Author: 38

  • Mengenal Smart Contract – Tokocrypto News

    Apa yang dibicarakan oleh orang-orang ketika mereka membahas Smart Contract?

    Dalam konteks blockchain dan aset kripto, kontrak pintar/ smart contract adalah:

    • Kode komputer
    • Disimpan dan direplikasi pada platform penyimpanan terdistribusi 
    • Dieksekusi atau dijalankan oleh jaringan komputer 
    • Dapat menghasilkan pembaruan buku besar

    Dengan kata lain, jika blockchain memberi penyimpanan terpercaya yang terdistribusi, maka kontrak pintar atau smart contract memberikan perhitungan terpercaya yang terdistribusi. 

    Smart contract adalah salah satu fungsi yang membedakan Ethereum dari blockchain lainnya. 

    Dalam webnya, Ethereum menjelaskan bahwa:

    “Ini adalah kontrak yang menghasilkan 10 ribu token kepada pembuat kontrak, dan kemudian memungkinkan siapapun yang memiliki saldo cukup untuk mengirimkannya ke orang lain. Token ini adalah unit minimum yang dapat diperdagangkan dan tidak dapat dibagi lagi, tetapi untuk pengguna akhir dapat disajikan sebagai 100 unit yang dapat dibagi lagi dengan 100 subunit. Sehingga memiliki 1 token berarti memiliki 0,01% dari total”.

    Baca Juga: Pentingnya Trading Plan dalam Jual-Beli Aset Kripto

    Apa perbedaannya dengan pembayaran perbankan otomatis?

    CONTROL

    Dalam ekosistem blockchain yang diatur dengan benar, tidak ada sumber kontrol tunggal. Tata letak terdistribusi dengan mekanisme konsensus yang artinya banyak pihak terus memeriksa dan memperbarui buku besar dan segala sesuatu yang tidak sesuai aturan yang disepakati sebelumnya akan ditolak peserta lain. 

    CODE

    Dengan smart contract dalam blockchain, logikanya dijalankan secara paralel di semua komputer yang berpartisipasi dan hasilnya dibandingkan oleh semua peserta. Peserta hanya mengubah buku besar versi mereka sendiri jika mereka menyetujui hasilnya. Tidak ada yang bisa menipu blockchain, secara teori. 

    TRANSPARENCY

    Agar semua peserta dalam blockchain menjalankan kode yang sama, masing-masing memverifikasi satu sama lain, logika kontrak pintar harus dapat dilihat oleh semua. Ini berarti siapapun dapat melihat kontrak pintar, dan jika pengguna menyukai kodenya, pengguna dapat menggunakannya. Akan ada kontrak pintar untuk penggunaan umum dan ada kontrak pintar yang sangat spesifik. Transparansi adalah pro dan kontra. Dapat berguna bagi seluruh pemangku kepentingan kontrak untuk menyetujui apa yang terjadi. Bukan hanya pemangku kepentingan yang dapat melihat apa yang terjadi, tetapi semua orang. 

    FLEXIBILITY

    Kontrak pintar dapat melakukan apa saja yang dapat dilakukan oleh komputer normal, meskipun versi blockchain akan berjalan jauh lebih lambat dan mahal untuk dijalankan daripada di komputer biasa. Pengguna harus membayar semua komputer di jaringan untuk menjalankan kode secara pararel. 

    Mengapa smart contract sangat berguna?

    Dengan kontrak pintar, hanya ada satu set persyaratan perdagangan yang ditulis dalam kode komputer yang jauh lebih halus daripada legalase dan disepakati dimuka. Ketergantungan eksternal (harga minyak, harga saham, dsb) dapat dimasukkan melalui umpan yang disepakati bersama. Kontrak akan tetap di blockchain dan akan berjalan ketika ada peristiwa terjadi atau ketika taruhan berakhir. 

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mata Uang Digital Tiongkok Mungkin Kelak Dipadu dengan Blockchain Ini

    Mata uang digital Tiongkok yang berbasis blockchain dalam sistem DC/EP (Digital Currency Electronic Payment), mungkin kelak bisa dipadu dengan Blockchain Service Network (BSN). BSN yang didukung oleh Pemerintah Tiongkok sejak tahun lalu, bulan ini segera diluncurkan setelah beberapa kali ujicoba.
    Cuplikan aplikasi dompet mata uang digital Tiongkok, yang beredar 15 April 2020 lalu di media sosial. Aplikasi itu sebelumnya bisa diunduh dari situs web Bank Pertanian Tiongkok.

