Author: 28

  • Harga Bitcoin dan Ethereum Tiba-tiba Melonjak, Apa Penyebabnya?

    Pasar kripto memberikan kejutan bagi para trader dan investor dengan harga Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) yang tiba-tiba melonjak di awal bulan Oktober 2023. Harga Bitcoin dan Ethereum tiba-tiba melonjak hampir 4% hanya dalam waktu 15 menit, memicu prediksi optimis untuk sisa bulan Oktober yang akan datang.

    Lonjakan mendadak ini membuat Bitcoin mencapai level US$ 28.000, tetapi kemudian mengalami penolakan (rejection) dan saat ini, pada hari Senin (2/10) pagi, berada di kisaran angka US$ 27.900. Sementara itu, harga Ethereum naik sebanyak 4,7% dalam lonjakan singkat, melampaui angka US$ 1.750.

    Pergerakan yang tiba-tiba ini membingungkan sebagian besar pelaku pasar, namun banyak yang menyambut optimis momen ini sebagai langkah yang sejalan dengan apa yang dikenal sebagai “Uptober” dalam dunia kripto. “Uptober” adalah istilah yang merujuk pada bulan Oktober yang biasanya menjadi momen bullish bagi harga Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan.

    Bitcoin Uptober

    Menurut Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, perlu ditekankan bahwa sejak tahun 2013, Bitcoin telah mengalami kenaikan delapan kali lipat dari sepuluh bulan Oktober sebelumnya, memberikan prospek yang positif. Data kinerja bulanan rata-rata Bitcoin menunjukkan bahwa secara historis, Oktober dan November adalah bulan-bulan dengan kinerja tertinggi bagi Bitcoin.

    “Berdasarkan analisis, terdapat beberapa faktor yang mendorong lonjakan Bitcoin dan pasar kripto pada awal Oktober ini. Salah satu pendorongnya adalah meningkatnya ekspektasi dari pelaku pasar, terutama setelah Bitcoin ditutup dengan kenaikan harga untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun terakhir pada bulan September,” kata Fyqieh.

    Data Santiment tentang pergerakan whale Bitcoin. Sumber: Santiment
    Data Santiment tentang pergerakan whale Bitcoin. Sumber: Santiment

    Baca juga: Melihat Keseruan Acara Web3 On Campus dan OBRAS di Malang

    Data dari Santiment pada hari Minggu (1/10) mengindikasikan bahwa “whale” Bitcoin, yaitu individu yang memiliki 10 hingga 10.000 BTC, telah mengakumulasi jumlah tertinggi sepanjang tahun 2023, mencapai 13,03 juta BTC. Santiment memperkirakan reli Bitcoin akan berlanjut di bulan Oktober berdasarkan akumulasi ini di dompet BTC dan USDT utama.

    Selain itu, sentimen bullish yang mendominasi bulan Oktober, bersama dengan prospek kuat untuk kuartal IV 2023, dapat dipicu oleh persetujuan ETF Ethereum futures dan potensi produk ETF Bitcoin spot disetujui oleh SEC. Namun, sebagian besar analis memperkirakan persetejuan ETF BTC spot paling mungkin akan terjadi pada Januari 2024.

    “Isu mengenai lonjakan harga prahalving atau enam bulan sebelum halving juga turut mendorong optimisme ini, dengan banyak pelaku pasar mulai menginvestasikan secara bertahap pada Bitcoin. Data dari Santiment menunjukkan bahwa sejumlah besar “whale” telah mengumpulkan Bitcoin dan Tether dalam enam minggu terakhir,” jelas Fyqieh.

    Lebih lanjut Fyqieh menjelaskan, faktor lain yang berpengaruh adalah ketiadaan penutupan (Shutdown) pemerintahan di AS dan kenaikan indeks utama Wall Street dalam pekan sebelumnya, berhubungan dengan penghentian kenaikan imbal hasil Treasury menjelang laporan inflasi utama yang akan dirilis pada 12 Oktober mendatang.

    “Kenaikan pasar kripto juga telah mempengaruhi sentimen pelaku pasar, yang terlihat dari Bitcoin Fear & Greed Index yang naik dari 48 menjadi 50 poin dalam kategori Netral. Hal ini menunjukkan bahwa investor dan trader mulai merasa lebih percaya diri dalam mengambil keputusan di pasar kripto,” tutur Fyqieh.

    Perlu diperhatikan oleh pelaku pasar minggu ini adalah pidato Ketua The Fed, Jerome Powell, yang dijadwalkan pada hari Senin (2/10), yang biasanya akan mempengaruhi pergerakan pasar kripto. Selain itu, data laporan pekerjaan AS (US jobs report) juga perlu diperhatikan karena dapat memberikan indikasi mengenai data inflasi AS yang akan dirilis minggu depan.

    Analisis Harga Bitcoin (BTC) Potensi Naik dan Sideways

    BTC/USDT Daily Time Frame. Sumber: Trading View.

    Baca juga: Microsoft Berencana untuk Luncurkan Dompet Kripto ke Konsol Xbox?

    Selama bulan September, pergerakan harga Bitcoin sebagian besar terbatas pada kisaran perdagangan yang sempit, menunjukkan adanya periode konsolidasi. Selama periode ini, garis tren menurun terus berlanjut. Namun, baru-baru ini, terjadi lonjakan pasar yang telah mendorong harga BTC untuk mencoba menembus penghalang overhead ini, memicu harapan akan dimulainya fase bullish baru.

    Apabila candle harian berhasil ditutup di atas level resistensi utama ini, kita dapat mengharapkan pemulihan harga sekitar 4% dengan mencapai level resistensi berikutnya di US$ 28.200. Hal ini juga sejalan dengan garis tren menurun dari harga tertinggi sebelumnya.

    Penembusan pasti di atas titik ini dapat berfungsi sebagai indikator yang kuat terhadap pemulihan yang lebih berkelanjutan, dan memiliki potensi untuk mendorong harga BTC melampaui tonggak psikologis yang signifikan, yakni US$ 30.000.

    Namun, perlu diperhatikan bahwa rata-rata pergerakan 200 hari dan resistensi yang kuat di US$ 28K memiliki pengaruh yang signifikan. Oleh karena itu, kemungkinan penolakan harga untuk kembali ke level US$ 25K juga tetap ada.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ETF Ethereum Futures Pertama Resmi Disetujui SEC, Harga ETH Naik?

    Valkyrie Investments menerima persetujuan SEC untuk meluncurkan ETF Ethereum Futures pertama di Amerika Serikat. Akankah keputusan ini akan mendorong harga Ethereum (ETH) mencapai bull run?

    Perusahaan manajemen aset yang berbasis di Nashville, Valkyrie Investments, mendapatkan persetujuan dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) untuk meluncurkan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) pertama untuk kontrak berjangka Ethereum. Hal ini dapat menandai tonggak penting bagi investasi aset digital di Amerika Serikat.

    Keputusan SEC muncul ketika badan pengawas perlahan membuka diri terhadap pasar kripto. Pada bulan Oktober 2021, SEC mengizinkan perdagangan ETF Bitcoin dengan harga kontrak berjangka. Valkyrie Investments sekarang menjadi bagian dari grup perusahaan terpilih yang menawarkan ETF terkait kripto, berdasarkan ETF Penambangan Bitcoin yang sudah ada.

    Persaingan di Ruang ETF Ether

    Valkyrie Investments tidak sendirian dalam upaya membangun ETF berjangka Ethereum. Delapan emiten lainnya, termasuk VanEck, Grayscale Investments, dan Bitwise, telah mengajukan aplikasi ke SEC . Perusahaan-perusahaan ini berupaya memanfaatkan meningkatnya permintaan Ethereum, yang saat ini memegang gelar aset digital terbesar kedua di dunia.

    Selain ETF berjangka Ethereum, Valkyrie Investments, bersama dengan raksasa Wall Street, seperti BlackRock dan Fidelity, juga menjajaki kemungkinan memperkenalkan ETF Bitcoin spot. ETF spot akan memungkinkan lebih banyak investor untuk mendapatkan eksposur terhadap harga spot Bitcoin, bukan nilai masa depan, yang saat ini hanya dapat diakses oleh investor terakreditasi.

    Sejauh ini, SEC ragu-ragu untuk menyetujui jenis ETF ini , dengan alasan masalah peraturan.

    The seal of the U.S. Securities and Exchange Commission hangs on the wall at SEC headquarters in Washington, June 24, 2011. Sumber: REUTERS/Jonathan Ernst/File Photo.
    The seal of the U.S. Securities and Exchange Commission hangs on the wall at SEC headquarters in Washington, June 24, 2011. Sumber: REUTERS/Jonathan Ernst/File Photo.

    Baca juga: Harga Bitcoin dan Ethereum Terbang Jelang Akhir September 2023

    Persetujuan Dipercepat

    Menariknya, Valkyrie awalnya berencana untuk meluncurkan dananya pada tanggal 3 Oktober. Namun, kekhawatiran atas potensi penutupan pemerintah AS mendorong SEC untuk mempercepat proses persetujuan untuk ETF berjangka Ethereum. Jika Kongres gagal menyetujui pendanaan, pemerintah dapat menghentikan sebagian besar operasinya, sehingga berdampak pada hampir dua juta pekerja federal dan mungkin mengganggu aktivitas SEC.

