Author: 37

  • Sayap Ripple di Asia Pasifik Tak Terpengaruh Kasus dengan SEC

    Brad Garlinghouse, CEO Ripple Labs mengaku perluasan sayap perusahaannya di Asia Pasifik tidak terpengaruh kasus dengan SEC di Amerika Serikat.

    Ripple belum mengalami dampak apa pun dalam bisnisnya di Asia Pasifik setelah dituntut oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), kata Garlinghouse, Jumat (5/3/2021), dilansir dari Reuters.

    Pada akhir Desember 2020, SEC menuntut Ripple di pengadilan, terkait aset kripto XRP. Ripple dianggap melanggar aturan sekuritas. Menurut SEC, XRP tergolong penawaran sekuritas (kontrak investasi terhadap publik) senilai US$1,3 miliar.

    Kabar buruk itu, memaksa sejumlah bursa aset kripto di Amerikat Serikat dan di sejumlah negara lain, menangguhkan perdagangan XRP, sembari menantikan kepastian hukumnya.

    Baca Juga:  Coingate tangguhkan perdagangan xrp mulai 15 januari

    Maklumlah, XRP tergolong aset kripto “amat penting” karena berkapitalisasi pasar sangat tinggi, masuk 10 besar versi Coinmarketcap.com.

    “Tuntutan itu telah menghambat aktivitas di Amerika Serikat, tetapi tidak benar-benar memengaruhi apa yang terjadi pada kami di Asia Pasifik,” kata Garlinghouse.

    Katanya, Ripple dapat terus mengembangkan bisnis di Asia, khususnya di Jepang, karena kami memiliki kejelasan peraturan di pasar tersebut.

     

    Ia menambahkan, dia tidak mengetahui adanya bursa di luar Amerika Serikat yang telah menghentikan perdagangan XRP.

     

    “XRP diperdagangkan di lebih dari 200 bursa di seluruh dunia. Sebenarnya hanya tiga atau empat bursa di Amerika Serikat yang menghentikan perdagangan, ”ujarnya.

    Garlinghouse adalah salah satu dari dua eksekutif perusahaan yang dituduh oleh SEC pada Desember 2020, secara pribadi mendapatkan sekitar US$600 juta dari hasil penjualan XRP.

    Baca Juga: Soros dan Morgan Stanley Semakin Kepincut Bitcoin

    Gary Gensler, yang dicalonkan oleh Presiden Joe Biden untuk memimpin SEC, mengatakan dalam sidang di Kongres beberapa waktu lalu, untuk memberikan panduan dan kejelasan soal pasar aset kripto di negeri itu.

    Meskipun Bitcoin dianggap sebagai komoditas oleh regulator keuangan AS, sebagian besar aset kripto lainnya belum diklasifikasikan sebagai komoditas atau sekuritas.

    Ini adalah dampak dari ketidakjelasan peraturan, mengingat aset ini adalah kelas aset baru yang belum ada sebelumnya.

    Ripple sendiri telah menandatangani lebih dari 15 kontrak baru dengan sejumlah bank secara global sejak SEC mengajukan gugatannya, kata Garlinghouse, menambahkan bahwa ia percaya kurangnya kejelasan di Amerika Serikat telah menjadi “penghalang” untuk inovasi.

    “Kami melihat aktivitas likuiditas XRP tumbuh di luar Amerika Serikat dan terus tumbuh di Asia, tentunya di Jepang,” ujarnya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Angin Segar dari Amerika, 5 Crypto Bisa Terimbas Positif Pekan ini

    Beberapa hari yang lalu, Pemerintah Amerika baru saja memberikan angin segar untuk pasar crypto akibat persetujuan dana stimulus Joe Biden.

    Sebelumnya pasar crypto dan beberapa pasar aset berisiko dibuat khawatir akibat data ketenagakerjaan yang positif, namun semua ditenangkan oleh dana stimulus.

    5 Crypto Berpotensi Positif Pekan Ini

    Akibat dari kabar tersebut, pada pekan ini terdapat lima mata uang crypto yang berpotensi mengalami apresiasi.

    Seluruh apresiasi ini akan dipimpin oleh Bitcoin yang mulai bergerak naik akibat korelasi negatifnya dengan Dolar Amerika dan kabar stimulus.

    1. Bitcoin (BTC)

    Bitcoin kemungkinan besar akan kembali dituju sebagai alat pelindung alternatif terhadap potensi depresiasi Dolar Amerika.

    Dengan adanya potensi depresiasi Dolar Amerika akibat kabar dana stimulus ini, Bitcoin memiliki potensi apresiasi yang lebih tinggi.

    Selain itu, dengan mulai menenangnya pasar futures yang sebelumnya volatil akibat pergantian bulan, Bitcoin kemungkinan memulai apresiasinya kembali.

    Salah satu pendorong positif yang memulai apresiasi ini adalah MicroStrategy yang membeli Bitcoin senilai sekitar $10 Juta atau Rp143,6 Miliar.

    Selain itu perbedaan antara harga Bitcoin di Coinbase dan Binance atau efek Coinbase Premium yang terlihat mulai tinggi dapat menjadi pertanda kuat apresiasi Bitcoin.

    Namun, terdapat satu penghalang yang kemungkinan menghambat apresiasi Bitcoin yaitu musim pajak.

    Baca juga: Bitcoin dan Musim Pajak, Ini Hubungannya

    Secara teknikal Bitcoin masih terus bergerak naik walau terlihat akan mengalami koreksi kecil.

    Selama batas bawah pada $48.000 tidak ditembus, kemungkinan apresiasi masih akan kuat.

    prediksi bitcoin
    Grafik 4 Jam Bitcoin

    Indikator RSI dan MACD juga masih mendukung apresiasi akibat MACD yang masih terlihat naik setelah cross bersama RSI yang masih berada di zona positif.

