Author: 38

  • Koin DeFi Teratas Merosot, Meski Bitcoin Melaju ke $12.000

    Beberapa hari terakhir ini merupakan hari yang sulit bagi pasar DeFi. Pasalnya, meski kinerja Bitcoin (BTC) relatif kuat dalam beberapa waktu terakhir, koin-koin teratas dari platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) sepertinya sulit untuk melaju naik.

    Padahal, dalam tiga hari terakhir BTC bahkan sudah naik lebih dari 5% dari kisaran $11.300 ke nilai tertinggi baru-baru ini di $12.000. Peristiwa ini juga dirasa cukup unik, lantaran altcoin tidak ikut ke dalam aksi harga BTC yang kuat ini untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir. Analis memperkirakan, hal ini disebabkan terjadi pergeseran terhadap cara investor kripto mengalokasikan modal mereka ke pasaran.

    Baca Juga: 5 Tahun dari Sekarang, Bitcoin Diprediksi $1 juta/BTC

    Koin DeFi Turun Saat Bitcoin Naik

    Saat penulisan artikel, koin DeFi sedang mengalami tren turun meskipun Bitcoin melonjak naik dan berkonsolidasi untuk melaju ke angka $12.000 lebih.

    Sayangnya, bulls tersebut sepertinya hanya untuk BTC dan tidak pada altcoin DeFi lainnya. Menurut data dari Coinmarketcap, pasar DeFi sudah turun sebanyak 28,16% dalam sehari terakhir.

    Kinerja ini dirasa yang terburuk dalam beberapa bulan terkahir setelah kemunculan platform DeFi di dunia crypto.

    Fundamental DeFi Kuat

    Meski banyak yang khawatir akan keberlangsungan koin-koin DeFi ini, banyak dari para analis yang tetap percaya akan dasar dari ruang DeFi ini. Tentunya, beberapa peristiwa seperti pengguna aktif MetaMask yang terus bertambah dan peningkatan tren on-chainpengguna DeFi.

    Tidak hanya di luar negeri, di dalam negeri pun banyak pengiat DeFi yang terus melakukan inovasi. Misalnya saja baru-baru ini kerjasama antara Indodax dan Tokenomy mengeluarkan platform DeFi open source bernama Tadpole Finance beserta koinnya TAD.

    Baca juga: Tadpole Finance, DeFi dari Indonesia Ciptaan Indodax dan Tokenomy

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah Keuntungan Investasi Bitcoin daripada Uang Fiat

    Zaman dahulu, manusia menggunakan sistem barter untuk melakukan transaksi jual beli. Sistem barter ini cocok sebagai pertukaran antara dua orang. Namun akan menjadi rumit apabila banyak orang yang terlibat.

    Berawal dari situlah, uang diciptakan agar transaksi menjadi lebih mudah. Seiring berkembangnya teknologi, mata uang digital pun diciptakan seperti cryptocurrency Sebagai instrumen investasi, Anda bisa mendapatkan keuntungan investasi bitcoin dari segi keamanan dan teknologi blockchain-nya.

    Lantas, apa persamaan dan perbedaan antara aset kripto dengan uang konvensional? Kenapa keuntungan investasi bitcoin terletak pada sistem keamanannya? Mari kita bahas satu persatu.

    Mengenal Fiat Money

    Fiat money atau fiat currency merupakan alat pembayaran yang Anda pakai saat ini, yaitu uang kertas. Fiat money memiliki nilai mata uang yang ditentukan oleh regulasi atau hukum pemerintah. Selain itu, pemerintah juga menetapkan legalitas mata uang sebagai alat transaksi.

    Sebagian besar negara di seluruh belahan dunia memakai fiat money untuk pembelian barang dan jasa, menabung, membayar pajak, dan berinvestasi. Bentuk fiat money tidak hanya berupa uang kertas, namun juga berupa elektronik seperti kartu kredit dan debit.

    Persamaan Cryptocurrency dan Fiat Money

    Baik cryptocurrency dan fiat money, keduanya memiliki fungsi mata uang yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran, alat tukar yang digunakan untuk menyimpan dan mentransfer nilai, dan nilai pada keduanya dipengaruhi oleh sistem disekitarnya.