    Blockchain-based Service Network (BSN) dibuat dengan bekerjasama dengan banyak perusahaan besar di Tiongkok. Hingga Maret 2020, BSN mengklaim sudah ada 100 kota sudah terhubung sebagai node (simpul). Harapannya efisiensi bisnis bisa hemat hingga 80 persen.

    Konsep dasar BSN sebenarnya jauh diterbitkan sebelum pidato Xi Jinping itu. Asas BSN dibuat pada Januari 2019, yang didukung oleh State Information Center dan  Industry Research Department.

    Pada Maret-April 2020 ujicoba BSN digenjot dengan 100 kota terhubung sebagai simpulnya. Hingga akhir tahun 2020, direncanakan total 200 kota.

    Badan Pemerintah itu menggandeng sejumlah perusahaan, di antaranya China Mobile Group Design Institute, Research Institute of Electronic Payment (China Unionpay), China Mobile Financial Technology, Beijing Red Date Technology dan China Mobile Group Zhejiang.

    BERITA TERKAIT  Kisah “Cuan” Block Producer Blockchain Vexanium

    Menurut BSN, jika perusahaan ingin membuat blockchain sendiri, maka perusahaan bisa menghabiskan biaya hingga US$14.000 per tahun. Itu sudah termasuk biaya pengoperasian dan pemeliharaan.

    Tetapi, dengan tergabung di BSN, maka perusahaan bisa menghemat banyak biaya, cukup dengan US$300 per tahun. Programer dan pengembang dipersilahkan membuat aplikasi yang terkait bisnisnya, lalu mendistribusikannya di BSN.

    Harus diakui, Tiongkok memimpin soal inovasi, pengembangan dan penerapan teknologi blockchain, menurut Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia.

    Tiongkok sudah hakul yakin, bahwa blockchain jauh melampaui Bitcoin sebagai penerapan pertama di sektor uang digital baru. Bagi Tiongkok blockchain dapat digunakan untuk memverifikasi semua jenis transaksi digital secara lebih efisien.

    Hong Wan, pakar blockchain dari North Carolina State University mengatakan bahwa BSN akan menjadi pusat mata uang digital dan sistem pembayaran, yang menyaingi WeChat dan Alipay sebagai alat pembayaran digital yang popular.

    Tapi, bukan tidak mungkin, bahwa yuan/renminbi digital yang dibuat oleh Bank Sentral Tiongkok bisa dipadukan di dalam BSN.

    Namun, Wan khawatir BSN akan mengalami kelambatan kinerja ketika nanti memverifikasi begitu banyak transaksi. Dia mengatakan BSN belum menerbitkan spesifikasi teknis yang terperinci. Jadi, dia tidak tahu bagaimana perancangnya akan mengatasi masalah itu.

    “Saya pikir kita berhak ragu tentang apa yang terjadi di teknologi itu. Ini masih dalam tahap pengujian,” imbuh Wan.

    Mata uang digital itu memang masih dalam pengujian, itulah sebabnya menurut sumber media lokal di Tiongkok, mata uang digital itu akan digunakan untuk membayar gaji sejumlah PNS di Tiongkok, khusus di kota Suzhou mulai Mei 220.

    BERITA TERKAIT  Skandal Rp54 Triliun OneCoin Segera Difilmkan oleh New Regency Television

    Seperti yang diperkirakan tahun lalu, kata Biser Dimitrov di Forbes, Tiongkok membuat langkah besar dalam memajukan ekonomi dengan teknologi blockchain.

    Tiongkok benar-benar serius menggunakan blockchain sebagai pilar teknologi utama lainnya bersama teknologi 5G, kecerdasan buatan dan Internet of Things (iOT).

    Blockahin juga dimaksudkan untuk menyediakan cara-cara baru untuk menangani volume besar dalam pembayaran, komunikasi yang tinggi.

    Baik BSN dan DC/EP memiliki bentuk yang sangat baik dan tampaknya diterapkan secara profesional dan efektif dalam skala besar.

    “Kelak di masa depan, kita akan menyaksikan kebesaran Tiongkok berkat infrastruktur blockchain yang besar ini. Dan saat itulah dunia Barat harus memperhatikan,” kata Biser.
    [Forbes, Decrypt, IEEE.org/red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Babak Terbaru Blockchain Tiongkok – Tokocrypto News

    Penerapan teknologi blockchain di Tiongkok tak berhenti di Pidato Xi Jinping pada Oktober 2019 lalu. Asa itu berkelanjutan melalui proyek ambisius, Blockchain-based Service Network (BSN) yang didukung oleh pemerintah, bekerjasama dengan banyak perusahaan besar. 100 kota sudah terhubung sebagai node (simpul) demi efisiensi bisnis hingga 80 persen.