    Chief Investment Officer Valkyrie, Steven McClurg, menyatakan kepuasannya atas keputusan SEC dalam wawancara dengan Fox Business .

    “Kami sangat senang menjadi yang pertama menawarkan ether futures kepada investor kami karena minat terhadap aset tersebut telah tumbuh secara eksponensial selama setahun terakhir,” katanya.

    Jadwal persetujuan SEC yang dipercepat juga mengisyaratkan upaya lembaga tersebut untuk menjaga stabilitas pasar jika terjadi penutupan pemerintah. Awal pekan ini, SEC menunda keputusan mengenai aplikasi ETF Bitcoin spot lainnya , termasuk salah satu dari Ark 21Shares, dana yang dimiliki oleh investor teknologi Cathie Wood.

    Di bidang legislatif, Ketua SEC Gary Gensler mendesak perusahaan yang berencana untuk melakukan IPO agar mempercepat upaya mereka sebelum kemungkinan penutupan pemerintah. Penutupan perusahaan akan memaksa lembaga tersebut untuk beroperasi dengan jumlah tenaga kerja yang berkurang, sehingga mempengaruhi kemampuannya untuk mengawasi pasar dan penawaran umum.

    Analisis Harga Ethereum

    Grafik 4 jam ETH/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik 4 jam ETH/USDT. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Vitalik Buterin Pindahkan Ethereum Ke Exchange, Harga ETH Jadi Turun?

    Pasar kripto berubah menjadi bullish pada hari Kamis (28/9) karena para trader memanfaatkan hype yang berkembang seputar dana yang diperdagangkan di bursa (ETF). Harga Ethereum memposisikan dirinya di atas dukungan US$ 1.600 dan naik tajam menuju US$ 1.700 tetapi terhenti saat mencapai US$ 1.670.

    Kripto terbesar kedua ini naik 3% pada hari Jumat (29/9) menjadi US$ 1.648, dengan volume perdagangan US$ 12,2 miliar, meskipun kapitalisasi pasarnya masih sedikit di bawah angka US$ 200 miliar.

    Harga Ethereum banyak berfluktuasi pada bulan September dengan sedikit aksi naik karena kemacetan penjual antara US$ 1.650 dan US$ 1.710. Sering terjadi penurunan di bawah support US$ 1.600 di mana ETH telah menguji area support di US$ 1.530 (level harga yang terlihat terakhir pada bulan Maret) dan support terbaru di US$ 1.564.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin dan Ethereum Terbang Jelang Akhir September 2023

    Harga Bitcoin dan Ethereum bergerak positif menjelang penutupan bulan September 2023. Bahkan, harga BTC berhasil menembus di atas level US$ 27.000 atau sekitar Rp 418 juta.

    BTC sebelumnya naik menjadi US$ 27.300 pada Kamis (28/9) dan sedikit turun ke level US$ 26.951 pada Jumat (29/9), namun masih terpantau melonjak selama 24 jam terakhir. Sementara, Ethereum (ETH) juga sempat mengungguli Bitcoin, naik 4,8% menjadi US$ 1.660, namun ketika artikel ini dipublikasi sedikit turun di level US$ 1.651.

    Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan pasar kripto dan harga Bitcoin yang menunjukkan tanda-tanda kenaikan pada jangka waktu pendek adalah hasil dari faktor-faktor yang kompleks, termasuk narasi tertentu yang berkaitan dengan perubahan dalam tekanan ekonomi makro serta banyak momentum positif di dalam ranah kripto. 

    “Dalam konteks ini, perlu diperhatikan bahwa pergerakan Bitcoin dan Ethereum saat ini harus diawasi dengan ketat untuk menjaga stabilitasnya di sekitar level resistensi kritis, yang akan menentukan arah tren dalam beberapa hari mendatang,” kata Fyqieh.

    Banyak Sentimen Positif

    Harga Bitcoin Bergerak Agresif
    Harga Bitcoin Bergerak Agresif.

    Baca juga: Terungkap! Hal Seru di AMA X Spaces Tokocrypto 21 September 2023

    Pertama-tama, dari perspektif ekonomi makro, terlihat bahwa perkembangan positif di pasar kripto berlangsung seiring dengan sedikitnya perbaikan dalam indeks saham AS. Hal ini dapat dikaitkan dengan penurunan imbal hasil Treasury AS yang berjangka 10 tahun dari puncak tertingginya dalam 16 tahun terakhir. Pergerakan ini menciptakan situasi di mana investor mencari alternatif investasi yang lebih menarik, termasuk aset kripto seperti Bitcoin.

    Kemudian, Fyqieh menambahkan penurunan harga minyak dari level tertingginya pada tahun 2023 juga berkontribusi pada perasaan optimisme di pasar, mengingat minyak sering kali dianggap sebagai indikator penting dalam ekonomi global.

    “Di samping itu, depresiasi greenback AS juga memberikan dorongan kepada pasar kripto, karena aset digital seperti Bitcoin cenderung mendapatkan keunggulan saat mata uang fiat melemah,” jelas Fyqieh.

    Di sisi lain dari industri kripto, Coinbase memberi angin segar untuk meluncurkan perdagangan berjangka kripto di seluruh dunia. Pengumuman ini dapat membawa lebih banyak trader ke ekosistem kripto untuk memberi manfaat bagi Bitcoin dan meninggikan kepercayaan investor. Coinbase sendiri akan  meluncurkan cabang internasional untuk meningkatkan pendapatan karena volume perdagangan spot menurun seiring dengan penurunan pasar kripto.

    Salah satu kabar baik yang mengejutkan adalah Valkyrie Investments menerima persetujuan SEC untuk ETF Ethereum Futures pertama. Jadwal persetujuan SEC yang dipercepat juga mengisyaratkan upaya lembaga tersebut untuk menjaga stabilitas pasar, jika terjadi penutupan (shutdown) dari pemerintah AS. Awal pekan ini, SEC telah menunda keputusan mengenai aplikasi ETF Bitcoin spot lainnya, termasuk salah satu dari Ark 21Shares, dana yang dimiliki oleh investor teknologi Cathie Wood.

    Ilustrasi Bitcoin Fear and Greed Index pada Jumat, 29 September 2023. Sumber: Alternative.me.

    Baca juga: Kasus Penggunaan Blockchain dalam Voting Elektronik

    Investor Bersemangat

    Banyaknya sentimen positif yang mengalir ke pasar kripto telah mengubah Bitcoin Fear and Greed Index menjadi positif. Pada Jumat (29/9), indeks ini berhasil keluar dari kategori Fear dan naik ke posisi Neutral dengan angka 48 poin, menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan dengan sehari sebelumnya. 

    Hal ini menurut Fyqieh menggambarkan bahwa investor dan pelaku pasar sedang mencari peluang dalam kondisi yang lebih seimbang, di mana rasa takut tidak lagi mendominasi sentimen.

    “Dalam situasi seperti ini, para pelaku pasar mungkin merasa lebih percaya diri untuk melakukan transaksi dan mengambil posisi di pasar, mengindikasikan peningkatan minat dan keyakinan terhadap prospek Bitcoin dalam waktu dekat,” terang Fyqieh. 

    Namun, perlu diingat bahwa pasar kripto tetaplah tidak terduga, dan analisis yang cermat tetap diperlukan untuk membuat keputusan investasi yang tepat. Seperti dalam jangka pendek masih ada FUD dari kedaluwarsa kontrak opsi Bitcoin yang semakin dekat.

    “Kondisi ini umumnya akan menjadi sentimen negatif untuk Bitcoin karena seluruh biaya dibayarkan dengan Bitcoin. Perdagangan derivatif kripto bersiap menghadapi berakhirnya opsi triwulanan dan bulanan pada hari Jumat (29/9) waktu setempat,” peringatkan Fyqieh.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kasus Penggunaan Blockchain dalam Voting Elektronik

    Teknologi blockchain muncul sebagai solusi potensial dengan keamanan tinggi, transparansi, dan kecepatan dalam pemilihan elektronik yang mengacu pada kasus penggunaan Blockcgain. Teknologi Blockchain menciptakan catatan suara yang tak terubah, meminimalkan penipuan, meningkatkan transparansi, dan menjaga anonimitas pemilih. Dengan demikian, blockchain memiliki potensi untuk membawa pemilihan elektronik ke tingkat baru yang lebih aman dan efisien.

    Beradaptasi di dalam era digital masa kini, sistem pemilihan elektronik semakin mendapatkan perhatian yang lebih intens. Namun, dengan peningkatan penggunaan teknologi, muncul pula berbagai isu terkait keamanan dan integritas pemilu. 

    Bahasan kali ini mengenai salah satu solusi potensial untuk mengatasi tantangan penggunaan teknologi blockchain dalam voting elektronik. Blockchain, yang pertama kali dikenal sebagai infrastruktur di balik cryptocurrency, kini diterapkan dalam berbagai bidang, termasuk pemilu digital.

    Dengan memahami bagaimana blockchain dapat mengamankan dan meningkatkan proses pemilihan, kita dapat membuka pintu menuju pemilu yang lebih aman, transparan, dan terpercaya di masa depan.

