Author: 32

  • Inflasi dan Belanja Melambat, The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga

    Federal Reserve (The Fed) diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga acuan karena inflasi melandai dan pengeluaran konsumen menunjukkan perlambatan. Data terbaru menunjukkan bahwa laju inflasi tahunan pada April turun menjadi 2,1%, mendekati target Fed sebesar 2%, sementara belanja konsumen nyaris stagnan dan tingkat tabungan meningkat.

    Menurut laporan Departemen Perdagangan AS pada Jumat (30/5), pengeluaran hanya tumbuh 0,2% di bulan April, sedangkan tingkat tabungan pribadi naik menjadi 4,9% dari sebelumnya 4,3%. Kondisi ini mencerminkan kehati-hatian masyarakat akibat ketidakpastian kebijakan tarif yang terus berubah.

    Inflasi Mereda?

    Meski inflasi mulai mereda, para pejabat The Fed belum melihat alasan cukup kuat untuk menurunkan suku bunga. Mereka memilih bersikap hati-hati, apalagi di tengah meningkatnya tekanan dari kebijakan tarif Presiden Donald Trump yang berpotensi mendorong biaya impor naik. Banyak pelaku usaha mulai membebankan biaya tambahan ini kepada konsumen.

    Ilustrasi inflasi AS. Foto: Reuters.
    Ilustrasi inflasi AS. Foto: Reuters.

    Baca juga: Apa itu The Fed dan Kenapa Kebijakannya Mempengaruhi Pasar?

    Dikutip Cryptopolitan, Olu Sonola dari Fitch Ratings menyebutkan bahwa penurunan inflasi bulan April bisa jadi hanya “ketenangan sebelum badai.” Ia menambahkan, kecuali terjadi lonjakan PHK atau penurunan tajam dalam belanja konsumen, Fed kemungkinan besar akan tetap mempertahankan suku bunga.

    Tahan Suku Bunga Lagi?

    Sejak Desember, The Fed menahan suku bunga jangka pendek di kisaran 4,25%–4,50%. Dalam pernyataan pasca-pertemuan bulan Mei, para pejabat menegaskan fokus utama tetap pada inflasi. Presiden Fed San Francisco, Mary Daly, menekankan bahwa tekanan harga masih tinggi dan suku bunga harus tetap cukup ketat untuk menekan inflasi.

    Senada dengan Daly, Lorie Logan dari Fed Dallas menyatakan bahwa ketidakpastian dampak kebijakan perdagangan terhadap inflasi maupun pasar tenaga kerja membuat Fed enggan bertindak tergesa-gesa. “Risikonya masih seimbang,” ujarnya.

    Meski begitu, pasar keuangan mulai memperkirakan bahwa penurunan suku bunga bisa dimulai pada September, dengan ekspektasi suku bunga turun ke kisaran 3,75%–4,0% di akhir tahun. Namun, hingga kini, belum ada sinyal konkret dari The Fed untuk mengubah arah kebijakan kecuali terjadi perubahan signifikan pada inflasi atau pasar tenaga kerja.

    Baca juga: Kripto Potensi Tetap Menguat, Trump Desak Fed Pangkas Suku Bunga


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network Anjlok 15%: Sinyal Penurunan Lanjutan Terlihat

    Harga token Pi Network (PI) terus mengalami tekanan jual signifikan. Saat artikel ini ditulis, PI diperdagangkan di kisaran $0,6894, mencatat penurunan harian sebesar 6% dan koreksi mingguan mencapai 15%.

    Sejak menyentuh puncak hampir $3 pada Februari lalu, nilai Pi Coin telah merosot lebih dari 75%. Walau sempat menunjukkan tanda-tanda pemulihan di awal Mei dengan lonjakan harga hampir 200% hingga mencapai $1,67, tren tersebut tidak bertahan lama. Harga kembali merosot secara konsisten, menghapus sebagian besar keuntungan tersebut.

