Author: 37

  • Investasi Aset Digital Cetak Rekor Tertinggi! Berikut Jumlahnya

    Investasi terhadap aset digital nampaknya terus meningkat hingga saat ini menyentuh rekor tertingginya.

    Dunia investasi aset digital nampaknya masih didominasi oleh Bitcoin dan Ethereum yang menjadi pendukung beberapa produk investasi institusi.

    Baca Juga: Mengenal Binance Smart Chain

    Investasi Aset Digital Cetak Rekor Tertinggi

    Menurut perusahaan investasi aset digital, Coinshares, alur dana yang masuk ke produk investasi aset digital oleh institusi telah mencetak rekor di 2021.

    Coinshares menyatakan melalui laporan yang dipublikasi pada 15 Maret 2021, hingga kuartal pertama 2021, dana yang masuk ke aset crypto naik 7,7%.

    Angka ini merupakan rekor tertinggi karena telah mencapai Rp60,6 Triliun, naik dari kuartal empat 2020 yang mencapai Rp56,2 Triliun.

    Saat ini terdapat lima perusahaan pengelola dana utama dengan dana yang dikelola mencapai triliunan Rupiah.

    Baca juga: Bitcoin Sentuh Rp739 Juta, Adopsi Investor Institusional Terus Meningkat

    Lima perusahaan tersebut adalah Grayscale, CoinShares, 3iQ, ETC Issuance, dan 21Shares.

    Pada peringkat keenam terdapat Exchange Traded Fund (ETF) atau Reksadana Bitcoin baru di Kanada.

    Pengelola reksadana ETF tersebut dikabarkan telah mencapai Rp7,46 Triliun.

    Angka tersebut tergolong mengesankan mengingat keberadaannya yang tergolong baru.

    Bitcoin Mendominasi Bersama Beberapa Crypto

    Dana investasi aset crypto terlihat mencapai angka tertinggi pada Rp805,37 Triliun akibat pergerakan apresiasi pasar crypto pada 12 Maret 2021.

    Investasi dengan produk tipe ini memperlihatkan pergerakan dana yang masuk sebesar Rp3,49 Triliun, apresiasi sebesar 124% dari pekan sebelumnya.

    Walau Bitcoin masih mendominasi produk investasi berbasis Ethereum juga telah naik secara signifikan akibat investor institusional.

    Pada akhir pekan lalu, 12 Maret 2021, terdapat dana yang masuk ke produk investasi berbasis Ethereum sebesar Rp1,6 Triliun.

    Pekan lalu, di bawah investasi aset crypto terdapat produk investasi dengan dasar beberapa aset yang mencapai Rp51,9 Miliar.

    Selain itu, total dana yang dikelola oleh produk investasi dengan aset tersebut telah mencapai Rp33,19 Triliun, menurut laporan sebelumnya.

    Baca Juga: Investor Institusi Kian Tak Tahan Melihat Geliat Bitcoin Selama Pandemi

    Satu produk investasi yang turun adalah produk yang didasari aset mata uang crypto XRP akibat adanya dana keluar dalam jumlah miliaran Rupiah.

    Laporan tersebut juga menyatakan bahwa volume perdagangan Bitcoin telah naik secara rata-rata di atas Rp170,3 Triliun dari Rp155,8 Triliun.

    Grayscale juga baru saja mengumumkan bahwa dana kelolaannya telah mencapai Rp619,18 Triliun, dimana 84% dana tersebut berasal dari Bitcoin.

    Data ini menunjukkan bahwa ketertarikan terhadap aset digital masih terus mengalami apresiasi dan belum memperlihatkan pergerakan melambat.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kondisi Pasar Masih Positif, Simak 5 Crypto Potensial Pekan Ini

    Bitcoin baru saja mengalami apresiasi ke harga tertinggi barunya pada sekitar $61.800 atau Rp891 Juta pada 03.41 WIB, 14 Maret 2021.

    Akibatnya mayoritas mata uang crypto terlihat mulai bangkit kembali bersama kondisi pasar keuangan yang mulai positif.

    5 Crypto Potensial Pekan Ini

    Oleh karena itu, dengan pekan yang terlihat positif ini, terdapat kemungkinan apresiasi yang cukup signifikan.

    Berikut adalah analisis dari Coinvestasi mengenai lima mata uang crypto yang berpotensi untuk naik lebih tinggi bersama kondisi positif akibat Bitcoin.

    1. Ethereum (ETH)

    Mengingat korelasi positif yang dimiliki Ethereum dengan Bitcoin, kemungkinan besar Ethereum akan naik lebih tinggi pada pekan ini.

    Mengingat kondisi pasar keuangan yang mulai mendukung Bitcoin untuk naik, Ethereum diprediksi akan mendapatkan imbasnya secara langsung.

    Namun dari sisi internal, Ethereum memiliki sentimen positif akibat pendirinya, Vitalik Buterin mengenai solusi permasalahan jaringannya.

    Solusi tersebut bernama rollups yang akan dilakukan melalui kerja sama dengan Optimism.

    Baca juga: Pengumuman Ini Bawa Sentimen Positif untuk Ethereum dan MakerDAO

    Kerja sama ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan dan kecepatan jaringan Ethereum hingga 100 kali lipat.

    Tapi, Ethereum masih memiliki banyak saingan seperti Cardano, Zilliqa, Solana, Polkadot, Binance Smart Chain, dan Holochain.

    Dari sisi teknikal, Ethereum masih terus terlihat bergerak naik akibat masih berada kuat di dalam zona apresiasi.

    grafik ethereum
    Grafik 4 Jam ETHUSD

    Saat ini harga sedang berada di sekitar batas atas pada $1.885, yang jika ditembus dapat membawa apresiasi hingga $1.950 hingga $2.000.

    Batas pengaman saat ini berada pada $1.750 yang jika ditembus kemungkinan dapat membawa depresiasi hingga sekitar $1.680.

    Tapi, mengingat korelasinya dengan Bitcoin, Pidato Presiden Joe Biden pada 16 Maret 2021 pukul 00.45 WIB dapat mempengaruhi prediksi ini.

    2. VeChain (VET)

    Crypto berikutnya yang diprediksi akan mengalami apresiasi adalah VeChain yang terlihat sebagian besar akibat sisi teknikalnya.

    Dari sisi fundamental, VeChain baru saja memberikan sebuah pengumuman mengenai adopsi jaringannya untuk penggunaan bisnis secara nyata.

    Salah satu bisnis yang baru saja menggunakan VeChain adalah Sino-French, perusahaan kosmetik dari Cina.

