah mengatakan bahwa The Fed akan mengambil tindakan tegas untuk mengurangi inflasi dan menetral kan pasar. Netral pasar berada di 2-3% menurut beberap analis, tapi The Fed mempunyai kalkulasi mereka sendiri.

Sebagai perbandingan, saat ini pasar berjangka berada di 3.2% di Desember.

Ketika the Fed menaikan suku bunga, DXY, dollar index, akan naik yang akan menyebabkan semua pasar saham akan anjlok. Karena Bitcoin (BTC) mempunyai korelasi positif dengan pasar saham, Bitcoin juga akan anjlok.

Apa hubungannya dengan altcoin?

Ketika Bitcoin anjlok, altcoin juga akan anjlok. Bahkan terkoreksi lebih dalam.

Di artikel sebelumnya, saya sudah menulis berapa Bottom Bitcoin. Anda bisa membaca di sini.

Ini beberapa altcoin yang sedang saya perhatikan dan akan membeli dikemudian hari.

1. Cardano (ADA)

ADA sudah turun sekitar 87% dari ATH. Jika dilihat dengan chart, masih ada kemungkinan untuk ADA turun sekitar 10% lagi.

Baca juga: Investor Terra LUNA Siap Laporkan Do Kwon Atas Dugaan Penipuan Investasi

Garis biru adalah support, dan garis support diatas, WICK sudah hampir menyentuh di ($ 0,35), jika hilang ADA akan ke (0.1441).

Sangat besar kemungkinan ini akan terjadi, mengingat harga BTC sedang naik turun. Bahkan jika Bitcoin naik menjadi $ 40.000 dalam 1 malam.

Kemungkinan ADA untuk turun sangat besar karena ketika Bitcoin naik atau turun, altcoin juga akan turun. Ini sudah terjadi di tahun 2019, dimana ADA turun ketika Bitcoin naik dengan cepat.

Link sudah turun 89%-an sejak ATH.

Fundamental Link sangat bagus, jadi ini adalah salah satu investasi crypto yang lebih aman jika dibandingkan dengan Shiba Inu.

Kenapa?

Karena Chainlink Lab adalah sebuah oracle dan memberikan feed harga kepada semua pengguna.

LINK sudah digunakan oleh ratus hingga ribu perusahaan crypto.

Mengingat tahun 2018 Bubble, harga semua crypto hampir turun 99% dari harga tertinggi.

Jadi, sangat sensible atau masuk akal jika Bitcoin benar-benar capitulate (turun), Harga Bottom LINK bisa berada di sekitar $ 1,50 hingga $ 5. Apalagi jika Bitcoin tidak bisa membuat ma200 harga terendahnya.

Pada saat berita ini tayang, harga LINK berada di $6.90.

Baca juga: Prediksi Harga Bitcoin 2022: Analisa BTC Mingguan

3. Cosmos(ATOM)

Salah satu altcoin yang berperforma bagus ketika bull-run. Coin ini juga sebuah rival dari Ethereum.

Disamping itu, coin ini juga memiliki banyak pendukung dan sudah digunakan oleh banyak perusahaan.

Jika dilihat dari grafik, ATOM sudah turun 81% dari ATH. Menurut Cryptoharian, daerah sekitar $ 4,00 adalah harga yang sangat bagus untuk mengakumulasi ATOM.

Harga saat ini juga sangat menarik untuk melakukan partial-buy.

Kesimpulan

Tidak ada yang tahu kemana harga Bitcoin akan mengarah. Jika Bitcoin bisa bounce back, ada kemungkinan semua altcoin akan mengalami kenaikan juga.

Jika Bitcoin benar-benar ke ma200, harga altcoin bisa minus 50% dari harga saat ini. Jika benar-benar ke $ 15.000, harga altcoin bisa minus 99% dari saat ini.

Note: Bukan finansial advice.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Apakah Do Kwon Layak Dipenjara atas Keruntuhan Terra LUNA

Tanggal 9 Mei 2022 adalah waktu yang akan tercatat dalam sejarah industri aset kripto. Di mana tanggal tersebut merupakan hari dimulainya kehancuran sebuah bulan yang sebelumnya sempat bersninar terang di pasar kripto. 

