Author: 28

  • Pasar Kripto Potensi Stagnan Dahulu Menanti Data Inflasi AS Terbaru

    Pasar kripto dan Bitcoin (BTC) terus bergerak sideways sepanjang akhir pekan lalu. Pada tanggal 7 Oktober lalu, harga Bitcoin sempat melonjak dan menguji ulang level US$ 28.000 menyusul ketahanan pasar Tenaga Kerja AS pada bulan September yang meningkat sebesar 336 ribu, dan pengangguran tetap di 3,8%.

    Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur menjelaskan dorongan sentimen data ekonomi tersebut tidak mampu membuat harga Bitcoin melambung lebih jauh. Pasalnya, data tenaga kerja yang positif dapat mendorong sikap hawkish dari FOMC pada pertemuan berikutnya di bulan November.

    “Namun, data CPI (Indeks Harga Konsumen) bulan September, yang dijadwalkan pada 12 Oktober, dapat memperjelas keputusan suku bunga The Fed pada bulan November,” kata Fyqieh. 

    Ilustrasi aset kripto XRP. Sumber: FX Empire.
    Ilustrasi aset kripto XRP. Sumber: FX Empire.

    Baca juga: Masa Depan NFT: Apakah Era Keemasannya Sudah Lewat?

    Fyqieh menerangkan para ekonom memproyeksikan CPI diperkirakan meningkat 4,1% dibandingkan tahun lalu pada bulan September, sebuah perlambatan dari kenaikan 4,3% yang terlihat pada bulan Agustus. Kenaikan harga inti bulanan diperkirakan sebesar 0,3%, sama dengan kenaikan bulanan yang terlihat pada bulan Agustus.

    Selain itu, mungkin pelaku pasar kripto juga harus memperhatikan perilisan risalah pertemuan Federal Reserve (FOMC) bulan September pada Rabu (11/10) yang juga diharapkan memberikan wawasan lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter ke depan.

    “Baik data ekonomi, khususnya laporan inflasi, dan risalah rapat FOMC, akan membantu membentuk ekspektasi terhadap pertemuan suku bunga The Fed berikutnya,” tutur Fyqieh. 

    Arah Kebijakan The Fed

    Ini sangat penting karena kebijakan moneter yang diambil oleh Federal Reserve dapat berdampak langsung pada pasar kripto. Perubahan suku bunga atau pernyataan yang lebih hawkish atau dovish dari bank sentral dapat mempengaruhi nilai aset berisiko seperti Bitcoin.

    Tidak hanya itu, pelaporan pendapatan kuartal ketiga yang dimulai minggu ini dari perusahaan-perusahaan besar seperti JPMorgan dan BlackRock juga harus diperhatikan dengan seksama. Hasil pendapatan perusahaan-perusahaan ini bisa memberikan indikasi tentang keadaan ekonomi secara keseluruhan dan kepercayaan investor dalam industri keuangan. 

    Ilustrasi Bitcoin Fear and Greed Index pada Senin, 09 Oktober 2023. Sumber: Alternative.me.
    Ilustrasi Bitcoin Fear and Greed Index pada Senin, 09 Oktober 2023. Sumber: Alternative.me.

    Baca juga: ‘Bandar’ Bitcoin Beli 71.155 BTC dalam 6 Minggu Terakhir! Sinyal Bullish?

    Apakah pendapatan perusahaan ini melampaui atau meleset dari ekspektasi dapat memengaruhi sentimen pasar secara umum, yang dapat merambat ke pasar kripto. Investor kripto akan melihat apakah hasil pendapatan ini mencerminkan ketidakpastian ekonomi global saat ini atau sebaliknya.

    Sementara Bitcoin Fear & Greed Index tercatat pada Senin (9/10) berada di posisi 50, yang merupakan kategori netral atau stagnan dibandingkan dengan hari Minggu kemarin (8/10). Ini artinya sentimen pasar terhadap Bitcoin saat ini cenderung berada dalam kondisi seimbang, tanpa dominasi yang kuat dari ketakutan atau euforia. 

    Para investor dan trader mungkin sedang mengamati pasar dengan hati-hati, mencari tanda-tanda yang dapat memberikan petunjuk tentang arah pergerakan harga selanjutnya. Dalam kondisi seperti ini, analisis fundamental dan teknis dapat menjadi alat yang berharga untuk membuat keputusan investasi yang lebih baik.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apakah Era Keemasannya Sudah Lewat?

    Masa depan NFT (Non-Fungible Tokens) menjadi perhatian setelah, dalam beberapa tahun terakhir diperbincangkan hangat di dunia teknologi dan seni, tapi saat ini menurun trennya. Dari seni digital hingga barang koleksi, NFT memberikan identitas dan autentikasi unik bagi aset digital, memberikan peluang bagi seniman dan kreator untuk mendapatkan pengakuan dan pendapatan yang adil. Namun, seperti yang sering terjadi dengan tren teknologi, ada saat-saat ketika kepopuleran mencapai puncaknya dan muncul pertanyaan kritis: Apakah masa jaya NFT telah berlalu?

    Menurut laporan dari platform kripto dappGambl yang berjudul “Dead NFTs: The Changing Landscape of the NFT Market,” hampir 69.795 dari sekitar 73.257 koleksi NFT yang diidentifikasi memiliki nilai kapitalisasi pasar nol di Ethereum (ETH). Artinya, hampir 95% dari pemilik koleksi NFT ini telah menginvestasikan aset yang pada akhirnya tak memiliki nilai. Data ini juga mencerminkan kenyataan bahwa lebih dari 23 juta individu memiliki NFT yang tak memiliki nilai.

    Menyikapi fenomena ini, CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis, menjelaskan bahwa NFT, seperti halnya pasar lainnya, mengalami dinamika pasang-surut. Biasanya, fase awal adopsi teknologi atau tren baru diikuti oleh antusiasme tinggi, yang kemudian dapat diikuti oleh penyesuaian dan koreksi pasar. Penurunan aktivitas dalam beberapa bulan terakhir bukanlah indikasi pasti akhir dari NFT, melainkan sebuah fase transisi.

    “Pasar NFT mengalami fluktuasi alami. Seperti pasar lainnya, pasar NFT juga terpengaruh oleh faktor-faktor seperti tren, permintaan, penawaran, sentimen, dan spekulasi. Beberapa NFT mungkin mengalami kenaikan harga sementara akibat hiruk-pikuk atau publisitas, tetapi kemudian mengalami penurunan karena kekurangan minat atau dukungan jangka panjang,” kata Yudho.

    CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis. Sumber: IDNFT.
    CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis. Sumber: IDNFT.

    Baca juga: ‘Bandar’ Bitcoin Beli 71.155 BTC dalam 6 Minggu Terakhir! Sinyal Bullish?

    Lebih lanjut, Yudho menyampaikan pandangan optimistis tentang masa depan NFT. Meskipun NFT mengalami penyesuaian, banyak indikator menunjukkan bahwa ini bukanlah akhir dari era kejayaannya. Dengan terus berinovasi dan beradaptasi dengan kebutuhan pasar, NFT memiliki potensi untuk kembali berkembang dan memainkan peran yang penting dalam ekosistem digital masa depan.

    “NFT bukanlah sekadar tren sesaat. Kami melihat potensi pertumbuhannya sebagai revolusi dalam industri kreatif dan digital. Masih banyak inovasi yang dapat dikejar. Seperti teknologi lainnya, ada saatnya berfluktuasi, tetapi keyakinan kami adalah bahwa NFT akan bangkit kembali dengan pendekatan yang lebih matang dan inovatif,” jelasnya.

    Tren dan Edukasi

    Menurut penjelasan Yudho, NFT bukan hanya sekadar tren, tetapi sebuah revolusi dalam cara kita memahami kepemilikan aset digital. NFT memungkinkan otentikasi dan verifikasi kepemilikan aset digital, suatu fitur yang sebelumnya sulit dicapai. Ini berarti bahwa di masa depan, berbagai jenis aset digital, mulai dari desain produk hingga hak cipta musik, dapat di-tokenisasi dan diperdagangkan dengan aman.

    Selain itu, meskipun terjadi penurunan, beberapa platform NFT masih mencatatkan transaksi yang signifikan. Ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap NFT tetap ada, meskipun mungkin dalam bentuk yang berbeda dari puncaknya. Beberapa platform atau proyek NFT tetap populer dan menguntungkan. Sebagai contoh, OpenSea, pasar NFT terbesar, mencatatkan volume perdagangan lebih dari US$ 10 miliar pada bulan Maret 2023. Demikian pula, beberapa game berbasis NFT seperti Axie Infinity atau CryptoKitties masih memiliki basis pengguna dan pendapatan yang besar.

    Volume perdagangan NFT. Sumber: Statista.
    Volume perdagangan NFT. Sumber: Statista.

    Baca juga: Altcoin Ini Paling Banyak Mengikuti Kenaikan Bitcoin, Apa Itu?

    Untuk mengembalikan NFT ke masa kejayaannya, para kreator, kolektor, dan investor NFT mungkin perlu mengambil beberapa langkah. Para kreator harus fokus pada menciptakan NFT yang lebih berkualitas, unik, dan memiliki makna mendalam. Selain itu, perlu ditingkatkan regulasi dan kebijakan yang mendukung perkembangan NFT di masa depan tanpa menghambat kreativitas dan inovasi.

    “Salah satu ciri khas NFT adalah kemampuannya untuk mewakili aset digital yang memiliki nilai seni, budaya, atau sejarah yang tinggi. Oleh karena itu, para pencipta NFT harus berupaya untuk menghasilkan karya-karya yang menampilkan kreativitas, keunikan, dan keahlian mereka. Mereka juga harus menyediakan cerita atau konteks di balik karya-karya mereka, sehingga para kolektor atau investor dapat merasakan ikatan emosional terhadap NFT tersebut,” tambah Yudho.

    Tidak kalah penting adalah upaya untuk mendidik dan mengilhami masyarakat luas tentang NFT. NFT masih merupakan konsep yang asing bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang tidak akrab dengan teknologi blockchain atau kripto.

    “Oleh karena itu, pelaku pasar NFT harus berusaha untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang NFT di kalangan masyarakat luas. Terutama, penting untuk menjelaskan apa itu NFT, bagaimana cara kerjanya, manfaatnya, dan risikonya,” demikian kata Yudho.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Protokol DeFi di Cardano Melonjak, Apa Artinya Bagi Harga ADA?

    Nilai total terkunci (TVL) dalam ekosistem DeFi Cardano (ADA) baru-baru ini mencapai batas US$ 160 juta, menandai kenaikan hampir 10% dalam modal yang digunakan. Kenaikan ini bukan hanya meningkatkan peran Cardano sebagai salah satu rantai keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang signifikan, tetapi juga meningkatkan likuiditas bagi berbagai protokol dan token dalam ekosistemnya.

    Data yang diperoleh oleh Finbold dari DefiLlama pada tanggal 5 Oktober menunjukkan bahwa TVL di jaringan Cardano telah mengalami peningkatan sebesar 9,26% dalam satu minggu terakhir, mencapai total US$ 161 juta. Ini juga mencerminkan pertumbuhan sebesar 1,86% dalam 24 jam terakhir dan 0,67% dalam satu bulan terakhir untuk metrik tersebut.

    Cardano Unggul

    Meskipun pertumbuhan dalam 30 hari terakhir mungkin terlihat relatif kecil, hal ini memberikan keunggulan kepada Cardano dalam konteks kompetitif. Banyak rantai DeFi lainnya mengalami penurunan TVL karena investor dan pengguna mengalir keluar dari protokol mereka, yang mengakibatkan penurunan nilai total yang terkunci.

    Dengan lonjakan TVL ini, Cardano secara perlahan tetapi pasti membuktikan nilai dan potensi ekosistem DeFi-nya yang terus berkembang, meskipun masih dalam tahap eksperimental. Yang menarik, TVL senilai US$ 161 juta ini mewakili 1,75% dari kapitalisasi pasar ADA yang mencapai US$ 9,17 miliar pada saat artikel ini ditulis.

    Protokol Cardano DeFi diberi peringkat berdasarkan TVL. Sumber: DefiLlama.
    Protokol Cardano DeFi diberi peringkat berdasarkan TVL. Sumber: DefiLlama.

    Baca juga: Harga XRP Ripple Siap Melonjak Lagi? Menanti Kemenangan Versus SEC

    Penting untuk diingat bahwa TVL adalah ukuran total token yang diinvestasikan dalam berbagai protokol DeFi yang dibangun di blockchain Cardano. Metrik ini mencakup berbagai jenis aplikasi, termasuk staking, penyedia likuiditas, peminjaman, dan lainnya.