    Adopsi ini meneruskan tujuan utama VeChain untuk menjadi pemimpin dalam implementasi blockchain untuk kegiatan sektor riil.

    Baca juga: VeChain, Mastercard, dan Alipay Bergabung dengan Konsorsium Rantai Suplai Australia-Tiongkok

    Implementasi tersebut terutama dalam bidang logistik dan rantai pemasokan (supply chain).

    Sisi teknikal mendukung apresiasi bersama adanya sentimen positif ini, dan terlihat bahwa VET akan mengalami apresiasi yang cukup signifikan.

    grafik vet
    Grafik 4 Jam VETUSD

    Indikator MACD masih menunjukkan potensi cross ke arah positif bersama harga yang masih berada di atas MA Cross.

    Kemungkinan besar akan terjadi koreksi kecil menuju $0,73 sebelum naik kembali pekan ini menuju $0,79 dengan batas pengaman pada $0,70.

    3. FTX Token (FTT)

    Token dari bursa FTX juga diprediksi mengalami apresiasi yang cukup signifikan pekan ini.

    Hal ini disebabkan sedang meningkatnya ketertarikan terhadap bursa perdagangan FTX.

    Dengan semakin banyaknya beberapa acara yang bertujuan untuk mengayomi pengguna, bersama apresiasi volumenya yang sudah melebihi Rp93,7 Miliar bursa ini menjadi semakin dilirik.

    FTT juga didukung oleh influencer bernama Kaleo yang menyatakan harganya dapat naik ke $100 bersama semakin banyaknya pengguna FTX

    Hasilnya, token dari bursa ini mengalami apresiasi yang cukup signifikan sejak awal Maret 2021, dan diprediksi akan berlanjut pada pekan ini.

    grafik fit
    Grafik 4 Jam ENJUSD

    Saat ini Indikator MACD dan MA Cross memberikan pertanda positif untuk apresiasi, walau Indikator RSI menandakan potensi koreksi kecil.

    Jika harga berhasil menembus $43,3 kemungkinan apresiasi selanjutnya berada pada $45 hingga $47 pekan ini dengan batas pengaman pada $41.

    Baca Juga: Prediksi Harga Bitcoin: Berpotensi ke US$63-80 Ribu

    4. Enjin Coin (ENJ)

    Enjin Coin menjadi salah satu crypto yang sedang sering dibahas oleh mayoritas pasar, akibat apresiasinya sejak awal Maret 2021 yang melebihi 450%.

    Apresiasi ini disebabkan keterikatannya yang kuat dengan fenomena Non-Fungible Tokens (NFT), yang sedang meledak beberapa pekan terakhir.

    Enjin menjadi penyedia platform jaringan untuk transaksi NFT dengan pemberian solusi untuk permasalahan kecepatan dan kapabilitas transaksi.

    Selain itu, Enjin juga akan menerbitkan platform bernama Efinity, yaitu blockchain terdesentralisasi untuk NFT.

    Dengan banyaknya sentimen positif ini, ENJ diprediksi akan mengalami apresiasi yang cukup signifikan, dan hal tersebut didukung oleh sisi teknikal.

    grafik nej
    Grafik 4 Jam ENJUSD

    Kemungkinan besar apresiasi akan terjadi setelah koreksi berupa retest berakhir pada $2,6 sebelum naik kembali menuju batas atas pada $2,8.

    Jika berhasil ditembus, kemungkinan besar pekan ini akan mencapai $3 dengan batas pengaman pada $2,6.

    Apa bila batas pengaman ditembus, harga dapat menuju ke $2,35 sebagai batas pengaman terakhir.

    5. Phala Network (PHA)

    Phala Network menjadi satu crypto yang nampaknya akan naik akibat fenomena di sekitarnya dan dorongan dari beberapa influencer.

    Secara fundamental, PHA memiliki potensi yang baik akibat memberikan keamanan terhadap data privat dengan sistem yang terdesentralisasi.

    Ia juga memberikan kemudahan untuk penggunanya melakukan transaksi pada jaringan yang berbeda atau cross-chain.

    Phala Network juga baru saja mempublikasi hasil pembaruan sistem dan beberapa uji coba yang berjalan positif.

    Sehingga dari sisi fundamental, nampaknya PHA dapat mengalami apresiasi yang signifikan pada pekan ini.

    Sisi teknikal juga mendukung akibat pergerakan naik yang masih terlihat kuat secara garis besar walau terdapat risiko koreksi.

    grafik  PHA
    Grafik 4 Jam PHAUSD

    Saat ini kemungkinan koreksi akan terjadi menuju $1,02 sebelum bergerak naik kembali menuju sekitar $1,19 pada pekan ini.

    Namun sebelumnya, batas atas pada $1,1 harus berhasil ditembus dengan batas pengaman pada $0.94.

    Saat ini pasar crypto masih terlihat positif terutama dengan banyaknya apresiasi crypto yang relatif baru sebagai inovasi.

    Namun lima crypto ini menjadi pilihan utama Coinvestasi untuk pekan ini.

    *Disclaimer

    Seluruh pernyataan dalam artikel ini adalah pandangan dan analisis penulis pribadi dan bukan saran resmi untuk investasi atau trading. Kerugian dan keuntungan yang didapat dari analisis ini bukan tanggung jawab Coinvestasi dan merupakan tanggung jawab investor atau trader masing-masing.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Prediksi Harga Bitcoin: Berpotensi ke US$63-80 Ribu

    Setelah menjebol all time high (ATH) dan melaju lebih dari US$60 ribu, Bitcoin diprediksi ke US$63-80 ribu.

    Setelah dip selama 7 hari dari US$58 ribu ke US$40 ribu, dilanjut dengan memanjat perlahan selama hampir 2 minggu, akhirnya Bitcoin kembali menembus titik tertingginya pada Sabtu, 13 Maret 2021.

    Raja aset kripto itu diproyeksikan akan segera menuju US$63 ribu, bahkan berpotensi US$80 ribu. Hal ini didukung oleh beberapa aspek teknikal dan fundamental.

    Baca Juga: Simak Cara Mendapatkan Penghasilan Tambahan dengan BSC Farm!

    Sisi Teknikal: Fibonacci Extension di Timeframe Mingguan
    Hal pertama yang mendasari potensi kenaikan Bitcoin adalah Fibonacci extension di timeframe mingguan.