    Akan dibahas pula, kasus penggunaan blockchain dalam voting elektronik dan bagaimana teknologi ini dapat mengubah cara kita melihat proses demokrasi.

    Solusi Blockchain untuk Mengatasi Isu Pemilihan Elektronik

    Pemilihan elektronik adalah langkah penting menuju demokrasi yang lebih modern, efisien, dan inklusif. Namun, seiring dengan kemajuan teknologi, muncul berbagai isu terkait keamanan, transparansi, dan integritas proses pemilihan ini.

    Blockchain telah muncul sebagai solusi potensial yang dapat mengatasi beberapa isu kritis ini. Pertama-tama, mari kita pahami apa itu blockchain.

    Blockchain adalah sebuah teknologi distribusi yang memungkinkan data untuk dicatat secara transparan, aman, dan tidak dapat diubah.

    Setiap transaksi atau catatan data dalam blockchain disimpan dalam blok yang dihubungkan satu sama lain dan dienkripsi dengan sangat kuat. Ini berarti bahwa setiap kali ada perubahan dalam blok, perubahan itu akan tercatat secara permanen dan dapat dilihat oleh semua orang yang terlibat dalam jaringan. 

    Ketika kita menerapkan teknologi ini dalam pemilihan elektronik, kita mengatasi beberapa isu kunci. Pertama-tama, keamanan pemilu menjadi prioritas utama. Dalam sistem tradisional, potensi risiko peretasan atau manipulasi data selalu ada. Dengan blockchain, setiap suara tercatat dalam blok yang tidak dapat diubah, sehingga mengurangi kemungkinan penipuan.

    Selain itu, transparansi adalah elemen penting dalam proses pemilihan yang sah. Dengan blockchain, catatan suara dapat diakses oleh siapa saja yang terlibat, yang berarti partisipasi publik dalam pemantauan proses pemilihan dapat ditingkatkan. Ini juga memungkinkan pemilih untuk memeriksa apakah suara mereka sudah dihitung dengan benar.

    Selanjutnya, blockchain juga dapat mengatasi masalah anonimitas. Meskipun pemilihan harus menjaga kerahasiaan suara, ada kebutuhan untuk memastikan bahwa setiap suara hanya dicasting oleh pemilih yang sah. Blockchain memungkinkan otorisasi terenkripsi untuk memastikan identitas pemilih sekaligus menjaga kerahasiaan suara.

    Terakhir, penggunaan blockchain dalam pemilihan elektronik dapat meminimalkan biaya administrasi, mengurangi waktu yang diperlukan untuk menghitung suara, dan memberikan hasil yang lebih cepat dan akurat.

    Kasus Sukses Penggunaan Blockchain dalam Pemilu Digital

    Sejumlah negara dan entitas telah mencoba atau mengadopsi blockchain dalam pemilu digital dengan berbagai tingkat keberhasilan. Contoh-contoh kasus sukses penggunaan blockchain dalam pemilu digital antara lain:

    1. Estonia

    Estonia dikenal sebagai salah satu negara pionir dalam menerapkan sistem pemilihan elektronik berbasis blockchain. Mereka telah menggunakan teknologi blockchain untuk pemilu sejak tahun 2014. Ini memungkinkan warga Estonia untuk memilih secara online dengan aman dan menghasilkan hasil pemilihan yang cepat dan terpercaya.

    1. West Virginia, Amerika Serikat

    Pada tahun 2018, West Virginia menjadi salah satu negara bagian pertama di Amerika Serikat yang mencoba pemilu berbasis blockchain. Mereka meluncurkan sistem voting berbasis mobile yang menggunakan teknologi blockchain untuk memverifikasi dan menyimpan suara pemilih militer yang berada di luar negeri.

    1. Nigeria

    Pada tahun 2021, Nigeria mencatat kasus sukses dalam penggunaan blockchain dalam pemilu. Mereka menggunakan teknologi blockchain untuk memastikan transparansi dan keaslian suara dalam pemilihan internal partai politik.

    1. Moscow, Rusia

    Pemerintah Kota Moscow telah menguji teknologi blockchain dalam pemilu lokal untuk meningkatkan keamanan dan transparansi. Meskipun masih dalam tahap eksperimen, ini adalah contoh bagaimana blockchain dapat diterapkan dalam skala besar dalam pemilihan.

    1. Sierra Leone

    Pada tahun 2018, Sierra Leone menjalankan uji coba pemilu presiden dengan teknologi blockchain. Mereka menggunakan sistem yang dikembangkan oleh perusahaan Agora untuk mengamankan dan memverifikasi suara pemilih.

    Keuntungan dan Tantangan Voting Elektronik dengan Teknologi Blockchain

    Keuntungan Voting Elektronik dengan Teknologi Blockchain

    1. Keamanan yang Tinggi

    Blockchain menciptakan catatan suara yang tak terubah dan sulit dimanipulasi. Ini mengurangi risiko peretasan atau penipuan dalam pemilihan elektronik.

    1. Transparansi

    Setiap transaksi suara dijaga dalam blockchain, dapat diakses oleh pihak yang berkepentingan, meningkatkan transparansi proses pemilihan.

    1. Integritas Pemilihan

    Blockchain memastikan integritas suara, memungkinkan pemilih memverifikasi suara mereka dan memastikan suara mereka dihitung dengan benar.

    1. Anonimitas yang Dijaga

    Blockchain memungkinkan pemilih untuk tetap anonim sambil memverifikasi identitas pemilih yang sah.

    1. Efisiensi dan Cepat

    Penggunaan blockchain dapat mengurangi biaya administrasi, menghemat waktu penghitungan suara, dan memberikan hasil pemilihan yang lebih cepat.

    Tantangan Voting Elektronik dengan Teknologi Blockchain

    1. Kesulitan Penerimaan

    Penerapan teknologi blockchain dalam pemilihan memerlukan pendidikan dan pemahaman masyarakat yang tinggi, dan mungkin dihadapi dengan resistensi terutama di kalangan pemilih yang kurang akrab dengan teknologi.

    1. Skalabilitas

    Memproses suara dari jutaan pemilih dalam waktu yang singkat bisa menjadi tantangan teknis, membutuhkan infrastruktur blockchain yang kuat.

    1. Kesalahan Manusia

    Meskipun blockchain dapat mengurangi penipuan, kesalahan manusia dalam penggunaan platform pemilihan elektronik masih bisa terjadi.

    1. Kerahasiaan Pemilih

    Meskipun blockchain memungkinkan identitas pemilih yang sah untuk diverifikasi, menjaga kerahasiaan pemilih adalah tantangan, karena ada potensi jejak digital yang dapat diikuti.

    1. Keselamatan dan Serangan

    Terlepas dari keamanan yang tinggi, teknologi blockchain juga dapat menjadi target serangan siber yang canggih. Keamanan harus selalu ditingkatkan.

    Sementara teknologi blockchain menawarkan banyak keuntungan dalam pemilihan elektronik, tantangan yang ada perlu diatasi dengan cermat untuk memastikan pemilihan yang adil, aman, dan terpercaya.

    Pastikan Anda terlibat dalam investasi dan perdagangan aset kripto hanya di platform yang dapat dipercayai seperti Tokocrypto. Dengan fitur yang dapat diandalkan dan ekosistem yang luas, kegiatan perdagangan kripto menjadi lebih sederhana dan lebih aman.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Skalabilitas pada Blockchain: Lapisan 1 vs Lapisan 2

    Salah satu tantangan utama yang terus dihadapi oleh ekosistem teknologi blockchain adalah skalabilitas, yaitu kemampuan sistem untuk mempertahankan pertumbuhan pesat sambil mampu menangani permintaan yang semakin besar. Jaringan blockchain publik, yang dikenal dengan tingkat desentralisasi dan keamanannya yang tinggi, seringkali mengalami kesulitan dalam meningkatkan throughput-nya.

    Fenomena ini sering kali disebut sebagai “Trilema Blockchain,” yang menggambarkan konsep bahwa dalam sebuah sistem terdesentralisasi, sangat sulit untuk mencapai tiga faktor penting sekaligus: desentralisasi, keamanan, dan skalabilitas yang tinggi. Dalam kebanyakan kasus, jaringan blockchain hanya bisa memilih dua dari tiga faktor tersebut.

    Namun, dengan berjalannya waktu, ribuan penggemar dan ahli blockchain telah bekerja keras untuk menemukan solusi yang dapat meningkatkan skalabilitas. Beberapa solusi difokuskan pada perubahan fundamental dalam arsitektur blockchain inti (disebut Lapisan 1), sementara yang lain lebih berfokus pada protokol Lapisan 2 yang berjalan di atas jaringan dasarnya.

    Pendahuluan

    Dalam dunia yang dipenuhi dengan berbagai jenis blockchain dan mata uang kripto, mungkin sulit bagi sebagian orang untuk memahami perbedaan antara Lapisan 1 dan Lapisan 2, serta solusi skalabilitas yang tersedia. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap pelaku pasar atau investor untuk memahami sistem yang mereka gunakan atau yang menjadi fokus investasinya. Artikel ini akan membantu Anda memahami perbedaan antara blockchain Lapisan 1 dan Lapisan 2, serta berbagai solusi yang telah dikembangkan untuk mengatasi masalah skalabilitas.

