All posts by 21

Binance Kumpulkan Dana $ 500 juta untuk Investasi di Web3 dan Blockchain

Binance, platfrom exchange kripto terbesar di dunia, akhirnya berhasil mengumpulkan dana sebesar $ 500 juta atau setara Rp7,2 triliun untuk diinvestasikan ke sejumlah proyek dan startup yang dapat memperluas penggunaan aset kripto, mendorong adopsi teknologi web3 dan blockchain.

Dana tersebut dikumpulkan dan akan disalurkan melalui Binance Labs, modal ventura yang didirikan oleh Binance. Investor institusi global terkemuka seperti DST Global Partners, Breyer Capital dan beserta perusahaan lainnya turut terlibat dalam pengumpulan dana ini.

Dilansir Be[in]crypto, Founder dan CEO Binance, Changpeng ‘CZ’ Zhao, mengatakan dalam lingkungan web3, hubungan antara nilai, orang, dan ekonomi, sangat penting. Jika, ketiga elemen ini bersatu untuk membangun ekosistem, itu akan mempercepat adopsi massal dari teknologi blockchain dan kripto.

“Tujuan dari dana investasi yang baru ditutup (oleh Binance Labs ini) adalah untuk menemukan dan mendukung sejumlah proyek dan para pendiri dengan potensi untuk membangun dan memimpin Web3 di seluruh sektor DeFi, NFT, game, metaverse, sosial, dan banyak lagi,” kata CZ.

Changpeng Zhao, CEO Binance
Changpeng Zhao, CEO Binance. Foto: Getty Images.

Baca juga: Direksi Tokocrypto Gabung Cydonia Fund, Bangun Ekosistem Web3 Berskala Global

Investasi di Startup Web3 dan Blockchain

Binance Labs berencana menggunakan modal untuk berinvestasi di startup yang membangun Web3. Konsep Web3 sendiri mengacu pada masa depan dari internet yang lebih terdesentralisasi daripada platform online saat ini, dan menggabungkan blockchain.

Binance Labs berharap bisa memanfaatkan situasi market kripto yang sedang tumbuh ini untuk menemukan startup yang bisa mengembangkan penggunaan kripto dan adopsinya yang lebih luas. Investasi akan dibagi menjadi pre-seed, early-stage dan growth equity. Dana tersebut akan diinvestasikan dalam token serta saham.

“Kami mencari proyek dengan potensi untuk mendorong pertumbuhan ekosistem Web3,” kata Direktur eksekutif investasi dan M&A di Binance Labs, Ken Li dikutip CNBC.

Proyek tersebut dapat mencakup infrastruktur, NFT dan Decentralized Autonomous Organizations (DAO). Binance memperkirakan saat ini ada sekitar 300.000 hingga 500.000 pengembang Web3 aktif, jumlah yang diharapkan akan tumbuh secara substansial.

apa itu web3
Ilustrasi Web3.

Baca juga: Yuk, Kenalan dengan Teknologi Web 3.0 dan Penerapannya pada Crypto

Portofolio investasi Binance Labs termasuk majalah berita bisnis, Forbes dan Sky Mavis, perusahaan di balik permainan NFT populer, Axie Infinity. Binance juga merupakan investor di Terraform Labs, startup yang berbasis di Singapura di balik proyek stablecoin, Terra yang gagal.

Dalam sebuah wawancara dengan CNBC awal tahun ini, Zhao mengatakan Binance memiliki “miliaran miliaran dolar yang siap untuk diinvestasikan” di Web3. Tren ini telah disambut dengan skeptisisme dari beberapa tokoh terkemuka di bidang teknologi, termasuk Elon Musk dan salah satu pendiri Twitter, Jack Dorsey. Zhao mengatakan dia percaya pada konsep tersebut, tetapi akan membutuhkan waktu untuk mewujudkannya.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bank of America Tak Ingin Terburu-buru Masuk Kripto

Dalam acara Forum Ekonomi Dunia yang digelar di Davos, Swiss, CEO Bank of America (BoA) Brian Moynihan berkata bahwa bank tersebut tidak terburu-buru untuk memasuki sektor aset kripto.

Bank of America dan Keinginan ke Aset Kripto 

Kanal berita Yahoo Finance bertanya ke Moynihan apakah Bank of America merasa tertinggal sebab tidak berinvestasi di sektor kripto secara agresif.

Menanggapi pertanyaan itu, Moynihan menjelaskan BoA adalah bank yang diregulasi sehingga tidak diperbolehkan terjun secara mendalam ke aset kripto.

Ia berkata Bank of America sebaiknya terus memusatkan perhatian kepada misi utamanya, yakni menjadi bank yang mengusung kebebasan finansial.

“Misi kami adalah membantu konsumen Amerika membangun keuangan yang sukses,” jelas CEO Bank of America tersebut. Moynihan telah bertugas sebagai CEO selama 12 tahun dan menopang transformasi perbankan di AS.

Baca juga: PFP adalah Profile Picture: Bagaimana Tren Penggunaan PFP NFT Sebagai Avatar?

Produk perencanaan keuangan BoA yang memiliki empat hingga lima juta pengguna diluncurkan tiga tahun lalu. Moynihan menambahkan, tugas bank tersebut adalah membantu nasabah mempelajari cara berinvestasi demi meningkatkan mutu kehidupan.

Kendati kegunaan aset kripto adalah pembayaran antar negara, Moynihan berpendapat regulasi yang ketat bagi kripto dan ketidakjelasan panduan menyebabkan kelas aset tersebut tidak dapat berinteraksi dengan kelas aset lain.

Bank of America menyatakan pihaknya hanya diperbolehkan meriset tentang kripto. Bank tersebut mendirikan tim khusus kripto pada bulan Juli lalu.

Watcher melaporkan, laporan keuangan terbaru BoA mengungkap 53 persen transaksi nasabah berasal dari kanal digital. Moynihan menambahkan, bank tersebut memiliki 54 juta nasabah digital.

Baca juga: Terra 2.0 Meluncur, Peretas Ini Curi Kripto Setara Rp11,6 Milyar dari Anchor Protocol

Bank of America memiliki ratusan paten terkait blockchain menurut Moynihan. Paten terkait blockchain meningkat 86 persen pada tahun 2021. Kendati memegang paten banyak, BoA tidak berniat berinvestasi ke aset kripto secara besar-besaran.

