All posts by 21

Analisis: Kapan Waktu Tepat Beli Bitcoin di Tahun 2022?

Bitcoin (BTC) yang harganya saat ini tengah berupaya pulih dari kisaran level psikologis $ 30.000 telah menjadi sorotan, baik para pengamat dan juga para analis teknikal.

Dalam pasar bearish yang mendalam ini, ada beberapa pihak yang kini telah melihat peluang dari aset crypto utama ini, untuk membeli di harga potensial, buy the dip, atau dalam diskon besar.

Rekt Capital ada di antara pihak yang melihat peluang tersebut, dengan menggunakan pendekatan analisis teknikal yang tampaknya patut dijadikan bahan pertimbangan dalam analisis jangka panjang.

Dalam buletin langganan Rekt Capital, pendekatan tersebut menggunakan indikator Moving Average 20 bulan, atau MA 20-bulan, untuk menemukan sudut pandang jangka panjang yang secara data, menarik untuk disimak.

https://substackcdn.com/image/fetch/f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fbucketeer-e05bbc84-baa3-437e-9518-adb32be77984.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2Fba66f85d-18da-4594-bf04-6760b63a5116_1800x1264.png

Baca juga: Prediksi Harga Bitcoin 2022: Analisa BTC Mingguan

Dengan melihat sejarah, penggunaan MA ini terlihat tepat untuk mengukur prospek tren pada Bitcoin, di mana ketika harga berada di bawahnya, ini berpeluang bergerak lebih rendah lagi sebelum membentuk pemulihan.

Menariknya, MA ini ditembus dalam rentang 4 tahun sekali, dari 2014, 2018 dan 2020, dengan jarak penurunan yang kian mengecil dari masa ke masa, di 2014 (63%), 2018 (52%) dan 2020 (46%).

Dan saat ini, harga mengalami lebih cepat 2 tahun, di 2022, sehingga ini memiliki dua peluang, yaitu langsung membangun pemulihan, atau bergerak lebih rendah lagi sebelum membentuk pijakan baru untuk reli.

Dalam strategi Rekt Capital, saat harga BTC semakin rendah dari MA 20-bulan, maka semakin besar pula peluang keuntungan yang akan didapat investor jangka panjang.

https://substackcdn.com/image/fetch/f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fbucketeer-e05bbc84-baa3-437e-9518-adb32be77984.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2Fbf83baae-3e9a-44a7-8dee-370c5f173e8b_1862x1264.png

Baca juga: Aset Kripto dan Blockchain Jadi Perhatian di Pertemuan Tahunan WEF 2022, Apa Dampaknya?

Dan pada gambar di atas, harga saat ini tampak telah mengikuti pergerakan pada 1 Mei 2020, yang keluar dari garis Channel. Ini bisa saja mengikuti pergerakan selanjutnya, yaitu membangun kenaikan dan bergerak lebih tinggi ke ATH yang baru. Tentu saja, ini berdasarkan sudut pandang teknikal, mengesampingkan sentimen fundamental yang ada.

https://substackcdn.com/image/fetch/f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fbucketeer-e05bbc84-baa3-437e-9518-adb32be77984.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2Fe02434e1-915a-464e-95b4-faca754ce016_1800x1264.png

Dan dari grafik Weekly di atas, harga tampak masih bertahan di wilayah Macro Range Low, yang bertindak sebagai Support Utama bagi BTC.

Peluang dari mampu tidaknya harga untuk pulih juga dapat diharapkan selama harga masih di dalam wilayah tersebut.

Kesimpulan

Selama Bitcoin di bawah 20 MA, ini adalah kesempatan untuk membeli. (beli sedikit demi sedikit)

Semakin dalam Bitcoin di bawah 20 MA, semakin bagus kesempatan untuk untung.

Ketika Bitcoin di atas 20 MA, HODL untuk beberapa Minggu atau bulan ke depan.

Namun, menurut Cryptoharian, harga yang paling bagus untuk membeli Bitcoin berada di sekitar $ 28.000-an Karena trader Cryptoharian prediksi Bottom Bitcoin berada di sekitar $ 22.000, terkecuali ada event black swan.

DISCLAIMER: Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisis Solana (SOL) yang Sering Mati Jaringan Blockchain

Aset kripto Solana (SOL) menjadi perbincangan hangat dalam beberapa hari terakhir. Penyebabnya jaringan blockchain Solana sempat mati atau down selama empat jam pada Kamis (2/6) lalu. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran bagi pelaku pasar yang meng-hold kripto SOL dan bagaimana masa depannya?

Jaringan blockchain Solana dilaporkan down selama empat jam yang diakibatkan oleh adanya bug yang menghentikan produksi blokchain. Akun Twitter resmi Solana menyatakan, insiden ini terjadi pada 1 Juni 2022, pukul 13.00 ET atau 2 Juni 2022 pukul 00.00 WIB.

Jaringan kembali online pada pukul 17.00 ET atau 04.00 WIB di hari yang sama. Melalui situs resminya, Solana melaporkan jaringannya down selama 4 jam 10 menit.

Anatoly Yakovenko, salah satu pendiri Solana, mengungkap masalah tersebut disebabkan oleh bug yang muncul dalam fitur Durable Nonce Transactions. Fitur ini digunakan untuk menjalankan transaksi yang bisa dilakukan secara offline tanpa memerlukan kode blok yang terbaru.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 02 Juni 2022: Laju Pasar Kripto Belum Optimal

“Masalah tersebut membuat beberapa bagian jaringan menganggap blok itu tidak valid dan sebagai hasilnya tidak ada konsensus yang dapat dibentuk,” tulis Yakovenko di Twitternya.

Dikutip Portal Kripto, validator kemudian bekerja sama untuk menghidupkan ulang jaringan Solana dengan menonaktifkan fitur Durable Nonce Transactions. Yakovenko juga memastikan bug yang muncul akan langsung diperbaiki.

Bagaimana Masa Depan Solana (SOL)?

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan jaringan blockchain Solana yang terhenti memang menimbulkan sentimen negatif bagi koin SOL. Akibat banyaknya sentimen negatif terkait Solana saat ini, harga Koin SOL mengalami koreksi drastis hanya dalam satu hari.

