All posts by 24

Aturan Kripto OCC Mengubah Permainan untuk XRP, ETH, danBTC

Dalam langkah besar bagi industri kripto, Kantor Pengawas Mata Uang AS (OCC) telah memberikan izin kepada bank-bank di Amerika Serikat untuk menyimpan aset kripto, termasuk XRP berpartisipasi dalam operasi stablecoin, dan memproses transaksi menggunakan teknologi buku besar terdistribusi (DLT).

Laporan Zycrypto, menyebutkan keputusan ini, yang diumumkan pada hari Jumat, membuka jalan bagi peningkatan investasi institusional yang dapat mendorong pertumbuhan besar bagi aset kripto seperti XRP, Ethereum, Bitcoin, Cardano, dan lainnya.

Perubahan Regulasi yang Menguntungkan Kripto

OCC adalah regulator utama bank nasional di AS yang kebijakan terhadap kripto sering kali berubah seiring pergantian kepemimpinan. Pada pemerintahan pertama Presiden Trump, di bawah kepemimpinan Brian Brooks, OCC bersikap ramah terhadap kripto dan mendorong partisipasi bank.

Namun, kebijakan ini kemudian diperketat oleh Michael Hsu, yang menerapkan pengawasan lebih ketat terhadap aset digital.

Kini, dengan pemerintahan yang kembali mendukung inovasi blockchain, OCC telah menghapus persyaratan bagi bank untuk mendapatkan izin khusus dalam mengelola aset kripto. Hal ini mempermudah lembaga keuangan untuk mengadopsi teknologi blockchain tanpa hambatan regulasi yang rumit.

Ketua OCC, Rodney Hood, menyatakan bahwa keputusan ini bertujuan untuk “mengurangi beban, mendorong inovasi yang bertanggung jawab, dan meningkatkan transparansi.” Dengan aturan baru ini, aktivitas bank yang terkait dengan teknologi blockchain akan diperlakukan sama seperti layanan keuangan tradisional lainnya.

Dampak Besar bagi XRP, Ethereum, dan Bitcoin

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 9 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 9 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Keputusan ini dapat memberikan dampak signifikan bagi XRP dan perusahaan pengembangnya, Ripple.

Dengan teknologi XRP Ledger (XRPL) yang dirancang untuk transaksi lintas batas yang cepat dan murah, serta peluncuran stablecoin RLUSD oleh Ripple, bank kini memiliki opsi menarik untuk mengintegrasikan solusi pembayaran berbasis blockchain.

Ethereum dan Bitcoin juga diprediksi akan mendapatkan manfaat besar. Jaringan kontrak pintar Ethereum dapat semakin menarik bagi institusi keuangan yang ingin mengeksplorasi produk berbasis blockchain, sementara Bitcoin bisa semakin kokoh sebagai penyimpan nilai yang diakui dalam sistem keuangan tradisional.

Bank dan Perusahaan Fintech Mulai Bergerak

Keputusan OCC ini tidak hanya menjadi angin segar bagi aset kripto, tetapi juga telah mendorong langkah nyata dari berbagai institusi keuangan. Beberapa di antaranya Bank of America yang tengah bersiap meluncurkan stablecoin di jaringan Ethereum, JPMorgan Chase yang menjajaki integrasi stablecoin dengan token deposit digitalnya, dan Revolut, perusahaan fintech asal Inggris, yang mempertimbangkan penerbitan stablecoin dan memperluas layanan kripto mereka.

Langkah ini juga sejalan dengan kebijakan yang lebih luas dari pemerintahan AS yang semakin pro-kripto. Perintah eksekutif terbaru dari Presiden Trump terkait aset digital dan pencalonan Jonathan Gould—mantan pengacara Bitfury—sebagai pemimpin OCC semakin mengindikasikan arah kebijakan yang mendukung inovasi blockchain.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

4 Token Kripto Potensial di Tengah Persetujuan Regulasi Bank AS

Pasar kripto kembali menjadi sorotan setelah bank-bank AS mendapatkan persetujuan regulasi untuk layanan mata uang kripto.