Forum Ekonomi Dunia dihadiri oleh beragam perwakilan industri kripto, termasuk CEO Ripple, Brad Garlinghouse, dan Presiden bursa kripto FTX, Brett Harrison. Tetapi, Yahoo Finance melaporkan sebagian besar peserta forum tersebut masih bersikap skeptis terhadap aset digital.

Sikap skeptis tersebut disebabkan pasar aset kripto yang melesu. Saham perusahaan kripto seperti bursa Coinbase dan platform Robinhood mengalami penurunan besar. Kegagalan stablecoin Terra USD (UST) turut menjadi sorotan bagi para kritikus kripto, termasuk dari IMF. 

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Shiba Inu Dilepaskan Pendirinya! – Tokocrypto News

Pendiri Shiba Inu (SHIB), dengan nama samaran Ryoshi, pamit dari komunitas setelah menghapus semua cuitannya di Twitter dan semua tulisannya di blog Medium.

Seperti pendiri Bitcoin (BTC), Satoshi Nakamoto, Ryoshi juga tidak diketahui identitas aslinya sejak proyek Shiba Inu diluncurkan pada Agustus 2020.

Dalam beberapa kesempatan, Ryoshi sudah memberi isyarat akan menghilang dari komunitas. Salah satunya terlihat dalam sebuah tulisan di Medium.

“Saya sudah mengatakan sejak awal, saya bukan siapa-siapa, saya tidak penting. Segala upaya untuk mengungkap identitas saya, jika berhasil, akan mengecewakan. Saya hanyalah seseorang yang sedang mengetik dalam keyboard dan posisi saya dapat tergantikan. Saya Ryoshi,” ujarnya.

Saat ini, akun Twitter milik Ryoshi masih aktif, tetapi seluruh cuitan sudah dihapus. Sementara dua tulisan yang berisi ucapan selamat tinggal kepada Shib Army masih terlihat di Medium.

Baca juga: Analisis: Kapan Waktu Tepat Beli Bitcoin di Tahun 2022?

“Saya tidak penting, dan suatu hari saya akan pergi tanpa pemberitahuan. Genggam SHIBA dan lanjutkan perjalanan. Setiap Shibaarmy adalah Ryoshi. Itu tidak mewakili seseorang, tetapi mewakili kejayaan Shibaarmy! Tamat,” tulis Ryoshi.

Namun, sejumlah anggota komunitas menduga blog Ryoshi diretas. Peretas kemudian membuat akun baru atas nama Ryoshi.

Dugaan ini cukup masuk akal. Link lama blog Ryoshi kini bertuliskan ‘pengguna menonaktifkan atau menghapus akun mereka’. Tetapi, blog serupa masih ditemukan dengan nama dan profil picture yang sama.

Terlepas dari semua tudingan itu, pengembang utama Shiba Inu, Shytoshi Kusama, ikut mengunggah tulisan di Medium pada Selasa (31/5) kemarin. Ia mengucapkan selamat tinggal kepada Ryoshi dan menegaskan kembali bahwa Shiba Inu tetap mengacu pada visi Ryoshi untuk membangun ekosistem memecoin yang terdesentralisasi.

“Etos Ryoshi untuk tetap anonim dan tidak mengarahkan Shib, membuat mitos tentang kami semakin mistis dan mengesankan. Kami telah membangun dari nol, tidak pernah membayar exchange untuk dimasukkan ke daftar, dan merevolusi token ‘meme’ dengan tumbuh secara eksponensial,” tulis Kusama.

Baca juga: Bitcoin Akhirnya Naik ke $ 31 Ribu, Bisa Ciptakan Momentum Bullish?

“Shib, Leash, Bone, Treat, ShibaSwap, Shi, Shibarium. Perhatikan juga konsep area (pertemuan) LOKAL Shib seperti yang kita lihat di ShibaZone, dan akhirnya Shibacon. Bagi saya, dua aspek terakhir ini adalah bagian dari pertumbuhan kami, dan semua proyek kami yang lain mendukung dan memanfaatkan proyek-proyek di atas,” tambah dia.

Kabar pamitnya Ryoshi dari komunitas tidak berdampak negatif pada harga SHIB. Memecoin ini justru naik 3,1% selama 24 jam setelah berita mencuat, menjadi sekitar $ 0,00001209.

Secara keseluruhan SHIB turun hingga 86% sejak menyentuh titik tertinggi sepanjang masa di level $ 0,00008616 pada akhir Oktober 2021. Namun, SHIB masih mengalami kenaikan 54% jika dibandingkan dengan 12 bulan lalu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Yuk Ketahui 4 Cara Menghasilkan Uang Lewat NFT!

Istilah “NFT” semakin dekat dengan kehidupan masyarakat terutama di Indonesia. Hal ini banyak dipicu oleh fenomena “Ghozali Everyday” yang sangat harum beberapa waktu ke belakang, di mana seseorang bernama Ghozali berhasil meraup banyak keuntungan dengan menjual hasil selfie atau swafoto dirinya menjadi NFT. Sebenarnya, apakah dengan NFT kita sudah pasti mendapatkan cuan? Dan bagaimana cara menghasilkan uang lewat NFT?

Eits, sebelum itu, perlu diingat bahwa cuan dari NFT tidak selalu bisa diperoleh dalam waktu yang amat singkat, ya, karena hanya segelintir orang yang mengalaminya. Selain dengan nilai keunikan yang terdapat pada  NFT, hal tersebut juga didorong dengan aspek keberuntungan. Jadi, amat keliru apabila Anda terjun ke NFT hanya untuk mencari keuntungan belaka.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, banyak sekali aspek yang memengaruhi suatu proyek NFT diminati bahkan dicari oleh banyak kolektor. Ambil saja contoh “Ghozali Everyday”, di mana pada saat booming masih sedikit kreator yang mengangkat tema selfie sebagai NFT miliknya. Hal inilah yang membuat NFT tersebut semakin unik dan mendorong banyak orang untuk ikut mengoleksi. Oleh karena itu, sebelum terjun ke NFT, diperlukan pemahaman dan strategi yang matang agar Anda bisa menghasilkan uang lewat NFT yang Anda terbitkan.