Dari situs CoinMarketCap saja, nilai SOL sempat turun lebih dari 11% pada Kamis (2/6) pukul 17.00 WIB di hari kejadian jaringannya down menjadi $ 39. Walaupun begitu, harga SOL sudah kembali naik pada Jumat (3/6) menjadi $ 41 atau naik 1,6% dalam 24 jam terakhir.

“Masalah jaringan Solana yang down masih belum menimbulkan dampak yang besar. Harga SOL masih bisa naik dan kuat. Posisi SOL juga masih kuat berada di peringkat sembilan dalam kapitalisasi pasar kripto setelah berhasil mengalahkan Dogecoin (DOGE) dan Polkadot (DOT),” kata Afid.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Baca juga: Tokocrypto dan Nexticorn Gelar NXC Web3 Startup Competition 2022 Cari Project Lokal Terbaik

Untuk saat ini harga SOL masih perlahan kembali positif, bersamaan dengan pergerakan yang juga mengarah ke zona hijau. Terkait harga SOL yang turun pada Kamis (2/6) lalu, banyak investor yang menuangkan kekecewaannya karena mengaitkannya dengan kondisi jaringan yang kurang stabil.

Dikutip Coinvestasi, kejadian halt ini bukan pertama kalinya terjadi di jaringan Solana. Sebelumnya Solana sempat mengalami pemberhentian beberapa kali, terakhir pada 30 April 2022, pemberhentian terakhir terjadi akibat adanya kerusakan yang disebabkan bot yang membanjiri mint beberapa koleksi NFT.

Hingga saat ini telah terjadi sekitar empat insiden pemberhentian jaringan, termasuk kejadian di Januari 2022, Desember 2021, dan September 2021. Rentetan kejadian tersebut juga membuat banyak keraguan terkait sistem desentralisasi dari blockchain Solana yang sebenarnya tidak terdesentralisasi sepenuhnya.

Harga Solana Meningkat 400%
Ilustrasi aset kripto Solana (SOL).

Solana merupakan jaringan pesaing Ethereum yang saat ini tengah menjadi platform populer untuk proyek NFT, decentralized apps (dapps) dan games, serta layanan decentralized finance (DeFi). Token SOL mengalami kenaikan harga signifikan tahun lalu, namun nilainya melesu sejak pasar kripto mengalami guncangan dalam beberapa bulan terakhir.

“Karena SOL masih berada dalam daftar 10 besar aset kripto berkapitalisasi besar atau big cap. Harga yang turun bisa dimanfaatkan investor untuk buy to dip untuk mengakumulasi keuntungan saat pasar tumbuh positif dan tim pengembang Solana melakukan perbaikan jaringan agar hal tersebut tidak terulang,” pungkas Afid.

Baca juga: CEO Celsius Network: Bitcoin Pulih ke $38.000, Inflasi Tidak Dapat Menghentikan Kripto

DISCLAIMER: Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Pulih ke $38.000, Inflasi Tidak Dapat Menghentikan Kripto

Di tengah kekhawatiran ekonomi yang menyusutkan selera risiko investor, CEO Celsius Network mengatakan bahwa pasar kripto dan Bitcoin akan bangkit, inflasi tidak akan menghentikannya.

Alex Mashinsky mengungkapkan pandangannya tersebut dalam sebuah wawancara bersama Kitco News, yang memperkirakan pasar kripto justru akan mulai pulih dari sini. Ia menambahkan:

“[Bahkan] JP Morgan… mengeluarkan laporan minggu ini yang mengatakan bahwa mungkin aksi jual crypto berlebihan, dan mereka melihat rebound ke level 38.000 [USD per Bitcoin] dari tempat kita hari ini… Jadi saya pikir kita akan melihat pembalikan atas akhir pekan dan minggu depan.”

Ia pun menilai bahwa, pasar Bearish saat ini memberi dampak baik untuk memisahkan para penipu dan spekulan dari industri kripto.

Menurutnya, pasar kripto memiliki dua jenis pelaku pasar, yakni HODLer seperti Michael Saylor, Komunitas Celsius dan lainnya, dan juga ada para investor yang bersifat spekulan.

Baca juga: Shiba Inu Dilepaskan Pendirinya!

Dengan kondisi bearish saat ini, para spekulan telah dihapuskan dari permainan, yang akan menghentikan aksi jual besar-besaran dan mulai beralih lagi ke kenaikan harga yang bagus. Ia mengatakan:

“Ingat, ketika Bitcoin pulih, awalnya pulih 5 hingga 8 kali dari tempatnya, atau bahkan lebih.”

Selain itu, Alex juga mengatakan bahwa ia masih percaya Bitcoin dapat menjadi aset pelindung nilai dari inflasi. Menurutnya, jika membandingkan periode satu dekade pada S&P versus inflasi versus Bitcoin, maka Bitcoin akan mengungguli keduanya.

Menanggapi potensi inflasi, Alex tidak melihat itu akan mereda, karena ia memperkirakan AS tengah menuju puncak dari inflasi dan akan butuh waktu lebih lama bagi ekonomi AS untuk pulih dan memperbaikinya.

Baca juga: Prediksi Harga Bitcoin 2022: Analisa BTC Mingguan

Disisi lain, Alex juga mengatakan, inflasi harus dibawah 8% untuk Bitcoin rally dan jika inflasi masih diatas 8.3%, harga Bitcoin akan terus merosot.

Pada tanggal 14-15 Juni, The Fed akan melakukan meeting lagi. Semua trader masih menunggu tanggal tersebut.

Alex juga memberitahukan beberapa exchange yang dia ketahui sudah tidak melakukan likuidasi lagi dan banyak pengguna celsius menukarkan stablecoin mereka ke Bitcoin atau altcoin.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Kazakhstan Kantongi US$ 1,5 Juta dari Sektor Tambang Kripto

Pemerintah Kazakhstan mengantongi US$ 1,5 juta, setara Rp 21,77 milyar, dari sektor tambang kripto pada kuartal pertama tahun 2022, berdasarkan laporan News Bitcoin. Dana tersebut berasal dari tagihan biaya listrik yang digunakan untuk menambang aset digital, pertama diterapkan pada Januari silam.