    Cryptocurrency dan fiat money sama sama membutuhkan kepercayaan dari orang yang menggunakannya. Sebagai contoh, masyarakat percaya dengan fiat money karena dikeluarkan oleh bank sentral. Sedangkan bitcoin mendapatkan kepercayaan karena teknologi yang mendasarinya, yaitu teknologi blockchain.

    Perbedaan Cryptocurrency dan Fiat Money

    Seperti yang kita ketahui, cryptocurrency adalah mata uang yang terbuat dari sistem komputasi dan terdesentralisasi (tidak ada seseorang atau pihak yang mengontrol bitcoin). Sedangkan fiat money adalah mata uang yang disahkan oleh pemerintah suatu negara.

    • Perantara yang Dibutuhkan

    Bitcoin tidak memerlukan pihak perantara untuk melakukan transaksi. Lain halnya dengan fiat money yang membutuhkan perantara seperti bank atau payment provider untuk melakukan transaksi.

    Transaksi bitcoin yang telah dikonfirmasi tidak dapat diubah ataupun dibatalkan, karena sudah tercatat secara permanen. Sedangkan pembatalan pada transaksi fiat money masih memungkinkan untuk Anda lakukan.

    Keuntungan Investasi Bitcoin daripada Fiat Money

    Jika Anda menggunakan bitcoin untuk investasi, berikut keuntungan yang akan Anda dapatkan:

    Bitcoin adalah salah satu aset kripto yang menggunakan teknologi blockchain. Blockchain merupakan teknologi yang terdiri dari blok dan berfungsi menampung transaksi. Masing-masing blok ini saling terkait melalui kriptografi dan membentuk jaringan yang bersifat immutable (tidak dapat diubah dan dihapus). 

    Desentralisasi juga merupakan salah satu cara kerja blockchain. Dimana informasi akan disimpan di banyak tempat dan tidak membutuhkan pihak ketiga. Kemudian, privasi Anda akan terjamin karena identitas pengguna akan disamarkan melalui kriptografi yang kompleks. Meski begitu, Anda tetap bisa melihat transaksi yang dilakukan secara transparan.

    Ditemukan oleh suatu pihak yang memiliki nama samaran Satoshi Nakamoto, jumlah bitcoin yang beredar pada jaringan hanya terdapat 21 juta koin dan diprediksi akan habis suatu saat nanti. 

    Anda dapat melakukan transaksi bitcoin di belahan dunia manapun dan kapanpun tanpa adanya hari libur. Hal ini dikarenakan bitcoin tidak memiliki pihak perantara dan memiliki sistem peer to peer, sehingga pengguna dapat mengontrol penuh atas transaksinya.

    Siapapun yang menggunakan bitcoin akan mendapatkan hak otonomi. Artinya, pengguna dapat mengontrol dan membelanjakan bitcoin tanpa harus berurusan dengan pihak ketiga seperti pemerintah dan bank.

    Dikarenakan transaksi bitcoin tidak memiliki pihak perantara atau pemerintah, maka biaya transaksi yang dikenakan akan sangat minim. 

    Ternyata keuntungan investasi bitcoin sangat menggiurkan ya! Untuk memulai investasi bitcoin dan aset kripto lainnya, kunjungi Tokocrypto di www.tokocrypto.com atau di media sosial kami @Tokocrypto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Perbedaan Bitcoin dan Altcoin, Mana yang Lebih Aman?

    Setelah kemunculan bitcoin pada Januari 2009 oleh seseorang atau sekelompok dengan nama samaran Satoshi Nakamoto, bitcoin menjadi cryptocurrency pertama yang diciptakan dan sampai sekarang masih beredar secara digital dengan teknologi blockchain-nya.

    Namun, tahukah Anda sampai pada pertengahan Agustus 2020, terdapat lebih dari 6,000 jenis cryptocurrency? Sebuah angka yang cukup besar bagi perkembangan dunia mata uang digital sejak awal kemunculannya. Lantas, apa perbedaan bitcoin dan altcoin? Mari kita bahas satu persatu.