Yuk, baca terus artikel ini untuk penjelasan lebih lengkapnya!

3 Karakteristik NFT

Cara Menghasilkan Uang Lewat NFT

Ilustrasi NFT.

Sebelum membahas mengenai karakteristik NFT, alangkah baiknya untuk memahami apa sebenarnya NFT. 

NFT adalah kependekan dari Non-Fungible Token, yang berarti token yang bisa dimiliki oleh seseorang dan bisa merepresentasikan kepemilikan seseorang atas hal tertentu. Hal yang dimaksud ini beragam jenisnya, mulai dari yang paling umum yaitu NFT Art, NFT Game, hingga NFT Music.

Jika ingin penjelasan lebih mendalam tentang NFT, smart contract, sejarah NFT hingga teknologinya, silahkan tonton sebentar video di bawah ini:

https://www.youtube.com/watch?v=175ukKELF08

Baca juga: Apa Itu NFT Art? Yuk Kenali Istilah dan Manfaatnya

Sekilas, NFT terlihat tidak istimewa. Padahal, NFT jauh berbeda, lho, tidak seperti gambar berformat .jpg yang bisa diunduh dan dimiliki tiap orang, misalnya. Untuk lebih jelasnya, kenali 3 karakteristik NFT berikut ini yuk!

1. Unik dan langka

Pertama, karakteristik NFT yang paling menjadi ciri khas adalah unik dan langka. Bagaimana tidak, sebab masing-masing NFT yang terdaftar di blockchain memiliki kode khusus yang bisa menunjukkan informasi mengenai siapa kreator, kapan pertama kali di-minting, hingga siapa pemiliknya saat ini. Karakteristik inilah yang membuat NFT istimewa, dikarenakan hanya akan terdapat satu item di dunia dan tidak bisa dihapus maupun diduplikasi.

Baca juga: Lakukan Strategi Berikut Sebelum Mulai Minting NFT!

2. Satu kesatuan

Karakteristik NFT selanjutnya adalah satu kesatuan yang masih berhubungan dengan karakteristik pertama. Hal ini merujuk kepada item NFT yang sifatnya tidak bisa dipecah ke dalam beberapa bagian, sehingga tiap orang yang memiliki NFT pasti memilikinya secara utuh alias sepenuhnya. Dengan karakteristik ini juga, NFT tidak bisa dijual ataupun dibeli sebagian.

3. Tidak bisa ditukar langsung dengan uang

Karakteristik yang terakhir adalah NFT tidak bisa ditukar langsung dengan uang. Jadi, Anda tidak bisa menukar NFT baik dengan dengan mata uang fiat maupun aset kripto di platform yang sama. Aset kripto hanya bisa digunakan sebagai alat tukar NFT, sehingga apabila seorang kreator menjual koleksi NFT miliknya, Anda sebagai kolektor bisa membelinya dengan sejumlah aset kripto.

Meski tidak bisa ditukar secara langsung dengan uang, sebenarnya kreator bisa memaksimalkan nilai NFT yang diciptakan, di mana menjadi salah satu cara menghasilkan uang lewat NFT. Alhasil, kreator berkesempatan memperoleh pendapatan yang berlebih. 

Namun, bagaimana cara memaksimalkan NFT agar bisa menghasilkan lebih banyak cuan? Para kreator, wajib simak caranya berikut ini!

Cara Menghasilkan Uang Lewat NFT dengan Memaksimalkan Karya

Cara Menghasilkan Uang Lewat NFT

Ilustrasi cuan dari NFT.

1. Buat karya yang original dan berbeda

Cara pertama adalah dengan membuat karya yang original dan memiliki visual yang berbeda dengan NFT kebanyakan. Cara ini terbukti bisa membawa banyak keuntungan, seperti yang terjadi pada visual artist FEWOCIOUS yang berhasil menjual doodle berciri khas ke dalam bentuk NFT dan menjadikan dirinya sebagai salah satu kreator dengan pendapatan terbesar dari NFT saat ini.

Cara ini tidak hanya bisa diaplikasikan pada NFT Art, tetapi juga pada NFT Music dan NFT Game, nih. Misalnya pada NFT Music, Anda bisa menggunakan beat buatan Anda sendiri dan untuk NFT Game, Anda bisa mencari ide baru dan unik yang bisa dituangkan ke dalam game play. Memiliki karya yang asli dan unik sangat bisa meningkatkan nilai tambah NFT Anda.

2. Sambungkan dengan royalti NFT

Apakah Anda sudah tahu bahwa NFT dapat disambungkan dengan royalti, sehingga Anda sebagai kreator bisa terus memperoleh sejumlah pendapatan setiap kali NFT milik Anda terjual di pasar? Nah, cara ini bisa dijadikan alternatif untuk menghasilkan uang lewat NFT. Pasalnya, biaya royalti ini juga lah yang membedakan karya seni konvensional yang masih menggunakan sistem “beli-putus”.

Royalti ini bisa Anda sambungkan pada saat proses minting berlangsung dengan jumlah persentase hingga 10% dari harga NFT Anda di pasar. Setelah itu, Anda hanya perlu menunggu hingga NFT Anda terjual dan nantinya royalti secara otomatis akan dikirim ke wallet Anda, sesuai dengan jumlah persentase yang Anda pilih.

Baca juga: Yuk, Pahami Konsep dan Cara Kerja Biaya Royalti pada NFT!

3. Minting di platform besar

Ilustrasi TokoMall.

Ilustrasi TokoMall.

Jika sebelumnya berfokus pada karya, cara yang satu ini sifatnya lebih teknis, nih, yaitu dengan melakukan minting di platform yang besar. Selain karena platform besar memiliki reputasi yang baik dan terjamin keamanannya, Anda juga berkesempatan untuk membuat karya NFT Anda menjadi lebih dikenal khalayak luas, seperti yang dimiliki TokoMall.

Kok bisa?

Sebab, rata-rata platform atau marketplace NFT besar memiliki fitur yang lebih unggul jika dibandingkan dengan marketplace yang kecil dan kurang jelas asal usulnya. Selain itu, NFT Anda juga cenderung akan lebih mudah ditemukan karena akan ada banyak sekali kolektor NFT yang ‘berburu’ koleksi di marketplace besar. 