    Apa itu Lapisan 1 dan Lapisan 2 pada Blockchain?

    Lapisan 1 mengacu pada komponen dasar dari arsitektur sebuah blockchain. Lapisan ini merupakan fondasi utama dari jaringan blockchain itu sendiri. Contoh blockchain Lapisan 1 termasuk Bitcoin, Ethereum, dan BNB Chain. Sementara itu, Lapisan 2 adalah jaringan yang dibangun di atas blockchain Lapisan 1. Jadi, jika kita menganggap Bitcoin sebagai Lapisan 1, maka Lightning Network yang berjalan di atasnya adalah contoh dari Lapisan 2.

    Upaya untuk meningkatkan skalabilitas jaringan blockchain dapat dibagi menjadi dua jenis solusi utama, yaitu solusi Lapisan 1 dan Lapisan 2. Solusi Lapisan 1 akan mengubah aturan dan mekanisme blockchain inti secara langsung, sementara solusi Lapisan 2 akan menggunakan jaringan eksternal paralel untuk memfasilitasi transaksi di luar jaringan utama.

    Mengapa Skalabilitas Blockchain Penting?

    Bayangkan jika terdapat sebuah jalan raya baru yang dibangun antara kota besar dan pinggiran kota yang sedang berkembang pesat. Saat jumlah kendaraan yang melintasi jalan raya tersebut terus meningkat dan kemacetan menjadi hal yang umum terjadi, terutama selama jam sibuk, maka waktu yang dibutuhkan untuk perjalanan dari titik A ke titik B akan meningkat secara signifikan. Ini terjadi karena kapasitas jalan raya tersebut terbatas, sementara permintaan terus bertambah.

    Lalu, bagaimana pihak berwenang dapat mengatasi masalah ini dan membantu komuter agar bisa lebih cepat mencapai tujuannya? Salah satu solusinya adalah dengan memperluas jalan raya itu sendiri, yaitu dengan menambah jalur baru di kedua sisinya. Namun, solusi ini tidak selalu praktis, mengingat biayanya yang tinggi dan dampak bagi pengguna jalan yang sudah ada.

    Sebagai alternatif, kita perlu berpikir kreatif dan mempertimbangkan berbagai pendekatan yang tidak melibatkan perubahan infrastruktur inti, seperti membangun jalan akses tambahan atau bahkan meluncurkan jalur kereta ringan di sepanjang jalan raya tersebut.

    Dalam konteks teknologi blockchain, jalan raya utama tersebut dapat dianggap sebagai Lapisan 1, yaitu jaringan utama, sementara jalan akses tambahan adalah solusi Lapisan 2, yang merupakan jaringan sekunder yang meningkatkan kapasitas secara keseluruhan.

    Beberapa blockchain terkemuka seperti Bitcoin, Ethereum, dan Polkadot dianggap sebagai blockchain Lapisan 1. Mereka adalah lapisan dasar yang memproses dan mencatat transaksi untuk ekosistem mereka, dengan mata uang kripto asli yang biasanya digunakan untuk membayar biaya dan memberikan utilitas yang lebih luas. Sebagai contoh, Polygon merupakan salah satu solusi Lapisan 2 untuk Ethereum. Jaringan Polygon secara rutin mencatat status transaksi ke mainnet Ethereum untuk meningkatkan throughput secara signifikan.

    Kapabilitas throughput adalah elemen kunci dalam sebuah blockchain. Ini adalah ukuran kecepatan dan efisiensi yang mengindikasikan jumlah transaksi yang dapat diproses dan dicatat dalam jangka waktu tertentu. Ketika jumlah pengguna meningkat dan jumlah transaksi yang terjadi secara bersamaan meningkat, blockchain Lapisan 1 dapat mengalami penurunan kinerja dan biaya transaksi yang tinggi. Hal ini terutama berlaku pada blockchain Lapisan 1 yang menggunakan mekanisme Proof of Work daripada Proof of Stake.

    Tantangan Skalabilitas di Dunia Blockchain

    Bitcoin dan Ethereum adalah contoh nyata dari jaringan blockchain Lapisan 1 yang sedang dihadapkan pada masalah penskalaan. Keduanya mengoperasikan jaringan dengan menggunakan model konsensus terdistribusi, yang berarti bahwa setiap transaksi harus diverifikasi oleh beberapa node sebelum dianggap sah.

     Para penambang (miner) bersaing untuk memecahkan puzzle komputasi yang rumit, dan penambang yang berhasil akan mendapatkan imbalan dalam bentuk mata uang kripto asli dari jaringan tersebut.

    Dalam kata lain, setiap transaksi pada jaringan ini memerlukan verifikasi dari beberapa node sebelum transaksi tersebut dapat dianggap sah. Metode ini efektif dalam memastikan bahwa data yang dimasukkan ke dalam blockchain adalah benar dan telah diverifikasi, sehingga dapat mencegah potensi serangan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. 

    Namun, ketika popularitas jaringan seperti Ethereum atau Bitcoin semakin meningkat, permintaan akan throughput yang lebih tinggi juga meningkat. Pada saat jaringan mengalami kemacetan, pengguna akan mengalami penundaan dalam konfirmasi transaksi dan biaya transaksi yang lebih tinggi.

    Solusi untuk Meningkatkan Lapisan 1

    Untuk mengatasi masalah penskalaan pada blockchain Lapisan 1, ada beberapa opsi yang tersedia. Jika blockchain menggunakan mekanisme Proof of Work, maka peralihan ke Proof of Stake bisa menjadi pilihan untuk meningkatkan jumlah transaksi yang dapat diproses per detik (TPS) sambil mengurangi biaya pemrosesan. Namun, di komunitas kripto, terdapat berbagai pandangan yang berbeda mengenai manfaat dan dampak jangka panjang dari Proof of Stake.

    Solusi penskalaan pada Lapisan 1 biasanya diperkenalkan oleh tim pengembang proyek blockchain. Bergantung pada jenis solusinya, komunitas harus melakukan hard fork atau soft fork pada jaringan. Beberapa perubahan yang bersifat minor dan kompatibel dengan versi sebelumnya, seperti pembaruan SegWit di Bitcoin.

    Namun, perubahan yang lebih besar, seperti peningkatan ukuran blok Bitcoin menjadi 8 MB, memerlukan hard fork. Hal ini menghasilkan dua versi blockchain, yaitu satu dengan pembaruan dan satu lagi tanpa pembaruan. Salah satu alternatif lain untuk meningkatkan throughput jaringan adalah melalui sharding, di mana operasi blockchain dibagi menjadi beberapa bagian yang lebih kecil yang dapat memproses data secara paralel daripada secara berurutan.

    Bagaimana Solusi Penskalaan Lapisan 2 Bekerja?

    Solusi Lapisan 2 mengandalkan jaringan sekunder yang berfungsi secara paralel atau independen dari blockchain utama (Lapisan 1). Ada beberapa jenis solusi Lapisan 2 yang umum digunakan:

    Rollup

    Zero-knowledge rollup adalah jenis yang paling umum dari solusi Lapisan 2. Ini mengumpulkan transaksi yang seharusnya berada di Lapisan 1 dan mengirimkannya sebagai satu transaksi ke blockchain utama. Sistem ini menggunakan bukti validitas untuk memverifikasi integritas transaksi tersebut. 

    Aset tetap disimpan di blockchain utama melalui kontrak pintar yang menghubungkan keduanya, dan kontrak pintar tersebut memastikan bahwa rollup berfungsi dengan benar. Dengan cara ini, keamanan blockchain utama mendapat manfaat dari transaksi Lapisan 2 tanpa mengorbankan sumber daya yang signifikan.

    Sidechain

    Sidechain adalah jaringan blockchain independen dengan validatornya sendiri. Artinya, kontrak pintar yang berfungsi di blockchain utama tidak memverifikasi validitas jaringan sidechain. Oleh karena itu, Anda harus mempercayai bahwa sidechain beroperasi dengan benar, karena mereka memiliki kendali atas aset di blockchain utama.

    State Channel

    State channel adalah lingkungan komunikasi dua arah antara pihak yang bertransaksi. Mereka mengisolasi sebagian dari transaksi dari blockchain utama dan mengizinkan mereka untuk berinteraksi secara off-chain. Ini dilakukan melalui kontrak pintar atau tandatangan bersama. 

    Setelah semua transaksi dalam saluran selesai, “status” akhir dari saluran tersebut disiarkan ke blockchain untuk divalidasi. Mekanisme ini memungkinkan transaksi yang lebih cepat dan kapasitas jaringan yang ditingkatkan secara keseluruhan. Solusi seperti Bitcoin Lightning Network dan Raiden dari Ethereum beroperasi berdasarkan state channel.

    Nested Blockchain

    Solusi ini melibatkan serangkaian blockchain sekunder yang berjalan di atas blockchain utama. Blockchain sekunder ini beroperasi sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh blockchain utama dan tidak melibatkan blockchain utama dalam eksekusi transaksi. Peran blockchain utama terbatas pada menyelesaikan sengketa jika perlu. Proyek Plasma oleh OmiseGO adalah salah satu contoh dari solusi nested blockchain Lapisan 2.