    Mengenal Altcoin

    Altcoin yang terbentuk dari dua kata “Alternative Coin” merupakan cryptocurrency atau aset kripto selain bitcoin. Aset kripto apapun yang hadir setelah bitcoin maka termasuk ke dalam altcoin. Altcoin diciptakan dengan beberapa tujuan yang hampir sama dengan bitcoin. Salah satunya adalah Anda dapat menggunakan altcoin sebagai alat pembayaran di berbagai platform.

    Selain itu, sebagian besar dari altcoin juga berfungsi sebagai alat pembayaran dengan sistem peer-to-peer yang terdesentralisasi (disimpan di banyak tempat), mempunyai mekanisme kecepatan transaksi yang lebih cepat, dan lebih banyak privasi pada pengguna dibandingkan aset kripto yang lain. 

    Perbedaan Bitcoin dan Altcoin

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, altcoin merupakan aset kripto yang hadir setelah bitcoin. Adapun altcoin yang paling banyak diperbincangkan adalah Ethereum, XRP, Litecoin, Bitcoin Cash, dan sebagainya.

    Untuk melihat perbedaan bitcoin dan altcoin, mari kita bahas secara sederhana satu persatu:

    Diciptakan oleh Charlie Lee, litecoin merupakan versi lebih sederhana dari bitcoin. Perbedaan antara bitcoin dengan litecoin ada beberapa macam, yaitu litecoin memiliki persediaan koin sebanyak 84 juta dibandingkan bitcoin yang memiliki persediaan sebanyak 21 juta. Kemudian dari segi proses penghasilan blok, litecoin mampu menghasilkan blok dalam waktu 2,5 menit. Empat kali lebih cepat dari bitcoin yang memerlukan waktu 10 menit.

    Aset Kripto Mana yang Lebih Aman?

    Seperti yang kita tahu, altcoin diciptakan menggunakan formula dan mekanisme yang mirip dengan bitcoin. Perbedaan yang dimiliki masing-masing altcoin adalah ciri khas dan bentuk dari penyempurnaannya. Lantas, sebenarnya aset kripto mana yang lebih aman? Bitcoin atau altcoin?

    Seluruh aset kripto di build berdasarkan teknologi blockchain yang secara sederhana menerapkan sistem peer to peer yang terdesentralisasi di mana memiliki tingkat keamanan tinggi. Apabila seseorang ingin membobol bitcoin misalnya, ia berarti harus membobol setidaknya lebih dari 1 juta komputer user yang bekerja sebagai miners (server)

    Setelah mengetahui perbedaan bitcoin dan altcoin, jika Anda ingin memulai berinvestasi aset kripto, investasi di TokoCrypto saja karena telah terdaftar secara resmi di Indonesia!

    Segera kunjungi TokoCrypto di www.tokocrypto.com atau di media sosial kami @Tokocrypto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bagaimana Masa Depan Pertukaran Crypto Pasca Pandemi?

    Saat ini, pertukaran crypto telah menjadi debat terbaru dan terpanas di pasar keuangan. Dengan pertukaran DeFi peer-to-peer UNI dan saga SushiSwap, ranah ini menjadi arus utama yang menarik banyak trader harian dan investor institusional.

    Konstantin Anissimov, Direktur Eksekutif di CEX.IO percaya bahwa masa depan pertukaran crypto di dunia pasca pandemi Covid-19 tampaknya sangat cerah mengingat arus masuk investor saat ini.

    Baca Juga: Tokocrypto Resmi Perdagangkan Token SANDBOX (SAND)

    CEX.IO telah mengambil langkah selanjutnya menuju pertumbuhan di dunia crypto dengan mengintegrasikan klien khusus untuk institusi ke lini bisnisnya saat ini. Yang pertama di pasar yang menerapkan strategi ini, Konstantin Anissimov, Direktur Eksekutif, sangat yakin bahwa platform ini menarik lebih banyak investor institusional dan korporal.

    Alasan di balik pendekatan ini adalah untuk proporsional pertumbuhan berbagai perluasan kelembagaan dalam kurun waktu 3 tahun. Kompetensi pasar, jaminan harga, kepatuhan, dan kemanjuran adalah beberapa faktor yang dikerjakan secara luas sebelum peluncuran strategi ini sehingga memastikan portofolio yang stabil dan seimbang.