    Harga juga masih berada di atas MA Cross yang menandakan potensi apresiasi masih cukup kuat untuk mendorong Bitcoin naik.

    Target apresiasi berada di $52.000 yang jika ditembus dapat membawa Bitcoin ke $54.000 pekan ini.

    Namun jika $48.000 ditembus, batas pengaman kuat berada di sekitar $44.000 hingga $43.000.

    2. Ethereum (ETH)

    Ethereum umumnya memiliki korelasi positif dengan Bitcoin sehingga saat harganya naik, kemungkinan besar Ethereum juga akan naik.

    Di luar korelasi tersebut, Ethereum juga memiliki sentimen positif dari perusahaan publik di Cina bernama Meitu.

    Meitu dikabarkan baru saja membeli $22,1 Juta atau sekitar Rp317,4 Miliar dalam Ethereum dan $17,9 Juta atau sekitar Rp257 Miliar dalam Bitcoin.

    Kabar ini dapat menjadi sentimen positif untuk harga Ethereum, bersama biaya transaksinya yang mulai turun akibat volume yang turun.

    Baca juga: Ethereum Terus Berkembang, Ini 10 Proyek Utama 2021

    Dari sisi teknikal, Ethereum memperlihatkan pergerakan yang positif sama seperti Bitcoin dan memperlihatkan pola bullish flag.

    prediksi ethereum
    Grafik 4 Jam Ethereum

    Indikator RSI dan MACD juga mendukung apresiasi walau terdapat potensi koreksi akibat pergerakan naik yang sudah cukup signifikan sebelumnya.

    Namun harga masih berada di atas MA Cross yang menandakan potensi apresiasi positif.

    Target apresiasi kemungkinan besar berada pada $1.752 sebelum mencapai daerah $1.800.

    Tetapi, saat ini kemungkinan besar koreksi kecil akan terjadi yang kemungkinan menuju ke $1.681 dengan pengaman apresiasi pada $1.600.

    3. Uniswap (UNI)

    Uniswap nampaknya juga terdampak oleh Ethereum akibat bergerak pada blockchainnya sehingga memiliki sentimen positif.

    Apresiasi pada pekan ini kemungkinan akan melanjutkan apresiasi pada pekan sebelumnya yang telah mencapai lebih dari 50%.

    Akibat apresiasi tersebut, saat ini Uniswap menjadi anggota DeFi pertama yang masuk ke peringkat 10 besar dalam kapitalisasi pasar.

    Apresiasi ini disebabkan oleh meningkatnya frekuensi pernyataan yang dikeluarkan oleh pihak Uniswap pada Twitter.

    Umumnya, peningkatan tersebut menandakan adanya potensi pengumuman besar terutama mengenai perkembangan Uniswap V3.

    Saat ini sisi teknikal memperlihatkan adanya potensi koreksi menuju $33 sebelum bergerak naik kembali dan membentuk pergerakan retest.

    prediksi uni
    Grafik 4 Jam UNIUSD

    Tujuan selanjutnya kemungkinan besar berada pada $35 yang merupakan harga tertinggi sebelum koreksi.

    Pekan ini ada kemungkinan Uniswap dapat mencapai $37 hingga $40 dengan target jangka panjang pada $50.

    Batas pengaman apresiasi berada pada sekitar $31 bersama Indikator RSI dan MACD yang memperlihatkan potensi koreksi.

    Namun melihat MA Cross yang masih jauh berada di bawah harga, kemungkinan apresiasi masih terlihat kuat.

    4. Polkadot (DOT)

    Polkadot menjadi salah satu mata uang crypto yang memiliki potensi apresiasi di pekan ini bersama potensi pulihnya pasar crypto.

    Salah satu sentimen positif yang datang dari DOT adalah kabar dari Moonrock Capital, perusahaan investasi yang mengelola DOT.

    Dikabarkan bahwa perusahaan investasi ini telah naik hingga delapan kali lipat dalam dana kelolaannya yang diinvestasikan pada DOT.

    Sentimen positif lainnya adalah Polkastarter yang merupakan salah satu proyek yang mulai menarik perhatian dan bergerak pada Polkadot.

    Peluncuran parachain sendiri juga menjadi salah satu sentimen positif yang dapat mendorong harga DOT naik.

    Dari sisi teknikal saat ini DOT sedang membentuk pergerakan konsolidasi dengan pola symmetric triangle.

    prediksi dot
    Grafik 4 Jam DOTUSD

    Jika harga berhasil bergerak naik keluar dari pola tersebut, kemungkinan besar apresiasi akan berlanjut pekan ini.

    Batas atas yang harus ditembus berada pada $35 hingga $37 untuk mencapai $42 pada pekan ini. Batas pengaman saat ini berada pada $32.

    Indikator RSI menunjukkan potensi koreksi kecil. Tapi, MACD menunjukkan potensi apresiasi bersama harga yang berada di atas MA Cross.

    5. Luna (LUNA)

    Crypto ini menjadi rekomendasi akibat fenomena di sekitarnya sama seperti mata uang crypto Litentry pada rekomendasi pekan lalu.

    Luna sedang menjadi pembahasan akibat adanya sentimen positif dari beberapa influencer seperti Coin Berau yang mempromosikan crypto ini.

    Sentimen positif juga datang dari Terra, perusahaan blockchain Korea Selatan yang mengadopsi Luna sebagai dana cadangan.

    Perusahaan ini dikabarkan akan melakukan inovasi dalam platform pembayaran desentralisasinya yang membuat harga Luna naik.