    Proyeksi yang ditarik sejak ATH 2017 dan titik rendah 2019, memproyeksikan bahwa Bitcoin berpotensi menuju US$63,5 ribu di titik 3,618 dan US$80 ribuan di titik 4,618. Secara teori, para pelaku pasar akan mulai mengambil keuntungan di titik-titik tersebut. Sehingga kuat kemungkinan harga Bitcoin akan terus didorong ke sana.

    prediksi bitcoin

    Ditambah lagi, di timeframe harian, kita dapat melihat terbentuknya channel yang memproyeksikan harga dapat menuju zona US$60-70 ribu.

    Faktor teknikal lainnya adalah Moving Average Exponential (EMA) 21 dan 55 yang sudah “merestui” Bitcoin untuk menjadi bullish.

    prediksi bitcoin

    Faktor teknis pada Bitcoin, yakni EMA 21 dan 55 yang sudah di-test, channel yang memproyeksi pergerakan Bitcoin ke zona US$60-70 ribu.

    Baca Juga: Petisi Daring: Bank Sentral Prancis Harus Bisa Beli Bitcoin

    Faktor Fundamental: Banyaknya Institusi yang Membeli Bitcoin dan Stimulus
    Faktor fundamental yang mungkin mempengaruhi bullish-nya Bitcoin adalah semakin banyaknya perusahaan besar yang membeli Bitcoin dan menjadikannya sebagai aset dalam perbendaharaan mereka, seperti Microstrategy dan Grayscale Bitcoin Trust.

    Selain itu, kabar bahwa semakin banyaknya investor retail yang mulai melek aset kripto dan menggunakan stimulus check yang diberikan oleh Amerika Serikat, semakin memperkuat momentum bullish dari Bitcoin.

    Apakah Ini Pucuk Atas?
    Sejalan dengan semakin naiknya Bitcoin, penulis merasa perlu juga mengingatkan bahwa “bull run” bagi Bitcoin sudah berlangsung selama 1 tahun, dimulai sejak “Corona crash” Maret tahun lalu.

    Harga Bitcoin naik dari sekitar US$4 ribu, ke US$60 ribu dalam setahun, naik 15 kali lipat. Alangkah baiknya jika kita juga berhati-hati jika koreksi datang. Happy trading!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Memahami Pola Bearish Engulfing Candle Dalam Trading Crypto

    Salah satu teknik yang digunakan oleh trader teknikal adalah dengan mengidentifikasi perubahan harga dengan memanfaatkan pola-pola candlestick. Candlestick memberikan wawasan visual yang lebih luas dan menunjukkan perubahan-perubahan sentimen di pasar, termasuk juga menandakan reversal harga. Salah satu pola candlestick paling terkenal untuk menandakan reversal (pembalikan harga) adalah formasi dua candle bernama pola bearish engulfing candle.

    Apa Artinya Pola Bearish Engulfing Candle?

    Pola bearish engulfing candle adalah pola candlestick yang terbentuk di puncak uptrend (lihat gambar diatas). Nampak pada gambar bahwa pola bearish engulfing terdiri dari dua candle. Candle pertama menandakan akhir kekuatan uptrend. Perlu dicatat bahwa ukuran candle pertama ini bisa bervariasi, dan besarnya candle tidak begitu berpengaruh pada pola itu sendiri. Namun demikian, candle tunggal berbentuk doji dan candle-candle kecil sejenis dinilai lebih bagus dalam posisi ini, karena bisa merefleksikan ketidakpastian yang sedang berlangsung di pasar.

    Candle kedua dalam pola bearish engulfing candle merupakan sinyal reversal, dibentuk oleh candle bertubuh merah panjang yang menampilkan momentum harga turun baru. Idealnya, level tinggi (high) pada candle kedua ini harus lebih tinggi dari candle pertama, sekaligus diikuti dengan sampainya harga di level rendah baru (low).

    Pergerakan harga yang digambarkan oleh candle kedua adalah saat ketika seller mengambil alih tren dari buyer, dimana seringkali setelahnya harga jatuh. Semakin rendah penurunan harga di candle kedua, maka sinyal reversal dari uptrend menjadi downtrend bisa dianggap makin kuat. Dan penting untuk dicatat bahwa body dari candle kedua harus sepenuhnya menutupi body candle pertama. Bila shadow dari candle pertama juga ‘ditelan’ oleh shadow candle kedua, maka sinyalnya bisa dinilai lebih berkualitas.

    Itulah pola bearish engulfing yang perlu kamu ketahui sebelum memulai melakukan trading. Bagi kamu yang ingin berinvestasi atau trading cryptocurrency, yuk daftar di tokocrypto.com untuk investasi dan trading aman. Selain keamanan terjamin, dengan Tokocrypto kamu juga bisa melakukan berbagai transaksi jual beli mata uang digital.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dua Kabar Ini Berpotensi Dorong Solana ke Harga Tertingginya

    Solana (SOL) mulai terlihat bergerak naik kembali setelah awal Bulan Maret 2021 ini mengalami koreksi dari harga tertingginya.

    Terdapat dua sentimen positif yang kemungkinan besar akan mendorong harga mata uang crypto ini naik menuju harga tertingginya bahkan lebih.

    Tether Tersedia di Blockchain Solana

    Stablecoin terbesar dari kapitalisasi pasar, Tether (USDT), sekarang tersedia dan bergerak di blockchain Solana.

    Setelah pengumuman ini, Harga crypto Solana (SOL) naik 16% menurut data dari Nomics.

    Solana adalah blockchain berbasis proof-of-stake yang menggambarkan dirinya sebagai jaringan dengan kecepatan tinggi dan biaya rendah.

    Nilai utama ini adalah keunggulan sebagai alternatif dari blockchain Ethereum saat ini.

    Hal ini penting akibat permasalahan biaya transaksi tinggi dari Ethereum akibat Sektor Decentralized Finance (DeFi) dan Non-Fungible Token (NFT).

    Tether sendiri dibentuk untuk mengamankan mayoritas mata uang crypto dari volatilitas, akibat harganya yang terikat dengan Dolar Amerika.

    Baca juga: Kapitalisasi Pasar Tether Meningkat 4X Lipat Selama 2020

    USDT dapat digunakan untuk perpindahan dana antar blockchain tanpa menggunakan bank. Hal ini membuat kemudahan terutama di Sektor DeFi.

    Saat ini fokus utama Solana terlihat berada di DeFi akibat fenomena di sekitarnya yang masih terlihat tinggi.

    Salah satu upaya memenuhi fokus ini adalah pembentukan jembatan dengan blockchain Ethereum, sehingga proyek Ethereum dapat pindah ke Solana.