Kazakhstan mengumumkan telah menerima pemasukan besar tersebut dari sektor tambang kripto yang beroperasi secara legal di negara tersebut.

Kazakhstan Raup Pendapatan Besar dari Sektor Tambang Kripto 

Biaya listrik khusus kripto mulai diterapkan pada 1 Januari 2022 sebesar 1 tenge (mata uang Kazakhstan) per kWh listrik yang dipakai untuk penambangan aset kripto. Perusahaan yang menjalankan operasi penambangan wajib membayar tagihan listrik tersebut setiap tanggal 20 pada bulan pertama setelah kuartal berjalan.

Biaya itu belum termasuk aturan pajak resmi Kazakhstan. Pemerintah berencana menerapkan biaya bervariasi bergantung kepada harga listrik yang digunakan. Amandemen aturan tersebut belum lama ini telah mendapat persetujuan pada Dewan Perwakilan Rakyat Kazakhstan.

Langkah tersebut diperkirakan akan menambang pemasukan negara sekaligus membatasi konsumsi listrik oleh sektor produsen aset digital yang membutuhkan energi tinggi.

Kazakhstan menjadi pusat penambangan kripto menyusul pelarangan China terhadap sektor tersebut pada bulan Mei tahun 2021.

Baca juga: Melihat Lebih Dekat Website T-Launchpad, Platform IDO Pertama di Indonesia yang Baru Rilis

Maraknya penambangan kripto disebut sebagai penyebab defisit listrik di Kazakhstan. Akibatnya, lusinan fasilitas penambangan terpaksa menghentikan kegiatan, membongkar dan memindahkan peralatan dari lokasi. Sebagian perusahaan berpindah ke negara lain.

Sebagian perusahaan penambangan kripto yang menghentikan operasi terafiliasi dengan pengusaha asal Kazakhstan Alexander Klebanov dari wilayah Pavlodar, serta Bolat Nazarbayev, saudara dari mantan presiden Nursultan Nazarbayev.

Tokoh publik lain yang disebut terkait dengan investasi penambangan kripto mencakup mantan kepala perusahaan gas Kairat Sharipbaev dan Erlan Nigmatulin, pengusaha terkenal dari wilayah Karaganda.

Dalam rapat pemerintah pada bulan Februari lalu, Presiden Kassym-Jomart Tokayev menghimbau untuk melipatgandakan sanksi pajak terhadap penambangan kripto.

Ia juga memerintahkan pengawas kripto untuk mengidentifikasi semua fasilitas penambangan di negara itu dan memeriksa dokumen pajak serta bea cukai.

Baca juga: Binance Bentuk Tim Sidik Terkait Tudingan Terkait Terra LUNA

Pada awal bulan Mei, Kazakhstan memperluas aturan pendaftaran dan pelaporan bagi penambang. Usaha penambangan wajib menyerahkan serangkaian informasi, meliputi kebutuhan energi alat tambang, rencana investasi serta jumlah pegawai.

Sementara itu, auditor dari pemerintah berusaha menutup celah aturan pajak yang dimanfaatkan oleh sejumlah penambang. [ed]

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Cara Membuat Wallet Bitcoin Untuk Pemula

Sebagai investor, memastikan aset tersimpan dengan baik dan aman adalah sebuah keharusan. Sama halnya dengan aset kripto, investor wajib untuk menyimpan aset kriptonya di tempat yang terpercaya dan memiliki tingkat keamanan tinggi. Lantas, sebenarnya apa, sih, fungsi wallet bitcoin? Kemudian bagaimana cara membuat wallet bitcoin? Yuk kita bahas satu persatu.

Kenalan dengan Wallet Bitcoin

Apakah wallet bitcoin bisa disamakan dengan fungsi dompet pada umumnya? Bisa dibilang, iya. Namun ada sedikit perbedaan yang mendasarinya.

Penting untuk diketahui, bitcoin sendiri adalah aset digital yang tidak mempunyai bentuk fisik. Maka, wallet bitcoin merupakan perangkat lunak untuk menyimpan public key dan private key dengan berbasis teknologi blockchain yang dengan mudah digunakan oleh pengguna untuk mengirim bitcoin, menerima bitcoin, bahkan memantau saldo bitcoin.

Public key juga sering disebut sebagai wallet address, merupakan alamat dengan format alfanumerik yang dapat digunakan untuk menerima dan mengirim bitcoin ke sesama pengguna. Sedangkan private key merupakan password untuk mengakses wallet dan harus dijaga kerahasiaannya.

Jenis Wallet Bitcoin

Secara umum, wallet bitcoin terbagi menjadi dua jenis, yaitu Hot dan Cold wallet. Berikut penjelasannya.

Apa Itu Hot Wallet

Hot wallet adalah wallet bitcoin yang terkoneksi dengan jaringan internet. Anda dapat dengan bebas memilih hot wallet pada platform digital yang menyediakannya, baik gratis maupun berbayar.

Apa Itu Cold Wallet

Cold wallet adalah kebalikan dari hot wallet, dimana wallet bitcoin jenis ini tidak membutuhkan jaringan internet dan tentunya memiliki bentuk fisik.

Cara Mengirim dan Menerima Bitcoin Melalui Wallet

Bisa dibilang sebelum memulai untuk melakukan investasi bitcoin dan aset kripto lainnya, sebagai investor Anda harus memiliki wallet. Dikarenakan wallet bitcoin berfungsi sebagai perantara dengan blockchain ketika Anda ingin melakukan transaksi ke sesama pengguna bitcoin.

Jika ingin mengirim bitcoin, Anda bisa mengklik tombol send kemudian masukkan public key penerima dan masukkan jumlah bitcoin yang Anda inginkan. Begitupula sebaliknya, jika ingin menerima bitcoin, klik tombol request dan sistem blockchain akan memberikan address yang bisa Anda berikan kepada pengirim.

Cara Membuat Wallet bitcoin 

Jika Anda masih bingung bagaimana cara membuat wallet bitcoin, yuk ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Untuk membuat wallet bitcoin, Anda bisa kunjungi situs blockchain atau klik sini. Kemudian klik tombol “Create Wallet”
  2. Lengkapi proses registrasi dengan memasukkan email dan password Anda
  3. Tara! Wallet bitcoin Anda sudah siap!

