Author: 28

  • Apa Itu Standar Token Kripto?

    Standar token merupakan seperangkat peraturan dan norma yang mengatur bagaimana token kripto beroperasi. Beberapa standar token yang terkenal termasuk ERC-20, BEP-20, ERC-721, dan ERC-1155.

    Pendahuluan

    Meskipun pasar mata uang kripto memiliki ribuan jenis, yang mengejutkan adalah bahwa banyak dari mereka mengikuti pedoman yang serupa. Pedoman ini, dikenal sebagai standar token, menggambarkan sejumlah fungsi dan karakteristik esensial dari token blockchain.

    Mengapa Standar Token Penting?

    Interoperabilitas

    Standar token memastikan bahwa semua produk yang menggunakan standar yang sama dapat beroperasi bersama dan saling berkomunikasi. Ketika sebuah proyek menerbitkan token yang mengikuti standar tertentu, token tersebut akan kompatibel dengan platform dan aplikasi yang sudah ada, seperti dompet kripto. Misalnya, token ERC-20 memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan produk dan layanan lain yang juga mengikuti standar ERC-20.

    Inilah mengapa Anda dapat dengan mudah memperdagangkan berbagai token ERC-20 satu sama lain. Tanpa standar token, proses perdagangan mata uang kripto akan jauh lebih rumit, dan Anda mungkin perlu menggunakan dompet yang berbeda untuk setiap jenis token yang Anda miliki.

    Komposabilitas

    Konsep komposabilitas sangat penting dalam dunia pemrograman, karena memungkinkan pengembang untuk memanfaatkan kembali komponen yang ada untuk membangun produk baru. Hal ini juga berlaku dalam pembuatan token kripto. Dengan mengikuti standar token, pengembangan fungsionalitas dasar menjadi lebih efisien, memungkinkan para pengembang memiliki lebih banyak waktu dan sumber daya untuk berinovasi dan bereksperimen.

    Efisiensi

    Standar token juga memfasilitasi interaksi antara smart contract. Setelah sebuah token dibuat dan mengikuti standar tertentu, smart contract dapat dengan mudah memantau token tersebut.

    Contohnya, standar token seperti ERC-20 dan BEP-20 dilengkapi dengan fungsi penting, termasuk kemampuan untuk mengambil alamat dan saldo token. Hal ini memungkinkan smart contract untuk memantau token dengan efisiensi lebih besar. Sebagai contoh, untuk memantau token ERC-20, pengembang dapat menggunakan antarmuka yang dikenal sebagai Contract Application Binary Interface (ABI) untuk melacak transfer token dan informasi lainnya dengan mudah.

    Pentingnya standar token dalam ekosistem kripto tidak boleh diabaikan. Standar ini memainkan peran kunci dalam memastikan interoperabilitas, komposabilitas, dan efisiensi yang lebih baik dalam ekosistem yang terus berkembang ini.

    Standar Token dalam Dunia Kripto dan DeFi

    BEP-20

    BEP-20 adalah standar token yang beroperasi di jaringan BNB Smart Chain (BSC). Dikembangkan sebagai pedoman teknis untuk BSC, standar ini memberikan kesempatan kepada pengembang untuk menciptakan berbagai jenis token, termasuk peggy coin, token utilitas, stablecoin, dan sebagainya. Standar BEP-20 juga memperkenalkan berbagai fitur seperti kemampuan untuk melabeli token, mencetak token baru, dan menghancurkan token yang tidak diperlukan.

    Beberapa fungsi kunci dari standar token BEP-20 termasuk:

    • TotalSupply: Menentukan jumlah total suplai dari suatu token BEP-20.
    • BalanceOf: Menunjukkan saldo dari suatu token.
    • Transfer: Mengizinkan pengguna untuk mentransfer kepemilikan token kepada pihak lain.
    • TransferFrom: Memungkinkan token untuk dipindahkan kepada pihak lain melalui smart contract.
    • Approve: Menetapkan batas jumlah token yang dapat ditarik oleh suatu smart contract.
    • Allowance: Menetapkan alamat eksternal yang memiliki izin untuk menggunakan token.

    ERC-20

    Pada tahun 2015, Fabian Vogelsteller mengusulkan standar token ERC-20, yang kemudian menjadi dasar utama bagi para pengembang dalam merancang berbagai jenis token, termasuk token virtual, token staking, dan mata uang virtual.

    ERC-20 adalah standar token yang digunakan untuk menciptakan aset yang mengikuti aturan umum dan dapat dipertukarkan satu sama lain (fungible). Dengan kata lain, jika Anda membuat 1.000 unit token ERC-20, setiap unitnya akan memiliki fungsi yang sama.

    Standar BEP-20 mirip dengan ERC-20, namun penting untuk diingat bahwa keduanya digunakan di jaringan blockchain yang berbeda. ERC-20 digunakan di blockchain Ethereum, sedangkan BEP-20 ada di Binance Smart Chain (BSC).

    ERC-721

    Tahukah Anda bahwa sebagian besar non-fungible token (NFT) di Ethereum mengikuti standar token yang sama, yaitu ERC-721? Baik itu NFT edisi terbatas maupun Proof of Attendance Protocol (POAP), kebanyakan NFT dibuat dengan pedoman yang serupa. Salah satu karakteristik unik dari token ERC-721 adalah bahwa setiap aset harus memiliki tokenId yang unik secara global.

    Fungsi ERC-721 mencakup kemampuan untuk mentransfer token, melihat saldo saat ini, melihat total suplai, dan fitur unik secara global, seperti yang telah disebutkan.

    ERC-1155

    Seiring perkembangan standar token, muncul satu pedoman yang mengakomodasi kebutuhan industri untuk memiliki berbagai jenis token. ERC-1155 adalah standar multitoken yang memungkinkan penciptaan berbagai jenis aset digital, termasuk token utilitas seperti BNB dan NFT.

    Salah satu fitur terkemuka dari ERC-1155 adalah kemampuannya untuk melakukan transaksi kelompok token, yang mencakup:

    • Transfer kelompok: Memungkinkan transfer beberapa aset secara bersamaan.
    • Saldo kelompok: Memberikan informasi tentang saldo beberapa aset dalam satu langkah.
    • Persetujuan kelompok: Memungkinkan izin untuk semua token yang dimiliki oleh satu alamat.
    • Dukungan untuk NFT: Token dapat diperlakukan sebagai NFT jika total suplainya hanya 1.

    Batasan Standar Token

    Token yang dibuat dengan standar yang sama memiliki fungsi dasar yang seragam dan dapat berinteraksi dengan mudah satu sama lain. Namun, token yang mengikuti standar yang berbeda mungkin tidak kompatibel atau tidak dapat berkomunikasi satu sama lain. Karena banyaknya aturan yang mengatur standar token dalam industri ini, tidak jarang terjadi ketidakcocokan antara token-ttoken tersebut.

    Oleh karena itu, konsep wrapped token muncul sebagai solusi untuk mengatasi masalah inkompatibilitas antara token. Wrapped token adalah representasi dari mata uang kripto yang diikatkan pada nilai mata uang kripto lainnya, memungkinkan aset untuk digunakan di berbagai platform.

    Kesimpulan

    Standar token dapat dianggap sebagai pedoman esensial dalam merancang dan meluncurkan token berbasis blockchain. Dalam dunia kripto yang terus berkembang, terdapat berbagai standar token yang berperan penting. Solusi inovatif seperti bridge blockchain dan konsep wrapped token telah membantu mengatasi masalah ketidakcocokan di antara berbagai jenis token, memungkinkan ekosistem kripto untuk tumbuh dengan lebih harmonis.


    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa Itu Lapisan 0 di Blockchain?

    Protokol Lapisan 0 dalam ekosistem blockchain adalah fondasi yang krusial untuk membangun lapisan 1 blockchain. Ini adalah pilar utama dalam jaringan blockchain dan aplikasi, yang berfungsi sebagai solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi oleh industri ini, seperti skalabilitas dan interoperabilitas.