    Minswap (MIN), sebuah pertukaran terdesentralisasi, saat ini memimpin dalam hal TVL dengan jumlah mencapai US$ 42,41 juta. Namun, Indigo (INDY) juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, dengan kenaikan sebesar 12,61% dalam TVL dalam satu minggu terakhir dan 17,44% dalam satu bulan terakhir. Indigo adalah protokol utang yang dijamin, fokus pada operasi derivatif yang terdesentralisasi.

    DeFi Naik

    Liqwid Finance (LQ), protokol peminjaman mirip dengan AAVE, dan Djed Stablecoin, yang merupakan stablecoin terdesentralisasi sejenis DAI di Ethereum, masing-masing memiliki TVL sekitar US$ 19,23 juta dan US$ 11,14 juta. Meskipun pertumbuhannya lebih rendah dibandingkan dengan protokol lainnya, tetap berada dalam kisaran 10% dalam berbagai jangka waktu.

    Terakhir, protokol pinjaman lainnya, Optim Finance, mendapatkan perhatian dengan pertumbuhan TVL terbesar di antara protokol Cardano lainnya. Dalam satu hari terakhir, TVL-nya naik sebesar +6,80%, sementara dalam tujuh hari terakhir tumbuh sekitar +19,08%, dan dalam satu bulan terakhir, pertumbuhannya mencapai +21,65%.

    Dengan semakin banyaknya investor dan pengguna yang mengalokasikan modal ke dalam jaringan dan protokol Cardano, permintaan terhadap token ADA bisa meningkat, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada harganya serta ekosistem keseluruhan.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga XRP Ripple Siap Melonjak Lagi? Menanti Kemenangan Versus SEC

    Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) kembali mengalami kemunduran hukum dalam gugatannya terhadap Ripple Labs, perusahaan di balik XRP, aset kripto terbesar kelima berdasarkan kapitalisasi pasar, menurut data CoinMarketCap.

    Pada bulan Juli tahun ini, Hakim Analisa Torres dari Pengadilan Distrik AS memutuskan bahwa penjualan XRP tidak serta merta merupakan penawaran sekuritas yang tidak terdaftar oleh Ripple Labs, seperti yang dikemukakan oleh SEC dalam gugatan aslinya.

    Selain sangat kontroversial dari sudut pandang peraturan, keputusan Hakim menandai kemenangan signifikan bagi Ripple, menyebabkan token aslinya melonjak hampir 80% dalam beberapa jam setelah pengumuman. Pada saat itu, kapitalisasi pasar XRP meningkat lebih dari US$ 70 miliar karena kegembiraan yang ditimbulkan oleh berita tersebut.

    Hakim Menolak Banding SEC untuk membatalkan keputusan tersebut
    Selasa (3/10) ini, Hakim Torres menolak banding SEC untuk membatalkan keputusannya pada bulan Juli, dengan menyatakan bahwa keputusan sebelumnya akan menciptakan “masalah hukum yang rumit” di tingkat peraturan dan dengan demikian harus ditinjau oleh pengadilan banding federal sebelum kasus tersebut selesai, menurut Reuters.

    Namun, Hakim Torres tidak setuju, memutuskan bahwa SEC telah gagal menunjukkan bahwa keputusan aslinya cukup cacat atau bermasalah.

    Harga XRP

    Ilustrasi aset kripto Bitcoin dan XRP. Sumber: FX Empire.
    Ilustrasi aset kripto Bitcoin dan XRP. Sumber: FX Empire.

    Baca juga: Arthur Hayes Prediksi Bitcoin Akan Capai Harga Rp 11 Miliar, Kapan?

    Kemunduran hukum baru-baru ini menyebabkan kenaikan harga lebih dari 8% untuk XRP setelah pengumuman tersebut, mendorongnya dari US$ 0,505 ke puncak US$ 0,5480.

    Meskipun lonjakan tersebut mungkin tidak sedramatis pada bulan Juli, hal ini memperkuat posisi XRP sebagai salah satu aset kripto yang paling menarik bagi investor yang menantikan harga XRP US$ 10 di tengah hasil pertarungan hukum SEC vs Ripple, menurut Santiment.

    Implikasi Masa Depan bagi Ripple dan Industri Kripto

    Meskipun SEC masih memiliki kesempatan untuk mengajukan banding lagi atas keputusan Hakim Torres, ketika kasusnya selesai setelah persidangan yang dijadwalkan pada April 2024, keputusan tersebut sendiri merupakan kemenangan besar bagi Ripple dan industri kripto secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan bahwa sikap agresif SEC terhadap industri ini mungkin tidak masuk akal secara hukum.

    Oleh karena itu, jika Ripple pada akhirnya memenangkan kasus melawan SEC, kemungkinan besar hal tersebut akan menjadi preseden penting dan berdampak luas mengenai bagaimana mata uang kripto diatur di Amerika Serikat. Akankah Ripple muncul sebagai pemenang, atau akankah SEC akhirnya berhasil?


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Arthur Hayes Prediksi Bitcoin Akan Capai Harga Rp 11 Miliar, Kapan?

    Salah satu pendiri BitMEX, Arthur Hayes blak-blakan yakin harga Bitcoin akan melonjak antara US$ 750.000 atau sekitar Rp 11 miliar dan US$ 1.000.000 (Rp 15 miliar) per koin dalam waktu sekitar 3 tahun.

    Dilaporkan Crypto Potato, Hayes menjelaskan saat ini dunia keuangan sedang mendekati pasar bullish terbesar dalam sejarah manusia.

    Prediksinya, yang jauh lebih bullish dibandingkan prediksi kebanyakan analis, bertumpu pada tesis makroekonomi bahwa semua aset keuangan akan mengalami ledakan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

    Pasar Bitcoin akan Bullish

    Dalam sebuah wawancara dengan Impact Theory yang diterbitkan pada hari Selasa (3/10), Hayes mengeklaim bahwa harga Bitcoin akan terus diperdagangkan sideways mendekati US$ 25.000 (Rp hingga US$ 30.000 tahun ini, sebelum naik melampaui level tertinggi sebelumnya di US$ 69.000 pada akhir tahun 2024.

    Keuntungan tahun depan akan didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang menjadikan suku bunga riil menjadi negatif, memberikan insentif kepada investor untuk terus mencari imbal hasil di bidang ekonomi yang lebih berisiko, seperti kripto.

    Faktor bullish lainnya termasuk momen Bitcoin halving yang akan datang pada bulan April, dan potensi peluncuran lebih banyak ETF Bitcoin spot oleh manajer aset besar – termasuk BlackRock di Amerika Serikat.