Tingkatkan Keamanan Wallet Bitcoin

Jika sudah mendaftar wallet bitcoin, tingkatkan keamanan wallet bitcoin Anda dengan menggunakan 2FA atau Two Factor Authentication. Dimana Anda akan dimintai verifikasi identitas sebanyak 2 kali dengan bentuk kode yang dikirimkan melalui email atau SMS. Namun, jangan lupa untuk memverifikasi email Anda terlebih dahulu sebelum melakukan 2FA, ya! 

Selain itu, Anda juga bisa mencatat backup phrase. Backup phrase merupakan 12 kata pendek yang berfungsi sebagai backup jika Anda kehilangan perangkat maupun tidak mengingat kata sandi yang digunakan untuk mengakses akun wallet. Jadi, backup phrase ini adalah satu-satunya akses yang harus Anda catat dan simpan di tempat yang aman.

Beli Bitcoin di Tokocrypto

Kalau Anda sudah daftar wallet bitcoin dan memiliki wallet, kini saatnya Anda beli dan mendapatkan bitcoin di berbagai platform exchange aset kripto seperti Tokocrypto, yang telah terdaftar di BAPPEBTI, telah memiliki sertifikasi ISO 27001 tentang Sistem Keamanan Informasi dan terdaftar di Kementerian Komunikasi dan Informatika. Oh iya, Anda juga bisa membuat wallet di Tokocrypto jika Anda tidak mau memiliki wallet terpisah.

Yuk, mulai investasi bitcoin dari sekarang di Tokocrypto! Jika Anda ingin mengetahui informasi terbaru, kunjungi Tokocrypto di www.tokocrypto.com dan semua akun media sosial  @Tokocrypto 

Salam to the moon!



Sumber : news.tokocrypto.com

Melihat Lebih Dekat Website T-Launchpad yang Baru Rilis

Akhirnya penantian panjang telah usai. Platform IDO (Initial DEX Offering), T-Launchpad akhir resmi meluncur pada Kamis (2/6). Untuk tahap pertama, T-Launchpad akan meluncurkan situs atau website resminya yang sudah bisa diakses di tlaunchpad.io.

Dikutip dari situs resminya, T-Launchpad menggambarkan sebagai platform IDO pertama di Indonesia. Mereka mengeklaim menjadi platform penggalangan dana desentralisasi dengan token lintas blockchain, seperti Binance Smart Chain, Solana dan Ethereum.

“T-Launchpad datang untuk membantu proyek crypto yang brilian untuk mendapatkan pengakuan dan kami meningkatkan kesadaran penggemar crypto dalam meningkatkan modal mereka. Juga setiap proyek mendapatkan eksposur untuk lebih dikenal dan T-Launchpad bertindak sebagai kapal untuk menjembatani sebagai proyek berkualitas tinggi oleh investor masa depan,” tulis pengembang T-Launchpad.

Tampilan website T-Launchpad.
Tampilan website T-Launchpad.

Lebih lanjut, T-Launchpad akan berperan sebagai wadah untuk menjembatani proyek-proyek yang berkualitas agar dapat lebih dikenal oleh investor. Pengembang juga akan berfokus pada proyek dengan sudut pandang Indonesia, baik dari pemilik proyek atau dari basis klien/investor target.

Baca juga: Mengenal Launchpad di Dunia Aset Kripto, Apa Keuntungannya?

Sempat Terlambat Dampak Market Crash

Peluncuran website T-Launchpad rupanya sempat terhambat akibat dampak market aset kripto yang mengalami crash. Namun, para pengembang terus fokus dalam menyempurnakan platform IDO ini.

“Akan tetapi, semangat dan antusias dari komunitas membuat kami terus berkomitmen untuk menyempurnakan platform ini. Kami sangat mengapresiasi bagi kalian yang turut berkontribusi pada survei kami sebelumnya. Hasil survei menunjukkan bahwa 68% suara memilih untuk ingin melanjutkan peluncuran T-Launchpad bersamaan dengan kami yang terus mencari proyek IDO baru hingga menunggu kondisi pasar semakin membaik,” tulis pengembang T-Launchpad.

Tampilan website T-Launchpad.
Tampilan website T-Launchpad.

Meski secara resmi website T-Launchpad telah diluncurkan. Para pengembang masih mencari proyek Web3 yang terbaik. Mereka mengajak para komunitas untuk mengirimkan informasi proyek yang punya potensi, agar dapat masuk ke dalam T-Launchpad. Semua syarat dan ketentuan serta langkah-langkah untuk mengirimkan proyek tersebut dapat dilihat melalui website resmi mereka.

Baca juga: Tokocrypto dan Nexticorn Gelar NXC Web3 Startup Competition 2022 Cari Project Lokal Terbaik

Tampilan Website T-Launchpad yang Futuristik

Kesan pertama ketika membuka website tlaunchpad.io adalah kentalnya nuansa futuristik. Halaman website didominasi oleh warna abu-abu, putih dan sedikit hijau. Untuk memudahkan pengguna dan investor, website mendukung dua bahasa, Inggris dan Indonesia.

Di halaman muka pengunjung website bisa melihat menu untuk mengetahui project IDO apa saja yang akan datang dan mendaftar project ke dalam platform. Kemudahan dan kenyamanan menjadi fokus utama pembuatan website T-Launchpad, hal tersebut juga tertuang dalam slogannya “Tempat yang aman bagi inovator, pengadopsi dan investor awal.”

Kemudian, hal pertama yang diperlukan untuk dapat berpartisipasi disetiap IDO di T-Launchpad adalah menghubungkan digital wallet. Saat ini, T-Launchpad mendukung wallet dari Metamask, Trust Wallet, SafePal, dan lainnya secara bertahap ke depannya.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto dan Nexticorn Gelar NXC Web3 Startup Competition 2022

Tokocrypto bersama dengan Nexticorn (Next Indonesian Unicorns) menggelar NXC Web3 Startup Competition sebagai bagian dari pra-event NXC Indonesia Summit 2022 yang digelar pada 31 Agustus-2 September 2022 di Bali. Kompetisi ini bertujuan untuk menjaring 10 proyek Web3 lokal terbaik untuk nantinya diberi kesempatan tampil di ajang Summit nanti.