    Perspektif ahli Konstantin Anissimov tentang masa depan pertukaran crypto dan industri cukup positif untuk pertumbuhan. Dia menyatakan bahwa cryptocurrency akan sangat mempengaruhi industri investasi dan kemungkinan besar akan mengambil posisi sebagai aset yang sepenuhnya matang namun akan terus masuk dalam kategori berisiko tinggi sampai teknologi blockchain berfungsi penuh di seluruh dunia.

    Baca Juga: Akankah Bitcoin Meroket atau Jatuh?

    Masalah utama lainnya yang dia yakini membutuhkan pekerjaan konstan adalah mengatur industri blockchain karena regulasi adalah peran kunci dalam membangun keandalan dan mendapatkan kepercayaan konsumen di seluruh dewan klien dan akan berdampak besar pada relevansi industri di masa depan dalam sektor keuangan dan investasi.

    Dia lebih lanjut menyatakan karirnya yang menjanjikan, dalam jangka panjang, karena permintaan investor yang konstan untuk pengembalian investasi (ROI) yang semakin tinggi saat pasar konvensional sibuk berjuang untuk mengikuti keadaan yang sedang sulit ini.

    Dia pun menambahkan minatnya untuk mendigitalkan sistem pensiun. Mempromosikan keuangan mini untuk memasuki pasar crypto dan meningkatkan peluang untuk menyebarkan pendapatan ini ke dalam kriptografi.

    Tentu saja, jika memang pemikirannnya ini terwujud secara global, maka bukan hanya nasib pertukaran crypto, tetapi nasib crypto itu sendiri akan menjadi sangat cerah karena tingkat adopsi akan selalu mendongkrak optimisme investor terhadapnya yang akan menghidupkan segala sektor disekitarnya seperti pertukaran.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Hasil Pemilu AS Akan Dipublikasikan di Blockchain

    The Associated Press, sebuah organisasi berita global independen, bekerja sama dengan ensiklopedia berbasis blockchain Everipedia akan menerbitkan dan mendistribusikan hasil pemilu AS 2020 langsung ke dalam sebuah blockchain.

    Hasilnya akan dipublikasikan melalui Everipedia, yang berjalan pada EOS blockchain, dan akan menggunakan blockchain lain yang disebut Chainlink.

    “AP adalah standar emas dalam menghitung suara dan mengumumkan pemenang pemilu, dan kami senang bekerja sama dengan Everipedia untuk menggunakan panggilan lomba kami dengan cara yang inovatif,” kata Dwayne Desaulniers, direktur lisensi data AP dilansir dari Decrypt.

    Untuk melakukannya, AP akan menandatangani data secara kriptografis dan mempublikasikan kunci kriptografinya melalui oracle data bertenaga Chainlink milik Everipedia. Sebuah oracle menghubungkan data dunia nyata, seperti hasil pemilu, ke blockchain.

    Baca juga: KPMG Gunakan Blockchain untuk Melacak Emisi Gas Rumah Kaca

    AP telah bertanggung jawab untuk menghitung suara di setiap pemilu AS  termasuk nasional, negara bagian, dan lokal sejak 1848. Sekarang, organisasi bersejarah tersebut beralih ke blockchain dan datanya oracle untuk menambahkan transparansi dan kepercayaan lebih lanjut ke proses.

    “Platform ‘oracle-as-a-service’ ini akan ditawarkan kepada organisasi industri terkemuka untuk mempublikasikan data feed langsung di blockchain. Organisasi akan dapat memperoleh pendapatan untuk mempublikasikan data terkemuka tentang berbagai topik termasuk harga, hasil pemilu, statistik / skor olahraga, cuaca, dan berita,” tambahnya.

    Namun dengan menggunakan blockchain oracle ini ada risiko yang mengintai, yakni manipulasi dan diretas atau adanya bug software.

    Blockchain dan Pemilihan

    Karena penghitungan suara hanyalah satu langkah dari proses pemilihan, teknologi blockchain akan digunakan secara minimal dalam kasus ini. Proyek pemungutan suara lainnya menggunakan blockchain selama prosesnya. Beberapa negara bagian AS telah menguji coba Voatz, aplikasi pemungutan suara berbasis blockchain, sebagai cara menangani e-voting.