    Saat ini, PI berada di kisaran sempit antara $0,688 dan $0,816, menempel pada level support penting. Meski harganya menurun, volume perdagangan justru meningkat tajam, naik 42% dalam 24 jam terakhir menjadi lebih dari $158 juta. Hal ini menunjukkan peningkatan aktivitas pasar—namun sebagian besar bersifat bearish.

    Data On-chain Pi Network

    Dilaporkan Crypto News, data on-chain juga memperkuat potensi tekanan jual yang berkelanjutan, dengan meningkatnya arus token masuk ke bursa. Pada bulan Juni, sekitar 263 juta token PI akan dilepas ke pasar, disusul oleh 233 juta di bulan Juli dan 132 juta pada Agustus. Ini berpotensi menambah tekanan pada harga jika permintaan tak mampu menyerap pasokan baru.

    Dari sisi teknikal, PI masih berada dalam tren menurun. Seluruh moving average utama—termasuk EMA dan SMA untuk periode 10, 20, 50, hingga 100 hari—masih berada di atas harga saat ini. Bollinger Bands yang sebelumnya melebar kini mulai menyempit, dengan PI berada di dekat batas bawahnya, mengindikasikan tekanan jual yang masih dominan.

    Analisis harga Pi Coin. Kredit:Crypto news.
    Analisis harga Pi Coin. Kredit:Crypto news.

    Baca juga: Pi Network Turun 40% dari Puncak Mei, Uji Level Support Kunci

    Indikator momentum juga mendukung pandangan bearish. MACD masih berada di bawah garis sinyal dan bernilai negatif, menunjukkan potensi lanjutan tren turun. Osilator Awesome juga memancarkan sinyal merah, mencerminkan lemahnya kekuatan beli.

    RSI saat ini berada di angka 43,6—tepat di bawah zona netral—mengindikasikan kurangnya sentimen bullish yang kuat. Sementara itu, RSI stokastik mencatat angka 2,77, menandakan kondisi sangat oversold, tetapi belum menunjukkan tanda pembalikan arah yang jelas.

    Analisis Teknikal

    Indeks Arah Rata-rata (ADX) berada di level 29,9, sedikit di bawah ambang penting 30. Ini menandakan bahwa tren saat ini cukup kuat, meskipun mungkin mulai kehilangan momentum.

    Jika harga berhasil menembus area resistensi $0,75–$0,78 secara konsisten, bisa terjadi perubahan sentimen pasar. Namun, jika tekanan jual terus berlanjut, zona support berikutnya berada di $0,60 dan $0,50.

    Meski dalam jangka pendek harga PI berada dalam tekanan, Pi Network tetap berupaya menciptakan nilai jangka panjang. Salah satu langkah strategisnya adalah peluncuran dana Pi Network Ventures senilai $100 juta untuk mendukung proyek-proyek nyata di sektor e-commerce, fintech, game, dan kecerdasan buatan. Namun selama permintaan pasar belum meningkat secara signifikan, tekanan teknikal tetap mendominasi pergerakan harga PI.

    Baca juga: Pi Network Tertekan Sentimen Bearish, Harga Bisa Turun ke $0,57?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apakah Harga Akan Anjlok 15%?

    Seorang investor besar (whale) baru saja menjual 502,5 miliar token PEPE senilai $6,47 juta, mengantongi keuntungan sebesar $7,47 juta hanya dalam waktu satu bulan.

    Aksi ambil untung ini memicu kekhawatiran akan potensi penurunan lebih lanjut pada harga PEPE. Per 30 Mei 2025, harga token ini telah turun 11% dan menunjukkan sinyal bearish yang kuat, membuka kemungkinan koreksi lanjutan hingga 15% menuju kisaran $0,0000111.

    Volume Perdagangan Menyusut, Sentimen Negatif Meningkat

    Pada saat artikel ini ditulis, PEPE diperdagangkan di sekitar $0,0000128. Volume perdagangan mengalami penurunan sebesar 15% menurut data CoinMarketCap, mencerminkan ketakutan dan kehati-hatian di kalangan investor. Banyak yang memilih untuk menepi seiring tren pelemahan harga yang terus berlanjut.