Dikutip Coingape, langkah ini membuka jalan bagi integrasi aset digital dalam sistem perbankan tradisional, yang berpotensi membawa stabilitas dan pertumbuhan bagi industri kripto. Di tengah perkembangan ini, terdapat empat token kripto yang layak diperhatikan: XRP, Solana (SOL), Pi Network (PI), dan Sui (SUI).

1. Ripple (XRP): Potensi Lonjakan 23%?

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 9 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 9 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Harga XRP saat ini mengalami pergerakan sideways, mencerminkan tren pasar yang lebih luas. Meskipun demikian, XRP tetap menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 10% meskipun sempat terkoreksi 8% ke harga $2,31.

Analis kripto Ali mengamati bahwa XRP sedang berkonsolidasi dalam pola segitiga simetris. Jika terjadi penembusan dari pola ini, potensi lonjakan harga hingga 23% bisa terjadi. Dengan regulasi baru yang memperkuat adopsi kripto di sektor perbankan, XRP bisa menjadi pilihan yang menarik untuk dipegang.

2. Solana (SOL): Bertahan di Level Support Kuat

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 9 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 9 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Solana terus menunjukkan ketahanan di level support $120 meskipun mengalami tren sideways dalam waktu yang lama. Saat ini, harga SOL berada di $137,87, mencatatkan kenaikan 3,55% dalam 24 jam terakhir.

Analis mencatat bahwa Solana masih berada dalam pola pelebaran bersudut siku-siku, yang menunjukkan potensi pergerakan harga signifikan ke depan. Spekulasi mengenai kemungkinan ETF SOL juga menambah daya tarik token ini bagi investor.

3. Pi Network (PI): Menanti Kepastian dari Binance

Pi network
Pi network

Pi Network semakin menarik perhatian setelah peluncuran mainnet-nya. Namun, ketidakpastian pencatatan di Binance masih menjadi tantangan. Binance telah memperkenalkan sistem “Vote to List” dan “Vote to Delist”, memungkinkan komunitas memilih token yang akan didaftarkan atau dihapus.

Saat ini, PI diperdagangkan di harga $1,79 setelah mengalami sedikit koreksi pasar. Dengan semakin berkembangnya regulasi kripto di AS, peluang bagi Pi Network untuk mendapatkan pencatatan di bursa besar seperti Binance semakin menarik untuk diantisipasi.

4. Sui (SUI): Pergerakan Turun, Namun Tetap Menarik

Pergerakan harga SUI (SUI/USDT) pada Minggu, 9 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga SUI (SUI/USDT) pada Minggu, 9 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Sui (SUI) masih dalam tren menurun, mencatatkan titik tertinggi dan terendah yang lebih rendah dari sebelumnya. Saat ini, SUI turun 4% dan diperdagangkan pada harga $2,98. Namun, dalam satu tahun terakhir, SUI telah mengalami kenaikan hingga 50%, menjadikannya aset yang patut diperhatikan.

Para analis melihat potensi pemulihan harga SUI seiring dengan meningkatnya momentum pasar kripto secara keseluruhan. Dengan bank-bank AS yang kini memperoleh izin untuk layanan kripto, sentimen positif bisa semakin memperkuat pergerakan SUI di masa depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

BNB Chain Umumkan Pascal Hardfork, Ada Perubahan Apa Saja?

BNB Chain akan segera meluncurkan pembaruan besar bernama Pascal Hardfork, yang dijadwalkan pada 20 Maret 2025.

Pembaruan ini membawa peningkatan signifikan dalam kompatibilitas Ethereum Virtual Machine (EVM), dompet kontrak pintar, serta fleksibilitas bagi pengembang.

Apa Itu Pascal Hardfork?

Pascal Hardfork merupakan salah satu langkah penting bagi BNB Chain dalam meningkatkan efisiensi dan pengalaman pengguna di jaringan Binance Smart Chain (BSC).

Laporan BeInCrypto, pembaruan ini akan menghadirkan EIP-7702 (Ethereum Improvement Proposal 7702), yang memungkinkan dompet berfungsi sebagai kontrak pintar. Dengan fitur ini, transaksi dapat dilakukan tanpa biaya gas, memberikan aksesibilitas lebih luas kepada pengguna.

