All posts by 21

Kripto Bounce Finance Governance Token (AUCTION) dan StaFi (FIS)

Bounce Finance Governance Token (AUCTION) dan StaFi (FIS) menjadi dua aset kripto yang fokus utama proyeknya untuk mengembangkan platform protokol layanan keuangan desentralisasi (DeFi). Keduanya menawarkan layanan likuiditas aset yang lebih mudah, aman dan transaksi yang lebih cepat dengan teknologi blockchain.

So, mari berkenalan lebih dekat dengan Bounce Finance Governance Token (AUCTION) dan StaFi (FIS).

Bounce Finance Governance Token (AUCTION)

Apa Itu Bounce Finance Governance Token (AUCTION)?

Bounce adalah platform lelang terdesentralisasi, yang menggabungkan penambangan likuiditas, tata kelola terdesentralisasi, dan mekanisme staking. Prinsip pertama Bounce adalah menyelesaikan kelangkaan sumber daya yang menciptakan lingkungan pertukaran yang kompetitif.

Ide “swap” berasal dari Uniswap, di mana likuiditas tak terbatas disediakan untuk peserta. Meskipun ini adalah konsep dan hebat, Bounce berfokus pada skenario sebaliknya.

Bounce Finance Governance Token (AUCTION)
Ilustasi aset kripto, Bounce Finance Governance Token (AUCTION).

Baca juga: Tokocrypto Sediakan Dana Rp 100 Juta untuk Riset Aset Kripto dan Blockchain

Bounce menyediakan lingkungan yang kompetitif, untuk persediaan token atau aset lain yang terbatas seperti NFT. Harta tersebut dapat dilelang dengan berbagai cara, seperti:

Penjualan token kripto ke berbagai jenis lelang di mana jumlah token yang dilelang terbatas dengan prinsip dan batas waktu lelang yang berbeda, seperti harga tetap (pelelangan swap tetap), penurunan harga (Dutch auction) atau harga tersembunyi (lelang tawaran tertutup) lelang NFT dilakukan dengan prinsip yang sama dengan penjualan token. Namun, biasanya ada lebih sedikit NFT (atau hanya bagian unik) untuk dijual.

Apa yang Membuat Bounce Finance Governance Token (AUCTION) Unik?

AUCTION adalah token Ethereum yang mendukung Bounce, protokol lelang terdesentralisasi untuk penjualan token dan NFT. AUCTION mendukung insentif pada protokol, memberikan manfaat dan hak tata kelola bagi pemegang, dan digunakan untuk membayar daftar bersertifikat.

Dilansir Coinbase, Bounce Token disebutkan di 16 dari 1.802.794 posting media sosial di Twitter dan Reddit pada 28 Mei 2022. 22 individu unik berbicara tentang Bounce Token dan berada di peringkat #1.353 di sebagian besar sebutan dan aktivitas dari posting yang dikumpulkan.

Bounce Finance Governance Token (AUCTION)
Ilustasi aset kripto, Bounce Finance Governance Token (AUCTION).

Peringkat AUCTION di situs CoinMarketCap pada Senin (30/5) jam 10.00 adalah #710, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 13.924.392. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 2.083.956 koin AUCTION dan maksimal pasokan 10.000.000 koin AUCTION.

Baca juga: Lebih Kenal Aset Kripto Akropolis (AKRO) & Tellor (TRB)

StaFi (FIS)

Apa Itu StaFi (FIS)?

StaFi (kependekan dari Staking Finance) adalah protokol DeFi pertama yang membuka likuiditas aset yang dipertaruhkan. Pengguna dapat mempertaruhkan token Proof of Stake (PoS) melalui StaFi dan menerima rToken sebagai imbalannya, yang tersedia untuk diperdagangkan, sambil tetap mendapatkan hadiah staking.

rToken adalah turunan staking sintetis yang dikeluarkan oleh StaFi untuk pengguna ketika pengguna memasang token PoS melalui aplikasi StaFi rToken. rToken ditambatkan ke token PoS yang dipertaruhkan oleh pengguna dan imbalan staking yang sesuai. rToken dapat ditransfer dan diperdagangkan kapan saja.

StaFi (FIS)
Ilustrasi aset kripto, StaFi (FIS).

Baca juga: Mengenal Aset kripto Augur (REP) dan Orion Protocol (ORN)

Apa yang Membuat StaFi (FIS) Unik?

FIS adalah token asli Protokol StaFi, yang digunakan untuk mengamankan protokol dengan FIS, holder dapat staking, membayar tx fee, dan mencetak rToken di StaFi.

Protokol StaFi memberi Staker likuiditas token dan biaya yang digunakan untuk membeli kembali FIS dan membakarnya. Hal ini akan menjadi nilai tambah bagi setiap pemegang FIS. Jika holder menggunakan FIS untuk terlibat dalam konsensus online, bisa mendapatkan hadiah inflasi sistemik.

Dilansir Coinbase, StaFi disebutkan di 513 dari 1.802.794 posting-an media sosial di Twitter dan Reddit pada 28 Mei 2022. 643 individu unik membicarakan StaFi dan menduduki peringkat #260 dalam sebagian besar sebutan dan aktivitas dari postingan yang dikumpulkan.

StaFi (FIS)
Ilustrasi aset kripto, StaFi (FIS).

Peringkat FIS di situs CoinMarketCap pada Senin (30/5) jam 10.00 adalah #619, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 20.883.055. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 20.883.055 koin FIS dan maksimal pasokan 114.911.733 koin FIS.