    Whale Realisasikan Keuntungan, Tapi Masih Pegang Separuhnya

    Dilaporkan Ambcrypto, whale tersebut membeli token PEPE sekitar akhir April atau awal Mei dan kini menjual lebih dari 500 miliar token ke Binance, namun masih menyimpan sekitar 497,5 miliar token senilai $6,41 juta.

    Aksi jual ini terjadi saat PEPE keluar dari pola ascending triangle (segitiga naik) yang biasa dianggap sebagai sinyal kelanjutan tren naik. Namun, dalam kasus ini, breakout justru terjadi ke bawah dan memperkuat sentimen bearish.

    Pergerakan harga PEPE (PEPE/USDT) pada Sabtu, 31 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga PEPE (PEPE/USDT) pada Sabtu, 31 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: PEPE Coin: Koin Meme yang Menarik Perhatian Investor Kripto di 2025

    Analisis Teknikal: Target Turun ke $0,0000111

    Grafik harian dan 4 jam menunjukkan bahwa PEPE sedang berada dalam fase koreksi. Jika tren penurunan terus berlanjut, token ini berpotensi menyentuh support di $0,0000111 yang juga mendekati level EMA 200 hari — area yang penting untuk mempertahankan momentum jangka panjang.

    Indeks Kekuatan Relatif (RSI) saat ini berada di angka 52, menunjukkan bahwa PEPE belum berada di wilayah jenuh beli maupun jenuh jual, dengan tekanan beli dan jual yang relatif seimbang.

    Data On-Chain: Aktivitas Whale Meningkat

    Menurut platform analitik IntoTheBlock, volume transaksi besar yang biasanya melibatkan institusi dan paus melonjak 4,09%. Lonjakan ini dapat diartikan dua arah: apakah para paus bersiap keluar dari pasar, atau justru bersiap untuk kembali mengakumulasi di harga rendah.

    Data dari CoinGlass menunjukkan level penting untuk potensi likuidasi berada di $0,00001259 (support) dan $0,00001351 (resistance). Saat ini, terdapat posisi long sebesar $2,39 juta dan posisi short sebesar $7,65 juta yang bisa terkena likuidasi jika harga bergerak secara signifikan ke salah satu arah.

    Baca juga: Whale Lepas Kendali: 11,75 Triliun PEPE Diperdagangkan dalam 24 Jam


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Didorong Spekulasi ETF dan Aktivitas Jaringan

    XRP kembali menjadi sorotan utama di dunia kripto. Spekulasi seputar peluncuran dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) untuk XRP serta lonjakan aktivitas jaringan yang belum pernah terjadi sebelumnya menjadi pendorong utama optimisme pasar terhadap aset digital ini. Target harga $5 pun kini dianggap realistis oleh sejumlah analis.

    Pola Bullish dan Momentum Harga

    Analis pasar terkemuka, CobraVanguard, mencatat bahwa XRP baru saja menembus pola teknikal falling wedge atau irisan jatuh—sebuah sinyal teknikal yang dikenal sebagai indikator bullish.

    “XRP siap untuk naik atau bagaimana? XRP Ripple telah berhasil keluar dari pola baji jatuh dan menguji ulang zona breakout. Harganya bertahan dengan kuat di atas resistensi sebelumnya, yang sekarang bertindak sebagai support yang solid,” ungkap CobraVanguard.

    Menurut laporan Newsbtc, pola falling wedge sendiri merupakan formasi teknikal yang ditandai oleh titik tertinggi dan terendah yang terus menurun, dan umumnya menandakan potensi pembalikan arah dari tren turun menjadi tren naik. Penembusan ke atas dari pola ini membuka peluang besar bagi XRP untuk melanjutkan reli harga.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 31 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 31 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: X Luncurkan Beta X Money: Pembayaran DOGE dan XRP Segera Hadir?