Selain itu, Pascal Hardfork akan memungkinkan persetujuan dan pertukaran batch, di mana transaksi dapat dikelompokkan untuk mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi dalam ekosistem DeFi (Decentralized Finance).

Dampak Bagi Pengguna dan Pengembang

Dengan hadirnya Pascal Hardfork, pengguna akan merasakan manfaat berikut:

  • Transaksi tanpa gas – mempermudah pengguna baru dan mengurangi hambatan adopsi.
  • Peningkatan pengalaman Web3 – proses pendaftaran dan interaksi lebih mudah bagi mereka yang baru mengenal kripto.
  • Efisiensi DeFi – pengelompokan transaksi dapat menghemat biaya dan waktu.

Sementara itu, bagi pengembang, pembaruan ini memberikan fleksibilitas lebih besar dalam membangun aplikasi di jaringan BNB Chain.

Roadmap BNB Chain: Lorentz dan Maxwell Hardfork

BNB Chain tidak berhenti di Pascal Hardfork. Mereka juga telah mengumumkan dua pembaruan besar lainnya:

  1. Lorentz Hardfork (April 2025) – akan meningkatkan kecepatan transaksi hingga 1,5 detik per blok.
  2. Maxwell Hardfork (Juni 2025) – lebih cepat lagi dengan kecepatan transaksi 0,75 detik per blok.

Beberapa pengguna membandingkan kecepatan ini dengan Solana, yang saat ini memiliki kecepatan 0,4 detik per blok. Namun, roadmap BNB Chain menunjukkan evolusi luar biasa dalam meningkatkan kecepatan dan efisiensi jaringan.

Persaingan dengan Ethereum dan Dampak pada Harga BNB

Pengumuman Pascal Hardfork datang hanya beberapa hari setelah Ethereum Sepolia Testnet menerapkan peningkatan Pectra, yang juga meningkatkan fungsionalitas EVM dan kontrak pintar Ethereum. Hal ini menandakan semakin ketatnya persaingan antar jaringan blockchain dalam menawarkan performa terbaik.

Meskipun pembaruan ini membawa dampak positif, harga BNB masih belum mengalami lonjakan signifikan. Namun, dibandingkan dengan aset kripto utama lainnya seperti Bitcoin, Ethereum, dan Solana, yang mengalami penurunan dua digit, BNB tetap lebih stabil dengan kenaikan 2% dalam sebulan terakhir.

Dengan roadmap ambisius ini, BNB Chain semakin memperkuat posisinya di dunia blockchain dan berpotensi menjadi salah satu jaringan paling efisien di masa depan. Kini, semua mata tertuju pada Pascal Hardfork dan bagaimana pembaruan ini akan mengubah lanskap ekosistem Binance Smart Chain.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

DigiByte (DGB) Naik 7,30%, Momentum Bullish Terbentuk

DigiByte (DGB), salah satu proyek blockchain yang berfokus pada keamanan dan skalabilitas, mengalami kenaikan harga sebesar 7,30%.

Meskipun data kapitalisasi pasar dan volume perdagangan tidak tersedia, lonjakan harga ini menarik perhatian investor.

Kenaikan harga DGB diyakini didorong oleh sentimen positif pasar kripto serta pendekatan pengembangan berbasis komunitas yang kuat. DigiByte dikenal dengan kecepatan transaksi tinggi dan fitur keamanan canggih, menjadikannya aset yang menarik di pasar kripto.

Secara teknikal, DGB baru saja menembus pola downward wedge, yang menandakan potensi kelanjutan reli bullish. Jika mampu melewati dua level resistance berikutnya, harga DGB diperkirakan dapat naik hingga 2 kali lipat setelah breakout sukses.

Selain DGB, beberapa altcoin lain juga mengalami kenaikan harga karena faktor seperti meningkatnya adopsi teknologi blockchain, sentimen pasar yang positif, dan pengembangan ekosistem yang terus berlanjut.

Dengan momentum yang semakin kuat, DigiByte berpotensi terus mengalami pertumbuhan, tergantung pada peningkatan adopsi dan perkembangan ekosistemnya di masa depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Solana Potensi Naik, Galaxy Digital Staking SOL Senilai $40 Juta

Solana (SOL) kembali menjadi sorotan setelah perusahaan investasi kripto, Galaxy Digital, melakukan staking token SOL senilai $40 juta.

