Author: 37

  • Data Berbicara: April Bulan yang Baik Bagi Harga Bitcoin

    Memasuki bulan April 2021, ditandai dengan momen bullish sejumlah koin mata uang kripto, termasuk Bitcoin. Meski di bulan ini, Bitcoin dominance menunjukan penurunan, namun sejarah mencatat setiap bulan April harga BTC selalu meyakinkan.

    Per tanggal 4 April 2021, tren Bitcoin memang sedang berada di zona sideways. Sejak tanggal 1, Bitcoin hanya mampu mengejar resistensi di harga US$ 60 ribu. Selebihnya, grafik Bitcoin terkesan melayang-layang.

    Tercatat, selama tiga hari ini harga Bitcoin mengalami koreksi yang tipis ke harga US$57.168. Namun, pergerakan setelahnya masih berkutat di harga US$ 58-59 ribu.

    Namun, data berbicara bahwa April kerap menjadi bulan yang baik bagi mata uang kripto terbesar di dunia ini. Sejak tahun 2011 hingga 2020, persentase pengembalian atau keuntungan Bitcoin di bulan April selalu dominan di antara bulan-bulan yang lain.

     

    April tahun 2011, merupakan momentum kenaikan harga Bitcoin paling tinggi, sebesar 346,09%.

    Di April tahun ini, bisa saja Bitcoin kembali mengulang suksesnya. Sejumlah analis memprediksi bulan April ini akan menjadi momentum bagi Bitcoin untuk kembali menginjak harga tertingginya.

    Baca Juga: Pasar Bitcoin Mulai Jenuh, Siap-siap ALTs Season! 

    Berdasarkan analisa teknikal kami, mayor resistensi Bitcoin saat ini berada di harga Rp 886,456,753. Apabila berhasil menembus angka tersebut BTC bisa saja melanjutkan trennya untuk memperbesar harganya.

    Lebih ekstrim lagi analisa dari CEO CoinCorner, Danny Scott, yang menyebutkan bahwa harga Bitcoin di bulan ini bisa saja menembus harga US$ 83.000 atau sekitar Rp 1,2 miliar. Menurutnya, selama 10 tahun ke belakang, bulan April memberikan keuntungan 51% bagi BTC.

    “Law Average (hukum rata-rata) menunjukan harga #Bitcoin bisa mencapai harga $ 83.000 pada bulan April. Rata-rata lebih dari 10 tahun kebelakang di bulan April + 51%,” tulis Danny melalui akun Twitternya, pada 27 Maret 2021.

    Baca Juga: Inilah 3 Coin yang Akan Menjadi Tren di 2021

    Fundamental

    Secara fundamental, harga Bitcoin di bulan ini pun akan dipengaruhi oleh kemerosotan harga Dollar AS. Kemerosotan harga dollar ini dipengaruhi oleh sejumlah hal, di antaranya bakal terjadinya fenomena de-dolarisasi yang dilakukan Rusia.

    Pemerintah Rusia telah menganjurkan kepada pemilik dollar di negaranya agar memindahkannya ke emas.

    Hal tersebut terkonfirmasi oleh analisis Holger Zschaepitz. Di akun Twitternya, seorang analis pasar di Welt ini mengatakan pangsa dolar AS dari cadangan global menurun dengan cepat karena negara-negara seperti Rusia sedang mengejar strategi de-dolarisasi dan memilih emas.

    “OOPS! Dolar merosot. Sementara bagian Dolar dari cadangan global pada awalnya meningkat pada awal pandemi, ia telah menurun & sekarang berada di hanya 59% —1.5pp penurunan QoQ & terendah sejak 1995. Sebagian dari penurunan karena depresiasi, tetapi juga karena penjualan USD aktif,” tulis Holger pada 3 April 2021.

    Belajar pada kejadian awal-awal pandemi, ketika dalam kondisi seperti ini, sejumlah pemegang aset dollar akan memindahkan uang tunainya tersebut ke sejumlah sektor untuk menjadi pelindung nilainya.

    Pada kuartal pertama 2020, banyak orang yang memindahkan aset mereka ke Bitcoin dan emas.

    UNTUK ANALISA DAN TEKNIKAL KRIPTO KLIK INI

    Disclaimer:

    Perdagangan atau investasi digital asset atau mata uang kripto (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi. Sebelum memutuskan untuk mulai berinvestasi ketahui dulu resikonya. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

    Kami tidak memaksa Anda untuk membeli atau menjual aset digital ini, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Pahami dulu lebih dalam sebelum memutuskan berinvestasi mata uang kripto.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah Prediksi Ethereum yang Anda Wajib Ketahui di 2021

    Siapa sih yang nggak tahu kesuksesan bitcoin pada dua tahun belakangan ini? Naiknya harga bitcoin ini pun turut berpengaruh terhadap aset kripto lainnya, lho. Salah satunya ethereum. Ia juga menunjukkan peningkatan harganya hingga mencapai Rp 28 juta selama hampir dua bulan pada awal tahun 2021 ini.  Jika Anda tertarik untuk investasi di aset kripto ethereum ini, simak dulu yuk prediksi harga ethereum yang akan terjadi di tahun ini!

    Kesuksesan Bitcoin di 2021

    Tahun 2020 merupakan tahun yang bersejarah dan sangat penting bagi perjalanan dunia aset kripto di seluruh dunia. Permintaan bitcoin yang tinggi saat  2020 membuktikan bahwa orang-orang memahami bahwa bitcoin merupakan aset safe haven. Harga bitcoin tetap stabil dan cenderung naik di saat harga aset lainnya mengalami penurunan harga saat pandemi COVID-19 berlangsung.