    Aktivitas Jaringan XRP Capai Rekor Tertinggi

    Dukungan terhadap prospek bullish XRP juga datang dari data on-chain. Menurut analis kripto Brett, jumlah alamat aktif XRP pada tahun 2025 mencetak rekor tertinggi sepanjang masa—melampaui laju pertumbuhan harga.

    “Alamat aktif XRP melonjak ke rekor tertinggi pada tahun 2025, melampaui pertumbuhan harga. Apakah XRP akan meledak?” ujar Brett.

    Data ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam jumlah dompet yang melakukan transaksi pengiriman atau penerimaan XRP. Kenaikan aktivitas ini merupakan sinyal kuat bahwa adopsi dan minat terhadap XRP kian meningkat.

    Spekulasi ETF dan Akuisisi Circle Jadi Pemantik Baru

    Spekulasi terkait peluncuran ETF XRP memberikan sentimen positif tambahan. ETF umumnya dianggap sebagai pintu masuk bagi investor institusional untuk masuk ke pasar kripto, dan kehadirannya dapat membawa aliran modal yang besar ke dalam ekosistem XRP.

    Lebih lanjut, komunitas XRP juga menaruh harapan besar terhadap langkah strategis Ripple yang tengah mengakuisisi Circle, penerbit stablecoin USDC. Akuisisi ini diyakini dapat mengubah Ripple menjadi pemain utama dalam pasar stablecoin dan memfasilitasi miliaran dolar likuiditas baru yang akan mengalir ke dalam ekosistem XRP.

    Dengan kombinasi analisis teknikal yang bullish, lonjakan aktivitas jaringan, dan potensi dorongan dari ETF serta akuisisi strategis Ripple terhadap Circle, XRP berada dalam posisi kuat untuk mengejar target harga ambisius di level $5. Para investor dan pengamat pasar kini menantikan apakah momentum ini akan terwujud dalam waktu dekat.

    Baca juga: Harga XRP Kembali Melemah, Apakah Koreksi Lebih Dalam Akan Terjadi?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Staking ETF Solana dan Ethereum Akan Hadir Lebih Cepat di Pasar AS

    Gelombang baru produk investasi berbasis kripto akan segera hadir di pasar keuangan Amerika Serikat. REXShares, salah satu manajer aset terkemuka, dilaporkan telah mengajukan permohonan untuk meluncurkan ETF (Exchange-Traded Fund) yang terkait dengan hasil staking dua aset kripto populer: Solana (SOL) dan Ethereum (ETH).

    Informasi ini pertama kali diungkap oleh analis ETF dari Bloomberg, James Seyffart, yang mencatat bahwa produk ini mengambil jalur regulasi yang tidak biasa dibandingkan ETF kripto sebelumnya.

    Dilaporkan Coindoo, alih-alih melalui proses pengajuan perubahan aturan 19b-4 yang umumnya diwajibkan oleh Securities and Exchange Commission (SEC) untuk ETF spot berbasis kripto, REXShares memilih menggunakan struktur dana yang diatur di bawah Undang-Undang Perusahaan Investasi 1940—lebih dikenal sebagai “Undang-Undang ’40”.

    Jalur Cerdas Hindari Hambatan Regulasi

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 31 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 31 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Anomali Pasar, Tren Bullish Solana di Depan Mata?

    Dengan memanfaatkan struktur hukum dari Undang-Undang ’40, REXShares mungkin dapat menghindari beberapa hambatan regulasi yang selama ini menjadi batu sandungan bagi ETF kripto lainnya, khususnya yang berkaitan dengan praktik staking. SEC sebelumnya menunjukkan kekhawatiran bahwa aktivitas staking bisa dikategorikan sebagai penawaran sekuritas tidak terdaftar.

