Author: 24

  • Robinhood Gelar Trivia Berhadiah $2 Juta dalam Bitcoin dan Dogecoin

    Robinhood baru saja menggelar kontes trivia seru yang menawarkan hadiah lebih dari $2 juta dalam bentuk Bitcoin dan Dogecoin.

    Sayangnya, meski acara ini menjanjikan hadiah besar dan pengalaman menyenangkan, banyak peserta justru mengalami masalah teknis yang membuat mereka frustrasi.

    Mekanisme Kontes dan Hadiah

    Kontes trivia ini berlangsung selama dua hari dan hanya bisa diakses melalui aplikasi seluler Robinhood versi terbaru di Android dan iPhone. Pada hari pertama, kontes terbuka untuk pengguna umum di AS mulai pukul 4:45 PM ET, sedangkan hari kedua dikhususkan bagi anggota Robinhood Gold pada 6 Maret pukul 4:45 PM ET.

    Dilaporkan Cryptopolitan, setiap peserta harus menjawab 12 pertanyaan pilihan ganda seputar keuangan, ekonomi, dan kripto dalam waktu 10 detik per pertanyaan. Hadiah sebesar $2 juta dibagi menjadi $1 juta per hari. Peserta yang menjawab semua pertanyaan dengan benar berhak atas hadiah utama. Jika tidak ada yang mendapatkan skor sempurna, hadiah dibagikan kepada mereka yang menjawab sebagian besar pertanyaan dengan benar.

    Masalah Teknis yang Mencoreng Kontes

    Sayangnya, banyak peserta melaporkan mengalami kendala teknis yang mengganggu jalannya kompetisi. Beberapa permasalahan yang paling sering terjadi meliputi sistem yang salah menandai jawaban benar sebagai salah, gangguan aplikasi yang membuat beberapa peserta tidak bisa mengakses trivia meskipun sudah memenuhi syarat dan memastikan aplikasi mereka diperbarui, serta malfungsi penghitung waktu yang menyebabkan timer macet di angka nol, sehingga mereka tidak bisa memilih jawaban.

    Selain itu, beberapa pengguna juga mengeluhkan bahwa klik jawaban mereka tidak terdeteksi. Keluhan dari peserta pun membanjiri media sosial, dengan beberapa di antaranya menuduh Robinhood telah menjalankan kontes yang “tidak adil” atau bahkan “curang”.

    Robinhood Belum Berencana Mengulang Acara Serupa

    Ini adalah pertama kalinya Robinhood menggelar acara trivia semacam ini. Dheerja Kaur, Wakil Presiden Produk Robinhood, menyatakan bahwa belum ada rencana untuk menjadikan event ini sebagai acara rutin.

    Mereka masih akan mengevaluasi hasil dan respons dari komunitas. Meskipun terjadi masalah teknis, Robinhood tetap berusaha memberikan pengalaman yang menarik bagi penggunanya. Para pemenang akan diberi tahu melalui email dalam waktu lima hari dan harus mengklaim hadiah mereka dalam satu bulan. Nilai tukar pasar akan diterapkan saat hadiah dalam bentuk kripto ditransfer ke akun mereka.

    Dampak pada Robinhood dan Pasar Kripto

    Di luar kontroversi trivia ini, Robinhood baru-baru ini mendapat kabar baik setelah SEC mengakhiri penyelidikannya terhadap perusahaan tersebut tanpa tindakan hukum lebih lanjut.

    Saham Robinhood (HOOD) mengalami kenaikan 2,27% dalam 24 jam terakhir dan saat ini diperdagangkan di harga $47,27, hampir dua kali lipat dibanding tahun lalu. Sementara itu, Bitcoin dan Dogecoin juga mengalami volatilitas tinggi, dengan masing-masing naik 2,5% dalam sehari terakhir. Harga Bitcoin kini mencapai $90.078, sedangkan Dogecoin berada di $0,204.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Shiba Inu (SHIB) Berpeluang Masuk dalam Cadangan Kripto AS?

    Tim di balik Shiba Inu (SHIB) semakin optimis bahwa token mereka bisa masuk dalam cadangan kripto strategis Amerika Serikat.