    Semua solusi ini bertujuan untuk mengatasi masalah penskalaan dan meningkatkan kinerja jaringan blockchain, memungkinkan ekosistem kripto untuk tumbuh dan berkembang dengan lebih efisien.

    Batasan Solusi Penskalaan Lapisan 1 dan Lapisan 2: Kelebihan dan Kelemahan

    Solusi penskalaan Lapisan 1 dan Lapisan 2 membawa keunggulan dan kelemahan unik. Bekerja dengan Lapisan 1 dapat memberikan solusi yang paling efektif untuk meningkatkan protokol dalam skala besar. Tetapi, ini juga berarti bahwa validator harus bersedia menerima perubahan melalui hard fork.

    Contoh yang jelas adalah perubahan dari Proof of Work ke Proof of Stake. Dalam hal ini, para penambang (miner) akan menghadapi penurunan pendapatan dengan beralih ke sistem yang lebih efisien, yang dapat menciptakan ketidaksemangatan dalam meningkatkan skalabilitas.

    Lapisan 2 memberikan cara yang lebih cepat untuk meningkatkan skalabilitas, tetapi tergantung pada metodenya, bisa mengorbankan sebagian besar keamanan yang dimiliki oleh blockchain asli. Pengguna mempercayai jaringan seperti Ethereum dan Bitcoin karena ketahanan dan rekam jejak keamanannya. Dengan menghilangkan aspek-aspek ini dari Lapisan 1, seringkali kita harus mengandalkan tim dan jaringan Lapisan 2 dalam hal efisiensi dan keamanan.

    Apa yang Terjadi Setelah Lapisan 1 dan Lapisan 2?

    Salah satu pertanyaan penting adalah apakah kita akan tetap membutuhkan solusi Lapisan 2 seiring Lapisan 1 semakin dapat diskalakan dengan mudah. Blockchain yang sudah ada telah mengalami peningkatan, dan jaringan-jaringan baru telah dibangun dengan skalabilitas yang lebih baik.

    Namun, meningkatkan skalabilitas pada sistem utama membutuhkan waktu yang lama dan tidak selalu berhasil. Pilihan yang masuk akal adalah membiarkan Lapisan 1 fokus pada keamanan dan memberikan Lapisan 2 fleksibilitas untuk menyesuaikan layanan mereka dengan kebutuhan yang lebih spesifik.

    Dalam waktu dekat, kemungkinan besar blockchain besar seperti Ethereum akan tetap mendominasi karena komunitas pengguna yang besar dan pengembang yang aktif. Namun, dengan adanya jaringan validator yang besar dan reputasi yang terpercaya, Lapisan 2 memiliki landasan yang kuat untuk menjadi solusi yang ditargetkan.

    Penutup

    Sejak awal perkembangan kripto, pencarian peningkatan skalabilitas telah menghasilkan dua pendekatan utama, yaitu peningkatan pada Lapisan 1 dan pengembangan solusi Lapisan 2. 

    Jika Anda memiliki portofolio kripto yang beragam, kemungkinan Anda sudah memiliki eksposur terhadap jaringan Lapisan 1 dan Lapisan 2. Sekarang, Anda memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai perbedaan di antara keduanya serta berbagai pendekatan penskalaan yang ditawarkannya.


    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa Itu Bridge Blockchain? – Tokocrypto News

    Bridge blockchain merupakan sebuah protokol yang menghubungkan dua blockchain berbeda, memungkinkan mereka untuk saling berinteraksi dan menciptakan interoperabilitas. Sebagai contoh, jika Anda memiliki Bitcoin tetapi ingin terlibat dalam aktivitas DeFi di jaringan Ethereum, bridge blockchain memungkinkan Anda untuk melakukannya tanpa perlu menjual Bitcoin Anda. Konsep bridge blockchain ini memegang peranan penting dalam mencapai interoperabilitas dalam ekosistem blockchain.

    Pendahuluan

    Sebelum kita memahami lebih dalam tentang bridge blockchain, pertama-tama kita perlu memiliki pemahaman yang baik tentang blockchain itu sendiri. Bitcoin, Ethereum, dan BNB Smart Chain adalah beberapa contoh dari ekosistem blockchain utama yang eksis. Setiap ekosistem ini memiliki berbagai protokol konsensus, bahasa pemrograman, dan aturan sistem yang berbeda.

    Bridge blockchain berfungsi sebagai sebuah protokol yang menghubungkan dua blockchain yang berbeda dalam hal ekonomi dan teknologi, menciptakan sebuah jembatan virtual yang mirip dengan jembatan fisik yang menghubungkan dua pulau berbeda. Dalam konteks ini, pulau-pulau tersebut dapat diibaratkan sebagai ekosistem blockchain yang berbeda satu sama lain.

    Dengan adanya bridge blockchain, interoperabilitas menjadi mungkin. Artinya, aset digital dan data yang berada di satu blockchain dapat berinteraksi dengan blockchain lainnya. Interoperabilitas ini dapat diibaratkan sebagai landasan utama dalam dunia internet, di mana berbagai mesin di seluruh dunia dapat berkomunikasi melalui serangkaian protokol terbuka yang sama. Dalam dunia blockchain yang memiliki banyak protokol unik, bridge blockchain menjadi sangat penting dalam memungkinkan pertukaran data dan nilai dengan lebih mudah.

    Mengapa Bridge Blockchain Diperlukan?

    Dalam perkembangan yang pesat dan ekspansi dunia blockchain, salah satu batasan yang paling signifikan adalah kurangnya kemampuan berbagai blockchain untuk bekerja bersama. Setiap blockchain memiliki aturan, token, protokol, dan smart contractnya sendiri. Bridge blockchain hadir untuk mengatasi batasan ini dan menyatukan berbagai ekosistem kripto yang sebelumnya terisolasi. Jaringan blockchain yang saling terhubung ini memungkinkan token dan data untuk berpindah dari satu blockchain ke blockchain lainnya dengan lancar.

    Selain memfasilitasi transfer antar-blockchain, bridge blockchain juga membawa manfaat lainnya. Ia memungkinkan pengguna untuk mengakses protokol baru di blockchain lainnya dan mendorong kolaborasi antara pengembang dari berbagai komunitas blockchain. Dengan kata lain, bridge blockchain menjadi komponen integral dalam visi masa depan industri blockchain yang sangat mengedepankan interoperabilitas.

    Bagaimana Bridge Blockchain Bekerja?

    Penggunaan paling umum dari bridge blockchain adalah untuk mentransfer token antar-blockchain. Sebagai contoh, jika Anda ingin mentransfer Bitcoin (BTC) ke jaringan Ethereum, salah satu opsi yang bisa Anda pilih adalah dengan menjual BTC tersebut dan kemudian membeli Ether (ETH). Namun, tindakan ini akan melibatkan biaya transaksi dan Anda juga akan terkena dampak dari volatilitas harga.

    Alternatifnya, Anda dapat mencapai tujuan tersebut dengan menggunakan bridge blockchain tanpa perlu menjual kripto Anda. Ketika Anda melakukan proses bridging dengan 1 BTC ke dompet Ethereum, sebuah kontrak cerdas (smart contract) dari bridge blockchain akan mengunci BTC Anda dan menghasilkan Wrapped BTC (WBTC), yang merupakan token ERC20 yang kompatibel dengan jaringan Ethereum, dalam jumlah yang setara.

    Jumlah BTC yang ingin Anda alihkan akan di-lock dalam smart contract, sementara jumlah token yang setara akan diterbitkan atau “dicetak” di dalam blockchain tujuan. Wrapped token ini adalah versi yang dapat diperdagangkan dari aset kripto yang asli dan nilainya selalu mengikuti nilai aset yang mendasarinya. Mereka juga bisa diubah kembali menjadi aset kripto asalnya melalui proses yang disebut “unwrapping.”

    Dalam pandangan pengguna, proses ini melibatkan beberapa langkah. Misalnya, jika Anda ingin menggunakan Binance Bridge, Anda harus memilih blockchain asal dari kripto yang ingin Anda bridging, kemudian menentukan jumlahnya. Selanjutnya, Anda akan mengirimkan kripto tersebut ke alamat yang diberikan oleh Binance Bridge. Setelah kripto tersebut dikirimkan dalam jangka waktu yang ditentukan, Binance Bridge akan mengirimkan wrapped token dalam jumlah yang setara ke alamat Anda di blockchain lainnya. Jika Anda ingin mengonversi kembali aset tersebut, Anda hanya perlu melakukan proses yang sebaliknya.

    Berbagai Jenis Bridge Blockchain yang Tersedia

    Dalam dunia blockchain, terdapat berbagai jenis bridge blockchain yang dapat dikategorikan berdasarkan berbagai faktor seperti fungsi, mekanisme, dan tingkat sentralisasi.

    Bridge Kustodian vs. Nonkustodian

    Salah satu cara umum untuk mengklasifikasikan bridge blockchain adalah dengan membedakannya menjadi dua jenis: kustodian (tersentralisasi) dan nonkustodian (terdesentralisasi).