    Hal ini penting akibat mayoritas proyek DeFi saat ini masih berada di blockchain Ethereum dan terimbas masalah kecepatan serta biaya transaksi.

    Menurut pengumuman Tether, pengguna Solana dapat menukarkan USDT dalam kecepatan lebih dari 50.000 transaksi per detik dengan minimal dana $0.00001.

    Kerja Sama dengan Civic

    Sentimen positif lainnya berasal dari Civic, penyedia solusi manajemen identitas pada blockchain yang mengumumkan kerja sama dengan Solana.

    Tujuannya adalah membentuk blockchain yang lebih terdesentralisasi dan berkualitas lebih baik.

    Selain itu, kerja sama ini akan meningkatkan keamanan dan kemudahan penggunaan identitas digital.

    Fokus utama juga masih tertuju untuk mengalahkan Ethereum dan menggarap proyek DeFi, serta memberikan manfaat lebih untuk konsumen.

    Dengan adanya manajemen kunci identitas, pemulihan kunci untuk kehilangan atau kerusakan, dan uji coba yang sudah baik, Civic akan membantu penggarapan proyek DeFi lebih tinggi.

    Penggarapan ini disebabkan kemudahan dan peningkatan kualitas jembatan antara Solana dan Ethereum untuk mempermudah perpindahan proyek.

    Civic juga akan memberikan perubahan pada penyimpanan dana dengan adanya dompet digital baru.

    Baca Juga: Karena Bitcoin, Nilai Aset Kripto Kelak US$200 Triliun?

    Dompet digital ini akan lebih aman dengan kecepatan tinggi dan biaya rendah akibat bergerak di blockchain Solana.

    Kedudukan Civic sebagai nomor satu di dunia identitas yang terdesentralisasi dan Solana yang memberikan biaya rendah dan kecepatan tinggi, akan membuat kerja sama ini sangat positif.

    Kerja sama ini akan berfokus untuk konsumen, agar tercipta pengalaman yang lebih baik serta implementasi pada dunia nyata yang lebih terfokus.

    Solana Potensi Naik Kembali

    Oleh karena kedua kabar ini, Solana (SOL) memiliki potensi untuk naik lebih tinggi dari koreksi sebelumnya.

    Kemungkinan besar apresiasi ini masih akan terus berlanjut bahkan melebihi harga tertinggi sebelumnya.

    grafik solana
    Grafik 4 Jam SOLUSD

    Saat ini pergerakan besar SOL masih terlihat positif akibat masih berada dalam zona apresiasi sejak akhir Januari 2021.

    SOL sedang bergerak di antara batas atas pada $16,42 dan batas bawah pada $15,62.

    Kemungkinan besar koreksi kecil akan terjadi ke batas bawah sebelum apresiasi terjadi.

    Dengan sentimen positif ini, terdapat potensi apresiasi menuju $18 yang jika terhitung dari batas bawah saat ini berada di sekitar 16%.

    Apresiasi ini juga didukung oleh harga yang masih berada di atas MA Cross bersama MACD yang mulai terlihat cross.

    Indikator RSI memperlihatkan bahwa potensi terjadi koreksi kecil yang kemungkinan akan menuju $15,6 hingga $15 yang jika ditembus dapat menghilangkan potensi apresiasi.

    Namun mengingat sentimen positif di sekitar Solana, kemungkinan apresiasi masih sangat kuat.

    Apresiasi kemungkinan besar memiliki target jangka pendek pada $18 dan jangka panjang pada $29 atau daerah 161,8% Fibonacci.

    *Disclaimer

    Seluruh pernyataan dalam artikel ini adalah pandangan dan analisis penulis pribadi dan bukan saran resmi untuk investasi atau trading. Kerugian dan keuntungan yang didapat dari analisis ini bukan tanggung jawab Coinvestasi dan merupakan tanggung jawab investor atau trader masing-masing.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Karena Bitcoin, Nilai Aset Kripto Kelak US$200 Triliun?

    Perlu pola pikir yang berbeda jikalau membincangkan Bitcoin. Itu ditegaskan lagi oleh pengusaha asal AS, Raoul Pal. Dia mengatakan, gegara Bitcoin, pasar aset kripto global kelak bisa bernilai US$200 triliun.

    Pal mengacu pada kapitalisasi pasar aset kripto Bitcoin yang pada bulan lalu genap mencapai US$1 triliun untuk kali pertama, ketika harganya mencapai lebih dari US$50 ribu per BTC.

    Ketika artikel ini disusun, nilai pasar aset kripto keseluruhan mencapai US$1.688.092.747.028, berdasarkan data dari Coinmarketcap.com. Tentu angka ini masih sangat jauh dari prakiraan Pal.

    Baca Juga: Tiga Pertanyaan Sebelum Kamu Trading Bitcoin

    Guna mencapai nilai pasar US$200 triliun itu, menurut Pal, Bitcoin adalah faktor utamanya, selain aset kripto besar lainnya.

    kapitalisasi aset kripto
    Total kapitalisasi pasar aset kripto saat ini. Sumber: Coinmarketcap.com.

    Ketika nilai itu tercapai, maka pantaslah semakin tersedot dana dari kelas aset lain, seperti saham, obligasi dan emas.

    “Pasar aset kripto akan bernilai ratusan triliun dolar. Anda dapat menerima perubahan itu atau melawannya, tetapi Anda mau tak mau harus memahaminya, karena laju inovasi juga meningkat secara eksponensial,” kata Pal dalam serangkaian cuitannya belum lama ini.

    Mantan manajer Goldman Sachs itu menambahkan, bahwa banyak analis dan investor saat ini kehilangan gambaran besarnya karena mereka melihat Bitcoin melalui kacamata investasi biasa, seperti saham atau obligasi.

    Baca Juga: Binance mendukung Tokocrypto, Proyek DeFi Indonesia pertama di Binance Smart Chain

    “Bagi yang memahami pasar aset kripto dengan pemahaman pasar tradisional, maka tak heran menilai kelas aset kripto ini sebagai bubble dan alokasi modal yang ganjil,” katanya.

    Pal memang tak memungkiri ada proyek aset kripto yang bermunculan lalu tiarap lalu wafat. Tetapi, dia menyoroti, tidak sedikit pula yang bertahan berkat inovasi dan adaptasinya.

    Pendiri dan CEO Real Vision itu juga terus mencermati pasar emas. Ia menilai logam mulia itu diperdagangkan pada level kritis.