    Dikutip Zycrypto, optimisme ini muncul setelah mantan Presiden Donald Trump mengusulkan integrasi beberapa aset kripto utama—termasuk Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL), Cardano (ADA), dan XRP—ke dalam cadangan nasional.

    Lucie, Kepala Pemasaran Shiba Inu, mengungkapkan keyakinannya melalui sebuah cuitan pada Minggu lalu dengan menuliskan, “SHIB. Jangan Pernah Bilang Tidak.” Pernyataan ini memberikan isyarat halus bahwa SHIB bisa menjadi bagian dari daftar aset kripto yang dipertimbangkan untuk cadangan AS di masa depan.

    Pendukung SHIB Yakin Akan Potensi Besar

    Optimisme ini disambut positif oleh komunitas Shiba Inu. Banyak yang percaya bahwa ekosistem SHIB yang berkembang pesat dapat menjadi alasan kuat bagi pemerintah AS untuk mempertimbangkannya sebagai aset cadangan.

    Midnight, pembawa acara kanal YouTube Luckside Crypto, mengungkapkan bahwa SHIB memiliki peluang besar untuk menjadi aset cadangan. Dalam sebuah video yang dirilis pada hari Selasa, ia menyoroti ketahanan SHIB selama masa sulit di pasar kripto serta perkembangan ekosistemnya, terutama dengan adanya Shibarium—solusi Layer-2 yang meningkatkan skalabilitas jaringan.

    Menurut Midnight, SHIB akan semakin diperhitungkan jika berhasil mencapai 3-4 juta pemegang dan masuk dalam daftar 10 besar atau bahkan 5 besar aset kripto di dunia. “Semakin berkembang ekosistem SHIB dan basis pemegangnya, semakin realistis pula perbincangan tentang SHIB sebagai aset cadangan,” ujarnya.

    Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Sabtu, 8 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Sabtu, 8 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Ekosistem SHIB Terus Berkembang

    Shiba Inu tidak hanya berhenti pada spekulasi. Tim pengembang terus mengembangkan utilitas SHIB, termasuk inisiatif terbaru bernama SHIB (Pusat Strategis untuk Inovasi dalam Blockchain). Inisiatif ini bertujuan untuk menjadikan AS sebagai pusat inovasi global dalam teknologi kripto dan blockchain.

    Lucie juga menegaskan bahwa SHIB berkomitmen untuk terus berinovasi melalui berbagai proyek, seperti pengembangan game, DAO, metaverse, dan utilitas blockchain lainnya. Langkah-langkah ini semakin memperkuat posisi SHIB di era ekonomi digital yang terus berkembang.

    Selain itu, laporan dari Arkham Intelligence mengungkap bahwa pemerintah AS saat ini memegang sekitar 54,9 miliar token SHIB. Kepemilikan ini bisa menjadi dasar yang kuat bagi SHIB untuk masuk dalam daftar aset cadangan strategis AS.

    Perdebatan Seputar Cadangan Kripto AS

    Meski ada antusiasme terhadap usulan Trump, konsep cadangan kripto AS masih menjadi perdebatan sengit dalam komunitas kripto. Para pendukung melihat langkah ini sebagai jalan menuju adopsi kripto yang lebih luas. Namun, para kritikus, terutama penganut Bitcoin maksimalis, berpendapat bahwa hanya Bitcoin yang pantas menjadi fondasi cadangan strategis AS.

    Salah satu pendiri Gemini, Tyler Winklevoss, secara terbuka menentang gagasan cadangan yang mencakup berbagai aset kripto. “Saya tidak menentang XRP, SOL, atau ADA, tetapi saya tidak menganggapnya cocok untuk Cadangan Strategis. Hanya satu aset digital di dunia saat ini yang memenuhi standar, dan aset itu adalah Bitcoin,” cuitnya pada hari Selasa. Ia menambahkan bahwa aset cadangan harus memiliki karakteristik seperti emas, yaitu sebagai penyimpan nilai yang terbukti.

    Meski masih menjadi perdebatan, langkah pemerintah AS dalam membangun cadangan kripto akan terus menjadi sorotan. Jika SHIB berhasil mempertahankan pertumbuhannya dan mendapatkan pengakuan lebih luas, bukan tidak mungkin token ini benar-benar masuk dalam daftar cadangan kripto di masa depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ondo Finance Catat TVL $1 Miliar, Dorong Tren Tokenisasi Obligasi

    Ondo Finance mencatat pencapaian besar dalam dunia keuangan berbasis blockchain. Platform ini berhasil melampaui nilai total terkunci (Total Value Locked/TVL) sebesar $1 miliar, menandai lonjakan 57% hanya dalam waktu satu bulan.