Beberapa marketplace besar juga memungkinkan Anda untuk menyambungkan akun Anda dengan media sosial lho, sehingga jangkauan NFT Anda tidak terbatas pada marketplace saja. Jadi, lebih besar pula kemungkinan NFT Anda terjual dan menghasilkan uang.

4. Lakukan promosi

Cara terakhir adalah cara yang wajib dilakukan selepas minting, yaitu melakukan promosi atau shilling. Dalam pasar konvensional, promosi sudah terbukti banyak membantu meningkatkan penjualan. Hal yang sama juga dapat terjadi di dunia NFT. Promosi yang dilakukan terhadap NFT milik Anda akan membuat NFT Anda dikenal oleh masyarakat yang lebih luas. Bahkan, bisa jadi Anda menemukan kolektor yang sedang secara spesifik mencari karya seni dengan aliran yang Anda gunakan.

Nah, shilling ini tidak hanya bisa dilakukan di media sosial saja, lho. Tetapi Anda juga bisa melakukan shilling di komunitas NFT, baik yang global maupun nasional. Lewat komunitas, Anda juga bisa menjalin koneksi dengan banyak kreator juga kolektor. Jika beruntung, bisa saja kolektor tersebut tertarik dengan NFT yang Anda tawarkan dan berujung menghasilkan uang.

Memang, cara menghasilkan uang lewat NFT tidak bisa dilakukan secara instan dan perlu waktu. Namun, selama Anda melakukannya dengan telaten, perlahan NFT karya Anda akan menemukan kolektornya dan menghasilkan sejumlah uang ke wallet Anda, sang kreator. 

Yuk, mulai minting NFT pertamamu di TokoMall dan jangan lupa untuk gabung dengan komunitas NFT TokoMall di Discord dan Telegram!





Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal Non-Fungible Tokens (NFT) part 1: Apa itu NFT?

Apa itu NFT?

Non-Fungible Tokens memiliki pengertian token unik yang merepresentasikan dari sebuah hak digital yang berarti bukti keaslian dan kepemilikan dari aset di dunia digital dan tercatat di Blockchain. Karena NFT dibuat di atas jaringan Blockchain, maka bukti kepemilikan, riwayat perpindahan NFT akan selamanya tercatat di Blockchain. NFT tidak bisa di duplikasi atau di replikasi.

Aset digital bisa di kategorikan ke dalam NFT jika meliputi hal berikut :

  • Unik
  • Langka
  • Tidak bisa dipertukarkan (karena nilainya yang berbeda)

Berbeda dengan aset Bitcoin, sebagai contoh Bapak A ingin menukarkan 1 Bitcoin dengan Bapak B. Yang berarti dalam penukaran tersebut, 1 Bitcoin yang diberikan oleh Bapak A dan sebaliknya, 1 Bitcoin yang diberikan oleh Bapak B sama nilainya. Tidak dengan NFT yang dimana Bapak A ingin menukarkan NFT A kepada Bapak B yang memiliki NFT, antara NFT A dan NFT B belum pasti memiliki nilai yang sama.

Bagaimana sejarah nft, apa dasar pembuatannya dan apa teknologi yang digunakan? Temukan jawabannya dalam video ini.

https://www.youtube.com/watch?v=175ukKELF08

 Baca Juga: Beberapa Token Micin Ini Meroket! Berikut Analisisnya

3 Hal acuan dalam NFT 

  1. Nilai

Nilai Objektif memiliki arti dimana nilai objektif meliputi hal yang penting sangat berharga atau sangat bernilai di dalam kehidupan kita. Contoh adalah air, udara, tanah dan –> (belahan jiwa) *canda

Nilai Subjektif adalah nilai yang mendasari dari persepsi seseorang terhadap hal yang diyakini. Contoh nilai subjektif adalah Tas yang berharga ratusan juta bagi sebagian orang ini merupakan hal yang tidak mungkin karena sebagian orang tidak memiliki kepentingan untuk memiliki Tas dengan harga ratusan juta dan memilih Tas dengan harga yang biasa dan standard. Tapi untuk sebagian orang lainnya Tas ini adalah keperluan yang harus dipenuhi dan diyakini oleh sebagian orang tersebut bahwa Tas ini memiliki nilai.

  1. Fungible vs Non-Fungible

Pada dasarnya pada masa sebelum era digitalisasi, istilah ini sudah sering muncul. Dimana fungbile memiliki arti aset yang utuh dan secara kasat mata bisa dilihat dan bisa disentuh. Contoh dari Fungible aset adalah rumah, atau bahkan lukisan Mona Lisa. Karena rumah milik Bapak A tidak sama nilainya dengan rumah milik Bapak B. Dan lukisan Mona Lisa yang di buat oleh Leonardo da Vinci hanya ada satu-satunya di dunia.

Yang dari kedua contoh tersebut adalah aset yang hanya ada satu-satunya dan memiliki nilai.

Sementara untuk pengertian Non-Fungible pada masa sebelum era digitalisasi adalah aset atau kepemilikan aset yang tidak bisa dilihat secara kasat mata dan tidak bisa disentuh tetapi memiliki nilai. Contohnya adalah hak cipta dari sebuah lagu.

  1. Token

 Token adalah representasi dari sebuah aset digital. Contohnya adalah koin MANA yang merepresentasikan project gaming Decentraland.

Project NFT pertama adalah cryptokitties.co  yang berbasis game virtual dimana para pemain bisa mengadopsi, mendandani, dan beternak kucing untuk kemudian bisa dijual kembali di marketplace yang tersedia.



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal Aset Kripto Tribe (TRIBE) dan LTO Network (LTO)

Dua aset kripto Tribe (TRIBE) dan LTO Network (LTO) memiliki proyek yang menarik untuk memberikan solusi layanan desentralisasi baru. Misalnya saja Tribe yang merupakan token tata kelola untuk stablecoin algoritmik, Fei USD (FEI).

Sementara, LTO Network adalah platform blockchain terkemuka di Eropa dengan utilitas atau penggunaan dunia nyata yang kuat. Platform ini menjalankan proyek solusi perusahaan business-to-business (B2B) ,seperti alur kerja terdesentralisasi, verifikasi dan otentikasi data dan dokumen.

Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai kegunaan dan keunikan dari dua aset kripto tersebut. So, mari berkenalan lebih dekat dengan Tribe (TRIBE) dan LTO Network (LTO).

Tribe (TRIBE)

Apa Itu Tribe (TRIBE)?

Secara singkat, Tribe adalah token tata kelola untuk stablecoin algoritmik, FEI. Aset kripto Fei sendiri bertujuan untuk memberikan solusi terdesentralisasi baru ke pasar stablecoin.

Stablecoin yang ada dijamin dengan fiat dan, oleh karena itu, terpusat atau dijamin dengan kripto, menjadikannya tidak efisien modal. Sementara, stablecoin algoritmik lainnya menderita, karena tidak ada likuiditas yang mendukung nilai keterikatannya atau peg, sehingga membuatnya secara inheren tidak stabil atau memusatkan penghargaan kepada pemangku kepentingan tertentu.

Tribe (TRIBE)
Ilustrasi aset kripto Tribe (TRIBE).

FEI mengusulkan model yang serupa dalam desain untuk bank sentral cadangan fraksional, di mana protokol mengeluarkan FEI untuk harga yang disubsidi terhadap Ethereum (ETH) yang digunakan sebagai perbendaharaan untuk mempertahankan peg. TRIBE adalah token DAO yang mengendalikan tata kelola FEI dan dapat digunakan dalam untuk menentukan suara atau ditukar dengan FEI.

Baca juga: Kenal Lebih Kripto Bounce Finance Governance Token (AUCTION) dan StaFi (FIS)

Apa yang Membuat Tribe (TRIBE) Unik?

Tribe dijalankan sebagai DAO, artinya diatur oleh komunitasnya dengan cara yang sepenuhnya terdesentralisasi melalui smart contract. Stablecoin FEI yang diatur oleh DAO didirikan oleh Joey Santoro, Brianna Montgomery dan Sebastian Delgado. Kripto ini meluncur pada Maret 2021.

FEI memperkenalkan konsep product-controlled value (PCV). DAO Tribe yang mengatur stablecoin mencetak FEI dengan tarif bersubsidi untuk ETH pada peluncurannya untuk menghasilkan kumpulan ETH sebagai perbendaharaannya. Tribe kemudian memasok sebagian dari ETH ini dengan FEI yang baru dicetak di kumpulan likuiditas ETH-FEI di Uniswap untuk memungkinkan perdagangan stablecoin.

Sementara, pengguna dapat membeli FEI dari DAO Tribe, mereka tidak dapat menjual FEI kembali ke sana tetapi harus menjual FEI di pasar terbuka. Stabilitas dijaga melalui sistem insentif. Jika harga FEI melebihi pasak, arbitrase dapat menjual ETH ke DAO Tribr dan menjual FEI mereka di Uniswap untuk menghasilkan keuntungan.

Jika harga di bawah peg, insentif yang dipasang Tribe ikut bermain. Pembeli FEI di Uniswap menerima potongan harga untuk mengembalikan nilainya, sementara penjual harus membayar potongan harga ini dan penalti kelebihan untuk memberi insentif agar peg dipulihkan.

Tribe (TRIBE)
Ilustrasi aset kripto Tribe (TRIBE).

Semakin jauh dari patok harga FEI telah bergerak, semakin besar potongan harga dan penalti, sehingga sangat tidak menguntungkan bagi penjual untuk menjual FEI yang didiskon. Tribe dapat menggunakan cadangan Ether-nya untuk membeli kembali FEI dan membakar kelebihan FEI untuk mengurangi pasokan sebagai upaya terakhir. Tribe hanya bertindak sebagai badan pengatur dengan fungsi sebagai berikut:

  • Menunjuk kontrak Minter dan Burner (termasuk kurva ikatan baru)
  • Sesuaikan target Skala dan aturan alokasi pada kurva ikatan
  • Sesuaikan tingkat pertumbuhan FEI
  • Hadiah untuk restorasi peg FEI
  • melakukan stabilisasi ulang salah satu peg FEI di Uniswap.

Peringkat TRIBE di situs CoinMarketCap pada Selasa (31/5) jam 14.00 adalah #259, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 108.297.847. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 453.448.622 koin TRIBE dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin TRIBE.

Baca juga: Mengenal Aset kripto Augur (REP) dan Orion Protocol (ORN)

LTO Network (LTO)

Apa Itu LTO Network (LTO)?

LTO Network adalah jaringan blockchain yang berbasis di Eropa. Platform ini didirikan sebagai solusi perusahaan B2B seperti alur kerja terdesentralisasi, verifikasi dan otentikasi data. Pada tahun 2021, pembaruan mainnet COBALT pada jaringan LTO menambah dukungan Decentralized Identifiers (DID) dan Verifiable Credentials (VC) sehingga murni menjadi blockchain layer-1 yang sebenarnya.

LTO Network dikembangkan oleh Firm24. Awalnya perusahaan mulai mengembangkan LTO Network sebagai LegalThings One pada tahun 2014. Kemudian di tahun 2017, mereka memutuskan untuk menambahkan blockchain ke produk dan mengubah namanya menjadi LTO Network.

LTO Network (LTO)
Ilustrasi aset kripto, LTO Network (LTO).

Orang-orang dibalik LTO Network adalah CEO Firm24, Rick Schmitz adalah pengusaha berpengalaman dan salah satu pendiri LTO Network. dan CFO Firm24, Martijn Migchelsen, sebelumnya, beliau bekerja sebagai konsultan keuangan perusahaan di PwC.

Fokus terbaru LTO Network adalah membuat identitas terdesentralisasi dan kredensial yang dapat diverifikasi hingga menyongsong teknologi NFT 2.0, di mana orang benar-benar memiliki dan mengelola NFT mereka dengan cara yang terdesentralisasi.

Dengan memanfaatkan pendekatan hybrid (layer-2), LTO Network secara native sesuai dengan GDPR. Ini memastikan kepatuhan yang mudah bagi perusahaan di seluruh dunia dengan undang-undang privasi yang terus meningkat. Karena itu, LTO Network memungkinkan pengembang dan bisnis untuk membangun Privacy Aware Decentralized Apps (PADA) dan menawarkan banyak peluang unik untuk dijelajahi.