    Konsep dasar BSN sebenarnya jauh diterbitkan sebelum pidato Xi Jinping itu. Asas BSN dibuat pada Januari 2019, yang didukung oleh State Information Center dan  Industry Research Department.

    Pada Maret-April 2020 ujicoba BSN digenjot dengan 100 kota terhubung sebagai simpulnya. Hingga akhir tahun 2020, direncanakan total 200 kota.

    Badan Pemerintah itu menggandeng sejumlah perusahaan, di antaranya China Mobile Group Design Institute, Research Institute of Electronic Payment (China Unionpay), China Mobile Financial Technology, Beijing Red Date Technology dan China Mobile Group Zhejiang.

    Menurut BSN, jika perusahaan ingin membuat blockchain sendiri, maka perusahaan bisa menghabiskan biaya hingga US$14.000 per tahun. Itu sudah termasuk biaya pengoperasian dan pemeliharaan.

    Tetapi, dengan tergabung di BSN, maka perusahaan bisa menghemat banyak biaya, cukup dengan US$300 per tahun. Programer dan pengembang dipersilahkan membuat aplikasi yang terkait bisnisnya, lalu mendistribusikannya di BSN.

    Harus diakui, Tiongkok memimpin soal inovasi, pengembangan dan penerapan teknologi blockchain, menurut Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia.

    Tiongkok sudah hakul yakin, bahwa blockchain jauh melampaui Bitcoin sebagai penerapan pertama di sektor uang digital baru. Bagi Tiongkok blockchain dapat digunakan untuk memverifikasi semua jenis transaksi digital secara lebih efisien.

    Misalnya, JD.com, salah satu toko online terbesar asal Tiongkok. Mereka menggunakan blockchain untuk memverifikasi data rantai pasokan (supply chain). Konsumen dan mitra bisnis tak perlu lagi khawatir soal keaslian data barang-barang mewah yang dijual di JD.com. Semuanya tersimpan di blockchain dan dijamin keabsahannya.

    Pemerintah juga tak tertinggal. Salah satunya adalah Administrasi Umum Kepabeanan Tingkok, untuk memantau 26 titik penyeberangan perbatasan internasional.

    Hong Wan, pakar blockchain dari North Carolina State University mengatakan bahwa BSN akan menjadi pusat mata uang digital dan sistem pembayaran, yang menyaingi WeChat dan Alipay sebagai alat pembayaran digital yang popular.

    Tapi, bukan tidak mungkin yuan digital yang dibuat oleh Bank Sentral Tiongkokbisa dipadukan di dalam BSN.

    Namun, Wan khawatir BSN akan mengalami kelambatan kinerja karena memverifikasi begitu banyak transaksi. Dia mengatakan BSN belum menerbitkan spesifikasi teknis yang terperinci. Jadi, dia tidak tahu bagaimana perancangnya akan mengatasi masalah itu.

    “Saya pikir kita berhak ragu tentang apa yang terjadi di teknologi itu. Ini masih dalam tahap pengujian,” imbuh Wan.

    “Penghalang terbesar teknologi blockchain adalah biaya yang besar dan rumit. Menurut saya BSN adalah solusi yang tidak bisa dihindari,” kata Yang Xiang dari Universitas Swinburne, Australia. [IEEE.org/red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Narasi Bitcoin dan Panik Corona

    Apapun bentuk narasi Bitcoin yang Anda simpan dan Anda harapkan, tetap saja panik Corona menjadikannya tak pasti. Tak ada konstanta (nilai baku) di Bitcoin. Tetapi, bergaul dengan sejumlah penghayat Bitcoin, Anda akan menemukan narasi utama ini: saat-saat seperti itulah tujuan aset kripto itu dibuat.

    OLEH: Vinsensius Sitepu
    Pemimpin Redaksi Blockchainmedia.id

    Kalimat ini sangat bermakna: “kepanikan virus Corona tidak peduli dengan narasi Bitcoin Anda.” Ketika virus Corona di Tiongkok mereda, lalu menyebar masif di negara lain, termasuk Amerika Serikat (AS), masih ada yang berpendapat bahwa saham akan runtuh dan Bitcoin sebaliknya.

    Namun, yang terjadi tidak diduga, kedua instrumen bernilai itu sama-sama jatuh. Kita pun menghabiskan waktu dengan neraka pada 12-13 Maret 2020 lalu. Ambyar!