Tanggal tersebut menjadi penanda awal jaringan Terra runtuh berserta semua ekosistemnya. Stablecoin UST yang sebelumnya diagung-agungkan sebagai koin stabil paling “canggih” hancur berkeping-keping. UST jauh kehilangan pasaknya dari nilai dollar AS. 

Keruntuhan Terra bisa disebut sebagai salah satu bencana terbesar di industri kripto. Banyak orang yang kehilangan uangnya. Investor kecil hingga kakap pun sama-sama gigit jari. Dan yang tak kalah penting, kehancuran Terra menggerus kepercayaan pasar pada industri yang baru saja berkembang ini. 

LUNA/USDT 1 day. Tradingview
Analisis teknikal Terra (LUNA).

Lantas, apakah yang dilakukan oleh developer Terra adalah tindakan kriminal atau sebuah penipuan. Atau hal tersebut merupakan sebuah keteledoran sebuah jaringan?

Perlu sebuah kajian hukum yang mendalam untuk mengkategorikan apakah kasus Terra ini adalah sebuah penipuan yang layak dipidanakan atau mungkin hal ini merupakan ketelodran yang menjadikan jaringan mereka rusak. 

Baca juga: Tips Cuan Investasi Kripto Kala Market Bearish dan Kekhawatiran Stablecoin

Namun, banyak pihak terutama investor dan ritel telah menyeret kasus ini ke ranah pidana. Pendiri Terra Do Kwon mendapat kritkan tajam dan dilaporkan ke penegak hukum, terutama oleh masyarakat Korea Selatan–di mana Do Kwon berdomisili.

Dikutip dari Decrypt, seorang profesor hukum dan mantan jaksa yang berspesialisasi dalam kejahatan kerah putih Randall Eliason, mengatakan, untuk menjatuhkan klaim bahwa Do Kwon dan developer Terra telah melakukan penipuan, diperlukan bukti-bukti yang cukup. Dan menurutnya, hal tersebut bukanlah hal yang mudah. 

Eliason pun membandingkan kasus Terra ini dengan penyebab krisis tahun 2008. Di mana saat itu sebuah bank terbesar Amerika Serikat, Lehman Brother, bangkrut dan mengakibatkan pasar keuangan jatuh dan menjalar pada krisis keuangan ke hampir seluruh dunia. 

Eliason mengatakan, dalam kasus tersebut tidak ada yang dipenjara seoarang pun meski telah  menyebabkan krisis keuangan 2008. Menurutnya, kasus tersebut lebih pada kesembronoan lembaga.

Namun, ini tidak berarti, bahwa Kwon akan lolos dari tuntutan pidana. Penegak hukum masih bisa menyelidiki kasus ini lebih dalam lagi. Karena, dari beberapa isu yang mencuat, terdapat masalah pada platform investasi Terra, Anchor, yang menjanjikan pengembalian yang dijamin sebesar 20%. Meski, jumlah pengembalian  ini masih sangat masuk akal di dunia crypto.

Selemah-lemahnya, komunitas kripto hisa mengharapkan badan pengatur non-kriminal seperti SEC untuk menindak Kwon dengan semua yang mereka miliki dalam hal denda dan hukuman profesional. 

Ini adalah konsekuensi  yang nampaknya lebih adil, bahwa Kwon akan dilarang dari segala jenis perusahaan yang terkait dengan sekuritas di AS, dan bahwa ia akan menghindari menginjakkan kaki di tanah Amerika di masa mendatang.

Baca juga: Apa Itu Aset Kripto Nexo (NEXO) dan Mobilecoin (MOB)?