    Baca juga: Visa Gunakan Blockchain, Bantu Integrasi Mata Uang Digital Bank Sentral

    Sierra Leone, Rusia, dan Estonia juga telah menguji pemungutan suara berbasis blockchain. Dalam kasus tersebut, blockchain biasanya menangani pendaftaran pengguna dan pengiriman suara, bukan hanya hasil pemilu yang tersedia untuk umum.

    Meskipun demikian, skala yang dikerjakan Associated Press adalah hal yang sangat menarik. Fakta bahwa salah satu organisasi berita terbesar di Amerika Serikat telah memilih untuk bekerja dengan blockchain sangatlah penting  terutama pada masalah yang sensitif seperti hasil pemilu.

    Baca Juga: Venezuela Uji Coba Bursa Efek Bertenaga Blockchain

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Jadi Aset Wajib Dimiliki oleh Investor di 2025

    Sebagai aset digital yang digadang-gadang akan menggantikan emas fisik, Bitcoin diprediksi akan menjadi salah satu aset yang menjadi bagian dari portofolio investasi setiap investor pada 2025 mendatang. Apakah kamu percaya akan hal itu?

    Mungkin saat ini Bitcoin memang mendapatkan perlakukan khusus dari investor di luar sana, lantaran menjadi salah satu aset investasi paling cuan sepanjang tahun 2020. Namun, potensi Bitcoin hanya sebatas sebagai jenis instrumen investasi alternatif saja. Ketika instrumen investasi lainnya sedang mengalami tekanan gegara adanya faktor pasar.

    Di sisi lain, indikator bahwa Bitcoin bisa menjadi emas digital di masa depan bisa dilihat dari volatilitas Bitcoin yang menurun beberapa waktu lalu. Di mana, volatilitas yang cukup rendah memang menjadi makanan empuk bagi paus “Bitcoin” yang lebih menyukai kondisi pasar seperti itu. Karena tidak terlalu fluktuatif sehingga berpotensi untuk menahan aset digital dalam jumlah besar dalam waktu yang cukup lama.

    Baca juga: 4 Persamaan Emas dan Bitcoin

    Jika benar-benar akan menjadi aset safe haven di masa depan tentunya Bitcoin akan menggantikan emas fisik sebagai aset investasi yang kebal inflasi, dimana hal ini sudah dibuktikan di tengah ketidakpastian ekonomi seperti sekarang, banyak investor yang mengalihkan dananya ke dalam Bitcoin karena dianggap lebih aman dibanding hanya menyimpan uang dalam bentuk uang tunai saja.

    Baca juga: Seberapa Profit Bitcoin Dibandingkan Emas dalam 10 Tahun?

    Menurut CEO Bitpanda, Eric Demuth, dalam waktu 5 tahun mendatang Bitcoin akan bertransformasi menjadi suatu hal yang mainstream atau umum. Karena akses langsung kepada Bitcoin akan lebih mudah, lantaran adanya perkembangan regulasi yang semakin jelas tentang keberadaan mata uang virtual Bitcoin dkk. Sehingga, baik itu investor kecil maupun investor besar akan menempatkan dananya di Bitcoin dalam portofolio investasi mereka pada 2025. Hal ini didorong oleh regulasi yang meningkatkan kredibilitas Bitcoin dkk di mata investor.

    Selain itu, pandemi menjadi momen kebangkitan dari  Bitcoin. Di mana, di saat pandemi permintaan akan cryptocurrency satu ini meningkat gegara banyak bisnis yang tutup akibat Covid-19, yang membuat pekerja harus bekerja dari rumah namun tidak melupakan pentingnya investasi dan Bitcoin menjadi salah satu opsinya.

    Baca Juga: Hal yang Harus Diketahui Sebelum Membeli Bitcoin atau Aset Kripto Pertamamu!