    Ia mengacu pada arus keluar modal dari pasar emas menuju Bitcoin yang sangat besar, sesuatu yang sebelumnya dicatatkan jelas oleh Bloomberg Intelligence dan JPMorgan Chase.

    “Emas sekarang mengabaikan nilai dolar, nilai tukarnya dan kaitan lainnya. Harga emas juga jatuh begitu saja setiap hari. Emas mungkin memiliki peluang tinggi untuk berbalik arah, tetapi jika tidak, kita mungkin melihat aura spekulatif hilang dari pasar emas,” imbuhnya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa Itu Yield Farming? Panduan Pemula!

    Yield Farming adalahsalah satu cara farming bitcoin terbaru yang banyak digunakan untuk menghasilkan mata uang kripto dengan kripto yang kamu punya. Gimana ya caranya? Sebenarnya cara ini sama seperti meminjam uang pada sistem bank biasa.

    Misalnya saja, pada sistem keuangan terpusat, Bank memiliki kewenangan untuk memberikan pinjaman, nanti nasabah Bank yang meminjam akan mengembalikan dana tersebut beserta bunga kepada Bank. Ataupun cara sebaliknya, ketika nasabah menabung biasa atau dengan deposito, Bank akan memberikan mereka bunga sebagai imbalan.

    Nah, pada sistem keuangan terdesentralisasi (DeFi) cara itu diadopsi sedemikian rupa, tetapi tanpa perantara. Peran Bank yang semula adalah sebagai pusat kontrol dana tersebut, digantikan dengan teknologi smart contract yang ada di dalam protokol blockchain. Tentunya, strategi setiap protokol berbeda sesuai dengan algoritma sistem mereka masing-masing.

    Baca Juga: Takut Ketinggalan, Trader Cina Pindahkan BTC dan ETH ke DEX untuk Yield Farming

    Sekilas Tentang DeFi

    Keuangan Terdesentralisasi atau Decentralized Finance (DeFi) di ruang blockchain semakin hari semakin berkembang. Inovasi ini digandrungi oleh semakin banyak orang karena interest/bunga yang ditawarkan. Lalu apa yang membuat DeFi ini unik?

    Tidak seperti sistem keuangan tradisional yang diatur dan diregulasi oleh pusat, setiap entitas yang terlibat pada platform DeFi memiliki kesempatan untuk memberikan pinjamannya berupa aset kripto kepada pengguna lain dengan smart contract di dalam protokol tersebut, tanpa ada perantara apapun, selama mereka terkoneksi dengan internet.

    Perkembangan DeFi itu, memunculkan konsep baru bernama Yield Farming.

    Yield Farming sendiri merupakan cara untuk mendapatkan hadiah/rewards berupa kepemilikan mata uang kripto menggunakan protokol likuiditas yang permission less atau tanpa izin. Ini membuat siapa saja bisa mendapatkan pendapatan pasif menggunakan ekosistem terdesentralisasi yang dibangun di atas jaringan Ethereum.

    Yield Farming ini juga memberikan cara baru kepada investor HODL untuk tetap memiliki mata uang kriptonya disamping juga menghasilkan kripto lainnya dari aset tersebut.

    Apa itu Yield Farming?

    Yield Farming ini disebut juga penambangan likuiditas atau liquidity mining, cara untuk menghasilkan rewards/hadiah dengan kepemilikan aset kripto. Intinya, dengan aset kripto untuk menghasilkan kripto lainnya.

    Yield Farming baru akan berjalan ketika Liquidity Providers (LPs) bertindak sebagai pengguna yang menempatkan aset kriptonya ke dalam kumpulan likuiditas (Liquidity Pools) tersebut. Liquidity Providers ini bisa diartikan sebagai pemberi pinjaman, mengingat aset kripto mereka nantinya dapat dipinjam dan digunakan oleh pengguna lain.

    Liquidity Pools sendiri merupakan smart contract yang mengunci/berisi dana dari pemberi pinjaman tersebut. Dengan masuknya kripto di dalam kumpulan likuiditas, pemberi pinjaman nantinya akan mendapatkan rewards atau bunga sesuai dengan kripto yang mereka pinjamkan.

    Yield Farming ini biasanya dilakukan dengan menggunakan token ERC-20 pada jaringan Ethereum. Selanjutnya rewards atau bunga yang akan didapatkan oleh pemberi pinjaman juga berupa token ERC-20.

    Di samping itu, dengan perkembangan dan ruang tumbuh dari teknologi DeFi, platform atau Decentralized Applications (dApps) ini akan bisa mendukung kemampuan smart contract dengan berpindah protokol.

    Tentunya, jika hal ini sudah dapat direalisasikan, pengguna platform sebagai pemberi pinjaman akan dapat memindahkan kepemilikan kripto mereka kebanyak protokol lainnya untuk mencari keuntungan yang lebih tinggi lagi.

    Selain keuntungan yang didapatkan oleh pemberi pinjaman, hal ini juga dapat memberikan keuntungan kepada platform tersebut karena semakin banyak modal yang akan masuk ke dalam protokol mereka.

    Bagaimana Cara Farming Bitcoin dengan Yield Farming?

    Sebelumnya, kalian tahu apa itu istilah Market Maker (MM)? MM dalam konsep pertukaran kripto adalah trader yang membeli/menjual aset kripto pada harga tertentu dengan cara menempatkan posisi Limit.

    Berbeda dari sistem yang digunakan pada bursa pertukaran, yield farming ini menggunakan model Automated Market Maker (AMM) dan melibatkan Liquidity Providers (LPs) serta Liquidity Pools.

    Lalu, bagaimana cara kerjanya?

    Agar mudah dimengerti Liquidity Providers (LPs) akan diterjemahkan menjadi “penyedia likuiditas”. Ia di sini berperan sebagai pemilik aset kripto yang menyimpan dananya pada kumpulan likuiditas atau Liquidity Pools.

    Liquidity Pools ini berperan sebagai tempat atau pasar pengguna meminjamkan asetnya, meminjamnya pada pengguna lain, atau hanya sekedar menukarkan aset tersebut kepada token ERC-20.

    Pengguna platform atau peminjam aset nantinya akan dikenakan biaya tertentu, biaya tersebut nantinya akan dibayarkan kepada penyedia likuiditas sesuai dengan bagian yang mereka berikan pada Liquidity Pools.

    Selain biaya tersebut, cara Liquidity Pools mendapatkan perputaran dana adalah dengan distribusi token baru yang masuk ke dalam protokol. Semakin banyak token yang masuk, maka Liquidity Pools ini akan semakin kaya yang tentunya akan menguntungkan semua pihak.