Menurut laporan Coingape, langkah ini diyakini dapat mengurangi tekanan jual dan membuka peluang bagi harga Solana untuk mengalami reli parabola.

Galaxy Digital Taruh Kepercayaan pada Solana

Dalam beberapa waktu terakhir, Solana mengalami tekanan jual yang cukup besar, terutama setelah adanya pembukaan aset FTX pada bulan Maret. Namun, Galaxy Digital menunjukkan kepercayaan mereka terhadap prospek jangka panjang Solana dengan mempertaruhkan 274.000 SOL senilai $39 juta.

Data dari LookonChain mengungkapkan bahwa Galaxy Digital menarik token tersebut dari beberapa bursa besar, termasuk Coinbase dan Binance, sebelum melakukan staking.

Staking adalah proses mengunci aset kripto untuk mendukung operasional jaringan blockchain dan mendapatkan imbal hasil. Aktivitas ini juga berpotensi mengurangi jumlah token yang tersedia di pasar, sehingga dapat mengurangi tekanan jual dan mendukung kenaikan harga.

Dampak Staking terhadap Harga SOL

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 9 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 9 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Saat artikel ini ditulis, harga Solana berada di angka $136 setelah mengalami penurunan 4,4% dalam 24 jam terakhir. Namun, dengan meningkatnya aktivitas staking, tekanan jual yang membebani SOL dapat berkurang, memungkinkan harga untuk pulih dan bahkan melonjak lebih tinggi.

Menurut data dari Dune Analytics, aktivitas staking Solana sempat mengalami penurunan. Banyak pedagang dan institusi yang melepaskan token mereka ke bursa, menyebabkan peningkatan tekanan jual. Dengan adanya aksi staking skala besar seperti yang dilakukan Galaxy Digital, tren ini bisa berbalik arah, memberikan peluang bagi SOL untuk kembali menguat.

Analisis Teknis: Solana Siap untuk Reli?

Analis kripto, Ali Charts, mengamati bahwa SOL saat ini bergerak dalam pola segitiga siku-siku, yang menandakan kemungkinan pergerakan harga yang signifikan ke depan.

Jika Solana mampu mempertahankan level support pada garis tren bawah dan berhasil menembus resistance di garis tren atas, maka harga dapat mengalami lonjakan besar.

Analis lain, Satoshi Flipper, juga memberikan pandangan optimis. Menurutnya, SOL saat ini menguji resistance pada garis tren atas dari saluran paralel menurun. Jika berhasil menembus level ini, maka Solana bisa mendapatkan momentum bullish yang kuat dan berpotensi mencapai harga lebih dari $200.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Gedung Putih Tolak Pembebasan Pajak Capital Gain untuk Kripto?

Kabar terbaru dari Thestreet mengungkapkan bahwa White House Crypto Summit mengindikasikan bahwa Gedung Putih tidak akan mengusulkan pembebasan pajak capital gain bagi investor kripto.

Laporan ini pertama kali diungkap oleh The Kobeissi Letter, yang mengutip sumber dari Punchbowl News.

Akibat berita ini, harga Bitcoin anjlok sekitar $2.000 (Rp 32,5 juta). Sejak lama, komunitas kripto berharap adanya keringanan pajak, terutama mengingat regulasi aset digital di Amerika Serikat semakin jelas.

Saat ini, keuntungan dari aset kripto dikenakan pajak seperti saham, di mana keuntungan jangka pendek dengan aset yang dimiliki kurang dari satu tahun, maka dapat dikenai pajak hingga 37%.

Sementara keuntungan jangka panjang dikenakan pajak antara 0% hingga 20%, tergantung pada bracket pendapatan individu.

Membebani atau Menguntungkan Investor?

Keputusan ini muncul setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai U.S. Strategic Bitcoin Reserve, yang juga berdampak pada pergerakan pasar.

Sementara sebagian investor melihat ini sebagai langkah strategis untuk menjadikan Bitcoin sebagai aset cadangan, tokoh seperti manajer hedge fund, Charles Edwards menilai kebijakan ini kurang signifikan.

