Author: 38

  • Bappebti: Peraturan Aset Kripto adalah Jaminan Kepercayaan

    Sahudi, Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) mengatakan, bahwa peraturan aset kripto yang diterbitkan dan telah berlaku di Indonesia adalah jaminan kepercayaan dalam berinvestasi dan bertransaksi aset kripto.

    “Peraturan tentang aset kripto yang dikeluarkan pemerintah dalam hal ini Bappebti, Kementerian Perdagangan, bertujuan memberikan kepastian hukum dan kepastian berusaha terhadap para pelaku usaha perdagangan aset kripto di Indonesia,” kata Sahudi terkait konferensi yang akan digelar secara daring oleh Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) pada 26 Juli 2020 mendatang.

    Selain itu, katanya, peraturan itu untuk menumbuhkan kepercayaan dan keamanan bagi masyarakat yang ingin berinvestasi dan bertransaksi aset kripto.

    Sementara itu, Oham Dunggio Ketua ABI, berharap konferensi itu bermanfaat bagi masyarakat Indonesia agar bisa mengerti tentang potensi teknologi blockchain dan aset kripto sebagai produk utama-nya.

    “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama memberikan pemahaman dasar agar dapat membedakan scam project dan real project terkait blockchain dan aset kripto. Ini adalah persembahan kami dari ABI untuk mendorong perkembangan teknologi Blockchain di Indonesia,” kata Oham.

    Menurut Oham, keberadaan aset kripto di Indonesia kerap dicap negatif oleh masyarakat, sebab marak oknum yang menggunakan teknologi blockchain-aset kripto untuk menjalankan tindak kejahatan yang meresahkan dan merugikan banyak pihak.

    Dalam mencegah itu Bank Indonesia sempat mengeluarkan Surat Pernyataan No 16/6/Dkom yang berisi “Bank Indonesia menyatakan Bitcoin dan Virtual Currency lainnya bukan merupakan mata uang atau alat pembayaran yang sah di Indonesia” pada Februari 2014 silam.

    Namun lain halnya sekarang, memperjualbelikan aset kripto seperti Bitcoin, Litecoin dan Ether, telah diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 99 Tahun 2018, Tentang Kebijakan Umum Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Aset Kripto (Crypto Asset). Hal ini menjadi kabar baik untuk seluruh pegiat aset kripto di Indonesia.

    Mekanisme perdagangan aset kripto ini kemudian lebih lanjut dilegalkan dalam Peraturan Bappebti Nomor 5 Tahun 2019 Tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka.

    Di dalamnya termasuk mengatur mekanisme “perizinan” bagi para exchange (bursa aset kripto fisik/spot) yang memperjualbelikan aset kripto seperti Bitcoin dan aset kripto lainnya.

    Hingga 29 Mei 2020, terdapat 13 perusahaan yang telah mendapatkan tanda daftar dari Bappebti sebagai Calon Pedagang Fisik Aset Kripto, yaitu:

    • PT Crypto Indonesia Berkat (tokocrypto.com)
    • PT Upbit Exchange Indonesia (id.upbit.com)
    • PT Tiga Inti Utama (triv.co.id/tpro.co.id)
    • PT Indodax Nasional Indonesia (indodax.com)
    • PT Pintu Kemana Saja (pintu.co.id)
    • PT Zipmex Exchange Indonesia (zipmex.co.id)
    • PT Bursa Cripto Prima
    • PT Luno Indonesia LTD (luno.com/id)
    • PT Rekeningku Dotcom Indonesia (rekeningku.com)
    • PT Indonesia Digital Exchange (digitalexchange.id)
    • PT Cipta Koin Digital (koinku.id)
    • PT Triniti Investama Berkat (Bitocto.com)
    • PT Plutonext Digital Aset



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • CEO Binance Yakin Bitcoin akan Mencapai $ 1 Juta, Kapan?

    CEO dan pendiri pertukaran crypto Binance, Changpeng Zhao, telah mengatakan dalam wawancaranya dengan Altcoin Daily bahwa Bitcoin (BTC) nanti akan mencapai $ 1 Juta.

    Namun, dia tidak mengatakan kapan dan bagaimana BTC bisa mencapai harga tersebut. Terlebih lagi, pihak Altcoin Daily hanya memberikan benar atau tidak.