    Sisi teknikal juga mendukung akibat koreksi yang nampaknya sudah selesai dengan harga yang keluar dari pergerakan ke bawah.

    prediksi luna
    Grafik 4 Jam LUNAUSD

    Batas pengaman apresiasi berada di sekitar $7,8 dan $7,6 dengan tujuan apresiasi pada $8,6 hingga $9 pekan ini jika $8,3 dapat ditembus.

    Terdapat beberapa mata uang crypto lain yang direkomendasikan seperti LTC, VET, dan THETA, namunperlu diperhatikan kembali manajemen risiko yang digunakan.

    Baca Juga: Bloomberg: Harga Bitcoin Bisa US$100 Ribu Tahun Ini

    *Disclaimer

    Seluruh pernyataan dalam artikel ini adalah pandangan dan analisis penulis pribadi dan bukan saran resmi untuk investasi atau trading. Kerugian dan keuntungan yang didapat dari analisis ini bukan tanggung jawab Coinvestasi dan merupakan tanggung jawab investor atau trader masing-masing.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bloomberg: Harga Bitcoin Bisa US$100 Ribu Tahun Ini

    Bloomberg Intelligence meramalkan harga Bitcoin bisa mencapai US$100 ribu (Rp1,4 milyar) pada tahun ini juga. Bitcoin juga disebut dalam proses menggantikan peran emas.

    “Pada Februari ketika Bitcoin mendekati US$60 ribu [lalu terkoreksi-Red], pembelian kuat akan terjadi di US$40 ribu. Meningkatnya permintaan dibandingkan pasokan yang semakin berkurang, mendukung pola kenaikan seperti masa lalu. Bitcoin berpotensi ‘menambahkan satu angka nol’ di harganya, US$10.000 ribu [menjadi US$100.000-Red] pada tahun 2021,” sebut Bloomberg dalam kajian terbarunya, ‘Bloomberg Crypto Outlook 2021‘ edisi Maret 2021.

    Baca Juga: Inilah Beberapa Alasan Penyebab Harga Bitcoin Fluktuatif

    Menurut Mike McGlone yang menyusun kajian itu, peningkatan permintaan dibandingkan pasokan unit BTC yang kian berkurang [akibat Halving-Red], berpadu dengan kondisi ekonomi makro.

    Itu disebut menguntungkan peran Bitcoin menggantikan emas dari aset berisiko dan kelak menjadi store of value.

    prediksi bitcoin

    McGlone juga menyebutkan, ketika Bitcoin masuk di US$50 ribu di awal tahun 2021 dan mencapai kapitalisasi pasar US$1 triliun, menjadikan Raja Aset Kripto itu memiliki asas untuk menjadi lebih stabil.

    Bitcoin dalam Proses Gantikan Peran Emas
    Bloomberg juga tampaknya kian yakin menyorongkan wacana, bahwa Bitcoin saat ini dalam proses menggantikan peran emas sebagai store-of-value. Wacana seperti ini sudah sejak lama disampaikan Bloomberg dalam kajian edisi yang lampau.

    “Proses Bitcoin menggantikan emas sebagai portofolio investasi semakin cepat. Kami juga melihat risikonya yang tinggi cenderung serupa. Pada 2021, kami melihat alokasi emas hanya digunakan sebagai diversifikasi investasi yang masih penting,” sebut Bloomberg.

    Kajian itu juga menekankan, arus masuk modal ke Bitcoin memang sangat besar dibandingkan ke emas.

    Inilah yang membentuk tren arus balik dari emas menuju aset kripto besar itu. Grafik Bllomberg menunjukkan, total kepemilikan ETF Emas turun ke tingkat terendah sejak Juli 2020,setelah mencapai puncaknya pada November 2020. Nilai yang meningkat terlihat pada pembelian “Bitcoin saham”, yakni Grayscale Bitcoin Trust (GBTC), yang mewakili nilai permintaan Bitcoin di pasar spot.

    Baca Juga: Emas versus Bitcoin, Ini Kata Dewan Emas Dunia

    Bitcoin Kembali ke US$50 Ribu Lagi
    Ketika artikel disusun, beberapa jam sebelumnya Bitcoin berhasil kembali sekali lagi ke US$50.000, setelah terkoreksi dalam mulai US$58 ribu pada 22 Februari 2021 [sebagai all time high baru]. Capaian serupa sebelumnya terjadi pada 3 Maret 2021 hingga US$51.607.

    prediksi bitcoin
    Bitcoin berhasil kembali ke US$50.000, setelah terkoreksi dalam dari US$58 ribu. Sumber: Tradingview.com.

    Dari harga itu, harga Bitcoin terkoreksi 26 persen, lebih kecil daripada koreksi sebelumnya, yakni 28 persen (awal hingga akhir Januari 2021).

    Pada timeframe 4 jam, berdasarkan data di Tradingview, tampak MA30 sudah menyodok MA50 sejak 5 Maret 2021. Kepastian kenaikan lebih lanjut, setidaknya dapat dilihat, ketika dalam beberapa hari MA30 menyilang bawah MA100.

    prediksi bitcoin
    Support cukup kuat di US$46.300 berdasarkan indikator Auto Fib Extension. Sumber: Tradingview.com.

    Pun lagi, berdasarkan indikator Auto Fib Extension di timeframe serupa, support cukup besar berada di US$46.300.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sushiswap Terbitkan Kontrak di 5 Blockchain, Apa Saja?

    Beberapa bursa terdesentralisasi (DeX) terlihat sedang mencari alternatif dari Ethereum akibat biaya transaksinya yang tinggi.

    Salah satu contohnya adalah SushiSwap yang terlihat mencari alternatif dengan menerbitkan kontraknya di lima blockchain secara bersamaan.

    SushiSwap Luncurkan Kontrak di Lima Blockchain

    Beberapa protokol DeFi utama terlihat berpindah ke sistem multi-chain yang nampaknya dipimpin oleh SushiSwap.