    Dilansir dari Coinmarketcap, harga bitcoin terus meroket dan mampu menyentuh level tertingginya, yaitu sekitar US$ 29.006 atau sekitar Rp 403 juta pada 31 Desember 2020.

    Seakan ingin mengulang kesuksesannya di tahun 2020, bitcoin terus mengalami tren harga yang positif di awal tahun 2021 ini. Menutup pekan pertama di Januari 2021 (10/1/21), harga bitcoin mampu menyentuh US$ 40.973 atau sekitar Rp 579 juta.

    Walaupun pada pekan selanjutnya di Januari harga bitcoin mengalami penurunan. Tapi itu tak bertahan lama. Pada bulan Februari secara perlahan, harga bitcoin menunjukkan kenaikannya lagi. Pada Selasa (9/2/21) ia sempat menyentuh di harga US$ 47.704 atau sekitar Rp 667 juta per btc.

    Nggak cuman sampai situ, lho. Pada Senin (21/2/21), harga bitcoin berada di level US$ 56.599 atau sekitar 796 juta. Keberhasilan bitcoin pada bulan Februari ini disebabkan karena semakin masifnya pengadopsian bitcoin oleh korporasi. Tesla, adalah salah satu korporasi yang menggadang-gadangkan jika ia telah memborong bitcoin di bulan Februari.

    Prediksi Ethereum di 2021

    Harga ethereum pada tahun ini pun turut naik seiring melonjaknya permintaan pada bitcoin. Ethereum juga mengalami kenaikan harga yang signifikan di awal tahun 2021. Harga ethereum pada Rabu (20/1/21) menembus level tertinggi mencapai Rp 20 juta per etc. Padahal di awal peluncurannya pada 2015 silam, ethereum diperdagangkan di harga kurang dari Rp 40.000 per etc.

    Kini ethereum merupakan aset kripto terpopuler dengan market cap nomor dua terbesar di dunia setelah bitcoin, lho. Dalam satu tahun terakhir, ethereum mampu mengalami kenaikan harga lebih dari 10 kali lipat dalam satu tahunnya. Dilihat dari harga ethereum di awal tahun 2020, ia dijual dengan harga hanya Rp 1,8 juta. Harganya terus naik dan akhirnya berhasil menembus rekor Rp 20 juta di bulan Februari 2021.

    Lantas apa sih yang menyebabkan harga ethereum mengalami tren harga yang positif?

    Nah, kenaikan harga ethereum yang meningkat secara drastis ini bersamaan dengan adanya upgrade jaringan blockchain ethereum menjadi ethereum 2.0. Fase evolusi ethereum 2.0  ini pun sudah dimulai pada akhir Desember 2020 dan akan dilakukan secara bertahap.

    Pada Desember 2020 lalu, penguncian ratusan juta dolar pasokan ethereum sudah dilakukan. Cara tersebut dilakukan untuk mengurangi pasokan Ethereum yang ada sebagai langkah dalam menstabilkan harganya.

    Februari 2021, harga ethereum terus mengalami kenaikan. Berdasarkan data dari Coinmarketcap, harga ethereum mampu mencapai puncak dengan harga US$ 1.994 atau sekitar Rp 28 juta.

    Dilansir dari Warta Ekonomi, kenaikan di bulan Februari ini juga disebabkan karena adanya lonjakan minat dari investor institusional. Di bulan ini, Bursa Chicago Mercantile (CME) meluncurkan uang digital atau token yang memfasilitasi transaksi di Ethereum blockchain.

    Tak hanya sampai situ saja. Harga ethereum diprediksikan akan terus mengalami kenaikan. Menurut salah satu pendiri Aragon, Luis Cuende mengungkapkan bahwa ethereum mampu mencapai US$ 2.500 di 3 bulan ke depan.

    Nah itulah prediksi ethereum yang akan terjadi di tahun 2021 ini. Wah menarik kan? Jika Anda tertarik untuk melakukan investasi pada ethereum, Anda bisa melakukannya di Tokocrypto, lho. Yuk, daftarkan diri Anda segera di www.tokocrypto.com!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Crypto Potensial untuk Mengakhiri Maret dengan Keuntungan

    Pekan ini adalah pekan terakhir untuk Bulan Maret yang juga berarti pekan terakhir untuk kuartal pertama perekonomian global.

    Pada Bulan Maret, Pasar Crypto terlihat dihadapi oleh koreksi yang cukup signifikan, namun nampaknya semua sudah mulai terlihat pulih.

    5 Crypto Potensial Pekan Akhir Maret

    Oleh karena itu, dalam artikel ini akan dituliskan lima crypto potensial untuk mengakhiri Bulan Maret dengan keuntungan bersama pasar yang mulai pulih.

    1. Bitcoin (BTC)

    Crypto pertama adalah Bitcoin yang nampaknya telah mulai bergerak keluar dari zona koreksi pekan lalu.

    Saat ini Bitcoin sedang mengalami konsolidasi setelah berhasil keluar dari zona koreksi, namun kemungkinan akan menguji kembali zona tersebut sebelum naik kembali.

    Dengan mulai meredanya beberapa volatilitas dalam perekonomian akibat mulai transisi ke kuartal kedua, beberapa aset berisiko, seperti saham dan crypto berpotensi mengalami pemulihan.

    Sehingga, Bitcoin memiliki potensi untuk pulih pada beberapa hari ke depan.