    Namun dengan kerangka kerja yang lebih mapan dari Undang-Undang ’40, produk ETF ini berpotensi diluncurkan lebih cepat. Meski belum ada tanggal peluncuran resmi, Seyffart mengisyaratkan bahwa ETF staking ini bisa hadir dalam beberapa minggu mendatang.

    Akses Baru bagi Investor AS

    Jika disetujui, ETF ini akan membuka akses yang lebih mudah dan legal bagi investor AS—baik institusional maupun ritel—untuk mendapatkan hasil dari staking aset kripto melalui instrumen investasi tradisional. Ini menandai perubahan besar dalam pendekatan pasar modal terhadap kripto, sekaligus menegaskan meningkatnya minat terhadap produk berbasis hasil (yield-generating) di ekosistem kripto.

    Langkah REXShares ini juga dapat menjadi katalis bagi perusahaan manajemen aset lain untuk mengeksplorasi jalur serupa, membuka era baru bagi produk ETF berbasis kripto yang lebih beragam dan inovatif.

    Baca juga: Solana dan Jupiter: Kripto Menarik Perhatian Investor


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Whale Jual 684.000 ETH, Harga Ethereum Turun Hampir 4%

    Pada akhir Mei 2025, pasar Ethereum (ETH) mengalami tekanan signifikan akibat aksi jual besar-besaran oleh para pemegang besar, atau yang dikenal sebagai “whale” kripto.

    Dalam 24 jam terakhir, lebih dari 684.000 ETH telah dijual, menyebabkan harga Ethereum turun sebesar 3,95% dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor.

    Aksi Jual Whale Kripto: Apa yang Terjadi?

    Data on-chain menunjukkan bahwa dua whale Ethereum yang sebelumnya tidak aktif mulai menjual sebagian besar kepemilikan mereka.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 31 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 31 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Salah satu whale mentransfer 959,69 ETH senilai sekitar $2,54 juta ke bursa OKX, sementara whale lainnya menjual 587 ETH senilai $1,56 juta melalui Kraken.

    Secara keseluruhan, para whale telah menjual total 684.100 ETH dalam sehari, mencerminkan arus keluar modal besar dari pasar Ethereum.

    Baca Juga: EIGEN Melonjak 6,77% Didorong Sentimen Positif Ethereum

    Dampak terhadap Harga dan Sentimen Pasar

    Aksi jual besar-besaran ini telah menekan harga ETH, yang turun hampir 4% dalam 24 jam terakhir, mendekati level dukungan kritis di sekitar $2.324.

    Indikator teknikal seperti rasio beli-jual (Taker’s Buy-Sell Ratio) menunjukkan dominasi penjual, sementara rasio pasokan di bursa mencapai level tertinggi mingguan, menandakan peningkatan tekanan jual. (BTCC)


    Analisis dan Prospek ke Depan

    Jika tekanan jual berlanjut, ETH berisiko menembus kisaran konsolidasi saat ini antara $2.400 dan $2.700, yang dapat menyebabkan penurunan lebih lanjut.

    Namun, jika pasar mampu menyerap tekanan jual ini, ETH mungkin tetap berada dalam kisaran tersebut.

    Aksi jual oleh paus Ethereum telah menciptakan volatilitas signifikan di pasar, menekan harga dan mempengaruhi sentimen investor.

    Investor disarankan untuk memantau perkembangan pasar dengan cermat dan mempertimbangkan strategi manajemen risiko yang tepat dalam menghadapi kondisi pasar yang tidak menentu ini.

    Baca Juga: Ethereum Segera Berbenah: Node Lebih Hemat, Aksesibilitas Meningkat


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Alami Penurunan Signifikan

    Pada akhir Mei 2025, pasar kripto global mengalami tekanan signifikan, dengan kapitalisasi pasar turun 4,3% menjadi $3,414 triliun.

    Sentimen “risk-off” mendominasi, mendorong investor menjauh dari aset berisiko tinggi seperti raja mata uang kripto, Bitcoin.