    Melihat sejumlah sinyal eksternal, beberapa jam sebelum harga Bitcoin jatuh, saya menulis tulisan ini: Bitcoin Undur Diri, Sekian dan Terima Gaji.

    Pun tepat ketika Bitcoin menyentuh kisaran Rp64.992.000 per Bitcoin, naluri spekulasi saya membuncah. Saya pun masuk membeli Bitcoin setara Rp747.757. Jadilah saya dapat Bitcoin di harga sangat murah 0,01150536 BTC. Asyik!

    Namun, situasi itu tak lama berlangsung, hingga Kamis, 19 Maret lalu. Indeks saham di AS terjepit menguat tipis, sedangkan Bitcoin melesat lebih dari 50 persen. Jadilah saya menjual Bitcoin itu di harga Rp93 juta per BTC pada 19 Maret 2020. Asyik! (lagi). Sejak itu, harga Bitcoin terus melambung di atas Rp100 juta.

    BERITA TERKAIT  Bitcoin Bisa sebagai Safe Haven Asalkan…

    Sekali lagi, ini tak diduga, tapi patut ditafsirkan, bahwa arus uang lebih banyak mengalir ke Bitcoin, sebagian ke emas dan sebagian lagi di saham.

    Tentu ini mengingatkan kita kembali ke pesan masa lalu oleh Satoshi Nakamoto, ketika ia menciptakan Bitcoin. Ketika itu di masa-masa krisis 2008-2009.

    Dia menulis pesan ini dalam blok transaksi perdana Bitcoin pada 4 Januari 2009: “The Times 03/Jan/2009 Chancellor on the brink of a second bailout for banks.” Pesan itu, mengutip judul berita utama (headline) surat kabar Inggris, The Times, ketika Bank Sentral Inggris memutuskan memberikan dana talangan kepada bank-bank yang sedang bangkrut.

    A Deep Dive Into Satoshi's 11-Year Old Bitcoin Genesis Block

    Image result for Chancellor on the brink

    Satoshi Nakamoto tidak pernah menjelaskan apa arti pesan ini. Namun, sulit untuk tidak melihat bahwa Bitcoin adalah reaksi terhadap krisis keuangan global di kala itu, yang dimulai pada September 2008.

    “Kita akan terkejut ketika Bitcoin turun di situasi seperti ini. Kita berharap sebaliknya,” kata Brian Armstrong, CEO Coinbase di Twitter pada 9 Maret 2020. Beberapa hari setelah itu, 12-13 Maret 2020, Bitcoin terbantai, kehilangan nilainya lebih dari 40 persen.

    Namun, kurang dari 7 hari, pada 19 Maret 2020 malam hari, Bitcoin terbang ke angkasa, naik lebih dari 50 persen. Impas!

    Dalam praktiknya, seperti kita ketahui bersama, Bitcoin terlalu lambat dan tidak efisien untuk bertindak seperti uang elektronik biasa, karena dia naik-turun lebih cepat daripada harga emas.

    Sebaliknya, banyak penggemar dan penghayatnya saat ini melihatnya sebagai bentuk “emas digital.” Emas asli telah lama dianggap sebagai penyimpan nilai yang andal, dan investor cenderung melihatnya sebagai bentuk asuransi terhadap penurunan ekonomi.

    Jadi, dalam usianya masih muda itu, Bitcoin telah berubah dari aset yang sangat tidak jelas, yang sebagian besar dimiliki oleh orang sangat percaya menjadi “sekadar aset keuangan lainnya.”

    Mengingat krisis keuangan global terbaru, Bitcoin mungkin tidak terlihat seperti tempat yang aman. Tetapi dalam konteks lain, seperti di negara-negara dengan inflasi tinggi, seperti Venezuela, Bitcoin adalah sebaliknya, setidaknya dibandingkan dengan mata uang nasional.

    Mari kita berandai-andai. Satu dekade dari sekarang, seberapa berbedakah Bitcoin akan terlihat sebagai aset? Akankah masih lebih seperti emas digital daripada uang digital?

    Siapa yang akan berinvestasi di dalamnya, dan mengapa? Apakah Bitcoin terikat untuk terus berubah bersama dengan faktor-faktor itu? Begitu juga gagasan tentang peran yang dapat dimainkannya bagi investor dan di masyarakat, “safe haven” atau tidak?

    Pun setelah Halving, masih banyak pertanyaan yang terus menghujam kita, karena Bitcoin belum pernah melalui masa-masa kritis absolut seperti ini. Sebuah pelajaran untuk masa depan. Dan semoga para penambang Bitcoin masih kuat mental dan kuat modal. [vins]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bloomberg: Bitcoin Menunjukkan Sinyal Beli Pertama Sejak Dimulainya Corona

    Bitcoin (BTC) telah mampu melanjutkan trend kenaikannya dalam beberapa hari terakhir dan dengan cepat telah berhasil berada di atas level penting di $ 11.000.