    Pengantar

    Sama seperti protokol Internet yang memiliki berbagai lapisan, ekosistem blockchain juga dapat diklasifikasikan berdasarkan hierarki lapisan:

    • Lapisan 0: Ini adalah lapisan infrastruktur dasar yang menjadi fondasi bagi beberapa blockchain di Lapisan 1.
    • Lapisan 1: Merupakan lapisan blockchain inti yang digunakan oleh pengembang untuk membangun berbagai aplikasi, termasuk aplikasi terdesentralisasi (DApp).
    • Lapisan 2: Solusi skalabilitas yang menangani transaksi di luar jaringan Lapisan 1 untuk mengurangi tekanan transaksional.
    • Lapisan 3: Lapisan aplikasi yang berhubungan dengan blockchain, seperti permainan, dompet, dan DApp lainnya.

    Tetapi, perlu diingat bahwa tidak semua ekosistem blockchain akan cocok dengan pemisahan ini. Beberapa ekosistem mungkin tidak memiliki lapisan tertentu, sementara yang lain dapat digolongkan ke dalam lapisan yang berbeda tergantung pada konteksnya.

    Lapisan 0 membantu mengatasi masalah yang sering dihadapi oleh jaringan Lapisan 1 yang membangun berdasarkan arsitektur monolitik, seperti Ethereum. Dengan menciptakan infrastruktur yang lebih fleksibel, Lapisan 0 memungkinkan pengembang untuk meluncurkan blockchain khusus dengan tujuan tertentu, memecahkan masalah seperti skalabilitas dan interoperabilitas dengan lebih efisien.

    Tantangan yang Dipecahkan oleh Lapisan 0

    Interoperabilitas

    Interoperabilitas adalah kemampuan berbagai jaringan blockchain untuk berkomunikasi satu sama lain. Lapisan 0 memungkinkan jaringan yang dibangun di atas protokol yang sama untuk berinteraksi secara alami, tanpa memerlukan jembatan khusus. Ini menciptakan ekosistem blockchain yang lebih terintegrasi, yang menghasilkan kecepatan transaksi yang lebih tinggi dan efisiensi yang lebih besar.

    Skalabilitas

    Blockchain monolitik seperti Ethereum sering mengalami kemacetan karena semua fungsi utama, seperti eksekusi transaksi, konsensus, dan penyimpanan data, ditangani oleh satu lapisan Lapisan 1. Lapisan 0 mengatasi masalah ini dengan mendistribusikan tugas-tugas penting ini ke berbagai blockchain yang dapat dioptimalkan untuk tujuan tertentu. Ini secara signifikan meningkatkan skalabilitas, dengan kemampuan untuk mengelola transaksi dalam jumlah besar per detik.

    Fleksibilitas Pengembang

    Protokol Lapisan 0 sering menyediakan kit pengembangan perangkat lunak (SDK) yang mudah digunakan dan antarmuka yang ramah pengembang. Ini memungkinkan pengembang untuk dengan mudah meluncurkan blockchain khusus mereka sendiri dengan tujuan dan aturan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. 

    Pengembang memiliki fleksibilitas besar dalam menentukan model penerbitan token mereka dan jenis DApp yang ingin mereka bangun di blockchain mereka.

    Lapisan 0 dalam ekosistem blockchain adalah fondasi yang penting, yang memungkinkan pengembangan lebih lanjut dan meningkatkan potensi ekosistem blockchain secara keseluruhan. Dengan mengatasi masalah interoperabilitas, skalabilitas, dan memberikan fleksibilitas kepada pengembang, Lapisan 0 menjadikan ekosistem blockchain lebih dinamis dan responsif terhadap perkembangan industri yang terus berubah.

    Cara Kerja Protokol Lapisan 0: Membedah Beragam Pendekatan

    Protokol Lapisan 0 memiliki beragam pendekatan dalam beroperasi, masing-masing dengan desain, fitur, dan fokusnya yang unik.

    Secara umum, protokol Lapisan 0 berfungsi sebagai blockchain utama yang bertindak sebagai cadangan data transaksi dari berbagai blockchain di Lapisan 1. Meskipun ada beragam cluster chain Lapisan 1 yang dapat dibangun di atas protokol Lapisan 0, protokol ini juga menyediakan mekanisme transfer cross-chain yang memungkinkan token dan data berpindah antar berbagai blockchain.

    Struktur dan hubungan antara komponen-komponen tersebut dapat sangat berbeda antara berbagai protokol Lapisan 0. Berikut adalah beberapa contoh yang mencerminkan keragaman tersebut:

    Polkadot

    Polkadot, yang dirancang oleh co-founder Ethereum, Gavin Wood, memberikan kemampuan kepada pengembang untuk membangun blockchain khusus mereka sendiri. Protokol ini menggunakan main chain yang dikenal sebagai Polkadot Relay Chain. Setiap blockchain independen yang dibangun di atas Polkadot disebut sebagai parallel chain atau parachain.

    Relay Chain berperan sebagai jembatan yang menghubungkan parachain agar komunikasi data menjadi lebih efisien. Dengan memanfaatkan konsep sharding, Polkadot membagi blockchain menjadi sejumlah bagian untuk mempercepat pemrosesan transaksi.

    Polkadot mengadopsi mekanisme validasi proof-of-stake (PoS) untuk memastikan keamanan jaringan dan konsensus. Proyek-proyek yang ingin menggunakan parachain pada Polkadot harus mengikuti proses lelang untuk mendapatkan slotnya. Proyek parachain pertama di Polkadot disetujui melalui lelang pada Desember 2021.

    Avalanche

    Avalanche, yang diluncurkan pada tahun 2020 oleh Ava Labs, memiliki fokus pada protokol DeFi. Avalanche menggunakan infrastruktur tiga blockchain yang terdiri dari tiga chain utama: Contract Chain (C-chain), Exchange Chain (X-chain), dan Platform Chain (P-chain).

    Ketiga chain ini dirancang secara khusus untuk mengatasi fungsi inti di dalam ekosistem dan mencapai tingkat keamanan yang tinggi, sambil memprioritaskan latensi rendah dan throughput yang tinggi. X-Chain digunakan untuk membuat dan memperdagangkan aset, C-Chain untuk membuat smart contract, dan P-Chain untuk mengoordinasikan validator dan subnet. Fleksibilitas struktur Avalanche juga memungkinkan swap cross-chain yang cepat dan ekonomis.

    Cosmos

    Jaringan Cosmos, didirikan pada tahun 2014 oleh Ethan Buchman dan Jae Kwon, terdiri dari blockchain mainnet PoS yang disebut Cosmos Hub dan blockchain khusus yang disebut Zona. Cosmos Hub berfungsi sebagai pusat pertukaran aset dan data antara berbagai Zona yang terhubung, juga memberikan lapisan keamanan bersama.

    Setiap Zona dapat disesuaikan dengan mudah oleh pengembang, memungkinkan mereka untuk merancang mata uang kripto dengan pengaturan validasi blok dan fitur lain yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Semua aplikasi dan layanan Cosmos yang ada di Zona berinteraksi melalui protokol Inter-Blockchain Communication (IBC), yang memungkinkan pertukaran aset dan data dengan bebas di antara blockchain independen.

    Kesimpulan

    Tergantung pada desainnya, blockchain Lapisan 0 dapat memiliki potensi besar dalam mengatasi berbagai tantangan industri, seperti interoperabilitas dan skalabilitas. Namun, keberhasilan adopsi protokol Lapisan 0 masih harus terbukti. Ada banyak solusi lain yang bersaing untuk mencapai tujuan yang serupa.

    Signifikansi peran blockchain Lapisan 0 dalam mengatasi tantangan industri akan sangat bergantung pada kemampuannya untuk menarik para pengembang untuk membangun di atasnya dan apakah aplikasi yang dijalankan di dalamnya mampu memberikan nilai nyata bagi pengguna.


    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa itu Kelas Crypto Tokocrypto?

    Saat ini semakin banyak pilihan investasi yang menarik salah satunya adalah aset kripto. Ketika Anda mulai berusaha memahami apa itu Bitcoin, Ethereum, dan aset digital lainnya, masih ada banyak hal yang ingin ditanyakan. Jika benar Anda dalam kondisi ini, maka kelas kripto pemula ini adalah tempat sempurna untuk memulai investasi Anda di dunia kripto!