Sistem Jaringan Terra Mempunyai Kelemahan Fatal

Kehancuran Terra dan jatuhnya harga UST dan LUNA lebih pada kelemahan jaringan yang sangat fatal. Hal tersebut dikatakan oleh seorang developer blockchain sekaligus CTO Ansvia dan Founder Rantai Nusantara Foundation, Robin Syihab

Robin dalam utasnya di Twitter mengatakan, bahwa sistem jaringan di Terra mempunyai celah yang dapat “dipermainkan” oleh entitas yang mempunyai jumlah token UST dalam jumlah besar. 

Selama beroperasi, Terra disokong oleh sejumlah entitas venture capital. Di mana para VC ini yang memodali jaringan Terra untuk menjalankan skema algoritmik bagi stablecoin mereka.

Robin menduga, kehancuran jaringan ini dilakukan oleh seseorang atau sekelompok dengan menggunakan gaya serangan George Soros yang pernah membuat krisis moneter di Asia termasuk Indonesia pada tahun 1998.

“Selain bisa menghancurkan sistem Terra LUNA serangan ala George Soros juga bisa menguntungkan penyerangnya,” tulis Robin. 

Kendati demikian, kasus ambruknya Terra menjadi sebuah pelajaran yang penting bagi komunitas kripto. Dan menjadi tantangan bagi sebuah regulasi yang adil bagi para investor maupun pengembang proyek. 

DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.

Baca juga: Investasi Aset Kripto Sarana Pengembangan Ekonomi Anak Muda

Sumber





Sumber : news.tokocrypto.com

Nilai Burn Shiba Inu (SHIB) Lompat 800% Setelah Hadiah Didistribusikan

Nilai dari mekanisme pembakaran (burning) token Shiba Inu (SHIB) melompat dengan hebat, sebanyak 800% dan mencetak rekor baru di 12,8 miliar token.

Lonjakan fantastis tersebut datang setelah didistribusikannya hadiah bagi kontributor burning melalui portal pembakaran mereka di ShibaSwap. Para kontributor, yakni investor, akan mendapatkan hadiah berupa token yang berbeda ekosistem dengan SHIB, yaitu RYOSHI.

Sejak diluncurkan pada akhir April lalu, portal pembakaran tersebut telah menarik lebih banyak peserta dan jumlah token yang dibakar, untuk dihilangkan dari peredaran untuk selamanya, mengurangi pasokan tetapnya.

Dan sejak hadirnya portal dan pendistribusian hadiah tersebut, para pendukung Shiba Inu, ShibaArmy, telah membakar sekitar 29,5 miliar token SHIB. Setelahnya, angka terus melesat hingga 42,47 miliar token.

Baca juga: Lebih Memahami Ekonomi Kreatif: Pengertian, Pendorong dan Contohnya

Ini adalah rekor yang luar biasa, menunjukkan betapa besar antusias para investor untuk menekan pasokan beradar SHIB, guna mengangkat harganya di masa depan. Setidaknya, itulah tujuan dari burning SHIB.

Diketahui, ada satu alamat burn SHIB besar yang menghancurkan 1,3 miliar token sejauh ini. Itu telah menerima hampir $ 6,5000 dalam bentuk RYOSHI

Portal Burning di ShibaSwap memungkinkan para peserta mendapatkan token RYOSHI. Dan untuk mengklaimnya, peserta harus menggunakan fitur “WOOF” pada ShibaSwap, mengunci aset mereka untuk mencegah peserta menjual RYOSHI mereka setelah didapatkan.

Baca juga20 Pola Candlestick Pattern Lengkap Untuk Trading Saham, Crypto, Forex, Konfirmasi dan Open Posisi

Namun, pada saat pers, harga SHIB berada di $0,00001185 menurut Coingecko. Walaupun ada pembaharuan yang begitu significan, harga tetap tidak kunjung naik. Ini dikarenakan Bitcoin masih indecisive kemana harga jalan.

Saat pasokan terus menyusut, diharapkan kelak permintaan akan token SHIB juga akan meningkat melalui ekosistem mereka, seperti Metaverse, NFT, Game dan lainnya, sehingga permintaan tinggi di kala pasokan menipis, dapat mengangkat harganya lebih baik, bahkan mencetak ATH baru yang diidam-idamkan. Kita lihat saja!

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com