    Hal ini menunjukan, untuk pertama kalinya dalam 4 minggu, BTC telah kembali berada diatas level ini, yang tentu bisa dianggap sebagai sinyal positif bagi sang crypto utama.

    Pada saat pers, harga Bitcoin telah stabil di $ 10.900-an d. Kapitalisasi pasar masih $ 202 miliar dan dominasi Bitcoin berdiri di 57,5%.

    Menurut perusahaan berita dan media Bloomberg, Bitcoin menunjukkan sinyal beli pertama yang jelas sejak dimulainya pandemi corona pada bulan Maret. Ini adalah kesimpulan dari laporan baru yang mempertimbangkan GTI (Global Strength Indicator).

    Baca Juga: Cara Staking Aset Crypto untuk Mendapatkan Passive Income

    Indikator tersebut lebih lanjut juga menunjukkan bahwa Bitcoin dapat mencapai level tertinggi tahunan baru jika naik di atas $ 12.000.

    Nigel Green, Kepala Eksekutif dan pendiri deVere Group, menyatakan dalam pengertian ini bahwa Bitcoin memenuhi reputasinya sebagai emas digital:

    “Itu (BTC) sudah mendapatkan label ‘emas digital’ dan saya yakin statusnya dalam hal ini akan tumbuh secara eksponensial selama satu atau dua tahun ke depan.”

    Penggerak harga lainnya adalah masuk dan berkembangnya investor institusional. Misalnya, pada bulan Agustus, raksasa keuangan Fidelity Investments meluncurkan Bitcoin Fund institusional pertamanya, yang terus menarik minat kelas kakap di sektor keuangan.

    Steve Ehrlich, Chief Executive Officer dan salah satu pendiri Voyager Digital, juga sangat optimis dengan BTC, ia mengatakan:

    “Harga Bitcoin mencerminkan keyakinan bahwa Bitcoin adalah lindung nilai terhadap ekonomi global secara keseluruhan.”

    Secara teknikal memang, keberadaan harga diatas level $ 11.000, yang telah menjadi Resistance dan Support kunci di masa lalu, akan menjadi penentu psikologis bagi optimisme pasar, yang diiringi kekhawatiran global terhadap dolar AS, maupun ekonomi global di masa pandemi.

    Level $ 11.000 kini menjadi semacam Support kunci bagi BTC, yang akan menjadi ‘penjaga’ dari kekuatan Bullish yang sedang memegang kendali dalam optimisme investor dan trader. Kita lihat saja.

    Baca Juga: Jumlah ATM Bitcoin Lampaui 10.000 ATM di Seluruh Dunia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • TikTok Memilih Oracle – Apa Artinya Ini untuk Pasar Cryptocurrency?

    TikTok, platform video pendek yang lagi booming digunakan oleh para remaja bahkan orang dewasa di berbagai belahan dunia, telah memilih Oracle Corporation sebagai mitra teknologinya di Amerika daripada Microsoft.

    Berita itu pun muncul pada saat yang genting setelah Presiden AS Donald Trump dengan tegas memutuskan bahwa TikTok harus menjual operasinya di Amerika Serikat sebelum 15 September, menetapkan bahwa aplikasi media sosial tersebut adalah ancaman bagi keamanan nasional karena diam-diam mengumpulkan informasi pengguna, seperti diungkapkan oleh analisis dari Wall Street Journal.

    Baca Juga: Kampanye “Tetap Aman dan Legal” dari ABI dan Exchange resmi Bappebti

    Menanggapi pilihan TikTok pada Oracle, Microsoft pun menerbitkan pernyataan resmi beberapa hari lalu:

    “ByteDance memberi tahu kami hari ini bahwa mereka tidak akan menjual operasi TikTok AS ke Microsoft. Kami yakin proposal kami akan baik untuk pengguna TikTok, sekaligus melindungi kepentingan keamanan nasional.”

    Jika president Trump masih memutuskan untuk melanjutkan pelarangan pada TikTok, ini dapat menciptakan peluang bagi platform media sosial terdesentralisasi lainnya untuk beraksi di AS.

    Block.one, platform blockchain berkinerja tinggi yang menghosting platform media sosialnya ‘Voice’, akan menjadi salah satu yang dapat memanfaatkan pelaranganan TikTok di Amerika.