    Bridge Kustodian, memerlukan pengguna untuk mempercayai entitas sentral dalam mengoperasikan sistem dengan benar dan aman. Pengguna perlu melakukan penelitian yang mendalam untuk memastikan kepercayaan terhadap entitas ini.

    Bridge Nonkustodian, beroperasi secara terdesentralisasi dengan mengandalkan smart contract untuk mengelola proses penguncian dan pencetakan kripto. Dalam hal ini, pengguna tidak perlu mempercayai operator bridge. Keamanan sistem bergantung pada kode dasarnya.

    Bridge Berdasarkan Fungsi

    Bridge blockchain juga dapat diklasifikasikan berdasarkan fungsi yang mereka jalankan. Beberapa contoh di antaranya adalah bridge wrapped asset dan bridge sidechain.

    Bridge Wrapped Asset, memungkinkan interoperabilitas kripto dengan cara seperti mengubah Bitcoin menjadi Wrapped BTC (WBTC), yang merupakan token ERC20 yang kompatibel dengan jaringan Ethereum.

    Bridge Sidechain, menghubungkan blockchain utama dengan sisi anaknya, menciptakan interoperabilitas di antara keduanya. Ini diperlukan karena blockchain utama dan sisi anak mungkin memiliki mekanisme konsensus yang berbeda. Sebagai contoh, xDai Bridge menghubungkan mainnet Ethereum dengan Gnosis Chain (sebelumnya dikenal sebagai blockchain xDai), sebuah sidechain pembayaran stabil yang berbasis di Ethereum.

    Bridge Berdasarkan Mekanisme

    Klasifikasi lainnya adalah berdasarkan mekanisme yang digunakan. Terdapat bridge searah dan bridge dua arah.

    Bridge Searah, membatasi pengguna hanya untuk melakukan bridging aset ke satu blockchain tujuan, namun tidak memungkinkan sebaliknya.

    Bridge Dua Arah, memungkinkan bridging aset dari kedua arah, sehingga memungkinkan perpindahan aset ke dan dari blockchain asalnya.

    Manfaat Bridge Blockchain

    Bridge blockchain memiliki manfaat yang signifikan, termasuk:

    Interoperabilitas: Meningkatkan kemampuan pertukaran token, aset, dan data di berbagai blockchain, termasuk di antara protokol lapisan 1 dan lapisan 2 serta berbagai sidechain. Contohnya, WBTC memungkinkan pemilik Bitcoin untuk berpartisipasi dalam aplikasi terdesentralisasi dan layanan DeFi di ekosistem Ethereum.

    Skalabilitas: Beberapa bridge blockchain mampu menangani volume transaksi yang besar, yang dapat meningkatkan efisiensi. Ethereum-Polygon Bridge, misalnya, berfungsi sebagai solusi penskalaan untuk jaringan Ethereum, memberikan pengguna transaksi lebih cepat dan biaya transaksi yang lebih rendah.

    Risiko Bridge Blockchain

    Namun, penting juga untuk memahami risiko yang terkait dengan bridge blockchain:

    Risiko Keamanan Smart Contract: Penyerang telah memanfaatkan kerentanan dalam smart contract dari beberapa bridge blockchain, yang dapat menyebabkan kerugian bagi pengguna.

    Risiko Kustodian: Bridge kustodian dapat membuat pengguna rentan terhadap risiko yang terkait dengan entitas sentral yang mengoperasikannya.

    Bottleneck Laju Transaksi: Beberapa bridge dapat mengalami bottleneck dalam kapasitas throughput, yang dapat menghambat interoperabilitas blockchain yang berskala besar.

    Keterbatasan Dapp dan Layanan: Pengguna tidak selalu memiliki akses ke rangkaian dapp dan layanan yang sama setelah melakukan bridging ke blockchain lain.

    Perbedaan Trust (Kepercayaan): Bridge blockchain menghubungkan berbagai blockchain, dan keamanan keseluruhan jaringan yang terhubung akan bergantung pada koneksi terlemahnya.

    Bagaimana Arah Masa Depan Bridge Blockchain?

    Internet telah menjadi salah satu revolusi terbesar di dunia, dan salah satu elemen kunci dalam revolusi tersebut adalah tingkat interoperabilitas yang tinggi. Bridge blockchain memiliki peran penting dalam meningkatkan interoperabilitas dan mendorong adopsi luas di dalam industri blockchain.

    Secara signifikan, bridge telah membawa inovasi yang mengizinkan pengguna untuk dengan mudah menukar aset di antara berbagai protokol blockchain yang berbeda. Jumlah bridge blockchain, pengguna, dan volume total transaksi telah berkembang pesat.

    Kebutuhan akan bridge blockchain diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan perkembangan internet menuju Web3. Inovasi di masa depan dapat membawa skalabilitas yang lebih baik serta efisiensi yang lebih besar untuk pengguna dan pengembang.

    Selain itu, kemungkinan ada solusi inovatif yang akan muncul untuk mengatasi risiko keamanan yang terkait dengan penggunaan bridge. Bridge blockchain menjadi elemen integral dalam membangun ekosistem blockchain yang terdesentralisasi, terbuka, dan interoperabel.

    Penutup

    Perkembangan industri blockchain terus didorong oleh inovasi yang berkelanjutan. Dari protokol pionir seperti Bitcoin dan Ethereum, sejumlah blockchain lapisan 1 dan lapisan 2 alternatif telah muncul. Jumlah koin dan token kripto juga terus bertambah.

    Aturan dan teknologi yang berbeda-beda memerlukan keberadaan bridge blockchain agar mereka dapat saling terhubung. Ekosistem blockchain yang terhubung melalui bridge akan mengalami peningkatan dalam hal interoperabilitas, membuka peluang untuk skalabilitas dan efisiensi yang lebih baik. Namun, tantangan keamanan dalam ekosistem bridge cross-chain juga akan terus menjadi perhatian utama, mendorong penelitian dan pengembangan bridge yang lebih aman dan handal.


    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Microsoft Berencana untuk Luncurkan Dompet Kripto ke Konsol Xbox?

    Microsoft diketahui ingin menambahkan fitur baru ke konsol game mereka, Xbox yang berhubungan dengan kripto. Dalam dokumen yang bocor baru-baru ini mengungkapkan bahwa raksasa teknologi Microsoft berencana untuk mengintegrasikan dompet kripto ke dalam Xbox.

    Dilaporkan Crypto Slate, dokumen internal yang bocor yang diposting di forum game, ResetEra menunjukkan bahwa roadmap Xbox untuk Mei 2022 menyertakan dukungan dompet kripto. Namun, rincian mengenai integrasi yang direncanakan ini tidak diperlihatkan.

    Isu Hangat Kripto

    Phil Spencer, pimpinan Xbox, mengaitkan kebocoran tersebut dengan tindakan hukum Komisi Perdagangan Federal terhadap Microsoft. Penolakan FTC terhadap akuisisi Activision Blizzard senilai US$ 69 juta mengakibatkan Microsoft secara tidak sengaja memasukkan dokumen yang bocor ke dalam pengajuan mereka.

    Laporan menunjukkan bahwa dokumen yang bocor mengungkapkan komunikasi penting antara para eksekutif Xbox, rencana untuk Xbox Series X tanpa disk baru, pengontrol gyro, dan bahkan Xbox hybrid generasi berikutnya pada tahun 2028.

    Ilustrasi Microsoft. SUmber: Getty Images.
    Ilustrasi Microsoft. SUmber: Getty Images.

    Baca juga: 24 Altcoin Token Unlock di Pekan Ini, Waspada Perubahan Harga

    Namun demikian, Spencer mencoba meremehkan kebocoran tersebut, dengan menyatakan bahwa beberapa rencana telah berubah. Dia berkata: “Sulit untuk melihat kerja tim kami dibagikan dengan cara ini karena begitu banyak hal yang telah berubah dan banyak hal yang bisa membuat kita bersemangat saat ini, dan di masa depan.”

    Komunitas Kripto Bersemangat

    Meskipun Spencer telah mengindikasikan bahwa rencana perusahaan mungkin telah mengalami perubahan, komunitas kripto tetap optimis terhadap kebocoran tersebut. Tyler Winklevoss, salah satu pendiri Gemini, mempertimbangkan insiden tersebut, menyoroti besarnya skala industri game.

    “Kripto adalah uang gamer dan game adalah industri yang lebih besar daripada gabungan Hollywood dan industri musik,” katanya.

    Sementara itu, perkembangan ini telah memicu spekulasi bahwa integrasi tersebut dapat membuka kasus penggunaan baru untuk aset kripto seperti Bitcoin (BTC).

    Aptos Labs dan Microsoft telah mengumumkan kemitraan strategis. Sumber: Conseils Crypto.
    Aptos Labs dan Microsoft telah mengumumkan kemitraan strategis. Sumber: Conseils Crypto.

    Baca juga: Terungkap! Hal Seru di AMA X Spaces Tokocrypto 21 September 2023

    Namun, penting untuk dicatat bahwa potensi dampaknya masih bersifat spekulatif, karena Microsoft belum secara resmi mengonfirmasi integrasi apa pun. Namun demikian, respons antusias dari komunitas kripto menggarisbawahi pentingnya raksasa teknologi tradisional merangkul industri yang sedang berkembang.