    Apa Itu Crypto Class Tokocrypto?

    Crypto Class (kelas crypto) Tokocrypto adalah pembelajaran kripto yang dirancang khusus untuk para pemula yang ingin mengambil keuntungan dari teknologi blockchain dan aset kripto. Kelas ini biasanya terdiri dari beberapa sesi dan diadakan secara online tapi ada juga yang secara tatap muka. Kelas crypto Tokocrypto sangat cocok untuk Anda yang ingin belajar dan tanya jawab langsung dengan ahlinya.

    Apa Saja yang Akan Anda Pelajari Dalam Crypto Class Ini?

    Secara umum dalam kelas ini, Anda akan belajar tentang:

    Apa itu Aset Kripto

    Anda akan belajar asal usul aset kripto. Kemudian tentang bagaimana teknologi blockchain memainkan peran kunci dalam menjadikan aset ini unik dan aman.

    Bitcoin

    Kami akan memberitahu Anda segala hal yang Anda perlu tahu tentang Bitcoin. Mengapa aset digital ini paling terkenal di antara aset kripto yang lain.

    Lalu juga tentang cara kerja Bitcoin, pergerakan harganya, penggunaan Bitcoin dan potensinya di masa depan.

    Altcoin

    Selain Bitcoin, ada ribuan aset kripto lain yang banyak diperdagangkan. Anda belajar altcoin yang menarik dan apa kelebihan dan kekurangannya dibandingkan dengan Bitcoin.

    Dompet Kripto dan Keamanan

    Kalau punya aset kripto tentu Anda perlu tahu bagaimana menyimpan aset kripto Anda dengan aman. Keamanan adalah hal penting dalam dunia kripto. Setelah mengikuti kelasi ini Anda akan tahu cara menyimpan aset kripto dengan aman menggunakan dompet digital dan menghindari risiko keamanan.

    Cara Investasi atau Trading Aset Kripto

    Anda akan belajar cara memilih aset kripto yang baik, dan tempat untuk transaksi jual beli aset kripto yang terpercaya.

    Menganalisis Pasar Kripto

    Ini topik yang paling disukai. Kami akan memberi Anda gambaran tentang cara menganalisis pasar kripto, membaca grafik, dan mengenali tren harga.

    Detail materi yang ada dalam kelas crypto dapat berbeda tergantung fokus yang akan dibicarakan pada periode tersebut.

    Mengapa Bergabung dengan Kelas Crypto Tokocrypto?

    • Paham Apa yang Sedang Anda Lakukan

    Anda akan memahami dunia blockchain dengan penjelasan yang mudah dipahami dan contoh nyata yang relevan.

    • Bimbingan dari Praktisi Ahli

    Guru kami adalah praktisi kripto yang berpengalaman dan siap membantu Anda dalam setiap langkah perjalanan belajar Anda.

    Walau Anda tidak bisa belajar kapan saja, karena kelas ini bisa diakses secara online Anda bisa belajar dari mana saja, di rumah, di cafe atau di mana saja yang Anda inginkan.

    • Bertemu Rekan Ikut Komunitas

    Tidak ada yang lebih menyenangkan selain bisa berdiskusi dan bertemu dengan komunitas yang sama-sama tertarik dengan investasi kripto. Bergabunglah dengan komunitas pemula kripto lainnya, berdiskusi, dan berbagi pengetahuan.

    Daftar Sekarang!

    Kelas crypto Tokocrypto hanya buka di periode tertentu. Kami akan mengumumkan jadwal kelas crypto setiap bulannya. Jika ingin mendaftar, Anda bisa isi form waiting list ini, dan kami akan menghubungi Anda setelah kelas crypto dibuka.

    Ingat, investasi kripto menawarkan potensi besar tapi juga risiko yang tinggi. Pengetahuan adalah kuncinya. Bergabunglah dengan kelas crypto Tokocrypto dan bersiap mendapatkan keuntungan dari teknologi blockchain.

    Follow juga social media dan channel Telegram official Tokocrypto untuk mendapatkan berita terbaru, pengumuman penting dan event yang menarik.

    Instagram: 

    @tokocrypto

    https://www.instagram.com/tokocrypto​​​

    Facebook: 

    Tokocrypto

    https://www.facebook.com/TokocryptoExchange

    Twitter: 

    @tokocrypto

    https://twitter.com/Tokocrypto​​​

    Telegram: 

    Tokocrypto Official Group

    https://t.me/TokocryptoOfficial​​​

    Tokocrypto Offical Channel

    https://t.me/TokocryptoExchange​​​





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Honda Terima Pembayaran Kripto, Bisa Beli Motor Pakai Bitcoin?

    Honda, perusahaan raksasa otomotif Jepang, telah bermitra dengan sistem pembayaran blockchain, FCF Pay untuk memungkinkan pelanggan membeli produk dalam kripto, bukan mata uang fiat tradisional.

    Dilaporkan Crypto Potato, beberapa kripto yang diterima adalah dua aset terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), serta Ripple (XRP), Shiba Inu (SHIB), Binance Coin (BNB), Polkadot (DOT), dan banyak lagi.

    Perlu disebutkan bahwa penawaran Honda juga mencakup beberapa memecoin eksotis seperti Pepe Coin (PEPE), Floki Inu (FLOKI), Bone ShibaSwap (BONE), Doge Killer (LEASH), dan lainnya.

    Adopsi Kripto

    Sistem pembayaran terkemuka, FCF Pay, telah mengadopsi aset kripto utama termasuk Bitcoin, Ethereum, dan Ripple, serta koin meme seperti Shiba Inu, Dogecoin, dan PepeCoin. Kolaborasi yang dilakukan Honda tidak hanya untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, tetapi juga memaksa Jepang menjadi yang terdepan dalam industri Web3.

    Kemitraan antara Honda dan FCF Pay, serta kolaborasi penting lainnya, mewakili langkah signifikan menuju adopsi mata uang kripto dan integrasi blockchain.

    Ilustrasi Ethereum. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi Ethereum. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Melihat Keseruan Acara Web3 On Campus dan OBRAS di Malang

    Sebelumnya, kolaborasi Honda dengan Animoca Brands menunjukkan visi yang luas. Hal ini mengisyaratkan bahwa Honda bertujuan untuk memadukan teknologi, hiburan, dan produk mereka menjadi sebuah pengalaman yang kohesif. Masa depan mungkin melihat pembeli mobil tidak hanya membeli kendaraan, namun melangkah ke dunia imbalan dan keterlibatan kripto.

    Bisa di Indonesia?

    Pada tahap pertama ini, pembayaran FCF hanya tersedia untuk warga negara Amerika Serikat, namun akan diperluas ke negara lain di masa depan. Di Indonesia sendiri, kripto tidak diperbolehkan menjadi alat pembayaran yang sah.

    Skema pembayaran sesuai dengan FCF Pay, pelanggan di AS dapat mengharapkan biaya sebesar US$ 3 + 2% dalam aset kripto saat melakukan pembayaran. Selain itu, pelanggan dapat membayar sewa dan menyewa mobil atau sepeda motor Honda menggunakan kripto.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 13 Altcoin Akan Token Unlock Secara Besar-besaran di Minggu Ini

    Minggu ini, para pemegang altcoin di seluruh dunia harus bersiap-siap menghadapi pembebasan token besar-besaran yang dapat mempengaruhi pasar kripto secara signifikan. Token unlock adalah saat ketika token kripto yang sebelumnya terkunci atau terkunci segera akan tersedia untuk diperdagangkan di pasar terbuka.

    Hal ini dapat mempengaruhi harga, likuiditas, dan sentimen pasar. Dalam artikel ini, kita akan membahas 13 altcoin yang akan mengalami pembebasan token secara besar-besaran di minggu ini dan apa yang perlu Anda ketahui.