    Menurut laporan Altcoinbuzz, pertumbuhan pesat ini sejalan dengan meningkatnya permintaan terhadap aset dunia nyata (Real-World Assets/RWA) yang ditokenisasi.

    Produk Unggulan Ondo Finance

    Dua produk utama Ondo Finance yang menjadi motor penggerak pertumbuhan ini adalah OUSG dan USDY. OUSG (Institutional-Grade Tokenized Treasuries) mengalami pertumbuhan sebesar $165 juta atau naik 61%.

    Produk ini menawarkan akses yang diatur ke obligasi Treasury AS dan menjadi pilihan utama bagi investor institusional yang mencari eksposur ke pasar keuangan tradisional melalui blockchain. Sementara itu, USDY (DeFi-Focused Yield-Bearing Stablecoin) meningkat sebesar $201 juta atau naik 51%. Produk ini memberikan alternatif stablecoin dengan imbal hasil lebih tinggi dalam ekosistem DeFi.

    OUSG memungkinkan investor mendapatkan eksposur terhadap US Treasuries dengan cara yang lebih efisien dan transparan, sementara USDY menawarkan imbal hasil yang lebih kompetitif dibandingkan stablecoin konvensional. Kombinasi kedua produk ini membuktikan bahwa permintaan terhadap solusi berbasis blockchain dalam mengakses instrumen keuangan tradisional terus meningkat.

    Pergerakan harga ONDO (ONDO/IDR) pada Sabtu, 8 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga ONDO (ONDO/IDR) pada Sabtu, 8 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Institusi Besar Mulai Masuk ke Pasar Tokenisasi

    Tren tokenisasi aset dunia nyata semakin menarik perhatian institusi keuangan besar. Tidak hanya Ondo Finance, perusahaan seperti Franklin Templeton dan BlackRock juga telah memasuki pasar obligasi yang ditokenisasi.

    Kehadiran mereka menandakan tumbuhnya kepercayaan terhadap inovasi ini dan membuka peluang lebih luas bagi integrasi blockchain dengan sistem keuangan konvensional.

    Para analis percaya bahwa langkah institusi besar ke dunia tokenisasi akan semakin mempercepat adopsi aset digital berbasis blockchain. Dengan keamanan dan efisiensi yang ditawarkan, aset tokenisasi berpotensi menjadi standar baru dalam perdagangan dan investasi global.

    Masa Depan Tokenisasi dan Ondo Finance

    Dengan pencapaian ini, Ondo Finance semakin memperkuat perannya dalam menghubungkan keuangan tradisional dengan teknologi blockchain. Lonjakan TVL yang signifikan menunjukkan bahwa minat terhadap akses on-chain ke aset tradisional terus meningkat dan akan terus berkembang di masa depan.

    Seiring dengan pertumbuhan adopsi tokenisasi, kemungkinan besar akan muncul lebih banyak inovasi di sektor ini. Tidak menutup kemungkinan, lebih banyak aset keuangan tradisional akan masuk ke dalam ekosistem blockchain, memberikan lebih banyak pilihan bagi investor dan institusi keuangan di seluruh dunia.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Berpotensi Alami Penurunan, Analis Ungkap Sinyal Jual yang Kuat

    XRP kembali menjadi sorotan setelah analis kripto terkemuka, Ali Martinez, mengungkapkan prospek bearish terhadap aset digital ini.

    Menurut laporan Finbold, dalam unggahan di platform X pada 7 Maret, Martinez menyoroti munculnya beberapa sinyal jual pada grafik dua minggu XRP berdasarkan indikator teknis TD Sequential.

    Apa Itu TD Sequential dan Mengapa Penting?

    TD Sequential adalah indikator teknis yang dikembangkan oleh Tom DeMark. Alat ini digunakan untuk mendeteksi kelelahan tren dan potensi pembalikan arah harga. Dengan jangka waktu dua minggu, TD Sequential sering kali memberikan sinyal pergerakan besar setelah tren yang berlangsung cukup lama.