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Resmi Perdagangkan Token SANDBOX (SAND)

    Jakarta, 20 Oktober 2020 – Kami sangat senang mengumumkan bahwa SAND telah resmi terdaftar di bursa aset kripto teregulasi di Indonesia, yaitu Tokocrypto. SAND adalah token utilitas dibawah jaringan Ethereum ERC-20 yang juga akan menjadi media pertukaran dalam Sandbox Metaverse

    “Sandbox berkomitmen untuk menawarakan layanan ini kepada para pemain dan antusias kripto di arena teknologi blockchain”, kata Sebastien Borget, COO Sandbox

    Baca Juga: Venezuela Uji Coba Bursa Efek Bertenaga Blockchain

    Token ini menawarkan pengalaman terbaik pada pemainnya tanpa adanya batasan kreatifitas. Para pemegang token memiliki kesempatan untuk menjelajahi pengalaman baru dan menghasilkan penghasilan tambahan melalui token ini. Selain itu, pengguna juga dapat melakukan jual beli dalam ekosistem Sandbox dengan token SAND. 

    “Kerjasama dengan Tokocrypto ini menandakan sebuah lompatan dari perjalanan Sandbox untuk membangun visibilitas internasional dan memperluas jangkauan globalnya”, lanjut Sebastien. 

    “Ini adalah momen yang sangat berkesan bagi kami untuk akhirnya bisa berkolaborasi dengan Sandbox. Hal ini merupakan salah satu dari agenda kami untuk menghadirkan lebih banyak pengalaman di dunia kripto bagi para nasabah setia Tokocrypto”, kata Pang Xue Kai,  CEO dan Co-Founder Tokocrypto.  

    Token SAND memiliki persediaan terbatas, sebesar 3,000,000,000 yang membuatnya sangat berharga bagi para investor. Nasabah dapat memperdagangkan SAND terhadap USDT dan BTC di platform Tokocrypto sejak 16 Oktober 2020. 

    Tentang Sandbox

    Sandbox adalah dunia virtual tempat para pemain dapat membangun, memiliki dan memonetisasi pengalaman bermain game mereka di Blockchain Ethereum menggunakan NFT dan SAND, token utilitas platform. 

    Metaverse Sandbox mengundang pemain dan pembuat untuk:

    • Membuat NFT dengan VoxEdit #Voxels
    • Jual Beli di marketplace Sandbox
    • Membuat game dengan #gamemaker Sandbox
    • Mainkan, Stake dan dapatkan Token SAND
    • Membuat dan memainkan dengan menggunakan IP dan brand besar. 

    Platform ini juga telah memiliki 60 kerjasama dengan perusahaan game pemenang penghargaan seperti Atari, game terdesentralisasi ternama seperti Crypto Kitties, merk-merk besar seperti Shaun The Sheep untuk membangun platform gaming yang kreatif dan menyenangkan yang dapat dibuat dan dimiliki oleh para pemain. 

    Baca Juga: Hasil Pemilu AS Akan Dipublikasikan di Blockchain

    Tentang Tokocrypto

    Tokocrypto adalah pedagang aset kripto teregulasi dan salah satu yang terbesar di Indonesia. 

    Tokocrypto Digital Exchange is the leading regulated and one of the largest digital exchanges in Indonesia. Didirikan pada tahun 2018, Tokocrypto lahir dari sekelompok antusias kripto yang memiliki keyakinan teguh pada manfaat blockchain yang ditawarkan ke masyarakat. Tokocrypto bertujuan untuk menjadi pedagang aset kripto terkemuka di Indonesia dengan memberikan kemudahan, kenyamanan dan keamanan bagi nasabah agar dapat bertransaksi dengan tenang dan yakin. Tokocrypto juga merupakan pusat pendidikan dan berita terkait teknologi blockchain melalui kolaborasi yang erat dengan komunitas Blockchain, universitas, pemerintah serta masyarakat di Indonesia dan Asia Tenggara. 

    Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi: https://tokocrypto.com



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Venezuela Uji Coba Bursa Efek Bertenaga Blockchain

    Venezuela mulai mengujicoba platform perdagangan efek (saham dan obligasi/sekuritas) bertenaga blockchain. Setiap unit saham ditokenisasi selayaknya aset kripto agar lebih mudah ditransaksikan dan berdayajangkau global.

    Baca Juga: Mengenal Toko Token (TKO): Inisiatif DeFi Pertama di Indonesia

    “Kami memberikan wewenang kepada platform Bursa Efek Desentralistik Venezuela (BDVE) untuk mengujicoba selama 90 hari. Jikalau berhasil, maka izin penuh akan diberikan,” sebut Pengawas Sekuritas Nasional Venezuela beberapa hari lalu.