    Kinerja Bitcoin Menurun

    Sebagai mata uang kripto teratas, Bitcoin menunjukkan penurunan harga yang mencolok.

    Harga Bitcoin (BTC) turun 2,3% menjadi sekitar $103.694, mendekati level dukungan psikologis $100.000.

    Nasib Serupa

    Selain Bitcoin, Ethereum (ETH) juga mengalami penurunan 4,3% ke $2.518,83, mencerminkan tekanan jual yang kuat.

    • Sementara itu, harga XRP turun 2,7% ke $2,14, menunjukkan kelemahan dalam momentum harga.
    • Sedangkan Dogecoin (DOGE) terpaksa merosot 7,8% ke $0,1898, mencerminkan volatilitas tinggi di pasar altcoin.

    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penurunan

    Beberapa faktor utama berkontribusi terhadap penurunan ini:

    1. Ketidakpastian Makroekonomi: Ketegangan geopolitik dan kebijakan moneter global yang ketat meningkatkan ketidakpastian, mendorong investor untuk menghindari aset berisiko.
    2. Tekanan Regulasi: Perkembangan regulasi yang tidak pasti di berbagai yurisdiksi menciptakan ketidakpastian tambahan bagi investor kripto.
    3. Sentimen Pasar Negatif: Penurunan harga yang tajam memicu ketakutan akan penurunan lebih lanjut, mempercepat aksi jual.

    Baca Juga: Tether Ungkap Kepemilikan Bitcoin $10 Miliar dan Cadangan Emas

    Analisis Teknikal dan Prospek Pasar

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 31 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 31 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Secara teknikal, Bitcoin menghadapi level dukungan kritis di sekitar $100.000. Jika harga menembus di bawah level ini, kemungkinan akan terjadi penurunan lebih lanjut.

    Ethereum dan altcoin lainnya menunjukkan pola penurunan yang serupa, menandakan potensi kelanjutan tren bearish.

    Strategi Investor di Tengah Volatilitas

    Dalam kondisi pasar yang tidak menentu ini, investor disarankan untuk:

    • Diversifikasi Portofolio: Menyebarkan investasi ke berbagai aset untuk mengurangi risiko.
    • Manajemen Risiko: Menetapkan batas kerugian dan target keuntungan yang realistis.
    • Pemantauan Pasar: Mengikuti perkembangan berita dan analisis pasar untuk membuat keputusan investasi yang tepat.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Tergelincir di Bawah Support Kunci, Ada Apa?

    Pasar kripto saat ini berada dalam fase koreksi yang signifikan. Investor perlu berhati-hati dan mempertimbangkan strategi investasi yang bijaksana untuk menghadapi volatilitas yang tinggi.

    Meskipun jangka pendek menunjukkan tekanan, prospek jangka panjang tetap bergantung pada perkembangan teknologi dan adopsi kripto secara global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Open Interest Anjlok, Tren Bearish Menguat

    Shiba Inu (SHIB), salah satu meme coin terpopuler, mengalami tekanan pasar yang signifikan.

    Dalam 24 jam terakhir, open interest—indikator jumlah kontrak derivatif terbuka—turun tajam sebesar 24,59%, mencerminkan penurunan minat spekulatif terhadap aset ini.

    Open Interest Menurun: Apa Artinya?

    Penurunan open interest sebesar 24,59% menunjukkan bahwa banyak trader menutup posisi mereka, baik karena realisasi keuntungan maupun menghindari kerugian lebih lanjut.

    Hal ini mencerminkan sentimen pasar yang negatif dan ketidakpastian terhadap pergerakan harga Shiba Inu dalam waktu dekat.

    Baca Juga: Shiba Inu Melemah: Minat Sosial Turun, Harga Terkoreksi

    Analisis Teknikal: Pola Descending Triangle dan Risiko Penurunan Harga

    Secara teknikal, SHIB membentuk pola descending triangle, yang sering kali menjadi pertanda kelanjutan tren bearish.