Baca juga: Mengenal Dekat Kripto Wrapped Bitcoin (WBTC) dan Kava Lend (HARD)

Apa yang Membuat LTO Network (LTO) Unik?

Dua fitur utama LTO Network adalah live contracts atau kontrak langsung yang mudah digunakan dan penerapan mekanisme blockchain hybrid. Kontrak langsung memungkinkan para pihak untuk membuat perjanjian yang saling menguntungkan secara real-time.

Ketika para pihak mencapai kesepakatan dan meluncurkan kontrak langsung, sistem induk LTO membuat blockchain pribadi khusus untuk mencatat sejarah peristiwa dan status kontrak saat ini. Saat kesepakatan terpenuhi, salah satu pihak mengirimkan respons ke blockchain, dan yang lainnya menandatanganinya, memungkinkan node untuk mengonfirmasi bahwa tindakan telah terjadi. Semua data kontrak hanya tersedia untuk mereka yang terlibat.

LTO Network (LTO)
Ilustrasi aset kripto, LTO Network (LTO).

Kontrak langsung memungkinkan pengguna untuk mendaftarkan tindakan, menambah/menghapus peserta, dan merekam diskusi di blockchain. Mereka juga memungkinkan untuk menyelesaikan konflik dan memasukkan sub-proses dalam kerangka kesepakatan yang ada.

Fungsionalitas blockchain dibagi menjadi dua lapisan: Publik dan privat. Lapisan privat dirancang untuk kolaborasi yang efisien, pertukaran data, dan otomatisasi proses. Pada gilirannya, lapisan publik menyediakan keamanan tingkat tinggi, berkat node terdistribusi dan sistem penghargaan.

Peringkat LTO di situs CoinMarketCap pada Senin (31/5) jam 14.00 adalah #478, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 37.919.312. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 392.693.698 koin LTO dan maksimal pasokan 397.969.832 koin LTO.

Baca juga: Mengenal Kripto AC Milan Fan Token (ACM) dan TrueFi (TRU)

Tribe (TRIBE) dan LTO Network (LTO) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Tribe (TRIBE) dan LTO Network (LTO).

Trading TRIBE/USDT, TRIBE/BUSD, TRIBE/BTC, LTO/USDT, LTO/BUSD dan LTO/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 31 Mei 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran TRIBE dan LTO di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

DISCLAIMER: Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Akhirnya Naik ke $ 31 Ribu, Bisa Ciptakan Momentum Bullish?

Bitcoin secara mengejutkan berhasil tembus ke harga di atas $ 31.000 untuk pertama kalinya setelah alami penurunan sejak 9 Maret lalu. Terpantau di situs CoinMarketCap pada Selasa (31/5) jam 09.00 harga BTC sudah di $ 31.567,48 atau naik 7% selama 24 jam terakhir.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan ini momen yang baik untuk Bitcoin untuk terus melaju ke zona hijau, setelah selama sembilan pekan berturut-turut aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar tersebut mengalami penurunan beruntun.

Afid menjelaskan pergerakan ini memecahkan rekor penurunan paling panjang bagi Bitcoin. Sepanjang Mei ini saja, BTC tercatat mengalami penurunan sekitar 22%.

“Pencapaian ini sangat penting bagi pergerakan BTC selanjutnya. Jika BTC berhasil bertahan dan menebus di atas level $ 30.000, bisa merupakan momentum untuk reli hingga menembus SMA 50-hari di level $ 35.181,” katanya.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

Berdasarkan indikator Relative Strength Index (RSI), pergerakan BTC menunjukan adanya divergensi positif yang artinya momentum bearish dapat melemah dan reli mungkin akan segera terjadi.

Namun, jika harga turun dari resistensi overhead di level $ 30,528, jebakan bearish akan mencoba menarik BTC di bawah $ 28.630. Jika ini benar terjadi, target penurunan selanjutnya adalah di $ 24.601, menurut laporan Cointelegraph.

Market Kripto Mulai Membaik

Kenaikan Bitcoin yang capai lebih dari 7% dan menembus angka $ 31.000, didorong oleh investor global, karena pasar ekuitas Asia dan Eropa naik. Pasar Amerika juga ditutup untuk liburan Memorial Day.

Reli di market kripto pada akhir Mei ini, juga dipicu lonjakan ekuitas Asia di tengah laporan bahwa kota-kota besar China telah mulai melonggarkan pembatasan virus corona setelah berbulan-bulan lockdown secara ketat.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

Investor optimis bahwa pembukaan kembali ekonomi di China dapat memicu peningkatan belanja konsumen yang dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dalam beberapa minggu mendatang dan dapat menunjukkan menaikan saham di wilayah tersebut.

Secara umum reli juga terjadi di aset kripto lainnya, seperti Ethereum (ETH) melonjak lebih dari 8% menjadi sekitar $ 1.940. Cardano (ADA) menonjol di antara alternatif Ethereum, melonjak sekitar 14% menjadi sekitar $ 0,54.



Sumber : news.tokocrypto.com

GMT Turun 40% dalam Sehari! Ini Penyebabnya

Stepn (GMT) dikabarkan mengalami koreksi sekitar 40% hanya dalam sehari setelah adanya sentimen negatif. 

Setelah mengalami apresiasi harga yang signifikan saat ini GMT sedang bergerak turun dan semakin parah dengan adanya sentimen negatif baru ini. 

GMT Turun 40% dalam Sehari 

Stepn, yang merupakan sebuah proyek dalam kategori Move to Earn dimana individu diberi imbalan dalam crypto untuk bergerak, terlihat mulai meredup. 

Meredupnya Stepn terlihat dari normalisasi pergerakan harganya dengan adanya penurunan token utamanya yaitu GMT hingga sekitar 78% sejak April 2022. 

Tapi perlu diketahui bahwa token ini sebelumnya mengalami apresiasi hingga lebih dari 26.000% hanya dalam satu bulan. 

GMT Turun 40% dalam Sehari! Ini Penyebabnya
Harga GMTUSD

Fenomena Move to Earn merupakan fenomena yang masih marak hingga saat ini,  namun melihat Stepn yang menjadi proyek utama, pergerakan turun ini terlihat wajar karena perlu adanya normalisasi. 