    Baca juga:Bitcoin Mencapai Rp1,15 Miliar Bulan Mei, Menurut Beberapa Trader Options

    Namun, Jumat masih terdapat potensi volatilitas dari data ketenagakerjaan Amerika.

    prediksi bitcoin
    Grafik Harian BTCUSD

    Dari sisi teknikal, Bitcoin saat ini kemungkinan akan menguji kembali zona koreksi sebelumnya pada sekitar $54.400 hingga $52.000.

    Namun jika koreksi terus terjadi, kemungkinan besar target selanjutnya berada pada $50.000, yang kemungkinan menghilangkan potensi apresiasi.

    Jika bergerak naik, kemungkinan besar target selanjutnya pada pekan ini dapat kembali ke $59.000 hingga $61.000.

    Apa bila berhasil naik, kemungkinan besar keseluruhan pasar crypto akan berhasil terangkat bersama Bitcoin.

    2. Binance Coin (BNB)

    Binance Coin (BNB) menjadi salah satu crypto yang berpotensi untuk naik pada pekan ini yang terutama terlihat dari sisi teknikalnya.

    Secara fundamental, BNB masih terlihat kuat dengan ekosistem Binance yang masih terus berkembang.

    Binance saat ini terus mengadopsi beberapa proyek baru pada Binance Smart Chainnya.

    Rata-rata proyek-proyek baru tersebut terfokus pada Non Fungible Token (NFT), yang sedang mengalami apresiasi.

    Secara keseluruhan Binance masih kuat, terutama dengan publikasinya yang meluas dan dukungannya terhadap beberapa crypto potensial terbaru.

    Salah satu pendukung utamanya adalah Binance Pay yang nampaknya terus menjadi perhatian utama untuk digunakan secara ritel dalam perekonomian.

    Selain itu, saat ini BNB juga sudah semakin mudah dalam aksesnya kepada Dompet MetaMask, yang juga menarik adopsinya untuk meningkat.

    prediksi bnb
    Grafik Harian BNBUSD

    Dari sisi teknikal, saat ini BNB memperlihatkan pergerakan yang sangat baik, dimana BNB baru saja keluar dari pola descending triangle.

    Saat ini kemungkinan BNB akan menguji kembali zona tersebut sebelum mengalami apresiasi, kesempatan baik untuk membeli.

    Batas pengaman saat ini berada di $256 hingga $234 yang jika ditembus dapat menghilangkan potensi apresiasi.

    Namun, jika naik kembali, kemungkinan besar tujuan selanjutnya berada pada $278 hingga $300 pada pekan ini.

    3. Zilliqa (ZIL)

    Mata uang crypto berikutnya adalah Zilliqa (ZIL) yang merupakan salah satu mata uang crypto Asia terbesar di dunia.

    ZIL saat ini juga sudah bekerja sama dengan Binance, untuk membuat fitur farming pada PancakeSwap.

    Hal tersebut membuat adanya potensi ketertarikan lebih terhadap ZIL akibat potensi keuntungan yang ditawarkan dari farming.

    Dengan dukungan dari Binance, ZIL nampaknya akan merasakan pertumbuhan yang cukup signifikan, sehingga layak untuk dipertimbangkan sebagai investasi.

    Selain itu, Zilliqa nampaknya juga terlibat dalam peluncuran XSGD, crypto untuk Dolar Singapura, yang baru saja meluncur di beberapa bursa.

    Baca juga: Zilliqa Luncurkan Entitas Ekosistem Bisnis, Harganya Terbang

    Oleh karena itu, saat ini ZIL memiliki banyak dorongan dari sentimen positif secara fundamental, dan sisi teknikal mendukung hal tersebut.

    prediksi zil
    Grafik Harian ZILUSD

    Saat ini, dari sisi teknikal, ZIL masih memperlihatkan pergerakan apresiasi yang sangat baik, bahkan sejak beberapa pekan terakhir.

    ZIL juga baru saja keluar dari zona koreksi dalam jangka menengah yang membuat potensi apresiasinya menjadi semakin kuat.

    Batas pengaman ZIL saat ini berada pada $0,16 hingga $0,15 yang jika ditembus, dapat menghilangkan potensi apresiasi.

    Namun, jika terus naik, pekan ini kemungkinan besar dapat mencapai $0,18 hingga $0,21. Mengingat sentimen di sekitarnya potensi tersebut nampaknya masih kuat.

    Baca Juga: Maksimalkan Cuan Dengan Beli Koin Duluan

    4. Solana (SOL)

    Solana (SOL) menjadi crypto yang cukup direkomendasikan oleh beberapa analis di pasar untuk pekan ini, akibat pergerakannya.

    Saat ini dari sisi fundamental, Solana baru saja mengadakan kerja sama bersama dengan OkeX, salah satu bursa terbesar di dunia.

    Selain itu, Solana juga baru saja menjalankan peresmian kerja sama juga dengan AscendEX, yang menjadi sentimen positif tambahan untuk Solana.

    Hal ini terjadi akibat inovasi yang terus diciptakan, serta perbaikan sistem yang terus dilakukan oleh SOL sebagai blockchain.

    Oleh karena itu, harga SOL terus mengalami apresiasi beberapa pekan terakhir, yang membuat harganya juga naik cukup signifikan.

    prediksi sol
    Grafik Harian SOLUSD

    Dari sisi teknikal, SOL baru saja bergerak naik, keluar dari konsolidasinya dalam satu bulan terakhir, membawa potensi adanya pola bullish pennant.