    Jika harga menembus batas bawah pola ini, ada potensi penurunan lebih lanjut menuju level support berikutnya.

    Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Sabtu, 31 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Sabtu, 31 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Aktivitas Pembakaran Token: Upaya Mengurangi Pasokan

    Dalam upaya meningkatkan nilai token, komunitas SHIB telah membakar lebih dari 143 juta token dalam seminggu terakhir. Meskipun pembakaran ini bertujuan untuk mengurangi pasokan dan meningkatkan harga, dampaknya terhadap harga SHIB belum signifikan.

    Baca Juga: Tingkat Pembakaran Shiba Inu Naik Drastis 1866%, Apa Penyebabnya?

    Waspadai Tren Bearish

    Penurunan open interest yang tajam, pola teknikal bearish, dan sentimen pasar yang negatif menunjukkan bahwa SHIB berada dalam fase koreksi.

    Investor dan trader disarankan untuk berhati-hati dan mempertimbangkan risiko sebelum mengambil posisi dalam aset ini.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pemulihan Dana Disetujui, Cetus Raih Rekor

    Setelah mengalami serangan siber yang mengguncang ekosistemnya, Sui Network menunjukkan ketangguhan dengan langkah pemulihan yang signifikan.

    Para validator jaringan Sui telah menyetujui rencana pemulihan dana, sementara pendapatan dari Cetus, salah satu protokol utama di jaringan ini, melonjak ke rekor tertinggi.

    Persetujuan Rencana Pemulihan Dana oleh Validator Sui

    Dalam pemungutan suara yang berlangsung selama 48 jam dan berakhir pada 29 Mei 2025, sebanyak 90,9% validator Sui menyetujui proposal untuk memulihkan dana sebesar $162 juta yang dibekukan setelah eksploitasi terhadap protokol Cetus pada 22 Mei.

    Dana ini akan dipindahkan ke dompet multisignature yang dikelola bersama oleh Cetus, auditor keamanan OtterSec, dan Sui Foundation.

    Langkah ini bertujuan untuk memastikan transparansi dan keamanan dalam proses pengembalian dana kepada pengguna yang terdampak.

    Baca Juga: Cetus Protocol Janji Ganti Rugi Penuh Usai Peretasan $223 Juta

    Pendapatan Cetus Melonjak ke Rekor Tertinggi

    Seiring dengan implementasi rencana pemulihan, aktivitas jaringan Sui menunjukkan peningkatan yang signifikan.

    Pendapatan Cetus melonjak ke titik tertinggi sepanjang masa, mencerminkan kembalinya kepercayaan pengguna dan meningkatnya aktivitas di jaringan.

    Lonjakan ini menunjukkan bahwa komunitas merespons positif terhadap langkah-langkah pemulihan yang diambil, dan melihatnya sebagai indikator kuat dari keberlanjutan jangka panjang protokol.

    Langkah-Langkah Pemulihan dan Keamanan Tambahan

    Sebagai bagian dari upaya pemulihan, Cetus telah mengamankan pinjaman darurat dari Sui Foundation dan berkomitmen untuk menggabungkan dana yang dipulihkan dengan cadangan perbendaharaan mereka.

    Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa semua pengguna yang terdampak menerima kompensasi penuh.

    Selain itu, Sui Foundation mengumumkan inisiatif keamanan senilai $10 juta untuk meningkatkan praktik audit dan alat verifikasi formal, serta memperluas program bug bounty untuk protokol dengan total nilai terkunci (TVL) tinggi.

    Tantangan dan Diskusi tentang Desentralisasi

    Meskipun langkah-langkah pemulihan ini mendapat dukungan luas, beberapa anggota komunitas kripto mengangkat kekhawatiran mengenai kemampuan validator untuk membekukan dana secara on-chain, yang dianggap bertentangan dengan prinsip desentralisasi.