    Mantan CEO BitMEX, Arthur Hayes. Sumber: Medium.
    Mantan CEO BitMEX, Arthur Hayes. Sumber: Medium.

    Baca juga: Bitcoin Meluncur ke Puncak, Namun Akan Bertahankah?

    Menurut Hayes, saat itulah “kegembiraan sesungguhnya dimulai.”

    “Target kenaikan saya adalah level US$ 750.000 hingga US$ 1.000.000, dalam jangka waktu 2026,” kata analis tersebut. “Saya yakin ini akan menjadi pasar bullish terbesar dalam aset keuangan yang pernah kita lihat dalam sejarah manusia.”

    “Prediksinya tidak hanya berlaku untuk Bitcoin: Nasdaq, S&P500, indeks saham lainnya, dan berbagai bentuk properti juga akan melambung tinggi. “Kita akan menghadapi banyak harga yang konyol di luar sana, dan tidak hanya di kripto,” katanya.

    Booming Investasi AI

    Hayes juga memperkirakan bahwa pemerintah akan mencetak lebih banyak uang daripada yang pernah mereka lakukan dalam sejarah umat manusia untuk melakukan pengendalian kurva imbal hasil sehingga pasar obligasi global tidak runtuh. Pencetakan uang ini akan dikombinasikan dengan gelombang hype terbaru seputar kecerdasan buatan (AI) untuk menciptakan “boom mania teknologi terbesar yang pernah kita lihat.”

    Sebagai pendukung AI dan kripto, Hayes sebelumnya telah menulis esai yang menyatakan bahwa AI akan memilih BTC sebagai mata uang aslinya, karena kebutuhannya akan uang terdesentralisasi untuk melakukan operasi sehari-hari.

    Hayes berencana untuk mengerahkan lebih banyak modal ke kedua sektor tersebut setelah Federal Reserve mengambil kebijakan suku bunga yang lebih rendah.

    “Saya tidak mencoba menentukan kapan hal itu akan terjadi,” katanya. “Mereka akan sangat jelas mengenai apa yang mereka lakukan, dan pertanyaannya adalah apakah Anda memercayai mereka atau tidak.”


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa Itu Zero-knowledge Proof dan Pengaruhnya Terhadap Blockchain?

    Zero-Knowledge Proof (ZKP) adalah sebuah inovasi kriptografis yang memberikan kemampuan untuk memverifikasi kebenaran suatu informasi tanpa perlu mengungkapkan informasi itu sendiri. Teknologi ini semakin menjadi kunci dalam dunia blockchain, mata uang kripto, dan keuangan terdesentralisasi (DeFi) karena meningkatkan privasi dan keamanan.

    Banyak proyek DeFi telah memanfaatkan ZKP untuk memberikan tingkat privasi dan keamanan yang lebih tinggi kepada pengguna mereka dalam layanan seperti pemberian pinjaman, pengambilan pinjaman, dan perdagangan. 

    Beberapa blockchain Lapisan 1 bahkan telah mengintegrasikan roll-up berbasis ZKP atau zkEVM. Dengan demikian, peran ZKP dalam dunia blockchain dan Web3 diperkirakan akan semakin penting, dengan harapan adopsi yang lebih luas.

    Cara Kerja Zero-Knowledge Proof

    Konsep dasar di balik zero-knowledge proof adalah bahwa satu pihak (pembukti) dapat membuktikan kepada pihak lain (pemverifikasi) bahwa suatu pernyataan benar tanpa harus mengungkapkan informasi tambahan yang sensitif. Teknologi ini sangat berguna ketika informasi yang terlibat sangat rahasia dan pembukti ingin menjaga informasi tersebut tetap terlindungi.

    Pembukti memberikan bukti matematis yang hanya dapat diciptakan oleh dirinya sendiri. Kemudian, pemverifikasi dapat menggunakan bukti tersebut untuk memverifikasi kebenaran pernyataan tersebut. Namun, pemverifikasi tidak akan dapat mengakses atau mengungkapkan informasi asli yang menjadi dasar bukti tersebut.

    Bayangkan suatu analogi: ada sebuah terowongan dengan dua pintu masuk, yaitu pintu A dan B. Terdapat pintu terkunci dengan kode rahasia yang menghalangi akses dari ujung A ke ujung B. Anda mengetahui kode tersebut dan ingin menjualnya kepada Ibu X yang ingin mengakses terowongan tersebut.

    Namun, Anda ingin memastikan bahwa dia membayar terlebih dahulu sebelum Anda mengungkapkan kode tersebut. Ibu X, di sisi lain, ingin Anda membuktikan bahwa Anda benar-benar mengetahui kode tersebut sebelum dia membayar. Dalam situasi ini, Anda dapat melakukan ini dengan berjalan masuk ke dalam terowongan dari pintu A dan keluar dari pintu B di hadapan Ibu X. Dengan melihat tindakan Anda tersebut, dia akan yakin bahwa Anda benar-benar mengetahui kode rahasianya.

    Mengapa Kita Memerlukan Zero-Knowledge Proof?

    Popularitas Zero-Knowledge Proof dalam dunia blockchain dan kripto dipicu oleh meningkatnya permintaan akan privasi dan keamanan dalam transaksi digital. Dengan munculnya teknologi blockchain dan mata uang kripto, ada kebutuhan yang semakin besar untuk dapat memverifikasi transaksi tanpa harus mengungkapkan informasi yang sangat sensitif. Inilah ruang lingkup yang diisi oleh ZKP.

    Zero-Knowledge Proof telah menarik perhatian dan minat yang semakin besar dalam beberapa tahun terakhir. Banyak protokol telah mengadopsi ZKP dan blockchain utama telah mengintegrasikan zero-knowledge roll-up. Sebagai bukti dari popularitas ZKP, konferensi DevCon 2022 mencatat bahwa lebih dari 20% pembicaraan berkaitan dengan teknologi ini.