Baca juga: Mengenal Dekat Kripto Wrapped Bitcoin (WBTC) dan Kava Lend (HARD)

Bounce Finance Governance Token (AUCTION) dan StaFi (FIS) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Bounce Finance Governance Token (AUCTION) dan StaFi (FIS).

Trading AUCTION/USDT, AUCTION/BUSD, AUCTION/BTC, FIS/USDT, FIS/RUB dan FIS/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 27 Mei 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran AUCTION dan FIS di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

DISCLAIMERBukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

LUNA 2.0 Anjlok 70% Beberapa Jam Setelah Debut

Terraform Labs meluncurkan versi baru dari blockchain Terra, “Terra 2.0” dengan token LUNA baru pada Sabtu, 28 Mei 2022, pukul 06.00 UTC (13.00 WIB).

Setelah diluncurkan, LUNA mencapai nilai tertingginya pada $ 19,54. Namun 12 jam kemudian, pada saat artikel ini ditayangkan, nilainya turun 73% ke angka $ 5,18. Data tersebut dikutip dari CoinMarketCap.

LUNA to USD. Sumber: Coinmarketcap

Token LUNA tersedia di sejumlah exchange kripto sekitar 10 menit setelah diluncurkan. Saat ini, LUNA diperdagangkan di delapan bursa berbeda yaitu Bybit, Kucoin, Kraken, MEXC, OKK, Bitrue, Kucoin dan BingX.

Baca juga: Aset Kripto dan Blockchain Jadi Perhatian di Pertemuan Tahunan WEF 2022, Apa Dampaknya?

CEO Terra, Do Kwon, tidak menanggapi volatilitas LUNA di hari pertamanya ini. Dia hanya me-retweet beberapa pengumuman dari bursa.

CEO Binance, Changpeng Zhao, menulis “Kredibilitas adalah mata uang utama,” dalam cuitannya tak lama setelah Terra 2.0 memulai debutnya. Binance termasuk di antara mereka yang menawarkan dukungan untuk blockchain baru Terra.

Masih banyak orang yang skeptis tentang Terra 2.0. Salah satunya kripto YouTube, Ben Armstrong, yang mengatakan “Jangan beli LUNA lagi.”

Sementara pengguna Twitter lainnya mengatakan mereka tetap menggunakan LUNA yang lama atau asli. Sejak berganti nama menjadi Terra Classic (LUNC) atau LUNA Classic, nilainya turun 29% selama 24 jam terakhir menjadi $ 0,00009031, menurut CoinMarketCap. LUNC mencapai puncaknya di bulan lalu pada $ 119,18 sebelum ambruk pada awal Mei silam yang menyebabkan kehilangan puluhan miliar dolar.

Sedangkan, dari 1 miliar token LUNA baru, baru 21 juta yang dikirim melalui skema airdop dan ditambahkan ke pasokan yang beredar pada Sabtu. Sisanya akan di-airdrop secara bertahap.

Baca juga: Pasar Sepekan: Market Kripto Belum Kondusif, Bitcoin Gagal Agresif

DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Sepekan: Market Kripto Belum Kondusif, Bitcoin Gagal Agresif

Market aset kripto secara keseluruhan belum kondusif pada pekan terakhir Mei 2022. Sepanjang pekan ini, market bergerak bervariasi, tapi masih terjebak di zona merah atau cenderung bearish.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan pasar kripto tampak belum bergairah pada pekan akhir Mei ini. 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap belum sukses melaju ke zona hijau dalam beberapa hari terakhir.

“Kinerja buruk beberapa aset kripto pada pekan ini disebabkan oleh kondisi pasar yang kurang stabil. Hal itu tercermin dari penguatan nilainya yang cenderung tidak signifikan dan terkesan bikin laju harganya jalan di tempat. Kripto bisa melaju kencang asal volatilitas di pasar berisiko mereda dan prospek makroekonomi yang membaik,” kata Afid. 

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

Afid melanjutkan sentimen negatif pasar yang belum mereda membuat harga Bitcoin gagal agresif. Nilai Bitcoin masih nyaman berada di level terendah sekitar $ 28.000 dan belum bisa naik, karena selama dua minggu terakhir BTC diperdagangkan dalam kisaran harga $ 30.000.

“Bitcoin tidak bisa stabil sampai Wall Street terlihat tenang. Namun, hal itu tampaknya tak akan terlihat dalam jangka waktu dekat. Dari analisis teknikalnya, BTC akan naik dari level oversold yang dapat mengindikasikan fase pemulihan singkat,” jelasnya.

Baca juga: Binance dan Bursa Besar Lainnya Dukung Peluncuran Terra 2.0

Kabar menarik pada pekan ini datang dari Terralabs Form, perusahaan yang bertanggung jawab atas Terra Blockchain (LUNA) siap untuk memperbarui jaringan dan menerbitkan koin baru untuk ekosistemnya. Setelah melewati proses voting, akhirnya Terra mencapai persetujuan dengan para investor LUNA untuk membuat blockchain baru. 

Dalam jaringan baru nanti, UST tidak akan ada lagi karena Terra tidak memiliki stablecoin lagi. Kemudian, blockchain dan koin yang Terra lama diubah menjadi Terra Classic dengan koin Luna Classic (LUNC) dan UST Classic (USTC). 

Apa Itu Terra (LUNA) Crypto? Pengertian Untuk Pemula
Ilustrasi aset kripto, Terra (LUNA).