    Daftar Token Unlock

    • Orbs (ORBR)
      Nilai Pasar: US$ 55,27 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 10,61 juta (19,19% dari kapitalisasi pasar)
      Tanggal: 2 Oktober 2023, 10:00 WIB
    • Agoric (BLD)
      Nilai pasar: –
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 3,88 juta
      Tanggal: 2 Oktober 2023, 13:00 WIB
    • Biconomy (BICO)
      Nilai Pasar: US$ 161,15 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 1,81 juta (1,12% dari kapitalisasi pasar)
      Tanggal: 2 Oktober 2023, 15:00 WIB
    • Bifrost (BFC)
      Nilai Pasar: US$ 52,04 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 1,99 juta (3,85% dari kapitalisasi pasar)
      Tanggal: 2 Oktober 2023, 21:00 WIB
    • Sui (SUI)
      Nilai Pasar: US$ 414,49 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 16,68 juta (4,02% dari kapitalisasi pasar)
      Tanggal: 3 Oktober 2023, 10:00 WIB
    • Near (NEAR)
      Nilai Pasar: US$ 1,12 miliar
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 8,92 juta (0,80% dari kapitalisasi pasar)
      Tanggal: 4 Oktober 2023, 10:00 WIB
    • Mines of Dalarnia (DAR)
      Nilai Pasar: US$ 37,75 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 1,03 juta (2,71% dari kapitalisasi pasar)
      Tanggal: 4 Oktober 2023, 16:00 WIB
    • Findora (FRA)
      Nilai Pasar: US$ 17,80 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 2,04 juta (11,49% dari kapitalisasi pasar)
      Tanggal: 5 Oktober 2023, 10:00 WIB
    • Vega Protocol (VEGA)
      Nilai Pasar: US$ 68,85 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 1,04 juta (1,51% dari kapitalisasi pasar)
      Tanggal: 5 Oktober 2023, 15:00 WIB
    • Galxe (GAL)
      Nilai Pasar: US$ 60,14 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 1,43 juta (2,36% dari kapitalisasi pasar)
      Tanggal: 5 Oktober 2023, 15:00
    • Tokocrypto (TKO)
      Nilai Pasar: US$ 37,24 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 4,66 juta (12,51% dari kapitalisasi pasar)
      Tanggal: 7 Oktober 2023, 10:00 WIB
    • WiFi Map (WIFI)
      Nilai Pasar: US$ 3,56 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 1,42 juta (39,32% dari kapitalisasi pasar)
      Tanggal: 7 Oktober 2023, 10:00 WIB
    • ImmutableX (IMX)
      Nilai Pasar: US$ 703,99 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 10,90 juta (1,55% dari kapitalisasi pasar)
      Tanggal: 7 Oktober 2023, 20:00 WIB
    • Myria (MYRIA)
      Nilai pasar: –
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 1,27 juta
      Tanggal: 7 Oktober 2023, 10:00 WIB
    • ECOx (ECOX)
      Nilai Pasar: US$ 16,85 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 6,92 juta (41,03% dari kapitalisasi pasar)
      Tanggal: 8 Oktober 2023, 01:00 WIB
    • KAP Games (KAP)
      Nilai Pasar: US$ 5,63 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 5,45 juta (97,05% dari kapitalisasi pasar)
      Tanggal: 8 Oktober 2023, 10:00 WIB

    Perlu Diperhatikan

    Ilustrasi market aset kripto. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi market aset kripto. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Harga XRP Melonjak Efek Banding SEC Atas Kasus Ripple Ditolak

    Penting untuk diingat bahwa pembebasan token besar-besaran bisa memberikan volatilitas pasar yang tinggi. Trader dan investor harus melakukan riset menyeluruh tentang setiap proyek dan mempertimbangkan strategi manajemen risiko yang baik sebelum terlibat dalam perdagangan atau investasi dalam altcoin ini.

    Selain itu, penting juga untuk memahami alasan di balik pembebasan token. Beberapa pembebasan token adalah bagian dari jadwal rutin, sementara yang lain mungkin terkait dengan peristiwa khusus dalam proyek tersebut. Mengetahui konteks ini dapat membantu Anda membuat keputusan yang lebih baik dalam menghadapi volatilitas pasar.

    Selalu ingat untuk berkonsultasi dengan sumber-sumber terpercaya dan melakukan riset Anda sendiri sebelum membuat keputusan investasi dalam kripto. Pasar kripto memiliki risiko yang tinggi, dan pembebasan token adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi dinamika pasar secara signifikan.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga XRP Melonjak Efek Banding SEC Atas Kasus Ripple Ditolak

    Harga kripto XRP terpantau melonjak pada Rabu (4/10) pagi di atas 4% mencapai US$ 0,5355 dalam 24 jam terakhir. Momen kenaikan ini didorong oleh Hakim Distrik AS Analisa Torres telah menolak mosi Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) AS untuk mengajukan banding atas gugatan kasus Ripple.

    Hakim Distrik Analisa Torres mengatakan dalam keputusan singkatnya pada hari Rabu, bahwa SEC telah gagal memenuhi bebannya berdasarkan hukum untuk menunjukkan bahwa ada masalah hukum yang mengendalikan atau bahwa ada alasan kuat untuk perbedaan pendapat.

    Namun keputusan tersebut bukanlah kerugian total bagi SEC. Hakim menetapkan tanggal persidangan pada April 2024 untuk masalah lain yang masih memerlukan penyelesaian. Badan tersebut mungkin masih mencoba mengajukan banding atas keseluruhan kasus setelahnya.

    Kasus Ripple

    The seal of the U.S. Securities and Exchange Commission hangs on the wall at SEC headquarters in Washington, June 24, 2011. Sumber: REUTERS/Jonathan Ernst/File Photo.
    The seal of the U.S. Securities and Exchange Commission hangs on the wall at SEC headquarters in Washington, June 24, 2011. Sumber: REUTERS/Jonathan Ernst/File Photo.

    Baca juga: ETF Ethereum Futures Raih Sambutan Hangat saat Hari Peluncuran

    Hakim sebelumnya telah memutuskan pada bulan Juli lalu, bahwa meskipun Ripple melanggar undang-undang sekuritas federal dalam menjual XRP kepada investor institusi secara langsung, namun Ripple tidak melakukannya dengan membuat XRP tersedia bagi pelanggan ritel melalui penjualan terprogram ke bursa.

    Keputusan itu menimbulkan keraguan tentang seberapa kuat regulator sekuritas mampu mengawasi kripto.
    SEC mengumumkan setelah keputusan bulan Juli bahwa mereka akan mengajukan banding sela dan menunda pengambilan keputusan lebih lanjut karena mereka mengajukan peninjauan pengadilan banding atas keputusan Hakim Torres.

    Pengadilan hanya mengatakan bahwa SEC harus menunggu giliran untuk mengajukan banding atas masalah ini, keputusan pengadilan berdasarkan fakta dan terbatas pada kasus ini saja, tanpa ada preseden yang dapat dikutip.

    Lonjakan Harga XRP

    Grafik harian XRP/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik harian XRP/USDT. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Menafsirkan Pola Segitiga Dalam Grafik Bitcoin

    Harga XRP mencapai tertinggi intraday di bawah US$ 0,55 pada saat penulisan, sekarang diperdagangkan kembali di atas EMA 200 harian.

    Pada tanggal 13 Juli, harga XRP melonjak menjadi US$ 0,96, ketika Hakim Torres pertama kali memutuskan bahwa XRP bukanlah suatu sekuritas – pengujian ulang pada harga tertinggi tersebut akan berarti pergerakan XRP sebesar 80% dari harga saat ini.

    FXStreet hari ini membukukan prediksi harga XRP bullish, berdasarkan token yang mencetak nilai tertinggi dan terendah yang lebih tinggi pada grafik empat jam.

    Seperti yang dilaporkan CryptoGlobe, awal bulan ini analis populer Egrag Crypto membagikan prediksi harga XRP yang menunjukkan lonjakan harga yang mengesankan lebih dari 1,000% agaraset kripto tersebut diperdagangkan pada angka US$ 6,7 di masa depan, karena telah bertahan di atas dukungan garis tren 10 tahun. pada grafik bulanannya.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • The Merge Ethereum: Semua yang Harus Anda Ketahui

    Mainnet Ethereum telah mengalami perubahan besar dengan transisi dari mekanisme konsensus Proof of Work ke Proof of Stake, dalam peristiwa yang dikenal sebagai The Merge. 