    SushiSwap telah secara resmi menerbitkan kontraknya pada lima blockchain yang berbeda.

    Selain itu Balancer juga dikabarkan telah memindahkan port ke Moonbeam dan Polkadot.

    CTO dari SushiSwap, Joseph Delong mengabarkan, DeX SushiSwap telah menerbitkan kontrak pada xDai, Moonbeam Network, Binance Smart Chain, Polygon, dan Fantom.

    Delong menyatakan bahwa SushiSwap masih berencana untuk meluncurkan kontrak di beberapa blockchain lainnya seperti Optimism dan Solana.

    Baca juga: SushiSwap Naik 3.000% dalam 3 Bulan, Fundamental Membaik

    Walau ia mengatakan bahwa pengguna sudah mendapatkan kelengkapan dari Fantom dan Binance Smart Chain, tiga blockchain lainnya masih butuh pengembangan.

    Pengembangan yang dimaksud bertujuan untuk memberikan kepuasan penuh untuk para pengguna SushiSwap.

    Sehingga keseluruhan tujuan tersebut adalah untuk mengembangkan kepuasan konsumen agar SushiSwap dapat dimanfaatkan secara optimal.

    Sistem Multi-Chain Menjadi Solusi

    Delong juga mengatakan bahwa pergerakan adopsi sistem multi-chain untuk solusi biaya tinggi Ethereum, walau berkembang, masih butuh beberapa perbaikan. Ia mengatakan,

    “Perbaikan sistem masih perlu dilakukan namun relatif mudah. Saat ini terdapat pergerakan adopsi sistem multi-chain sebelum adanya solusi tingginya biaya transaksi.”

    Ia menambahkan bahwa saat ini belum ada insentif penghargaan untuk pengguna pool multi-chain.

    Menurut Dune Analytics, SushiSwap berada di peringkat kedua dalam peringkat DeX terbesar dengan volume transaksi mingguan pada $3 Miliar.

    SushiSwap nampaknya bukan satu-satunya DeX besar yang terlihat ingin mencoba blockchain Moonbeam.

    Balancer menjadi DeX yang juga akan mencoba masuk ke blockchain Moonbeam akibat rencana kerja melalui automatic market maker (AMM) nya.

    Moonbeam menarik banyak perhatian akibat sistemnya yang menjadi platform kontrak yang cocok pada Ethereum dengan dukungan dari Polkadot.

    Baca Juga: Inilah Beberapa Alasan Penyebab Harga Bitcoin Fluktuatif

    Pengumuman ini datang bersama dengan pengumuman bahwa aset berbasis Polkadot akan tersedia sebagai Token ERC-20 di Balancer saat resmi masuk ke Moonbeam.

    Balancer saat ini menjadi peringkat kelima dalam peringkat volume DeX terbesar akibat volume sebesar $525 dalam tujuh hari terakhir.

    Kabar ini dapat menjadi sentimen positif untuk harga SushiSwap (SUSHI) dan Balancer (BAL) akibat kemungkinan menjadi masalah terhadap tingginya biaya transaksi saat ini.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum Terus Berkembang, Ini 10 Proyek Utama 2021

    Santiment, perusahaan penelitian dan analisis crypto, baru saja mempublikasi 10 proyek Ethereum terbesar menurut kegiatan developer di tahun 2021.

    Walau saat ini mengalami biaya transaksi yang tinggi, perkembangan proyek-proyek di blockchain Ethereum masih layak untuk diperhatikan .

    10 Proyek Ethereum Terbesar di 2021

    Santiment menegaskan bahwa kegiatan developer sering kali menjadi salah satu indikator yang dilupakan saat melihat kesuksesan suatu proyek.

    Sebab, kegiatan developer menunjukkan komitmen dalam perkembangan suatu produk terutama komitmennya terhadap rencana awal dalam jangka panjang.

    Santiment memberikan data tentang 10 proyek utama yang hanya berada pada ERC-20 atau blockchain Ethereum.

    Penelitian ini menggunakan aktivitas pada GitHub dengan kurun waktu satu bulan terakhir, berikut adalah daftar yang dipublikasi di Twitter.

    Di peringkat pertama adalah Gnosis, platform prediksi pasar, yang aktivitasnya terlihat terus meningkat di Februari 2021.

    Kegiatan Gnosis mencakup terbitnya pada sidechain Ethereum, xDai, mengikuti aliansi DeFi, dan meluncurkan dana kolaborasi untuk Gnosis Safe Apps.

    Status menjadi proyek kedua yang terlihat sibuk dengan beberapa pembaruan untuk aplikasi desentralisasinya.

    Selain itu, harga tokennya, SNT, juga naik menyentuh harga tertingginya dalam tiga tahun terakhir pada Rp1.783 di Februari 2021.

    Protokol NFT dan realita virtual Decentraland, menjadi peringkat ketiga akibat beberapa perkembangan baru untuk menambah kenyamanan penggunanya.

    Protokol aset sintetis DeFi UMA menjadi peringkat keempat akibat dua hal yaitu publikasi beberapa protokol besar dan kolaborasi dengan BadgerDAO.

    Pada peringkat kelima adalah Chainlink yang mengumumkan peluncuran mainnet resminya melalui Off-Chain Reporting (OCR).

    Peluncuran tersebut membuat peningkatan efisiensi data pada oracle Chainlink, sehingga membuat biaya operasional turun sekitar 90%.

    Baca Juga: Direktur Fidelity: Bitcoin Unggul Dibanding Emas

    Sektor DeFi Masih Mendominasi

    Perkembangan dari Chainlink juga akan memberikan manfaat yang signifikan kepada Sektor DeFi akibat memberikan efektivitas lebih sebesar 10 kali lipat.