    Ketika ditanya apakah 1 BTC akan mencapai $1 juta, Zhao sangat cepat mengatakan benar. (Menit 43:51)

    Yang lebih penting adalah, pandangan CEO Binance tentang prospek jangka panjang untuk pemimpin pasar. Berlawanan dengan prediksi harga jutaan dolarnya, ia juga percaya alternatif yang lebih besar dan lebih baik akan hadir untuk menggantikan Bitcoin di ‘beberapa titik.’

    Wawancara tersebut diketahui mencakup berbagai topik.

    Menariknya, dengan mempertimbangkan sifat masa lalu dan teknologi inti pada BTC, Zhao memiliki pandangan untuk jangka panjang Bitcoin seperti ini:

    “Sejujurnya, saya pikir dominasi Bitcoin dari waktu ke waktu akan berkurang, bukan meningkat. Ini dapat meningkat dalam jangka pendek … ada banyak inovasi yang dilakukan orang-orang yang dapat membawa kembali ke Bitcoin, seperti solusi lapisan kedua dll. Tetapi ketika teknologi sudah keluar dan diadopsi selama sepuluh tahun, ada ruang lingkup yang relatif terbatas yang dapat Anda perbarui.”

    Ia pun mengatakan, cepat atau lambat, setiap teknologi akhirnya akan digantikan oleh sesuatu yang lebih baik.

    Dia menggunakan contoh-contoh seperti bahasa pemrograman yang sudah ketinggalan zaman, media sosial yang bergantian dan juga search engine sudah berganti.

    Baca Juga: 4 Persamaan Bitcoin dan Emas Sebagai Alat Investasi Masa Kini

    Dalam pandangannya Zhao masih berpikir bahwa Bitcoin masih akan menjadi raja cryptocurrency dalam 10-15 tahun kedepan.

    Namun, cepat atau lambat sesuatu baru akan mengganti yang lama. Dia juga tidak tahu berapa lama mungkin 20 tahun atau 100 tahun kedepan.

    Dia juga percaya bahwa Bitcoin tidak akan musnah karena semua orang yang mau masuk ke pasar cryptocurrency akan belajar tentang Bitcoin.

    Zhao juga menambahkan untuk industri cryptocurrency untuk berhasil, Bitcoin harus berhasil.

    Disisi lain, DeFi adalah contoh nyata yang saat ini terlihat akan mengungguli rekan tradisionalnya disektor keuangan, meski ini masih membutuhkan waktu yang lebih lama.

    Dia mengatakan bahwa banyak proyek yang gagal dan hanya beberapa yang berhasil. Dan DeFi akan memperkuat adopsi cryptocurrency.

    Untuk wawancara yang full, pembaca bisa nonton di Youtube.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • S&P 500 Akan Melonjak Menuju ATH Baru: Akankah Bitcoin Mengikuti?

    Bitcoin terlihat masih bergerak mendatar pada grafik. Menurut data dari Coin Market Cap, mata uang crypto terkemuka itu hanya memperoleh 0,15% dalam 24 jam terakhir pada saat penulisan artikel ini. Kinerja BTC ini berkutat hanya dalam kisaran nilai 5% yang sama selama dua minggu terakhir.

    Di lain sisi, pasar saham saat ini sedang menunjukkan kekuatan ekstremnya, dan ini bisa berdampak pada rally-nya Bitcoin. Bagaimanapun, korelasi yang kuat telah terbentuk antara kedua pasar, yang seharusnya ini dapat memberikan apresiasi pada nilai BTC dalam waktu dekat.

    Baca Juga: Meningkatkan Kepatuhan AML/KYC Pada Pedagang Aset Kripto

    Bitcoin Bisa Melonjak Saat S&P 500 Membuat Nilai Tertinggi Baru

    Meskipun pandemi dan ketidakpastian ekonomi memburuk, S&P 500 melonjak lebih tinggi pada hari Senin, 20 Juli lalu. Proses ini dilewati setelah awal yang lambat untuk sesi perdagangan. Pada penutupan sesi pada hari Senin, indeks saham terkemuka diperdagangkan di level 0,85% lebih tinggi dari tempat awalnya. S&P 500 sekarang diperdagangkan di 3,251.84, nilai tertinggi sejak dimulainya peristiwa kapitulasi pada Februari 2020 lalu.

    Kekuatan dalam S&P 500 tampaknya menanggapi dua hal berikut:

    • Kekuatan ekstrem dalam nilai perusahaan teknologi seperti Amazon, yang naik 8% pada hari itu.
    • Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin mengungkapkan bahwa RUU yang dengan stimulus pendanaan berikutnya akan melibatkan setidaknya $ 1 triliun.