    The Merge adalah bagian integral dari serangkaian peningkatan utama dalam ekosistem Ethereum, yang juga mencakup The Surge, The Verge, The Purge, dan The Splurge. Tujuan utama dari peningkatan ini adalah untuk membuat Ethereum lebih scalable dan ramah lingkungan. The Merge dijadwalkan untuk terjadi pada bulan September 2022.

    Pengantar

    Sejak diluncurkan pada tahun 2015, Ethereum telah menjadi salah satu platform komputasi terdesentralisasi yang paling populer, memungkinkan ribuan proyek dibangun di atas blockchain-nya. Namun, meskipun terus berpengaruh, infrastruktur Ethereum saat ini menghadapi kendala dalam kemampuan untuk menangani permintaan global. 

    Untuk mengatasi tantangan skalabilitas ini, tim Ethereum telah mengusulkan serangkaian peningkatan yang akan menghasilkan blockchain Ethereum yang baru. Peningkatan tersebut mencakup Beacon Chain, The Merge, The Surge, The Verge, The Purge, dan The Splurge.

    Mengapa Ethereum Ditingkatkan?

    Pada dasarnya, blockchain dirancang dengan prinsip desentralisasi, menggantikan kebutuhan akan otoritas sentral. Keuntungan utama dari blockchain yang terdesentralisasi termasuk kemampuan permissionless, trustless, dan keamanan yang lebih baik karena tidak rentan terhadap satu titik kegagalan.

    Seiring dengan popularitas blockchain yang terus meningkat, platform perlu memastikan bahwa mereka mampu mengakomodasi permintaan global, khususnya dalam hal kecepatan pemrosesan transaksi, yang disebut sebagai skalabilitas. Kegagalan dalam mengatasi hal ini dapat mengakibatkan kemacetan jaringan saat kapasitas blockchain dipenuhi oleh jumlah transaksi tertunda, yang sering kali berdampak pada biaya transaksi yang lebih tinggi.

    Namun, mencapai tingkat keamanan dan skalabilitas yang diperlukan dapat menjadi tantangan ketika menjaga sifat terdesentralisasi dari blockchain. Konsep ini dikenal sebagai “trilema skalabilitas,” yang diusulkan oleh Vitalik Buterin, menggambarkan kesulitan dalam menyeimbangkan tiga karakteristik kunci: skalabilitas, keamanan, dan desentralisasi.

    Seperti yang diakui oleh pencipta Ethereum, Vitalik Buterin, jaringan Ethereum sebelum The Merge belum dapat memenuhi kriteria skalabilitas karena mekanisme konsensus Proof of Work-nya. Mekanisme konsensus Proof of Work cenderung sulit untuk diskalakan dengan baik, karena pembatasan dalam jumlah transaksi yang dapat diproses dalam satu blok dan perlunya menambang blok dalam tingkat yang konstan.

    Contohnya, Bitcoin dirancang untuk menambang blok rata-rata setiap 10 menit, yang ditentukan oleh kesulitan penambangan yang disesuaikan otomatis oleh protokol. Meskipun desain Bitcoin sangat aman, batasan jumlah transaksi per blok dan waktu blok yang tetap dapat menyebabkan kemacetan jaringan saat permintaan meningkat, yang sering kali berdampak pada biaya transaksi yang lebih tinggi dan waktu konfirmasi yang lebih lama.

    Untuk mengatasi batasan-batasan ini, tim Ethereum mengusulkan serangkaian peningkatan yang dikenal sebagai Ethereum 2.0 (ETH 2.0).

    Peningkatan Ethereum: Ringkasan

    Peningkatan Ethereum 2.0 terdiri dari beberapa tahap, termasuk Beacon Chain (yang sudah diluncurkan), The Merge (yang sudah diluncurkan), The Surge (akan datang), The Verge, The Purge, dan The Splurge. Setelah semua tahap ini diimplementasikan, diharapkan blockchain Ethereum baru akan menjadi lebih scalable, aman, berkelanjutan, dan tetap terdesentralisasi.

    Beacon Chain

    Beacon Chain, yang awalnya dikenal sebagai Fase 0, adalah peningkatan pertama dalam serangkaian peningkatan Ethereum utama. Beacon Chain diluncurkan pada tanggal 1 Desember 2020 dan memperkenalkan Proof of Stake ke dalam ekosistem Ethereum. Pengguna dapat berpartisipasi dalam Beacon Chain dengan dua cara: dengan melakukan staking ETH atau menjalankan klien konsensus untuk memastikan keamanan jaringan. Saat ini, Beacon Chain berjalan sejajar dengan mainnet Ethereum.

    The Merge

    The Merge adalah langkah kunci berikutnya dalam menangani masalah skalabilitas. Secara sederhana, The Merge menggabungkan dua blockchain yang ada dalam ekosistem Ethereum: lapisan eksekusi (Execution Layer) dan lapisan konsensus (Consensus Layer) yang diawasi oleh Beacon Chain.

    Mainnet Ethereum bergabung dengan sistem Proof of Stake yang dikoordinasikan oleh Beacon Chain pada bulan September 2022. Setelah terjadi The Merge, ekosistem Ethereum hanya menggunakan mekanisme Proof of Stake untuk menjaga keamanan jaringan.

    Mekanisme Konsensus

    Setelah The Merge, mekanisme konsensus Proof of Work Ethereum digantikan oleh Proof of Stake. Sebagai pengganti aktivitas penambangan, blok akan dihasilkan oleh node yang disebut validator. Validator dipilih secara acak dan berkala untuk memvalidasi blok kandidat. Mereka diberi insentif melalui biaya transaksi dan reward staking. Dengan tidak adanya kompetisi untuk menambang blok, PoS memerlukan sumber daya yang jauh lebih sedikit daripada PoW, menjadikannya lebih berkelanjutan dari segi energi.

    Transaksi Mainnet

    Saat ini, Beacon Chain hanya memproses sebagian kecil dari transaksi di jaringan Ethereum. Setelah The Merge, Beacon Chain menjadi mesin konsensus utama yang memproses semua data jaringan, termasuk lapisan eksekusi dan saldo akun.

    Token

    Sejarah transaksi Ethereum akan digabungkan dengan Beacon Chain, tetapi mata uang utamanya, yaitu ether (ETH), akan tetap ada dan dapat diakses seperti biasa. Tidak diperlukan tindakan khusus bagi pemegang token ETH untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan ini.

    Model ekonomi saat ini telah menetapkan sistem penerbitan token yang mendistribusikan sekitar 13.000 ETH per hari melalui reward penambangan dan staking. Setelah The Merge diterapkan, reward penambangan tidak akan ada lagi, sehingga penerbitan ETH baru akan berkurang menjadi sekitar 1.600 ETH per hari dalam bentuk reward staking.

    Apa yang Terjadi Setelah The Merge?

    Meskipun belum ada pengumuman resmi mengenai peningkatan berikutnya dalam ekosistem Ethereum, seperti The Surge, The Verge, The Purge, dan The Splurge, perkembangan Sharding sudah menjadi bagian dari rencana, diperkirakan akan terjadi sekitar tahun 2023, setelah The Merge.

    Sharding

    Ethereum berencana meningkatkan skalabilitas dengan memanfaatkan Sharding, yang diharapkan dapat meningkatkan throughput jaringan, mengurangi biaya, dan waktu transaksi. Konsep Sharding menghadirkan shard chain yang mirip dengan blockchain biasa, tetapi dengan perbedaan utama: masing-masing shard chain hanya mengandung sebagian data dari blockchain keseluruhan. Dengan cara ini, node dapat memverifikasi transaksi dengan lebih efisien karena hanya perlu memproses subset data yang relevan.