Perkembangan Web3 di Indonesia sendiri masih tahap early stage dan terus menunjukan pertumbuhan. Salah satu fokus dari acara NXC International Summit 2022 nanti adalah pembahasan dan pemahaman lebih mendalam tentang potensi teknologi Web3 dan turunannya.

Chief Summit Officer di NXC International Summit 2022, Edward Ismawan Chamdani, mengatakan di NXC International Summit 2022 akan ada area khusus yang disebut Experience Area, didedikasikan untuk para partisipan agar bisa merasakan pengalaman langsung dengan teknologi Web3. Selain itu, Nexticorn juga akan menghadirkan para penggiat Web3 ternama global termasuk para pemimpin pasar untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini.

“Melalui Nexticorn dan NXC International Summit 2022, kami percaya bahwa Web3 akan menjadi landasan atau launchpad bagi unicorn baru dari Indonesia. Dan ini selaras dengan misi kami untuk mendorong akselerasi industri teknologi Indonesia yang akan melahirkan unicorn-unicorn baru,” kata Edward dalam keterangan resminya.

Co-Founder & CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai.
Co-Founder & CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Peserta TSBA Batch 1 Kolaborasi Tokocrypto dan BRI Ventures Raih Pendanaan US$ 40 Juta

Sementara itu, Tokocrypto sebagai salah satu pendukung acara NXC International Summit 2022 turut berpartisipasi dalam menggali para inovator Web3 di Indonesia untuk menunjukan project mereka ke panggung global melalui NXC Web3 Startup Competition.

“Web3 adalah fase baru yang menjanjikan. Potensi Web3 di Indonesia saat ini up and rising. Tokocrypto sangat optimis tentang potensi Web3 untuk memperluas akses masyarakat ke semua peluang yang lebih baik, mulai dari ekonomi, kesehatan hingga pendidikan,” kata ujar Co-Founder & CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai.

“Kerja sama strategis ini, sejalan dengan visi Tokocrypto untuk terus menjadi builder sekaligus leader di ekosistem kripto, blockchain, dan Web3 di Tanah Air, sekaligus membawa Indonesia menjadi barometer di kancah global.”

Kriteria dan kategori NXC Web3 Startup Competition

Gelaran NXC Web3 Startup Competition tidak hanya ditujukan untuk startup atau perusahaan, tetapi juga untuk tim pengembang atau siapa pun yang bekerja pada produk atau layanan bisnis komersial yang menggunakan konsep desentralisasi atau berteknologi blockchain.

Beberapa kriteria yang harus diperhatikan adalah:

  • Tim inti harus didominasi oleh warga negara Indonesia;
  • Proyek sudah berjalan minimal 3 bulan;
  • Memiliki dan dapat menunjukkan data traksi/penggunaan.
NXC Web3 Startup Competition
NXC Web3 Startup Competition. Foto: Nexticorn.

Baca juga: Direksi Tokocrypto Gabung Cydonia Fund, Bangun Ekosistem Web3 Berskala Global

Kompetisi Web3 ini dibagi menjadi 4 kategori, yaitu:

  • DAO – Distributed Autonomous Organizations;
  • NFT – Non-fungible Tokens (with utilities or smart contracts);
  • dApps – Decentralized Applications;
  • Blockchain – Open Ledger dengan Blockchain.

Registrasi berlangsung dari tanggal 24 Mei-12 Juni 2022. Dilanjutkan dengan sesi penjurian oleh Edward Ismawan Chamdani selaku Chief Summit Officer NXC International Summit 2022 dan Tigran Adiwirya selaku VP of TokoLabs Tokocrypto, yang berlangsung selama 3 hari hingga 15 Juni 2022. Kesepuluh pemenang akan diumumkan pada tanggal 18 Juni 2022.

Untuk para penggiat teknologi yang sudah mulai meniti proyek Web3 dan ingin semakin mengembangkan inovasi teranyar ini, segera daftarkan diri. Pendaftaran akan segera ditutup tanggal 12 Juni 2022.

Informasi lebih lanjut terkait kompetisi dan pendaftaran tersedia di website Nexticorn dan NXC Web3 Startup Competition.

Baca juga: Tokocrypto Kenalkan Ekosistem Blockchain, TokoVerse Terdepan di Indonesia



Sumber : news.tokocrypto.com

Pemerintah Korea Selatan Gelontorkan Rp 1,6 Triliun Bangun Metaverse

Pemerintah Korea Selatan tampaknya serius untuk memasuki dunia virtual atau metaverse. Kabar terbaru, mereka mengalokasikan dana sebesar 223,7 miliar won (Rp 1,6 triliun) untuk mewujudkan metaverse sebagai benua digital yang belum dipetakan dengan potensi tidak terbatas.

Dilaporkan oleh CNBC, Menteri Sains dan ICT Korea Selatan, Lim Hyesook, mengatakan negaranya berencana untuk memulai industri metaverse dengan mendukung perusahaan teknologi yang ingin berpartisipasi mengembangkannya dan menciptakan lapangan kerja.

Investasi Korea Selatan sekitar Rp 1,6 triliun adalah salah satu investasi pertama dalam industri metaverse yang dibuat oleh pemerintah nasional dan merupakan langkah pertama dibanding negara lainnya.

Sampai saat ini, belum ada pemerintahan manapun yang secara resmi mengalokasikan dana untuk membangun dunia metaverse. Seiring berjalannya waktu, pmerintah Korea Selatan yakin metaverse dapat mendukung sektor usaha yang pada akhirnya mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

Di tingkat kota, pemerintah kota Seoul sedang membangun platform metaverse senilai 3,9 miliar won untuk memungkinkan warga mengakses layanan publik secara virtual. Itu semua cocok dengan konsep Web3, virtual reality (VR), augmented reality (AR) dan teknologi blockchain, serta aset digital seperti aset kripto dan non-fungible token (NFT).

ilustrasi metaverse
Ilustrasi metaverse.

Baca juga: Ketika NFT Masuk ke Ranah Politik di Korea Selatan

Masa Depan Metaverse di Asia

Langkah pemerintah Korea Selatan menandakan minat pada teknologi metaverse yang dapat menjadi pusat perhatian di tahun-tahun mendatang. Dan itu dapat memberikan cetak biru untuk diikuti oleh negara lain.