    Bitcoin bisa rally sekali karena saat ini tertinggal di belakang S&P 500 seperti yang ditunjukkan pada grafik di bawah ini dari trading mata uang crypto.

    Bitcoin bersiap mendapatkan keuntungan dari lonjakan yang berkelanjutan di pasar saham karena korelasi antara kedua pasar.

    Baca juga: Analis: Korelasi Bitcoin dan S&P 500 Bukan Hal Buruk

    Mati Greenspan, pendiri Quantum Economics, menemukan pada awal tahun ini BTC dan S&P 500 memiliki nilai korelasi tertinggi sejak Januari 2011 silam.

    Korelasi ini menjadi sangat jelas sehingga bahkan para analis yang tidak mengikuti pasar ini 24/7 mulai ikut memperhatikannya. Tim analis JP Morgan mencatat pada bulan Juni lalu bahwa sejak crash pada bulan Maret, “Mata uang crypto telah diperdagangkan lebih seperti ekuitas“ daripada yang mereka lakukan sebelumnya.

    Apa Penyebab Korelasi?

    Di balik korelasi ini konon disebabkan perbedaan pasar yang sangat tipis. Seorang trader mata uang crypto berkomentar:

    “Hal itu berasal dari pasar yang sangat tipis jika mencakup secara keseluruhan. Derivatif melakukan rekor volume rendah dan secara umum belum memulihkan minat terbuka terhadap mereka secara keseluruhan. Volume harian Coinbase berada pada ~ $ 80 juta hampir setiap hari dan BitMEX terlihat terus mengikutinya ( menyeret derivat lainnya). “

    Dengan harga Bitcoin masih berada di posisi datar yang sama, belum bisa bergerak secara independen dari katalis eksternal, tampaknya kekurangan likuiditas ini dapat berlanjut sampai BTC mulai bergerak.

    Informasi ini disunting dan diolah kembali dari NewsBTC



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Meningkatkan Kepatuhan AML/KYC Pada Pedagang Aset Kripto

    Trulioo, perusahaan penyedia verifikasi identitas global mengatakan peningkatan kepatuhan untuk AML dan KYC dapat menjadi pembeda besar bagi perusahaan kripto. 

    Kemampuan untuk memverifikasi dokumen dan mematuhi persyaratan anti pencucian uang/ anti-money laundering (AML) dan know-your-customer (KYC) sekarang menjadi pembeda dalam perusahaan kripto, kata Trulioo. 

    Anatoly Kvitnitsky, VP Growth Trulioo mengatakan kepada tim Cointelegraph bahwa sebagaimana kripto melintasi banyak perbatasan, siapapun yang ingin menonjol dan mungkin menarik mereka yang ingin bertukar crypto ke fiat atau sebaliknya akan mematuhi aturan dan persyaratan. 

    “Ini adalah ide bagus untuk meningkatkan pendekatan dunia kripto terhadap kepatuhan, terutama karena pertukaran (aset kripto) menjadi makin umum”, kata Kvitnitsky. “Tentu saja sesuatu seperti verifikasi dokumen sangat berbeda dan hal tersebut adalah sesuatu yang kami lihat telah berubah dalam dua tahun terakhir. Dunia kripto benar-benar membutuhkan solusi ini”.

    Trulioo meluncurkan EmbedID, alat yang menyematkan verifikasi identitas untuk KYC melalui API, pada 8 Juli. Ini ditargetkan bagi perusahaan dengan tim kepatuhan kecil untuk membuat kegiatan KYC dan AML lebih otomatis. Kvitnitsky mengatakan Trulioo dan EmbedID sudah menghitung beberapa perusahaan kripto sebagai pelanggan. 

    Kvitnitsky mengatakan bahwa Trulioo ingin membuat dokumen dan verifikasi identitas semudah mungkin bagi klien yang tidak memiliki akses ke teknologi perbankan. Pertukaran kripto dan manajer aset, kata Kvitnitsky, sering ditemukan memiliki tim yang sangat kecil untuk mengurus semua dokumen yang diberikan klien mereka untuk memastikan bahwa hal tersebut memenuhi peraturan. 

    Yuridiksi regulatori juga memiliki persyaratan KYC dan AML yang berbeda, kata Kvitnitsky, sehingga akan menjadi sangat sulit untuk mencocokkan dokumen yang diperlukan untuk setiap negara. Ia mengatakan sifat kripto yang inheren internasional dan tanpa batas sangat cocok untuk Trulioo. 