    Jika berhasil terus keluar setelah menguji zona konsolidasi, kemungkinan besar pekan ini SOL dapat mencapai $19,5 hingga $24.

    Bata pengaman saat ini berada pada $17 hingga $15 yang jikaditembus dapat membawa potensi apresiasi untuk mereda.

    5. Kusama (KSM)

    Terakhir adalah Kusama (KSM), salah satu crypto yang terkait kuat dengan Polkadot, dalam pengembangan Parachainnya.

    Dari sisi fundamental, KSM masih terdorong bersama Polkadot yang juga mulai mengalami apresiasi kembali.

    Kusama menjadi crypto yang sering dibahas oleh influencer crypto secara internasional, sehingga memiliki potensi apresiasi yang baik pekan ini.

    Saat ini Kusama menjalankan kerja sama bersama Enjin, yang membuat sentimen positif, mengingat Enjin yang terikat dengan NFT.

    Kusama juga terus melakukan uji coba dan evaluasi jaringan untuk memastikan skalabilitas dari Parachain Polkadot terus berjalan dengan lancar.

    Dengan fitur cross-chain atau lintas blockchain yang masih terus di dorong oleh Kusama, KSM menjadi crypto yang baik untuk dipertimbangkan

    prediksi ksm
    Grafik Harian KSMUSD

    Dari sisi teknikal, saat ini KSM masih bergerak sangat positif sejak beberapa pekan terakhir, dan bertahan di zona apresiasi.

    Kemungkinan besar saat ini akan terjadi koreksi kecil sebelum naik lebih tinggi, melanjutkan pergerakan apresiasinya.

    Saat ini batas pengaman berada pada $521 hingga $491 yang jika ditembus dapat menghilangkan potensi apresiasi.

    Ke depannya, jika bergerak naik kembali, KSM dapat menyentuh $543 hingga $576 pada pekan ini, yang juga akan terjadi bersama pemulihan pasar crypto.

    Disclaimer

    Perdagangan Digital Asset (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi, ketahui dan kelola risiko Anda dalam melakukan perdagangan Digital Asset. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

    Kami tidak memaksa pengguna untuk membeli atau menjual Digital Asset, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan Digital Asset merupakan keputusan independen oleh pengguna.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pomp: NFT Akan Terus Kuat

    NFT sedang laku keras. Seniman grafis Mike Winklemann alias Beeple, berpendapat situasi saat ini adalah gelembung. Sedangkan Pompliano yakin nilainya justru terus menguat.

    “Saya pikir ini adalah gelembung kalau bicara jujur. Saya melihatnya seperti analogi awal Internet saat ada gelembung kemudian itu meletus,” ucap Winklemann.

    Kendati demikian, pendukung Bitcoin, Anthony Pompliano meramalkan pematangan kegunaan NFT selain penjualan dan pembelian.

    Baca Juga: Bitcoin Mencapai Rp1,15 Triliun Bulan Mei, Menurut Beberapa Trader Options

    Ia melihat pertumbuhan pasar sekunder dalam bentuk pendapatan melalui aset NFT.

    Pomp menggambarkan pasar NFT saat ini sebagai sesuatu yang lebih besar. Seperti Internet yanng memaksa aplikasi baru dan cara baru menyelesaikan beragam masalah, NFT juga akan mengubah status quo.

    Dilansir dari podcast pribadi Pomp beberapa waktu lalu, Pompliano menyampaikan pandangannya soal NFT dengan menjelaskan pasar sekunder.

    Ia mengambil contoh museum virtual yang dapat diakses melalui virtual reality. Pemilik aset NFT dapat menampilkan properti mereka dalam musem itu dan menerima royalti dari para pengunjung.

    Menurut Pomp, dalam museum virtual ini, seseorang dapat membeli barang digital dan memajang barang itu di museum tersebut. Pengunjung dapat masuk realitas virtual dan mendatangi tempat itu.

    Nilai Langka NFT

    Selain itu, Pompliano menyoroti aset kripto berjenis khusus itu dapat menjamin penghasilan dari penjualan pasar sekunder.

    Dalam hal tiket acara, pembeli hanya membayar sekali saja kepada penjual. Dengan tiket NFT, penghasilan dapat diotomasi setiap kali tiket tersebut dijual ulang.

    “Untuk barang digital, saya bisa memasukkan kode ke aset itu dan berkata setiap kali barang ini berpindah tangan saya dapat 10 persen,” jelas Pomp.

    Sebelum Covid, pasar sekunder tiket diperkirakan mencapai US$15 milyar, di mana tidak satu peserpun yang didapatkan artis atau penyelenggara acara.

    Argumen melawan NFT tetap mekar, terutama saat artis tenar mampu meraup penghasilan luar biasa.

    Pompliano membantah argumen dengan dasar kelangkaan. Ia berkata NFT sebenarnya mengikuti hukum permintaan dan penawaran yang sama seperti pasar lain, termasuk di pasar aset kripto secara umum.

    “Apa yang mendorong harga Bitcoin? Kelangkaan, ada 21 juta BTC. Apa yang mendorong pasar seni tradisional? Kelangkaan. Apa yang mendorong harga sepatu kets dan ekonomi beserta budaya terkait? Kelangkaan,” jelas Pomp.

    Mengikuti pola pikir tersebut, penaksiran US$69,3 juta bagi “The First 5000 Days” karya Beeple masuk akal.

    Baca Juga: Theta Siapkan Toko Daring NFT?