Tanpa pembebasan pajak, banyak investor kemungkinan harus meninjau ulang strategi mereka, terutama mereka yang berencana mendapatkan keuntungan besar tanpa dipotong pajak tinggi.

Dengan perkembangan ini, industri kripto masih menantikan keputusan final yang akan dikeluarkan oleh pemerintah AS dalam waktu dekat.

Namun, Pemerintah AS tidak memberikan jaminan atau jadwal pasti terkait kemungkinan pemerintah membeli aset kripto baru secara langsung.

Jika pembelian Bitcoin tersebut dilakukan di masa mendatang, disebutkan bahwa langkah tersebut harus bersifat netral terhadap anggaran negara dan tidak membebani pajak masyarakat AS.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bank AS Kini Dapat Menangani Kripto dan Stablecoin Secara Legal

Regulator perbankan di Amerika Serikat, Office of the Comptroller of Currency (OCC), telah memberikan izin bagi bank untuk menangani aset kripto dan stablecoin.

Keputusan ini memungkinkan bank AS untuk menawarkan layanan kustodian aset digital, pemrosesan pembayaran stablecoin, serta menjalankan node blockchain.

Dampak Besar Bagi Sektor Keuangan

Ambcrypto melaporkan pada Minggu (9/3) bahwa banyak pengamat pasar percaya bahwa keputusan ini merupakan angin segar bagi industri keuangan digital.

Dengan keterlibatan bank dalam kripto, adopsi blockchain dalam sistem keuangan tradisional semakin luas.

Langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap aset digital, terutama di tengah peralihan pemerintahan yang semakin pro-kripto.

OCC Menghapus Larangan Sebelumnya

Sebelumnya, regulator keuangan sempat memberlakukan kebijakan yang membatasi keterlibatan bank dalam aset kripto, yang dikenal sebagai ‘Operation ChokePoint 2.0’.

Namun, dengan dicabutnya kebijakan tersebut, bank kini memiliki kebebasan lebih besar untuk berpartisipasi dalam sektor kripto tanpa menghadapi kendala regulasi yang ketat.

Respons Pelaku Pasar

Jeremy Allaire, pendiri Circle (penerbit stablecoin USDC), menyambut baik keputusan ini dan mengatakan bahwa bank segera akan mulai menggunakan USDC dalam transaksi blockchain.

Selain itu, Alexander Grieve dari Paradigm menekankan bahwa kebijakan baru ini menandai akhir dari pembatasan bank terhadap aset kripto.

Potensi Persaingan di Pasar Kustodian Kripto

Keputusan ini juga membuka peluang baru bagi bank-bank besar seperti JPMorgan, Goldman Sachs, dan BNY Mellon untuk menawarkan layanan kustodian kripto, termasuk penyimpanan ETF Bitcoin.

Hal ini berpotensi menciptakan persaingan langsung dengan platform kripto seperti Coinbase, yang selama ini mendominasi layanan tersebut.

Masa Depan Kripto dalam Sistem Perbankan

Dengan regulasi yang lebih terbuka, blockchain dan stablecoin semakin mendapat tempat dalam sistem keuangan tradisional.

Langkah ini tidak hanya mempercepat inovasi di sektor keuangan, tetapi juga memperkuat legitimasi aset digital dalam dunia perbankan.

Ke depan, perkembangan ini berpotensi mengubah lanskap keuangan global dengan lebih banyak integrasi antara teknologi blockchain dan sistem perbankan konvensional.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

FIFA Umumkan Proyek ‘FIFA Coin’ di White House Crypto Summit

Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengumumkan rencana peluncuran mata uang kripto bernama FIFA Coin di ajang White House Crypto Summit yang digelar pada Jumat.

Bitcoin News mengabarkan pada Minggu (9/3) bahwa pengumuman ini disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) , Donald Trump, meminta Presiden FIFA untuk berbicara di awal acara tersebut.

Infantino menekankan bahwa FIFA ingin memanfaatkan kekuatan mereknya yang mendunia, industri sepak bola yang bernilai sekitar 170 miliar dolar AS, serta basis penggemar yang mencapai 5 miliar orang.