    Baca Juga: Blockchain Kian Dominasi Industri Penting 

    “Jika sebuah perusahaan sangat ingin bekerja dengan regulator, anda akan melihat pendekatan yang lebih utama terhadap kepatuhan”, kata Kvitnitsky. 

    Beberapa pemerintah telah meningkatkan pemantauan terhadap perusahaan kripto meski hanya beberapa yang memiliki regulasi khusus. Otoritas Perilaku Keuangan Inggris mendesak bisnis kripto lokal untuk mendaftar dengan pengawas sebagai sarana untuk membantu pengawasan terhadap aktivitas anti pencucian uang atau AML. Komisi perdagangan komoditas dan berjangka Amerika Serikat juga menjanjikan kerangka kerja kripto yang baru. 

    sumber: baca disini



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Blockchain Menumpas Korupsi Agar Menciptakan Pemerintah yang Bersih

    Seluruh masyarakat di seluruh dunia, pasti menginginkan setiap jajaran pejabat dalam pemerintah selalu menjaga integritasnya. Salah satu bentuk integritasnya yang diharapkan oleh masyarakat luas adalah pemerintahan yang bersih dari aksi korupsi dari level terendah hingga tertinggi sekalipun.

    Untuk membuat para koruptor-koruptor tersebut jerah, bukan hanya dengan menjatuhkan mereka hukuman penjara dan sanksi denda saja. Melainkan, setiap negara juga perlu memperbaiki sistem pemerintahan mereka agar tidak mudah ditembus dengan praktik-praktik transaksi yang hanya mementingkan kepentingan pribadi di atas kepentingan bersama.

    Bila kita membicarakan sistem, hal ini tidak bisa dilepaskan begitu saja dari perkembangan teknologi yang sangat pesat berkembang saat ini. Contohnya, blockchain banyak digunakan oleh perusahaan swasta hingga lembaga keuangan untuk mengurangi tindakan-tindakan kejahatan seperti mempekerjakan karyawan di bawah gaji yang semestinya, hal ini sudah diterapkan oleh perusahaan Coca-Cola dengan bantuan blockchain.

    Baca Juga: Peraturan-Peraturan Tentang Aset Kripto di Indonesia (Part 2) Oleh TK Harmanda

    Belum lagi, banyaknya kasus yang terjadi di Afrika terkait bantuan sosial yang tidak sampai kepada masyarakat miskin di sana karena masih menggunakan cara-cara konvensional dalam penyaluran bantuannya. Sehingga, berpotensi dikorupsi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Namun, dengan bantuan platform blockchain kini penyaluran aksi sosial di sebuah negara bisa dilakukan secara lebih aman dan transparan dengan menggunakan Bitcoin atau jenis cryptocurrency lainnya. Bukan hanya aman, namun secara transaksi fee juga relatif lebih murah ketika harus melakukan transfer uang lintas batas.

    Di mana, untuk mengatasi masalah korupsi yang kemungkinan besar akan semakin banyak terjadi akibat beberapa negara di dunia sedang mengalami krisis finansial akibat pandemi Covid-19. Teknologi blockchain bisa menjadi jawaban sebagai pengawal terbaik dalam hal yang berhubungan dengan keamanan, penyaluran dana, pengiriman barang, dan lain sebagainya.

    Setidaknya, ada beberapa cara bagi sebuah negara untuk menekan angka korupsi yang terjadi melalui digitalisasi lewat blockchain di antaranya;

    • Pendaftaran Tanah dan Properti lewat Blockchain, Seperti diketahui dalam proses jual beli tanah dan properti banyak sekali masyarakat yang melakukannya dengan cara yang tidak benar dan tidak memiliki sertifikat tanah yang sah secara hukum. Namun dengan adanya blockchain penerbitan sertifikat tanah palsu bisa dihilangkan seperti yang sudah diterapkan oleh negara Rusia.
    • Voting. Bila kita membicarakan pemilu, tentu saja praktik kecurangan dengan membeli suara sulit untuk dihindari. Namun dengan blockchain saat ini, setiap negara bisa melakukan pemunggutan suara yang lebih transparan seperti yang telah dikembangkan di negara Rusia.

    Bahkan, belum lama ini kita mendengar bahwa ada desakan dari pejabat Amerika Serikat untuk mendukung blockchain untuk membantu penyaluran dana stimulus Covid-19 bagi keluarga dan UMKM yang terdampak.  Cara ini dianggap efektif dalam mempercepat penyaluran bantuan agar tepat sasaran bagi mereka yang benar-benar membutuhkan dibanding dengan cara pencairan cek di lembaga keuangan yang bisa memakan waktu hingga berbulan-bulan.