“Blockchain baru Terra ini menjadi babak baru. Semua akan dimulai dari awal di mana eksositem akan dibentuk kembali. Menarik untuk melihat sentimen pasar terhadap keputusan Terra ini,” ungkap Afid.

Kabar peluncuran ini nampaknya mendapatkan tanggapan positif, karena untuk mengenalkan koin baru, Terra pun bersiap melaksanakan airdrop atau pembagian koin LUNC secara gratis. Untuk migrasi dan pergantian ticker LUNA & UST menjadi LUNC & USTC di Tokocrypto bisa simak di link ini.

Baca juga: Trader Wajib Tahu! Begini Penjelasan tentang Flag Pattern



Sumber : news.tokocrypto.com

Kripto dan Blockchain Jadi Perhatian di Pertemuan Tahunan WEF 2022

Aset kripto dan blockchain semakin mendapat tempat pada pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF). Pada agenda tahunan WEF yang digelar 22-26 Mei 2022 di Davos, Swiss, dihadiri para pemimpin ekonomi global membahas soal aset kripto dan pemanfaatan blockchain.

Aset kripto, blockchain dan digitalisasi layanan keuangan serta dampaknya pada berbagai sektor global menjadi topik utama selama pertemuan tahunan WEF 2022. Ada beragam agenda yang digelar meliputi diskusi mengenai peran dari market keuangan terdesentralisasi (DeFi), peran mata uang digital bank sentral (CBDC), hingga bagaimana blockchain dapat diterapkan untuk memberantas kemiskinan dunia.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo), Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan masuknya aset kripto dan blockchain dalam pembahasan utama di agenda WEF 2022 menjadi hal yang baik untuk perkembangannya secara global, termasuk di Indonesia.

“Saya melihat ini adalah pencapaian sekaligus peluang. Aset kripto dan blockhcain sudah tidak dipandang sebelah mata oleh para pemimpin ekonomi global. Kesempatan ini merupakan peluang untuk menciptakan nilai tambah yang baik. Pokok pembahasan tersebut bisa menjadi acuan bagi perkembangan kripto dan blockchain ke depannya, termasuk di Indonesia,” kata pria yang akrab disapa Manda.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda.
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo), Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Aset Kripto Jadi Primadona dalam Agenda Pertemuan Tahunan WEF 2022

Adopsi Kripto dan Blockchain Semakin Luas

Lebih lanjut Manda menjelaskan kehadiran aset kripto tetap tumbuh, walau saat ini market secara keseluruhan sedang mengalami crash. Menurutnya, kripto semakin terintegrasi dengan perekonomian global, maka risiko-risiko seperti itu bisa jadi memiliki beberapa justifikasi.

Aset kripto bisa menjadi instrumen pelindung nilai yang baik, guna melawan risiko dari pasar lainnya. Dengan demikian, masih memungkinkan kripto dan teknologi blockchain berfungsi dengan berbagai cara dan melangkah lebih jauh lagi.

“Fase adopsi kripto saat ini layaknya seperti hari-hari awal adopsi internet. Di tengah tren negatif makroekonomi, sejumlah pihak yang tetap mengakui market akan kembali bullish atau optimis dengan prospek jangka panjang industri kripto,” ungkapnya.

“Pemerintah melihat pertumbuhan perdagangan aset kripto baik di Indonesia maupun di dunia sangat dinamis. Hal ini menimbulkan optimisme perkembangan aset kripto yang semakin baik ke depannya.”

World Economic Forum
Pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss bahas soal aset kripto. Foto: Getty Images.

Baca juga: Direktur IMF Akui Keunggulan Aset Kripto dan Sepakat Bukan Mata Uang

Tantangan Industri Kripto dan Blockchain

Ada sejumlah tantangan yang harus diatasi sebelum kripto dan blockchain menjadi arus utama. Kurangnya pemahaman manajemen risiko hingga stigma negatif masih membayangi pertumbuhan industri kripto.

Para pelaku industri kripto akan terus berkolaborasi untuk menguatkan edukasi dan literasi aset kripto dan ekosistem blockchain kepada masyarakat Indonesia.

“Kita harapkan fokus utama kami bersama ini, bisa membuahkan hasil yang baik dan trust kepada masyarakat. Selain itu, semua stakeholder bersinergi untuk mempercepat kelengkapan ekosistem kelembagaan aset kripto di Indonesia agar maksimal menggali potensi industri kripto dalam negeri,” pungkasnya.

Baca juga: Adopsi Teknologi Blockchain dan Kripto Berkembang Baik di Indonesia, Ini Penyebabnya



Sumber : news.tokocrypto.com

Proposal Pemulihan Terra Telah Disetujui dengan Memiliki 65% Suara

Akhirnya, setelah melalui masa voting beberapa hari, proposal pemulihan Terra secara resmi telah disetujui, dengan mendapatkan 65% suara yang mendukung, mengatakan “Ya.”

Ekosistem baru yang dijuluki Terra 2.0 ini akan secara resmi diluncurkan pada 27 Mei atau hari ini, yang tentu sangat diharapkan mampu membawa kabar pemulihan yang layak dan tepat bagi ekosistem.

Baca juga: Direktur IMF Akui Keunggulan Aset Kripto dan Sepakat Bukan Mata Uang

Berikut laporan resmi dari salah satu akun sosial media Terra:

“Proposal tata kelola Terra No. 1623 untuk mengganti nama jaringan yang ada Terra Classic (LUNC), dan kelahiran kembali Terra blockchain (LUNA) baru telah resmi disahkan!”