    Selanjutnya ada Skale Network platform desentralisasi modular cloud untuk mengoperasikan aplikasi terdesentralisasi berbasis blockchain Ethereum.

    Diperingkat berikutnya adalah MakerDAO yang terus berkembang bersama Ocean, platform pertukaran data terdesentralisasi.

    Baca juga: Apa itu ChainLink $LINK ? Panduan untuk Pemula

    Terakhir terdapat Golem, platform komputasi berbasis sharing economy dan Santiment di peringkat 10 .

    Lima peringkat teratas dalam daftar tersebut didominasi oleh sektor DeFi yang menunjukkan bahwa Sektor DeFi belum selesai mendominasi di 2020.

    Mengingat adanya proposal EIP-1559 yang segera diterapkan untuk melawan permasalahan biaya Ethereum, Sektor DeFi juga akan semakin mendominasi.

    Sehingga saat ini perhatian utama dapat dituju kepada lima peringkat teratas dalam daftar tersebut akibat potensinya yang cukup kuat.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Direktur Fidelity: Bitcoin Unggul Dibanding Emas

    Jurrien Timmer, Direktur Makro Global di perusahaan layanan keuangan Fidelity yang mengelola aset lebih dari US$3,3 trilyun, mengatakan Bitcoin memiliki keunggulan unik dibanding emas.

    Bulan lalu, Timmer menerbitkan tulisan yang menyatakan manajer investasi sebaiknya melihat Bitcoin sebagai pengganti emas atau obligasi.

    “Investor mungkin ingin menambah Bitcoin dan alternatif lain sebagai satu komponen sisi obligasi dalam portofolio 60/40 saham dan obligasi,” katanya.

    Baca Juga: Warga Amerika Latin Ingin Belanja Pakai Bitcoin Cs

    Timmer menyoroti fitur Bitcoin yang menjadikannya bernilai, yaitu kelangkaan, kurva penambahan suplai yang berkurang, reputasi dan menuruti Hukum Metcalfe (Network Effect) yang menyatakan nilai jaringan tumbuh lebih cepat dengan bertambahnya pengguna.

    uncaptioned

    Direktur Fidelity itu berpendapat berinvestasi Bitcoin selain emas masuk akal, sebab sama-sama langka dan berfungsi sebagai alat simpan nilai (store of value).

    Timmer menekankan, sistem moneter dunia tidak didukung oleh emas dan ekonomi global semakin bergantung kepada kebijakan moneter bank sentral.

    Dalam era fiat money ini, semakin sedikit emas yang mendukung sistem moneter ketika uang baru diterbitkan dengan sangat cepat dan dalam jumlah banyak, tambahnya.

    “Bagi sebagian orang, hal ini menjadikan emas semakin menggiurkan, dan akhir-akhir ini Bitcoin mulai diperbincangkan sebagai bentuk emas digital,” jelas Timmer.

    Baca Juga: 4 Cara Mendapatkan Uang dari Internet dengan Cepat

    Sambil menegaskan pendapatnya hanya satu di antara yang lain, Timmer menambahkan Bitcoin bukan investasi yang aman. Kendati emas dan Bitcoin sama-sama langka, Bitcoin bersifat digital dan dapat diregulasi ketat.

    “Percaya sesuatu yang konseptual dan belum terbukti dapat bersaing dengan kelangkaan nyata yang telah dihargai selama ribuan tahun butuh keyakinan tinggi,” kata Timmer.

    Tetapi Bitcoin memiliki keunggulan unik dibanding emas. Pasokan Bitcoin dirancang terbatas, ketika pasokannya mendatar, produksi emas tetap konstan. Emas langka tetapi tidak semakin langka, sebut Timmer.

    Baik emas dan Bitcoin perlu dipertimbangkan investor ketika investasi dalam surat utang (obligasi) berimbal hasil rendah mendekati nol.

    Pekan lalu, investor milyarder Warren Buffett berkata investor obligasi menghadapi masa depan yang suram.

    Menurut Timmer, Bitcoin belum tentu lebih baik dari saham, terutama untuk jangka pendek, sebab harga Bitcoin sangat volatil.

    Saham menawarkan imbal hasil dan membayar deviden sehingga hasil investasi bertambah seiring waktu. Hanya, di saat hiperinflasi emas dan Bitcoin lebih unggul.

    Terlepas dari itu, karakteristik Bitcoin dan pasar kripto yang berkembang menjadikannya alternatif menarik selain emas atau obligasi.

    Bitcoin semakin dipercaya, dan sebagai emas digital, Timmer meyakini Bitcoin akan mengambil pangsa pasar lebih besar seiring waktu.

    Kini, manajer portofolio tidak lagi bertanya untuk berinvestasi Bitcoin atau tidak, melainkan bertanya seberapa banyak beli Bitcoin.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Berikut Tips Memulai Bisnis dengan Bitcoin

    Bitcoin terus menampilkan kilaunya. Bahkan saat 17 Februari 2021, harga bitcoin sudah menembus 700 juta per koinnya, lho! Harganya yang terus meroket beserta keuntungannya membuat banyak orang berminat melakukan investasi. Tapi, ternyata bitcoin bisa juga dilakukan untuk berbisnis lho. Apa saja sih yang merupakan pilihan bisnis bitcoin? Serta bagaimana cara memulai bisnis bitcoin? Yuk, simak penjelasannya!

     Apa itu Bisnis Bitcoin?

    Sebelum mengetahui berbagai pilihan bisnis bitcoin dan cara memulainya, Anda mungkin bertanya-tanya. Apa sih yang dimaksud dengan bisnis bitcoin? Bisnis bitcoin sendiri sebenarnya tidak jauh berbeda dengan bisnis lainnya. Bisnis bitcoin adalah usaha yang melibatkan bitcoin, baik untuk alat bisnis atau sebagai jenis pembayaran.