    Tentunya, setiap protokol yang menerapkan yield farming ini memiliki aturan distribusi yang berbeda. Namun, penyedia likuiditas tetap aka mendapatkan return dari aset yang mereka pinjamkan di Liquidity Pools.

    Biasanya dana tersebut disimpan dalam bentuk stablecoin yang dipatok dengan USD seperti DAI, USDT, USDC, BUSD, dan lainnya. Beberapa protokol biasanya mencetak tokennya sendiri yang nantinya akan disimpan dalam sistem. Hal ini terlihat dalam protokol Compound yang memiliki token berupa Comp.

    Contoh, jika kamu memiliki ETH dan memasukkannya ke dalam protokol Compound, ETH kamu akan menjadi cETH yang dipatok dengan USD. Koin lain seperti DAI juga akan mengalami proses yang sama dan akan menjadi cDAI. Terlebih lagi, koin-koin ini dapat berpindah protokol dan tentunya mencetak koin baru yang akan mewakili koin tersebut.

    Mau mempelajari lebih tentang Compound? Bisa baca di sini: Apa itu Compound? Panduan Lengkap Untuk Pemula!

    Bagaimana Cara Return Yield Farming Dihitung?

    Hasil dari yield farming biasanya dihitung secara tahunan. Beberapa metrik yang umum digunakan adalah Annual Percentage Rate (APR) dan Annual Percentage Yield (APY). Perbedaan dari keduanya, terletak pada penggabungan token, jika APR memperhitungkan nilai dari compounding token, APY tidak memperhitungkan hal tersebut.

    Compounding di sini berarti menginvestasikan kembali keuntungan secara langsung untuk menghasilkan lebih banyak keuntungan. Antara APR dan APY ini dapat digunakan secara bergantian.

    Perlu diingat bahwa hasil dari APR dan APY ini tidak dapat diperkirakan secara akurat. Ini dilatarbelakangi dengan kondisi pasar yield farming yang memang sangat kompetitif dan bergerak sangat cepat, hal ini membuat rewards/return yang diterima juga berfluktuasi dengan cepat.

    Metrik ini sebenarnya dirasa akan semakin baik jika perhitungan dilakukan secara minggu atau bahkan harian. Sehingga dapat memberikan keuntungan dan perhitungan yang masuk akal untuk para pemberi pinjaman. Namun, hal ini masih dalam tahap pertimbangan pengembang platform DeFi.

    Risiko dari Yield Farming

    Sebenarnya yield farming ini direkomendasikan kepada para pengguna kripto tingkat lanjut. Hal ini mengingat strategi dan kompleksitas di dalam protokol itu sendiri. Terlebih yield farming ini biasanya dilakukan oleh mereka yang memang memiliki banyak modal atau investor dengan kepemilikan aset kripto yang banyak seperti “Whales / Cukong Mata Uang Kripto”.

    Selain itu, risiko yang sebenarnya menghantui yield farming ini terletak pada smart contract-nya itu sendiri. Banyak dari pengembang platform DeFi dibangun oleh tim kecil dengan anggaran terbatas, hal ini dapat meningkatkan risiko bug di pemrograman smart contract tersebut.

    Biasanya, bug ditemukan ketika dilakukan pengecekan oleh perusahan audit, ditambah protokol sudah berjalan. Hal ini membuat dana pengguna yang telah terkunci dalam protokol rentan untuk hilang begitu saja.

    Sebenarnya, DeFi muncul dengan gagasan yang sangat cemerlang, platform-platform ini dibangun dengan konsep penyesuaian diri atau komposabilitas, didasarkan pada protokol yang terintegrasi satu sama lain.

    Konsep di atas membuat ekosistem DeFi ini sangat bergantung pada setiap blok penyusunnya. Kondisi ini membuat rentan terhadap kesalahan atau error pada protokol. Bayangkan saja, jika satu saja blok penyusun tidak berfungsi dengan baik, ini akan membuat seluruh ekosistem jaringan rusak. Lebih lanjut, ini dapat menimbulkan risiko terhadap para pemberi pinjaman dan juga return yang akan diterima.

    Baca Juga: Visa Gunakan Blockchain, Bantu Integrasi Mata Uang Digital Bank Sentral

    Itulah pembahasan lengkap mengenai cara farming bitcoin dengan yield farming. Dalam berinvestasi bitcoin, kamu juga harus memilih exchanger yang aman dan juga terjamin. Tokocrypto hadir sebagai exchanger dengan cyber security terbaik di Indonesia. Tunggu apa lagi? Yuk buka Tokocrypto sekarang juga.

    sumber.

     

     

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 6 Cara Mendapatkan Passive Income dengan Mudah

    Passive income adalah pendapatan yang bisa didapatkan tanpa melakukan usaha terlalu keras, atau ketika uang sudah bekerja untuk kita dan bukan sebaliknya. Mendapatkan pendapatan pasif ini menjadi keinginan semua orang, baik  bagi generasi milenial dan gen z yang saat ini sedang memasuki usia produktifnya atau bagi orang-orang yang memiliki gaji minimal

    Pendapatan pasif ini memang bisa membuat uang secara otomatis datang ke dompet kita, tapi perlu diingat tidak ada yang sepenuhnya otomatis dan instan. Perlu proses untuk bisa memperoleh passive income yang mampu memenuhi kebutuhan hingga gaya hidup.

    Kalau begitu, bagaimanakah cara mendapatkan passive income bagi generasi millennial,  gen z hingga orang-orang yang memiliki gaji minimal?

    Cara Mendapatkan Passive Income untuk Masa Tua yang Sejahtera

    Menabung

    Bagi orang yang sudah kaya dari lahir, mungkin tanpa menabung pun mereka bisa langsung mendapatkan passive income dengan langsung membagi uang yang mereka miliki ke berbagai instrumen investasi. Tapi bagi kamu yang sejauh ini hanya mengandalkan gaji bulanan untuk bertahan hidup, maka hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menabung.

    Kamu bisa menyisihkan uang gajian tiap bulan dan memisahkannya ke rekening berbeda yang ditujukan untuk berinvestasi. Proses menabung ini sebaiknya dilakukan secara rutin dengan nominal yang konsisten atau kalau bisa lebih dan tidak kurang. Agar proses menabung ini bisa cepat menghasilkan, maka usahakan kamu memiliki target berapa jumlah yang yang harus dikumpulkan dalam periode waktu tertentu.