    Menurut Martinez, indikator ini menunjukkan bahwa XRP mungkin telah mencapai puncaknya dan berisiko mengalami kemunduran harga. Pada saat unggahannya pukul 10:08 UTC pada 7 Maret, XRP diperdagangkan di harga $2,53, turun dari $2,60 sehari sebelumnya. Meskipun hanya penurunan 2,7%, sinyal ini memicu perhatian para investor dan trader.

    Pergerakan Harga dan Konfirmasi Sinyal Bearish

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 8 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 8 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Sejak awal Maret, XRP telah mengalami kenaikan signifikan. Token ini melonjak 44,3% dari $2,03 pada 1 Maret hingga mencapai level tertinggi $2,93 pada 3 Maret. Lonjakan ini disertai dengan volume perdagangan yang tinggi, menandakan tekanan beli yang kuat.

    Namun, titik tertinggi kedua pada $2,65 pada 6 Maret dengan volume yang lebih rendah mengindikasikan pengujian ulang level resistensi atau potensi penembusan yang gagal.

    Penurunan harga ke kisaran $2,50-$2,55 pada 7 Maret memperkuat potensi pembalikan, dengan tekanan jual mulai mendominasi. Menurut TD Sequential, volume puncak pada 3 Maret kemungkinan menyelesaikan pola “9”, yang sering menjadi indikasi awal pembalikan tren.

    Lonjakan volume pada 6 Maret dan penurunan berikutnya ke $2,50-$2,53 dapat menjadi bagian dari fase hitung mundur “13”, yang memperkuat sinyal jual sebelumnya.

    Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?

    Saat ini, level $2,50-$2,55 menjadi area support utama bagi XRP. Jika harga menembus di bawah level ini, ada kemungkinan XRP turun lebih jauh ke $2,40, mengonfirmasi tren bearish yang telah diprediksi oleh Martinez.

    Namun, perlu diingat bahwa dalam dunia trading, pengaturan waktu sangat krusial. Meskipun sinyal teknikal menunjukkan potensi penurunan, kondisi pasar yang dinamis tetap bisa membawa kejutan. Oleh karena itu, investor disarankan untuk terus memantau pergerakan harga XRP dan mengelola risiko dengan bijak sebelum mengambil keputusan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Lampaui Ethereum Meski Volume DEX Koin Meme Turun

    Solana kembali menunjukkan ketangguhannya dalam ekosistem kripto. Menurut laporan terbaru dari VanEck, volume bursa terdesentralisasi (DEX) di jaringan Solana berhasil melampaui Ethereum, meskipun terjadi penurunan signifikan dalam perdagangan koin meme hingga 80%.

    Solana Tetap Perkasa di Tengah Pasang Surut Pasar

    Sepanjang tahun 2024, harga Solana (SOL) mengalami lonjakan drastis hingga 191%, sementara pendapatan on-chain meningkat 700%.

    Menurut laporan Cointelegraph, salah satu faktor utama yang membuat Solana tetap kompetitif adalah biaya transaksi yang sangat rendah, rata-rata hanya $0,05, jauh lebih murah dibandingkan dengan Ethereum yang mencapai $1,27. Efisiensi ini membuat jaringan Solana tetap mampu menangani volume perdagangan yang tinggi.

    Koin meme, yang menjadi salah satu sumber pendapatan utama Solana, sebelumnya menyumbang sekitar 80% dari total pendapatan jaringan.

    Salah satu platform yang berkontribusi besar adalah Pump.fun, pembuat koin meme berbasis Solana, yang berhasil mengumpulkan lebih dari $577 juta dalam bentuk biaya dalam satu tahun terakhir.

    Namun, industri ini tidak terlepas dari tantangan. Salah satu insiden yang mengguncang pasar adalah kontroversi koin LIBRA yang diluncurkan pada Februari.

    Dugaan praktik perdagangan orang dalam dan manipulasi pasar menyebabkan harga koin tersebut anjlok tajam, membuat investor mengalami kerugian besar.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 8 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 8 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Imbas dari insiden ini, pasar koin meme mengalami kemerosotan yang signifikan. Pada Februari, transfer stablecoin di jaringan Solana menurun 80% dari level Januari. Selain itu, volume DEX turun 55%, pendapatan dari biaya transaksi anjlok 63%, dan aktivitas MEV (Miner Extractable Value) menurun 63%.