    Pilihan Bisnis Bitcoin

    Inilah berbagai pilihan dari bisnis bitcoin yang bisa Anda pilih. Yuk simak selengkapnya!

    • Menjadi Trader Profesional

    Mempelajari bitcoin dan trading tidak bisa dilakukan dengan waktu yang cepat. Untuk itu, trading bitcoin bisa dijadikan sebuah pilihan bisnis pribadi Anda. Dengan menjadi trader profesional Anda bisa menganalisa bitcoin dari semua aspek, dan menentukan momen yang tepat untuk melakukan jual belinya.

    • Investasi Bitcoin Jangka Panjang

    Keuntungan dari bitcoin tidak hanya bisa didapatkan dengan cara trading saja. Anda bisa berinvestasi bitcoin jangka panjang dengan cara menyisihkan 5% dari pendapatan Anda untuk digunakan sebagai investasi. Nah, dana inilah yang kemudian akan digunakan untuk membeli bitcoin di exchange.

    Bitcoin lambat laun semakin diminati banyak orang. Untuk memulai investasi ini dibutuhkan ilmu yang susah-susah gampang terkait bitcoin itu sendiri. Nah, ini bisa dimanfaatkan bagi Anda seorang trader profesional yang sudah memiliki kemampuan yang mumpuni.

    Anda bisa memberikan pembelajaran via online tentang bitcoin untuk orang-orang yang baru akan memulai trading bitcoin atau Anda bisa menjual konten tersebut dan menerima asek kripto sebagai bayaran bagi orang yang ingin mengaksesnya.

    • Buka Online Store di eBay

    eBay merupakan marketplace yang menerima bitcoin sebagai pembayaran. Nah, ini merupakan cara yang tepat bagi Anda yang suka berjualan dan ingin menjadikan bitcoin sebagai pembayaran. Nantinya, hasil dari bitcoin yang didapatkan bisa Anda gunakan untuk trading dan menghasilkan keuntungan yang maksimal untuk toko Anda di eBay.

    • Mendapatkan Bitcoin Secara Gratis

    Anda bisa juga lho mendapatkan bitcoin secara gratis. Salah satu caranya adalah dengan mengikuti program afiliasi dari platform trading. Program Afiliasi sendiri merupakan program yang memungkinkan Anda untuk mendapatkan komisi apabila Anda berhasil membuat orang lain menggunakan suatu produk.

    Nah, dalam bisnis bitcoin, program afiliasi ini bisa Anda lakukan dengan cara yang mudah dengan bermodalkan koneksi internet dan perangkat smartphone saja, lho! Anda tinggal mengirimkan link referral kepada yang lainnya. Semakin banyak volume trading pengguna yang menggunakan link referral milik Anda, semakin banyak komisi yang didapatkan.

    Cara Memulai Bisnis Bitcoin

    Langkah-langkah yang harus Anda lakukan ketika ingin memulai bisnis bitcoin antara lain:

    Langkah awal yang dilakukan untuk Anda adalah memilih jenis bisnis yang akan dipilih. Anda bisa memilih beberapa jenis bisnis yang ada diatas.

    • Pilih exchange terpercaya

    Agar transaksi bisnis bitcoin yang Anda lakukan aman, pilihlah exchange yang terdaftar di BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi). Dengan melakukan transaksi di exchange yang terdaftar, ini menjamin

    • Daftar dan buat bitcoin wallet

    Langkah awal yang perlu Anda lakukan setelah memilih jenis bisnis mana yang akan Anda pilih adalah daftar akun bitcoin. Daftar dan masukkan email Anda. Setelah melakukan pendaftaran, login ke dalam bitcoin wallet. Setelah itu Anda akan mendapatkan bitcoin address.

    Setelah akun Anda terdaftar dan sudah memiliki bitcoin wallet, Anda sudah bisa melakukan transaksi bitcoin Anda. Anda bisa melakukan jual-beli aset bitcoin, investasi, trading ataupun digunakan sebagai alat pembayaran (seperti yang dilakukan di marketplace e-Bay)

    Itulah penjelasan mengenai pilihan-pilihan bisnis bitcoin serta cara memulai bisnis bitcoin. Nah, apakah Anda tertarik untuk memulai bisnis bitcoin? Pastikan Anda melakukannya di exchange yang sudah terpercaya, yakni Tokocrypto! Dengan rating cybersecurity yang tertinggi di kelasnya yakni sebesar 9,35, Anda tidak perlu khawatir ketika melakukan bisnis bitcoin. Tunggu apalagi? Yuk, kunjungi www.tokocrypto.com dan mulai bisnis bitcoin Anda!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Perbedaan yang Perlu Diketahui antara Koin dan Token pada Aset Kripto

    Bagi Anda yang sedang menggeluti dunia aset kripto tentunya sudah tidak asing lagi dengan istilah token dan koin. Kedua istilah tersebut sering diasumsikan sama. Padahal keduanya memiliki perbedaan yang sangat jelas, lho. Perbedaan koin dan token didasari oleh definisi, pembuatan, tujuan serta kegunaanya. Yuk, simak ulasan lengkapnya!

    Perbedaan Antara Koin dan Token

    Koin merupakan aset digital yang memiliki blockchain-nya sendiri, seperti bitcoin yang bekerja di blockchain bitcoin atau ethereum yang bekerja di blockchain ethereum. Sedangkan token aset yang diterbitkan oleh suatu project yang kemudian bisa digunakan untuk pembayaran agar dapat menikmati layanan yang disediakan oleh project tersebut.

    Koin sendiri dibuat melalui proses mining atau penambangan dengan mekanisme Proof of Work atau Proof of Stake. Koin dihasilkan setelah proses tertentu yang dilakukan di blockchain, setelah proses berhasil maka akan menghasilkan coin sebagai imbalan. Sedangkan token dibuat dalam aplikasi terdesentralisasi (dApps) ter-hosting di blockchain lain seperti ethereum.