    Pengembangan Penting

    Dalam dunia Zero-Knowledge Proof, ada dua pengembangan penting yang perlu dicatat. Pertama, adalah penggunaan yang semakin meluas dari zk-SNARK, yaitu jenis khusus dari ZKP. zk-SNARK telah digunakan dalam berbagai aplikasi DeFi, termasuk transaksi token privat serta pemberian dan pengambilan pinjaman yang terlindungi. Pengembangan kedua adalah peningkatan fokus pada skalabilitas dan kinerja zkRoll-up.

    zk-SNARK

    Zero-Knowledge Succinct Non-Interactive Argument of Knowledge (zk-SNARK) adalah jenis khusus dari Zero-Knowledge Proof yang memungkinkan verifikasi pernyataan tanpa harus mengungkapkan informasi tentang pernyataan itu sendiri. Teknologi ini telah digunakan dalam aplikasi seperti Zcash dan sistem pembayaran blockchain milik JP Morgan Chase. Selain itu, zk-SNARK juga digunakan sebagai cara untuk mengautentikasi klien ke server dengan aman.

    zkRoll-up

    zkRoll-up adalah solusi penskalaan untuk jaringan blockchain yang memungkinkan pengelompokan beberapa transaksi ke dalam satu transaksi besar yang dicatatkan pada blockchain. Misalnya, BNB Chain telah meluncurkan testnet zkBNB yang dibangun di atas arsitektur zkRoll-up pada tahun 2022. 

    Dengan zkRoll-up, ratusan transaksi dapat digabungkan menjadi satu batch secara off-chain, dan bukti kriptografis digunakan untuk membuktikan validitas semua transaksi tersebut. Solusi ini menciptakan keseimbangan antara skalabilitas dan keamanan, yang sangat cocok untuk jaringan blockchain dengan tingkat transaksi tinggi dan latensi rendah.

    Manfaat Zero-Knowledge Proof (ZKP)

    Zero-Knowledge Proof (ZKP) adalah teknologi yang memiliki beragam manfaat yang telah diimplementasikan dan diperkirakan akan semakin relevan di masa depan. Beberapa manfaat utama dari ZKP antara lain:

    Verifikasi Identitas Digital

    Zero-Knowledge Proof dapat digunakan untuk memverifikasi identitas pengguna tanpa mengungkapkan informasi pribadi yang bersifat sensitif. Ini bermanfaat terutama dalam aplikasi seperti sistem voting digital, di mana verifikasi identitas pemilih diperlukan tanpa mengorbankan anonimitas.

    Transaksi yang Menjaga Privasi

    Salah satu pemanfaatan paling populer dari Zero-Knowledge Proof dalam dunia kripto adalah memungkinkan transaksi yang menjaga privasi. Sebagai contoh, Manta Network telah mengembangkan aplikasi terdesentralisasi (DApp) bernama MantaPay yang menggunakan ZKP untuk memungkinkan pengguna melakukan transaksi pada bursa terdesentralisasi (DEX) tanpa mengungkapkan identitas atau detail transaksi mereka. Ini memungkinkan pengguna menjaga privasi mereka sambil tetap dapat menggunakan platform untuk bertransaksi.

    Transaksi Terlindung

    Zcash adalah salah satu mata uang kripto yang memanfaatkan Zero-Knowledge Proof untuk mengizinkan transaksi “shielded” (terlindung). Dalam jenis transaksi ini, alamat pengirim, alamat penerima, serta jumlah transaksi disamarkan dari blockchain publik untuk memberikan tingkat privasi ekstra kepada pengguna.

    Tokenisasi dan Verifikasi Kepemilikan

    Zero-Knowledge Proof juga dapat digunakan untuk mentokenisasi aset dan memverifikasi kepemilikannya. Sebagai contoh, properti dapat ditokenisasi, dan pihak mana pun dapat memverifikasi kepemilikan tanpa perlu mengungkapkan informasi lain secara publik.

    Kepatuhan Global

    Beberapa negara memiliki peraturan ketat terkait pengumpulan dan pembagian informasi keuangan. Hal ini mungkin sulit dilakukan oleh platform terdesentralisasi. Zero-Knowledge Proof dapat digunakan untuk membagikan informasi yang diperlukan kepada regulator sambil tetap menjaga privasi dari pihak lain.

    Ini dapat membantu memperkecil kesenjangan antara platform terdesentralisasi dan lembaga keuangan tradisional, sehingga DeFi dapat lebih mudah mematuhi peraturan yang berlaku di berbagai yurisdiksi.

    Masa Depan Zero-Knowledge Proof dalam Dunia Blockchain

    Zero-Knowledge Proof (ZKP) diproyeksikan akan membawa inovasi teknologi yang signifikan dalam waktu yang akan datang. Beberapa pengembangan masa depan yang perlu diperhatikan sehubungan dengan ZKP meliputi:

    Lapisan Privasi Cross-Chain

    Dengan pertumbuhan dan perkembangan terus menerus dari blockchain dan ekosistem DeFi, ada kebutuhan yang semakin besar untuk menciptakan interoperabilitas antara berbagai jaringan blockchain. Lapisan privasi cross-chain diharapkan akan memungkinkan pelaksanaan transaksi lintas blockchain sambil tetap menjaga privasi para pihak yang terlibat.

    zk-STARK

    Salah satu area yang sangat menarik adalah penggunaan yang semakin luas dari zk-STARK (zero-knowledge scalable transparent argument of knowledge), yang merupakan jenis baru dari zero-knowledge proof yang dianggap lebih efisien dan aman dibandingkan dengan zk-SNARK. Keunggulan lainnya adalah bahwa zk-STARK lebih cepat dalam proses verifikasi dan tidak memerlukan konfigurasi trusted (tepercaya) yang rumit seperti yang diperlukan oleh zk-SNARK.

    Rangkaian Alat yang User-Friendly

    Teknologi zero-knowledge proof dapat terasa rumit. Tidak semua pengembang memiliki keahlian dalam kriptografi, yang membuatnya sulit untuk mengadopsi teknologi ini. Untuk mengatasi masalah ini, pengembangan rangkaian alat ZKP yang user-friendly dapat membantu mengurangi kesenjangan pengetahuan dan mempermudah penggunaan teknologi ini oleh berbagai pengembang dengan latar belakang yang beragam.

    Batasan Zero-Knowledge Proof

    Meskipun ZKP merupakan metode unik dalam memverifikasi kebenaran informasi sambil menjaga privasi, perlu diingat bahwa tidak ada sistem yang benar-benar sempurna. Meskipun sangat jarang terjadi, masih ada kemungkinan pembukti dalam ZKP berbohong. Pengguna juga harus menyadari bahwa algoritma yang digunakan dalam ZKP memerlukan sumber daya komputasi yang tinggi, terutama pada jenis-jenis ZKP tertentu yang melibatkan banyak interaksi antara pemverifikasi dan pembukti.