Proposal ini akan membuat pengembang melakukan forking pada jaringan Terra, untuk menghadirkan blockchain Terra baru dan token LUNA baru.

Baca juga: Inilah 4 Cara Orang Kaya Menghasilkan Pendapatan Pasif

Sementara, jaringan blockchain lama akan disebut Terra Classic, dan token LUNA yang lama akan disebut Terra Classic, dengan simbol LUNC. Ini tepatnya telah didukung oleh suara sebanyak 65,50%.

Tentu saja, investor sangat bersemangat dengan ini, yang juga mendapatkan dukungan dari pertukaran crypto, Binance dalam upaya pemulihan ekosistem ini.

Meski secara jelas belum terlihat, apakah pembaruan ini hanya akan baik bagi LUNA yang baru, atau juga akan baik bagi UST dan LUNC, tetapi ini terlihat masih lebih baik dibandingkan hanya diam saja dan melihat ekosistem mati dan investor yang terbengkalai.

Dalam proposal, para pemegang UST dan LUNC akan mendapatkan token LUNA dalam hitungan porsi, melalui skema airdrop, dengan perhitungan yang berbeda, terlebih bagi pemegang yang sudah HODL sejak sebelum dan sesudah crash terjadi.

Do Kwon dan tim kini tengah dalam sorotan, bukan hanya karena proposal pemulihan, tetapi juga dari pantauan regulator setempat yang begitu terarah pada mereka. Kejatuhan LUNA dan UST telah memakan banyak korban lokal di Korea Selatan.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Apa itu Flag Pattern dalam Tren Pasar Kripto?

Flag pattern merupakan suatu indikator yang digunakan oleh banyak trader kripto untuk melihat tren pasar. Pola grafik ini akan membantu mereka dalam memprediksi tren pasar. Dengan begitu, trader dapat menyusun strategi agar meraup keuntungan besar sekaligus meminimalisir potensi kerugian.

Apa Itu Flag Pattern

Flag pattern sendiri merupakan sebuah pola khusus pada grafik pasar. Ciri khasnya adalah tren balik yang sangat berlawanan dengan tren sebelumnya. Pola ini biasanya digunakan untuk memprediksi pergerakan aset saham. Namun, ternyata, pembacaan pola grafik ini juga bisa diterapkan untuk menganalisis tren pasar kripto. Bagaimana caranya?

5 Komponen Yang Ada Pada Flag Pattern

Untuk bisa menganalisis pergerakan tren pasar kripto dengan flag pattern, Anda perlu tahu komponen-komponen di dalamnya. Berikut adalah penjelasan tentang lima komponennya:

ilustrasi trading chart

1. Tren sebelumnya yang sedang berjalan (flag pole)

Untuk bisa mengetahui pola ini, Anda harus mempelajari tren sebelumnya atau tren yang sedang berjalan saat ini. Pola pada tren sebelumnya disebut dengan istilah flag pole. Dengan mempelajari tren sebelumnya, Anda akan lebih mudah memprediksi pergerakan tren pasar selanjutnya.

2. Periode konsolidasi, akumulasi, tren relatif flat (bullish atau bearish)

Secara sederhana, bullish atau bearish flag dapat dipahami sebagai periode yang menunjukkan kemungkinan adanya kenaikan atau penurunan harga. Saat bullish, akan muncul lebih banyak pembelian sehingga harga pun terkatrol naik. Sementara itu, bearish menunjukkan tingkat pembelian rendah yang menyebabkan harga turun.

3. Titik pembalikan harga (retracement)

Pada titik pembalikan harga, tren akan berbalik arah, namun sifatnya tidak lama. Kadang, retracement juga disebut sebagai koreksi. Itu artinya, harga aset bergerak melawan tren pasar kripto dalam jangka waktu pendek.

4. Breakout

Dalam dunia trading, istilah breakout mengacu pada sebuah kondisi ketika aset melampaui resistance level, tapi masih berada di bawah support level. Hal ini bisa dipicu oleh beberapa faktor. Salah satu yang sering terjadi adalah akibat pemberitaan terkait aset. Bisa juga karena suatu isu yang berdampak langsung pada pasar kripto.

5. Target harga yang bergerak sesuai tren flag pole

Suatu pola grafik aset kripto baru bisa dikatakan flag pattern jika setelah breakout, target harga bergerak sesuai tren flag pole. Biasanya, trader akan mengukur panjang flag pole dan kemudian meneruskannya hingga breakout. Sering kali pola selesai saat harga keluar dari tren yang sedang berjalan, tapi terdapat kemungkinan tertentu yang menyebabkan pola terus berlanjut.

flag pattern chart

Jenis-jenis Flag Pattern beserta Contoh-contohnya

Memiliki dua jenis pola: bullish flag pattern (tren harga naik) serta bearish flag pattern (tren harga turun). Jika dilihat sekilas, keduanya memiliki tampilan yang serupa. Hanya saja, saat diperhatikan, arah tren dan pola volumenya berbeda. Berikut penjelasan untuk masing-masing jenis pola flag pattern.

Apa Itu Bullish Flag Pattern?

bullish flag pattern

Bullish flag pattern adalah pola yang  menunjukkan potensi kenaikan harga. Biasanya, pola ini akan muncul saat tekanan beli tinggi. Di saat tekanan beli aset kripto tinggi, maka otomatis harga akan cenderung naik. Jika sudah masuk fase tersebut, momentum pun akan terus berjalan.