“Bayangkan potensi yang ada di seluruh dunia, hanya dalam dunia sepak bola, jika kita mengembangkannya,” ujar Infantino.

Pengembangan FIFA Coin

Ia juga mengungkapkan bahwa FIFA sangat tertarik untuk mengembangkan FIFA Coin di bawah kepemimpinannya, dengan pusat pengembangannya berbasis di Amerika Serikat.

Dalam pidatonya, Infantino mengundang para peserta yang hadir untuk berkolaborasi dalam proyek ini. “Saya bukan ahli di bidang ini,” katanya.

“Jika ada yang tertarik, bekerjasamalah dengan FIFA. Kita berada di Amerika Serikat, dan kita akan menaklukkan dunia sepak bola dengan FIFA Coin.”

Peluncuran FIFA Coin diharapkan dapat menjadi inovasi baru dalam industri sepak bola, menghadirkan peluang baru dalam transaksi digital terkait tiket, merchandise, serta berbagai layanan lainnya.

Proyek Ambisi FIFA

Meskipun detail teknis proyek ini belum diumumkan, keterlibatan FIFA dalam dunia kripto menunjukkan tren adopsi teknologi blockchain di sektor olahraga global.

Pengumuman ini menuai beragam reaksi dari komunitas kripto dan sepak bola. Beberapa pihak menyambutnya sebagai langkah maju dalam digitalisasi olahraga.

Sementara yang lain menunggu detail lebih lanjut mengenai regulasi dan implementasinya.

Dengan pengaruh besar FIFA dalam dunia sepak bola, FIFA Coin berpotensi menjadi mata uang digital yang berdampak luas bagi industri olahraga.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Terancam Anjlok ke $63.000? Ini Alasannya

Mengacu laporan terbaru Newsbtcn pada Minggu (9/3), harga Bitcoin yang sempat turun di bawah $90.000 (Rp 1,4 miliar) mengejutkan komunitas kripto, terutama di tengah ekspektasi reli pasar bullish yang berkelanjutan.

Namun, menurut analis kripto dari TradingView, Alixjey, Bitcoin bisa jatuh lebih dalam hingga ke level $63,000 (Rp 1 miliar), jika gagal menembus level resistensi tertentu.

Resistensi Kunci di $99.500

Alixjey menekankan bahwa Bitcoin harus menembus level $99.500 (Rp 1,6 miliar) agar tetap bergerak naik.

Jika gagal, maka harga Bitcoin kemungkinan besar akan mengalami penurunan tajam hingga menyentuh kisaran $60.000 (Rp 977 juta) hingga $65.000 (Rp 1,1 miliar).

Tentunya, hal ini akan menjadi pukulan berat bagi investor, terutama setelah sebelumnya Bitcoin mencapai puncaknya di $104.000 (Rp 1,7 miliar) pada tahun 2024.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 9 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 9 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Kesempatan Pembelian bagi Investor Jangka Panjang

Meskipun potensi penurunan ini mengkhawatirkan, Alixjey melihatnya sebagai peluang bagi investor jangka panjang untuk mengakumulasi Bitcoin pada harga rendah.

Ia menyebut bahwa kisaran $60.000 (Rp 977 juta) hingga $65.000 (Rp 1,1 miliar) bisa menjadi titik ideal untuk kembali masuk ke pasar sebelum potensi rebound pada kuartal ketiga dan keempat tahun 2025.

Faktor Eksternal yang Memicu Volatilitas

Selain faktor teknikal, data Non-Farm Payroll (NFP) yang akan dirilis dalam waktu dekat juga bisa memperburuk volatilitas Bitcoin.

Alixjey memperingatkan bahwa laporan ekonomi utama seperti ini sering kali memicu pergerakan besar di pasar kripto dan saham, sehingga investor perlu berhati-hati.

Skenario Terburuk: Bitcoin Bisa Jatuh ke $40.000?

Analis lain, Herbert Sim, yang menjabat sebagai CMO AICean, memperkirakan bahwa Bitcoin bisa jatuh lebih dalam hingga ke $40.000 (Rp 651 juta) dalam waktu beberapa minggu atau bulan ke depan.