    Pada bulan Agustus, Microsoft memperluas kolaborasinya dalam sektor kripto dengan bekerja sama dengan Aptos Labs, pengembang jaringan blockchain layer-1, Aptos (APT). Kemitraan ini bertujuan untuk memajukan kemampuan ekosistem web3.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisis Ungkap 7 Kripto Menarik yang Wajib Diperhatikan Minggu Ini

    Dalam dunia kripto yang penuh dengan volatilitas, setiap harinya bisa menjadi peluang besar untuk mendapatkan keuntungan. Saat ini, seorang analis kripto terkemuka, Miles Deutscher, telah merilis daftar kripto yang wajib Anda perhatikan di minggu ini. Mari kita telusuri lebih dalam tentang ketujuh kripto menarik ini dikutip BitcoinSistemi.

    Bitcoin selalu menjadi sorotan utama dalam dunia kripto, tetapi saat ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Meskipun terjadi kenaikan harga di pertengahan minggu, Bitcoin masih menghadapi momentum bearish. Penutupan mingguan yang terus berada di bawah rata-rata pergerakan 200 minggu membuat banyak orang bertanya-tanya. Saat ini, BTC diperdagangkan di sekitar support horizontal penting di kisaran US$ 25.000. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah tren spot ETF yang terlihat lelah. Kita perlu bersabar dan berhati-hati, terutama menunggu pembaruan baru yang bisa menjadi titik balik bagi Bitcoin.

    Chainlink (LINK)

    Chainlink telah menunjukkan performa yang mengesankan, terutama menjelang SmartCon pada tanggal 2 Oktober. Namun, sejarah menunjukkan bahwa LINK seringkali mengalami kenaikan harga sebelum acara konferensi dan penurunan setelahnya. Saat ini, dengan migrasi Testnet v3 yang akan segera diluncurkan, Deutscher memiliki pandangan bearish, jika LINK mendekati kisaran teratasnya pada kerangka waktu harian. Pemantauan yang cermat dibutuhkan.

    Ilustrasi Chainlink (LINK). Sumber: Chainlink.
    Ilustrasi Chainlink (LINK). Sumber: Chainlink.

    Baca juga: Aset Kripto Ini Diprediksi Naik Lebih dari 11% pada Pekan Ini, Apa Itu?

    Meskipun pembukaan kunci token ini dapat memiliki pengaruh besar pada nilai token, Deutscher tetap optimis terhadap bursa ini. Ini menunjukkan bahwa ada potensi besar dalam perkembangan OX yang masih harus dieksplorasi. Kami akan terus mengamati perkembangan ini.

    Arbitrum (ARB)

    Kabar positif dari ekosistem Arbitrum, seperti Post Tech dan kembalinya event Arbitrum Odyssey, serta disetujuinya program insentif Arbitrum, menarik perhatian Deutscher. Dia memperkirakan bahwa akhir kuartal ke-4 atau awal kuartal pertama akan menjadi periode yang menarik untuk perusahaan ini. Perlu diperhatikan bahwa Arbitrum berencana untuk memanfaatkan potensi penurunan besar untuk posisi perdagangan EIP-4844 yang lebih luas di awal kuartal.

    Optimisme (OP)

    Dengan pembukaan token besar minggu ini, sekitar 3% dari pasokan token senilai US$ 31 juta akan dibuka. Selain itu, yayasan token juga menjual OP senilai sekitar US$ 150 juta kepada 7 pembeli terpisah dengan penguncian selama 2 tahun. Deutscher melihat ini sebagai lindung nilai jangka pendek dalam situasi pasca-unlock. Perlu diingat bahwa situasi ini akan dievaluasi kembali, sehingga perlu pemantauan yang cermat.

    Frax Shares (FXS)

    Dengan munculnya Frax Shares V3 dan perkembangan lainnya seperti Fraxchain dan Fraxlend, ada tren bullish yang terlihat di ekosistem FRAX. Ini menunjukkan bahwa ada potensi pertumbuhan yang signifikan di dalamnya, terutama dengan inovasi yang terus berkembang.

    Ilustrasi Worldcoin (WLD). Sumber: Altcoin Buzz.
    Ilustrasi Worldcoin (WLD). Sumber: Altcoin Buzz.

    Baca juga: Borong Lagi! MicroStrategy Beli 5.445 Bitcoin Senilai Rp 2,2 Triliun

    Worldcoin (WLD)

    Kecerdasan buatan menjadi topik yang semakin populer dalam dunia kripto, dan WLD adalah salah satu yang harus Anda perhatikan. Meskipun termasuk dalam kategori ‘koin yang dibenci’ dan memiliki kapitalisasi pasar yang terdilusi, nilai sirkulasi koin ini masih dapat diterima, menurut analis. Dalam dunia kripto yang terus berkembang, ini bisa menjadi salah satu aset yang menarik untuk diikuti.

    Dalam situasi kripto yang selalu berubah, selalu ingat untuk melakukan riset Anda sendiri dan berhati-hati dalam pengambilan keputusan investasi. Keputusan terbaik selalu didasarkan pada informasi yang akurat dan pemahaman yang mendalam tentang pasar.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 24 Altcoin Token Unlock di Pekan Ini, Waspada Perubahan Harga

    Ada 24 altcoin mengalami proses token unlock pada pekan terakhir September 2023. Peristiwa ini dapat berpotensi mempengaruhi perubahan harga. Di tengah dinamika yang terus berlanjut di pasar kripto, para investor dan trader harus memperhatikan perkembangan terbaru dalam dunia altcoin.

    Token unlock merupakan salah satu momen penting dalam kehidupan sebuah proyek altcoin. Hal ini dapat memberikan gambaran mengenai seberapa besar potensi volatilitas harga yang akan terjadi dalam waktu dekat. Oleh karena itu, memahami jadwal dan mekanisme token unlock dari proyek-proyek ini dapat membantu kita dalam mengambil keputusan investasi yang lebih cerdas.

    Selain itu, kita juga akan mengeksplorasi faktor-faktor eksternal seperti tren pasar global, berita terkini, dan perubahan regulasi yang dapat mempengaruhi pergerakan harga altcoin. Dengan wawasan yang mendalam ini, kita dapat lebih waspada dan siap menghadapi perubahan harga yang mungkin terjadi di dunia altcoin dalam pekan ini.

    Ilustrasi market aset kripto. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi market aset kripto. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Ulang Tahun ke-5, Tokocrypto Dorong Pertumbuhan Kripto di Indonesia

    Daftar Altcoin Token Unlock

    • H2O DAO (H2O)
      Nilai Pasar: US$ 23,88 juta
      Jumlah Pembukaan Token: $3,52 juta (14,77% dari kapitalisasi pasar)
      Tanggal: 25 September 2023, 10:00 WIB
    • TENET
      Nilai Pasar: US$ 20,66 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 4,09 juta (19,79% dari kapitalisasi pasar)
      Tanggal: 25 September 2023, 10:00 WIB
    • Pintu Token (PTU)
      Nilai Pasar: US$ 15,98 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 1,24 juta (7,79% dari kapitalisasi pasar)
      Tanggal: 25 September 2023, 10:00 WIB
    • SophiaVerse (SOPH)
      Nilai Pasar: US$ 4,31 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 1,72 juta (40,00% dari kapitalisasi pasar)
      Tanggal: 25 September 2023, 10:00 WIB
    • GateToken (GT)
      Nilai Pasar: US$ 371,97 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 25,82 juta (6,94% dari kapitalisasi pasar)
      Tanggal: 26 September 2023, 10:00 WIB
    • Dogechain(DC)
      Nilai Pasar: US$ 11,53 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 1,65 juta (14,25% dari kapitalisasi pasar)
      Tanggal: 26 September 2023, 10:00 WIB
    • dYdX (DYDX)
      Nilai Pasar: US$ 348,24 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 12,20 juta (3,50% dari kapitalisasi pasar)
      Tanggal: 26 September 2023, 02:00 WIB
    • Flow
      Nilai Pasar: US$ 465,36 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 5,93 juta (1,27% dari kapitalisasi pasar)
      Tanggal: 27 September 2023, 02:00 WIB
    • Axle (AXL)
      Nilai Pasar: US$ 136,53 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 8,29 juta (6,08% dari kapitalisasi pasar)
      Tanggal: 27 September 2023, 02:00 WIB
    • ApeX (APEX)
      Nilai Pasar: US$ 4,71 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 1,20 juta (25,45% dari kapitalisasi pasar)
      Tanggal: 27 September 2023, 21:00 WIB
    • Yield Guild Games (YGG)
      Nilai Pasar: US$ 38,58 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 1,94 juta (5,03% dari kapitalisasi pasar)
      Tanggal: 27 September 2023, 11:00 WIB
    • Radworks (RAD)
      Nilai Pasar: US$ 67,92 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 2,07 juta (3,05% dari kapitalisasi pasar)
      Tanggal: 28 September 2023, 10:00 WIB
    • Itheum (ITHEUM)
      Nilai Pasar: US$ 9,72 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 2,29 juta (23,56% dari kapitalisasi pasar)
      Tanggal: 28 September 2023, 10:00 WIB
    • Open Campus (EDU)
      Nilai Pasar: US$ 80,96 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 9,17 juta (11,31% dari kapitalisasi pasar)
      Tanggal: 28 September 2023, 12:00 WIB
    • WOO Network (WOO)
      Nilai Pasar: US$ 289,53 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 2,65 juta (0,92% dari kapitalisasi pasar)
      Tanggal: 29 September 2023, 15:00 WIB
    • Optimism (OP)
      Nilai Pasar: US$ 1,02 miliar
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 30,85 juta (3,03% dari kapitalisasi pasar)
      Tanggal: 30 September 2023, 09:00 WIB
    • Illuvium (ILV)
      Nilai Pasar: US$ 141,38 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 1,53 juta (1,08% dari kapitalisasi pasar)
      Tanggal: 30 September 2023, 09:00 WIB
    • API3 (API3)
      Nilai Pasar: US$ 94,89 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 1,22 juta (1,29% dari kapitalisasi pasar)
      Tanggal: 30 September 2023, 09:00 WIB
    • Echelon Prime (PRIME)
      Nilai Pasar: US$ 92,47 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 3,21 juta (3,47% dari kapitalisasi pasar)
      Tanggal: 30 September 2023, 09:00 WIB
    • Beta Finance (BETA)
      Nilai Pasar: US$ 57,03 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 2,79 juta (4,90% dari kapitalisasi pasar)
      Tanggal: 30 September 2023, 19:00 WIB
    • Merit Circle (MC)
      Nilai Pasar: US$ 137,75 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 4,60 juta (3,34% dari kapitalisasi pasar)
      Tanggal: 1 Oktober 2023, 10:00 WIB
    • Solend (SLND)
      Nilai Pasar: US$ 19,53 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 1,22 juta (6,26% dari kapitalisasi pasar)
      Tanggal: 1 Oktober 2023, 10:00 WIB
    • Ondo Finance (ONDO)
      Nilai pasar: –
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 6,95 juta
      Tanggal: 1 Oktober 2023, 10:00 WIB
    • Hooked Protocol (HOOK)
      Nilai Pasar: US$ 44,05 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 3,67 juta (8,33% dari kapitalisasi pasar)
      Tanggal: 2 Oktober 2023, 23:00 WIB