    Baca Juga: 5 Faktor ini Menyiratkan Bitcoin Bisa Naik Besar-Besaran



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Peraturan-Peraturan Tentang Aset Kripto di Indonesia (Part 2) oleh TK Harmanda, COO Tokocrypto.

    Tidak lama setelah dikeluarkannya Peraturan Bappebti No.5/2019, dikeluarkan lagi Peraturan Bappebti Nomor 9 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Bappebti No.5 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka (Peraturan Bappebti No.9/2019).

    Perubahan yang signifikan dari keluarnya peraturan ini adalah mengenai batas minimum modal dari pelaku usaha aset kripto. Berikut adalah perbandingan batas minimum modal antara Peraturan Bappebti No.5/2019 dengan apa yang diatur dalam Peraturan Bappeti No.9/2019.

    Image for post
    Perbedaan Peraturan Bappebti No.5/2019 dan No.9/2019

    Selain perubahan modal seperti yang sudah dicantumkan di atas, terdapat berbagai perubahan lainnya, seperti:

    • Semua jenis Lembaga harus memiliki sistem pelaporan transaksi perdagangan yang diaudit oleh Certified Information System Auditor (CISA),
    • Untuk Pedagang Fisik Aset Kripto (Pedagang) harus memiliki 1 (satu) orang yang lulus uji kepatutan dan kelayakan Bappebti, baik itu Direksi, Komisaris, Pemegang Saham, atau pemilik manfaat,
    • Pedagang wajib untuk mempertahankan rasio hutang terhadap rasio ekuitas dengan perbandingan 2:1,
    • Pedagang hanya dapat menyimpan aset kripto sebanyak 50% dari total aset kripto yang dimiliki pelanggan, sisanya wajib disimpan oleh Pengelola Tempat Penyimpan Aset Kripto, dan
    • Kriteria dari Pengendali dan/atau Pemilik Manfaat dari Pedagang dan Pengelola Tempat Penyimpan Aset Kripto.

    Baca Juga: Peraturan-Peraturan Tentang Aset Kripto di Indonesia (Part 1) oleh TK Harmanda, COO Tokocrypto

    Selanjutnya, Bappebti mengeluarkan Peraturan No.2 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Bappebti No.5 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka (Peraturan Bappebti No.2/2020).

    Terdapat perubahan mengenai batas minimal modal yang akan dijelaskan melalui tabel di bawah ini:

    Image for post
    Perbedaan Peraturan Bappebti No.9/2019 dan No.2/2020

    Pada Peraturan Bappebti No.2/2020 ini juga diatur 30 (tiga puluh) hari sejak Bursa Berjangka, Lembaga Kliring Berjangka, dan Pengelola Tempat Penyimpan Aset Kripto disetujui oleh Bappebti, maka Calon Pedagang yang sudah memiliki Tanda Daftar wajib memperoleh Persetujuan sebagai Pedagang dari Bappebti. Diatur juga mengenai perpanjangan periode Pendaftaran sebagai calon Pedagang hingga 31 Maret 2020. Hal ini mengubah periode Pendaftaran yang sebelumnya diatur 1 (satu) tahun sejak ditetapkannya Peraturan Bappebti No.5/2019.

    Peraturan terakhir adalah Peraturan Bappebti No.3 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Bappebti No.5 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka (Peraturan Bappebti №3/2020). Peraturan ini hanya mengubah periode Pendaftaran sebagai calon Pedagang hingga 29 Mei 2020. Hal ini dilakukan berdasarkan dengan terjadinya pandemi akibat virus Corona di Indonesia.

    Hingga saat ini, Bappebti belum mengeluarkan peraturan terbaru untuk mengubah Peraturan Bappebti No.5/2019.

    Selengkapnya baca disini



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Creepts: DApp Pertama yang Didukung Cartesi

    Creepts adalah sebuah game turnamen tower defense pertama di dunia yang terdesentralisasi. Game open-source ini dikembangkan oleh Cartesi untuk menampilkan fitur-fitur teknologi inti Cartesi. Saat ini, Creepts dapat dimainkan di testnet Rinkeby Ethereum atau dimainkan melalui versi read-only di websitenya. 