    Proses pengenalan Sharding adalah proses yang memerlukan waktu dan usaha yang signifikan. Namun, jika berhasil diimplementasikan, Sharding memiliki potensi menjadi salah satu solusi terdepan untuk meningkatkan skalabilitas blockchain, memungkinkan Ethereum untuk menyimpan dan mengakses data dengan lebih efektif.

    Proses Sharding sendiri terdiri dari beberapa tahap. Shard chain versi 1 akan meningkatkan jumlah data yang dapat diakses oleh jaringan, sementara shard chain versi 2 akan mengizinkan penyimpanan dan eksekusi kode. Kedua versi shard chain ini juga akan memungkinkan komunikasi silang, menghadirkan fleksibilitas lebih lanjut ke dalam ekosistem Ethereum.

    Solusi Peningkatan Lainnya

    Selain Sharding, belum ada keputusan final mengenai peningkatan lain yang akan dilakukan. Vitalik Buterin, dalam sebuah tweet, menjelaskan bahwa peningkatan ini seharusnya tidak dipandang sebagai tahap tertentu, karena sejalan dengan proses The Merge. Pemantauan perkembangan terbaru dalam ekosistem Ethereum dapat diikuti melalui Binance Blog dan Binance Academy.

    Mengapa Ada Banyak Solusi Peningkatan?

    Dengan serangkaian peningkatan ini, Ethereum berharap dapat mengatasi lonjakan transaksi yang diprediksi akan muncul seiring dengan adopsi yang semakin masif. Dengan memiliki berbagai solusi peningkatan, jaringan dapat mengurangi risiko kepadatan yang signifikan. 

    Selain itu, pendekatan ini membantu menghindari risiko dari satu titik kegagalan jika salah satu solusi peningkatan ternyata tidak memadai. Dengan beragamnya solusi peningkatan, Ethereum siap untuk mengatasi kecepatan transaksi yang lebih tinggi dan peningkatan throughput, serta membantu pengguna menghindari biaya transaksi yang tinggi.

    Dampak The Merge pada ETH

    Sebagai salah satu proyek blockchain generasi kedua yang paling menonjol, Ethereum diperkenalkan dengan total suplai awal sekitar 72 juta ether (ETH). Saat berada dalam fase PoW awalnya, sebagian besar suplai token ini digunakan untuk memberi insentif kepada penambang yang menjaga keamanan jaringan.

    Namun, dengan beralih ke PoS, insentif penambangan tidak lagi ada. Akibatnya, akan ada pengurangan drastis dalam penerbitan ETH tahunan, sekitar 90%. Jika hukum permintaan dan penawaran berlaku, ini dapat berdampak pada kenaikan harga ETH. Namun, pasar keuangan sangat volatil dan dipengaruhi oleh banyak faktor lainnya, sehingga tidak mungkin untuk diprediksi dengan pasti.

    Dampak The Merge pada BETH

    BETH adalah varian token yang dihasilkan dari ether (ETH) yang di-stake di platform Binance. Seiring dengan pelaksanaan The Merge, miner tidak lagi akan menerima reward dari mekanisme konsensus Proof of Work. Sebagai gantinya, validator akan menerima reward staking serta biaya transaksi yang sebelumnya diberikan kepada miner sebelum The Merge terjadi. 

    Selain itu, validator juga akan mendapatkan sebagian dari Maximum Extractable Value (MEV) setelah terjadi penggabungan. Akibatnya, tingkat persentase tahunan (APR) diperkirakan akan mengalami peningkatan yang signifikan.

    Kesimpulan

    The Merge merupakan bagian kedua dari serangkaian peningkatan penting dalam jaringan Ethereum. Peningkatan ini diusulkan untuk mempersiapkan jalan bagi implementasi solusi penskalaan baru yang akan meningkatkan skalabilitas. 

    Setelah semua peningkatan ini selesai, Ethereum diharapkan akan lebih mampu menangani volume transaksi yang lebih besar tanpa mengorbankan tingkat keamanan atau desentralisasi.


    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa Itu Binance Oracle? – Tokocrypto News

    Dalam ekosistem blockchain, Oracle dianggap sebagai perantara yang menghubungkan dunia blockchain dengan informasi dunia nyata. Peran utama Binance Oracle adalah mengaitkan smart contract dengan sumber daya yang terpercaya dan telah diverifikasi.

    Awalnya, Binance Oracle dirancang untuk BNB Chain, tetapi dengan potensi untuk memperluas cakupannya ke berbagai blockchain lainnya di masa depan. Saat ini, Binance Oracle telah memberikan peluang bagi setiap proyek yang beroperasi di BNB Chain untuk mengadopsi dan memanfaatkannya sepenuhnya. Dengan hadirnya Binance Oracle, para pengembang tidak lagi perlu merasa khawatir mengenai masalah-masalah data, sehingga mereka dapat lebih berfokus pada aspek-aspek esensial dalam pengembangan proyek blockchain mereka.

    Pengenalan Binance Oracle

    Oracle blockchain memiliki peran penting dalam ekosistem blockchain. Tanpa adanya Oracle, smart contract akan kesulitan mendapatkan akses ke data dunia nyata. Binance Oracle adalah salah satu contoh Oracle blockchain yang memungkinkan smart contract untuk mengakses data dunia nyata yang sangat dibutuhkan oleh aplikasi blockchain. Melalui Binance Oracle, pastikan bahwa smart contract selalu memiliki data yang akurat dan relevan sesuai dengan kebutuhan.

    Apa yang Dimaksud dengan Oracle Blockchain?

    Oracle blockchain adalah sebuah layanan yang bertindak sebagai jembatan yang menghubungkan dunia blockchain dengan dunia nyata, memungkinkan smart contract untuk mengakses data yang berada di luar jaringan blockchain itu sendiri. Dengan kata lain, Oracle berperan sebagai penghubung antara aplikasi yang berada di dalam blockchain dengan data-data yang berasal dari luar blockchain tersebut.

    Melalui mekanisme ini, peristiwa yang terjadi di dunia nyata dapat diintegrasikan ke dalam lingkungan blockchain, dan ini dapat dikenali dan diolah oleh smart contract. Informasi yang diakses oleh Oracle dapat berupa berbagai hal, mulai dari harga aset kripto atau saham hingga hasil pertandingan sepak bola atau perkiraan cuaca.

    Oracle blockchain juga memiliki kemampuan untuk memastikan keakuratan data yang disediakan, meskipun data tersebut bukan berasal dari sumber data aslinya. Sebagai tambahan lapisan keamanan, Oracle blockchain mengumpulkan dan mengautentikasi informasi sebelum mengirimkannya ke tujuan yang ditentukan.

    Selain itu, Oracle blockchain memungkinkan pengguna untuk menjalankan kontrak pintar (smart contract) yang memanfaatkan teknologi blockchain. Sebagai contoh, seseorang dapat menggunakan Oracle blockchain untuk mengatur taruhan pada hasil pertandingan sepak bola dengan cara berikut: pertama, kedua belah pihak sepakat pada syarat-syarat taruhan, kemudian mereka mengunci dana dalam smart contract. Kedua, Oracle blockchain akan memberikan informasi mengenai hasil pertandingan kepada smart contract. Terakhir, setelah pertandingan selesai, smart contract akan secara otomatis mengeluarkan dana kepada pemenang taruhan.

    Jenis-jenis Oracle blockchain juga beragam, termasuk Oracle perangkat lunak, Oracle terpusat, Oracle terdesentralisasi, Oracle masuk, dan Oracle keluar. Penting untuk dicatat bahwa cara Oracle blockchain beroperasi tergantung pada tujuan pembuatannya dan kebutuhan spesifik yang ingin dicapai dengan penggunaannya.

    Mengenal Lebih Dekat Binance Oracle

    Smart contract, tanpa bantuan, tidak mampu berinteraksi dengan data eksternal. Mereka mengandalkan oracle untuk menyediakan informasi yang sangat diperlukan. Dalam hal ini, Binance Oracle mirip dengan oracle blockchain lainnya, menjadi layanan data yang disediakan oleh Binance, yang bertujuan untuk menghadirkan data yang andal dan aman ke dalam dunia blockchain.