    Bagi Venezuela, cara ini memungkinkan negara itu mengakses modal masuk ke pasar sahamnya dari luar negeri tanpa menggunakan dolar AS dari sejumlah negara.

    Maklumlah, negara pimpinan Nicolas Maduro itu terkena sanksi ekonomi oleh AS, yang tidak memungkinkan transaksi keuangan menggunakan keluar-masuk dari negaranya.

    Berdasarkan keterangan di platform itu, bahwa efek (sekuritas) yang diperdagangkan di berupa token berjenis ERC-223 atau ERC-721.

    Kendati tidak disebutkan secara eksplisit berjalan di blockchain Ethereum, penggunaan standar token seperti itu adalah indikasi kuat, bahwa platform memang memanfaatkan blockchain sejuta umat itu. Struktur platform itu sendiri sepertinya berjalan di blockchain, selayaknya decentralized exchange.

    Namun demikian, mereka tidak menyebutkan apakah aset kripto nasional Venezuela yang didukung minyak, yakni Petro, akan digunakan bursa itu.

    Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada hari yang sama mengumumkan rancangan undang-undang (RUU) sanksi yang baru untuk mengurangi dampak sanksi ekonomi yang dijatuhkan oleh AS.

    RUU tersebut, yang saat ini sedang ditinjau oleh Majelis Konstituante Nasional Venezuela, mencatat bahwa aset kripto yang didukung oleh swasta dan negara dapat digunakan untuk melakukan perdagangan di luar jangkauan sanksi AS.

    Penerapan
    Penerapan blockchain di bursa efek memang bukanlah isapan jempol. Sejumlah studi serius telah mengemuka sejak beberapa tahun terakhir.

    Sejumlah negara yang mengujicoba bursa efek berbasis blockchain, Sumber: OECD (20218).

    Pada tahun 2018, misalnya, Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (EOCD) menyebutkan bahwa blockchain sangat unggul dan tepat guna dimanfaatkan untuk platform perdagangan efek (pasar modal).

    “Bursa saham secara global termasuk di Asia mulai bereksperimen dengan teknologi blockchain untuk kliring dan penyelesaian, pasca perdagangan, serta dalam penerbitan sekuritas (sebagian besar adalah surat utang perusahaan),” sebut EOCD.

    Ketika laporan itu diterbitkan sejumlah negara telah mengujicoba pasar efek bertenaga blockchain, di antaranya Hong Kong, India, Jepang, Myanmar dan Korea Selatan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Peluncuran Iklan Crypto di Tiongkok, Langsung Bikin Investor Bitcoin Ngegas!

    Bitcoin baru-baru ini mendapatkan angin segar dengan adanya sentimen positif yang berasal dari peluncuran iklan crypto di Tiongkok. Tercatat terdapat sekitar 22.000 entitas Bitcoin baru yang muncul setelah peluncuran iklan crypto tersebut.

    Data ini diungkapkan oleh analis pasar, Cole Garner di Tweet-nya pada 5 Oktober lalu, menggunakan data dari sumber pemantauan on-chain Glassnode. Hal ini tentunya di luar dugaan karena biasanya penambahan entitas Bitcoin baru normalnya antara 5.000 hingga 10.000 per hari.

    Baca Juga: Mengenal Toko Token (TKO): Inisiatif DeFi Pertama di Indonesia

    “Alamat #Bitcoin baru benar-benar terlihat dari grafik minggu lalu, Garner meringkasnya dalam komentarnya.

    Garner saat ini sedang mengembangkan insight baru lainnya dari ahli statistik Willy Woo. “Akhir bulan lalu, Woo menjelaskan apa yang dia katakan sebagai lonjakan aktivitas oleh pemegang cryptocurrency baru ke dalam bentuk BTC namun belum terlihat dari pergerakan harga dari data Glassnode.”

    “Alamat baru adalah indikator volume yang penting, dan price action  harus  mengikuti di mana volume, mendahului harga,” pungkas Garner, dalam komentar Tweet-nya.