    Meski demikian, Solana tetap mempertahankan volume perdagangan yang bersaing dengan seluruh ekosistem Ethereum. Bahkan, sejumlah pembaruan protokol yang akan datang diharapkan semakin meningkatkan performa jaringan ini.

    Ethereum Menghadapi Tantangan dan Solusi yang Ditawarkan

    Di sisi lain, Ethereum juga mengalami penurunan dari segi pendapatan dan aktivitas jaringan. Dalam satu tahun terakhir, harga gas Ethereum anjlok 88%, menyebabkan pendapatan turun 93%. Pangsa pasar Ethereum dalam total pendapatan blockchain pun menyusut dari 55% pada Februari 2024 menjadi hanya 24% pada Februari 2025.

    Strategi Ethereum untuk mendorong pengguna beralih ke solusi Layer 2 (L2) ternyata turut mengurangi aktivitas di Mainnet. Akibatnya, proyek-proyek besar seperti Uniswap dan Ondo mulai mencari alternatif di luar ekosistem Ethereum.

    Dari segi performa, Ethereum juga tertinggal dibandingkan dengan Solana. Saat ini, throughput transaksi Ethereum hanya mampu mencapai 63 transaksi per detik (TPS), jauh di bawah Solana yang mampu menangani hingga 4.000 TPS.

    Untuk mengatasi masalah ini, Ethereum telah melakukan beberapa langkah perbaikan. Salah satunya adalah peningkatan batas gas sebesar 20% pada Februari lalu, yang meningkatkan kapasitas transaksi dari 30 juta menjadi 36 juta unit gas.

    Selain itu, upgrade Pectra yang dijadwalkan bulan ini akan membawa perubahan pada kapasitas blob L2, batas stake validator, dan proses staking. Tak hanya itu, Ethereum Foundation juga memperkenalkan fitur “Intents,” sebuah pembaruan perangkat lunak yang bertujuan meningkatkan efisiensi transaksi di seluruh jaringan Layer 2.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pemerintah AS Rencana Akuisisi Bitcoin, Hentikan Penjualan Aset Sitaan

    Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, mengungkapkan bahwa pemerintah AS sedang mendiskusikan rencana akuisisi Bitcoin sebagai bagian dari strategi pembentukan Cadangan Bitcoin Strategis.

    Pernyataan ini dia sampaikan dalam sebuah wawancara di CNBC’s Squawk Box pada Jumat lalu (7/3).

    “Secara umum, saya sangat mendukung agar AS memimpin dunia dalam sektor kripto. Saya pikir kita harus membawa industri ini ke dalam negeri, menggunakan praktik terbaik dan regulasi yang tepat,” ujar Bessent.

    Rencana Kelola Bitcoin

    Mengutip laman Cryptobriefing, salah satu langkah utama dalam rencana ini adalah menghentikan penjualan Bitcoin yang telah disita oleh pemerintah sebelum melakukan akuisisi lebih lanjut.

    “Sebelum bisa mengumpulkan cadangan Bitcoin, kita harus berhenti menjualnya,” jelas Bessent.

    Ia mengungkapkan bahwa saat ini, Bitcoin yang dimiliki pemerintah berasal dari aset yang disita, dengan sekitar 500 juta dolar AS dalam bentuk Bitcoin telah diamankan.

    “Dari jumlah itu, setengahnya telah dijual,” tambahnya.

    Setelah menyelesaikan kewajiban pembayaran kepada para korban kejahatan terkait aset digital, sisa aset yang disita akan dialihkan ke cadangan Bitcoin strategis.

    “Kemudian, kita akan melihat langkah selanjutnya untuk akuisisi tambahan bagi cadangan tersebut,” kata Bessent.

    Cadangan Kripto AS

    Meskipun saat ini fokus utama adalah Bitcoin, Bessent menekankan bahwa inisiatif ini memiliki cakupan yang lebih luas.

    “Kita mulai dengan Bitcoin, tetapi ini akan menjadi cadangan kripto secara keseluruhan,” ujarnya.