“Ini menarik, ini didominasi oleh sektor swasta dan inisiatif serta tren yang didorong oleh Big Tech. Pemerintah di luar Korea Selatan belum melakukan banyak hal,” Yugal Joshi, salah seorang mitra di firma riset Everest Group, mengatakan kepada CNBC.

Joshi yakin langkah pemerintah Korea Selatan akan membuat negara lain mulai menganggap ini lebih serius karena metaverse bisa menjadi platform tempat orang berkumpul. “Apa pun yang membuat orang berkumpul, itu membuat pemerintah tertarik.”

Joshi mengatakan bahwa di China, raksasa teknologi seperti Tencent dan Alibaba telah menunjukkan minat yang besar untuk mengembangkan produk metaverse, dengan yang terakhir baru-baru ini berinvestasi dalam startup pengembang kacamata AR.

gambaran bermain di metaverse
Ilustrasi Metaverse.

Baca juga: Ketika Lembaga Pemerintahan Indonesia Melirik Pengembangan Metaverse

Dia menambahkan bahwa aktivitas metaverse di Asia, sama seperti bagian dunia lainnya, masih dalam tahap awal, karena perusahaan menginvestasikan waktu dan uang untuk menemukan aplikasi yang bisa berjalan dengan baik dan menguntungkan.

Di samping itu soal regulasi juga menjadi penting, bagaimana teknologi metaverse akan menyatu dengan peraturan yang ada. Itu adalah di antara banyak pertanyaan yang harus dihadapi oleh pemerintah dan pembuat kebijakan di tahun-tahun mendatang.

Misalnya, NFT, komponen penting dari banyak perkembangan metaverse, tetap berada di wilayah abu-abu hukum di Korea Selatan dan tidak tunduk pada aturan yang sama dengan aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Singapura Luncurkan Inisiatif Aset Digital

Singapura meluncurkan inisiatif aset digital demi menyelidiki potensi kegunaan tokenisasi aset dalam rangka menjadi pusat bagi keuangan desentralistik (DeFi) menyusul minggatnya sejumlah pelaku pasar industri kripto.

Singapura dan Inisiatif Aset Digital 

Inisiatif aset digital tersebut bernama Project Guardian, yang merupakan kerjasama antara Otoritas Keuangan Singapura (MAS) dan perusahaan keuangan besar. Proyek ini diharapkan menguji kelayakan aplikasi di bidang tokenisasi aset dan DeFi.

Tokenisasi adalah proses membuat wakil aset bernilai secara digital melalui smart contract pada blockchain. Melalui tokenisasi, aset bernilai ekonomis tinggi dapat dipecahkan dan dipertukarkan menggunakan internet dengan basis peer-to-peer.

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Tribe (TRIBE) dan LTO Network (LTO)

Bloomberg melaporkan, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Koordinasi Kebijakan Ekonomi Heng Swee Keat meluncurkan proyek tersebut pada acara Asia Tech x Singapore Summit pada Senin (31/05/2022) kemarin. Ia berkata Project Guardian akan mengelola resiko kripto terhadap integritas dan stabilitas keuangan.

Proyek itu bertujuan mengembangkan proyek rintisan di beragam bidang, termasuk jaringan terbuka yang interoperabel, trust anchor dan protokol DeFi bagi tingkat institusi.

Proyek rintisan pertama akan menjajaki potensi aplikasi DeFi bagi wholesale funding market.

Proyek ini dipimpin oleh Bank DBS, JPMorgan Chase & Co serta Marketnode Pte dan melibatkan pembuatan permissioned liquidity pool yang terdiri dari token obligasi serta deposit.

MAS termasuk regulator yang tanggap melihat teknologi blockchain. Singapura telah mendirikan kerangka lisensi kripto beberapa tahun lalu.

Kendati demikian, para pemohon lisensi kesulitan mendapatkan persetujuan dikarenakan proses yang lambat. Selain itu, pelarangan iklan kripto menjadi hambatan lain bagi kelancaran industri.

Baca juga: Tiongkok Awasi Stablecoin Pasca Keruntuhan Terra LUNA?

Beragam pelaku pasar kripto telah pindah domisili ke Dubai. Pemerintah Dubai secara aktif merayu perusahaan-perusahaan kripto untuk mendirikan markas di kota tersebut.

Salah satunya adalah bursa Bybit Fintech Ltd yang memindahkan markas dari Singapura ke Dubai. Perusahaan ventura Three Arrows turut pindah ke kota tersebut. Bursa terbesar Binance Holdings Ltd memindahkan operasional dari Singapura ke Dubai.

Sopnendu Mohanty, Kepala Fintech MAS, berkata, “Melalui eksperimen praktis dengan industri keuangan dan ekosistem secara meluas, kami berusaha mempertajam pemahaman kami soal ekosistem aset digital yang berkembang pesat.”

Ia menambahkan, hasil kajian Project Guardian akan memberi informasi bagi pembuat kebijakan soal kerangka regulasi yang dibutuhkan untuk menuai manfaat dari DeFi sekaligus memperkecil resikonya.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Market Signal 02 Juni 2022: Laju Pasar Kripto Belum Optimal

Pergerakan market aset kripto tampaknya belum sepenuhnya optimal. Padahal sejak awal pekan lalu, sejumlah aset kripto reli kencang, namun mulai kehabisan “bensin” untuk meneruskan lajunya ke zona hijau.

Misalnya saja, Bitcoin (BTC) sempat melewati level psikologisnya di harga $ 30.000, tapi tidak berlanjut bullish dan kembali anjlok ke $ 29.850 dari pantauan situs CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 10.00 WIB. Apa yang sebenarnya terjadi?

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan pergerakan market ini dipengaruhi oleh investor yang sepertinya memanfaatkan momentum reli harga kripto untuk melakukan aksi ambil untung atau taking profit. Mereka tidak mau lama menunggu untuk mendapatkan profit, ketika harga BTC naik setelah sembilan minggu alami penurunan.