    Vignesh Sundaresan, pemenang lelang karya tersebut, menggambarkannya sebagai perwakilan 13 tahun usaha, melampaui kemampuan dan teknik dan menampung waktu serta tidak bisa diretas.

    Sundaresan meyakini karya seni tersebut kelak bisa bernilai US$1 milyar. Entah kapan Sundaresan bisa menjual itu ya?



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Mencapai Rp1,15 Triliun Bulan Mei, Menurut Beberapa Trader Options

    Mayoritas trader options di Amerika, menyatakan bahwa Bitcoin dapat mencapai Rp 1,15 Triliun sekitar Bulan Mei 2021.

    Data dari perusahaan analisis, Skew, menyatakan bahwa ada kemungkinan sebesar 6% bahwa mereka akan benar dalam prediksinya.

    Trader Options Prediksi Bitcoin Rp1,15 Triliun

    Dengan antisipasi terhadap melantainya Coinbase di pasar saham Amerika , para trader options memperkirakan Bitcoin akan naik.

    Pada 24 Maret 2021, pendiri dari perusahaan analisis crypto, Glassnode, menytakan mayoritas trader options di Deribit, menyatakan Bitcoin akan mencapai Rp1,15 Triliun.

    Baca juga: CEO SkyBridge Capital Ungkap Bitcoin Lebih Baik dari Emas tapi Ada Syaratnya

    Mereka memprediksi bahwa harga tersebut akan dicapai oleh Bitcoin pada 30 April 2021, walau belum ada bukti nyata atau konfirmasi apa pun.

    Namun, semua dilihat dari data sentimen pasar dimana terdapat kontrak options senilai 4.000 Bitcoin telah dibeli dengan target di harga tersebut.

    Jika pada April 2021 Bitcoin tidak menyentuh harga tersebut, mayoritas kontrak tersebut akan kadaluarsa dengan kerugian.

    Namun, menurut Skew, kemungkinan bahwa mereka benar ada di sekitar 6,19%, yang nampaknya masih sangat kecil, walau masih mungkin.

    prediksi bitcoin

    Selain itu, terdapat juga beberapa bukti yang mendukung bahwa prediksi mayoritas trader tersebut dapat tercapai.

    Baca Juga: Mobil Tesla Sudah Bisa Dibeli Pakai Bitcoin

    Beberapa Data Mendukung Prediksi

    Salah satu hal yang mendukung adalah volume di sekitar kontrak derivatif yang memiliki target di Rp1.73 Triliun untuk Bitcoin.

    Hal tersebut berarti bahwa jika mereka benar, ada kemungkinan bahwa Bitcoin dapat naik hingga harga tersebut dalam Bulan April 2021.

    Namun, menurut Skew, kemungkinan prediksi tersebut menjadi benar hanya 2,15% yang menandakan kemungkinannya masih sangat kecil.

    Tapi, volume pihak yang memprediksi bahwa Bitcoin akan turun juga terlihat signifikan.

    Sehingga masih ada kemungkinan bahwa prediksi harga di sekitar Rp1 Triliun sulit dicapai.

    Skew memperlihatkan bahwa kontrak options Bitcoin kadaluarsa 30 April 2021 adalah kontrak ketiga terbesar dalam volume di pasar derivatif Bitcoin.

    Saat ini, volume pembukaan kontrak tersebut telah mencapai nilai yang setara dengan 38.700 BTC, menandakan besarnya volume Bitcoin tersebut.

    Kontrak dengan kadaluarsa 21 Juni 2021 untuk Bitcoin menjadi peringkat kedua dengan volume pembukaan setara dengan 42.300 Bitcoin.

    Walau terdapat persaingan dari Chicago Mercantile Exchange (CMEE) ke dalam sektor kontrak derivatif Bitcoin di 2020, Deribit masih mendominasi dalam volume.

    Sehingga, data riset yang didapatkan oleh Skew memperlihatkan data yang tidak bias dan dapat dijadikan acuan.

    Skew memprediksi bahwa 91% kontrak options yang diperdagangkan dalam 24 jam terakhir, terjadi di Deribit.

    Angka tersebut diikuti Bit.com sebesar 5%, OKEx dengan 2% dan CME serta LedgerX masing-masing 1%.

    Hari ini, terdapat kontrak options senilai 117,900 BTC yang akan kadaluarsa dengan nilai sekitar Rp85,6 Triliun.

    Sehingga terdapat kemungkinan volatilitas pada perdagangan di pasar Bitcoin hari ini.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sukses Digelar, Indonesia Blockchain Week Binance Summit 2021 Berhasil Menarik 10.000 Pendaftar dan 65.000 Views

    Jakarta, 21 Maret 2021 – Indonesia Blockchain Week X Binance Summit 2021 sukses digelar Sabtu (20/3), disaksikan lebih dari 6.000 peserta secara virtual, 65.000 views di Youtube, didukung oleh lebih dari 40 partner, 15 media partner dan menghadirkan lebih dari 15 narasumber lokal dan mancanegara. Berlangsung dari jam 10 pagi hingga jam 4 sore, webinar ini tidak hanya dapat disaksikan oleh masyarakat di Indonesia tetapi di seluruh dunia. IBW X Binance Summit 2021 diselenggarakan dengan tujuan untuk mengenalkan masyarakat serta mendalami penggunaan ekosistem dan keunggulan teknologi Binance Smart Chain dan lebih dalam mengenai CeFi dan DeFi.