    Ketika ditanya tentang dampak finansial dari akuisisi Bitcoin oleh pemerintah, terutama mengingat kondisi anggaran yang tidak mengalami surplus, Bessent menegaskan kembali bahwa prioritas utama adalah menghentikan penjualan Bitcoin yang disita sebelum merancang strategi akuisisi yang lebih lanjut.

    “Itulah mengapa langkah pertama adalah menghentikan penjualan, kemudian kita akan menyusun rencana dari sana,” jelasnya.

    Bessent juga mengungkapkan bahwa para pejabat dan ahli akan membahas langkah-langkah berikutnya dalam White House Crypto Summit yang akan diadakan dalam beberapa jam mendatang.

    Keputusan ini menandai langkah signifikan dalam kebijakan kripto pemerintah AS dan bisa menjadi preseden bagi negara lain dalam mengelola aset digital mereka.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Trump Bentuk Cadangan Bitcoin, Apa Dampaknya bagi Pasar Kripto?

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi menandatangani perintah eksekutif untuk membentuk Cadangan Bitcoin Strategis AS.

    Coingape menyebutkan pada Sabtu (8/3) bahwa cadangan ini akan didanai dari Bitcoin (BTC) yang disita dari pelaku kejahatan dan hasil penyitaan aset sipil.

    Dengan langkah ini, pemerintah AS tidak akan membebankan biaya pada wajib pajak.

    Berapa Banyak BTC yang Dimiliki Pemerintah AS?

    Pemerintah AS telah lama menyita Bitcoin dalam berbagai kasus kriminal dan penyitaan aset.

    Menurut data terbaru, jumlah kepemilikan Bitcoin oleh pemerintah berkisar antara 86.000 BTC hingga 200.000 BTC.

    Analis kripto, Conor Grogan, memperkirakan jumlahnya mencapai 198.109 BTC, atau setara dengan $18 miliar berdasarkan kurs saat ini.

    Namun, analis lainnya, Alex Thorn, menyebutkan hanya 86.000 BTC yang dapat digunakan, karena 112.000 BTC dari kasus peretasan Bitfinex kemungkinan akan dikembalikan.

    Tujuan Cadangan Bitcoin Strategis

    Dengan adanya cadangan Bitcoin ini, pemerintah AS bertujuan untuk mencegah volatilitas pasar dengan tidak menjual BTC dari cadangan.

    Kebijakan ini juga dirancang untuk mengamankan kepemilikan aset digital sebagai Fort Knox digital, mengoptimalkan pemanfaatan aset kripto tanpa merugikan wajib pajak, dan menyediakan laporan audit kepemilikan aset digital secara transparan.

    Dampak Keputusan Pemerintah terhadap Pasar Kripto

    Pengumuman ini telah memengaruhi pasar kripto secara signifikan. Beberapa aset digital seperti ADA, XRP, dan SOL mengalami kenaikan harga segera setelah perintah eksekutif diumumkan.

    Namun, harga Bitcoin sempat mengalami penurunan karena adanya kebingungan mengenai pendanaan cadangan ini.

    Di bawah komando Trump, pemerintah AS kini semakin serius dalam strategi kepemilikan aset digital dengan membentuk Cadangan Bitcoin Strategis.

    Meskipun ada ketidakpastian mengenai jumlah total BTC yang dapat digunakan, kebijakan ini diharapkan memberikan kepastian bagi pasar kripto.

    Investor kini menunggu perkembangan lebih lanjut dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kripto Gedung Putih alias White House Crypto Summit untuk mendapatkan kejelasan lebih lanjut terkait strategi pemerintah terhadap aset digital.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Ethereum Anjlok, Apa yang Harus Dilakukan?

    Pasar kripto kembali menunjukkan volatilitasnya setelah pengumuman dari mantan Presiden AS, Donald Trump, terkait rencana cadangan strategis kripto yang mencakup Ethereum, Solana, ADA, Ripple’s XRP, dan Bitcoin.

    Menurut laporan dari Newsbtc pada Sabtu (8/3), reaksi pasar langsung terasa, dengan Ethereum mengalami lonjakan dan penurunan harga dalam hitungan hari.

    Pada 2 Maret, harga Ethereum tercatat di $2.191, kemudian naik hingga $2.542 pada 3 Maret sebelum akhirnya turun ke level $2.050 keesokan harinya.