    Creepts adalah DApp yang sangat unik karena menampilkan game multiplayer yang sepenuhnya terdesentralisasi dan dikembangkan dengan menggunakan komponen perangkat lunak konvensional Linux (dioperasikan dengan Javascript) serta membutuhkan miliaran instruksi mikro-prosesor (sehingga tidak mungkin dijalankan secara on-chain).

    creepts

    Di Creepts, tiap pemain bersaing melawan satu sama lain untuk mendapatkan skor tertinggi dalam game Tower Defense. Para pemain yang bergabung dalam sebuah turnamen dengan mendapatkan skor tinggi lalu permainan akan dipindah ke jaringan blockchain sehingga biaya lebih rendah. Smart-contracts game ini akan menentukan siapa yang menjadi pemenang dalam turnamen tersebut. 

    Berita Terkait: Menghadirkan Cartesi – Membangun DApps yang Terukur Pada Sistem Operasi Linux

    Teknologi Cartesi menggabungkan beberapa fitur komponen perangkat lunak on-chain dan off-chain yang melengkapi Creepts dengan dukungan untuk desentralisasi dan turnamen penangkal kecurangan. Cartesi memungkinkan setiap pemain Creepts untuk secara otomatis mereproduksi gameplay dari skor pemain lain secara off-chain. Jika ada yang mencoba curang dengan melaporkan peningkatan skor, beberapa pemain lain secara otomatis menggunakan Cartesi untuk mendapatkan skor nyata berdasarkan gerakan permainan yang dilakukan oleh pemain yang curang. Pemain yang jujur akan secara otomatis menantang dan secara terbuka mengalahkan pemain yang curang menggunakan smart-contract Cartesi, yang menyebabkan mereka didiskualifikasi. 

    Tentang Cartesi

    Cartesi didirikan pada tahun 2018 oleh Erick de Moura, Augusto Teixeira, Diego Nehab dan Colin Steil yang saat ini sedang membangun sistem operasi DApps. Cartesi memungkinkan aplikasi terdesentralisasi untuk berjalan dalam sistem Linux. Proses yang complex dapat dijalankan off-chain, bebas dari batas komputasi blockchain dan biaya yang sesuai tanpa mengurangi desentralisasi. Cartesi telah menerima pendanaan dari investor terkemuka seperti SNZ, SOSV, Artesian Capital dan baru-baru ini menyelesaikan acara public-sale dengan Binance. Visi dari tim ini adalah untuk membuat pengembangan DApps yang mudah, terukur dan hemat biaya dengan menggabungkan alat yang sudah digunakan oleh para developer.

    Cartesi Ecosystem Links: 

    Telegram – Indonesia       Website      Twitter      Telegram      Discord      GitHub

     





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Don Tapscott: Blockchain Kian Dominasi Industri Penting

    Don Tapscott, penulis buku Blockchain Revolution mengatakan bahwa kendati teknologi blockchain masih baru (bermula dari Bitcoin), ia kian mendominasi sejumlah sektor industri penting.

    Hal itu disampaikannya dalam sebuah webinar belum lama ini. Kepala Blockchain Research Institute itu menegaskan bahwa teknologi blockchain membuat “gelombang” di industri layanan keuangan, kesehatan dan juga sektor minyak dan gas.

    “Industri yang pertama dipikirkan orang adalah industri layanan keuangan. Ini adalah industri triliunan dolar dan aset mulai didigitalisasi. Ada beragam bagian industri ini yang sudah didominasi oleh blockchain,” jelas Tapscott.

    Beberapa perusahaan berpendapat blockchain bukan hal besar, tetapi menurut Tapscott pendapat itu keliru. Blockchain justru mendominasi beberapa industri penting.

    Menitikberatkan pada industri layanan keuangan, ia berkata keuangan perdagangan mulai pindah ke blockchain. Tapscott juga menyoroti mekanisme pendanaan berbasis blockchain yang sedang naik daun.

    “Berdasarkan kajian kami, modal ventura akan terdisrupsi dalam sepuluh tahun mendatang. Tetapi modal ventura sudah terdisrupsi dua tahun lalu. Ada peristiwa pembuatan token digital berbasis blockchain (aset kripto) yang telah menggalang dana miliaran dolar. Hal ini memberikan kemampuan menarik dana bagi publik di luar struktur keuangan tradisional,” tambah Tapscott.

    Kesehatan adalah industri lain yang sedang dirombak oleh blockchain. Tapscott memastikan bahwa itu adalah industri yang besar juga dan bisa menjadi penerapan yang bagus bagi blockchain, sebab semua orang peduli tentang kesehatan.

    Teknologi blockchain bisa dipakai untuk memerangi pandemi, seperti merekam riwayat medis pasien. Sistem blockchain memberikan izin kepada peneliti untuk menggunakan data pasien dengan syarat tertentu, di mana pasien tetap mengendalikan data mereka.