    Kontrol Konsumsi

    Ada barang yang lucu, langsung dibeli. Ada diskon langsung tertarik, ada lokasi wisata yang sedang hits langsung dikunjungi. Ini yang tanpa sadar seringkali dilakukan oleh banyak orang yang tidak bisa mengontrol keinginan dan emosi  ketika melihat sesuatu meskipun hal tersebut bukan merupakan kebutuhan. Apalagi ditambah duet maut online shop dan online mobile banking, rasanya uang terus keluar dengan jentikan jari dan tanpa terasa saldo di rekening menipis.

    Karena itu agar bisa mendapatkan passive income ada baiknya, milenial dan generasi z mulai mengontrol perilaku konsumtifnya. Caranya bisa membuat daftar apa saja hal yang menjadi kebutuhan dan tidak, sediakan juga budget khusus untuk bersenang-senang dan jika sudah habis artinya tidak ada budget tambahan, kemudian kontrol emosi agar kamu bisa membatasi diri untuk melakukan pengeluaran.

    Investasi Diri Sendiri

    Sebaik-baiknya investasi pada awalnya adalah investasi di diri sendiri, kamu bisa belajar sesuatu yang baru dan mendalaminya. Kemudian bisa kamu jadi cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan yang akan bermanfaat untuk membuat pundi-pundi uang untuk berinvestasi semakin banyak. Selain itu, kamu juga bisa mulai belajar investasi dan mengetahui instrumen investasi apa yang cocok digunakan. Dengan berinvestasi ilmu kepada diri sendiri, kamu bisa lebih mengetahui apa yang kamu butuhkan dan tentunya lebih hemat dibandingkan menyewa jasa konsultan investasi.

    Baca Juga: Bitcoin VS Properti, Mana Investasi yang Lebih Untung ?

    Manfaatkan Gadget

    Hari ini gadget bukanlah barang langka lagi, hampir setiap orang mengenal atau bahkan memiliki gadget misalnya smartphone. Daripada gadget ini hanya digunakan untuk main games atau nonton Netflix. Gadget bisa digunakan sebagai salah satu cara mendapatkan passive income.

    Caranya bisa mengikuti program affiliate marketing dengan membagikan link afiliasi dan mengajak banyak orang untuk menggunakan link yang dibagikan, dan kamu akan mendapatkan komisi dari kegiatan tersebut. Kamu juga bisa memanfaatkan gadget media pemasaran berjualan online.

    Diversifikasi Investasi

    Jangan taruh telur dalam satu keranjang, pernah dengar kata-kata tersebut? Kata-kata ini memang benar adanya. Artinya jangan taruh semua uangmu dalam satu instrumen investasi saja. Jika kamu sudah memiliki sejumlah uang, ada baiknya kamu berinvestasi di berbagai instrumen.

    Misalnya, jika kamu investasi Bitcoin, kamu bisa mulai berinvestasi di aset crypto lain misalnya Ethereum, Ripple, Litecoin dan lainnya. Hal ini berguna jika harga salah satu aset sedang anjlok kamu masih bisa bergantung pada aset lain. Kamu juga bisa membagi investasimu ke yang lain, misalnya ke saham, reksa dana hingga emas.

    Baca Juga: Generasi Z Harus Melek Inflasi, Yuk Mulai Investasi!

    Mulai Investasi Bitcoin

    Tips selanjutnya adalah mulai investasi Bitcoin! Kenapa Bitcoin?

    Karena dengan investasi ini kamu tidak harus menunggu modal banyak. Kamu bisa mulai investasi dengan Rp10.000 saja dan kamu akan mendapatkan Bitcoin 0 koma sepersekian persen. Meski belum mendapatkan 1 Bitcoin karena harganya yang bernilai ratusan juta, tapi dengan mulai Rp10.000 saja setidaknya kamu sudah mencicil sejak awal agar bisa mendapatkan satu Bitcoin. Modal awal ini termasuk murah terutama bagi kamu yang gajinya minimal, tentu mengeluarkan 10.000 setiap bulan untuk beli Bitcoin tidak terlalu memberatkan.

    Berinvestasi Bitcoin dapat membuatmu menghasilkan passive income, jika kamu menahan Bitcoin yang kamu miliki dan menjualnya saat harganya meroket, maka kamu akan mendapatkan keuntungan dari investasi ini.

    Baca Juga: Masih Ragu Trading? Ini 3 Keuntungan Memiliki Bitcoin

    Bitcoin adalah aset yang memiliki kemampuan untuk mengalami perubahan harga dengan cepat. Oleh karena itu kamu bisa memanfaatkannya dengan beli Bitcoin saat murah dan menjual saat mahal. Semakin banyak Bitcoin yang kamu miliki, tentu akan semakin terasa keuntungan yang kamu dapatkan  jika mampu memanfaatkannya dengan tepat.

    Passive income bukanlah hal yang instan, untuk mendapatkannya dibutuhkan sejumlah usaha terlebih dahulu. Dari 6 tips yang diberikan ini bisa kamu mulai lakukan dari sekarang agar passive income yang kamu dambakan bisa segera kamu dapatkan, dan usahakan uang yang kamu gunakan untuk investasi adalah uang dingin yang tidak akan mempengaruhi uang yang kamu gunakan untuk kebutuhan-kebutuhan primer, ya.

    Cara mendapatkan passive income yang paling banyak diminati sekarang ini adalah dengan berinvestasi bitcoin. Kamu bisa menggunakan Tokocrypto sebagai media investasi Bitcoinmu. Tokocrypto adalah exchange terpercaya yang telah mendapatkan rating cybersecurity tertinggi di kelasnya. Kamu tidak perlu khawatir berinvestasi bitcoin melalui Tokocrypto. Tunggu apa lagi? Yuk, mulai berinvestasi dengan tokocrypto sekarang juga!

    sumber.

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • YFI Coin Turun, Apakah Bisa Naik?

    Penurunan pada token Yearn.finance terjadi meskipun ada tren fundamental positif untuk proyek dan semua ruang DeFi.

    Yearn.finance adalah protokol keuangan terdesentralisasi yang berfokus pada memungkinkan pengguna memperoleh pengembalian tertinggi atas setoran cryptocurrency mereka. Ini juga berkembang ke sejumlah segmen pasar lainnya termasuk pinjaman desentralisasi, pertukaran desentralisasi, dan asuransi terdesentralisasi.

    Seperti yang anda lihat, support sudah terlihat di sekitar Rp 270 juta-an. Kurangnya time frame di YFI, sangat sulit untuk memprediksi apakah YFI bisa naik kembali.