    Kesimpulan

    Zero-Knowledge Proof semakin mencuri perhatian karena kemampuannya untuk menjaga privasi dan potensinya dalam penskalaan. Dengan semakin banyaknya adopsi teknologi ini dalam dunia blockchain, mata uang kripto, dan DeFi, kita dapat mengharapkan peningkatan layanan inovatif yang akan memberikan manfaat besar bagi pengguna.

    Zero-Knowledge Proof diharapkan akan memainkan peran penting dalam pembentukan ekosistem DApp yang lebih aman, privat, dan efisien di masa depan.


    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa Itu Upgrade Ethereum Shanghai dan Bagaimana Pengaruhnya?

    Pembaruan Ethereum Shanghai (EIP-4895) merupakan kabar gembira bagi para pemegang Ethereum yang telah berpartisipasi dalam proses staking. Sebelumnya, setelah Anda melakukan staking 32 ETH untuk menjadi validator dalam jaringan, dana tersebut terkunci tanpa batas waktu. Namun, sekarang, berkat implementasi Proof of Stake, Anda akan memiliki kemampuan untuk mengambil kembali dana yang telah Anda staking sebagai validator.

    Pembaruan ini diharapkan akan mempengaruhi dinamika persentase ETH yang masuk dalam proses staking dari total pasokan yang ada. Secara alamiah, hal ini akan memiliki dampak pada permintaan dan penawaran ETH di pasar.

    Pendahuluan

    Bagi para staker Ethereum, pembaruan Shanghai adalah momen yang telah lama dinantikan dalam perjalanan menuju mekanisme konsensus Proof of Stake Ethereum. Selain pengaruhnya terhadap staking, pembaruan ini juga berpotensi memberikan dampak yang signifikan pada permintaan dan penawaran ETH di pasar. 

    Oleh karena itu, apakah Anda sudah terlibat dalam proses staking ETH, tengah mempertimbangkannya, atau sekadar menyimpan ETH dalam portofolio Anda, penting untuk memahami dengan baik apa yang dimaksud dengan pembaruan Shanghai dan bagaimana hal ini bisa memengaruhi situasi finansial Anda.

    Apa Itu Peningkatan Shanghai Ethereum?

    Pada bulan September 2022, Ethereum berhasil melakukan peralihan dari mekanisme konsensus Proof of Work (PoW) ke Proof of Stake (PoS). Sebelumnya, Ethereum menggunakan PoW dan proses mining untuk memproses dan memvalidasi transaksi di jaringannya. 

    Namun, sejak terjadinya Merge, yang menggabungkan mainnet Ethereum dengan PoS Beacon Chain, pengguna yang telah melakukan staking belum dapat menarik kembali dana mereka. Pembaruan Shanghai (EIP-4895) hadir untuk mengatasi masalah ini dengan menambahkan fungsionalitas penarikan dana. 

    Pada tanggal 5 Januari 2023, para pengembang Ethereum menyetujui implementasi pembaruan ini melalui hard fork jaringan yang dijadwalkan akan dilakukan pada bulan Maret 2023. Pada akhir bulan Februari 2023, pengguna akan memiliki kesempatan untuk menguji pembaruan ini dengan jaringan pengujian publik yang telah diimplementasikan dengan nama “Shanghai.”

    Apa Itu Ethereum Staking?

    Dengan peralihan Ethereum ke PoS, pengguna kini memiliki opsi untuk melakukan staking ETH sebagai bagian dari mekanisme konsensus jaringan. PoS menawarkan alternatif yang lebih ramah lingkungan daripada sistem mining PoW yang membutuhkan konsumsi energi tinggi, seperti yang terjadi pada jaringan Bitcoin. Dengan melakukan staking, pengguna dapat mengunci 32 ETH mereka untuk sementara waktu guna menjalankan node validator yang membantu menjaga keamanan jaringan dan memvalidasi transaksi.

    Setiap validator menerima blok baru yang dibuat oleh validator lain dalam jaringan Ethereum. Validator kemudian memeriksa transaksi dan tanda tangan pada blok tersebut untuk memastikan validitasnya. Dengan adanya pembaruan Shanghai, staker sekarang akan memiliki kemampuan untuk menarik kembali ETH yang telah mereka kunci. Sebelumnya, fitur ini tidak tersedia sejak peluncuran Beacon Chain pada bulan Desember 2020.

    Apa Itu Proposal Penyempurnaan Ethereum (EIP)?

    Proposal Penyempurnaan Ethereum (EIP) adalah metode yang digunakan untuk mengusulkan perubahan atau peningkatan dalam jaringan Ethereum dan cara kerjanya. Siapa pun dapat mengajukan EIP dengan mengikuti format yang telah ditetapkan, dan kemudian proposal tersebut akan disampaikan kepada komunitas Ethereum serta dewan pengembang untuk ditinjau. 

    Agar perubahan teknis yang diusulkan menjadi bagian dari pembaruan, EIP harus disetujui oleh pihak yang berwenang. Selain itu, EIP mengikuti sistem penomoran tertentu, dan dalam konteks pembaruan Shanghai, disebut sebagai EIP-4895.

    Dampak Pembaruan Shanghai Ethereum pada Portofolio Anda

    Pengaruh konkret dari pembaruan Shanghai akan bervariasi tergantung pada situasi finansial Anda. Bagi mereka yang telah melakukan staking ETH secara langsung melalui Ethereum atau platform staking, berita baiknya adalah Anda sekarang memiliki kemampuan untuk menarik dana Anda. Namun, penting untuk diingat bahwa tidak semua orang memiliki 32 ETH yang diperlukan untuk melakukan staking secara langsung. Banyak pengguna memilih untuk melakukan staking dalam jumlah yang lebih kecil melalui platform staking likuid.

    Bagi para pedagang, satu pertanyaan besar yang muncul adalah dampak potensial pembaruan ini pada harga ETH. Namun, tidak ada jawaban pasti untuk pertanyaan ini. Saat artikel ini ditulis, sekitar 13,81% dari total pasokan ETH masuk staking berdasarkan Reward Staking.

    Izin untuk menarik dana dari staking membuka pintu untuk lebih banyak likuiditas. Pemilik ETH yang telah melakukan staking sekarang memiliki opsi untuk menarik dana mereka dan menjualnya. Dengan demikian, bagi pedagang dan investor, persentase koin yang terkunci dalam staking dari total pasokan ETH akan menjadi perhatian utama.

    Di sisi lain, staking ETH mungkin menjadi lebih menarik bagi pengguna karena likuiditas yang meningkat. Mereka yang tidak tertarik dengan protokol staking likuid akan memiliki kesempatan untuk melakukan staking ETH secara langsung melalui Ethereum. Hal ini bisa berpotensi meningkatkan permintaan terhadap ETH karena meningkatnya kondisi staking.