Salah satu contohnya terjadi pada Bitcoin (BTC) di bulan Maret 2018. Pada 18-21 Maret 2018, harga BTC membentuk pola flag pole. Lalu, pada 22 Maret 2018 dini hari, harga mulai menunjukkan pola bullish flag dan kemudian memasuki fase breakout menjelang pergantian hari ke tanggal 24 Maret.

Baca juga: Kenalan dengan Wedge Pattern, Trader Kripto Wajib Tahu!

Apa Itu Bearish Flag Pattern?

bearish flag pattern

Selain pola bullish, ada juga pola bearish. Sebenarnya, pola bearish mirip dengan bullish, hanya saja strukturnya terbalik. Pada pola bullish, bagian tiang atau flag pole bergerak naik. Sedangkan pada pola bearish, tiang bergerak turun. Ini karena pada pola bearish, harga aset sedang mengalami penurunan akibat tingkat pembelian yang rendah.

Pola ini terjadi pada aset Ethereum (ETH) di tanggal 7 Februari 2021. Pada pukul 03:30, harga ETH berada pada level US$ 1717.58. Namun, seiring berjalannya waktu, harga ETH mengalami penurunan bertahap. Hingga akhirnya pada pukul 10:00 jatuh ke level US$ 1580.36 dan membentuk pola tiang turun. Setelahnya, ETH mengalami tren pembalikan ke level US$ 1655.02 pada pukul 15:30.

Baca juga: Tertarik Trading? Simak Jenis Indikator Trading Paling Akurat!

Dengan mempelajari flag pattern, Anda bisa memprediksi bagaimana harga suatu aset kripto pada periode waktu selanjutnya. Di Tokocrypto, grafik pergerakan harga bisa diakses dengan mudah sehingga untuk melakukan pengamatan pun tidak sulit. Cukup dengan satu klik saja pada aset kripto yang diinginkan, Anda sudah bisa mengetahui ada tidaknya flag pattern. Yuk, mulai investasi kripto Anda di Tokocrypto, dan jangan lupa gabung ke komunitas Tokocrypto untuk info lebih lengkap di Telegram dan juga Discord sekarang juga!



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Koin LUNA “Untracked”, Coinmarketcap Alihkan Laman ke Terra 2.0

Harga koin LUNA hari ini masih berstatus “untracked” setelah proyek kripto itu berganti wajah menjadi Terra 2.0. Bursa kripto besar mendukung itu, kecuali BitMEX. Sementara itu, laman baru kripto LUNA di Coinmarketcap dalam proses penyelarasan informasi.

Jatuhnya Terra memang membuat nelangsa, khususnya hodler kelas jelata. Alih-alih mundur sepenuhnya, Terraform Labs memilih bertahan dengan blockchain baru, tetap bernama Terra dengan kripto tetap bernama Luna (bersimbol LUNA). Dan yang pasti stablecoin UST ditinggalkan. Dukungan besar dari sejumlah bursa kripto, tentu saja setelah Do Kwon melobi mereka satu per satu, pun berdatangan.

Lewat pengumuman resmi pada Kamis (26/5/2022), Terraform Labs memaparkan rincian soal airdrop yang direncanakan digelar pada  Jumat (27/5/2022).

Sasaran distribusi itu adalah kepada para pemegang Terra Luna Classic (LUNC), TerraUSD Classic (USTC) dan Anchor Protocol UST (aUST) yang memenuhi syarat. Disebut “classic” di sini karena kripto itu yang bersemayam di blockchain Terra yang lama.

Sebelumnya, bursa kripto Binance dan FTX sudah berkoordinasi dengan tim Terraform Labs terkait airdrop itu. Binance bilang bahwa itu bertujuan untuk membantu pengguna Binance yang turut terpapar “teror LUNA”.

Baca juga: Sudah Tahu Teknologi Terbaru MetaHuman? Ini Dia Penjelasannya

Sementara itu FTX menyebutkan mereka akan mendukung airdrop itu dan menghentikan sementara pasar LUNA dan UST selama proses migrasi. Tim Terra mengatakan, bahwa selain Binance dan FTX, itu juga bekerja sama dengan lebih banyak “bursa kripto mitra mereka” yang akan mendukung airdrop.

Bursa lainnya yang senada adalah KuCoin, mendukung Terra 2.0 baik dari segi migrasi, daftar dan perdagangan kripto baru Luna 2.0.

Namun, tidak demikian dengan bursa BitMEX. Juru bicara BitMEX mengatakan kepada Cointelegraph, bahwa saat ini tidak ada rencana untuk mendaftarkan kripto itu.

“Kami tidak memiliki rencana saat ini untuk mendaftarkan LUNA di pasar spot. Adapun kontrak derivatif berdasarkan nilai kripto itu, kami harus mempertimbangkan indeks acuan yang lebih jelas,” sebut BitMEX.

Dalam proses migrasi besar ini, Coinmarketcap.com pun menyeleraskan informasi soal LUNA ini.

Baca juga: Terra LUNA Hari Ini Menguat, Bursa Kripto Ini Siap Sokong Terra 2.0, Voting Berakhir Petang

Terpantau Kamis (26/5/2022) pada malam hari, laman lama LUNA tak dapat digunakan lagi sebagai acuan informasi setelah Terra 2.0 muncul. Bahkan laman lama berubah nama menjadi “Terra Classic”. Coinmarketcap mengabarkan laman baru untuk LUNA, yakni “Terra (LUNA) ini, dengan status “untracked“, menanti blockchain baru meluncur. Harga koin LUNA hari ini di laman lama terpantau sekitar US$0,0001426, naik 26,88 persen. Ini tentu saja tidak mencerminkan pasar sepenuhnya, karena blockchain lama akan beralih ke blockchain baru.