    Jika kemitraan ini tidak memuaskan untuk sang Presiden, maka raksasa media sosial berbasis blockchain lainnya akan sangat diuntungkan, dan tentunya ini akan dapat menyebabkan ledakan pada pasar mata uang crypto dan juga Bitcoin (BTC).

    Ethereum mungkin akan lebih diuntungkan daripada Bitcoin karena, Ethereum terkenal dengan platform terdesentralisasi.

    Meski BTC sendiri tengah terkoreksi karena berbagai hal, salah satunya aksi jual para penambang, tentu saja ha-hal dari sisi fundamental akan dapat mengembalikan kepercayaan investor akan kekuatan sang crypto utama, sehingga adopsi dan aksi para perusahaan blockchain, khususnya di sektor media sosial seperti yang tengah dibahas ini, akan dapat memicu tren positif kembali pada pasar crypto dan meningkatkan gairah berinvestasi.

    Pada saat pers, harga Bitcoin sudah menduduki Rp 160 juta karena ketidakpastian ekonomi di Amerika.

    Intinya, semua bergantung dari pandangan pemerintahan AS terhadap kemitraan TikTok dan Oracle ini, apakah dirasa masih akan mengganggu dan meresahkan, atau justru akan dirasa baik-baik saja? Kita lihat saja!

    Baca Juga: 6 Terobosan Proyek Harmony



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 6 Terobosan Proyek Harmony – Tokocrypto News

    Baru-baru ini, Tokocrypto kehadiran token Decentralized Finance baru di Platformnya, yaitu Harmony Token (ONE). Sebuah kabar baik bagi para Tokonauts, karena token ONE kini juga dapat diperdagangkan dengan Binance IDR (BIDR) di platform Tokocrypto. 

    Harmony adalah blockchain berbasis sharding yang sepenuhnya dapat terukur, terbukti aman dan hemat energi. Harmony mengatasi masalah blockchain yang ada dengan menggabungkan hasil penelitian terbaik dan praktik teknik dalam sistem yang diatur secara optimal. 

    Secara khusus, Harmony membuat terobosan dalam aspek-aspek berikut: 

    • Fully Scalable: Harmony tidak hanya memecah komunikasi jaringan dan validasi transaksi seperti Ziliqa, tetapi juga memecah status blockchain. Ini membuat Harmony menjadi blockchain yang sepenuhnya terukur. 
    • Secure Sharding: Proses sharding harmony terbukti aman berkat proses Distributed Randomness Generation (DRG) atau proses generasi keacakan terdistribusi yang tidak dapat diprediksi, tidak bias, dapat diverifikasi dan terukur. Harmony juga merombak jaringan dengan cara non-interupsi untuk mencegah Bizantium adaptif yang lambat.
    • Efficient and Fast Consensus: Tidak seperti blockchain berbasis sharding lainnya yang memerlukan PoW untuk memilih validator, Harmony didasarkan pada PoS dan karenanya hemat energi. Konsensus dicapai dengan adanya algoritme BFT yang dapat diskalakan secara linier yang 100 kali lebih cepat daripada PBFT. 
    • Adaptive-Thresholded PoS: Threshold of stake diperlukan agar node dapat bergabung dengan jaringan, disesuaikan berdasarkan volume total staking. Batasnya cukup rendah sehingga pemain kecil masih dapat berpartisipasi dalam jaringan dan mendapatkan hadiah. 
    • Scalable networking infrastructure: Dengan kode RaptorQ, Harmony dapat menyebarkan blok dengan cepat, baik di dalam pecahan maupun di seluruh jaringan dengan menggunakan algoritme Penyebaran Informasi Adaptive (Adaptive Informal Dispersal Algorithm). 
    • Consistent Cross-Shard Transactions: Harmony mendukung transaksi lintas pecahan dengan pecahan-pecahan berkomunikasi langsung satu sama lain. Mekanisme penguncian atom digunakan untuk memastikan konsistensi transaksi lintas pecahan.

    Dengan terobosan-terobosan ini, Harmony berjanji untuk menyediakan blockchain yang aman dan scalable yang dapat mendukung ekonomi terdesentralisasi. Banyaknya komunitas yang aktif dibalik proyek Token ONE ini membuat ONE mengalami peningkatan adopsi dan kenaikan harga token karena ONE adalah token asli Harmony yang merupakan blockchain EPoS yang memberi penghargaan kepada mereka yang memegang token ONE. 