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 17 Altcoin Akan Token Unlock Pekan Ini, Antisipasi Gerak Harga Kripto

    Pasar kripto selalu menyajikan berbagai kejutan, dan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi harga adalah token unlock. Pekan ini, kita akan menyaksikan tidak kurang dari 17 altcoin yang akan menghadapi token unlock, yang berarti sejumlah besar token akan tersedia untuk diperdagangkan.

    Hal ini bisa menjadi momen yang menarik bagi para trader dan investor kripto, karena peristiwa ini seringkali mempengaruhi volatilitas pasar. Mari kita lihat beberapa proyek yang akan menghadapi token unlock pekan ini dan antisipasi gerak harga yang mungkin terjadi.

    Daftar Altcoin Token Unlock

    • Lido DAO (LDO)
      Nilai Pasar: US$ 1,35 miliar
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 11,98 juta (0,89% dari Kapitalisasi Pasar)
      Tanggal: 18 September 2023, 10:00 WIB
    • Primer (ASTR)
      Nilai Pasar: US$ 260,63 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 3,09 juta (1,18% dari Kapitalisasi Pasar)
      Tanggal: 18 September 2023, 10:00 WIB
    • Echelon Prime (PRIME)
      Nilai Pasar: US$ 96,02 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 2,76 juta (2,87% dari Kapitalisasi Pasar)
      Tanggal: 18 September 2023, 10:00 WIB
    • PlayZap (PZP)
      Nilai Pasar: US$ 5,36 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 1,66 juta (31,71% dari Kapitalisasi Pasar)
      Tanggal: 19 September 2023, 10:00 WIB
    • Winerz (WNZ)
      Nilai pasar: –
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 1,15 juta
      Tanggal: 19 September 2023, 10:00 WIB
    • Braintrust (BTRST)
      Nilai Pasar: US$ 48,65 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 1,08 juta (2,21% dari Kapitalisasi Pasar)
      Tanggal: 20 September 2023, 10:00 WIB
    • XANA (XETA)
      Nilai Pasar: US$ 10,24 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 1,00 juta (9,89% dari Kapitalisasi Pasar)
      Tanggal: 20 September 2023, 10:00 WIB
    • XPLA (XPLA)
      Nilai Pasar: US$ 33 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 8,80 juta
      Tanggal: 21 September 2023, 10:00 WIB
    • C2X (CTX)
      Nilai Pasar: US$ 4,4 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 60,10 juta
      Tanggal: 21 September 2023, 10:00 WIB
    • Avalanche (AVAX)
      Nilai Pasar: US$ 3,26 miliar
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 87,59 juta (2,70% dari Kapitalisasi Pasar)
      Tanggal: 21 September 2023, 21:00 WIB
    • Covalent (CQT)
      Nilai Pasar: US$ 40,00 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 1,48 juta (3,69% dari Kapitalisasi Pasar)
      Tanggal: 22 September 2023, 03:00 WIB
    • Algorand (ALGO)
      Nilai Pasar: US$ 746,13 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 3,17 juta (0,43% dari Kapitalisasi Pasar)
      Tanggal: 22 September 2023, 10:00 WIB
    • Space ID (ID)
      Nilai Pasar: US$ 77,09 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 3,80 juta (4,93% dari Kapitalisasi Pasar)
      Tanggal: 22 September 2023, 06:00 WIB
    • Bonfida (FIDA)
      Nilai Pasar: US$ 15,90 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 2,79 juta (17,43% dari Kapitalisasi Pasar)
      Tanggal: 23 September 2023, 10:00 WIB
    • Coin98 (C98)
      Nilai Pasar: US$ 78,18 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 2,65 juta (3,39% dari Kapitalisasi Pasar)
      Tanggal: 23 September 2023, 02:00 WIB
    • Ribbon Finance (RBN)
      Nilai Pasar: US$ 92,81 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 3,71 juta (3,99% dari Kapitalisasi Pasar)
      Tanggal: 24 September 2023, 10:00 WIB
    • Mask Network (MASK)
      Nilai Pasar: US$ 210,29 juta
      Jumlah Pembukaan Token: US$ 1,63 juta (0,78% dari Kapitalisasi Pasar)
      Tanggal: 24 September 2023, 18:00 WIB

    Antisipasi Gerak Harga Kripto

    jenis altcoin yang menarik perhatian
    Ilustrasi aset kripto altcoin.

    Baca juga: Dua Indikator Teknis yang Mengarah ke Bitcoin Berpotensi Bullish

    Token unlock seringkali menjadi momen krusial dalam perjalanan sebuah altcoin. Pedagang dan investor kripto harus mengikuti perkembangan ini dengan cermat dan mempertimbangkan beberapa faktor kunci yang dapat memengaruhi harga:

    1. Volume Perdagangan: Volume perdagangan adalah indikator penting untuk mengukur minat pasar terhadap altcoin tersebut. Dalam banyak kasus, volume perdagangan meningkat secara signifikan selama periode token unlock.

    2. Sentimen Pasar: Sentimen pasar dapat berubah secara dramatis selama token unlock. Investor mungkin bersiap untuk menjual atau membeli lebih banyak token, tergantung pada ekspektasi mereka terhadap proyek tersebut.

    3. Penguncian Kembali Token: Beberapa proyek menerapkan kebijakan penguncian kembali token yang dapat membatasi akses investor besar untuk menjual semua token mereka sekaligus. Hal ini dapat mengurangi dampak token unlock terhadap harga.

    4. Pengumuman Proyek: Pengumuman terbaru dari tim pengembang atau perkembangan teknis penting dapat mempengaruhi harga altcoin, terlepas dari token unlock.

    5. Pergerakan Pasar Umum: Kondisi pasar kripto secara keseluruhan juga berpengaruh. Jika pasar sedang dalam tren bullish, altcoin mungkin lebih mungkin untuk mengalami lonjakan harga.

    6. Aksi Harga Historis: Melihat bagaimana token tersebut telah bereaksi terhadap token unlock di masa lalu dapat memberikan wawasan tentang apa yang mungkin terjadi.

    Bagi mereka yang terlibat dalam perdagangan kripto, penting untuk merencanakan strategi yang bijak dan mengantisipasi potensi volatilitas selama periode token unlock. Risiko dan potensi imbalan perlu dievaluasi secara hati-hati, dan setiap keputusan perdagangan harus didasarkan pada informasi yang teliti dan pemahaman yang mendalam tentang proyek-proyek yang terlibat.

    Sebagai kesimpulan, token unlock dapat menjadi momen menarik dalam pasar kripto. Para pelaku pasar perlu memahami implikasi potensialnya dan mengambil tindakan yang sesuai dengan tujuan investasi dan toleransi risiko mereka. Dalam lingkungan kripto yang selalu berubah, pengetahuan dan kewaspadaan adalah kunci untuk mencapai kesuksesan dalam perdagangan dan investasi.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com