    Tujuan serta kegunaan dari keduanya memiliki perbedaan. Jika koin memiliki karakteristik seperti uang sehingga dapat dijadikan sebagai alat pembayaran, dan investasi. Sedangkan token biasanya digunakan sebagai alat tukar ketika menjalankan sebuah layanan project yang menyediakan token.  Walaupun token memiliki nilai pasar, namun teknisnya token bukanlah mata uang.

     Jenis-jenis Token

    Ada 4 jenis token menurut definisi regulator keuangan Swiss FINMA, yakni sebagai berikut:

    Token ini digunakan untuk mendapatkan askes ke bagian tertentu dari sebuah project, seperti untuk mengakses produk atau layanan tertentu.

    Token ini memiliki fungsi yang hampir sama dengan koin, tetapi lebih spesifik sebagai satu-satunya penggunaan pembayaran untuk layanan atau barang.

    Token ini merupakan token yang dikeluarkan oleh penjualan token awal (ITS) atau ICO, yang digunakan orang untuk menginvestasikan uang mereka dengan tujuan

    Token ini adalah token yang mewakili ekuitas atau saham di perusahaan.

    Tren Token dan Coin di 2021

    Dilansir dari Kompas, aset kripto hingga kini semakin digandrungi oleh banyak orang. Tren penguatan yang terjadi sejak tahun lalu menjadikan aset kripto memiliki daya tariknya tersendiri. Selain itu, penguatan harga juga terjadi karena tingginya minat investor ritel hingga korporasi.

    Inilah beberapa tren token dan coin yang terjadi di tahun 2021:

    Jenis koin pertama yaitu, bitcoin. Raja aset kripto ini terus menampilkan kilaunya. Tahun ini bitcoin sudah berhasil mencatat rekor harga yang mengesankan. Bahkan pada Minggu, (21/02/21) bitcoin akhirnya menyentuh harga $57.489 atau 809 juta rupiah.

    Menyusul kepopuleran bitcoin, ethereum yang merupakan salah satu jenis koin ini menjadi aset kripto terpopuler nomor dua. Harga ethereum terus mengikuti bitcoin. Biasanya, jika harga BTC naik, maka harga ETH juga naik.

    ETH berhasil naik ke atas $500 pada tahun 2020, lonjakan ini disebabkan adanya pertumbuhan keuangan yang terdesentralisasi dan peluncuran Ethereum 2.0. Harga ETH sendiri di tahun ini pun diprediksikan akan naik kembali.

    Litecoin yang merupakan salah satu jenis koin ini memperlihatkan beberapa perkembangan yang menarik sepanjang tahun 2020. LTC bukan kripto paling bullish dan hanya memiliki harga $67,56. Namun dengan kapitalisasi pasar $4.451.393.965 dan pertumbuhannya yang kuat, LTC bisa dijadikan pertimbangan bagi Anda yang ingin berinvestasi aset kripto di tahun ini. Platform CoinSwitch memperkirakan jika harga LTC mampu mencapai $600 pada tahun 2021.

    TRON didirikan pada 2017. Token yang bermula di jaringan ETH ini, sekarang ia telah beralih ke platform blockchain independen untuk memproses transaksi. Banyak investor yang berspekulasi bahwa TRON memiliki masa depan yang cerah di tahun 2021. Hal ini karena semakin banyak organisasi yang mengadopsi platform blockchain TRON, sehingga nilai TRX akan meningkat.

    Mata uang kripto lainnya yang menarik untuk diinvestasikan pada tahun 2021 adalah koin Ripple (XRP). Kini XRP merupakan aset kripto terbesar keempat di dunia, dengan harga yang rendah hanya sekitar $0,27 per koinnya. Walaupun harga yang sempat turun di awal tahun 2021, masih banyak pihak yang optimis harga XRP kembali pulih.

    Itulah perbedaan yang ada antara koin dan token. Nah, bagi Anda yang ingin berinvestasi maupun trading aset kripto, yuk daftar di www.tokocrypto.com untuk investasi dan trading yang aman. Selain itu, pada Tokocrypto Anda bisa melakukan berbagai transaksi jual beli mata uang digital dan aset kripto mulai dari  BTC,ETH,TRX, sampai XRP serta masih banyak jenis yang lainnya,lho!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Sentuh Rp719,3 Juta, Pertanda Mulai Pulih?

    Bitcoin baru saja kembali menyentuh daerah Rp719,3 Juta akibat sentimen positif dari beberapa perusahaan besar.

    Semua ini terjadi pada 1 Maret 2021 setelah daerah Rp629,89 berhasil terjaga beberapa hari terakhir.

    Bitcoin Kembali Naik ke Rp719,3 Juta

    Apresiasi pada awal bulan tersebut terlihat lebih dari 16% yang membawa Bitcoin berhasil keluar dari batas atasnya.

    Pergerakan ini dibuat lebih kuat setelah kemarin, Michael Saylor, CEO dari MicroStrategy membuat pernyataan melalui Twitter.

    Pernyataan tersebut adalah publikasi bahwa MicroStrategy telah kembali membeli 90.859 Bitcoin senilai Rp214,7 Miliar pada harga Rp644,2 Juta.

    Pembelian oleh MicroStrategy adalah salah satu cerminan bahwa investor institusional mulai kembali membeli Bitcoin.

    Baca juga: JPMorgan Sarankan Kepemilikan Bitcoin di Portofolio untuk Lindung Nilai

    Namun, perhatian utama nampaknya masih tertuju pada Goldman Sachs akibat pengumuman untuk kembali melakukan perdagangan crypto.