Tampilan laman Terra lama (Terra Classic) di Coinmarketcap.com.
Harga koin LUNA hari ini
Tampilan lama baru Terra 2.0 (LUNA) di Coinmarketcap.com. Laman baru tak dapat dijadikan acuan lagi, setelah blockchain baru meluncur pada Jumat besok. Sumber: Coinmarketcap.com.

Logo pun sudah berubah, dari sebelumnya kombinasi biru dan kuning, kini LUNA baru perpaduan kuning dan jingga pekat berbentuk seperti lidah api. Meninggalkan warna biru dapat dimaknai sebagai simbol meninggalkan stablecoin UST itu. [ps]

Sumber





Sumber : news.tokocrypto.com

Binance dan Bursa Besar Lainnya Dukung Peluncuran Terra 2.0

Sejumlah pertukaran atau exchanges aset kripto berjanji akan mendukung peluncuran jaringan baru Terra yang bertajuk Terra 2.0. Di mana setiap holder Terra Classic termasuk LUNAdan UST akan mendapat airdrop sesuai dengan janji dalam proposal 1623.

Exchanges kripto yang telah mengumumkan akan membantu peluncuran Terra 2.0 ini diantaranya, Binance , FTX , Crypto.com , Huobi , Bitfinex , Bybit , Gate io , Bitrue dan Kucoin. Mereka telah berjanji untuk mendukung versi modifikasi dari blockchain Terra yang baru saja runtuh. 

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 25 Mei 2022: Dinamika Pasar Kripto Masih Statis

Binance menyatakan bahwa mereka sedang bekerja sama dengan tim Terra dalam rencana pemulihan ini. Sementara FTX mengumumkan bahwa mereka akan mendukung pembagian airdrop LUNA baru dan menangguhkan pasar LUNA dan UST.

Terra 2.0 akan diluncurkan pada 27 Mei 2022. Setelah itu airdrop token “LUNA baru” akan diproses.

Menurut pengumuman dari Terraform Labs, distribusi dan vesting LUNA yang diberikan melalui airdrop bergantung pada jenis token wallet dan jumlahnya, serta snapshot yang ada di dalamnya.

Airdrop pertama akan diluncurkan pada 27 Mei 2022

Di peluncuran (genesis) ini, akan tersedia 30% LUNA airdrop untuk pengguna Pre-Attack dengan dana yang tersedia di wallet kurang dari 10.000 LUNA (termasuk turunan staking) atau disimpan UST di Anchor. Sedangkan untuk pengguna Post-Attack dengan jumlah LUNA berapa pun (termasuk staking derivatif), UST, atau keduanya.

Sebelumnya, Do Kwon menulis sebuah proposal peluncuran kembali blockchain Terra. Proposa; itu disetujui oleh mayoritas voters. Dalam hasil voting yang ditampilkan di Terra Station, 65,5% dari komunitas Terra menyatakan setuju proposal 1623 tersebut. Sedangkan, 20,98% abstain, 0,33% menolak, dan 13,20% menyatakan no with veto.

Proposal tersebut dipublikasikan oleh Do Kwon pada 16 Mei 2022. Dalam rencana itu disebutkan rantai Terra baru dibuat tanpa stablecoin algoritmik. Adapun, rantai lama disebut Terra Classic (token Luna Classic – LUNC) dan rantai baru disebut Terra (token Luna – LUNA).

Baca juga: Direktur IMF Akui Keunggulan Aset Kripto dan Sepakat Bukan Mata Uang

DISCLAIMER: Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.

Sumber





Sumber : news.tokocrypto.com

Apa Itu Decentraland dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Belakangan ini, kata ‘metaverse’ semakin sering terdengar di berbagai platform, mulai dari digital hingga yang nondigital sekalipun. Sudahkah Anda paham tentang apa itu metaverse? Jika belum, metaverse adalah dunia realitas virtual yang dihuni oleh banyak orang dalam bentuk avatar. Di metaverse, Anda bisa melakukan berbagai macam aktivitas seperti halnya dalam dunia nyata, misalnya rapat rutin dengan kolega perusahaan, membeli baju, berinvestasi, dan sebagainya. Salah satu proyek metaverse yang saat ini cukup santer terdengar yaitu Decentraland. 

Lantas, mengapa proyek ini istimewa dibandingkan proyek metaverse lainnya? Simak ulasan selengkapnya berikut ini!

Apa itu Decentraland?

getting startend in decentraland

Source: https://www.coindesk.com/learn/getting-started-in-decentraland/

Decentraland adalah platform 3D VR yang berjalan di dalam jaringan blockchain Ethereum. Seperti yang telah dijelaskan di atas, Sebagai salah satu proyek metaverse yang memungkinkan para penggunanya untuk melangsungkan berbagai kegiatan dalam dunia nyata, seperti membeli lahan, menciptakan identitas virtual, dan sebagainya.

Platform yang mengedepankan konsep desentralisasi ini diluncurkan pada tahun 2015 oleh Esteban Ordano dan Ariel Meilich di bawah naungan The Decentraland Foundation. Seiring perkembangannya, tim di balik proyek ini juga meluncurkan Decentralized Autonomous Organization (DAO) yang memungkinkan para penggunanya untuk ikut serta dalam “mengatur” proyek metaverse satu ini.