    Bagi mereka yang memegang token asli dalam platform staking likuid, mungkin akan terjadi dampak pada nilai aset tersebut. Alasannya adalah, dengan adanya kemungkinan penarikan Ethereum, fitur unik yang disediakan oleh staking ETH likuid menjadi berkurang.

    Secara keseluruhan, kemungkinan adanya penarikan dari staking akan membawa pasar ETH menuju keadaan yang lebih bebas. Pemilik ETH dapat bereaksi terhadap dinamika permintaan dan penawaran dalam staking, sehingga membantu mencapai keseimbangan pasar. Ini perlu dianggap sebagai dampak positif, karena mengurangi potensi pengendalian buatan terhadap harga dan peredaran ETH.

    Kesimpulan

    Pembaruan Shanghai Ethereum memberikan fitur yang sangat penting bagi para staker Ethereum dan pengguna yang tertarik pada staking. Bersamaan dengan Merge Ethereum, fitur ini adalah salah satu yang paling dinantikan oleh komunitas yang telah lama menunggu mekanisme Proof of Stake yang sepenuhnya berfungsi.

    Meskipun dampaknya pada pasar masih belum pasti, siapa pun yang terlibat dalam dunia Ethereum sebaiknya memahami pembaruan ini dan bagaimana hal ini dapat memengaruhi situasi finansial mereka.


    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bursa Ikan Berbasis Blockchain Hadir di Indonesia

    Hadirnya Bursa Ikan menjadi transformasi sektor perikanan di Indonesia. Digitalisasi ke dalam dunia bisnis perikanan terus dilakukan sejak beberapa tahun terakhir. Salah satu langkah penting dalam mewujudkan visi ini adalah kolaborasi antara Holding BUMN Pangan ID Food dan D3 Labs, startup di bidang teknologi blockchain.

    ID Food baru-baru ini menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) yang mencakup Pengembangan dan Penerapan Sistem Teknologi Informasi Perdagangan Perikanan dengan D3 Labs, sebuah startup fintech yang mengusung teknologi blockchain. Kesepakatan ini terjadi dalam forum Seafood and Fisheries Emerging Technologies (SAFET) 2023.

    Dirgayuza Setiawan, Direktur Pengembangan dan Pengendalian Usaha PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)/ID Food, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud dari tekad perusahaan dalam menciptakan lingkungan bisnis perikanan yang lebih transparan dan kompetitif. Hal ini sangat relevan mengingat Indonesia memiliki peran besar sebagai salah satu produsen ikan terkemuka di dunia.

    “Kerja sama dengan D3 Labs adalah manifestasi dari komitmen kami untuk mendorong inovasi di sektor perikanan. Penggunaan teknologi blockchain ini tidak hanya akan meningkatkan efisiensi dan transparansi, tetapi juga akan memberikan dampak positif pada produktivitas, kesejahteraan nelayan mitra, dan keberlanjutan sektor perikanan,” kata Dirgayuza.

    Manfaat Besar

    Ia juga menambahkan bahwa kerja sama ini berpotensi memberikan manfaat besar bagi nelayan, produsen, konsumen, serta berbagai pihak yang terlibat dalam bisnis perikanan. Dalam pandangan Dirgayuza, sinergi antara teknologi inovatif ini membuka peluang baru untuk mendukung pertumbuhan bisnis perikanan ID Food dan sekaligus mendorong pertumbuhan sektor perikanan nasional.

    Ilustrasi pelelangan ikan. Sumber: Getty Images.
    Ilustrasi pelelangan ikan. Sumber: Getty Images.

    Baca juga: Honda Terima Pembayaran Kripto, Bisa Beli Motor Pakai Bitcoin?

    Saat ini, bisnis perikanan ID Food yang dioperasikan oleh PT Perikanan Indonesia telah memulai berbagai kemitraan dengan nelayan, mulai dari pemasok hasil tangkapan, penyimpanan, pengolahan, hingga penjualan produk turunan. Dukungan dari pelaku startup, seperti D3 Labs, diharapkan akan mempercepat proses transformasi digital dalam operasi PT Perikanan Indonesia.

    Sigit Muhartono, Direktur Utama PT Perikanan Indonesia, menjelaskan bahwa perusahaan berencana untuk menggunakan platform pelelangan ikan real-time berbasis teknologi blockchain sebagai salah satu langkah penting dalam mendorong digitalisasi perdagangan ikan yang sebelumnya bersifat manual. Program ini dikenal dengan nama Indonesia Fishery eXchange (IFX) dan diharapkan segera beroperasi.

    “Saat IFX mulai beroperasi, kami berharap untuk melihat peningkatan dalam pembelian ikan hasil tangkapan nelayan, transparansi dalam penetapan harga jual ikan, serta kepastian pembayaran,” ungkap Sigit. Transformasi ini akan membawa sektor perikanan Indonesia ke tingkat baru dalam era digital, memberikan manfaat signifikan kepada semua pemangku kepentingan dalam industri perikanan.

    Indonesia Fishery Exchange (IFX)

    Di sisi lain, Tigran Adiwirya, Co-CEO D3 Labs, yakin bahwa kolaborasi yang terjalin akan membawa perubahan positif yang signifikan dalam dunia perikanan Indonesia, dan bisa menjadi contoh inspiratif bagi negara-negara lain yang ingin menerapkan teknologi blockchain dalam industri sejenis.

    “Kami sangat gembira bisa bekerja sama dengan ID FOOD. Kami yakin bahwa teknologi blockchain memiliki potensi luar biasa untuk mengubah lanskap industri perikanan di Indonesia. Selain meningkatkan tingkat transparansi, teknologi ini juga membawa beragam manfaat bagi semua pihak yang terlibat dalam rantai pasokan perikanan, termasuk nelayan, produsen, pedagang, dan konsumen,” ungkap Tigran.

    Kolaborasi ini akan membuka pintu bagi PT Perikanan Indonesia, yang merupakan salah satu anak perusahaan di bawah payung ID Food dalam sektor perikanan. Mereka akan menggunakan aplikasi yang dikembangkan oleh D3 Labs untuk menciptakan Indonesia Fishery eXchange (IFX), sebuah platform bursa ikan real-time yang mengadopsi teknologi blockchain sebagai pilar utama dalam proses digitalisasi perdagangan ikan yang selama ini masih mengandalkan sistem manual. Rencananya, platform ini akan segera memulai operasinya dalam waktu yang tidak terlalu lama.