    Baca Juga: Mengenal Harmony Token: Mengaktifkan Desentralisasi dalam Skala Besar



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • CEO Binance Harapkan Lebih Banyak Defi Berbasis Ethereum Untuk Bergabung

    CEO Binance Changpeng Zhao mengharapkan lebih banyak proyek DeFi berbasis Ethereum untuk bergabung dengan platform Binance Smart Chain. Zhao mengutarakan hal ini dalam sebuah diskusi dengan pengguna Twitter lain.

    Menurut Zhao, langkah ini akan mengurangi beban di jaringan Ethereum yang pada saatnya akan menurunkan biaya gas Ethereum.

    Zhao kemudian menekankan bahwa Binance Smart Chain bukanlah pengganti atau pesaing jaringan Ethereum, melainkan Binance kompatibel dengan Ethereum. Zhao menambahkan bahwa Binance Smart Chain justru memberikan pembuat kontrak pintar lebih banyak pilihan.

    “Binance Smart Chain tidak pernah bertujuan untuk menggantikan ETH, Binance Smart Chain hanya kompatibel dengan ETH. BSC memberi penggunanya lebih banyak pilihan. Opsi dengan biaya lebih murah,” kata Zhao.

    Baca Juga: Ketahui Cara Trading yang Simple Tapi Untung

    Zhao menyimpulkan komentarnya bahwa volume transaksi Binance Smart Chain baru-baru ini mencapai 10% dari jaringan Ethereum beberapa hari yang lalu.

    Platform Binance Smart Chain diluncurkan pada 1 September dengan dana investasi $ 100 juta yang dikhususkan untuk proyek yang dibangun di Smart Chain.

     

    Dalam Tweet terpisah, Zhao berbicara tentang keputusan Binance untuk menambahkan proyek DeFi terbaru bahkan saat perusahaan gagal mendaftarkan SushiSwap.

    Binance Smart Chain sekarang menjadi tuan rumah BurgerSwap dan melihat sejumlah besar transaksi hanya dalam 24 jam dalam proyek DeFi terbaru itu.

    “Di masa lalu, saya biasanya mencoba untuk tidak mengomentari proyek atau koin tertentu. Untuk selanjutnya, saya akan Tweet lebih banyak tentang proyek di #BinanceSmartChain. Itu bukan dukungan. Hanya cara untuk mempromosikan komunitas,” ungkap Zhao.

    Dia juga menambahkan bahwa di balik sebagian besar proyek DeFi yang gagal, investor tidak disarankan untuk menginvestasikan uang jika tidak sanggup kehilangan uang tersebut.

    “Beberapa mungkin menawarkan keuntungan jangka pendek, tetapi mereka juga memiliki risiko yang sangat tinggi. Jangan menginvestasikan uang yang Anda tidak bisa kehilangan (uang tersebut),” kata Zhao menegaskan.

    Baca Juga: Yearn Finance Hadirkan Inovasi Baru Berupa StableCredit



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Harmony Token: Mengaktifkan Desentralisasi dalam Skala Besar

    Hadir di Tokocrypto sejak 26 Agustus 2020 kemarin, Harmony Token (ONE) kini dapat diperdagangkan dengan BIDR di platform Tokocrypto mulai 11 September 2020 pukul 16:00 WIB. 

    Harmony adalah salah satu proyek terbaru yang mencoba mengatasi masalah skalabilitas blockchain. Menggunakan pendekatan “full-stack”, Harmony sedang mengembangkan blockchain berbasis sharding yang tidak hanya dapat diskalakan tetapi juga terbukti aman dan hemat energi. 

    “Kami sangat senang menyambut kehadiran Harmony ONE dalam platform Tokocrypto. Dengan ini, semakin banyak proyek-proyek DeFi di dalam Tokocrypto, semakin banyak pula masyarakat yang bisa mengakses berbagai layanan finansial yang sebelumnya sulit untuk didapatkan”, kata Pang Xue Kai, CEO & CO-Founder Tokocrypto. 

    Baca Juga: A Glossary of All Crypto Terms You Need to Know

    Harmony menyediakan platform konsensus dengan throughput tinggi, latensi dan biaya rendah yang dirancang untuk menggerakkan ekonomi terdesentralisasi di masa depan. Fokus teknis dari proyek ini adalah pada resharding dan mengamankan staking dengan keacakan yang terdesentralisasi. Selain itu, Harmony juga menerapkan perutean lintas-shard yang optimal dan propagasi blok yang cepat. 

    Setelah meluncurkan jaringan utamanya pada Juli 2019, Harmony telah mengalami pertumbuhan yang sangat baik. Pada Juni 2020, ada 1.000 node yang turut membantu desentralisasi jaringan. 