    Pada awal sesi online summit, Pang Xue Kai, CEO Tokocrypto mengumumkan pencapaian Tokocrypto sampai kurun waktu Q1 2021. Pencatatan volume transaksi harian lebih dari 25 juta USD, user yang teregistrasi lebih dari 300.0000, weekly active trader mencapai 50.000 user, dan mobile apps download, sejak pertama diluncurkan di Oktober 2020 telah hit di 200.000 pada akhir minggu lalu. Begitu juga dengan pertumbuhan community yang mengalami pertumbuhan 200% dari akhir tahun 2020 sampai Q1 2021 dan per hari ini; total community sebesar 176.000 dan total follower twitter account mencapai 154.000.

    T.K Harmanda atau yang akrab disapa Manda, COO Tokocrypto mengatakan bahwa kemudahan penggunaan dan ekosistem yang terus berkembang dengan sangat baik membuat adopsi Binance Smart Chain ini berkembang sangat pesat di seluruh dunia.

    “Indonesia sendiri merupakan negara teratas di Asia Tenggara dan terbesar ke-5 di dunia yang mengadopsi blockchain protocol ini. Menyadari potensinya, Binance Smart Chain resmi bermitra dengan Tokocrypto untuk menumbuhkan dan mengembangkan ekosistem ini di Indonesia, khususnya pada lingkup CeFi dan DeFi”, kata Manda.

    IBW X Binance Summit 2021 yang menghadirkan CZ CEO Binance, Janet Weng dari ForTube, Daryl Hok dari CertiK, Veronica Wong dari SafePal sebagai pembicara. Tidak hanya berisi debat dan tanya jawab, webinar ini juga mengumumkan pemenang kompetisi desain NFT yang digelar Tokocrypto seminggu sebelum acara ini berlangsung. Ketiga pemenang kompetisi ini masing-masing mendapatkan 5.000 TKO, 3.000 TKO dan 2.000 TKO.

    Toko Token (TKO) sendiri adalah proyek aset kripto lokal pertama di Indonesia yang dibangun diatas Binance Smart Chain. TKO menawarkan model token hybrid yang unik dengan utilitas sebagai token untuk platform pertukaran, NFT Marketplace, CeFi dan DeFi.

    “TKO adalah salah satu solusi dari permasalahan perbankan yang terjadi saat ini, yang bertujuan untuk menciptakan sistem keuangan terdesentralisasi, yaitu sistem keuangan peer-to-peer yang transparan”. Dengan visi untuk menyebarkan kebebasan finansial kepada semua, Binance senantiasa mendukung Tokocrypto, platform perdagangan aset kripto dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia, untuk meningkatkan adopsi blockchain dan mendorong penetrasi aplikasi Binance Smart Chain di negeri ini”, Tutup Kai.

    Indonesia Blockchain Week X Binance Summit 2021 dapat di tonton ulang di kanal Youtube Tokorypto di : bit.ly/YTIBWBinance2021



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mobil Tesla Sudah Bisa Dibeli Pakai Bitcoin

    Elon Musk, CEO Tesla, mengatakan sejumlah mobil Tesla sudah bisa dibeli menggunakan Bitcoin.

    “Sekarang Anda bisa membeli Tesla dengan Bitcoin,” kata Elon Musk di Twitter-nya, hari ini, Rabu (24/3/2021), pukul 14:00 WIB.

    Elon juga menegaskan bahwa Bitcoin yang diterima perusahaan tidak akan ditukar menjadi uang dolar.

    Baca Juga: Peluncuran Mainnet 3.0 Diundur, Theta Koreksi dari Harga Tertinggi

    Ini menguatkan sinyal, bahwa perusahaan itu mendukung kuat nilai Bitcoin, setelah aset kripto besar itu dibeli oleh Tesla senilai US$1,5 milyar pada beberapa lalu.

    Namun, Elon memastikan pembelian menggunakan Bitcoin itu untuk sementara hanya berlaku untuk wilayah Amerika Serikat.

    “Pembelian dari wilayah di luar AS, berikutnya pada tahun ini juga,” lanjut Elon.

    Pembelian Bitcoin berskala besar oleh Tesla beberapa waktu lalu, dilatarbelakangi oleh klaim, bahkan nilai uang dolar akan berpotensi terus meluruh di masa depan.

    Itu yang disebut Tesla sebagai ancaman serius bagi kas perusahaan pembuat mobil listrik itu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Purwarupa Dolar Digital Digelar Juli 2021

    Purwarupa dolar digital digelar pada Juli 2021, hasil kajian Bank Sentral AS alias The Fed bersama MIT (Massachusetts Institute of Technology).

    Purwarupa dolar digital ini adalah jawaban The Fed terhadap desakan publik, bahwa AS harus mengadopsi bentuk digital murni uang fiat itu.

    Desakan itu terkait dengan lebih dulunya Bank Sentral Tiongkok (PBoC) menerbitkan dan berkali-kali mengujicoba yuan digital sejak Mei 2020.

    Baca Juga: Saatnya Anda Setting Bollinger Band Agar Lebih Akurat

    Pada awal tahun, Ketua The Fed, Jerome Powell menegaskan, bahwa pihaknya tidak perlu terburu-buru menerbitkan bentuk baru dari dolar AS. Baginya, yang penting adalah tepat, bukan cepat.

    MIT memang sejak tahun lalu ditunjuk sebagai lembaga pengkaji peluang dan risiko dolar digital itu.

    James Cunha, Kepala Proyek Dolar Digital di The Fed Boston, menyatakan peneliti MIT telah mengantongi dua purwarupa, di mana pengguna bisa menyimpan dan bertransaksi memakai dolar digital.