Sayangnya banyak investor yang terkejut karena dalam normalisasi harga ini, terjadi penurunan signifikan dalam waktu singkat. 

Pada Tanggal 26 Mei 2022, GMT turun hingga 40% hanya dalam satu hari setelah adanya sentimen negatif. 

Sentimen negatif ini datang dari China yang terlihat melarang Stepn untuk beroperasi di negaranya. 

Mengikuti larangan ini, Stepn terlihat mau patuh dan memberikan publikasi di Twitter resminya.

Stepn membuat publikasi tersebut dalam Bahasa Mandarin langsung untuk mempermudah penggunanya  

Dalam publikasi tersebut, Stepn mengabarkan bahwa pengguna di China akan dihentikan dan tidak bisa menggunakan aplikasi Move to Earn-nya. 

“Jika pengguna ditemukan di Cina, Stepn akan menghentikan akses GPS dalam aplikasi ke akunnya pada 15 Juli 2022 pukul 24:00 (UTC+8).”

Baca juga: Yuk, Buat Mining Makin Mudah dengan Kalkulator Bitcoin!

Stepn juga meminta maaf kepada para penggunanya dengan menyatakan bahwa mereka berterima kasih atas pengertiannya dan mohon maaf atas ketidaknyamanannya. 

Selanjutnya Stepn juga menyatakan bahwa mereka belum menjalankan bisnis apa pun di China dan tidak memberikan akses resmi ke pengguna di China. 

Hal tersebut disebabkan belum adanya perizinan dari Pemerintah China, sehingga Stepn akan membantu untuk menghentikan segala akses yang didapatkan dari jalan tidak resmi. 

Setelah kabar ini beredar, harga Stepn mengalami koreksi hingga 40% karena banyaknya kekhawatiran menurunnya pengguna dan adanya negara lain yang mengikuti. 

Selain itu, terdapat juga beberapa kekhawatiran akan adanya investor besar yang menjual karena kabar ini. Tapi semua dipastikan aman oleh Stepn. 

Pemerintah Cina Sering Larang Inovasi

Stepn menyatakan bahwa pelarangan di China bukan menjadi masalah besar untuk proyeknya. Sebab, mayoritas penggunanya saat ini berada di Jepang dan Amerika. 

Selain itu, Stepn memastikan bahwa tidak ada manipulasi harga atau investor besar yang mundur dari proyek Stepn. Bahkan, mereka menyatakan adanya rekan dan investor baru yang akan datang.

Menanggapi banyaknya sentimen negatif, Stepn memastikan bahwa proyeknya masih aman, terutama dari sisi pengguna. 

Baca juga: LUNA 2.0 Jatuh Setelah Launching! Investor Mulai Ragu

Melalui Twitter, mereka memberikan data bahwa jumlah pengguna masih stabil walau mengalami fluktuasi. 

Kondisi ini tidak berarti bahwa fenomena Move to Earn akan berakhir, karena larangan dari Cina terhadap inovasi bukan hal baru. 

Sebelumnya, crypto secara menyeluruh juga telah mengalami larangan dari Cina, terutama untuk penambangan atau mining.

Beberapa inovasi terutama di industri teknologi juga telah mengalami larangan dari Cina, seperti Google, Youtube, Facebook, Snapchat, dan beberapa inovasi teknologi lain yang tumbuh besar di dunia.

Mengingat kondisi sejarah ini maka sangat kecil dampak larangan China terhadap pertumbuhan sebuah proyek. 

Untuk saat ini, GMT sendiri sedang berusaha naik kembali untuk mulai pulih. Meskipun begitu, karena saat ini sedang bear market, maka kemungkinan untuk naik drastis kembali masih sangat kecil. 

Sumber





Sumber : news.tokocrypto.com

Miliuner: Bitcoin Akan Capai US$ 250.000 Tahun 2022, Mungkin?

Di tengah pasar Bearish yang menghantam dengan kuat pasar crypto, investor ternama asal AS, Tim Draper, masih mempercayai harga dari Bitcoin (BTC) akan mampu mencapai $ 250.000.

Tim Drapper adalah seorang miliuner yang mempunyai kekayaan $ 1,2 miliar. Dia juga seorang investor awal di Coinbase, SpaceX, Tesla, Twitch, Twitter, dll.

Dalam sebuah wawancara di YouTube dengan Scott Melkar, Draper melihat bahwa akan ada lebih banyak wanita yang mulai menggunakan aset crypto utama tersebut. Ini akan memperluas basis penggunaan aset crypto di masa mendatang.

Ia mengatakan:

“Semua wanita akan memiliki Bitcoin, dan akan membeli barang dengan Bitcoin.”

Kenapa Wanita?

Bukan sekadar asal bicara, memang kekayaan di AS kini didominasi oleh wanita, dengan persentase sebesar 51%. Porsi ini tentu dapat mendorong harga BTC menjadi lebih tinggi jika mereka mulai banyak masuk dan menggunakannya.

Baca juga: Apa itu Whitelist NFT? Temukan Jawabannya di sini!

Terlebih lagi, wanita juga belanja lebih banyak daripada pria.

Dia Mengatakan:

Wanita mengontrol lebih dari 80% dari belanja retail.

Selain itu, ia memandang bahwa masih banyak sekali pebisnis ritel yang belum menyadari bahwa mereka dapat berhemat 2% jika menerima pembayaran dengan BTC, daripada kartu kredit dari perbankan.

Tentu saja penggunaan BTC berpotensi meningkatkan keuntungan mereka karena memperlebar marjin mereka yang kini tipis.

Menurutnya, harga Bitcoin akan bisa mencapai $ 250.000 pada akhir tahun 2022 atau awal tahun 2023 dengan berbagai perkembangannya saat ini.

Baca juga: Inilah 4 Cara Orang Kaya Menghasilkan Pendapatan Pasif

Menariknya, ia mengatakan akan menjadikan BTC sebagai mata uang resmi jika nantinya ia terpilih sebagai Presiden AS.

Pada saat pers, harga Bitcoin berada di $ 29.400-an, mulai ada tanda-tanda kenaikan.