    Platform Harmony didukung oleh token ONE, yang memungkinkan pengguna untuk berpartisipasi dalam ekosistem dan berfungsi sebagai mekanisme pembayaran. Dengan menggunakan blockchain Harmony, para developer dan pebisnis dapat menciptakan keselarasan dalam tujuan dan insentif dari berbagai pemangku kepentingan. 

    Token ONE dirancang untuk memiliki tiga fungsi berikut dalam protokol:

    • Token digunakan sebagai taruhan untuk model konsensus EPoS, memungkinkan pemegang saham untuk mendapatkan hadiah blok dan biaya transaksi.

    • Token akan membayar biaya transaksi dan biaya penyimpanan.

    • Token akan digunakan dalam tata kelola protokol dengan mengizinkan hak suara pemegang token untuk tata kelola on-chain. 

    “Dengan kemampuan yang ada dalam platformnya, Harmony berjanji untuk menyediakan blockchain yang aman dan scalable yang dapat mendukung ekonomi terdesentralisasi kepada dunia”, kata Stephen Tse, CEO Harmony. 

    Baca Juga: Mengenal DeFi, Alternatif Sistem Finansial Baru Berbasis Blockchain 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ingin Memprediksi Harga Bitcoin? Lihatlah Emas

    Data skala makro mengungkapkan bahwa korelasi antara komoditas emas dan Bitcoin telah melonjak pada tahun 2020, mencatatkan rekor tertinggi baru sepanjang masa yang tentu patut menjadi perhatian kita dalam menganalisa.

    Meskipun kedua aset berada dalam kondisi hijau sepanjang tahun, Bitcoin masih mengungguli emas, meskipun pada update terbarunya, BTC tengah mengalami penurunan harga.

    Baca Juga: A Glossary of All Crypto Terms You Need To Know!

    Pada saat pers, harga BTC sangat volatil dikisaran Rp 153 juta- Rp 155 juta.

    Menurut data dari perusahaan CoinMetrics, korelasi 60 hari antara Bitcoin dan emas telah mencapai titik tertinggi baru sepanjang masa di atas 0,5. Setelah metrik mencapai titik terendah di bawah -0,3 selama aksi jual pertengahan Maret ketika BTC anjlok ke $ 3.700, korelasi 60 hari telah meningkat secara bertahap.

     

    Dan perusahaan analitic Skew, menunjukkan bahwa korelasi rata-rata berada di 10.6% untuk satu tahun. Emas bisa menjadi salah satu alat bantu untuk memprediksi harga BTC.

     

    Korelasi positif melonjak tajam pada awal Maret-April ketika dolar AS mulai kehilangan sebagian besar nilainya. Dengan demikian, tampaknya selama masa ketidakpastian untuk mata uang cadangan global ini, investor beralih ke aset langka seperti emas dan Bitcoin.

    Seperti yang anda lihat gambar dibawah ini, pergerakan emas, hampir sama dengan Bitcoin.

    Sumber:Skew

    Pertukaran veteran yang berbasis di AS, Kraken, juga memeriksa korelasi antara kedua aset tersebut, tetapi dalam skala mikro. Laporan tersebut mengkonfirmasi bahwa itu meroket pada musim panas 2020 dan mencapai ‘hampir 1 tahun tertinggi 0,93 pada 31 Juli, dan naik ke ATH 0,97 pada 10 Agustus.

    Namun, skala yang lebih kecil yang diamati oleh Kraken menunjukkan bahwa Bitcoin telah terlepas dari tindakan emas dalam beberapa minggu terakhir.

    Kraken mengatakan bahwa Bitcoin mempunyai korelasi positif dengan S&P 500 dan emas, 0.84 dan 0.97 masing-masing. Korelasi tertinggi sepanjang waktu dengan emas mencapai 0.97 di 10 Agustus.

     

    Dalam pandangan kami, korelasi antara BTC dan emas ini telah dipengaruhi oleh kekhawatiran global dan pelemahan pada dolar AS, yang telah menjadi fokus para analis dalam waktu yang cukup lama karena akan mempengaruhi aset tradisional, dan juga BTC.

    Hal ini tentu meningkatkan minat pada aset safe haven, dimana beberapa investor tentu kembali ke metode lama, yakni membeli emas, sementara investor milenial / kekinian memilih Bitcoin sebagai aset lindung nilainya terhadap kekhawatiran yang melanda tersebut, sehingga korelasi antara keduanya tercipta disini. Bagaimana menurut Anda?

    Baca Juga: Inilah Mengapa Bitcoin Siap Melambung Setelah Turun $ 300



    Sumber : news.tokocrypto.com