    Grafik pertumbuhan harian entitas Bitcoin. Sumber: Glassnode

    Media Tiongkok Memuji Kinerja Cryptocurrency

    Sumber alamat baru Bitcoin baru yang diungkapkan Garner belum bisa dipastikan, tetapi kampanye iklan crypto di Tiongkok yang diberitakan pada minggu akhir September memang memuji kinerja cryptocurrency sepanjang 2020 sebagai aset terbaik.

    Baca juga: Mengenal Mata Uang Digital Nasional Cina (DCEP)

    “Minggu lalu pemerintah Tiongkok memulai kampanye pemasaran bertarget untuk memfokuskan kepada investor ritel Tiongkok pada crypto. Dan, hal tersebut benar-benar terjadi,” ungkap Garner di Tweet-ya.

    Hal ini juga menarik perhatian pendiri Primitive, Dovey Wan, yang menggambarkan kampanye media pemerintah Tiongkok sebagai “penasaran”.  Lantaran jarang terjadi hal seperti ini.

    Hal ini disebabkan Tiongkok tidak bersahabat dengan kemampuan masyarakat untuk terlibat dengan cryptocurrency. Larangan cryptocurrency masih berlaku dari 2017 lalu, dengan transaksi terbatas pada over-the-counter, atau perdagangan OTC. Walaupun aktivitas penambangan tetap berlangsung di sana.

    Berdasarkan Cointelegraph, metrik bullish on-chain untuk Bitcoin terus berlipat ganda, di mana Woo salah satu orang yang menyerukan pelarian investor dari aset investasi tradisional seperti emas dalam waktu dekat ke aset digital.

    Alamat baru adalah indikator volume yang penting, lanjut Garner, dan tindakan harga harus mengikuti. “Volume, mendahului harga,” tulisnya.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kuat, Ethereum Diprediksi Akan Segera Capai $400

    Beberapa hari terkahir, para analis khawatir kemungkinan Ethereum akan jatuh dalam waktu dekat. Hal ini dikarenakan adanya penolakan pada kisaran level resistance $365 – $375 beberapa hari lalu. Kejadian ini juga mengembalikan posisi Ethereum ke posisi terendah lokalnya pada bulan lalu.

    Di sisi lain, para trader tetap optimis. Pasalnya, para analis tersebut dirasa mengesampingkan prediksi rally yang biasanya terjadi setelah penurunan sesaat.

    Harga Ethereum Diprediksi Naik, Setelah Koreksi

    Seorang trader membagikan grafik di bawah ini pada 30 September lalu, menjelaskan setelah koreksi harga pada Ethereum beberapa hari lalu, hal ini membuat adanya kemungkinan Ethereum bahkan mampu naik ke level lebih tinggi lagi di $400.

    Ia juga menambahkan beberapa whales (pemilik Ethereum dalam jumlah besar) mendukung dorongan harga naik.

    Baca juga: Paus Ethereum Bertambah Saat Penurutan Harga Terjadi

    “Visi jangka menengah. Saya biasanya tidak fokus lebih jauh hanya dari 1 trade di masa mendatang, tetapi hal ini masuk akal. ETH tampaknya MENOLAK untuk kalah. Kejadian peretasan, dan lainnya, sepertinya tidak berpengaruh. Ada juga beberapa paus yang mendukung heatmap pagi ini di $351 lebih. Level $375 → likuiditas di bawah level $337 → pengujian di level $400.”

    Ethereum 2.0 Segera Diluncurkan!

    Kasus bull Ethereum juga bisa disebabkan peluncuran Ethereum 2.0 (ETH2) atau Serenity yang akan datang. Upgrade dalam jaringan Ethereum diharapkan dapat memberikan kelonggaran dan sekaligus mengurangi masalah pada sistem scalingpada jaringan terdahulu.

    ETH2 telah dalam pengembangan peluncuran testnet “latihan” Spadina. Sayangnya, ada beberapa masalah terkait testnet tersebut.

    Baca Juga: Bisakah Bitcoin Tumbuh di Negara Berkembang?

    “Meskipun secara keseluruhan klien ETH2 ini cukup tangguh, penantian panjang untuk akhir dari proyek ini sepertinya memilliki beberapa masalah terkait dengan cli options, testnet config, bootnodes, dan genesis calculation bugs.”

    Masalah ini akan diatasi secara berkala dan akan diuji kembali pada testnet latihan berikutnya.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com