    Harga YFI coin pada awal maret 2021 adalah di kisaran Rp 493 juta dengan market cap sebesar Rp 18 miliar.

    YFI coin memiliki kinerja yang fantastis sejak pertama kali diterbitkan. Hal inilah yang membuat YFI coin menjadi pesaing bitcoin. Kenaikan harga YFI coin salah satunya disebabkan oleh DeFI yang saat ini sedang ramai digunakan.

    Fundamental Yearn.finance yang Berkembang

    Ada sejumlah pengumuman dan perkembangan positif untuk cryptocurrency dan ekosistemnya masing-masing.

    Jajaran produk utama Yearn.finance, Vaults, telah mengalami peningkatan selama beberapa minggu terakhir. yBTC, yETH v2, dan strategi investasi lainnya sedang diluncurkan yang telah menarik banyak modal dari investor yang ingin mendapat untung dari investasi mereka.

    Dalam beberapa minggu ke depan, akan ada pengumuman positif.

    Yang paling utama, ada beberapa gerakan untuk menambahkan YFI coin sebagai jenis jaminan untuk ekosistem Maker DAO. Ini akan menjadi tambahan yang saling menguntungkan yang akan memungkinkan Maker DAO mendapatkan jaminan dan akan memberi YFI lebih banyak utilitas.

    Setelah itu, pengembang sedang mengerjakan peningkatan versi ke situs Yearn.finance yang akan membantu meningkatkan kegunaan, sehingga ini tentu akan semakin membuat ekosistemnya semakin fungsional dan menarik.

    Baca Juga: Apa Itu Yearn Finance? Semua Yang Anda Harus Tahu

    Semua DeFi Tengah Bertumbuh

    Guna meningkatkan protokol Yearn.finance dan mata uang crypto yang mendasarinya, semua DeFi saat ini tengah bertumbuh.

    Spencer Noon, kepala DTC Capital, baru-baru ini mengomentari pertumbuhan dari semua DeFi:

    “Latar belakang fundamental yang kuat untuk  #crypto  – yang tidak seperti pasar Bullish sebelumnya – adalah ada miliaran crypto dollar yang datang secara on-chain untuk menggunakan  #DeFi . Kecuali hal itu menunjukkan tanda-tanda melambat, kami berada di jalur untuk kapitalisasi pasar agregat multi-triliun dolar untuk ruang tersebut.”

    Itulah beberapa alasan yang mendasari kenapa YFI coin mengalami penurunan .Ingin berinvestasi cryptocurrency dengan mudah dan aman? Yuk gabung dengan Tokocrypto.com. Tokocrypto merupakan exchange berbagai macam aset cryptocurrency seperti dogecoin, bitcoin, ethereum, dan sebagainya. Tokocrypto.com merupakan platform dengan peringkat pertama cyber security di Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pengumuman Ini Bawa Sentimen Positif untuk Ethereum dan MakerDAO

    Pengumuman “jembatan” penghubung antara Optimism dan Dai akan menjadi salah satu sentimen positif untuk MakerDAO dan Ethereum.

    Pengumuman Kerja Sama Optimism-Dai

    Dengan adanya “jembatan” penghubung tersebut, dikabarkan bahwa akan terjadi proses penarikan dana yang lebih cepat.

    Sistem kerja sama ini akan diterapkan pada Tahun 2021, jika mengacu pada pengumuman yang disebarkan.

    Stablecoin Dai yang diterbitkan oleh MakerDAO akan diperkuat melalui kerja sama pembaruan pada Layer-2 (L2) ini dari sisi kecepatan dan biaya.

    Baca juga: Apa itu DAI dan Cara Kerjanya di MakerDAO

    Optimism, platform pendukung Ethereum, akan memberikan teknologi pembaruan tersebut.

    Dukungan teknologi ini disampaikan pada pengumuman 9 Maret 2021 di forum MakerDAO.

    Salah satu pendiri perusahaan Bellwood Studios, Sam MacPherson, menjelaskan, MakerDAO akan menerbitkan Dai di platform L2 Optimism.

    Ia menambahkan,

    “Jembatan” penghubung melalui kerja sama antara Optimism dan Dai akan memberikan peningkatan kualitas dalam implementasi beberapa hal.”

    Ia menyatakan juga bahwa saat ini Optimism mewajiibkan periode dana terkunci selama tujuh hari saat ingin menarik dana kembali ke Layer-1 (L1) Ethereum.

    Dengan adanya kerja sama dengan protokol MakerDAO, periode ini dapat dipersingkat sehingga membuat waktu penarikan dana menjadi lebih cepat.

    Hal ini disebabkan adanya mekanisme yang membuat penarikan dana lebih cepat dengan mengunci Dai di L1 untuk menambang Dai di L2.

    Selain itu di saat yang bersamaan, mekanisme tersebut memberikan akses agar stablecoin tersebut dapat dihapus atau burn untuk akses cepat kepada Dai di L1.

    Baca Juga: Sayap Ripple di Asia Pasifik Tak Terpengaruh Kasus dengan SEC

    Positif untuk MakerDao dan Ekosistem Ethereum

    Mekanisme menciptakan dan memverifikasi dua jenis Dai ini dijelaskan secara rinci pada forum MakerDAO.

    Setelah penjelasan tersebut, MacPherson menambahkan,

    “Semua ini akan menjadi “game changer” bukan hanya untuk protokol Maker namun juga ekosistem Ethereum karena adanya penyediaan pintu keluar yang cepat, anonim, dan terdesentralisasi dari optimistic rollups (sistem konstruksi pada L2).”

    Dengan “jembatan” ini, MakerDAO memiliki kesempatan untuk menjadi pintu keluar utama dari Optimism.

    Optimism sendiri menjelaskan bahwa solusi melalui kerja sama ini adalah cara yang “keren dan anggun”.

    Pengumuman tersebut menyatakan bahwa implementasi akan terjadi dalam waktu dekat.

    Namun sistem penarikan dana yang cepat baru akan terjadi pada kuartal tiga hingga empat Tahun 2021.

    Optimistic Rollups, salah satu sistem konstruksi pada L2, telah diuji oleh Synthetix yang baru saja juga mengumumkan transisi ke L2 pada pertengahan Januari 2021.

    Uniswap juga dikabarkan akan mengikuti mayoritas protokol DeFi untuk menggunakan sistem Optimistic Rollups pada pembaruan V3 tahun ini.

    Optimism telah mengumumkan pendanaan $25 Juta oleh Perusahaan Venture Capital, Andreessen Horowitz pada akhir Februari 2021.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com