Apa Yang Membuat Decentraland Istimewa?

Sebagai salah satu realisasi proyek metaverse, Decentraland punya tempat istimewa di hati para penggunanya. Selain karena perkembangannya yang semula hanya berupa perdagangan aset real estate virtual dan kini semakin interaktif lewat berbagai fitur yang tersedia bagi pengguna, Menjadikan salah satu platform yang punya track record pertumbuhan cukup mengagumkan.

Mengutip Capital.com, per 6 Desember 2021 lalu, kapitalisasi pasar yang telah mencapai angka 6,8 USD. Pertumbuhan penjualan NFT (Non-fungible Token) selama 30 hari terakhir juga disampaikan berhasil naik sebesar 417 persen menjadi 41,5 juta USD. Jumlah yang mengagumkan, bukan?

Selain pertumbuhan angka transaksi, perkembangan platform ini juga bisa menjadikannya semakin spesial. Pasalnya, proyek ini merupakan platform 3D VR pertama yang memungkinkan para pemilik lahan untuk menjalin komunikasi dengan calon pembeli atau pemilik lahan berikutnya yang menjadikan proyek metaverse ini semakin interaktif.

Bagaimana cara kerja Decentraland?

Sebagai pengguna, Anda bisa mulai dengan membuat identitas virtual lewat avatar, membeli pakaian yang sesuai, sebelum akhirnya berwisata di dunia virtual ini. Anda bisa membeli sepetak lahan (LAND) sebagai permulaan dan mendapatkan hak sepenuhnya atas tanah tersebut. Sama seperti di kehidupan sebenarnya, lahan yang sudah Anda beli pun bisa didirikan bangunan. Anda pun bisa lho memiliki beberapa LAND yang disebut dengan ESTATE.

pembuatan avatar

Source: https://www.coindesk.com/learn/getting-started-in-decentraland/

Dari sana, Anda bisa mengadakan konser musik atau pameran kesenian dengan menjual tiketnya dalam platform yang sama. Umumnya, para pengguna berlomba-lomba mempercantik LAND miliknya agar bisa mengundang banyak pengunjung. 

Namun, jika Anda ingin menjual atau menyewakan LAND kepemain lain, juga bisa kok! Dengan demikian, Anda dapat menghasilkan uang seperti ketika Anda bekerja di dunia nyata. Bedanya, alat jual-belinya menggunakan aset kripto yang lebih dikenal dengan sebutan “MANA”. 

Baca juga: 5 Kripto Metaverse Terbesar Saat Ini

Seperti yang telah dijelaskan secara singkat di atas, Decentraland pun dibagi ke dalam beberapa wilayah, yaitu: 

  1. LAND

Pertama, Anda bisa melakukan berbagai aktivitas di LAND. LAND adalah tempat Anda melakukan berbagai macam aktivitas. Anda bisa membeli lahan, berkomunikasi dengan para pemilik lahan, mengadakan konser musik, dan sebagainya. LAND yang tersedia  pun terbatas jumlahnya, yaitu hanya 90.601 saja. Mengutip Business Insider, harga LAND termurah saat ini senilai 11000 USD.

  1. Distrik

Sementara itu, terdapat pula wilayah yang disebut distrik. Distrik adalah wilayah yang menggandeng para seniman dari berbagai bidang, untuk membangun toko baju, acara peragaan busana, dan sebagainya. Mudahnya, distrik adalah beberapa LAND yang bergerak sesuai dengan industri dan temanya masing-masing, mulai dari Vegas City, Dragon City, hingga Fashion Street. Fashion Street menjadi salah satu distrik terlaris.

  1. Plaza

Selain itu, Decentraland juga memiliki sebuah tempat berupa LAND yang tidak diperjualbelikan dan dijadikan tempat bagi para pemain untuk berkumpul yang dikenal dengan sebutan Plaza. Dikarenakan berperan sebagai main lobby, Plaza memang ada bukan untuk dijual, dibeli, hingga dihilangkan dari platform.

  1. DAO

Terakhir, ada DAO, manajemen yang memungkinkan pengguna untuk memiliki hak suara guna mengembangkan platform ini. Menariknya, DAO telah dipersenjatai dengan teknologi smart contract, sama seperti berbagai items yang dijual dalam jaringan blockchain. Syarat yang harus Anda penuhi adalah Anda mengantongi sejumlah koin wMANA untuk satu hak suara, atau memiliki LAND dan ESTATE untuk 2.000 unit hak suara.

Lalu, bagaimana cara jual-beli aset Decentraland?

Bagaimana Cara Jual-Beli Aset di Decentraland?

Jangan khawatir, karena Anda bisa menjual dan membeli aset dalam game dengan mengunjungi marketplace resmi Decentraland. Selayaknya marketplace NFT pada umumnya, di marketplace ini Anda bisa menjual, membeli, hingga bertukar aset. Mulai dari LAND, kostum untuk avatar, username, hingga peralatan serta perabotan yang bisa Anda gunakan untuk mempercantik LAND yang Anda punya. Perlu diingat, setiap aset yang Anda miliki merupakan NFT, ya, jadi Anda adalah pemilik aset tersebut seutuhnya.

decentraland marketplace

Source: https://market.decentraland.org/

Baca juga: Apa itu The Sandbox Game? Simak Selengkapnya Disini

Manfaat token MANA

token mana

Seperti yang sudah dijelaskan di awal, Decentraland dijalankan dengan menggunakan koin MANA atau yang juga dikenal dengan sebutan utility token. Jadi, jika Anda tertarik bergabung, pastikan Anda memiliki sejumlah token MANA terlebih dahulu di wallet Anda, ya. Sebab, Anda hanya bisa melakukan transaksi jual beli dalam dunia realitas virtual Decentraland ini menggunakan MANA. 