Namun, ia meyakini bahwa penurunan ini akan bersifat sementara dan Bitcoin memiliki potensi untuk kembali menguat dalam jangka panjang.

Dengan resistensi kuat di $99.500, harga Bitcoin berada di persimpangan penting. Jika tidak mampu menembus level ini, Bitcoin berisiko turun hingga $63.000 atau bahkan $40.000.

Namun, bagi investor jangka panjang, momen ini bisa menjadi kesempatan emas untuk masuk sebelum harga kembali naik.

Sebagai langkah bijak, para trader disarankan untuk selalu memantau kondisi pasar dan faktor eksternal yang mempengaruhi pergerakan harga Bitcoin.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Whale Akumulasi 1,10 Juta Ethereum, Sinyal Bullish atau Strategi?

Dalam dua hari terakhir, investor besar atau whale telah mengakumulasi 1,10 juta Ethereum (ETH).

Sebagaimana dilaporkan Ambcrypto pada Minggu (9/3), langkah ini memicu spekulasi di pasar kripto mengenai kemungkinan pergeseran besar atau bahkan potensi breakout.

Meskipun akumulasi besar-besaran ini terjadi, harga Ethereum masih berada dalam tren menurun, menunjukkan adanya tarik-menarik antara tekanan jual dan akumulasi oleh pemain besar.

Strategi atau Tanda Perubahan Pasar?

Total pasokan Ethereum saat ini mencapai sekitar 120 juta ETH. Dengan jumlah akumulasi sebesar 0,92% dari total pasokan, aksi whale ini menjadi perhatian utama.

Banyak yang bertanya-tanya apakah mereka memiliki wawasan atau informasi yang belum diketahui pasar secara luas.

Pola Akumulasi Whale di Awal 2025

Akumulasi besar-besaran oleh whale bukanlah kejadian yang terisolasi. Pada Januari 2025, para pemegang besar telah membeli lebih dari 330.000 ETH dalam satu minggu, senilai lebih dari $1 miliar.

Hal ini mengindikasikan adanya pola yang berulang, terutama di tengah pergerakan harga Ethereum yang lesu.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 9 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 9 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Apa yang Mendorong Lonjakan Aktivitas Whale?

Beberapa faktor yang mendorong akumulasi whale antara lain dukungan dari pemerintah Amerika Serikat (AS).

Pada 2 Maret lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana cadangan kripto strategis AS dan menyatakan dukungannya terhadap Ethereum.

Selain itu, tren ini juga dipengaruhi penyelenggaraan White House Crypto Summit. Acara yang dijadwalkan pada 7 Maret ini menambah sentimen positif di kalangan investor.

Terakhir, karena dominasi Ethereum di pasar stablecoin. Dengan kepemilikan 56% dari total nilai stablecoin, Ethereum tetap menjadi aset kripto yang krusial.

Menariknya, meskipun ada akumulasi besar dari whale, harga ETH masih dalam tren turun. Saat ini, ETH diperdagangkan di kisaran $2.195 (Rp 35 juta), dengan indikator teknikal menunjukkan dominasi tekanan jual.

Indikator Teknis: Bearish Masih Kuat

RSI (Relative Strength Index) di 37,32 menunjukkan ETH mendekati wilayah oversold.

MACD (Moving Average Convergence Divergence) masih berada di zona negatif, menandakan momentum bearish masih akan berlanjut.

Sementara itu, grafik harga menunjukkan pola lower highs dan lower lows, yang memperkuat tren penurunan.

Level Penting: Support dan Resistance ETH

Tanpa adanya katalis positif yang kuat, ETH bisa menguji level support $2.000 (Rp 32 juta) dalam waktu dekat.

Untuk membalikkan tren bearish ini, ETH perlu menembus level resistance di $2.500 (Rp 40 juta). Jika gagal, tekanan jual bisa semakin kuat.

Akumulasi besar-besaran oleh whale menunjukkan keyakinan terhadap Ethereum dalam jangka panjang. Namun, tanpa dorongan fundamental atau katalis kuat, harga ETH masih dalam tekanan.

Investor sebaiknya tetap waspada dan memperhatikan level teknikal sebelum mengambil keputusan investasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com