    Selain itu, sentimen positif nampak juga tertuju pada Citigroup yang baru saja mengumumkan kepercayaannya terhadap Bitcoin.

    Citigroup baru saja membuat laporan dengan 105 halaman mengenai kepercayaan dan komentarnya tentang mata uang crypto utama ini.

    Citigroup menyatakan bahwa Bitcoin memiliki potensial yang sangat besar terutama untuk adopsi perdagangan internasional.

    Tapi, perusahaan tersebut tetap menyatakan bahwa Bitcoin memiliki beberapa permasalahan terutama dalam volatilitasnya.

    Walau begitu, tiga sentimen ini nampak menjadi penyebab mengapa Bitcoin kembali pulih yang juga memperkuat bukti kepercayaan investor institusional.

    Beberapa Pihak Belum Yakin

    Sayangnya walau sudah banyak sentimen positif, masih terdapat beberapa tokoh besar yang belum yakin bahwa Bitcoin sudah mulai pulih.

    Peter Brandt, trader yang cukup terkenal di pasar keuangan, menyatakan bahwa ia belum yakin bahwa koreksi sudah selesai.

    Pernyataan ini disetujui oleh David Lifchitz, Kepala Bidang Investasi ExoAlpha.

    Ia menyatakan bahwa saat ini masih terlalu awal untuk menyatakan bahwa koreksi sudah selesai.

    Baca juga: Bitcoin dan Musim Pajak, Ini Hubungannya

    Tapi, ia yakin bahwa Rp629,89 Juta telah menjadi batas bawah yang kuat walau masih terdapat keraguan akibat Maret menjadi bulan relatif negatif.

    Lifchitz juga percaya bahwa musim pajak masih signifikan akibat keperluan membayar pajak akan mendorong penjualan crypto. Ia menyatakan,

    “Saat ini musim pajak memberi dampak signifikan akibat penjualan untuk membayar pajak keuntungan sebelumnya. Namun walau terjadi koreksi 20%, saat ini pergerakan masih terlihat naik sejak Oktober 2020. Semua fokus masih tertuju pada penambang akibat tekanan jualnya.”

    Pernyataan tersebut menandakan bahwa saat ini risiko terbesar berasal dari penambang yang nampak memberi risiko jangka pendek akibat perannya sebagai penjual.

    Surat Utang Negara Mulai Stabil

    Surat utang negara terlihat mulai stabil dalam keuntungan dan transaksinya yang sebelumnya menjadi sentimen negatif untuk Bitcoin dan crypto.

    Stabilisasi ini terjadi akibat dorongan dari dana bantuan pemerintah dan juga vaksin Covid-19 yang memberi harapan positif terhadap perekonomian.

    Pasar saham Amerika terlihat mengalami apresiasi yang signifikan dengan penutupan yang positif pada ketiga indeks utama.

    Baca Juga: Citi: Bitcoin di Awal Perubahan Besar-besaran, Kian Popular!

    Semua juga terjadi akibat dukungan dari mayoritas bank sentral di dunia yang terlihat masih mendorong kebijakan ekspansif.

    Dengan positifnya pandangan terhadap perekonomian, saat ini beberapa mata uang crypto juga terlihat mulai pulih bersama Bitcoin.

    Binance Coin (BNB) naik sekitar 21% ke Rp3,55 Juta, bersama Ethereum (ETH) yang naik 9.46% menuru Rp21,8 Juta.

    PancakeSwap (CAKE) dan Fantom (FTM) berhasil naik sekitar 36% dan saat ini berada di sekitar Rp176.083 dan Rp7.988 secara berurutan.

    Saat ini keseluruhan kapitalisasi pasar crypto berada di Rp21.759 Triliun dengan dominasi Bitcoin yang berada di 61%.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Citi: Bitcoin di Awal Perubahan Besar-besaran, Kian Popular!

    Citi, perusahaan multinasional mengatakan, bahwa Bitcoin saat ini berada di awal perubahan besar-besaran, kian popular yang belum terjadi sebelumnya.

    “Bitcoin kini berada di titik penting dan bisa menjadi mata uang (currency) pilihan dalam perdagangan internasional. Bitcoin juga menghadapi ‘ledakan spekulatif,” sebut seorang analis Citi, dilansir dari Reuters, Senin (1/3/2021).

    Citi menyandarkan analisisnya pada dukungan besar Bitcoin oleh Tesla dan Mastercard.

    Baca Juga: Di Australia, Bitcoin Lebih Digemari Daripada Emas

    “Inilah yang menjadikan Bitcoin mendapatkan waktu tepat sebagai awal dari transformasi besar-besaran dan menjadi arus utama,” sebut Citi.

    Keterlibatan yang tumbuh dari investor institusional dalam beberapa tahun terakhir, jauh berbeda dengan dominasi kalangan ritel dalam satu dekade terakhir.

    Jelas Citi, meningkatnya popularitas Bitcoin juga dilengkapi dengan penerbitan “mirip stablecoin” oleh bank sentral, alias Central Bank Digital Currency (CBDC).

    CBDC juga disebut sebagai “digital fiat money” yang sebagian menggunakan teknologi mirip seperti blockchain, yakni Decentralized Ledger Technology (DLT).

    Baca Juga: 5 Crypto Potensial Saat Pasar Turun

    Lonjakan minat mendorong Bitcoin ke rekor tertinggi US$58.354 pada beberapa hari lalu. Kapitalisasi pasarnya pun genap menjadi US$1 triliun untuk kali pertama sejak ia dibidani oleh Satoshi Nakamoto pada tahun 2008.

    “Sejumlah risiko dan hambatan memang masih menghalangi popularitas Bitcoin. Tapi, dalam jangka panjang, peluangnya masih sangat besar,” jelas Citi.



    Sumber : news.tokocrypto.com