Namun, jika kita menengok harga BTC saat ini, target yang ia utarakan tentu masih terlihat sangat sulit tercapai, terkesan mustahil, untuk di awal tahun depan karena ini butuh kenaikan hampir sepuluh kali lipat dari harga saat ini.

Mungkin, jika targetnya dikendurkan lebih rendah, pasar masih dapat berpikir positif seperti dirinya. Tetapi, angka $ 250.000 itu memang sebuah target optimistis yang terlalu berlebihan, setidaknya melihat urusan regulasi dan sentimen global yang belum begitu mendukung perkembangan industri jelang pertengahan tahun ini.

Baca juga: Analis: Empat Faktor Yang Menggerakkan Harga Bitcoin Di Tahun 2022

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Fantom Coin: Simak Penjelasan dan Cara Menggunakannya Disini!

Saat ini, ada sebuah aset kripto yang sedang ramai dibicarakan. Aset kripto yang dimaksud yaitu Fantom Coin. Aset kripto tersebut berhasil menunjukkan performa yang memukau selama beberapa pekan. Memangnya, apa itu Fantom Coin dan bagaimana cara kerjanya? Simak ulasannya di bawah ini!

Apa Itu Fantom Coin?

Fantom Coin adalah platform smart contract yang berbasis Directed Acyclic Graph (DAG). Aset kripto satu ini dapat menyelesaikan proses transaksi dengan cepat. Pada September 2021, Fantom berhasil mencetak rekor dengan nilai mencapai 1,8 Dolar AS.

Baca juga: Yuk, Kenalan dengan Aset Kripto HOT Coin dan Cara Kerjanya

Awal Mula Fantom Coin

Fantom Coin bermula dari ide yang muncul pada 2018 lalu Dr. Ahn Byung Ik, Matthew Hur, dan koleganya di Digital Currency Holdings Australia adalah pencetus dari aset kripto ini. Mereka berpendapat bahwa blockchain memiliki keterbatasan, apalagi dalam hal skalabilitas, biaya transaksi yang mahal serta konfirmasi yang lambat. 

Untuk itulah mereka menciptakan Fantom Coin yang menggunakan teknologi DAG. DAG memiliki struktur data yang berbeda dari blockchain. Meskipun berbeda, prinsip operasional keduanya memiliki kesamaan. Teknologi DAG dipercaya dapat menyelesaikan proses transaksi cepat, bahkan dalam hitungan detik saja.

Sejak Fantom mengadakan Initial Coin Offering (ICO) pada 2018, banyak investor yang tertarik untuk menanamkan modalnya. Sehingga, pada akhir tahun 2018, Fantom berhasil meluncurkan Fantom OPERA sebagai platform utama. 

Kenapa Transaksi Fantom Coin Bisa Cepat?

ilustrasi fantom coin
  1. Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, Fantom menggunakan teknologi DAG yang memiliki kecepatan lebih baik dari blockchain. Teknologi yang mampu menggantikan blockchain ini adalah sistem pembukuan online yang terdesentralisasi. Struktur data dalam DAG memiliki kronologi waktu berisi data transaksi-transaksi.

Serangkaian data transaksi tersebut tak dikumpulkan dalam satu blok saja. Data dalam waktu berdekatan akan terhubung dan bisa langsung terverifikasi tanpa konfirmasi. Maka dari itulah kinerja DAG mampu menyelesaikan proses transaksi dalam hitungan detik saja.

fantom coin

Source by Fantom

  1. Mengandalkan algoritma konsensus atau sistem verifikasinya sendiri. Algoritma konsensus tersebut disebut Lachesis yang sudah dimodifikasi dari mekanisme proof-of-stake. Lachesis adalah metode verifikasi yang memiliki jaringan aman, mampu memproses transaksi dengan cepat, dan terdesentralisasi.

Lachesis ini memanfaatkan asynchronous Byzantine Fault Tolerance (aBFT). Dengan teknologi ini, jaringan akan tetap bisa melaksanakan tugasnya meskipun validatornya berperilaku aneh, seperti menunda pengecekan transaksi. Begitulah cara kerja Fantom yang didukung dengan sistem jaringan yang kuat. Dengan begini, fantom coin bisa bertahan dari serangan Denial-of-service attack atau DDos.

Apa yang Bisa Dilakukan dengan Fantom Coin?

Bagi Anda yang tertarik dengan aset kripto ini, berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan dengan aset kripto ini.

1. Staking

cara staking fantom coin

Staking adalah kegiatan mengunci aset kripto di dompet digital pada platform tertentu. Metode staking di Fantom adalah salah satu yang paling unik di antara platform lain. Anda dapat mendepositkan FTM tanpa harus menguncinya.

Hal tersebut akan sangat menguntungkan karena Anda dapat mengambilnya kapan pun Anda mau. Metode staking ini memungkinkan Anda mendapatkan bunga sebesar 4 persen. Perlu Anda ingat, semakin lama Anda mengunci aset, maka akan semakin besar pula bunga yang didapat.

Fantom juga mengenal liquid staking. Metode ini akan mengunci aset Anda, lalu mengubahnya dari FTM menjadi sFTM dan bisa digunakan dalam aplikasi DApps Fantom. Dengan begini, Anda akan mendapatkan bunga dari staking sembari menggunakan sFTM di aplikasi lainnya. 

2. Investasi

Pada 2021, Fantom Coin tercatat sebagai salah satu aset kripto dengan performa yang menakjubkan yang dimana mengalami kenaikan harga hingga 10.000%. Hal ini terjadi karena berfungsinya DeFi Fantom, CRV, dan YFI yang menambahkan Fantom dalam jaringan mereka. Dengan begitu, proses transaksi menjadi lebih mudah. Aplikasi DeFi Fantom pun memiliki potensi untuk mendapatkan bunga yang besar. 

Itulah tadi penjelasan tentang aset kripto yang ramai dibicarakan dalam komunitas kripto. Tertarik untuk memiliki Fantom Coin, tapi masih bingung harus memulai dari mana? Pelajari lebih banyak tentang aset kripto satu ini bersama dengan Komunitas Resmi Tokocrypto! Kunjungi website Tokocrypto dan follow Instagram @tokocrypto juga, ya!





Sumber : news.tokocrypto.com