    Kendati demikian, ia tidak menjelaskan apakah kedua platform itu memakai teknologi blockchain, mirip seperti stablecoin bernilai dolar, USDT.

    “Kami pikir penting tidak menunggu perdebatan kebijakan, sebab akan telat setahun atau lebih. Hal ini akan menjangkau industri dan memicu perdebatan serius,” tambah Cunha.

    Purwarupa itu pun kini berjuluk “Fedcoin”, uang digital AS yang dapat menciptakan alternatif elektronik bagi dolar berwujud fisik. Namun, sejumlah pemain di industri keuangan tradisional justru tak senang.

    “Banyak orang takut dolar digital akan mendisrupsi pemain lama dengan bentuk pembayaran baru,” sebut Michael Del Grosso, Analis di Compass Point Research & Trading.

    Baca Juga: The Fed: Bitcoin adalah Pengganti Emas

    Pekan lalu, Jerome Powell mengatakan bahwa dolar digital dapat hidup berdampingan dengan uang tunai tradisional jika diatur secara tepat. Powell mengutip laporan oleh BIS (Bank for International Settlements).

    Salah satu dari tiga prinsip kunci yang disorot laporan itu adalah CBDC harus berdampingan dengan uang tunai fisik dan bentuk uang lain yang elektronis, dalam sistem pembayaran yang luwes dan inovatif, tambah Powell.

    Sementara itu, perusahaan pembayaran seperti Visa dan Mastercard sudah mulai mencari cara untuk mendukung mata uang digital bank sentral di platform mereka. Mastercard juga telah memfasilitasi dolar digital di Bahamas.

    “Kami berdiskusi dengan bank sentral soal rancangan mata uang digital mereka. Kami berbicara tentang cara berpikir perancangan mereka,” jelas Oliver Jenkyn, presiden Visa Amerika Utara.

    Jenkyn menambahkan, ada banyak diskusi tetapi ada banyak juga aksi. Desember lalu, Visa mengajukan sistem pembayaran luring bagi CBDC (Central Bank Digital Currency) yang dapat menandatangani transaksi tanpa koneksi Internet.

    Perusahaan pembayaran blockchain Ripple juga belum lama ini mengungkap proyek rintisan khusus untuk mata uang digital bank sentral.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ripple Masih Kuat di Persidangan!

    Kasus persidangan Ripple dengan Securities and Exchange Commission (SEC) nampaknya masih terus berlanjut, dan Ripple terlihat masih kuat.

    Pengacara Ripple, Jeremy Hogan, telah memberikan komentarnya mengenai sidang terakhir antara Ripple dan SEC, dimana SEC terlihat mulai terpojok.

    Baca Juga: Berikut Cara Menggunakan Fibonacci Retracement dengan Tepat

    Ripple Masih Kuat dalam Pengadilan

    Hogan menyatakan bahwa dalam sidang terakhir, hakim pengadilan memberikan pernyataan yang cukup mencekam, dimana ia memotong pernyataan pengacara CEO Ripple. Ia menyatakan,

    “Pengetahuan saya tentang XRP adalah aset ini tidak hanya memiliki nilai seperti mata uang namun memiliki nilai kegunaan yang membuatnya beda dengan Bitcoin dan Ethereum.”

    Pengacara CEO Ripple, Matthew Solomon, menyatakan ketidaksetujuannya terhadap pernyataan hakim dan menyatakan bahwa XRP mirip dengan Ethereum.

    Tapi, dengan pernyataan tersebut, hakim terlihat yakin dengan adanya nilai kegunaan dan nilai seperti mata uang, oleh XRP.

    Dengan adanya pernyataan dari hakim tersebut, argumen SEC bahwa Ripple adalah sebuah saham dapat membuat kredibilitas SEC hilang di pengadilan.

    Selain itu, pernyataan tersebut juga menyetujui adanya nilai kegunaan XRP, yang merupakan argumen awal dari Ripple saat dituntut.

    Hakim juga mempertanyakan teori yang dibentuk oleh pengacara dari SEC yaitu pernyataan,

    “Semua yang menjual XRP, termasuk anda dan saya, telah melakukan penjualan terhadap saham secara ilegal.”

    Kemudian, pengacara dari SEC menjawab keraguan teori tersebut dengan menyatakan bahwa,

    “Jika mengacu pada bagian 4, maksud dari pernyataan tersebut adalah, hanya Ripple dan yang terikat dengan Ripple telah melakukan penjualan XRP secara ilegal.”

    Pernyataan tersebut walau terlihat mengelak, telah membuka kejelasan untuk bursa di Amerika dapat mengembalikan XRP ke dalam daftar aset yang diperdagangkannya.

    Masih Mempertahankan Hak dan Berkembang

    Hingga saat ini, Ripple masih terlihat kuat untuk mempertahankan haknya dalam kasus sebagai pihak yang benar. Dalam beberapa tanggapannya, Ripple menyatakan,

    “Kami tidak pernah menawarkan atau menjual XRP sebagai alat investasi dan para pemilik XRP tidak memiliki hak atas Ripple sebagai perusahaan dalam segi kepemilikan maupun keuntungan.”

    Sebagai tambahan, Ripple juga berargumen bahwa nilai nyata dari XRP tergantung dari transaksi yang terjadi di sekitarnya. Pihak Ripple menyatakan,

    “Memperlakukan XRP sebagai saham sangat berlawanan dengan sifat nyata XRP akibat adanya beberapa hal yang terikat dalam penerbitan saham.”