    Strategi Pemegang Ethereum Saat Pasar Bergejolak

    Data dari Glassnode menunjukkan bahwa pemegang ETH aktif mengelola portofolio mereka selama periode volatilitas ini.

    Pemegang aset yang membeli ETH pada harga $3.500 mulai menyesuaikan portofolio mereka sejak Februari.

    Pada periode ini, investor yang memiliki 1,75 juta ETH dengan harga akuisisi rata-rata $3.200 mengalami penurunan nilai sebesar 10%.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 8 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 8 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Aksi Beli dan Jual ETH yang Signifikan

    Pada 1 Maret, investor membeli sekitar 500 ribu ETH dengan harga rata-rata $2.200. Namun, ketika harga ETH mencapai $2.500, banyak di antara mereka yang langsung mendistribusikan kembali kepemilikannya.

    Glassnode juga mencatat bahwa area resistensi utama baru terbentuk di level $2.800, di mana trader mengakumulasi 800 ribu token ETH.

    Level ini kini menjadi perhatian utama para investor dalam menentukan potensi rebound harga ETH.

    Akumulasi oleh Pemegang Besar (Whale) ETH

    Sejumlah analis mencatat meningkatnya aktivitas akumulasi oleh dompet besar atau whale di pasar Ethereum.

    Seorang investor besar diketahui membeli 17.855 ETH senilai sekitar $36 juta dengan harga rata-rata $2.054.

    Dengan total kepemilikan mencapai $2,5 miliar, transaksi ini semakin mengonfirmasi tren akumulasi yang sedang berlangsung, menunjukkan bahwa harga ETH saat ini dianggap sebagai peluang beli.

    Apakah Saatnya Membeli Ethereum?

    Saat ini, ETH diperdagangkan di kisaran $2.100 hingga $2.300, yang masih jauh di bawah harga puncaknya sebesar $3.500 pada awal pekan.

    Menurut analis dari CryptoQuant, Ethereum berada dalam kondisi yang menguntungkan setelah mengalami koreksi harga.

    Indikator MVRV menunjukkan bahwa ETH kini berada di bawah level 1, menandakan aset ini dalam kondisi undervalued dan berpotensi mengalami kenaikan harga dalam waktu dekat.

    Faktor Eksternal yang Bisa Mempengaruhi Harga ETH

    Meskipun tren akumulasi ETH meningkat, analis tetap waspada terhadap faktor makroekonomi yang dapat mempengaruhi harga kripto.

    Kebijakan moneter, tarif perdagangan, serta ketidakpastian ekonomi global dapat memberikan dampak signifikan pada pergerakan harga Ethereum dan altcoin lainnya.

    Kesimpulannya, meskipun harga ETH saat ini sedang mengalami fluktuasi, banyak pemegang besar yang melihat ini sebagai peluang akumulasi.

    Dengan level resistensi di $2.800 dan peningkatan jumlah dompet yang terus membeli ETH, prospek kenaikan harga masih terbuka.

    Namun, investor tetap perlu mencermati faktor makro yang bisa menghambat pertumbuhan harga di masa mendatang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Bullish: $900 Juta BTC Keluar dari Bursa, Sinyal Positif?

    Bitcoin kembali menunjukkan tren bullish setelah data on-chain mengungkap bahwa sekitar $900 juta (Rp 14,6 triliun) BTC telah keluar dari bursa dalam tujuh hari terakhir.

    Berdasarkan laporan dari Newsbtc pada Sabtu (8/3), indikator Exchange Netflow mencatat aliran keluar Bitcoin lebih besar dibandingkan aliran masuknya.

    Exchange Netflow Bitcoin Berada di Zona Negatif

    Exchange Netflow adalah metrik yang mengukur jumlah bersih BTC yang masuk atau keluar dari dompet yang terkait dengan bursa terpusat.

    Jika angkanya positif, berarti lebih banyak Bitcoin yang masuk ke bursa, yang sering kali dikaitkan dengan potensi penjualan dan tekanan bearish.

    Sebaliknya, jika negatif, berarti lebih banyak BTC yang ditarik dari bursa ke dompet pribadi, yang biasanya menunjukkan kepercayaan investor dalam jangka panjang.