“Jika dilihat, ketika sentimen pasar bearish, investor tentu akan buru-buru merealisasikan keuntungannya sebelum laju harga aset kripto kembali berbalik arah. Harga Bitcoin gagal menembus level resistance-nya, sehingga dibutuhkan aksi beli yang kencang demi mengungkitnya lebih tinggi lagi,” kata Afid.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

Afid menduga para investor masih mengantisipasi ancaman resesi dan kebijakan moneter The Fed ke depan. Meski begitu ada rasa optimisme pelaku pasar yang dipicu oleh keyakinan bahwa harga aset-aset berisiko, termasuk kripto, sudah mencapai titik bottom. Sehingga, pelaku pasar terus mendorong harga aset kripto untuk menembus level resistance-nya.

Tapi, awan mendung masih menyelimuti market kripto dengan sentimen negatif dari makroekonomi yang sangat mempengaruhi tindak-tanduk investor institusi di bursa kripto. Tak ketinggalan, mereka juga tampak latah mengikuti aksi jual yang dilakukan pelaku pasar modal. Di mana nilai indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA), Nasdaq dan S&P 500 juga kompak melorot.

Namun, di tengah market yang volatil ini, aset kripto Waves (WAVES) berhasil tumbuh 13% dalam 24 jam terakhir. Hal ini terjadi setelah Waves merilis peta jalan perbaikan ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang dijuluki Waves DeFi Revival Master Plan.

Selain WAVES, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan pertama bulan Juni 2022. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Baca juga: Binance Kumpulkan Dana $ 500 juta untuk Investasi di Web3 dan Blockchain

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. Tezos (XTZ)

Analisis teknikal Tezos (XTZ).

Pembuka daftar aset kripto berpotensi bullish awal Juni ini adalah Tezos (XTZ). Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan XTZ masih merasakan sentimen positif dari peluncuran protokol terbaru bernama Jakarta 2.

Afid melihat jaringan Jakarta Protocol berisi pembaruan besar pada protokol ekonomi Tezos, serta banyak perbaikan kecil. Seperti fitur Transaction Optimistic Rollup (TORU) yang memungkinkan pertukaran aset semakin mudah. Dan mekanisme Liquidity Baking Escape Hatch telah didesain ulang dan diganti namanya menjadi “Liquidity Baking Toggle Vote”.

“Peluncuran Jakarta Protocol di jaringan Tezos pada 19 Mei lalu mashi menghadirkan sentimen positif dapat harga XTZ. Ini membuktikan investor masih yakin dengan potensi besar pembaruan jaringan untuk menggerakan harga XTZ naik,” kata Afid.

Berdasarkan analisis teknikalnya, XTZ sedang perlahan bergerak naik. Kemungkinan besar XTZ dapat terus bergerak menuju harga $ 2,92 atau naik sekitar 34%-37% dari harga bawah $ 2,08 dalam beberapa hari ke depan. 

Peringkat XTZ di CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 10.00 WIB adalah #37, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 1.702.018.053. Pasokan yang beredar 896.681.214 koin XTZ dan maksimal pasokan tidak tersedia.

2. Gitcoin (GTC)

Analisis teknikal Gitcoin (GTC).

Gitcoin adalah platform yang menggabungkan proyek pemrograman open source dengan sistem pembayaran kripto. GTC digunakan sebagai token tata kelola asli Gitcoin. GTC adalah token ERC-20 yang ditujukan untuk tata kelola platform komunitas.

Afid melihat sejak pekan lalu pergerakan GTC terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kemungkinan besar reli akan terus berlanjut dan bisa menguntungkan investor.

“Analisis teknikal GTC, terlihat kenaikan yang signifikan. Harga GTC kemungkinan besar bisa mencapai $ 4,5 atau naik sekitar 44% dari harga bawah saat ini $ 3,68,” jelasnya.

Peringkat GTC di CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 10.00 WIB adalah #472, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 37.257.489. Pasokan yang beredar 14.198.202 koin GTC dan maksimal pasokan tidak tersedia.

3. Toko Token (TKO)

Analisis teknikal Toko Token (TKO).

Toko Token (TKO) adalah token native dari Tokocrypto yang menggabungkan utilitas CeFi dan DeFi. TKO masuk daftar kripto yang potensi bullish didorong dari pergerakan harganya yang mulai perlahan naik.

Afid mengatakan pergerakan ini bisa didorong oleh sentimen positifnya tentang launching T-Launchpad yang kabarnya akan hadir dalam waktu dekat di bulan Juni ini. TKO akan menjadi token utilitas yang bisa digunakan di platform T-Launchpad untuk mengikuti project DAO yang dirilis di sana.

“Dari analisis teknikal harga TKO bisa melambung tinggi hingga Rp 6.318 atau naik sekitar 21% dari harga bawah saat ini Rp 5.700. Namun, apabila TKO gagal bullish, maka harganya bisa turun hingga Rp 5.210 menuju level support-nya,” kata Afid.

Peringkat TKO di CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 10.00 WIB adalah #459, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 39.727.468. Pasokan yang beredar 108.500.000 koin TKO dan maksimal pasokan 500.000.000 koin TKO.

Baca juga: Mengenal Launchpad di Dunia Aset Kripto, Apa Keuntungannya?

4. Origin Protocol (OGN)

Analisis teknikal Origin Protocol (OGN).

Origin Protocol (OGN) adalah token Ethereum yang mendukung platform Origin, yang bertujuan untuk memperkuat pasar yang terdesentralisasi dan peer-to-peer. OGN dapat digunakan untuk mempertaruhkan, mengatur, dan beriklan di platform Origin.

Menurut Afid, OGN bisa masuk ke fase bullish pada pekan ini. “OGN telah membentuk pola cup and handle yang membentuk lengkungan seperti huruf U. Pola handle ini terbentuk karena penurunan harga yang pendek, namun sebagai sinyal bullish.”

Dari analisis teknikalnya, OGN terlihat ada pergerakan turun atau koreksi sedikit meski perlahan dalam beberapa hari terakhir. Kemungkinan besar nilai OGN bisa reli naik mencapai $ 0,4 atau sekitar 31% dari harga bawah $ 0,34.

Peringkat OGN di CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 10.00 WIB adalah #198, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 108.484.056. Pasokan yang beredar 388.570.733 koin OGN dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin OGN.