    Meskipun saat ini teknologi ini eksklusif untuk BNB Chain, tidak menutup kemungkinan bahwa di masa depan, jangkauannya akan meluas ke blockchain lain. Selain itu, semua proyek yang terbangun di atas BNB Chain memiliki akses ke layanan ini.

    Manfaat Ekosistem BNB Chain

    Ekosistem BNB Chain secara signifikan diuntungkan oleh adopsi Binance Oracle dalam berbagai cara. Pertama, keberadaan oracle blockchain asli ini memperkuat keandalan data dalam ekosistem blockchain. Kedua, data yang lebih dapat diandalkan membuka peluang baru untuk proyek-proyek, baik yang sudah ada maupun yang baru akan muncul.

    Terakhir, Binance Oracle mampu menarik pengembang baru ke dalam ekosistem BNB Chain. Dengan memungkinkan pengembang untuk menghubungkan proyek-proyek mereka dengan data off-chain, Binance Oracle menghilangkan kebutuhan untuk mengelola data yang ada, mencari sumber data yang baru, dan menghadapi risiko terkait penggunaan data yang tidak terpercaya.

    Solusi yang Diberikan

    Dalam dunia blockchain, kehandalan data adalah kunci. Binance Oracle hadir dengan empat aspek yang memastikan bahwa oracle ini akurat, tepat waktu, dan terhindar dari kerusakan. Mari kita telaah beberapa fitur utama teknologi ini yang menghubungkan BNB Chain dengan dunia nyata.

    Sumber Data

    Binance Oracle secara selektif memilih sumber data. Hal ini memastikan bahwa data yang digunakan adalah akurat dan berasal dari sumber yang dapat dipercaya. Misalnya, data harga diperoleh dari berbagai bursa terpusat (CEX) dan aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi), yang kemudian digabungkan menggunakan formula rata-rata tertimbang.

    Pemrosesan dan Penandatanganan Data

    Binance Oracle memanfaatkan fitur pemrosesan dan penandatanganan data untuk melindungi data dari potensi kerusakan. Dengan menggunakan Threshold Signature Scheme, Binance Oracle menandatangani data terbaru dari berbagai sumber. Setiap orang dengan kunci publik dapat memverifikasi keaslian tanda tangan digital, sementara tidak ada yang dapat mengubah data tanpa kunci privat yang sesuai.

    Penerbitan Data

    Data diterbitkan ke blockchain melalui multi-node, yang hanya menerbitkan informasi yang telah ditandatangani. Ini memastikan keamanan data yang disimpan dalam smart contract dan memungkinkan penyesuaian frekuensi penerbitan data sesuai dengan kondisi pasar yang berubah-ubah. Dengan demikian, data yang akurat tetap tersedia bahkan dalam situasi volatilitas harga yang tinggi.

    Pemantauan Data

    Data yang ada dalam Binance Oracle secara berkelanjutan dipantau oleh layanan independen yang beroperasi 24/7. Layanan ini membandingkan harga dari berbagai sumber data dengan data blockchain yang telah diterbitkan. Tim dukungan Binance Oracle akan segera bertindak jika terdeteksi penyimpangan yang signifikan dalam data.

    Panduan Penggunaan Binance Oracle

    Jika Anda adalah pengguna yang sudah terbiasa dengan aplikasi blockchain, kemungkinan Anda tidak perlu memperdalam cara menggunakan Binance Oracle. Biasanya, pengembang telah melakukan integrasi aplikasi mereka dengan data yang diperlukan. Namun, jika Anda adalah seorang pengembang blockchain yang ingin memanfaatkan teknologi ini, Anda dapat mengikuti panduan resmi yang akan membimbing Anda melalui proses integrasi langkah demi langkah.

    Kesimpulan

    Potensi dan adopsi blockchain dalam skala besar akan terbatas tanpa keberadaan oracle, karena data yang tersedia akan terbatas pada lingkup internal blockchain tersebut. Walaupun tidak mengatasi sepenuhnya tantangan ketersediaan data, oracle blockchain memungkinkan informasi dari luar blockchain untuk diintegrasikan ke dalamnya secara transparan.

    Binance Oracle berperan penting dalam menghubungkan smart contract dengan data yang diverifikasi di luar jaringannya. Teknologi menjalani proses yang ketat untuk memastikan kebenaran, keamanan, dan kelangsungan data dengan konsistensi yang tinggi. Ini telah merancang empat solusi yang berbeda untuk menjamin keandalan data dan menjaga pemantauan berkelanjutan untuk mendeteksi potensi masalah.


    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Menafsirkan Pola Segitiga Dalam Grafik Bitcoin

    Analisis pola segitiga dapat membantu trader dan investor dalam mengidentifikasi titik masuk dan keluar potensial dalam trading Bitcoin. Biasanya, breakout harga dari pola segitiga adalah sinyal penting yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan trading.

    Dalam dunia yang dinamis dan serba cepat dari investasi dalam cryptocurrency, para trader dan investor selalu mencari cara untuk mendapatkan keunggulan. Salah satu alat yang paling berguna dalam analisis teknikal adalah pola segitiga. 

    Pola segitiga adalah fenomena umum dalam grafik harga Bitcoin yang dapat memberikan petunjuk berharga tentang kemungkinan pergerakan harga di masa depan.

    Dalam artikel ini, kita akan memahami apa itu pola segitiga dalam grafik Bitcoin, mengidentifikasi jenis-jenisnya, dan belajar bagaimana memanfaatkannya untuk mengambil keputusan trading yang lebih bijak. 

    Apakah Anda seorang trader berpengalaman atau baru memasuki dunia cryptocurrency? pemahaman yang kuat tentang pola segitiga adalah kunci untuk sukses dalam mengelola risiko dan mencapai tujuan investasi Anda.

    Apa itu Pola Segitiga dalam Grafik Bitcoin?

    Pola segitiga dalam grafik Bitcoin adalah salah satu pola harga yang sering muncul dalam analisis teknikal. Pola ini ditemukan dalam grafik harga aset, seperti grafik candlestick, dan terdiri dari dua garis tren yang bergerak menuju satu sama lain, membentuk bentuk segitiga. 

    Pola segitiga dapat memberikan petunjuk tentang kemungkinan pergerakan harga di masa depan. Ada tiga jenis pola segitiga utama yang sering ditemui dalam grafik Bitcoin:

    1. Segitiga Simetris

    Dalam pola ini, garis tren atas dan bawah bergerak menuju satu sama lain dengan sudut yang hampir sama. Hal ini mencerminkan konsolidasi pasar saat trader menunggu breakout harga yang signifikan. Pola ini bisa mengindikasikan ketidakpastian pasar.

    1. Segitiga Naik (Ascending Triangle)

    Pola ini memiliki garis tren bawah yang cenderung mendatar, sementara garis tren atas cenderung naik. Ini bisa menunjukkan bahwa permintaan semakin kuat daripada penawaran, dan harga mungkin bergerak naik setelah breakout.

    1. Segitiga Turun (Descending Triangle)

    Dalam pola ini, garis tren atas cenderung mendatar, sementara garis tren bawah cenderung turun. Ini bisa menunjukkan bahwa penawaran semakin kuat daripada permintaan, dan harga mungkin bergerak turun setelah breakout.

    Langkah-langkah Trading Menggunakan Pola Segitiga

    1. Pemahaman Pola Segitiga

    Langkah pertama adalah memahami jenis pola segitiga yang muncul dalam grafik Bitcoin. Apakah itu segitiga simetris, segitiga naik, atau segitiga turun? Pemahaman yang baik tentang pola ini adalah kunci untuk menggunakannya secara efektif.

    1. Identifikasi Pola

    Perhatikan grafik harga Bitcoin dengan cermat untuk mengidentifikasi pola segitiga yang mungkin muncul. Ini melibatkan penggambaran garis tren atas dan bawah dari pola tersebut.

    1. Konfirmasi Breakout

    Tunggu hingga harga Bitcoin benar-benar melakukan breakout dari pola segitiga. Breakout adalah saat harga melewati salah satu dari dua garis tren (atas atau bawah) dengan cukup kuat. Sebagian trader menunggu konfirmasi breakout, yaitu penutupan harga di luar pola selama beberapa candlestick.