    “Konsorsium minyak dan gas berbasis blockchain, yang mewakili semua perusahaan migas besar di dunia Barat, bergabung ke Blockchain Research Institute. Salah seorang CEO mengatakan kepada saya ia meyakini blockchain siap untuk dipakai massal,” tambah Tapscott.

    Ini adalah perancangan ulang salah satu industri paling penting di ekonomi dunia, pungkas Tapscott. [decrypt.co/ed]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Peraturan-Peraturan Tentang Aset Kripto di Indonesia (Part 1) oleh TK Harmanda, COO Tokocrypto. 

    Baru-baru ini, COO Tokocrypto Teguh Kurniawan Harmanda atau yang akrab disapa Manda, menulis tentang “Peraturan-peraturan Tentang Aset Kripto di Indonesia”. 

    Seperti yang diketahui bersama, pemahaman terkait aset kripto di Indonesia tergolong masih sangat minim. Belum banyak yang tahu mengenai apa itu aset kripto, bagaimana regulasinya di Indonesia serta berbagai macam hal-hal lainnya terkait aset kripto. 

    Di dalam tulisannya, Manda menyatakan bahwa aset kripto mulai diatur oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan dan secara spesifik dirumuskan oleh badan khusus di bawahnya, yaitu Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Hal ini ditandai dengan keluarnya Peraturan Menteri Perdagangan No. 99 Tahun 2018 tentang Kebijakan Umum Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Aset Kripto (Crypto Asset).

    “Pertimbangan dari pembuatan peraturan ini karena Bitcoin, dan produk lainnya yang saat itu lebih dikenal dengan istilah cryptocurrency, penggunaannya sudah meluas di masyarakat dan dipergunakan dengan berbagai tujuan hingga menuai beberapa kontroversi. Dari hal tersebut kemudian Bappebti mengaturnya sebagai komoditi yang dinamai Aset Kripto, sehingga layak dijadikan subjek kontrak berjangka yang dapat diperdagangkan di Bursa Berjangka.”

    Indonesia adalah salah satu negara yang mengakui aset kripto sebagai komoditi. Hal ini membuat kripto di Indonesia tidak berlaku sebagai mata uang namun sebagai komoditas, dimana aset kripto relatif mudah untuk diperdagangkan, dapat disimpan dalam jangka waktu tertentu dan dapat dipertukarkan dengan produk lainnya dengan jenis yang sama, yang dapat dibeli atau dijual oleh investor melalui bursa berjangka. 

    Tentu saja, pengguna memerlukan perlindungan hukum dan pemerintah juga harus memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha dalam melakukan transaksi aset kripto di Indonesia. Peraturan Bappebti No.3 Tahun 2019 tentang Komoditi yang Dapat Dijadikan Subjek Kontrak Berjangka, Kontrak Derivatif Syariah, dan Kontrak Derivatif Lainnya yang Diperdagangkan di Bursa Berjangka adalah jawabannya. 

    Dalam peraturan tersebut sangat jelas bahwa aset kripto diakui sebagai komoditi yang dapat dijadikan subjek kontrak berjangka yang termasuk dalam komoditi di bidang aset digital.

    Selain itu, peraturan penting bagi pengguna dan penyelenggara perdagangan aset kripto juga tertuang pada Peraturan Bappebti No.5 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka (Peraturan Bappebti No.5/2019). Dalam peraturan ini juga dibahas mengenai hal-hal teknis yang harus dipenuhi oleh para pelaku usaha aset kripto, yaitu:

    1. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam perdagangan aset kripto

      1. Prinsip tata Kelola perusahaan yang baik,
      2. Tujuan dari Pasar Fisik Aset Kripto adalah sebagai pembentuk harga yang transparan,
      3. Kepastian hukum,
      4. Perlindungan pelanggan aset kripto,
      5. Memfasilitasi inovasi, pertumbuhan, dan perkembangan dari kegiatan usaha perdagangan aset kripto.
    2. Persyaratan dari aset kripto agar dapat diperdagangkan:

      1. Berbasis distributed ledger technology,
      2. Aset kripto utilitas atau aset kripto beragun aset,
      3. Nilai kapitalisasi masuk dalam 500 besar coinmarketcap,
      4. Memiliki manfaat ekonomi,
      5. Telah dilakukan penilaian risikonya.
    3. Persyaratan untuk mendapatkan Persetujuan dari Bappebti sebagai Bursa Berjangka, Lembaga Kliring Berjangka, Pedagang Fisik Aset Kripto, Pengelola Tempat Penyimpan Aset Kripto.