Selain menjadi koin yang dipakai untuk bertransaksi disini, koin MANA juga bisa menjadi salah satu aset investasi Anda. Pasalnya, harga koin ini juga pernah mengalami kenaikan hingga 500 persen beberapa saat setelah Facebook mulai mengganti nama perusahaannya menjadi Meta.

Per tanggal 13 Mei 2022, tercatat harga MANA per kepingnya adalah 1.11 USD atau sekitar Rp16.255,95. Volume perdagangan yang dicatat oleh MANA dalam 24 jam terakhir sebesar 1,139,199,575. Angka ini menunjukkan tren positif setelah seminggu ke belakang MANA sedang kembali bangkit dari keterpurukannya.

Jadi, itulah penjelasan mengenai Decentraland, proyek Metaverse yang menarik dan sangat potensial. Anda bisa mulai mencoba bergabung di dunia realitas virtual ini dengan membeli koin MANA di Tokocrypto, ya. Jika Anda masih ingin menyelami seluk-beluk dunia NFT, Anda bisa langsung gabung di TokoMall. Ikuti juga informasi selengkapnya seputar NFT di komunitas TokoMall di Discord dan Telegram!



Sumber : news.tokocrypto.com

Direktur IMF Akui Keunggulan Aset Kripto dan Sepakat Bukan Mata Uang

Aset kripto memasuki babak baru setelah menjadi pusat perhatian di forum ekonomi dunia (WEF) di Davos, Swiss. Bank-bank sentral dan otoritas keuangan dari seluruh dunia membahas kripto dalam pertemuan WEF pada Selasa (24/5).

Dilaporkan dari CNN Business, dalam pertemuan itu, petinggi bank sentral dan otoritas keuangan berbagai negara sepakat bahwa aset kripto bukan merupakan mata uang. Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva, mengakui bahwa aset kripto menawarkan layanan transaksi yang lebih cepat, efisien dan lebih inklusif.

Di samping itu Georgieva menegaskan bahwa dia tidak setuju kripto dapat disebut sebagai mata uang. “Bitcoin mungkin disebut koin, tetapi itu bukan uang. Ini bukan (aset) penyimpan nilai yang stabil,” katanya.

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva. Foto: Stephen Jaffe/IMF.

Georgieva menambahkan, beberapa cara kerja aset kripto lebih mirip dengan skema piramida atau ‘ponzi’ versi era digital. Sebab, aset kripto sendiri tidak didukung aset nyata. Hal tersebut ia ungkap melihat kasus jatuhnya harga kripto, seperti luna, terra, serta Bitcoin, membuktikan kripto memiliki risiko terlalu tinggi.

Sedangkan menurut Georgieva, mata uang digital keluaran bank sentral (central bank digital currencies/CBDC) yang didukung oleh pemerintah bisa lebih stabil.

Baca juga: Ethereum 2.0 Siap Meluncur Agustus? Ini Kejelasannya

Aset Kripto Bukan Mata Uang

Tidak hanya Georgieva, Gubernur Bank Sentral Perancis, François Villeroy de Galhau, menilai banyak masyarakat yang kehilangan kepercayaan terhadap kripto lantaran nilainya yang naik-turun besar-besaran. Maka, dari itu kripto tidak bisa menjadi mata uang.

“Kripto bukanalat pembayaran yang dapat diandalkan. Seseorang harus bertanggung jawab atas nilainya dan itu harus diterima secara universal sebagai alat pertukaran. (Kripto) bukan itu,” jelas Villeroy.

Panelis lain dalam pertemuan WEF itu juga bertanya-tanya apa tujuan jangka panjang aset kripto. Sethaput Suthiwartnarueput, Gubernur Bank of Thailand, mengatakan Thailand telah bereksperimen di dunia aset kripto. Tapi, dia mengatakan itu “harus jelas masalah apa yang ingin Anda selesaikan.”

“Kami tidak ingin melihatnya sebagai alat pembayaran,” kata Suthiwartnarueput, menambahkan bahwa kripto lebih merupakan investasi daripada alat tukar.

Aset kripto dinilai tidak bisa jadi mata uang.
Aset kripto dinilai tidak bisa jadi mata uang.

Baca juga: Investasi Aset Kripto Sarana Pengembangan Ekonomi Anak Muda

Villeroy menyebutkan bahwa percobaan oleh El Salvador untuk menggunakan Bitcoin sebagai mata uang legal menunjukkan betapa berisikonya merangkul aset kripto jadi alat pembayaran.

Georgieva mencatat bahwa uang digital (CBDC) dapat menjadi “barang publik global” yang dapat membantu orang mengirim uang melintasi perbatasan. Kuncinya adalah untuk interoperabilitas, sehingga transfer mata uang digital sama mudahnya dengan mata uang kertas seperti dolar dan euro.

Tetapi panelis menekankan bahwa akan butuh waktu bagi CBDC untuk berevolusi dan menjadi lebih umum bagi masyarakat, lembaga keuangan utama, dan pemerintah. Anggota parlemen di Amerika Serikat serta Federal Reserve juga memperdebatkan pro dan kontra dari mata uang yang didukung secara digital.



Sumber : news.tokocrypto.com