    Dengan penggunaan teknologi blockchain, IFX diharapkan akan memberikan sejumlah manfaat signifikan bagi industri perikanan, seperti pemantauan stok ikan yang lebih efisien, proses lelang yang lebih transparan, kemudahan dalam transaksi digital, sistem Know Your Customer (KYC), dan manajemen akun yang cermat untuk mencegah adanya transaksi dari pihak pembeli yang tidak sah. Lebih dari itu, IFX juga akan mengintegrasikan diri dengan pasar penjualan digital di luar negeri. Semua ini merupakan langkah besar dalam perubahan fundamental dalam industri perikanan Indonesia, seperti yang diungkapkan oleh Tigran.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Meluncur ke Puncak, Namun Akan Bertahankah?

    Bitcoin telah menunjukkan kekuatan yang mengesankan pada awal bulan Oktober, yang dikenal dengan sebutan “Uptober” atau bulan kebangkitan dalam dunia kripto. Harganya melonjak hingga mencapai US$ 28.500, mendorong harapan akan adopsi yang lebih luas setelah perdagangan kontrak berjangka Ethereum Exchange Traded Fund (ETF) dimulai baru-baru ini.

    Namun, dalam 24 jam terakhir, BTC mengalami penurunan sebesar 2.5% dan kembali ke level US$ 27.550. Penurunan ini juga terlihat pada sebagian besar altcoin, seperti Ethereum (ETH) yang turun 4,1%, Binance Coin (BNB) yang merosot 2%, Dogecoin (DOGE) yang turun 2,7%, dan Cardano (ADA) yang mengalami penurunan sebesar 2,2%.

    Mengomentari penurunan ini, Cici Lu McCalman, pendiri konsultan Blockchain Venn Link Partners, menjelaskan, “Situasi makroekonomi yang masih menekankan pada kenaikan suku bunga memengaruhi pertumbuhan Bitcoin secara singkat. Kenaikan suku bunga obligasi Treasury AS menimbulkan tekanan pada Bitcoin, dan Federal Reserve (FED) memerlukan waktu yang cukup lama untuk mengendalikan inflasi.”

    “Ekspektasi akan peningkatan suku bunga semakin menguat. Kondisi keuangan yang lebih ketat menjadi penghalang negatif bagi saham dan mata uang kripto,” jelas McCalman.

    Gejolak Bitcoin

    koin bitcoin
    Ilustrasi aset kripto Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Altcoin Ini Paling Banyak Mengikuti Kenaikan Bitcoin, Apa Itu?

    Kemudian, Lucas Kiely, kepala investasi Yield App, juga memberikan pandangannya kepada Coindesk, mengatakan, “Secara historis, Oktober telah menjadi bulan yang menguntungkan bagi pasar mata uang kripto. Bitcoin hanya mengalami kerugian pada bulan Oktober sebanyak dua kali sejak tahun 2013, dan kita berharap tren positif ini akan berlanjut tahun ini.

    “Meskipun demikian, kita perlu tetap hati-hati terhadap pergerakan harga saat ini. Kita harus mengingat bahwa reli besar biasanya memerlukan dorongan eksternal yang kuat untuk terjadi, dan saat ini kita masih menanti katalis yang mungkin akan memicu pergerakan signifikan.”

    Akhirnya, analis dari Bitfinex juga mengevaluasi potensi kenaikan Bitcoin. Menurut mereka, investor jangka panjang terus menambah kepemilikan mereka, yang meningkatkan permintaan secara keseluruhan.

    Mereka juga menunjukkan bahwa “BTC di tangan pemegang jangka panjang terus mencapai puncak baru sementara pemegang jangka pendek melakukan penjualan. Hal ini dapat mengakibatkan peningkatan volatilitas dalam pasar mata uang kripto dalam waktu dekat.”


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Altcoin Ini Paling Banyak Mengikuti Kenaikan Bitcoin, Apa Itu?

    Kenaikan Bitcoin dan altcoin, yang mengawali bulan Oktober 2023 dengan baik, membuat investor kripto senang. Meskipun BTC telah meningkat lebih dari 4% dalam 24 jam terakhir, beberapa altcoin telah meningkat hampir 15%.

    Altcoin merupakan istilah yang merujuk kepada semua kripto selain Bitcoin. Selama beberapa tahun terakhir, pasar altcoin telah menjadi sorotan utama para investor dan pedagang kripto.

    Sebagian besar altcoin mengalami volatilitas harga yang tinggi, tetapi ada beberapa yang telah menonjol dengan cara yang sangat istimewa. Salah satu hal yang paling menarik adalah sejauh mana altcoin mengikuti kenaikan Bitcoin.

    Bitcoin, sebagai kripto pertama dan terbesar, sering dianggap sebagai barometer bagi seluruh pasar aset digital. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi beberapa altcoin yang telah paling banyak mengikuti kenaikan Bitcoin dan mengapa mereka layak untuk diperhatikan.

    Grafik harian SOL/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik harian SOL/USDT. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Harga Bitcoin Gagal Bertahan di Level US$ 28K, Disebabkan Faktor Ini

    Dikutip Bitcoin Sistemi, salah satu altcoin ini adalah Solana (SOL). Mendekati US$ 25, Solana telah menjadi cryptocurrency terbesar ketujuh berdasarkan nilai pasar, melampaui Dogecoin (DOGE) dan Cardano (ADA) dengan kenaikan harga ini.

    Pada titik ini, para analis berpendapat bahwa SOL mungkin akan mengalami kenaikan lebih lanjut, terutama jika dapat mempertahankan posisinya di atas EMA 200, dan jika kenaikan kuat SOL terus berlanjut, harga berpotensi mencapai level US$ 30.

    Seiring naiknya harga SOL, Solana juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat di pasar DeFi. Nilai total yang dikunci pada blockchain Solana telah meningkat menjadi US$ 338,82 juta, tertinggi pada tahun 2023.

    Pada tanggal 2 Oktober, Total Value Locked (TVL) SOL meningkat sekitar 4,15% dalam 24 jam, dari US$ 324,64 juta menjadi US$ 338,82 juta, peningkatan 4% dan mencapai level tertinggi sejak awal tahun.

    Sepanjang tahun 2023, TVL SOL telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, mencatat peningkatan yang mengesankan sekitar 38% sejak Januari 2023, ketika mencapai US$ 210 juta.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com