5. Kava (KAVA)

Analisis teknikal Kava (KAVA).

Fase bullish pada aset kripto KAVA tampaknya terus berlanjut. Afid menjelaskan sentimen positif pasca peluncuran mainnet Kava 10 dan kabar Kava Network telah menambahkan protokol Sushi ke program insentif pengembangnya dengan mengalokasikan dana total $ 14 juta.

Melalui kemitraan ini, pengguna dan pengembang Sushi akan memiliki akses tanpa batas ke seluruh nilai pasar senilai $300 miliar dari blockchain Ethereum dan Cosmos dari satu jaringan, yang menurut Kava adalah untuk pertama kalinya.

“Sentimen positif KAVA terus menguat. Dari analisis teknikal KAVA juga terlihat pola cup and handle. Kemungkinan besar KAVA masih dapat bergerak menuju harga sekitar $ 3,6 dari $ 3,03 dalam beberapa hari ke depan,” kata Afid.

Peringkat KAVA di CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 12.00 WIB adalah #81, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 531.580.940. Pasokan yang beredar 201.597.568 koin KAVA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Avarta dan Tokocrypto Jalin Kemitraan Strategis Kembangkan Ekosistem Blockchain di Indonesia

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. Bitcoin (BTC)

Analisis teknikal Bitcoin (BTC).

Meski sempat mencicipi level psikologisnya di $ 30.000, Bitcoin kini malah berpotensi bearish dalam beberapa hari ke depan. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat sentimen positif untuk menggerakan BTC belum kuat.

“Meski institusi udah mulai pada akumulasi Bitcoin, tapi dari analisa Bitcoin Trading Option, perusahaan besar seperti Delta melihat adanya orderput‘ yang lebih banyak dari ordercall‘. Jadi ada kemungkinan Bitcoin koreksi sedikit lagi dengan ditandai ‘short squeeze‘,” kata Afid.

Dari analisa teknikalnya, BTC akan sedikit koreksi atau turun ke harga kisaran $ 29.000-$ 28.000. Namun, BTC masih tetap berada di atas sedikit dari level support-nya yang masih di angka $ 26.000.

Peringkat BTC di CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 10.00 WIB adalah #1, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 568.647.487.538. Pasokan yang beredar 19.055.837 koin BTC dan maksimal pasokan 21.000.000 koin BTC.

2. Maker (MKR)

Analisis teknikal MKR (Maker).

MKR (Maker) adalah token ERC-20 di blockchain Ethereum yang bertindak sebagai token tata kelola MakerDAO. Pemegang token MKR dapat berpartisipasi dan memberikan suara untuk proposal perubahan terhadap platform MakerDAO.

Afid melihat MKR akan mengalami penurunan dan berpotensi bearish dari segi analisis teknikalnya. “MKR terlihat sudah mengalami penurunan secara bertahap. Pergerakan ini kemungkinan besar akan terus berlanjut. Harga MKR kemungkinan bisa terus terperosok hingga $ 1.150 atau turun 12% dari harga $ 1.319.” jelasnya.

Peringkat MKR di CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 10.00 WIB adalah #49, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 1.182.488.074. Pasokan yang beredar 977.631 koin MKR dan maksimal pasokan 1.005.577 koin MKR.

3. STEPN (GMT)

Analisis teknikal STEPN (GMT).

STEPN (GMT) sempat mencuri perhatian para pelaku pasar kripto karena keunikan utilitasnya. GMT kini diperkirakan akan kembali bearish pada pekan ini.

Menurut Afid, aset kripto GMT masih masih cukup bagus dalam beberapa waktu ke depan. Namun, saat ini GMT sedang mengalami koreksi sehingga membuat harganya alami penurunan.

“Analisis teknikalnya, harga GMT sudah turun secara perlahan sejak awal pekan ini. GMT bisa alami penurnan harga hingga $ 1 atau turun 17% dari harga $ 1,18 selama beberapa waktu mendatang,” ujar Afid.

Peringkat GMT di CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 10.00 WIB adalah #74, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 611.090.269. Jumlah koin yang beredar 600.000.000 koin GMT dan maksimal pasokan 6.000.000.000 koin GMT.

Baca juga: Analisis: Kapan Waktu Tepat Beli Bitcoin di Tahun 2022?

4. NKN (NKN)

Analisis teknikal NKN (NKN).

New Kind of Network (NKN) adalah blockchain publik yang bertujuan untuk menggunakan insentif ekonomi untuk memotivasi pengguna internet untuk berbagi koneksi jaringan dan memanfaatkan bandwidth yang tidak digunakan. NKN bertujuan untuk menjadi jaringan untuk membangun aplikasi terdesentralisasi dengan cara yang meningkatkan transmisi dan konektivitas data peer-to-peer.

Sayangnya, meski memiliki utilitas yang baik nilai NKN terus turun sejak awal tahun 2022. Afid melihat penurunan NKN yang drastis sejak April lalu, belum bisa membuat NKN masuk ke zona bullish.

“Analisis teknikal NKN ini sudah terlihat turun sejak April, meski ada konsolidasi tidak bisa membuatnya reli. NKN kemungkinan besar akan mengalami penurunan harga menuju $ 0,07 dari $ 0,09,” kata Afid.

Peringkat NKN di CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 10.00 WIB adalah #350, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 67.029.463. Jumlah koin yang beredar 700.000.000 koin NKN dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin NKN.

5. Mirror Protocol (MIR)

Analisis teknikal Mirror Protocol (MIR).

Mirror Protocol (MIR) adalah token Ethereum yang memungkinkan pencipta mengeluarkan aset sintetis, yang membantu melacak harga aset dunia nyata. Afid mengungkap MIR akan mengalami bearish selama beberapa hari ke depan.

“MIR akan terus turun harganya menuju $ 0,20 atau anjlok 25% dari $ 0,28. Tapi meski begitu, MIR akan tetap berada di atas level support-nya di harga $ 0,11,” ujar Afid.

Peringkat MIR di CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 10.00 WIB adalah #612, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 21.175.149. Jumlah koin yang beredar 77.742.680 koin MIR dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Tribe (TRIBE) dan LTO Network (LTO)

Disclaimer:

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com