    4. Mekanisme perdagangan.

    5. Transaksi Aset Kripto.

    6. Penarikan Aset Kripto dan Penarikan Dana.

    7. Sanksi bagi pihak yang melanggar peraturan, dapat berupa pembatalan persetujuan.

    8. Penyelesaian Perselisihan.

     

    *bersambung*

    selengkapnya, dapat dibaca disini



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • DeFi Berperan Jaga Harga Bitcoin?

    Bitcoin meresahkan banyak investor, sebab pergerakan harganya tidak berubah banyak setelah Halving III pada Mei 2020 lalu. Telah banyak narasi yang dituduh jadi penyebabnya, tetapi belum ada analis yang menyoroti harga Bitcoin bisa longsor lebih dalam jika tidak ada peran lonjakan US$3 miliar di sektor DeFi.

    DeFi (Decentralized Finance) memiliki beragam bentuk, termasuk peminjaman, derivatif, bursa dan pembayaran. Sektor yang baru dan seru ini menyebabkan token protokol DeFi mengalami lonjakan dan penurunan harga yang luar biasa.

    Siklus gelembung terbaru dalam DeFi adalah di bidang liquidity mining (penambangan likuiditas). Hal ini adalah program insentif oleh protokol DeFi untuk menarik pengguna baru. Program ini umumnya menyebarkan governance token (token pengaturan) kepada penyedia likuiditas yang disebut dengan yield farmer (“peternak” imbal hasil).

    Kendati tidak baru, program insentif DeFi merupakan metode pertumbuhan yang menghasilkan lonjakan partisipasi dalam jaringan, total modal yang disetor, serta kapitalisasi pasar governance token.

    Contoh yang paling terkenal adalah Compound, protokol peminjaman desentralistik di mana pengguna bisa meminjam dan meminjamkan aset jaminan (collateral). Modal yang disetor dalam Compound serta kapitalisasi pasarnya meroket setelah penambangan likuiditas dan distribusi token pengaturan COMP dimulai, dengan nilai masing-masing US$668 juga dan US$497 juta.

    Penambangan likuiditas tampak memiliki korelasi dengan pergerakan harga Bitcoin. Agar “peternak imbal hasil” menerima imbalan governance token, mereka harus berpartisipasi dalam jaringan sebagai peminjam atau pemberi pinjaman.

    Hal ini membutuhkan penyetoran, di mana peminjam bisa menarik dana jika mereka memberikan agunan yang cukup. Pemberi pinjaman bisa meraup bunga pinjaman di atas harga pasar ditambah cuan dari peningkatan harga token COMP.

    Modal paling besar yang disetor di DeFi berbentuk token Ether (ETH) senilai US$715 juta, disusul Bitcoin senilai US$141 juta.

    Salah satu token paling panas di Ethereum saat ini adalah WBTC atau wrapped BTC, sebuah token ERC-20 yang dipatok 1:1 terhadap Bitcoin.

    WBTC diburu peternak imbal hasil agar mereka bisa turut serta dalam jaringan Compound dan meraih token COMP.

    Jika Bitcoin dan WBTC digabung, maka ada Bitcoin senilai US$241 juta yang disetor dalam DeFi, mengurangi suplai di pasar terbuka dan menopang harga Bitcoin.

    Selain itu, partisipasi dan pertumbuhan harga di sektor DeFi selama tiga bulan terakhir membantu kembalinya alt season, yaitu musim di mana harga altcoins melonjak.

    Sebagian besar altcoins diperdagangkan dengan Bitcoin. Investor baru yang memasuki sektor kripto harus membeli BTC sebelum membeli altcoinsehingga menjadi faktor tambahan yang mendukung Bitcoin.

    Kendati demikian, DeFi juga membawa risiko. Sebagai contoh, pasar aset kripto sangat fluktuatif, sehingga sentimen yang mendorong harga melambung tinggi akan berbalik arah.

    Katalis yang menyebabkan perubahan arah termasuk eksploitasi kode dalam protokol desentralistik yang sering terjadi selama ini, atau berakhirnya musim altcoin.

    Tidak pasti bagaimana gelembung DeFi akan meletus, tetapi kemungkinan besar Bitcoin akan turut diseret jika hal itu terjadi. [forbes.com/ed]

    Baca Juga: Cartesi Token Resmi Diperdagangkan di Tokocrypto



    Sumber : news.tokocrypto.com