    1. Tentukan Arah Pergerakan Harga

    Setelah breakout, tentukan apakah harga Bitcoin akan bergerak naik atau turun. Pada segitiga naik, breakout ke atas bisa mengindikasikan potensi kenaikan harga, sementara breakout ke bawah dalam segitiga turun bisa mengindikasikan potensi penurunan harga.

    1. Tetapkan Level Stop Loss dan Take Profit

    Manajemen risiko sangat penting dalam trading. Tentukan level stop loss (batasan kerugian yang dapat diterima) dan take profit (tingkat keuntungan yang ingin dicapai) sesuai dengan toleransi risiko dan target trading Anda.

    1. Pengelolaan Modal

    Pastikan Anda hanya menginvestasikan sejumlah modal yang dapat Anda tanggung kehilangannya. Jangan melebihi batasan ini dalam trading.

    1. Monitor dan Evaluasi

    Setelah masuk ke dalam posisi trading, terus pantau pergerakan harga Bitcoin. Reevaluasi posisi Anda jika ada perkembangan yang signifikan. Juga, perhatikan faktor-faktor berita atau peristiwa yang dapat memengaruhi pasar kripto.

    1. Catatan dan Pembelajaran

    Setelah trading selesai, catat hasilnya dan pelajari dari setiap perdagangan, baik itu menguntungkan atau merugikan. Ini akan membantu Anda terus memperbaiki strategi Anda seiring waktu.

    1. Gunakan Alat dan Indikator Tambahan

    Selain pola segitiga, Anda juga dapat menggunakan alat dan indikator lain seperti moving averages, RSI, dan MACD untuk mendukung analisis Anda.

    Tentu, berikut adalah beberapa tips dan sumber daya tambahan yang dapat membantu Anda dalam menafsirkan pola segitiga dengan lebih baik:

    Tips dan Sumber Daya Tambahan

    1. Buku dan Materi Edukasi

    Buku-buku tentang analisis teknikal dan pola harga dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pola segitiga dan strategi trading. Ada banyak sumber daya edukasi online juga yang dapat membantu Anda memahami konsep ini.

    1. Software Charting 

    Gunakan perangkat lunak charting seperti TradingView atau MetaTrader yang dilengkapi dengan alat untuk menggambar dan mengidentifikasi pola segitiga secara lebih mudah. Ini juga sering dilengkapi dengan indikator teknikal yang berguna.

    1. Forum dan Komunitas

    Bergabunglah dengan komunitas trader kripto atau forum diskusi online yang fokus pada analisis teknikal. Diskusi dengan trader lain dapat membantu Anda memperoleh wawasan tambahan dan mendapatkan perspektif yang berbeda.

    1. Pelatihan dan Seminar Online

    Banyak pelatihan dan seminar online yang tersedia di internet, yang diajarkan oleh trader berpengalaman. Ini dapat memberikan panduan praktis dan studi kasus langsung tentang penggunaan pola segitiga dalam trading.

    1. Analisis Fundamental

    Kombinasikan analisis teknikal dengan analisis fundamental untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang aset kripto yang Anda perdagangkan. Peristiwa dan berita yang memengaruhi pasar dapat menjadi faktor penting.

    1. Menggunakan Multiple Timeframes

    Selain memeriksa grafik jangka waktu yang Anda perdagangkan, lihat juga time frame yang lebih besar dan lebih kecil. Ini dapat membantu mengkonfirmasi pola segitiga dan memberikan konteks yang lebih luas.

    1. Pantau Volume Perdagangan

    Volume perdagangan yang tinggi selama breakout pola segitiga bisa menjadi tanda kuatnya pergerakan harga. Selalu perhatikan volume saat mengkonfirmasi breakout.

    1. Perhatikan Sentimen Pasar

    Analisis sentimen pasar melalui media sosial, forum, dan berita dapat memberikan wawasan tentang ekspektasi pasar yang mungkin mempengaruhi pergerakan harga.

    1. Praktekkan Dengan Akun Demo

    Sebelum menggunakan uang sungguhan, gunakan akun demo untuk berlatih menerapkan analisis pola segitiga dalam kondisi pasar yang simulatif. Ini dapat membantu Anda memperoleh kepercayaan diri sebelum trading secara nyata.

    1. Manajemen Risiko yang Ketat

    Terapkan manajemen risiko yang ketat dengan menentukan stop loss dan take profit dengan bijak. Jangan tergoda untuk mengabaikan aturan manajemen risiko dalam kegembiraan trading.

    Pastikan kamu hanya terlibat dalam investasi dan perdagangan kripto di platform yang memiliki reputasi baik, seperti Tokocrypto. Dengan beragam fitur yang handal dan ekosistem yang luas, aktivitas perdagangan kripto menjadi lebih simpel dan aman.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ETF Ethereum Futures Raih Sambutan Hangat saat Hari Peluncuran

    Tiga manajer investasi AS, VanEck, ProShares, Bitwise dan enam institusi lainnya pada hari Senin (2/10) meluncurkan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) Ethereum Futures pertama yang terkait dengan nilai ETH, aset kripto terbesar kedua di dunia.

    Dikutip Reuters, Dana baru dari tiga manajer investasi tersebut memungkinkan investor untuk mengambil posisi dalam produk yang diperdagangkan di bursa berdasarkan Ethereum untuk pertama kalinya.

    Secara kolektif, dana tersebut melihat volume perdagangan total US$ 1,92 juta pada hari pertama perdagangan mereka, menurut data dari LSEG. Dana tunggal terbesar, ProShares Ether Strategy ETF melihat perdagangan bernilai US$ 878.560.

    ETF Ethereum Futures

    Peluncuran produk berbasis berjangka ini terjadi bahkan ketika Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) terus mempertimbangkan apakah akan menyetujui ETF yang terkait dengan harga spot Bitcoin dan, kemungkinan besar, ether dan aset kripto lainnya.

    “Ini adalah langkah logis berikutnya bagi regulator dan manajer aset,” kata Aisha Hunt, prinsipal di Kelley Hunt & Charles LLC, yang memberi nasihat kepada klien di pasar ETF.

    “Fakta bahwa hal ini terkait dengan kontrak berjangka yang diatur oleh CFTC kemungkinan besar membuat SEC lebih menerima,” katanya, merujuk pada Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi.

    Ilustrasi Ethereum.
    Ilustrasi Ethereum.

    Baca juga: Harga Bitcoin Gagal Bertahan di Level US$ 28K, Disebabkan Faktor Ini

    Sebaliknya, SEC telah menolak semua permohonan ETF bitcoin spot, dengan mengatakan pemohon belum menunjukkan bahwa mereka dapat melindungi investor dari manipulasi pasar.

    Sudah hampir dua tahun sejak ETF pertama yang dirancang untuk melacak masa depan Bitcoin, ProShares Bitcoin Strategy ETF, melakukan debut blockbusternya. Pada hari pertama, perdagangan dana tersebut bernilai lebih dari US$ 130 juta.

    Volume Masih Kecil

    Dilaporkan CoinDesk, dana yang diperdagangkan di bursa berjangka (ETF) Ethereum Futures yang banyak digemari gagal menarik minat investor, dengan volume rendah dilaporkan pada hari pertama perdagangannya.

    Sejauh ETF berjangka eter yang baru diluncurkan, volumenya tetap rendah sepanjang hari perdagangan .

    “Bahkan jika ETF ini keluar, dan mereka tidak mendorong perubahan harga secara besar-besaran, tidak apa-apa. Itulah yang seharusnya dilakukan oleh aset. Mereka tidak seharusnya tersebar luas,” kata Managing Partner Dexterity Capital, Michael Safai.

    Sementara, Analis Senior ETF Bloomberg Eric Balchunas menyebutnya sebagai “hari volume yang cukup baik,” namun mengakui bahwa volumenya masih “cukup banyak” dibandingkan dengan ETF keuangan tradisional biasa.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com