    Namun, banyak pengamat industri memuji respons cepat dan koordinasi yang efektif sebagai langkah maju dalam menghadapi meningkatnya eksploitasi di industri kripto.

    Baca Juga: Cetus Protocol Sui Diretas: Kerugian $223 Juta, Token Anjlok

    Langkah-langkah pemulihan yang diambil oleh Sui Network dan Cetus menunjukkan komitmen kuat terhadap keamanan, transparansi, dan kepercayaan komunitas.

    Dengan dukungan mayoritas validator dan respons positif dari pengguna, Sui Network berada di jalur yang tepat untuk memulihkan dan memperkuat ekosistemnya pasca insiden eksploitasi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Livepeer (LPT) Melejit 150% Saat Listing di Upbit

    Livepeer (LPT), token kripto yang berfokus pada infrastruktur video terdesentralisasi, mencatat lonjakan harga spektakuler hingga 150% dalam 24 jam terakhir setelah resmi terdaftar di bursa kripto Korea Selatan, Upbit.

    Harga Livepeer mencapai puncak $14,20, tertinggi dalam empat bulan terakhir, meskipun pasar kripto secara umum mengalami penurunan.

    Apa Itu Livepeer (LPT)?

    Livepeer adalah protokol berbasis Ethereum yang menyediakan solusi streaming video terdesentralisasi.

    Dengan memanfaatkan teknologi peer-to-peer dan blockchain, Livepeer memungkinkan penyiaran video langsung dengan biaya lebih rendah dan efisiensi tinggi.

    Token LPT digunakan untuk staking dan mengamankan jaringan, serta mendistribusikan pekerjaan transcoding kepada peserta jaringan.

    Baca Juga: 8 Narasi Kripto Paling Menguntungkan di Q1 2024, Apa Saja?

    Faktor Pendorong Kenaikan Harga

    1. Listing di Upbit: Terdaftarnya LPT di Upbit, salah satu bursa terbesar di Asia dengan volume perdagangan harian melebihi $4 miliar, meningkatkan visibilitas dan aksesibilitas token ini di pasar Asia.
    2. Dukungan dari Grayscale: Grayscale, manajer aset kripto terkemuka, baru-baru ini memasukkan LPT dalam portofolio sektor kripto berbasis kecerdasan buatan (AI) mereka, menandakan kepercayaan institusional terhadap potensi jangka panjang Livepeer.
    3. Minat Investor Institusional: Sebelum lonjakan harga, tercatat adanya akumulasi LPT oleh investor besar (whale) dari Binance sejak pertengahan Mei, menunjukkan keyakinan terhadap prospek token ini.

    Analisis Teknikal dan Prospek

    Lonjakan harga LPT membentuk pola “God candle” pada grafik harian, menembus resistensi sebelumnya di $6,67 dan melampaui rata-rata pergerakan eksponensial 50 dan 100 hari.

    Pergerakan harga Livepeer (LPT/USDT) pada Sabtu, 31 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Livepeer (LPT/USDT) pada Sabtu, 31 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Namun, data on-chain menunjukkan peningkatan pasokan LPT di bursa menjadi lebih dari 2,3 juta token, tertinggi sejak Desember tahun lalu, yang dapat mengindikasikan potensi tekanan jual.

    Selain itu, tingkat pendanaan (funding rate) untuk LPT turun ke -1,7%, terendah dalam beberapa bulan terakhir, menandakan ekspektasi penurunan harga di kalangan trader derivatif.

    Baca Juga: Hifi Finance Alami “Kimchi Premium” Lebih dari 30% di Upbit

    Kenaikan harga Livepeer (LPT) yang signifikan didorong oleh kombinasi faktor fundamental dan sentimen pasar, termasuk listing di Upbit dan dukungan dari institusi besar seperti Grayscale.

    Namun, investor disarankan untuk tetap berhati-hati mengingat potensi koreksi harga akibat faktor teknikal dan on-chain yang mengindikasikan kemungkinan tekanan jual dalam waktu dekat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com