    Investor Tetap Optimis Meski Pasar Volatil

    Dalam seminggu terakhir, metrik ini menunjukkan angka negatif meskipun pasar mengalami volatilitas di kedua arah.

    Hal ini mengindikasikan bahwa investor tetap percaya pada potensi kenaikan harga Bitcoin. IntoTheBlock mencatat bahwa meskipun ada ketakutan di pasar, trader tetap menarik BTC dari bursa sebagai tanda keyakinan mereka terhadap aset ini.

    Peran Stablecoin dalam Tren Bitcoin Selain Bitcoin, stablecoin juga berperan dalam pergerakan pasar kripto.

    Biasanya, aliran masuk stablecoin ke bursa menunjukkan bahwa investor bersiap untuk membeli aset volatil seperti Bitcoin.

    Menurut data dari CryptoQuant, cadangan stablecoin di Binance baru saja mencapai titik tertinggi sepanjang masa (ATH), yang dapat menjadi sinyal kuat bahwa pasar akan mengalami lonjakan permintaan terhadap BTC dalam waktu dekat.

    Harga Bitcoin Saat Ini

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 8 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 8 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Meskipun tren Bitcoin bullish terlihat dari aliran keluar transaksi dan meningkatnya cadangan stablecoin, namun harga BTC masih mengalami tekanan dan belum bisa mempertahankan pemulihannya.

    Saat ini, Bitcoin kembali turun ke level $88.600 (Rp 1,4 miliar), menunjukkan bahwa volatilitas masih menjadi tantangan utama dalam pergerakan harga.

    Tren terbaru menunjukkan bahwa aliran keluar Bitcoin dari bursa bisa menjadi sinyal positif bagi harga BTC dalam jangka panjang.

    Dengan meningkatnya cadangan stablecoin di Binance, ada potensi pembelian besar dalam waktu dekat yang bisa mendorong harga lebih tinggi.

    Namun, volatilitas tetap menjadi faktor yang harus diperhatikan oleh investor sebelum mengambil keputusan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tether Bekukan 27 Juta USDT di Bursa Kripto Rusia Garantex

    Tether, operator stablecoin USDT, telah membekukan dana sebesar 27 juta USDT di bursa kripto Rusia, Garantex.

    Sekadar informasi, Tether atau yang sering disebut dengan simbol USDT adalah mata uang kripto dengan token yang resmi dikeluarkan oleh Tether Limited berbasis di Hong Kong dan sekaligus dikendalikan oleh pemilik Bitfinex.

    Pembekuan dana tersebut mendorong Tether untuk menghentikan operasionalnya sementara waktu.

    Alasan Pembekuan USDT

    Dalam pernyataan resminya yang dikutip dari Ihodl, Garantex mengungkapkan, “Tether telah memasuki perang melawan pasar kripto Rusia dan memblokir dompet kami senilai lebih dari 2,5 miliar rubel ($27 juta/439 miliar).”

    Akibatnya, bursa tersebut telah menangguhkan seluruh layanannya, termasuk penarikan dana, sambil melakukan pemeliharaan pada situs webnya.

    Pembekuan dana ini terjadi setelah Uni Eropa menjatuhkan sanksi terhadap Garantex pada 26 Februari lalu. Sanksi ini merupakan bagian dari paket ke-16 yang berkaitan dengan “perang agresi Rusia terhadap Ukraina.”

    Keputusan ini menambah tekanan terhadap bursa kripto yang beroperasi di Rusia, terutama yang telah masuk dalam daftar sanksi internasional.

    Tanggapan Tether

    Tether belum memberikan pernyataan resmi mengenai langkah ini. Namun, tindakan tersebut menunjukkan peningkatan pengawasan terhadap penggunaan stablecoin di bursa yang terkena sanksi.

    Sementara itu, komunitas kripto Rusia menanggapi keputusan ini dengan berbagai reaksi, termasuk kekhawatiran atas dampaknya terhadap likuiditas dan akses terhadap aset digital.

    Dengan situasi yang terus berkembang, masih belum jelas bagaimana Garantex akan menangani pembekuan dana tersebut serta dampak jangka panjangnya terhadap pasar kripto di Rusia.

    Pihak terkait di industri keuangan digital kini menunggu respons lebih lanjut dari Tether dan regulator terkait mengenai langkah selanjutnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com