    Dari 23 yurisdiksi besar di pasar keuangan, sembilan masih belum melakukan peneguran terhadap perusahaan terkait crypto.

    14 yurisdiksi lainnya masih terlihat menggunakan strategi yang lebih lembut dibandingkan SEC yang mulai “menyerang” crypto.

    Namun, untuk XRP sendiri, walau masih menghadapi tekanan, nampaknya perusahaan masih terus melangkah untuk memberikan perkembangan dalam sisi operasional.

    Baca juga: Masih Menghadapi Ketidakpastian, XRP Tetap Naik 130% di 2021

    Saat ini XRP juga masih mendapat dukungan dari para investor dan pemilik tokennya, walau belum diberikan izin oleh Ripple.

    Selain itu, XRP juga dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk mengayomi mata uang digital bank sentral, walau belum ada kepastian.

    Sehingga, saat ini masih terdapat sentimen positif di sekitar XRP, yang kemungkinan besar dapat membuat harganya terus bergerak positif, melanjutkan beberapa hari terakhir.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Saatnya Anda Setting bollinger band Agar Lebih Akurat

    Saat melakukan aktivitas trading pada aset kripto, para trader bisa memaksimalkan penggunaan indikator agar mampu memprediksi harga bitcoin yang pergerakannya sangat fluktuatif. Pada artikel ini, kita akan membahas bagaimana cara setting bollinger band agar lebih akurat. Namun sebelum itu, yuk simak dulu kegunaan indikator dan mekanismenya!

    Kegunaan Indikator dan Mekanismenya

    Penggunaan indikator pada trading dapat memberi kemudahan bagi trader pemula ataupun handal dalam memprediksi pergerakan harga suatu koin yang kerap mengalami kenaikan atau penurunan.

    Mekanisme dari indikator ini dimulai dari analisa teknikal, di mana analisa teknikal menggunakan data historis untuk memberikan gambaran matematis dari kemungkinan aksi harga. Kemudian model ini diubah menjadi indikator yang juga berkolaborasi dengan penggunaan data dari rumus.

    Selanjutnya data dari rumus yang didapatkan akan digambar pada grafik, kemudian diposisikan pada grafik sehingga memudahkan trader untuk mengambil keputusan yang dikehendakinya.

    Apa itu Bollinger Band dan Apa Fungsinya?

    bollinger bands ditemukan oleh John Bollinger pada tahun 1980-an. bollinger band kerap digunakan oleh para trader scalper (jangka pendek) maupun jangka panjang. Hal tersebut dikarenakan, indikator ini memiliki kegunaan untuk membaca trend pergerakan harga dan mengukur volatilitas harga pasar.

    Selain melihat arah trend, bollinger band juga digunakan untuk mendeteksi overbought dan oversold. Bahkan, indikator ini mampu untuk membaca pergerakan sideways atau harga yang datar. Maka dari itu, bollinger band dapat dikatakan sebagai indikator trading andalan yang bisa membantu trader menghasilkan profit setiap harinya.

    Komposisi Bollinger Band

    Bollinger band terdiri dari tiga baris yang bergerak mengikuti pergerakan harga, yaitu upper band (garis atas), middle band (garis tengah), dan lower band (garis bawah).

    Nah, jarak yang terdapat di antara upper band, middle band, dan lower band dipengaruhi oleh volume. Di mana semakin besar volume, maka semakin lebar jarak upper band dan lower band-nya. Begitu juga sebaliknya.

    Tidak hanya itu, Anda bisa mengenali ramai atau tidaknya pasar melalui bollinger band. Ketika bollinger band melebar, artinya pasar sedang ramai. Akan tetapi jika bollinger band menyempit dan cenderung datar, artinya pasar sedang sepi.

    Cara Setting Bollinger Band yang Akurat

    Jika Anda menggunakan strategi scalping, yaitu trading dengan waktu yang sangat singkat, maka terdapat beberapa cara mengatur bollinger band untuk membantu Anda menghasilkan profit:

    Pasang indikator bollinger band pada chart aset kripto yang ingin Anda trading-kan.

    Atur indikator Bollinger untuk strategi scalping dengan mengisi beberapa parameter default, yakni sebagai berikut:

      • Periode: merupakan input periode Moving Average (MA) pada middle band sebagai alat pembaca trend. Di parameter ini, Anda bisa mengisi “20”.
      • Deviation: merupakan input jarak antara pita atas atau pita bawah dengan garis MA. Deviation berfungsi untuk mengukur volatilitas harga dengan menghubungkan sebuah rentang harga pada pergerakan rata-ratanya. Pada parameter deviation, isilah “2.00”
      • Apply to: berfungsi sebagai pembaca data input. Anda bisa mengisi “close”.
    • Lakukan Analisa

    Setelah mengatur bollinger band, Anda bisa melakukan analisa secara teknikal untuk mengamati perkembangan harga masa lampau dan terkini agar bisa memperkirakan arah pergerakan harga pasar.

    Itulah langkah sederhana yang bisa Anda coba dalam melakukan setting parameter bollinger band agar lebih akurat dalam menganalisis pergerakan. Dengan menggunakan parameter default dari Metatrader, Anda bisa melakukan trading dan mendapatkan profit apabila dilakukan dengan benar dan disiplin.

    Selain menggunakan indikator agar profit lebih maksimal, jangan lupa trading aset kripto pada exchange terpercaya seperti Tokocrypto, ya! Nantikan update terbaru di instagram dan twitter kami! Salam to the moon!





    Sumber : news.tokocrypto.com